Anda di halaman 1dari 97

i

ANALISA PENYEBAB KERUSAKAN PARKING BRAKE


SOLENOID PADA UNIT DUMP TRUCK HD785-7 KOMAT’SU
DI PT. UNITED TRACTORS TBK, SITE BHARINTO
EKATAMA, MELAK

TUGAS AKHIR

WAHYUDIN
NIM : 150309265491

PROGRAM STUDI ALAT BERAT


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN
BALIKPAPAN
2018
ii

ANALISA PENYEBAB KERUSAKAN PARKING BRAKE


SOLENOID PADA UNIT DUMP TRUCK HD785-7 KOMAT’SU
DI PT. UNITED TRACTORS TBK, SITE BHARINTO
EKATAMA, MELAK

TUGAS AKHIR

KARYA TULIS INI DIAJUKAN SEBAGAI SALAH SATU SYARAT


UNTUK MEMPEROLEH GELAR AHLI MADYA DARI
POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN

WAHYUDIN
NIM : 150309265491

PROGRAM STUDI ALAT BERAT


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI BALIKPAPAN
BALIKPAPAN
2018

ii
iii

LEMBAR PENGESAHAN

ANALISA PENYEBAB KERUSAKAN PARKING BRAKE


SOLENOID PADA UNIT DUMP TRUCK HD785-7 KOMAT’SU
DI PT. UNITED TRACTORS TBK, SITE BHARINTO
EKATAMA, MELAK

Disusun Oleh :
WAHYUDIN
NIM : 150309265491

Jurusan Teknik Mesin Program Studi Alat Berat

Pembimbing I Pembimbing II

Ida Bagus Dharmawan, S.T.,M.Si Basri Dahlan S.Ag., M.Pd.I


NIP. 197412312007011181 NIP. 19710827 20070 1 025

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Mesin
Program Studi Alat Berat

Zulkifli,S.T.,M.T
NIP. 19850828 2014041 003

iii
iv

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini :


Nama : Wahyudin
Tempat/Tgl lahir : Purbalingga, 05 Januari 1997
NIM : 150309265491

Menyatakan bahwa tugas akhir yang berjudul “ANALISA PENYEBAB


KERUSAKAN PARKING BRAKE SOLENOID PADA UNIT DUMP TRUCK
HD785-7 KOMATSU DI PT. UNITED TRACTORS SITE BHARINTO
EKATAMA, MELAK” adalah bukan merupakan hasil karya tulis orang lain, baik
sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam kutipan yang kami sebutkan
sumbernya.
Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya apabila
pernyataan ini tidak benar maka kami bersedia mendapatkan sanksi akademis.

Balikpapan, 23 Juli 2018


Mahasiswa,

WAHYUDIN
NIM : 150309265491

iv
v

MOTO DAN PERSEMBAHAN

“BERKREASI UNTUK MENGINSPIRASI DALAM CINTA MENGGAPAI CITA.”

Karya ilmiah ini kupersembahkan kepada

Bapak dan Ibu tercinta

Budi Suwanto dan Nahyati

Kakak-kakakku yang kusayangi

Slamet R, Mujiono, Tri Muji Ani, Anton Teguh P dan Titin Rahayu

Saudara Keluarga yang memberikan jalan perjuanganku

Rustini, Waryono, Kartinem dan Guntur Wardoyo

Seluruh Dosen dan Staff Teknik Mesin Alat Berat

POLITEKNIKNEGERI BALIKPAPAN

v
vi

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS


AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Sebagai civitas akademis Politeknik Negeri Balikpapan, saya yang bertanda
tangan dibawah ini :
Nama : Wahyudin
NIM : 150309265491
Jurusan : Teknik Mesin
Program Study : Alat Berat
Judul Tugas Akhir : ANALISA PENYEBAB KERUSAKAN
PARKING BRAKE SOLENOID PADA UNIT
DUMP TRUCK HD785-7 KOMATSU DI PT.
UNITED TRACTORS SITE BHARINTO
EKATAMA, MELAK.

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui untuk memberikan hak


kepada Politeknik Negeri Balikpapan untuk menyimpan, mengalih media, atau
format-kan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan
mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis/pencipta.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Balikpapan, 23 Juli 2018


Yang menyatakan

(Wahyudin)
NIM : 150309265491

vi
vii

ABSTRACT
The Parking Brake component is very important for the unit as it is a must-have
component on every vehicle, especially in mining, which is widely used large units
such as Dump Trucks that operate continuously. Parking Brake has the main
function of preventing the vehicle from moving while parking so that the vehicle is
in safe condition. This study was conducted with the aim to analyze the damage that
occurred in the Parking Brake Solenoid component to get the cause of the problem.
A discussion of the causes is collected on the basis of the data obtained using 8
troubleshooting steps or 8 Step Trouble Shooting. So the data obtained in the form
of damage image documentation, Technical Service Report (TSR), Daily
Breakdown Report, and Minutes of Submission of Works (BAPP). Data processing
done in the discussion get the main cause of damage to the parking brake solenoid
because of the water contaminant or outside material that enter into the component
through the cable conector on the solenoid parking brake component that resulted
in the short electric so that the resistance of the solenoid parking brake is over with
the standard as a result parking brake unit is always active "Engaged" then some
effort to minimize the occurrence of trouble back that is by doing procedure
maintenance according to standard, operator doing maintenance program and
daily inspection (P2H), and keep cleanliness unit and component Parking Brake
Solenoid.

Keywords : Parking Brake Solenoid, Water Contaminant, Resistance, Engaged

vii
viii

ABSTRAK
Komponen Parking Brake sangat penting bagi unit karena merupakan komponen
yang wajib ada pada setiap kendaraan khususnya pada pertambangan yang sangat
banyak digunakan unit besar seperti Dump Truck yang beroperasi secara terus
menerus. Parking Brake meliliki fungsi utama yaitu untuk mencegah kendaraan
tersebut bergerak saat parkir sehingga kendaraan tersebut dalam kondisi yang aman.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan analisa kerusakan yang
terjadi pada komponen Parking Brake Solenoid agar mendapatkan penyebab dari
permasalahan tersebut. Pembahasan mengenai penyebab dikumpulkan berdasarkan
data yang telah diperoleh dengan menggunakan 8 langkah pemecahan
permasalahan atau 8 Step Trouble Shooting. Sehingga data yang di peroleh berupa
dokumentasi gambar kerusakan, Technical Service Report (TSR), Daily Breakdown
Report, dan Berita Acara Penyerahan Pekerjaan (BAPP). Pengolahan data yang
dilakukan pada pembahasan mendapatkan penyebab utama dari rusaknya parking
brake solenoid karena adanya water contaminant atau material luar yang masuk
kedalam komponen melalui kabel conector pada komponen solenoid parking brake
yang mengakibatkan terjadinya short electric sehingga resistance of solenoid
parking brake is over with standard akibatnya parking brake unit selalu active
“Engaged” maka beberapa upaya untuk meminimalisir terjadinya trouble kembali
yaitu dengan melakukan procedure maintenance sesuai standard, operator
melakukan program perawatan dan pemeriksaan harian (P2H), serta menjaga
kebersihan unit dan komponen Parking Brake Solenoid.

Kata Kunci : Parking Brake Solenoid, Water Contaminant, Resistance, Engaged

viii
ix

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Penyusunan Proposal Tugas Akhir yang berjudul “ANALISA PENYEBAB
KERUSAKAN PARKING BRAKE SOLENOID PADA UNIT DUMP TRUCK
HD785-7 KOMATSU DI PT. UNITED TRACTORS SITE BHARINTO
EKATAMA, MELAK” dapat selesai dengan baik. Sholawat serta salam selalu
tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi
Wassalam yang selalu menuntun umatya kepada jalan yang benar, dari zaman
kebodohan menuju zaman yang berintelektual seperti saat ini. Tugas Akhir ini di
susun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan Program Diploma III
pada Jurusan Teknik Mesin Program Studi Alat Berat di Politeknik Negeri
Balikpapan.
Di dalam penyusunan Tugas Akhir ini, bukan tanpa kendala dan kesulitan
yang dihadapi oleh penulis, akan tetapi berkat dukungan, bimbingan dan masukan-
masukan dari berbagai semua pihak Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan
baik. Untuk itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Kedua orang tua dari penulis yang selalu memberikan doa, dukungan, dan
kasih sayangnya baik secara moril maupun materi dalam menyelesaikan
tugas akhir ini.
2. Seluruh Keluarga Besar yang selalu memberikan semangat untuk
menyelesaikan tugas akhir ini.
3. Bapak Ramli, S.E.,M.M,. sebagai Direktur Politeknik Negeri Balikpapan.
4. Zulkifli,S.T, M.T, sebagai Ketua Program Studi Teknik Mesin Alat Berat.
5. Ida Bagus Dharmawan, S.T., M.Si. sebagai Pembimbing I yang telah
banyak memberikan arahan, bimbingan, dan masukan dalam penyelesaian
tugas akhir ini.
6. Basri Dahlan S.Ag.,M.Pd.I sebagai Pembimbing II yang telah memberikan
semangat, arahan, dan dorongan dalam penyelesaian tugas akhir ini.
7. Randis, S.T.,M.T., sebagai wali dosen yang telah banyak memberikan
motivasi dan bimbingan

ix
x

8. Bapak dan Ibu Dosen di Jurusan Teknik Mesin Program Studi Alat Berat
yang telah memberikan ilmunya selama penulis menyelesaikan proses
belajar di Politeknik Negeri Balikpapan.
9. Rekan-rekan Mahasiswa Politeknik Negeri Balikpapan angkatan 2015 pada
umumnya dan khususnya Rekan-Rekan kelas 3 TM 2 mahasiswa Teknik
Mesin Alat Berat yang telah banyak membantu dan memberikan semangat
kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
10. Rekan – rekan mekanik PT. United Tractors khususnya Pak Bambang
Susiawan sebagai Supervisor yang telah memberikan informasi dan
bimbingannya, serta yang sudah memberi masukan dan membagi
pengalaman kepada penulis saat melaksanakan OJT (On The Job Training)
Mengingat terbatasnya pengetahuan, pengalaman, serta kemampuan penulis
dalam menulis Tugas Akhir ini, baik dari segi teknik penyusunan maupun dari segi
pengolahan isi, oleh karena itu kritik dan saran sangat penulis harapkan demi
kesempurnaan tugas akhir ini. Semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi penulis
maupun semua pihak yang membacanya. Terima kasih.

Balikpapan, 23 Juli 2018

Wahyudin

x
xi

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................. iii

SURAT PERNYATAAN ..................................................................................... iv

MOTO DAN PERSEMBAHAN .......................................................................... v

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR


UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ........................................................... vi

ABSTRACT .......................................................................................................... vii

ABSTRAK .......................................................................................................... viii

KATA PENGANTAR .......................................................................................... ix

DAFTAR ISI ......................................................................................................... xi

DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xiv

DAFTAR TABEL ............................................................................................. xvii

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xviii

BAB I ...................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................. 3

1.3 Batasan Masalah................................................................................................ 3

1.4 Tujuan Penelitian .............................................................................................. 3

1.5 Manfaat Penelitian ............................................................................................ 3

1.6 Sistematika Penulisan ....................................................................................... 4

BAB II .................................................................................................................... 5

LANDASAN TEORI............................................................................................. 5

2.1 Pengenalan Unit Komatsu HD 785-7 ................................................................ 5

2.2 Dasar Brake System ........................................................................................... 9

2.3 Diagram Klasifikasi Brake System type Wheel Tractors pada unit Dump
Truck HD785-7 Komatsu...................................................................................... 13

xi
xii

2.3.1 Rem Type ..................................................................................................... 14

2.3.2 Brake Valve Dump Truck HD 787-7 Komatsu............................................. 13

2.3.3 Jenis-jenis Brake .......................................................................................... 17

2.3.3.1 Service Brake ............................................................................................ 17

2.3.3.2 Parking Brake ........................................................................................... 17

2.3.3.3 Retarder Brake .......................................................................................... 18

2.3.3.4 Emergency Brake ...................................................................................... 19

2.3.4 Brake and Parking Brake (Front & Rear). .................................................. 20

2..3.4.1 Front Brake and Parking Brake............................................................... 20

2.3.4.2 Rear Brake and Parking Brake ................................................................. 23

2.3.4.3 Parking Brake Solenoid Valve .................................................................. 26

2.3.5 Pengertian Solenoida (Solenoid) .................................................................. 48

2.3.6 Jenis Solenoid ............................................................................................... 49

2.3.7 System Control ............................................................................................. 52

2.3.7.1 Hidraulic Type .......................................................................................... 52

2.3.7.2 Electrical System. ..................................................................................... 49

2.3.8. Basic Trouble Shooting ............................................................................... 54

2.3.8.1 Langkah langkah dalam Trouble shooting ............................................... 55

2.3.8.2 Delapan Langkah untuk melakukan Analisa Trouble .............................. 55

BAB III ................................................................................................................. 58

METODOLOGI PENELITIAN ........................................................................ 58

3.1 Jenis Penelitian ................................................................................................ 58

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ......................................................................... 58

3.2.1 Tempat Penelitian......................................................................................... 58

3.2.2 Waktu Penelitian ......................................................................................... 59

3.3 Teknik Pengumpulan Data .............................................................................. 59

xii
xiii

3.4 Pengumpulan Data ....................................................................................... 59

3.4.1 Data Primer .................................................................................................. 59

3.4.2 Data Sekunder .............................................................................................. 59

3.4.3 Peralatan dan Bahan Penelitian .................................................................... 60

3.5 Diagram Alir Penelitian .................................................................................. 62

4.1 Masalah Terjadinya kerusakan Parking brake Solenoid ................................. 63

4.2 Hasil Pengumpulan Data ................................................................................. 63

4.2.1 Pengumpulan Data Informasi Unit .............................................................. 63

4.2.2 Permasalahan Kerusakam Parking Brake Solenoid ..................................... 64

4.3 Pembahasan ..................................................................................................... 74

4.3.1 Detail Pembahasan ....................................................................................... 75

4.3.2 Upaya-Upaya pencegahan ............................................................................ 79

5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 81

5.2 Saran ................................................................................................................ 81

