Anda di halaman 1dari 17

Bab.

I Melaporkan Hasil Percobaan

A. Mengidentifikasi Informasi Laporan Percobaan

Laporan adalah teks yang menyajikan informasi tentang sesuatu sebagaimana


adanya dari hasil obsesrvasi dan analisis yang sistematis.

Contoh teks laporan dapat ditemukan dalam ensiklopedia, dokumen, buku


panduan, laporan kerja kelompok, dan presentasi kelompok.

Tujuan utama teks laporan adalah mengklaisifikasi dan/atau mediskripsikan,


menggambarkan, dan memberikan informasi factual.

B. Menyimpulkan Informasi Laporan Percobaan

Untuk membuat kesimpulan terhadap informasi yang perlu diperhatikan adalah


kejelasan dan kelengkapan informasi terkait dengan struktur penyajiannya. Selain
itu perlu diperhatikan juga kejelasan informasi dikaitkan unsur kebahasaan
misalnya tata bahasa, kata dan kalimat yang digunakan.

C. Menelaah Struktur Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

Kejelasan dan Kelengkapan informasi ditentukan oleh struktur penyajian baik


secara lisan atau tertulis dan penggunaan bahasa.

Adapaun struktur teks laporan terdiri atas pertama, Umum berupa klasifikasi dan
pernyataan. Misalnya klasifikasi aspek dari sesuatu seperti hewan, alam, tumbuhan
yang dibahas secara umum. Kedua, Uraian yaitu menggambarkan sesuatu yang
dibahas secara rinci bagian perbagian.

Adapun ciri kebahasaan yang digunakan dalam teks laporan pada umumnya
adalah:

 Memperkenalkan aspek umum atau kelompok (generik).

 Menggunakan kata tugas hubungan logis.

 Kata tugas digunakan untuk menjaga tulisan koheren.

 Menggunakan kalimat aktif.

 Menggunakan kata kerja aktif untuk menggambarkan proses dan aksi.


 Tidak ada urutan waktu, tetapi urutan kegiatan.

 Penggunaan kata ganti orang terbatas.

 Biasanya disertai foto, diagram, peta, dan seterusnya.

D. Menyajikan Laporan Percobaan

Format laporan percobaan dibuat sebagai berikut:

Nama :…………………..

Kelas : ………………….

Tujuan Percobaan : ……………………………………………………………….

Hipotesis Percobaan : ………………………………………………………………

Alat dan bahan : ………………………………………………………………

Prosedur : ………………………………………………………………

Data : ………………………………………………………………

Hasil : ………………………………………………………………

Simpulan : ………………………………………………………………
Bab II. Menyampaikan Pidato Persuasif

A. Mengidentifikasi Informasi tentang Pidato Persuasif

Pidato persuasif merupakan seni mengungkapkan pendapat secara jelas dan logis.
Tujuannya meyakinkan audiens untuk melakukan sesuatu.

Ada tiga hal yang harus dipersiapkan dalam pidato yaitu pelajari topic, pahami
tuuan dan pahami audiensi.

B. Menyimpulkan Hasil Identifikasi Pidato Persuasif

Unsur-unsur yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kesimpulan dari pidato


persuasif antara lain:

Pembukaan, apakah pidato memiliki pembukaan yang kuat? Pembukaan yang kuat
ditunjukkan dengan lima unsure: (1) merebut perhatian. (2) hubungandengan
audiensi. (3) kelayakan. (4) tujuan pidato. (5) peta jalan atau pokok-pokok piran
pidato.

Isi, sebaiknya berisi pokok pikiran yang dengan alasan yang meyakinkan disusun
secara logis dari sumber terpercaya.

Penutup, gunakan cara yang menarik dan mengesankan.

C. Menelaah Pidato Persuasif

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat menelaah pidato persuasif.

 Bagaimana gaya atau cara pidatonya?


 Lancar dan fasihkah dalam berpidato?

 Perhatikan pembukaannya dan cara melibatkan emiso audiensinya.

 Adakah pilihan kata yang kuat, emotif dan mengesankan?

 Bagaimna cara mengakhiri pidatonya.

D. Menuangkan Gagasan, Pikiran, Arahan, atau Pesan dalam Pidato Persuasif

Pidato persuasif termasuk ke dalam teks eksposisi, yang umumnya dimulai dengan
pendahuluan pernyataan posisi yang memberikan pendapat pengarang.

