Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG MASALAH


Mas koki sudah dikenal masyarakat pecinta ikan hias sejak era 60-an. Namun, harus diakui
bahwa kualitasnya pada saat itu belum sebaik mas koki yang
ada sekarang. Kabar gembira bagi mas koki mania karena
kini sudah hadir kembali jenis mas koki produksi Cina,
Jepang, dan Thailand. Mas koki jenis baru (goldfish new
strains) ini menyajikan aneka bentuk tubuh dan jambuk
yang eksklusif serta variasi warna yang menawan. Postur
tubuhnya yang mengundang decak kagum siapapun yang
memandangnya.
Sepertinya tidak berlebihan jika mas koki dijuluki “ ratu selendang mayang” karena kemilau
sisik yang gemerlapan dak selendang ratu dan ekor yang melambai genulai bak ratu yang terurai.
Sungguh suatu pemandangan yan tak mungkin dilewatkan saat mas koki memamerkan keindahan
dan keanggunannya. Sekalipun corak warna mas koki tak semeriah guppy, bentuk siripnya tidak
seindah cupang, serta jambulnya tak senonong lohan, tetapi pola hidupnya yang cinta damai serta
perawatan yang tidak terlau sulit maka dapat dipastikan bahwa mas koki dapat menarik minat para
aquarist. Kecintaan mas kki terhadap sesamanya dapat dilihat dari kemampuannnya beradaptasi
dengan jenis iakn hias lainnya. Mas koki pun memberikan contoh kesabaran yang tiada tara dan
mengalah tanpa pamrih. Disaat merebutkan pakan, mas koki selalu mengalah dan tidak membalas
saat disakiti. Namun sekalipun kalah tubuhnya tetap gemuk dan menggemaskan. Sungguh suatu
petunjuk dari Yang Maha Kuasa dan tidak mungkin bahwa mengalah tidak berarti kalah dan kalah
belim tentu merugi.
Tentang jenis pakan maskoki tidak terlalu sulit, cukup dibrikan pellet atau cacing sutera
sudah bisa membuat warna dan jambulnya menjadi indah. Untuk masalah penyakit mungkin mas
koki cukup kuat mengahadapi nya. Serangan kutu ikan seperti Argullus indicus dan Lerna
cyprinacea sanngup ditanggulanginya.
Ada banyak jenis maskoki yang dapat dipilih untuk tujuan kontes ataupun hanya sekedar
pengusi akuarium diruang tamu. Beberapa diantaranya ialah mas koki bertubuh bulat, serta maskoki
yang menampilkan misteri yaitu black ranchu atau butterfly

1.2 TUJUAN MASALAH


Permasalahan utama yang sering dihadapi para pecinta maskoki adalah perawatan agar dapat
selalu tampil prima. Untuk permasalahan ini sangat dibutuhkan pengetahuan mengenai kondisi
air,pemilihan pakan yang sesuai, serta teknik pencegahan dan pengobatan terhadap serangan
berbagai macam penyakit. Bila hal-hal tersebut tidak diperhatikan, maka keindahan dan keanggunan
mas koki akan hilang.
Dalam makalah ini akan diuraikan mengenai solusi dari sejumlah permasalhan dalam
prawatan ikan maskoki ini.
BAB II
PEMBAHASAN

Mas koki mempunyai nama ilmiah Carrasius var auratus. Sebelumnya nama ilmiahnya
adalah chypianus auratus. Mas koki masih berkerabat dengan koi (Carrasius) yang berasal dari
Jepang.

A. MASKOKI DAN RANCHU


Mas koki cukup banyak jenisnya. Itu disebabkan setiap tahun negara penghasil mas koki
berkualitas seperti Jepang dan Cina selalu berhasil mencetak jenis baru untuk memuaskan selera
para pecinta mas koki di seluruh dunia. Selain kedua negara tersebut, Thailand dengan produk
barunya, jenis ranchu dengan moto perjualan “ Ranchu special for collector and contest”.
Kehadiranya bukan berarti jenis mas koki lama tidak lagi diproduksi atai harga jualnyamenjadi
rendah. Di Indonesia ptoduk lama seperti pearscale atau ornada masih tetap diproduksi dan di
kembangbiakan oleh peternak di Tulungagung,Jawa timur, karena masih memounyai nilai jual yang
tinggi. Psar luar negeripun, seperti Ausrtalia, Belanda, Italia, dan beberapa negera di negara timur
tengah setiap bulannya nasih menerima kiriman sampai puluhan ribu ekor.

B. PERKEMBANGAN MASKOKI
Cina merupakan asal dari ikan mas koki. Di Cina mas koki menjadi satwa klangenan yang
mengisi akuarium sejak dinasti sung berkuasa pada tahun 960-1279. Akan tetapi, pada pemerintahan
Dinasti Ming(tahun 1368-1644) mas koki disebar luaskan ke mancanegara.
Jepang merupakan salah satu negara tempat penyebaran mas koki. Mas koki yang ada di Jepang
pada awalnya berasal dari Cina yang masuk pada kejayaan shogom sekitar tahun 1500. Pada masa
itu, mas koki hanya dipelihara oleh kaum ningrat. Barupada zaman Bunsei(tahun 1824)mas koki
bisa dinikmati keindahannya oleh berbagai kalangan dan dibudidayakan secara besar- besaran.
Paling tidak, ada tiga kawasan yang dikenal sebagai sentral mas koki di Jepang yaitu Yatomi di
provinsi Aichi, Koroyama di provinsi Nara, dan Tokyo. Sementara Koriyama sejak tahun 1704
sudah dijadikan sebagai pusat bisnis maskoki.
Mas koki begitu dicintai oleh masyarakat Jepang. Terbukti setiap tahun pada saat musim panas
atau setiap bulan agustus selalu digelar festival Lantera maskoki bertempat di Yunai-Yamaguchi.
Ketika perayaan sedang berlangsung, lentera berbentuk mas koki dipajang di setiap rumah sampai
waktu perayaan selesai. Lentera yang berbentuk mas koki tersebut di beri nama Kingyu-Choukin.
Tradisi ini dirayakan sebagai upaya penyanbutan datangnya musim panas. Selain festival lentera,
ada satu lagi acara tradisional yang berhubungan dengan mas koki, yaitu festuval shirobeko no
matename. Festival tersebut sudah berlangsung sejak pemerintahan dinasti Edo(1603-1867)hingga
sekarang. Kini festival tersebut dijadikan tontonan untuk wisatawan mancanegara. Pada saat festival
berlangsung, pameran mas koki jenis tebaru pun dipamerkan. Kecintaan masyarakat Jepang
terhadap mas moki dibuktikan dengan hadirnya mas koki jenis baru pada setiap tahunnya.
Selain Jepang, Thailand sejak tahun 2000 sudah menjelma menjadi produsen ranchu yang setara
dengan Jepang. Di Thailand sudah berdiri klub ranchu yang didirikan oleh para peternak yang diberi
nama The ranchu club of Thailand. Ranchu tersebut sebenarnya berasal dari Jepang,namun dengan
segala kecanggihan peralatan pertanian moderb Thailand, ranchu dikembangbiakkan, dan diperindah
corak warnanya. Salah satu peternak penghasil strain ranchu terbaik di Thailand adalah Narat
Sukhintai. Pembudidayaan ranchu berkembang dengan pesat sehingga pada tahun 2003 tidak kurang
dari 18 peternak dan eksportir ranchu berskala Thailand antara lain Chatutak di Bnagkok dan
Nonthaburi.

