Anda di halaman 1dari 3

PELUANG DAN ANCAMAN KAWASAN KARST

KABUPATEN MALANG

Pariwisata di Kabupaten Malang tersebar sesuai dengan potensi geografis yang dimiliki. Salah satu
persebaran potensi tersebut terletak pada bagian selatan kabupaten yang berbatasan langsung dengan
pantai selatan Pulau Jawa. Berbatasan langsung dengan pantai selatan Pulau Jawa maka konsekuensi logis
yang muncul adalah keberadaan deretan pantai Kabupaten Malang cukup banyak dan sangat beragam.
Total terdapat sekitar 13 (tiga belas) pantai (Pantai Celungup, Pantai Gatra, Pantai Tiga Warna, Pantai
Sendang Biru, Pantai Segara Anakan, Pulau Sempu, Pantai Gua Cina, Pantai Balekambang, Pantai
Ngeliyep, Pantai Kondang Merak, Pantai Sipelot, Pantai Wonogoro, Pantai Ngantep, Pantai Batu
Bengkung) yang sudah terdata dan dimasa yang akan datang dipastikan bertambah karena banyak lokasi
yang belum terekplorasi. Kemudian seperti yang diketahui bahwa arah pengembangan pantai – pantai
yang ada di Kabupaten Malang seperti Pantai Celungup menjadi ikon pariwisata berkelanjutan nasional
karena pengelolaan yang dilakukan berbasis ekowisata.
Selain pantai yang banyak dan beragam, ternyata terdapat potensi lain yang dapat dikembangkan di
Kabupaten Malang, khususnya pada daerah bagian selatan. Salah satu potensi tersebut adalah berupa
pengembangan geopark sesuai dengan ketentuan – ketentuan United Nations Educational, Scientific and
Cultural Organization (UNESCO). Pengembangan tersebut didukung oleh keberadaan Kawasan Karst
yang tersebar di 8 (empat) kecamatan seperti 1) Kecamatan Donomulyo, 2) Kecamatan Bantur, 3)
Kecamatan Gedangan, 4) Kecamatan Sumbermanjing Wetan, 5) Kecamatan Pagak serta sebagian di 6)
Kecamatan Dampit, 7) Kecamatan Tirtoyudo, dan 8) Kecamatan Kalipare. Kemudian bila ditotal,
didalam kawasan karst tersebut telah terdata 10 (sepuluh) gua yang terdiri dari 1) Gua Asoy Tutup, 2)
Gua Banyu, 3) Gua Bendo Tutup, 4) Gua Mbubuk, 5) Gua Nisor Dalan, 6) Gua Nyasar, 7) Gua Pinggir
Dalan, 8) Gua Prapatan JLS, 9) Gua Selok, dan 10) Sumur Mbubuk. Kemudian selain gua terdapat 4
(empat) mata air yang telah terdata seperti 1) Belik Jambe, 2) Kedung Trubus, 3) Sendang Ngentup, dan
4) Sumber Trubus (Indonesia Speleological Society, 2015).
Namun dari potensi – potensi tersebut diatas belum cukup jika ingin mengembangkan daerah
Kabupaten Malang bagian selatan menjadi geopark, karena dalam pilar pengembangan suatu daerah
menjadi geopark diperlukan beberapa hal seperti yang telah disyaratkan oleh UNESCO. Syarat – syarat
tersebut seperti 1) Terdapat keberagaman proses geologi yang kompleks dan dinamis dalam kurun waktu
yang lama (geodiversity), 2) Terdapat keberagaman warisan geologi yang terbentuk secara alami dan
memiliki nilai sangat tinggi dan luar biasa karena merepresentasikan rangkaian rekaman proses geologi
yang saling berhubungan, sehigga secara keilmuan merupakan bagian penting dari sejarah dinamika bumi
(geoheritage), 3) Terdapat keanekaragam hayati yang terdiri dari semua makhluk hidup di bumi
(tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme) termasuk keanekaragaman genetik yang dikandungnya dan
keanekaragaman ekosistem yang dibentuk (biodiversity), dan 4) Terdapat keberagaman budaya yang
dilihat sebagai cara yang ada dalam kebudayaan kelompok atau masyarakat untuk mengungkapkan
ekspresi (culturaldiversity).
Dari pemaparan diatas, kesempatan Kabupaten Malang bagian selatan untuk mengembangkan
geopark dapat dijadikan sebagai industri potensial daerah yang besar dan sangat menguntungkan baik
ditinjau dari sisi ekologis, ekonomi dan sosial budaya. Karena sebagai sebuah industri pariwisata,
pengembangan daerah menjadi geopark akan mencakup banyak hal seperti transportasi, akomodasi, jasa,
dan atraksi yang akan menyerap banyak tenaga kerja. Kemudian kekayaan alam yang ada tentu akan lebih
terjaga, karena eksploitasi yang dilakukan tidak berlebihan jika dibandingkan dengan kegiatan – kegiatan
industri yang lain. Oleh karenanya pengembangan Kawasan Karst di Kabupaten Malang bagian selatan
bersifat sangat mendesak. Keterdesakan tersebut dikarenakan dalam beberapa tahun terakhir para investor
mulai melirik Kawasan Karst Kabupaten Malang bagian selatan sebagai kawasan potensial penambangan
bahan baku pembuatan semen yang tentu jika hal tersebut terjadi, dikhawatirkan dapat merusak ekosistem
kawasan yang tak ternilai dan tergantikan (Greeners.co, 2013).
DAFTAR PUSTAKA

Caves.or.id. 2015. Karst Malang Selatan. Tersedia di: http://caves.or.id/arsip/1695. Diakses 4 Maret
2018 Pukul 14.50 WIB.

Grenees.co. 2013. Kawasan Karst di Malang Selatan Terancam Rusak. Tersedia di:
http://www.greeners.co/berita/kawasan-karst-di-malang-selatan-terancam-rusak/. Diakses 4 Maret
2018 Pukul 13.24 WIB.

UNESCO. 2016. UNESCO Global Geoparks. Paris: UNESCO.