Anda di halaman 1dari 130

Djudul Asli :

TELEPATHIE

AT I
( m e r r i B A T j a p i k i p a n )

TELEP ATI SUATU GEDJALA ADIKODRATI JG


ANEH TAP! NJATA. SETELAH MEMBATJA
BDKU INI, ANDA TAHU BAGAIMANA ME-
NGEMBANGKAN BAKAT TERSEBUT.

Olek: <zDjcrgki

Terdjemahan :
PURNAWIDJAJA

Copyright
Magic Centre
Djakarta PENERBIT : MAGIC CENTRE — DJAKARTA
Djudul Asli :

TELEPATHIE

ELEPATI
(membatja pikiran)
TEJLEPATI SUATU GEDJALA A D I K O D R A T I JG
ANEH TAPI NJATA. SETELAH MEMBATJA
BUKU INI, ANDA TAHU BAGAIMANA ME-

NGEMBANGKAN BAKAT TERSEBUT.

Oleh ::Djorghii

Terdjemahan :
PURNAWIDJAJA

Copyright
Magic Centre
Djakarta PENERBIT : MAGIC CENTRE — DJAKARTA
BAB PERTAMA

TELEPATI
Djadi kita harus menanti hingga masa depan karena pengalaman 2
baru akan memberi keterangan 2 tentang pengertian 2 baru menge-
nai tenaga 2 rahasia jang ada dalam djiwapikiran kita.

PENGERTIAN TELEPAT!
Perumusan pengertian telepatl. — Perumusan 2 dari Mijers, Sidg-
wijck dan Constable. — Bukan sifat baru dan bukan inder,a
baru. — Daja-otak jang memantjar. — Gedjala 2 getaran. — Apakah
pikiran itu dialihkan (diplndahkan) ? — Telepati eksperimental
dan telepati sertamerta. — Apakah jang dinamakan telepati eks-
perimental ? — Sedikit tentang telepati sertamerta.

„Tele" ,,Pathos", perasaan-djauh, atau: merasa dari


djarak djauh.
Inilah arti kata Junani, untuk menamakan serentetan
gedjala 2 , jang berabad-abad lamanja telah mendapat per-
hatian dari umatmanusia.
Termasuk dalam gedjala 2 ini ialah: mematulii perintah2
jang diutjapkan, membatja pikiran (perasaan), djuga: peng-
lihatan kedua, dllnja. Akan tetapi semuanja ini belum
tjukup, karena ada suatu hal jang belum dikemukakan,
jakni: pikiran!

Apakah pikiran itu ?


Kita tak mengetahuinja deng.in pasti, se-tidak2nja belum
sedemikian pastinja, sehingga bisa mengatakan, bahwa pi-
kiran bisa dipindahkan.
Akan tetapi pengalaman membuktikan, bahwa ada be-
berapa orang dengan tjara jang belum bisa diterangkan
saling mengetahui pikiran2 dan perasaan 2 nja, dan bahwa
mereka bisa pula menjampaikan pikirannja kepada orang
lain, tanpa menggunakan kata2.

5
Disamping itu, ada pula orang2 jang otaknja menerima ,,Telepati", kata Constable, ,,adalah suatu istilah jang
pikiran2 dari lingkungannja. Seolah-olah otak manusia itu digunakan untuk menundjukkan hubungan ruang-waktu
bisa bekerdja sebagai pemantjar dan penerima jang me- antara peribadi intuitif dan dunia luar — hubungan melalui
ngirimkan dan menerima tenaga2 dan getaran2 jang men- perasaan (intuisi) antara akal dan akal dan antara akal dan
djelma mendjadi gagasan2. dunia-luar."
Kemudian ditjoba untuk mengalihkan pengalaman2 Dan katanja selandjutnja:
serta pengamat-amatan ini kedalam saluran2 ilmiah, supaja ,,Telepati, bagi kita sebagai subjek peribadi2 (manusia)
terdapat pengertian jang lebih djelas dari telepati itu. adalah suatu istilah, untuk menundjukkan :
Mijers, seorang anggauta dari Society for Psychological
Research di Inggris, mengatakan, bahwa telepati adalah 1. Hubungan, dengan tak melalui pantjaindera, antara
subjek2 dan antara subjek dan dunia-luar, hubungan mana
hubungan dari berbagai matjam kesan2, dari otak jang satu
terdjadi dengan kesan2 (perasaan jang muntjul setjara sadar
ke otak jang lain, diluar saluran2 pantjaindera.
dalam pikiran), dan
Dalam bulan Djuli 1884, Prof. Sidgwick,bekas ketua 2. Hubungan, dengan tak melalui pantjaindera, antara
Society for Psychological Research pernah menjatakan, subjek2 dan antara subjek2 dan dunia-luar, hubungan mana
bahwa Society itu telah sampai kepada kesimpulan, bahwa : dalam bentuk pikiran setjara sadar muntjul kedalam pi-
,,perasaan2 dan gagasan2 dalam keadaan tertentu jang belum kiran.
diketahui sifat sesungguhnja bisa dipindahkan dari manusia Djadi Constable mengadakan perbedaan antara perasaan
jang satu kepada manusia jang lainnja, dengan tjara diluar dan pikiran.
saluran2 biasa melalui pantjaindera". Katanja, ada orang2 jang mempunjai perasaan2 tertentu
Definisi (perumusan) Prof. Sidgwick ini adalah lebih jang sama, jang mendjadi sadar dalam pikiran, akan tetapi
djitu daripada perumusan Mijers, karena jang tersebut be- dalam pada itu ada pula orang2 jang mempunjai „pikiran 2 "
lakangan ini menghubungkan dengan tegas2 kerdja otak tertentu jang sama.
dengan telepati, dan meskipun kita tak menolak adanja Dalam pemandangan2 filsafatnja Constable mangkin
kerdja otak, namun sikap jang hati2 dari Sidgwick adalah mendjauhi dasar „bendawi" (kebendaan) telepati.
lebih baik, dimana ia menjatakan bahwa: telepati adalah Ia menempatkan telepati diluar hukum2 ruang dan
hubungan (kontak) antara dua manusia (djadi bukan antara waktu, sehingga ia sampai pada djalan jang lain sekali di-
dua otak). bandingkan dengan sardjana2 jang berorientasi rohani-
djasmani (psychis-physis), jang menganggap bahwa telepati
Disamping itu, masih ada pula perumusan pengertian adalah pendjelmaan dari tenaga bendawi, meskipun tenaga
telepati oleh F. C. Constable dalam karjanja personality ini sangat halus dan masih merupakan rahasia bagi kita.
and Telepathy" (Hegan Paul, London, 1914). Inilah definisi Akan tetapi dalam definisinja Constable menolak segala
jang paling baik, akan tetapi jang bentuknja agak luarbiasa, pandangan spekulatif tentang penggunaan telepati. Definisi
karena Constable menghubungkannja dengan anggapan fil- Constable hanja se-mata2 mengemukakan fakta2 jang njata
safatnja tentang peribadi manusia. Ia pertama-tama me- tentang pemindahan perasaan2 dan pikiran2, lain tidak, se-
nundjukkan, bahwa manusia mempunjai suatu inti, jang hingga apabila pemandangan filsafatnja ditolakpun, definisi-
sebaiknja dinamakan „peribadi intuitif (merasa)". nja itu tetap mempunjai hak hidup.

6
Disamping itu, ada pula orang2 jang otaknja menerima ,,Telepati", kata Constable, ,,adalah suatu istilah jang
pikiran2 dari lingkungannja. Seolah-olah otak manusia itu digunakan untuk menundjukkan hubungan ruang-waktu
bisa bekerdja sebagai pemantjar dan penerima jang me- antara peribadi intuitif dan dunia luar — hubungan melalui
ngirimkan dan menerima tenaga2 dan getaran2 jang men- perasaan (intuisi) antara akal dan akal dan antara akal dan
djelma mendjadi gagasan2. dunia-luar."
Kemudian ditjoba untuk mengalihkan pengalaman2 Dan katanja selandjutnja:
serta pengamat-amatan ini kedalam saluran2 ilmiah, supaja ,,Telepati, bagi kita sebagai subjek peribadi2 (manusia)
terdapat pengertian jang lebih djelas dari telepati itu. adalah suatu istilah, untuk menundjukkan :
Mijers, seorang anggauta dari Society for Psychological
Research di Inggris, mengatakan, bahwa telepati adalah 1. Hubungan, dengan tak melalui pantjaindera, antara
subjek2 dan antara subjek dan dunia-luar, hubungan mana
hubungan dari berbagai matjam kesan2, dari otak jang satu
terdjadi dengan kesan2 (perasaan jang muntjul setjara sadar
ke otak jang lain, diluar saluran2 pantjaindera.
dalam pikiran), dan
Dalam bulan Djuli 1884, Prof. Sidgwick,bekas ketua 2. Hubungan, dengan tak melalui pantjaindera, antara
Society for Psychological Research pernah menjatakan, subjek2 dan antara subjek2 dan dunia-luar, hubungan mana
bahwa Society itu telah sampai kepada kesimpulan, bahwa : dalam bentuk pikiran setjara sadar muntjul kedalam pi-
,,perasaan2 dan gagasan2 dalam keadaan tertentu jang belum kiran.
diketahui sifat sesungguhnja bisa dipindahkan dari manusia Djadi Constable mengadakan perbedaan antara perasaan
jang satu kepada manusia jang lainnja, dengan tjara diluar dan pikiran.
saluran2 biasa melalui pantjaindera". Katanja, ada orang2 jang mempunjai perasaan2 tertentu
Definisi (perumusan) Prof. Sidgwick ini adalah lebih jang sama, jang mendjadi sadar dalam pikiran, akan tetapi
djitu daripada perumusan Mijers, karena jang tersebut be- dalam pada itu ada pula orang2 jang mempunjai „pikiran 2 "
lakangan ini menghubungkan dengan tegas2 kerdja otak tertentu jang sama.
dengan telepati, dan meskipun kita tak menolak adanja Dalam pemandangan2 filsafatnja Constable mangkin
kerdja otak, namun sikap jang hati2 dari Sidgwick adalah mendjauhi dasar „bendawi" (kebendaan) telepati.
lebih baik, dimana ia menjatakan bahwa: telepati adalah Ia menempatkan telepati diluar hukum2 ruang dan
hubungan (kontak) antara dua manusia (djadi bukan antara waktu, sehingga ia sampai pada djalan jang lain sekali di-
dua otak). bandingkan dengan sardjana2 jang berorientasi rohani-
djasmani (psychis-physis), jang menganggap bahwa telepati
Disamping itu, masih ada pula perumusan pengertian adalah pendjelmaan dari tenaga bendawi, meskipun tenaga
telepati oleh F. C. Constable dalam karjanja personality ini sangat halus dan masih merupakan rahasia bagi kita.
and Telepathy" (Hegan Paul, London, 1914). Inilah definisi Akan tetapi dalam definisinja Constable menolak segala
jang paling baik, akan tetapi jang bentuknja agak luarbiasa, pandangan spekulatif tentang penggunaan telepati. Definisi
karena Constable menghubungkannja dengan anggapan fil- Constable hanja se-mata2 mengemukakan fakta2 jang njata
safatnja tentang peribadi manusia. Ia pertama-tama me- tentang pemindahan perasaan2 dan pikiran2, lain tidak, se-
nundjukkan, bahwa manusia mempunjai suatu inti, jang hingga apabila pemandangan filsafatnja ditolakpun, definisi-
sebaiknja dinamakan „peribadi intuitif (merasa)". nja itu tetap mempunjai hak hidup.

100 6

7
Meskipun mengenai gedjala 2 telepati masih banjak per- Nanti kita akan mengemukakan tjontoh 2 , jang agak
samaan paham dan pendapat, namun kita tak bisa menemu- sukar diterangkan, dan sepandjang pengetahuan kita ten-
kan keterangan ilmiah jang diterima setjara umum. tang enerzi rohanx-djasmani, maka djelaslah bahwa telepati
tidak bisa diterangkan berdasarkan enerzi ini. Dalam men-
Lalu apakah telepati itu sesungguhnja ?
djawab pertanjaan : „Apakah telepati itu," kita menghadapi
Menilik sifat gedjala 2 nja, maka telepati sudah dikenal kesukaran besar, karena pada umumnja kita hanja menge-
sedjak adanja manusia dan binatang dibumi ini. Dalam nai telepati sertamerta. Pertjobaan 2 eksperimental sungguh
telepati kita tak menghadapi sifat atau indera baru jang sangat penting, karena ini membuktikan se-djelas 2 nja,
semata-mata hanja dipunjai oleh manusia, melainkan suatu bahwa gedjala 2 telepati itu ada, akan tetapi pertjobaan 2 itu
kemampuan jang selalu ada dalam alam, akan tetapi disia- terlalu terbatas sifatnja dan terlalu tergantung kepada
siakan (diabaikan). orang 2 tertentu, sehingga sukar untuk bisa mengambil ke-
simpulan umum mengenai udjud-hakikat telepati jang se-
Dalam abad2 jang lalu, telepati dianggap sebagai suatu
benarnja.
tenaga okkult (gaib), tak seperti halnja tenaga2 lain jang
sudah banjak dikenal umum. Djuga sekarang pada hakikat- Penjelidik 2 Inggris jang pertama sudah mengadjukan
nja telepati masih termasuk lapangan okkult, (jang berarti pertanjaan : „Apakah dalam hubungan telepati pikiran itu
tersembunji) dan kita belum tahu apakah ini suatu tenaga, sendirilah jang dipindahkan, atau angan2 (lukisan-pikiran),
atau pembatalan setjara kilat dari hukum2 ruang dan waktu. ataukah rangsang pada pikiran, atau rangsang pada pe-
Akan tetapi ada ketjenderungan untuk mengatakan, bahwa rasaan, jang kemudian mendjelma mendjadi pikiran?
telepati adalah tenaga, karena sekarang ini dogma tentang
Barret berpendapat, bahwa angan2 (lukisan2-pikiran) dan
,,tenaga" mulai berkuasa, sedjak dogma tentang mat.eri
perasaan2 dipindahkan, sehingga orang jang menerima,
(benda) telah runtuh.
tanpa menggunakan perkataan2 setjara lisan, tahu ang-
gapan2, pendapat2, perasaan2 dari si pemantjar.
Bagaimanapun djuga, pikiran2 dalam otak diiringi de- Gurhey, Mijers dan Podmore dalam karja mereka
ngan arus-tenaga2, dan kita mengetahui dari pengalaman, ,,Phantasms of the living" pada tahun 1887 untuk pertama
bahwa tenaga-pikiran itu bisa dilihat dengan mata lahir. kali menggunakan istilah telepati, dan merekapun mem-
Dengan menerima adanja sinar2-tenaga, maka kita tetap bedakan telepati sertamerta dari telepati eksperimental.
diatas bumi kenjataan. Adalah keterlaluan, seandai kita Jang termasuk telepati eksperimental a.l. ialah: sugesti
menganggap semua peristiwa2 telepati disebabkan oleh mental, dan jang termasuk sugesti sertamerta a.l. ialah:
sinar2 atau getaran2 ini, akan tetapi sebagian besar gedjala 2 setjara tiba2 melihat peristiwa2 jang terdjadi ditempat jang
jang tampak-mata, tanpa ragu 2 bisa ditjari sumbernja pada djauh, tiba2 mengetahui pernjataan 2 jang tadinja tak di-
kerdja bendawi (kebendaan), jakni getaran dari gelombang 2 ketahuinja samasekali, dllnja.
pikiran, jang meninggalkan otak2 dari penjiar dan dalam Djelaslah, bahwa pembedaan ini harus pula kita gunakan
otak si penerima mendjelma mendjadi pikiran2 jang sadar. untuk mendjawab pertanjaan : „Apakah telepati itu ?"
Dalam pada itu ada pula peristiwa 2 telepati sertamerta, jang
menimbulkan anggapan, bahwa pikiran bisa dipindahkan Mengenai sugesti mental (djadi telepati eksperimental).
atau didjalarkan setjara lain, tidak melalui enerzi otak Prof. Richert mengatakan: „Sangat boleh djadi, pikiran
rohani-djasmani. bisa diprojeksi diluar otak, akan tetapi daerah-operasi

8
Meskipun mengenai gedjala 2 telepati masih banjak per- Nanti kita akan mengemukakan tjontoh 2 , jang agak
samaan paham dan pendapat, namun kita tak bisa menemu- sukar diterangkan, dan sepandjang pengetahuan kita ten-
kan keterangan ilmiah jang diterima setjara umum. tang enerzi rohanx-djasmani, maka djelaslah bahwa telepati
tidak bisa diterangkan berdasarkan enerzi ini. Dalam men-
Lalu apakah telepati itu sesungguhnja ?
djawab pertanjaan : „Apakah telepati itu," kita menghadapi
Menilik sifat gedjala 2 nja, maka telepati sudah dikenal kesukaran besar, karena pada umumnja kita hanja menge-
sedjak adanja manusia dan binatang dibumi ini. Dalam nai telepati sertamerta. Pertjobaan 2 eksperimental sungguh
telepati kita tak menghadapi sifat atau indera baru jang sangat penting, karena ini membuktikan se-djelas 2 nja,
semata-mata hanja dipunjai oleh manusia, melainkan suatu bahwa gedjala 2 telepati itu ada, akan tetapi pertjobaan 2 itu
kemampuan jang selalu ada dalam alam, akan tetapi disia- terlalu terbatas sifatnja dan terlalu tergantung kepada
siakan (diabaikan). orang 2 tertentu, sehingga sukar untuk bisa mengambil ke-
simpulan umum mengenai udjud-hakikat telepati jang se-
Dalam abad2 jang lalu, telepati dianggap sebagai suatu
benarnja.
tenaga okkult (gaib), tak seperti halnja tenaga2 lain jang
sudah banjak dikenal umum. Djuga sekarang pada hakikat- Penjelidik 2 Inggris jang pertama sudah mengadjukan
nja telepati masih termasuk lapangan okkult, (jang berarti pertanjaan : „Apakah dalam hubungan telepati pikiran itu
tersembunji) dan kita belum tahu apakah ini suatu tenaga, sendirilah jang dipindahkan, atau angan2 (lukisan-pikiran),
atau pembatalan setjara kilat dari hukum2 ruang dan waktu. ataukah rangsang pada pikiran, atau rangsang pada pe-
Akan tetapi ada ketjenderungan untuk mengatakan, bahwa rasaan, jang kemudian mendjelma mendjadi pikiran?
telepati adalah tenaga, karena sekarang ini dogma tentang
Barret berpendapat, bahwa angan2 (lukisan2-pikiran) dan
,,tenaga" mulai berkuasa, sedjak dogma tentang mat.eri
perasaan2 dipindahkan, sehingga orang jang menerima,
(benda) telah runtuh.
tanpa menggunakan perkataan2 setjara lisan, tahu ang-
gapan2, pendapat2, perasaan2 dari si pemantjar.
Bagaimanapun djuga, pikiran2 dalam otak diiringi de- Gurhey, Mijers dan Podmore dalam karja mereka
ngan arus-tenaga2, dan kita mengetahui dari pengalaman, ,,Phantasms of the living" pada tahun 1887 untuk pertama
bahwa tenaga-pikiran itu bisa dilihat dengan mata lahir. kali menggunakan istilah telepati, dan merekapun mem-
Dengan menerima adanja sinar2-tenaga, maka kita tetap bedakan telepati sertamerta dari telepati eksperimental.
diatas bumi kenjataan. Adalah keterlaluan, seandai kita Jang termasuk telepati eksperimental a.l. ialah: sugesti
menganggap semua peristiwa2 telepati disebabkan oleh mental, dan jang termasuk sugesti sertamerta a.l. ialah:
sinar2 atau getaran2 ini, akan tetapi sebagian besar gedjala 2 setjara tiba2 melihat peristiwa2 jang terdjadi ditempat jang
jang tampak-mata, tanpa ragu 2 bisa ditjari sumbernja pada djauh, tiba2 mengetahui pernjataan 2 jang tadinja tak di-
kerdja bendawi (kebendaan), jakni getaran dari gelombang 2 ketahuinja samasekali, dllnja.
pikiran, jang meninggalkan otak2 dari penjiar dan dalam Djelaslah, bahwa pembedaan ini harus pula kita gunakan
otak si penerima mendjelma mendjadi pikiran2 jang sadar. untuk mendjawab pertanjaan : „Apakah telepati itu ?"
Dalam pada itu ada pula peristiwa 2 telepati sertamerta, jang
menimbulkan anggapan, bahwa pikiran bisa dipindahkan Mengenai sugesti mental (djadi telepati eksperimental).
atau didjalarkan setjara lain, tidak melalui enerzi otak Prof. Richert mengatakan: „Sangat boleh djadi, pikiran
rohani-djasmani. bisa diprojeksi diluar otak, akan tetapi daerah-operasi

100

9
berbakat, memiliki ketjakapan telepatis setjara sempurna,
t e n a g a rohani (psychis, batin) ini tak kita ketahui. Di-
berkat latihan2 jang seksama dan tekun.
samping pengaruh2 jang kita dapat dari lingkungan kita,
masih ada pula pengaruh tak kelihatan dari oi'ang2 lain Kebanjakan sujet2 jang ditjoba dalam laboratorium2
kepada kita. Kadang2 pengaruh ini hanja sedikit sekali, ilmudjiwa, tak tjukup mempunjai ketjakapan jang memung-
dan biasanja akibat2njapun tak kentara, namun pengaruh2 kinkan mereka mendjadi penerima2 jang baik, mereka ter-
itu ada dan merobah djalanpikiran kita." njatalah, bahwa jang penting untuk pertjobaan 2 telepatis
ialah penerima jang perasa, sedangkan setiap orang bisa
Djuga orang2 lain mendasarkan telepati pada suatu
mendjadi pemantjar. Ini merupakan penguatan teori tenaga
tenaga rohani.
pikiran dalam telepati.
Dr. N. Kotik mengatakan: „Ada suatu enerzi rohani
(batin) jang memantjarkan tjahaja, jang terdjadi pada pi- Menurut teori ini setiap orang mengirimkan (meman-
kiran dalam otak manusia, dan dikirimkan ke otak orang tjarkan) getaran2, dan bisa memindahkan (menjampaikan)
lain, dimana dibangkitkan kesan2 pendengaran atau peng- pikiran2nja kepada orang lain dengan getaran itu.
lihatan. Enerzi ini mempunjai sifat2 sebagai berikut: Dalam pertjobaan2 itu ternjata, bahwa semua orang
1. Dengan mudah mendjalar dari otak kelingkungan memang boleh dikata mendjadi pemantjar.
badan manusia dan sebaliknja. Sebaliknja, sedikit sekali orang jang bisa mendjadi pe-
2. Menerobos kedalam udara dan dinding2 jang tak nerima, karena penjadaran getaran2 dalam otak hanja ter-
tembus-tjahaja, jang untuk sebagian diserap oleh dinding djadi dalam keadaan2 tertentu sadja. Ini bisa kita pahami.
itu. Tanpa lampu2-penguat gelombang2 listerik tak akan
3. Bisa dialirkan melalui kawat tembaga. mendjelma dalam pesawat radio. Demikian pula, arus2-
4. Kadar tekanannja ber-beda2. pikiran jang mangkin lemah itu tidak bisa melawan arus2-
Pertjobaan2 dari para penjelidik lain menegaskan, bahwa pikiran jang lebih kuat dari orang2 lain, sehingga arus2
dalam telepati eksperimental digunakan tenaga, enerzi atau inipun tak sampai mendjadi sadar.
getaran, jang dalam otak orang jang menerima mendjelma
Oloh karena itu jang bisa bertugas mendjadi penerima,
mendjadi pikiran2 sadar. Seperti kita ketahui, boleh djadi
hanjalah orang2 jang bisa menguatkan gelombang2-pikiran,
keterangan ini tak bisa mendjelaskan gedjala2 beberapa
sehingga pikiran2 jang dibangkitkan oleh gelombang2 naik
peristiwa telepati sertamerta, akan tetapi hendaknja kita
melewati ambang kesadaran.
djangan membuangnja, karena bisa digunakan untuk rae-
nerangkan telepati eksperimental. Seandai setiap orang bisa didjadikan perasa terhadap
telepati, barulah kita bisa menamakannja ,,eksperimen2"
Apakah jang dinamakan telepati eksperimental ?
telepati.
Telepati eksperimental ialah peristiwa2, dimana gedjala2
Sekarang kita, atau lebih tepat: ilmupengetahuan, beluiii
telepati diudji setjara eksperimen2 (pertjobaan2). Dalam hal
sampai disana. Ttulah sebabnja, maka penjelidikan telepati
ini hendaknja kita djangan membajangkan adanja seance2
baru terbatas pada pengamat-amatan setjara eksperimental
telepatis, dimana sembarang orang kita djadikan pemantjar
terhadap beberapa orang, jang mempunjai ketjakapan luar-
dan penerima!
biasa untuk menjadarkan pikiran2 jang dikirimkan kepada-
Hingga sekarang, hanja beberapa orang sadja, a.l.
nja.
okkultis2 jang terlatih dan beberapa orang jang memang

10
berbakat, memiliki ketjakapan telepatis setjara sempurna,
t e n a g a rohani (psychis, batin) ini tak kita ketahui. Di-
berkat latihan2 jang seksama dan tekun.
samping pengaruh2 jang kita dapat dari lingkungan kita,
masih ada pula pengaruh tak kelihatan dari oi'ang2 lain Kebanjakan sujet2 jang ditjoba dalam laboratorium2
kepada kita. Kadang2 pengaruh ini hanja sedikit sekali, ilmudjiwa, tak tjukup mempunjai ketjakapan jang memung-
dan biasanja akibat2njapun tak kentara, namun pengaruh2 kinkan mereka mendjadi penerima2 jang baik, mereka ter-
itu ada dan merobah djalanpikiran kita." njatalah, bahwa jang penting untuk pertjobaan 2 telepatis
ialah penerima jang perasa, sedangkan setiap orang bisa
Djuga orang2 lain mendasarkan telepati pada suatu
mendjadi pemantjar. Ini merupakan penguatan teori tenaga
tenaga rohani.
pikiran dalam telepati.
Dr. N. Kotik mengatakan: „Ada suatu enerzi rohani
(batin) jang memantjarkan tjahaja, jang terdjadi pada pi- Menurut teori ini setiap orang mengirimkan (meman-
kiran dalam otak manusia, dan dikirimkan ke otak orang tjarkan) getaran2, dan bisa memindahkan (menjampaikan)
lain, dimana dibangkitkan kesan2 pendengaran atau peng- pikiran2nja kepada orang lain dengan getaran itu.
lihatan. Enerzi ini mempunjai sifat2 sebagai berikut: Dalam pertjobaan2 itu ternjata, bahwa semua orang
1. Dengan mudah mendjalar dari otak kelingkungan memang boleh dikata mendjadi pemantjar.
badan manusia dan sebaliknja. Sebaliknja, sedikit sekali orang jang bisa mendjadi pe-
2. Menerobos kedalam udara dan dinding2 jang tak nerima, karena penjadaran getaran2 dalam otak hanja ter-
tembus-tjahaja, jang untuk sebagian diserap oleh dinding djadi dalam keadaan2 tertentu sadja. Ini bisa kita pahami.
itu. Tanpa lampu2-penguat gelombang2 listerik tak akan
3. Bisa dialirkan melalui kawat tembaga. mendjelma dalam pesawat radio. Demikian pula, arus2-
4. Kadar tekanannja ber-beda2. pikiran jang mangkin lemah itu tidak bisa melawan arus2-
Pertjobaan2 dari para penjelidik lain menegaskan, bahwa pikiran jang lebih kuat dari orang2 lain, sehingga arus2
dalam telepati eksperimental digunakan tenaga, enerzi atau inipun tak sampai mendjadi sadar.
getaran, jang dalam otak orang jang menerima mendjelma
Oloh karena itu jang bisa bertugas mendjadi penerima,
mendjadi pikiran2 sadar. Seperti kita ketahui, boleh djadi
hanjalah orang2 jang bisa menguatkan gelombang2-pikiran,
keterangan ini tak bisa mendjelaskan gedjala2 beberapa
sehingga pikiran2 jang dibangkitkan oleh gelombang2 naik
peristiwa telepati sertamerta, akan tetapi hendaknja kita
melewati ambang kesadaran.
djangan membuangnja, karena bisa digunakan untuk rae-
nerangkan telepati eksperimental. Seandai setiap orang bisa didjadikan perasa terhadap
telepati, barulah kita bisa menamakannja ,,eksperimen2"
Apakah jang dinamakan telepati eksperimental ?
telepati.
Telepati eksperimental ialah peristiwa2, dimana gedjala2
Sekarang kita, atau lebih tepat: ilmupengetahuan, beluiii
telepati diudji setjara eksperimen2 (pertjobaan2). Dalam hal
sampai disana. Ttulah sebabnja, maka penjelidikan telepati
ini hendaknja kita djangan membajangkan adanja seance2
baru terbatas pada pengamat-amatan setjara eksperimental
telepatis, dimana sembarang orang kita djadikan pemantjar
terhadap beberapa orang, jang mempunjai ketjakapan luar-
dan penerima!
biasa untuk menjadarkan pikiran2 jang dikirimkan kepada-
Hingga sekarang, hanja beberapa orang sadja, a.l.
nja.
okkultis2 jang terlatih dan beberapa orang jang memang

100 10

11
Tentang telepati sertamerta, xnereka baru mengumpul-
kan dan mengklasifikasi peristiwa2, jang telah diketahui.
Oleh karena itu, sesungguhnja kita belum sampai pada BAB KEDUA
taraf penjelidikan, meskipun telah banjak fakta2 diperiksa,
untuk mendapatkan lukisan jang djelas dari „gedjala 2 te- S E D J A R A H T E L E P A T I
lepati".
Prof. Dwelshauvers mengatakan tentang telepati serta- Telepati sebagai tenaga adikodrat, — Praktek* sihir dari orang 3
merta dalam karjanja, „Jang Tak-Sadar" : Junani dan Meslr. — Telepati sebagai ilmu setan. — Pertjobaan 2
Krainsky dengan orang 2 jang dihinggapi penjakit hlsteria. — Para
„Bagaimanapun djuga, terlepas dari hipotesa, fakta2 pembatja-pikiran abad ke-19. — Teori otot (spier). — Suara 2
(telepatis) jang disebut disini adalah penting dalam arti, lemah. — Keterangan 2 jang tak masuk-akal.

bahwa fakta2 itu menundjukkan adanja kemungkinan pada

A
manusia untuk berhubungan dengan benda2 dan peristiwa2 PABILA kita menengok kedalam sedjarah, maka ter-
meskipun alat2-hubungannja itu tak bisa disadari, sebagai- njatalah bahwa disegala zaman ada beberapa ang-
mana alat2 ini disadari apabila kita sesuka hati mengguna- gapan2 atau pendapat2 tertentu, jang berhasii ber-
kan perkataan2 dengan lisan atau tulisan, atau apabila kita tahan meskipun dilawan dan ditentang oleh orang2 jang lain
sadar bahwa kita menggunakan indera2 (pantjaindera)." anggapan dan pandangannja.
Dari beberapa definisi dan keterangan2 jang kita ke- Dikalangan manusia primitif kita sudah mengetahui
mukakan diatas, ternjata bahwa tak mudah untuk men- adanja kepertjajaan akan djiwa, alam baka, pertcntangan
djawab pertanjaan „apakah telepati ?" antara baik dan buruk, dan djuga anggapan bahwa pikiran
Setjara hati2 orang telah melihat beberapa fakta, dan bisa dikirimkan (pindahkan, pantjarkan).
mereka dengan saksama mengasingkan (memisahkan) semua Bahwa pertimbangan2 ini sudah dilakukan oleh orang2
gedjala2-sampingan, sehingga tinggal sedjumlah hasil2 peng- primitif dan bahwa pendapat2 itu bertahan berabad-abad
amatan, jang bisa dianggap peristiwa2 telepati. lamanja, belum membuktikan kebenarannja.
Tentang udjud-hakikat telepati dan alat2 untuk mem- Dan inipun tak berarti, ba-hwa sedjarah telepati menjo-
bangkitkan sifat perasa-telepati dan mendjelmakan penga- kong pendapat2 mengenai adanja tenaga telepati jang
ruh telepati dengan dajakemauan (sugestie mental), dunia okkult.
ilmupengetahuan sedikit sekali mengeluarkan pendapatnja. Namun kita melihat dalam sedjarah banjak bukti2 jang
Dalam bab2 berikut, disamping beberapa peristiwa tele- menjokong pendapat bahwa gedjala telepati itu benar ada.
pati sertamerta dan eksperimental, kitapun akan menge- Akan tetapi djangan dilupakan, bahwa banjak pula „ge-
mukakan pemandangan2 dari okkultis2 dan sardjana2, jang djala2 telepati" terdjadi (tersangka terdjadi) karena peni-
lebih tegas pendapat2nja tentang telepati. puan paderi2, djurusihir2, kepala2 suku, dan lain2nja.
Selain dari pada itu, orang2 zaman dulu pada umumnja
pertjaja akan kemungkinan adanja pemberitahuan (wisik,
Djawa) dari Tuhan atau dari alam gaib, sehingga tak mung-
kin dalam keadaan demikian mereka memandang pemin-
dahan-pikiran setjara kritis.

13

12
Tentang telepati sertamerta, xnereka baru mengumpul-
kan dan mengklasifikasi peristiwa2, jang telah diketahui.
Oleh karena itu, sesungguhnja kita belum sampai pada BAB KEDUA
taraf penjelidikan, meskipun telah banjak fakta2 diperiksa,
untuk mendapatkan lukisan jang djelas dari „gedjala 2 te- S E D J A R A H T E L E P A T I
lepati".
Prof. Dwelshauvers mengatakan tentang telepati serta- Telepati sebagai tenaga adikodrat, — Praktek* sihir dari orang 3
merta dalam karjanja, „Jang Tak-Sadar" : Junani dan Meslr. — Telepati sebagai ilmu setan. — Pertjobaan 2
Krainsky dengan orang 2 jang dihinggapi penjakit hlsteria. — Para
„Bagaimanapun djuga, terlepas dari hipotesa, fakta2 pembatja-pikiran abad ke-19. — Teori otot (spier). — Suara 2
(telepatis) jang disebut disini adalah penting dalam arti, lemah. — Keterangan 2 jang tak masuk-akal.

bahwa fakta2 itu menundjukkan adanja kemungkinan pada

A
manusia untuk berhubungan dengan benda2 dan peristiwa2 PABILA kita menengok kedalam sedjarah, maka ter-
meskipun alat2-hubungannja itu tak bisa disadari, sebagai- njatalah bahwa disegala zaman ada beberapa ang-
mana alat2 ini disadari apabila kita sesuka hati mengguna- gapan2 atau pendapat2 tertentu, jang berhasii ber-
kan perkataan2 dengan lisan atau tulisan, atau apabila kita tahan meskipun dilawan dan ditentang oleh orang2 jang lain
sadar bahwa kita menggunakan indera2 (pantjaindera)." anggapan dan pandangannja.
Dari beberapa definisi dan keterangan2 jang kita ke- Dikalangan manusia primitif kita sudah mengetahui
mukakan diatas, ternjata bahwa tak mudah untuk men- adanja kepertjajaan akan djiwa, alam baka, pertcntangan
djawab pertanjaan „apakah telepati ?" antara baik dan buruk, dan djuga anggapan bahwa pikiran
Setjara hati2 orang telah melihat beberapa fakta, dan bisa dikirimkan (pindahkan, pantjarkan).
mereka dengan saksama mengasingkan (memisahkan) semua Bahwa pertimbangan2 ini sudah dilakukan oleh orang2
gedjala2-sampingan, sehingga tinggal sedjumlah hasil2 peng- primitif dan bahwa pendapat2 itu bertahan berabad-abad
amatan, jang bisa dianggap peristiwa2 telepati. lamanja, belum membuktikan kebenarannja.
Tentang udjud-hakikat telepati dan alat2 untuk mem- Dan inipun tak berarti, ba-hwa sedjarah telepati menjo-
bangkitkan sifat perasa-telepati dan mendjelmakan penga- kong pendapat2 mengenai adanja tenaga telepati jang
ruh telepati dengan dajakemauan (sugestie mental), dunia okkult.
ilmupengetahuan sedikit sekali mengeluarkan pendapatnja. Namun kita melihat dalam sedjarah banjak bukti2 jang
Dalam bab2 berikut, disamping beberapa peristiwa tele- menjokong pendapat bahwa gedjala telepati itu benar ada.
pati sertamerta dan eksperimental, kitapun akan menge- Akan tetapi djangan dilupakan, bahwa banjak pula „ge-
mukakan pemandangan2 dari okkultis2 dan sardjana2, jang djala2 telepati" terdjadi (tersangka terdjadi) karena peni-
lebih tegas pendapat2nja tentang telepati. puan paderi2, djurusihir2, kepala2 suku, dan lain2nja.
Selain dari pada itu, orang2 zaman dulu pada umumnja
pertjaja akan kemungkinan adanja pemberitahuan (wisik,
Djawa) dari Tuhan atau dari alam gaib, sehingga tak mung-
kin dalam keadaan demikian mereka memandang pemin-
dahan-pikiran setjara kritis.

13
Geredja Katolik zaman purba, menetapkan, bahwa untuk
Dari tjerita2 lama dan buku2 riwajat lama, dari Indjil .
mengusir sjaitan, harus diberikan suatu perintah dalam hati
dan kitab2 keagamaan lainnja, kita mengetahui, bahwa
(tidak diutjapkan) kepada orang jang kesurupan. Djika
telepati sertamerta termasuk gedjala2 jang dikenal dan orang jang kesurupan itu menanggapi perintah jang tak
diakui. diutjapkan itu, maka adanja kekuasaan sjaitani telah ter-
Telepati eksperimental djuga dikenal, ternjata dari buktikan. Dalam mengadakan pertjobaan2 ini terdjadilah
praktek2 magi (sihir) jang dilakukan oleh paderi2 Mesir serta hal2 jang sungguh tak terduga-duga, jang djelas menun-
Junani, dan di Abad Pertengahan di Eropa oleh orang2 djukkan, bahwa memang orang jang kesurupan itu (orang
seperti Dr. Faust. hysteris) dalam berbagai hal mengetahui pikiran2 jang di-
Ramalan dari Orakel Delfi menimbulkan anggapan, kandung para pengusir sjaitan itu. Mereka bertanja dalam
bahwa mungkin ini adalah telepati. bahasa Latin kepada orang2 jang kesurupan, dan mereka
Pythia, jang mengutjapkan orakel, melakukan tugasnja ini (dalam bahasa ibu) mendjawab pertanjaan2 dengan tepat,
dalam keadaan setengah-mabu dan keadaan ini mcmbantu seolah-olah pertanjaan2 itu dikemukakan dalam bahasa ibu,
proses penjadaran gelombang2-pikiran telepati. Demikian- bukan dalam bahasa Latin.
lah kita membatja, bahwa Croesus pada permulaan Perang
Persia mengirimkan seorang utusan ke Delfi dan ke orakel2 Keterangan2 beratus-ratus saksi jang boleh dipertjaja
lainnja djuga, untuk menanjakan pada keseratus hari se- dalam hal ini sama sadja dan djuga pengalaman dari zaman
telah ia berangkat dari Sarden, apakah jang sedang di- terachir telah membenarkan dengan djelasnja bahwa orang
kerdjakan olehnja pada saat itu. Orakel Delfi mengatakan, jang kesurupan (orang hysteris) berada dalam keadaan djiwa
bahwa ia mentjium bau daging anak kambing dan kura2, jang aneh, jang kadang2 membuat mereka sangat perasa
jang berada diantara besi2. bagi gelombang2-pikiran orang lain.
Dokter ahlisjaraf Rusia, Dr. N. Krainsky dalam uraian-
Memang ketika itu Croesus sedang asjik merebus daging
nja tentang hal2 mengenai wanita penjihir dan peristiwa2
anak kambing dan kura2 dalam suatu periuk besi! Demi-
kesurupan, mentjeritakan tiga peristiwa pemindahan-pikiran
kian kata Herodotus. setjara telepatis, jang ia saksikan pada tahun 1900 dikota
Nowgorod.
Dalam kitab Indjil kita menemukan berbagai peristiwa
la menjaksikan pada tiga orang penderita (hystero-
pengiriman pikiran jang sebenar-benarnja. Salah seorang epileptici, histeria-ajan) gila-agama, bahwa orang2 ini me-
Bapa-Geredja, St. Augustinus memberitakan, bahwa di ngetahui apa jang dipikirkannja dokter tsb.
Karthago, ada orang bernama Albicerius, jang bisa mem- Dr. Krainsky memutuskan untuk mengadakan serang-
batja pikiran2 orang lain. kaian pertjobaan2, untuk menetapkan kebenarah gedjala2
Augustinus sendiri menjaksikannja; menurut beliau, ini ini.
pekerdjaan sjaitan. Dalam pertjobaan2 pertama ia membawa orang2 jang
Sedjak agama Kristen rneluas di Eropa, telah mendjadi kesurupan itu kedalam tidur somnambul untuk kemudian
kebiasaan untuk menerangkan tenaga alam jang tak bisa memberi perintah dalam batin kepadanja, sementara ia
dipahami, peristiwa jang tak diinginkan dan tak diduga- menggandeng tangannja.
duga, sebagai pekerdjaan sjaitan. Dalam serangkaian pertjobaan2 kedua ia berhasil, tanpa
Telepatipun diturunkan deradjatnja mendjadi ilmu- menjentuh sujet, dan dalam pertjobaan ketiga ia berhasil
sjaitan, a.l. oleh St. Augustinus.
15

14
Geredja Katolik zaman purba, menetapkan, bahwa untuk
Dari tjerita2 lama dan buku2 riwajat lama, dari Indjil .
mengusir sjaitan, harus diberikan suatu perintah dalam hati
dan kitab2 keagamaan lainnja, kita mengetahui, bahwa
(tidak diutjapkan) kepada orang jang kesurupan. Djika
telepati sertamerta termasuk gedjala2 jang dikenal dan orang jang kesurupan itu menanggapi perintah jang tak
diakui. diutjapkan itu, maka adanja kekuasaan sjaitani telah ter-
Telepati eksperimental djuga dikenal, ternjata dari buktikan. Dalam mengadakan pertjobaan2 ini terdjadilah
praktek2 magi (sihir) jang dilakukan oleh paderi2 Mesir serta hal2 jang sungguh tak terduga-duga, jang djelas menun-
Junani, dan di Abad Pertengahan di Eropa oleh orang2 djukkan, bahwa memang orang jang kesurupan itu (orang
seperti Dr. Faust. hysteris) dalam berbagai hal mengetahui pikiran2 jang di-
Ramalan dari Orakel Delfi menimbulkan anggapan, kandung para pengusir sjaitan itu. Mereka bertanja dalam
bahwa mungkin ini adalah telepati. bahasa Latin kepada orang2 jang kesurupan, dan mereka
Pythia, jang mengutjapkan orakel, melakukan tugasnja ini (dalam bahasa ibu) mendjawab pertanjaan2 dengan tepat,
dalam keadaan setengah-mabu dan keadaan ini mcmbantu seolah-olah pertanjaan2 itu dikemukakan dalam bahasa ibu,
proses penjadaran gelombang2-pikiran telepati. Demikian- bukan dalam bahasa Latin.
lah kita membatja, bahwa Croesus pada permulaan Perang
Persia mengirimkan seorang utusan ke Delfi dan ke orakel2 Keterangan2 beratus-ratus saksi jang boleh dipertjaja
lainnja djuga, untuk menanjakan pada keseratus hari se- dalam hal ini sama sadja dan djuga pengalaman dari zaman
telah ia berangkat dari Sarden, apakah jang sedang di- terachir telah membenarkan dengan djelasnja bahwa orang
kerdjakan olehnja pada saat itu. Orakel Delfi mengatakan, jang kesurupan (orang hysteris) berada dalam keadaan djiwa
bahwa ia mentjium bau daging anak kambing dan kura2, jang aneh, jang kadang2 membuat mereka sangat perasa
jang berada diantara besi2. bagi gelombang2-pikiran orang lain.
Dokter ahlisjaraf Rusia, Dr. N. Krainsky dalam uraian-
Memang ketika itu Croesus sedang asjik merebus daging
nja tentang hal2 mengenai wanita penjihir dan peristiwa2
anak kambing dan kura2 dalam suatu periuk besi! Demi-
kesurupan, mentjeritakan tiga peristiwa pemindahan-pikiran
kian kata Herodotus. setjara telepatis, jang ia saksikan pada tahun 1900 dikota
Nowgorod.
Dalam kitab Indjil kita menemukan berbagai peristiwa
la menjaksikan pada tiga orang penderita (hystero-
pengiriman pikiran jang sebenar-benarnja. Salah seorang epileptici, histeria-ajan) gila-agama, bahwa orang2 ini me-
Bapa-Geredja, St. Augustinus memberitakan, bahwa di ngetahui apa jang dipikirkannja dokter tsb.
Karthago, ada orang bernama Albicerius, jang bisa mem- Dr. Krainsky memutuskan untuk mengadakan serang-
batja pikiran2 orang lain. kaian pertjobaan2, untuk menetapkan kebenarah gedjala2
Augustinus sendiri menjaksikannja; menurut beliau, ini ini.
pekerdjaan sjaitan. Dalam pertjobaan2 pertama ia membawa orang2 jang
Sedjak agama Kristen rneluas di Eropa, telah mendjadi kesurupan itu kedalam tidur somnambul untuk kemudian
kebiasaan untuk menerangkan tenaga alam jang tak bisa memberi perintah dalam batin kepadanja, sementara ia
dipahami, peristiwa jang tak diinginkan dan tak diduga- menggandeng tangannja.
duga, sebagai pekerdjaan sjaitan. Dalam serangkaian pertjobaan2 kedua ia berhasil, tanpa
Telepatipun diturunkan deradjatnja mendjadi ilmu- menjentuh sujet, dan dalam pertjobaan ketiga ia berhasil
sjaitan, a.l. oleh St. Augustinus.

14
15
Pada pertjobaan jang sama, Anna, jang mematuhi su-
mendesakkan perintah pikirannja pada djarak jang tjukup
gesti saja, menggerakkan tangannja kesamping, dan
djauh, a.l. mereka harus menjebut benda2 tertentu dan
dengan tenang mengambil barang jang dimaksudkan."
djuga mengatakan dimana benda2 itu disembunjikan.
Kemudian Krainsky mengulangi pertjobaan2 ini, tanpa
Krainsky pertama-tama mengadakan pertjobaan dengan
memegangi tangan Anna. Mula2 dokter itu masih meng-
Nj. Anna G, umur 25 tahun, dan menulis:
arahkan pandangannja jang kuat dan tadjam kepada pelu-
Dalam pertjobaan 2 pertama, saja duduk didepan Anna, puk-mata jang dipedjamkan dari wanita jang tidur itu, akan
jang sedang tidur. Saja mensugestikan kepadanja, bahwa tetapi lambat-laun pertjobaan2nja mangkin berhasil, sehing-
meskipun matanja dipedjamkan, ia bisa melihat barang2 ga Krainsky tjukup dengan mengikuti gerak2 tangan.
jang saja masukkan kedalam lingkaran penglihatannja, dan „Maka ternjata," katanja, „bahwa boleh dipastikan, pe-
akan menangkapnja dengan tangannja. laksanaan perbuatan2 pikiran erat hubungannja dengan
Mula2 saja memegangi tangannja, sebagaimana jang aktivitet kedjiwaan (pikiran) dari eksperimentator (jang
biasa saja lakukan dalam pertjobaan2 membatja pikiran ; mengadakan pertjobaan) dan dengan intensitet (kehebatan)
saja pusatkan perhatian saja kuat2 kepada gagasan terang pembangkitan gambaran-gerak2 dalam otak."
tentang gerak, jang harus dilakukan oleh Anna dan semen- Dalam pertjobaan2 selandjutnja Krainsky duduk disem-
tara mengulang-ulangi sugestie: ,,Tangan Anda bergerak barang tempat, tanpa melihat wanita tsb. Ia sekadar ber-
dan menangkap barang itu !" konsentrasi kepada perbuatan jang hendak didesakkan
Tak lama kemudian, tangan Anna mulai bergerak per- kepada pikiran sujet. Achirnja ia menggenggam beberapa
lahan2, arahnja tepat, geraknja terputus-putus, badannja mata-uang. Ia mendekatkan tangannja pada sujet, dan ber-
dalam keadaan kedjang-ajan. tanja mata-uang apa jang ada didalamnja. Djuga pertjobaan2
ini berhasil.
Geraknja selalu sesuai dengan kadar konsentrasi-pikiran
saja. Gedjala2 jang sama seperti jang terdapat pada Nj. Anna
Arah gerak tangannja sedjak mula selalu djitu, se-olah2 G. ini, ada pula pada dua wanita histeris lainnja.
ia melihat barang itu didepannja ; tangan itupun berhenti Kita disini menemukan bukti, bahwa tjerita2 lama me-
bergerak, apabila pikiran saja menjeleweng. ngenai membatja-pikiran dari orang2 jang ,,kesurupan"
mengandung inti kebenaran, dan djika kita mengetahui,
Achirnja, sujet berhasil melaksanakan apa jang di-
bahwa non2 jang kesurupan di Auxone dan penduduk desa
perintahkan kepadanja, dan menangkap barang jang saja Morzini mengetahui pikiran orang2 jang mau mengusir
maksudkan. „sjaitan jang menjurupinja", maka kita bisa mempertjajai
Pada pertjobaan2 selandjutnja, Anna mangkin berhasil pernjataan ini.
melaksanakan perintah saja, dan saja tak perlu berkon- Orang sering inenganggap, - bahwa membatja-pikiran
sentrasi kuat2. (djadi: telepati) adalah gedjala jang baru diketahui sedjak
Ketika saja jakin pertjobaan ini berhasil, saja bawa seratus tahun jang lalu. Dari apa jang diterakan diatas,
barang itu diluar bidang-penglihatan so'mnambuHs ternjata, bahwa gedjala ini sudah lama sekali diketahui.
(Anna), untuk mengetahui, apakah jang terdjadi disini ada- Baru setelah terdjadi kebangunan (renaissance) ilmu2 pe-
lah penadjaman penglihatan, sehingga kesan2-penglihatan ngetahuan alam dalam bagian kedua abad ke-19, orang
menembus pelupuk-mata. memperhatikan lagi gedjala2 telepati ini.

16
Pada pertjobaan jang sama, Anna, jang mematuhi su-
mendesakkan perintah pikirannja pada djarak jang tjukup
gesti saja, menggerakkan tangannja kesamping, dan
djauh, a.l. mereka harus menjebut benda2 tertentu dan
dengan tenang mengambil barang jang dimaksudkan."
djuga mengatakan dimana benda2 itu disembunjikan.
Kemudian Krainsky mengulangi pertjobaan2 ini, tanpa
Krainsky pertama-tama mengadakan pertjobaan dengan
memegangi tangan Anna. Mula2 dokter itu masih meng-
Nj. Anna G, umur 25 tahun, dan menulis:
arahkan pandangannja jang kuat dan tadjam kepada pelu-
Dalam pertjobaan 2 pertama, saja duduk didepan Anna, puk-mata jang dipedjamkan dari wanita jang tidur itu, akan
jang sedang tidur. Saja mensugestikan kepadanja, bahwa tetapi lambat-laun pertjobaan2nja mangkin berhasil, sehing-
meskipun matanja dipedjamkan, ia bisa melihat barang2 ga Krainsky tjukup dengan mengikuti gerak2 tangan.
jang saja masukkan kedalam lingkaran penglihatannja, dan „Maka ternjata," katanja, „bahwa boleh dipastikan, pe-
akan menangkapnja dengan tangannja. laksanaan perbuatan2 pikiran erat hubungannja dengan
Mula2 saja memegangi tangannja, sebagaimana jang aktivitet kedjiwaan (pikiran) dari eksperimentator (jang
biasa saja lakukan dalam pertjobaan2 membatja pikiran ; mengadakan pertjobaan) dan dengan intensitet (kehebatan)
saja pusatkan perhatian saja kuat2 kepada gagasan terang pembangkitan gambaran-gerak2 dalam otak."
tentang gerak, jang harus dilakukan oleh Anna dan semen- Dalam pertjobaan2 selandjutnja Krainsky duduk disem-
tara mengulang-ulangi sugestie: ,,Tangan Anda bergerak barang tempat, tanpa melihat wanita tsb. Ia sekadar ber-
dan menangkap barang itu !" konsentrasi kepada perbuatan jang hendak didesakkan
Tak lama kemudian, tangan Anna mulai bergerak per- kepada pikiran sujet. Achirnja ia menggenggam beberapa
lahan2, arahnja tepat, geraknja terputus-putus, badannja mata-uang. Ia mendekatkan tangannja pada sujet, dan ber-
dalam keadaan kedjang-ajan. tanja mata-uang apa jang ada didalamnja. Djuga pertjobaan2
ini berhasil.
Geraknja selalu sesuai dengan kadar konsentrasi-pikiran
saja. Gedjala2 jang sama seperti jang terdapat pada Nj. Anna
Arah gerak tangannja sedjak mula selalu djitu, se-olah2 G. ini, ada pula pada dua wanita histeris lainnja.
ia melihat barang itu didepannja ; tangan itupun berhenti Kita disini menemukan bukti, bahwa tjerita2 lama me-
bergerak, apabila pikiran saja menjeleweng. ngenai membatja-pikiran dari orang2 jang ,,kesurupan"
mengandung inti kebenaran, dan djika kita mengetahui,
Achirnja, sujet berhasil melaksanakan apa jang di-
bahwa non2 jang kesurupan di Auxone dan penduduk desa
perintahkan kepadanja, dan menangkap barang jang saja Morzini mengetahui pikiran orang2 jang mau mengusir
maksudkan. „sjaitan jang menjurupinja", maka kita bisa mempertjajai
Pada pertjobaan2 selandjutnja, Anna mangkin berhasil pernjataan ini.
melaksanakan perintah saja, dan saja tak perlu berkon- Orang sering inenganggap, - bahwa membatja-pikiran
sentrasi kuat2. (djadi: telepati) adalah gedjala jang baru diketahui sedjak
Ketika saja jakin pertjobaan ini berhasil, saja bawa seratus tahun jang lalu. Dari apa jang diterakan diatas,
barang itu diluar bidang-penglihatan so'mnambuHs ternjata, bahwa gedjala ini sudah lama sekali diketahui.
(Anna), untuk mengetahui, apakah jang terdjadi disini ada- Baru setelah terdjadi kebangunan (renaissance) ilmu2 pe-
lah penadjaman penglihatan, sehingga kesan2-penglihatan ngetahuan alam dalam bagian kedua abad ke-19, orang
menembus pelupuk-mata. memperhatikan lagi gedjala2 telepati ini.

100 16

17
Setelah dia, maka di Inggeris tampil pembatja-pikiran
Bishop, jang telah mengadakan pertjobaan2 mengagumkan.
Seperti Brown, Bishop mengadakan eksperimen2 didepan
panitia2 dan sardjana2, jang menjelidiki dengan kritis dan
seksama gedjala2 ini. Maka sampailah ia pada suatu ke-
simpulan, bahwa dalam „telepati" tiada pemindahan pikiran,
atau kalau ada, hal ini djarang sekali terdjadi.

Sebelum itu, seorang Perantjis (E. Chevreul, 1833) me-


njatakan, bahwa otot2 (spier2) badan manusia bergerak-gerak
sedikit dibawah pengaruh pikiran2 tertentu. Apabila orang
memikirkan sesuatu gerak, otot2 sudah mulai bergerak-
gerak, meskipun gerak2 itu tak diinginkan atau disjaratkan !
Itulah sebabnja, djurutelepati2 jang mengadakan pertun-
djukan didepan umum harus ada kontak dengan pemimpin
dari pertjobaan2 itu, baik misalnja keduanja memegangi
sebatang kaju atau besi, atau meletakkan tangannja diatas
kepala pemimpin itu.
Gerak2 otot lemah itu tiada artinja bagi orang biasa,
akan tetapi bagi djurutelepati gerak2 lemah itu ada artinja.
Djadi ketjakapan para ,,djurutelepati" itu adalah semata-
mata ketjakapan untuk membuang semua pikiran2 sadar
dari otaknja, sehingga guntjangan2-otot itu setjara seksama
Cagliostro, pembatja pikiran. dan teliti sekali ditjatat dalam otaknja.
Dokter-sjaraf Amerika, Beard, adalah jang pertama kali
Sambil menarik keuntungan dari perhatian jang raang- membela teori-otot ini didepan Lembaga Sardjana2, akan
kin meningkat terhadap gedjala2 adikodrati ini, berhasillah tetapi mereka tak menjetudjui dalil2 Beard itu.
pada sekitar tahun2 1870-1890 beberapa pembatja-pikiran Kemudian suatu panitia Inggeris dibawah pimpinan
menarik banjak orang dengan pertundjukan2 jang diumum- Carpenter sampai kepada kesimpulan, bahwa pada pem-
kan sebagai „pertjobaan telepati". batja-pikiran Bishop, memang terdjadi pembatjaan-pikiran2.
Salah seorang djurutelepati ketika itu telah menulis sebuah
Mereka itu antara lain ialah: Brown, Bishop, Cumberland,
buku, jang djuga menerangkan bahwa gerak2 otot jang di-
dllnja. Brown adalah seorang Amerika, jang melaksanakan
lakukan setjara tak-sadar adalah merupakan dasar ,tele-
segala apa jang diperintahkan dalam hati, asal sadja eks-
pati".
perimentor2 meletakkan tangannja diatas kepala Brown.
Nampaknja djurutelepati2 ini tak sadar betul akan te-
Ia menemukan benda2 jang disembunjikan, menundjuk
naga atau ketjakapan jang dipraktekkannja, dan djuga
orang2 tertentu, dllnja.
djurutelepati Rubini (nama samaran dari seorang dokter

100 18

18
Setelah dia, maka di Inggeris tampil pembatja-pikiran
Bishop, jang telah mengadakan pertjobaan2 mengagumkan.
Seperti Brown, Bishop mengadakan eksperimen2 didepan
panitia2 dan sardjana2, jang menjelidiki dengan kritis dan
seksama gedjala2 ini. Maka sampailah ia pada suatu ke-
simpulan, bahwa dalam „telepati" tiada pemindahan pikiran,
atau kalau ada, hal ini djarang sekali terdjadi.

