Anda di halaman 1dari 17

KATA PENGANTAR

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

Bahwa sesungguhnya ilmu merupakan karunia dari Tuhan yang harus diamalkan
untuk membawa manusia ke arah kebahagiaan hidup.

Bahwa bangsa Indonesia dengan kemerdekaannya telah memperoleh kesempatan dan


waktu yang seluas-luasnya untuk mencari, menggali, dan mendalami ilmu pengetahuan
menuju masyarakat yang adil dan makmur. Sekolah sebagai lembaga pendidikan mempunyai
kewajiban dan tanggung jawabmendidik, melatih, membina, dan membekali para siswa
sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan pmbangunan nasional dan usaha menuju
tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila.

Bahwa para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan
nasional, sadar akan kewajiban, peranan dan tanggung jawabnya terhadap dirinya sendiri,
keluarga,masyarakat, bangsa, dan Negara dalam rangka pengabdiannya kepada Tuhan Yang
Maha Esa.

Maka kami para siswa SMA Negeri 1 Baleendah menghimpun diri dalam satu
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang disusun dalam Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga.

BALEENDAH, 10 AGUSTUS 2007

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………….............. 1

DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………………………… 2

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Terbentuknya OSIS ..……………………………………………………….... 3


B. Dasar Hukum …………………………………………………………………………………..... 4

BAB II PENGERTIAN, FUNGSI, TUJUAN DAN STRUKTUR OSIS

A. Fungsi …………………………………………………………………………………………… 5
B. Tujuan …………………………………………………………………………………………... 6
C. Perangkat OSIS …………………………………………………………………………………. 7
D. Forum Organisasi ……………………………………………………………………………….. 11
i. Rapat-rapat ……………………………………………………………………………. 11
ii. Tata cara pemilihan ………………………………………………………………. 12

BAB III ANGGARAN DASAR OSIS ………………………………………………………………. 13

2
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Terbentuknya OSIS

Sebelum lahirnya OSIS, di sekolah-sekolah tingkat SLTP dan SLTA terdapat


organisasi siswa yang beragam macam corak bentuknya. Ada organisasi siswa yang
dibentuk bersifat intern sekolah itu sendiri, dan ada pula organisasi siswa yang dibentuk
oleh organisasi siswa diluar sekolah. Organisasi siswa yang dibentuk dan mempunyai
hubungan dengan organisasi dari luar sekolah, sebagian ada yang mengarah pada hal-hal
yang bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi siswa tersebut dikendalikan dari luar
sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.

Akibat lanjut dari keadaan yang demikian itu, maka timbulah loyalitas ganda, di satu
pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat Kepala Sekolah, sedangkan di mpihak
lain harus tunduk pada organisasi yang dikendalikan dari luar.

Dengan demikian itu dapat dibayangkan, berapa banyak macam ragam organisasi
siswa yang tumbuh dan berkembanh pada saat itu. Dan bukan tidak mungkin organisasi
siswa tersebut untuk kepentingan diluar kepentingan sekolah.

Pembinaan dan pengembangan generasu mud perlu diarahkan untuk mempersiapkan


kader penerus perjuangan bangsadan pembangunan nasional dengan memberikan bekal
keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patroitime, idelisme,
kepribadian, dan budi pekerti luhur.

Oleh karena itu, pembangunan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan


sekolah diterapkn melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) perlu ditata secara
terarah dan teratur.

Betapa besar perhatian dan usaha pemerintah dalam membina kehidupan para siswa,
maka ditetapkan “OSIS” sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasioal.
Jalur kesiswaan tersebut terkenal dengan jalur “ Empat Jalur Pembinaan Kesiswaan”,
yaitu:

1. Organisasi Kesiswaan;
2. Latihan Kepemimpinan;
3. Kegiatan Ekstrakulikuler;
4. Kegiatan Wawasan Wiyatamandala.

B. Dasar hukum:

1. UU Nomor 20 tahun 2003; tentang Sistem Pendidikan Nasional.


2. UU Nomor 14 tahun 2005; tentang Guru dan Dosen.
3. PP 19 tahun 2005; tentang Standar Nasional Pendidikan.

3
4. Peraturan Presiden RI Nomor 7 tahun 2005; tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional.
5. Kep. Mendikbud Nomor 0461/U/1984; tentang PembinaanKesiswaan
6. Kep. Dirjen Dikdasmen Nomor 226/C/0/1992 tentang Pedoman Pembinaan
Kesiswaan

4
BAB II
PENGERTIAN, FUNGSI, TUJUAN, DAN SRUKTUR OSIS

Dalam upaya mengenal, memahami dan mengelola Organisasi Siswa Inmtra Sekolah
(OSIS) perlu keje;lasan mengenai Pengertian, Fungsu dan Tujuan Serta Struktur Organisasi
Siswa Intra Sekolah (OSIS).

