Anda di halaman 1dari 70

UNDERSTANDING

ISO 22000 :2005


FOOD SAFETY
MANAGEMENT SYSTEMS
PRESENTED BY :
LINDA SARASWATI ISKANDAR, ST, MM

FOR
INTRODUCTION
SISTEM

Bagaimana Sistem / Prosedur untuk mendapatkan


pengobatan gratis bagi orang miskin ?

1. Buat surat keterangan miskin


2. Tanda tangan ketua RT
3. Tanda tangan ketua RW
4. Tanda tangan kelurahan
5. Dst Anak sakit mau
berobat

Mengacu pada aturan/ sistem tersebut diatas, apakah Anda


setuju bahwa sistem itu merepotkan ?

4
SISTEM
Perubahan prosedur untuk mendapatkan
pengobatan gratis

Yang membuat sistem menjadi merepotkan,


bukan sistemnya tapi orang yang membuat sistem
5
SISTEM
PENDAPAT MASYARAKATTENTANG SISTEM

Membatasi Merepotkan Teori Lainnya


ruang gerak

Berbagai pandangan negatif mengenai sistem


membuat masyarakat menjadi antipati terhadap sistem
6
SISTEM
PENERAPAN SISTEM bukan beban bagi perusahaan

Fakta
Sistem adalah PREVENTION TOOLS

Sistem tidak merepotkan, sistem justru bisa membuat kerja


kita menjadi lebih efisien, menghindari kesalahan berpindah
dari sistem pemadam kebakaran (mengatasi masalah setelah
masalah timbul) menjadi pencegahan
(mencegah masalah)

7
SISTEM

APA ITU SISTEM…?


Arahan baku yang disusun untuk membantu seseorang dalam
menjalankan suatu pekerjaan dengan tanpa kesalahan atau dengan
kesalahan yang minimal.

Masakan yang
enak dan rasanya
Material
stabil, sama di
Lingkungan
setiap Outlet

Methode Machine Man


SISTEM

MANFAAT SISTEM…?
• Dengan adanya sistem, siapapun orangnya, orang tersebut tidak bekerja atas
dasar kemauan masing-masing, tetapi bekerja atas dasar standard proses
yang sama.
• Tidak terjadi saling salah-salahan karena perbedaan persepsi. Standard
yang bagus menurut kita belum tentu bagus menurut orang lain.
• Ketika timbul masalah, kita bisa melakukan analisa dengan lebih baik,
kenapa terjadi ?
• Standard/ sistem yang kurang baik ?
• Atau orang melanggar standard. Melanggar karena tidak paham atau
melanggar karena tidak disiplin ?
• Kesalahan yang terjadi tidak terulang karena sistem sudah diperbaiki
• Ketika terjadi pergantian orang, orang baru lebih mudah melakukan
penyesuaian karena standardnya sudah jelas.
EVOLUSI SISTEM

Konsep lama = tulis apa yang kamu kerjakan, kerjakan apa yang kamu tulis

Amati
Tetapkan, standar kan yang sudah baik
Modifikasi, perbaiki yang masih kurang baik

Modifikasi sistem tidak pernah berhenti, Ada masalah  revisi sistem


Sistem tidak pernah sempurna dan harus terus diperbaiki
INTRODUCTION
DEFINITION
Assurance that food will not
FOOD SAFETY cause harm to the consumer
when it is prepared and/or
eaten according to its intended
use.
Source: Codex Alimentarius (WHO)

ISO 22000 : 2005


Adalah serangkaian standar yang
dikembangkan untuk membantu perusahaan
dalam rantai makanan dalam menerapkan sistem
manajemen keamanan pangan
Standar yang terkait ISO 22000 : 2205

ISO 22000 : 2005 – Food safety management systems (FSMS);


ISO/TS 22004 : 2005 – FSMS- Guidance on the application of ISO 22000 : 2005
ISO/TS 22003 : 2007 – FSMS – Requirements for bodies providing audit and certification of FSMS;
ISO/TS 22002 – 1 : 2009 Prerequisite programmers on food safety – part 1 Food Manufacturing
Pendahuluan

FOOD SAFETY
Konsep dimana makanan TIDAK AKAN menyebabkan
penyakit/musibah kepada konsumer ketika disiapkan dan/atau
dimakan sesuai dengan petunjuk pemakaiannya.