Sebelum itu, seorang Perantjis (E. Chevreul, 1833) me-


njatakan, bahwa otot2 (spier2) badan manusia bergerak-gerak
sedikit dibawah pengaruh pikiran2 tertentu. Apabila orang
memikirkan sesuatu gerak, otot2 sudah mulai bergerak-
gerak, meskipun gerak2 itu tak diinginkan atau disjaratkan !
Itulah sebabnja, djurutelepati2 jang mengadakan pertun-
djukan didepan umum harus ada kontak dengan pemimpin
dari pertjobaan2 itu, baik misalnja keduanja memegangi
sebatang kaju atau besi, atau meletakkan tangannja diatas
kepala pemimpin itu.
Gerak2 otot lemah itu tiada artinja bagi orang biasa,
akan tetapi bagi djurutelepati gerak2 lemah itu ada artinja.
Djadi ketjakapan para ,,djurutelepati" itu adalah semata-
mata ketjakapan untuk membuang semua pikiran2 sadar
dari otaknja, sehingga guntjangan2-otot itu setjara seksama
Cagliostro, pembatja pikiran. dan teliti sekali ditjatat dalam otaknja.
Dokter-sjaraf Amerika, Beard, adalah jang pertama kali
Sambil menarik keuntungan dari perhatian jang raang- membela teori-otot ini didepan Lembaga Sardjana2, akan
kin meningkat terhadap gedjala2 adikodrati ini, berhasillah tetapi mereka tak menjetudjui dalil2 Beard itu.
pada sekitar tahun2 1870-1890 beberapa pembatja-pikiran Kemudian suatu panitia Inggeris dibawah pimpinan
menarik banjak orang dengan pertundjukan2 jang diumum- Carpenter sampai kepada kesimpulan, bahwa pada pem-
kan sebagai „pertjobaan telepati". batja-pikiran Bishop, memang terdjadi pembatjaan-pikiran2.
Salah seorang djurutelepati ketika itu telah menulis sebuah
Mereka itu antara lain ialah: Brown, Bishop, Cumberland,
buku, jang djuga menerangkan bahwa gerak2 otot jang di-
dllnja. Brown adalah seorang Amerika, jang melaksanakan
lakukan setjara tak-sadar adalah merupakan dasar ,tele-
segala apa jang diperintahkan dalam hati, asal sadja eks-
pati".
perimentor2 meletakkan tangannja diatas kepala Brown.
Nampaknja djurutelepati2 ini tak sadar betul akan te-
Ia menemukan benda2 jang disembunjikan, menundjuk
naga atau ketjakapan jang dipraktekkannja, dan djuga
orang2 tertentu, dllnja.
djurutelepati Rubini (nama samaran dari seorang dokter

18

19
Ustria) menerangkan pada tahun. 1919, bahwa ia sendiri Bagaimanapun djuga, ada segolongan sardjana 2 jang tak
tak tahu dengan pasti dan tepat, tjara ia melakukan ke- lagi menganggap bahwa semua gedjala telepati bisa di-
tjakapan telepatisnja. Iapun tak bisa menerangkan, apakah terangkan dengan teori otot. Kitapun masih hendak pula
ia melakukan pertjobaan 2 nja itu dengan mengamat-amati membahas pengamat-amatan setjara „bawahsadar". Pe-
hal2 chusus jang ketjil 2 , atau barangkali ia memang me- njelidikan jang selandjutnja mengenai gerak 2 tak-sadar
mindahkan (mengirimkan) pikiran 2 (getaran2 pikiran). telah membawa sardjana2 Denmark, Hansen dan Lehmann.
pada kesimpulan, bahwa selainnja gerak 2 lemah, suara2
Bagaimanapun djuga, sedjarah telepati mendjelaskan
lemahpun memegang peranan.
kepada kita, bahwa pertjobaan 2 jang dilakukan „dengan
kontak", tak membuktikan terdjadinja pengiriman getaran2- Mereka memasang dua tjermin tjekung dari logam, di-
pikiran. Kita tak bisa menggunakan pertjobaan 2 ini sebagai mana permukaarnja jang tjekung itu ber-hadap2an. Mereka
bahan bukti, djusteru karena membatja-otot ,,setjara-bawah- menempatkan kepalanja dalam titik-bakar tjermin 2 ini, dan
sadar" mengaburkan hasil2nja. dengan tjara ini mereka mengadakan pertjobaan 2 untuk
membuktikan adanja gelombang 2 pikiran2 telepatis.
Pada tahun 1887 keluarlah untuk pertama kali buku Hasilnja tak ada. Mula2 mereka mengetahui bahwa
tebal pertama, jang memberi dasar ilmiah kepada pente- orang jang kuat sekali mengenangkan (memikirkan) suatu
laahan (studi) telepati, jakni buku Gurney, Myers dan perkataan tertentu, mengeluarkan suara ber-bisik2, dan
Podmore, ,,Phantasms of the living", jang didalamnja di- kemudian mcrekapun menjaksikan, bahwa dalam kata2 jang
kumpulkan banjak sekali bahan2-bukti tentang telepati dikirimkan setjara „telepatis", terdapat kesalahan2 karena
sertamerta dan eksperimental. salah-dengar, jang menimbulkan kesan bahwa si penerima
Djuga disekitar tahun itu Pierre Janet di Havre meng- tak begitu mendengar perkataan2 itu. Eksperimen 2 ini me-
adakan pertjobaan dengan Leonie B., seorang wanita jang nundjukkan, bahwa dalam pertjobaan 2 telepatis harus di-
berdiam 2 km dari rumah Janet, dan jang ia berhasil me- usahakan dengan seksama, djangan sampai timbul suara2
nidurkannja pada setiap saat. atau gerak 2 jang dilakukan setjara tidak-sadar.
Dari 25 pertjobaan jang dilakukan oleh Janet, 19 di- Setelah itu, terbit banjak buku 2 ilmiah dan populer ten-
antaranja berhasil, jang berarti bahwa Leonie B., jang ting- tang telepati dan tentang pertjobaan 2 telepati. Orang meng-
gal djauh dari rumah Janet, hanjut kedalam tidur hipnosa gali kearifan purba jang tersimpan dalam buku 2 lama, jang
dan mendatangi Janet. menjingkapkan dalil2-dasar tentang gedjala 2 telepati.
C. Richet, jang djuga mengadakan pertjobaan 2 dengan Sardjana2 lain mengumpulkan beribu-ribu uraian ten-
Leonie B., berhasil 16 kali dari 35 pertjobaan 2 jang ia tang eksperimen 2 dan peristiwa2 sertamerta, jang tak bisa
lakukan. diterangkan, djika tak diakui adanja kemampuan telepatis.
Kesemuanja ini menjebabkan, bahwa chususnja dalam
Maka timbullah pertentangan antara para sardjana. bahasa Inggeris terdjadi kumpulan karangan2 jang luas
Ada jang tetap menganut paham ,,membatja-otot", se- sekali mengenai soal ini. Negeri Belanda ketinggalan ba-
dangkan jang lain menganggap bahwa dalam hal2 tertentu njak mengenai soal penjelidikan psychis ini. Baru pada
memang terdjadi pengiriman (pemindahan) pikiran. Kedua tahun 1921 didirikan lembaga untuk Psychical Research
pihak berusaha sehebat-hebatnja untuk membuktikan ke- (penjelidikan kedjiwaan), jang segera menerbitkan lapuran2
benaran anggapannja masing2. mengenai peristiwa2 telepati eksperimental dan sertamerta.

21

20
Ustria) menerangkan pada tahun. 1919, bahwa ia sendiri Bagaimanapun djuga, ada segolongan sardjana 2 jang tak
tak tahu dengan pasti dan tepat, tjara ia melakukan ke- lagi menganggap bahwa semua gedjala telepati bisa di-
tjakapan telepatisnja. Iapun tak bisa menerangkan, apakah terangkan dengan teori otot. Kitapun masih hendak pula
ia melakukan pertjobaan 2 nja itu dengan mengamat-amati membahas pengamat-amatan setjara „bawahsadar". Pe-
hal2 chusus jang ketjil 2 , atau barangkali ia memang me- njelidikan jang selandjutnja mengenai gerak 2 tak-sadar
mindahkan (mengirimkan) pikiran 2 (getaran2 pikiran). telah membawa sardjana2 Denmark, Hansen dan Lehmann.
pada kesimpulan, bahwa selainnja gerak 2 lemah, suara2
Bagaimanapun djuga, sedjarah telepati mendjelaskan
lemahpun memegang peranan.
kepada kita, bahwa pertjobaan 2 jang dilakukan „dengan
kontak", tak membuktikan terdjadinja pengiriman getaran2- Mereka memasang dua tjermin tjekung dari logam, di-
pikiran. Kita tak bisa menggunakan pertjobaan 2 ini sebagai mana permukaarnja jang tjekung itu ber-hadap2an. Mereka
bahan bukti, djusteru karena membatja-otot ,,setjara-bawah- menempatkan kepalanja dalam titik-bakar tjermin 2 ini, dan
sadar" mengaburkan hasil2nja. dengan tjara ini mereka mengadakan pertjobaan 2 untuk
membuktikan adanja gelombang 2 pikiran2 telepatis.
Pada tahun 1887 keluarlah untuk pertama kali buku Hasilnja tak ada. Mula2 mereka mengetahui bahwa
tebal pertama, jang memberi dasar ilmiah kepada pente- orang jang kuat sekali mengenangkan (memikirkan) suatu
laahan (studi) telepati, jakni buku Gurney, Myers dan perkataan tertentu, mengeluarkan suara ber-bisik2, dan
Podmore, ,,Phantasms of the living", jang didalamnja di- kemudian mcrekapun menjaksikan, bahwa dalam kata2 jang
kumpulkan banjak sekali bahan2-bukti tentang telepati dikirimkan setjara „telepatis", terdapat kesalahan2 karena
sertamerta dan eksperimental. salah-dengar, jang menimbulkan kesan bahwa si penerima
Djuga disekitar tahun itu Pierre Janet di Havre meng- tak begitu mendengar perkataan2 itu. Eksperimen 2 ini me-
adakan pertjobaan dengan Leonie B., seorang wanita jang nundjukkan, bahwa dalam pertjobaan 2 telepatis harus di-
berdiam 2 km dari rumah Janet, dan jang ia berhasil me- usahakan dengan seksama, djangan sampai timbul suara2
nidurkannja pada setiap saat. atau gerak 2 jang dilakukan setjara tidak-sadar.
Dari 25 pertjobaan jang dilakukan oleh Janet, 19 di- Setelah itu, terbit banjak buku 2 ilmiah dan populer ten-
antaranja berhasil, jang berarti bahwa Leonie B., jang ting- tang telepati dan tentang pertjobaan 2 telepati. Orang meng-
gal djauh dari rumah Janet, hanjut kedalam tidur hipnosa gali kearifan purba jang tersimpan dalam buku 2 lama, jang
dan mendatangi Janet. menjingkapkan dalil2-dasar tentang gedjala 2 telepati.
C. Richet, jang djuga mengadakan pertjobaan 2 dengan Sardjana2 lain mengumpulkan beribu-ribu uraian ten-
Leonie B., berhasil 16 kali dari 35 pertjobaan 2 jang ia tang eksperimen 2 dan peristiwa2 sertamerta, jang tak bisa
lakukan. diterangkan, djika tak diakui adanja kemampuan telepatis.
Kesemuanja ini menjebabkan, bahwa chususnja dalam
Maka timbullah pertentangan antara para sardjana. bahasa Inggeris terdjadi kumpulan karangan2 jang luas
Ada jang tetap menganut paham ,,membatja-otot", se- sekali mengenai soal ini. Negeri Belanda ketinggalan ba-
dangkan jang lain menganggap bahwa dalam hal2 tertentu njak mengenai soal penjelidikan psychis ini. Baru pada
memang terdjadi pengiriman (pemindahan) pikiran. Kedua tahun 1921 didirikan lembaga untuk Psychical Research
pihak berusaha sehebat-hebatnja untuk membuktikan ke- (penjelidikan kedjiwaan), jang segera menerbitkan lapuran2
benaran anggapannja masing2. mengenai peristiwa2 telepati eksperimental dan sertamerta.

14

21
Djuga achir2 ini praktek telepati sebagai alat atau tjara
untuk mendesakkan pikiran setjara sugestif kepada orang
lain, sering dilakukan. Memang, sungguh penting sekali BAB KETIGA
latihan2 ini. Kemauan keras untuk mendapatkan hasil ter-
tentu, membuat manusia mendjadi suatu mahluk berkuasa PERISTIWA T E L E P A T I D A L A M S E D J A R A H
jang bisa mendjelmakan banjak kemungkinan2 mendjadi
Anggapan 2 jang salah. — Pembatasan daerah telepati. — Djuru-
kenjataan. sihir sebagai djurutelepati. — Apollonius Tyane dan lain 2 nja. —
Emanuel Swedenberg.

D
ALAM bukunja mengenai „Dajapikiran", Njonja An-
nie Besant menulis, bahwa banjak orang ingin sekali
mengirimkan pikiran2, dan bahwa hampir setiap
orang mengangan-angankan betapa senangnja untuk bisa
berhubungan dengan seorang kawan jang berada ditempat
jang djauh, tanpa menggunakan telegram atau surat.
Ia menjatakan, banjak orang jang mengira bahwa pe-
kerdjaan ini gampang sadja, dan mereka heran, apabila
pertjobaan2 mereka gagal.
Barangkali kegemaran untuk mengirimkan pikiran2 di-
daerah2 lain lebih banjak daripada di Eropa, ketjuali mung-
kin di Inggeris, akan tetapi di Barat pada umumnja kita
hanja sedikit sekali menjaksikan keinginan jang menjala-
njala untuk mengirimkan pikiran2nja.
Maka kita ingin minta perhatian, bahwa pengiriman
pikiran setjara telepati diabaikan sekali di Eropa. Memang,
pada tahun2 jang lalu telah diterbitkan sedjumlah buku2
populer, jang mengatakan, bahwa mempengaruhi orang lain
setjara telepatis mudah sadja dipeladjari. Akan tetapi pada
umumnja buku2 ini sebaliknja daripada mengobarkan per-
hatian kepada telepati, malah mengurangi penghargaan ter-
hadap gedjala ini.
Disamping itu, ada beberapa anggapan2 dan pendapat2
salah mengenai masalah ini, sebagian bertjampur-katjau
dengan teori2 okkult lama, dan sebagian terlalu dilekatkan
pada dogma2 ilmiah. Baru dalam duapuluh tahun jang ter-
achir ini, kita mendapat pengertian dan pemandangan jang
lebih baik mengenai hakikat telepati, a.l. karena buku pen-

23

22
Djuga achir2 ini praktek telepati sebagai alat atau tjara
untuk mendesakkan pikiran setjara sugestif kepada orang
lain, sering dilakukan. Memang, sungguh penting sekali BAB KETIGA
latihan2 ini. Kemauan keras untuk mendapatkan hasil ter-
tentu, membuat manusia mendjadi suatu mahluk berkuasa PERISTIWA T E L E P A T I D A L A M S E D J A R A H
jang bisa mendjelmakan banjak kemungkinan2 mendjadi
Anggapan 2 jang salah. — Pembatasan daerah telepati. — Djuru-
kenjataan. sihir sebagai djurutelepati. — Apollonius Tyane dan lain 2 nja. —
Emanuel Swedenberg.

D
ALAM bukunja mengenai „Dajapikiran", Njonja An-
nie Besant menulis, bahwa banjak orang ingin sekali
mengirimkan pikiran2, dan bahwa hampir setiap
orang mengangan-angankan betapa senangnja untuk bisa
berhubungan dengan seorang kawan jang berada ditempat
jang djauh, tanpa menggunakan telegram atau surat.
Ia menjatakan, banjak orang jang mengira bahwa pe-
kerdjaan ini gampang sadja, dan mereka heran, apabila
pertjobaan2 mereka gagal.
Barangkali kegemaran untuk mengirimkan pikiran2 di-
daerah2 lain lebih banjak daripada di Eropa, ketjuali mung-
kin di Inggeris, akan tetapi di Barat pada umumnja kita
hanja sedikit sekali menjaksikan keinginan jang menjala-
njala untuk mengirimkan pikiran2nja.
Maka kita ingin minta perhatian, bahwa pengiriman
pikiran setjara telepati diabaikan sekali di Eropa. Memang,
pada tahun2 jang lalu telah diterbitkan sedjumlah buku2
populer, jang mengatakan, bahwa mempengaruhi orang lain
setjara telepatis mudah sadja dipeladjari. Akan tetapi pada
umumnja buku2 ini sebaliknja daripada mengobarkan per-
hatian kepada telepati, malah mengurangi penghargaan ter-
hadap gedjala ini.
Disamping itu, ada beberapa anggapan2 dan pendapat2
salah mengenai masalah ini, sebagian bertjampur-katjau
dengan teori2 okkult lama, dan sebagian terlalu dilekatkan
pada dogma2 ilmiah. Baru dalam duapuluh tahun jang ter-
achir ini, kita mendapat pengertian dan pemandangan jang
lebih baik mengenai hakikat telepati, a.l. karena buku pen-

14

23
ting Constable personality and Telepathy", dan meskipun
mudjizat telepati belum bisa diterangkan dengan sedjelas-
djelasnja, namun daerah telepati telah diberi batas2 jang
djelas. Ini sudah banjak artinja bagi penjelidikan ilmiah. _
Banjak fenomena 2 (gedjala2) jang dahulu dianggap seba-
gai gedjala2 spiritisme (djadi dengan perantaraan roh), ter-
njata adalah telepati belaka. Mudjizat besar dan aneh de-
ngan demikian telah dikembalikan pada ukuran2 jang sebe-
narnja, dan karena peristiwa2 telepati telah dikumpulkan
dan diklassifikasi, maka achirnja kita terdapatlah suatu
pemandangan dari bidang jang sangat luas, jang dikuasai
oleh pengiriman pikiran2 ini.

Peristiwa2 telepati2 sertamerta paling awal, dan sangat


menarik perhatian, kita temukan dalam buku? sedjarah dan
ditjatat sebagai mudjizat2.
Misalnja : bitjara dalam bahasa asing, jang dilakukan
oleh para rasul Kristus pada Perajaan Pantekosta di Jeru-
salem, berbagai matjam visiun dan peristiwa2 jang terdjadi
ditempat-tempat jang djauh sekali, pemberitahuan2 tentang Apollonius dari Tyane.

bahaja besar jang akan datang atau berita sukaria, per-


ingatan2, dllnja.
Disamping peristiwa2 jang terdapat dalam Kitab Indjil, nja ia se-konjong2 diam, nampaknja asjik mendengarkan
kitab2 Kristen-purba, Junani, Mesir dan Romawi penuh sesuatu. Tak lama kemudian ia madju kedepan, dan ber-
uraian2 dan kisah2 sematjam itu. Terutama sekali peristiwa2 seru: „Serang! Serang! Memang ini sudah mendjadi ke-
disekitar Nabi dan djurusihir2. Seorang djurusihir terkenal, mauan para Dewa."
jang dahulu sering dipertentangkan dengan Kristus ialah Orang mengira, bahwa Apollonius adalah korban ha-
Apollonius dari Tayne. lusinasi, akan tetapi betapa heranlah para hadirin, ketika
Apollonius dari Tayne ini hidup dalam abad pertama ia berteriak kuat 2 :
setelah Masehi dan ia menamakan dirinja seorang ahli ilmu- „Orang2 Ephesia! Sudah terdjadi! — baru sadja pe-
sihir Mesir aseli. nindas itu djatuh dan Roma bangkit dan berontak — me-
njatakan kemerdekaannja!"
Ilmusihir (magi) Mesir antara lain meliputi magnetisme, Beberapa hari kemudian, datanglah musjafir dari Roma
hipnotisme, telepati, dan ternjata dari tindakan2 serta per- jang memberitakan, bahwa Roma telah berontak. Kaisar
buatan2nja Apollonius tahu benar selukbeluk ilmu2 gaib itu. Domitianus telah mati terbunuh dengan tudjuh tusukan
Pada suatu hari ia ada di Ephesia, dimana ia berbitjara pisau, dan ia menghembuskan napas jang penghabisan pada
dihadapan suatu rapat, akan tetapi ditengah-tengah pidato- saat Apollonius memberitahu berita kepada orang2 Ephesia.

25
24
ting Constable personality and Telepathy", dan meskipun
mudjizat telepati belum bisa diterangkan dengan sedjelas-
djelasnja, namun daerah telepati telah diberi batas2 jang
djelas. Ini sudah banjak artinja bagi penjelidikan ilmiah. _
Banjak fenomena 2 (gedjala2) jang dahulu dianggap seba-
gai gedjala2 spiritisme (djadi dengan perantaraan roh), ter-
njata adalah telepati belaka. Mudjizat besar dan aneh de-
ngan demikian telah dikembalikan pada ukuran2 jang sebe-
narnja, dan karena peristiwa2 telepati telah dikumpulkan
dan diklassifikasi, maka achirnja kita terdapatlah suatu
pemandangan dari bidang jang sangat luas, jang dikuasai
oleh pengiriman pikiran2 ini.

Peristiwa2 telepati2 sertamerta paling awal, dan sangat


menarik perhatian, kita temukan dalam buku? sedjarah dan
ditjatat sebagai mudjizat2.
Misalnja : bitjara dalam bahasa asing, jang dilakukan
oleh para rasul Kristus pada Perajaan Pantekosta di Jeru-
salem, berbagai matjam visiun dan peristiwa2 jang terdjadi
ditempat-tempat jang djauh sekali, pemberitahuan2 tentang Apollonius dari Tyane.

bahaja besar jang akan datang atau berita sukaria, per-


ingatan2, dllnja.
Disamping peristiwa2 jang terdapat dalam Kitab Indjil, nja ia se-konjong2 diam, nampaknja asjik mendengarkan
kitab2 Kristen-purba, Junani, Mesir dan Romawi penuh sesuatu. Tak lama kemudian ia madju kedepan, dan ber-
uraian2 dan kisah2 sematjam itu. Terutama sekali peristiwa2 seru: „Serang! Serang! Memang ini sudah mendjadi ke-
disekitar Nabi dan djurusihir2. Seorang djurusihir terkenal, mauan para Dewa."
jang dahulu sering dipertentangkan dengan Kristus ialah Orang mengira, bahwa Apollonius adalah korban ha-
Apollonius dari Tayne. lusinasi, akan tetapi betapa heranlah para hadirin, ketika
Apollonius dari Tayne ini hidup dalam abad pertama ia berteriak kuat 2 :
setelah Masehi dan ia menamakan dirinja seorang ahli ilmu- „Orang2 Ephesia! Sudah terdjadi! — baru sadja pe-
sihir Mesir aseli. nindas itu djatuh dan Roma bangkit dan berontak — me-
njatakan kemerdekaannja!"
Ilmusihir (magi) Mesir antara lain meliputi magnetisme, Beberapa hari kemudian, datanglah musjafir dari Roma
hipnotisme, telepati, dan ternjata dari tindakan2 serta per- jang memberitakan, bahwa Roma telah berontak. Kaisar
buatan2nja Apollonius tahu benar selukbeluk ilmu2 gaib itu. Domitianus telah mati terbunuh dengan tudjuh tusukan
Pada suatu hari ia ada di Ephesia, dimana ia berbitjara pisau, dan ia menghembuskan napas jang penghabisan pada
dihadapan suatu rapat, akan tetapi ditengah-tengah pidato- saat Apollonius memberitahu berita kepada orang2 Ephesia.

100

25
Gregorius dari Tours mentjeritakan bahwa Bapak-Gere- Emanuel sebagai mahasiswa beladjar pada Sekolah
dja Ambrosius dalam geredja di Milan se-konjong 2 meng- Tinggi di Upsala, dimana ia mempeladjari bahasa2 kuno,
alami keadaan-djiwa luarbiasa. Iapun menerangkan, bahwa ilmupasti dan ilmu agama.
pada saat itu St. Martinus meninggal dunia. Setelah dise- Setelah mendapat gelar doktor „cum laude", ia mengun-
lidiki, maka ternjata benar apa jang dikatakan oleh Am- djungi sekolah2 tinggi diluar negeri, dan ia mempeladjari
brosius itu. banjak ilmu.
„Visiun" jang terkenal dalam sedjarah bisa dimasukkan Tak lama kemudian, sardjana jang masih muda ini di-
kedalam golongan telepati. angkat mendjadi pengawas Tambang 2 Keradjaan Swedia,
Orang jang menerima visiun itu oleh suatu pengaruh dan djuga diangkat mendjadi bangsawan.
jang belum diketahui rahasianja telah mendapat pemberi- Dalam tahun 1734 terbitlah karja-utama Swedenborg
tahuan setjara tiba2 tentang sesuatu jang terdjadi ditempat tentarg filsafat-alam dan mineralogika, suatu karja terdiri
jang djauh. dari tiga buku tebal2, isinja banjak sekali. Dalam buku 2 nja
Barangkali pikiran itu masuk kedalam otak si penerima telah terdapat teori 2 baru mengenai tatasurja dan noda2
dan pikiran2 itu mendjelma dalam gambar angan2 atau nebula, jang baru ber-puluh2 tahun kemudian diterima se-
perasaan2. tjara umum.
Hingga tahun 1743, Swedenborg tetap mengasjiki pen-
Benvenuto Cellini, seniman Italia jang ulung dan masjhur
telah mengalami hal2 adikodrati. Ketika ia dipendjara, ia telahaan2 keilmualaman, untuk mempeladjari ilmu2 gaib.
menerima suatu pikiran, bahwa ia dalam keadaan bahaja Buku2nja jang banjak sekali tentang soal mystik (tentang
besar, se-olah2 ada suara batin jang menjerukan: „Awas, hubungan Tuhan dan manusia) dan okkult sekarang ini tak
Benvenuto, lelcas2, sebutlah nama Tuhan sekuat tenagamu !" banjak orang jang membatjanja lagi, karena semua
Cellini mematuhi apa jang diserukan oleh suara ini dan karangan 2 nja ditulis dalam bahasa Latin.
berdoa agak lama, hingga suara itu tadi mengatakan: Swedenborg menerangkan dengan tegas, bahwa ia ber-
„Tunggulah dengan sabar, dan djangan takut apa 2 !" gaul dengan roh 2 . Kita tak hendak membantah pernjataan-
nja itu, akan tetapi ada tiga pengalaman „adikodrati" demi-
Kelak ternjata, bahwa djusteru pada hari itu pendjaga
kian miripnja dengan telepati, sehingga kita patut men-
pendjara hendak membunuh dia, akan tetapi kemudian
tjatatnja.
melepaskan niatnja itu.
Terkenal ialah vonis Paus Bonifacius V, jang meng-
Mendjelang achir bulan September tahun 1756 (mungkin
hukum seumur hidup Uskup Adellaert, karena ia bisa
pada hari Djum'at tanggal 27) Swedenborg kembali ke Ing-
„membatja" pikiran2 orang lain.
geris dan pada siang hari djam empat di Goethenburgh.
Salah suatu peristiwa telepati jang bisa didjamin ke- W. Castel mengundang Swedenborg bersama-sama dengan
benarannja ialah pertjobaan 2 sardjana Swedia Emanuel tamu2 lainnja untuk datang kerumahnja. Ketika itu adalah
Swedenborg. djam enam sore, ketika Swedenborg sekonjong-konjong
Swedenborg adalah orang jang sangat berbakat. „Buku- meninggalkan ruangan, untuk kemudian kembali lagi, de-
nja", kata filsuf Emerson, „bisa memenuhi perpustakaan ngan muka putjat.
seorang mahasiswa jang kesepian dan gemar atletik; djum- Ia menerangkan, bahwa baru sadja dibagian Selatan
lahnja seratus limapuluh." Stockholm terdjadi kebakaran besar jang mangkin meluas.

26
Gregorius dari Tours mentjeritakan bahwa Bapak-Gere- Emanuel sebagai mahasiswa beladjar pada Sekolah
dja Ambrosius dalam geredja di Milan se-konjong 2 meng- Tinggi di Upsala, dimana ia mempeladjari bahasa2 kuno,
alami keadaan-djiwa luarbiasa. Iapun menerangkan, bahwa ilmupasti dan ilmu agama.
pada saat itu St. Martinus meninggal dunia. Setelah dise- Setelah mendapat gelar doktor „cum laude", ia mengun-
lidiki, maka ternjata benar apa jang dikatakan oleh Am- djungi sekolah2 tinggi diluar negeri, dan ia mempeladjari
brosius itu. banjak ilmu.
„Visiun" jang terkenal dalam sedjarah bisa dimasukkan Tak lama kemudian, sardjana jang masih muda ini di-
kedalam golongan telepati. angkat mendjadi pengawas Tambang 2 Keradjaan Swedia,
Orang jang menerima visiun itu oleh suatu pengaruh dan djuga diangkat mendjadi bangsawan.
jang belum diketahui rahasianja telah mendapat pemberi- Dalam tahun 1734 terbitlah karja-utama Swedenborg
tahuan setjara tiba2 tentang sesuatu jang terdjadi ditempat tentarg filsafat-alam dan mineralogika, suatu karja terdiri
jang djauh. dari tiga buku tebal2, isinja banjak sekali. Dalam buku 2 nja
Barangkali pikiran itu masuk kedalam otak si penerima telah terdapat teori 2 baru mengenai tatasurja dan noda2
dan pikiran2 itu mendjelma dalam gambar angan2 atau nebula, jang baru ber-puluh2 tahun kemudian diterima se-
perasaan2. tjara umum.
Hingga tahun 1743, Swedenborg tetap mengasjiki pen-
Benvenuto Cellini, seniman Italia jang ulung dan masjhur
telah mengalami hal2 adikodrati. Ketika ia dipendjara, ia telahaan2 keilmualaman, untuk mempeladjari ilmu2 gaib.
menerima suatu pikiran, bahwa ia dalam keadaan bahaja Buku2nja jang banjak sekali tentang soal mystik (tentang
besar, se-olah2 ada suara batin jang menjerukan: „Awas, hubungan Tuhan dan manusia) dan okkult sekarang ini tak
Benvenuto, lelcas2, sebutlah nama Tuhan sekuat tenagamu !" banjak orang jang membatjanja lagi, karena semua
Cellini mematuhi apa jang diserukan oleh suara ini dan karangan 2 nja ditulis dalam bahasa Latin.
berdoa agak lama, hingga suara itu tadi mengatakan: Swedenborg menerangkan dengan tegas, bahwa ia ber-
„Tunggulah dengan sabar, dan djangan takut apa 2 !" gaul dengan roh 2 . Kita tak hendak membantah pernjataan-
nja itu, akan tetapi ada tiga pengalaman „adikodrati" demi-
Kelak ternjata, bahwa djusteru pada hari itu pendjaga
kian miripnja dengan telepati, sehingga kita patut men-
pendjara hendak membunuh dia, akan tetapi kemudian
tjatatnja.
melepaskan niatnja itu.
Terkenal ialah vonis Paus Bonifacius V, jang meng-
Mendjelang achir bulan September tahun 1756 (mungkin
hukum seumur hidup Uskup Adellaert, karena ia bisa
pada hari Djum'at tanggal 27) Swedenborg kembali ke Ing-
„membatja" pikiran2 orang lain.
geris dan pada siang hari djam empat di Goethenburgh.
Salah suatu peristiwa telepati jang bisa didjamin ke- W. Castel mengundang Swedenborg bersama-sama dengan
benarannja ialah pertjobaan 2 sardjana Swedia Emanuel tamu2 lainnja untuk datang kerumahnja. Ketika itu adalah
Swedenborg. djam enam sore, ketika Swedenborg sekonjong-konjong
Swedenborg adalah orang jang sangat berbakat. „Buku- meninggalkan ruangan, untuk kemudian kembali lagi, de-
nja", kata filsuf Emerson, „bisa memenuhi perpustakaan ngan muka putjat.
seorang mahasiswa jang kesepian dan gemar atletik; djum- Ia menerangkan, bahwa baru sadja dibagian Selatan
lahnja seratus limapuluh." Stockholm terdjadi kebakaran besar jang mangkin meluas.

100 26

27
Ia menjatakan, bahwa rumah seorang kawannja jang akrab lebih landjut. Dengan seksama ia menguraikan sifat dan
— ia menjebutkan nama itu — mendjadi abu, dan bahwa tjara kebakaran tsb. terdjadi dan meluas.
rumahnja sendiripun dalam bahaja. Pada djam delapan ia Banjak orang 2 di Gothenburg gelisah dan tjemas me-
dengan girang berseru: „Sjukur, ditiga rumah didepan ngenai nasib sanak-saudaranja di Stockholm. Baru pada
rumah saja, api bisa dipadamkan." hari Senin datang seorang kurir dari Stockholm jang mem-
bawa surat2 jang dikirimkan oleh saudagar2 Stockholm, ke-
tika terdjadi kebakaran besar itu.
Dalam surat2 itu diuraikan pula peristiwa2 kebakaran
tsb., tjotjok betul dengan apa jang dikatakan oleh Sweden-
borg.
Pada pagi ha.i Selata datanglah kurir keradjaan meng-
hadap Gupernur dengan pemberitahuan resmi mengenai
kebakaran tsb., dan pemberitahuan inipun tjotjok betul
dengan apa jang dikatakan oleh Swedenborg-

Filsuf Djerman terkenal Immanuel Kant mentjeritakan


apa jang terdjadi diatas dalam bukunja ,,Traume eines
Geisterseher'. Dalam bukunja ia tak menjatakan benar-
tidaknja (artinja terpertjaja atau tidaknja) apa jang ditulis-
nja itu. Ia hanja mengatakan, bahwa siapa jang ada uang
dan waktu untuk menulis tentang peristiwa di Stockholm
dan Gothenburg akan sangat berdjasa.
Kelak Kant menerima pernjataan2 dari berbagai pihak,
jang membenarkan apa jang terdjadi di Gothenburg, dan
ia achirnja mengakui bahwa tak ada sesuatu jang bisa me-
njangkal kebenaran apa jang dikatakan oleh Swedenborg
itu.
Keawasan (clairvoyance) Swedenborg jang kedua, ada-
lah mengenai kwitansi jang hilang.
Nj. Marteville, djanda seorang duta Belanda ke Stock-
holm, pada tahun 1761 harus membajar kwitansi sedjumlah
F. 25.000, untuk pembajaran suatu stei alat2-makan (piring2,
dllnja) dari perak. Akan tetapi ia tahu benar bahwa suami-
nja sebelum meninggal dunia telah membajar djumlah uang
Berita2 tentang Swedenborg tjepat tersiar di Gothen-
itu, akan tetapi kwitansinja hilang.
burg. Karena kegelisahan jang terdjadi diantara penduduk,
Pandai perak rnengantjam akan mengadakan penuntut-
Gupernur memutuskan untuk mengadakan penjelidikan.
an, apabila djanda itu tak mau membajar djumlah uang tsb.
Ia mengundang Swedenborg, untuk memberi keterangan2

29

28
Ia menjatakan, bahwa rumah seorang kawannja jang akrab lebih landjut. Dengan seksama ia menguraikan sifat dan
— ia menjebutkan nama itu — mendjadi abu, dan bahwa tjara kebakaran tsb. terdjadi dan meluas.
rumahnja sendiripun dalam bahaja. Pada djam delapan ia Banjak orang 2 di Gothenburg gelisah dan tjemas me-
dengan girang berseru: „Sjukur, ditiga rumah didepan ngenai nasib sanak-saudaranja di Stockholm. Baru pada
rumah saja, api bisa dipadamkan." hari Senin datang seorang kurir dari Stockholm jang mem-
bawa surat2 jang dikirimkan oleh saudagar2 Stockholm, ke-
tika terdjadi kebakaran besar itu.
Dalam surat2 itu diuraikan pula peristiwa2 kebakaran
tsb., tjotjok betul dengan apa jang dikatakan oleh Sweden-
borg.
Pada pagi ha.i Selata datanglah kurir keradjaan meng-
hadap Gupernur dengan pemberitahuan resmi mengenai
kebakaran tsb., dan pemberitahuan inipun tjotjok betul
dengan apa jang dikatakan oleh Swedenborg-

Filsuf Djerman terkenal Immanuel Kant mentjeritakan


apa jang terdjadi diatas dalam bukunja ,,Traume eines
Geisterseher'. Dalam bukunja ia tak menjatakan benar-
tidaknja (artinja terpertjaja atau tidaknja) apa jang ditulis-
nja itu. Ia hanja mengatakan, bahwa siapa jang ada uang
dan waktu untuk menulis tentang peristiwa di Stockholm
dan Gothenburg akan sangat berdjasa.
Kelak Kant menerima pernjataan2 dari berbagai pihak,
jang membenarkan apa jang terdjadi di Gothenburg, dan
ia achirnja mengakui bahwa tak ada sesuatu jang bisa me-
njangkal kebenaran apa jang dikatakan oleh Swedenborg
itu.
Keawasan (clairvoyance) Swedenborg jang kedua, ada-
lah mengenai kwitansi jang hilang.
Nj. Marteville, djanda seorang duta Belanda ke Stock-
holm, pada tahun 1761 harus membajar kwitansi sedjumlah
F. 25.000, untuk pembajaran suatu stei alat2-makan (piring2,
dllnja) dari perak. Akan tetapi ia tahu benar bahwa suami-
nja sebelum meninggal dunia telah membajar djumlah uang
Berita2 tentang Swedenborg tjepat tersiar di Gothen-
itu, akan tetapi kwitansinja hilang.
burg. Karena kegelisahan jang terdjadi diantara penduduk,
Pandai perak rnengantjam akan mengadakan penuntut-
Gupernur memutuskan untuk mengadakan penjelidikan.
an, apabila djanda itu tak mau membajar djumlah uang tsb.
Ia mengundang Swedenborg, untuk memberi keterangan2

29
Maka Njonja itu memutuskan untuk mengundjungi Sweden- beliau tak pertjaja akan tenaga gaib Swedenborg, maka
borg, jang barangkali bisa mentjari pemetjahan soal ini. katanja agak mengedjek: „Apakah Tuan sudah berbitjara
Dengan beberapa kawannja djanda tsb. pergi kerumah dengan Saudara saja didunia roh ?"
„penglihat roh" ini, jang menerima mereka dalam paviljun- Swedenborg mendjawab dengan ramahtamah, bahwa ia
nja. belum melakukan hal itu,
Wanita itu mengatakan pengalamannja jang menjedih- ,,0 ja ? Tolong sampaikan salam saja kepadanja, apabila
kan dengan pandai perak jang djahat itu. Tuan mendjumpainja nanti. Tanjakanlah pula kepadanja,
Swedenborg berdjandji akan pergi kedunia roh2, me- mengapa ia tak menepati djandjinja dan menulis surat ke-
nanjakan Marteville, dan minta keterangan kepadanja ten- pada saja tentang soal jang kami bitjarakan dalam per-
tang kwitansinja. tjakapan teraehir!"
Beberapa hari kemudian Swedenborg mengatakan telah Delapan hari kemudian, Swedenborg datang ke Istana,
berbitjara dengan marhum Marteville dan telah mendapat meskipun tak ada panggilan. Ia mendjumpai Ratu dalam
beberapa pendjelasan2. Ada jang mengatakan, Marteville „Kamar Putih", dimana baginda sedang bertjengkerama
telah mengatakan bahwa kwitansi bersama-sama dengan dengan perwira2, punggawa2 tinggi dan duta2.
surat2 lain dan barang2 berharga ada dalam suatu latji Mula2 Ratu tak mau menerima Swedenborg setjara ter-
rahasia. sendiri. — „Tjeritakanlah keterangan2 penting dari Saudara
Keterangan lain mengatakan, bahwa Swedenborg telah saja, akan tetapi dengan dihadiri oleh beliau2 ini," kata
membawa roh Marteville kepada Njonja Marteville, jang Ratu itu sambil tertawa.
kemudian mimpi dalam tidurnja, bahwa marhum suaminja Swedenborg dalam pada itu mengatakan bahwa kete-
dengan djarinja membuka suatu latji rahasia pada medja- rangan2 itu chusus bagi Ratu sendiri, dan bahwa ia tak
tulisnja. berani mengatakan segala sesuatu itu dengan disaksikan
Bagaimanapuan djuga, kwitansi itu diketemukan, dan oleh orang2 lain.
orang2 jang menjaksikan telah membenarkan setjara ter- „Penglihat roh" (Swedenborg) bersama-sama dengan
tulis, bahwa kwitansi ditemukan kembali setjara ,,adiko- Ratu menudju keruangan lain, dimana ia memberitahukan
drati". keterangan2 jang menurut dia berasal dari Pangeran jang
Peristiwa ini tak langsung menundjukkan adanja tele- telah meninggal dunia itu.
pati, seperti peristiwa berikut, jang dialami oleh Ratu Louise Jang aneh ialah, bahwa Swedenborg tahu dengan tepat
..Ulrica dari Swedia. isi pertjakapan teraehir jang dilakukan antara Ratu dan
Ratu, jang oleh Kant dipudji sebagai seorang wanita Saudaranja dan dalam pada itu djuga mengetahui tentang
jang bidjaksana dan luhur budinja, ingin sekali berkenalan adanja surat jang belum selesai, jang ditulis oleh marhum
dengan Swedenborg. Pangeran August Wilhelm.
Ketika mendengar tentang peristiwa kwitansi hilang Ratu sungguh terkedjut, ketika ia keluar dari kamar.
jang kemudian ditemukan kembali, maka baginda memutus- Katanja: „Hanja Tuhan sendiri dan marhum Saudara saja
kan untuk mengundang Swedenborg dengan perantaraan mengetahui apa jang dikatakan oleh Swedenborg tadi!"
adipati (graaf) Hofler, untuk datang ke istana. Berulang-ulang Ratu itu membenarkan, didepan per-
Kebetulan ratu sedang berkabung, karena kematian sau- temuan2 orang banjak, bahwa Swedenborg telah menjam-
dara laki2nja, August Wilhelm dari Prusia. Dan karena paikan kata2 jang tepat-sama dengan apa jang baginda telah

31

30
Maka Njonja itu memutuskan untuk mengundjungi Sweden- beliau tak pertjaja akan tenaga gaib Swedenborg, maka
borg, jang barangkali bisa mentjari pemetjahan soal ini. katanja agak mengedjek: „Apakah Tuan sudah berbitjara
Dengan beberapa kawannja djanda tsb. pergi kerumah dengan Saudara saja didunia roh ?"
„penglihat roh" ini, jang menerima mereka dalam paviljun- Swedenborg mendjawab dengan ramahtamah, bahwa ia
nja. belum melakukan hal itu,
Wanita itu mengatakan pengalamannja jang menjedih- ,,0 ja ? Tolong sampaikan salam saja kepadanja, apabila
kan dengan pandai perak jang djahat itu. Tuan mendjumpainja nanti. Tanjakanlah pula kepadanja,
Swedenborg berdjandji akan pergi kedunia roh2, me- mengapa ia tak menepati djandjinja dan menulis surat ke-
nanjakan Marteville, dan minta keterangan kepadanja ten- pada saja tentang soal jang kami bitjarakan dalam per-
tang kwitansinja. tjakapan teraehir!"
Beberapa hari kemudian Swedenborg mengatakan telah Delapan hari kemudian, Swedenborg datang ke Istana,
berbitjara dengan marhum Marteville dan telah mendapat meskipun tak ada panggilan. Ia mendjumpai Ratu dalam
beberapa pendjelasan2. Ada jang mengatakan, Marteville „Kamar Putih", dimana baginda sedang bertjengkerama
telah mengatakan bahwa kwitansi bersama-sama dengan dengan perwira2, punggawa2 tinggi dan duta2.
surat2 lain dan barang2 berharga ada dalam suatu latji Mula2 Ratu tak mau menerima Swedenborg setjara ter-
rahasia. sendiri. — „Tjeritakanlah keterangan2 penting dari Saudara
Keterangan lain mengatakan, bahwa Swedenborg telah saja, akan tetapi dengan dihadiri oleh beliau2 ini," kata
membawa roh Marteville kepada Njonja Marteville, jang Ratu itu sambil tertawa.
kemudian mimpi dalam tidurnja, bahwa marhum suaminja Swedenborg dalam pada itu mengatakan bahwa kete-
dengan djarinja membuka suatu latji rahasia pada medja- rangan2 itu chusus bagi Ratu sendiri, dan bahwa ia tak
tulisnja. berani mengatakan segala sesuatu itu dengan disaksikan
Bagaimanapuan djuga, kwitansi itu diketemukan, dan oleh orang2 lain.
orang2 jang menjaksikan telah membenarkan setjara ter- „Penglihat roh" (Swedenborg) bersama-sama dengan
tulis, bahwa kwitansi ditemukan kembali setjara ,,adiko- Ratu menudju keruangan lain, dimana ia memberitahukan
drati". keterangan2 jang menurut dia berasal dari Pangeran jang
Peristiwa ini tak langsung menundjukkan adanja tele- telah meninggal dunia itu.
pati, seperti peristiwa berikut, jang dialami oleh Ratu Louise Jang aneh ialah, bahwa Swedenborg tahu dengan tepat
..Ulrica dari Swedia. isi pertjakapan teraehir jang dilakukan antara Ratu dan
Ratu, jang oleh Kant dipudji sebagai seorang wanita Saudaranja dan dalam pada itu djuga mengetahui tentang
jang bidjaksana dan luhur budinja, ingin sekali berkenalan adanja surat jang belum selesai, jang ditulis oleh marhum
dengan Swedenborg. Pangeran August Wilhelm.
Ketika mendengar tentang peristiwa kwitansi hilang Ratu sungguh terkedjut, ketika ia keluar dari kamar.
jang kemudian ditemukan kembali, maka baginda memutus- Katanja: „Hanja Tuhan sendiri dan marhum Saudara saja
kan untuk mengundang Swedenborg dengan perantaraan mengetahui apa jang dikatakan oleh Swedenborg tadi!"
adipati (graaf) Hofler, untuk datang ke istana. Berulang-ulang Ratu itu membenarkan, didepan per-
Kebetulan ratu sedang berkabung, karena kematian sau- temuan2 orang banjak, bahwa Swedenborg telah menjam-
dara laki2nja, August Wilhelm dari Prusia. Dan karena paikan kata2 jang tepat-sama dengan apa jang baginda telah

100

31
gunakan dalam pembitjaraan teraehir dengan marhum Kita tak bisa menerima seluruhnja pendapat Jung Stil-
Saudaranja, dan isi pembitjaraan itu adalah sedemikian ling ini. Kita bukannja hendak mengatakan bahwa dunia
rupa, sehingga baginda tak mungkin selama hidupnja mem- roh2 itu tidak ada, atau tak mungkin ada. Kita hanja ingin
beritahukannja kepada orang lain. mengatakan, bahwa selain dengan teori tentang adanja roh2,
mudjizat2 Swedenborg itu sebagian djuga bisa diterangkan
Prof. Jung Stilling pernah pula mentjatat kisah lain ten- dengan teori telepati.
tang Swedenborg jang bisa diterangkan dengan teori tele-
pati. Jakni kisah seorang saudagar Elbsrfeld, jang mengun-
djungi rumah Swedenborg di Amsterdam.
Saudagar ini mempunjai seorang kawan, jang beladjar
teologi di Duisburg, akan tetapi belum lama berselang ia
telah meninggal dunia.
Beberapa hari sebelum kawannja itu meninggal dunia,
saudagar itu telah bertjakap-tjakap dengan dia tentang
teologi (ilmuagama).
,,Sudi apalah kiranja Anda bertanja kepadanja, apakah
jang kami bitjarakan dahulu itu."
Swedenborg menjanggupi, dan beberapa hari kemudian
saudagar itu kembali mengundjungi orang awas ini, jang
sambil tertawa-tawa menjambutnja:
„Saja telah berbitjara dengan kawan Anda. Ia telah
membitjarakan „akan datang kembalinja segala perkara"
dengan Anda.
Saudagar itu terkedjut, karena memang itulah jang di-
pertjakapkan dengan kawannja jang sudah meninggal itu.
„Dan apakah kawan saja itu masuk ke sorga ?" ia ber-
tanja lagi.
„Tidak," kata Swedenborg, „ia ada digapura depan
(Hades) dan masih selalu merenungkan kedatangan kembali
segala perkara."
Eksperimen2 Swedenborg ini adalah peritsiwa2 jang pa-
ling bisa dipertjaja, karena ditjatat oleh saksi2 jang boleh
dipertjaja.
Akan tetapi banjak selisih-paham tentang nilai dan guna
eksperimen 2 nja itu. Prof. Jung Stilling menjatakan, bahwa
semuanja itu adalah bukti njata sekali, bahwa Swedenborg Djurusihir* zaman aulu sedang mengusir setan
memang bergaul dengan roh 2 . (Reproduksi garnbar dalam buku purba).

32
gunakan dalam pembitjaraan teraehir dengan marhum Kita tak bisa menerima seluruhnja pendapat Jung Stil-
Saudaranja, dan isi pembitjaraan itu adalah sedemikian ling ini. Kita bukannja hendak mengatakan bahwa dunia
rupa, sehingga baginda tak mungkin selama hidupnja mem- roh2 itu tidak ada, atau tak mungkin ada. Kita hanja ingin
beritahukannja kepada orang lain. mengatakan, bahwa selain dengan teori tentang adanja roh2,
mudjizat2 Swedenborg itu sebagian djuga bisa diterangkan
Prof. Jung Stilling pernah pula mentjatat kisah lain ten- dengan teori telepati.
tang Swedenborg jang bisa diterangkan dengan teori tele-
pati. Jakni kisah seorang saudagar Elbsrfeld, jang mengun-
djungi rumah Swedenborg di Amsterdam.
Saudagar ini mempunjai seorang kawan, jang beladjar
teologi di Duisburg, akan tetapi belum lama berselang ia
telah meninggal dunia.
Beberapa hari sebelum kawannja itu meninggal dunia,
saudagar itu telah bertjakap-tjakap dengan dia tentang
teologi (ilmuagama).
,,Sudi apalah kiranja Anda bertanja kepadanja, apakah
jang kami bitjarakan dahulu itu."
Swedenborg menjanggupi, dan beberapa hari kemudian
saudagar itu kembali mengundjungi orang awas ini, jang
sambil tertawa-tawa menjambutnja:
„Saja telah berbitjara dengan kawan Anda. Ia telah
membitjarakan „akan datang kembalinja segala perkara"
dengan Anda.
Saudagar itu terkedjut, karena memang itulah jang di-
pertjakapkan dengan kawannja jang sudah meninggal itu.
„Dan apakah kawan saja itu masuk ke sorga ?" ia ber-
tanja lagi.
„Tidak," kata Swedenborg, „ia ada digapura depan
(Hades) dan masih selalu merenungkan kedatangan kembali
segala perkara."
Eksperimen2 Swedenborg ini adalah peritsiwa2 jang pa-
ling bisa dipertjaja, karena ditjatat oleh saksi2 jang boleh
dipertjaja.
Akan tetapi banjak selisih-paham tentang nilai dan guna
eksperimen 2 nja itu. Prof. Jung Stilling menjatakan, bahwa
semuanja itu adalah bukti njata sekali, bahwa Swedenborg Djurusihir* zaman aulu sedang mengusir setan
memang bergaul dengan roh 2 . (Reproduksi garnbar dalam buku purba).

100 32

33
Misalnja peristiwa dengan Ratu Swedia dan saudagar
Eiberfeid banjak sangkutpautnja dengan telepati, sedang-
kan kebakaran di Stockholm adalah benar2 peristiwa tele-
pati.
BAB KEEMPAT
Memang banjak terdjadi mudjizat ,,roh 2 ", penglihatan2
(visiun2) dllnja, jang lebih mudah diterangkan dalam rangka TELEPATI SERTAMERTA
telepati daripada dianggap sebagai gedjala 2 jang berasal
dari dunia roh 2 atau dunia adikodrati. Pentingnja telepati sertamerta. — Peristiwa telepati sertamerta di-
negeri Belanda. — Peristiwa Dr Loewenfeld. — Peristiwa 4 lainnja.
Nanti hal ini dibitjarakan lebih landjut. — Jang berobah-obah dan serba-kebetulan dalam gedjala 3 telepati.

Dari gedjala 2 telepati jang telah kita bitjarakan diatas,


•w jr ITA telah menjaksikan, bahwa peristiwa2 telepati
ternjatalah dengan djelasnja, bahwa djuga dalam masa2-
14 sertamerta harus mendapat. perhatian lebih utama
kebudajaan jang lampau telepati telah dikenal dan diseli-
daripada peristiwa2 telepati eksperimental jang di-
diki. Telaah (studi) tentang telepati bukanlah berasal dari
lakukan dalam laboratorium2 dan universitas2.
masa limapuluh tahun jang terachir ini, karena telepati
Peristiwa eksperimental mengandung sifat2 ekasegi
selalu dikenal dan hubungan-telepati telah dipraktekkan
(kurang banjak ragamnja), karena kemauan sadar dari pe-
setjara sadar oleh para okkultis zaman purba dan abad
njiar dan penerima bekerdja hanja pada satu djurusan
pertengahan.
sadja.
Akan tetapi oleh beberapa faktor 2 tertentu, perkembang-
Peristiwa2 telepati sertamerta sebaliknja beragam-ragam
an telepati agak terbatas. Faktor utama ialah, bahwa ma-
bentuknja, dan sungguh mengherankan.
nusia belum sampai pada taraf jang tjukup tinggi untuk
Semua tanggapan2 pantjaindera: rasa, ganda (pentjium-
menggunakan tenaga2 alam jang gaib.
an), selera, penglihatan dan pendengaran bisa dikirimkan
Kelahiran kembali ilmu2 kedjiwaan jang terdjadi dalam
dengan sertamerta. Akan tetapi jang paling baik untuk
abad kesembilanbelas, telah membuka perspektif (gam-
eksperimen2 ini adalah gambaran2 (angan2) penglihatan dan
baran-gambaran) jang lebih luas, sehingga akan benarlah pendengaran, hal mana merupakan pembatasan tersendiri.
apa jang dikatakan oleh H. Cornelius Agrippa dari Nattes-
Selain daripada itu, pada peristiwa2 telepati sertamerta
heim:
ternjata bahwa djarak tak begitu mendjadi soal.
,,Dalam diri kita ada mahluk jang bekerdja, jang tanpa
Pada peristiwa2 telepati eksperimental djarak ada pe-
ditentang oleh Tuhan dan agama, memahami dan melak-
ngaruhnja.
sanakan semua hal jang hendak ditjapai setjara salah oleh
para ahli astrologi, sihir, alkimia dan nekromansi." Djusteru peristiwa2 telepati sertamerta menundjukkan
bahwa bagi pikiran2 manusia ada hukum2 jang belum di-
ketahui, jang menjebabkan adanja gedjala2 telepati ini.
Selainnja pengiriman „pikiran", rampung-pendengaran
(helder horendheid), djuga rampung-penglihatan (helder-
ziendheid) dan perasaan dari djauh termasuk pendjelmaan2
dari hukum ini. Hukum ini kita rumuskan sebagai berikut:
Impressi, jang berasal dari sembarang orang, masuk ke-
dalam otak orang lain, dimana impressi2 (kesan2) ini dirobah

35

34
Misalnja peristiwa dengan Ratu Swedia dan saudagar
Eiberfeid banjak sangkutpautnja dengan telepati, sedang-
kan kebakaran di Stockholm adalah benar2 peristiwa tele-
pati.
BAB KEEMPAT
Memang banjak terdjadi mudjizat ,,roh 2 ", penglihatan2
(visiun2) dllnja, jang lebih mudah diterangkan dalam rangka TELEPATI SERTAMERTA
telepati daripada dianggap sebagai gedjala 2 jang berasal
dari dunia roh 2 atau dunia adikodrati. Pentingnja telepati sertamerta. — Peristiwa telepati sertamerta di-
negeri Belanda. — Peristiwa Dr Loewenfeld. — Peristiwa 4 lainnja.
Nanti hal ini dibitjarakan lebih landjut. — Jang berobah-obah dan serba-kebetulan dalam gedjala 3 telepati.