Dengan mengetahui pengertian, fungsi, tujuan, dan struktur OSIS yang jelas, maka
akan membantu para Pembina, pengurus, dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan
OSIS ini sesuai dengan fungsi dan tujuannya.

A. Pengertian OSIS.

OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Apabila OSIS
dipandang sebagai suatu system, berarti OSIS sebagai tempat kehidupan berkelompok
siswa yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

Dalam hal ini OSIS dipandang sebagai suatu system, dimana sekumpulan para siswa
mengadakan koordinasi dalam upaya menciptakan suatu organisasi yang mampu mencapai
tujuan.

OSIS sebagi suatu system ditandai beberapa ciri pokok, yaitu:

1. Berorientsi pada tujuan,


2. Memiliki susunan kehidupan kelompok,
3. Memiliki sejumlah peranan,
4. Terkoordinasi,
5. Berkelanjutan dalam waktu tertentu.

B. Fungsi
Salah satu ciri pokok suatu orgnisasi ialah memiliki berbagai macam fungsi.
Demikian pula OSIS sebagai suatu organisasi memiliki pula beberapa fungsi dalam
mencapai tujuan.

Sebagai salah satu jalur dari pembinaan kesiswaan, fungsi OSIS adalah :

1. Sebagai Wadah
Organisasi Siswa Intra Sekolah merupakan satu-satunya wadah kegiatan para
siswa di sekolah bersama dengan jalur pembinaan yang lain untuk mendukung
tercapainya tujuan pembinaan sekolah.

5
2. Sebagai Motivator
Motivator d\adalah perangsang yang menyebabkan lahirnya keinginan dan
semangat para siswa untuk melakukan kegiatan berrsama dalam mencapai tujuan
bersama.

3. Sebagai Preventiv
Apabila fungsi yang bersifat intelek dalam arti secara internal OSIS dapat
menggerakan sumber daya yang ada dan secara eksternal OSIS dapat
mengadaptasikan diri dengan lingkungan, seperti menyelesaikan persoalan perilaku
menyimpang siswa dan sebagainya.Dengan demikian secara preventif OSIS ikut
mengamankan sekolah dari ancaman yang dating dari dalam maupun dari luar.Fungsi
preventif OSIS akan terwujud apabila fungsi OSIS sebagai pendorong lebih dahulu
dapat diwujudkan.

C. Tujuan

Dengan dilandasi latar belakang lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS dibentuk
dengan tujuan pokok :

1. Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas serta minat para siswa ke dalam satu
wadah yang bebas dari berbagai pengaruh negative dari luar sekolah.
2. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kesatuan dan persatuan di antara para siswa,
sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah senagai tempat
terselenggaranya proses belajar mengajar.
3. Sebagai tempat dan sarana untuk berkomunikasi, menyampaikan pikiran dan gagasan
dalam usaha untuk lebih mematangkan kemampuan berfikir, wawasan dn mengambil
kesimpulan.

Selain itu, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai OSIS, antara lain :
1. Memahami, menghargai lingkungan hidup dan nilai-nilai dalam mengambil
keputusan yang tepat
2. Membangun landasan kepribadian yang kuat dan menghargai HAM dalam kontek
kemajuan budaya bangsa.
3. Membangun dan mengembangkan wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air
dalam era globalisasi.
4. Memperdalam sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan kerjasama secara
mandiri, berpikir logis dan demokratis.
5. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta menghargai karya aristik, budaya
dan intelektual.
6. Meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani memantapkan kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.