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 82

LAMPIRAN ......................................................................................................... 83

xiii
xiv

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Diagram Kerusakan Parking Brake Solenoid ..................................... 2

Gambar 2.1 Unit Dump Truck HD785-7 Komatsu ................................................. 5

Gambar 2.2 Dimensi Dari Komatsu HD785-7 ........................................................ 7

Gambar 2.3 Komponen Power Train Dump Truck HD785-7 Komatsu ................. 8

Gambar 2.4 Prinsip Rem ....................................................................................... 10

Gambar 2.5 Tipe Rem ........................................................................................... 10

Gambar 2.6 Foot Brake ......................................................................................... 11

Gambar 2.7 Sistem Rem ....................................................................................... 12

Gambar 2.8 Penjelasan Rumus ............................................................................. 13

Gambar 2.9 Klasifikasi Brake System Type Wheel Tractors Unit Dump Truck
DH785-7 Komatsu ................................................................................................ 13

Gambar 2.10 Tipe Rem Piringan .......................................................................... 14

Gambar 2.11 Pad Dengan Celah ........................................................................... 15

Gambar 2.12 Multy Disc Type .............................................................................. 17

Gambar 2.13 Brake Valve ..................................................................................... 13

Gambar 2.14 Cara Kerja Brake Valve ................................................................... 14

Gambar 2.15 Brake Valve Bagian Bawah ............................................................. 16

Gambar 2.16 Service Brake................................................................................... 17

Gambar 2.17 Parking Brake ................................................................................. 18

Gambar 2.18 Retarder Control Lever ................................................................... 19

Gambar 2.19 Lampu Indikator Emergency Brake ................................................ 19

Gambar 2.20 Standard Front Brake ..................................................................... 20

Gambar 2.21 Front Brake From Slack Adjuster ................................................... 21

Gambar 2.22 Front Brake To Slack Adjuster ........................................................ 21

Gambar 2.23 From Parking Brake Solenoid ........................................................ 22

xiv
xv

Gambar 2.24 Parking Brake Solenoid .................................................................. 22

Gambar 2.25 Standard Rear Brake ....................................................................... 23

Gambar 2.26 From Slack Adjuster ........................................................................ 24

Gambar 2.27 To Slack Adjuster ............................................................................ 24

Gambar 2.28 From Parking Brake Solenoid ........................................................ 25

Gambar 2.29 From Parking Brake ....................................................................... 25

Gambar 2.30 Parking Brake Solenoid Valve ........................................................ 26

Gambar 2.31 Parking Brake Solenoid .................................................................. 48

Gambar 2.32 Solenoid Linier ................................................................................ 49

Gambar 2.33 Medan Magnet Dihasilkan Dari Coil (kumparan)........................... 50

Gambar 2.34 Struktur Solenoid Linier .................................................................. 51

Gambar 2.35 Hydraulic System Dump Truck HD 785-7 Komatsu ....................... 55

Gambar 2.36 Accumulator Charge Valve ............................................................. 56

Gambar 2.37 Accumulator .................................................................................... 48

Gambar 2.38 Faktor-faktor Kelistrikan ................................................................. 49

Gambar 2.39 Hambatan Listrik ............................................................................. 50

Gambar 2.40 Tabel Tahanan Jenis ........................................................................ 51

Gambar 2.41 Wiring Diagram Electrical.............................................................. 52

Gambar 2.42 Skematika Delapan Step Trouble Shooting ..................................... 55

Gambar 3.1 Tempat Penelitian.............................................................................. 58

Gambar 3.2 Flowchart Metodologi Penelitian ..................................................... 62

Gambar 4.1 Komatsu HD 785-7 DT4641 ............................................................. 64

Gambar 4.2 PAMA BEKB.................................................................................... 65

Gambar 4.3 Serial Number Unit ........................................................................... 65

Gambar 4.4 Parking Brake Solenoid Abnormal ................................................... 66

Gambar 4.5 Component Solenoid ......................................................................... 67

xv
xvi

Gambar 4.6 Wawancara Operator ......................................................................... 68

Gambar 4.7 Monitor Panel ................................................................................... 69

Gambar 4.8 Pemeriksaan Parking Brake Solenoid ............................................... 69

Gambar 4.9 Switch Parking Brake ........................................................................ 70

Gambar 4.10 Fuse Parking Brake ......................................................................... 70

Gambar 4.11 Wirring To Solenoid ........................................................................ 71

Gambar 4.12 Measurment resistance wirring (+) to (-) ....................................... 71

Gambar 4.14 Measurment Voltage (+) To Ground Body ..................................... 72

Gambar 4.15 Parking Brake Solenoid Measurement Resistance Coil .................. 73

xvi
xvii

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Pengumpulan Data Dan Metode Pengolahan Data. .............................. 60

Tabel.4.1 Data Unit ............................................................................................... 63

xvii
xviii

DAFTAR LAMPIRAN
Gambar : Technical Service Report (1) ................................................................. 83

Gambar : Technical Service Report (2) ................................................................. 84

Gambar : Berita Acara Penyerahan Pekerjaan (BAPP) ........................................ 85

Gambar : Claim Of Warranty Proposal ................................................................ 86

xviii
1

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesian adalah Negara kepulauan yang memiliki sektor pertambangan
yang sangat luas khususnya pertambangan batu bara. Menurut survei Geologi
Amerika, Indonesia menduduki peringkat ke-6 sebagai negara yang kaya akan
sumber daya alam dibidang pertambangan dan potensi bahan galiannya untuk
batubara, Indonesia menduduki peringkat ke-3 untuk ekspor batubara (Ima-Api.com
Akses 2014).
Batu bara adalah salah satu sumber daya yang paling diminati oleh para
industry tambang salah satunya di Kalimantan hasil pertambangan batu bara
berperan serta dalam menopang perekonomian Indonesia selain dari hasil minyak
bumi dan gas. Dalam mengelola sumber daya alam khususnya pertambangan
dibutuhkannya alat alat berat yang dapat mendukung pekerjaan. Alat berat yang
digunakan pada pertambangan memiliki berbagai jenis sesuai dengan fungsi dan
aplikasinya. Salah satu alat berat yang paling popular di Indonesia di dominasi oleh
Heavy Duty Dump Truck yaitu jenis kendaraan yang digunakan untuk mengangkut
bahan material seperti pasir, kerikil atau tanah untuk keperluan konstruksi. Dump
truck dapat memindahkan material pada jarak menengah sampai jarak jauh (500
meter – up). Isi muatannya diisikan oleh alat pemuat, sedangkan untuk
membongkar muatannya alat berat ini dapat bekerja sendiri dengan mengangkat
bagian bak dengan menggunakan teknologi hidrolik.
Pada setiap kendaraan baik alat berat, mobil dan motor ataupun kendaraan
lainnya, system rem pasti dipasang, karena rem adalah satu bagian yang sangat
penting pada sebuah kendaraan. (viarohidinthea.com Akses 2018). Sistem rem
(brake system) adalah alat yang digunakan untuk memperlambat dan atau
menghentikan laju kendaraan. Adanya rem pada kendaraan sangat penting untuk
keselamatan pengendara, jika tidak ada rem maka pengendara bisa mengalami
kecelakaan yang bisa menyebabkan kematian. (mydocdijigus.com Akses 2016)

1
2

Pada unit Dump Truck HD 785-7, brake system sangatlah penting fungsinya
untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan unit. Kerusakan
pada komponen brake system sangatlah berpengaruh pada kemampuan unit dalam
beroperasi bahkan kerusakan yang berkepanjangan akan menyebabkan kecelakaan
yang sangat fatal, hal ini pasti sangat mengganggu proses produksi dalam
mengangkat hasil tambang menuju crusher. Berdasarkan pengamatan penulis pada
saat melakukan On The Job Training adalah kerusakan komponen pada Parking
Brake Solenoid merupakan salah satu permasalahan yang terjadi pada unit alat
berat.

Diagram Kerusakan Brake System


Unit Dump Truck HD785-7 Komatsu
Dengan Kode Unit DT4641
Selama Bulan Juli 2017

1
0.8
0.6
0.4
0.2
0
Accumulator Slack Adjuster Exhaust Brake Proportional Parking Brake
Reducing Solenoid
Valve

Gambar 1.1 Diagram Kerusakan Parking Brake Solenoid

(Sumber : PT. United Tractors)


Diagram diatas menggambarkan data kerusakan pada Parking Brake Solenoid
unit Dump Truck HD785-7 Komatsu dengan kode unit DT4641. Salah satu
permasalahan yang baru pertama kalinya terjadi pada unit baru, tanggal 6 Juli 2017.
Berdasarkan permasalahan tersebut penulis tertarik untuk melakukan analisa lebih
lanjut penyebab kerusakan yang terjadi pada komponen parking brake solenoid
guna meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan di bidang Heavy Equipment.
3

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian yang ada dalam latar belakang masalah, maka diperoleh
rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa penyebab kerusakan pada parking brake solenoid unit Dump Truk
HD785-7 Komatsu?
2. Upaya-upaya apa yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kerusakan
komponen parking brake solenoid unit Dump Truk HD785-7 Komatsu?
1.3 Batasan Masalah
Mengingat luasanya permasalahan yang ada dalam penelitian maka penulis
memberikan batasan masalah agar penyajiannya tidak menyimpang terlalu jauh dari
tujuan yang diinginkan, sehinga materi yang terdapat didalam karya tulis ini berisi
tentang Parking Brake pada unit Dump Truck HD785-7 Komatsu.
1.4 Tujuan Penelitian
Pada bagian penulisan tugas akhir ini, ada beberapa tujuan yang ingin
disampaikan penulis. Selain sebagai salah satu syarat untuk mendapat gelar diploma
(D3) dari institusi, adapun tujuan-tujuan khusus lainnya, yaitusebagai berikut :
1. Melakukan analisa penyebab terjadinya kerusakan pada parking brake
solenoid unit Dump Truck HD785-7 Komatsu.
2. Untuk mengetahui cara meminimalisasi terjadinya kerusakan pada parking
brake solenoid unit Dump Truck HD785-7 Komatsu.
3. Sebagai referensi dari perusahaan untuk peneliti selanjutnya agar trouble
tidak terulang kembali.
1.5 Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis diharapkan dapat
memberi manfaat sebagai berikut :
1. Menambah dan memperluas pengetahuan tentang cara meminimalisasi
terjadinya kerusakan pada parking brake solenoid.
2. Menambah dan memberikan referensi bagi peneliti selanjutnya apabila terjadi
kerusakan pada parking brake solenoid.
3. Untuk dijadikan bahan masukan bagi perusahaan-perusahaan yang
melakukan penelitian serupa agar dapat dijadikan sebagai pedoman dalam
melakukan penelitian.
4

1.6 Sistematika Penulisan


Untuk mempermudah pembaca dalam memahami isi dari tugas akhir ini,
maka penulis menyusun tugas akhir ini menjadi 5 (lima) bab. Berikut ini adalah
penjelasan tentang isi dari bab-bab yang ada dalam tugas akhir ini.
a. BAB I : PENDAHULUAN
Berisikan pendahuluan yang mencangkup tentang latar belakang, tujuan
penulisan, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan
sistematika penulisan.
b. BAB II : LANDASAN TEORI
Berisi tentang teori-teori dasar yang mencangkup pada perpecahan masalah
yang ada didalam karya tulis ini.
c. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
Berisikan tentang tanggal dan waktu penelitian, jenis penelitian, metode
penelitian, dan lampiran data.
d. BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Merupakan rincian tentang hasil penelitian yang terdiri dari data pendukung
dan pembahasan terhadap hasil setiap penelitian tersebut.
e. BAB V : PENUTUP
Terdiri dari kesimpulan dan saran saran. Kesimpulan berisikan tentang rincian
poin poin hasil penelitian sedangkan saran-saran merupakan suatu kajian
tentang kendala, kekurangan pada pelaksanaan penelitian ini agar
pelaksanaan penelitian lanjutan dapat diperbaiki dan disempurnakan.
f. DAFTAR PUSTAKA
Penulis untuk mencari sumber informasi dari berbagai jenis media.
Perkembangan itu diikuti oleh perkembangan berbagai format penulisan
kutipan dan daftar pustaka.
g. LAMPIRAN
Berisikan ketentuan pembuatan lampiran (judul lampiran, isi dan
pengelompokkan lampiran).
5

BAB II

LANDASAN TEORI
2.1 Pengenalan Unit Komatsu HD 785-7

Gambar 2.1 Unit Dump Truck HD785-7 Komatsu

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Sejarah komatsu dimulai dari tahun 1917 dengan nama Komatsu Iron Works
dan berafiliasi dengan Takeuchi Mining Industry. Komatsu dari awal berkomitmen
untuk menciptakan produk yang membantu pekerja tambang, pada tahun 1930
Komatsu melahirkan produk jepang pertama untuk farm tracktor tipe
kelabang/crawler. Produk-produk Komatsu terus berlanjut sampai pada Heavy
Duty Truck untuk mengangkut material hasil pertambangan. Berikut Jenis produk
Komatsu untuk Heavy Duty Truck. (Fajrinalamo, 2012)

HD 785 – 7

Huruf yang mengindikasikan kode dump truck


komatsu.
HD : Heavy Duty Dump Truck
HM : Articulated Dump Truck
Angka yang menunjukkan berat muatan(ton) 785
x 0.1 = 78,5 ton
Angka yang menunjukkan berapa kali alat
tersebut sudah dilakukan modifikasi.

