Anda di halaman 1dari 4

SOAL KEBUTUHAN LAHAN TPA

Diketahui data Kota A sebagai berikut, hitunglah perkiraan luas lahan TPA yang dibutuhkan hingga
tahun 2037:
- Rencana awal operasional sanitary landfill pada tahun 2017 (mengingat UU no. 18/2008
mengamanatkan tahun 2013 sudah tidak boleh ada TPA open dumping lagi)
- Ketinggian penimbunan sampah dari dasar landfill = 15 m (3 lift)
- Faktor koreksi (terasiring) = 0.7
- Total sampah yang ditimbun setiap tahunnya dapat menggunakan hasil perhitungan pada modul
sebelumnya
- Kebutuhan luas lahan TPA = 1.2 kebutuhan luas lahan landfill
- Faktor settlement diabaikan

TATA CARA KEBUTUHAN LAHAN TPA

1. Pendahuluan
 Perhitungan kebutuhan lahan merupakan perhitungan untuk mengetahui luas lahan
landfill dan TPA yang diperlukan selama masa pelayanan.

2. Metode Perhitungan Kebutuhan Lahan


 Kebutuhan luas lahan landfill tahunan (dalam Ha)
- Rumus yang digunakan:
Kebutuhan Luas Lahan Landfill Tahunan =
(Total sampah yang ditimbun tahun ke n/Ketinggian timbunan dari dasar landfill) * faktor koreksi
10000

 Akumulasi kebutuhan luas lahan landfill (dalam Ha)


- Rumus yang digunakan:
Akumulasi Kebutuhan Luas Lahan Landfill Tahun ke n = Akumulasi kebutuhan luas
lahan landfill tahun ke n-1 +
kebutuhan luas lahan landfill
tahunan tahun ke n
 Kebutuhan luas lahan TPA tahunan (dalam Ha)
- Luas lahan TPA merupakan 20% dari luas landfill
- Rumus yang digunakan:
Kebutuhan Luas Lahan TPA Tahunan = Kebutuhan luas lahan landfill tahun ke n * 1.2

 Akumulasi kebutuhan luas lahan TPA (dalam Ha)

10.1
- Rumus yang digunakan:
Akumulasi Kebutuhan Luas Lahan TPA Tahun ke n = Akumulasi kebutuhan luas lahan
TPA tahun ke n-1 + kebutuhan
luas lahan TPA tahunan tahun ke n

SOAL USIA LAYAN TPA

 Rencana awal operasional sanitary landfill pada tahun 2017 (mengingat UU no. 18/2008
mengamanatkan tahun 2013 sudah tidak boleh ada TPA open dumping lagi)
 TPA direncanakan akan dibagi ke dalam 4 zona landfill
 Luas masing – masing zona adalah sebagai berikut :

Zona Luas Lahan (m2) Luas Lahan (ha)


1 6000 0,60
2 5300 0,53
3 7400 0,74
4 5500 0,55
Jumlah 24.200 2,42

 Asumsi ketinggian penimbunan sampah dari dasar landfill = 15 m (3 lift)


 Faktor koreksi (terasiring) = 0.7
 Akumulasi volume penimbunan sampah di TPA dapat menggunakan data hasil perhitungan
dari modul sebelumnya