Dilanjutkan dengan serangkaian argument logis untuk meyakinkan audiensi, dan


diakhiri dengan kesimpulan padangan pengarang.

Ciri-ciri kebahasaan teks eksposisi.

Nominalisasi (pembendaan)

merupakan proses tata bahasa mengubah kata kerja dan kata sifat menjadi kata
benda. Fungsi nominalisasi adalah untuk menghubungkan makna antarkalimat.

Bentuk pasif dan kata ganti orang

Teks eksposisi umumnya ditulis bukan dalam bentuk orang pertama, melainkan
lebih banyakmenggunakan istilah umum. Penggunaan bentuk pasif dilakukan agar
ungkapannya lebih formal dan kuat.

Kosakata

Penggunaan istilah teknis dan abstrak sering dilakukan dalam pidato persuasif.
Sinonim digunakan untuk menghindari pengulangan kata. Selain itu juga digunakan
kata-kata emotif untuk melibatkan perasaan audiens.
Bab III. Menyusun Cerita Pendek

A. Mengidentifikasi Cerita Pendek

Pada cerita pendek pembaca dapat menikmati bagaimana alur penyajian cerita,
sikap dan karakter tokoh serta isi cerita.

Dalam rangka mengidenditifikasi cerita pendek pembaca dapat menggunakan


beberapa pertanyaan identifikasi, misalnya:

 Apakah judul cerita pendek menarik orang untuk membacanya?

 Apakah judulnya mencerminkan isi dari cerita pendek?

 Apa yang ingin disampaikan dalam cerita pendek itu?

 Cerita pendek itu diceritakan menggunakan teknik apa?

B. Menyimpulkan Unsur-Unsur Cerita Pendek

Cerita pendek mengangkat persoalan kehidupan manusia secara khusus dengan


tema persoalan keseharian hingga renungan filosofis yang dipotret dari kehidupan
nyata.
Guna keindahan cerita dan membedakannya dengan teks cerita pengalaman nyata,
maka dilakukan rekayasa tokoh dan latar cerita. Cerita pendek juga ditandai engan
jumlah karakter relatif kecil mencakup satu tindakan dengan satu fokus tematik.

Sedangkan unsur yang terdapat dalam cerita pendek adalah latar, sudut pandang
penceritaan, karakter (tokoh), dan alur/plot/struktur cerita.

C. Menelaah Struktur dan Aspek Kebahasaan Cerita Pendek

Cerita pendek termasuk ke dalam kategori teks naratif. Naratif merupakan teks
yang berfokus pada tokoh khusus. Sedangkan tujuan dari naratif adalah untuk
menghibur dan memikat pembaca atau pendengar. Teks naratif dapat berupa karya
imajiner, faktual atau kombinasi keduanya.

Oleh karena itu di dalam struktur naratif terdapat informasi tentang orientasi,
rangkaian peristiwa, komplikasi dan resolusi.

Sedangkan aspek kebahasaan teks naratif memiliki ciri-ciri:

 Sudut pandang pencerita menjadi orang pertama atau ketiga.

 Beberapa dialog dapat dimasukkan ke dalam waktu kini atau lampau.

 Adanya pemilihan kata benda yang bermakna kuat dan khusus.

 Uraian deskriptif yang rinci menggambarkan pengalaman, latar dan karakter.

 Penggunaan majas simile (perbandingan langsung), metafora perbandingan


tidak langsung) maupun personifikasi.

 Digunakannya pertanyaan retoris.

Bab IV. Memberi Tanggapan dengan Santun

A. Mengidentifikasi Informasi Teks Tangapan

Kegiatan memberikan pendapat merupakan bentuk tanggapan terhadap suatu. Hal


perlu diperhatikan cara menanggapi sesuatu harus dilakukan secara objektif dan
santun, hindari sesuatu yang bersifat menyakiti.

Menanggapi secara objektif berarti berdasarkan apa yang sesungguhnya, fakta dan
kenyataan. Sedangkan santun berarti penyampaian tanggapan harus berdampak
positif.
B. Menyimpulkan Informasi Isi Teks Tangapan

Bentuk tanggapan berkaitan dengan member pujian atau kritik, dan cara
menanggapi berkaitan dengan urutan penyajian.

Beberapa pertanyaan brikut dapat digunakan untuk menyimpulkan teks tanggapan.

 Karya apakah yang ditanggapi?

 Siapa yang menghasilkan karya tanggapan?