C. STRAIN ATAU JENIS MAS KOKI DARI CINA


Mas koki dalam bahasa jepang disebut Chin Yii yang artinya ikan emas. Mas koki dipercaya bisa
mendatangkan rezeki dan kemakmuran. Di Thung Hoi, sentra mas koki di Cina, hampir setiap
rumah dijumpai nas koki sebagai penghias rumah. Menurut mereka jika didalam rumah ada
akuarium berisi ikan maskoki, niscaya di rumah tersebut akan ada kedamaian dan ketenangan jiwa.
Jumlah maskoki yang dipelihara dalam stu akuarium sebanyak sembilan ekor. Jumlah tersebut tidak
bisa lebih atau kurang karena sembilan merupakan simbol keabadian. Artinya, bila sang pemilik
mendapatkan hoki maka keberuntungannya tersebut bisa bersifat abadi dan dirasakan sampai anak
cucunya.
Beberapa strain maskoki asal Cina yang populer saat ini yaitu pear scale, bubble eyes, red cap
Oranda, telescope eyes, dan pompom.
1. Chin Choo Yu (pearlscale)
Bentuk tubuh mas koki ini bulat seperti bola pingpong, siripnya enam buah, serta bentuk kepalanya
besar memanjang dan tidak berjambul. Ciri khas maskoki ini terletak pada sisiknya. Seluruh sisik
pada tubuhnya menonjol mirip dengan buah jagung dan warna sisiknya berkilau seperti mutiara
sehingga disebut pearlscale atau sisik mutiara. Di Indonesia, maskoki jenis ini dikenal dengan
sebutan mas koki mutiara. Warna yang umum dijumpai terdiri dari kombinasi warna merah oranye
dan putih. Strain baru maskoki ini mempunyai warna yang lebih menarik, seperti calico pearlscale.
Warna tubuh dan siripnya terdiri dari kombinasi biru, hitam. Dan orange. Corak warna totol-totol
atau membentuk bercak- bercak hitam.

Gambar pearlscale
Jenis baru yang legih eksklusif adalah crown pearlscale. Jenis ini mempunyai kelebihan pada bentuk
kepala dan kilauan butir- butir mutiara di tubuhnya. Pada umumnya, kepala maskoki mutiara kecil
tidak berjambul. Butir mutiara juga terkadang tidak berkilau dan kurang menonjol. Sementara itu,
jenis crown pearlscale berjambul besar dan butir mutiaranya terlihat lebih nyata dan menonjol.
2. Shui pao yo (Bubble eyes)
Postur tubuh maskoki jinis ini panjang dan bulat. Punggung datar tanpa sirip dan sirip ekor panjang.
Ciri khas jenis maskoki bubble eyes terletak pada keunikan bentuk matanya.
Di bawah pelupuk matanya, terdapat gelembung besar yang terkadang menutupi bagian mukanya.
Matanya yang besar seperti balon itulah yang membuatnya di sebut bubble eyes. Di Indonesia, strain
ini di sebut maskoki mata balon. Warna tubuh pada umumnya orange

Gambar bubble eye


Strain baru baru dari kelompok bubble eyes yaitu fantastic bubble eyes. Di sebut demikaian karena
komposisi warna tubuhnya yang sangat fantastik. Tubuh berwarna putih metalik dengan bagian atas
kepala di hiasi warna merah. Sementara seluruh sirip berwarna putih transparan berkombinasi warna
merah. Mata fantastis bubble eyes menonjol, berwarna merah atau orange berkombinasi dengan
putih.
3. Hong tou (red cap Oranda)
Postur tubuh maskoki ini bulat gempal. Punggung agak bungkuk di hiasi sirip punggung. Ekor
panjang dan membuka lebar seperti kipas. Di kepalanya terdapat jambul besar berwarna merah
cemerlang yang terkadang lebarnya melebihi kepalanya. Keunikan mas koki ini terletak pada
komposisi warna tubuhnya dan jambul. Warna tubuhnya yang putih, sedangkan warna jambulnya
merah cemerlang. Di Indonesia, strain ini disebut maskoki resket.

Gambar red cap Oranda


4. Tong pao yen ( telescope eyes)
Postur tubuh maskoki ini bulat gempal. Bentuk punggungnya membungkuk dengan hiasan sirip
punggung. Ekor panjang dan berujung transparan. Keunikan maskoki ini terletak pada mata yang
menonjol keluar, seperti orang sedang menggunakan teropong sehingga maskoki ini diberi nama
telescope eyes. Di Indonesia maskoki ini dikenal dengansebutan mas koki mata belok. Strain tebaru
maskoki ini mempunyai warna tubuh kombinasi putih dan hitam, mirip dengan beruang panda.
Warna hitam putihnya berkilau seperti salju dan matanya bersinar, seperti mata nga sehingga mas
koki ini di beri nama panda dragon eyes.
Gambar Panda dragon eye
5. Run chiu yu (Pompom)
Postur tubuhnya bulat gempal. Bagian kepalanya di hiasi jambul tipis. Punggungnya agak
membungkuk dengan hiasan sirip punggung. Keunikan maskoki ini terletak pada jambul yang
berada di luar bagian depan mukanya.

Gambar.2.1.3.5 Oranda red pompom


Jambulnya tersebut merupakan selaput jaringan keluar dari dalam hidungnya. Dengan demikian,
jika maskoki ini sedang berenang, jambul tersebut melambai- lambai layaknya hiasan di tangan
gadis pemandu sorak(pompom girl). Oleh sebab itu maskoki ini diberi nama pompom. Di Amerika
serikan maskoki ini di beri nama narial bouquet.
Adapun strain terbarunya di beri nama chocolate Organda red pompom. Warna tubuh sampai
dengan siripnya cokelat berkilau dan jambul pompomnya berwarn merah cemerlang.

D. STRAIN ATAU JENIS MAS KOKI DARI JEPANG


Ada beberapa strain maskoki dari negara sakura yang berkualitas baik dan namanya sangat
populer dipasar ikan dunia, antara lain sebagai berikut.
1. Shishigashira ( red Oranda)
Shishigashira merupakan maskoki hasil tangkaran kagoshima sejak thun 1781. Strain ini berasal dari
daratan cina yang disebut hon mao tze. Postur tubuhnya bulat panjang dengan ekor panjang dan
membuka lebr. Bentuk punggungnya agak datar dan mempunyai sirip di punggungnya. Keunikan
maskoki ini terletak pada jambul di kepala yang tinggi dan besar berwarna orange. Warna tubuhnya
merah orange, sedangkan siripnya putih transparan bersemburat orabge cemerlang. Maskoki yang
satu ini sangat terkenal di dunia dengansebutan red Oranda. Di Indonesia, maskoki ini disebut mas
koki penser.
2. Ryukin( tossa swallow tail)
Strain ini hasil budi daya penangkar dari Yatomi. Bentuk tubuhnya bulat gumpal. Bersirip punggung
tinggi dan berekor panjang. Keunikan maskoki ini terletak pada bentuk tubh yang bulat dan sirip
ekor yang lebar terangkat tinggi. Mirip dengan seekor burung perak yang sedang birahi. Di
Indonesia , maskoki ini di sebut tosakin atau koki tossa.
3. Calico( milticolour)]
Ciri khas calico ini terletak pada komposisi warna di tubuh dan siripnya. Warna tersebut terdiri dari
putih, hitam, merah, dan orange. Setiap warna membentuk pola yang tidak beraturan, terkadang
membentuk pola seperti spot(totol) yang tidak sama besarnya. Sering juga dijumpai warna tersebut
membentuk flek(bercak) yang saling bertumpahan. Bahkan, sering dijumpai kedua pola tersebut
saling bertupang tindih. Sementara warna sisiknya ada yang berkilaukan dan ada yang transparan.
Maskoki ini hasil tangkaran Mr. Kichigoro Akiyama gold fish farm- Tokyo tahun 1912.
Bentuk tubuh tergantung warna calico ini berada. Warna ini juga dikenal dengan sebutan
multicolour. Sebenatnya hampir semua jenis mas koki ada yang berwarna seperti ini. Akan tetapi,
yang populer adalah calico Oranda, calico ranchu dan calico bubble eyes.
4. Ranchu (lionhead peacock tail)
Strain maskoki yang satu ini dianggap saja sebagi “raja”- nya maskoki. Penyebabnya adalah variasi
warna nya banyak dan bentuk tubuhnya bulat gempal sehingga sangat disukai para maskoki mania
dari seliruh penjuru dunia. Di Jepang, ranchu dikenal sejak tahun 1704. Sosok tubuh ranchu pendek,
bungkuk, dan berbentuk bulat lonjong seperti telur. Punggung agak mendatar dan tidak bersirip
punggung. Sirip ekor pendek dan membuka lebar seperti ekor burung merak. Keunikan ranchu
terletak pada bagian muka dan kepalanya. Pada bagian muka dan kepala ranchu ditutupi jambul
seakan- akan seluruh wajahnya seperti bengkak. Mata dan mulutnya seperti tertarik kedalam jambul
sehingga seluruh wajahnya seperti tenggelam di dalam jambul.

