Anda di halaman 1dari 6

KONSEP GEOPARK

Orang boleh tidak percaya jika batuan, fosil, sesar (patahan), lipatan, dan bentangalam dapat
diajak berbicara.Tetapi melalui pengetahuan geologi, seorang ahli geologi dapat
mengajaknya berbincang. Unsur-unsur geologipun akan menuturkan sejarahnya, sebagai
bagian dari cerita panjang pembentukan bumi yang dimulai sekitar 4,5 milyar tahun lalu.

Melalui Geopark, orang diajak menelusuri lorong waktu geologi yang periodenya tidak hanya
mencakup masa ratusan tahun tetapi hingga jutaan tahun. Geopark tidak hanya menyajikan
alam yang termonumenkan secara geologi, tetapi juga kehidupan yang ada di dalamnya yaitu
manusia, hewan dan tumbuhan.

Manusia mungkin sudah tinggal di dalamnya selama beberapa generasi, bekerja di kawasan
itu sehingga sedikit banyak telah menghasilkan nilai ekonomi sendiri. Melalui pengembangan
Geopark nilai ekonomi masyarakat setempat akan ditingkatkan, selaras dengan kegiatan
konservasi berkelanjutan dan pendidikan yang menjadi kegiatan di dalam kawasan.

Geopark menjadi bentuk apresiasi kita semua kepada nilai dan makna keunikan, kelangkaan
dan estetika dari keragaman dan warisan geologi yang terdapat di suatu kawasan.Ditopang
oleh pilar pembangunan berkelanjutan, pengembangan wilayah berciri khusus seperti itu
ditujukan kepada masyarakat setempat yang tinggal di dalam dan di sekitar kawasan
Geopark.

Dengan demikian masyarakat setempat akan merasakan manfaat yang diperoleh, langsung
atau tidak langsung, dari kegiatan pembangunan Geopark di daerahnya. Oleh karenanya,
sesuai dengan tujuan pembangunan Geopark, konsep ini mempunyai hakekat merayakan dan
membangun kembali hubungan antara alam dengan manusia.Sebelum manusia ada, alam
telah membentuk hubungan yang harmoni dengan binatang dan tumbuhan.

Berawal Dari Pemahaman Makna Keragaman Geologi dan Warisan Geologi

Neologisme geodiversity (keragaman geologi)-geoheritage (warisan geologi)-


geoconservation (konservasi geologi) mulai mengglobal ketika geodiversity dipahami dan
dimaknai oleh banyak orang sebagai komponen penting alam. Pemahaman geodiversity yang
berdiri sejajar dan sama tinggi dengan biodiversity (keragaman biologi atau keragaman
hayati) mulai mengerucut sejak tahun 1990-an, sebelum akhirnya menjadi paradigma dunia.

Geodiversity merupakan gambaran dari ragam komponen geologi yang terdapat di suatu
daerah; termasuk keberadaan, penyebaran, dan keadaannya sehingga dapat mewakili evolusi
geologi daerah tersebut.Batuan, mineral, fosil, tanah dan bentangalam adalah bagian integral
dari alam.Di dalam konteks kehidupan, komponen-komponen dasar geologi dan bentangalam
teridentifikasi mempengaruhi binatang, tumbuhan, serta tatanan sosial masyarakat setempat
yang menghasilkan budaya.

Memahami proses yang terjadi di masa lalu¾seperti pembentukan tanah dan erosi,
penggurunan, gempabumi, evolusi, punahnya tumbuhan dan binatang tertentu¾akan
membantu manusia merunut kembali sejarah bumi. Teori James Hutton “the present is the
key to the past” menjadi dasar upaya tersebut. Manusiapun selanjutnya dapat membuat
prediksi akan terjadinya sebuah peristiwa geologi. Tetapi kapan suatu peristiwa geologi yang
menyebabkan bencana (seperti gempabumi, letusan gunungapi) akan terjadi, manusia tetap
tidak kuasa untuk menetapkannya.

Komponen-komponen geologi yang memiliki fungsi sebagai jejak rekaman penting sejarah
bumi dimaknai sebagai situs geologi.Kandungan maknanya yang penting, menjadikan situs
geologi sebagai sebuah warisan (geoheritage) yang perlu dilestarikan keberadaannya
(geoconservation). Situs warisan bumi ini penting untuk pendidikan, aplikasi aneka prinsip
geologi, dan visualisasi proses evolusi bentangalam. Unsur-unsur geologi dan geomorfologi
diketahui menyumbang nilai estetika bumi dan mutu ekologi di dalamnya. Pemahaman
tentang warisan geologi secara benar akan meningkatkan apresiasi orang terhadap warisan
bumi.