D. Perangkat OSIS

6
Perangkat OSIS terdiri dari Pembina OSIS, perwakilan kelas dan pengurus OSIS.

1. Pembina OSIS
A. Pembina OSIS terdiri dari :
1) Kepala Sekolah, sebagai Ketua.
2) Wakil Kepala Sekolah, sebagai Wakil Ketua.
3) Guru, sebagai anggota, sedikitnya 5 (lima) orang dan bergantian setaip
tahun pelajaran.

B. Rincian Tugas
1) Bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, pembinaan, dan
pengembangan OSIS di Sekolahnya;
2) Memberikan nasehat kepada perwakilan kelas dan pengurus;
3) Mengesahkan keanggotaan perwakilan kelas dengan surat keputusan
Kepala Sekolah;
4) Mengesahkan dan melantik pengurus OSIS dengan surat keputusan
Kepala Sekolah;
5) Mengarahkan penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah
Tangga serta program kerja OSIS;
6) Menghadiri rapat-rapat OSIS; mengadakan evaluasi terhadap
pelaksanaan tugas OSIS.

2. Perwakilan Kelas
A. Terdiri atas 2 (dua) orang dari setiap kelas;
B. Rincian Tugas
1) Mewakili kelasnya dalam rapat perwakilan kelas;
2) Mengajukan usul kegiatan untuk dijadikan program keja OSIS;
3) Mengajukan calon pengurus OSIS berdasarkan hasil rapat kelas;
4) Memilih calon pengurus OSIS dari daftar calon yang telah ditetapkan;
5) Menilai laporan pertnggungjawaban pengurus OSIS pada akhir
jabatannya;
6) Mempertanggungjawabkan segala tugas kepada Kepala Sekolah selaku
Ketua Pembina;
7) Bersama-sama menyusun Anggaran Rumah Tangga.

3. Pengurus OSIS
A. Syarat Pengurus OSIS:
1) Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2) Memiliki budi pekerti yang baik dan sopan santun terhadap orang tua,
guru, dan teman;
3) Memiliki bakat sebagai pemimpin;
4) Tidak terlibat dalam penggunaan Narkoba;
5) Memiliki kemauan, kemampuan, dan pengetahuan yang memadai;

7
6) Dapat mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, sehingga pelajarannya
tidak terganggu karuna menjadi pengurus OSIS;
7) Pengurus dicalonkan oleh Perwakilan Kelas;
8) Tidak duduk di kelas terakhir, karena akan menghadapi ujian akhir;
9) Syarat lain disesuaikan dengan ketentuan sekolah.

B. Kewajiban pengurus
1) Menyusun dan menjalankan program kerja sesuai dengan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga OSIS;
2) Selalu menjunjung tinggi nama baik, kehormatan, dan mertabat
sekolahnya;
3) Kepemimpinan pengurus OSISbersifat kolektif;
4) Menyampaikan laporan pertanggung jawaban kepada Pembina OSIS
dan tebusannya kepada Perwakilan Kelas pada akhir masa jabatannya;
5) Selalu berkonsultasi dengan Pembina.

C. Struktur dan Rincian Tugas Pengurus


1) Mitratama
a. Memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana;
b. Mengkoordinasi semua aparat kepengurusan;
c. Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkandan
direncanakan oleh aparat kepengurusan;
d. Memimpin rapat;
e. Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan
berdasarkan musyawarah dan mufakat;
f. Mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan.
2) Mitramuda
a. Bersama-sama Mitratama menetapkan kebijaksanaan;
b. Memberikan saran kepada Mitratama dalam rangka mengabil
keputusan;
c. Menggantikan Mitratama jika berhalangan hadir;
d. Membantu Mitratam dalam menjalankan tugasnya;
e. Bertanggung jawab kepada Mitratama;
f. Mitramuda bersama dengan Sekertaris I mengkoordinasi sekbid-
sekbid.
3) Sekertaris Umum
a. Memberi saran kepada Mitratama dan Mitramuda dalam
mengambil keputusan;
b. Mendampingi Mitratama dalam memimpin setiap rapat;
c. Menyiarkan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip
yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan;
d. Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan
e. Bersama Mitratama menandatangani setiap surat;
f. Bertanggung jawab atas segala administrasi organisasi;