E. STRAIN ATAU JENIS MAS KOKI DARI THAILAND


Ranchu Thailand merambah ke Indonesia pada tahun 2003. Beberapa jenis ranchu yang populer
bisa dijumpai di setiap gerai ikan hias di seluruh nusantara ini. Kehadirannya disambut gembira oleh
para aquarist yang demam cerita mistik karena konon ranchu dipercayai sebagai pembawa
keberhuntungan, kesuksesan dan pelindung dari marabahaya. Adapun strain ranchu yang kental
dengan cerita mistik tersebut antara lain sebagai berikut.
1. White ranchu
Seluruh tubuh sampai dengan sirip- siripnya berwarna putih mutiara. Jambul menutupi seluruh
bagian muka yang berwarna putih kekuningan. Terkadang dijumpai warna merah bersemburat di
bagian tubuh dan sirip ekor. Akan tetapi, jenis maskoki ini masih tetap pantas disebut White ranchu
karena warna putihnya mendominasi seluruh bagian tubuhnya. Karakter White ranchu ini tenang
dan gaya berenangnya terlihat begitu anggun.
2. Red Ranchu
Seluruh tubuh red ranchu didominasi warna merah. Kilauan warna merah tersebut akan lebih nyata
pada bagian punggungnya.

Gambar red ranchu


Warna siripnya merah semi transparan dan di ujungnya semu merah transparan. Mukanya ditutupi
oleh jambul tampak garang karena sangat pantas untuk dinikmati oleh hobiis yang bersemangat
tinggi.

3 Red- White ranchu


Warna tubuh strain yang satu ini sengat menawan. Warna tubuhnya merupakn kombinasi merah
terkadang berada di bagian kepala sampai ke pangkal ekor, sedangkan warna putihnya berada di
bagian bawah tubuhnya.

Gambar red-white ranchu


Akan tetapi, Sering dijumpai posisi kedua warna saling tidak bergantian. Sementara sirip ekor kerap
dijumpai berwarna putih metalik atau putih kombinasi transparan merah muda. Jika warna merah
berada di bagian muka maka sosok ranchu tersebur terlihat garang.

F. PERSIAPAN PEMELIHARAAN MAS MOKI


Adapun tujuan pemeliharaan maskoki, baik didalam maupun di luar rumah membutuhkan
wadah, sarana pendukung, dan air. Ketiganya merupakan syarat utama yang harus disediakan agar
keindahan maskkoki dapat dinikmati. Akan tetapi lingkungan hidup yang tenang dengan ditumbuhi
tanaman air yang tidak fluktuatif merupakan syarat yang tidak bisa di abaikan.
1. PILIH WADAH DAN SARANA PENDUKUNG YANG COCOK DENGAN TYPE MAS
KOKI
Akuarim khusus untuk mas koki banyak tersedia di toko perlengkapan ikan hias. Bentuk,
ukuran, dan bahannya pun beraneka ragam. Ada yang berbentuk bulat lengkap dengan kakinya yang
terbuat dari kayu ukiran dan ada pula akuarium yang berbentuk persegi empat.
Bahkan, ada akuarium yang sudah dilengkapi dengan tutup. Bahan akuarium tersebut ada yang
terbuat dari kaca atau plastik fyberglass.
Akuarium jika berbentuk bulat sangat cocok untuk memelihara maskoki yang bertubuh bulat
gempal. Akuarium bulat yang berdiameter 15cm cocok untuk memelihara maskoki yang tubuhnya
berukuran kecil, sekitar 3-4 cm sebanyak 3 ekor.
Jika mau memelihara maskoki yang berukuran besar sampai jumbo, sebaiknya akuarium persegi
yang di pilih karena ukuran akuariumnya bervariasi. Akuarium yang berukuran 60 x 30cm x 35cm
dapat diisi maskoki ukuran kecil sebanyak 8 ekor atau 6 ekor mas koki berukuran sedang. Bila akan
memelihara mas koki ukuran besar, dapat di masukkan 3 ekor, sedangkan berukuran extra large (10-
12cm) cukup sati ekor saja.
Strain maskoki yang cocok dipelihara yang cocok dipelihara di dalam akuarium adalah maskoki
yang keindahan warna dan keunikan tubuhnya cenderung dinikmati dari sisi samping seperti red
White tossa, panda dragon eyes ranchu, dan big head pearlscale combination colour. Akan tetapi,
bukan berarti strain lain tidak dapat dipelihara dalam akuarium. Sebenarnya, semua jenis maskoki
dapat saja di pelihara didalam akuarium, tetap jika komposisi warna keunikannya terletak pada
bagian atas tubuhnya maka keindahan maskoki tersebut tidak dapat dinikmati dengan sempurna.
2. MERAWAT MAS KOKI AGAR TAMPIL PRIMA
Penampilan maskoki yang prima, sehat, dan lincah sangat didambakan oleh para pemiliknya,
terlebih bila warnannya berkilau cemerlang dan bukaan siripnya terentang lebar tanpa cacat. Agar
penampilannya tetap indah, dibutuhkan perawatan air dan pemberian pakan yang berkualitas.
3. MEMPERTAHANKAN KUALITAS AIR
Penyebab utama menurunnya kualitas air adalah adanya sisa pakan dan kotoran yang menumpuk
di dasar akuarium atau kolam dan pada saringan di mesin sirkulator. Sisa pakan yang membusuk
dan kotoran akan meningkatkan kandungan nitrit didalam air. Normalnya, kandungan nitrit terlarut
di dalam air adalah 0,2 mg/liter air. Tingginya kandungan nitrit dapat dilihat dari kejernihan airnya.
Bila air sudah terlihat keruh atau terlihat banyak kotoran yang melayang- layang maka dipastikan
kandungan nitratnya tinggi. Air dengan kandungan oksigen terlarut.
Maskoki bukan termasuk ikan yang tahan terhadap rendahnya kandungan oksigen terlarut.
Maskoki dapat hidup dengan tenang apabila kandungan oksigen terlarutnya minimal 5mg/l air. Bila
kurang, mas koki akan berenang secara terhuyung-huyung, selalu berada di permukaan air. Akibat
yang fatal bila air tidak segera diganti, mas koki akan mati.
Untuk mengurangi kematian maskoki, kebersihan air harus benar- benar dijaga dengan 07.30
dan sore hari sekitar pukul 17.00. Air baru sebagai penggantinya air yang di buang sebaikknya telah
diinapkan minimal 24jam.
Kebersihan saringan pada sirkulator perlu dikontrol. Untuk menjaga air tetap dalam keadaan
bersih, saringan sebaiknya diganti dengan yang baru satu Minggu sekali. Selanjutnya, bila terlihat
ada sisa pakan atau kotoran didasar atau dipermukakan air, segera ambil dengan serokan.