Inisiatif UNESCO sebagai organisasi dunia yang mendukung pengembangan Geopark


ditanggapi oleh banyak negara dengan meningkatkan perhatian pada unsur-unsur warisan
alam di daerahnya.Perhatian yang lebih diberikan kepada warisan bumi yang memiliki makna
sebagai kunci sejarah pembentukan bumi dan kehidupan di dalamnya. Agenda 21 tahun 1992
yang menjadi agenda ilmu pengetahuan untuk lingkungan, yang dicetuskan oleh UNCED
(United Nations Conference on Enviroment and Development) di Rio de Janeiro-pun
terdukung oleh konsep Geopark.

Pada tahun 2000, negara-negara Uni Eropa mulai mengimplementasikan Manifesto on Earth
Heritage and Geodiversity.Mereka mendudukkan geomorfologi sebagai komponen utama
bentangalam. Upaya ini terdukung oleh banyak organisasi internasional seperti Jaringan
Geopark Eropa, International Association of Geomorphology (IAG), International Union of
Geological Sciences (IUGS), dan International Geographical Union (IGU).

Di kawasan Asia-Pasifik-pun dibentuk jaringan Geopark serupa, yang tetap berafiliasi


dengan UNESCO.Pembentukan Jaringan Geopark Asia-Pasifik ini diprakarsai oleh negara-
negara yang sudah mempunyai Geopark Global yaitu Cina, Jepang, Malaysia, dan Australia.

Pengertian Geopark

Pengertian Geopark dapat dipahami melalui arti, fungsi dan implementasinya sebagai
komponen yang berkaitan dengan alam dan kehidupan di bumi. Oleh sebab itu konsep
Geopark memiliki tiga pengertian dasar, yaitu:

1. Merupakan kawasan yang memiliki makna sebagai suatu warisan geologi (sehingga
perlu dilestarikan), sekaligus sebagai tempat mengaplikasikan strategi pengembangan
ekonomi berkelanjutan yang dilakukan melalui struktur menejemen yang baik dan
realistis.
2. Geopark berimplementasi memberi peluang bagi penciptaan lapangan pekerjaan
untuk masyarakat setempat dalam hal memperoleh keuntungan ekonomi secara nyata
(biasanya melalui kegiatan pariwisata berkelanjutan).
3. Di dalam kerangka Geopark, objek warisan geologi dan pengetahuan geologi berbagi
dengan masyarakat umum. Unsur geologi dan bentangalam yang ada berhubungan
dengan aspek lingkungan alam dan budaya.

Pengertian Geopark-pun dapat dipahami melalui beberapa aspek seperti:

1. Sebagai suatu kawasan


Geopark merupakan sebuah kawasan yang berisi aneka jenis unsur geologi yang memiliki
makna dan fungsi sebagai warisan alam.Di kawasan ini dapat diimplementasikan berbagai
strategi pengembangan wilayah secara berkelanjutan, yang promosinya harus didukung oleh
program pemerintah.Sebagai kawasan, Geopark harus memiliki batas yang tegas dan
nyata.Luas permukaan Geopark-pun harus cukup, dalam artian dapat mendukung penerapan
kegiatan rencana aksi pengembangannya.

2. Sebagai sarana pengenalan warisan bumi

Geopark mengandung sejumlah situs geologi (geosite) yang memiliki makna dari sisi ilmu
pengetahuan, kelangkaan, keindahan (estetika), dan pendidikan. Kegiatan di dalam Geopark
tidak terbatas pada aspek geologi saja, tetapi juga aspek lain seperti arkeologi, ekologi,
sejarah, dan budaya.

3. Sebagai kawasan lindung warisan bumi

Situs geologi penyusun Geopark adalah bagian dari warisan bumi.Berdasarkan arti, fungsi
dan peluang pemanfaatannya, keberadaan dan kelestarian situs-situs itu perlu dijaga dan
dilindungi.

4. Sebagai tempat pengembangan geowisata

Objek-objek warisan bumi di dalam Geopark berpeluang menciptakan nilai


ekonomi.Pengembangan ekonomi lokal melalui kegiatan pariwisata berbasis alam (geologi)
atau geowisata merupakan salah satu pilihan.Penyelenggaraan kegiatan pariwisata Geopark
secara berkelanjutan dimaknai sebagai kegiatan dan upaya penyeimbangan antara
pembangunan ekonomi dengan usaha konservasi.

5. Sebagai sarana kerjasama yang efektif dan efisien dengan masyarakat lokal

Pengembangan Geopark di suatu daerah akan berdampak langsung kepada manusia yang
tinggal di dalam dan di sekitar kawasan. Konsep Geopark memperbolehkan masyarakat
untuk tetap tinggal di dalam kawasan, yaitu dalam rangka menghubungkan kembali nilai-nilai
warisan bumi kepada mereka.Masyarakat dapat berpartisipasi aktif di dalam revitalisasi
kawasan secara keseluruhan.