5
6

SPESIFIKASI
ENGINE :
Model : Komatsu SAA12V140E-3
Type : Water-cooled, 4-cycle
Aspiration : Turbo-charged, after-cooled
Boore x Stroke : 140 mm x 165 mm
Piston displacement : 30,48 ltrHorsepower
SAE J1995 : Gross 895 kW / 1,200 HP
ISO 9249 / SAE J1349 : Net 879 Kw / 1,178 HP
Rated rpm : 1,900 rpm
Fan drive type : Mechanical
Fuel system : Derect injection

TRANSMISSION
Torque converter : 3-elements, 1-stage, 2-phase
Transmission : Full-automatic
Speed range : 7 speeds forward and 2 reverse
Maximum travel speed : 65 km/h

BODY
Capacity
Struck : 40 m3
Heaped (2:1, SAE) : 60 m3
Payload : 91.0 metric tons
Material : 400 Brinell hardess high tensile
Material thickness :
Bottom : 19 mm
Front : 12 mm
Sides : 9 mm
Target area (inside length x width) : 7065 mm x 5200 mm
Dumping angle : 480
Height at full dump : 10080 mm
7

WEIGHT
Empty weight : 72000 kg
Max. gross vehicle weight : 166000 kg
Weight distribution :
Empty front axle : 47 %
Empty rear axle : 53 %
Loader front axle : 31,5 %
Loader front axle : 68,5 %

SERVICE REFILL CAPACITIES


Fuel tank : 1308 ltr
Engine oil : 129 ltr
Torque convert, transmission and
retarer cooling : 205 ltr
Differentials : 137 ltr
Final drives (total) : 128 ltr
Hydraulic system : 178 ltr
Brake control : 36 ltr
Suspension (total) : 93 ltr

Gambar 2.2 Dimensi Dari Komatsu HD785-7

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
8

Gambaran Umum
 Berikut ditunjukan gambaran umum komponen Power Train Dump Truck
HD785-7 Komatsu :

Gambar 2.3 Komponen Power Train Dump Truck HD785-7 Komatsu

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)

1. Engine (SAA12V140) 9. Rear drive shaft


2. Output shaft 10. Differential gear
3. Front drive shaft 11. Drive shaft
4. Brake cooling pump 12. Brake
(SAR(4)180+180) 13. Tire
5. Torque converter transmission 14. Final drive
charge pump and brake cooling 15. Parking brake
brake control pump 16. Steering, hoist and
6. PTO hoist control pump
7. Torque converter (SAR(4)180+180+(1)6
8. Transmission
9

2.2 Dasar Brake System


Brake System adalah sebuah sistem mekanis yang berfungsi Mengurangi
kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan, Memungkinkan parkir
pada tempat yang menurun, dan sebagai alat pengaman serta menjamin
pengendaraan yang aman. Kendaraaan tidak dapat berhenti dengan segera apabila
mesin dibebaskan tidak dihubungkan dengan pemindahan daya. Kendaraan
cenderung tetap bergerak, kelemahan ini harus dikurangi dengan maksud untuk
menurunkan kecepatan gerak hingga berhenti. Mesin merubah energy panas
menjadi energy kinetis untuk menggerakkan kendaraan. Sebaliknya rem merubah
energy kinetis kembali menjadi energy panas untuk menghentikan kendraan.
Umumnya rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan
melawan sistem gerak putar. Ada beberapa persyaratan untuk mencapai kondisi
pengendaraan dengan aman yaitu :

1. Brake system tidak mempengaruhi gerak roda saat tidak dipakai.


2. Brake system harus bisa berfungsi dengan baik dalam keadaan maximum
speed dan beban pada kendaraan.
3. Pengoperasian rem harus mudah tanpa menimbulkan kelelahaan paada
pengendara.
4. Harus menghasilkan pengereman yang pasti dan mudah dalam mengecek dan
mengontrol.
5. Harus mempunyai high reliability dan durability dalam pengereman.
Prinsip rem adalah merubah energi gerak menjadi energi panas. Umumnya,
rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem
gerak putar. Efek pengereman (breaking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang
ditimbulkan antara dua objek / benda seperti pada Gambar 2.4.
10

Gambar 2.4 Prinsip Rem

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


Rem yang dipergunakan pada kendaraan bermotor dapat digolongkan menjadi
beberapa tipe tergantung pada penggunaannya, seperti pada Gambar 2.4.
a) Rem kaki (foot brake) digunakan untuk mengontrol kecepatan dan
menghentikan kendaraan.
b) Rem parkir (parking brake) untuk memarkir kendaraan.
c) Rem tambahan (auxiliary brake) untuk membantu rem kaki dan digunakan
pada kendaraan besar.

Gambar 2.5 Tipe Rem

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


11

Rem kaki (foot brake) dikelompokkan menjadi dua tipe : rem hidraulis
(hydraulic brake) dan rem pneumatis (pneumatis brake). Rem hidraulis mempunyai
keuntungan lebih respon (lebih cepat) dan konstruksi lebih sederhana seperti pada
Gambar 2.6, sedangkan rem pneumatis menggunakan kompresor yang
menghasilkan udara bertekanan untuk menambah daya pengereman.

Gambar 2.6 Foot Brake

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


Sistem rem dikelompokkan menjadi 2 mekanisme yaitu Mekanisme kerja
dan mekanisme rem. Mekanisme kerja dibagi menjadi 3 diantaranya master
cylinder, brake booster, dan proportioning valve, sedangkan mekanisme rem dibagi
menjadi 2 diantatanya tipe drum brake dan disc brake, seperti pada Gambar 2.7.
12

Gambar 2.7 Sistem Rem

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


Apabila pedal ditekan, maka master silinder akan menghasilkan tekanan
hidraulis. Tekanan hidraulis/output push rod dapat dihitung dengan rumus yaitu :

Dimana : F1 : Tenaga pedal (kg).


F2 : Output push rod (kg).
A : Jarak pedal ke fulcrum.
B : Jarak pushrod ke fulcrum.
Untuk memperjelas dapat dilihat pada Gambar 2.7.
13

Gambar 2.8 Penjelasan Rumus

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


Cara kerja pedal rem didasarkan pada prinsip tuas yang merubah tekanan
pedal rem yang kecil menjadi besar, Berdasarkan hukum Pascal, Tekanan pada zat
cair di ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan tekanan yang sama
besar.
2.3 Diagram Klasifikasi Brake System type Wheel Tractors pada unit Dump
Truck HD785-7 Komatsu.

Brake System

Type Control

Disc
Full Hydraulic Electric

Multyple disc

Gambar 2.9 Klasifikasi Brake System Type Wheel Tractors Unit Dump Truck
DH785-7 Komatsu

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
14

2.3.1 Rem Type


Pada unit alat berat berupa dump truck HD785-7 komatsu, tipe rem yang
digunakan yaitu rem cakram atau biasa juga dikenal dengan disc brake yang
memiliki komponen utama berupa piringan cakram dan kaliper rem yang berisi
piston dan sepatu rem (kampas rem). Prinsip kerja rem cakram adalah dengan
menjepit piringan cakram yang dipasang pada roda kendaraan. Pada saat pedal rem
ditekan maka master rem akan mendorong minyak yang ada didalamnya dan
mengalirkan minyak rem ke piston yang ada dikaliper sehingga membuat piston
bergerak mendorong kampas rem yang kemudianmenjepit cakram dan membuat
kecepatan putaran roda melambat dan akhirnya berhenti.
Beberapa komponen rem cakram yaitu :
1. Piringan
Piringan atau cakram biasanya terbuat dari besi tuang, ada beberapa bentuk
dari disc rotor ini yaitu tipe solid (padat), dan tipe berlubang – lubang (ventilasi)
serta tipe solid dengan tambahan tromol. Tipe ventilasi terdiri dari pasangan
piringan yang berlubang yang berfungsi agar pendinginan pada rem cakram dapat
maksimal, untuk mencegah fading dan menjamin umur pad lebih panjang dan tahan
lama.

Gambar 2.10 Tipe Rem Piringan

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


15

2. Pad Rem
Pad rem atau disebut juga dengan kampas rem merupakan komponen pada
rem cakram yang berfungsi bersama sama dengan piringan dan saling bergesekan
untuk menghasilkan daya pengereman. Pada umumnya pad ini dibuat dari
campuran metalic diber ditambah sedikit serbuk besi, untuk pad jenis ini biasan
disebut dengan “Semi Metalic Disc Pad”. Ada dua tipe pad, yaitu pad dengan celah
dan pad tanpa celah. Celah pada bagian tengah pad ini berfungsi sebgai indikator
ketebalan pad yang diijinkan, jadi ketika permukaan pada sudah rata atau tidak
terdapat celah celah lagi maka pad perlu diganti karena sudah aus. Pada
sebagian pad, terdapat komponen metalic plate yang dipasang dengan tujuan untuk
mencegah terjadinya bunyi saat berlangsungnya pengereman.

Gambar 2.11 Pad Dengan Celah

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


Caliper ini merupakan komponen yang tidak bergerak dari rem
cakram. Caliper ini memegang piston – piston dan dilengkapi dengan saluran
dimana minyak rem disalurkan ke silinder. Ketika rem diinjak maka minyak dari
master silinder akan menekan piston pada caliper, dan piston tersebut akan
terdorong dan menekan pad yang akhirnya akan bersentuhan dengan cakram maka
terjadilah pengereman.
Kelebihan dan kekurangan Rem Cakram yaitu :
16

Kelebihan Kekurangan

daya pengereman yang dihasilkan Karena sifatnya terbuka maka sistem


cukup baik karena kampas rem pengereman rawan dihinggap
menjepit langsung kecakram, sistem kotoran atau debu, pembrsihan
pendingin pada rem yang lebih baik komponen pada rem cakram harus
karena rem cakram menganut sistem secara berkala dan ketika melalui
pengereman terbuka dan cakram jalan berair maka kemampuan
dapat tersirkulasikan secara merata pengereman dapat berkurang
sehingga kampas rem tidak dapat
menjepeit dengan sempurna

Selain itu jenis dics type ini terbagi menjadi dua bagian lagi yaitu single dics
yang berarti terdapat disc dan plate satu bagian saja pada satu wheel dan Multi Disc
yang berarti memiliki disc dan plate lebih dari satu pada satu wheel. Di unit HD785
menggunakan multy dics type. Komponen-komponen utama multy disc type adalah
• Disc , terpasang pada bagian yang berputar.
• Plate , terpasang pada bagian yang tidak berputar.
• Piston , terpasang pada bagian yang tidak berputar.
17

5 6

Gambar 2.12 Multy Disc Type

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)

5 : Disc 6 : Plate 7 : Piston


13

2.3.2 Brake Valve Dump Truck HD 787-7 Komatsu

Gambar 2.13 Brake Valve

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
14

Prinsip Kerja Brake Valve yaitu Pada brake valve bagian atas cara kerjanya
adalah pada saat pedal rem (1) mengalami depressed, operating force
ditransmissikan ke spool (3) melalui Rod (2) dan spring (4). Saat spool (3) turun,
saluran (a) ditutup, dan oli dari arus pompa dan akumulator dari sisi kiri (A) ke sisi
kiri (C) dan penggerak sylinder rem belakang. Sedangkan pada brake valve bagian
bawah cara kerjanya yaitu saat pedal rem (1) mengalami depressed, operating force
di transmissikan ke spool (3) melalui Rod (2) dan spring (4). Saat spool (3) turun,
spool (5) juga ditekan oleh plunger (6). Bila ini terjadi, drain port (b) ditutup, dan
oli dari pompa dan accumulator mengalir dari sisi kiri (B) ke sisi kiri (D) dan
menggerakan silinder rem depan.

Gambar 2.14 Cara Kerja Brake Valve

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
15

 Menerapkan rem saat katup bagian atas gagal.