Dari gedjala 2 telepati jang telah kita bitjarakan diatas,


•w jr ITA telah menjaksikan, bahwa peristiwa2 telepati
ternjatalah dengan djelasnja, bahwa djuga dalam masa2-
14 sertamerta harus mendapat. perhatian lebih utama
kebudajaan jang lampau telepati telah dikenal dan diseli-
daripada peristiwa2 telepati eksperimental jang di-
diki. Telaah (studi) tentang telepati bukanlah berasal dari
lakukan dalam laboratorium2 dan universitas2.
masa limapuluh tahun jang terachir ini, karena telepati
Peristiwa eksperimental mengandung sifat2 ekasegi
selalu dikenal dan hubungan-telepati telah dipraktekkan
(kurang banjak ragamnja), karena kemauan sadar dari pe-
setjara sadar oleh para okkultis zaman purba dan abad
njiar dan penerima bekerdja hanja pada satu djurusan
pertengahan.
sadja.
Akan tetapi oleh beberapa faktor 2 tertentu, perkembang-
Peristiwa2 telepati sertamerta sebaliknja beragam-ragam
an telepati agak terbatas. Faktor utama ialah, bahwa ma-
bentuknja, dan sungguh mengherankan.
nusia belum sampai pada taraf jang tjukup tinggi untuk
Semua tanggapan2 pantjaindera: rasa, ganda (pentjium-
menggunakan tenaga2 alam jang gaib.
an), selera, penglihatan dan pendengaran bisa dikirimkan
Kelahiran kembali ilmu2 kedjiwaan jang terdjadi dalam
dengan sertamerta. Akan tetapi jang paling baik untuk
abad kesembilanbelas, telah membuka perspektif (gam-
eksperimen2 ini adalah gambaran2 (angan2) penglihatan dan
baran-gambaran) jang lebih luas, sehingga akan benarlah pendengaran, hal mana merupakan pembatasan tersendiri.
apa jang dikatakan oleh H. Cornelius Agrippa dari Nattes-
Selain daripada itu, pada peristiwa2 telepati sertamerta
heim:
ternjata bahwa djarak tak begitu mendjadi soal.
,,Dalam diri kita ada mahluk jang bekerdja, jang tanpa
Pada peristiwa2 telepati eksperimental djarak ada pe-
ditentang oleh Tuhan dan agama, memahami dan melak-
ngaruhnja.
sanakan semua hal jang hendak ditjapai setjara salah oleh
para ahli astrologi, sihir, alkimia dan nekromansi." Djusteru peristiwa2 telepati sertamerta menundjukkan
bahwa bagi pikiran2 manusia ada hukum2 jang belum di-
ketahui, jang menjebabkan adanja gedjala2 telepati ini.
Selainnja pengiriman „pikiran", rampung-pendengaran
(helder horendheid), djuga rampung-penglihatan (helder-
ziendheid) dan perasaan dari djauh termasuk pendjelmaan2
dari hukum ini. Hukum ini kita rumuskan sebagai berikut:
Impressi, jang berasal dari sembarang orang, masuk ke-
dalam otak orang lain, dimana impressi2 (kesan2) ini dirobah
34

35
mendjadi pikiran2 (telepati), kesan2 penglihatan (clair- bertjakap-tjakap dengan dia dan mengatakan, bahwa ia tak
voyance, rampung-penglihatan), kesan2 pendengaran (clair- mau tinggal diluar kota.
audience). Djelaslah, bahwa perwudjudan keinderaan ini Suara wanita ini mendjawab, bahwa ia boleh tetap ting-
semata-mata akibat dari batas2 jang menguasai tatapikiran gal di Den Haag.
manusia. Tiba2 Nona Uhlmann terkedjut, karena ada mobil jang
Dalam otak pikiran2 selalu diiringi oleh kesan2 keindera-4 menjerempet badannja.
Ia mendjadi gelisah dan mentjeritakan „visiun" (peng-
an atau pikiran 2 itu berasal dari kesan2 itu.
lihatan) itu kepada seorang kenalan, jang didjumpainja
Apabila oleh suatu hukum (tenaga) jang belum diketahui
hakikatnja dibangkitkan pikiran2 tertentu dalam otak ma- didjalanan.
nusia, pikiran 2 itu baru bisa dipahami setjara sadar, apabila Satu hari setelah terdjadinja peristiwa ini, Nona Uhl-
manusia telah mewudjudkannja mendjadi kesan2 keinde- mann menerima seputjuk surat dari Nona W. dari Nijmegen,
raan. jang ia tak pernah mengenalnja. Surat itu menanjakan,
Hal ini menandakan setjara djelas sekali, bahwa banjak apakah ia sudah menerima surat dari Nn. S. jang hendak
— meskipun tak semua — gedjala 2 rampung-penglihatan minta tolong untuk merawatkan temannja dari masa kanak2,
dan rampung-pendengaran bisa dikembalikan pada telepati jang sekarang mendjadi buta.
sederhana, sehingga mudjizat.2 atau keanehan2 ini bisa mu- Satu hari kemudian memang datanglah surat dari Nn.
dah diterangkan. S, dimana Nn. S mengadjukan pertanjaan, seperti jang
tertera djuga dalam surat Nn. W.
Peristiwa2 telepati sertamerta tak terdjadi oleh karena
kemauan jang sadar dari penjiar jang didesakkan kepada Panitia telepati dari Vereeniging voor Psychological
penerima. Research (Perkumpulan untuk menjelidiki gedjala 2 kedjiwa-
Pengiriman bersifat sertamerta, dan diluar kemauan an) dalam lapurannja a.l. memberitahukan sbb.:
sadar dari pengirimnja. ,,Setelah menerima surat2 ini, Nn. U. sangat kagum dan
Djuga tjara menerimanja terdjadi setjara sertamerta. heran karena tjotjok betul dengan visiunnja dan ia mem-
beritahukan lagi hal ini kepada wanita, jang pertama-tama
ia beritahu tentang visiun itu. Wanita ini mendjadi bingung
Sekarang kita akan melukiskan beberapa peristiwa tele-
dan tak mau mendengar tjerita itu. Nn. U. harus berdjandji
pati sertamerta.
sekali-kali tak akan menjebut namanja apabila mentjerita-
„De Nederlandsche Vereeniging voor Psychical Re-
search" telah menjelidiki pengalaman adikodrati Nona kan peristiwa ini. Pada penjelidikan kita berikutnja, me-
H. S. A. Uhlmann di Den Haag. Pada tanggal 25 September lalui Nn. U. kita minta sudi apalah kiranja wanita (jang
1919 nona ini berdjalan-djalan di Reinkensiraat, ketika ia pertama diberitahu tentang visiun) mendjadi saksi peristiwa
tiba2 hanjut dalam sematjam keadaan mimpi-siang. Ia me- itu, akan tetapi ia tetap menolak.
rasa dirinja ada diluar kota, dalam suatu lingkungan jang Nn. U. segera mendjawab surat Nn. S., dan dalam surat
indah, dengan pohon 2 , dllnja. itu ditjeritakan pula visiunnja. Iapun menulis surat kepada
Suara wanita terdengar mengatakan kepadanja: „Apa- Nn. W., akan tetapi tak menjebut-njebut peristiwa ini. Per-
kah Anda mau merawat seorang buta ?" istiwa ini pada awal bulan Desember 1919 diberitahukan
oleh R.O. van Holthe tet Echten kepada Prof. Heymans di
Nona U. menanjakan: „Orang buta jang mana ?" dan
Den Haag jang meneruskan lapuran itu ke Panitia Penje-
ia melihat seorang laki2 jang rambutnja sudah putih. Ia
37

36
mendjadi pikiran2 (telepati), kesan2 penglihatan (clair- bertjakap-tjakap dengan dia dan mengatakan, bahwa ia tak
voyance, rampung-penglihatan), kesan2 pendengaran (clair- mau tinggal diluar kota.
audience). Djelaslah, bahwa perwudjudan keinderaan ini Suara wanita ini mendjawab, bahwa ia boleh tetap ting-
semata-mata akibat dari batas2 jang menguasai tatapikiran gal di Den Haag.
manusia. Tiba2 Nona Uhlmann terkedjut, karena ada mobil jang
Dalam otak pikiran2 selalu diiringi oleh kesan2 keindera-4 menjerempet badannja.
Ia mendjadi gelisah dan mentjeritakan „visiun" (peng-
an atau pikiran 2 itu berasal dari kesan2 itu.
lihatan) itu kepada seorang kenalan, jang didjumpainja
Apabila oleh suatu hukum (tenaga) jang belum diketahui
hakikatnja dibangkitkan pikiran2 tertentu dalam otak ma- didjalanan.
nusia, pikiran 2 itu baru bisa dipahami setjara sadar, apabila Satu hari setelah terdjadinja peristiwa ini, Nona Uhl-
manusia telah mewudjudkannja mendjadi kesan2 keinde- mann menerima seputjuk surat dari Nona W. dari Nijmegen,
raan. jang ia tak pernah mengenalnja. Surat itu menanjakan,
Hal ini menandakan setjara djelas sekali, bahwa banjak apakah ia sudah menerima surat dari Nn. S. jang hendak
— meskipun tak semua — gedjala 2 rampung-penglihatan minta tolong untuk merawatkan temannja dari masa kanak2,
dan rampung-pendengaran bisa dikembalikan pada telepati jang sekarang mendjadi buta.
sederhana, sehingga mudjizat.2 atau keanehan2 ini bisa mu- Satu hari kemudian memang datanglah surat dari Nn.
dah diterangkan. S, dimana Nn. S mengadjukan pertanjaan, seperti jang
tertera djuga dalam surat Nn. W.
Peristiwa2 telepati sertamerta tak terdjadi oleh karena
kemauan jang sadar dari penjiar jang didesakkan kepada Panitia telepati dari Vereeniging voor Psychological
penerima. Research (Perkumpulan untuk menjelidiki gedjala 2 kedjiwa-
Pengiriman bersifat sertamerta, dan diluar kemauan an) dalam lapurannja a.l. memberitahukan sbb.:
sadar dari pengirimnja. ,,Setelah menerima surat2 ini, Nn. U. sangat kagum dan
Djuga tjara menerimanja terdjadi setjara sertamerta. heran karena tjotjok betul dengan visiunnja dan ia mem-
beritahukan lagi hal ini kepada wanita, jang pertama-tama
ia beritahu tentang visiun itu. Wanita ini mendjadi bingung
Sekarang kita akan melukiskan beberapa peristiwa tele-
dan tak mau mendengar tjerita itu. Nn. U. harus berdjandji
pati sertamerta.
sekali-kali tak akan menjebut namanja apabila mentjerita-
„De Nederlandsche Vereeniging voor Psychical Re-
search" telah menjelidiki pengalaman adikodrati Nona kan peristiwa ini. Pada penjelidikan kita berikutnja, me-
H. S. A. Uhlmann di Den Haag. Pada tanggal 25 September lalui Nn. U. kita minta sudi apalah kiranja wanita (jang
1919 nona ini berdjalan-djalan di Reinkensiraat, ketika ia pertama diberitahu tentang visiun) mendjadi saksi peristiwa
tiba2 hanjut dalam sematjam keadaan mimpi-siang. Ia me- itu, akan tetapi ia tetap menolak.
rasa dirinja ada diluar kota, dalam suatu lingkungan jang Nn. U. segera mendjawab surat Nn. S., dan dalam surat
indah, dengan pohon 2 , dllnja. itu ditjeritakan pula visiunnja. Iapun menulis surat kepada
Suara wanita terdengar mengatakan kepadanja: „Apa- Nn. W., akan tetapi tak menjebut-njebut peristiwa ini. Per-
kah Anda mau merawat seorang buta ?" istiwa ini pada awal bulan Desember 1919 diberitahukan
oleh R.O. van Holthe tet Echten kepada Prof. Heymans di
Nona U. menanjakan: „Orang buta jang mana ?" dan
Den Haag jang meneruskan lapuran itu ke Panitia Penje-
ia melihat seorang laki2 jang rambutnja sudah putih. Ia
36

37
lidik Peristiwa2 Telepati Sertamerta. Panitia ini mengirim-
tak ada bukti jang menjatakan bahwa Nn. U. tidak mereka-
kan daftar-pertanjaan lengkap kepada orang2 jang bersang-
reka visiun itu setelah menerima surat2. Ini tak mungkin,
kutan pada tanggal 17 Desember 1919 dan menerima
karena Nn. U. segera membalas surat2 itu dan inipun tak
balasan dengan segera. Dari djawaban2 ini ternjata, bahwa
sesuai dengan gambaran watak Nn. U. Jang penting ialah
pertjakapan di Nijmegen dirumah Nn. S. hampir bersamaan
tjotjoknja pelukisan peribadi laki2 buta itu dalam visiun
waktunja dengan terdjadinja visiun. Kedua peristiwa itu
dengan kenjataan. Suatu salah-paham jang malah meng-
terdjadi pada djam 3 - 4 sore pada tanggal 25 September
untungkan telah mengakibatkan Prof. Heymans pada per-
1919. Nn. W., jang sebelum itu tak pernah kenal Nn. U.,
mulaan bulan Mai 1920 sekali lagi menjelidiki sendiri soal
datang mengundjungi Nn. S., bersama-sama dengan seorang
ini. Maka ternjatalah, pertama, bahwa keterangan2 jang
kawan untuk minta nasihat mengenai nasib seorang laki2
diberikan pada waktu itu, ketjuali penjimpangan2 sedikit
jang buta. Maka masuklah Nj. van JBeuge dalam kamar,
jang tak berarti, tjotjok tepat dengan kesaksian jang di-
mendengar kisah jang sama dan menjebut nama Nn. U.
berikan dulu itu. Kedua, Nn. U. menjatakan telah ingat,
sebagai ofang jang mentjari pekerdjaan demikian itu. Nn.
bahwa ia pada hari itu djuga telah memberitahukan visiun-
S. mengatakan, bahwa ia tak bisa meninggalkan Den Haag,
nja kepada orang lain lagi, djuga sebelum menerima surat2
dan Nn. W. mendjawab : ,,Tak usahlah itu didjadikan ke-
itu. Dan wanita ini bisa ditemukan. Jakni Nn. H. C. van
beratan; saja kira, Tn. M. tak ada keberatan untuk pindah
Ort di Den Haag, jang sanggup mentjeritakan apa jang di-
ke Den Haag."
ingatnja. Ia tak ingat lagi tanggainja, akan tetapi ia ingat
Sebagai perintjian bisa ditambahkan sbb.: „Saja pernah betul bahwa Nn. U. dalam keadaan gugup datang kepadanja
melihat Tuan itu dengan kepala tak bertopi. Orangnja dan mentjeritakan visiunnja mengenai orang laki2 buta dan
tinggi dan warna rambutnja seperti lada dan garam. Pe- bahwa ia telah diserempet mobil.
mandangan-alam seperti didaerah Limburg." Selain dari- Dengan ditambah keterangan ini, mungkinlah sekarang
pada itu ternjata, bahwa isteri orang laki2 itu telah me- menetapkan fakta2 dengan seksama dan teliti. Panitia Pe-
ninggal dunia setengah tahun jang lalu. Selain Nn. W., njelidik Gedjala2 Telepati Sertamerta berpendapat,: bahwa
tak ada seorangpun jang sebelum itu kenal orang laki2 ini sukar untuk mengatakan, bahwa hubungan antara isi visiun
dan mengetahui pula keadaannja. Atas pertanjaan kita, Nn. Uhlmann dan pertj,akapan jang terdjadi pada saat itu
Nn. W. menerangkan, bahwa ia tak pernah mengalami per-
di Nijmegen, adalah serba kebetulan belaka, dan oleh
istiwa telepati lainnja, akan tetapi pernah ia menerima
karena itu peristiwa ini hanja bisa diterangkan berdasar-
pikiran2 dari orang lain dengan djalan ini. Nn. S. menjebut
kan hubungan telepati"-
nama seorang Njonja, jang sering merasa, bahwa Nn. S.
Demikian lapuran Panitia Bg. Telepati dari Ver. Voor
berpikir dan berbitjara tentang dia, akan tetapi suatu pe-
Psych. Research.
ngalaman jang djelas seperti jang dilukiskan disini, belum
pernah dialaminja.
Suatu peristiwa lain jang sangat sederhana telah dilukis-
Setelah itu, Panitia tak lagi memperhatikan peristiwa
kan oleh dokter ahli uratsjaraf dari Miinchen, Dr Loewen-
tsb. karena tidak mungkin mendapatkan kesaksian dari
feld, jang namanja harum dalam dunia ilmu pengetahuan.
wanita, jang paling pertama diberitahu tentang visiun, jakni
Peristiwanja sederhana sadja.
sebelum Nn. U. menerima surat2. Suatu kritik jang sangat
Dr Loewenfeld pada suatu malam memikirkan suatu
skeptis (berdasarkan kesangsian), bisa dikemukakan, bahwa
masalah. Ia ada didekat tjerobong perapian, membelakangi

39

38
lidik Peristiwa2 Telepati Sertamerta. Panitia ini mengirim-
tak ada bukti jang menjatakan bahwa Nn. U. tidak mereka-
kan daftar-pertanjaan lengkap kepada orang2 jang bersang-
reka visiun itu setelah menerima surat2. Ini tak mungkin,
kutan pada tanggal 17 Desember 1919 dan menerima
karena Nn. U. segera membalas surat2 itu dan inipun tak
balasan dengan segera. Dari djawaban2 ini ternjata, bahwa
sesuai dengan gambaran watak Nn. U. Jang penting ialah
pertjakapan di Nijmegen dirumah Nn. S. hampir bersamaan
tjotjoknja pelukisan peribadi laki2 buta itu dalam visiun
waktunja dengan terdjadinja visiun. Kedua peristiwa itu
dengan kenjataan. Suatu salah-paham jang malah meng-
terdjadi pada djam 3 - 4 sore pada tanggal 25 September
untungkan telah mengakibatkan Prof. Heymans pada per-
1919. Nn. W., jang sebelum itu tak pernah kenal Nn. U.,
mulaan bulan Mai 1920 sekali lagi menjelidiki sendiri soal
datang mengundjungi Nn. S., bersama-sama dengan seorang
ini. Maka ternjatalah, pertama, bahwa keterangan2 jang
kawan untuk minta nasihat mengenai nasib seorang laki2
diberikan pada waktu itu, ketjuali penjimpangan2 sedikit
jang buta. Maka masuklah Nj. van JBeuge dalam kamar,
jang tak berarti, tjotjok tepat dengan kesaksian jang di-
mendengar kisah jang sama dan menjebut nama Nn. U.
berikan dulu itu. Kedua, Nn. U. menjatakan telah ingat,
sebagai ofang jang mentjari pekerdjaan demikian itu. Nn.
bahwa ia pada hari itu djuga telah memberitahukan visiun-
S. mengatakan, bahwa ia tak bisa meninggalkan Den Haag,
nja kepada orang lain lagi, djuga sebelum menerima surat2
dan Nn. W. mendjawab : ,,Tak usahlah itu didjadikan ke-
itu. Dan wanita ini bisa ditemukan. Jakni Nn. H. C. van
beratan; saja kira, Tn. M. tak ada keberatan untuk pindah
Ort di Den Haag, jang sanggup mentjeritakan apa jang di-
ke Den Haag."
ingatnja. Ia tak ingat lagi tanggainja, akan tetapi ia ingat
Sebagai perintjian bisa ditambahkan sbb.: „Saja pernah betul bahwa Nn. U. dalam keadaan gugup datang kepadanja
melihat Tuan itu dengan kepala tak bertopi. Orangnja dan mentjeritakan visiunnja mengenai orang laki2 buta dan
tinggi dan warna rambutnja seperti lada dan garam. Pe- bahwa ia telah diserempet mobil.
mandangan-alam seperti didaerah Limburg." Selain dari- Dengan ditambah keterangan ini, mungkinlah sekarang
pada itu ternjata, bahwa isteri orang laki2 itu telah me- menetapkan fakta2 dengan seksama dan teliti. Panitia Pe-
ninggal dunia setengah tahun jang lalu. Selain Nn. W., njelidik Gedjala2 Telepati Sertamerta berpendapat,: bahwa
tak ada seorangpun jang sebelum itu kenal orang laki2 ini sukar untuk mengatakan, bahwa hubungan antara isi visiun
dan mengetahui pula keadaannja. Atas pertanjaan kita, Nn. Uhlmann dan pertj,akapan jang terdjadi pada saat itu
Nn. W. menerangkan, bahwa ia tak pernah mengalami per-
di Nijmegen, adalah serba kebetulan belaka, dan oleh
istiwa telepati lainnja, akan tetapi pernah ia menerima
karena itu peristiwa ini hanja bisa diterangkan berdasar-
pikiran2 dari orang lain dengan djalan ini. Nn. S. menjebut
kan hubungan telepati"-
nama seorang Njonja, jang sering merasa, bahwa Nn. S.
Demikian lapuran Panitia Bg. Telepati dari Ver. Voor
berpikir dan berbitjara tentang dia, akan tetapi suatu pe-
Psych. Research.
ngalaman jang djelas seperti jang dilukiskan disini, belum
pernah dialaminja.
Suatu peristiwa lain jang sangat sederhana telah dilukis-
Setelah itu, Panitia tak lagi memperhatikan peristiwa
kan oleh dokter ahli uratsjaraf dari Miinchen, Dr Loewen-
tsb. karena tidak mungkin mendapatkan kesaksian dari
feld, jang namanja harum dalam dunia ilmu pengetahuan.
wanita, jang paling pertama diberitahu tentang visiun, jakni
Peristiwanja sederhana sadja.
sebelum Nn. U. menerima surat2. Suatu kritik jang sangat
Dr Loewenfeld pada suatu malam memikirkan suatu
skeptis (berdasarkan kesangsian), bisa dikemukakan, bahwa
masalah. Ia ada didekat tjerobong perapian, membelakangi
14

39
medja, dimana anak laki2nja sedang bekerdja dibawah Orang laki2 jang mendiami sebuah rumah besar dipe-
tjahaja lampu minjak-tanah. dalaman, pada suatu malam mau tidur, akan tetapi tak bisa.
Kebetulan Loewenfeld menengok kebelakang, dan alang- Ada sesuatu, jang mendorong (mendesak) dia untuk satu
kah terkedjutnja ketika mengetahui bahwa lampu didekat- kali lagi mengelilingi kebunnja. Dengan perasaan segan2
nja terbakar, sedangkan anaknja terus sadja bekerdja. ia mematuhi dorongan ini. Ia keluar dari pintu-belakang,
Mula2 Loewenfeld mengira, minjak dalam lampu berkobar dan melalui djalan-ketjil, terus menudju kepada puntjak-
karena sebab jang belum diketahui, dan ia takut akan ter- bukit.
djadi letusan. Mangkin djauh ia dari rumah, mangkin terdorong ia
Akan tetapi jang dikuatirkan oleh dokter itu tak ter- untuk berdjalan lebih tjepat.
djadi; ia berhasil memadamkan api, karena hanja kap Dibukit ia mendengar suara lemah minta tolong dari
lampunja sadjalah jang berkobar, jakni karena didjilat oleh seorang pekerdja tambang jang masih kanak2 jang dengan
njala brander (penjala) bensin jang ada didekatnja. sekuat tenaga berusaha menjangga suatu sumbu-pemintal
(windas), jang digantungi kerandjang-batubara.
Peristiwa sangat sederhana ini terdjadi pada malam hari
Pekerdja ketjil itu hampir 2 tak bisa mendiamkan sumbu-
djam setengah sepuluh, dan pada saat itu pula terdjadi
pemintal itu, dan dalam beberapa menit kerandjang pasti
peristiwa sbb.:
djatuh kedalam sumur tambang jang sangat dalam.
Salah seorang kenalan baik Dr Loewenfeld, seorang
Apakah jang terdjadi ?
wanita, jang bertempat tinggal didekat rumah Dr Loewen-
Ajah anak itu telah tergelintjir dari tangga, dan dalam
feld, habis membatja buku, ketika sekonjong-konjong ia
djatuhnja ia berpegangan pada kerandjang-batubara, jang
mendapat gagasan, bahwa mungkin dirumab Dr Loewenfeld
sudah diberati dengan batubara. Anak itu tak bisa menahan
terbit kebakaran. Pikiran acau gagasan itu demikian djelas
beban tsb. Djika tak datang bantuan setjara tiba2 dari
dan sukar disingkirkan, sehingga ia merasa perlu menjuruh
penghuni rumah besar itu, ajahnja pasti djatuh kedalam
pembantu-wanitanja pergi kerumah Dr Loewenfeld, dan
sumur." !
hatinja baru lega, ketika mengetahui bahwa tak ada orang
Ternjata, bahwa dalam hal ini, pikiran tjemas dari anak
2
jang berteriak kebakaran.
itu telah menjentuh tatapikiran penghuni rumah besar tsb.,
Baik buku jang dibatja, maupun peristiwa malam atau jang baru hendak tidur, dan berada dalam keadaan se-
hari itu menimbulkan gagasan padanja, bahwa ada keba- tengah-sadar. Keadaan setengah-sadar ini memang sangat
karan dirumah Dr Loewenfeld. sesuai sekali untuk mematuhi dorongan supaja menaiki
Gagasan demikian itupun belum pernah timbul lebih bukit.
dulu dalam ingatannja, ia menganggap pengalaman ini se- Baru setelah melihat anak itu, ia sadar pertolongan apa
bagai hal aneh jang tak bisa diterangkan. jang ia harus berikan.
Suatu penjelidikan dari Dr Loewenfeld tak memberi Peristiwa2 telepati sertamerta luarbiasa demikian itu
titik-persinggungan bagi terdjadinja setjara asosiatif (ter- selalu mendapat perhatian istimewa, dan orang kurang
sangkutpaut) dari gagasan akan bahaja kebakaran; oleh memperhatikan peristiwa2 telepati jang terdjadi sehari-hari.
karena itu mesti ada sebab lain (jakni sebab telepatis) untuk
menerangkan peristiwa ini. Anna Zimmermann mengkisahkan dalam „Allerlei Ok-
Geheimrat Hillmers menerangkan sbb.: kultes":

41

40
medja, dimana anak laki2nja sedang bekerdja dibawah Orang laki2 jang mendiami sebuah rumah besar dipe-
tjahaja lampu minjak-tanah. dalaman, pada suatu malam mau tidur, akan tetapi tak bisa.
Kebetulan Loewenfeld menengok kebelakang, dan alang- Ada sesuatu, jang mendorong (mendesak) dia untuk satu
kah terkedjutnja ketika mengetahui bahwa lampu didekat- kali lagi mengelilingi kebunnja. Dengan perasaan segan2
nja terbakar, sedangkan anaknja terus sadja bekerdja. ia mematuhi dorongan ini. Ia keluar dari pintu-belakang,
Mula2 Loewenfeld mengira, minjak dalam lampu berkobar dan melalui djalan-ketjil, terus menudju kepada puntjak-
karena sebab jang belum diketahui, dan ia takut akan ter- bukit.
djadi letusan. Mangkin djauh ia dari rumah, mangkin terdorong ia
Akan tetapi jang dikuatirkan oleh dokter itu tak ter- untuk berdjalan lebih tjepat.
djadi; ia berhasil memadamkan api, karena hanja kap Dibukit ia mendengar suara lemah minta tolong dari
lampunja sadjalah jang berkobar, jakni karena didjilat oleh seorang pekerdja tambang jang masih kanak2 jang dengan
njala brander (penjala) bensin jang ada didekatnja. sekuat tenaga berusaha menjangga suatu sumbu-pemintal
(windas), jang digantungi kerandjang-batubara.
Peristiwa sangat sederhana ini terdjadi pada malam hari
Pekerdja ketjil itu hampir 2 tak bisa mendiamkan sumbu-
djam setengah sepuluh, dan pada saat itu pula terdjadi
pemintal itu, dan dalam beberapa menit kerandjang pasti
peristiwa sbb.:
djatuh kedalam sumur tambang jang sangat dalam.
Salah seorang kenalan baik Dr Loewenfeld, seorang
Apakah jang terdjadi ?
wanita, jang bertempat tinggal didekat rumah Dr Loewen-
Ajah anak itu telah tergelintjir dari tangga, dan dalam
feld, habis membatja buku, ketika sekonjong-konjong ia
djatuhnja ia berpegangan pada kerandjang-batubara, jang
mendapat gagasan, bahwa mungkin dirumab Dr Loewenfeld
sudah diberati dengan batubara. Anak itu tak bisa menahan
terbit kebakaran. Pikiran acau gagasan itu demikian djelas
beban tsb. Djika tak datang bantuan setjara tiba2 dari
dan sukar disingkirkan, sehingga ia merasa perlu menjuruh
penghuni rumah besar itu, ajahnja pasti djatuh kedalam
pembantu-wanitanja pergi kerumah Dr Loewenfeld, dan
sumur." !
hatinja baru lega, ketika mengetahui bahwa tak ada orang
Ternjata, bahwa dalam hal ini, pikiran tjemas dari anak
2
jang berteriak kebakaran.
itu telah menjentuh tatapikiran penghuni rumah besar tsb.,
Baik buku jang dibatja, maupun peristiwa malam atau jang baru hendak tidur, dan berada dalam keadaan se-
hari itu menimbulkan gagasan padanja, bahwa ada keba- tengah-sadar. Keadaan setengah-sadar ini memang sangat
karan dirumah Dr Loewenfeld. sesuai sekali untuk mematuhi dorongan supaja menaiki
Gagasan demikian itupun belum pernah timbul lebih bukit.
dulu dalam ingatannja, ia menganggap pengalaman ini se- Baru setelah melihat anak itu, ia sadar pertolongan apa
bagai hal aneh jang tak bisa diterangkan. jang ia harus berikan.
Suatu penjelidikan dari Dr Loewenfeld tak memberi Peristiwa2 telepati sertamerta luarbiasa demikian itu
titik-persinggungan bagi terdjadinja setjara asosiatif (ter- selalu mendapat perhatian istimewa, dan orang kurang
sangkutpaut) dari gagasan akan bahaja kebakaran; oleh memperhatikan peristiwa2 telepati jang terdjadi sehari-hari.
karena itu mesti ada sebab lain (jakni sebab telepatis) untuk
menerangkan peristiwa ini. Anna Zimmermann mengkisahkan dalam „Allerlei Ok-
Geheimrat Hillmers menerangkan sbb.: kultes":

100

41
jang bersangkutan tidak memikirkan pengaruh telepatis itu
Insinjur E. W. jang bertempat tinggai di L. (Djerman),
dan ia menganggap pikiran2 jang didesakkan kepadanja
mempunjai seorang rekan, dengan siapa ia bekerdjasama
erat sekali. Dalam musim dingin tahun 1895 mereka sering sebagai gagasan2 belaka, jang setjara wadjar terbentuk
bertjakap-tjakap mengenai berbagai soal. dalam otaknja.
Kedua orang insinjur itu rumahnja agak berdjauhan satu Kewadjaran ini tak berlaku, apabila hubungan telepatis
itu segera menimbulkan pikiran2 sadar. Maka penerima
sama lain, dan mereka bisa sampai dirumahnja masing2
pikiran2 itu segera merasa adanja ,,roh" jang mengirimkan
melalui dua djalan.
gagasan2 (ilham2) kepadanja, dan menganggap gedjala itu
Supaja djangan sampai timbul kekeliruan, apabila jang
bersifat adikodrati.
satu hendak mengundjungi rumah jang lain, mereka lalu
Wanita dalam peristiwa Dr Loewenfeld ingat akan ba-
bersepakat, bahwa mereka hanja menggunakan satu djalan
haja kebakaran dalam rumah dokter dan jakin bahwa bahaja
sadja.
itu memang betul2 ada. Hubungan telepatis ini menimbul-
„Sering," demikian kata Ir. W., „apabila saja pada ma-
kan pikiran sadar, dan ketika kelak ternjata, bahwa wanita
lam hari sendirian duduk membatja buku, saja tak tahan
ini mendapat suatu gagasan jang terang dan pasti dalam
karena kesepian; saja ingin sekali omong2 dengan teman
otaknja, ia mengira berhadapan dengan sesuatu jang tak
saja itu. Buku saja tutup, dan pergilah saja kerumah kawan
bisa diterangkan.
saja. Sering terdjadi, bahwa kita bertemu ditengah djalan.
Peristiwa2 demikian sering terdjadi dalam kehidupan
Kawan saja itu pada saat jang sama selalu ingin sekali
setiap orang, akan tetapi jang diingat hanjalah peristiwa2
bertemu dengan saja.
„besar", dan umumnja peristiwa jang paling menjelakakan
Ada beratus-ratus, ja bahkan beribu-ribu peristiwa de-
mikian itu, jang dikumpulkan dalam berbagai buku. Banjak dan merupakan bentjana besar, jaitu: kematian.
Banjak peristiwa2 telepati sertamerta sering bersangkut-
pula peristiwa2 demikian itu diselidiki setjara ilmiah se-
paut dengan kematian atau saat2 mendjelang mati.
dapat2nja.
Dalam bab berikut, kita akan melukiskan beberapa
Maka harus diakui bahwa banjak orang jang menjangka
peristiwa2 demikian itu.
pernah mengalami hal2 adikodrati, padahal sesungguhnja ia
hanja mengalami hal2 jang serba kebetulan sadja. Selain
itu ada pula peristiwa2 telepati, jang sangat mejakinkan dan
djelas bagi orang jang bersangkutan, akan tetapi jang oleh
orang lain dihadapi setjara kritis, jang ingin menjelidiki
dan mengudji kebenarannja.
Meskipun setiap orang saban hari mengalami pengaruh2
telepatis dan sendiri mengirimkan arus2-pikiran, pengaruh
itu biasanja selalu (misalnja jang terdjadi pada pekerdja
tambang tsb.) terdjadi setjara tak-sadar. Hanja dari per-
buatan2 dan anggapan2 jang tegas dari orang jang meng-
alami pengaruh itulah, bisa diketahui, sampai dimana ia
mematuhi isjarat2 telepatis itu.
Akan tetapi hampir dalam semua peristiwa itu, orang

43

42
jang bersangkutan tidak memikirkan pengaruh telepatis itu
Insinjur E. W. jang bertempat tinggai di L. (Djerman),
dan ia menganggap pikiran2 jang didesakkan kepadanja
mempunjai seorang rekan, dengan siapa ia bekerdjasama
erat sekali. Dalam musim dingin tahun 1895 mereka sering sebagai gagasan2 belaka, jang setjara wadjar terbentuk
bertjakap-tjakap mengenai berbagai soal. dalam otaknja.
Kedua orang insinjur itu rumahnja agak berdjauhan satu Kewadjaran ini tak berlaku, apabila hubungan telepatis
itu segera menimbulkan pikiran2 sadar. Maka penerima
sama lain, dan mereka bisa sampai dirumahnja masing2
pikiran2 itu segera merasa adanja ,,roh" jang mengirimkan
melalui dua djalan.
gagasan2 (ilham2) kepadanja, dan menganggap gedjala itu
Supaja djangan sampai timbul kekeliruan, apabila jang
bersifat adikodrati.
satu hendak mengundjungi rumah jang lain, mereka lalu
Wanita dalam peristiwa Dr Loewenfeld ingat akan ba-
bersepakat, bahwa mereka hanja menggunakan satu djalan
haja kebakaran dalam rumah dokter dan jakin bahwa bahaja
sadja.
itu memang betul2 ada. Hubungan telepatis ini menimbul-
„Sering," demikian kata Ir. W., „apabila saja pada ma-
kan pikiran sadar, dan ketika kelak ternjata, bahwa wanita
lam hari sendirian duduk membatja buku, saja tak tahan
ini mendapat suatu gagasan jang terang dan pasti dalam
karena kesepian; saja ingin sekali omong2 dengan teman
otaknja, ia mengira berhadapan dengan sesuatu jang tak
saja itu. Buku saja tutup, dan pergilah saja kerumah kawan
bisa diterangkan.
saja. Sering terdjadi, bahwa kita bertemu ditengah djalan.
Peristiwa2 demikian sering terdjadi dalam kehidupan
Kawan saja itu pada saat jang sama selalu ingin sekali
setiap orang, akan tetapi jang diingat hanjalah peristiwa2
bertemu dengan saja.
„besar", dan umumnja peristiwa jang paling menjelakakan
Ada beratus-ratus, ja bahkan beribu-ribu peristiwa de-
mikian itu, jang dikumpulkan dalam berbagai buku. Banjak dan merupakan bentjana besar, jaitu: kematian.
Banjak peristiwa2 telepati sertamerta sering bersangkut-
pula peristiwa2 demikian itu diselidiki setjara ilmiah se-
paut dengan kematian atau saat2 mendjelang mati.
dapat2nja.
Dalam bab berikut, kita akan melukiskan beberapa
Maka harus diakui bahwa banjak orang jang menjangka
peristiwa2 demikian itu.
pernah mengalami hal2 adikodrati, padahal sesungguhnja ia
hanja mengalami hal2 jang serba kebetulan sadja. Selain
itu ada pula peristiwa2 telepati, jang sangat mejakinkan dan
djelas bagi orang jang bersangkutan, akan tetapi jang oleh
orang lain dihadapi setjara kritis, jang ingin menjelidiki
dan mengudji kebenarannja.
Meskipun setiap orang saban hari mengalami pengaruh2
telepatis dan sendiri mengirimkan arus2-pikiran, pengaruh
itu biasanja selalu (misalnja jang terdjadi pada pekerdja
tambang tsb.) terdjadi setjara tak-sadar. Hanja dari per-
buatan2 dan anggapan2 jang tegas dari orang jang meng-
alami pengaruh itulah, bisa diketahui, sampai dimana ia
mematuhi isjarat2 telepatis itu.
Akan tetapi hampir dalam semua peristiwa itu, orang

14

43
rumah, jang tak lain adalah Radja Swedia, maka ia men-
dengar suara anaknja Ludwig berseru : „Ajah, ajah!" dua
kali, kemudian ia melihat puteranja didepannja, seolah-olah
BAB KEL1MA
minta tolong, mukanja putjat, matanja gelisah.
T E L E P A T I D A N SAAT M E N D J E L A N G M A T I Hellberg mohon kepada Radja Swedia supaja diizinkan
Saat mendjelang mati dan telepati. — Delapan peristiwa. — Sifat pulang, karena baru sadja mendapat berita kematian. Ia
gedjala 2 ini. — Perkembangan pengalaman 3 telepati dalam bawah- tjepat2 menudju rumahnja, dimana ia disambut oleh isteri-
sadar. — Perasaan telepatis jang chusus. — Tak selalu berita tele-
patis segera mendjadi sadar. — Suatu tjontoh. — Perasaan dan nja dengan kata 2 : „Ludwig tadi disini. Ia mati!"
pikiran dalam telepati.
Djadi kedua orang tua itu bersamaan menerima pikiran

P
ENGALAMAN telah menjatakan, bahwa gedjala tele- jang sama dan mereka demikian jaldn akan kenjataan ini,
pati tak harus ada sangkutpautnja dengan kematian. sehingga merekapun segera berkabung.
Telepati adalah suatu gedjala sehari-hari, salah Peristiwa ini terdjadi pada tahun 1860. Dua bulan se-
suatu dari banjak pengalaman2 meskipun pengalaman tele- telah terdjadi visiun itu, datanglah berita dari Batavia
patis pada kebanjakan orang terdjadi setjara tak-sadar. (Djakarta sekarang), bahwa Ludwig meninggal dunia, di-
Maut atau mati adalah gedjala istimewa. Bagi keba- serang penjakit demam kuning.
njakan orang proses kematian diliputi dengan perasaan
tjemas, jang kemudian berobah mendjadi sikap atjuh-tak-
atjuh (masa-bodoh). Perisfiwa Kedua :
Hanja beberapa orang sadja setjara sadar dan tenang Dalam bukunja, ,,Phantasms of the living", kita mene-
menghadapi kematian. mukan kumpulan luas dari gedjala2 telepatis jang didoku-
Maka mudah dipahami, bahwa pada saat2 mendjelang mentasi rapi sekali. Djuga jang tersebut dibawah ini kita
mati, timbullah pikiran2, sangat tjepat dan setjara hebat kutip dari buku itu :
dalam otak.
Nn. M. mengatakan : Saja duduk sendirian dalam suatu
Banjak tjontoh 2 jang djelas dan tepat telah ditjatat
salon, asjik membatja buku jang sangat merawan hati,
tentang kehebatan dan ketjepatan pikiran2 ini bergolak
ketika sekonjong-konjong saja merasa takut mati dan me-
dalam otak. Tak usah mengherankan kita, bahwa pikiran2
rasa ngeri; saja melihat djam, dan tahulah saja bahwa
jang dikirimkan setjara hebat dan kuat itu sampai pada
ketika itu djam tudjuh malam. Saja tak bisa membatja
otak orang2 jang ditudju, dan orang inipun karena hebat
terus; oleh karena itu, sajapun bangkit dan djalan mundar-
dan kuatnja gagasan2 terachir jang diberitakan oleh penjiar
mandir mentjoba menghilangkan perasaan takut itu, akan
segera mengalami gagasan2 itu mendjadi pikiran2 jang sadar.
tetapi tak bisa : badan saja mendjadi dingin, dan merasa
seperti akan mati. Perasaan ini berlangsung kira2 setengah
Peristiwa Pertama:
djam, lalu lenjap sementara. Saja se-malam2an merasa ber-
Seorang pengarang Swedia terkenal, Hellberg, mem-
debar2 dan terharu; saja pergi ketempat tidur, badan me-
punjai seorang anak laki2, jang sedang mengelilingi dunia.
rasa sangat lemah, seolah-olah saja sakit pajah. Besok hari-
Hellberg tua pada suatu hari diundang makan, ketika ia
nja saja terima telegram, jang mengabarkan bahwa keme-
sedang berdiri didekat bufet bertjakap-tjakap dengan tuan-
nakan kita jang tertjinta, Nj. K. telah meninggal dunia.

45

44
rumah, jang tak lain adalah Radja Swedia, maka ia men-
dengar suara anaknja Ludwig berseru : „Ajah, ajah!" dua
kali, kemudian ia melihat puteranja didepannja, seolah-olah
BAB KEL1MA
minta tolong, mukanja putjat, matanja gelisah.
T E L E P A T I D A N SAAT M E N D J E L A N G M A T I Hellberg mohon kepada Radja Swedia supaja diizinkan
Saat mendjelang mati dan telepati. — Delapan peristiwa. — Sifat pulang, karena baru sadja mendapat berita kematian. Ia
gedjala 2 ini. — Perkembangan pengalaman 3 telepati dalam bawah- tjepat2 menudju rumahnja, dimana ia disambut oleh isteri-
sadar. — Perasaan telepatis jang chusus. — Tak selalu berita tele-
patis segera mendjadi sadar. — Suatu tjontoh. — Perasaan dan nja dengan kata 2 : „Ludwig tadi disini. Ia mati!"
pikiran dalam telepati.
Djadi kedua orang tua itu bersamaan menerima pikiran

P
ENGALAMAN telah menjatakan, bahwa gedjala tele- jang sama dan mereka demikian jaldn akan kenjataan ini,
pati tak harus ada sangkutpautnja dengan kematian. sehingga merekapun segera berkabung.
Telepati adalah suatu gedjala sehari-hari, salah Peristiwa ini terdjadi pada tahun 1860. Dua bulan se-
suatu dari banjak pengalaman2 meskipun pengalaman tele- telah terdjadi visiun itu, datanglah berita dari Batavia
patis pada kebanjakan orang terdjadi setjara tak-sadar. (Djakarta sekarang), bahwa Ludwig meninggal dunia, di-
Maut atau mati adalah gedjala istimewa. Bagi keba- serang penjakit demam kuning.
njakan orang proses kematian diliputi dengan perasaan
tjemas, jang kemudian berobah mendjadi sikap atjuh-tak-
atjuh (masa-bodoh). Perisfiwa Kedua :
Hanja beberapa orang sadja setjara sadar dan tenang Dalam bukunja, ,,Phantasms of the living", kita mene-
menghadapi kematian. mukan kumpulan luas dari gedjala2 telepatis jang didoku-
Maka mudah dipahami, bahwa pada saat2 mendjelang mentasi rapi sekali. Djuga jang tersebut dibawah ini kita
mati, timbullah pikiran2, sangat tjepat dan setjara hebat kutip dari buku itu :
dalam otak.
Nn. M. mengatakan : Saja duduk sendirian dalam suatu
Banjak tjontoh 2 jang djelas dan tepat telah ditjatat
salon, asjik membatja buku jang sangat merawan hati,
tentang kehebatan dan ketjepatan pikiran2 ini bergolak
ketika sekonjong-konjong saja merasa takut mati dan me-
dalam otak. Tak usah mengherankan kita, bahwa pikiran2
rasa ngeri; saja melihat djam, dan tahulah saja bahwa
jang dikirimkan setjara hebat dan kuat itu sampai pada
ketika itu djam tudjuh malam. Saja tak bisa membatja
otak orang2 jang ditudju, dan orang inipun karena hebat
terus; oleh karena itu, sajapun bangkit dan djalan mundar-
dan kuatnja gagasan2 terachir jang diberitakan oleh penjiar
mandir mentjoba menghilangkan perasaan takut itu, akan
segera mengalami gagasan2 itu mendjadi pikiran2 jang sadar.
tetapi tak bisa : badan saja mendjadi dingin, dan merasa
seperti akan mati. Perasaan ini berlangsung kira2 setengah
Peristiwa Pertama:
djam, lalu lenjap sementara. Saja se-malam2an merasa ber-
Seorang pengarang Swedia terkenal, Hellberg, mem-
debar2 dan terharu; saja pergi ketempat tidur, badan me-
punjai seorang anak laki2, jang sedang mengelilingi dunia.
rasa sangat lemah, seolah-olah saja sakit pajah. Besok hari-
Hellberg tua pada suatu hari diundang makan, ketika ia
nja saja terima telegram, jang mengabarkan bahwa keme-
sedang berdiri didekat bufet bertjakap-tjakap dengan tuan-
nakan kita jang tertjinta, Nj. K. telah meninggal dunia.

14

45
Peristiwa ketiga : Peristiwa kelima :
Kita kutipkan dari buku ,,Phantasms of the living" :
Schopenhauer, filsuf besar bangsa Djerman, seorang
Disekitar tahun 1841 saja ada dalam suatu kamar bersama-
sardjana jang mengembalikan kepertjajaan orang kepada
sama dengan ajah saja dirumah kita dipulau Wight. Se-
magi (sihir), jang telah ditjemoolikan oleh orang2 jang
kurang-tahu, melukiskan peristiwa sbb.: konjong 2 ajah berteriak: „Ja Tuhan apa ini". Ia bangkit
berdiri, memandang sesuatu. Kemudian ia memandang saja,
Di Frankfort, dalam suatu rumahsakit Jahudi, pada
katanja ia melihat bola bertjahaja terang dalam kamar :
suatu malam ada gadis ketjil meninggal dunia; paginja,
„Pertjajalah, Suster Symonds meninggal dunia."
saudara dan kemenakan perempuan gadis itu, seorang di-
antaranja rumahnja 2 km djauhnja datang kerumahsakit, Suster Symonds adalah seorang wanita tua jang rumah-
menanjakan keadaannja, karena gadis itu malamnja mem- nja di London, kepada siapa ajah telah mengirimkan uang.
perlihatkan diri (dalam suatu visiun) kepada mereka. Kemudian datang surat jang mengatakan bahwa ia mening-
Kepala rumahsakit menegaskan kepada Schopenhauer, gal dunia pada saat ajah melihat bola bertjahaja itu.
bahwa peristiwa2 jang demikian itu sering terdjadi.
Peristiwa keenam :
Dua hari setelah meninggalkan St. Helena, saja diatas
Peristiwa keempat:
kamar asjik mengerdjakan sesuatu, bersama-sama dengan
Keluarga terkenal dikota New-Orlean mempunjai se-
seorang perwira, dilajar-atas. Sekonjong-konjong terdengar-
orang anggauta wanita jang saudara-laki2 kembarnja sedjak
lah suara lontjeng. Saja bertanja kepada perwira itu : „Ada-
beberapa tahun bekerdja pada suatu perusahaan di New
kah Anda mendengar bunji lontjeng ?"
Zealand. Pemuda ini diharapkan kembali dalam tahun 1893.
„Tidak!" djawabnja, „saja tak mendengar apa 2 ".
Pada suatu hari, wanita itu dikundjungi oleh beberapa
orang temannja. Sekonjong-konjong ia meletakkan tangan- Meskipun demikian, saja mendjadi sedemikian gelisah
nja dipinggangnja, berteriak keras2 dan djatuh pingsan. dan gugup, sehingga terpaksa turun kebawah untuk me-
Beberapa menit kemudian ia siuman (sadar) kembali, me- meriksa kedua lontjeng kapal kita. Saja malah merabanja
nerangkan bahwa ia tiba 2 merasa seperti di-tusuk2 didjan- supaja tahu apa bergetar, atau barangkali ada tali jang
tung dan dipinggang dibawah lengan kiri. Teman 2 nja bergojang-gojang dan menjentuhnja.
mengatakan, ah, semuanja itu tentu chajalan belaka, tak Namun, ketika saja melakukan ini, masih terdengar
ada orang jang mau membunuhnja. Akan tetapi ia tetap bunji lontjeng, ujauh sekali.
menjatakan, bahwa ia merasakan tusukan2 dibagian djan- Setelah saja jakin, bahwa suara itu tak berasal dari
tung dan dipinggang. lontjeng 2 kapal, sajapun naik keatas lagi, dan saja meman-
Esok harinja datang telegram dari kawan Saudara-kem- dang horison (kaki-langit), barangkali ada nampak lajar se-
buah kapal.
barnja dari New Zealand. Saudaranja ini dalam suatu per-
Achirnja saja mengatakan kepada pelaut disebelah kiri
kelahian dengan orang 2 disitu telah mati terbunuh dengan
saja : „Ini berarti kabar menjedihkan bagi saja. Saja tahu,
tusukan2 belati.
bahwa saja akan menerima berita djelek dalam perdjalanan
Berita2 lainnja menjatakan, bahwa ia mati tepat pada
saja ini."
saat wanita itu merasa djantung dan bagian bawah lengan
Ketika kapal tiba di Falmouth, ia mendapat kabar, bahwa
kirinja di-tusuk2. Dan matinja akibat tusukan2 didjantung
seorang wanita jang sudah seperti kakak sendiri, dan jang .
dan dibawah lengan kirinja.

47

46
Peristiwa ketiga : Peristiwa kelima :
Kita kutipkan dari buku ,,Phantasms of the living" :
Schopenhauer, filsuf besar bangsa Djerman, seorang
Disekitar tahun 1841 saja ada dalam suatu kamar bersama-
sardjana jang mengembalikan kepertjajaan orang kepada
sama dengan ajah saja dirumah kita dipulau Wight. Se-
magi (sihir), jang telah ditjemoolikan oleh orang2 jang
kurang-tahu, melukiskan peristiwa sbb.: konjong 2 ajah berteriak: „Ja Tuhan apa ini". Ia bangkit
berdiri, memandang sesuatu. Kemudian ia memandang saja,
Di Frankfort, dalam suatu rumahsakit Jahudi, pada
katanja ia melihat bola bertjahaja terang dalam kamar :
suatu malam ada gadis ketjil meninggal dunia; paginja,
„Pertjajalah, Suster Symonds meninggal dunia."
saudara dan kemenakan perempuan gadis itu, seorang di-
antaranja rumahnja 2 km djauhnja datang kerumahsakit, Suster Symonds adalah seorang wanita tua jang rumah-
menanjakan keadaannja, karena gadis itu malamnja mem- nja di London, kepada siapa ajah telah mengirimkan uang.
perlihatkan diri (dalam suatu visiun) kepada mereka. Kemudian datang surat jang mengatakan bahwa ia mening-
Kepala rumahsakit menegaskan kepada Schopenhauer, gal dunia pada saat ajah melihat bola bertjahaja itu.
bahwa peristiwa2 jang demikian itu sering terdjadi.
Peristiwa keenam :
Dua hari setelah meninggalkan St. Helena, saja diatas
Peristiwa keempat:
kamar asjik mengerdjakan sesuatu, bersama-sama dengan
Keluarga terkenal dikota New-Orlean mempunjai se-
seorang perwira, dilajar-atas. Sekonjong-konjong terdengar-
orang anggauta wanita jang saudara-laki2 kembarnja sedjak
lah suara lontjeng. Saja bertanja kepada perwira itu : „Ada-
beberapa tahun bekerdja pada suatu perusahaan di New
kah Anda mendengar bunji lontjeng ?"
Zealand. Pemuda ini diharapkan kembali dalam tahun 1893.
„Tidak!" djawabnja, „saja tak mendengar apa 2 ".
Pada suatu hari, wanita itu dikundjungi oleh beberapa
orang temannja. Sekonjong-konjong ia meletakkan tangan- Meskipun demikian, saja mendjadi sedemikian gelisah
nja dipinggangnja, berteriak keras2 dan djatuh pingsan. dan gugup, sehingga terpaksa turun kebawah untuk me-
Beberapa menit kemudian ia siuman (sadar) kembali, me- meriksa kedua lontjeng kapal kita. Saja malah merabanja
nerangkan bahwa ia tiba 2 merasa seperti di-tusuk2 didjan- supaja tahu apa bergetar, atau barangkali ada tali jang
tung dan dipinggang dibawah lengan kiri. Teman 2 nja bergojang-gojang dan menjentuhnja.
mengatakan, ah, semuanja itu tentu chajalan belaka, tak Namun, ketika saja melakukan ini, masih terdengar
ada orang jang mau membunuhnja. Akan tetapi ia tetap bunji lontjeng, ujauh sekali.
menjatakan, bahwa ia merasakan tusukan2 dibagian djan- Setelah saja jakin, bahwa suara itu tak berasal dari
tung dan dipinggang. lontjeng 2 kapal, sajapun naik keatas lagi, dan saja meman-
Esok harinja datang telegram dari kawan Saudara-kem- dang horison (kaki-langit), barangkali ada nampak lajar se-
buah kapal.
barnja dari New Zealand. Saudaranja ini dalam suatu per-
Achirnja saja mengatakan kepada pelaut disebelah kiri
kelahian dengan orang 2 disitu telah mati terbunuh dengan
saja : „Ini berarti kabar menjedihkan bagi saja. Saja tahu,
tusukan2 belati.
bahwa saja akan menerima berita djelek dalam perdjalanan
Berita2 lainnja menjatakan, bahwa ia mati tepat pada
saja ini."
saat wanita itu merasa djantung dan bagian bawah lengan
Ketika kapal tiba di Falmouth, ia mendapat kabar, bahwa
kirinja di-tusuk2. Dan matinja akibat tusukan2 didjantung
seorang wanita jang sudah seperti kakak sendiri, dan jang .
dan dibawah lengan kirinja.
100

47
ngeluhkan itu, dan tak pernah iseng atau bosan. Saja
sangat ditjintainja, djusteru pada saat ia mendengar suara menumpang serumah dengan dua orang wanita tua, kedua-
lontjeng itu, telah meninggal dunia. duanja sekarang sudah meninggal dunia.
Maka ditambahkannja pula: Pada suatu siang — satu hari sebelum diadakan per-
„Umur saja sekarang 40 tahun, dan saja telah meng- tandingan kriket dimana saja turut main —- saja merasa
alami berbagai matjam bahaja, bahkan bahaja maut. Akan
sangat sedih dan tertekan ; saja tak mau mendjumpai teman2
tetapi sedjak itu saja tak pernah mendapat suatu firasat.
saja, jang oleh karena itu memperolok-olok saja, mengapa
Sekarang, setelah berselang duapuluh-lima tahun, saja
begitu sedih dan tjengeng. Hati saja sedih sekali, sampai
masih mendengar suara lontjeng kuburan-Manx, jang saja
sekarang saja masih bisa merasakan betapa sedihnja waktu
dengarkan pada 14 deradjat lintang-Selatan atau disekitar
itu.
itu . . . . Saja bukan penderita halusinasi.
Saja tahu, ajah saja menderita penjakit perut berbahaja
— bisul dalam perut — dan sesungguhnja djiwanja selalu
Peristiwa ketudjuh:
terantjam,
W. B. C. menerangkan :
Akan tetapi saja tahu djuga, bahwa ketika itu ia biasa
Saja ingat betul akan suatu peristiwa aneh, jang sering sadja, meskipun sakit, namun tak ada hal2 luarbiasa jang
ditjeritakan oleh ajah (salah seorang insinjur-sipil pertama
akan terdjadi.
dinegeri kita), jakni peristiwa jang dialaminja sendiri. Ajah
Malamnja saja mimpi, tiba2 berangkat, pulang dan me-
adalah orang jang berpikiran terang dan, tak seperti ke-
lihat ajah baru sadja meninggal dunia. Bisul dalam rongga-
banjakan orang, bebas dari segala matjam tahjul dan cha- perut sehari sebelumnja pada djam 4 tiba2 petjah, dan
jalan. Ketika itu umurnja 30 tahun. Apabila tidur biasanja memang kira2 pada djam 4 itulah saja merasa sangat sedih
tangan kanannja digelantungkan diluar tempat-tidur, dan dan susah sekali.
pada suatu pagi, kira2 djam lima, ketika bangun tapi masih Apa jang saja alami itu ternjata tjotjok dengan ke-
berbaring, ia merasa ada orang mendjabat tangannja, mirip
njataan.
sekali dengan djabatan tangan ajahnja. Maka iapun segera
mengatakan kepada ibu saja : „Ajah mendjabat tangan saja,
Kita telah mengkisahkan delapan peristiwa telepati
seperti ia mengutjapkan selamat tinggal."
sertamerta, jang semuanja ada sangkut-pautnja dengan
Ajahnja (kakek saja) ternjata meninggal dunia pada
kematian.
waktu itu setjara tiba2. Ajah tak tahu bahwa ia sakit. Kakek
Peristiwa ini dipiiih diantara beratus-ratus peristiwa
meninggal dunia didekat Sunderland dan ajah rumahnja
jang ditjatat dalam „Journal". Tjara memilihnjapun tak
di Sussex.
sembarangan, tiap2 peristiwa mengandung satu hal jang
chusus.
Peristiwa kedelapan :
Dalam kisah pertama kita mendjumpai pemberitahuan2
Kita kutip dari „Journal" :
berupa pendengaran dan penglihatan.
Ketika umur empatbelas tahun, saja sekolah di Edin- Kedua: rasa.
burgh, dan orangtua saja ada di Skotlandia Barat. Ketiga: penglihatan.
Saja adalah anak jang kurang pikir, tak kenal susah dan Keempat: njeri badan.
sedih. Saja anggauta „Kesebelasan" sekolah, dan populer Kelima: melihat tjahaja.
diantara teman2 saja; saja tak usah mengeluhkan ini, me-
49

48
ngeluhkan itu, dan tak pernah iseng atau bosan. Saja
sangat ditjintainja, djusteru pada saat ia mendengar suara menumpang serumah dengan dua orang wanita tua, kedua-
lontjeng itu, telah meninggal dunia. duanja sekarang sudah meninggal dunia.
Maka ditambahkannja pula: Pada suatu siang — satu hari sebelum diadakan per-
„Umur saja sekarang 40 tahun, dan saja telah meng- tandingan kriket dimana saja turut main —- saja merasa
alami berbagai matjam bahaja, bahkan bahaja maut. Akan
sangat sedih dan tertekan ; saja tak mau mendjumpai teman2
tetapi sedjak itu saja tak pernah mendapat suatu firasat.
saja, jang oleh karena itu memperolok-olok saja, mengapa
Sekarang, setelah berselang duapuluh-lima tahun, saja
begitu sedih dan tjengeng. Hati saja sedih sekali, sampai
masih mendengar suara lontjeng kuburan-Manx, jang saja
sekarang saja masih bisa merasakan betapa sedihnja waktu
dengarkan pada 14 deradjat lintang-Selatan atau disekitar
itu.
itu . . . . Saja bukan penderita halusinasi.
Saja tahu, ajah saja menderita penjakit perut berbahaja
— bisul dalam perut — dan sesungguhnja djiwanja selalu
Peristiwa ketudjuh:
terantjam,
W. B. C. menerangkan :
Akan tetapi saja tahu djuga, bahwa ketika itu ia biasa
Saja ingat betul akan suatu peristiwa aneh, jang sering sadja, meskipun sakit, namun tak ada hal2 luarbiasa jang
ditjeritakan oleh ajah (salah seorang insinjur-sipil pertama
akan terdjadi.
dinegeri kita), jakni peristiwa jang dialaminja sendiri. Ajah
Malamnja saja mimpi, tiba2 berangkat, pulang dan me-
adalah orang jang berpikiran terang dan, tak seperti ke-
lihat ajah baru sadja meninggal dunia. Bisul dalam rongga-
banjakan orang, bebas dari segala matjam tahjul dan cha- perut sehari sebelumnja pada djam 4 tiba2 petjah, dan
jalan. Ketika itu umurnja 30 tahun. Apabila tidur biasanja memang kira2 pada djam 4 itulah saja merasa sangat sedih
tangan kanannja digelantungkan diluar tempat-tidur, dan dan susah sekali.
pada suatu pagi, kira2 djam lima, ketika bangun tapi masih Apa jang saja alami itu ternjata tjotjok dengan ke-
berbaring, ia merasa ada orang mendjabat tangannja, mirip
njataan.
sekali dengan djabatan tangan ajahnja. Maka iapun segera
mengatakan kepada ibu saja : „Ajah mendjabat tangan saja,
Kita telah mengkisahkan delapan peristiwa telepati
seperti ia mengutjapkan selamat tinggal."
sertamerta, jang semuanja ada sangkut-pautnja dengan
Ajahnja (kakek saja) ternjata meninggal dunia pada
kematian.
waktu itu setjara tiba2. Ajah tak tahu bahwa ia sakit. Kakek
Peristiwa ini dipiiih diantara beratus-ratus peristiwa
meninggal dunia didekat Sunderland dan ajah rumahnja
jang ditjatat dalam „Journal". Tjara memilihnjapun tak
di Sussex.
sembarangan, tiap2 peristiwa mengandung satu hal jang
chusus.
Peristiwa kedelapan :
Dalam kisah pertama kita mendjumpai pemberitahuan2
Kita kutip dari „Journal" :
berupa pendengaran dan penglihatan.
Ketika umur empatbelas tahun, saja sekolah di Edin- Kedua: rasa.
burgh, dan orangtua saja ada di Skotlandia Barat. Ketiga: penglihatan.
Saja adalah anak jang kurang pikir, tak kenal susah dan Keempat: njeri badan.
sedih. Saja anggauta „Kesebelasan" sekolah, dan populer Kelima: melihat tjahaja.
diantara teman2 saja; saja tak usah mengeluhkan ini, me-

14

49
Keenam: pendengaran. Keterangan mengenai telepati sertamerta ini nampak
Ketudjuh: perasaan djasmani. sangat masuk-akal, akan tetapi sesungguhnja tak selalu
Kedelapan : rasa dan mimpi. tjotjok untuk setiap peristiwa. Hubungan telepati tak ter-
Kita sesungguhnja masih bisa menambahkan peristiwa2 djadi langsung melalui pikiran2 sadar, akan tetapi melalui
pentjiuman dan tjitarasa. Achirnja, semuanja membukti- kompleks2-pikiran jang merupakan bawahsadar. Si pene-
kan, bahwa pengarnatan2 indera (pantjaindera) dan djuga rima tak setjara langsung mengambil pikiran2 jang berasal
banjak pikiran2 bisa timbul karena pengaruh telepati. dari otak orang lain, akan tetapi mendapatkan „perasaan"
Pengaruh telepati dengan demikian adalah aktivitet jang sematj.am ,,keharuan".
bisa meliputi hampir semua kegiatan pikiran. Kita sekarang
Ini ternjata djelas pada peristiwa2 kedua dan kedelapan.
sampai pada soal mengenai kerdja-otak dan hubungan an-
Djuga pada peristiwa2 lain ternjata, bahwa pikiran2
tara kerdja pikiran dan terdjadinja kesan2 jang mendjadi
sadar, didahului oleh „perasaan", djadi: kegiatan bawah-
sumber pikiran2 serta pengarnatan2 kita.
sadar. Ini mudah diterangkan. Psychologi (ilmudjiwa) baru
Fenomena (gedjala) telepati menjebabkan kita mengang-
sudah lama berpendapat, bahwa dibandingkan dengan ke-
gap, bahwa pikiran, pengarnatan, pendeknja kesadaran
sadaran bawahsadar terdapat lebih banjak hasil2 pengarnat-
bukanlah hasil langsung dari otak.
an dan pikiran2.
Kesadaran itu nampaknja terdjadi dalam suatu zat atau
getaran, jang dihasilkan oleh otak dan uratsjaraf. Bawahsadar lebih dulu menanggapi arus telepati, dan
Itulah sebabnja, pengiriman (pemindahan) getaran atau menimbulkan perasaan tertentu, jang dibangkitkan oleh
zat, atau apapun djuga, bisa membangkitkan pikiran jang arus itu pada si penerima. Dengan tjara demikian timbullah
sama dalam peribadi lain, seperti jang dikirimkan oleh pe- perasaan2 sedih, senang, dllnja, jang kemudian perlahan-
njiar melalui getaran atau zat ini. lahan atau tjepat tumbuh mendjadi pikiran2 sadar, jang
mendjelmakan pesan telepatis itu.
Dengan demikian telepati sebagian bekerdja diluar otak.
Djadi tak menjentuh otak sipenerima, melainkan menam- Kebanjakan, realisasi (pemwudjudan) itu sesuai dengan
bahkan sesuatu pada apa jang dihasilkan otak itu. alampikiran orang jang menerimanja dan tak sesuai dengan
Misalkan, suatu pengalaman tjitarasa (smaak) dikirim- alampikiran si pengirim. Apabila pada peristiwa keenam
kan setjara telepatis. lontjeng kuburan adalah lambang kematian, maka pada
peristiwa kelima adalah gedjala tjahaja, peristiwa ketiga:
Ada orang laki2 sedang makan ikan salmon (salem).
gedjala-penglihatan. Perbedaan 2 itu ada hubungannja de-
Isterinja, dirumah, sekonjong-konjong mentjitjipi tjita- ngan peribadi si penerima.
rasa ikan salmon pula.
Pengarnatan atau pengalaman jang tak sama ini sudah
Djelaslah, bahwa tjitarasa ikan ini tak ada sangkutpaut- barang tentu menundjukkan bahwa pikiran2 sadar mengan-
nja dengan sjaraf 2 tjitarasa, dan djuga tidak dengan otak dung unsur perseorangan si penerima. Bagi seorang pelaut
djasmani wanita itu. Tjitarasa itu hanja ada dalam djiwa bunji lontjeng merupakan lambang kematian jang sangat
sadar si penerima. Dan tjitarasa itu timbul, karena si pe- mengesankan. Ketika bawahsadarnja, melalui djalan tele-
nerima untuk membentuk pikiran 2 jang sadar itu meng- patis, menerima berita-kematian, bunji lontjeng adalah
gunakan „zat pikir" atau „tenaga pikir", jang tak dibikin pendjelmaan dari gagasan2 tentang kematian jang ada da-
dalam otaknja sendiri, melainkan dalam otak suaminja. lam bawahsadarnja.