G. JENIS DAN WAKTU PEMBERIAN PAKAN


Sampai saat ini cacing sutera( Tubifex worm) digunakan oleh para peternak untuk membesarkan
tubuh maskoki karena mengandung crude oil. Cacing sutera ini merupakan sejenis cacing lumpur
yang hidup ditepi sungai yang airnya mengalir lambat. Cacing ini hidup menggerombol dan saling
mengikat satu sama lainnya. Tubuh berukuran kecil, panjangnya sekitar 0,5-2 cm, dan berwarna
kemerahan.
Cacing sutera ini diambil dari alam dengan menggunakan serokan berdiameter 30cm.

Serokan tersebut dibuat dari kain kasa halus dengan rangka dari besi kecil agar kuat menahan
lumpur waktu mengambil cacing dari dalam lumpur.
Cacing sutera dapat diberikan secara adlibitum untuk anak mas koki agar perkembangan tubuhnya
pesat. Agar cacing sutera tetap berbentuk gumpalan yang mudah disantap oleh nak mas koki,
letakkan gumpalan cacing sutera di dalam piring kaca.
Agar warna maskoki menjadi cerah dan cemerlang, usahakan pH air dibuat sedikit asam, pH sekiter
6,3-6,5. Bila air yang digunakan ber-pH netral atau basa(pH 7,8-8,0), tambah kan sodium
biphosphate yang dapat dibeli di toko kimia dalam bentuk bubuk atau cairan. Dosis yang di gunakan
1 tetes/15 liter air. Selain itu, dapat juga menggunakan tetra Black water yang berbentuk cairan
berwarna kecokelatan dengan takaran 1 tetes/7 liter air.
Pakan yang dapat menambah cemerlangnya warna ikan yaitu pelet atau cacing super beku yang
mengandung spirullina. Banyaknya pakan yang diberikan adalah satu kotak takar cacing super beku
untuk 3 kali makan mas koki berukuran medium.
Gambar.2.8.2 Cacing super beku
Pemberian pakan mas koki yang sudah berukuran mediun ke atas tidak dapat secara adlibitum dan
tidak dapat hanya di beri makan satu kali sehari. Pemberian pakan dilakukan setiap 2-3 jam sekali
dengan takaran sedikit. Mas koki ukuran large (8-10cm) dapat diberi pakan berupa cacing super
beku satu kotak takar untuk satu kali makan dan ditambah 15 butir pelet. Untuk mas koki ukuran
extra large(10,5-12,5 cm) diberikan 1,5 kotak takar cacing super beku ditambah 25 butir pelet tetra
gold medal,Fwusow beauty, atau izeki jombo, diberi 2 kotak takar cacing super beku ditambah 35-
50 butir pelet setiap pemberian.

H. CIDERA DAN PENYAKIT PADA MAS KOKI


Mas koki termasuk ikan yang rentan terhadap serangan penyakit. Selain itu, ikan ini juga mudah
terkena stres yang di sebabkan oleh perjalanan jauh dan perubahan suhu air. Agar maskoki tetap
prima, lakukan pencegahan sebelum penyakit terlanjur parah.
1. CEGAH PENYAKIT DENGAN MENJAGA KONDISI AIR DAN KENERSIHAN PAKAN
Pakan yang rentan membawa bibit penyakit adalah pakan alami atau pakan hidup, seperti cacing
sutera, larva nyamuk, atau kutu air. Dapat juga berasal dari pakan olahan seperti cacing beku. Tidak
dapat dipungkiri semua jenis pakan alami tersebut diambil dari perairan yang kotor. Cacing sutera
diambil dari endapan lumpur di sungai . Larva nyamuk dan kutu air di ambil dari genangan air
limbah kotor. Cacing beku juga di ambil dari genangan air atau saluran air yang keadaannya juga
kotor. Walaupun sudah dibekukan, tetapi bila tidak dibersihkan terlebih dahulu, cacing beku ini
mengandung aneka jenis bakteri karena spora jamur atau kista bakteri tidak mudah mati pada suhu
yang dingin. Oleh sebab itu, semua jenis pakan alami tersebut harus melalui proses pembersihan
terlebih dahulu sebelum dijadikan pakan untuk mas koki.
Bila membeli mas koki dari luar kota, usahakan mas koki tersebut telah didatangkan lebih dari
satu Minggu. Jangan membeli yang baru datang karena mas koki tersebut sedang stres. Stres
tersebut di akibatkan karena perjalanan yang jauh dan perubahan suhu air. Mas koki menghendaki
suhu air berkisar 18-21°C. Untuk perubahan suhu sekitar 1-2 °C, mas koki membutuhkan waktu
beradaptasi 5-6 jam. Pada masa adaptasi, mas koki rentan terhadap serangan berbagai penyakit
sehingga hanya mas koki yang bersifat kuat saja yang dapat bertahan. Penyakit yang paling ditakuti
adalah penyakit ingsang yang membuat mas koki menjadi sulit bernafas dan menimbulkan
kematian. Untuk mengantisipasi keadaan tersebut, teteskan larutan antistres tetra aquasafe kedalam
akuarium dengan dosis 1 tetes05 liter air. Untuk perlindungan terhadap serangan penyakit, larutkan
Rot stop, Dactylo shower atau tetra medica contra spot dengan dosis 1 tetes/5 liter air.
Untuk menjaga kebersihan air, sebaiknya gunakan akuarium likuid filter yang mampu
membersihkan kotoran di dalam akuarium. Untuk beberapa jenis mas koki seperti ryukin tossa, red
cap Oranda, dan red Oranda, penempatan akuarium di dalam rumah yang tidak terkena sinar
matahari akan menurunkan kesehatannya karena suhu air yang ideal berkisar 23-25°C. Selain sinar
matahari untuk menghangatkan air, dapat pula digunakan heater pemanas air.

