Anda di halaman 1dari 2

SATE NANGKA

Aldodan Aldi bermain kerumah Ne Haris mereka memang suka kesana sambil menemani ne
Haris yang tinggal sendirian, ketika sampai disitu.

“Nene menunggu Bah Ohang, dia biasanya datang kesini dan membayar 1.000 rupiah setiap
buahnya” jawab Nene

“buah sebesar itu Cuma harga sendiri Ne” aldo membelalakan mata

“harga di pasar mungkin bias lebih” tetapi Nenek sudah tidak kuat menurunkan buah itu dan
membawanya kepasar, masih ada orang yang mau datang membeli disini saja sudah untung!”
kata Nenek lagi, nadanya pasrah dan menerima apa adanya saja.

“em, … kalau boleh, Mami akan menjualnya, Ne?

Pokonya, paling sedikit Nenek mendapat 3 rupiah boleh ne ? “ Tanya Aldi, Ne Haris tampak
menimbang-nimbang” boleh saja” asal kalian tidak dimarahi orang tua kalian baik Ne kami
akan meminta izin dulu kepada orang tua kami.

“boleh ne ini kan pekerjaan halal tidak mungkin orang tua kami marah !” kata Aldo penuh
semangat . Aldo dan Aldi lalu membawa buah nangka tersebut dengan karung goni kerumah
Aldo.

Satu jam kemudian, Aldo dan Aldi sudang menjinjing baskom berisi nangka di tutup plastik ,
hening mereka berjalan menuju terminal dan angkdan naik angkot yang menghubungkan
kampong mereka dan kota.
SATE NANGKA

Aldodan Aldi bermain kerumah Ne Haris mereka memang suka kesana sambil menemani ne
Haris yang tinggal sendirian, ketika sampai disitu.

“Nene menunggu Bah Ohang, dia biasanya datang kesini dan membayar 1.000 rupiah setiap
buahnya” jawab Nene

“buah sebesar itu Cuma harga sendiri Ne” aldo membelalakan mata

“harga di pasar mungkin bias lebih” tetapi Nenek sudah tidak kuat menurunkan buah itu dan
membawanya kepasar, masih ada orang yang mau datang membeli disini saja sudah untung!”
kata Nenek lagi, nadanya pasrah dan menerima apa adanya saja.

“em, … kalau boleh, Mami akan menjualnya, Ne?

Pokonya, paling sedikit Nenek mendapat 3 rupiah boleh ne ? “ Tanya Aldi, Ne Haris tampak
menimbang-nimbang” boleh saja” asal kalian tidak dimarahi orang tua kalian baik Ne kami
akan meminta izin dulu kepada orang tua kami.

“boleh ne ini kan pekerjaan halal tidak mungkin orang tua kami marah !” kata Aldo penuh
semangat . Aldo dan Aldi lalu membawa buah nangka tersebut dengan karung goni kerumah
Aldo.

Satu jam kemudian, Aldo dan Aldi sudang menjinjing baskom berisi nangka di tutup plastik ,
hening mereka berjalan menuju terminal dan angkdan naik angkot yang menghubungkan
kampong mereka dan kota.