BAHAYA FOOD SAFETY


Agen biologi, kimia atau fisika dalam makanan, atau kondisi
makanan, yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.

FOOD SAFETYCONTROL MEASURE


Tindakan atau aktivitas yang dapat digunakan untuk mencegah
atau menghilangkan BAHAYA FOOD SAFETY atau mengurangi
sampai pada batas yang dapat diterima. 13
Istilah dalam ISO 22000

CRITICAL CONTROL POINT (CCP)


Langkah-langkah dimana pengendalian dapat dilakukan dan bermanfaat untuk
mencegah atau menghilangkan BAHAYA FOOD SAFETY atau mengurangi
sampai pada batas yang dapat diterima.

CRITICAL LIMIT
Kriteria yang memisahkan keterterimaan dari batas ketidakberterimaan

VERIFIKASI
Bukti bahwa CONTROL MEASURE, yang dikelola dengan HACCP plan dan
dengan operasional Pre Requisite Programs (PRPs), mampu dilakukan dengan
efektif.

VALIDASI
Konfirmasi, dengan menyediakan bukti yang obyektif, bahwa persyaratan
spesifik telah dipenuhi. 14
BACKGORUND
Food Safety – Historical Background

 First food law written in 2500 B.C.

 Pakistan food laws are dated back 1876.


 First HACCP system was developed between NASA
and Pillsbury in 1971.
 Become a regulatory requirements in EU since
1998.
 US FDA also adopted the HACCP approach as part
of control mechanism for food safety.
APA ITU ISO 22000 & HACCP
FOOD SAFETY

Apa itu ISO?

 The International Organization for Standardization


(IOS) adalah Organisasi yang menerbitkan
beberapa jenis standar ISO
 ISO terdiri dari lembaga standarisasi dari 154
negara.
 Negara anggota bekerja bersama untuk
mengembangkan dan menyetujui standar yang
telah ditetapkan
FOOD SAFETY

Apa itu ISO 22000 ?

 Sistem Manajemen Keselamatan Pangan yang


menggunakan pendekatan manajemen sistem dan
persyaratan HACCP
 Tujuannya adalah untuk menyediakan satu
standar yang dikenal secara internasional untuk
sistem manajemen keselamatan pangan yang
dapat diterapkan dalam produk pangan
FOOD SAFETY
Beberapa Contoh Kasus Keracunan Makanan di sekitar kita
FOOD SAFETY

Keuntungan penerapan
sistem keamanan pangan
Menjaga kualitas dan keamanan produk
Menjaga fasilitas pabrik
Investasi bisnis
Efisiensi / saving cost
Edukasi kepada karyawan, suplier dan tamu
Menyelamatkan agar bisnis tetap Bertahan (Sustain)
Menjaga kebersihan dan standar higiene
Memenuhi persyaratan standar yang diakui secara
internasional
FOOD SAFETY

ISO 22000:2005
Manfaat:
• Untuk Panduan bagi Perusahaan dalam memproduksi makanan yang aman dan
berkualitas pada pelanggan

• Banyaknya kasus keracunan makanan yang terjadi, yang bisa menyebabkan kematian

• Masalah keamanan pangan bisa terjadi di seluruh dunia, baik negara berkembang
maupun maju

• Mengatasi banyak keterbatasan terhadap pengendalian tradisional dalam keamanan


produk pangan

• Mampu mengidentifikasi semua potensi bahaya terhadap keamanan produk pangan

• Mampu mengakomodasi perubahan dalam perkembangan Teknologi Pangan.