Jika ada kebocoran oli pada pada bagian atas piping spool (5) di pindahkan
secara mekanis saat pedal (1) mengalami depressed dan di bagian bawah digerakan
secara normal. Rem atas tidak di gerakan.
 Menerapkan rem saat katup bagian bawah gagal.
Jika ada kebocoran oli yang berada di bagian bawah piping, bagian atas di gerakan
secara normal.
 Saat Bergerak Seimbang :
Pada bagian atas pada saat oli mengisi sylinder rem belakang dan tekanan
antara port (A) dan port (C) menjadi tinggi, oli memasuki port (H) dari lubang (E)
spool (3) akan mendorong terhadap spring (4). Mendorong spool (3) dan menutup
sirkuit antara port (A) dan port (C). saat ini terjadi, saluran drain (a) tetap tertutup,
jadi oli memasuki sylinder rem yang dipegang dan rem tetap diterapkan.
Sedangkan pada bagian bawah yaitu pada saat spool (3) di bagian atas bergerak ke
atas dan rangkaian antara port (A) dan port (C) adalah posisi di matikan, oli juga
akan mengisi sylinder rem depan disaat yang sama, jadi tekanan di sirjuit antara
port (B) dan port (D) akan naik. Oli memasuki port (J) dari lubang (f) spool (5)
mendorong spool (5) dengan jumlah yang sama maka dengan itu spool (3) akan
bergerak dan menutup port (B) dan port (D). drain port (b) tertutup. Sehingga oli
akan masuk rem sylinder dipegang dan remnya terapan. Tekanan di ruang bagian
atas di imbangi dengan kekuatan operasi pedal dan tekanan di ruang dalam bagian
bawah diimbangi dengan tekanan diruang bagian atas. Saat spool (3) dan (5) pindah
ke akhir stroke. Sirkuit antara port (A) dan (C) dan antara port (B0 dan (D) dibuka
sepenuhnya, jadi tekanan di ruang bagian atas dan bagian bawah dan tekanan di
ream dan kanan sylinder sama dengan tekanan dari pompa. Karena itu, sampai titik
dimana piston akan bergerak sampai akhir stroke, efek dari rem bisa disesuaikan
dengan jumlah yang ditekan pada pedal.
16

Gambar 2.15 Brake Valve Bagian Bawah

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
 Saat Brake Release :
Pada bagian atas, pada saat pedal (1) dilepaskan dan operasi gaya dikeluarkan
dari atas spool tekanan balik dari silinder rem dan kekuatan spool kembali bergerak
berputar (3) naik. Drain port (a) dibuka dan oli dari silinder rem mengalir ke
transmission oil pan maka sirkuit akan kembali untuk melepaskan rem belakang.
Sedangkan pada bagian bawah, pada saat pedal dilepaskan, spool (3) dibagian atas
bergerak ke atas pada saat yang sama, tekanan balik dari sylinder rem dan kekuatan
spool kembali spool berpindah bergerak (5) naik. Drain port (b) dibuka dan oli dari
silinder rem mengalir ke transmission oil pan untuk melepaskan rem depan.
17

2.3.3 Jenis-jenis Brake


Pada kendaraan alat berat unit Dump Truck 785-7 Komatsu ada beberapa
jenis-jenis Brake di antaranya adalah:
2.3.3.1 Service Brake

Pada umumnya service brake adalah suatu peranti untuk memperlambat atau
menghentikan gerakan/putaran roda. Karena gerak roda diperlambat, secara
otomatis gerak kendaraan menjadi lambat akan tetapi pada unit HD785-7 tidak
dianjurkan untuk digunakan jika tidak diperlukan dalam keadaan darurat karena
lebih dianjurkan untuk menggunakan retarder brake.

Gambar 2.16 Service Brake

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
Prinsip kerjanya yaitu pada saat service brake di injak maka akan bekerja
dengan cara mengubah tenaga kinetik menjadi panas dengan cara menggesekan dua
buah logam pada benda yang berputar sehingga putarannya akan melambat, dengan
demikian laju kendaraan menjadi pelan atau berhenti dikarenakan adanya kerja rem.
2.3.3.2 Parking Brake

Rem parkir (parking brake) (1) atau bisa juga disebut dengan handrem (rem
tangan) memiliki fungsi utama untuk parkir kendaraan, atau dengan kata lain
berfungsi untuk mencegah kendaraan tersebut bergerak saat parkir, sehingga
kendaraan tersebut dalam kondisi yang aman.
18

Gambar 2.17 Parking Brake

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
Rem ini termasuk dalam rem pasif kendaraan, karena tidak secara langsung
berperan dalam proses pengereman. Namun dalam kondisi tertentu, rem parkir
dapat digunakan sebagai bantuan untuk menghentikan laju kendaraan. Pada
kendaraan alat berat saat ini seperti unit dump truck HD785-7 Komatsu telah
menggunakan rem parkir jenis electric yaitu electric parking brake (EPB)
yaitu rangkaian yang terdiri dari komponen mekanikal dan elektronika untuk
difungsikan sebagai penahan kendaraan atau rem parkir. Sesuai namanya, rem
parkir elektrik menggunakan sebuah saklar berupa tombol yang akan mengaktifkan
fitur rem melalui satu sentuhan tombol. Untuk menggunakan rem parkir elektrik,
yaitu dengan menekan tombol rem parkir ke arah bawah sambil menekan pedal rem.
Apabila Parking Brake Release maka kunci kontak harus berada pada posisi “ON”
untuk mengaktifkan solenoid karena diperlukannya sistem elektrik.
2.3.3.3 Retarder Brake
Retarder (2) adalah alat bantu pegereman non friksi/non kontak untuk
meningkatkan fungsi dari sistem pengereman utama. Fungsi Retarder ini adalah
untuk memperlambat kendaraan, atau mempertahankan kecepatan stabil pada
turunan. Sehingga gesekan pada rem bisa dikurangi, terutama pada kecepatan yang
lebih tinggi. Pada unit HD785-7 retarder brake sangat dianjurkan untuk digunakan
dalam pengereman utama dibanding servive brake karena tingkat gesekan lebih
kecil sehingga tidak cepat aus.
19

Gambar 2.18 Retarder Control Lever

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
Kendaraan alat berat sering dilengkapi dengan sistem tambahan yang tidak berbasis
gesekan untuk membantu pengereman sehingga tingkat keausan rem konvensional
berumur panjang & safety lebih terjaga.
2.3.3.4 Emergency Brake

Emergency Brake Berfungsi untuk kondisi pengereman secara mendadak atau


secara tiba-tiba. Sebagai contoh pada saat unit akan menabrak maka pressure yang
ada pada emergency brake sama dengan pressure yang ada pada parking brake oleh
karena itu pada saat pedal emergency di injak maka otomatis parking brake akan
active.

Gambar 2.19 Lampu Indikator Emergency Brake

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
20

2.3.4 Brake and Parking Brake (Front & Rear).


2..3.4.1 Front Brake and Parking Brake

Gambar 2.20 Standard Front Brake

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
21

Fungsi Front Brake merupakan “oil cooled multiple disc type”, dan dapat
digunakan kekuatan tension spring. Cara kerjanya yaitu pada saat brake pedal
diinjak, pressure oli dari brake valve akan menggerakan brake piston (7) kekanan,
searang tanda panah. Untuk menekan disc (5) dan plate (4) secara bersamaan dan
menimbulkan gaya gesek (friction) antara disc dan plate. Wheel berputar bersama
dengan disc, sehingga gaya gesek tersebut akan mengurangi travel speed dan
menghentikann unit.

Gambar 2.21 Front Brake From Slack Adjuster

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
Saat brake pedal dilepas, pressure pada permukaan brake piston (7) akan
dibebaskan, sehingga piston digerakan ke kiri searah tanda panah oleh internal
pressure, dan brake menjadi release.

Gambar 2.22 Front Brake To Slack Adjuster

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
22

Cara kerja Front Parking Brake yaitu Parking brake yang terdapat dalam front
brake secara structural di rancang untuk di aktifkan secara mekanikal dengan
kekuatan spring (10) dan untuk releasenya menggunakan hydraulic pressure.
Hydraulic Pressure yang bekerja pada parking brake piston (8) berasal dari
accumulator setelah melalui brake valve dan parking brake solenoid. Saat Parking
brake switch yang akan membebaskan parking brake dengan menekan parking
brake piston (8) dan spring (10)

Gambar 2.23 From Parking Brake Solenoid

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
Saat parking brake switch diposisikan “parking’, parking brake solenoid
tidak bekerja dan parking releasing hydraulic pressure akan dibebaskan. Sehingga
parking brake akan di engagedkan melalui parking brake piston (8), brake piston
(7), plate (4), dan disc (5) yang ditekan oleh kekuatan spring (10).

Gambar 2.24 Parking Brake Solenoid

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
23

2.3.4.2 Rear Brake and Parking Brake

Gambar 2.25 Standard Rear Brake

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
24

Fungsinya yaitu Rear brake merupakan “oil cooled multiple disc type”, dan
dapat digunakan sebagai parking brake dengan menggunakan kekuatan tension
spring. Cara kerjanya yautu pada saat brake pedal, diinjak, pressure oli dari brake
valve akan menggerakan brake piston (7) kekanan, kea rah tanda panah. Untuk
menekan disc (5) dan plate (4) secara bersamaan dan menimbulkan gaya gesek
(friction) antara disc dan plate. Wheel berputar bersama dengan disc sehingga gaya
gesek tersebut akan mengurangi travel speed dan menghentikan unit.

Gambar 2.26 From Slack Adjuster

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
Saat brake pedal dilepas, pressure pada permukaan brake piston (7) akan
dibebaskan, sehingga piston digerakan ke kiri searah tanda panah oleh internal
pressure, dan prake menjadi relase.

Gambar 2.27 To Slack Adjuster

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
25

Cara kerja Rear Parking Brake yaitu Parking brake yang terdapat dalam rear
brake secara structural dirancang untuk diaktifkan secara mekanikal dengan
kekuatan spring (10) dan untuk releasenya menggunakan hydraulic pressure.
Hydraulic pressure yang bekerja pada parking brake piston (8) berasal dari
accumulator setelah melalui brake valve dan parking brake solenoid. Saat parking
brake switch yang terdapat dekat driver’s saat diposisikan “travel”, hydraulic
pressure akan membebaskan parking brake dengan menekan parking brake piston
(8) dan spring

Gambar 2.28 From Parking Brake Solenoid

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
Saat parking brake switch diposisikan “parking”, parking brake solenoid
tidak bekerja dan parking releasing hydraulic pressure akan dibebaskan. Sehingga
parking brake akan di engagedkan melalui parking brake piston (8), brake piston
(7), plate (4) dan disc (5) yang ditekan oleh kekuatan spring (10).

Gambar 2.29 From Parking Brake

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
26

2.3.4.3 Parking Brake Solenoid Valve

Gambar 2.30 Parking Brake Solenoid Valve

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)

1. Connector
2. Solenoid

B: To parking brake

P : From secondary brake valve


T: To brake system tank
Parking brake solenoid di dalam circuit oil brake dipasang diantara secondary
brake valve dan brake piston. Saat parking brake switch diposisikan PARKING
solenoid valve tidak mendapat arus listrik sehingga tidak bekerja dan menutup
parking brake release oil pressure. Selanjutnya, kekuatan spring brake akan
mengaktitkan parking brake.

2.3.5 Pengertian Solenoida (Solenoid)

Gambar 2.31 Parking Brake Solenoid

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Solenoida atau Solenoid adalah perangkat elektromagnetik yang dapat
mengubah energi listrik menjadi energi gerakan. Energi gerakan yang dihasilkan
oleh Solenoid biasanya hanya gerakan mendorong (push) dan menarik (pull). Pada
dasarnya, Solenoid hanya terdiri dari sebuah kumparan listrik (electrical coil) yang
dililitkan di sekitar tabung silinder dengan aktuator ferro-magnetic atau sebuah
Plunger yang bebas bergerak “Masuk” dan “Keluar” dari bodi kumparan. Sebagai
informasi tambahan, yang dimaksud dengan Aktuator (actuator) adalah sebuah
peralatan mekanis yang dapat bergerak atau mengontrol suatu mekanisme. Solenoid
juga tergolong sebagai keluarga Transduser, yaitu perangkat yang dapat mengubah
suatu energi ke energi lainnya.

48
49

2.3.6 Jenis Solenoid

Jenis Solenoid yang digunakan pada unit Dump Truck HD785-7 adalah
Solenoida Linier (Linear Solenoid) yaitu alat elektromagnetik atau elektromekanis
yang mengubah energi listrik menjadi sinyal magnetik atau energi gerakan mekanis.
Cara kerjanya sama dengan prinsip kerja Relay Elektromekanis yang dapat
dikendalikan dengan menggunakan Transistor, MOSFET dan komponen
elektronika lainnya. Solenoid jenis ini disebut dengan Solenoid Linier karena
plunger atau aktuatornya bergerak secara linier. Solenoid Linier ini biasanya
tersedia dalam dua bentuk konfigurasi dasar yaitu Solenoid Linier tipe Tarik (Pull
Type) yang dapat menarik beban kearah dirinya apabila diberi arus listrik dan
Solenoida Linear tipe Dorong (Push Type) yang dapat mendorong beban menjauhi
dirinya apabila diberikan arus listrik secukupnya. Pada umumnya, konstruksi dan
struktur dasar Solenoid linier Tipe Tarik maupun tipe Dorong adalah sama,
perbedaannya hanya terletak di desain Plunger dan arah pegasnya.

Gambar 2.32 Solenoid Linier

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


50

Gambar 2.32 yaitu struktur linear cara kerjanya ketika arus listrik diberikan
ke koil, koil tersebut akan menghasilkan medan magnet, medan magnet tersebut
akan menarik plunger yang berada di dalam koil masuk ke pusat koil dan
merapatkan atau mengkompreskan pegas yang terdapat di satu ujung plunger
tersebut. Gaya dan kecepatan plunger tergantung pada kekuatan fluks magnetik
yang dihasilkan oleh koil. Bila arus listrik dimatikan (OFF), medan elektromagnet
yang dihasilkan sebelumnya akan hilang sehingga energi yang tersimpan pada
pegas yang dikompres tersebut akan mendorong plunger keluar kembali ke posisi
semula. Ketika arus listrik mengalir melalui konduktor, ia menghasilkan medan
magnet, dan arah medan magnet ini berkaitan dengan Kutub Utara dan Selatannya
ditentukan oleh arah aliran arus di dalam kawat. Kumparan kawat ini menjadi
" elektromagnet " dengan kutub utara dan selatannya persis sama dengan magnet
permanen. Kekuatan medan magnet ini dapat ditingkatkan atau dikurangi dengan
mengendalikan jumlah arus yang mengalir melalui coil atau dengan mengubah
jumlah putaran atau lingkaran yang dimiliki coil. (lihat gambar 2.33).