8
g. Bertindak sebagai notulis dalam rapat, atau diserahkan kepada
Sekertaris I atau Sekertaris II.
4) Sekertaris I dan Sekertaris II
a. Aktif membantu pelaksanaan tugas sekertaris;
b. Menggntikan Sekertaris Umum jika berhalangan hadir;
c. Membantu Mitramuda dalam pengkoordiniran sekbid-sekbid;
d. Membuat surat perizinan bagisiswa yang dispensasi.
5) Bendahara I dan Bendahara II
a. Bertanggung jawab dan mengetahui segala jenis pemasukan dan
pengeluaran biaya yang diperlukan;
b. Membuat tanda bukti kwitansi setiap pemasukan atau
pengeluaran uang untuk pertanggung jawaban;
c. Bertanggung jawab atas inventaris dan perbendaharaan;
d. Menyampaikan laporn keuangan secara berkala.
6) Koordinator sekbid
a. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan sekbid yang menjadi
tanggung jawabannya;
b. Melaksanakan kegiatan sekbid yang telah diprogramkan;
c. Memimpin rapat sekbid;
d. Menetapkan kebijksanaan sekbid dan mengambil keputusan
berdasarkan musyawarah,
e. Menyampaikan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan
kegiatan sekbid-sekbid kepada ketua.

D. Pokok-pokok kegiatan sekbid


1) Sekbid I
Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
a. Pengaktifan pengurus Orbit At-Tarbiyyah;
b. Mengadakan Tabligh Akbar;
c. Mangadakan shalat jumat di sekolah;
d. Mengadakan pengajian rutin yang diikuti siswa;
e. Mengadakan shalat Idul Adha dan Qurban;
f. Mengelola Badan Amil Zakat (BAZ);
g. Mengikuti atau mengikutsertakan dalam perlombaan di
bidangnya;
h. Partisipasi.
2) Sekbid II
Pendidikan Berbangsa dan Bernegara.
a. Pengaktifan Paskibra;
b. Mengadakan upacara kenaikan bendera setiap Senin;
c. Mengadakan upacara peringatan Hari Besar Nasional;
d. Mengkoordinasi pelaksanaan upacara bendera hari Senin:
e. Pengelola Inventaris OSIS;

9
f. Mengikuti atau mengikutsertakan dalam perlombaan di
bidangnya;
g. Partisipasi.
3) Sekbid III
Pendidikan Pendahulu Bela Negara.
a. Pengaktifan Pecinta Alam;
b. Mengikuti atau mengikutsertakan dalam perlombaan di
bidangnya;
c. Mengadakan kegiatan pariwisata;
d. Partisipasi.
4) Sekbid IV
Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur
a. Pengaktifan PMR;
b. Menengok dan menyumbang keluarga siswa yang meninggal
atau sakit lebih dari 5 (lima) hari;
c. Mengadakan kegiatan social kemanusiaan;
d. Mengikuti atau mengikutsertakan dalam perlombaandi
bidangnya;
e. Pembhasan aspirasidari anggota OSIS;
f. Mengadakan pemilihan siswa teladan dari tiap angkatan kelas;
g. Partisipasi.
5) Sekbid V
Organisasi Politik dan Kepemimpinan.
a. Pengaktifan Pramuka;
b. Melaksanakan MOP;
c. Melaksanakan seleksi pengurus OSIS;
d. Mengikuti atau mengikutsertakan dalam perlombaan di
bidangnya;
e. Partisipasi.
6) Sekbid VI
Pendidikan Keterampilan, Kewiraswastaan dan Koperasi.
a. Pengaktifan ekstrakurikuler yang mencakup bidang
kewiraswasta dan koperasi;
b. Mengikuti atau mengikutsertakan dalam perlombaan di
bidangnya;
c. Partisipasi.
7) Sekbid VII
a. Pengaktifan ekstrakulikuler dalam bidang olahraga;
b. Mengikluti atau mengikutsertakan dalam perlombaan di
bidangnya;
c. Bekerjasama dengan sekbid VIII dalam mengadakan PORSENI
intern tiap akhir semester;
d. Partisipasi.
8) Sekbid VIII

10
Persepsi Apresiasi dan Kreasi
a. Pengaktifan ekstrakulikuler di bidang kesenian;
b. Mengadakan acara wisuda kelas XII;
c. Mengadakan pameran pendidikan dan seni (PAMDIKANI);
d. Bekerjasama dengan sekbid VII dalam mengadakan kegiatan
PORSENI intern tiap akhir semester;
e. Mengikuti atau mengikutsertakan dalam perlombaan di
bidangnya.
f. Mengkoordinasi tim aubade khusus pada setiap upacara berdera
tiap hari Senin;
g. Partisipasi.