FOOD SAFETY

Food Chain in ISO 22000:2005

Approve supplier only Delivery Cooling truck needed

Food display ; cold and hot


Dry – chill - frozen preparation
FOOD SAFETY

FSMS Process Model


FOOD SAFETY

Key Elements of ISO 22000

ISO 22000:2005

Interactive Systems Approach Pre-requisite HACCP


Communication to FSM Programs Principles

Control Food Safety


Hazards
FOOD SAFETY

Requirements of ISO 22000


Sections 4 - 8 Contain the requirements

ISO 22000 Standard

Section 1: Scope
Section 2: Normative Reference
Section 3: Terms & Definitions
Section 4: General Requirements
Section 5: Management Responsibility
Section 6: Resource Management
Section 7: Planning & Realization of Safe Products
Section 8: Validation, Verification & Improvement
FOOD SAFETY

Section 4.1 General

Establish an effective Food Safety Management


System (FSMS)
Keep it current
SISTEM
Section 4 – Documentation requirement

 Mandatory Documented Procedures


based on ISO 22000:2005
Pengendalian Dokumen
Pengendalian Rekaman
Penanganan Produk yang berpotensi
tidak aman
Koreksi
Tindakan Perbaikan
Penarikan Produk
Audit Internal
SISTEM
Section 4 – General Requirements

Ruang Lingkup Sistem Manajemen Keamanan Pangan wajib


ditetapkan dalam Manual

ISO 22000: 2005 mensyaratkan dua puluh enam (26) jenis


dokumen

ISO 22000: 2005 mensyaratkan dua puluh delapan (28) catatan


wajib

Dokumen & Catatan lain yang dibutuhkan oleh organisasi untuk


memastikan pengembangan, pelaksanaan dan pembaharuan
FSMS yang efektif juga wajib di identifikasi & di simpan
SISTEM
4.2 Documentation Requirements

Pengendalian Dokumen (4.2.2)

Pengendalian Rekaman (4.2.3)


SISTEM
Pengendalian Dokumen (4.2.2)
Penjelasan:
mengharuskan Organisasi untuk :
Mengidentifikasi Dokumen apa saja diperlukan oleh Standard / oleh Sistem
manajemen Keamanan Pangan

Kebijakan (5.2) &


LEVEL I
Sasaran Mutu (5.3)
MANUAL

LEVEL II : PROSEDUR Prosedur yang disyaratkan Standar


ISO 22000:2005

LEVEL III
Dokumren yang ditentukan oleh
(Instruksi Kerja, Work Element,
Standar Operational) perusahaan
(misal : Prosedur Produksi, prosedur
rekruitmen, dll dibuat berdasarkan
LEVEL IV kebutuhan perusahaan)
(Form, report, Checksheet, Daftar / List dll)
SISTEM
5.1 Management Commitment
Penjelasan:
mengharuskan Top Manajemen menunjuk salah seorang dari
anggota manajemen perusahaan untuk menjadi MR

mengharuskan Top Management


Untuk terlibat dan berkomitmen dalam Keamanan Pangan

Untuk menunjukkan kepemimpinan dan komitmen terhadap


fokus pelanggan dengan memastikan bahwa kepuasan
pelanggan dipertahankan
Memasikan terpenuhinya Persyaratan pelanggan dan hukum yang berlaku
dan persyaratan peraturan yang ditentukan (Compliance)
SISTEM
5.2 Food Safety Policy

Penjelasan:

Top Manajemen wajib menetapkan Kebijakan Keamanan Pangan

Top Manajemen bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan


kebijakan tersebut

Top Manajemen bertanggung jawab untuk memastikan bahwa


kebijakan telah diimplementasikan
ISO 22000 : 2005

5.3 FSMS Planning


Penjelasan:

Manajemen Puncak harus mengambil peran utama dalam :

Perencanaan Sistem Keamanan Pangan antara lain


• Terlibat dalam Perencanaan dan Implementasi
• Memastikan bahwa integrasi sistem manajemen Keamanan Pangan
terintegrasi dalam Sistem Perusahaan