Gambar 2.33 Medan Magnet Dihasilkan Dari Coil (kumparan)

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


51

Ketika arus listrik dilewati gulungan coil, ia berperilaku seperti elektromagnet


dan plunger, yang terletak di dalam coil, tertarik ke arah pusat coil oleh penyiapan
fluks magnetik di dalam bodi kumparan, yang kemudian mengkompress. pegas
kecil yang menempel pada salah satu ujung plunger. Gaya dan kecepatan gerakan
plunger ditentukan oleh kekuatan fluks magnetik yang dihasilkan di dalam coil.
Bila arus suplai dinyalakan "OFF" (tidak berenergi) medan elektromagnetik yang
dihasilkan sebelumnya oleh keruntuhan coil dan energi yang tersimpan dalam
pegas yang dikompres memaksa pendorong keluar kembali ke posisi semula.
Gerakan pendorong kaki depan dan belakang ini dikenal sebagai solenoida
"Stroke", dengan kata lain jarak maksimum yang bisa ditempuh plunger dengan
arah "IN" atau "OUT", misalnya 0 - 30mm.

Gambar 2.34 Struktur Solenoid Linier

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


Solenoida linier sangat berguna dalam banyak aplikasi yang memerlukan
gerakan tipe terbuka atau tertutup (in or out) seperti kunci pintu yang diaktifkan
secara elektronik, katup kontrol pneumatik atau hidrolik, robotika, manajemen
mesin otomotif, katup irigasi untuk menyirami kebun dan bahkan "Ding -Dong "bel
pintu punya satu. Mereka tersedia sebagai bingkai terbuka, bingkai tertutup atau
tipe tubular tersegel.
52

2.3.7 System Control


2.3.7.1 Hidraulic Type
Sistem kontrol pengereman pada wheel tractors HD 785-7 yaitu dengan
menggunakan Hydraulic Type. Pada tipe ini tenaga yang dipakai untuk
mengembangkan posisi brake shoe atau untuk menekan disc agar terjadi
pengereman adalah tenaga hydraulic. Sistem hidrolik merupakan suatu bentuk
perubahan atau pemindahan daya dengan menggunakan media penghantar
berupa fluida cair untuk memperoleh daya yang lebih besar dari daya awal yang
dikeluarkan.
 Pengertian
Sistem hidrolik adalah suatu system pemindah tenaga dengan menggunakan
zat cair atau fluida sebagai perantara. Dimana fluida penghantar ini dinaikan
tekanannya oleh pompa pembangkit tekanan yang kemudian diteruskan ke silinder
kerja melalui pipa-pipa saluran dan katup katup. Gerakan translasi batang piston
dari silinder kerja yang diakibatkan oleh tekanan fluida pada ruang silinder
dimanfaatkan untuk gerak maju dan mundur.
 Macam-macam
Hidrolik terbagi dalam 2 bagian :
a. Hidrodinamika : yaitu Ilmu yang mempelajar tentang zat cair yang bergerak.
b. Hidrostatik : yaitu Ilmu yang mempelajari tentang zat cair yang bertekanan.
Pada hidrostatik adalah kebalikan dari Hidrodinamika yaitu zat cair yang
digunakan sebagai media tenaga, zat cair berpindah menghasilkan gerakan dan zat
cair berada dalam tabung tertutup
 Keuntungan Dan Kelebihan

Adapun keuntungannya adalah sebagai berikut:


a. Dapat menyalurkan torque dan gaya yang besar
b. Pencegahan overload tidak sulit
c. Kontrol gaya pengoperasian mudah dan cepat.
d. Pergantian kecepatan lebih mudah
e. Getaran yang timbul relatif lebih kecil
f. Daya tahan lebih lama.
53

Namun system hydraulic ini juga mempunyai beberapa kekurangan yaitu:


a. Peka terhadap kebocoran
b. Peka terhadap perubahan temperature
c. Kadang kecepatan kerja berubah
d. Kerja system saluran tidak sederhana.
 Hal-hal yang menyebabkan aliran fluida terhambat
Hal hal yang menyebabkan aliran fluida terhambat adalah:
a. Beban piston silinder, semakin besar beban semakin besar tekanan yang
dibutuhkan.
b. Jika ada back pressure, maka aliran akan terhambat.
c. Sirkuit hydraulic yang ada, hose, valve, fitting, filter dan orifice akan
menyebabkan gesekan dan fluida sulit untuk mengalir.
Catatan: Gesekan aliran akan semakin besar jika:
- Bertambah panjangnya pipa atau hose
- Kecepatan oli
- Berkurang karena temperatur oli
 Sifat-Sifat Dasar Zat Cair/Fluida
Sifat Sifat dasar Zat cair/fluida yaitu :
1. Mudah menyesuaikan bentuk.
2. Tidak dapat dimampatkan.
3. Meneruskan tekanan ke semua arah.
4. Mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.
5. Mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah.
54

Dari sifat-sifat fluida tersebut, maka muncul hokum pascal yang mana hokum
pascal banyak dipakai dalam suatu system hydraulic. Bunyi hokum paskal adalah
“Zat cair dalam ruangan tertutup dan diam (tidak mengalir) mendapat tekanan,
maka tekanan tersebut akan diteruskan kesegala arah dengan sama rata dan tegak
lurus bidang permukaannya”. Dapat dikatakan bahwa semua sistem hidrolik
menggunakan hukum Pascal. Sistem hidrolik dipakai di seluruh kendaraan berat,
mesin pengangkut, pabrik-pabrik, dan semua peralatan yang membutuhkan gaya
yang besar menggunakan sistem hidrolik karena keuntungan mekanisnya yang
cukup tinggi dan sistem kerjanya yang sederhana.
Rumus Hukum Pascal:

F = P x A (kg).
Dimana : F = Gaya (Force) (kg).
P = Tekanan (Pressure) (kg/cm²)
A = Luas Penampang (Area) (cm²)
Setelah mempelajari dan mengetahui dasar hidrolik baik dari pengertian,
fungsi, manfat dan lain sebagainya maka agar lebih detail dan terperinci dalam
memahami system control berupa hydraulic type pada unit HD785-7 maka perlu
adanya gambaran dari mulai simbol, rangkaian ,sampai dengan koneksi rangkaian
tersebut dengan komponen lainnya. Lihat pada gambar 2.35 yang menjelaskan
tentang system brake hydraulic circuit diagram secara menyeluruh dari keempat
jenis-jenis brake yang ada.
55

a
b
c
d

4
3

2
1

Gambar 2.35 Hydraulic System Dump Truck HD 785-7 Komatsu

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
56

Mekanisme kerja pada hydraulic system unit HD785-7 yang di mulai dari
komponen transmission oil pan (1) yang berfungsi sebagai bak penampung oli
transmissi dalam pelumasan brake system yang terletak pada bagian kiri bawah
unit. Untuk dapat bersirkulasi keseluruh bagian komponen, maka pada sistem
hydraulic ini terdapat komponen oil pump (2) yang berfungsi untuk menghisap
oli dari bak oli menuju ke seluruh bagian-bagian komponen pengereman yang
bergerak. Penggerak pompa oli ada yang digerakkan oleh poros nok atau poros
engkol atau timing belt. Oli sebelum masuk ke dalam pompa oli harus bebas dari
kotoran, oleh sebab itu pada bagian inlet pompa oli dipasangkan komponen
saringan oli yang berfungsi untuk menyaring oli dari kotoran-kotoran.
Selanjutnya oli akan masuk ke dalam Accumulator charge valve (3) untuk
memperjelas (lihat pada gambar 2.36).

Gambar 2.36 Accumulator Charge Valve

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
Keterangan :
ACC:To accumulator H1: Relief valve
P: From hydraulic pump R1: Relief valve
PP: From accumulator R3: Main relief valve
(accumulator pressure)
T: To brake system tank
Fungsi Accumulator Charge Valve adalah untuk mengisi ulang daya pada
accumulator valve digerakan untuk mempertahankan tekanan oli dari pompa di
tekanan ditentukan dan menyimpannya di accumulator. Bila tekanan oli mencapai
yang ditentukan tekanan, oli dari pompa terhubung sirkuit drain untuk mengurangi
beban pompa. Selantutnya pelumas akan masuk ke dalam parking brake
accumulator (4) (lihat pada gambar 2.37)

Gambar 2.37 Accumulator

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
Keterangan :
1. Valve 3. Cylinder
2. Top cover 4. Piston
Accumulator dipasang diantara akumulator charge valve dan brake valve. Ini
di isi dengan gas nitrogen antara silinder (3) dan free piston (4) menggunakan
kompresibility gas untuk menyerap pulse pompa hidrolik atau untuk
memprertahankan kekuatan pengereman dan kemungkinan untuk mengoperasikan
mesin jika mesin harus berhenti. Setelah dari accumulator maka masuk kedalam
relay circuit untuk di transferkan berdasarkan fungsinya masing-masing yaitu ke
dalam komponen parking brake (a), emergency brake (b), service brake (c) dan
retarder brake (d) sesuai dengan pressurenya masing-masing untuk mencapai ke
tujuan terakhir yaitu actuator (brake). Kecuali emergency brake tanpa melalui oil
pump, accumulator charge valve dan accumulator melainkan langsung di
transferkan kedalam posisi parking brake karena untuk dalam keadaan
mendadak/emergency.

48
49

2.3.7.2 Electrical System.


Kelistrikan mempunyai fungsi dan peranan paling penting dalam dunia alat-alat
berat, salah satunya terdapat pada unit Dump Truck HD785-7. Listrik menyediakan
energy untuk :

1. Memutar engine pada saat starting.


2. Mengoperasikan lampu-lampu.
3. Mengoperasikan gauge-gauge dan accessories.
4. Menjaga tingkat pengisian battery.
Listrik adalah mengalirnya electron-elektron dari atom ke atom dalam sebuah
konduktor dari Negative ke Positive.

 Faktor-faktor Kelistrikan.

Gambar 2.38 Faktor-faktor Kelistrikan

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


Berikut adalah faktor-faktor kelistrikan ada tiga yaitu:

1. Tegangan (Voltage).
Tegangan adalah gaya yang mengakibatkan adanya arus listrik. Tegangan
(voltage) terjadi akibat adanya beda/selisih potensial antara dua ujung konduktor.
Beda potensial terjadi karena perbedaan jumlah electron pada ujung konduktor.
Arus listrik akan mengalir dari tegangan yang tinggi (+) ke tegangan yang rendah
(-), satuan tegangan listrik disebut “Volt” dan disimbolkan “V”.
50

2. Arus (Current).
Arus Listrik adalah mengalirnya elektron secara terus menerus dan
berkesinambungan pada konduktor akibat perbedaan jumlah elektron pada
beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah
Ampere. Arus listrik bergerak dari terminal positif (+) ke terminal negatif (-),
sedangkan aliran listrik dalam kawat logam terdiri dari aliran elektron yang
bergerak dari terminal negatif (-) ke terminal positif(+), arah arus listrik dianggap
berlawanan dengan arah gerakan elektron.
3. Hambatan (Resistance).
Kawat tembaga pada umumnya digunakan untuk menghantarkan arus listrik
karena kawat tembaga memiliki hambatan yang kecil terhadap aliran listriknya.

Gambar 2.39 Hambatan Listrik

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


Ketika electron bebas berjalan melalui sebuah logam, electron-electron itu
melalui molekul yang akan memperlambat kecepatan jalannya. Perlambatan
kecepatan itu merupakan hambatan yang umumnya disebut dengan Electric
Resistance atau hambatan listrik. Satuan hambatan listrik adalah OHM dan
simbolnya adalah Ω. Hambatan suatu penghantar dikatakan satu bila besarnya
hambatan tersebut menyebabkan mengalirnya arus sebesar 1A, bila pada kedua
ujung penghantar dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 1 Volts (pada
temperature konstan). Adapun harga hambatan pada sebuah penghantar dipengaruhi
oleh bahan pengantar, luas penampang penghantar dan temperature.
51

Harga hambatan dapat dihitung dengan rumus :

Dimana : R = Hambatan (Ohm/Ω).


ρ = Tahanan Jenis (Ohm/Ωmeter).
L = Panjang kawat (meter).
A = Luas Penampang Kawat (m²).