 Siapa yang menanggapi?

 Bagaimana bentuk tanggapannya?

 Bagaimana cara menanggapinya?

C. Menelaah Struktur dan Kebahasaan Teks Tanggapan

Terdapat tiga hal yang harus dicermati ketika akan Menelaah Struktur dan
Kebahasaan Teks Tangapan yaitu konteks, deskripsi, dan penilaian.

Konteks ditelaah dengan pertanyaan apa yang ditanggapi? Di mana dan kapan,
peristiwa terjadi? Peristiwa apa, politik, sosial, ekonomi, seni budaya?

Deskripsi ditelaah dengan pertanyaan apa dan bagaimana sesuatu diciptakan atau
dihasilkan?

Sedangkan penilaian ditelaah dengan pertanyaan apa yang kita pikirkan tentang
sesuatu itu?

D. Mengungkapkan Teks Tanggapan secara Lisan dan atau Tulis

Dalam mengungkapkan teks tanggapan tetap harus berpedoman pada konteks,


deskripsi, dan penilaian.

Sedangkan isi teks tanggapan terdiri atas pendahuluan, synopsis teks ya akan
ditanggapi, kelebihan, dan kekurangannya.

Bab V. Menyajikan Teks Diskusi

A. Mengidentifikasi Informasi Teks Diskusi


Teks diskusi disusun untuk menyajikan pendapat, sudut pandang, atau perspektif
yang berbeda terhadap suatu pemasalahan. Sehingga setiap orang mengajukan
pendapat yang berbeda-beda, gagasan dan argumentasi dievaluasi untuk
mengambil keputusan.

B. Menyimpulkan Isi Teks Diskusi

Kegiatan meyimpulkan isi tulisan diawali dengan pokok pikiran setiap paragraf.

Adapun struktur teks diskusi terdiri atas pendahuluan, isi, dan simpulan.

Pendahuluan menyangkut pernyataan untuk membatasi topik, latar belakang topik


dan sudut pandang berbeda yang akan dibahas.

Isi berupa serangkaian topik, dua atau tiga paragraf argumen pro maupun kontra
berserta alasan dan contoh pendukungnya. Serta menggunakan bahasa persuasif
dan kohesif untuk menghubungkan gagasan.

Sedangkan simpulan berisi simpulan argument dari kedua sisi pro dan kontra,
mengevaluasi argumen yang paling efektif. Serta rekomendasi satu sudut pandang
berdasarkan argumen yang disajikan.

C. Menelaah Teks Diskusi

Menelaah teks diskusi pada dasarnya sama dengan teks eksposisi yaitu
memperhatikan pendahuluan, pikiran utama, alasan dan bukti pendukung, serta
simpulan.

Beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan pegangan dalam menelaah teks diskusi
antara lain:

 Apa pendapat penulis terhadap topik?

 Kata atau frasa apa yang dugunakan penulis untuk mengatakan


pendangannya?

 Bagaimana cara penulis menyusun gagasan dan alasannya?

 Adakah kata-kata emotif yang digunakan? Seberapa banyak dan apa


contohnya?

 Seberapa sering penggunaan kata persuasif?


 Adakah kata hubung dalam paragraf?

 Apa tujuan simpulan dalam teks diskusi?

 Alasan apa yang dirujuk dalam simpulan?

D. Menyajikan Teks Diskusi

Teks diskusi menyatakan pendapat atau meyakinkan pembaca atau pendengar


untuk setuju dengan sudut pandang tertentu.

Berikut beberapa cara untuk menarik perhatian pembaca:

 Gunakan judul dengan bahasa yang menarik perhatian.

 Mulailah pendahuluan dengan pertanyaan retoris, bahasa emotif dan kata


ganti personal.

 Pendahuluan juga berisi pernyataan topik yang jelas.

Bab VI. Menyusun Cerita Inspiratif

A. Mengidentifikasi Informasi Cerita Inspiratif

Cerita inspiratif merupakan bentuk narasi yang lebih bertujuan member inspirasi
kebaikan kepada banyak orang. Dengan membaca cerita, seseorang terinspirasi
untuk berbuat lebih baik, lebih peduli dan lebih berempati terhadap orang lain.

Inspirasi adalah percikan ide-ide kreatif akibat hasil proses belajar dan peduli
dengan lingkungan.

B. Menyimpulkan Cerita Inspiratif

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyimpulkan cerita inspiratif antara lain:

 Orientasi, pengatar cerita.