Sasaran FSMS :
• Harus ada Perencanaan Spesifik terkait FSMS (misal HACCP Plan & OPRP)
• Sasaran Organisasi yang mendukung FSMS
• Konsisten dengan Kebijanan Pangan
ISO 22000 : 2005
ISO 22000 berisi aturan, cara melaksanakan aturan tersebut (how to)
tergantung dari masing-masing perusahaan

Secara ISO 22000 baik Restoran ABC maupun XYZ


sama-sama memenuhi persyaratan ISO 22000
ISO 22000 : 2005
5.3 FSMS Planning
ISO 22000 : 2005
5.4 Responsibility and Authority

Penjelasan:

Manajemen Puncak harus mengambil peran utama dalam :

• Menentukan tanggung jawab dan wewenang Karyawan yang terkait FSMS

• Mengkomunikasikan tanggung jawab dan wewenang kepada Karyawan


yang terkait FSMS

• Menumbuhkan kesadaran kepada semua orang didalam perusahaan bahwa


mereka bertanggung jawab untuk melaporkan masalah dengan FSMS
ISO 22000 : 2005
5.5 Food Safety Team Leader

Penjelasan:

 Diangkat oleh Manajemen Puncak

 Bertugas melaporkan ke
manajemen puncak mengenai
status kinerja FSMS
ISO 22000 : 2005

5.6 Communication
Penjelasan:
mengharuskan Organisasi untuk :
Menetapkan sistem untuk komunikasi eksternal
Menetapkan sistem untuk komunikasi internal

Apa yang
dikomunikasikan?

Kapan dikomunikasikan?

Dengan siapa
dikomunikasikan?

Bagaimana
dikomunikasikan?
ISO 22000 : 2005

5.7 Emergency Preparedness

Penjelasan:

• Penetapan Team dalam pengendalian keadaan darurat

• Pembuatan Rencana Tanggap darurat

• Pembuatan Emergency Layour (Gambar lokasi yang menunjukkan tempat-


tempat yang berbahaya, lokasi peralatan darurat dan pusat komando)

• Lakukan Latihan keadaan darurat mengenai pengujian tanda bahaya ,


evakuasi , penggunaan alat keselamatan dan pengujian alat kebakaran.
1. Api
2. Banjir
3. Kecelakaan
4. Kontaminasi
5. Lainnya ...
ISO 22000 : 2005
ISO 22000 : 2005 5.8 Management Review
Penjelasan:
Rapat yang dipimpin Top Manajemen Dihadiri para Manajer & Team Leader FSMS
untuk mengevaluasi kinerja FSMS
Kunci keberhasilan FSMS karena akan ada Keputusan Top Manajemen dalam
peningkatan & Perbaikan Sistem Manajemen Manajemen
ISO 22000 : 2005
6.2.1 Sumber daya manusia

Penjelasan:

mengharuskan Organisasi untuk :


Menetapkan Standar Kompetensi yang diperlukan untuk personil yang berdampak
pada kinerja Keamanan Pangan
– Tim keamanan pangan
– Personil yang berdampak pada keamanan pangan
– Pakar eksternal

Kompetensi meliputi :
6.2.1 Sumber Daya Manusia  Pendidikan
 Pelatihan
(kompeten)
 Kemampuan
 Pengalaman
ISO 22000 : 2005
6.2.2 Kompetensi Pelatihan & Kesadaran
Penjelasan:

mengharuskan Organisasi untuk :


Melakukkan Gap Kompetensi
mengambil tindakan untuk memperoleh kompetensi yang diperlukan
untuk personil yang berdampak pada kinerja Keamanan pangan
produk
Mengevaluasi keefektifan tindakan yang diambil
Menyimpan catatan / bukti pelaksanaan yang relevan

• Overview untuk seluruh karyawan baru


• Training untuk new hire
• Refresher training existing staff
• Penggunaan Video
• Evaluasi Keefektifantraining
ISO 22000 : 2005
6.3 Mesin Produksi & Infrastruktur
Penjelasan:

6..3 Infrastruktur Infrastruktur meliputi :