2. KENALI JENIS PENYAKIT DAN TEKNIK PENGOBATANNYA


1. White spot
Mas koki gatal karena terserang cendawan putih kapas yang lazim disebut White spot. Gejala
awalnya, mas koki berenang seperti tersentak- sentak, sirip terkulai dan tubuh di bentur- berturkan
ke dinding akuarium. Bila diperhatikan, pada bagian tubuhnya terdapay butiran kecil seperti serbuk
garam. Sekitar 2-3 hari kemudian, tubuh dan sirip maskoki dipenuhi bintik- bintik putih. Penyebab
penyakit ini adalah parasit icthtiopthirius. Parasit golongan ciliata ini hidup di air ber- pH rendah
dan kotor. Penyebab penyakit ini ternbawa kedalam akuarium bersama pakan segar, seperti larva
nyamuk atau kutu air. Sporanya melekat ditubuh larva atau mengapung di air bersama kutu air.
2. Velvet
Melihat gejala dan kondisi fisiknya, dapat dipastikan maskoki sudah terserang penyakit velvet.
Gejala awal penyakit ini mirip dengan penyakit White spot. Tahap selanutnya, lendir di bagian tubuh
terlepas, warna mas koki menjadi pudar, kesulitan bernafas, dan mas koki pun mati. Penyebab
penyakit ini adalah parasit Oodinium pillularis dari famili dinoflagellate. Ukuran tubuhnya sangat
kecil, 50-70 mikron. Hidup dan berkembangbiakannya di air keruh. Bibit penyakit terbawa oleh
cacing sutera, cacing super, larva, atau kutu air.
Mas koki yang telah sakit dapat diobati dengan cara sebagai berikut. Tetes obat antibakteri cair
seperti super internal, tetra medicacontraspot, ataurot stop yang mengandung formaldehyde dengan
dosis satu tetes/ 2 liter air. Biarkan maskoki terendam selama 1-2 hari, kemudian air dikuras habis.
Bila terlihat parasit masih melekat maka pengobatan dapat diulangi. Penyakit velvet ini juga dapat
diberantas dengan furazan gold dan tetra siklin yang digunakan 1 butir kapsul dilarutkan dalam air 1
sendok makan. Selanjutnya,3 tetes larutan dalam tetrasiklin tersebut dicampurkan dalam ½ cangkir
air. Selanjutnya,2 tetes larutan berwarna kuning digunakan untuk 1 liter air. Biarkan mas koki
terendam selama 24 jam. Kemudian, air diganti dengan air yang baru. Bila penyakit belum terlanjur
parah, dalam waktu 2 hari mas koki sudah sembuh.
3. Argullus indicus
Benda yang melekat di sirip atau tubuh mas koki itu adalah Argullus indicus, kutu air parasit
golongan udang renik, famili Copepoda. Tubuhnya berbentuk bulat seperti kura-kura berwarna hijau
muda transparan. Kutu air parasit ini mengisap darah mas koki. Mas koki yang terserang menjadi
liar dan kehilangan nafsu makan. Pada akhirnya mas koki dapat mengalami kematian. Kutu terbawa
ke dalam kolam atau akuarium bersama larva nyamuk atau kutu air. Sering pula, kutu terbawa
masuk oleh mas koki yang baru di beli.
Cara mengatasi kutu Argullus ini dengan menangkap ikannya dan membuanh kutu satu per satu
menggunakan pinset. Kutu yang sudah terlepas dari tubuh ikan segera dihancurkan. Ikan yang telah
dibersihkan dari kutu di masukkan ke dalam wadah lainnya yang telah ditetesi blitz City dengan
dosis 1 tetes/2 liter air untuk mencegah masuknya bibit penyakit kedalam wadah. Selain itu, dapat
juga digunakan bubuk abate berbahan aktif phenelene phosphorothioate 1% yang dilarutkan dalam
waktu 1jam, kutu air yang melekat di tubuh mas koki akan terlepas semua dan mati karena kesulitan
bernapas. Pernapasan mas koki tidak terganggu karena abate hanya efektif membunuh insekta yang
bernapas dengan trakea. Agar mas koki tidak stres, larutkan tetra aquasafe dengan takaran 1 tetes/ 5
liter air.
4. Cacing jangkar (larnaea cyprinacea)
(Benda yang melekat tersebut adalah jasad renik yang disebut anchor worm atau cacing jangkar
(larnaea cyprinacea) , famili copepoda. Tibuhnya panjang sekitar 0,5 mm, berwarna kelabu dan
berbentuk seperyi larva nyamuk. Dibagian ujung tubuhnya ada dua buah sungut yang sebenarnya
adalah kantung telur. Cara mengatasi serangan cacing jangka ini dengan memotong tubuh cacing
yang menjorok keluar dengan gunting yang tajam atau mencabut cacing dengan pinset.
5. fin rot dan tail rot
Sirip ekor yang tiba – tiba rusak seperti terpotong disebabkan oleh bakteri Vibrio sp. Dan
Pseudomonas sp. Penyakit ini disebut fin rot dan tail rot. Bila tidak segera diobati, sirip bertambah
rusak parah dan putus serta pada akhirnya mas koki akan mati. Penyakit ini berkembang pesat di air
yang keruh dan menyerang mas koki yang daya tahan tubuhnya menurun, misalnya stres karena
suhu udara yang tinggi atau kekurangan oksigen.
Penanggulangan penyakit ini hanya dengan cara mengontrol suhu air dan menjaga kebersihan air
agar mas koki tidak stres. Bila terlihat ada gejala mas koki terserang bakteri, sekitar 2-3 bagian air
diganti dengan air yang baru dan biberi obat antibiotik seperti rot stop dan blit Icth.
6. cacing trematoda
Mas koki dapat terserang penyakit ingsang cacing golongan trematoda yang bernama
Dactylogyrus sp. Cacing ini terbawa pakan segar seperti cacing sutera, cacing super, dan jentik
nyamuk yang kurang higienis. Mengobati penyakit ini cukup sulit. Sering kali pada saat pengobatan,
mas koki sudah mati terlebih dahulu. Pencegahan terhadap serangan penyakit ini adalah
mencucihamakan pakan sebelum diberikan pada mas koki.

7. Diare
Mas koki dapat terserang penyakit diare. Bila dalam waktu 2 hari kondisi tubuhnya tidak
berubah drastis, seperti berenang tidak terhuyung- huyung, malas makan, dan sisik di perut agak
menonjol, mas koki terebut hanya terserang penyakit diare ringan yang disebabkan oleh pakan yang
tidak cocok. Solusinya segera ganti jenis pakan dengan pakan lainnya.
8. Bercak merah
Kematian mas koki yang begitu cepat, dapat dipastikan mas koki terserang penyakir bercak
merah yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas sp. Gejala awalnya ditandai dengan terlepasnya
lendir dari tubuh mas koki. Selanjutnya, kondisi fisik mas koki menurun drastis, gerakan menjadi
lamban dan napas nya tersengal- sengal. Pada bagian tubuh, terlihat bercak-bercak merah. Tidak
lama kemudian mas koki pun mati. Aeromonas sp adalah bakteri paling ganas yang menyerang mas
koki karena mudah menular, dapat menyerang mas koki dalam jumlah yang banyak, dan jarang ada
mas koki yang bertahan hidup. Umumnya dalam waktu 2-3 hari akan mati.
Penyebab serangan penyakit bercak merah karena kondisi air yang kurang bersih, kandungan
nitrit tinggi, dan kandungan oksigen rendah. Agar bakteri tersebut tidak menyerang, jaga kebersihan
air dengan mengaktifkan filter sirkulator. Untuk meningkatkan oksigen terlarut dalam air. Sementara
untuk mengontrol kadar nitrit, larutkan super clean C atau tetra Black water dengan dosis 1 tetes/ 5
liter air
9. Infeksi Kuman
Penyakit yang disebut infeksi kuman ini penyebabnya adalah protozoa myxobolus dan protozoa
thelohanellus. Kedua jasad renik bersel tunggal ini menyerang mas koki di tempat yang berbeda.
protozoa myxobolus menyerang lembar ingsang cirinya pada ingsang ada bintik berwarna putih
kemerahan. Yang membuat mas koki sulit bernapas dan mati. protozoa thelohanellus menyerang
tubuh bagian luar. Tubuh yang terserang akan terjadi pembengkakan memanjang, terkadang hanya
berbentuk benjolan berwarna putih. Mas koki akan menjadi stres berat, pergerakkannya lambat,
hilang nafsu makan. Bila pembengkakan sudah menyebar ke daerag perut,mas koki dengan segera
akan mati.
Penyakit ini juga sangat menular bila dikolam mas koki ada mas koki yang mati dengan gejala
yang sama mka iakn mas koki yang masih hidup pun mati satu per satu.Penyakit ini belum ada cara
pengobatan yang efektif, tetapi bisa dilakukan pencegahan dengan cara menjaga kebersihan pakan
segar nya.