 Perumitan peristiwa, kisah tokoh dan peristiwa menuju ke puncak cerita


(konflik).

 Komplikasi, puncak (inti) cerita dan tempat kisah yang menjadi inspirasi.

 Resolusi, peristiwa menyadarkan tokoh tentang kebaikan.


 Koda, penutup cerita, kesimpulan pesan moral.

C. Menelaah Cerita Inspiratif

Menyusun cerita inspiratif sama dengan menyusun cerita pendek lainnya. Pada
umumnya cerita inspiratif bertemakan kepahlawanan. Perjalanan sang tokoh secara
jelas terbagi atas tiga bagian wajib yaitu awal, tengah dan akhir.

Awal, menceritakan seseorang memiliki tantangan atau kesulitan yang ingin atau
harus diatasi.

Tengah, keputusan dan tindakan yang harus diambil sang tokoh untuk mencapai
tujuan. Kesulitan demi kesulitan sering dihadapi dalam meraih sukses.

Akhir, menceritakan suskes yang diraih dan adanya hasil positif sebagai akibat
keputusan dan tindakan sang tokoh.
Pengertian Teks Laporan, Struktur Teks
Laporan, Model Teks Laporan, Ciri
Kebahasaan Teks Laporan
Standar Kompetensi :
3. Memahami Teks Laporan.

Kompetensi Dasar :
3.1 Mengidentifikasi informasi dari laporan percobaan yang dibaca dan didengar
(percobaan sederhana untuk mendeteksi zat berbahaya pada makanan, adanya vitamin
pada makanan, dll).
3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan dari teks laporan percobaan yang didengar atau
dibaca (percobaan sederhana untuk mendeteksi zat berbahaya pada makanan, adanya
vitamin pada makanan, dll)

Materi Pokok / Pembelajaran :


• Fungsi teks laporan
• Pengertian teks laporan
• Model teks laporan (pengamatan, percobaan / eksperimen)
• Struktur teks laporan.
• Ciri-ciri kebahasaan teks laporan: Kalimat aktif, kata tugas, kosakata teknis bidang
ilmu; penulisan unsur serapan.
• Model teks laporan percobaan.

Pengertian Teks Laporan


Teks laporan adalah sebuah teks yang mengandung klarifikasi mengenai suatu objek
tertentu yang berdasarkan kriteria tertentu.
Berbeda dengan teks deskripsi, teks laporan bersifat umum atau universal. Sedangkan
teks deskripsi lebih bersifat khusus dan mendetail.
Struktur Teks Laporan
Secara umum teks laporan tersusun oleh dua bagian, diantaranya adalah:
1. Penyataan Umum (Klasifikasi)
Pernyataan umum terletak pada awal teks dan berupa pernyataan – pernyataan umum
yang disampaikan untuk mengarahkan atau mengantarkan pembaca kepada
pembahasan atau hal yang akan dilaporkan.

2. Aspek – Aspek Laporan


Setelah pernyataan umum, ada bagian yang disebut dengan aspek – aspek laporan.
Bagian ini mengandung poin – poin laporan yang disusun berdasarkan klasifikasi
tertentu.

Ciri Kebahasaan Teks Laporan


Teks laporan memiliki ciri kebahasaan, diantaranya adalah:
1. Menggunakan kata sandang
Kata sandang merupakan jenis kata yang digunakan untuk mengawali kata benda yang
berfungsi sebagai penentu, misalnya sebuah, suatu, beberapa, seorang, dan lain – lain.
Contoh :
Seorang anak hilang dalam keramaian.
Sebagian mamalia tinggal di dalam laut.
2. Menggunakan konjungsi
Kata sambung digunakan untuk menghubungkan dua bagian kalimat. Ada dua macam
kata sambung, yaitu kata sambung intra kalimat dan kata sambung intra paragraf.
Contohnya adalah sedangkan, namun, dan, tetapi, sehingga, dan lain – lain.
Penggunaan kata sambung ini agar teks laporan menjadi karangan atau tulisan yang
padu.
3. Kalimat aktif
4. Kata tugas
5. Kosakata teknis bidang ilmu
6. Penulisan unsur serapan.