• Bangunan dan utilitas terkait
(Terawat & Tidak mengalami kerusakan) • Peralatan termasuk perangkat
keras dan perangkat lunak
• Transportasi
• Teknologi informasi dan
komunikasi

Penjelasan:
mengharuskan Organisasi untuk :
Menentukan, menyediakan dan memelihara infrastruktur untuk operasi proses untuk
mencapai kesesuaian dalam keamanan pangan produk dan memastikan tidak ada
kontaminasi terhadap produk
ISO 22000 : 2005
6.4 Lingkungan Kerja

Penjelasan:
mengharuskan Organisasi untuk :
menentukan menyediakan dan memelihara lingkungan yang diperlukan untuk
operasi proses dan untuk mencapai kesesuaian dalam keamanan pangan produk
dan memastikan tidak ada kontaminasi terhadap produk:

Lingkungan meliputi :
 Kebisingan
7.1.4 Lingkungan untuk proses
 Temperatur
operasi (Terkendali)  Kelembaban
 Pencahayaan dll
ISO 22000 : 2005 Yang perlu
7.Perencanaan & Realisasi Produk yang Aman dipersiapkan :

Manusia, memenuhi
(kompetensi & jumlah)?

Terima Order/ Lakukan Persiapan (4M


Pengembangan Produk + 1E)
Material, Kapan harus
sudah tersedia?

Monitor
Pelaksanaan Metode, Prosedur/
SOP/ Standard siap?
Terhambat

Infrastruktur &
Membuat Program Kerja Lingkungan Kerja,
Approval Sistem
Pengembangan memadai?
(standarisasi)
Lakukan Perbaikan (Master Schedule)
ISO 22000 : 2005

7.Perencanaan &
Realisasi Produk yang
Aman
ISO 22000 : 2005
7.2 Pre- Requisite Program
Penjelasan:

mengharuskan Organisasi untuk :


Menetapkan Persyaratan Kondisi Dasar dan aktivitas yang diperlukan untuk menjaga
lingkungan higienis di seluruh rantai makanan
Menetapkan Tim Keamanan Pangan
Mempertimbangkan Regulasi terkait Keamanan Pangan dalam penentuan PRP /
Program Persyaratan Dasar (PPD)
PRP (Program Persyaratan Dasar (PPD) meliputi :
– Pest Control
– Cleaning & Sanitation
– Water Treatment
– Maintenance
– Product shelf life
– Storage & Transport
– Allergen Control
– Vendor Selection & Evaluation
– Incoming Inspection 50
ISO 22000 : 2005
7.3 Preliminary Steps

Penjelasan:

Pada Tahapan Awal Analisa Bahaya mengharuskan Tim Keamanan


Pangan untuk :

Membentuk Tim HACPP


Mengidentifikasi karakteristik produk
Penjelasan maksud penggunaan Produk
Menetapkan Diagram alir
Menjelaskan langkah-langkah proses dan pengendaliannya

51
Langkah 1 - Membentuk tim
HACCP
 Terdiri dari anggota yang memiliki keahlian
berbeda-beda atau lintas departemen
(misal : QC, Procurement, Produksi,
Logistik, dsb)
 Menentukan project leader tim HACCP
 Menentukan perwakilan manajemen
(Management Representative)
 Menentukan ruang lingkup dari HACCP
ISO 22000 : 2005

Implementasi HACCP

Langkah 2 – Medeskripsikan
produk
 Menyiapkan deskripsi produk yang masuk
dalam ruang lingkup. Deskripsi yang
dimaksud : komposisi, karakteristik fisika,
kimia, biologis, proses, penyimpanan,
pengemasan, bahan baku, dsb.
 Menyiapkan dokumen pelengkap : CoA ,
MSDS, Ingredient, dsb.
ISO 22000 : 2005

Implementasi HACCP
HACCP-01
HACCP MANUAL
Langkah 4 - Menyusun Diagram Alir DIAGRAM ALIR PROSES
Rev. 00
Tgl. 02.01.2015
Tgl. Rev. -

 Membuat diagram alir untuk proses


produksi yang menggambarkan keadaan
aktual.
 Diagram alir memuat informasi tentang :
bahan, peralatan, kondisi proses
pengolahan, proses pemeriksaan,
parameter pemeriksaan,
 Menyiapkan layout dan infrastruktur untuk
memperlihatkan jalur material, jalur orang,
jalur sampah, dsb.