51

50
Keenam: pendengaran. Keterangan mengenai telepati sertamerta ini nampak
Ketudjuh: perasaan djasmani. sangat masuk-akal, akan tetapi sesungguhnja tak selalu
Kedelapan : rasa dan mimpi. tjotjok untuk setiap peristiwa. Hubungan telepati tak ter-
Kita sesungguhnja masih bisa menambahkan peristiwa2 djadi langsung melalui pikiran2 sadar, akan tetapi melalui
pentjiuman dan tjitarasa. Achirnja, semuanja membukti- kompleks2-pikiran jang merupakan bawahsadar. Si pene-
kan, bahwa pengarnatan2 indera (pantjaindera) dan djuga rima tak setjara langsung mengambil pikiran2 jang berasal
banjak pikiran2 bisa timbul karena pengaruh telepati. dari otak orang lain, akan tetapi mendapatkan „perasaan"
Pengaruh telepati dengan demikian adalah aktivitet jang sematj.am ,,keharuan".
bisa meliputi hampir semua kegiatan pikiran. Kita sekarang
Ini ternjata djelas pada peristiwa2 kedua dan kedelapan.
sampai pada soal mengenai kerdja-otak dan hubungan an-
Djuga pada peristiwa2 lain ternjata, bahwa pikiran2
tara kerdja pikiran dan terdjadinja kesan2 jang mendjadi
sadar, didahului oleh „perasaan", djadi: kegiatan bawah-
sumber pikiran2 serta pengarnatan2 kita.
sadar. Ini mudah diterangkan. Psychologi (ilmudjiwa) baru
Fenomena (gedjala) telepati menjebabkan kita mengang-
sudah lama berpendapat, bahwa dibandingkan dengan ke-
gap, bahwa pikiran, pengarnatan, pendeknja kesadaran
sadaran bawahsadar terdapat lebih banjak hasil2 pengarnat-
bukanlah hasil langsung dari otak.
an dan pikiran2.
Kesadaran itu nampaknja terdjadi dalam suatu zat atau
getaran, jang dihasilkan oleh otak dan uratsjaraf. Bawahsadar lebih dulu menanggapi arus telepati, dan
Itulah sebabnja, pengiriman (pemindahan) getaran atau menimbulkan perasaan tertentu, jang dibangkitkan oleh
zat, atau apapun djuga, bisa membangkitkan pikiran jang arus itu pada si penerima. Dengan tjara demikian timbullah
sama dalam peribadi lain, seperti jang dikirimkan oleh pe- perasaan2 sedih, senang, dllnja, jang kemudian perlahan-
njiar melalui getaran atau zat ini. lahan atau tjepat tumbuh mendjadi pikiran2 sadar, jang
mendjelmakan pesan telepatis itu.
Dengan demikian telepati sebagian bekerdja diluar otak.
Djadi tak menjentuh otak sipenerima, melainkan menam- Kebanjakan, realisasi (pemwudjudan) itu sesuai dengan
bahkan sesuatu pada apa jang dihasilkan otak itu. alampikiran orang jang menerimanja dan tak sesuai dengan
Misalkan, suatu pengalaman tjitarasa (smaak) dikirim- alampikiran si pengirim. Apabila pada peristiwa keenam
kan setjara telepatis. lontjeng kuburan adalah lambang kematian, maka pada
peristiwa kelima adalah gedjala tjahaja, peristiwa ketiga:
Ada orang laki2 sedang makan ikan salmon (salem).
gedjala-penglihatan. Perbedaan 2 itu ada hubungannja de-
Isterinja, dirumah, sekonjong-konjong mentjitjipi tjita- ngan peribadi si penerima.
rasa ikan salmon pula.
Pengarnatan atau pengalaman jang tak sama ini sudah
Djelaslah, bahwa tjitarasa ikan ini tak ada sangkutpaut- barang tentu menundjukkan bahwa pikiran2 sadar mengan-
nja dengan sjaraf 2 tjitarasa, dan djuga tidak dengan otak dung unsur perseorangan si penerima. Bagi seorang pelaut
djasmani wanita itu. Tjitarasa itu hanja ada dalam djiwa bunji lontjeng merupakan lambang kematian jang sangat
sadar si penerima. Dan tjitarasa itu timbul, karena si pe- mengesankan. Ketika bawahsadarnja, melalui djalan tele-
nerima untuk membentuk pikiran 2 jang sadar itu meng- patis, menerima berita-kematian, bunji lontjeng adalah
gunakan „zat pikir" atau „tenaga pikir", jang tak dibikin pendjelmaan dari gagasan2 tentang kematian jang ada da-
dalam otaknja sendiri, melainkan dalam otak suaminja. lam bawahsadarnja.

100

51
Peristiwa kelima, dengan gedjala-tjahajanja, adalah chas mengalami mimpi-siang atau tidur. Akan tetapi penerima2
bagi kepertjajaan lama, bahwa roh2, malaikat2, dllnja, mem- ini menerangkan, bahwa pengalaman mereka bukanlah
punjai badan jang mengeluarkan tjahaja. Ajah, ketika chajalan semata-mata. Mereka semuanja merasakan keha-
menerima kabar-kematian setjara telepatis, melihat gedjala- ruan aneh, jang mengesan sekali.
tjahaja, disebabkan oleh pikiran2 tertentu dalam bawah- Dalam banjak hal — bahkan kebanjakan — penerima2
sadarnja, dimana gagasan tentang-kematian dihubungkan itu hanja sekali atau dua kali mengalami kontak telepati,
dengan chajalan (angan2) tentang roh2 jang bertjahaja. sementara mereka itu sering mengalami chajalan2 biasa.
Demikianlah banjak peristiwa2 telepati sertamerta bisa Apakah jang menjebabkan kesan jang chusus ini ? Pikiran
diuraikan dan diterangkan. Kita lalu bisa mengetahui tje- itu sendiri atau pengalaman ? Saja kira tidak ! Pada hemat
tusan djiwa (impuls), jang timbul sebelum terdjadi pesan saja kesan itu disebabkan oleh impresi chusus jang memun-
telepati, dan kitapun menjaksikan dengan alat2 apa pesan tjulkan pikiran2 itu, oleh karena pikiran2 itu tetap merupa-
ini dinaikkan dari dalam bawahsadar ke alam pikiran2 jang kan pikiran2 manusia biasa. Saja kira bahwa inilah bukti
sadar. njata tentang keistimewaan keharuan dalam perasaan, dari
Maka timbullah pertanjaan: mana muntjul perasaan dan pikiran itu."
„Apakah tampilnja pikiran2 bawahsadar ini tak meng- Demikian kata Constable.
ganggu hubungan telepati ?" Kechususan sifat keharuan itu membangkitkan keingin-
Pertanjaan ini harus didjawab dengan „ja", akan tetapi an untuk menguraikan dan menafsirkan alampikirannja
pada banjak peristiwa telepati sertamerta, kita tak usah pada orang2 jang menerima. Mereka mentjari sebab mu-
memperhatikan gangguan2 ini. sababnja untuk menerangkan hal2 aneh (asing) jang mereka
Pertama, dari banjak kisah peristiwa2 telepati sertamerta alami; djikalau kenjataan2nja sesuai dengan „perasaan2nja
ternjata, bahwa orang2 jang menerima pesan telepatis jakin jang aneh" itu, mereka jakin akan adanja hubungan tele-
akan keistimewaan jang ada dalam pesan itu. pati. Akan tetapi sesungguhnja perasaan2 dan pikiran2 jang
Mereka dari mula jakin, bahwa berita telepatis tak tam- muntjul itu ber-bagai2 matjamnja. Ada kalanja perasaan2
pil kedalam pikiran setjara biasa, melainkan setjara adiko- itu menimbulkan pikiran2 tertentu, akan tetapi ada kalanja
drati. pula tetap sadja berupa perasaan2.
Profesor Oliver Lodge menjaksikan pada beberapa per- Ketika mendengar bunji lontjeng, pelaut itu tak menge-
istiwa eksperimental: tahui, untuk. siapa suara itu dimaksudkan, demikian pula
„Mengenai perasaan2 para penerima, jang mendapat Nn. M., ketika merasa sakit, dingin dan sedih, tak tahu
kesan telepatis, maka seolah-olah pikiran2 sadarnja men- bahwa kemenakannja meninggal dunia.
dapat pengaruh2 jang datang dari tatapikiran2 lain, dan Maka disin: kita menjaksikan, bahwa banjak penerima
sekali, dua kali, meskipun tidak sadar, mereka mengeluh, sadar akan perasaan, bukan gagasan2 jang djelas. Dalam
bahwa tiada tenaga atau sesuatu jang bekerdja, dan bahwa hal ini kita ingat akan arti harfiah perkataan telepati, jakni
bukan sadja mereka itu tak menerima kesan2, akan tetapi „merasa dari djauh" atau perasaan-„djaUh". Perasaan itu
bahwa mereka tak merasa bahwa kesan2 itu akan datang." selalu mendahului pikiran. Apabila orang menerima suatu
Constable menambahkan: pesan telepati, „perasaan"nja itulah jang kesentuh lebih
,.Peristiwa2 menundjukkan, bahwa pengalaman peribadi dulu, dan perasaan ini menimbulkan pikiran djelas dalam
si penerima bersifat luarbiasa. Kita semua tentu sudah alampikirannja atau mungkin djuga pikiran itu tak timbul.

53

52
Peristiwa kelima, dengan gedjala-tjahajanja, adalah chas mengalami mimpi-siang atau tidur. Akan tetapi penerima2
bagi kepertjajaan lama, bahwa roh2, malaikat2, dllnja, mem- ini menerangkan, bahwa pengalaman mereka bukanlah
punjai badan jang mengeluarkan tjahaja. Ajah, ketika chajalan semata-mata. Mereka semuanja merasakan keha-
menerima kabar-kematian setjara telepatis, melihat gedjala- ruan aneh, jang mengesan sekali.
tjahaja, disebabkan oleh pikiran2 tertentu dalam bawah- Dalam banjak hal — bahkan kebanjakan — penerima2
sadarnja, dimana gagasan tentang-kematian dihubungkan itu hanja sekali atau dua kali mengalami kontak telepati,
dengan chajalan (angan2) tentang roh2 jang bertjahaja. sementara mereka itu sering mengalami chajalan2 biasa.
Demikianlah banjak peristiwa2 telepati sertamerta bisa Apakah jang menjebabkan kesan jang chusus ini ? Pikiran
diuraikan dan diterangkan. Kita lalu bisa mengetahui tje- itu sendiri atau pengalaman ? Saja kira tidak ! Pada hemat
tusan djiwa (impuls), jang timbul sebelum terdjadi pesan saja kesan itu disebabkan oleh impresi chusus jang memun-
telepati, dan kitapun menjaksikan dengan alat2 apa pesan tjulkan pikiran2 itu, oleh karena pikiran2 itu tetap merupa-
ini dinaikkan dari dalam bawahsadar ke alam pikiran2 jang kan pikiran2 manusia biasa. Saja kira bahwa inilah bukti
sadar. njata tentang keistimewaan keharuan dalam perasaan, dari
Maka timbullah pertanjaan: mana muntjul perasaan dan pikiran itu."
„Apakah tampilnja pikiran2 bawahsadar ini tak meng- Demikian kata Constable.
ganggu hubungan telepati ?" Kechususan sifat keharuan itu membangkitkan keingin-
Pertanjaan ini harus didjawab dengan „ja", akan tetapi an untuk menguraikan dan menafsirkan alampikirannja
pada banjak peristiwa telepati sertamerta, kita tak usah pada orang2 jang menerima. Mereka mentjari sebab mu-
memperhatikan gangguan2 ini. sababnja untuk menerangkan hal2 aneh (asing) jang mereka
Pertama, dari banjak kisah peristiwa2 telepati sertamerta alami; djikalau kenjataan2nja sesuai dengan „perasaan2nja
ternjata, bahwa orang2 jang menerima pesan telepatis jakin jang aneh" itu, mereka jakin akan adanja hubungan tele-
akan keistimewaan jang ada dalam pesan itu. pati. Akan tetapi sesungguhnja perasaan2 dan pikiran2 jang
Mereka dari mula jakin, bahwa berita telepatis tak tam- muntjul itu ber-bagai2 matjamnja. Ada kalanja perasaan2
pil kedalam pikiran setjara biasa, melainkan setjara adiko- itu menimbulkan pikiran2 tertentu, akan tetapi ada kalanja
drati. pula tetap sadja berupa perasaan2.
Profesor Oliver Lodge menjaksikan pada beberapa per- Ketika mendengar bunji lontjeng, pelaut itu tak menge-
istiwa eksperimental: tahui, untuk. siapa suara itu dimaksudkan, demikian pula
„Mengenai perasaan2 para penerima, jang mendapat Nn. M., ketika merasa sakit, dingin dan sedih, tak tahu
kesan telepatis, maka seolah-olah pikiran2 sadarnja men- bahwa kemenakannja meninggal dunia.
dapat pengaruh2 jang datang dari tatapikiran2 lain, dan Maka disin: kita menjaksikan, bahwa banjak penerima
sekali, dua kali, meskipun tidak sadar, mereka mengeluh, sadar akan perasaan, bukan gagasan2 jang djelas. Dalam
bahwa tiada tenaga atau sesuatu jang bekerdja, dan bahwa hal ini kita ingat akan arti harfiah perkataan telepati, jakni
bukan sadja mereka itu tak menerima kesan2, akan tetapi „merasa dari djauh" atau perasaan-„djaUh". Perasaan itu
bahwa mereka tak merasa bahwa kesan2 itu akan datang." selalu mendahului pikiran. Apabila orang menerima suatu
Constable menambahkan: pesan telepati, „perasaan"nja itulah jang kesentuh lebih
,.Peristiwa2 menundjukkan, bahwa pengalaman peribadi dulu, dan perasaan ini menimbulkan pikiran djelas dalam
si penerima bersifat luarbiasa. Kita semua tentu sudah alampikirannja atau mungkin djuga pikiran itu tak timbul.
100

53
„Djika sekarang ini," kata Constable, „kita mengingat pikiran2 jang mendjadi sadar. Ia menulis: „Banja~k per-
banjaknja peristiwa2, dimana kesan2 mendahului timbulnja istiwa2, dimana „phantasms" baru kemudian diinsjafi be-
pikiran2, maka saja kira dalam hal2 lain kita harus menarik berapa waktu setelah penjiarnja (pengisinja) meninggal
kesimpulan bahwa impressi 2 (kesan2) bisa djadi disusul oleh dunia, bahkan: beberapa waktu setelah terdjadi kematian-
pikiran2. Dan apakah artinja ini ? Ini berarti bahwa kesan- djasmani jang sesungguhnja. Dalam hal ini „phantasms"
ini membuktikan adanja pendjelmaan (manifestasi) telepatis selalu menantikan suatu saat tenang — biasanja malam —
kepada si penerima dalam bentuk penjadaran keharuan untuk pemuntjulannja, dan agaknja kesan diterima pada
perasaan (sebagai peribadi 2 intuitif). Keharuan 2 itu berasal saat ka w an itu meninggal dunia, setelah mana kesan (im-
dari dunia-luar atau orang 2 jang berdjauhan, dan pendjel- pressi) mendjalani masa-istirahat dalam bawahsadar si pe-
maan2 ini bisa timbul, akan tetapi tak mendjadi pikiran2 nerima, dan baru dikembangkan atau disadarkan, segera
tertentu, karena dajapengertian tak tjukup aktif." setelah rangsang jang berasal dari kesibukan sehari-hari
tak lagi menguasai otak."
Dalam banjak hubungan 2 telepati jang telah ditjatat dan
diumumkan, kita menemukan peristiwa2 telepati tak-sadar
J
Sebagai pendjelasan peristiwa tentang penjadaran jang
disamping peristiwa2 telepati setengah-sadar. ditangguhkan, kita ingin mengemukakan suatu hubungan
Ada kalanja kesan telepati beberapa djam lamanja tetap telepatis, jang rrengandung peristiwa demikian itu. Peris-
tak tersadari, kemudian pada suatu saat sekonjong-konjong tiwa ini dikutip oleh Constable dari,,Proceedings", madjalah
muntjul berupa pikiran2 sadar. mana sering mengemukakan peristiwa2 sematjam itu. Kita
Sering orang menganggapnja sebagai peristiwa luar- terdjemahkan dari buku Constable:
biasa, sebagai pendjelmaan roh 2 orang mati, beberapa djam Njonja P. memberitahukan peristiwa sbb. kepada kita:
setelah orangnja meninggal dunia. Padahal sesungguhnja „Saja bangun tidur pada djam biasa, pagi, tatkala ter-
tak usah ada pendjelmaan 2 demikian itu. djadi ketjelakaan itu (ketjelakaan jang dialami oleh saudara
Sering terdjadi dalam kehidupan sehari-hari, pikiran2 iaki2nja, Edmund, jang tinggal beberapa kilometer dari
tertentu mengalami sematjam waktu-istirahat. Pikiran2 itu rumahnja), kira2 djam enam. Malamnja saja tidur terus-
harus ditjerna lebih dahulu, dan baru tampil sebagai pikiran2 menerus tanpa mimpi atau bangun.
sadar, setelah pikiran2 lain jang lebih kuat, dan merintangi- Ketika bangun, diliputi oleh suasana sedih sekali, pera-
nja, mendjadi lemah. saan mana tak bisa saja lenjapkan.
Orang, jang asjik memikirkan soal ilmupasti, boleh djadi Setelah makan pagi, suami saja berangkat ketempat
menerima suatu pesan telepati dalam otaknja, akan tetapi kerdja dan pada waktunja anak2 saja siapkan untuk masuk
sedikit sekali kemungkinan pesan itu mendjadi sadar. Be- sekolah, dan saja tinggal sendirian dirumah. Tak lama ke-
berapa djam kemudian, konsentrasi-pikiran berhenti, soal mudian, saja ingin menuang dan minum teh, barangkali
ilmu-pasti tenggelam dalam bawahsadar, pikiran2 lain men- perasaan2 jang sedih-suram itu akan lenjap. Saja meng-
dapat kesempatan tampil kedepan. Baru pada saat itulah, hampiri almari-makan, mengambil daun teh, dan ketika saja
hubungan telepati bisa menimbulkan pikiran2 sadar. menoleh, tampak saudara saja Edmund berdiri didepan saja,
beberapa meter djauhnja.
Seorang penulis Inggeris, Mijers, jang menamakan Nj. P. kemudian mentjeritakan ketjelakaan jang menim-
pikiran 2 telepati itu ,,phantasms", djuga membahas masalah pa saudara Iaki2nja sampai pada hal jang se-ketjil 2 nja, se-

54
„Djika sekarang ini," kata Constable, „kita mengingat pikiran2 jang mendjadi sadar. Ia menulis: „Banjak per-
banjaknja peristiwa2, dimana kesan2 mendahului timbulnja istiwa2, dimana „phantasms" baru kemudian diinsjafi be-
pikiran2, maka saja kira dalam hal2 lain kita harus menarik berapa waktu setelah penjiarnja (pengisinja) meninggal
kesimpulan bahwa impressi 2 (kesan2) bisa djadi disusul oleh dunia, bahkan: beberapa waktu setelah terdjadi kematian-
pikiran2. Dan apakah artinja ini ? Ini berarti bahwa kesan- djasmani jang sesungguhnja. Dalam hal ini „phantasms"
ini membuktikan adanja pendjelmaan (manifestasi) telepatis selalu menantikan suatu saat tenang — biasanja malam —
kepada si penerima dalam bentuk penjadaran keharuan untuk pemuntjulannja, dan agaknja kesan diterima pada
perasaan (sebagai peribadi 2 intuitif). Keharuan 2 itu berasal saat ka w an itu meninggal dunia, setelah mana kesan (im-
dari dunia-luar atau orang 2 jang berdjauhan, dan pendjel- pressi) mendjalani masa-istirahat dalam bawahsadar si pe-
maan2 ini bisa timbul, akan tetapi tak mendjadi pikiran2 nerima, dan baru dikembangkan atau disadarkan, segera
tertentu, karena dajapengertian tak tjukup aktif." setelah rangsang jang berasal dari kesibukan sehari-hari
tak lagi menguasai otak."
Dalam banjak hubungan 2 telepati jang telah ditjatat dan
diumumkan, kita menemukan peristiwa2 telepati tak-sadar Sebagai pendjelasan peristiwa tentang penjadaran jang
disamping peristiwa2 telepati setengah-sadar. ditangguhkan, kita ingin mengemukakan suatu hubungan
Ada kalanja kesan telepati beberapa djam lamanja tetap telepatis, jang rrengandung peristiwa demikian itu. Peris-
tak tersadari, kemudian pada suatu saat sekonjong-konjong tiwa ini dikutip oleh Constable dari,,Proceedings", madjalah
muntjul berupa pikiran2 sadar. mana sering mengemukakan peristiwa2 sematjam itu. Kita
Sering orang menganggapnja sebagai peristiwa luar- terdjemahkan dari buku Constable:
biasa, sebagai pendjelmaan roh 2 orang mati, beberapa djam Njonja P. memberitahukan peristiwa sbb. kepada kita:
setelah orangnja meninggal dunia. Padahal sesungguhnja „Saja bangun tidur pada djam biasa, pagi, tatkala ter-
tak usah ada pendjelmaan 2 demikian itu. djadi ketjelakaan itu (ketjelakaan jang dialami oleh saudara
Sering terdjadi dalam kehidupan sehari-hari, pikiran2 iaki2nja, Edmund, jang tinggal beberapa kilometer dari
tertentu mengalami sematjam waktu-istirahat. Pikiran2 itu rumahnja), kira2 djam enam. Malamnja saja tidur terus-
harus ditjerna lebih dahulu, dan baru tampil sebagai pikiran2 menerus tanpa mimpi atau bangun.
sadar, setelah pikiran2 lain jang lebih kuat, dan merintangi- Ketika bangun, diliputi oleh suasana sedih sekali, pera-
nja, mendjadi lemah. saan mana tak bisa saja lenjapkan.
Orang, jang asjik memikirkan soal ilmupasti, boleh djadi Setelah makan pagi, suami saja berangkat ketempat
menerima suatu pesan telepati dalam otaknja, akan tetapi kerdja dan pada waktunja anak2 saja siapkan untuk masuk
sedikit sekali kemungkinan pesan itu mendjadi sadar. Be- sekolah, dan saja tinggal sendirian dirumah. Tak lama ke-
berapa djam kemudian, konsentrasi-pikiran berhenti, soal mudian, saja ingin menuang dan minum teh, barangkali
ilmu-pasti tenggelam dalam bawahsadar, pikiran2 lain men- perasaan2 jang sedih-suram itu akan lenjap. Saja meng-
dapat kesempatan tampil kedepan. Baru pada saat itulah, hampiri almari-makan, mengambil daun teh, dan ketika saja
hubungan telepati bisa menimbulkan pikiran2 sadar. menoleh, tampak saudara saja Edmund berdiri didepan saja,
beberapa meter djauhnja.
Seorang penulis Inggeris, Mijers, jang menamakan Nj. P. kemudian mentjeritakan ketjelakaan jang menim-
pikiran 2 telepati itu ,,phantasms", djuga membahas masalah pa saudara Iaki2nja sampai pada hal jang se-ketjil 2 nja, se-

54

55
perti jang nampak dalam bajangan. Kemudian ternjata ke- bukanlah pengiriman „pikiran". Ada jang bersikap lebih
tjelakaan itu memang terdjadi, tjotjok dengan apa jang djauh lagi, dan menempatkan hubungan-telepati diluar pi-
diuraikannja itu. kiran samaseka \ Pikiran2 sadar hanja merupakan akibat
Adapun ketjelakaan itu terdjadi pada djam tiga malam. dari kerdja-perasaan, jang terdjadi dalam hubungan tele-
Nj. P. bangun pada djam enam pagi, djadi tiga djam setelah pati.
terdjadi peristiwa itu, ia merasa sedih sekali. Maka tiga Anggapan ini tak berlaku pada setiap peristiwa telepati
djam lagi, djadi enam djam setelah terdjadi ketjelakaan, sertamerta atau eksperimental.
dimana Nj. P. jang sedih itu dalam pikirannja melihat ke-
tjelakaan jang menimpa saudara laki2nja. Maka, bagaimana Dalam telepati eksperimental misalnja, pikiran2 sadar
keterangannja ? Bahwasanja pengaruh telepati itu baru ter- dan pemusatan-pikir itu sendiri memegang peranan pen-
djadi djam sernbilan pagi atau sudah pada djam tiga pagi ting, jang mana bertentangan dengan anggapan, bahwa
(malam) ? pikiran tak memegang peranan apa2 dalam telepati.
Njonja Sidgwick, jang melapurkan peristiwa diatas, me- Namun, ada kemungkinan bahwa telepati tanpa pikiran2
njangka bahwa pengaruh telepatis itu terdjadi pada djam sadar dan tanpa pemusatan-pikiran bisa pula terdjadi,
scmbilan pagi. karena pada peristiwa2 telepati sertamerta, si pengirim
Djelaslah bahwa kita tak bisa menerima keterangan ini. pikiran2 tak pernah atau djarang sekali tampil sebagai
Dari apa jang kita kutip dari Constable dan Mijers, ternjata, djurutelepati jang sadar. Hampir tak pernah ia bermaksud
bahwa pemberitaan telepati bisa tetap dalam keadaan tak- setjara sengadja menerima pesan setjara telepati.
sadar, sebagian atau seluruhnja. Oleh karena itu, kita tak usah ragu2 untuk menerima,
Dan memang demikianlah adanja. Nj. P. bangun dari bahwa sering dalam telepati sertamerta pikiran memegang
tidur diliputi perasaan sedih dan tertekan, jang membukti- peranan ketjil, sedangkan perasaan memegang peranan
kan adanja pengaruh telepatis jang telah dialami. besar sekali.
Karena sibuknja, makan pagi, menjiapkan anak2 berang- Namun, perasaan penjiar tak dipindahkan, atau lebih
kat kesekolah, ia tak ada waktu untuk merenungkannja tepat: tak perlu dipindahkan pada si penerima.
tenang 2 ! Kewadjiban2nja ketika itu memerlukan seluruh Penerima, jang sedih sekali ketika menerima berita
perhatiannja. Achirnja, pada djam sembilan ada saat jang kematian setjara telepatis se-mata2 menuruti kesan peri-
tenang. Wanita jang tadinja sibuk itu sempat bernapas, dan badi. Boleh disangsikan, apakah orang jang memantjarkan
ia memutuskan untuk menuang dan minum teh, supaja hati- berita dalam sikaratulmaut merasa sedih atau suram. Ba-
nja menjadi agak tenang. Dalam saat jang tenang itu, njak orang pada saat mendjelang mati bersikap tenang atau
hubungan telepati mendapat kesempatan naik-membubung se-tidak2nja atjuh-tak-atjuh ; hanja beberapa orang sadja
melewati ambang-kesadaran, diiringi dengan penglihatan jang mati dengan wadjah jang dikerutkan atau dengan kaki-
sadar (dan se-konjong2) dari ketjelakaan. tangan jang dibengkokkan.
Jang aneh pada peristiwa2 ini ialah selalu adanja hu- Dalam pada itu, mati bukanlah hal jang mentjemaskan,
bungan chusus antara perasaan jang terdjadi sebelumnja bukan pula pengalaman jang menjedihkan. Ada kalanja
dan pikiran2 jang timbul kemudian. Bahwa perasaan itu orang mati nampaknja sangat bahagia.
terdjadi sebelum dan dibalik pikiran2, sudah selajaknja, Kesimpulan apakah jang bisa kita ambil dari semua ini ?
karena orang ingin membuktikan bahwa jang terdjadi demikian Constable bertanja, jang didjawab sendiri: „Per-

57

56
perti jang nampak dalam bajangan. Kemudian ternjata ke- bukanlah pengiriman „pikiran". Ada jang bersikap lebih
tjelakaan itu memang terdjadi, tjotjok dengan apa jang djauh lagi, dan menempatkan hubungan-telepati diluar pi-
diuraikannja itu. kiran samaseka \ Pikiran2 sadar hanja merupakan akibat
Adapun ketjelakaan itu terdjadi pada djam tiga malam. dari kerdja-perasaan, jang terdjadi dalam hubungan tele-
Nj. P. bangun pada djam enam pagi, djadi tiga djam setelah pati.
terdjadi peristiwa itu, ia merasa sedih sekali. Maka tiga Anggapan ini tak berlaku pada setiap peristiwa telepati
djam lagi, djadi enam djam setelah terdjadi ketjelakaan, sertamerta atau eksperimental.
dimana Nj. P. jang sedih itu dalam pikirannja melihat ke-
tjelakaan jang menimpa saudara laki2nja. Maka, bagaimana Dalam telepati eksperimental misalnja, pikiran2 sadar
keterangannja ? Bahwasanja pengaruh telepati itu baru ter- dan pemusatan-pikir itu sendiri memegang peranan pen-
djadi djam sernbilan pagi atau sudah pada djam tiga pagi ting, jang mana bertentangan dengan anggapan, bahwa
(malam) ? pikiran tak memegang peranan apa2 dalam telepati.
Njonja Sidgwick, jang melapurkan peristiwa diatas, me- Namun, ada kemungkinan bahwa telepati tanpa pikiran2
njangka bahwa pengaruh telepatis itu terdjadi pada djam sadar dan tanpa pemusatan-pikiran bisa pula terdjadi,
scmbilan pagi. karena pada peristiwa2 telepati sertamerta, si pengirim
Djelaslah bahwa kita tak bisa menerima keterangan ini. pikiran2 tak pernah atau djarang sekali tampil sebagai
Dari apa jang kita kutip dari Constable dan Mijers, ternjata, djurutelepati jang sadar. Hampir tak pernah ia bermaksud
bahwa pemberitaan telepati bisa tetap dalam keadaan tak- setjara sengadja menerima pesan setjara telepati.
sadar, sebagian atau seluruhnja. Oleh karena itu, kita tak usah ragu2 untuk menerima,
Dan memang demikianlah adanja. Nj. P. bangun dari bahwa sering dalam telepati sertamerta pikiran memegang
tidur diliputi perasaan sedih dan tertekan, jang membukti- peranan ketjil, sedangkan perasaan memegang peranan
kan adanja pengaruh telepatis jang telah dialami. besar sekali.
Karena sibuknja, makan pagi, menjiapkan anak2 berang- Namun, perasaan penjiar tak dipindahkan, atau lebih
kat kesekolah, ia tak ada waktu untuk merenungkannja tepat: tak perlu dipindahkan pada si penerima.
tenang 2 ! Kewadjiban2nja ketika itu memerlukan seluruh Penerima, jang sedih sekali ketika menerima berita
perhatiannja. Achirnja, pada djam sembilan ada saat jang kematian setjara telepatis se-mata2 menuruti kesan peri-
tenang. Wanita jang tadinja sibuk itu sempat bernapas, dan badi. Boleh disangsikan, apakah orang jang memantjarkan
ia memutuskan untuk menuang dan minum teh, supaja hati- berita dalam sikaratulmaut merasa sedih atau suram. Ba-
nja menjadi agak tenang. Dalam saat jang tenang itu, njak orang pada saat mendjelang mati bersikap tenang atau
hubungan telepati mendapat kesempatan naik-membubung se-tidak2nja atjuh-tak-atjuh ; hanja beberapa orang sadja
melewati ambang-kesadaran, diiringi dengan penglihatan jang mati dengan wadjah jang dikerutkan atau dengan kaki-
sadar (dan se-konjong2) dari ketjelakaan. tangan jang dibengkokkan.
Jang aneh pada peristiwa2 ini ialah selalu adanja hu- Dalam pada itu, mati bukanlah hal jang mentjemaskan,
bungan chusus antara perasaan jang terdjadi sebelumnja bukan pula pengalaman jang menjedihkan. Ada kalanja
dan pikiran2 jang timbul kemudian. Bahwa perasaan itu orang mati nampaknja sangat bahagia.
terdjadi sebelum dan dibalik pikiran2, sudah selajaknja, Kesimpulan apakah jang bisa kita ambil dari semua ini ?
karena orang ingin membuktikan bahwa jang terdjadi demikian Constable bertanja, jang didjawab sendiri: „Per-

5(3

57
istiwa itu memberi impressi telepati kepada penerima, jang
bersifat perseorangan (peribadi), dan impressi (kesan) ini
boleh bertentangan dengan perasaan si pemantjar (penjiar). 7
BAB K E E N A M
Kita bisa membajangkannja sbb.:
A meninggal dunia dan menerangkan bahwa ia senang
dan bahagia, karena akan pindah kealam jang lebih baik. MIMP1 T E L E P A T I S
B pada saat jang sama menerima suatu kesan sangat Hal pengkisahan dalam mimpi. — Unsur= chajalan dalam mimpi 2
sedih, dan timbullah pikiran2 „Mudah2an A tak mati!" Dan telepati. — Unsur 3 kebetulan dalam mimpi telepati. — Mimpi 2
mana jang paling tjotjok. — Suatu tjontoh dari negeri Belanda. —
apakah jang terdjadi? Bahwa B seolah-olah mengetahui Tjontohs lain. — Kesimpula* jang tak beralasan dalam mimpi a
kematian A, dan bahwa ia tak menanggapi suasana-djiwa A. biasa dan mimpi 2 ' telepati. — Peluasan telepati-mimpi. — Unsur
pelambang dalam mimpi. — Pengiriman pikiran 3 sadar dalam
Djadi hubungan telepati antara pemantjar dan penerima mimpi. — Beberapa p°ristiwa, jang memeng aneh.
berupa pemindahan impressi 2 : sesuatu jang mendjelma
dalam impressi2 penjiar dan penerima (jang.mungkin ber- IMPI adalalx gedjala jang memang belum bisa di-
beda2). terangkan setjara memuaskan. Sekarang ini kita
Para okkultis mengira bahwa „sesuatu" ini adalah ge- tak lagi menganggap mimpi sebagai sesuatu jang
taran, jang mengiringi suatu pikiran. disebabkan oleh hal2 jang adikodrati. Apa jang terlihat
dalam mimpi tak lagi ditafsirkan setjara adikodrati.
Para ahli ilmudjiwa dalam pada itu melihat dalam mimpi
berbagai gedjala2, jang didjadikan bahan studi jang men-
dalam.
Mimpi adalah suatu pendjelmaan (pengutjapan) bawah-
sadar, jang djuga bekerdja selama orang tidur, dan dimana
kadang2 rantai-pikiran itu sekonjong-konjong mendjelma
mendjadi pikiran2 sadar.
Ada ketokan dipintu, dan orang jang sedang tidur mulai
bermimpi. Ia ada dihutan, mula2 memandang pohon 2 indah,
akan tetapi tiba2 lari karena ada gerombolan orang2 Indian,
dan salah seorang diantaranja memukulnja keras2 dikepala.
Inilah pendjelmaan ketokan (pukulan) dipintu, dan bangun-
lah ia. Dalam satu detik pukulan itu, ia telah mengalami
kisah mimpi jang tjukup pandjang, dimana ketokan pintu
telah di„kisahkan" mendjadi suatu pengalaman jang tak
enak dalam hutan.

Djika kita memperhatikan sifat2 mimpi, maka banjak


mimpi2 telepati mudah diterangkan.

59

58
istiwa itu memberi impressi telepati kepada penerima, jang
bersifat perseorangan (peribadi), dan impressi (kesan) ini
boleh bertentangan dengan perasaan si pemantjar (penjiar). 7
BAB K E E N A M
Kita bisa membajangkannja sbb.:
A meninggal dunia dan menerangkan bahwa ia senang
dan bahagia, karena akan pindah kealam jang lebih baik. MIMP1 T E L E P A T I S
B pada saat jang sama menerima suatu kesan sangat Hal pengkisahan dalam mimpi. — Unsur= chajalan dalam mimpi 2
sedih, dan timbullah pikiran2 „Mudah2an A tak mati!" Dan telepati. — Unsur 3 kebetulan dalam mimpi telepati. — Mimpi 2
mana jang paling tjotjok. — Suatu tjontoh dari negeri Belanda. —
apakah jang terdjadi? Bahwa B seolah-olah mengetahui Tjontohs lain. — Kesimpula* jang tak beralasan dalam mimpi a
kematian A, dan bahwa ia tak menanggapi suasana-djiwa A. biasa dan mimpi 2 ' telepati. — Peluasan telepati-mimpi. — Unsur
pelambang dalam mimpi. — Pengiriman pikiran 3 sadar dalam
Djadi hubungan telepati antara pemantjar dan penerima mimpi. — Beberapa p°ristiwa, jang memeng aneh.
berupa pemindahan impressi 2 : sesuatu jang mendjelma
dalam impressi2 penjiar dan penerima (jang.mungkin ber- IMPI adalalx gedjala jang memang belum bisa di-
beda2). terangkan setjara memuaskan. Sekarang ini kita
Para okkultis mengira bahwa „sesuatu" ini adalah ge- tak lagi menganggap mimpi sebagai sesuatu jang
taran, jang mengiringi suatu pikiran. disebabkan oleh hal2 jang adikodrati. Apa jang terlihat
dalam mimpi tak lagi ditafsirkan setjara adikodrati.
Para ahli ilmudjiwa dalam pada itu melihat dalam mimpi
berbagai gedjala2, jang didjadikan bahan studi jang men-
dalam.
Mimpi adalah suatu pendjelmaan (pengutjapan) bawah-
sadar, jang djuga bekerdja selama orang tidur, dan dimana
kadang2 rantai-pikiran itu sekonjong-konjong mendjelma
mendjadi pikiran2 sadar.
Ada ketokan dipintu, dan orang jang sedang tidur mulai
bermimpi. Ia ada dihutan, mula2 memandang pohon 2 indah,
akan tetapi tiba2 lari karena ada gerombolan orang2 Indian,
dan salah seorang diantaranja memukulnja keras2 dikepala.
Inilah pendjelmaan ketokan (pukulan) dipintu, dan bangun-
lah ia. Dalam satu detik pukulan itu, ia telah mengalami
kisah mimpi jang tjukup pandjang, dimana ketokan pintu
telah di„kisahkan" mendjadi suatu pengalaman jang tak
enak dalam hutan.

Djika kita memperhatikan sifat2 mimpi, maka banjak


mimpi2 telepati mudah diterangkan.

59
14 ber-deret2. Diatas randjang2 itu saja melihat duabelas orang
Orang tidur menerima suatu berita telepatis dari seorang rekan saja, ber-djedjer 2 menurut umur. (Sebagai rekan kita
kawan, jang sakit, dan dalam mimpinja ia melihat sebuah sama tingkat, akan tetapi berlainan masa-kerdja, sehingga
rumahsakit, dimana sebuah mobil ambulance lewat didepan- kita seolah-olah merupakan suatu barisan bernomor, diatur
nja. Dari dalam mobil itu dikeluarkan orang sakit, dan menurut tanggal pengangkatan).
ketika ada angin meniup kain dari brankar, dilihatnja wa- Se-konjong2 djendela terbuka. Dalam djendela itu —
djah temannia. ketika itu penerangannja samar2 — melontjatlah rong-
Ini suatu pemberitahuan setjara telepatis dalam mimpi kongan jang berpitji lantjip: el maut. Rongkongan ini se-
jang di„kisahkan" (didramatisir), dan dalam pada itu dise- bentar melihat-lihat sekelilingnja, lalu melontjat kebawah,
lubungi chajalan seperti peristiwa pukulan pada pintu. menghampiri randjang saja. Akan tetapi kemudian ia ber-
henti, memegangi rekan saja jang senomor lebih tua dari
Dalam menerangkan mimpi telepati, sebaiknja kita ber- saja, merenggutnja dari randjang, mendorongnja kepintu,
sikap kritis. Unsur2 chajalan, jang diambil dari bawahsadar sehingga pintu ini terbuka. Dibelakang pintu berdiri dua
kadang2 membikin kabur hasil2 pengaruh telepatis itu, dan rongkongan ketjil, pembantu2 algodjo, berpitji-pikolo, dan
hendaknja kita djangan memberi arti kepada chajalan lebih pada tengkoraknja tertjantum bidji kantjing emas. El maut
dari semestinja. Faktor penting kedua pada mimpi-telepati menendang dan mendorong rekan saja kearah pembantu2-
ialah unsur kebetulan. Banjalc orang jang setiap malam nja, jang tjepat2 memegangi bahu rekan saja itu dan mem-
mimpi, dan ketika bangun ingat samar2 hal2 jang dilihat bawanja pergi. Lalu, semua menjadi kabur, saja bangun."
dalam mimpinja, ada jang kadang2 sadja bermimpi, dan Mimpi ini ternjata sesuai dengan kenjataan.
kesan mimpi itu kadang2 njata, kadang2 kabur. Ada pula
Goedhart jakin, bahwa „tiada tambahan2 atau bumbu2an,
jang gambaran2 mimpi telah sedemikian berobahnja, se- dan bahwa B. se-mata2 mentjeritakan apa jang diimpikan,
hingga tak ada harganja lagi, karena hampir semua kedja- lain tidak."
dian bisa dihubungkan dengannja.
Jang bisa dianggap mimpi telepati ialah mimpi jang Veren. Voor Psych. Research menanjakan peristiwa ini
mengisahkan peristiwa2, jang tjotjok dengan kenjataan. kepada B. sendiri, jang menerangkan, bahwa ia memang
Misalnja orang mimpi ada orang mati. Apabila esoknja bermimpi seperti itu, jakni mimpinja itu terdjadi pada ma-
ternjata bahwa orang jang diimpikan itu memang mati, lam Minggu, dan Minggu sorenja dimedja-makan ia men-
bolehlah ini disebut mimpi-telepati. Suatu peristiwa mimpi- tjeritakan hal tsb. kepada ibunja dan kakak perempuannja.
telepati jang istimewa telah diumumkan oleh Vereeniging
Senin pagi, demikian ia menulis, saja masuk kerdja me-
voor Psychological Research.
lihat rekan2 saja mukanja sedih2, dan mereka mengatakan
Perkumpulan ini menerima lapu^an dari F. Goedhart, bahwa rekan kita jang satu nomor lebih tua dari saja telah
direktur HBS di Den Haag, mengenai mimpi jang telah di- meninggal dunia, sehari j ang lalu, jakni pada Minggu pagi
alami oleh bekas muridnja bernama B. B ini mengkisah- antara djam 5 dan 7 setjara tiba2, karena abses jang mun-
kan sbb.: tjul dalam kepalanja dan jang barangkali adalah akibat
„Saja melihat diri saja tidur dalam kamar-tidur. Kamar- djatuh beberapa tahun jang lalu.
tiaur ini luas, dan lebih merupakan bangsal-tidur. Saja tak
Sesungguhnja saja tak menjangka rekan saja itu me-
tidur dalam tempat tidur saja sendiri, melainkan diatas
ninggal. Kita bertemu tiap2 dua minggu sekali. Kita ber-
randjang besi, sedangkan disampingnja ada randjang2 lain
61

60
14 ber-deret2. Diatas randjang2 itu saja melihat duabelas orang
Orang tidur menerima suatu berita telepatis dari seorang rekan saja, ber-djedjer 2 menurut umur. (Sebagai rekan kita
kawan, jang sakit, dan dalam mimpinja ia melihat sebuah sama tingkat, akan tetapi berlainan masa-kerdja, sehingga
rumahsakit, dimana sebuah mobil ambulance lewat didepan- kita seolah-olah merupakan suatu barisan bernomor, diatur
nja. Dari dalam mobil itu dikeluarkan orang sakit, dan menurut tanggal pengangkatan).
ketika ada angin meniup kain dari brankar, dilihatnja wa- Se-konjong2 djendela terbuka. Dalam djendela itu —
djah temannia. ketika itu penerangannja samar2 — melontjatlah rong-
Ini suatu pemberitahuan setjara telepatis dalam mimpi kongan jang berpitji lantjip: el maut. Rongkongan ini se-
jang di„kisahkan" (didramatisir), dan dalam pada itu dise- bentar melihat-lihat sekelilingnja, lalu melontjat kebawah,
lubungi chajalan seperti peristiwa pukulan pada pintu. menghampiri randjang saja. Akan tetapi kemudian ia ber-
henti, memegangi rekan saja jang senomor lebih tua dari
Dalam menerangkan mimpi telepati, sebaiknja kita ber- saja, merenggutnja dari randjang, mendorongnja kepintu,
sikap kritis. Unsur2 chajalan, jang diambil dari bawahsadar sehingga pintu ini terbuka. Dibelakang pintu berdiri dua
kadang2 membikin kabur hasil2 pengaruh telepatis itu, dan rongkongan ketjil, pembantu2 algodjo, berpitji-pikolo, dan
hendaknja kita djangan memberi arti kepada chajalan lebih pada tengkoraknja tertjantum bidji kantjing emas. El maut
dari semestinja. Faktor penting kedua pada mimpi-telepati menendang dan mendorong rekan saja kearah pembantu2-
ialah unsur kebetulan. Banjalc orang jang setiap malam nja, jang tjepat2 memegangi bahu rekan saja itu dan mem-
mimpi, dan ketika bangun ingat samar2 hal2 jang dilihat bawanja pergi. Lalu, semua menjadi kabur, saja bangun."
dalam mimpinja, ada jang kadang2 sadja bermimpi, dan Mimpi ini ternjata sesuai dengan kenjataan.
kesan mimpi itu kadang2 njata, kadang2 kabur. Ada pula
Goedhart jakin, bahwa „tiada tambahan2 atau bumbu2an,
jang gambaran2 mimpi telah sedemikian berobahnja, se- dan bahwa B. se-mata2 mentjeritakan apa jang diimpikan,
hingga tak ada harganja lagi, karena hampir semua kedja- lain tidak."
dian bisa dihubungkan dengannja.
Jang bisa dianggap mimpi telepati ialah mimpi jang Veren. Voor Psych. Research menanjakan peristiwa ini
mengisahkan peristiwa2, jang tjotjok dengan kenjataan. kepada B. sendiri, jang menerangkan, bahwa ia memang
Misalnja orang mimpi ada orang mati. Apabila esoknja bermimpi seperti itu, jakni mimpinja itu terdjadi pada ma-
ternjata bahwa orang jang diimpikan itu memang mati, lam Minggu, dan Minggu sorenja dimedja-makan ia men-
bolehlah ini disebut mimpi-telepati. Suatu peristiwa mimpi- tjeritakan hal tsb. kepada ibunja dan kakak perempuannja.
telepati jang istimewa telah diumumkan oleh Vereeniging
Senin pagi, demikian ia menulis, saja masuk kerdja me-
voor Psychological Research.
lihat rekan2 saja mukanja sedih2, dan mereka mengatakan
Perkumpulan ini menerima lapu^an dari F. Goedhart, bahwa rekan kita jang satu nomor lebih tua dari saja telah
direktur HBS di Den Haag, mengenai mimpi jang telah di- meninggal dunia, sehari j ang lalu, jakni pada Minggu pagi
alami oleh bekas muridnja bernama B. B ini mengkisah- antara djam 5 dan 7 setjara tiba2, karena abses jang mun-
kan sbb.: tjul dalam kepalanja dan jang barangkali adalah akibat
„Saja melihat diri saja tidur dalam kamar-tidur. Kamar- djatuh beberapa tahun jang lalu.
tiaur ini luas, dan lebih merupakan bangsal-tidur. Saja tak
Sesungguhnja saja tak menjangka rekan saja itu me-
tidur dalam tempat tidur saja sendiri, melainkan diatas
ninggal. Kita bertemu tiap2 dua minggu sekali. Kita ber-
randjang besi, sedangkan disampingnja ada randjang2 lain

61
kepada kematian. Fantasi ini meninggalkan kesan men-
pisah dalam liburan. Pada hari teraehir, rekan saja me-
dalam, meskipun pada umumnja saja tak suka menonton
lakukan tugasnja baik2.
film. — Bangsal jang berisi randjang itu saja hubungkan
Itulah djusteru jang mengedjutkan kita. Saja tak tahu
dengan kenjataan, bahwa saja pernah mendjalani wadjib
menahu tentang hal ia djatuh beberapa tahun jang lalu ;
militer, dan tidur dalam bangsal2 luas di-tangsi2, diatas
saja baru mengetahui setelah ia meninggal dunia, karena
randjang2 besi.
tiap orang menanjakan apa sebabnja ia begitu tiba2 me-
ninggal dunia."
Mimpi2 jang dialami B., menurut tulisan2 jang telah di-
B. dalam tulisannja menambahkan kesaksian ibu dan
terbitkan, sering terdjadi disemua negeri. Peristiwa di-
saudara perempuannja, jang telah diberitahu tentang mimpi
bawah ini terdapat dalam buku Constable.
itu pada hari Minggu, djadi sebelum menerima berita ke-
Dua teman kita, X dan G. tinggal bersama-sama dalam
matian tsb.
satu rumah, hingga saat X kawin, dan karena itu djika ingat
Selain kesaksian P. Goedhart, jang mendjamin kedju-
akan X selalu ingat pula akan G. Maka terdjadilah per-
djuran B., Veren. voor Psych. Research menerima pula surat
istiwa, bahwa meskipun saja bertukaran kartu dengan Nj.
jang serupa dari Dr. W.W. van der Meulen dan P.J.B.
X, namun kita belum pernah bertemu, dan sajapun hampir
Lampe, kedua-duanja tinggal di Den Haag-
tak mengenalinja ketika G. kawin. Akan tetapi ketika saja
Ada suatu keterangan Goedhart jang patut kita tjatat.
mengundjungi Nj. G., saja berkenalan sebentar dengan dia.
Goedhart berpendapat bahwa, karena kematian itu terdjadi
Hal ini terdjadi beberapa bulan setelah perkawinan G.
- antara djam 5 dan 7, mungkin sekali hal ini sama waktunja
pada tanggal 14 Mai 1897, ketika saja mimpi. Ketika itu
dengan mimpi B. Tak mungkin ini suatu peristiwa clair-
saja tinggal di Bristol. Se-olah2 saja untuk pertama kali
voyance (rampung-penglihatan), karena kalau clairvoyance, mengundjungi Nj. G., dan ia memamerkan pakaian-pengan-
B. akan melihat kamar-mati dan lingkungan dari marhum tennja kepada saja — suatu hal jang tak pernah terdjadi
rekannja itu. Oleh karena itu Goedhart berpendapat, bahwa dalam kenjataan, ketjuali tentunja kepada teman2 jang
peristiwa ini disebabkan karena pengaruh pikiran rekan sangat akrab.
jang ketika mendjelang meninggal dunia diarahkan kepada
Dipamerkanlah berbagai matjam gaun, dan ketika saja
B. (Djadi telepati).
melihat gaun malam dari tule, sambil ingat bahwa ini mirip
Suatu peristiwa jang aneh, dan patut ditjatat.
dengan kepunjaan isteri saja, sekonjong-konjong terdjadi
perobahan.
Mengenai pengkisahan mimpi, B. memberi keterangan
Nj. G. berobah mendjadi Nj. X., dan gaun mendjadi
sbb.:
gaun-kabung.
Bertahun-tahun jang lalu, sebelum perang, saja pernah
Saja bangun, sangat dipengaruhi oleh mimpi itu dan
menonton film di Amsterdam. Nama film itu „Momento
esoknja saja tjeritakan kepada ajah saja. Mimpi ini selalu
mori". (Kenanglah jang mati). P'ilm ini adalah suatu cha-
saja ingat2, ketika pada tanggal 15 Mai malam, saja mem-
jalan : Ada orang mendapat kesempatan menggunakan uang
batja dalam „Times", bahwa X meninggal.
sebanjak-banjaknja, dan sekehendak hatinja. Ia memboros-
Kelak saja mendapat kabar, bahwa X pada suatu siang
kan uang itu untuk mengadakan pesta2, hingga pada pesta
hari pulang, jakni sehari sebelum saja mimpi. Ia sehat2
teraehir djendela terbuka, dan el maut sambil menggeng-
sadja, hanja sedikit letih. Akan tetapi setengah djam ke-
gam arit melontjat masuk melalui djendela, mengingatkan

63

62
kepada kematian. Fantasi ini meninggalkan kesan men-
pisah dalam liburan. Pada hari teraehir, rekan saja me-
dalam, meskipun pada umumnja saja tak suka menonton
lakukan tugasnja baik2.
film. — Bangsal jang berisi randjang itu saja hubungkan
Itulah djusteru jang mengedjutkan kita. Saja tak tahu
dengan kenjataan, bahwa saja pernah mendjalani wadjib
menahu tentang hal ia djatuh beberapa tahun jang lalu ;
militer, dan tidur dalam bangsal2 luas di-tangsi2, diatas
saja baru mengetahui setelah ia meninggal dunia, karena
randjang2 besi.
tiap orang menanjakan apa sebabnja ia begitu tiba2 me-
ninggal dunia."
Mimpi2 jang dialami B., menurut tulisan2 jang telah di-
B. dalam tulisannja menambahkan kesaksian ibu dan
terbitkan, sering terdjadi disemua negeri. Peristiwa di-
saudara perempuannja, jang telah diberitahu tentang mimpi
bawah ini terdapat dalam buku Constable.
itu pada hari Minggu, djadi sebelum menerima berita ke-
Dua teman kita, X dan G. tinggal bersama-sama dalam
matian tsb.
satu rumah, hingga saat X kawin, dan karena itu djika ingat
Selain kesaksian P. Goedhart, jang mendjamin kedju-
akan X selalu ingat pula akan G. Maka terdjadilah per-
djuran B., Veren. voor Psych. Research menerima pula surat
istiwa, bahwa meskipun saja bertukaran kartu dengan Nj.
jang serupa dari Dr. W.W. van der Meulen dan P.J.B.
X, namun kita belum pernah bertemu, dan sajapun hampir
Lampe, kedua-duanja tinggal di Den Haag-
tak mengenalinja ketika G. kawin. Akan tetapi ketika saja
Ada suatu keterangan Goedhart jang patut kita tjatat.
mengundjungi Nj. G., saja berkenalan sebentar dengan dia.
Goedhart berpendapat bahwa, karena kematian itu terdjadi
Hal ini terdjadi beberapa bulan setelah perkawinan G.
- antara djam 5 dan 7, mungkin sekali hal ini sama waktunja
pada tanggal 14 Mai 1897, ketika saja mimpi. Ketika itu
dengan mimpi B. Tak mungkin ini suatu peristiwa clair-
saja tinggal di Bristol. Se-olah2 saja untuk pertama kali
voyance (rampung-penglihatan), karena kalau clairvoyance, mengundjungi Nj. G., dan ia memamerkan pakaian-pengan-
B. akan melihat kamar-mati dan lingkungan dari marhum tennja kepada saja — suatu hal jang tak pernah terdjadi
rekannja itu. Oleh karena itu Goedhart berpendapat, bahwa dalam kenjataan, ketjuali tentunja kepada teman2 jang
peristiwa ini disebabkan karena pengaruh pikiran rekan sangat akrab.
jang ketika mendjelang meninggal dunia diarahkan kepada
Dipamerkanlah berbagai matjam gaun, dan ketika saja
B. (Djadi telepati).
melihat gaun malam dari tule, sambil ingat bahwa ini mirip
Suatu peristiwa jang aneh, dan patut ditjatat.
dengan kepunjaan isteri saja, sekonjong-konjong terdjadi
perobahan.
Mengenai pengkisahan mimpi, B. memberi keterangan
Nj. G. berobah mendjadi Nj. X., dan gaun mendjadi
sbb.:
gaun-kabung.
Bertahun-tahun jang lalu, sebelum perang, saja pernah
Saja bangun, sangat dipengaruhi oleh mimpi itu dan
menonton film di Amsterdam. Nama film itu „Momento
esoknja saja tjeritakan kepada ajah saja. Mimpi ini selalu
mori". (Kenanglah jang mati). P'ilm ini adalah suatu cha-
saja ingat2, ketika pada tanggal 15 Mai malam, saja mem-
jalan : Ada orang mendapat kesempatan menggunakan uang
batja dalam „Times", bahwa X meninggal.
sebanjak-banjaknja, dan sekehendak hatinja. Ia memboros-
Kelak saja mendapat kabar, bahwa X pada suatu siang
kan uang itu untuk mengadakan pesta2, hingga pada pesta
hari pulang, jakni sehari sebelum saja mimpi. Ia sehat2
teraehir djendela terbuka, dan el maut sambil menggeng-
sadja, hanja sedikit letih. Akan tetapi setengah djam ke-
gam arit melontjat masuk melalui djendela, mengingatkan
100

63
mudian ia meninggal, karena serangan djantung setjara pak putus-asa, dengan lengannja menundjuk kepada burung
tiba2. putih, jang dengan gagahnja me-lajang 2 keatas.
Dalam hal ini, kata Constable, pengertian si penerima Warcollier melihat dirinja berdiri disamping wanita jang
mendjelma dalam mimpi jang seratus persen bersifat cha- putus-asa itu, dan iapun mengatjungkan tangannja kearah
jalan. Mimpi ini samasekali tak bisa dihubungkan dengan burung jang sedang terbang. Tiba 2 salah suatu bulu burung
kontak telepati antara sipenerima dan dunia-luar atau peri- itu djatuh lepas dari sajapnja dan tertangkap oleh tangan-
badi lainnja. Bahkan gagasan akan gaun berkabung adalah nja. Bulu itu warnanja biru-muda. Warcollier bangun dan
fantasi (chajalan) semata-mata : bukan suatu pemindahan sadar, bahwa ada anak jang meninggal dunia.
(pengiriman) pikiran antara si penerima dan orang lain Pikiran ini tiada persamaannja dengan visiunnja. War-
manapun djuga. collier tak menghiraukan mimpi simbolis (perlambang) ini.
Akan tetapi gaun-berkabung — berhubung dengan Nj. Akan tetapi berapa hari kemudian, betul dalam keluarga
X — adalah betul 2 suatu lambang-kematian dari X. Oleh B. ada anak ketjil jang meninggal-dunia, jakni pada awal
karena itu kita harus menganggap bahwa memang ada bulan Oktober. Dan setelah diselidiki lebih landjut, inilah
pengaruh tertentu pada si penerima, sehingga pesawat aKal- jang terdjadi: tiga hari sebelum terdjadi visiun-mimpi
nja berputar: pengaruh ini harus meliputi daja-pengertian lahirlah seorang anak, jang tiga hari setelah tanggal 30
si penerima. September meninggal-dunia.
Tak ada bukti — ini memang" benar — tentang adanja Sebelum anak itu lahir Nj. B. sudah kuatir, kalau2 anak
itu akan mati. Barangkali ibu itu setjara kebetulan (?) me-
kesan jang njata, akan tetapi meskipun pikiran2 jang timbul
ngirimkan pikiran2-tjemas itu, sehingga Warcollier men-
itu adalah chajalan semata-mata, namun ada tersimpul djuga
dapat kesan tentang anak jang mendjelang mati. Dalam
perlambang kematian, jang betul 2 terdjadi, dan kita harus
bawahsadarnja kesan ini mentjiptakan mimpi perlambang,
menarik kesimpulan bahwa mimpi ini disebabkan oleh pe-
jang achirnja muntjul kedalam alampikiran sadar.
ngaruh njata dari dunia-luar atau dari orang lain, jang
mendjelma dalam suatu impressi (kesan). Jang aneh pada peristiwa Warcollier ini ialah kejakinan-
nja bahwa ada anak jang meninggal-dunia.
Demikiahlah keterangan 2 Constable tentang peristiwa
Djika menilik fakta 2 nja sadja, kejakinannja itu merupa-
telepati-mimpi jang dikisahkan diatas. Menurut pengalaman,
kan bukti njata tentang adanja pengaruh telepati, akan
perlambangan (simbolik) itu masih bisa lebih tersembunji
telapi selain itu masih ada sesuatu jang tersimpul didalam-
sedemikian rupa, sehingga tiada petundjuk 2 jang sadar
nja. Jakni bahwasanja kejakinan jang tak beralasan demi-
(gaun-kabung sebagai lambang kematian).
kian itu sering terdjadi pula dalam mimpi 2 biasa.

