Anda di halaman 1dari 8

TUGAS STATISTIKA

Oleh :
LAKAS ZEIN PONCATARA
112120128

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2016
1. Pengertian statistik dan statistika
Statistik adalah kumpulan angka yang sering disusun, diatur, atau
disajikan ke dalam bentuk daftar/tabel, sering pula daftar atau tabel
tersebut disertai dengan gambar-gambar yang biasa disebut diagram atau
grafik. Data yang diperoleh itu dapat berupa bilangan yang melukiskan
suatu persoalan.
Tabel nilai statistika
Nilai Frekuensi
5 3
7 6
10 8

Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-


cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaannya dan penarikan
kesimpulan atau interprestasi terhadap hasil analisis kumpulan data
tersebut. Statistika dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu
statistika deskriptif dan statistika inferensia. Statistika deskriptif
adalah metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian
suatu gugus data sehingga memberikan informasi yang berguna.
Statistika deskriptif ini menggambarkan dan menganalisa
data dalam suatu kelompok tanpa membuat/ menarik
kesimpulan tentang populasi atau kelompok yang lebih besar.
Sedangkan pengertian statistika inferensia adalah metode yang
berhubungan dengan analisis sebagian data untuk kemudian sampai
pada peramalan atau penarikan kesimpulan tentang seluruh gugus data
induknya. Dalam statitistik inferensial berkaitan dengan kondisi-kondisi
dimana data dari sampel dianalisis tersebut ditarik kesimpulan untuk
populasi dari mana sampel tersebut diambil.
2. Data dalam Statistik
Data adalah ukuran dari variabel. Data diperoleh dengan mengukur
nilai satu atau lebih variabel dalam sampel (atau populasi). Data dapat
diklasifikasikan menurut jenis, menurut dimensi waktu, dan menurut
sumbernya.
Menurut jenisnya, data terdiri dari data kuantitatif dan data kualitatif.
a. Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala
numerik (angka). Data kuantitatif dapat dibedakan menjadi:
1) Data interval, yaitu data yang diukur dengan jarak di
antara dua titik pada skala yang sudah diketahui. Sebagai
contoh: IPK mahasiswa (interval 0 hingga 4); usia produktif
(interval 15 hingga 55 tahun); suhu udara dalam Celcius
(interval 0 hingga 100 derajat).
2) Data rasio, yaitu data yang diukur dengan suatu proporsi.
Sebagai contoh: persentase jumlah pengangguran di
Propinsi Sumatera Utara; tingkat inflasi Indonesia pada
tahun 2000; persentase penduduk miskin di Sumatera Utara;
pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara
b. Data kualitatif, adalah data yang tidak dapat diukur dalam skala
numerik. Namun karena dalam statistik semua data harus dalam
bentuk angka, maka data kualitatif umumnya dikuantifikasi agar
dapat diproses. Kuantifikasi dapat dilakukan dengan
mengklasifikasikan data dalam bentuk kategori. Data kualitatif
dapat dibedakan menjadi:
1) Data nominal, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk
kategori. Sebagai contoh, industri di Indonesia oleh Biro
Pusat Statistik digolongkan menjadi:
a) Industri rumah tangga, dengan jumlah tenaga
kerjanya 1-4 orang, yang diberi kategori 1.
b) Industri kecil, dengan jumlah tenaga 5-19 orang,
yang diberi kategori 2.
c) Industri menengah, dengan jumlah tenaga kerja 20-
100 orang, yang diberi kategori 3.
d) Industri besar, dengan jumlah tenaga kerja lebih dari
100 orang, yang diberi kategori 4.
Angka yang menyatakan kategori ini menunjukkan
bahwa posisi data sama derajatnya. Dalam contoh di atas,
angka 4 tidak berarti industri besar nilainya lebih tinggi
dibanding industri kecil yang angkanya 1. Angka ini
sekedar menunjukkan kode kategori yang berbeda.
2) Data ordinal, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk
kategori, namun posisi data tidak sama derajatnya karena
dinyatakan dalam skala peringkat. Sebagai contoh, dalam
skala likert.
Berdasarkan cara perolehannya data kuantitatif dibedakan
menjadi data diskrit dan data kontinu. Data-data yang diperoleh dari hasil
menghitung atau membilang termasuk dalam data diskrit, sedangkan
data-data yang diperoleh dari hasil mengukur termasuk dalam data
kontinu.
Menurut sumbernya kita mengenal data intern dan data
ekstern. Data intern adalah data yang diperoleh dari perusahaan atau
instansi yang bersangkutan. Sedangkan data ekstern diperoleh dari luar
instansi atau perusahaan tersebut. Data ekstern dibedakan menjadi data
primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikeluarkan
oleh badan sejenis. Sedangkan data lainnya termasuk data sekunder.
Semua data-data yang beru dikumpulkan dan belum pernah diolah
disebut sebagai data mentah.
3. Populasi dan sampel
Populasi adalah keseluruhan pengamatan yang menjadi perhatian
kita baik yang berhingga maupun tak berhingga jumlahnya. Seringkali
tidak praktis mengambil data dari keseluruhan populasi untuk menarik
suatu kesimpulan. Untuk itu dilakukan pengambilan sampel yaitu
sebagian atau himpinan bagian dari populasi. Sampel yang diambil haris
dapat merepresentasikan populasi yang ada. Prosedur pengambialan
sampel yang menghasilkan kesimpulan yang konsisten terlalu tinggi
atau terlalu rendah mengenai suatu ciri populasi dikatakan berbias.
Untuk menghindari kemungkinan bias ini perlu dilakukan pengambian
contoh acak atau contoh acak sederhana. Contoh acak sederhana
didefinisikan sebagai contoh yang dipilih sedemikian rupa sehingga
setiap himpunan bagian yang berukuran n dari populasi mempunyai
peluang terpilih yang sama.