Dibuat oleh, Diperiksa oleh, Disetujui oleh,

Staff ISO Secretariat Food Safety Team Leader Management Representative


ISO 22000 : 2005

Implementasi HACCP
Langkah 5 – Verifikasi Diagram Alir
 Memastikan diagram alir yang dikerjakan benar-benar sesuai dengan apa
yang dikerjakan pada proses produksi
 Mengapa harus verifikasi?
 Bagaimana melakukan verifikasi?
ISO 22000 : 2005 7.4 Hazard Analysis
Implementasi HACCP

Langkah 6 – Analisa Bahaya dan Tindakan Preventif


Bahaya dibagi atas 3 jenis : fisika, kimia dan biologis.
• Potensi bahaya Fisika : rambut, kuku, debu, kerikil, tutup pulpen, dsb
• Potensi bahaya Kimia : Toksin mikroba, bahan tambahan yang tidak diizinkan, residu pestisida, logam
berat, bahan allergen
• Potensi bahaya biologis : Berupa mikrobia yang bergantung dengan jenis bahan makanan
ISO 22000 : 2005 Implementasi HACCP
Langkah 7 – Menetapkan Titik Pengendalian Kritis (CCP)
Identifikasi bahaya dapat dilakukan dengan penentuan titik CP / CCP pada bahan baku,
formula bahan, serta tahapan proses
ISO 22000 : 2005 Implementasi HACCP
Langkah 7 – Menetapkan Titik Pengendalian Kritis (CCP)
Identifikasi bahaya dapat dilakukan dengan penentuan titik CP / CCP pada bahan baku,
formula bahan, serta tahapan proses
ISO 22000 : 2005
7.5 Establish Operational PRPs
Implementasi HACCP Langkah 8 – Menetapkan Batas Kritis
ISO 22000 : 2005 Implementasi HACCP
Langkah 9 – Melakukan Monitoring CCP
• Monitoring CCP dilakukan dengan observasi (pengamatan) dalam
record yang dituangkan dalam form, checklist, datasheet.
• Tim HACCP menetapkan rangkaian prosedur pemantauan untuk
tiap-tiap batas kritis yang ditetapkan yang mencakup 5W + 1H
terkait batas kritis.

Contoh pengendalian CCP :


Pasteurisasi (Mikrobia – Waktu, Suhu), Fermentasi (Waktu),
Pengasaman (PH), Pengasinan (Garam), Pendinginan (Waktu-Suhu)

Monitoring terhadap hal-hal lain dalam konteks HACCP


CoA (Certified of Analysis)
Bahan baku food grade (tersertifikasi)
Metal detector
Filter (saringan)
Infrastruktur dan peralatan
Dsb ….
ISO 22000 : 2005
7.6 Establish the HACCP Plan

Implementasi HACCP
Langkah 10 – Menetapkan Tindakan Koreksi
• Tindakan koreksi atau perbaikan dilakukan apabila terjadi penyimpangan terhadap
batas kritis suatu CCP
Langkah 11 – Menetapkan Prosedur Verifikasi

• Penetapan jadwal verifikasi


• Pemeriksaan kembali HACCP plan
• Pengambilan sampel acak

Langkah 12 – Melakukan Proses Dokumentasi


• Judul dan tanggal pencatatan
• CCP yang ditemukan
• Batas kritis ditetapkan
• Penyimpangan yang terjadi
• Tindakan korektif
ISO 22000 : 2005
7.7 Updating PRPs and HACCP Plan

Penjelasan:

mengharuskan Tim Keamanan Pangan untuk :