6. Sebagai tempat implementasi aneka ilmu pengetahuan dan teknologi

Di dalam kegiatan melindungi objek-objek warisan alam dari kerusakan atau penurunan mutu
lingkungan, kawasan Geopark menjadi tempat uji coba metoda perlindungan yang
diberlakukan.Selain itu, kawasan Geopark juga terbuka sepenuhnya untuk berbagai kegiatan
kajian dan penelitian aneka ilmu pengetahuan dan teknologi tepat-guna.

Terminologi Geopark

Geopark merupakan kawasan warisan geologi yang mempunyai nilai ilmiah (pengetahuan),
jarang memiliki pembanding di tempat lain, serta mempunyai nilai estetika dalam berbagai
skala.Nilai-nilai itu menyatu membentuk kawasan yang unik. Selain menjadi tempat
kunjungan dan objek rekreasi alam-budaya, Geopark juga dimaknai sebagai kawasan
konservasi dan perlindungan, di mana sebuah warisan geologi akan diturunkan kepada
generasi selanjutnya.

Beberapa lokasi sumberdaya dan warisan geologi bolehjadi berada di suatu kawasan di mana
telah terjadi urbanisasi dan kegiatan ekonomi.Pengelolaan sumberdaya dan pendekatan yang
sifatnya inovatif terhadap daerah yang berkarakteristik seperti itu dipromosikan oleh
UNESCO sebagai sebuah Geological Park¾disingkat Geopark.Di dalam Bahasa Indonesia
diterjemahkan sebagai Taman Geologi.

1. Konsep GeoparkUNESCO menawarkan peluang untuk mengenal, melindungi dan


mengembangkan situs warisan bumi di tingkat global.
2. Geopark akan mengenali kembali hubungan antara manusia dengan geologi, selain
mengenali kemampuan situs itu sebagai pusat pengembangan ekonomi.
3. Konsep Geopark sangat dekat dengan paradigma penyatuan antara ilmu pengetahuan
dengan budaya, yaitu melalui pengenalan keadaan fisik alam yang penting dan unik.

Peran Geopark

Geopark merupakan daerah lindung berdasarkan makna khusus geologi, kelangkaan dan
keindahan. Fenomena itu mewakili sejarah, kejadian, dan proses bumi. Seperti Taman
Nasional, Geopark-pun berada di bawah pengelolaan pemerintah di mana situs itu berada.

Selain membuka peluang untuk penelitian dan pendidikan, Geopark berpotensi besar dapat
mengembangkan ekonomi setempat. Keadaan itu akan menciptakan lapangan kerja dan
penumbuhan ekonomi baru. Geopark dapat dikembangkan menjadi objek dan daya-tarik
wisata (geotourism), selain menjadi tempat kegiatan perdagangan dan pembuatan barang
kerajinan (geoproducts) seperti cetakan fosil dan cinderamata.

Peristilahan di dalam Geopark

Geosite, geotope dan geological monument merupakan istilah yang sering dijumpai di dalam
konsep Geopark.Sejak beberapa tahun terakhir istilah-istilah itu sudah dipakai secara luas.
Meskipun demikian pemahaman akan arti, kepentingan dan implikasinya di dalam praktek
masih terbuka untuk didiskusikan.

Geosite

Geosite diartikan sebagai situs sejarah alam yang berhubungan dengan sejarah semesta, bumi,
dan manusia.Situs ini terbuka untuk kegiatan pariwisata.Setiap situs geologi atau situs
bentangalam yang mengandung unsur keragaman geologi penting adalah geosite.Geosite
dapat dijabarkan sebagai singkapan batuan atau bentangalam yang menunjukkan nilai tinggi
sebagai warisan bumi. Situs itu mungkin ditemukan di tempat lain, tetapi secara umum sulit
dijumpai.

Pemahaman terhadap geosite secara utuh akan membantu manusia memahami sejarah bumi,
sehingga tumbuh kepedulian terhadap upaya perlindungannya. Pembukaan geosite untuk
kegiatan pariwisata sudah banyak dilakukan, dan semuanya berada di dalam kemasan
pengembangan yang sifatnya berkelanjutan.Strategi pengembangan yang diterapkan
mendasarkan pada arti dan fungsinya sebagai warisan alam.
Hasil identifikasi dan promosi geosite menunjukkan bahwa Geopark dapat menjadi alat untuk
meningkatkan kepedulian orang terhadap nilai warisan geologi dan geomorfologi.Usaha
perlindunganpun selanjutnya dapat diterapkan, selaras dengan potensi pengembangan yang
dimilikinya.