Di Paris ada seorang insinjur kimia, Ir. Warcollier, jang Orang2 jang sedang mimpi, sering merasa bahwa ,.per-
asjik mempeladjari telepati.
istiwa 2 " jang ada dalam mimpinja tiada persamaannja
Pada suatu hari ia bermimpi (hal ini terdjadi pada hari dengan kenjataan, aan oleh karena itu merekapun tak
terachir bulan September 1907), se-olah2 dipesanggerahan menghiraukannja. Orang jang mimpi bahwa ia mendapat
Ir. dan Nj. B., ada dua kawan mereka. Sedjak dua bulan sedjumlah uang banjak sekali, memboroskan uang itu, ka-
mereka tak pernah melihat atau berbitjara dengan keluarga rena pikirnja : „Ini 'kan hanja mimpi!" Kesimpulan 2 sering
B., akan tetapi dalam mimpinja ia melihat Nj. B. jang nam- terdjadi dalam mimpi, jang samasekali tiada hubungannja

64
mudian ia meninggal, karena serangan djantung setjara pak putus-asa, dengan lengannja menundjuk kepada burung
tiba2. putih, jang dengan gagahnja me-lajang 2 keatas.
Dalam hal ini, kata Constable, pengertian si penerima Warcollier melihat dirinja berdiri disamping wanita jang
mendjelma dalam mimpi jang seratus persen bersifat cha- putus-asa itu, dan iapun mengatjungkan tangannja kearah
jalan. Mimpi ini samasekali tak bisa dihubungkan dengan burung jang sedang terbang. Tiba 2 salah suatu bulu burung
kontak telepati antara sipenerima dan dunia-luar atau peri- itu djatuh lepas dari sajapnja dan tertangkap oleh tangan-
badi lainnja. Bahkan gagasan akan gaun berkabung adalah nja. Bulu itu warnanja biru-muda. Warcollier bangun dan
fantasi (chajalan) semata-mata : bukan suatu pemindahan sadar, bahwa ada anak jang meninggal dunia.
(pengiriman) pikiran antara si penerima dan orang lain Pikiran ini tiada persamaannja dengan visiunnja. War-
manapun djuga. collier tak menghiraukan mimpi simbolis (perlambang) ini.
Akan tetapi gaun-berkabung — berhubung dengan Nj. Akan tetapi berapa hari kemudian, betul dalam keluarga
X — adalah betul 2 suatu lambang-kematian dari X. Oleh B. ada anak ketjil jang meninggal-dunia, jakni pada awal
karena itu kita harus menganggap bahwa memang ada bulan Oktober. Dan setelah diselidiki lebih landjut, inilah
pengaruh tertentu pada si penerima, sehingga pesawat aKal- jang terdjadi: tiga hari sebelum terdjadi visiun-mimpi
nja berputar: pengaruh ini harus meliputi daja-pengertian lahirlah seorang anak, jang tiga hari setelah tanggal 30
si penerima. September meninggal-dunia.
Tak ada bukti — ini memang" benar — tentang adanja Sebelum anak itu lahir Nj. B. sudah kuatir, kalau2 anak
itu akan mati. Barangkali ibu itu setjara kebetulan (?) me-
kesan jang njata, akan tetapi meskipun pikiran2 jang timbul
ngirimkan pikiran2-tjemas itu, sehingga Warcollier men-
itu adalah chajalan semata-mata, namun ada tersimpul djuga
dapat kesan tentang anak jang mendjelang mati. Dalam
perlambang kematian, jang betul 2 terdjadi, dan kita harus
bawahsadarnja kesan ini mentjiptakan mimpi perlambang,
menarik kesimpulan bahwa mimpi ini disebabkan oleh pe-
jang achirnja muntjul kedalam alampikiran sadar.
ngaruh njata dari dunia-luar atau dari orang lain, jang
mendjelma dalam suatu impressi (kesan). Jang aneh pada peristiwa Warcollier ini ialah kejakinan-
nja bahwa ada anak jang meninggal-dunia.
Demikiahlah keterangan 2 Constable tentang peristiwa
Djika menilik fakta 2 nja sadja, kejakinannja itu merupa-
telepati-mimpi jang dikisahkan diatas. Menurut pengalaman,
kan bukti njata tentang adanja pengaruh telepati, akan
perlambangan (simbolik) itu masih bisa lebih tersembunji
telapi selain itu masih ada sesuatu jang tersimpul didalam-
sedemikian rupa, sehingga tiada petundjuk 2 jang sadar
nja. Jakni bahwasanja kejakinan jang tak beralasan demi-
(gaun-kabung sebagai lambang kematian).
kian itu sering terdjadi pula dalam mimpi 2 biasa.

Di Paris ada seorang insinjur kimia, Ir. Warcollier, jang Orang2 jang sedang mimpi, sering merasa bahwa ,.per-
asjik mempeladjari telepati.
istiwa 2 " jang ada dalam mimpinja tiada persamaannja
Pada suatu hari ia bermimpi (hal ini terdjadi pada hari dengan kenjataan, aan oleh karena itu merekapun tak
terachir bulan September 1907), se-olah2 dipesanggerahan menghiraukannja. Orang jang mimpi bahwa ia mendapat
Ir. dan Nj. B., ada dua kawan mereka. Sedjak dua bulan sedjumlah uang banjak sekali, memboroskan uang itu, ka-
mereka tak pernah melihat atau berbitjara dengan keluarga rena pikirnja : „Ini 'kan hanja mimpi!" Kesimpulan 2 sering
B., akan tetapi dalam mimpinja ia melihat Nj. B. jang nam- terdjadi dalam mimpi, jang samasekali tiada hubungannja

100 64

65
dengan visiun2, atau visiun2 itu untuk sebagian besar di- kinan (kansberekening) „kedjiwaan" mengandung banjak
lupakan, dan jang tinggal hanja kesimpulannja. Djusteru unsur2 jang samar2, dan bahwa hasil2 dari hal2 jang „ke-
mimpi2 kabur penting bagi kita, akan tetapi kekaburan ini betulan" sering mengagumkan kebanjakan mereka jang
merupakan rintangan bagi penjelidik keilmudjiwaan, sehing- gemar sekali akan perhitungan-kemungkinan ini. Selain itu,
ga penjelidikan ini hanja bisa dilakukan terhadap mimpi2 ada faktor2 tak-terduga pada gedjala2 kedjiwaan.
jang sangat djelas sadja jang selalu di-ingat2, atau menim-
Bukti djelas tentang adanja telepati-mimpi tidak terletak
bulkan suasana-djiwa tertentu (misalnja perasaan sedih).
pada perhitungan-kemungkinan dan djuga tidak pada pe-
Namun kita tahu benar, bahwa banjak orang2 jang mimpi
nentuan-presentase, dllnja, akan tetapi pada kedjituan
itu sadar akan kechajalan apa jang dialami dalam mimpi,
pesan2 telepati dan hubungannja dengan kenjataan. Me-
sehingga mereka lebih bersikap sebagai penonton daripada
ngenai pesan2 itu, banjak jang bersifat berita kematian.
mengalami sendiri mimpinja. Ini mengingatkan kita akan
keadaan seorang penerima telepati. Si penerima biasanja Gurney, melapurkan 149 peristiwa telepati-mimpi, di-
mengetahui betul, bahwa pikiran2 jang dilihatnja tak mun- mana mimpi itu tjotjok dengan kenjataan. Dari 149 per-
tjul dalam alam pikirannja sendiri. Ia memandang pikiran2 istiwa, 79 bertalian dengan kematian, dengan lain perkata-
telepatis itu semata-mata sebagai penonton, djusteru seperti an, bertalian dengan keadaan luarbiasa (tidak-wadjar) dari
si penjiar.
orang mimpi jang menonton mimpinja sendiri.
Dengan ini hakilcat mimpi belum mendjadi djelas dan Sekarang kita mentjatat beberapa peristiwa berita ke-
tenang. Dan bukanlah maksud kita untuk memberi arti matian dalam mimpi, dimana berita kematian itu diper-
adikodrati kepada mimpi2 biasa, meskipun berdasarkan apa lambangkan.
jang kita uraikan diatas, mimpi memang mudah dipahami
untuk menjadarkan kesan2 telepati, berkat sikap menonton Nj, V. mimpi, bahwa ia melihat badan salah seorang
orang jang mimpi. kawannja, Nj. A. jang berbaring ditempat-tidur. Dirumah
Nona V. itupun ada Nj. M., jang pada malam itu djuga
Society for Psychological Research di Inggeris, jang mimpi. Ia melihat Nn. A. menghampirinja kemudian me-
djuga sering bergerak dilapangan telepati-mimpi, pada narik topinja dan menjelupnja kedalam laut. Nj. M. men-
achir abad jang dulu telah mengadakan penjelidikan setjara tjoba memegangi badjunja, akan tetapi ia berteriak: „Dja-
luas mengenai wudj.ud dan hakikat mimpi telepati. Hasilnja ngan pegangi saja. Ibu saja meninggal dunia !" Nj. A., jang
memuaskan, karena ternjata bahwa telepati dalam mimpi sehari sebelum itu masih sehat walafiat, meninggal dunia
tjukup sering terdjadi. Satu diantara duapuluh enam orang kira2 pada saat kedua orang ini bermimpi. Seluruh chajalan
pernah mengalami mimpi-telepati. mimpi ini tidak benar dan mungkin adalah pendjelmaan
Angka2 jang diperoleh Society ini mendjadi bahan spe- katjau dari bawahsadar. Hanja kematian Nj. A. sadjalah
kulasi2 dan pemikiran2, akan tetapi perhitungan-kemungkin- jang benar.
an jang oleh para sardjana dianggap sebagai bukti adanja Jang tersebut diatas itu dikutip dari „Pantasms of the
telepati, tak menarik perbatian kita. living", jang antara lain djuga memuat:
Perhitungan jang terdapat dalam ,,Phantasms of the Ds. C. C. W. memberitahukan: Ketika saja masih bu-
living" oleh karena itu tak akan kita terakan disini. djangan, dua tahun lamanja saja tinggal dibagian-luar kota
Orang sering lupa, bahwa dalam perhitungan-kemung- London.

67

66
dengan visiun2, atau visiun2 itu untuk sebagian besar di- kinan (kansberekening) „kedjiwaan" mengandung banjak
lupakan, dan jang tinggal hanja kesimpulannja. Djusteru unsur2 jang samar2, dan bahwa hasil2 dari hal2 jang „ke-
mimpi2 kabur penting bagi kita, akan tetapi kekaburan ini betulan" sering mengagumkan kebanjakan mereka jang
merupakan rintangan bagi penjelidik keilmudjiwaan, sehing- gemar sekali akan perhitungan-kemungkinan ini. Selain itu,
ga penjelidikan ini hanja bisa dilakukan terhadap mimpi2 ada faktor2 tak-terduga pada gedjala2 kedjiwaan.
jang sangat djelas sadja jang selalu di-ingat2, atau menim-
Bukti djelas tentang adanja telepati-mimpi tidak terletak
bulkan suasana-djiwa tertentu (misalnja perasaan sedih).
pada perhitungan-kemungkinan dan djuga tidak pada pe-
Namun kita tahu benar, bahwa banjak orang2 jang mimpi
nentuan-presentase, dllnja, akan tetapi pada kedjituan
itu sadar akan kechajalan apa jang dialami dalam mimpi,
pesan2 telepati dan hubungannja dengan kenjataan. Me-
sehingga mereka lebih bersikap sebagai penonton daripada
ngenai pesan2 itu, banjak jang bersifat berita kematian.
mengalami sendiri mimpinja. Ini mengingatkan kita akan
keadaan seorang penerima telepati. Si penerima biasanja Gurney, melapurkan 149 peristiwa telepati-mimpi, di-
mengetahui betul, bahwa pikiran2 jang dilihatnja tak mun- mana mimpi itu tjotjok dengan kenjataan. Dari 149 per-
tjul dalam alam pikirannja sendiri. Ia memandang pikiran2 istiwa, 79 bertalian dengan kematian, dengan lain perkata-
telepatis itu semata-mata sebagai penonton, djusteru seperti an, bertalian dengan keadaan luarbiasa (tidak-wadjar) dari
si penjiar.
orang mimpi jang menonton mimpinja sendiri.
Dengan ini hakilcat mimpi belum mendjadi djelas dan Sekarang kita mentjatat beberapa peristiwa berita ke-
tenang. Dan bukanlah maksud kita untuk memberi arti matian dalam mimpi, dimana berita kematian itu diper-
adikodrati kepada mimpi2 biasa, meskipun berdasarkan apa lambangkan.
jang kita uraikan diatas, mimpi memang mudah dipahami
untuk menjadarkan kesan2 telepati, berkat sikap menonton Nj, V. mimpi, bahwa ia melihat badan salah seorang
orang jang mimpi. kawannja, Nj. A. jang berbaring ditempat-tidur. Dirumah
Nona V. itupun ada Nj. M., jang pada malam itu djuga
Society for Psychological Research di Inggeris, jang mimpi. Ia melihat Nn. A. menghampirinja kemudian me-
djuga sering bergerak dilapangan telepati-mimpi, pada narik topinja dan menjelupnja kedalam laut. Nj. M. men-
achir abad jang dulu telah mengadakan penjelidikan setjara tjoba memegangi badjunja, akan tetapi ia berteriak: „Dja-
luas mengenai wudj.ud dan hakikat mimpi telepati. Hasilnja ngan pegangi saja. Ibu saja meninggal dunia !" Nj. A., jang
memuaskan, karena ternjata bahwa telepati dalam mimpi sehari sebelum itu masih sehat walafiat, meninggal dunia
tjukup sering terdjadi. Satu diantara duapuluh enam orang kira2 pada saat kedua orang ini bermimpi. Seluruh chajalan
pernah mengalami mimpi-telepati. mimpi ini tidak benar dan mungkin adalah pendjelmaan
Angka2 jang diperoleh Society ini mendjadi bahan spe- katjau dari bawahsadar. Hanja kematian Nj. A. sadjalah
kulasi2 dan pemikiran2, akan tetapi perhitungan-kemungkin- jang benar.
an jang oleh para sardjana dianggap sebagai bukti adanja Jang tersebut diatas itu dikutip dari „Pantasms of the
telepati, tak menarik perbatian kita. living", jang antara lain djuga memuat:
Perhitungan jang terdapat dalam ,,Phantasms of the Ds. C. C. W. memberitahukan: Ketika saja masih bu-
living" oleh karena itu tak akan kita terakan disini. djangan, dua tahun lamanja saja tinggal dibagian-luar kota
Orang sering lupa, bahwa dalam perhitungan-kemung- London.
100

67
Pada suatu malam saja bermimpi, bahwa Mr. W., jang Ia menoleh, memandang saja, katanja dengan suara
saja kenal baik, ber-djalan2 diserambi biara Westminster keras : „Saja John M. dari Chelmsford." Berachirlah mimpi
Abbey. saja. Esok harinja suami saja setibanja dari kantor men-
Tiba2 ia mengutjapkan selamat tinggal kepada saja de- tjeritakan kepada saja, bahwa John M. dari Chelmsford
ngan pesan, bahwa ia harus pergi ke suatu batu nisan isti- meninggal dunia kemaiinnja.
mewa. „Saja — dalam mimpi saja — memberi nasihat Sekarang kita mengemukakan beberapa tjontoh mimpi,
kepadanja, supaja djangan pergi, tapi bersama-sama dengan dirnana pikiran2 pada orang jang mimpi sesuai dengan pi-
saja meninggalkan serambi biara itu. „Tidak, tidak", dja- kiran orang jang memantjarkan pikiran2 itu.
wabnja, „saja harus pergi, saja mesti pergi!" Kemudian ia
meninggalkan saja, tjepat 2 menudju ketempat batu nisan, Dalam „Mediam and Daybreak';', salah seorang pem-
terus tenggelam kedalam tanah. bantu madjalah tsb. menulis:
Esok harinja, saja mentjeritakan mimpi ini kepada induk Kemenakan perempuan saja, Emma, bertunangan de-
semang saja, dan saja mengatakan kepadanja, bahwa saja ngan seorang laki2, jang sedjak satu tahun berada di India.
Beberapa waktu sebelum itu, Emma berkundjung kerumah
kira, teman saja itu meninggal dunia.
saja, dalam keadaan sedih dan gelisali. Ia mimpi, dimana
Pos pagi pertama menjampaikan surat dari saudara laki2
saja, jang memberitahukan, bahwa malamnja Mr. W. tiba2 ia melihat bahwa pos-laut tak membawa surat jang lazim
meninggal dunia, karena serangan djantung. dari tunangannja, akan tetapi dua surat-berkabung dengan
sepotong sabun mandi. Achirnja, seolah-olah tunangannja
Nj. K. memberitahukan:
itu berkata kepadanja: ,,Lihat, saja hanja ada sabun ini
Mimpi jang saja alami ini terdjadi dua tahun jang lalu. untuk bisa ditulisi; akan tetapi saja bisa menggunakannja!"
Nampaknja, seolah-olah saja djalan2 didjalan diluar-kota. Emma kuatir dan tjemas2 memikirkan surat-berkabung
Kanan dan kiri djalan ada tembc-knja, jang ditumbuhi rum- itu, dan ia jakin bahwa tunangannja meninggal dunia.
put. Sekonjong-konjong saja mendengar bunji langkah kaki. Malam itu djuga, penulis (djadi bukan jang mimpi) per-
Dengan perasaan tjemas, saja berteriak : „Siapakah orang2 istiwa ini mendapat surat dengan pinggiran hitam dari
jang datang itu ?" seorang kemenakan laki2nja di India, dan djuga kakak-
Suara dari atas mendjawab : „Iringan djenazah!" Saja perempuannja menerima surat demikian itu pula. Keme-
melihat diri saja duduk diatas tembok dan memandang ke- nakannja minta kepadanja, supaja memberitahukan kepada
bawah, ke djalan, melihat orang2 madju per-lahan2, ber- Emma, bahwa pos-laut tak membawa surat, karena tu-
djedjer 2 , tiap2 baris terdiri dari enam orang. nangannja dalam suatu ketjelakaan kereta-api kehilangan
Beratus-ratus orang melewati saja, mereka tak menoleh semua alat2 tulisnja. Ia sendiri tidak mendapat luka2, dan
kekiri atau kekanan. Banjak sekali orangnja, dari segala dalam keadaan sehat walafiat.
lapisan dan lingkungan. Tiada anak2 diantara mereka itu. Pinggiran-hitam (menandakan: berkabung) disebabkan
Saja melihat, betapa barisan pandjang terdiri dari orang2 oleh fakta (kenjataan), bahwa ibu kemenakan-laki2nja be-
itu lenjap dikedjauhan, akan tetapi saja tak menaruh per- berapa bulan jang lalu telah meninggal dunia di Allahabad.
hatian kepada seorangpun diantara mereka, ketika saja Emma esok ha.inja datang mengundjungi penulis jang
melihat salah seorang kawan saja setengah-umur, berpakai- menundjukkan surat kabung dari kemenakan, Philip, ke-
an sebagai petani kaja. padanja. Berapa djam kemudian ia mengundjungi saudara-

69

68
Pada suatu malam saja bermimpi, bahwa Mr. W., jang Ia menoleh, memandang saja, katanja dengan suara
saja kenal baik, ber-djalan2 diserambi biara Westminster keras : „Saja John M. dari Chelmsford." Berachirlah mimpi
Abbey. saja. Esok harinja suami saja setibanja dari kantor men-
Tiba2 ia mengutjapkan selamat tinggal kepada saja de- tjeritakan kepada saja, bahwa John M. dari Chelmsford
ngan pesan, bahwa ia harus pergi ke suatu batu nisan isti- meninggal dunia kemaiinnja.
mewa. „Saja — dalam mimpi saja — memberi nasihat Sekarang kita mengemukakan beberapa tjontoh mimpi,
kepadanja, supaja djangan pergi, tapi bersama-sama dengan dirnana pikiran2 pada orang jang mimpi sesuai dengan pi-
saja meninggalkan serambi biara itu. „Tidak, tidak", dja- kiran orang jang memantjarkan pikiran2 itu.
wabnja, „saja harus pergi, saja mesti pergi!" Kemudian ia
meninggalkan saja, tjepat 2 menudju ketempat batu nisan, Dalam „Mediam and Daybreak';', salah seorang pem-
terus tenggelam kedalam tanah. bantu madjalah tsb. menulis:
Esok harinja, saja mentjeritakan mimpi ini kepada induk Kemenakan perempuan saja, Emma, bertunangan de-
semang saja, dan saja mengatakan kepadanja, bahwa saja ngan seorang laki2, jang sedjak satu tahun berada di India.
Beberapa waktu sebelum itu, Emma berkundjung kerumah
kira, teman saja itu meninggal dunia.
saja, dalam keadaan sedih dan gelisali. Ia mimpi, dimana
Pos pagi pertama menjampaikan surat dari saudara laki2
saja, jang memberitahukan, bahwa malamnja Mr. W. tiba2 ia melihat bahwa pos-laut tak membawa surat jang lazim
meninggal dunia, karena serangan djantung. dari tunangannja, akan tetapi dua surat-berkabung dengan
sepotong sabun mandi. Achirnja, seolah-olah tunangannja
Nj. K. memberitahukan:
itu berkata kepadanja: ,,Lihat, saja hanja ada sabun ini
Mimpi jang saja alami ini terdjadi dua tahun jang lalu. untuk bisa ditulisi; akan tetapi saja bisa menggunakannja!"
Nampaknja, seolah-olah saja djalan2 didjalan diluar-kota. Emma kuatir dan tjemas2 memikirkan surat-berkabung
Kanan dan kiri djalan ada tembc-knja, jang ditumbuhi rum- itu, dan ia jakin bahwa tunangannja meninggal dunia.
put. Sekonjong-konjong saja mendengar bunji langkah kaki. Malam itu djuga, penulis (djadi bukan jang mimpi) per-
Dengan perasaan tjemas, saja berteriak : „Siapakah orang2 istiwa ini mendapat surat dengan pinggiran hitam dari
jang datang itu ?" seorang kemenakan laki2nja di India, dan djuga kakak-
Suara dari atas mendjawab : „Iringan djenazah!" Saja perempuannja menerima surat demikian itu pula. Keme-
melihat diri saja duduk diatas tembok dan memandang ke- nakannja minta kepadanja, supaja memberitahukan kepada
bawah, ke djalan, melihat orang2 madju per-lahan2, ber- Emma, bahwa pos-laut tak membawa surat, karena tu-
djedjer 2 , tiap2 baris terdiri dari enam orang. nangannja dalam suatu ketjelakaan kereta-api kehilangan
Beratus-ratus orang melewati saja, mereka tak menoleh semua alat2 tulisnja. Ia sendiri tidak mendapat luka2, dan
kekiri atau kekanan. Banjak sekali orangnja, dari segala dalam keadaan sehat walafiat.
lapisan dan lingkungan. Tiada anak2 diantara mereka itu. Pinggiran-hitam (menandakan: berkabung) disebabkan
Saja melihat, betapa barisan pandjang terdiri dari orang2 oleh fakta (kenjataan), bahwa ibu kemenakan-laki2nja be-
itu lenjap dikedjauhan, akan tetapi saja tak menaruh per- berapa bulan jang lalu telah meninggal dunia di Allahabad.
hatian kepada seorangpun diantara mereka, ketika saja Emma esok ha.inja datang mengundjungi penulis jang
melihat salah seorang kawan saja setengah-umur, berpakai- menundjukkan surat kabung dari kemenakan, Philip, ke-
an sebagai petani kaja. padanja. Berapa djam kemudian ia mengundjungi saudara-
100

69
perempuan penulis, dimana iapun membatja surat dengan Achirnja ia mimpi, jang ternjata membenarkan kekua-
pinggiran-hitam jang berisi pemberitahuan jang sama. Se- tirannja.
karang ia ingat akan perintjian2 mimpinja, dan katanja : Ia melihat tunangannja mukanja putjat, badannja berlu-
„Itulah dua surat dengan pinggiran-kabung. Mana sabun- muran darah. Ia mati, karena luka besar pada dadanja.
nja ?" Djuga soal sabun ini achirnja bisa dipetjahkan. Satu Ia menjingkap kelambu tempat tidur gadis, dan memberi-
minggu kemudian datanglah surat dari tunangannja, jang tahukan kepadanja, bahwa ia telah gugur dalam suatu per-
mentjeritakan bagaimana ketjelakaan kereta-api itu telah tempuran. Iapun meninggalkan pesan, hendaknja si gadis
menghalangi dia untuk lekas2 menulis surat. „Saja tjepat 2 ," itu djangan terlalu menghiraukan kematiannja.
demikian katanja, ,,pergi ke stasion terdekat dimana saja
Mimpi ini berarti pukulan teraehir bagi gadis tsb.
mengharapkan bisa membeli kertas, tinta dan pena untuk
menulis beberapa surat, akan tetapi, aneh, satu2nja barang Ia meninggal dunia beberapa hari kemudian, setelah ia
(benda) jang saja lihat diatas medja adalah sepotong sabun. minta kepada orangtuanja untuk mentjatat mimpinja be-
Pikir saja, 'kan tak mungkin untuk menulis surat diatas serta tanggalnja dan djamnja dengan seksama. Ketika
sabun!" orangt.ua gadis beberapa minggu kemudian membatja be-
Disini kita menemukan pengiriman pikiran2 tertentu, rita2 perang teraehir dari Spanjol, ternjata bahwa pemuda
jang sedikit-banjaknja ada sangkut-pautnja dengan maut itu beberapa djam sebelum gadis itu bermimpi, telah gugur
atau bahaja. Bisa dipastikan, bahwa tunangan L.-lah jang didekat Coruna.
dalam keadaan gelisah sekali menjiarkan pikiran2 itu. Dan Dalam pengalaman telepatis ini terdapat bagian2 lemah,
ternjata, bahwa jang ada bukanlah pikiran2 jang „akliah" jang patut kita perhatikan. Pertama, serdadu dalam perang
(hasil dari pemikiran akal), melainkan kesan2-perasaan se- dan pelaut2 disamudera sering diantjam bahaja maut. Ke-
tengah-sadar, jakni kesan aneh tentang sabun jang dihu- luarga dan sanak-saudaranja dengan demikian selalu kuatir,
bungkan dengan menulis surat, dan kesan-berkabung dari kalau2 mereka mati.
amplop2 jang pinggirnja berwarna hitam.
Seringlah terdjadi, bahwa seorang anggauta-keluarga
Ini berlawanan dengan peristiwa, jang sekarang kita demikian itu tjemas2, berkata kepada orang lain : ,,Asal X
akan lukiskan dan jang sedikit mengandung kesan2 akliah. djangan mati sadja !"
Pada umumnja ketjemasan itu tak berdasar sama sekali,
Dr. Macnish melapurkan peristiwa ini, dan ia kenal gadis akan tetapi apabila kadang2 ketjemasan itu memang ber-
jang mendjadi penerima pesan telepati. alasan, kita harus menganggap, bahwa disini faktor ke-
Tunangan gadis ini adalah seorang opsir dalam tentara, betulan memegang peranan penting, sebab „kemungkinan"
jang dibawah pimpinan Sir John Moore beroperasi di Spa- untuk mati memang besar, sehingga ada kalanja sekali-kali
njol. Ia tahu, bahwa tunangannja selalu dalam bahaja, dan orang menebak setjara tepat.
oleh karena itu sudah sewadjarnja, ia sangat menguatirkan Akan tetapi pada peristiwa jang baru sadja kita lukiskan
nasibnja. Bahkan rasa kuatir ini berakibat djelek kepada diatas, kesamaan antara mimpi dan kematian segera me-
si gadis, jang lambat-laun mendjadi kurus dan sakit2-an. nimbulkan pikiran tentang adanja hubungan telepati, apa
Ia selalu mengira, bahwa kekasihnja tak akan kembali, dan lagi karena visiun luka didada sesuai betul dengan kenja-
pikiran ini membuatnja setiap hari mangkin sedih. taan.

71
70
perempuan penulis, dimana iapun membatja surat dengan Achirnja ia mimpi, jang ternjata membenarkan kekua-
pinggiran-hitam jang berisi pemberitahuan jang sama. Se- tirannja.
karang ia ingat akan perintjian2 mimpinja, dan katanja : Ia melihat tunangannja mukanja putjat, badannja berlu-
„Itulah dua surat dengan pinggiran-kabung. Mana sabun- muran darah. Ia mati, karena luka besar pada dadanja.
nja ?" Djuga soal sabun ini achirnja bisa dipetjahkan. Satu Ia menjingkap kelambu tempat tidur gadis, dan memberi-
minggu kemudian datanglah surat dari tunangannja, jang tahukan kepadanja, bahwa ia telah gugur dalam suatu per-
mentjeritakan bagaimana ketjelakaan kereta-api itu telah tempuran. Iapun meninggalkan pesan, hendaknja si gadis
menghalangi dia untuk lekas2 menulis surat. „Saja tjepat 2 ," itu djangan terlalu menghiraukan kematiannja.
demikian katanja, ,,pergi ke stasion terdekat dimana saja
Mimpi ini berarti pukulan teraehir bagi gadis tsb.
mengharapkan bisa membeli kertas, tinta dan pena untuk
menulis beberapa surat, akan tetapi, aneh, satu2nja barang Ia meninggal dunia beberapa hari kemudian, setelah ia
(benda) jang saja lihat diatas medja adalah sepotong sabun. minta kepada orangtuanja untuk mentjatat mimpinja be-
Pikir saja, 'kan tak mungkin untuk menulis surat diatas serta tanggalnja dan djamnja dengan seksama. Ketika
sabun!" orangt.ua gadis beberapa minggu kemudian membatja be-
Disini kita menemukan pengiriman pikiran2 tertentu, rita2 perang teraehir dari Spanjol, ternjata bahwa pemuda
jang sedikit-banjaknja ada sangkut-pautnja dengan maut itu beberapa djam sebelum gadis itu bermimpi, telah gugur
atau bahaja. Bisa dipastikan, bahwa tunangan L.-lah jang didekat Coruna.
dalam keadaan gelisah sekali menjiarkan pikiran2 itu. Dan Dalam pengalaman telepatis ini terdapat bagian2 lemah,
ternjata, bahwa jang ada bukanlah pikiran2 jang „akliah" jang patut kita perhatikan. Pertama, serdadu dalam perang
(hasil dari pemikiran akal), melainkan kesan2-perasaan se- dan pelaut2 disamudera sering diantjam bahaja maut. Ke-
tengah-sadar, jakni kesan aneh tentang sabun jang dihu- luarga dan sanak-saudaranja dengan demikian selalu kuatir,
bungkan dengan menulis surat, dan kesan-berkabung dari kalau2 mereka mati.
amplop2 jang pinggirnja berwarna hitam.
Seringlah terdjadi, bahwa seorang anggauta-keluarga
Ini berlawanan dengan peristiwa, jang sekarang kita demikian itu tjemas2, berkata kepada orang lain : ,,Asal X
akan lukiskan dan jang sedikit mengandung kesan2 akliah. djangan mati sadja !"
Pada umumnja ketjemasan itu tak berdasar sama sekali,
Dr. Macnish melapurkan peristiwa ini, dan ia kenal gadis akan tetapi apabila kadang2 ketjemasan itu memang ber-
jang mendjadi penerima pesan telepati. alasan, kita harus menganggap, bahwa disini faktor ke-
Tunangan gadis ini adalah seorang opsir dalam tentara, betulan memegang peranan penting, sebab „kemungkinan"
jang dibawah pimpinan Sir John Moore beroperasi di Spa- untuk mati memang besar, sehingga ada kalanja sekali-kali
njol. Ia tahu, bahwa tunangannja selalu dalam bahaja, dan orang menebak setjara tepat.
oleh karena itu sudah sewadjarnja, ia sangat menguatirkan Akan tetapi pada peristiwa jang baru sadja kita lukiskan
nasibnja. Bahkan rasa kuatir ini berakibat djelek kepada diatas, kesamaan antara mimpi dan kematian segera me-
si gadis, jang lambat-laun mendjadi kurus dan sakit2-an. nimbulkan pikiran tentang adanja hubungan telepati, apa
Ia selalu mengira, bahwa kekasihnja tak akan kembali, dan lagi karena visiun luka didada sesuai betul dengan kenja-
pikiran ini membuatnja setiap hari mangkin sedih. taan.

100

71
Peristiwa jang ditjatat setjara resmi dibawah ini adalah letakkan peti djenazah didepan saja, dan merekapun hilang
tentang suatu ketjelakaan dilaut, dan peristiwa ini termasuk tak tampak lagi.
pengalaman telepati, jang tanpa ragu2 bisa kita terima. Sia-sia saja mentjoba bangkit; saja seolah-olah lumpuh.
Joan Maetsuycker Gupernur Djenderal di Indonesia an- Ketika saja achirnja berhasil djuga bangkit dan berdiri,
tara tahun2 1653 -1668, pada suatu hari mengalami mimpi terasa ada badan dingin menempel disisi saja, dan sebentar
jang aneh sekali. Kawan akrabnja, Arnold Vlaming van saja melihat wadjah ibu saja jang tjantik itu memandang
saja. Kemudiai saja bangun, akan tetapi tekanan tangan
Oudshoorn, pada bulan Desember 1661 dengan suatu armada
dingin masih selalu terasa. Suara gemuruh dan mengerikan
berangkat kenegeri Belanda. Pada malam 11 Pebruari 1662
dari taufan, dan bunji gelombang menderu-deru tak bisa
G.G. tersebut bermimpi, bahwa kawannja ada dalam bahaja,
menghalaukan kesan sedih mimpi saja itu.
dan berteriak-teriak minta tolong. Ia bangun, akan tetapi
segera tidur lagi, dan ia melihat majat Oudshoorn terapung- Pada hari itu, djam itu pula, saja kehilangan ibu saja,
apung dilaut. ibu terbaik tiada banding-taranja.
Penglihatan diwalctu malam ini meninggalkan kesan
kuat sekali pada GG Maetsuycker, sehingga ia memerintah-
kan mentjatat mimpi beserta hari dan djamnja oleh sekre- Dalam lapuran2 tentang mimpi2 telepati diatas, jang
tariat Dewan Hindia (Raad van Indie), sambil menunggu menarik hati ialah ketjorakragamannja, jang menundjuk-
berita2 selandjutnja. kan, bahwa tjara penjadaran kesan2 itu tergantung kepada
Maka ternjata, bahwa Oudshoorn pada saat jang dimak- sifat perseorangan penerimanja.
sudkan itu telah tenggelam bersama-sama dengan kapal Dua orang bisa mendapat kesan2 sadar jang ber-lain2an
dari satu impressi jang sama. Kedang2 orang melihat ran-
jang ditumpanginja, 't Hof van Holland.
djang-mati atau kamar-peti orang jang mengirimkan pesan
Dalam visiun dari pahlawan-kemerdekaan Garibaldi kita- telepatis, akan tetapi kadang2 hanja menjadari gedjala2
pun mendjumpai suatu gedjala telepati. Garibaldi melukis- sampingan, jang mengingatkan kepada kematian.
kan sbb.: Dalam peristiwa Nn. V. dan Nj. M. ternjata, bahwa Nn.
V. melihat lukisan-visiun Nj. A. jang meninggal dunia, dan
Saja menderita reumatik, dan berbaring dibilik diatas Nj. M. lukisan-visiun anak-perempuan A. jang sedih, gelisah
geladak sebuah kapal. Di-tengah2 taufan jang menghebat dan putus-harapan. Njatanja, kedua penerima itu meng-
saja tertidur. Dalam mimpi se-olah2 saja ada ditempat ke- alami pengaruh dari satu peristiwa jang sama, namun jang
lahiran saja, akan tetapi bukannja udara tjerah kota Nice lain2 sifat pendjelmaannja. Kita bisa mengatakan tanpa
jang selalu tampak riang dan tawa jang saja lihat, me- ragu2, bahwa chajalan bawahsadar telah mempengaruhi dan
lainkan suasana suram dari kuburan. merobah-robah lukisan-visiun itu.
Saja melihat iringan wanita2 sambil menangis memang- Ini ternjata dengan djelasnja dalam uraian pandjang-
gul sebuah peti djenazah. Mereka per-lahan2 menghampiri lebar dari suatu hubungan telepatis jang chajali. Uraian
saja, dan perasaan sedih menjelinap kedalam djiwa saja, ini berasal dari surat2 dokter Djerrnan Justinus Kerner,
ketika sajapun mentjoba mendekati iringan djenazah itu. jang tjukup terkenal namanja karena observasi2 (peng-
Seolah-olah ada gunung jang menekan diatas dada saja. amatan2)nja atas Frederike Vremer, wanita awas dari
Achirnja iringan itu sampai didepan saja. Wanita2 itu me- Prevost.

73

72
Peristiwa jang ditjatat setjara resmi dibawah ini adalah letakkan peti djenazah didepan saja, dan merekapun hilang
tentang suatu ketjelakaan dilaut, dan peristiwa ini termasuk tak tampak lagi.
pengalaman telepati, jang tanpa ragu2 bisa kita terima. Sia-sia saja mentjoba bangkit; saja seolah-olah lumpuh.
Joan Maetsuycker Gupernur Djenderal di Indonesia an- Ketika saja achirnja berhasil djuga bangkit dan berdiri,
tara tahun2 1653 -1668, pada suatu hari mengalami mimpi terasa ada badan dingin menempel disisi saja, dan sebentar
jang aneh sekali. Kawan akrabnja, Arnold Vlaming van saja melihat wadjah ibu saja jang tjantik itu memandang
saja. Kemudiai saja bangun, akan tetapi tekanan tangan
Oudshoorn, pada bulan Desember 1661 dengan suatu armada
dingin masih selalu terasa. Suara gemuruh dan mengerikan
berangkat kenegeri Belanda. Pada malam 11 Pebruari 1662
dari taufan, dan bunji gelombang menderu-deru tak bisa
G.G. tersebut bermimpi, bahwa kawannja ada dalam bahaja,
menghalaukan kesan sedih mimpi saja itu.
dan berteriak-teriak minta tolong. Ia bangun, akan tetapi
segera tidur lagi, dan ia melihat majat Oudshoorn terapung- Pada hari itu, djam itu pula, saja kehilangan ibu saja,
apung dilaut. ibu terbaik tiada banding-taranja.
Penglihatan diwalctu malam ini meninggalkan kesan
kuat sekali pada GG Maetsuycker, sehingga ia memerintah-
kan mentjatat mimpi beserta hari dan djamnja oleh sekre- Dalam lapuran2 tentang mimpi2 telepati diatas, jang
tariat Dewan Hindia (Raad van Indie), sambil menunggu menarik hati ialah ketjorakragamannja, jang menundjuk-
berita2 selandjutnja. kan, bahwa tjara penjadaran kesan2 itu tergantung kepada
Maka ternjata, bahwa Oudshoorn pada saat jang dimak- sifat perseorangan penerimanja.
sudkan itu telah tenggelam bersama-sama dengan kapal Dua orang bisa mendapat kesan2 sadar jang ber-lain2an
dari satu impressi jang sama. Kedang2 orang melihat ran-
jang ditumpanginja, 't Hof van Holland.
djang-mati atau kamar-peti orang jang mengirimkan pesan
Dalam visiun dari pahlawan-kemerdekaan Garibaldi kita- telepatis, akan tetapi kadang2 hanja menjadari gedjala2
pun mendjumpai suatu gedjala telepati. Garibaldi melukis- sampingan, jang mengingatkan kepada kematian.
kan sbb.: Dalam peristiwa Nn. V. dan Nj. M. ternjata, bahwa Nn.
V. melihat lukisan-visiun Nj. A. jang meninggal dunia, dan
Saja menderita reumatik, dan berbaring dibilik diatas Nj. M. lukisan-visiun anak-perempuan A. jang sedih, gelisah
geladak sebuah kapal. Di-tengah2 taufan jang menghebat dan putus-harapan. Njatanja, kedua penerima itu meng-
saja tertidur. Dalam mimpi se-olah2 saja ada ditempat ke- alami pengaruh dari satu peristiwa jang sama, namun jang
lahiran saja, akan tetapi bukannja udara tjerah kota Nice lain2 sifat pendjelmaannja. Kita bisa mengatakan tanpa
jang selalu tampak riang dan tawa jang saja lihat, me- ragu2, bahwa chajalan bawahsadar telah mempengaruhi dan
lainkan suasana suram dari kuburan. merobah-robah lukisan-visiun itu.
Saja melihat iringan wanita2 sambil menangis memang- Ini ternjata dengan djelasnja dalam uraian pandjang-
gul sebuah peti djenazah. Mereka per-lahan2 menghampiri lebar dari suatu hubungan telepatis jang chajali. Uraian
saja, dan perasaan sedih menjelinap kedalam djiwa saja, ini berasal dari surat2 dokter Djerrnan Justinus Kerner,
ketika sajapun mentjoba mendekati iringan djenazah itu. jang tjukup terkenal namanja karena observasi2 (peng-
Seolah-olah ada gunung jang menekan diatas dada saja. amatan2)nja atas Frederike Vremer, wanita awas dari
Achirnja iringan itu sampai didepan saja. Wanita2 itu me- Prevost.

100

73
melihat wadjah ibu jang nampak sangat sengsara dan me-
Kerner adalah salah seorang dokter Djerman pertama, njedihkan."
jang menggunakan usapan2 magnetis untuk menidurkan
Olga seolah-olah melihat seluruh riwajat hidup ibunja
pasien2. jang merana didepan matanja.
Pada tahun 1827 ia dipanggil untuk merawat Barones Ibu jang inemperlihatkan diri dalam visiun mengatakan
Olga Schwartzenberg, jang ibunja, barones M., berdiam di kepada Olga supaja mentjatat setiap kata jang ia utjapkan.
Wina. Olga menderita penjakit sjaraf dan penjakit pen- Ia mengatakan, bahwa ia baru sadja mau berangkat ke
tjernaan. Dan inilah jang menjebabkan ibunja, jang baru istana, ketika ia djatuh pingsan. Seolah-olah ia berdiri diatas
sadja kawin untuk kedua kalinja, mengirimkan puterinja batukarang, dan batukarang ini tiba2 belah. Dengan ke-
ke Weinberg. tjepatan luarbiasa Barones tua itu djatuh kedalamnja.
Barones tua ini memang tjantik, dan termasuk wanita2 Dalam djatuhnja ia melihat seluruh kehidupannja terbajang
genit dan bebas, jang terkenal dalam dunia tjinta-asmara didepan mata, dari menit kemenit, dari djam ke djam.
dikalangan kaum bangsawan Wina. Achirnja ia berada di-tengah2 djiwa 2 terkutuk dan seng-
Olga, puterinja, mengalami perbaikan dalam kesehatan- sara, dan berarti bahwa ibunja dalam keadaan terkutuk,
nja di Weinsberg jang tenang itu. Ia dirawat oleh dokter jang orang Kristen menamakan „neraka".
Moran dan dokter Kerner, jang berusaha sekuat-tenaga Satu2nja djalan untuk terhindar dari keadaan demikian
untuk memulihkan kesehatan gadis tsb. itu adalah mengerdjakan hal2 baik (amal saleh) terhadap
Pada suatu malam bulan Oktober 1827, Kerner menidur- sesama, dan menuntut kehidupan berdasarkan asas ke-
kan pasiennja dengan menggunakan usapan2-magnetis, se- baikan dan kebenaran, jang ada dalam setiap djiwa manusia.
bagaimana biasa ia lakukan. Ia mengandjurkan sisakit, Olga mentjatat semuanja ini.
supaja tidur terus sampai pagi, akan tetapi ketika mengada- Achirnja ia berseru: ,,Ah, ibu, katakanlah kepadaku,
kan kundjungan pagi, Kerner menjaksikan peristiwa jang bagaimana dan kapan ibu datang disini ?"
aneh sekali. Dengan kata2 ini lenjaplah halusinasi. Olga hanja me-
Beberapa menit setelah Kerner berangkat, Olga turun lihat sebuah kursi kosong' dan ruangan jang kosong pula.
dari tempat tidurnja dan berpakaian gaun-tipis, duduk di- Tak ada seorangpun nampak kelihatan clan didepannja ha-
depan medja-tulis, menulis suatu lapuran pandjang-lebar. nja kertas2 penuh tulisan, jakni tjatatan dari apa jang di-
katakan oleh ibunja kepadanja.
Ketika ia duduk diatas kursi, ia melihat ibunja masuk
kedalam kamarnja, dan tanpa member! salam, duduk di- Dengan tenang ia kembali ketempat-tidurnja, hingga
Kerner paginja datang mengundjunginja.
kursi dekat perapian. Barones tua itu tampak aneh sekali.
Rambutnja katjau terurai diatas bahunja, dan anehnja bagi Kerner membatja kertas tsb., bertanja kepada pasien
Olga, semuanja adalah palsu belaka. Pipi sebelah ditjat darimana asalnja lapuran2 itu, dan baru pada saat itulah
merah, sedangkan pipi lainnja putjat. Ia menggenggam se- Olga ingat akan visiun jang dialami semalam.
pasang gigi palsu, sedangkan leher dan lengannja digosok Ternjata, bahwa ibunja pada malam visiun itu, tiba2
dengan creme kulit. meninggal dunia di Wina, pada djam enam. Djenazahnja
ditemukan orang dalam keadaan setengah telandjang dalam
„Saja," kata Olga, „tak pernah melihat ibu dalam kamar
kamar pakaiannja, persis seperti apa jang dilukiskan oleh
pakaian, dan apa jang saja lihat itu sungguh mengedjutkan
puterinja, dengan rambut terurai, menggenggam gigi palsu.
saja ; namun semuanja itu achirnja saja lupakan karena

75

74
melihat wadjah ibu jang nampak sangat sengsara dan me-
Kerner adalah salah seorang dokter Djerman pertama, njedihkan."
jang menggunakan usapan2 magnetis untuk menidurkan
Olga seolah-olah melihat seluruh riwajat hidup ibunja
pasien2. jang merana didepan matanja.
Pada tahun 1827 ia dipanggil untuk merawat Barones Ibu jang inemperlihatkan diri dalam visiun mengatakan
Olga Schwartzenberg, jang ibunja, barones M., berdiam di kepada Olga supaja mentjatat setiap kata jang ia utjapkan.
Wina. Olga menderita penjakit sjaraf dan penjakit pen- Ia mengatakan, bahwa ia baru sadja mau berangkat ke
tjernaan. Dan inilah jang menjebabkan ibunja, jang baru istana, ketika ia djatuh pingsan. Seolah-olah ia berdiri diatas
sadja kawin untuk kedua kalinja, mengirimkan puterinja batukarang, dan batukarang ini tiba2 belah. Dengan ke-
ke Weinberg. tjepatan luarbiasa Barones tua itu djatuh kedalamnja.
Barones tua ini memang tjantik, dan termasuk wanita2 Dalam djatuhnja ia melihat seluruh kehidupannja terbajang
genit dan bebas, jang terkenal dalam dunia tjinta-asmara didepan mata, dari menit kemenit, dari djam ke djam.
dikalangan kaum bangsawan Wina. Achirnja ia berada di-tengah2 djiwa 2 terkutuk dan seng-
Olga, puterinja, mengalami perbaikan dalam kesehatan- sara, dan berarti bahwa ibunja dalam keadaan terkutuk,
nja di Weinsberg jang tenang itu. Ia dirawat oleh dokter jang orang Kristen menamakan „neraka".
Moran dan dokter Kerner, jang berusaha sekuat-tenaga Satu2nja djalan untuk terhindar dari keadaan demikian
untuk memulihkan kesehatan gadis tsb. itu adalah mengerdjakan hal2 baik (amal saleh) terhadap
Pada suatu malam bulan Oktober 1827, Kerner menidur- sesama, dan menuntut kehidupan berdasarkan asas ke-
kan pasiennja dengan menggunakan usapan2-magnetis, se- baikan dan kebenaran, jang ada dalam setiap djiwa manusia.
bagaimana biasa ia lakukan. Ia mengandjurkan sisakit, Olga mentjatat semuanja ini.
supaja tidur terus sampai pagi, akan tetapi ketika mengada- Achirnja ia berseru: ,,Ah, ibu, katakanlah kepadaku,
kan kundjungan pagi, Kerner menjaksikan peristiwa jang bagaimana dan kapan ibu datang disini ?"
aneh sekali. Dengan kata2 ini lenjaplah halusinasi. Olga hanja me-
Beberapa menit setelah Kerner berangkat, Olga turun lihat sebuah kursi kosong' dan ruangan jang kosong pula.
dari tempat tidurnja dan berpakaian gaun-tipis, duduk di- Tak ada seorangpun nampak kelihatan clan didepannja ha-
depan medja-tulis, menulis suatu lapuran pandjang-lebar. nja kertas2 penuh tulisan, jakni tjatatan dari apa jang di-
katakan oleh ibunja kepadanja.
Ketika ia duduk diatas kursi, ia melihat ibunja masuk
kedalam kamarnja, dan tanpa member! salam, duduk di- Dengan tenang ia kembali ketempat-tidurnja, hingga
Kerner paginja datang mengundjunginja.
kursi dekat perapian. Barones tua itu tampak aneh sekali.
Rambutnja katjau terurai diatas bahunja, dan anehnja bagi Kerner membatja kertas tsb., bertanja kepada pasien
Olga, semuanja adalah palsu belaka. Pipi sebelah ditjat darimana asalnja lapuran2 itu, dan baru pada saat itulah
merah, sedangkan pipi lainnja putjat. Ia menggenggam se- Olga ingat akan visiun jang dialami semalam.
pasang gigi palsu, sedangkan leher dan lengannja digosok Ternjata, bahwa ibunja pada malam visiun itu, tiba2
dengan creme kulit. meninggal dunia di Wina, pada djam enam. Djenazahnja
ditemukan orang dalam keadaan setengah telandjang dalam
„Saja," kata Olga, „tak pernah melihat ibu dalam kamar
kamar pakaiannja, persis seperti apa jang dilukiskan oleh
pakaian, dan apa jang saja lihat itu sungguh mengedjutkan
puterinja, dengan rambut terurai, menggenggam gigi palsu.
saja ; namun semuanja itu achirnja saja lupakan karena
100

75
Barangkali kematiannja disebabkan karena urat-nadinja
putus.
Disini kita menemukan berita kematian telepatis ter-
BAB KETUDJUH
tjampur dengan berbagai matjam kesan2 tak-sadar.
Jang semata-mata telepatis ialah visiun tentang Barones BERBACtA! PERISTIWA TELEPATI
jang meninggal dunia itu, dan riwajat hidupnja jang se-
Timbulnja pikiran 2 terlepas setjara tiba 2 . — Firasat. — Saling
olah2 diputar kembali (ini sering terdjadi pada orang ke- pengaruh mempengaruhi setjara telepatis. — Peribadi jang meng-
adakan perdjalanan.
lelap).

D
Renungan 2 kesusilaan untuk sebagian besar setjara sa- ALAM bab 2 jang lalu kita telah berusaha mengemuka-
dar atau tidak adalah karena pengaruh Kerner kepada kan lapuran2 tentang hubungan 2 telepatis serta-
pasien. merta jang ditjatat dengan seksama.
Berbagai matjam pengalaman telepati kita kemukakan
dengan menjadjikan berbagai peristiwa jang berlain-lainan
sifatnja, dimana terdjelma berbagai djenis djiwapikiran
manusia.
Akan tetapi disamping itu ada beberapa peristiwa tele-
pati jang penting sekali, namun tak bisa diterangkan me-
nurut tjara menerangkan telepati sertamerta dan telepati-
mimpi.
Itulah sebabnja perlu djuga melukiskan dan menerang-
kan setjara tersendiri beberapa telepati sertamerta tertentu.
Kita mulai dengan pemindahan pikiran2 jang lepas, dan
dengan demikian kita mendekati lapangan telepati eksperi-
mental.
Jakni mengenai penjadaran setjara tiba2 dan sertamerta
dari suatu kalimat lepas : Baik kalimat itu diutjapkan atau
ditulis, tak mendjadi soal.
Seorang anak umur lima tahun di Edinburgh pada suatu
hari setjara tiba2 berkata: „Bibi Jannie di Tandjung Harap-
an; ia mati!" Kelak ternjata, bahwa wanita ini meninggal
dunia di Afrika-Selatan, hampir 2 tepat pada saat anak itu
mengutjapkan kalimat diatas.
Disini anak itu dengan kata2 mengutjapkan sesuatu jang
muntjul dalam otaknja sebagai pemberitahuan, dan tjara
memberitahukannja sesuai dengan alampikirannja, karena
ia menjebutnja ,,bibi".

77

76
Barangkali kematiannja disebabkan karena urat-nadinja
putus.
Disini kita menemukan berita kematian telepatis ter-
BAB KETUDJUH
tjampur dengan berbagai matjam kesan2 tak-sadar.
Jang semata-mata telepatis ialah visiun tentang Barones BERBACtA! PERISTIWA TELEPATI
jang meninggal dunia itu, dan riwajat hidupnja jang se-
Timbulnja pikiran 2 terlepas setjara tiba 2 . — Firasat. — Saling
olah2 diputar kembali (ini sering terdjadi pada orang ke- pengaruh mempengaruhi setjara telepatis. — Peribadi jang meng-
adakan perdjalanan.
lelap).

D
Renungan 2 kesusilaan untuk sebagian besar setjara sa- ALAM bab 2 jang lalu kita telah berusaha mengemuka-
dar atau tidak adalah karena pengaruh Kerner kepada kan lapuran2 tentang hubungan 2 telepatis serta-
pasien. merta jang ditjatat dengan seksama.
Berbagai matjam pengalaman telepati kita kemukakan
dengan menjadjikan berbagai peristiwa jang berlain-lainan
sifatnja, dimana terdjelma berbagai djenis djiwapikiran
manusia.
Akan tetapi disamping itu ada beberapa peristiwa tele-
pati jang penting sekali, namun tak bisa diterangkan me-
nurut tjara menerangkan telepati sertamerta dan telepati-
mimpi.
Itulah sebabnja perlu djuga melukiskan dan menerang-
kan setjara tersendiri beberapa telepati sertamerta tertentu.
Kita mulai dengan pemindahan pikiran2 jang lepas, dan
dengan demikian kita mendekati lapangan telepati eksperi-
mental.
Jakni mengenai penjadaran setjara tiba2 dan sertamerta
dari suatu kalimat lepas : Baik kalimat itu diutjapkan atau
ditulis, tak mendjadi soal.
Seorang anak umur lima tahun di Edinburgh pada suatu
hari setjara tiba2 berkata: „Bibi Jannie di Tandjung Harap-
an; ia mati!" Kelak ternjata, bahwa wanita ini meninggal
dunia di Afrika-Selatan, hampir 2 tepat pada saat anak itu
mengutjapkan kalimat diatas.
Disini anak itu dengan kata2 mengutjapkan sesuatu jang
muntjul dalam otaknja sebagai pemberitahuan, dan tjara
memberitahukannja sesuai dengan alampikirannja, karena
ia menjebutnja ,,bibi".

106

77
Sudah barang tentu anak urnur lima tahun tak mengerti Peristiwa ini mudah inenerangkannja, dalam rangka
apa jang dimaksud dengan ,,mati". Iapun tak tahu menahu telepati. Pikiran2 pembunuh sampai pada Radja. Mereka
tentang Afrika Selatan, dan mungkin ia tak mengerti apa sebelum melaksanakan rentjananja sudah meliputkan
jang diutjapkan bahkan mungkin sekali kata2 itu meluntjur pikiran2 membunuh itu pada diri sang Radja, dan pikiran2
sendiri dari mulutnja, setjara tak-sadar atau setengah-sadar. itu mendjadi sadar dalam otak si korban.

Demikian pula, kadang2 orang dewasa mengatakan se-


Ahli ilmualam Swedia terkenal Linnaeus, tokoh masjhur
suatu jang meluntjur sendiri dari mulutnja, jang membuat
di Akademi Harderwijk, menulis buku tentang berbagai
ia sendiri heran.
matjam hal2 aneh, dimana a.l. mentjeritakan peristiwa jang
Apa jang dikatakan itu adalah baru bagi dia dan bagi terdjadi didalam sebuah rumah penginapan.
orang2 lain jang mendengarkan, dan kelak ternjata bahwa
Seorang perdjurit masuk dan memesan sebuah kereta-
apa jang dikatakan itu sesuai dengan kenjataan. Peradjurit ini diminta supaja menunggu diruang makan,
Demikian Nj. H.D. (Phantasms, djilid I, hal. 243) ketika akan tetapi disana ada orang jang tak dikenalnja, dan di-
ia sedang membatja buku, berkata: „Saja kira, tuan C. saat dekat orang ini peradjurit tsb. merasa takut sekali, sedemi-
ini meninggal dunia." Ia minta kepada suaminja untuk kian rupa, sehingga ia lebih suka berada diluar, biar ke-
mentjatat waktunja (djam 7), dan esoknja mereka menerima hudjanan.
surat dimana diterangkan, bahwa Tn. C. malamnja djam 7 Jang empunja penginapan heran, mengapa orang ini
meninggal dunia. begitu merasa dan tak senang didekat orang jang tak di-
Peristiwa ini mengingatkan kita kepada „firasat" jang kenal itu. Ia mendesak perdjurit itu supaja masuk dan
dirasakan beberapa orang tentang kedjadian tertentu. Sudah ketika menolak djuga, ia bertanja kepada orang jang tak
barang tentu, firasat2 demikian itu terdjadi pada semua dikenal itu: „Mengapa kalian begitu saling membentji ?"
orang berpuluh-puluh kali setiap hari, akan tetapi sedikit Maka orang Itu mendjawab, bahwa ia belum kenal per-
sekali jang disadari atau ditjatat. djurit itu, belum pernah melihat atau berbitjara dengannja.
Pada dua peristiwa diatas, pemilihan orangnja terdjadi Perdjurit itupun tak bisa memberi keterangan apa2,
setjara kebetulan dan peristiwanja (kematian) tertjatat se- lcetjuali bahwa ia merasa takut dan tjemas apabila ada di-
tjara tepat sekali. dekat orang itu.
Teranglah, bahwa jang terdjadi itu adalah telepati. Akan Ketika orang itu berangkat, ia meninggalkan pesan ke-
tetapi pada peristiwa2 jang masih ragu2 terdapat pula ge- pada perdjurit: „Hati2lah, djanganlah Tuan sampai men-
djala2 telepatis. djadi anak saja!"
Orang jang tak dikenal itu adalah seorang algodjo. Se-
Dr Carl du Prel dalam salah suatu bukunja mengutip tengah tahun kemudian ia melaksanakan hukuman mati
pernjataan Marskal Bassompiere, jang dalam memoires perdjurit itu.
(kenang2an)nja menulis : bahwa Radja Henri IV dari Peran- Apabila kita bajangkan, bahwa perdjurit itu tahu bakat
tjis pada hari ia dibunuh, mengatakan, ia hari itu akan mati. djahatnja sendiri, maka kitapun mengerti mengapa ia me-
Menteri Sully mengatakan, bahwa radja tsb. telah merasa rasa takut dan tjemas, ketika setjara tak-sadar (melalui te-
sebelum ia dibunuh, dan mangkin dekat peristiwa itu ter- lepati) mengetahui, bahwa ia berhadap-hadapan dengan
djadi, mangkin kuat perasaannja. algodjo.

78
Sudah barang tentu anak urnur lima tahun tak mengerti Peristiwa ini mudah inenerangkannja, dalam rangka
apa jang dimaksud dengan ,,mati". Iapun tak tahu menahu telepati. Pikiran2 pembunuh sampai pada Radja. Mereka
tentang Afrika Selatan, dan mungkin ia tak mengerti apa sebelum melaksanakan rentjananja sudah meliputkan
jang diutjapkan bahkan mungkin sekali kata2 itu meluntjur pikiran2 membunuh itu pada diri sang Radja, dan pikiran2
sendiri dari mulutnja, setjara tak-sadar atau setengah-sadar. itu mendjadi sadar dalam otak si korban.