TATA CARA USIA LAYAN TPA

1. Pendahuluan
 Usia pakai suatu TPA dapat diprediksi dengan menghitung volume sampah yang akan
diurug di TPA dan kemudian dibandingkan dengan luas lahan TPA yang tersedia.
 Pengerjaan perhitungan usia pakai TPA dilakukan secara runut sesuai dengan urutan
penggunaan zona (kerjakan zona 1 dulu sampai selesai sebelum mengerjakan zona 2 dan
seterusnya)
2. Metode Perhitungan Usia Pakai TPA
 Daya tampung (m3)
- Rumus yang digunakan:
Daya tampung (m3) =
Luas lahan (m2) * Ketinggian penimbunan sampah dari dasar landfill (m) * Faktor
koreksi (terasiring)
 Akumulasi daya tampung (m3)
10.2
- Rumus yang digunakan:
Akumulasi daya tampung (m3) = Daya tampung zona ke n-1 + Daya tampung zona ke n
 Usia layan landfill (n tahun)
- Usia layan landfill dihitung berurutan sesuai dengan urutan zona yang akan
digunakan.
- Bandingkan akumulasi penimbunan setiap tahunnya dengan daya tampung zona
landfill yang sedang dikerjakan.
- Berhentilah pada tahun ke n, dimana akumulasi penimbunan pada tahun berikutnya
(n + 1) sudah melebihi daya tampung zona landfill yang sedang dikerjakan.
- Tahun operasi ke n tersebut akan menjadi akhir usia pakai zona yang sedang
dikerjakan tersebut.
 Akumulasi penimbunan pada tahun n (m3)
- Akumulasi penimbunan pada tahun n adalah besar akumulasi volume timbunan pada
tahun dimana usia pakai zona landfill yang sedang dikerjakan diprediksikan berakhir.
- Nilai akumulasi penimbunan ini dapat dilihat pada hasil perhitungan dalam modul
sebelumnya.
 Akumulasi penimbunan pada tahun n + 1 (m3)
- Akumulasi penimbunan pada tahun n + 1 adalah besar akumulasi volume timbunan
pada tahun berikutnya setelah tahun zona landfill yang sedang dikerjakan
diprediksikan berakhir.
- Nilai akumulasi penimbunan ini dapat dilihat pada hasil perhitungan dalam modul
sebelumnya.
 Selisih akumulasi penimbunan tahun n dan n +1 (m3/tahun)
- Rumus yang digunakan:
Nilai selisih akumulasi (m3/tahun) =
(Akumulasi penimbunan pada tahun n + 1) – (Akumulasi penimbunan pada tahun n)
 Selisih akumulasi penimbunan tahun n dan n +1 (m3/bulan)
- Rumus yang digunakan:
Nilai selisih akumulasi (m3/bulan) = Nilai selisih akumulasi (m3/tahun) / 12
 Selisih akumulasi penimbunan tahun n dan n +1 (m3/hari)
- Jumlah hari dalam satu tahun yang digunakan dalam perhitungan ini adalah 365 hari
- Rumus yang digunakan:
Nilai selisih akumulasi (m3/hari) = Nilai selisih akumulasi (m3/tahun) / 365
 Selisih akumulasi daya tampung (m3) dengan akumulasi penimbunan pada tahun n (m3)
- Selisih ini merupakan sisa lahan yang masih dapat digunakan untuk sebagian
timbunan pada tahun berikutnya (tahun n + 1) setelah tahun zona landfill yang sedang
dikerjakan diprediksikan berakhir.
- Rumus yang digunakan:
Nilai selisih daya tampung dan timbunan pada tahun n =
Akumulasi daya tampung zona landfill yang sedang dikerjakan (m3) - Akumulasi
penimbunan pada tahun n (m3)
 Perbandingan selisih akumulasi daya tampung dengan selisih akumulasi penimbunan
(tahun)
- Rumus yang digunakan:
10.3
Nilai perbandingan selisih (tahun) =
Nilai selisih daya tampung dan timbunan pada tahun n (m3) / Nilai selisih akumulasi (m3/tahun)
 Perbandingan selisih akumulasi daya tampung dengan selisih akumulasi penimbunan
(bulan)
- Rumus yang digunakan:
Nilai perbandingan selisih (bulan) = Nilai perbandingan selisih (tahun) * 12
 Konversi nilai desimal dalam bulan menjadi dalam hari (hari)
- Hasil perbandingan selisih dalam satuan bulan yang diperoleh pada perhitungan
sebelumnya dapat berbentuk desimal, sehingga harus dikonversi agar diperoleh nilai
bulat dalam satuan bulan dan hari.
- Rumus yang digunakan:
Jumlah hari = Nilai desimal dalam bulan * 30
 Kesimpulan usia pakai landfill (tahun, bulan, hari)
- Tahun = Usia layan landfill (n tahun)
- Bulan = Perbandingan selisih akumulasi daya tampung dengan selisih akumulasi
penimbunan (bulan)
- Hari = Hasil perhitungan konversi nilai desimal dalam bulan menjadi dalam hari
 Usia pakai setiap zona
- Perlu diperhatikan bahwa hasil perhitungan usia pakai yang diperoleh diatas bersifat
akumulatif, sehingga untuk mengetahui usia pakai masing-masing zona harus
dilakukan perhitungan
- Rumus yang digunakan:
Usia pakai zona x (m3/tahun) =
(Kesimpulan usia pakai zona x) – (Kesimpulan usia pakai zona sebelumnya atau zona x-1)

10.4