Geotope

Geotope didefinisikan oleh Sturm (1994) sebagai bagian penting dari geosfer yang dipahami
melalui geologi, geomorfologi, bentukan alam, dan perkembangan alam yang memerlukan
perlindungan dari pengaruh negatif yang berpeluang dapat merusaknya.Geotope merupakan
komponen matriks abiotik yang terdapat di dalam suatu ecotope (istilah dalam ekologi).

Ecotope (patch) adalah bentangalam terkecil dengan ekologinya yang khas, yang disusun
oleh unsur biotik dan abiotik.Karena geotope dianggap sebagai sumberdaya hasil
pemahamannya sebagai warisan geologi, maka penciriannya akan jauh lebih baik jika
dilakukan oleh sekelompok pakar, yaitu berdasarkan karakteristik, keunikan dan kajian-
banding (komparatif).

Istilah geotope lebih banyak dipakai di Jerman.Pada tahun 1983 negara ini menggunakan
geotope sebagai bentuk perlindungan warisan geologi.

Geosite dan geotope yang ditentukan berdasarkan makna geologi dan geomorfologi akan
menjadi situs penting bagi penelitian dan pendidikan di antara para ilmuwan. Situs-situs itu
mungkin tidak memiliki nilai estetika yang dapat menarik pengunjung atau para pembuat
keputusan.Oleh karenanya tidak mudah meyakinkan orang yang bukan ahli geologi untuk
melindunginya, yang notabene didasarkan pada pemahaman atas nilainya sebagai sebuah
warisan alam.

Monumen geologi

Monumen geologi dipahami sebagai daerah lindung yang memiliki informasi bentukan
geologi atau proses penting yang tidak dijumpai di setiap tempat. Monumen geologi
merupakan bagian dari warisan geologi, dan dapat merupakan sebuah penampang tipe satuan
batuan.Perlindungannya didasarkan pada manfaatnya untuk pendidikan, selain sebagai acuan
ilmiah, penelitian, dan tempat rekreasi karena kelangkaan, keunikan dan estetika yang
dimilikinya.

Model Ekosistem pada Geopark

Geologi menjadi faktor penentu utama bagi topografi, air, kimiawi tanah, kesuburan tanah,
stabilitas lereng, serta aliran air permukan dan air tanah. Sebaliknya, komponen itu akan
menentukan di mana dan kapan proses fisika, kimia dan biologi terjadi.

Meskipun lingkungan fisik penting bagi ekosistem Geopark, ilmu pengetahuan kebumian
tradisional tidak dimasukkan dalam pengelolaan lahan. Secara tradisional, bentangalam
sering dipahami sebagai jaringan dari proses biologi yang bekerja selama jenjang geologi
tertentu.

Pada pendekatan yang sifatnya lebih moderen bentangalam dimaknai sebaliknya.


Bentangalam diartikan sebagai sekumpulan proses¾biologi, geologi, sosial¾yang saling
berhubungan dan saling tergantung satu sama lain. Perubahan filosofi ini akan menumbuhkan
perhatian orang terhadap ilmu kebumian, terutama masalah interaksi antara sistem geologi
dengan sistem biologi.

Untuk itu, International Union of Geological Sciences telah membentuk Komisi Ilmu
Pengetahuan Geologi untuk Perencanaan Lingkungan. Komisi ini mengusulkan
ditetapkannya metoda baku untuk mengukur proses geokimia, geofisika dan geomorfologi
(Berger & Lams, 1996; Gouide et al, 1990 dlm. Sturn, 1994).Sasarannya adalah membuat
sintesa terhadap semua perubahan geologi di setiap daerah yang memiliki arti bagi penilaian
lingkungan.

Bibliografi

European Geoparks Network¾EGN, The organization¾Introduction. Melalui


<http://www.europeangeoparks.org&gt; [05/02/09]

Komoo, Ibrahim 2003, Conservation geology, protecting hidden treasures of Malaysia,


LESTARI UKM Publication, Bangi, Selangor, Darul Ehsan, 51p.

Komoo, Ibrahim & M. Othman, 2002, The classification and assessment of geological
landscape for nature conservation, Proc. 9th IAEG Cong. on Engineering Geol. for
Developing Countries, 16-20 Sept. 2002, Durban, 1129-1137.

Sturn, B., 1994, The geotope concept: geological nature conservation by town and country
planning. In: D. O’Halloran, C. Green, M. Harley, M. Stanley & J. Knill (Eds). Geological
and landscape conservation. The Geological Society London, 27-31.

UNESCO Global Geoparks Network (GGN), Global Network of National Geoparks. Melalui
<http://http://www.globalgeopark.org&gt; [25/02/09]