Demikian pula, kadang2 orang dewasa mengatakan se-


Ahli ilmualam Swedia terkenal Linnaeus, tokoh masjhur
suatu jang meluntjur sendiri dari mulutnja, jang membuat
di Akademi Harderwijk, menulis buku tentang berbagai
ia sendiri heran.
matjam hal2 aneh, dimana a.l. mentjeritakan peristiwa jang
Apa jang dikatakan itu adalah baru bagi dia dan bagi terdjadi didalam sebuah rumah penginapan.
orang2 lain jang mendengarkan, dan kelak ternjata bahwa
Seorang perdjurit masuk dan memesan sebuah kereta-
apa jang dikatakan itu sesuai dengan kenjataan. Peradjurit ini diminta supaja menunggu diruang makan,
Demikian Nj. H.D. (Phantasms, djilid I, hal. 243) ketika akan tetapi disana ada orang jang tak dikenalnja, dan di-
ia sedang membatja buku, berkata: „Saja kira, tuan C. saat dekat orang ini peradjurit tsb. merasa takut sekali, sedemi-
ini meninggal dunia." Ia minta kepada suaminja untuk kian rupa, sehingga ia lebih suka berada diluar, biar ke-
mentjatat waktunja (djam 7), dan esoknja mereka menerima hudjanan.
surat dimana diterangkan, bahwa Tn. C. malamnja djam 7 Jang empunja penginapan heran, mengapa orang ini
meninggal dunia. begitu merasa dan tak senang didekat orang jang tak di-
Peristiwa ini mengingatkan kita kepada „firasat" jang kenal itu. Ia mendesak perdjurit itu supaja masuk dan
dirasakan beberapa orang tentang kedjadian tertentu. Sudah ketika menolak djuga, ia bertanja kepada orang jang tak
barang tentu, firasat2 demikian itu terdjadi pada semua dikenal itu: „Mengapa kalian begitu saling membentji ?"
orang berpuluh-puluh kali setiap hari, akan tetapi sedikit Maka orang Itu mendjawab, bahwa ia belum kenal per-
sekali jang disadari atau ditjatat. djurit itu, belum pernah melihat atau berbitjara dengannja.
Pada dua peristiwa diatas, pemilihan orangnja terdjadi Perdjurit itupun tak bisa memberi keterangan apa2,
setjara kebetulan dan peristiwanja (kematian) tertjatat se- lcetjuali bahwa ia merasa takut dan tjemas apabila ada di-
tjara tepat sekali. dekat orang itu.
Teranglah, bahwa jang terdjadi itu adalah telepati. Akan Ketika orang itu berangkat, ia meninggalkan pesan ke-
tetapi pada peristiwa2 jang masih ragu2 terdapat pula ge- pada perdjurit: „Hati2lah, djanganlah Tuan sampai men-
djala2 telepatis. djadi anak saja!"
Orang jang tak dikenal itu adalah seorang algodjo. Se-
Dr Carl du Prel dalam salah suatu bukunja mengutip tengah tahun kemudian ia melaksanakan hukuman mati
pernjataan Marskal Bassompiere, jang dalam memoires perdjurit itu.
(kenang2an)nja menulis : bahwa Radja Henri IV dari Peran- Apabila kita bajangkan, bahwa perdjurit itu tahu bakat
tjis pada hari ia dibunuh, mengatakan, ia hari itu akan mati. djahatnja sendiri, maka kitapun mengerti mengapa ia me-
Menteri Sully mengatakan, bahwa radja tsb. telah merasa rasa takut dan tjemas, ketika setjara tak-sadar (melalui te-
sebelum ia dibunuh, dan mangkin dekat peristiwa itu ter- lepati) mengetahui, bahwa ia berhadap-hadapan dengan
djadi, mangkin kuat perasaannja. algodjo.

100 78

79
Dari firasat telepatis kita pindah kepada hal saling rasa Gedjala ini lebih djelas digambarkan dalam peristiwa
merasakan setjara telepatis. Djenis telepatis ini tak sering jang tertera dibawah ini:
terdjadi, karena disini dua orang harus bertugas sebagai Gadis umur sepuluh tahun mimpi, melihat orang jang
penerima-penjiar sekaligus. dikenalnja berangkat ke Meksiko.
Dari ,,Phantasms of the living", ditjatat tak lebih dari Dalam mimpinja ia melihat orang itu duduk dalam
duapuluh peristiwa demikian ini, jang semua hampir sama kantor ajahnja, dan segera iapun menghampiri dia, sambil
matjamnja. Dibawah ini kita kutip beberapa peristiwa. berseru : „Senang saja, bahwa Tuan telah kembali!" Akan
Ada orang laki2 mendapat tendangan keras pada muka- tetapi orang ini mongatjrngkan tangannja, per-lahan2 meng-
nja dari seekor kuda. Ia tidak pingsan, dan setelah men- halaukan gadis tsb. seraja katanja : ,,Djangan dekat2 saja.
dapat tendangan itu ia bersandar pada dinding kandang- Saja sedang mau mati di Mexiko, karena sakit radang-teng-
kuda. Maka terlihatlah dalam chajalannja seorang wanita, gorokan, dan saja datang untuk mengatakannja kepada
.tunangannja. Ia mendjadi kuatir karena visiun ini, dan ajahmu."
esoknja ia mengundjungi rumah tunangannja jang menga- Orang itu meninggal dunia di Mexiko pada saat ter-
takan kepadanja : „Kemarin siang saja mengharapkan Anda djadinja mimpi tsb.
datang, saja melihat Anda putjat dan muka Anda berlu- Untuk menerangkan gedjala ini, telah disusun beberapa
muran darah." Saat wanita ini ,,melihat" dia, adalah saat pendapat2 teoretis.
terdjadinja ketjelakaan itu. Apabila kita memperlihatkan fakta2nja, maka ternjata :
Orang laki2 duduk dalam ruang tamu. Sekonjong- A. Bahwa si penerima dengan badan djasmaninja ada
konjong muntjullah neneknja jang memeluk dan kemudian
disesuatu tempat.
menghilang. Nenek tsb., jang rumahnja agak djauh dari
B. Bahwa si penjiar (pengirim) ada disesuatu tempat,
tempat kedjadian ini dan sedang mengigau karena sakit,
dimana ia mengadakan pengamatan dan mengirim-
sekonjong-konjong memeluk leher seorang wanita, dan ke- kan pikiran2.
tika matanja melek dan sadar kembali, berkatalah ia ke-
heran-heranan: „Ah. engkau! Saja kira orang lain!" Mengenai perdjalanan dengan djiwapikiran, kita akan
membahasnja dalam bab berikut.
Dalam memperhatikan peristiwa ini, maka sikap orang
jang mengirimkan pesan2 telepatis sungguh menarik hati.
Ia seolah-olah ada ditempat si penerima pesan telepatis,
dan ia tahu bagaimana reaksi penerima itu terhadap pesan
telepatisnja.
Orang jang mendapat ketjelakaan dalam kandang-kuda,
nampaknja dengan djiwapikirannja ada ditempat tunangan-
nja, dan tunangannja inipun melihat dia.
Si tjutju merasa dipeluk oleh neneknja, dan nenek ini-
pun berchajal memeluk tjutjunja.
Disini terdjadi gedjala, jang disebut „mengadakan per-
djalanan dengan djiwa".

81

80
Dari firasat telepatis kita pindah kepada hal saling rasa Gedjala ini lebih djelas digambarkan dalam peristiwa
merasakan setjara telepatis. Djenis telepatis ini tak sering jang tertera dibawah ini:
terdjadi, karena disini dua orang harus bertugas sebagai Gadis umur sepuluh tahun mimpi, melihat orang jang
penerima-penjiar sekaligus. dikenalnja berangkat ke Meksiko.
Dari ,,Phantasms of the living", ditjatat tak lebih dari Dalam mimpinja ia melihat orang itu duduk dalam
duapuluh peristiwa demikian ini, jang semua hampir sama kantor ajahnja, dan segera iapun menghampiri dia, sambil
matjamnja. Dibawah ini kita kutip beberapa peristiwa. berseru : „Senang saja, bahwa Tuan telah kembali!" Akan
Ada orang laki2 mendapat tendangan keras pada muka- tetapi orang ini mongatjrngkan tangannja, per-lahan2 meng-
nja dari seekor kuda. Ia tidak pingsan, dan setelah men- halaukan gadis tsb. seraja katanja : ,,Djangan dekat2 saja.
dapat tendangan itu ia bersandar pada dinding kandang- Saja sedang mau mati di Mexiko, karena sakit radang-teng-
kuda. Maka terlihatlah dalam chajalannja seorang wanita, gorokan, dan saja datang untuk mengatakannja kepada
.tunangannja. Ia mendjadi kuatir karena visiun ini, dan ajahmu."
esoknja ia mengundjungi rumah tunangannja jang menga- Orang itu meninggal dunia di Mexiko pada saat ter-
takan kepadanja : „Kemarin siang saja mengharapkan Anda djadinja mimpi tsb.
datang, saja melihat Anda putjat dan muka Anda berlu- Untuk menerangkan gedjala ini, telah disusun beberapa
muran darah." Saat wanita ini ,,melihat" dia, adalah saat pendapat2 teoretis.
terdjadinja ketjelakaan itu. Apabila kita memperlihatkan fakta2nja, maka ternjata :
Orang laki2 duduk dalam ruang tamu. Sekonjong- A. Bahwa si penerima dengan badan djasmaninja ada
konjong muntjullah neneknja jang memeluk dan kemudian
disesuatu tempat.
menghilang. Nenek tsb., jang rumahnja agak djauh dari
B. Bahwa si penjiar (pengirim) ada disesuatu tempat,
tempat kedjadian ini dan sedang mengigau karena sakit,
dimana ia mengadakan pengamatan dan mengirim-
sekonjong-konjong memeluk leher seorang wanita, dan ke- kan pikiran2.
tika matanja melek dan sadar kembali, berkatalah ia ke-
heran-heranan: „Ah. engkau! Saja kira orang lain!" Mengenai perdjalanan dengan djiwapikiran, kita akan
membahasnja dalam bab berikut.
Dalam memperhatikan peristiwa ini, maka sikap orang
jang mengirimkan pesan2 telepatis sungguh menarik hati.
Ia seolah-olah ada ditempat si penerima pesan telepatis,
dan ia tahu bagaimana reaksi penerima itu terhadap pesan
telepatisnja.
Orang jang mendapat ketjelakaan dalam kandang-kuda,
nampaknja dengan djiwapikirannja ada ditempat tunangan-
nja, dan tunangannja inipun melihat dia.
Si tjutju merasa dipeluk oleh neneknja, dan nenek ini-
pun berchajal memeluk tjutjunja.
Disini terdjadi gedjala, jang disebut „mengadakan per-
djalanan dengan djiwa".

100

81
Kisahnja adalah sbb.:
Ada seorang wanita tua dalam rumah saja, dan dengan
BAB KEDELAPAN harapan bahwa gadis itu akan melihatnja, saja menanjakan
kepadanja apakah tak melihat seorang wanita. Maka dja-
BEPERGIAN DENGAN DJIWAPIKIRAN wabnja, ia melihat seorang wanita muda, jang dilukiskan-
nja sedemikian tjermatnja, sehingga saja menduga bahwa
Apakah bepergian dengan djiwaplkiran itu ? — Eksperimen Dr.
Backman. — Peristiwa 3 sedjarah tentang bepergian dengar. djiwa-
Wanita itu adalah Nn. H. W. Kemudian ia mentjeritakan
pikiran itu. — Penjihir- wanita. — Bangsa Lap. — Apakah badan kepada saja, bahwa isteri saja berdandan (berpakaian), lalu
jang astral jang bepergian ? — N j . Blavatsky diantara kaum Kurdi.
— Pengalaman 2 orang Eropa pada waktu achir 3 ini.
pergi, masuk kedalam sebuah toko, membeli sesuatu. Eks-
perimen berachir disitu.

B EPERGIAN dangan djiwapikiran adalah gedjala tele-


patis semata-mata. Dan mungkin inilah telepati
dalam arti sebenar-benarnja.
Dr Backman segera menulisi isterinja, jang melalui
surat-pos mendjawab, bahwa ia sangat heran tentang apa
jang dikatakan oleh suaminja itu. Memang pada saat jang
pergi ke toko didjalan dimana ia tinggal, akan tetapi Nn.
Dalam bab 2 jang terdahulu, kita sering melukiskan per-
istiwa2 telepatis, dimana penerima melihat si pengirim di- disebut oleh suaminja ia sedang berdandan dan ia telah
depannja. Namun si penerima tak ada ditempat si penjiar, Nn. H.W., jang ada dikota lain, kira2 20 km dari Kalmar.
H.W. tak mengundjungi rumahnja. Ia kebetulan menelpon
atau setidak-tidaknja ia tak ingat samasekali akan kehadiran
si penerima. Gadis itu melihat Nj. Backman, dan dalam pada itupun
menerima gambaran psychis (kedjiwaan) dari Nn. H.W. jang
Dalam peristiwa nenek dan tjutjunja (bab ketudjuh),
meskipun badannja tak hadir, namun ada kontak dengan
mereka saling melihat. Nenek memeluk orang, dan me-
Nj. Backman melalui telepon.
njangka orang ini adalah tjutjunja, jang berada ditempat
jang djauh sekali. Sitjutju merasa dipeluk oleh neneknja. Nn. H.W. dan Nj. Backman dengan demikian saling ber-
hubungan erat sekali dan setjara psychis (kedjiwaan) mereka
Disini ada sangkaan, bahwa dengan djiwapikirannja
nenek itu ada didekat tjutjunja. berdekatan, karena antara mereka ada pertukaranpikiran.
Meskipun kalimat terachir ini seolah-olah berlawanan
Namun, gedjala ini lebih merupakan saling mempenga- dengan isi keterangan jang diberikan oleh gadis jang di-
ruhi daripada bepergian dengan djiwapikiran. hipnotisir, namun kita disini menemukan suatu bukti njata
dan tegas tentang sifat kedjiwaan dari kontak jang ia
Kita baru bisa mengatakan tentang bepergian, djika se-
orang peribadi tertentu pindah ketempat lain, dan disana lakukan.
selain memantjarkan kesan2 telepatis djuga bisa mengada- Gadis jang dihipnotisir itu dengan demikian menerima
kan pengamatan 2 langsung. kesan2 dari Nj. Backman dan Nn. H.W. Bagaimana terdjadi-
nja kesan2 ini ?
Dr Backman berada dalam tangsi resimen-Kalmar di
Sukar untuk memberikan keterangan setjara ilmiah,
Swedia. Ia menghipnotisir seorang gadis umur 14 tahun,
akan tetapi dari uraian jang diberikan oleh Nj. Backman dan
dan dalam hatinja memerintahkan dia supaja pergi ke-
Nn. H.W. kita harus menjimpulkan, bahwa gadis itu erat
rumahnja di Kalmar, djauhnja kira2 13 kilometer.
hubungannja dengan tempat dimana Nj. B. berada.

83

82
Kisahnja adalah sbb.:
Ada seorang wanita tua dalam rumah saja, dan dengan
BAB KEDELAPAN harapan bahwa gadis itu akan melihatnja, saja menanjakan
kepadanja apakah tak melihat seorang wanita. Maka dja-
BEPERGIAN DENGAN DJIWAPIKIRAN wabnja, ia melihat seorang wanita muda, jang dilukiskan-
nja sedemikian tjermatnja, sehingga saja menduga bahwa
Apakah bepergian dengan djiwaplkiran itu ? — Eksperimen Dr.
Backman. — Peristiwa 3 sedjarah tentang bepergian dengar. djiwa-
Wanita itu adalah Nn. H. W. Kemudian ia mentjeritakan
pikiran itu. — Penjihir- wanita. — Bangsa Lap. — Apakah badan kepada saja, bahwa isteri saja berdandan (berpakaian), lalu
jang astral jang bepergian ? — N j . Blavatsky diantara kaum Kurdi.
— Pengalaman 2 orang Eropa pada waktu achir 3 ini.
pergi, masuk kedalam sebuah toko, membeli sesuatu. Eks-
perimen berachir disitu.

B EPERGIAN dangan djiwapikiran adalah gedjala tele-


patis semata-mata. Dan mungkin inilah telepati
dalam arti sebenar-benarnja.
Dr Backman segera menulisi isterinja, jang melalui
surat-pos mendjawab, bahwa ia sangat heran tentang apa
jang dikatakan oleh suaminja itu. Memang pada saat jang
pergi ke toko didjalan dimana ia tinggal, akan tetapi Nn.
Dalam bab 2 jang terdahulu, kita sering melukiskan per-
istiwa2 telepatis, dimana penerima melihat si pengirim di- disebut oleh suaminja ia sedang berdandan dan ia telah
depannja. Namun si penerima tak ada ditempat si penjiar, Nn. H.W., jang ada dikota lain, kira2 20 km dari Kalmar.
H.W. tak mengundjungi rumahnja. Ia kebetulan menelpon
atau setidak-tidaknja ia tak ingat samasekali akan kehadiran
si penerima. Gadis itu melihat Nj. Backman, dan dalam pada itupun
menerima gambaran psychis (kedjiwaan) dari Nn. H.W. jang
Dalam peristiwa nenek dan tjutjunja (bab ketudjuh),
meskipun badannja tak hadir, namun ada kontak dengan
mereka saling melihat. Nenek memeluk orang, dan me-
Nj. Backman melalui telepon.
njangka orang ini adalah tjutjunja, jang berada ditempat
jang djauh sekali. Sitjutju merasa dipeluk oleh neneknja. Nn. H.W. dan Nj. Backman dengan demikian saling ber-
hubungan erat sekali dan setjara psychis (kedjiwaan) mereka
Disini ada sangkaan, bahwa dengan djiwapikirannja
nenek itu ada didekat tjutjunja. berdekatan, karena antara mereka ada pertukaranpikiran.
Meskipun kalimat terachir ini seolah-olah berlawanan
Namun, gedjala ini lebih merupakan saling mempenga- dengan isi keterangan jang diberikan oleh gadis jang di-
ruhi daripada bepergian dengan djiwapikiran. hipnotisir, namun kita disini menemukan suatu bukti njata
dan tegas tentang sifat kedjiwaan dari kontak jang ia
Kita baru bisa mengatakan tentang bepergian, djika se-
orang peribadi tertentu pindah ketempat lain, dan disana lakukan.
selain memantjarkan kesan2 telepatis djuga bisa mengada- Gadis jang dihipnotisir itu dengan demikian menerima
kan pengamatan 2 langsung. kesan2 dari Nj. Backman dan Nn. H.W. Bagaimana terdjadi-
nja kesan2 ini ?
Dr Backman berada dalam tangsi resimen-Kalmar di
Sukar untuk memberikan keterangan setjara ilmiah,
Swedia. Ia menghipnotisir seorang gadis umur 14 tahun,
akan tetapi dari uraian jang diberikan oleh Nj. Backman dan
dan dalam hatinja memerintahkan dia supaja pergi ke-
Nn. H.W. kita harus menjimpulkan, bahwa gadis itu erat
rumahnja di Kalmar, djauhnja kira2 13 kilometer.
hubungannja dengan tempat dimana Nj. B. berada.
106

83
dinjalakan, dan bahwa sedjarah sebelum itu merupakan
Wanita ini tak merasakan adanja pengaruh telepatis,
rentetan kebodohan dan penipuan belaka, akan tetapi
akan tetapi ini tak meniadakan kemungkinan, bahwa gadis
disamping itu untung masih ada orang2 jang dengan senang
jang dihipnotisir itu berhubungan dengan peribadi Nj. B.,
hati mengakui bahwa djuga dari sedjarah lama kita biasa
dan mengirimkan berbagai pengalaman2 psychis ketempat,
menarik peladjaran2 berfaedah, dan bahwa nenekmojang
dimana gadis itu dalam keadaan tidur hipnosa.
kita mempunjai tatapikiran jang rata2 sama baik atau bu-
Kita disini bisa mengatakan bahwa ada telepati passif,
ruknja dengan tatapikiran kita.
apabila jang kita maksudkan passif ialah keluarnja psycKe
(djiwapikiran) untuk mengetahui pengalaman2 orang lain, Dan apabila kita tidak berpendirian, bahwa sedjarah2
mengundjungi tempat2 lain, dsbnja. kuno dan tjerita2-adjaib disusun oleh orang2 setengah-gila,
penipu2 dan orang2 jang kurang waras, maka riwajat2 itu
Telepati biasa, telepati aktif, adalah bal keluarnja te-
naga2 kedjiwaan2 (pikiran) untuk mendesakkan pengalaman2 mengandung banjak hal- jang menarik hati.
kepada orang lain. Menurut riwajat jang dituturkan furun-temurun, pe-
Diantara kedua tingkat (passif dan aktif) ini terdapat njihir2 wanita di Abad Pertengahan di Eropa, setiap malam
tingkat keadaan orang selaku penerima telepatis, jang ber- atau malam2 tertentu apabila letak bulan dan bintang2 meng-
langsung berdasarkan keadaan bawahsadar atau setengah- izinkan, pergi kesuatu pertemuan para penjihir-wanita.
sadar. Jean Bodin, orang masjhur Abad Pertengahan, seringkali
Dalam peristiwa2 lain jang merupakan „bepergian de- mentjeritakan tentang kemampuan2 penjihir2-wanita dalam
ngan djiwapikiran" jang menarik perhatian kita ialah ke- keadaan ekstase, dan iapun mentjeritakan tentang penjihir-
tjorakragaman sifat bepergian demikian itu. wanita di Bordeaux jang pergi mengundjungi pertemuan
Ada peristiwa2 sertamerta dan eksperimental, dalam demikian itu.
keadaan-mimpi dan keadaan-sadar. Wanita itu menggosok badannja dengan sematjam boreh
Selain itu, sedjak zaman purba bepergian setjara ke- (zalf), jang kemudian berada dalam ekstase (seperti kesu-
djiwaan dianggap sebagai kenjataan jang tak bisa diragu- rupan). Ketika beberapa djam kemudian ia bangun, ia men-
kan lagi. Dan jang dianggap biasa melakukan ini adalah tjeritakan pengalaman2nja. Maka ternjatalah bahwa dengan
djurusihir2, paderi2 dan penjihir2 wanita. djiwanja ia pergi ketempat-tempat disekitar kota Bordeaux.
Sudah barang tentu sukar untuk menguraikan kembali Keterangan2nja ditjatat dan setelah ditjotjokkan ternjata,
peristiwa2 sedjarah itu, dan dari peristiwa2 itu semata-mata bahwa apa jang dilihatnja itu memang terdjadi sungguh2.
kita tak bisa menarik kesimpulan tentang kebenaran be- Djadi dizaman itu orang tak pertjaja bahwa penjihir2-wanita
pergian „telepatis" ini. Akan tetapi ada gunanja djuga terbang mengendarai sapu-lidi. Mereka mengadakan per-
mengadakan perbandingan antara peristiwa sedjarah itu djalanan dengan djiwanja, dan djiwa itu digambarkan se-
dan pengarnatan2 dizaman sekarang. Dengan demikian, pe- bagai bajangan jang mirip betul dengan badan djasmaninja.
mandangan kita tentang peristiwa2 dalam sedjarah mendjadi Sampai sekarang kepertjajaan akan penjihir2 wanita ini
lebih djelas dan luas. masih ada dikalangan bangsa2 jang kurang beradab. Djuga
dikalangan bangsa2 Lap, Tartar, Mongolia dan Sami (Semit),
Djusteru dewasa ini ada banjak orang, chususnja di- ada djurusihir2 jang sekehendak hatinja bisa bepergian ke-
kalangan para dokter, ahli2 ilmualam dan kaum teknikus rn ana-man a.
jang mengira, bahwa tjahaja-akal baru satu abad jang lalu
85

84
dinjalakan, dan bahwa sedjarah sebelum itu merupakan
Wanita ini tak merasakan adanja pengaruh telepatis,
rentetan kebodohan dan penipuan belaka, akan tetapi
akan tetapi ini tak meniadakan kemungkinan, bahwa gadis
disamping itu untung masih ada orang2 jang dengan senang
jang dihipnotisir itu berhubungan dengan peribadi Nj. B.,
hati mengakui bahwa djuga dari sedjarah lama kita biasa
dan mengirimkan berbagai pengalaman2 psychis ketempat,
menarik peladjaran2 berfaedah, dan bahwa nenekmojang
dimana gadis itu dalam keadaan tidur hipnosa.
kita mempunjai tatapikiran jang rata2 sama baik atau bu-
Kita disini bisa mengatakan bahwa ada telepati passif,
ruknja dengan tatapikiran kita.
apabila jang kita maksudkan passif ialah keluarnja psycKe
(djiwapikiran) untuk mengetahui pengalaman2 orang lain, Dan apabila kita tidak berpendirian, bahwa sedjarah2
mengundjungi tempat2 lain, dsbnja. kuno dan tjerita2-adjaib disusun oleh orang2 setengah-gila,
penipu2 dan orang2 jang kurang waras, maka riwajat2 itu
Telepati biasa, telepati aktif, adalah bal keluarnja te-
naga2 kedjiwaan2 (pikiran) untuk mendesakkan pengalaman2 mengandung banjak hal- jang menarik hati.
kepada orang lain. Menurut riwajat jang dituturkan furun-temurun, pe-
Diantara kedua tingkat (passif dan aktif) ini terdapat njihir2 wanita di Abad Pertengahan di Eropa, setiap malam
tingkat keadaan orang selaku penerima telepatis, jang ber- atau malam2 tertentu apabila letak bulan dan bintang2 meng-
langsung berdasarkan keadaan bawahsadar atau setengah- izinkan, pergi kesuatu pertemuan para penjihir-wanita.
sadar. Jean Bodin, orang masjhur Abad Pertengahan, seringkali
Dalam peristiwa2 lain jang merupakan „bepergian de- mentjeritakan tentang kemampuan2 penjihir2-wanita dalam
ngan djiwapikiran" jang menarik perhatian kita ialah ke- keadaan ekstase, dan iapun mentjeritakan tentang penjihir-
tjorakragaman sifat bepergian demikian itu. wanita di Bordeaux jang pergi mengundjungi pertemuan
Ada peristiwa2 sertamerta dan eksperimental, dalam demikian itu.
keadaan-mimpi dan keadaan-sadar. Wanita itu menggosok badannja dengan sematjam boreh
Selain itu, sedjak zaman purba bepergian setjara ke- (zalf), jang kemudian berada dalam ekstase (seperti kesu-
djiwaan dianggap sebagai kenjataan jang tak bisa diragu- rupan). Ketika beberapa djam kemudian ia bangun, ia men-
kan lagi. Dan jang dianggap biasa melakukan ini adalah tjeritakan pengalaman2nja. Maka ternjatalah bahwa dengan
djurusihir2, paderi2 dan penjihir2 wanita. djiwanja ia pergi ketempat-tempat disekitar kota Bordeaux.
Sudah barang tentu sukar untuk menguraikan kembali Keterangan2nja ditjatat dan setelah ditjotjokkan ternjata,
peristiwa2 sedjarah itu, dan dari peristiwa2 itu semata-mata bahwa apa jang dilihatnja itu memang terdjadi sungguh2.
kita tak bisa menarik kesimpulan tentang kebenaran be- Djadi dizaman itu orang tak pertjaja bahwa penjihir2-wanita
pergian „telepatis" ini. Akan tetapi ada gunanja djuga terbang mengendarai sapu-lidi. Mereka mengadakan per-
mengadakan perbandingan antara peristiwa sedjarah itu djalanan dengan djiwanja, dan djiwa itu digambarkan se-
dan pengarnatan2 dizaman sekarang. Dengan demikian, pe- bagai bajangan jang mirip betul dengan badan djasmaninja.
mandangan kita tentang peristiwa2 dalam sedjarah mendjadi Sampai sekarang kepertjajaan akan penjihir2 wanita ini
lebih djelas dan luas. masih ada dikalangan bangsa2 jang kurang beradab. Djuga
dikalangan bangsa2 Lap, Tartar, Mongolia dan Sami (Semit),
Djusteru dewasa ini ada banjak orang, chususnja di- ada djurusihir2 jang sekehendak hatinja bisa bepergian ke-
kalangan para dokter, ahli2 ilmualam dan kaum teknikus rn ana-man a.
jang mengira, bahwa tjahaja-akal baru satu abad jang lalu
106

85
Di Utara London orang menjelidiki sihir bangsa Lap. dilakukan oleh isteri uskup itu, dan dalam pada itu mem-
Dalam pertengalian abad 19 suatu panitya jang terdiri dari buktikan bahwa djiwanja memang betul2 ada di Upsala".
pendeta2, dibawah pimpinan uskup agung dari Upsala ber- Sardal mengambil anglo jang diatasnja ditaruhi ramuan2
sama2 dengan seorang dokter dan seorang pegawai tinggi daun2an jang sudah dikeringkan. „Ini akan saja bakar!"
pergi ke Laplandia, untuk menjelidiki sihir kafir bangsa katanja, ,,dan asapnja akan saja hirup. Akan tetapi Tuan2
Lap, dan kalau mungkin memberantasnja. harus berdjandji djangan mengganggu atau membangunkan
saja, salah2 saja bisa mati. Djiwa saja akan meninggalkan
badan saja, dan saja seolah-olah mati. Akan tetapi satu djam
kemudian djiwa saja itu akan kembali, dan saja akan
bangun."
Setelah menghirup asap, Sardal memang mendjadi se-
perti orang mati. Dokter jang hadir segera ingin memberi
pertolongan kepada orang itu, karena mengira bahwa ia
kena ratjun uap batubara. Akan tetapi uskup menghalang-
halangi, karena djandji jang telah diikrarkannja.
Ketika berselang satu djam dan semua orang gelisah
dan tjemas2, muka orang Lap itu warnanja pulih seperti
biasa, djantungnja berdenjut lagi, dan katanja:
,,Isteri uskup ada dalam dapur."
Kemudian ia mentjeritakan keadaan rumah dan dapur
itu sampai pada bagian2 jang seketjil-ketjilnja.
„Penjihir wanita", Sepandjang pengetahuan uskup, Sardal tak pernah me-
(Dari suatu lukisan-lcaju dari Holbein). ngundjungi Upsa'a.
,,Sebagai bukti, bahwa saja betul2 telah kesana, saja
Setelah mengalami beberapa matjam kesukaran dan ke- masukkan tjintjinkawin isteri Tuan kedalam tempat arang.
sulitan dalam menempuh perdjalanan jang djauh, mereka Tjintjin itu terlepas dari djarinja ketika ia masak," demi-
sampai didaerah bangsa Lap, dan mereka menginap dirumah kian kata Sardal achirnja.
seorang Lap kaja, bernama Sardal, jang terkenal sebagai Uskup agung itu segera mengirim surat kerumah, dan
djurusihir djempolan. Orang ini, sebagaimana halnja orang2 bertanja kepada isterinja apa jang ia lakukan djam 11 pagi
Lap lainnja sangat ramah terhadap tamu2nja. Ia menjerah- tanggal 28 Mai. Ia minta kepadanja supaja mengingat betul2
kan kamar jang terbaik kepada tamunja, dan mendjamu dan menuliskannja dengan seksama.
mereka dengan makanan dan minuman sebaik-baiknja.
Setjara hati2 sekali, panitya menghubungi tuan rumah, Empatbelas hari kemudian uskup menerima surat dja-
dan achirnja pembitjaraan menjinggung soal sihir, dan tuan waban:
rumah bersedia mengadakan suatu seance. Ia (isteri saja) pada saat itu sedang memasak kue. Sudah
Ia ingin mengirimkan dji w anja ke-rumah uskup-agung tentu ia ingat betul peristiwa2 jang terdjadi pada waktu itu,
di Upsala, supaja djiwa itu bisa menjaksikan apa jang sedang karena ia kehilangan tjintjin-kawinnja. Tjintjin itu terge-

87

86
Di Utara London orang menjelidiki sihir bangsa Lap. dilakukan oleh isteri uskup itu, dan dalam pada itu mem-
Dalam pertengalian abad 19 suatu panitya jang terdiri dari buktikan bahwa djiwanja memang betul2 ada di Upsala".
pendeta2, dibawah pimpinan uskup agung dari Upsala ber- Sardal mengambil anglo jang diatasnja ditaruhi ramuan2
sama2 dengan seorang dokter dan seorang pegawai tinggi daun2an jang sudah dikeringkan. „Ini akan saja bakar!"
pergi ke Laplandia, untuk menjelidiki sihir kafir bangsa katanja, ,,dan asapnja akan saja hirup. Akan tetapi Tuan2
Lap, dan kalau mungkin memberantasnja. harus berdjandji djangan mengganggu atau membangunkan
saja, salah2 saja bisa mati. Djiwa saja akan meninggalkan
badan saja, dan saja seolah-olah mati. Akan tetapi satu djam
kemudian djiwa saja itu akan kembali, dan saja akan
bangun."
Setelah menghirup asap, Sardal memang mendjadi se-
perti orang mati. Dokter jang hadir segera ingin memberi
pertolongan kepada orang itu, karena mengira bahwa ia
kena ratjun uap batubara. Akan tetapi uskup menghalang-
halangi, karena djandji jang telah diikrarkannja.
Ketika berselang satu djam dan semua orang gelisah
dan tjemas2, muka orang Lap itu warnanja pulih seperti
biasa, djantungnja berdenjut lagi, dan katanja:
,,Isteri uskup ada dalam dapur."
Kemudian ia mentjeritakan keadaan rumah dan dapur
itu sampai pada bagian2 jang seketjil-ketjilnja.
„Penjihir wanita", Sepandjang pengetahuan uskup, Sardal tak pernah me-
(Dari suatu lukisan-lcaju dari Holbein). ngundjungi Upsa'a.
,,Sebagai bukti, bahwa saja betul2 telah kesana, saja
Setelah mengalami beberapa matjam kesukaran dan ke- masukkan tjintjinkawin isteri Tuan kedalam tempat arang.
sulitan dalam menempuh perdjalanan jang djauh, mereka Tjintjin itu terlepas dari djarinja ketika ia masak," demi-
sampai didaerah bangsa Lap, dan mereka menginap dirumah kian kata Sardal achirnja.
seorang Lap kaja, bernama Sardal, jang terkenal sebagai Uskup agung itu segera mengirim surat kerumah, dan
djurusihir djempolan. Orang ini, sebagaimana halnja orang2 bertanja kepada isterinja apa jang ia lakukan djam 11 pagi
Lap lainnja sangat ramah terhadap tamu2nja. Ia menjerah- tanggal 28 Mai. Ia minta kepadanja supaja mengingat betul2
kan kamar jang terbaik kepada tamunja, dan mendjamu dan menuliskannja dengan seksama.
mereka dengan makanan dan minuman sebaik-baiknja.
Setjara hati2 sekali, panitya menghubungi tuan rumah, Empatbelas hari kemudian uskup menerima surat dja-
dan achirnja pembitjaraan menjinggung soal sihir, dan tuan waban:
rumah bersedia mengadakan suatu seance. Ia (isteri saja) pada saat itu sedang memasak kue. Sudah
Ia ingin mengirimkan dji w anja ke-rumah uskup-agung tentu ia ingat betul peristiwa2 jang terdjadi pada waktu itu,
di Upsala, supaja djiwa itu bisa menjaksikan apa jang sedang karena ia kehilangan tjintjin-kawinnja. Tjintjin itu terge-
100

87
lintjir terlepas dari djarinja, dan bagaimanapun ia men- rena bukan maksud saja untuk menulis kisah penghidupan,
tjarinja, sia2 belaka. Mula2 ia takut bahwa tjintjin itu ditjuri maka saja tak akan menguraikan sampai ke soal2 ketjil, dan
seorang bangsa Lap jang berpakaian rapi, jang ia lihat di- saja hanja mengatakan, bahwa dari tenda kita telah ditjuri
dapur, akan tetapi jang kemudian pergi lagi, tanpa men- orang : pelana jang mahal harganja, permadani, dua pisau
djawab pertanjaan jang diadjukannja. belati jang terhias. Orang2 Kurdi menjatakan, dibawah
Tjintjin-kawin kemudian diketemukan dalam tempat pimpinan kepala-sukunja demi Allah mereka tidak mentjuri
barang itu. Ini kita pertjaja, karena pentjurian demikian
arang:
itu adalah hal jang sangat luarbiasa. Mereka adalah orang 2
Setelah ditindjau lebih mendalam, maka nampaklah per-
jang ramah-tam,'>h sekali terhadap setiap tamu jang telah
samaan dengan gedjala 2 telepati biasa. Djuga disini wanita
berada didaerah sukunja.
itu melihat suatu bajangan atau gambaran jang mirip 2 betul
dengan orang. Ia sendiri jakin bahwa jang dilihatnja itu Seorang Georgia, jang bekerdja dikafilah kita memberi
adalah kenjataan, bukan chajalan. nasihat, untuk pergi ke „kudian", atau pengusir setan. Na-
Bag'aimana keterangannja ? Apakah orang Lap ini de-- sihat ini kami turuti dan setjara chidmat kami tetapkan
ngan badan astralnja telah hadir dalam dapur, dimana ia bahwa kami akan bertemu dengan dia pada tengah malam
melakukan perbuatan 2 tertentu dan kemudian masuk lagi bulan purnama.
kedalam badannja disuatu tempat di Laplandia. Pada waktu jang ditentukan kami pergi ketempat djuru-
Djawabnja bisa djadi ,,ja", dan banjak orang jang ber- sihir itu. Diatas tendanja ada sematjam lobang pesegi, sinar
usaha keras untuk memetjahkan masalah bepergian dengan bulan memantjar kedalam bertjampur dengan sinar kerdip 2
djiwa setjara itu pula. Mereka mengira bahwa „bepergian" lampu bersumbu tiga. Beberapa menit lamanja djurusihir
itu bisa dilakukan dengan badan astralnja. itu mengutjapkan mantera, seperti orang mernanggil-mang-
Badan „astral" ini adalah badan dari zat sangat halus gil, jang seolah-olah ditudjukan kepada kami dan kepada
boleh dikatakan djiwa kasar, dengan mana djiwa mengguna- bulan. Kemudian orang tua jang berbadan tegap dan besar
kannja untuk bepergian keniana sadja atau ke-daerah2 ro- itu dan jang memakai ikat-kepala tinggi hingga menjentuh
hani jang lebih tinggi. atap tenda, mengambil sebuah .tjermin (tjermin Persia).
Penganut 2 paham teosofi banjak inempropagandakan Ia meniup tjermin itu lebih dari sepuluh menit. Kemu-
teori badan ,,astral" ini. dian ia mengusap gelasnja dengan beberapa rempah 2 , se-
Dalam tulisan2 teosofi banjak terdapat kisah2 mengenai hingga bersih, sambil membisikkan beberapa mantera. Pada
bepergian dengan badan astral, jang mirip 2 dengan seance setiap usapan, tjermin itu mendjadi mengkilat dan meng-
sihir dari orang Lap Sardal, atau perdjalanan jang dilaku- kilau, sehingga gelasnja memantjarkan sinar2 kesegala dju-
kan oleh penjihir-wanita di Bordeaux. rusan. Achirnja selesailah pekerdjaan 2 nja itu. Orang tua itu
lalu berdiri sambil menggenggam tjermin, tak bergerak-
Pemimpin Perkumpulan Teosofi, Nj. Blavatsky, dalam gerak seperti artja.
bukunja „Isis Unveiled" mentjeritakan suatu seance sihir ,,Lihat Hanoum ! Lihatlah baik 2 ," ia menggumam, bibir-
jang terdjadi di Asia. Inilah kisah jang ditulis oleh Nj- nja hampir tak bergerak. Maka muntjullah bajangan 2 dan
Blavatsky tersebut: noda2 gelap diatas tjermin, meskipun tadinja semata-mata
Kami mengundjungi berbagai sukubangsa Asia, dan pada memantulkan (memantjarkan kembali) bulatan bulan jang
suatu waktu kita berada ditengah-tengah bangsa Kurdi. Ka- mengkilat-mengkilau itu.

88
lintjir terlepas dari djarinja, dan bagaimanapun ia men- rena bukan maksud saja untuk menulis kisah penghidupan,
tjarinja, sia2 belaka. Mula2 ia takut bahwa tjintjin itu ditjuri maka saja tak akan menguraikan sampai ke soal2 ketjil, dan
seorang bangsa Lap jang berpakaian rapi, jang ia lihat di- saja hanja mengatakan, bahwa dari tenda kita telah ditjuri
dapur, akan tetapi jang kemudian pergi lagi, tanpa men- orang : pelana jang mahal harganja, permadani, dua pisau
djawab pertanjaan jang diadjukannja. belati jang terhias. Orang2 Kurdi menjatakan, dibawah
Tjintjin-kawin kemudian diketemukan dalam tempat pimpinan kepala-sukunja demi Allah mereka tidak mentjuri
barang itu. Ini kita pertjaja, karena pentjurian demikian
arang:
itu adalah hal jang sangat luarbiasa. Mereka adalah orang 2
Setelah ditindjau lebih mendalam, maka nampaklah per-
jang ramah-tam,'>h sekali terhadap setiap tamu jang telah
samaan dengan gedjala 2 telepati biasa. Djuga disini wanita
berada didaerah sukunja.
itu melihat suatu bajangan atau gambaran jang mirip 2 betul
dengan orang. Ia sendiri jakin bahwa jang dilihatnja itu Seorang Georgia, jang bekerdja dikafilah kita memberi
adalah kenjataan, bukan chajalan. nasihat, untuk pergi ke „kudian", atau pengusir setan. Na-
Bag'aimana keterangannja ? Apakah orang Lap ini de-- sihat ini kami turuti dan setjara chidmat kami tetapkan
ngan badan astralnja telah hadir dalam dapur, dimana ia bahwa kami akan bertemu dengan dia pada tengah malam
melakukan perbuatan 2 tertentu dan kemudian masuk lagi bulan purnama.
kedalam badannja disuatu tempat di Laplandia. Pada waktu jang ditentukan kami pergi ketempat djuru-
Djawabnja bisa djadi ,,ja", dan banjak orang jang ber- sihir itu. Diatas tendanja ada sematjam lobang pesegi, sinar
usaha keras untuk memetjahkan masalah bepergian dengan bulan memantjar kedalam bertjampur dengan sinar kerdip 2
djiwa setjara itu pula. Mereka mengira bahwa „bepergian" lampu bersumbu tiga. Beberapa menit lamanja djurusihir
itu bisa dilakukan dengan badan astralnja. itu mengutjapkan mantera, seperti orang mernanggil-mang-
Badan „astral" ini adalah badan dari zat sangat halus gil, jang seolah-olah ditudjukan kepada kami dan kepada
boleh dikatakan djiwa kasar, dengan mana djiwa mengguna- bulan. Kemudian orang tua jang berbadan tegap dan besar
kannja untuk bepergian keniana sadja atau ke-daerah2 ro- itu dan jang memakai ikat-kepala tinggi hingga menjentuh
hani jang lebih tinggi. atap tenda, mengambil sebuah .tjermin (tjermin Persia).
Penganut 2 paham teosofi banjak inempropagandakan Ia meniup tjermin itu lebih dari sepuluh menit. Kemu-
teori badan ,,astral" ini. dian ia mengusap gelasnja dengan beberapa rempah 2 , se-
Dalam tulisan2 teosofi banjak terdapat kisah2 mengenai hingga bersih, sambil membisikkan beberapa mantera. Pada
bepergian dengan badan astral, jang mirip 2 dengan seance setiap usapan, tjermin itu mendjadi mengkilat dan meng-
sihir dari orang Lap Sardal, atau perdjalanan jang dilaku- kilau, sehingga gelasnja memantjarkan sinar2 kesegala dju-
kan oleh penjihir-wanita di Bordeaux. rusan. Achirnja selesailah pekerdjaan 2 nja itu. Orang tua itu
lalu berdiri sambil menggenggam tjermin, tak bergerak-
Pemimpin Perkumpulan Teosofi, Nj. Blavatsky, dalam gerak seperti artja.
bukunja „Isis Unveiled" mentjeritakan suatu seance sihir ,,Lihat Hanoum ! Lihatlah baik 2 ," ia menggumam, bibir-
jang terdjadi di Asia. Inilah kisah jang ditulis oleh Nj- nja hampir tak bergerak. Maka muntjullah bajangan 2 dan
Blavatsky tersebut: noda2 gelap diatas tjermin, meskipun tadinja semata-mata
Kami mengundjungi berbagai sukubangsa Asia, dan pada memantulkan (memantjarkan kembali) bulatan bulan jang
suatu waktu kita berada ditengah-tengah bangsa Kurdi. Ka- mengkilat-mengkilau itu.

100 88

89
jang ditjoiongnja, persis seperti jang kita lihat dalam tjer-
Maka setelah berselang beberapa sekon, pelana itu mun- min sihir."
tjul, bersama-sama dengan permadani dan pisau-belati, jang Barangkali ia dibunuh oleh kedua perampok itu, jang
seolah-olah timbul dari air djernih jang dalam sekali. bermaksud merampas barang 2 nja, akan tetapi perbuatannja
Mangkin lama mangkin djelas. Kemudian timbullah ba- itu ditjegah oleh pengendara 2 kuda jang tiba2 datang, jakni
jangan gelap diatas benda 2 itu. Bajangan itu mangkin lama pengendara 2 kuda jang dikirim olen djurusihir tua."
mangkin gelap, dan achirnja berobah berupa sosok manusia
Apa jang dikisahkan oleh Blavatsky ini agak kabur. Kita
jang membungkuk diatas benda 2 itu. bisa menetapkan apakah kudian itu menudjum atau me-
,,Saja kenal dia," kata saja, „orang Tartar, jang pada lakukan telepati. Disamping itu, orang tua itu pertjaja akan
suatu malam datang pada kami untuk menawarkan keledai- suatu djin (hanoum) jang membantunja.
nja." Bagaimanapun djuga, kita bisa menjisihkan samasekali
Se-konjong 2 bajangan itu lenjap. Djurusihir tua me- kisah Nj. Blavatsky ini, seandai diantara segala matjam
manggukkan kepalanja, dan membisikkan lagi beberapa bumbu 2 jang gaib2 itu tiada tanda2 tentang peristiwa beper-
kata2, achirnja menjanji. gian dengan djiwa.
Suaranja seperti ditahan-tahan, dan hanja dalam satu Nampaknja, orang tua itu memuntjulkan dulu bajangan
nada sadja. (gambaran) pentjuri, kemudian ia melihat bagaimana pada
Ia menjanji beberapa bait, dalam bahasa jang sama, dan djarak jang djauh terdjadi suatu kisah pembunuhan.
dengan nada jang sama pula. Kemudian, katanja: Kesemuanja itu diprojeksikan sebagai lukisan-pikiran
„Hanoum, perhatikan, apa kita bisa memegang dia; dalam tjermin gaib, dan djuga ditimbulkan dalam tatapikiran
nasib pentjuri itu harus kita ketahui malam ini djuga." para hadirin dengan djalan sugestie mental. Boleh djadi,
Bajangan 2 itu mengelompok lagi, dan hampir seke- orang 2 Kurdi itu sendiri jang melakukan pentjurian, dan
tika itu djuga muntjullah gambar Tartar, sekarang berba- karena takut akan djurusihir tua lalu mengembalikan ba-
ring, berlumuran darah. Ia masih bersandar pada pelana, rang-barang tersebut.
dan ada dua orang jang lari meninggalkan tempat itu. Keterangan ini lebih masuk-akal, karena orang 2 Kurdi
Karena terharu menjaksikan peristiwa jang mengerikan pertjaja sekali akan tachjul.
itu, kami tak mau melihat lebih landjut. Pertimbangan 2 sematjam ini tentunja tak akan ada, se-
Ketika kami keluar dari tenda, maka orang tua itu me- andai peristiwa ini diobservasi (amat-amati) setjara ilmiah.
manggil beberapa orang Kurdi, jang ada diluar, jang ke- Itulah sebabnja, maka peristiwa2 jang dikumpulkan oleh
mudian diberi perintah. Dua menit kemudian duabelas Society for Phychological Research di Inggeris lebih berarti
orang pengendara kuda tjepat 2 menudju kebalik gunung, dan lebih bernilai, karena peristiwa 2 itu diselidiki dan di-
dimana kami menginap. periksa setjara ilmiah.
Pagi 2 benar mereka kembali membawa barang2 jang Dibawah ini kita terakan beberapa uraian2, jang menja-
hilang itu. Pelana, jang mereka temukan, berlumuran da- takan, bahwa kisah penjihir2-wanita, orang 2 Lap dan orang 2
rah, dan mereka memberi keterangan sebagai berikut: Kurdi, berdasarkan kebenaran dan kenjataan, dan banjak
„Segera setelah mereka melihat pentjuri, ada dua pe-. persamaannja dengan peristiwa2, jang telah terdjadi di
ngendara kuda menghilang dalam bukit jang tak djauh dari Eropa ,,beradab" zaman sekarang.
situ. Pentjuri bangsa Tartar menggeletak mati diatas benda 2

90
jang ditjoiongnja, persis seperti jang kita lihat dalam tjer-
Maka setelah berselang beberapa sekon, pelana itu mun- min sihir."
tjul, bersama-sama dengan permadani dan pisau-belati, jang Barangkali ia dibunuh oleh kedua perampok itu, jang
seolah-olah timbul dari air djernih jang dalam sekali. bermaksud merampas barang 2 nja, akan tetapi perbuatannja
Mangkin lama mangkin djelas. Kemudian timbullah ba- itu ditjegah oleh pengendara 2 kuda jang tiba2 datang, jakni
jangan gelap diatas benda 2 itu. Bajangan itu mangkin lama pengendara 2 kuda jang dikirim olen djurusihir tua."
mangkin gelap, dan achirnja berobah berupa sosok manusia
Apa jang dikisahkan oleh Blavatsky ini agak kabur. Kita
jang membungkuk diatas benda 2 itu. bisa menetapkan apakah kudian itu menudjum atau me-
,,Saja kenal dia," kata saja, „orang Tartar, jang pada lakukan telepati. Disamping itu, orang tua itu pertjaja akan
suatu malam datang pada kami untuk menawarkan keledai- suatu djin (hanoum) jang membantunja.
nja." Bagaimanapun djuga, kita bisa menjisihkan samasekali
Se-konjong 2 bajangan itu lenjap. Djurusihir tua me- kisah Nj. Blavatsky ini, seandai diantara segala matjam
manggukkan kepalanja, dan membisikkan lagi beberapa bumbu 2 jang gaib2 itu tiada tanda2 tentang peristiwa beper-
kata2, achirnja menjanji. gian dengan djiwa.
Suaranja seperti ditahan-tahan, dan hanja dalam satu Nampaknja, orang tua itu memuntjulkan dulu bajangan
nada sadja. (gambaran) pentjuri, kemudian ia melihat bagaimana pada
Ia menjanji beberapa bait, dalam bahasa jang sama, dan djarak jang djauh terdjadi suatu kisah pembunuhan.
dengan nada jang sama pula. Kemudian, katanja: Kesemuanja itu diprojeksikan sebagai lukisan-pikiran
„Hanoum, perhatikan, apa kita bisa memegang dia; dalam tjermin gaib, dan djuga ditimbulkan dalam tatapikiran
nasib pentjuri itu harus kita ketahui malam ini djuga." para hadirin dengan djalan sugestie mental. Boleh djadi,
Bajangan 2 itu mengelompok lagi, dan hampir seke- orang 2 Kurdi itu sendiri jang melakukan pentjurian, dan
tika itu djuga muntjullah gambar Tartar, sekarang berba- karena takut akan djurusihir tua lalu mengembalikan ba-
ring, berlumuran darah. Ia masih bersandar pada pelana, rang-barang tersebut.
dan ada dua orang jang lari meninggalkan tempat itu. Keterangan ini lebih masuk-akal, karena orang 2 Kurdi
Karena terharu menjaksikan peristiwa jang mengerikan pertjaja sekali akan tachjul.
itu, kami tak mau melihat lebih landjut. Pertimbangan 2 sematjam ini tentunja tak akan ada, se-
Ketika kami keluar dari tenda, maka orang tua itu me- andai peristiwa ini diobservasi (amat-amati) setjara ilmiah.
manggil beberapa orang Kurdi, jang ada diluar, jang ke- Itulah sebabnja, maka peristiwa2 jang dikumpulkan oleh
mudian diberi perintah. Dua menit kemudian duabelas Society for Phychological Research di Inggeris lebih berarti
orang pengendara kuda tjepat 2 menudju kebalik gunung, dan lebih bernilai, karena peristiwa 2 itu diselidiki dan di-
dimana kami menginap. periksa setjara ilmiah.
Pagi 2 benar mereka kembali membawa barang2 jang Dibawah ini kita terakan beberapa uraian2, jang menja-
hilang itu. Pelana, jang mereka temukan, berlumuran da- takan, bahwa kisah penjihir2-wanita, orang 2 Lap dan orang 2
rah, dan mereka memberi keterangan sebagai berikut: Kurdi, berdasarkan kebenaran dan kenjataan, dan banjak
„Segera setelah mereka melihat pentjuri, ada dua pe-. persamaannja dengan peristiwa2, jang telah terdjadi di
ngendara kuda menghilang dalam bukit jang tak djauh dari Eropa ,,beradab" zaman sekarang.
situ. Pentjuri bangsa Tartar menggeletak mati diatas benda 2

100 90

91
A.H.B. menerangkan : Pada suatu malam bulan Pebruari
1891, saja duduk dalam kamar-rokok dari New Club di Edin- besar sekali untuk pulang. Kemudian saja tak ingat lagi,
burgh. Pada kira2 djam sebelas saja tertidur, dan sajapun apakah setelah itu tidur beberapa menit atau mimpi, namun
tidur terus satu djam lamanja. Dim. tidur itu saja bermimpi beberapa detik kemudian saja merasa seolah-olah keinginan
djelas sekali bahwa saja tjepat 2 ke Abercromby Place, jakni saja itu terlaksana.
rumah kami, karena takut akan ketinggalan makan siang. Ketika itu Nj. H.B. ada di Edinburgh, djauh dari rumah-
Saja buka pintunja dengan kuntji-rumah, dan tjepat2 lari nja. Tiga pembantu jang ada dirumahnja menerangkan
keatas untuk mengenakan pakaian; kira2 ditangga bagian sebagai berikut:
tengah, saja menengok kebawah, dan saja melihat ajah saja Pada hari Djum'at 11 Desember 1891 kira2 djam sebelas,
berdiri didalam dan melihat keatas, memandang saja. Pada kami berada didapur, didekat perapian. Kami mendengar
saat itu saja bangun, dan saja tahu, bahwa ketika itu adalah suara orang djalan diserambi, datang dari ruangan-dalam
djam sebelas lewat beberapa menit. Saja segera bangkit melalui pintu kamar-kanak2.
dari kursi saja, mau pulang. Jang memandang kepada saja, bertanja, apa saja men-
Ketika saja sampai dirumah, saja ke-heran2an menjak- dengar apa2. Saja djawab : „ja", dan saja mengira Nj. H.B.
sikan rumah kami terang-benderang, dan ajah serta salah jang sedang djalan, dengan gaunnja terseret, dari pintu-
seorang saudara laki2 saja mentjari-tjari saja dalam kamar, depan melalui pintu-tengah ke kamar-kanak2.
dan memanggil-manggil saja. Ketika ajah melihat saja, ia Kita semua mendengarnja.
sangat heran, dan bertanja darimana saja. Saja terangkan Saja mengatakan, bahwa ini suatu firasat, dan saja ber-
kepadanja, bahwa saja baru sadja dari „Club". Ia bertanja, kata: „Mudah2an Nj. H.B. tidak meninggal."
apakah pada kira2 djam setengah duabelas saja tidak pulang. Nn. B., anak-perempuan Nj. H.B. ketika itu ada dirumah,
,,Tidak", djawab saja. Setelah mendengar djawaban saja itu, dan ia menerangkan sbb.:
maka ia menerangkan bahwa sebagai biasa ia duduk dalam „Saja sendirian dalam kamar-tidur sedang menulis.
ruangan-merokok, dan pada kira2 djam setengah duabelas Kamar-tidur itu letaknja didekat udjung tangga paling
ia meninggalkan ruangan itu untuk pergi tidur. bawah.
Ketika ia membuka pintu jang menudju ke ruang-tengah, Keadaan dalam rumah sepi, dan saja kira bahwa pem-
ia mendengar pintu-depan menutup, dan dengan djelas me- bantu2 telah tidur, sehingga saja heran mendengar orang
lihat saja lari melalui ruang-tengah dan terus naik keatas djalan, melalui serambi dibawah tangga. Saja mendengar
melalui tangga. Ketika ia memandang keatas, ia melihat langkah-kaki itu dari ruang-tengah, melalui tangga dan me-
saja menatap dia, dan kemudian lenjaplah saja dari pan- lalui serambi, jang kita namakan ,,serambi kamar-anak2".
dangannja. Disitu suara langkah-kaki melerijap, dan kemudian tak ter-
dengar apa2 lagi. Langkah-kaki itu terdengar tenang, tetap,
Peristiwa berikut dibawah ini djuga aneh: dan diiringi oleh suara gaun-pandjang jang terseret, dan
sama betu.1 dengan bunji langkah-kaki ibu saja, sehingga
Nj. W.B. menerangkan: Pada esok malamnja (Djum'at
seandai saja tak tahu bahwa ia ada di Edinburgh, karena
11 Desember), kira2 djam 11, saja merasa seolah-olah ter-
sakit, tentu saja tak sangsi lagi.
tjekik, tak bisa bernapas (setelah mengalami radang teng-
gorokan berat kemarinnja), seolah-olah saja mati dan tak
akan pulang kerumah lagi. Timbullah keinginan dan hasrat Soalnja sekarang ialah: Apakah djiwa (peribadi) itu
bepergian (mer^adakan perdjalanan)? Apakah badan djas-

93

92
A.H.B. menerangkan : Pada suatu malam bulan Pebruari
1891, saja duduk dalam kamar-rokok dari New Club di Edin- besar sekali untuk pulang. Kemudian saja tak ingat lagi,
burgh. Pada kira2 djam sebelas saja tertidur, dan sajapun apakah setelah itu tidur beberapa menit atau mimpi, namun
tidur terus satu djam lamanja. Dim. tidur itu saja bermimpi beberapa detik kemudian saja merasa seolah-olah keinginan
djelas sekali bahwa saja tjepat 2 ke Abercromby Place, jakni saja itu terlaksana.
rumah kami, karena takut akan ketinggalan makan siang. Ketika itu Nj. H.B. ada di Edinburgh, djauh dari rumah-
Saja buka pintunja dengan kuntji-rumah, dan tjepat2 lari nja. Tiga pembantu jang ada dirumahnja menerangkan
keatas untuk mengenakan pakaian; kira2 ditangga bagian sebagai berikut:
tengah, saja menengok kebawah, dan saja melihat ajah saja Pada hari Djum'at 11 Desember 1891 kira2 djam sebelas,
berdiri didalam dan melihat keatas, memandang saja. Pada kami berada didapur, didekat perapian. Kami mendengar
saat itu saja bangun, dan saja tahu, bahwa ketika itu adalah suara orang djalan diserambi, datang dari ruangan-dalam
djam sebelas lewat beberapa menit. Saja segera bangkit melalui pintu kamar-kanak2.
dari kursi saja, mau pulang. Jang memandang kepada saja, bertanja, apa saja men-
Ketika saja sampai dirumah, saja ke-heran2an menjak- dengar apa2. Saja djawab : „ja", dan saja mengira Nj. H.B.
sikan rumah kami terang-benderang, dan ajah serta salah jang sedang djalan, dengan gaunnja terseret, dari pintu-
seorang saudara laki2 saja mentjari-tjari saja dalam kamar, depan melalui pintu-tengah ke kamar-kanak2.
dan memanggil-manggil saja. Ketika ajah melihat saja, ia Kita semua mendengarnja.
sangat heran, dan bertanja darimana saja. Saja terangkan Saja mengatakan, bahwa ini suatu firasat, dan saja ber-
kepadanja, bahwa saja baru sadja dari „Club". Ia bertanja, kata: „Mudah2an Nj. H.B. tidak meninggal."
apakah pada kira2 djam setengah duabelas saja tidak pulang. Nn. B., anak-perempuan Nj. H.B. ketika itu ada dirumah,
,,Tidak", djawab saja. Setelah mendengar djawaban saja itu, dan ia menerangkan sbb.:
maka ia menerangkan bahwa sebagai biasa ia duduk dalam „Saja sendirian dalam kamar-tidur sedang menulis.
ruangan-merokok, dan pada kira2 djam setengah duabelas Kamar-tidur itu letaknja didekat udjung tangga paling
ia meninggalkan ruangan itu untuk pergi tidur. bawah.
Ketika ia membuka pintu jang menudju ke ruang-tengah, Keadaan dalam rumah sepi, dan saja kira bahwa pem-
ia mendengar pintu-depan menutup, dan dengan djelas me- bantu2 telah tidur, sehingga saja heran mendengar orang
lihat saja lari melalui ruang-tengah dan terus naik keatas djalan, melalui serambi dibawah tangga. Saja mendengar
melalui tangga. Ketika ia memandang keatas, ia melihat langkah-kaki itu dari ruang-tengah, melalui tangga dan me-
saja menatap dia, dan kemudian lenjaplah saja dari pan- lalui serambi, jang kita namakan ,,serambi kamar-anak2".
dangannja. Disitu suara langkah-kaki melerijap, dan kemudian tak ter-
dengar apa2 lagi. Langkah-kaki itu terdengar tenang, tetap,
Peristiwa berikut dibawah ini djuga aneh: dan diiringi oleh suara gaun-pandjang jang terseret, dan
sama betu.1 dengan bunji langkah-kaki ibu saja, sehingga
Nj. W.B. menerangkan: Pada esok malamnja (Djum'at
seandai saja tak tahu bahwa ia ada di Edinburgh, karena
11 Desember), kira2 djam 11, saja merasa seolah-olah ter-
sakit, tentu saja tak sangsi lagi.
tjekik, tak bisa bernapas (setelah mengalami radang teng-
gorokan berat kemarinnja), seolah-olah saja mati dan tak
akan pulang kerumah lagi. Timbullah keinginan dan hasrat Soalnja sekarang ialah: Apakah djiwa (peribadi) itu
bepergian (mer^adakan perdjalanan)? Apakah badan djas-
92

93
pikiran2 pada saat itu djuga, seperti orang di Peking. Ang-
man! bisa ada disuatu tempat, apabiia peribadi (djiwa) ada
gapan ini tjotjok dengan kenjataan, dan dibenarkan oleh
dilain tempat ?
beribu-ribu peristiwa telepatis sertamerta. Penerimaan tele-
Berdasarkan okkultisme dan ilmupengetahuan sekarang,
patis itu selalu terdjadi sesaat dengan penjiarannja (chusus-
kita belum bisa membenarkan pendapat ini. Bahkan ang-
nja berita kematian), tak perduli apakah djaraknja itu satu
gapan, bahwa djiwa (peribadi) bisa menanggalkan „badju-
kilometer atau seribu kilometer, karena djarak djauh tidak
djasmanf'nja dan mengenakan „badju-astral" pergi ke-alam2
mengurangi kedjelasan gambaran pikiran.
jang lebih tinggi, belum bisa ditetapkan kebenarannja.
Perdjalanan peribadi (djiwa) adalah pengalaman peri-
Oleh karena itu kebanjakan kaum okkultis menganggap,
badi intuitif, jang telah melampaui hukum 2 ruang-dan-waktu.
bahwa badan djasmani dan peribadi insani (djiwa manusia)
Perdjalanan peribadi intuitif ini baru tertanggapi, setelah
selama apa jang dinamakan perdjalanan demikian itu tetap
peribadi itu menjesuaikan diri dengan tatapikiran biasa,
ada disatu tempat sadja, dan tak pernah berdjauhan satu
sehingga bisa mendjelma kedalam pikiran2 jang sadar.
sama lain.
Memang dengan pertjobaan 2 telah dibuktikan, bahwa
peribadi bisa didjalankan (diluaskan) diluar badan djasmani,
akan tetapi djarak 2 itu selalu berbatas dan tak bisa ber-
djauhan sampai beribu-ribu kilometer, seperti jang terdjadi
pada pesan 2 telepatis.
Oleh karena itu, keterangan tentang perdjalanan (be-
pergian) peribadi (djiwa) harus ditjari berdasarkan teori lain.
Sekarang pada umumnja orang berpendapat bahwa te-
naga telepatis tak dikuasai oleh batas2 ruang-dan-waktu.
Sudah barang tentu anggapan ini belum ada dasar il-
miahnja jang kuat, dan alasan2 jang dikemukakan tak luput
dari tjetjat 2 , akan tetapi untuk sementara waktu masih me-
rupakan keterangan jang terbaik untuk menerangkan
mudjizat 2 (keadjaiban 2 ) telepatis dan perdjalanan peribadi."