Macam-macam Model Teks Laporan


Ada banyak sekali jenis – jenis teks laporan yang bisa kita temukan, diantaranya
adalah:
1. teks laporan hasil observasi
2. teks laporan percobaan
3. teks laporan eksperimen

1. Teks Laporan Hasil Observasi / Pengamatan


Teks laporan hasil observasi adalah teks yang memuat klasifikasi mengenai jenis
sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Teks laporan bersifat global atau universal. Teks
laporan lebih menekankan pada pengelompokan berbagai hal ke dalam jenis sesuai
dengan ciri setiap jenis pada umumnya. Teks ini juga berkaitan dengan hubungan antara
sebuah kelas dan subkelas yang ada didalamnya.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi


Struktur adalah bagian-bagian yang membangun sebuah teks menjadi sebuah teks
laporan hasil observasi, Secara umum, teks laporan hasil observasi memiliki 2 struktur,
diantaranya yaitu:
1. Pernyataan umum (klasifikasi) : merupakan semacam pembuka atau
pengantar tentang hal yang dilaporkan. Pada tahap pembukaan disampaikan bahwa
benda-benda di dunia dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria persamaan dan
perbedaan.
2. Anggota/aspek yang dilaporkan, merupakan bahasan atau rincian tentang
objek yang diamati.

Adapun struktur lainnya dari teks laporan ini adalah sebagai berikut:
1. Definisi Umum, adalah pembukaan yang berisi pengertian tentang sesuatu
yang dibahas didam teks.
2. Definisi Bagian, adalah bagian yang berisi ide pokok dari setiap paragraf
(penjelasan rinci).
3. Definisi Manfaat, bagian yang menjelaskan manfaat dari sesuatu yang
dilaporkan
4. Penutup, adalah bagian rincian akhir dari teks.

Fungsi Teks Laporan Hasil Observasi/Pengamatan:


1. Memberitahukan atau menjelaskan laporan pertanggung jawaban dari
sebuah tugas atau kegiatan pengamatan (observasi).
2. Memberitahukan atau menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan,
keputusan atau pemecahan masalah dalam pengamatan.
3. Merupakan sumber informasi yang akurat dan terpercaya karena disusun
berdasarkan dengan data dan fakta.
4. Merupakan sarana untuk mendokumentasikan hasil kegiatan observasi.

2. Teks Laporan Percobaan


Suatu teks yang berisi tentang percobaan yang dilakukan oleh penulis yang biasa
berada ketika seseorang melakukan suatu percobaan, observasi atau melakukan karya
ilmiah dan bisa juga pada laporan praktikum.
Struktur Teks Laporan Percobaan
Struktur teks Laporan percobaan menjadi bagian -bagian penting yang menjadi
penyusun teks rekaman percobaan. Secara umum, struktur teks rekaman percobaan
terdiri dari empat bagian, yakni:
1.Tujuan serta alat dan bahan
2.Langkah-langkah
3.Hasil
4.Simpulan
Unsur Kebahasaan Teks Laporan Percobaan
Unsur kebahasaan dalam teks rekaman percobaan serupa dengan unsur kebahasaan
dalam teks prosedur. Jadi, di dalamnya terdapat : sinonim, antonim, dan kata bilangan.
Ciri-ciri Teks Laporan :
 Harus mengandung fakta
 bersifat objektif
 harus ditulis sempurna dan lengkap
 tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka, atau
pemihakan
 disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot,
maupun susunan logis.

Langkah-langkah Menulis Teks Laporan


Untuk membuat laporan hasil pengamatan, perlu mengetahui langkah-langkah yang
harus dilakukan. Dengan demikian laporan hasil pengamatan yang dibuat dapat menjadi
sebuah laporan yang tersusun secara rapi, runtut dan menarik. Langkah-langkah yang
harus diperhatikan dalam menulis sebuah laporan hasil pengamatan adalah sebagai
berikut :
1. Membuat judul laporan yang benar sesuai dengan pengamatan yang
dilakukan.
2. Menyusun kalimat pembukaan.
3. Menyusun isi laporan yang berisi gagasan-gagasan pokok dan saran yang
disertai alasan terhadap laporan hasil pengamatan.
4. Menulis kalimat penutup. Dengan mengetahui tehnik penyajian suatu hasil
laporan atau kunjungan, maka akan dengan mudah menyusun laporan hasil
pengamatan secara runtut dan menarik serta sesuai dengan kenyataan yang ada.