E. Forum Organisasi
1) Rapat-rapat
a. Rapat Pleno Perwakilan Kelas adalah rapat yang dihadiri
seluruh anggota perwakilan kelas.
Rapat ini diadakan untuk :
i) Pemilihan pemimpin rapat perwakilan kelas yang terdiri
dari seorang ketua, wakil ketua, dan seorang sekertaris.
ii) Pencalonan pengurus;
iii) Memimpin pelaksanaan pemilihan pengurus OSIS;
iv) Penilaian laporan petanggungjawaban pengurus OSIS pada
akhir masa jabatannya;
v) Acara, waktu, dan tempat rapat dikonsultsikan dengan
ketua Pembina.
b. Rapat pengurus
Rapat pleno pengurus adalah rapat yang dihadiri oleh seluruh
anggota OSIS untuk membahas:
i) Penyusunan program kerja tahunan OSIS;
ii) Penilaian pelaksanaan program kerja pengurus OSIS tengah
tahunan dan tahunan;
iii) Membahas laporan pertanggung jawaban OSIS pada akhir
masa jabatannya.
c. Rapat pengurus harian adalah rapat pengurus yang dihadiri oleh
kepengurusan inti ( Mitratama, Mitramuda, Sekertaris Umum,
Sekertaris I dan II, Bendahara I dan II) untuk membicarakan dan
mengkoordinasikan pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.
d. Rapat koordinasi adalah rapat yang dihadiri oleh kepengurusan
inti dan Koordinetor sekbid.
e. Rapat sekbid adalah rapat yang dipimpin oleh ketua sekbid.
f. Rapat Luar Biasa adalah rapat yang diadakan dalam keadaan
mendesak atau usul pengurus OSIS atau Perwakilan Kelas
setelah terlebih dahuli dikonsultasikan dan disetujui Pembina
OSIS.

11
2) Tata Cara Pemilihan
Tata cara pemilihan Perwakilan kelas dan Pemilihan pengurus OSIS
adalah sebagai berikut;

a. Pemilihan Perwakilan Kelas


i. Pemilihan Perwakilan Kelas diselenggarakan pada
pelajaran baru, hari pertama masuk sekolah, semua siswa
yang duduk di kelas yang bersangkutan memilih ketua
kelas dan wakil ketua kelas.
ii. Anggota perwakilan kelas tediri dari 2 (dua) orang siswa
tiap kelas yang dipilih secara langsung oleh anggota
kelasnya yang dihadiri oleh wali kelas.
iii. Anggota perwakilan kelas dapat dirangkap oleh ketua dan
wakil ketua kelas.
iv. Kepala Sekolah selaku Pembina atau menunjuk Wakil
Kepala Sekolah segera mengundang semu anggota
perwakilan kelas untuk membentuk dan mengesahkan
pengurus kelas.
b. Pemilihan atau pembentukan OSIS
i. Pemilihan atau pembentukan pengurus OSIS
diselenggarakan selambat-lambatnya 1 bulan setelah
terbentuknya perwakilan kelas.
ii. Penyelenggaraan pemilihan atau pembentukan pengurus
OSIS dibentuk oleh Kepala Sekolah, dengan unsur-unsur
panitia pemilihan OSIS terdiri dari;
a) Pembina OSIS;
b) Pengurus OSIS lama;
c) Perwakilan Kelas;
d) Siswa.
iii. Ketua dan Wakil Ketua OSIS dipilih secara langsug dalam
satu paket oleh seluruh siswa dalam waktu satu hari dan
hasilnya diumumkan secara langsung.
iv. Ketua dan Wakil Ketua terpilih segera melengkapi
kepengurusan OSIS selambat-lammbatnya 1 (satu) minggu
setelah pemilihan.
c. Pengesahan dan Pelantikan
i. Berdasarkan hasil laporan panitia pemilihan OSIS, Kepala
Sekolah sebagai Pembina OSIS mengeluarkan surat
keputusan tentang pengangkatan dan pengambilan sumpah
pengurus OSIS yang baru terbentuk.
ii. Pelantikn pengurus OSIS dilaksanakan pada saat upacara
bendera hari Senin pagi dengan susunn upacara pelantikan
yang diatur olah sekolah.