4. Penyajian Data
Suatu data yang telah diperoleh dan telah diolah, maka dilakukan
interpretasi dan penyajian data tersebut. Secara garis besar ada dua macam
cara penyajian data dalam statistika yaitu:
a. Tabel atau daftar yang dapat berbentuk:
- Daftar baris kolom
- Daftar kontingensi
- Daftar distribusi frekuensi
b. Grafik atau diagram yang terbagi menjadi:
- Diagram batang atau balok
- Diagram garis atau grafik
- Diagram lingkaran, dll

5. Pengolahan data
Setelah data kuantitatif diperoleh, maka dilakukan pengolahan data
dan pengujian beberapa hipotesis. Pengolahan data yang dilakukan adalah
mencari ukuran pemusatan data, dalam hal ini adalah mean dan mencari
ukuran penyebaran data dalam hal ini variance dan simpangan baku.
Setelah itu, baru dilakukan pengujian normalitas, homogenitas dan uji
hipotesis. Ketika data terdistribusi normal maka dapat dilakukan pengujian
parametik dan sebaliknya ketika data tidak terdistribusi normal maka dapat
dilakukan pengujian nonparametik

Contoh data statistik


1. Masyarakat Indonesia tampaknya mulai banyak yang beralih menggunakan
moda transportasi udara dibandingkan kereta api. Data Badan Pusat Statistik
(BPS) menunjukan, penumpang domestik angkutan udara sepanjang
Januari-September meningkat 8,97% menjadi 41 juta orang.
2. Secara kumulatif, jumlah penumpang kereta sepanjang Januari-September
2013 mencapai 144,8 juta orang atau turun 5,5% dibandingkan periode
sama tahun 2012.
Penurunan jumlah penumpang terjadi di Jawa non-Jabodetabek dan
Sumatera maisng-masing 17,82% dan 14.67%. Sebaliknya, penumpang di
wilayah Jabodetabek justru meningkat 0.68%. (Shd)

3. Pada tahun ini kebutuhan logam besi baja di Tanah Air diperkirakan
sebanyak 12 juta ton. Prognosis permintaan sejumlah 13 juta ton pada tahun
depan menunjukkan adanya pertumbuhan sekitar 8,3% terhadap target tahun
ini.

DAFTAR PUSTAKA
J. Supranto. 2000. Statistik Teori dan Aplikasi jilid 1. Jakarta. Erlangga
Saleh, Samsubar. 2004. Statistik Deskriptif . Yogyakarta: UPP-AMP YKPN.
Saleh, Samsubar. 2005. Statistik Induktif . Yogyakarta: UPP-AMP YKPN.