Gambar 2.40 Tabel Tahanan Jenis

(Sumber : Basic Mechanic Coure UT)


Agar bisa mengetahui lebih detail terkait system kerja electrical pada
komponen parking bake solenoid unit HD785-7, maka diperlukannya wirring
diagram electrical sehingga dapat lebih mudah dan memahami dengan membaca
jalur, symbol, dan komponen-komponen yang ada. Lihat pada gambar 2.41.
52

Gambar 2.41 Wiring Diagram Electrical

(Sumber : OMM Komatsu Dump Truck HD785-7 S/N 7001 and Up)
53

Gambar 2.41 Wiring Diagram Electrical adalah wirring diagram system kerja
elektrik komponen parking brake solenoid pada unit HD785-7. Mekanisme
kerjanya adalah dimulai dari battery (1) yang merupakan salah satu bagian dari
sistem kelistrikan yang ada pada kendaraan, baterai merupakan alat yang
digunakan untuk menyimpan sumber energi listrik melalui proses elektro kimia
yaitu dari proses kimia dirubah menjadi tenaga listrik (saat proses pengosongan)
dan sebaliknya dari tenaga listrik dirubah menjadi proses kimia (saat proses
pengisian). Arus yang berasal dari baterai yaitu arus searah atau arus DC
(Alternating Current). Sedangkan tegangan baterai yang digunakan adalah
sebesar 12 volt. Baterai memiliki fungsi yang sangat penting bagi kelistrikan di
kendaraan, adapun fungsi dari baterai yaitu apabila pada saat mesin masti, baterai
ini berfungsi sebagai sumber tenaga listrik yang berfungsi untuk menghidupkan
sistem kelistrikan yang ada pada kendaraan, misalnya lampu sein (lampu tanda
belok), klakson (horn), indikator yang ada pada dashboard, lampu kota, lampu
kepala dan lain sebagainya. Pada saat mesin masih belum hidup, baterai
merupakan sumber tenaga listrik satu-satunya yang digunakan, karena pada saat
ini altenator pada kendaraan belum berfungsi. Pada saat melakukan starter
mengguinakan elektrik starter, baterai juga merupakan satu-satunya sumber
listrik yang digunakan untuk menghidupkan atau menjalankan motor starter.
Pada saat mesin sudah hidup, maka altenator pada kendaraan sudah berfungsi,
sehingga baterai sudah tidak lagi menjadi sumber utama penyedia energi listrik.
Namun pada saat mesin hidup baterai masih memiliki fungsi yaitu sebagai
penstabil tegangan dari alternator. Mengingat kerja altenator kurang stabil dan
bergantung dengan putaran altenator, walaupun pada alternator sudah dilengkapi
dengan regulator namun masih memerlukan baterai sebagai penstabil tegangan
yang nantinya tegangan tersebut dialirkan ke sistem kelistrikan yang ada pada
kendaraan. Selanjutnya parking brake switch merupakan komponen yang
berfungsi untuk mengaktifkan dan menghidupkan, memutus dan
menghubungkan arus dari baterai ke system, pada unit HD785-7 komponen ini
berada di dalam kabin berupa tombol ON/OFF parking brake. Apabila operator
akan mengaktifkan switch (2) ke posisi “ON” maka arus akan melalui circuit
54

menuju ke relay (2) yang mana komponen ini berfungsi untuk mengalirkan listrik
dengan arus yang besar yang menggunakan kendali listrik dengan arus kecil
sekaligus sebagai pembagi arus, selanjutnya menuju komponen solenoid of
parking brake yang akan tidak mengaktifkan atau pada posisi “OFF” oleh karena
itu hydraulic oli akan kembali ke brake sub tank dan posisi “engaged by spring”
sedangkan apabila switch of parking brake(2) pada posisi “OFF” maka solenoid
of parking brake (3) pada posisi “ON” otomatis akan mendorong solenoid akibat
dari hydraulic oil maka posisi “disengaged by oil pressure” yang mendorong
spring naik ke atas maka posisi release atau parking brake aktif (4). Peristiwa ini
dikategorikan kedalam sping loaded 1 (SLI).
2.3.8. Basic Trouble Shooting
Trouble shooting (Mengatasi gangguan) : melokalisasikan berbagai
kemungkinan penyebab gangguan, serta melaksanakan perbaikannya dan
mencegah gangguan terjadi kembali. Dalam pelaksanaan trouble shooting
(mengatasi gangguan) , struktur dan fungsi merupakan hal yang penting untuk
dipahami terlebih dahulu . Akan tetapi , cara mempermudah untuk troble shooting
(mengatasi gangguan) adalah dengan menanyakan langsung ke operator, untuk
mendapatkan kemungkinan kemungkinan penyebab gangguan.
Memastikan gangguan : Periksa tingkat gangguan , untuk lebih meyakinkan
mengenai gangguan yang terjadi dengan jalan mengoperasikan unit atau
melaksanakan pengukuran. Perlu diperhatikan jangan menambah gangguan. Dari
hasil pertanyaan dan pemeriksaan diatas, kita telah memiliki data data untuk
melakukan analisa, selanjutnya kita ikuti trouble shooting chart untuk melokalisasi
kemungkinan penyebab gangguan. Prosedur yang mendasar dalam trouble shooting
adalah :
1. Mulailah dari yang paling sederhana.
2. Mulai lah dari yang paling sering terjadi.
3. Teliti part yang terkait dengan gangguan.
Tindakan perbaikan penyebab gangguan Sekalipun gangguan telah diatasi,
namun apabila penyebab awal gangguan tidak diperbaiki, maka gangguan yang
sama akan timbul kembali. Untuk mengatasi hal ini , maka harus diselidiki kenapa
gangguan tersebut terjadi.
55

2.3.8.1 Langkah langkah dalam Trouble shooting


1. Hentikan unit pada daerah yang datar, tanah yang keras dan tidak mudah lonsor.
Dan jangan ditepian tebing yang mudah longsor. Pasang pin pin pengaman,
pastikan parking brake sudah difungsikan, dan matikan engine.
2. Catat Model unit, serial number unit, serial number engine dan SMR/KMR.
Bila dilakukan oleh 2 (dua) orang atau lebih, pastikan bahwa menggunakan
tanda tanda yang telah disepakati dan cegah orang yang tidak berkepentingan
mendekati area, untuk menghindarkan kecelakaan karena salah pengertian.
3. Jangan sekali kali membuka tutup radiator saat engine masih panas, karena air
akan menyembur, tunggu sampai engine dingin dan berkurangnya tekanan
didalam radiator. Air panas bisa memnyebabkan kulit melepuh.
4. Jangan sekali kali memegang part yang masih panas dan perhatikan part yang
berputar.
5. Bila melepas kabel listrik, lepaskan kabel negatif (-) terlebih dahulu.
6. Bila akan membuka plug yang bertekanan seperti plug oli , air atau udara,
pastikan bahwa bahwa tekanan didalam sistemnya sudah tidak ada, dan saat
memasang alat ukur, pastikan terikat dengan sempurna.
2.3.8.2 Delapan Langkah untuk melakukan Analisa Trouble

Gambar 2.42 Skematika Delapan Step Trouble Shooting

(Sumber : Basic Troubleshooting, 2009)


56

Penelitian di lakukan dengan prosedur untuk menentukan dan memacahkan


permasalahan yang ada di lapangan, dengan langkah-langkah yang di tempuh dalam
penelitian ini ada 8 langkah troubleshooting, yaitu sebagai berikut :
1. Troubleshooting Chart (Panduan Troubleshooting)
Yaitu panduan dalam melakukan analisa kerusakan berdasarkan error code
pada shop manual Dump Truck HD 785-7 Komatsu serial number 7001 up dan
dilakukan pengecekan sebelum melakukan perbaikan.
2. Possibilities cause (Penyebab kemungkinan terjadi)
Yaitu dugaan sementara yang di dapatkan dari keluhan informasi yang telah
di sampaikan oleh operator terkait keluhan yang di alami saat mengoperasikan unit
Dump Truck HD 785-7 Komatsu code DT 4641.
3. Observe and diagnostic (observasi dan diagnosa)
Langkah ini di ambil untuk mengambil data yang terdapat pada unit Dump
Truck HD 785-7 Komatssu, observasi yaitu berupa data wawancara terhadap
operator yang mengoperasikan unit tersebut, kemudian data pengukuran yang dapat
di ambil melalui testing unit tersebut disesuaikan dan mendiagnosa dengan standart
Shop manual berdasarkan keluhan yang telah di sampaikan oleh operator.
4. Data
Setelah melakukan langkah observasi dan pengukuran maka di dapatkan data
yang actual sesuai kondisi mesin tersebut dan siap di olah untuk di analisa.
5. Analisa
Data-data yang telah di dapatkan dapat di olah dengan membandingkan data
actual dengan data acuan yang ada di shop manual, data yang dapat di olah adalah
data yang di ambil secara actual, waktu terjadinya trouble, lokasi operasi unit dan
sesuai dengan standar pengetesan mesin dan di lakukan dengan benar serta cocok
dengan keluhan yang terjadi pada mesin atau unit tersebut.
6. Suspected cause (penyebab kerusakan)
Penyebab utama akan didapatkan setelah melakukan langkah analisa data
yang telah di olah seperti data kualtatif dan kuantitatif.
57

7. Conclusion (kesimpulan)
Kesimpulan yang dapat di ambil untuk menentukan langkah apa yang harus
di ambil kepada unit trouble tersebut berdasarkan kondisi komponen atau part yang
rusak, seperti merekomendasikan supaya mngganti part baru, repair, atau rekondisi.
8. Action to improvement (langkah perbaikan)
Langkah yang terakhir yaitu langkah untuk perbaikan unit sesuai dengan
rekomendasi yang di anjurkan sesuai kerusakan yang terjadi agar trouble dapat di
tangani dengan tepat dan memberikan solusi agar unit dalam kondisi performa yang
baik saat di operasikan.
58

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang
dilakukan melalui pengumpulan data primer atau informasi yang baru dan terkait
dengan kondisi nyata yang ada di lapangan dengan metode observasi deskriptif
melalui observasi lapangan (George Allen & Unwin, 1984). Observasi lapangan
yang dilakukan adalah dengan melakukan penelitian mencari penyebab terjadinya
kerusakan pada komponen parking brake solenoid tersebut, sehingga ketika sudah
diketahui penyebabnya penulis akan berusaha merekomendasikan untuk
mengupayakan mencegah penyebab terjadinya kerusakan Parking Brake Solenoid
Unit Dump Truck HD785-7 Komatsu.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian


3.2.1 Tempat Penelitian

Tempat penelitian dilaksanakan di PT. United Tractors site Bharinto Ekatama,


Kalimantan Timur.

Gambar 3.1 Tempat Penelitian

(Sumber : Google Map)


59

3.2.2 Waktu Penelitian

Waktu penelitian dimulai pada tanggal 1 Juni 2017 sampai dengan 31


November 2017.

3.3 Teknik Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan pada saat OJT di PT. United Tractors site
Bharinto Ekatama, Melak, Kalimantan Timur. Adapun teknik pengumpulan data
sebagai berikut :
1. Observasi yaitu dengan pengamatan langsung di lapangan pada objek yang
dituju. Untuk memperoleh data atau informasi yang penulis perlukan dalam
penyusunan tugas akhir ini. Tujuannya adalah untuk memperoleh data yang
diperlukan penulis dalam penulisan tugas akhir ini.
2. Dokumentasi, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan
mengumpulkan data-data gambar atau foto-foto yang diambil oleh penulis
langsung pada lapangan yang menjadi tempat penelitian. Data-data foto yang
diambil akan dijadikan pedoman dasar atas masalah yang akan dibahas oleh
penulis pada tugas akhir ini.
3. Referensi, yaitu sumber-sumber referensi yang menunjang penulis dalam
menelesaikan tugas akhir. Diperoleh dari buku, internet, dan lain-lain.
3.4 Pengumpulan Data
Berdasarkan sumber data penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu :
3.4.1 Data Primer
Data Primer didalam penelitian yang diperoleh dengan cara melakukan
observasi pengamatan di lapangan selama penulis melakukan OJT dan menemukan
permasalahan yaitu terjadinya kerusakan pada Parking Brake Solenoid pada unit
Dump Truck HD785-7 komatsu, kemudian penulis mengambil data gambar atau
foto saat proses perbaikan unit di lapangan.
3.4.2 Data Sekunder
Data Sekunder yang diambil sebagai penguat data primer yaitu akibat
dterjadinya kerusakan pada Parking Brake Solenoid seperti halnya dokumen
perusahaan seperti Historical Unit, Technical Service Report (TSR) dan lain- lain.
60

Tabel 3.1 Pengumpulan Data Dan Metode Pengolahan Data.

Kelompok Jenis
Data Metode/Sumber
Data Data
Observasi Lapangan
Data Masalah Primer
Dokumentasi
Landasan Refrensi: Shop manual, Basic
Kualitatif Sekunder
Teori Brake System.
Catatan Technical Service Report(TSR),
Sekunder
Kerusakan Unit Maintenance Report (UMR)
Pengukuran
Voltage dan
Primer Observasi Lapangan
Resistance
Kuantitatif
Sensor
Possibilities Referensi : Shop manual dan
Sekunder
chart Laporan Mekanik

3.4.3 Peralatan dan Bahan Penelitian


Peralatan dan bahan penelitian adalah alat perantara yang di gunakan untuk
mengumpulkan suatu masalah atau mengolah, menganalisis, dan menyajikan data-
data secara sistematis dan objektif dengan tujuan memecahkan suatu permasalahan
atau menguji hipotesis:
1. Alat penelititan yang di gunakan :
a. Sarung tangan, safety googles, safety shoes dan safety helmet sebagai safety
untuk mata, tangan, kaki dan kepala.
b. Job Safety & Environment Analysis untuk sebagai prosedur dalam sebelum
memulai pekerjaan agar memastikan lingkungan kerja aman.
c. Danger Tag, LOTO dan Wheel Chock untuk prosedur sebelum memulai
pekerjaan agar memastikan lingkungan kerja aman.
d. Toolbox 1 set yaitu berupa alat pendukung untuk membuka komponen yang
bermasalah.
e. Majun untuk membersihkan komponen dari kotoran.
61

f. Avo meter untuk mengukur resistansi pada komponen Parking Brake Selenoid.
g. CRC, Co Contact Cleaner yaitu cairan yang digunakan untuk membersihkan
komponen.
h. Camera untuk dokumentasi kegiatan.
2. Bahan penilitian yang digunakan :
Bahan penelitian yang digunakan adalah Populasi unit Dump Truck HD 785-7
milik customer PT. Pamapersada Nusantara. Teknik pengambilan sampel penilitian
adalah dengan teknik purposive sampling (Penarikan sampel secara sengaja) karena
penulis yang turun langsung dalam proses menemukan masalah hingga
memperbaiki dan mendapatkan solusi dari masalah pada unit Dump Truck HD 785-
7 Code DT 4641.
62

3.5 Diagram Alir Penelitian

Start

Identifikasi dan
Perumusan Masalah
Tahap Perumusan Data

Studi Lapangan Studi Pustaka

Obsrvasi Dokumentasi Buku Literatur Internet

Tahap Pengumpulan Data

Data Primer Data Sekunder

Foto Kerusakan Wawancara OMM Shop Manual TSR

Tahap Pengolahan Data

Pengolahan Data

Analisa

Hasil Penelitian

Kesimpulan dan Saran

Finish

Gambar 3.2 Flowchart Metodologi Penelitian

(Sumber : Penulis)
63

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Masalah Terjadinya kerusakan Parking brake Solenoid
Terjadinya masalah pada salah satu customer PT. United Tractors Site
Bharinto Ekatama yaitu PT. Pamapersada Nusantara yang melaporkan bahwa unit
Dump Truck HD785-7 Komatsu mengalami trouble pada parking brake solenoid,
hal ini ditandai parking brake selalu aktif sehingga menyebabkan unit tidak dapat
berjalan, apabila hal ini dibiarkan maka akan menyebabkan kerugian pada customer
karena unit tidak dapat beroperasi dilapangan. Oleh karena itu perlu segera
dilakukan perbaikan agar terhindar dari kerusakan lainnya dan memakan biaya lebih
besar.
4.2 Hasil Pengumpulan Data
Setelah mengetahui permasalahan yang terjadi selanjutnya melakukan
kegiatan pemeriksaan komponen yang terkait permasalahaan tersebut diharapkan
dapat diketahui akar permasalahan tersebut.
4.2.1 Pengumpulan Data Informasi Unit
Data unit sangat diperlukan dalam menganalisa suatu masalah, berikut adalah
data unit Dump Truck HD785-7 Komatsu yang telah diperoleh sebagai berikut :
Tabel.4.1 Data Unit
Customer Name : PT. Pamapersada Nusantara
Machine Model : HD 785-7
Serial Number : 31440
Machine Code : DT 4641
Engine Model : SAA12V140E-3
Engine Number : 508650
Type of Attachment : Vessel
Hours Meter : 1016.2 Hours
Location Site : Bharinto Ekatama
Date Trouble : Kamis, 21 September 2017
64

Tabel 4.1 merupakan spesifikasi unit serta keterangan trouble report


berdasarkan tanggal kejadian pada saat unit mengalami trouble. Tabel ini juga
menjelaskan serial number dan engine model pada unit.