Contoh Teks Laporan Percobaan :


Kenaikan Tarif Tol Tidak Mempertimbangkan Hak Konsumen
Tarif ruas tol akan kembali naik. Kali ini, PT Jasa Marga bakal menaikkan tarif ruas Tol
Sedyatmo mulai Jumat (19/9). Penaikan ini dinilai tidak adil karena tidak
mempertimbangkan hak konsumen sebagai pengguna jasa.
Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi,
mengatakan sudah berulang kali kenaikan tarif tol dianggap tidak adil karena
berdasarkan regulasi mengatur kenaikan tarif tol setiap dua tahun, serta hanya
berlandaskan laju inflasi. "Hal initidak adil karena hak-hak konsumen tidak
dipertimabngkan. Indikator kenaikan bukan inflasi saja, melainkan juga kemanfaatan
jalan tol bagi pengguna,” tuturnya saat dihubungi SH, Senin (15/9) pagi.
Menurutnya, fakta selama ini, kenaikan tarif tol tidak sebanding kualitas layanan.
Pertumbuhan pembangunan jalan tol yang relatif lambat juga tidak mampu
mengimbangi pertumbuhan kendaraan.

"Sebagai contoh, grafik kecepatan rata-rata semakin bertambah sehingga waktu tempuh
kendaraan lebih efisien dari segi waktu. Lihat saja kecepatan rata-rata kendaraan yang
melintasi tol dalam kota setiap hari, dari arah Jagorawi menuju Semanggi, padatnya luar
biasa. Jarak tempuh bisa 2—3 jam, sangat macet sekali,” ucapnya.
Tulus menyebutkan, sudah sejak lama pihaknya mengusulkan agar Undang-Undang
(UU) dan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Jalan direvisi agar tidak hanya berpihak
kepada investor dan operator jalan tol. “Standar pelayanan minimum (SPM) pun harus
ditingkatkan standarnya, tidak hanya itu-itu saja selama puluhan tahun. Masak tarif
sudah naik, tetapi SPM tidak naik, malah turun standarnya,” tutur Tulus.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di tol Prof.
Dr. Ir. Sedyatmo akan menaikkan tarif 7,14—18,75 persen mulai Jumat mendatang,
sejak pukul 00.00 WIB. Dengan kenaikan itu, PT Jasa Marga memperkirakan
pendapatan perusahaan akan naik sekitar Rp100 juta per hari .
Pejabat PT Jasa Marga Tbk, Taruli M. Hutapea, mengatakan sampai Juli 2014 lalu lintas
harian rata-rata (LHR) ruas tol sepanjang 14,3 kilometer (km) itu mencapai 204.000
kendaraan per hari, dengan pendapatan Rp1,1 miliar setiap hari. “Jumlah LHR ini masih
sedikit di bawah target yang ditetapkan
perusahaan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, ruas Tol Sedyatmo ini menyumbang 6 persen dari seluruh ruas tol
Jasa Marga. Sejauh ini, pendapatan keseluruhan perusahaan pelat merah ini dalam
bisnis jalan tol mencapai Rp18 miliar per hari.
Para pakar menyarankan pemerintah, dalam hal ini PT Jasa Marga, untuk menunda
penaikan tarif tol tersebut mengingat efek yang ditimbulkan penaikan tersebut akan
sangat terasa bagi kalangan menengah ke bawah.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi / Pengamatan :