Memperbarui informasi awal yang mungkin telah berubah selama atau
akibat dari analisis bahaya
Melakukan Updating pada Dokumen yang dispesifikan yaitu dalam
PPD & HACCP Plan
Informasi yang di Update antara lain :
• Karakteristik produk
• Penggunaan yang dimaksudkan
• Langkah proses
• Tindakan pengendalian
• Rencana HACCP
• Prosedur / instruksi kerja yang
menjelaskan bagaimanamenentukan
PRPs
ISO 22000 : 2005
7.9 Sistem Ketelusuran
Penjelasan:

mengharuskan Organisasi untuk :


Identifikasi status produk sepanjang realisasi produk (Status OK, NG,
Pending)
Identifikasi untuk menghindari kesalahan pengambilan part (Jenis
Produk/Services, No. Model, No. Part, Labelling/Barcode, No Kontainer,
tanggal terima)
Mampu telusur – di mana produk/services dikeluarkan atau diterima
Serial No
Date-Code
Batch No
Memelihara Informasi Terdokumentasi
Dapat menjawab sumber bahan baku , Pemeriksaan status/uji
Personel, Proses, Record/Catatan lain
ISO 22000 : 2005
7.10 Control of Nonconformity

Penjelasan:

Organisasi harus menetapkan Sistem Pengendalian Ketidaksesuaian


• Bila batas kontrol CCP terlampaui atau pada PRP ditemukan berada di luar kendali
maka produk yang terkena harus dikendalikan yaitu :
 Koreksi (7.10.1)
 Tindakan korektif (7.10.2)
 Penanganan produk yang berpotensi tidak aman (7.10.3)
 Penarikan Produk (7.10.4)
ISO 22000 : 2005

8.2 Validasi Kombinasi Tindakan Pengendalian

Penjelasan:

mengharuskan Organisasi untuk memastikan :


tindakan pengendalian yang dipilih mampu
mengendalikan bahaya kemanan pangan yang telah
ditetakan
Kombinasi tindakan pengendalian mampu dan efektif
mengendaliakan bahaya keamanan pangan pada
tingakt yang dapat diterima sehingga didapat produk
yang aman
ISO 22000 : 2005

8.3 Control of Measuring & Monitoring


ISO 22000 : 2005

8.4 Verification

Penjelasan:

mengharuskan Tim Keamanan Pangan untuk :


Menetapkan dan mendokumentasikan proses audit internal
Tim Keamanan Pangan mengevaluasi dan menganalisis hasil verifikasi
Tim Keamanan Pangan mengambil tindakan yang diperlukan
ISO 22000 : 2005

8.4.1 Internal Audit

Penjelasan:

untuk mengetahui keefektifan penerapan FSMS. Proses audit internal


harus :
Ada prosedur manajemen untuk merencanakan, melaksanakan dan
melaporkan audit
Tunjuk personil untuk merencanakan , melaksanakan dan melaporkan
audit
Susun prosedur manajemen untuk merencanakan ,melaksanakan
danmelaporkan hasil audit.
Rancang dan terbitkan dokumen untukmerencanakan dan mencatat
pelaksanaan audit.
Dokumentasikan jadual untuk audit berkala dasi
Persiapkan audit protokol
ISO 22000 : 2005

8.5 Improvement

Penjelasan: Organisasi wajib Terus menerus meningkatkan Kinerja


FSMS melalui :
Tinjauan Manajemen
Audit internal
Tindakan Perbaikan
Hasil Verifikasi 8.5 Updating the FSMS
Hasil Validasi

Penjelasan:

Manajemen puncak bertanggung jawab untuk


memastikan bahwa FSMS terus diperbarui

Tim Manajemen Keamanan Pangan mengevaluasi


FSMS pada interval yang direncanakan
TERIMAKASIH
lind.saraswati@gmail.com
PHONE / SMS : 081281869775
WA : 082125626959

JANGAN LUPA :
• ISI SURVEY KEPUASAN PELATIHAN
• SEGERA IMPLEMENTASIKAN PELATIHAN INI DI PERUSAHAAN ANDA

70