Anda di halaman 1dari 2

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama melaksanakan
magang di proyek Pembangunan Jalan Tol Pemalang – Batang, kesimpulan yang
didapatkan adalah sebagai berikut.
1. Tahapan pelaksanaan pekerjaan struktur underpass terdiri dari: pekerjaan
persiapan, pekerjaan pondasi, pekerjaan struktur bawah underpass, dan
pekerjaan struktur atas underpass.
2. Urutan pelaksanaan pekerjaan stressing girder terdiri dari: stressing lubang
C1, stressing lubang C2, stressing lubang C3, stressing lubang C4, dan
stressing lubang C3. Besar penarikan masing – masing lubang adalah:
100%, 100%, 50%, 100%, 50% dari penarikan rencana.
3. Volume pekerjaan yang dihitung terdiri dari: volume pekerjaan pondasi,
volume pekerjaan pembesian, volume pekerjaan pembetonan, dan volume
pekerjaan girder.
4. Volume rencana pekerjaan pondasi, pekerjaan pembesian, pekerjaan
pembetonan lantai kerja, pembetonan struktur, dan pekerjaan girder
masing – masing adalah: 4.960 m1, 278.034,56 kg, 48,048 m3, 1.526,687
m3, 60 bh.
5. Volume aktual pekerjaan pondasi, pekerjaan pembesian, pekerjaan
pembetonan lantai kerja, pembetonan struktur, dan pekerjaan girder masing –
masing adalah: 4.960 m1, 278.034,56 kg, 56 m3, 1.514 m3, 60 bh.
6. Pekerjaan yang volumenya sama (volume rencana dan volume realisasi)
adalah pekerjaan pondasi, pekerjaan pembesian, dan pekerjaan girder.
Pekerjaan yang volumenya berbeda adalah pekerjaan pembetonan lantai
kerja dan pembetonan struktur, selisih volume pembetonan lantai kerja

sebesar 7,952 m3 (tambah) dan selisih volume pembetonan struktur


sebesar 12,687 m3 (kurang).

95
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat penulis berikan berdasarkan hasil pengamatan,
pembahasan, dan kesimpulan adalah:
1. Menjaga komunikasi, koordinasi, dan kerja tim (team work) yang baik antara
pelaksana di lapangan dengan seluruh unsur – unsur proyek agar tidak terjadi
kesalah pahaman terkait pelaksanaan pembangunan struktur.
2. Diperlukan ketelitian pada tahap perhitungan perencanaan volume pekerjaan
agar tidak terjadi permasalahan akibat kesalahan dalam tahap perencanaan.
3. Analisa perubahan metode pekerjaan harus dilakukan agar tidak terjadi
keterlambatan dalam proses pelaksanaan pekerjaan akibat pengabaian
pekerjaan dilapangan.

96