Kerajaan Hewan
Secara umum hewan di dunia ini diklasifikasikann menjadi beberapa kelompok.
Pembagain ini disebut dengan kingdom mamalia atau kerajaan hewan. Klasifikasi ini
membagi hewan ke dalam 5 kelompok hewan berdasarkan jenis – jenisnya. Lima
kelompok besar hewan yang hidup di dunia ini adalah mamalia, aves, pisces, amphibi,
insect, dan reptile.
Mamalia adalah kelompok hewan yang paling besar. Hewan – hewan pada kelompok ini
dicirikan dengan memiliki kelenjar susu pada bagian tubuhnya. Hal ini dikarenakan
hewan – hewan mamalia melahirkan dan menyusui anak – anaknya. Hewan – hewan
yang termasuk mamlia adalah sapi, kerbau. harimau, dan lain – lain. Kebanyakan
hewan mamalia tinggal di darat. Namun, ada beberapa mamalia yang tinggal di lautan
seperti paus, dan lumba – lumba.
Kelompok hewan selanjunya adalah aves. Kelas aves adalah hewan yang memiliki bulu
di sekujur tubuhnya. Hewan – hewan yang berada di kelas ini adalah burung, baik
burung yang bisa terbang seperti burung elang, burung yang pandai berenang seperti
penguin, dan burung yang tidak bisa terbang seperti merak dan ayam.
Kelompok hewan selanjutnya adalah reptile. Reptile adalah kelompok hewan yang
melata, dan memiliki kulit yang sangat keras. Hewan reptile biasanya berkembang biak
dengan bertelur dan berdarah dingin. Namun, ada juga sebagian yang melahirkan dan
berdarah panas. Hewan – hewan yang masuk ke dalam jenis reptile ini adalah ular,
buaya, kadal, dan lain – lain.
Pisces adalah kelompok hewan terbesar ke dua yang ada di muka bumi ini. Hewan –
hewan yang berada di kelompok pisces adalah hewan – hewan yang berenang, yaitu
ikan. Pisces memiliki kelompok yang sangat banyak, dimulai dari ikan yang tinggal di
perairan laut maupun perairan darat.
Insect adalah sebutan untuk hewan – hewan serangga di dunia ini. Kelompok insect
bernafas dengan menggunakan trakea. Hewan – hewan yang masuk ke dalam
kelompok insect adalah nyamuk, kumbang, dan lain – lain.
Kelompok hewan yang terakhir adalah amphibi. Ampihibi adalah sebutan untuk hewan –
hewan yang hidup di dua lingkungan, yaitu darat maupun perairan. Hewan – hewan
yang berada di kelas ini biasanya bernafas melalui kulitnya sehingga kulitnya selalu
tampak basah. Hewan amphibi contohnya adalah katak, salamander, dan lain – lain.
Berdasarkan penjabaran – penjabaran di atas, hewan – hewan yang hidup di dunia ini
ada dalam 5 kelompok besar, yaitu mamalia, pisces, insect, amphibi, aves, dan reptile.

Burung Merpati
Burung merpati adalah salah satu hewan tersukses di dunia, karena burung jenis ini
ditemui di seluruh belahan dunia kecuali Antartika. Di daerah Boja, burung merpati hidup
berdampingan dengan manusia sebagai hewan peliharaan. Burung merpati termasuk
burung berukuran sedang. Ukuran panjang burung ini antara 20 cm hingga 30 cm dan
berat antara 700 gram hingga 900 gram. Bahkan di Desa Puguh pernah di jumpai
burung merpati dengan berat hingga hampir mencapai 1 kg. Burung merpati memiliki
beragam jenis warna, antara lain coklat, putih, hitam, atau perpaduan dari beberapa
warna tersebut.
Merpati memiliki semacam sensor dalam hidungnya yang di gunakan untuk mengenali
bau rumahnya, inilah penyebab burung merpati dapat pulang kerumahnya setelah
terbang jauh. Makanan burung ini adalah biji-bijian seprti, jagung, beras, kacang hijau,
dan lain sebagainya. Bahkan di daerah Boja burung merpati biasa memakan gabah
yang sedang di jemur oleh petani. Di Boja burung merpati tinggal di dalam sarang
berbetuk balok dengan lubang persegi sebagai pintunya. Sarang burung merpati sering
di sebut pagupon. Pagupon biasanya ditempel di dinding rumah pemilik burung merpati.
Burung ini adalah burung yang mudah dipelihara, tak heran di Boja sangat mudah di
temui burung merpati.
Burung merpati juga dapat digunakan dalam perlombaan, misalnya balapan atau kontes
kecantikan burung merpati. Namun yang sering dijumpai di Boja adalah belapan.
Balapan biasanya dilakukan pada lintasan yang lurus atau diterbangkan dari jarak jauh.
Dalam hal ini yang digunakan untuk balapan adalah merpati jantan, sedangkan merpati
betina hanya untuk pancingan saja. Burung merpati dapat mengenali pasanganya
masing-masing, karena burung merpati termasuk burung yang setia terhadap satu
pasanganya. Populasi burung merpati di Indonesia sangatlah besar, namun kebanyakan
burung merpati di Indonesia adalah peliharaan. Keberadaan burung merpati liar
sangatlah sedikit, mungkin hal ini karena berkurangnya habitat merpati karena pesatnya
pembangunan. Burung merpati patut di lestarikan, agar anak cucu kita dapat melihat
burung merpati secara langsung, bukan hanya cerita dari orang tuanya.

Anda mungkin juga menyukai