Seperti dikatakan diatas, peribadi intuitif (initutieve


zalf) ini tak dikuasai oleh batas2 ruang dan waktu. Hanja
pantjaindera dan tatapikiran kita sadjalah jang dikuasai oleh
batas2 itu.
Djika orang ada di Peking, fakta 2 telepatis membuktikan
bahwa pikirannja bisa mendjelma di London dalam pikiran
orang disitu.
Djarak antara kedua tempat ini tak mendjadi soal, ka-
rena batas2 ruang tak berlaku ; djuga waktu tak ada artinja,
dan oleh karena itu orang London itu akan mendjelmakan

94
pikiran2 pada saat itu djuga, seperti orang di Peking. Ang-
man! bisa ada disuatu tempat, apabiia peribadi (djiwa) ada
gapan ini tjotjok dengan kenjataan, dan dibenarkan oleh
dilain tempat ?
beribu-ribu peristiwa telepatis sertamerta. Penerimaan tele-
Berdasarkan okkultisme dan ilmupengetahuan sekarang,
patis itu selalu terdjadi sesaat dengan penjiarannja (chusus-
kita belum bisa membenarkan pendapat ini. Bahkan ang-
nja berita kematian), tak perduli apakah djaraknja itu satu
gapan, bahwa djiwa (peribadi) bisa menanggalkan „badju-
kilometer atau seribu kilometer, karena djarak djauh tidak
djasmanf'nja dan mengenakan „badju-astral" pergi ke-alam2
mengurangi kedjelasan gambaran pikiran.
jang lebih tinggi, belum bisa ditetapkan kebenarannja.
Perdjalanan peribadi (djiwa) adalah pengalaman peri-
Oleh karena itu kebanjakan kaum okkultis menganggap,
badi intuitif, jang telah melampaui hukum 2 ruang-dan-waktu.
bahwa badan djasmani dan peribadi insani (djiwa manusia)
Perdjalanan peribadi intuitif ini baru tertanggapi, setelah
selama apa jang dinamakan perdjalanan demikian itu tetap
peribadi itu menjesuaikan diri dengan tatapikiran biasa,
ada disatu tempat sadja, dan tak pernah berdjauhan satu
sehingga bisa mendjelma kedalam pikiran2 jang sadar.
sama lain.
Memang dengan pertjobaan 2 telah dibuktikan, bahwa
peribadi bisa didjalankan (diluaskan) diluar badan djasmani,
akan tetapi djarak 2 itu selalu berbatas dan tak bisa ber-
djauhan sampai beribu-ribu kilometer, seperti jang terdjadi
pada pesan 2 telepatis.
Oleh karena itu, keterangan tentang perdjalanan (be-
pergian) peribadi (djiwa) harus ditjari berdasarkan teori lain.
Sekarang pada umumnja orang berpendapat bahwa te-
naga telepatis tak dikuasai oleh batas2 ruang-dan-waktu.
Sudah barang tentu anggapan ini belum ada dasar il-
miahnja jang kuat, dan alasan2 jang dikemukakan tak luput
dari tjetjat 2 , akan tetapi untuk sementara waktu masih me-
rupakan keterangan jang terbaik untuk menerangkan
mudjizat 2 (keadjaiban 2 ) telepatis dan perdjalanan peribadi."

Seperti dikatakan diatas, peribadi intuitif (initutieve


zalf) ini tak dikuasai oleh batas2 ruang dan waktu. Hanja
pantjaindera dan tatapikiran kita sadjalah jang dikuasai oleh
batas2 itu.
Djika orang ada di Peking, fakta 2 telepatis membuktikan
bahwa pikirannja bisa mendjelma di London dalam pikiran
orang disitu.
Djarak antara kedua tempat ini tak mendjadi soal, ka-
rena batas2 ruang tak berlaku ; djuga waktu tak ada artinja,
dan oleh karena itu orang London itu akan mendjelmakan

100 94

95
mahir menjadarkan pikiran2 orang lain jang masuk kedalam
otaknja. Sudah barang tentu Prof. Murray bukan orang jang
tak boleh pertjaja. Ia bukan sadja seorang gurubesar pada
Oxford University, akan tetapi djuga wakil Inggeris dalam
BAB KESEMBILAN
Lembaga Bangsa2.
TELEPATI EKSPERIMENTAL Pertjobaan2 itu dilakukan selama 10 tahun, dan jang di-
laksanakan ialah djenis2 telepati jang sesukar-sukarnja,
Tak mungkin terdjadi penipuan. — Prof. Murry sebagai djuru- misalnja menjebut sitat2 (kutipan2) dalam bahasa asing, a.l.
telepati. — Dua djalan bagi telepati eksperimental. — Tjara pe-
njelidikan jang keliru. — K a u m okkultis sudah beribu-ribu tahun
Latin, Perantjis, Swedia, Rusia, dllnja.
mengadakan eksperimen 3 setjara djitu. — Matjam- eksperimen Djumlah pertjobaan jang dilakukan semuanja ada 236,
telepatis. — Penerima 2 jang perasa. — Pertjobaan® dengan Dr.
N. Kotik. — Suatu eksperimen penting di London. — Hubungan-
diantara mana Prof. Murray menebak 85 dengan djitu, 55
pikiran antara Nn. Miles dan Nn. Ramsdan. — Pertjobaan 2 Dr. untuk sebagian djitu dan 96 salah.
A. J. Resink. — Eksperimen Prof. Dr. G. Heymans. — Mengirim-
kan gambar 3 dengan telepati. Nj. Sidgwick mengadakan lapuran tentang eksperimen2
teraehir jang dilakukan oleh Prof. Murray. Eksperimen2 ini

E
KSPERIMEN telepatipun bukan peristiwa jang baru diadakan dirumah G.W. Balfour, jang dihadiri djuga oleh
terdjadi pada zaman sekarang ini sadja. saudara-laki2nja bekas Menteri Luar Negeri Lord Balfour.
Augustinus, seorang Bapak Geredja, sebagaimana Lord Balfour sendiri ikut melakukan eksperimen2 tsb.
kita ketahui telah mengudji pembatja pikiran Albircrius, Murray pergi ke kamar-makan, jang tertutup rapat, dan
dan dari kitab2 kaum okkultis dan djurusihir2 purba ternjata Lord Balfour berada dalam salon, jang pintu2nja djuga ter-
bahwa mereka menaruh perhatian besar kepada sugestie tutup.
mental dan telepati eksperimental. Ia menjatakan kepada para hadirin setjara berbisik-bisik,
bahwa ia akan mengenangkan Horace Walpole, jang dalam
Metode2 penjelidikan keilmudjiwaan baru, dalam pada
bahasa Latin berbitjara kepada Radja George III (peristiwa
itu telah menaikkan penjelidikan peristiwa2 telepatis setjara
ini terdjadi pada abad 18).
eksperimental ketaraf ilmiah dan ketaraf jang lebih tinggi.
Murray disilakan masuk, dan ia mendapat kesan bahwa
Tak mungkinlah sekarang pertjobaan2 telepatis setjara
ada hal jang menjangkut Abad Pertengahan. Iapun jakin
sadar atau tak-sadar dilakukan dengan menggunakan tipuan.
bahwa ada hubungannja dengan bahasa Latin, dan disam-
Para sardjana telah mengadakan persiapan2 seksama dan
ping itu harus berpikir tentang Dr Johnson dan George III.
pengawasan jang teliti, sehingga tiada faktor 2 jang meragu-
Achirnja ia berkata : „Abad Kedelapanbelas, ada orang jang
kan. Dan dalam hal ini mereka sangat berhasil. Seringkali
berbitjara dengan seorang Radja dalam bahasa Latin."
,.djurutelepati2" diketahui telah menggunakan muslihat se-
Eksperimen lain dilakukan oleh anak-perempuan Prof.
tjara sadar atau tidak-sadar. Ini membuktikan bahwa peng-
Murray.
awasan para sardjana itu baik sekali. Dalam pada itu, mus-
Orang minta kepadanja supaja mengenangkan seorang
lihat sedikitpun tak ada, sehingga apa jang terdjadi
gadis dalam drama Tsjechov ,,Kebun Kers". Gadis itu dalam
memanglah pengalaman adikodrati. Terkenal ialah per-
drama itu mengatakan: „Ketika saja di Paris saja naik
tjobaan2 jang dilakukan oleh Prof. Murray pada achir bulan
Desember tahun 1924 di London. Gurubesar ini perasa dalam balon-udara".
sekali terhadap telepati, dalam arti bahwa ia tjakap dan Murray disilakan masuk, dan segera ia mengatakan :

97

96
mahir menjadarkan pikiran2 orang lain jang masuk kedalam
otaknja. Sudah barang tentu Prof. Murray bukan orang jang
tak boleh pertjaja. Ia bukan sadja seorang gurubesar pada
Oxford University, akan tetapi djuga wakil Inggeris dalam
BAB KESEMBILAN
Lembaga Bangsa2.
TELEPATI EKSPERIMENTAL Pertjobaan2 itu dilakukan selama 10 tahun, dan jang di-
laksanakan ialah djenis2 telepati jang sesukar-sukarnja,
Tak mungkin terdjadi penipuan. — Prof. Murry sebagai djuru- misalnja menjebut sitat2 (kutipan2) dalam bahasa asing, a.l.
telepati. — Dua djalan bagi telepati eksperimental. — Tjara pe-
njelidikan jang keliru. — K a u m okkultis sudah beribu-ribu tahun
Latin, Perantjis, Swedia, Rusia, dllnja.
mengadakan eksperimen 3 setjara djitu. — Matjam- eksperimen Djumlah pertjobaan jang dilakukan semuanja ada 236,
telepatis. — Penerima 2 jang perasa. — Pertjobaan® dengan Dr.
N. Kotik. — Suatu eksperimen penting di London. — Hubungan-
diantara mana Prof. Murray menebak 85 dengan djitu, 55
pikiran antara Nn. Miles dan Nn. Ramsdan. — Pertjobaan 2 Dr. untuk sebagian djitu dan 96 salah.
A. J. Resink. — Eksperimen Prof. Dr. G. Heymans. — Mengirim-
kan gambar 3 dengan telepati. Nj. Sidgwick mengadakan lapuran tentang eksperimen2
teraehir jang dilakukan oleh Prof. Murray. Eksperimen2 ini

E
KSPERIMEN telepatipun bukan peristiwa jang baru diadakan dirumah G.W. Balfour, jang dihadiri djuga oleh
terdjadi pada zaman sekarang ini sadja. saudara-laki2nja bekas Menteri Luar Negeri Lord Balfour.
Augustinus, seorang Bapak Geredja, sebagaimana Lord Balfour sendiri ikut melakukan eksperimen2 tsb.
kita ketahui telah mengudji pembatja pikiran Albircrius, Murray pergi ke kamar-makan, jang tertutup rapat, dan
dan dari kitab2 kaum okkultis dan djurusihir2 purba ternjata Lord Balfour berada dalam salon, jang pintu2nja djuga ter-
bahwa mereka menaruh perhatian besar kepada sugestie tutup.
mental dan telepati eksperimental. Ia menjatakan kepada para hadirin setjara berbisik-bisik,
bahwa ia akan mengenangkan Horace Walpole, jang dalam
Metode2 penjelidikan keilmudjiwaan baru, dalam pada
bahasa Latin berbitjara kepada Radja George III (peristiwa
itu telah menaikkan penjelidikan peristiwa2 telepatis setjara
ini terdjadi pada abad 18).
eksperimental ketaraf ilmiah dan ketaraf jang lebih tinggi.
Murray disilakan masuk, dan ia mendapat kesan bahwa
Tak mungkinlah sekarang pertjobaan2 telepatis setjara
ada hal jang menjangkut Abad Pertengahan. Iapun jakin
sadar atau tak-sadar dilakukan dengan menggunakan tipuan.
bahwa ada hubungannja dengan bahasa Latin, dan disam-
Para sardjana telah mengadakan persiapan2 seksama dan
ping itu harus berpikir tentang Dr Johnson dan George III.
pengawasan jang teliti, sehingga tiada faktor 2 jang meragu-
Achirnja ia berkata : „Abad Kedelapanbelas, ada orang jang
kan. Dan dalam hal ini mereka sangat berhasil. Seringkali
berbitjara dengan seorang Radja dalam bahasa Latin."
,.djurutelepati2" diketahui telah menggunakan muslihat se-
Eksperimen lain dilakukan oleh anak-perempuan Prof.
tjara sadar atau tidak-sadar. Ini membuktikan bahwa peng-
Murray.
awasan para sardjana itu baik sekali. Dalam pada itu, mus-
Orang minta kepadanja supaja mengenangkan seorang
lihat sedikitpun tak ada, sehingga apa jang terdjadi
gadis dalam drama Tsjechov ,,Kebun Kers". Gadis itu dalam
memanglah pengalaman adikodrati. Terkenal ialah per-
drama itu mengatakan: „Ketika saja di Paris saja naik
tjobaan2 jang dilakukan oleh Prof. Murray pada achir bulan
Desember tahun 1924 di London. Gurubesar ini perasa dalam balon-udara".
sekali terhadap telepati, dalam arti bahwa ia tjakap dan Murray disilakan masuk, dan segera ia mengatakan :

106
97
„Sesuatu dari buku Rusia", kemudian : „Naik dalam balon", salah itu sekarang masih sadja dilakukan oleh beberapa
dan achirnja: ,,Ketika saja di Paris, saja naik dalam balon- penjelidik.
udara". Demikian misalnja Prof. Jelgersma di Leiden telah me-
Diantara 10 eksperimen, jang 5 berhasil sepenuhnja. njelidiki beberapa orang jang datang dilaboratoriumnja
Lord Balfour menjatakan, bahwa ia tak bisa memetjah- untuk melakukan pertjobaan 2 dengan kemampuan-telepati
kan teka-teki ini. Tak mungkin, katanja, telepati diterang- mereka. Hasilnja nol, dan Prof. Jelgersma menarik kesim-
kan berdasarkan kegiatan pantjaindera jang dipertadjam pulan : „Kita samasekali tak bisa menarik kesimpulan apa2.
(hyper-aesthesia). Adanja telepati belum bisa dibuktikan."
Peristiwa Prof. Murray sungguh menggemparkan, akan Bahwasanja penjelidikah gedjala 2 telepati dinegeri Be-
tetapi sesungguhnja semata-mata merupakan salah suatu landa telah dilakukan dengan tjara 2 lebih baik sudah tentu
dari serentetan eksperimen 2 biasa, jang banjak dilakukan bukan berkat usaha Prof. Jelgersma, jang berpeg'ang teguh
dilapangan telepati. Ada pula pertjobaan 2 jang dilakukan kepada pendirian lama dan metode salah.
dibawah pengawasan jang djauh lebih keras dengan sjarat2 Mengenai eksperimen 2 telepatis dari okkultis2 jang baru
berat jang dikemukakan oleh orang 2 jang tak pertjaja sama- dan lama telah kita singgung dalam bab 2 jang membahas
sekali akan telepati. sedjarah telepati.
Djuga pertjobaan 2 ini untuk sebagian besar berhasil baik. Mereka mengutamakan kontak bawahsadar dengan sem-
Akan tetapi sebelum melukiskan dan mengadakan tin- barang orang.
djauan mengenai pertjobaan 2 itu, kita lebih dulu hendak Tentang Madame Guyon, sahabat masjhur dari Fenelon,
membatasi bidang telepati eksperimental, dan menentukan kita membatja bahwa ber-djam 2 lamanja ia berbitjara de-
arti sebenar-benarnja dari gedjala ini. ngan bapak-pengakuannja, Pater Lacombe, tanpa meng-
Bagaimana orang sampai pada. telepati eksperimental utjapkan sepatah katapun. Ia sendiri berkata : „Djika Pater
ini ? Lacombe datang untuk mendengarkan pengakuan saja atau
Melalui dua djalan jang berlain-lainan. memberi absolusi (pembebasan dari dosa), saja tak mampu
Okkultis2 lama dan baru melakukan telepati eksperimen- berbitjara dengan dia, tanpa diJiputi oleh perasaan sepi-
tal dengan sugestie mental (aktif) dan membatja-pikiran hening, seolah-olah saja berhadapan dengan Tuhan. Saja
(passif). Ilmupengetahuan resmi menggunakan tjara 2 lain. mengerti bahwa Tuhan hendak mengadjar saja, dan ma-
Mula2 mereka mengadakan eksperimen 2 dengan orang 2 jang nusia dalam hidupnja sesungguhnja sudah memahami ba-
dengan telepati dan membatja-pikiran mengintjer dompet 2 hasa para Malaikat. Achirnja saja hanja bisa „berbitjara"
publik. dengan Pater Lacombe tanpa mengutjapkan sepatah kata-
Sudah barang tentu, bahwa tjara penjelidikan terachir pun. Dengan demikian, kami saling mengerti dalam Tuhan,
ini dalam pertengahan abad sembilanbelas gagal samasekali. dengan tjara ilahi jang tak terutjapkan. Kita ber-djam 2
Panitia2 ilmiah tak menemukan apa2, dan oleh karena itu lamanja dalam keadaan hening-diam ini, bertukar-pikiran
tanpa bisa mengutjapkan sepatah katapun."
tak pertjaja akan adanja telepati, setidak-tidaknja mereka
menjangsikan kebenarannja. Kontak antara Nj. Guyon dan Pater Lacombe sematjam
Mereka lupa, bahwa tjara penjelidikan mereka selainnja ini ingin ditjapai djuga oleh para okkultis, meskipun dengan
tak djitu, djuga kurang bisa dipertjaja. tjara lain.
Sungguh disajangkan, bahwa tjara penjelidikan jang Bangsa Junani purba sudah pertjaja akan dajapikiran

99

98
„Sesuatu dari buku Rusia", kemudian : „Naik dalam balon", salah itu sekarang masih sadja dilakukan oleh beberapa
dan achirnja: ,,Ketika saja di Paris, saja naik dalam balon- penjelidik.
udara". Demikian misalnja Prof. Jelgersma di Leiden telah me-
Diantara 10 eksperimen, jang 5 berhasil sepenuhnja. njelidiki beberapa orang jang datang dilaboratoriumnja
Lord Balfour menjatakan, bahwa ia tak bisa memetjah- untuk melakukan pertjobaan 2 dengan kemampuan-telepati
kan teka-teki ini. Tak mungkin, katanja, telepati diterang- mereka. Hasilnja nol, dan Prof. Jelgersma menarik kesim-
kan berdasarkan kegiatan pantjaindera jang dipertadjam pulan : „Kita samasekali tak bisa menarik kesimpulan apa2.
(hyper-aesthesia). Adanja telepati belum bisa dibuktikan."
Peristiwa Prof. Murray sungguh menggemparkan, akan Bahwasanja penjelidikah gedjala 2 telepati dinegeri Be-
tetapi sesungguhnja semata-mata merupakan salah suatu landa telah dilakukan dengan tjara 2 lebih baik sudah tentu
dari serentetan eksperimen 2 biasa, jang banjak dilakukan bukan berkat usaha Prof. Jelgersma, jang berpeg'ang teguh
dilapangan telepati. Ada pula pertjobaan 2 jang dilakukan kepada pendirian lama dan metode salah.
dibawah pengawasan jang djauh lebih keras dengan sjarat2 Mengenai eksperimen 2 telepatis dari okkultis2 jang baru
berat jang dikemukakan oleh orang 2 jang tak pertjaja sama- dan lama telah kita singgung dalam bab 2 jang membahas
sekali akan telepati. sedjarah telepati.
Djuga pertjobaan 2 ini untuk sebagian besar berhasil baik. Mereka mengutamakan kontak bawahsadar dengan sem-
Akan tetapi sebelum melukiskan dan mengadakan tin- barang orang.
djauan mengenai pertjobaan 2 itu, kita lebih dulu hendak Tentang Madame Guyon, sahabat masjhur dari Fenelon,
membatasi bidang telepati eksperimental, dan menentukan kita membatja bahwa ber-djam 2 lamanja ia berbitjara de-
arti sebenar-benarnja dari gedjala ini. ngan bapak-pengakuannja, Pater Lacombe, tanpa meng-
Bagaimana orang sampai pada. telepati eksperimental utjapkan sepatah katapun. Ia sendiri berkata : „Djika Pater
ini ? Lacombe datang untuk mendengarkan pengakuan saja atau
Melalui dua djalan jang berlain-lainan. memberi absolusi (pembebasan dari dosa), saja tak mampu
Okkultis2 lama dan baru melakukan telepati eksperimen- berbitjara dengan dia, tanpa diJiputi oleh perasaan sepi-
tal dengan sugestie mental (aktif) dan membatja-pikiran hening, seolah-olah saja berhadapan dengan Tuhan. Saja
(passif). Ilmupengetahuan resmi menggunakan tjara 2 lain. mengerti bahwa Tuhan hendak mengadjar saja, dan ma-
Mula2 mereka mengadakan eksperimen 2 dengan orang 2 jang nusia dalam hidupnja sesungguhnja sudah memahami ba-
dengan telepati dan membatja-pikiran mengintjer dompet 2 hasa para Malaikat. Achirnja saja hanja bisa „berbitjara"
publik. dengan Pater Lacombe tanpa mengutjapkan sepatah kata-
Sudah barang tentu, bahwa tjara penjelidikan terachir pun. Dengan demikian, kami saling mengerti dalam Tuhan,
ini dalam pertengahan abad sembilanbelas gagal samasekali. dengan tjara ilahi jang tak terutjapkan. Kita ber-djam 2
Panitia2 ilmiah tak menemukan apa2, dan oleh karena itu lamanja dalam keadaan hening-diam ini, bertukar-pikiran
tanpa bisa mengutjapkan sepatah katapun."
tak pertjaja akan adanja telepati, setidak-tidaknja mereka
menjangsikan kebenarannja. Kontak antara Nj. Guyon dan Pater Lacombe sematjam
Mereka lupa, bahwa tjara penjelidikan mereka selainnja ini ingin ditjapai djuga oleh para okkultis, meskipun dengan
tak djitu, djuga kurang bisa dipertjaja. tjara lain.
Sungguh disajangkan, bahwa tjara penjelidikan jang Bangsa Junani purba sudah pertjaja akan dajapikiran

100

99
jang keluar dari badan djasmani, dan kaum okkultis abad akan tetapi karena djumlah gedjala2 terbatas, eksperimen2
pertengahan sering menggunakan tenaga ini. Djuga seka- ini tak begitu menarik perhatian.
rang masih ada orang2, jang pengaruh telepatinja kuat se- Eksperimen2 golongan pertama memerlukan seorang
kali. penerima jang baik sekali. Djumlah penerima2 tidak sedikit,
Kata Nn. Hellberg : „Pernah saja berada dikebun, dari akan tetapi untuk memperkembangkan pertjakapan mene-
mana kita bisa melihat djalan taman jg. lebar. Seorang gadis rima diperlukan waktu. Ada banjak perbedaan antara pe-
keluar dari villa, mengendarai sepeda ; tjaranja naik sepeda nerima jang baik dan jang kurang-baik, antara jang terlatih
tenang dan baik2. Orang laki2 jang disamping saja — se- dan jang tidak-terlatih.
orang Inggeris jang pernah tinggal bertahun-tahun di India Apabila ada orang mengatakan bahwa ia perasa terhadap
dan banjak pengalamannja — berkata: „Didepan villa ke- pikiran2 dan mimpi2 telepatis, ada kalanja setelah diselidiki
tudjuh, saja akan mendjatuhkan dia dari sini. Akan tetapi ternjata bahwa ia samasekali tak perasa, akan tetapi, se-
ia tak akan mendapat luka 2 ." baliknja, ada orang2 jang tak menghiraukan telepati ter-
Saja amat-amati pengendara sepeda itu baik2. Tepat di- njata adalah penerima2 jang baik sekali, meskipun mereka
depan villa ketudjuh sepedanja ber-belok2, ia melepaskan sendiri mungkin tak senang dengan keadaannja itu.
pedalnja, lalu djatuh. Orang2 manakah jang betul2 merupakan penerima2 jang
Kami datang menghampiri dia, menanjakan apa ia men- baik?
dapat luka2. Penerima2 terbaik ialah mereka jang sanggup menjing-
Sambil tertawa ia mendjawab : „Tidak !" Ia tak mengerti kirkan (mengabaikan) samasekali kemauan sadarnja ; jakni
„apa jang menimpa diri saja, dan rasanja seolah-olah saja termasuk orang2 jang mudah tenggalam dalam bawahsadar-
ditarik dari sepeda saja." nja atau hanjut kedalam keadaan setengah-tidur, jang bisa
Peristiwa telepati ini berlainan dengan jang telah kita menghipnotisir diri sendiri, baik dengan kristal maupun
terakan sebelumnja dan supaja kita mendapat pemandangan dengan memusatkan pikirannja kepada satu titik. Penerima2
jang lengkap mengenai gedjala2 telepati, maka perlulah se- itu mengalami rasa keheningan-kesepian jang dalam sekali,
tepat sebagaimana jang dikatakan oleh Nj. Guyon.
karang kita membagi berbagai gedjala2 telepatis dalam
golongan2. Tatapikiran sadar mendjadi mirip ruangan kosong, jang
Golongan p e r t a m a ialah eksperimen2 telepati, di- didalamnja hanja timbul pikiran2 jang telah diletakkan da-
mana si penerima memainkan peranan utama dan penjiar- lam bawahsadar dengan djalan telepati.
nja boleh sembarang orang sadja; golongan k e d u a ialah Penerima berhadjat menerima pikiran2 dari seseorang
gedjala telepatis, dimana si penerima boleh sembarang tertentu, dan si penjiar bermaksud untuk mengirimkan
orang, dan penjiarnja memegang peranan penting. pikiran2nja se-kuat2nja. Djadi kedua orang itu saling me-
Golongan k e t i g a ialah pertjobaan2 dengan penerima2 njesuaikan diri, dan sikap mereka ada hubungannja dengan
serta penjiar2, jang hanja bisa dilakukan diantara beberapa pengiriman (penjiaran) dan penerimaan.
orang tertentu sadja (chususnja sanak saudaranja). Maka djelaslah, bahwa disini terdjadi pembatasan pada
Golongan pertama telah diselidiki oleh para ahli ilmu- daja-telepati, pembatasan mana tak ada samasekali pada
djiwa setjara mendalam dan meluas, sedangkan golongan peristiwa2 telepati sertamerta.
kedua agak diabaikan. Oleh karena itu adalah mustahil untuk membentuk pen-
Djuga golongan ketiga mendapat perhatian seperlunja, dapat tentang telepati berdasarkan peristiwa2 eksperimental

101

100
jang keluar dari badan djasmani, dan kaum okkultis abad akan tetapi karena djumlah gedjala2 terbatas, eksperimen2
pertengahan sering menggunakan tenaga ini. Djuga seka- ini tak begitu menarik perhatian.
rang masih ada orang2, jang pengaruh telepatinja kuat se- Eksperimen2 golongan pertama memerlukan seorang
kali. penerima jang baik sekali. Djumlah penerima2 tidak sedikit,
Kata Nn. Hellberg : „Pernah saja berada dikebun, dari akan tetapi untuk memperkembangkan pertjakapan mene-
mana kita bisa melihat djalan taman jg. lebar. Seorang gadis rima diperlukan waktu. Ada banjak perbedaan antara pe-
keluar dari villa, mengendarai sepeda ; tjaranja naik sepeda nerima jang baik dan jang kurang-baik, antara jang terlatih
tenang dan baik2. Orang laki2 jang disamping saja — se- dan jang tidak-terlatih.
orang Inggeris jang pernah tinggal bertahun-tahun di India Apabila ada orang mengatakan bahwa ia perasa terhadap
dan banjak pengalamannja — berkata: „Didepan villa ke- pikiran2 dan mimpi2 telepatis, ada kalanja setelah diselidiki
tudjuh, saja akan mendjatuhkan dia dari sini. Akan tetapi ternjata bahwa ia samasekali tak perasa, akan tetapi, se-
ia tak akan mendapat luka 2 ." baliknja, ada orang2 jang tak menghiraukan telepati ter-
Saja amat-amati pengendara sepeda itu baik2. Tepat di- njata adalah penerima2 jang baik sekali, meskipun mereka
depan villa ketudjuh sepedanja ber-belok2, ia melepaskan sendiri mungkin tak senang dengan keadaannja itu.
pedalnja, lalu djatuh. Orang2 manakah jang betul2 merupakan penerima2 jang
Kami datang menghampiri dia, menanjakan apa ia men- baik?
dapat luka2. Penerima2 terbaik ialah mereka jang sanggup menjing-
Sambil tertawa ia mendjawab : „Tidak !" Ia tak mengerti kirkan (mengabaikan) samasekali kemauan sadarnja ; jakni
„apa jang menimpa diri saja, dan rasanja seolah-olah saja termasuk orang2 jang mudah tenggalam dalam bawahsadar-
ditarik dari sepeda saja." nja atau hanjut kedalam keadaan setengah-tidur, jang bisa
Peristiwa telepati ini berlainan dengan jang telah kita menghipnotisir diri sendiri, baik dengan kristal maupun
terakan sebelumnja dan supaja kita mendapat pemandangan dengan memusatkan pikirannja kepada satu titik. Penerima2
jang lengkap mengenai gedjala2 telepati, maka perlulah se- itu mengalami rasa keheningan-kesepian jang dalam sekali,
tepat sebagaimana jang dikatakan oleh Nj. Guyon.
karang kita membagi berbagai gedjala2 telepatis dalam
golongan2. Tatapikiran sadar mendjadi mirip ruangan kosong, jang
Golongan p e r t a m a ialah eksperimen2 telepati, di- didalamnja hanja timbul pikiran2 jang telah diletakkan da-
mana si penerima memainkan peranan utama dan penjiar- lam bawahsadar dengan djalan telepati.
nja boleh sembarang orang sadja; golongan k e d u a ialah Penerima berhadjat menerima pikiran2 dari seseorang
gedjala telepatis, dimana si penerima boleh sembarang tertentu, dan si penjiar bermaksud untuk mengirimkan
orang, dan penjiarnja memegang peranan penting. pikiran2nja se-kuat2nja. Djadi kedua orang itu saling me-
Golongan k e t i g a ialah pertjobaan2 dengan penerima2 njesuaikan diri, dan sikap mereka ada hubungannja dengan
serta penjiar2, jang hanja bisa dilakukan diantara beberapa pengiriman (penjiaran) dan penerimaan.
orang tertentu sadja (chususnja sanak saudaranja). Maka djelaslah, bahwa disini terdjadi pembatasan pada
Golongan pertama telah diselidiki oleh para ahli ilmu- daja-telepati, pembatasan mana tak ada samasekali pada
djiwa setjara mendalam dan meluas, sedangkan golongan peristiwa2 telepati sertamerta.
kedua agak diabaikan. Oleh karena itu adalah mustahil untuk membentuk pen-
Djuga golongan ketiga mendapat perhatian seperlunja, dapat tentang telepati berdasarkan peristiwa2 eksperimental

100

101
semata-mata, karena dalam eksperimen 2 itu sifat2 telepati mungkinan ia menggunakan muslihat2 untuk mendapat ke-
terbatas sekali. Akan tetapi dalam eksperimen 2 itu terdapat untungan keuangan.
bukti njata tentang adanja telepati, karena bisa dibenarkan Kedua sujet ini dibawa kedalam klinik Universitas, di-
setjara ilmiah. mana berbagai dokter bertindak sebagai pengawas.
Termasuk pertjobaan 2 penting dibidang telepati ialah Spohie ketjil itu disuruh duduk dikursi, matanja disekap,
eksperimen 2 jang dilakukan oleh Dr. Naum Kotik dalam dan telinganja disumbat dengan kapas, sehingga ia tak
tahun 1904 di Odessa. mendengar kata2 jang diutjapkan didekatnja. Ajahnja di-
Jang bertugas sebagai penerima adalah seorang gadis suruh duduk dikursi, jang djauhnja 2 meter dari Sophie,
umur 14 tahun, Sophie Starker, jang hanja perasa terhadap sambil membelakangi anaknja.
pikiran2 ajahnja. Jang diperlukan ialah mengawasi kedua Supaja tak mungkin ada muslihat setjara sadar atau
orang ini, djangan sampai ada muslihat baik setjara sadar tidak-sadar, kaki si ajah diletakkan diatas permadani tebal,
atau tidak. dan ia dilarang bergerak atau mengeluarkan suara sedikit-
Gadis itu menderita neurosis jang diwarisinja dari ibu- pun.
nja, dan ajahnja agak suka. akan minuman keras. Pada pertjobaan 2 pertama, jang tak kita uraikan disini,
Djasmaniah Sophie sehat-walafiat, akan tetapi ia sering Sophie memegangi tangan ajahnja. Sudah tentu timbul
sedih dan muram, bisa se-konjong-konjong tertawa atau ketjurigaan terhadap pertjobaan 2 ini, karena pegangan te-
menangis tanpa alasan jang lajak. Biasanja ia patuh dan ngan mengingatkan kita kepada getaran-spier.
suka menurut, akan tetapi kadang 2 ia bersikap keras kepala Pada tanggal 6 Mai telah diadakan pertjobaan sbb.:
dan bandel. Achirnja gadis ini menderita sakit kepala dan Ajah memegangi anaknja berada pada djarak lima lang-
njeri-sjaraf, berikut halusinasi2 pendengaran dan peng- kah. Diberikanlah kepadanja beberapa kertas jang memuat
lihatan. tulisan kata2 tertentu.
Dr Naum Kotik menganggap Sophie adalah seorang
gadis jang tjerdas. Ajah berpikir: Gadis mengatakan:
Ketika Sophie umur 7 tahun, ajahnja mengadakan per- 1. Policinell 1. Polia Pol Policen.
tjobaan 2 dengan membatja-pikiran. Dalam keluarganja me- Policen Polucinel
mang terdapat orang 2 jang mendjadi pembatja 2 -pikiran 2. Portrat 2. Plato Potsch
bajaran. Dengan mata disekap, ia disuruh mentjari benda 2 Per Pra Pero
jang disembunjikan, dan iapun bisa menebak pikiran2 Sophie tak mengerti apa arti perkataan „Policinell".
ajahnja. Tanggal 10 Mai 1904 (dihadiri oleh Prof. Lewaschof,
Mula2 tak begitu berhasil, akan tetapi dengan latihan Dr Janyschwesky, dllnja).
berulang-ulang ketjakapannja mangkin meningkat: ia bisa
Ajah disuruh duduk lagi pada djarak 2 meter.
mengetahui setiap gagasan dan kata2 jang dipikirkan oleh
Anak disekap, telinganja disumbat dengan kapas.
ajahnja.
Ini menimbulkan tjuriga pada Dr Naum Kotik, karena Ajah berpikir: Gadis mengatakan :
pemindahan-pikiran ini hanja terdjadi antara ajah dan 1. Carandache 1. Cran
anak-perempuannja, apalagi, karena ajah itu berasal dari 2. Bulka (roti putih) 2. Uk Udle Dudle
keluarga-„pembatja-pikiran" dan oleh karena itu ada ke- Bub Bulka.

103

102
semata-mata, karena dalam eksperimen 2 itu sifat2 telepati mungkinan ia menggunakan muslihat2 untuk mendapat ke-
terbatas sekali. Akan tetapi dalam eksperimen 2 itu terdapat untungan keuangan.
bukti njata tentang adanja telepati, karena bisa dibenarkan Kedua sujet ini dibawa kedalam klinik Universitas, di-
setjara ilmiah. mana berbagai dokter bertindak sebagai pengawas.
Termasuk pertjobaan 2 penting dibidang telepati ialah Spohie ketjil itu disuruh duduk dikursi, matanja disekap,
eksperimen 2 jang dilakukan oleh Dr. Naum Kotik dalam dan telinganja disumbat dengan kapas, sehingga ia tak
tahun 1904 di Odessa. mendengar kata2 jang diutjapkan didekatnja. Ajahnja di-
Jang bertugas sebagai penerima adalah seorang gadis suruh duduk dikursi, jang djauhnja 2 meter dari Sophie,
umur 14 tahun, Sophie Starker, jang hanja perasa terhadap sambil membelakangi anaknja.
pikiran2 ajahnja. Jang diperlukan ialah mengawasi kedua Supaja tak mungkin ada muslihat setjara sadar atau
orang ini, djangan sampai ada muslihat baik setjara sadar tidak-sadar, kaki si ajah diletakkan diatas permadani tebal,
atau tidak. dan ia dilarang bergerak atau mengeluarkan suara sedikit-
Gadis itu menderita neurosis jang diwarisinja dari ibu- pun.
nja, dan ajahnja agak suka. akan minuman keras. Pada pertjobaan 2 pertama, jang tak kita uraikan disini,
Djasmaniah Sophie sehat-walafiat, akan tetapi ia sering Sophie memegangi tangan ajahnja. Sudah tentu timbul
sedih dan muram, bisa se-konjong-konjong tertawa atau ketjurigaan terhadap pertjobaan 2 ini, karena pegangan te-
menangis tanpa alasan jang lajak. Biasanja ia patuh dan ngan mengingatkan kita kepada getaran-spier.
suka menurut, akan tetapi kadang 2 ia bersikap keras kepala Pada tanggal 6 Mai telah diadakan pertjobaan sbb.:
dan bandel. Achirnja gadis ini menderita sakit kepala dan Ajah memegangi anaknja berada pada djarak lima lang-
njeri-sjaraf, berikut halusinasi2 pendengaran dan peng- kah. Diberikanlah kepadanja beberapa kertas jang memuat
lihatan. tulisan kata2 tertentu.
Dr Naum Kotik menganggap Sophie adalah seorang
gadis jang tjerdas. Ajah berpikir: Gadis mengatakan:
Ketika Sophie umur 7 tahun, ajahnja mengadakan per- 1. Policinell 1. Polia Pol Policen.
tjobaan 2 dengan membatja-pikiran. Dalam keluarganja me- Policen Polucinel
mang terdapat orang 2 jang mendjadi pembatja 2 -pikiran 2. Portrat 2. Plato Potsch
bajaran. Dengan mata disekap, ia disuruh mentjari benda 2 Per Pra Pero
jang disembunjikan, dan iapun bisa menebak pikiran2 Sophie tak mengerti apa arti perkataan „Policinell".
ajahnja. Tanggal 10 Mai 1904 (dihadiri oleh Prof. Lewaschof,
Mula2 tak begitu berhasil, akan tetapi dengan latihan Dr Janyschwesky, dllnja).
berulang-ulang ketjakapannja mangkin meningkat: ia bisa
Ajah disuruh duduk lagi pada djarak 2 meter.
mengetahui setiap gagasan dan kata2 jang dipikirkan oleh
Anak disekap, telinganja disumbat dengan kapas.
ajahnja.
Ini menimbulkan tjuriga pada Dr Naum Kotik, karena Ajah berpikir: Gadis mengatakan :
pemindahan-pikiran ini hanja terdjadi antara ajah dan 1. Carandache 1. Cran
anak-perempuannja, apalagi, karena ajah itu berasal dari 2. Bulka (roti putih) 2. Uk Udle Dudle
keluarga-„pembatja-pikiran" dan oleh karena itu ada ke- Bub Bulka.

100

103
3. Koscheliok (dompet) 3. Kosch Koscheliok. Dr Kotik mengadjukan pertanjaan 2 dalam pikiran, jang
4. Ricka (sungai) 4. Rie Rie Rielia. didjawab oleh medium dengan planchette (alat petundjuk
5. Nenawitsj (kebentjian) 5. No... Noe... Noena... Noen... dengan alfabet). Saudara perempuan Lydia djuga hadir.
Pertanjaan : Bagaimana tjaranja memberantas kebiasa-
Dengan berhasilnja pertjobaan 2 ini, Dr Naum Kotik an buruk.
memutuskan untuk memasukkan sujet 2 itu dalam dua ka- Djawab : Dengan mendisiplin diri-sendiri.
mar, sendiri2. Pertanjaan: Bagaimana bisa mengatasi nasib dalam
Kotik memberi beberapa tjarik kertas jang ditulisi de- hidup.
ngan perkataan2. Djawab : Enerzi dan keberanian jang tak terpatahkan
Sophie dikamar sebelahnja mengutjapkan perkataan2 penting sekali dalam hidup i n i ; djika nasib belum mele-
jang diterirnanja: njapkan keberanian, semuanja akan beres.
Pertanjaan: Bagaimana menerangkan gedjala ini ?
Ajah berpikir: Sophie berkata: Djawab : Memang orang harus pertjaja akan kekuasa-
1. Noshik (pisau) 1. Noshik. an adikodrati, akan tetapi disamping itu harus pula ber-
2. Krcwat (tempat-tidur) 2. Korwatj. sikap kritis.
3. Athanasius 3. A Athanasius. Kita menandaskan, tulis Dr Kotik, ,,Bahwa pertanjaan 2
4. Chennulpo 4. Chem Chennulpo ini dikemukakan dalam pikiran, sehingga baik Lydia mau-
5. Fraday 5. Fra Frad Frad pun saudara perempuannja tak tahu pertanjaan itu; namun,
Frede djawabnja ternjata tak sembarangan djawaban, melainkan
langsung bersangkutan dengan pertanjaan 2 saja. Kemung-
Dr N. Kotik pada tahun 1907 mengadakan pertjobaan 2 kinan Lydia melakukan penipuan atau menggunakan mus-
lain dengan sujet lain. Jakni dengan Nn. Lydia W., seorang lihat (seandai ia bisa berbuat demikian) tak ada samasekali,
gadis jang mempunjai bakat untuk „menulis otomatis". karena ia tak tahu pertanjaan 2 apa jang terkandung dalam
Bakat ini diketahuinja, ketika ia iseng 2 ikut serta dalam pikiran saja, dan iapun tak tahu apa jang ditulisnja. Semua-
suatu seance spiritisme. nja ini terdjadi setjara otomatis ; kita berbitjara satu sama
Telah diketahui bahwa kaum spiritis menaruh perhatian lain, tertawa-tawa, berkelakar tentang roh 2 dan djin 2 , dan
besar kepada tulisan otomatis. Okkultis2 zaman purbapun dalam pada itu tangan Lydia perlahan-lahan bergerak me-
sudah mengatakan, bahwa berita 2 otomatis berasal dari nudju huruf jang ditundjukkan, dan assisten saja menulis-
„peribadi se-dalam 2 nja" dari. manusia, dan bukan karena kan huruf 2 itu."
kontak dengan roh 2 . Diadakan pula pertjobaan 2 dengan Lydia dalam tulisan
Sebelum Dr Kotik mengadakan eksperimen dengan me- otomatis berupa kata 2 :
diumnja, ia menganalisa dulu djiwa gadis tsb. Ternjata
Kotik berpikir : Lydia menulis :
gadis ini adalah anak normal, dengan refleks (reaksi2 tak-
sadar) jang tadjam sekali. Pada umumnja ia tenang dan 1. Swieeza (sinar) 1. Swieezka (sinar ketjil)
hati2, dan selainnja flegmatis (atjuh-tak-atjuh) iapun suka 2. Poduschka (mentjium) 2. K... Sch... Poduschka.
merengut-rengut. Ketika umur 18 tahun ia masuk Univer- 3. Snieg (saldju) 3. Signal.
sitas di Noskwa. 4. Krowatj (tempat-tidur) 4. Revolver.

105

104
3. Koscheliok (dompet) 3. Kosch Koscheliok. Dr Kotik mengadjukan pertanjaan 2 dalam pikiran, jang
4. Ricka (sungai) 4. Rie Rie Rielia. didjawab oleh medium dengan planchette (alat petundjuk
5. Nenawitsj (kebentjian) 5. No... Noe... Noena... Noen... dengan alfabet). Saudara perempuan Lydia djuga hadir.
Pertanjaan : Bagaimana tjaranja memberantas kebiasa-
Dengan berhasilnja pertjobaan 2 ini, Dr Naum Kotik an buruk.
memutuskan untuk memasukkan sujet 2 itu dalam dua ka- Djawab : Dengan mendisiplin diri-sendiri.
mar, sendiri2. Pertanjaan: Bagaimana bisa mengatasi nasib dalam
Kotik memberi beberapa tjarik kertas jang ditulisi de- hidup.
ngan perkataan2. Djawab : Enerzi dan keberanian jang tak terpatahkan
Sophie dikamar sebelahnja mengutjapkan perkataan2 penting sekali dalam hidup i n i ; djika nasib belum mele-
jang diterirnanja: njapkan keberanian, semuanja akan beres.
Pertanjaan: Bagaimana menerangkan gedjala ini ?
Ajah berpikir: Sophie berkata: Djawab : Memang orang harus pertjaja akan kekuasa-
1. Noshik (pisau) 1. Noshik. an adikodrati, akan tetapi disamping itu harus pula ber-
2. Krcwat (tempat-tidur) 2. Korwatj. sikap kritis.
3. Athanasius 3. A Athanasius. Kita menandaskan, tulis Dr Kotik, ,,Bahwa pertanjaan 2
4. Chennulpo 4. Chem Chennulpo ini dikemukakan dalam pikiran, sehingga baik Lydia mau-
5. Fraday 5. Fra Frad Frad pun saudara perempuannja tak tahu pertanjaan itu; namun,
Frede djawabnja ternjata tak sembarangan djawaban, melainkan
langsung bersangkutan dengan pertanjaan 2 saja. Kemung-
Dr N. Kotik pada tahun 1907 mengadakan pertjobaan 2 kinan Lydia melakukan penipuan atau menggunakan mus-
lain dengan sujet lain. Jakni dengan Nn. Lydia W., seorang lihat (seandai ia bisa berbuat demikian) tak ada samasekali,
gadis jang mempunjai bakat untuk „menulis otomatis". karena ia tak tahu pertanjaan 2 apa jang terkandung dalam
Bakat ini diketahuinja, ketika ia iseng 2 ikut serta dalam pikiran saja, dan iapun tak tahu apa jang ditulisnja. Semua-
suatu seance spiritisme. nja ini terdjadi setjara otomatis ; kita berbitjara satu sama
Telah diketahui bahwa kaum spiritis menaruh perhatian lain, tertawa-tawa, berkelakar tentang roh 2 dan djin 2 , dan
besar kepada tulisan otomatis. Okkultis2 zaman purbapun dalam pada itu tangan Lydia perlahan-lahan bergerak me-
sudah mengatakan, bahwa berita 2 otomatis berasal dari nudju huruf jang ditundjukkan, dan assisten saja menulis-
„peribadi se-dalam 2 nja" dari. manusia, dan bukan karena kan huruf 2 itu."
kontak dengan roh 2 . Diadakan pula pertjobaan 2 dengan Lydia dalam tulisan
Sebelum Dr Kotik mengadakan eksperimen dengan me- otomatis berupa kata 2 :
diumnja, ia menganalisa dulu djiwa gadis tsb. Ternjata
Kotik berpikir : Lydia menulis :
gadis ini adalah anak normal, dengan refleks (reaksi2 tak-
sadar) jang tadjam sekali. Pada umumnja ia tenang dan 1. Swieeza (sinar) 1. Swieezka (sinar ketjil)
hati2, dan selainnja flegmatis (atjuh-tak-atjuh) iapun suka 2. Poduschka (mentjium) 2. K... Sch... Poduschka.
merengut-rengut. Ketika umur 18 tahun ia masuk Univer- 3. Snieg (saldju) 3. Signal.
sitas di Noskwa. 4. Krowatj (tempat-tidur) 4. Revolver.

100

105
Ketika pertjobaan 2 ini dilandjutkan maka sering terselip mereka tanpa berbitjara bisa saling memberitahukan
kesalahan2. pikiran2 mereka, pada djarak2 jang tjukup djauh.
Demikianlah medium menulis „Samowar" (ketel teh), Hubungan-pikiran demikian itu djuga ada antara Nn.
ketika Kotik mengenangkan „Stakan" (gelas teh), dllnja. Miles dan Nn. Herm. Ramsdan, dua wanita Inggeris, jang
dibawah pimpinan Prof. Barret telah mengadakan per-
Kesalahan2 ini selalu bisa dikembalikan pada gagasan2
jang sedjenis atau bunji 2 jang hampir sama („rowa" dalam tjobaan2. Nn. M. selalu bertugas sebagai pemantjar, sedang-
,,krowatj" dan „revo" dalam ,,revolver"). kan Nn. R. sebagai penerima. Berikut ini adalah kutipan
Eksperimen2 Dr N. Kotik terdjadi diantara tahun2 1904- dari lapuran2 Society for Psych. Research di Inggeris.
Ditetapkanlah djam untuk mengadakan pertjobaan 2 itu,
1907, dan sebelum itu di Inggeris baru sadja diadakan per-
dan Nn. M. pada djam jang ditetapkan itu mentjatat sem-
tjobaan telepati, jang menggemparkan, karena pengiriman
barang pikiran dalam sebuah buku, jang mereka gunakan
pikiran2 tsb. tak dilakukan dari kamar jang satu kekamar
chusus untuk pertjobaan2 itu. Nn. R. mentjatat apa jang
jang lain, akan tetapi dari djarak ber-kilometer2.
diterimanja, dan mengirimkannja kembali ke Nn. N. untuk
Sebagaimana jang terdjadi di Rusia, djuga disini daja-
ditjotjokkan.
telepati sifatnja terbatas. Penjiarnja adalah Dr Richardson
Djarak jang dipakai untuk setiap pertjobaan itu tjukup
dan penerimanja Franks.
djauh (36 kilometer).
Sebuah panitia jang anggauta2nja terdiri dari penjelidik2
jang berpengalaman, a.l. Stead dan Dr Wallace bertindak
Pertjobaan pertama :
sebagai pengawas.
Nn. Miles menulis :
R. berada di London, dimana ia ditugaskan menjampai-
kan angka2, nama2, dllnja. la berada dalam kamar terpentjil, Saja duduk dengan kaki saja letakkan diatas pinggir
ja'ng didjaga keras. Misalnja pada djam enam, ia sekonjong- perapian; saja mengenangkar sphinx; saja mentjoba
konjong berdiri dan mendapat guntjangan2-sjaraf, sambil mengchajalkannja didepan saja; mengutjapkan perkataan-
menerangkan bahwa Frank memanggil dia. nja keras2. Saja hanja bisa mengchajalkan dia dalam bentuk
sangat ketjil, pada djarak tjukup djauh.
Pada saat ini panitia mengundi suatu angka, ja,ng harus
disampaikan oleh R. C. M.
Angka itu adalah 579.
Nn. Ramsdan menulis:
Pada djam 6 lewat 34 menit, Richardson menerangkan
bahwa ia telah sampai di Nottingham, dimana Franks ber- Saja tak bisa melihatnja, akan tetapi pada hemat saja
Anda duduk dikursi dengan kaki diatas tepi perapian, dan
ada, dan pada djam 6.38 ia menerangkan bahwa Franks
Anda mengenakan gaun malam hitam. Kata2 dibawah ini
mengirimkan telegram untuk melapurkan hasil pertjobaan
timbul dalam pikiran saja :
itu kepada panitia.
1. Peter Evans.
Segera datanglah telegram itu:
2. Hourglass (inilah mungkin pikiran-pokok).
Nottingham, djam 6.48 menit. Sore. Nomor 579, di-
terima djam 7 kurang 20 menit. 3. Worcester deal bon.
Pada djarak jang agak dekat, Franks dan Richardson 4. Daisy Millar.
memberi demonstrasi2 telepati jang lebih hebat lagi. 5. Arm socket atau perkataan sematjam itu.
Antara mereka ada sematjam hubungan-pikiran, dimana 6. Suspension bridge.

107

106
Ketika pertjobaan 2 ini dilandjutkan maka sering terselip mereka tanpa berbitjara bisa saling memberitahukan
kesalahan2. pikiran2 mereka, pada djarak2 jang tjukup djauh.
Demikianlah medium menulis „Samowar" (ketel teh), Hubungan-pikiran demikian itu djuga ada antara Nn.
ketika Kotik mengenangkan „Stakan" (gelas teh), dllnja. Miles dan Nn. Herm. Ramsdan, dua wanita Inggeris, jang
dibawah pimpinan Prof. Barret telah mengadakan per-
Kesalahan2 ini selalu bisa dikembalikan pada gagasan2
jang sedjenis atau bunji 2 jang hampir sama („rowa" dalam tjobaan2. Nn. M. selalu bertugas sebagai pemantjar, sedang-
,,krowatj" dan „revo" dalam ,,revolver"). kan Nn. R. sebagai penerima. Berikut ini adalah kutipan
Eksperimen2 Dr N. Kotik terdjadi diantara tahun2 1904- dari lapuran2 Society for Psych. Research di Inggeris.
Ditetapkanlah djam untuk mengadakan pertjobaan 2 itu,
1907, dan sebelum itu di Inggeris baru sadja diadakan per-
dan Nn. M. pada djam jang ditetapkan itu mentjatat sem-
tjobaan telepati, jang menggemparkan, karena pengiriman
barang pikiran dalam sebuah buku, jang mereka gunakan
pikiran2 tsb. tak dilakukan dari kamar jang satu kekamar
chusus untuk pertjobaan2 itu. Nn. R. mentjatat apa jang
jang lain, akan tetapi dari djarak ber-kilometer2.
diterimanja, dan mengirimkannja kembali ke Nn. N. untuk
Sebagaimana jang terdjadi di Rusia, djuga disini daja-
ditjotjokkan.
telepati sifatnja terbatas. Penjiarnja adalah Dr Richardson
Djarak jang dipakai untuk setiap pertjobaan itu tjukup
dan penerimanja Franks.
djauh (36 kilometer).
Sebuah panitia jang anggauta2nja terdiri dari penjelidik2
jang berpengalaman, a.l. Stead dan Dr Wallace bertindak
Pertjobaan pertama :
sebagai pengawas.
Nn. Miles menulis :
R. berada di London, dimana ia ditugaskan menjampai-
kan angka2, nama2, dllnja. la berada dalam kamar terpentjil, Saja duduk dengan kaki saja letakkan diatas pinggir
ja'ng didjaga keras. Misalnja pada djam enam, ia sekonjong- perapian; saja mengenangkar sphinx; saja mentjoba
konjong berdiri dan mendapat guntjangan2-sjaraf, sambil mengchajalkannja didepan saja; mengutjapkan perkataan-
menerangkan bahwa Frank memanggil dia. nja keras2. Saja hanja bisa mengchajalkan dia dalam bentuk
sangat ketjil, pada djarak tjukup djauh.
Pada saat ini panitia mengundi suatu angka, ja,ng harus
disampaikan oleh R. C. M.
Angka itu adalah 579.
Nn. Ramsdan menulis:
Pada djam 6 lewat 34 menit, Richardson menerangkan
bahwa ia telah sampai di Nottingham, dimana Franks ber- Saja tak bisa melihatnja, akan tetapi pada hemat saja
Anda duduk dikursi dengan kaki diatas tepi perapian, dan
ada, dan pada djam 6.38 ia menerangkan bahwa Franks
Anda mengenakan gaun malam hitam. Kata2 dibawah ini
mengirimkan telegram untuk melapurkan hasil pertjobaan
timbul dalam pikiran saja :
itu kepada panitia.
1. Peter Evans.
Segera datanglah telegram itu:
2. Hourglass (inilah mungkin pikiran-pokok).
Nottingham, djam 6.48 menit. Sore. Nomor 579, di-
terima djam 7 kurang 20 menit. 3. Worcester deal bon.
Pada djarak jang agak dekat, Franks dan Richardson 4. Daisy Millar.
memberi demonstrasi2 telepati jang lebih hebat lagi. 5. Arm socket atau perkataan sematjam itu.
Antara mereka ada sematjam hubungan-pikiran, dimana 6. Suspension bridge.

106

107
7. Sophia Ridley. jang pernah saja terima. Saja hampir tak melihatnja, sangat
8. Soupirer (dalam bahasa Perantjis); dan saja ada tjen- samar2, namun pengaruhnja sangat mendalam.
derung untuk mengedjanja : Souspirer. Tjatatan Nn. M. mengenai i n i :
Ada suatu perkataan dengan huruf S. Nampaknja s a j a Saja melukis sebuah potret Tn. M. dan ada pemandangan
tak m e m a h a m i n j a . — H.R. matahari-terbenam diatas kapel. Tn. M., jang sikap duduk-
Pada waktu itu Nn. Miles berada di London; Nn. Rams- nja adalah sedemikian rupa, sehingga ia bisa lebih terang
dan di Buckinghamsshire. melihatnja daripada saja, menudju ke djendela, dan minta
perhatian saja kepada pemandangan itu.
Wadjahnja disinari tjahaja matahari. Malam itu banjak
Pertjobaan ketudjuh :
angin, dan ada sinar2-tjahaja berwarna oranje diudara.
Nn. M. menulis: Matahari bergerak kesebelah kiri kapel lalu terbenam. Dari
October 27. Spactacles (katjamata). — C.M. djendela, saja melihat bagian-tengah kapel dan dua bagian
Nn. Ramsdan menulis: jang berdiri tegak, jang dalam sendja sore adalah seperti
Djum'at 27 Oktcber, djam 7 malam, Spectacles. Inilah lukisan.
satu2nja pikiran jang saja terima, setelah menunggu lama. Ketiga benda ini nampaknja hitam, disebelah kiri gere-
Saja ingat akan „sense-perception", akan tetapi gagasan ini dja, jang diatasnja ada terbentang salip emas. Kesemuanja
malah menguatkan apa jang tersebut diatas- ini saja kenangkan sore itu, lama2, supaja Nn. R. bisa me-
Kesadaran saja adalah sedemikian kosong, sehingga saja lihatnja. Mula2 saja tak bisa memahami kintjir2-angin itu.
tertidur dan mendapat mimpi aneh (akan tetapi tidak me- Akan tetapi saja menemukan tanda arah angin didekatnja,
ngenai Anda). Pada djam 7.25 menit saja bangun terpe- diatas puntjak geredja.
randjat. — H.R.