I. PEMBENIHAN DAN PEMBESARAN MAS KOKI


Mas koki merupakan salah satu ikan hias yang banyak peminatnya. Mas koki mudah untuk
dibudidayakan, asal didukung dengan ketersediaan lahan, sumber air yang berkualitas, dan
keberadaan pakan tang tersedia setiap saat. Berdasarkan kebutuhan pasar, calon induk di pilih dari
strain yang sedang populer agar anak yang dihasilkan mudah dipasarkan.
1. Memanfaatkan Lahan Untuk Pembenihan Mas Koki
Sebaiknya kolam di buat di tempat terbuka agar air terkena sinar matahari langsung. Selain itu,
kolam dibuat dengan batu bata gr lebih kuat dan tahan lama. Namun, batako kapur pun dapat
digunakan, tetapi tidak dianjurkan. Lahan bebatuan sangat baik untuk lokasi kolam karena tanahnya
padat sehingga kolam tidak mudah retak.
Untuk beternak maskoki dibutuhkan kolam induk, kolam pemijahan, dan kolam pembesaran
burayak. Kolam induk minimal dua buah berukuan masing- masing 200cm x 200cm x 50cm. Kolam
pertama di isi calon induk betina, sedangkan kolam kedua di isi dengan calon induk jantan. Ukuran
kolam pemijahan yaitu, 100cmx100cmx 50cm. Kolam pembesaran berukuran 500cm x 500cm x 50
cm. Setiap kolam dilengkapi dengan sarana untuk mengeluarkan air kotor dan memasok air yang
baru.
2. Memilih Calon Induk Yang Sehat Dan Produktif
Untuk membedakan antara maskoki jantan dan betina tidaklah sulit. Pada dasarnya ada dua
cara yang dapat di pilih. Pertama dengan melihan bentuk organ reproduksinya dana kedua melalui
tanda yang ada pada siripnya. Untuk mengenali perbedaan organ reproduksinya, mas koki haris
ditangkap dan di buat terlentang ,. Bila organ reproduksinya berbentuk oval dan kecil, mas koki
tersebut berkelamin jantan. Namun, bila organ reproduksinya berbentuk bulat san sedikit menonjol,
dapat dipastikan mas koki berjenis kelamin betina. Adapun mengenali jenis kelamin melalui
siripnya dengan memperhatikan sirip keseimbangan di bagian depan yang juga berfungsi sebagai
sirip ingsang. Bila tulang siripnya besar dan pada bagian pangkalnya ada beberapa benjolan kecil
berwarna putih maskoki nya berkelamin jantan karena betina tidak ada tanda tersebut. Tulang sirip
jantan lebih tebal dibandingkan dengan betina.
Untuk mendapatkan calon induk yang baik dan berkualitas dapat dengan membeli dari peternak
besar yang produksinya berkualitas baik. Sekalipun harganya mahal, tetapi kualitas anak yang
dihasilkan memuaskan. Bila menghendaki yang berharga sedikit lebih murah maka pilihlah calon
induk yang umurnya muda. Namun, tidak dianjurkan memilih induk yang diperjualbelikan di
pedagang ikan hias karena biasanya induk teserbut tidak produktif lagi, kurang subur, atau telurnya
sulit menetas. Penyebabnya adalah umur induk melampaui batas produktivitas atau induk terserang
penyakit pada organ reproduksinya.
Menyilangkan kedua strain yang berbeda tidak dianjurkan karena anak yang dihasilkan tidak
berkualitas dan sulit dipasarkan. Namun,perkawinan silang dapat saja dilakukan dalam kurun waktu
yang lama untuk menghasilkan bentuk tubuh yang menarik atau variasi warna yang funtastik.
Mas koki sudah matang kelamin pada umur 5-6 bulan, tetapi telur yang dihasilkan berjumlah
sedikit, berukuran kecil, dan berayaknya berkualitas rendah. Selain itu, burayak menjadi rentan
terhadap serangan penyakit dan perkembangan tubuh lambat. Dengan demikian, umur mas koki
yang ideal untuk dijadikan induk adalah 1,5-3,5 tahun agar burayak yang dihasilkan cepat besar dan
tahan terhadap serangan penyakit.
Untuk mengetahui maskoki betina sudah matang kelamin,perhatikan perut dan organ
reproduksinya . bila kloakanya tampak melebar, perut membesar, dan perut terasa lembek bila
pipegang,maka maskoki tersebut sudah siap bertelur. Sementara pada jantan terlihat ada bebjolan
putih pada sirip insangnya yang tampak jelas.
Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mas dilakukan setelah telur-telur hasil pemijahan
menetas. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan (luas 200-500 meter persegi) yang sudah
siap menerima anak ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari
ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk sesuai ketentuan. Begitu pula dengan pemberian
pakan untuk bibit diseuaikan dengan ketentuan. Pendederan ikan mas dilakukan dalam beberapa
tahap, yaitu:
Tahap I: umur benih yang disebar sekitar 5-7 hari(ukuran1-1,5 cm); jumlah benih yang
disebar=100-200 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 2-3 cm.
Tahap II: umur benih setelah tahap I selesai; jumlah benih yang disebar=50-75 ekor/meter
persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 3-5 cm.
Tahap III: umur benih setelah tahap II selesai; jumlah benih yang disebar=25-50 ekor/meter
persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 5-8 cm; perlu penambahan makanan
berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.
Tahap IV: umur benih setelah tahap III selesai; jumlah benih yang disebar=3-5 ekor/meter
persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 8-12 cm; perlu penambahan makanan
berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.
Perlakuan dan Perawatan Bibit
Apabila benih belum mencapai ukuran 100 gram, maka benih diberi pakan pelet 2 mm sebanyak 3
kali bobot total benih yang diberikan 4 kali sehari selama 3 minggu.
3. Pemeliharaan Pembesaran
Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur.
Polikultur
ikan mas 50%, ikan tawes 20%, dan mujair 30%, atau
ikan mas 50%, ikan gurame 20% dan ikan mujair 30%.
Monokultur
Pemeliharaan sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik dibandingkan dengan polikultur dan pada
sistem ini dilakukan pemisahan antara induk jantan dan betina.
Pemupukan
Pemupukan dengan kotoran kandang (ayam) sebanyak 250-500 gram/m 2 , TSP 10 gram/m 2 , Urea
10 gram/m 2 , kapur 25-100 gram/m 2 . Setelah itu kolam diisi air 39\0-40 cm. Biarkan 5-7 hari.
Dua hari setelah pengisian air, kolam disemprot dengan insektisida organophosphat seperti
Sumithion 60 EC, Basudin 60 EC dengan dosis 2-4 ppm. Tujuannya untuk memberantas serangga
dan udang-udangan yang memangsa rotifera. Setelah 7 hari kemudian, air ditinggikan sekitar 60 cm.
Padat penebaran ikan tergantung pemeliharaannya. Jika hanya mengandalkan pakan alami dan
dedak, maka padat penebaran adalah 100-200 ekor/m 2 , sedangkan bila diberi pakan pellet, maka
penebaran adalah 300-400 ekor/m 2 (benih lepas hapa). Penebaran dilakukan pada pagi/sore hari
saat suhu rendah.
Pemberian Pakan
Dalam pembenihan secara intensif biasanya diutamakan pemberian pakan buatan. Pakan yang
berkualitas baik mengandung zat-zat makanan yang cukup, yaitu protein yang mengandung asam
amino esensial, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Perawatan larva dalam hapa sekitar 4-5
hari. Setelah larva tidak menempel pada kakaban (3-4 hari kemudian) kakaban diangkat dan
dibersihkan. Pemberian pakan untuk larva, 1 butir kuning telur rebus untuk 100.000 ekor/hari.
Caranya kuning telur dibuat suspensi (1/4 liter air untuk 1 butir), kuning telur diremas dalam kain
kemudian diberikan pada benih, perawatan 5-7 hari.
Pemeliharaan Kolam/Tambak
Dalam hal pemeliharaan ikan mas yang tidak boleh terabaikan adalah menjaga kondisi perairan agar
kualitas air cukup stabil dan bersih serta tidak tercemari/teracuni oleh zat beracun.