Gambar 4.1 Komatsu HD 785-7 DT4641

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Gambar 4.1 merupakan hasil dokumentasi pribadi yang mana unit tersebut
mengalami trouble pada parking brake solenoid yang mengakibatkan parking
brake selalu active sehingga unit tidak dapat berjalan.
4.2.2 Permasalahan Kerusakam Parking Brake Solenoid
Setelah dilakukannya proses pengamatan secara langsung (Observasi) maka
proses selanjutnya dengan melakukan dokumentasi yaitu proses pengambilan
gambar terkait permasalahan pada unit yang terjadi di lapangan untuk mendukung
proses penelitian dan kemudian dilakukannya proses pencarian sumber masalah
yang terjadi pada unit. Agar lebih mudah untuk mengetahui penyebab yang
mungkin terjadi dari permasalahan kerusakan pada parking brake solenoid ini
menggunakan 8 langkah troubleshooting atau prosedur untuk memecahkan masalah
tersebut antar lain :
1. Menemukan masalah ( Trouble Shooting Chart )
Melakukan pengambilan informasi terhadap unit trouble yaitu :
Nama customer adalah PT.Pamapersada Nusantara site Bharinto Ekatama,
type (Vessel) dan serial number unit (31440), serta lokasi unit (Bharinto
Ekatama, Melak, Kutai Barat).
65

Gambar 4.2 PAMA BEKB

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Gambar 4.2 adalah workshop PT.Pamapersada Nusantara yang merupakan
salah satu dari customer PT.United Tractor terkait melaporkan bahwa adanya
masalah pada unit yang mengalami trouble.

Gambar 4.3 Serial Number Unit

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Gambar 4.3 merupakan informasi data unit yang mengalami trouble pada
parking brake solenoid berserta serial number dan type unitnya.
66

Gambar 4.4 Parking Brake Solenoid Abnormal

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Gambar 4.4 merupakan hasil identifikasi masalah yang terjadi pada komponen
parking brake solenoid yang mana pada saat melakukan troubleshooting
komponen tersebutlah yang merupakan penyebab utamanya unit tidak dapat
beroperasi.
2. Penyebab yang mungkin/Hipotesa (Possibilities Causes)
Setelah diketahuinya permasalahan yang terjadi pada unit HD785-7 pada
komponen yang mengalami trouble yaitu parking brake solenoid maka dari
hasil pengamatan bahwa dugaan sementara/Hipotesa dari rusaknya komponen
parking brake system terjadi karena, yaitu:
a. kondisi area kerja atau lingkungan kerja bisa menjadi factor utama
penyebab rusaknya komponen parking brake solenoid akibat dari
kotornya lingkungan kerja seperti masuknya partikel asing, material,
debu, air, tanah dan kotoran lainnya kedalam komponen solenoid melalui
lubang connector antara parking brake dan solenoid. Seperti yang terlihat
pada gambar 4.5.
67

Gambar 4.5 Component Solenoid

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


b. Hipotesa yang lain terkait penyebab dari permasalahan ini akibat dari Man
Power yaitu tim mekanik pada saat melakukan maintenance unit tidak
dilakukannya pemeriksaan pada komponen solenoid sehingga kurangnya
perhatian apakah masih dalam kondisi baik atau tidak.
c. Operator juga berperan penting dalam menjaga komponen-komponen lain
termasuk parking brake solenoid dalam menjalankan unitnya telah sesuai
dengan standard dan tidak terjadinya kesalahan dalam menjalankan unit
yang mengakibatkan komponen tersebut menjadi rusak/trouble.
3. Observe and Diagnostic
Untuk melaksanakan troubleshooting terkait masalah yang terjadi maka perlu
dilakukannya pengamatan atau observasi, hal ini dilakukan agar tidak terlalu
memakan waktu yang cukup lama untuk melakukan troubleshooting dan
efisieni terhadap pekerjaan yang akan dilakukan. Salah satu pengamatan yang
dilakukan adalah melaksanakan wawancara menanyakan kepada operator
terkait dengan trouble rusaknya parking brake solenoid unit HD785-7. Dari
hasil observasi yang telah di dapat yaitu :
68

a. munculnya lampu indicator parking brake solenoid pada monitor panel.


b. Parking brake selalu active, tidak bisa release.
c. Unit tidak bisa jalan secara mendadak.
d. Unit terasa berat dan berbunyi pada saat akan di jalankan karena terjadinya
‘engaged” pada parking brake solenoid.
e. Tidak adanya gangguan lain yang terjadinya trouble.
f. s tersebut terjadi secara mendadak.
g. Baru pertama kali terjadinya trouble pada parking brake solenoid.
h. Belum adanya perbaikan setelah terjadinya trouble.

Gambar 4.6 Wawancara Operator

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Gambar 4.6 Terlihat bahwa mekanik sedang melakukan observasi terhadap
unit yang mengalami trouble sebelum melakukan pekerjaan dalam
pemeriksaan masalah serta sharing/wawancara kepada operator terkait dengan
permasalahan yang tarjadi pada unit.
4. Melakukan pengumpulan data (Collect Data)
Dalam melaksanakan pengumpulan data maka mekanik dan penulis langsung
melakukan pemeriksaan dan pengukuran serta peng-test-an secara langsung
ke unit. Berikut adalah data-data yang telah diperoleh berdasarkan
pengumpulan yang telah dilaksanakan :
69

Gambar 4.7 Monitor Panel

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Check secara visual terutama pada monitor panel seperti pada gambar 4.7
terlihat bahwa mekanik sedang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui
bahwa parking brake always acrive.

Gambar 4.8 Pemeriksaan Parking Brake Solenoid

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Setelah dilakukannya pengecekan secara visual maka langkah selanjutnya
adalah Check Kondisi Parking Brake Solenoid seperti yang terlihat pada
gambar 4.8.
70

Gambar 4.9 Switch Parking Brake

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Terlihat pada gambar 4.9 sedang melakukan Measurment Voltage Switch
Parking Brake untuk memastikan adanya power yang masuk pada switch.

Gambar 4.10 Fuse Parking Brake

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Untuk mengetahui kondisi putus atau tidaknya fuse terlihat pada gambar 4.10
sedang melakukan pengecekan dan pemeriksaan.
71

Gambar 4.11 Wirring To Solenoid

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Gambar 4.11 menunjukan bahwa sedang dilaksanakannya pengukuran
Resistance pada wire yang akan masuk ke wirring menuju solenoid.

Gambar 4.12 Measurment resistance wirring (+) to (-)

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Selain tu juga perlu dilakukannya pemeriksaan antara kabel (+) dan (-)
parking brake mengalami short circuit atau tidaknya seperti terlihat pada
gambar 4.12.
72

Gambar 4.13 Measurment Resistance (-) To Ground Body


(Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Gambar 4.13.Memeriksa terhubung atau tidaknya kabel antara ke ground
body ke groud punya wirring parking brake.

Gambar 4.14 Measurment Voltage (+) To Ground Body

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Selain itu juga sangat penting untuk memeriksa dan mengukur tegangan
wirring (+) punyanya wirring parking brakre seperti yang terlihat pada
gambar 4.14.
73

Gambar 4.15 Parking Brake Solenoid Measurement Resistance Coil

(Sumber : Dokumentasi Pribadi)


Gambar 4.15 menunjukan sedang dilakukannya pengukuran pada parking
brake solenoid untuk mengetahui resistance pada coil.
5. Analisa
Melakukan analisa dengan menggunakan data yang di peroleh dan
membahasnya pada bagian pembahasan pada bab 4 sub bab 4.3.
6. Suspected Cause
Berusaha menemukan bagian-bagian komponen yang kemungkinan besar
tidak berfungsi dengan normal sehingga menyebabkan parking brake solenoid
mengalami kerusakan tersebut, jadi bagian yang tidak normal itu merupakan
hanya akibat dari hal-hal yang lain atau memang merupakan penyebab utama
terjadinya kerusakan tersebut seperti yang di bahas pada bab 4 sub bab 4.3.
7. Kesimpulan (Conclusion)
Setelah memastikan penyebab utama yang terjadi pada rusaknya komponen
parking brake solenoid sehingga di tentukannya langkah-langkah yang dapat
di ambil dalam pencegahan untuk menimalisir terjadinya trouble kembali
pada komponen solenoid lalu membuat kesimpulan pada bab 5 sub bab 5.1.
8. Action To Improvement
Melakukan langkah pengecekan dan analisa yang secara aktual dilakukan
dengan melakukan Improvement (pada pembahasan bab 4 sub bab 4.3.1) dan
upaya-upaya yang dapat meminimalisir terjadinya kerusakan pada
permasalahan yang sama. (pada pembahasan bab 4 sub bab 4.3.2)
74

4.3 Pembahasan

Adanya laporan dari customer bahwa unit mengalami breakdown unschedule

Terjadinya trouble pada komponen solenoid of parking brake abnormal

karena parking brake unit selalu active

Sehingga dilakukan pemeriksaan dan pengukuran


wirring electric, voltage electric, controller dan connector.

Komponen solenoid parking brake


terdapat kotoran tanah, lumpur, dan air yang menempel

Resistance solenoid parking brake (actual 5,90 ohm) melebihi standard Max (1Ω)

sehingga terjadi short circuit pada solenoid parking brake

Akibatnya Flunger tidak dapat berfungsi sehingga


solenoid parking brake mengalami kerusakan

Oleh masuknya material/water melalui lubang connector

Akibat dari kurangnya program pemeriksaan harian oleh customer

Sehingga mengakibatkan solenoid of parking brake mengalami kerusakan


75

4.3.1 Detail Pembahasan


Dalam melakukan sebuah analisa diperlukan data-data yang akurat
untuk menunjang suatu masalah yang terjadi. Pengetahuan mengenai teori
dasar system pengereman dan cara kerjanya harus dipahami secara
menyeluruh agar dapat mempermudah dalam menyelesaikan suatu
permasalahan yang terjadi. Seiring dengan perkembangan teknologi, system
pada unit sudah banyak sekali mengalami perubahan system. Salah satunya
yaitu system pengereman pada parking brake. HD785-7 merupakan salah satu
unit alat berat yang menggunakan parking brake dengan system hydraulic,
parking brake merupakan suatu komponen yang sangat berperan penting
dalam dunia otomotif karena rem parkir atau parking brake adalah untuk
melakukan pengereman pada kendaraan saat kendaraan tersebut berhenti
atau parkir. Rem parkir sangat penting bagi kendaraan. Jika rem parkir tidak
ada atau tidak berfungsi maka saat kendaraan parkir pada tempat yang tidak
rata, misalnya jalanan naik atau turun maka kendaraan dapat
berkemungkinan bisa jalan turun sendiri ketika parkir atau sering di sebut
juga sebagai pengaman pada saat unit parkir.selain mengetahui dasar
system dan cara kerjanya, pengetahuan tentang perawatan dan gejala-gejala
kerusakan sangat penting untuk difahami, karena hal tersebut sangat sangat
dibutuhkan dalam hal menemukan akar penyebab dari suatu masalah
sehingga dapat terselesaikan dengan baik. Kemudian dapat memberikan
solusi dan penyelesaian yang baik sehingga masalah tidak terulang kembali.
Setelah mendapat laporan dari customer PT.PAMA PERSADA
NUSANTARA pada tanggal 21 September 2017 dalam hal ini adalah unit
Dump Truck HD785-7 Komatsu kode DT4641 mengalami trouble. Maka
dengan hal seperti ini, pihak perusahaan PT. United Tractors site Bharinto
Ekatama Area NFMC PAMA selaku company service customer produk
Komatsu mengirim tim mekanik untuk melakukan kegiatan troubleshooting.
Kegiatan yang dilakukan pertama kali ketika tim mekanik sampai ke lokasi
unit adalah mengumpulkan data-data keterangan unit Dump Truck tersebut
dengan metode wawancara. Wawancara dilakukan langsung oleh mekanik
terhadap operator customer PT. Pamapersada Nusantara unit Dump Truck
76