12
BAB III
ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

PEMBUKAAN

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa,

Bahwa sesungguhnya ilmu merupakan karunia dari Tuhan yang harus


diamalkan untuk membawa manusia ke arah kebahagiaan hidup.

Bahwa bangsa Indonesia dengan kemerdekaannya telah memperoleh


kesempatan dan waktu yang seluas-luasnya untuk mencari, menggali, dan mendalami
ilmu pengetahuan menuju masyarakat yang adil dan makmur. Sekolah sebagai
lembaga pendidikan mempunyai kewajiban dan tanggung jawabmendidik, melatih,
membina, dan membekali para siswa sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan
pmbangunan nasional dan usaha menuju tercapainya masyarakat adil dan makmur
berdasarkan pancasila.

Bahwa para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan
nasional, sadar akan kewajiban, peranan dan tanggung jawabnya terhadap dirinya
sendiri, keluarga,masyarakat, bangsa, dan Negara dalam rangka pengabdiannya
kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Maka kami para siswa SMA Negeri 1 Baleendah menghimpun diri dalam satu
Opganisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang disusun dalam Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga sebagai berikut;

BAB I
UMUM

Pasal 1
Nama. Waktu, dan Tempat Kedudukan
1. Organisasi ini bernama Organisasi Siswa Intra Sekolah SMA Negeri 1
Baleendah disebut OSIS SMA Negeri 1 Baleendah.
2. Organisasi ini didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan.
3. OSIS SMA Negeri 1 Baleendah berkedudukan di SMA Negeri 1 Baleendah,
Jalan R.A.A Wiranata Kusumah No.30, Kabupaten Bandung

Pasal 2
Dasar dan Asas
1. Organisasi ini berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
2. Organisasi ini berdasarkan kekeluargaan dan kegotongroyongan.

13
Pasal 3
Tujuan
1. Organisasi ini bertujuan mempersiapkan siswa sebagai kader penerus
perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal
keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patroitisme,
kepribdian dan budi luhur.
2. Organissi ini bertujuan melibatkan siswa dalam proses kehidupan berbangsa
dan bernegara serta pelaksanaan pembangunan nasional.
3. Orgnisasi ini bertujuan membina siswa berorganisasi untuk mengembangkan
kepemimpinan.

Pasal 4
Sifat Organisasi
Organisasi ini bersifat intra sekolah dan merupakan satu-satunya wadah yang
menampung kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler sekolah yang menunjang kurikulum
yang sah mewakili siswa dari sekolah tersebut.

Pasal 5
Bentuk Organisasi
Organisasi ini berbentuk kesatuan.

Pasal 6
Lambang
Lambing OSIS bersifat nasional dan digunakan bersama-sama dengan
lembaga sekolah lainnya.

Pasal 7
Keanggotaan
1. Anggota organisasi ini adalah siswa SMA Negeri 1 Baleendah
2. Keanggotaan berakhir apabila siswa tidak menjadi siswa lagi atau meninggal
dunia.

Pasal 8
Hak dan Kewajiban Anggota
Seamua anggota mampunyai hak dan kewajiban yang sama dalam OSIS

Pasal 9
Keuangan
Keuangan organisasi ini diperoleh dari iuran anggota yang besarnya
ditentukan melalui pengurus OSIS lengkap dan sumbangan-sumbangan yang tidak
mengikat serta usaha-usaha yang sah

14
BAB II
Pasal 10
Perangkat Organisasi

1. Musyawarah Perwakilan Kelas, disingkat MPK;


2. Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah;
3. Majelis Pmbimbing OSIS, disingkat MPO.

BAB III
Pasal 11
Musyawarah Perwakilan Kelas
1. Anggota-anggota Mpk adalah merupakan perwakilan kelas, sehingga setiap
kelas dari sekolah-sekolah yang bersangkutan memiliki wakilnya yang duduk
dalam MPK.
2. Sebelum sah menjadi anggota MPK , setiap anggota harus mengucapkan janji
secara sungguh-sungguh di hadapan kepala sekolah atau dihadapan penjabat
yang ditunjuk/dikuasakan oleh kepala sekolah untuk mengambil janji.
3. Perumusan bunyi janji diatur tersendiri secara rasional.
4. MPK bertanggung jawab terhadap Kepala Sekolah.