J. Merawat Calon Induk Sebelum Di Pijahkan


Calon induk jantan dan betina yang terpilih di pelihara dalam akuarium yang terpisah agar tidak
terjadi perkawinan yang tidak di inginkan. Pemeliharaan terpisah juga memudahkan perawatan
karena pakan yang diberikan untuk calon induk betina berlainan dengan calon induk jantan. Dalam
pemeliharaan 10 ekor calon induk yang terdiri dari 5 ekor betina dan 5 ekor jantan dibutuhkan
akuarium berukuran 100cm x 70cm x 50cm . Sementara lamanya perawatan tergantung dari umur
calon induk itu sendiri karena calon induk yang baik berumur minimal 1,5 tahun.
Pakan yang baik untuk calon induk betina adalah jentik nyamuk yang sudah di sucuhamakan.
Untuk calon induk jantan dapat diberi cacing super (blood worm) segar. Dan sebaiknya pemberian
makan 3-6 kali sehari
K. Habitat Mas Koki
Selain sebagai penghias akuarium, tanaman air yang tersusun rapi juga sebagai pemasok
oksigen di siang hari. Daunnya yang rimbun berfungsi sebagai penahan kotoran kecil. Tanaman air
juga dapat menguraikan hasil metabolisme amoniak dan nitrit menjadi senyawa organik yang tidak
berbahaya bagi mas koki. Beberapa jenis tanaman air yang lazim digunakan sebagai penghias
akuarium maskoki, antapa lain cacomba caroliniana,Eoedea densa, dan echino dorus amazonicus.
Bentuk daun dan tinggi ketiga tanaman tersebut berlainan.
Bebatuan yang dihamparan didasar akuarium berfungsi sebagai peredam kotoran kecil sehingga
kotoran tidak melayang- layang di dalam air. Bebatuan juga sebagai pelindung tanaman agar tidak
dengan mudah dicabut akar- akarnya saat disantap maskoki. Menyusun bebatuan dengan posisi
yang tidak sama tinggi dan setiap gundukan batuan ditanami sekelompok tanaman air membuat
suasana di dalam akuarium menjadi lebih hijau dan alami. Untuk kolam, bak fiber, atau kontainer
kecil, fungsi bebatuan tidak semaksimal di akuarium. Beberapa batuan tersebut hanya berfungsi
sebagai peredam kotoran agar tidak melayang- layang di dalam air.

1. Sediakan Air Yang Berkualitas


Sekalipun air sungainya jernih, tetapi air sungai banyak mengandung mineral, S, dan pHnya
rendah disebabkan oleh endapan kotoran dasar sungai. Oleh karena itu, dalam pemeliharaan
maskoki air sungai tidak dapat langsung digunakan, tetapi perlu ditampung terlebih dahulu.
Selanjutnya, air diaerasi selama 4-6 jam untuk membantu mempercepat proses difusi oksigen dalam
air, mempercepat S dan karbondioksida, serta meningkatkan pH air. Cara lain untuk menaikkan pH
air dengan membubuhkan sodium bikarbonat. Zat kimia aktif ini dapat di beli di toko kimia dengan
pilihan bubuk atau cair.
Kolrin termasuk salah satu zat kimia. Bila dalam konsentrasi tinggi, klorin dapat membunuh
maskoki. Penggunaan klorin dalam air PAM atau air ledeng adalah sebagai anti bakteri. Agar air
PAM aman digunakan untuk pemelihara maskoki, kandungan klorinnya harus dihilangkan terlebih
dahulu. Untuk menghilangkan klorin, gunakan antiklorin yang mengandung sodium thiosulfate
dengan takaran setu tutup botol antiklorin untuk 9 litter air. Selanjutnya, air diaerasi selama 6jam
untuk mempercepat proses penguapan klorin. Selain itu, dapat juga digunakan super chlorplus
dengan dosis 1 butir untuk 4,5 liter air, kemudian air diaerasi selama 3-4 jam. Adapun cara termudah
menghilangkan klorin tanpa antiklorin yaitu dengan cara menjemur air ledeng yang sudah
ditampung selama 3-4 hari. Sebagai indikator bahwa air sudah bisa dipakai untuk pemeliharaan
maskoki, masukkan satu ekor ikan mas atau komet ukuran kecil kedalam air. Bila ikan tersebut
berenang dengan tenang di dasar wadah, berarti air sudah siap untuk dipakai.
Air payau kadar garamnya tinggi. Pada umumnya, kondisi air seperti ini diperoleh dari air tanah
yang sumber airnya berdekatan dengan laut. Air payau dapat juga digunakan untuk memelihara
maskoki. Namun, air tersebut harus melalui proses pengurangan kadar garam yang terlarut dalam
air.
Tampung air didalam wadah berkapasitas 500-1000 litter sebanyak tiga per empay tinggi wadah.
Selanjutnya, tuangkan air PAM sampai qadah penampung penuh dan masukkan amonia cholamine
sebanyak 500ml. Aduk hingga rata dan biarkan selama 1-2 jam. Dapat juga digunakan super
chorplus sebanyak 10 butir yang dimasukkan langsung ke dalam wadah. Adapun, untuk
meningkatkan kandungan oksigen terlarut, gunakan oxydan, lalu air diaerasi selama 12 jam.
Sekalipun air tanah yang baru diambil terlihat jernih, tetapi air tanah pada umumnya
mengandung S tinggi dan kandungan oksigen terlarutnya rendah. Untuk itu, air perlu ditampung
terlebih dahulu., kemudian diaerasi selama 2-4 jam untuk mempercepat proses difusi oksigen dalam
air, mempercepat penguapan S dan karbondioksida. Untuk menetralkan pH dan menghilangkan stres
pasa maskoki, teteskan cairan tetra Aquasafe, Iseki oxydan dengan dosis 1 tetes untuk 5 liter air.
Mas koki dapat hidup tenang dan sehat pada suhu air antara 18- 21° C karena berasal dari daerah
subtropis atau beriklim sejuk. Bila maskoki dipelihara di daerah tropis, harus diajarkan beradaptasi
terlebih dahulu di tempat yang baru. Sarana pendukung yang harus dimiliki adalah termometer
sebagai pengulur suhu air. Letakkan termometer tersebut pada akuarium atau tenggelamkan di
kolam. Perhatikan angka termometer, bila angka termometer menunjukkan 23-24° C segera
masukkan batu es dan biarkan sampai mencair, Namun, jika sudah menunjukkan 22°C, jangan
tambahkan lagi batu esnya. Lakukan selama satu Minggu sekali sampai mas koki terbiasa dengan
suhu air 23-24°C. Selain itu, akuarium auat kontainer mini juga harus diletakkan di tempat yang
tidak terkena sinar matahari langsung agar suhu air tidak berubah drastis.
Air yang agak keruh dapat di jernihkan dengan pasta penjernih yang mengandung kalium sulfat
kalsium hipoklorit. Dosis yang digunakan setengah sendok makan untuk 100 liter. Caranya, pasta
langsung dilarutkan kedalam air, lalu diaduk sampai terlihat air berubah menjadi putih keruh dan
agak berbusa. Biarkan selama 2-3 jam, air pun akan menjadijernih. Dapat juga digunakan polituck-
Izekinyang sekalius dapat mencerahkan warna maskoki.