HD785-7. Dari kegiatan wawancara tersebut diperoleh keterangan informasi


sebagai berikut :
1. Pada saat terjadi trouble, unit tidak bisa dijalankan setelah running.
2. Komponen parking brake selalu aktif sehingga tidak dapat release.
Dari keterangan diatas, disimpulkan bahwa masalah yang terjadi pada unit
Dump Truck Komat’su HD 785-7 telah teridentifikasi. Masalah yang terjadi
adalah Solenoid Parking Brake Abnormal.
Mekanik langung melakukan pemasangan safetycon dan whellchock
untuk menandakan bahwa unit telah mengalami trouble. Setelah mengetahui
keluhan dari customer operator, mekanik langsung melakukan pemeriksaan
secara visual pada unit di sekitar komponen sekelilingnya yang dapat
menyebabkan trouble. Data unit sangat diperlukan sebagai bentuk pelaporan
adanya pekerjaan yang sedang dilakukan, oleh karena itu take data unit
dengan cara mengambil dokumentasi berupa foto-foto troubleshooting.
Setelah itu mekanik melakukan pengecekan pada monitor panel apakah
terdapat munculnya kode eror untuk mengetahui lebih jelas komponen yang
terjadinya trouble bisa dilihat pada gambar 4.7. Setelah dilakukannya
pengecekan pada monitor panel ternyata tidak terdapat code eror akan tetapi
terdapat munculnya lampu indicator pada parking brake yang tetap
menyala/selalu aktif, hal ini menandakan bahwa keluhan yang telah
disampaikan operator memang benar bahwa trouble yang terjadi yaitu pada
parking brake solenoid. Oleh karena itu tim mekanik langsung melanjutkan
pemeriksaanya dengan melihat dondisi komponen parking brake solenoid
secara langsung. Tindakan yang pertama pada saat melakukan pemeriksaan
komponen yang mengalami trouble adalah tim mekanik membersihkan
permukaan komponen dari banyaknya kotoran seperti tanah, lumpur maupun
air seperti yang terlihat pada gambar 4.8. Terdapat banyaknya kotoran ini bisa
terjadi karena penyebab dari factor lingkungan atau lokasi pertambangan
akibat dari turunnya hujan sehingga jalannya menjadi becek maka unit pada
saat beroperasi otomatis akan kotor termasuk pada bagian komponen-
komponennya. Dari terdapat banyaknya kotoran ini, hipotesa sementara dari
tim mekanik dan penulis saat melakukan pemeriksaan bahwa salah satu factor
77

penyebab trouble pada parking brake solenoid bisa terjadi karena dari factor
lingkungan, perlu diketahui lingkungan kerja unit di daerah pertambangan
pasti sangat banyak sekali kotoran, material atau partikel asing seperti debu,
kondisi jalan yang becek pada saat setelah turun hujan hal ini sudah tidak asing
lagi karena untuk unit pertambangan pasti sangat dekat hubungannya dengan
debu, kotoran tanah berlumpur dan sebagainya di tambah lagi dengan kondisi
cuaca yang menyebabkan medan atau area kerja menjadi lebih sulit. Unit
selalu berkendara atau beroperasi pada medan yang seperti ini setiap harinya
yang kita sering lihat semua kotoran tersebut selalu menempel pada unit yang
membuat unit tidak pernah bersih, dengan bekerja pada kondisi itu membuat
komponen unit mudah terkontaminasi dengan debu, air, tanah dan kotoran
lainnya sehingga area kerja dapat menjadi penyebab dari rusaknya komponen
parking brake solenoid. Agar lebih detail dalam menganalisa penyebab maka
tim mekanik melanjutkan dengan pemeriksaan ataupun pengukuran pada
circuit electric ataupun komponen lainnya yang berhubungan dengan
komponen trouble.
Setelah itu mekanik dan penulis langsung melakukan pengukuran
terhadap switch parking brake hal ini bertujuan untuk mengetahui dan
memastikan bahwa adanya voltage yang masuk dari battery menuju switch.
Perlu diketahui bahwa fungsi swtch parking brake ini juga sangat penting
guna untuk memutus dan menghubungkan arus ke system sehingga solenoid
akan bisa bekerja (Lihat pada gambar 4.9) dalam pengukuran ini
menggunakan multimeter digital untuk mendapatkan hasil yang akurat,
setelah dilakukan pengukuran dari hasil yang didapat bahwa switch parking
brake masih dalam keadaan normal/baik hal ini di tandai dengan adanya nilai
angka yang di dapat pada multimeter digital yaitu 2317 volt (1 to ground) dan
2368 volt (2 to ground). Dengan adanya hasil yang telah di dapat bahwa switch
parking brake masih dalam keadaan baik maka pengecekan selanjutnya
terhadap komponen fuse parking brake untuk mengetahui putus atau tidaknya
fuse. Perlu kita ketahui bahwa fungsi fuse sebagai pengaman electric apabila
terdapat arus yang berlebih ataupun terjadinya arus pendek (short circuit) oleh
karena itu perlu dilakukan pemeriksaan apabila terjadi rusak pada fuse maka
78

harus cepat segera di ganti agar tidak terjadi rusak pada komponen lainnya
akibat rusaknya pengaman electrik (fuse) tersebut. Dari hasil pemeriksaan
seperti yang terlihat pada gambar 4.10 menunjukan bahwa fuse masih dalam
keadaan baik/normal oleh karena itu perlu dilakukan pengecekan selanjutnya
yaitu pada wirring electric yang menuju pada solenoid seperti yang terlihat
pada gambar 4.11 tujuan pengecekan ini adalah untuk mengetahui putus atau
tidak kabelnya, selanjutnya pengecekan antara kabel (+) dan (-) pada wirring
parking brake untuk mengetahui apakah kabel tersebut mengalami short
circuit atau tidaknya seperti yang terlihat pada gambar 4.12 pengecekan
selanjutnya untuk mengetahui apakah terhubung atau tidaknya kabel antara ke
ground body ke groud punya wirring parking brake karena (-) dan ground
body harus terhubung seperti yang terlihat pada gambar 4.13 selain itu
pengukuran juga dilakukan pada wirring untuk mengukur mengukur tegangan
wirring (+) punyanya wirring parking brakre seperti yang terlihat pada
gambar 4.14 dari semua pengukuran tersebut sangat penting dilakukan karena
berhubungan langsung dengan trouble yang terkait sehingga dilakukan
pengecekan dengan cara melihat nilai resistance menggunakan multimeter
digital dari hasil semua pengukuran diketahui masih dalam keadan
normal/baik masih dalam sesuai batas standard sebesar 1 Ohm sehingga perlu
dilakukan pengukuran selanjutnya langsung menuju pada kompoen solenoid
yang terjadi trouble dengan memeriksa nilai resistance pada coil yang
terdapat pada komponen solenoid, cara pengukurannya adalah dengan
membuka/melepaskan kabel conector antara solenoid dan parking brake lalu
periksa resistance komponen solenoid dengan menggunakan multimeter
digital yang sudah di atur untuk melihat nilai resistance kemudian masukan
kedalam lubang conector lalu lihat, catat dan foto hasil pengukuran tersebut.
Setelah dilakukan pengukuran dari semua pemeriksaan yang dilakukan bahwa
nilai resistance pada pengukuran komponen solenoid tidak sesuai standard
yang tertulis di shopmanual. Hasi nilai resistance yang didapat bisa dilihat
pada gambar 4.15.
79

Hal ini menunjukan bahwa ada ketidak normalan pada komponen


parking brake solenoid yang menunjukan resistance tidak sesuai standard,
yang seharusnya maksimal adalah 1Ω ternyata actual dilapangan setelah
dilakukannya pengukuran menunjukan 5,90 Ω. Akibat dari besarnya nilai
resistance yang menyebabkan flunger secara otomatis tidak tersuplainya arus
yang masuk kedalam system electric di dalam komponen solenoid dimana
flunger akan bisa bekerja apabila terdapat arus listrik yang masuk melalui
kabel connector menuju coil dari parking brake, untuk mengetahui lebih jelas
system kerja pada komponen parking brake solenoid bisa dilihat pada dasar
teori gambar 2.34 bab II. Kerusakan pada parking brake solenoid ini berasal
dari kerusakan mekanikal pada komponen solenoid sehingga unit tidak dapat
beroperasi karena parking brake selalu aktif dalam keadaan “engaged”.
Kerusakan ini diakibatkan karena kurangnya intensifitas maintenance yang
dilakukan oleh customer sehingga lalai dalam pemeriksaan. Dalam hal ini
dapat diketahui pemecahan masalah yang terjadi yaitu penyebab kerusakan
parking brake pada unit HD785-7 komatsu berasal dari komponen solenoid
akibat resistance tidak sesuai dengan standar yang ada pada shopmanual
akibat dari masuknya material/air melalui lubang connector pada komponen
solenoid sehingga secara mekanikal flunger tidak dapat bergerak karena tidak
tersuplaynya arus yang masuk.
4.3.2 Upaya-Upaya pencegahan
solusi atau upaya-upaya yang dapat diambil untuk meminimalisir
terjadinya kerusakan sehingga permasalahan cepat terselesaikan dan
kedepannya tidak mengalami trouble yang sama pada unit yang lain
diantaranya yaitu :
1. Lebih memperhatikan program P2H, apabila terdapat kerusakan pada unit
operator harus cepat melaporkan permasalahan tersbut sehingga
permasalahan dapat cepat teratasi. Program P2H ini juga harus lebih
ditekankan sehingga kondisi unit dapat dikontrol setiap harinya dan tidak
banyak unit yang mengalami brakedown.
2. Memberikan pelatihan secara rutin kepada operator yang akan menambah
keterampilan dan pengetahuan tentang pentingnya program P2H pada unit
80

yang akan beroperasi, sehingga operator akan lebih mengetahui pentingya


terjaganya unit tersebut dari kemungkinan terjadinya kerusakan.
3. Perhatikan kondisi komponen, apabila ada kerusakan kecil lakukan
perbaikan dengan cepat bila komponen masih dapat diperbaiki dan bila
perlu dilakukan penggantian pada komponen yang mengalami kerusakan
besar.
4. Memberikan pelatihan lebih banyak kepada mekanik secara berkala yang
akan menambah keterampilan dan pengetahuan tentang bagaimana cara
menangani masalah dan pengetahuan tentang perawatan seperti daily
check dan service berkala.
5. Melakukan procedure maintenance sesuai standard yang ditentukan, agar
tidak terjadi kesalahan maintenance yang membuat unit brakedown. Pada
saat service unit, mekanik harus lebih teliyi dengan mengikuti procedure
yang terdapat dalam sheet service agar tidak terjadi kerusakan yang tidak
diinginkan dan penambahan biaya komponen yang lebih tinggi sehingga
dapat merugikan perusahaan.
81

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa penelitian di lapangan dengan data yang telah
dikumpulkan dan diolah, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu:
1. Trouble tidak berfungsinya komponen solenoid parking brake yang
disebabkan oleh adanya water atau material luar yang masuk kedalam
komponen melalui conector sehingga parking brake unit selalu active.
2. Dari hasil penelitian tidak dapat bergeraknya flunger solenoid disebabkan
resistance solenoid is over with standar karena pengaruh dari material
luar/water.
3. Untuk meminimalisir trouble ini terjadi lagi adalah dengan cara maintenance
sesuai schedule, form pengecekan harus dilakukan sesuai langkah-langkah
pemeriksaan, dan kebersihan unit agar hasil pemeriksaan bisa maksimal.
5.2 Saran
Dalam hal ini penulis dapat memberikan sebuah masukan berupa saran yang
meliputi beberapa hal seperti :
1. Operator harus lebih intensif dalam melakukan P2H sebelum unit digunakan,
dan dilakukan secara teratur agar unit selalu dalam keadaan yang baik
sehingga life time komponen lebih lama.
2. Mekanik harus lebih teliti dalam melakukan daily check maupun service unit.
3. Agar tidak terjadi permasalahan yang sama, maka saat melaukan maintenance
service, trouble shoting, repair system brake harus sesuai dengan prosedur
OMM (Operation Manual And Maintenance) dan usahakan tetap
memperhatikan kebersihan unit pada brake atau parking brake solenoid.
82

DAFTAR PUSTAKA
Shop Manual Galeo Komat’su HD 785-7 Dump Truck Serial Number HD785-7
7001 and up,
Komat’su (2005)Operation and Maintenance Manual (OMM) Galeo Komat’su HD
785-7 Dump Truck Serial Number HD785-7 7001 and up, Komat’su
America Corp.
Tompul, 2014. Brake-system, http://coilku.com/brake-system.html, diakses 22
maret 2015
http//coilku.com/article/macam-type-brake diakses 17 april 2014

United Tractor. 2009. Basic Trouble Shooting. Jakarta: Yayasan Karya Bakti United
Tractors.

Basic Course I Stering and Brake System I, Modul Instruktur , Mei 2008. Yayasan
Karya Bakti United Tractors.
Basic Course I Electrical System, Modul Instruktur , Juni 2008. Yayasan
Karya Bakti United Tractors.
Basic Course I Hidraulic System I, Modul Instruktur , Juni 2008. Yayasan
Karya Bakti United Tractors.
Basic Course I , Product Knowledge Modul Instruktur , Juni 2008. Yayasan
Karya Bakti United Tractors.
http://mydocdjigus.blogspot.co.id/2016/06/sistem-rem-brake-system.html
http://www.viarohidinthea.com/2014/10/sistem-rem-brake-system.html
83

LAMPIRAN

Gambar : Technical Service Report (1)


84

Gambar : Technical Service Report (2)


85

Gambar : Berita Acara Penyerahan Pekerjaan (BAPP)


86

Gambar : Claim Of Warranty Proposal