Pasal 12
MPK menerapkan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta Garis-garis Besar
Program Kegiatan (GBPK) OSIS di sekolah dan disahkan oleh Kepala Sekolah.

BAB IV
Pasal 13
1. OSIS dipimpin oleh seorang ketua degan dibantu oleh seorang wakil ketu
yang disebut MITRATAMA dan MITRAMUDA.
2. KETUA DAN Wakil ketua OSIS harus Warga Negara Indonesia yang duduk
di kelas X dan XI dan tidak duduk di kelas akhir.
3. Calon ketua dan calon wakil ketua OSIS dipilih oleh MPK dengan suara
terbanyak.
4. Ketua dan Wakil Ketua OSIS dipilih oleh anggota OSIS (seluruh siswa)
dengan suara terbanyak.
5. Pengurus OSIS bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dan kepada MPK
dalam suatu musyawarah yang dilakukan oleh MPK.

Pasal 14
1. Ketua dan Wakil Ketua OSIS bekerja menurut Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga.
2. Dalam melaksanakan kewajibannya, Ketua dan Wakil Ketua OSIS dibantu
oleh para pembantunya.
3. Ketua dan Wakil Ketua OSIS memegang jabatannya selam 1 tahun.

15
4. Di dalam melaksanakan tugasnya, pengurus OSIS dibimbing oleh
pembimbing.

Pasal 15
1. Ketua dan Wakil Ketua OSIS mendapat petunjuk pelaksanaan untuk
menjalankan peraturan sebagaimana mestinya.
2. Ketua dan Wakil ketua OSIS di dalam menjalankan tugas dan kewajibannya
dibimbing oleh pembimbing.

Pasal 16
Jika Ketua dan Wakil Ketua OSIS meninggal dunia, berhenti atau tidak dapat
menjalankan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia diganti oleh anggota pengurus
lainnya yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah.

Pasal 17
Sebelum memangku jabatan, Ketua dan Wakil Ketua OSIS mengucapkan janji
dengan sungguh-sungguh dengan tuntutan Kepala Sekolah selaku Krtu Majelis
Pembimbing di hadapan siding Lengkap MPK sebagai berikut;

JANJI KETUA DAN WAKIL KETUA

Atas dasar kehormatan kami berjanji;


1. Akan menjalankan kewajiban selaku Ketua dan Wakil Ketua dengan sungguh-
sungguh.
2. Akan menjalankan semua ketentuan yang berlaku sesuai dengan Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dengan penuh tanggung jawab sebagai
amal bakti kami kepada sekolah, bangsa dan Negara.
3. Akan menjalankan tugas kami dengan jiwa persatuan dan kesatuan atas dasar
kekeluargaan demi tercapainya tujuan organisasi kami.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi janji kami ini dengan taufiq dan hidayah-
Nya.

Pasal 18
Ketua OSIS mengangkat dan memberhentikan pembantunya atas dasar
persetujuan Kepala Sekolah.

16
BAB V
Pasal 19
Majelis Pembimbing OSIS
1. Majelis Pembimbing OSIS merupakan badan pembimbing OSIS yang
beranggotakan guru-guru yang ditetapkan oleh Kepala Sekolah.
2. Majelis Pembimbing OSIS dipimpin /diketuai oleh Kepala Sekolah.

Pasal 20
Majelis Pembimbing wajib memberikan pembimbingan secara terus menerus
kepada OSIS dalam melaksanakan tugasnya.

ATURAN TAMBAHAN
Pasal 21
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
ini akan diatur dalam peraturan lain yang sah.

Baleendah, 10 Agustus 2007

PENGURUS OSIS SMAN 1 BALEENDAH


PERIODE 2006-2007

Ketua Sekertaris

Bagus Husen P.M Tiara Ediyanti


NIS. 0506 10005 NIS. 0506 1003

Mengetahui,

Kepala Pembina OSIS


SMA Negeri 1 Baleendah SMA Negeri 1 Baleendah

Drs. H. Tjahra Sumpena M.M.Pd. Rutiningsih S.Pd.


NIP. 131 478 625 NIP. 131 685 932

17