K. MARKETING
1. Pemanenan Benih
Sebelum dilakukan pemanenan benih ikan, terlebih dahulu dipersiapkan alat-alat tangkap
dan sarana perlengkapannya. Beberapa alat tangkap dan sarana yang disiapkan diantaranya keramba,
ember biasa, ember lebar, seser halus sebagai alat tangkap benih, jaring atau hapa sebagai
penyimpanan benih sementara, saringan yang digunakan untuk mengeluarkan air dari kolam agar
benih ikan tidak terbawa arus, dan bak-bak penampungan yang berisi air bersih untuk penyimpanan
benih hasil panen. Panen benih ikan dimulai pagi-pagi, yaitu antara jam 04.00–05.00 pagi dan
sebaiknya berakhir tidak lebih dari jam 09.00 pagi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terik
matahari yang dapat mengganggu benih ikan kesehatan tersebut. Pemanenan dilakukan mula-mula
dengan menyurutkan air kolam pendederan sekitar pkul 04.00 atau 05.00 pagi secara perlahan-lahan
agar ikan tidak stres akibat tekanan air yang berubah secara mendadak. Setelah air surut benih mulai
ditangkap dengan seser halus atau jaring dan ditampung dalam ember atau keramba. Benih dapat
dipanen setelah dipelihara selama 21 hari. Panenan yang dapat diperoleh dapat mencapai 70-80%
dengan ukuran benih antara 8-12 cm.
Cara Perhitungan
Benih Untuk mengetahui benih ikan hasil panenan yang disimpan dalam bak penyimpanan maka
sebelum dijual, terlebih dahulu dihitung jumlahnya. Cara menghitung benih umumnya dengan
memakai takaran, yaitu dengan menggunakan sendok untuk larva dan kebul, cawan untuk
menghitung putihan, dan dihitung per ekor untuk benih ukuran glondongan. Penghitungan benih
biasanya dengan cara:
 Penghitungan dengan sendok.
 Penghitungan dengan mangkok.
 Pembersihan
Pada umumnya, dasar kolam pendederan sudah dirancang miring dan ada saluran di tengah
kolam, selain itu pada dasar kolam tersebut ada bagian yang lebih dalam dengan ukuran 1-2 meter
persegi sehingga ketika air menyurut, maka benih ikan akan mengumpul di bagian kolam yang
dalam tersebut. Benih ikan lalu ditangkap sampai habis dan tidak ada yang ketinggalan dalam
kolam. Benih ikan tersebut semuanya disimpan dalam bak-bak penampungan yang telah disiapkan.
Pemanenan Hasil Pembesaran
Untuk menangkap/memanen ikan hasil pembesaran umumnya dilakukan panen total. Umur ikan
mas yang dipanen berkisar antara 3-4 bulan dengan berat berkisar antara 400-600 gram/ekor. Panen
total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm. Petak
pemanenan / petak penangkapan dibuat seluas 2 meter persegi di depan pintu pengeluaran (monnik),
sehing
ga memudahkan dalam penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas
dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan secepatnya dan hati-
hati untuk menghindari lukanya ikan.

Pascapanen
Penanganan pascapanen ikan mas dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan
segar.
1. Penanganan ikan hidup
Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal
yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan
sehat antara lain:

1. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.


2. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
3. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.
2. Penanganan ikan segar
Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan
untuk mempertahankan kesegaran antara lain:
1. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
2. Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
3. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam
perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk
pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak
maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.
4. Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es
berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan erbandingan jumlah es dan ikan=1:1.
Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini
setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding
kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.
3. Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:
1. Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah
itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba
(sistem terbuka).
2. Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta
bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi
semalam.
3. Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat
pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan
dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak
pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5
cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
4. Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian,
yaitu:
 Sistem terbuka
Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu
yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15
liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.
 Sistem tertutup
Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5
jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5
liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.H2O sebanyak 9 gram.
Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:

1. masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;


2. hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
3. alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3
volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2);
4. kantong plastik lalu diikat.
5. kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau
ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi
0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:

1. Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).
2. Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi
sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.
3. Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1- 2 menit.
4. Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan
secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-
turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau
formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.
5. Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.E Analisis Ekonomi
Budidaya

1. Analisis Usaha Budidaya


Analisis budidaya ikan mas koki dengan luas lahan 70 m 2 (kapasitas 1000 ekor) selama 7
bulan pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat.
1. Biaya produksi
1. Sewa dan pembuatan kolam Rp. 1.500.000,-
2. Benih ikan 1.000 ekor, @ Rp.100,- Rp. 100.000,-
3. Pakan
 Cacing rambut 150 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 225.000,-
 Pelet udang 10 kg @ Rp. 9.500,- Rp. 95.000,-
 Tepung jagung 50 kg @ Rp. 1.500,- Rp. 75.000,-
 Ganti air 7 bulan x 4 x2 @ Rp. 5.000,- Rp. 140.000,-
 Tenaga kerja 28 minggu @ Rp.10.000,- Rp. 280.000,-
 Obat-oabatan Rp. 10.000,-
4. Peralatan Rp. 50.000,-
5. Lain-lain Rp. 150.000,-
Jumlah biaya produksi Rp. 2.625.000,-
2. Pendapatan

1. Panen I (2 bulan) 400 ekor @ Rp.1.000,- Rp. 400.000,-


2. Panen II (4 bulan) 250 ekor @ Rp. 3.000,- Rp. 750.000,-
3. Panen III ( 2 bulan) 250 ekor @ Rp. 10.000,- Rp. 2.500.000,-
Jumlah pendapatan Rp. 3.650.000,-
3. Keuntungan dalam 7 bulan Rp. 1.025.000,- --> Keuntungan per bulan Rp. 146.425,-
4. Parameter kelayakan usaha : B/C ratio 1,39
2. Gambaran Peluang Agribisnis
Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan
buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi
pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya
yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam
hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan
budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal
pasaran lokal akan ikan mas dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun
dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke
tahun. Apabila pasaran lokal ikan mas mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh
terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu
penjualan benih ikan mas boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik.
Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran
lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.

PENGOLAHAN IKAN MAS KOKI


Pada waktu ini hasil pengolahan dari ikan mas koki belum ada dikarenakan ikan tersebut bukan
ikan konsumsi melainkan ikan hias di mana sebagian besar ikan mas koki dibudidayakan dengan
tujuan hobi ataupun sebagai ikan penghias ruangan.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Sebenarnya ikan mas koki ini bukanlah suatu ikan yang sulit untuk dibudidayakan ataupun
dipelihara. Asal tahu cara yang baik dan tepat dalam memeliharanya, seperti kadar air, luas
akuarium yang tepat, dan pakan yang sehat dan berkualitas. Di samping itu kita perlu mengetahui
jenis penyakit, gejalanya, dan cara penanggulangannya agar mas koki yang di pelihara tidak mati
dengan percuma.
Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut maka dengan mudah mengembangbiakan mas
koki dan mendapatkan mas koki yang indah dan berkualitas.

B. SARAN
Sebenarnya ikan mas koki ini merupakan akan yang begitu manja. Yang mesti selalu
diperhatikan setiap jam nya, baik pakan, dan kaondisi air nya. Oleh karena itu, yang terpenting
adalah menjaga kebersihan air, kondisi air, serta pakannya.
DAFTAR PUSTAKA

Cahyaningsih, S. C. Dkk. 2006. Petunjuk Teknis Produksi Pakan Alami. Departemen kelautan dan
Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Balai Budidaya Air Payau Situbondo.
Manoppo, H. 1995. Parasit dan Penyakit Ikan. Fakultas Perikanan. Unsrat – Manado.
Afrianto,E dan Liviawati. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Jakarta: Kanisius.
Martasuta, Nancy. 2003. Demam Ranchu di Negeri Siam. Trubus.
Hisomudin dan Bambang Eka Perkasa. 2003. Permasalahan Mas koki. Jakarta: Penebar Swadaya.
_________ . 2003. Merah Putih Corak Ranchu. Trubus