Pertjobaan kedelapan : Pertjobaan 2 dari Nona 2 M. dan R. menundjukkan, bahwa


Nn. M. menulis: tak selalu jang dikirimkan itu pikiran 2 sadar, akan tetapi
Matahari-terbenam diatas Kapel (Kapel Brompton). djuga pikiran2 lain, jang ada hubungan lepas dengan pokok
Nn. R. menulis: soalnja.
15 Oktober djam 7. Mula2 nampak matahari dengan Ketika Nn. M. mengenangkan kapel, disampaikanlah
sinar 2 nja dan wadjah orang jang memandang dari sinar2 itu. berbagai gagasan2 sedjenis, jang ada hubungannja dengan
Kemudian berputar-putarlah sesuatu seperti roda. Kemu- pemandangan kapel. Kita sudah mengetahui tentang aso-
dian seolah-olah dua benda itu berpasangan. Dan saja ingat siasi2 merdeka dalam eksperimen 2 telepati, jang disebabkan
kintjir angin. Kintjir angin diatas bukit, udara gelap dan karena kurang konsentrasi atau karena pengaruh bawah-
banjak angin, dan ada awan hitam. Kemudian mendjadi sadar.
salip, dan saja melihat tiga salip disebelah kiri bukit dan Sekarang saja ingin membahas beberapa pertjobaan 2
wadjah jang ada disalip menengok kekanan, dan udara jang dilakukan dinegeri Belanda, jang membuktikan bahwa
gelap. djuga dinegeri itu orang tak mengabaikan eksperimen 2
Angin dan perahara. telepati.
Ini pasti benar. Suatu impressi (kesan) paling djelas Dr A. J. Resink mengadakan beberapa pertjobaan tele-

100 108

108
7. Sophia Ridley. jang pernah saja terima. Saja hampir tak melihatnja, sangat
8. Soupirer (dalam bahasa Perantjis); dan saja ada tjen- samar2, namun pengaruhnja sangat mendalam.
derung untuk mengedjanja : Souspirer. Tjatatan Nn. M. mengenai i n i :
Ada suatu perkataan dengan huruf S. Nampaknja s a j a Saja melukis sebuah potret Tn. M. dan ada pemandangan
tak m e m a h a m i n j a . — H.R. matahari-terbenam diatas kapel. Tn. M., jang sikap duduk-
Pada waktu itu Nn. Miles berada di London; Nn. Rams- nja adalah sedemikian rupa, sehingga ia bisa lebih terang
dan di Buckinghamsshire. melihatnja daripada saja, menudju ke djendela, dan minta
perhatian saja kepada pemandangan itu.
Wadjahnja disinari tjahaja matahari. Malam itu banjak
Pertjobaan ketudjuh :
angin, dan ada sinar2-tjahaja berwarna oranje diudara.
Nn. M. menulis: Matahari bergerak kesebelah kiri kapel lalu terbenam. Dari
October 27. Spactacles (katjamata). — C.M. djendela, saja melihat bagian-tengah kapel dan dua bagian
Nn. Ramsdan menulis: jang berdiri tegak, jang dalam sendja sore adalah seperti
Djum'at 27 Oktcber, djam 7 malam, Spectacles. Inilah lukisan.
satu2nja pikiran jang saja terima, setelah menunggu lama. Ketiga benda ini nampaknja hitam, disebelah kiri gere-
Saja ingat akan „sense-perception", akan tetapi gagasan ini dja, jang diatasnja ada terbentang salip emas. Kesemuanja
malah menguatkan apa jang tersebut diatas- ini saja kenangkan sore itu, lama2, supaja Nn. R. bisa me-
Kesadaran saja adalah sedemikian kosong, sehingga saja lihatnja. Mula2 saja tak bisa memahami kintjir2-angin itu.
tertidur dan mendapat mimpi aneh (akan tetapi tidak me- Akan tetapi saja menemukan tanda arah angin didekatnja,
ngenai Anda). Pada djam 7.25 menit saja bangun terpe- diatas puntjak geredja.
randjat. — H.R.

Pertjobaan kedelapan : Pertjobaan 2 dari Nona 2 M. dan R. menundjukkan, bahwa


Nn. M. menulis: tak selalu jang dikirimkan itu pikiran 2 sadar, akan tetapi
Matahari-terbenam diatas Kapel (Kapel Brompton). djuga pikiran2 lain, jang ada hubungan lepas dengan pokok
Nn. R. menulis: soalnja.
15 Oktober djam 7. Mula2 nampak matahari dengan Ketika Nn. M. mengenangkan kapel, disampaikanlah
sinar 2 nja dan wadjah orang jang memandang dari sinar2 itu. berbagai gagasan2 sedjenis, jang ada hubungannja dengan
Kemudian berputar-putarlah sesuatu seperti roda. Kemu- pemandangan kapel. Kita sudah mengetahui tentang aso-
dian seolah-olah dua benda itu berpasangan. Dan saja ingat siasi2 merdeka dalam eksperimen 2 telepati, jang disebabkan
kintjir angin. Kintjir angin diatas bukit, udara gelap dan karena kurang konsentrasi atau karena pengaruh bawah-
banjak angin, dan ada awan hitam. Kemudian mendjadi sadar.
salip, dan saja melihat tiga salip disebelah kiri bukit dan Sekarang saja ingin membahas beberapa pertjobaan 2
wadjah jang ada disalip menengok kekanan, dan udara jang dilakukan dinegeri Belanda, jang membuktikan bahwa
gelap. djuga dinegeri itu orang tak mengabaikan eksperimen 2
Angin dan perahara. telepati.
Ini pasti benar. Suatu impressi (kesan) paling djelas Dr A. J. Resink mengadakan beberapa pertjobaan tele-

108

109
pati. Ia mengumumkannja dalam suatu lapuran „Maandblad mestinja. Namun pertjobaan berhasil baik sekali. Saja
van de Vereeniging voor Psychisch Onderzoek en toegepast memusatkan perhatian saja kepada Tiongkok. Tn. W. a.l.
magnetisme". melihat berbagai matjam kuil2 Tiongkok, jang mula2 atapnja
bergelombang-gelombang, karena perasaan 2 jija belum te-
Dr. R. menulis :
nang betul. Nj. B.B. melihat sebuah patung Buddha" jang
1. Saja mengadakan djandji dengan Tn. T. di Bussum, duduk.
bahwa saja di Groningen akan mengirimkan suatu pikiran
kepada isterinja, jang akan dibikinnja perasa dulu dengan Saja sampaikan trance itu ke Lausanne dan beberapa
menggunakan hipnotisme. Waktunja ditetapkan dan segera hari kemudian datanglah berita, bahwa isteri saja ketika
pendapat 2 akan dikirimkan dengan surat (sehingga surat djalan 2 se-konjong 2 mengantuk (ia tak sendirian) dan ke-
itu harus bersilangan didjalan). Saja memusatkan pikiran mudian beristirahat duduk diatas bangku, melihat artja
saja kepada kisah Mergrain, seorang tokoh terkenal dalam Buddha. Ia tahu bahwa sajalah pemantjarnja, akan tetapi
mythos 2 Persia dan tokoh dalam Roman Arthur, jang tentu-- dalam pada itu menulis kepada saja, bahwa apabila saja
nja akan mengasjikkan chajal si penerima, karena pengi- mengadakan pertjobaan 2 lagi, hendaknja saja sendirian,
riman-pikiran setjara telepatis tergantung djuga pada per- karena ada pikiran2 Iain jang timbul dan mengganggunja.
hatian, jang mendjadi mangkin intensif, djika isinja mang- Pernjataannja jang terachir ini bagi saja adalah bukti bahwa
kin mengasjikkan, dan tjerita adalah lebih mengasjikkan ada suatu hubungan sebab-akibat antara pengalaman kita
bawahsadar daripada misalnja angka2. Setelah selesai ber- berdua (jang djuga terdjadi pada saat jang sama).
konsentrasi, saja berusaha memagnitisir penerima setjara 3. Magnetisme subjektif dan objektif. Dalam suatu
telepatis. Pertjobaan ini berhasil baik. Penerima dalam pertemuan panitia ilmiah pada tanggal 16 Oktober 1921,
hipnosanja mendengar: „merg" atau „germ" atau „herm", Tn. M. mengadakan demonstrasi pertjobaan 2 magnetis jang
jang ia sendiri tak mengetahui artinja. Achirnja ia menge- terkenal. Tn. v.d. D. mendjadi penerima. Akibat aneh pe-
luh karena menggigil kedinginan, djikalau suaminja me- magnitan dibawah sjarat2 tertentu ialah bahwa lengan kanan
magnitisirnja terlalu keras. si penerima mendjadi lemas.
Baik nama jang saja kenangkan dan djuga magnetisme Saja mengusulkan kepada Tn. v.d. D. untuk mengada-
ternjata telah disampaikan. kan pertjobaan dengan pemagnitan (memagnitisir) telepatis.
2. Trance (hipnosa) telepatis. Setelah berdiam bebe- Saja masuk kedalam kamar-belakang, dan menkonsentrasi-
rapa waktu di Swis, saja kembali untuk mentjari rumah, kan pikiran saja kepada bagian sumsum-belakang, jang ber-
sementara isteri saja untuk sementara tidak ikut. Kita me- sambung pada sjaraf lengan. Djuga sekarang si penerima
netapkan, bahwa saja akan menjampaikan pikiran kepada- menanggapi dengan gedjala jang sama. Namun ia menjaksi-
nja pada hari Sabtu malam, jang akan membuatnja dalam kan perbedaan dengan pertjobaan pertama. Magnetisme
keadaan trance. Di Utrecht pelukis W. dan pemahat-patung Tn. M. jang dilakukan dengan batang-magnit, dirasakannja
Nj. B.B. minta kepada saja untuk membangkitkan trance sebagai hal jang objektif jang berdiri diluar dirinja bahkan
jang mengandung nilai keindahan. Kita memutuskan untuk boleh-dikata menentang dia, sedangkan „telemagnitisme"
mengadakan pertjobaan itu. Tn. W. sebelum itu telah saja tak mengandung sifat objektif ini. Seolah-olah datang
mengalami kegelisahan, marah 2 karena suatu soal jang tidak dari diri dia sendiri. Perbedaan ini boleh djadi digunakan
enak, dan menganggap tak tjukup tenang sebagaimana untuk menundjukkan beda antara magnetisme „hewani"

111

110
\
pati. Ia mengumumkannja dalam suatu lapuran „Maandblad mestinja. Namun pertjobaan berhasil baik sekali. Saja
van de Vereeniging voor Psychisch Onderzoek en toegepast memusatkan perhatian saja kepada Tiongkok. Tn. W. a.l.
magnetisme". melihat berbagai matjam kuil2 Tiongkok, jang mula2 atapnja
bergelombang-gelombang, karena perasaan 2 jija belum te-
Dr. R. menulis :
nang betul. Nj. B.B. melihat sebuah patung Buddha" jang
1. Saja mengadakan djandji dengan Tn. T. di Bussum, duduk.
bahwa saja di Groningen akan mengirimkan suatu pikiran
kepada isterinja, jang akan dibikinnja perasa dulu dengan Saja sampaikan trance itu ke Lausanne dan beberapa
menggunakan hipnotisme. Waktunja ditetapkan dan segera hari kemudian datanglah berita, bahwa isteri saja ketika
pendapat 2 akan dikirimkan dengan surat (sehingga surat djalan 2 se-konjong 2 mengantuk (ia tak sendirian) dan ke-
itu harus bersilangan didjalan). Saja memusatkan pikiran mudian beristirahat duduk diatas bangku, melihat artja
saja kepada kisah Mergrain, seorang tokoh terkenal dalam Buddha. Ia tahu bahwa sajalah pemantjarnja, akan tetapi
mythos 2 Persia dan tokoh dalam Roman Arthur, jang tentu-- dalam pada itu menulis kepada saja, bahwa apabila saja
nja akan mengasjikkan chajal si penerima, karena pengi- mengadakan pertjobaan 2 lagi, hendaknja saja sendirian,
riman-pikiran setjara telepatis tergantung djuga pada per- karena ada pikiran2 Iain jang timbul dan mengganggunja.
hatian, jang mendjadi mangkin intensif, djika isinja mang- Pernjataannja jang terachir ini bagi saja adalah bukti bahwa
kin mengasjikkan, dan tjerita adalah lebih mengasjikkan ada suatu hubungan sebab-akibat antara pengalaman kita
bawahsadar daripada misalnja angka2. Setelah selesai ber- berdua (jang djuga terdjadi pada saat jang sama).
konsentrasi, saja berusaha memagnitisir penerima setjara 3. Magnetisme subjektif dan objektif. Dalam suatu
telepatis. Pertjobaan ini berhasil baik. Penerima dalam pertemuan panitia ilmiah pada tanggal 16 Oktober 1921,
hipnosanja mendengar: „merg" atau „germ" atau „herm", Tn. M. mengadakan demonstrasi pertjobaan 2 magnetis jang
jang ia sendiri tak mengetahui artinja. Achirnja ia menge- terkenal. Tn. v.d. D. mendjadi penerima. Akibat aneh pe-
luh karena menggigil kedinginan, djikalau suaminja me- magnitan dibawah sjarat2 tertentu ialah bahwa lengan kanan
magnitisirnja terlalu keras. si penerima mendjadi lemas.
Baik nama jang saja kenangkan dan djuga magnetisme Saja mengusulkan kepada Tn. v.d. D. untuk mengada-
ternjata telah disampaikan. kan pertjobaan dengan pemagnitan (memagnitisir) telepatis.
2. Trance (hipnosa) telepatis. Setelah berdiam bebe- Saja masuk kedalam kamar-belakang, dan menkonsentrasi-
rapa waktu di Swis, saja kembali untuk mentjari rumah, kan pikiran saja kepada bagian sumsum-belakang, jang ber-
sementara isteri saja untuk sementara tidak ikut. Kita me- sambung pada sjaraf lengan. Djuga sekarang si penerima
netapkan, bahwa saja akan menjampaikan pikiran kepada- menanggapi dengan gedjala jang sama. Namun ia menjaksi-
nja pada hari Sabtu malam, jang akan membuatnja dalam kan perbedaan dengan pertjobaan pertama. Magnetisme
keadaan trance. Di Utrecht pelukis W. dan pemahat-patung Tn. M. jang dilakukan dengan batang-magnit, dirasakannja
Nj. B.B. minta kepada saja untuk membangkitkan trance sebagai hal jang objektif jang berdiri diluar dirinja bahkan
jang mengandung nilai keindahan. Kita memutuskan untuk boleh-dikata menentang dia, sedangkan „telemagnitisme"
mengadakan pertjobaan itu. Tn. W. sebelum itu telah saja tak mengandung sifat objektif ini. Seolah-olah datang
mengalami kegelisahan, marah 2 karena suatu soal jang tidak dari diri dia sendiri. Perbedaan ini boleh djadi digunakan
enak, dan menganggap tak tjukup tenang sebagaimana untuk menundjukkan beda antara magnetisme „hewani"

106

111
dan magnetisme „mental" (lebih tepat: „objekt.if" dan tanggapan2 motoris (gerak); memang, ia menerangkan ke-
„subjektif"). pada kami, bahwa ia sukar menimbulkan lukisan2 peng-
Tulisan2 mengenai magnetisme dalam hal ini sangat lihatan dalam pikiran, dan oleh karena itu ia misalnja men-
tidak-djelas — dan ini sungguh penting! „Objektivitet" djelaskan lukisan2 ilmuukur dengan tanggapan gerak dan
paling tinggi, jang oleh penerima dianggap sebagai ,,me- bukannja dengan tanggapan penglihatan.
nekan", mempunjai sifat2 magnetisme dari magnit alami.
Perasaan tekanan objektif jang enak dari magnit lenjap, Oleh karena itu kita memutuskan untuk mengadakan
ketika Tn. M. memagnitisir dia dengan batang-magnit dan pertjobaan, dengan menjingkirkan segala pengaruh pantja-
dengan magnetisme hidup. Saja bertanja dalam hati, apa- indera, sedemikian rupa, sehingga kemungkinan2-kebetulan,
kah ada peralihan lambat-laun dari magnetisme subjektif bisa ditetapkan setjara pasti dan pemindahan tanggapan2-
dan mental murni kearah magnetisme mineral objektif gerak itu bisa diselidiki. Untuk ini dalam salah suatu
murni, dan apakah pada semua tingkat peralihan ini nampak ruangan2 bawah dari Psychologisch Instituut (Lembaga Ilmu-
fluidum, atau mungkin hanja magnetisme objektif sadjalah djiwa) ditempatkan almari jang bagian atas dan tiga sisinja
jang mengandung fluidum. Ini memerlukan penjelidikan ditutup. Bagian-depan almari ini diberi lobang jang di-
tersendiri. Magnetisme subjektif bersifat telepatis, dan depannja digantungi tirai. Sujet jang ada didalam almari
apakah magnetisme objektif bisa dikirimkan setjara tele- bisa mengeluarkan tangannja melalui lobang ini serta di-
patis masih harus diselidiki." bawah tirai, dan bisa menggerakkan papan berukuran 30
Kita kutip kata-demi-kata pendapat Dr A. J. Resink di- kali 40 cM jang diletakkan mendatar. Papan ini, seperti
atas, karena dikalangan kaum okkultis dan djurumagnetis papan tjatur, dibagi dalam 6 X 8 = 40 bidang, dan disitu
pada setiap eksperimen oleh pemimpin-pertjobaan dilihat
sering ada pendapat bahwa tenaga jang disebut „magnetis"
papan jang dipilih dengan undian, dan kemudian dalam
erat hubungannja dengan pemindahan (pengiriman) pikiran.
pikiran ia mengemudikan tangan sujet sedemikian rupa,
Akan tetapi keterangan jang definitif (pasti) mengenai
sehingga tangan itu sampai dibidang itu. Sujet dalam pada
ini belum ditemukan.
itu harus bersikap se-pasif-nja dan (tanpa melihat papan) me-
Lain lagi sifat penjelidikan jang dilakukan oleh Prof. laksanakan gerak jang terpikir olehnja, dan menekankan
Dr Heymans, Dr Brugmans dan A.A. Weinberg di Groningen. djarinja segera setelah terasa ia sampai pada bidang jang
Mereka di Groningen mendjumpai seorang mahasiswa, dimaksudkan. Mengenai djarak, dari mana pemimpin-per-
jang mempunjai tenaga magnetis. Mahasiswa itu adalah tjobaan memberikan perintah2nja tanpa-kata2, ada dua go-
A. Van Dam, mahasiswa ilmupasti dan -alam pada Univer- longan pertjobaan2, jang sedapat mungkin saling ganti ber-
sitas Groningen. ganti pada setiap sidang. Pada golongan pertama (per-
tjobaan2 dekat) pemimpin-pertjobaan berdiri didepan al-
Dalam „Mededeelingen der S.P.R." kedua orang diatas
mari, dimana sujet berada, dan djaraknja tsb. lebih dari
menulis a.l. sbb.:
satu meter; pada golongan lain (pertjobaan-djauh) pemim-
Penjelidikan pertama, jang ditudjukan untuk mengalih- pin pertjobaan berada dalam kamar, jang letaknja diatas
kan pengalaman2 tjitarasa, warna dan bentuk, berhasil se- kamar jang kita sebutkan. Supaja dari sana ia bisa melihat
tjara positif, akan tetapi tidak djelas. Segera ternjata, bah- dan membimbing gerak-gerik tangan sujet dilantai antara
wa Van Dam ehususnja sangat perasa untuk menerima kedua kamar itu dibuat lobang berbentuk budjursangkur

100 113

112
dan magnetisme „mental" (lebih tepat: „objekt.if" dan tanggapan2 motoris (gerak); memang, ia menerangkan ke-
„subjektif"). pada kami, bahwa ia sukar menimbulkan lukisan2 peng-
Tulisan2 mengenai magnetisme dalam hal ini sangat lihatan dalam pikiran, dan oleh karena itu ia misalnja men-
tidak-djelas — dan ini sungguh penting! „Objektivitet" djelaskan lukisan2 ilmuukur dengan tanggapan gerak dan
paling tinggi, jang oleh penerima dianggap sebagai ,,me- bukannja dengan tanggapan penglihatan.
nekan", mempunjai sifat2 magnetisme dari magnit alami.
Perasaan tekanan objektif jang enak dari magnit lenjap, Oleh karena itu kita memutuskan untuk mengadakan
ketika Tn. M. memagnitisir dia dengan batang-magnit dan pertjobaan, dengan menjingkirkan segala pengaruh pantja-
dengan magnetisme hidup. Saja bertanja dalam hati, apa- indera, sedemikian rupa, sehingga kemungkinan2-kebetulan,
kah ada peralihan lambat-laun dari magnetisme subjektif bisa ditetapkan setjara pasti dan pemindahan tanggapan2-
dan mental murni kearah magnetisme mineral objektif gerak itu bisa diselidiki. Untuk ini dalam salah suatu
murni, dan apakah pada semua tingkat peralihan ini nampak ruangan2 bawah dari Psychologisch Instituut (Lembaga Ilmu-
fluidum, atau mungkin hanja magnetisme objektif sadjalah djiwa) ditempatkan almari jang bagian atas dan tiga sisinja
jang mengandung fluidum. Ini memerlukan penjelidikan ditutup. Bagian-depan almari ini diberi lobang jang di-
tersendiri. Magnetisme subjektif bersifat telepatis, dan depannja digantungi tirai. Sujet jang ada didalam almari
apakah magnetisme objektif bisa dikirimkan setjara tele- bisa mengeluarkan tangannja melalui lobang ini serta di-
patis masih harus diselidiki." bawah tirai, dan bisa menggerakkan papan berukuran 30
Kita kutip kata-demi-kata pendapat Dr A. J. Resink di- kali 40 cM jang diletakkan mendatar. Papan ini, seperti
atas, karena dikalangan kaum okkultis dan djurumagnetis papan tjatur, dibagi dalam 6 X 8 = 40 bidang, dan disitu
pada setiap eksperimen oleh pemimpin-pertjobaan dilihat
sering ada pendapat bahwa tenaga jang disebut „magnetis"
papan jang dipilih dengan undian, dan kemudian dalam
erat hubungannja dengan pemindahan (pengiriman) pikiran.
pikiran ia mengemudikan tangan sujet sedemikian rupa,
Akan tetapi keterangan jang definitif (pasti) mengenai
sehingga tangan itu sampai dibidang itu. Sujet dalam pada
ini belum ditemukan.
itu harus bersikap se-pasif-nja dan (tanpa melihat papan) me-
Lain lagi sifat penjelidikan jang dilakukan oleh Prof. laksanakan gerak jang terpikir olehnja, dan menekankan
Dr Heymans, Dr Brugmans dan A.A. Weinberg di Groningen. djarinja segera setelah terasa ia sampai pada bidang jang
Mereka di Groningen mendjumpai seorang mahasiswa, dimaksudkan. Mengenai djarak, dari mana pemimpin-per-
jang mempunjai tenaga magnetis. Mahasiswa itu adalah tjobaan memberikan perintah2nja tanpa-kata2, ada dua go-
A. Van Dam, mahasiswa ilmupasti dan -alam pada Univer- longan pertjobaan2, jang sedapat mungkin saling ganti ber-
sitas Groningen. ganti pada setiap sidang. Pada golongan pertama (per-
tjobaan2 dekat) pemimpin-pertjobaan berdiri didepan al-
Dalam „Mededeelingen der S.P.R." kedua orang diatas
mari, dimana sujet berada, dan djaraknja tsb. lebih dari
menulis a.l. sbb.:
satu meter; pada golongan lain (pertjobaan-djauh) pemim-
Penjelidikan pertama, jang ditudjukan untuk mengalih- pin pertjobaan berada dalam kamar, jang letaknja diatas
kan pengalaman2 tjitarasa, warna dan bentuk, berhasil se- kamar jang kita sebutkan. Supaja dari sana ia bisa melihat
tjara positif, akan tetapi tidak djelas. Segera ternjata, bah- dan membimbing gerak-gerik tangan sujet dilantai antara
wa Van Dam ehususnja sangat perasa untuk menerima kedua kamar itu dibuat lobang berbentuk budjursangkur

100

113
(pesegi pandjang) luasnja 32 X 52 oM., jang ditutup dari mendjadi lebih baik, melainkan malah mendjadi lebih djelek
atas dan bawah dengan papan katja. Oleh karena pada (meskipun masih boleh dibilang tjemerlang), jang mana
pertjobaan2 ini kamar-atas ditutup dengan tirai2 dan pene- membuktikan sekali lagi, bahwa hubungan keinderaan pada
rangan dipadamkan, sehingga gelap samasekali, maka sujet, pertjobaan2 ini tiada pengaruhnja samasekali.
meskipun berdiri bebas dalam kamar-bawah, tak akan me-
lihat apa2 jang terdjadi diatas, sedangkan penembusan suara ttd.
melalui dua papan katja itu sedemikian sukarnja, sehingga Prof. Dr. G. HEYMANS
orang tak bisa mendengar suara jang diteriakkan dari kamar
jang satu kekamar jang kin. Karena hubungan melalui
Dr. H.J.F.W. BRUGMANS
indera-perabaan (dengan meraba) tak mungkin, maka kita
kira dengan tjara pertjobaan ini kemungkinan terdjadinja A.A. WEIBERG
hubungan melalui pantjaindera jang manapun djuga adalah
samasekali mustahil. Pertjobaan2, jang sudah bisa kita
beritakan sekarang, terdjadi antara tanggal 28 Mai (ketika
alat2 baru digunakan untuk pertama kalinja) dan 10 Sep- Termasuk hasil2 mengagumkan dari telepati eksperimen-
tember 1920, pada djam 2 - 4 . Pada beberapa pertjobaan, tal ialah jang terdjadi pada pertjobaan lukisan2 telepatis.
sujet minum dulu alkohol 30 cCM atau 1 gram broomn- Pemimpin-pertjobaan memusatkan pikirannja kepada
atrium. Jang bertindak sebagai pemimpin2 pertjobaan ber- suatu gambar atau bentuk, dan sipenerima harus melukis-
ganti2an, antara kami jang bertanda tangan dibawah ini. kan bentuk jang sama.
Mengenai pertjobaan 2 dengan djarak, dimana tak ada sama- Dr Oliver Lodge, gurubesar Umualam pada Universitas
sekali hubungan pantjaindera, maka dari 80 kali, 32 (atau Liverpool telah menjelidiki eksperimen2 lain, jang telah di-
40%) sujet menundjuk bidang jang tepat. Djika setjara lakukan oleh Tn. Guthrie sebagai pemantjar serta Nona2
kebetulan, maka kemungkinan-tepat bagi setiap bidang ada- Edwards dan Rolph sebagai penerima. Wanita2 ini djuga
lah: 1 : 4 8 ; ini berarti bahwa bagi 32 dari 80, peristiwa „perasa terhadap pemantjar2 lain".
kebetulan-jang-tepat adalah 1: 79 quintriljun. Oleh karena Tn. Guthrie menulis suatu lingkaran dengan salip, Nn.
itu, terbuktilah bahwa pemindahan-pikiran tanpa hubungan- Edwards tak lama kemudian menggambar pula lingkaran
pantjaindera tak boleh diragukan lagi. dan salip.
Tuan Hughes melukis kepala orang setjara kasar2an, dan
Djika kita bandingkan dengan pertjobaan2-dekat, dimana Nn. Edwards berkata:
kesan2-rabaan dan kesan2-penglihatan ditiadakan samasekali, „Nampaknja seperti topeng".
akan tetapi kesan2-pendengaran (misalnja mengenai gerak2 Ia melukiskan kepala dalam bentuk lingkaran diatas
dan pernapasan pemimpin-pertjobaan) hanja bisa dibatasi leher ketjil.
untuk sebagian sadja, maka ternjata disini dari 77, 23 (30%)
ditundjuk setjara tepat, padahal kemungkinan-tepatnja se-
tjara kebetulan ialah 1 : 60 triljun. Dengan diringankannja
sjarat2 terhadap hubungan-pantjaindera maka hasilnja tak

115

114
(pesegi pandjang) luasnja 32 X 52 oM., jang ditutup dari mendjadi lebih baik, melainkan malah mendjadi lebih djelek
atas dan bawah dengan papan katja. Oleh karena pada (meskipun masih boleh dibilang tjemerlang), jang mana
pertjobaan2 ini kamar-atas ditutup dengan tirai2 dan pene- membuktikan sekali lagi, bahwa hubungan keinderaan pada
rangan dipadamkan, sehingga gelap samasekali, maka sujet, pertjobaan2 ini tiada pengaruhnja samasekali.
meskipun berdiri bebas dalam kamar-bawah, tak akan me-
lihat apa2 jang terdjadi diatas, sedangkan penembusan suara ttd.
melalui dua papan katja itu sedemikian sukarnja, sehingga Prof. Dr. G. HEYMANS
orang tak bisa mendengar suara jang diteriakkan dari kamar
jang satu kekamar jang kin. Karena hubungan melalui
Dr. H.J.F.W. BRUGMANS
indera-perabaan (dengan meraba) tak mungkin, maka kita
kira dengan tjara pertjobaan ini kemungkinan terdjadinja A.A. WEIBERG
hubungan melalui pantjaindera jang manapun djuga adalah
samasekali mustahil. Pertjobaan2, jang sudah bisa kita
beritakan sekarang, terdjadi antara tanggal 28 Mai (ketika
alat2 baru digunakan untuk pertama kalinja) dan 10 Sep- Termasuk hasil2 mengagumkan dari telepati eksperimen-
tember 1920, pada djam 2 - 4 . Pada beberapa pertjobaan, tal ialah jang terdjadi pada pertjobaan lukisan2 telepatis.
sujet minum dulu alkohol 30 cCM atau 1 gram broomn- Pemimpin-pertjobaan memusatkan pikirannja kepada
atrium. Jang bertindak sebagai pemimpin2 pertjobaan ber- suatu gambar atau bentuk, dan sipenerima harus melukis-
ganti2an, antara kami jang bertanda tangan dibawah ini. kan bentuk jang sama.
Mengenai pertjobaan 2 dengan djarak, dimana tak ada sama- Dr Oliver Lodge, gurubesar Umualam pada Universitas
sekali hubungan pantjaindera, maka dari 80 kali, 32 (atau Liverpool telah menjelidiki eksperimen2 lain, jang telah di-
40%) sujet menundjuk bidang jang tepat. Djika setjara lakukan oleh Tn. Guthrie sebagai pemantjar serta Nona2
kebetulan, maka kemungkinan-tepat bagi setiap bidang ada- Edwards dan Rolph sebagai penerima. Wanita2 ini djuga
lah: 1 : 4 8 ; ini berarti bahwa bagi 32 dari 80, peristiwa „perasa terhadap pemantjar2 lain".
kebetulan-jang-tepat adalah 1: 79 quintriljun. Oleh karena Tn. Guthrie menulis suatu lingkaran dengan salip, Nn.
itu, terbuktilah bahwa pemindahan-pikiran tanpa hubungan- Edwards tak lama kemudian menggambar pula lingkaran
pantjaindera tak boleh diragukan lagi. dan salip.
Tuan Hughes melukis kepala orang setjara kasar2an, dan
Djika kita bandingkan dengan pertjobaan2-dekat, dimana Nn. Edwards berkata:
kesan2-rabaan dan kesan2-penglihatan ditiadakan samasekali, „Nampaknja seperti topeng".
akan tetapi kesan2-pendengaran (misalnja mengenai gerak2 Ia melukiskan kepala dalam bentuk lingkaran diatas
dan pernapasan pemimpin-pertjobaan) hanja bisa dibatasi leher ketjil.
untuk sebagian sadja, maka ternjata disini dari 77, 23 (30%)
ditundjuk setjara tepat, padahal kemungkinan-tepatnja se-
tjara kebetulan ialah 1 : 60 triljun. Dengan diringankannja
sjarat2 terhadap hubungan-pantjaindera maka hasilnja tak

106

115
f

Kelendjar ini, jang tempatnja ada dibagian belakang


otak, memantjarkan getaran2, dan menerima pula getaran2
(getaran2 telepatis). Menurut para penganut paham Teoso-
fia, mengembangkan daja-telepati berarti mempertjepat
BAB KESEPULUH
perkembangan kelendjar ini, jang diiringi dengan pemu-
satan-pikiran.
MENGEMBANGKAN DAJA-TELEPATI
Pendapat kaum Teosofia ini belum bisa dibenarkan,
Sikap djiwa jang tepat. —. Konsentrasi-pikiran. — Sifat menerima akan tetapi belum bisa pula disangkal, akan tetapi bagai-
dan mengirimkan. — Harikemudian telepati, — Menjiarkan pikiran 2 manapun djuga, pemusatan-pikiran memegang peranan
baik dan buruk melalui telepati.
penting pada sugesti mental dan telepati djarak dekat.

S
ETELAH apa jang kita bentangkan tentang telepati, Pertjobaan 2 pertama untuk mengadakan hubungan telepati,
kita sekarang hendak membahas serba singkat ten- harus dilakukan dalam kamar jang sunji, dan agak gelap.
tang hal mengembangkan daja-telepati. Silakan seorang kawan atau saudara jang menaruh simpati,
untuk bertugas sebagai pemantjar atau penerima. Peman-
Mengembangkan daja ini selainnja perlu, djuga ber-
tjar memusatkan perhatiannja kepada satu pikiran atau
faedah.
gagasan, dan penerima harus mengosongkan pikirannja,
Telepati pada suatu waktu dimasadepan akan menduduki
melajang-lajang ditepi keadaan bawahsadar, jang memung-
tempat lebih penting daripada sekarang. Ini dibuktikan oleh
kinkan dia memandang pikiran2 jang timbul setjara objektif.
gerak perkembangan ummatmanusia. Bukankah manusia
Pertjobaan 2 ini harus dimulai tenang 2 sekali, dan harus di-
terus-menerus mentjoba mengetahui hakikat dan hukum 2
langsungkan setjara teratur. Djangan pula tergesa-gesa
ruang dan waktu ? Hukum 2 ruang waktu ini untuk sebagian
ingin mendapat hasil2. Perkembangan daja-telepati ini sa-
sudah diketahui dan dipergunakan. Oleh karena itu pendi-
ngat per-lahan2, sehingga beberapa latihan dalam satu hari
dikan telepati adalah sedjiwa dengan perkembangan manu-
sudah lebih daripada tjukup.
sia. Akan tetapi bagaimana, dan dengan tjara apa pendidikan
itu harus dimulai ? Djawabannja tak mudah, karena sifat Orang jang setengah djam sadja dalam satu hari meng-
telepati itu sendiri. adakan latihan kedjiwaan ini. akan merasakan faedah dan
Dalam banjak hal, misalnja mengenai „perdjalanan guna konsentrasi serta pengosongan pikiran, meskipun tak
djiwa pikiran" kita berhadapan dengan segi kedjiwaan ada hubungan telepati. Apakah jang menjebabkan tiadanja
(psyehis) telepati. Sebaliknja, pada pertjobaan 2 sugesti hubungan telepatis ini ?
mental dan pengiriman kata2 dan lukisan2-tjita pada djarak Ada sesuatu jang harus ada dalam setiap usaha, jakni:
dekat, faktor kedjiwaan hanja sedikit, dan seolah-olah daja kepertjajaan.
telepati sifatnja mendjadi bendawi (kebendaan).
Kepertjajaan ini bisa dibangkitkan dengan swasugesti:
Djadi telepati itu mempunjai dua segi. „Saja tahu bahwa saja bisa". Selain daripada itu, hendaknja
Orang suka sekali kepada keterangan telepati berdasar- dimulai dengan tjara2 jang sederhana dan mudah dahulu.
kan teori getaran. Banjak pemimpin 2 Gerakan Teosofia Hendaknja ia mulai dengan memegangi temannja jang di-
menerangkan bahwa daja-telepati bersumber pada kelen- adjak mengadakan pertjobaan. Memegangi tangannja atau
djar-otakbelakang, jang tugas dan kerdjanja belum ditetap- pergelangannja.
kan setjara ilmiah.
117

116
f

Kelendjar ini, jang tempatnja ada dibagian belakang


otak, memantjarkan getaran2, dan menerima pula getaran2
(getaran2 telepatis). Menurut para penganut paham Teoso-
fia, mengembangkan daja-telepati berarti mempertjepat
BAB KESEPULUH
perkembangan kelendjar ini, jang diiringi dengan pemu-
satan-pikiran.
MENGEMBANGKAN DAJA-TELEPATI
Pendapat kaum Teosofia ini belum bisa dibenarkan,
Sikap djiwa jang tepat. —. Konsentrasi-pikiran. — Sifat menerima akan tetapi belum bisa pula disangkal, akan tetapi bagai-
dan mengirimkan. — Harikemudian telepati, — Menjiarkan pikiran 2 manapun djuga, pemusatan-pikiran memegang peranan
baik dan buruk melalui telepati.
penting pada sugesti mental dan telepati djarak dekat.

S
ETELAH apa jang kita bentangkan tentang telepati, Pertjobaan 2 pertama untuk mengadakan hubungan telepati,
kita sekarang hendak membahas serba singkat ten- harus dilakukan dalam kamar jang sunji, dan agak gelap.
tang hal mengembangkan daja-telepati. Silakan seorang kawan atau saudara jang menaruh simpati,
untuk bertugas sebagai pemantjar atau penerima. Peman-
Mengembangkan daja ini selainnja perlu, djuga ber-
tjar memusatkan perhatiannja kepada satu pikiran atau
faedah.
gagasan, dan penerima harus mengosongkan pikirannja,
Telepati pada suatu waktu dimasadepan akan menduduki
melajang-lajang ditepi keadaan bawahsadar, jang memung-
tempat lebih penting daripada sekarang. Ini dibuktikan oleh
kinkan dia memandang pikiran2 jang timbul setjara objektif.
gerak perkembangan ummatmanusia. Bukankah manusia
Pertjobaan 2 ini harus dimulai tenang 2 sekali, dan harus di-
terus-menerus mentjoba mengetahui hakikat dan hukum 2
langsungkan setjara teratur. Djangan pula tergesa-gesa
ruang dan waktu ? Hukum 2 ruang waktu ini untuk sebagian
ingin mendapat hasil2. Perkembangan daja-telepati ini sa-
sudah diketahui dan dipergunakan. Oleh karena itu pendi-
ngat per-lahan2, sehingga beberapa latihan dalam satu hari
dikan telepati adalah sedjiwa dengan perkembangan manu-
sudah lebih daripada tjukup.
sia. Akan tetapi bagaimana, dan dengan tjara apa pendidikan
itu harus dimulai ? Djawabannja tak mudah, karena sifat Orang jang setengah djam sadja dalam satu hari meng-
telepati itu sendiri. adakan latihan kedjiwaan ini. akan merasakan faedah dan
Dalam banjak hal, misalnja mengenai „perdjalanan guna konsentrasi serta pengosongan pikiran, meskipun tak
djiwa pikiran" kita berhadapan dengan segi kedjiwaan ada hubungan telepati. Apakah jang menjebabkan tiadanja
(psyehis) telepati. Sebaliknja, pada pertjobaan 2 sugesti hubungan telepatis ini ?
mental dan pengiriman kata2 dan lukisan2-tjita pada djarak Ada sesuatu jang harus ada dalam setiap usaha, jakni:
dekat, faktor kedjiwaan hanja sedikit, dan seolah-olah daja kepertjajaan.
telepati sifatnja mendjadi bendawi (kebendaan).
Kepertjajaan ini bisa dibangkitkan dengan swasugesti:
Djadi telepati itu mempunjai dua segi. „Saja tahu bahwa saja bisa". Selain daripada itu, hendaknja
Orang suka sekali kepada keterangan telepati berdasar- dimulai dengan tjara2 jang sederhana dan mudah dahulu.
kan teori getaran. Banjak pemimpin 2 Gerakan Teosofia Hendaknja ia mulai dengan memegangi temannja jang di-
menerangkan bahwa daja-telepati bersumber pada kelen- adjak mengadakan pertjobaan. Memegangi tangannja atau
djar-otakbelakang, jang tugas dan kerdjanja belum ditetap- pergelangannja.
kan setjara ilmiah.

106
117
Adanja hubungan djasmani ini memudahkan hubungan Djika memang ada hasrat jang kuat, dan betul2 dimulai,
kedjiwaan. dan dilandjutkan nistjaja pengiriman-pikiran akan terdjadi
dengan sendirinja.
Kemudian kontak djasmani ini dirobah dengan saling
memegangi kawat tembaga (kuningan). Baru kemudian di-
adakan pertjobaan2 tanpa kontak (djasmani) samasekali.
Misalnja antara dua kamar dalam satu rumah. Kemudian Kita tak bisa mengachiri buku ini, tanpa memberi per-
antara dua rumah dalam satu kota. ingatan kepada para pembatja. Djangan mengabaikan dan
meremehkan pengaruh dajapikiran!
Pada pertjobaan2 pertama hendaknja digunakan pene-
rima2 jang sangat perasa jang biasa bersikap negatif dan Semua orang, tiada ketjualinja, mengirimkan pikiran2
passif. Sebaliknja pemantjar haruslah orang jang berke- — pikiran2 baik dan pikiran2 djelek.
mauan keras, jang pikirannja terdidik dan terlatih.
Setiap orang pernah mengalami betapa senangnja, apa-
Pemantjar ini harus melukiskan hubungan telepatis itu bila musuh kita mendapat balabentjana. Dan dalam pikiran,
sedjelas-djelasnja, misalnja berupa lukisan gelombang2- kita sering „melakukan" kedjahatan2. Kita akan malu
pikiran jang diarahkan kepada penerima. mengutjapkan pikiran2 ini dengan kata2, atau melaksana-
kan dalam perbuatan. Akan tetapi kita djangan lupa, bahwa
Gambaran itu harus sedemikian djelasnja, sehingga ia
pikiran2 jang telah kita keluarkan dari dalam otak itu me-
sendiri (pemantjar tsb.) merasa, apabila pikiran itu sampai
pada si penerima. lajang-lajang dalam ruang. Pikiran2 ini menjentuh bawah-
sadar orang2 lain, dan disana membangkitkan pikiran2 dja-
Diatas telah dikatakan, bahwa hendaknja kita djangan hat jang sedjenis. Dengan demikian kedjahatan2 akan tetap
tergesa-gesa. Memang, mengembangkan daja telepati tak meradjalela didunia ini.
bisa berhasil dalam satu hari dua hari, dan djuga tidak
dalam beberapa minggu. Kita barus menunggu ber-bulan2 Oleh karena itu, kita semua wadjib menambah djumlah
sebelum ada tanda2 berhasil. Hanja dalam keadaan luar pikiran2 jang baik dengan menjingkirkan pikiran2 jang
biasa sadja, bisa segera diperoleh hasil2 jang memuaskan. djahat. Djalan jang terbaik ialah dengan memanggil (mem-
Dan inipun hanja bisa, djika dikeluarkan tenaga dan djerih- bangkitkan) pikiran baik setiap kali muntjul pikiran djahat:
pajah jang hebat sekali. Bagi kita orang biasa, sebaiknja Pikiran baik pasti menang.
kita menggunakan sendjata utama jakni: k e s a b a r a n . Setiap manusia jang berbudi luhur dan djiwanja berisi
Kita harus pertjaja, bahwa dalam diri saja lambat laun, akan pikiran2 baik, adalah pusat pengaruh2 baik, karena dajanja
tetapi pasti, tumbuh daja telepati. Tenaga itu keluar dari jang positif dan kuat. Ditengah-tengah banjak kedjahatan
otak saja, saja merasakan getarannja jang menggelombang dan kesengsaraan jang ada didunia ini maka ia berdiri te-
kearah kawan saja. Tenaga ini mangkin lama mangkin nang dan bebas-dari-nafsu2 djahat. Inilah gandjaran jang
tumbuh, mangkin besar, dan pasti akan ada hasilnja." datang dari alam rohani bagi manusia2 jang luhur budinja.
Djika sugesti ini di-ulangi2 beberapa kali setiap hari,
dan dirasakan sebagai suatu kenjataan jang hidup, maka
akan tertjiptalah dasar untuk kontak (hubungan) telepati.

106

118
Adanja hubungan djasmani ini memudahkan hubungan Djika memang ada hasrat jang kuat, dan betul2 dimulai,
kedjiwaan. dan dilandjutkan nistjaja pengiriman-pikiran akan terdjadi
dengan sendirinja.
Kemudian kontak djasmani ini dirobah dengan saling
memegangi kawat tembaga (kuningan). Baru kemudian di-
adakan pertjobaan2 tanpa kontak (djasmani) samasekali.
Misalnja antara dua kamar dalam satu rumah. Kemudian Kita tak bisa mengachiri buku ini, tanpa memberi per-
antara dua rumah dalam satu kota. ingatan kepada para pembatja. Djangan mengabaikan dan
meremehkan pengaruh dajapikiran!
Pada pertjobaan2 pertama hendaknja digunakan pene-
rima2 jang sangat perasa jang biasa bersikap negatif dan Semua orang, tiada ketjualinja, mengirimkan pikiran2
passif. Sebaliknja pemantjar haruslah orang jang berke- — pikiran2 baik dan pikiran2 djelek.
mauan keras, jang pikirannja terdidik dan terlatih.
Setiap orang pernah mengalami betapa senangnja, apa-
Pemantjar ini harus melukiskan hubungan telepatis itu bila musuh kita mendapat balabentjana. Dan dalam pikiran,
sedjelas-djelasnja, misalnja berupa lukisan gelombang2- kita sering „melakukan" kedjahatan2. Kita akan malu
pikiran jang diarahkan kepada penerima. mengutjapkan pikiran2 ini dengan kata2, atau melaksana-
kan dalam perbuatan. Akan tetapi kita djangan lupa, bahwa
Gambaran itu harus sedemikian djelasnja, sehingga ia
pikiran2 jang telah kita keluarkan dari dalam otak itu me-
sendiri (pemantjar tsb.) merasa, apabila pikiran itu sampai
pada si penerima. lajang-lajang dalam ruang. Pikiran2 ini menjentuh bawah-
sadar orang2 lain, dan disana membangkitkan pikiran2 dja-
Diatas telah dikatakan, bahwa hendaknja kita djangan hat jang sedjenis. Dengan demikian kedjahatan2 akan tetap
tergesa-gesa. Memang, mengembangkan daja telepati tak meradjalela didunia ini.
bisa berhasil dalam satu hari dua hari, dan djuga tidak
dalam beberapa minggu. Kita barus menunggu ber-bulan2 Oleh karena itu, kita semua wadjib menambah djumlah
sebelum ada tanda2 berhasil. Hanja dalam keadaan luar pikiran2 jang baik dengan menjingkirkan pikiran2 jang
biasa sadja, bisa segera diperoleh hasil2 jang memuaskan. djahat. Djalan jang terbaik ialah dengan memanggil (mem-
Dan inipun hanja bisa, djika dikeluarkan tenaga dan djerih- bangkitkan) pikiran baik setiap kali muntjul pikiran djahat:
pajah jang hebat sekali. Bagi kita orang biasa, sebaiknja Pikiran baik pasti menang.
kita menggunakan sendjata utama jakni: k e s a b a r a n . Setiap manusia jang berbudi luhur dan djiwanja berisi
Kita harus pertjaja, bahwa dalam diri saja lambat laun, akan pikiran2 baik, adalah pusat pengaruh2 baik, karena dajanja
tetapi pasti, tumbuh daja telepati. Tenaga itu keluar dari jang positif dan kuat. Ditengah-tengah banjak kedjahatan
otak saja, saja merasakan getarannja jang menggelombang dan kesengsaraan jang ada didunia ini maka ia berdiri te-
kearah kawan saja. Tenaga ini mangkin lama mangkin nang dan bebas-dari-nafsu2 djahat. Inilah gandjaran jang
tumbuh, mangkin besar, dan pasti akan ada hasilnja." datang dari alam rohani bagi manusia2 jang luhur budinja.
Djika sugesti ini di-ulangi2 beberapa kali setiap hari,
dan dirasakan sebagai suatu kenjataan jang hidup, maka
akan tertjiptalah dasar untuk kontak (hubungan) telepati.

118

119
BELADJARLAH H I P N O T I S M E D E N G A N BUKU 1 1 J A N G HIPNOTISME PRAKTIS
BERMUTU! Mentjerminkan isi jang ser-
ba lengkap, melingkupi berba-
gai segi Hipnotisme jang belum
pernah diungkap dalam lain8
PEDOMAN HIPNOTISME
buku.
Disamping mengurailcan teknilc
PEDOMAN Membatja buku ini, Anda se-
Hipnotisme, buku ini mempeladjari kaligus diantarkan kedalam la-
dengan bantuan 35 foto 3 jang djelas, pangan gedjala2 adikodrati, se-
bagaimana Anda dengan mudah bisa perti TELEPATI, CLAIR-
VOYANCE (Rampung pengli-
menidurkan orang. Selangkah demi
HIPNOTISME: DIDJELASKAN hatan), SOMNAMBULISME,
selangkah , Anda dibimbing kearah MEDIUM, MAGNETISME dan
dan DIDEMONSTMSIKAN
^ ^ utihif pengetahuan dan ketjakapan jang HEILMAGNETISME.
it PRIBAO I djitu. Mempeladaj ri buku ini ber-
* PBHJTMBUMAM
Satu hal jang sangat menarik ialah arti Anda akan mengetahui dan
kemudian sanggup mengguna-
peladjaran mengenai kegunaan Hip-
kan tenaga2 gaib jang hingga
noitisme dalam bidang Pertundjukan, kini terscmbuni dalam diri
jang hingga kini masih asing di In- Anda.
MACK: CIINTRS - O J A X A R T A

donesia. Tebal 200 halaman, ukuran 15 X 21 cm, omslag 2 warna.


Ditjetak atas kertas mewah tebal, 144 halamari (tjetakan II), Harga Rp. 145.—
ukuran 15 X 21 cm. Harga Rp. 135.—
BISA DIBELI PADA SETIAP TOKO BUKU JANG BAIK

IIIPNOTERAPI, atau PE
LAGI — 125 SULAPAN
NJEMBUHAN DENGAN
HIPNOTISME SERBANEKA
Dalam buku ini diutarakan
tjara2 bagaimana dokter2 dari
berbagai negeri menggunakan Keistimewaan buku ini ja-
Hipnoterapi. Didjelaskan tjara2 lah •terdapatnja 25 Sulapan
menghadapi dan menjembuh- asoli dari HOUDINI jang
kan orang mabuk. gangguan2
membuka tabir rahasia „Ra-
urat sjaraf, seperti perasaan
kurang pertjaja kepada diri dja Lolos". Disini dibentang-
sendiri, tuli, kedjang datang kan meloloskan diri dari
bulan. Penggunaannja dalam Ikatan Tambang, Ranlai dan
keadaan darurat, seperti de-
Belenggu. Disamping ini ter-
mam malaria, mabuk laut,
gangguan 2 waktu berhenti da- dapat 100 sulapan2 bergam-
;ang bulan, pembedahan daru- bar populer. Djumlah selu-
rat. Tjara membuang kebiasaan- buruk, seperti masturbasi, sukar ruhnja 125 matjam sulapan
tidur, gelisah. Untuk memetjahkan masalah2 sex, seperti terlalu tje-
kelas wahid.
pat mengeluarkan mani, lemah sjawat (impotensi), dll. dll.
HIPNOTERAPI tak ternilai harganja untuk Peminat 2 Hipno- Tebal buku 160 halaman, kulit 3 warna, ditjetak atas kertas ha-
tisme. Tebal 204 halaman, ukuran 15 X 21 cm. omslag 2 warna.
lus. Suatu hiasan untulc pustaka Anda.
Harga Rp. 165.—
T i a p b u k u d a l a m s a m p u l p l a s t i k : K p . 225,—.
BISA DIBELI PADA SETIAP TOKO BUKU JANG BAIK
BISA DIBELI PADA SETIAP TOKO BUKU JANG BAIK
UELADJARLAH H I P N O T I S M E D E N G A N BUKU 1 1 J A N G HIPNOTISME PRAKTIS
BERMUTU! Mentjerminkan isi jang ser-
ba lengkap, melingkupi berba-
gai segi Hipnotisme jang belum
pernah diungkap dalam lain8
PEDOMAN HIPNOTISME
buku.
Disamping mengurailcan teknilc
PEDOMAN Membatja buku ini, Anda se-
Hipnotisme, buku ini mempeladjari kaligus diantarkan kedalam la-
dengan bantuan 35 foto 3 jang djelas, pangan gedjala2 adikodrati, se-
bagaimana Anda dengan mudah bisa perti TELEPATI, CLAIR-
VOYANCE (Rampung pengli-
menidurkan orang. Selangkah demi
HIPNOTISME: DIDJELASKAN hatan), SOMNAMBULISME,
selangkah , Anda dibimbing kearah MEDIUM, MAGNETISME dan
dan DIDEMONSTMSIKAN
^ ^ utihif pengetahuan dan ketjakapan jang HEILMAGNETISME.
it PRIBAO I djitu. Mempeladaj ri buku ini ber-
* PBHJTMBUMAM
Satu hal jang sangat menarik ialah arti Anda akan mengetahui dan
kemudian sanggup mengguna-
peladjaran mengenai kegunaan Hip-
kan tenaga2 gaib jang hingga
noitisme dalam bidang Pertundjukan, kini terscmbuni dalam diri
jang hingga kini masih asing di In- Anda.
MACK: CIINTRS - O J A X A R T A

donesia. Tebal 200 halaman, ukuran 15 X 21 cm, omslag 2 warna.


Ditjetak atas kertas mewah tebal, 144 halamari (tjetakan II), Harga Rp. 145.—
ukuran 15 X 21 cm. Harga Rp. 135.—
BISA DIBELI PADA SETIAP TOKO BUKU JANG BAIK

IIIPNOTERAPI, atau PE
LAGI — 125 SULAPAN
NJEMBUHAN DENGAN
HIPNOTISME SERBANEKA
Dalam buku ini diutarakan
tjara2 bagaimana dokter2 dari
berbagai negeri menggunakan Keistimewaan buku ini ja-
Hipnoterapi. Didjelaskan tjara2 lah •terdapatnja 25 Sulapan
menghadapi dan menjembuh- asoli dari HOUDINI jang
kan orang mabuk. gangguan2
membuka tabir rahasia „Ra-
urat sjaraf, seperti perasaan
kurang pertjaja kepada diri dja Lolos". Disini dibentang-
sendiri, tuli, kedjang datang kan meloloskan diri dari
bulan. Penggunaannja dalam Ikatan Tambang, Ranlai dan
keadaan darurat, seperti de-
Belenggu. Disamping ini ter-
mam malaria, mabuk laut,
gangguan 2 waktu berhenti da- dapat 100 sulapan2 bergam-
;ang bulan, pembedahan daru- bar populer. Djumlah selu-
rat. Tjara membuang kebiasaan- buruk, seperti masturbasi, sukar ruhnja 125 matjam sulapan
tidur, gelisah. Untuk memetjahkan masalah2 sex, seperti terlalu tje-
kelas wahid.
pat mengeluarkan mani, lemah sjawat (impotensi), dll. dll.
HIPNOTERAPI tak ternilai harganja untuk Peminat 2 Hipno- Tebal buku 160 halaman, kulit 3 warna, ditjetak atas kertas ha-
tisme. Tebal 204 halaman, ukuran 15 X 21 cm. omslag 2 warna.
lus. Suatu hiasan untulc pustaka Anda.
Harga Rp. 165.—
T i a p b u k u d a l a m s a m p u l p l a s t i k : K p . 225,—.
BISA DIBELI PADA SETIAP TOKO BUKU JANG BAIK
BISA DIBELI PADA SETIAP TOKO BUKU JANG BAIK
VSCOSeOSCCCCCOeOSOSSeC^eCCCCCCO 5®e©GO©e©&!iS S6C8

SULAP API
25 MUDJIZAT DAEI ALAM
(512 — R )
FANA DAN BAKA
Suaitu buku petundjuk (pedoman)
(517 — R ) untuk segala matjam sulapan jang
Sulapan jang tepat sekali bagi berkenaan dengan api. Lengkap! !
mereka jang suka akan kebatinan Makan api, Sulapan dengan obor,
dan okuitisme. Berisi 25 tjara unituk Mendjilat besi membara, Minum ben-
mengetahui kertas manakah diantara da tjair jang mendidih, Menggigit
sekian banjak kertas itu jang' berisi besi merah membara, Makan buah2-
pesan dari orang jang sudah mening- an jang menjala-njala, Makan arang
gal dunia? kaju jang panas, Menjembur busa2
Bahkan dengan menggunakan tja- api, Menggenggam api, djuga Obor
ra2 tertentu Anda bisa mengetahui manusia, dll. dll.
nama almarhum itu. Tak ada segi Sulapan2 lainnja jang tak kalah
dilapangan ini jang ketinggalan. Sa- hebatnja : Manusia gunung api, Mem-
tu 2 -nja buku jang paling lengkap.
bakar kepala orang, Udjung 3 djari
Tjara.- jang musjkil halus bisa. diper-
gunakan pula pada sulapan2 lainnja. jang menjala, Makan korek api, Mem-
Harga Rp. 150.— bakar air, Mulut barongsai, Masuk
dalam sari(gkar api, Membuat tangan strati api, Korek api menjala
terus, meskipun disekap dalam mulut, Membuat udjung kuku me-
njala meng-kilat2, Korek api jang apinja mengarah kebawah, Es jang
tak mau meleleh meskipun dibakar, Batu menjala setelah disentuh,
Mengudji kekebalan kulilt dengan api, Dibakar hidup2, Menelan pe-
dang jang paruas membara, Mengunjah itimah mendidih.
Atjara 2 jang indah-menggemparkan jang akan menjemarakkan
tiap show ialah, Wadah api jang berwarna-warni, Lampu otomatis,
Lilin adjaiib, Nafas api, Makan api obor, Meniup pipa jang keluar
60 SULAPAN dengan KOREK api, Lidah tahan parkas, Menelan benang api, Makan lilin bernjala,
API Makan bensin bernjala dengan sendok, Mentjutji tangan dalam ti-
mah mendidih, Menjalakan lampu minjak itanah dengan sentuhan
(514 — R)
tongkat sulap. Membuat bunga api dan asap tjair, Membuat kain
Dengan bersendjatakan satu kotak tidak bisa terbakar, Menjalakan lilin dengan sepotong es, Membuat
korek api, Anda .telah siap untuk ber- sinar gaib pada muka. Membuat huruf 2 bernjala, Rokok jang menja-
main sulapan jang menakdjubkan.
la seitjepat kilat, Menjalakan rokok dengan setetes air, Bola api jang
Anda. bisa menitjiptakan sulapan
ketika mengeluarkan korek api dari ditelan tetapi keluar lagi dari telinga, dll.
saku atau ketika menjalakan rokok. Suatu risalah jang terlengkap mengenai Sulapan Api dan Pe-
Bagi siapa jang memainkan. sula- nguasaan Api berikut Rumus 2 -nja untuk melawan panas. Kebanja-
pan djarak dekat, buku ini adalah
kan sulapan2 ini tak berbahaja,. Djika ada sesuatu hal jang mem-
mutlak perlu, sebab bagaimanapun
luas pengetahuannja mengenai sula- bahajakan, ra^ka serrua persiapan diiterangkan se-dj'elas2-nja. Pe-
pan korek-api, pasti ada beberapa su- njulap2 telah makan/ api dan bermain api sedjak 1000 tahun sebelum
lapan baru jang ia djumpai dalam Masehi, namun sekarang hanja sedikit orang jang mengetahui raha-
buku ini. 60 Sulapan jang lihay de- FINIH8ITAN: M«SIC CCMTRI
sianja. Segala rahasia i'tu disingkapkan dalam ,,SULAP A P I " .
ngan korek api. Disertai dengan gam-
bar5. Harga Rp. 95.—
Harga Rp. 195.— ,

VOOOSeOOSCOOSOeCOSSOSOSOGOOQCGOCGOe9SS66COSOSO«
100 A N E K A SULAPAN
Buku Sulap Bergambar
disusun
oleli :
MAGIC C E N T R E STUDIO

Setelah menjaksikan seorang penju-


lap mempertundjukkan kepandaian-
nja, berapa kalikah Anda pernah ber-
kata kepada diri sendiri : „Alangkah
senangnja, kalau saja bisa seperti
dia!"
Keinginan Anda itu sekarang bisa
rerkabul berkat buku 100 A N E K A
SULAPAN jang benar2 merupakan
buku sulap jang lain daripada jang
lain. Beraneka ma'tjam sulapan jang
sederhana maupun jang sukar, seta-
pak demi setapak didjelaskan dengan
gambar 2 jang terang. Setiap sulapan diuraikan sedikitnja satu hala-
man bergambar penuh.

Pernahkah Anda mempunjai keinginan meng-gergadji seorang


wanita mendjadi dua? Sudahkah Anda mengetahui sulapan2 Selu-
bung Djempol? Bisakah Anda merobek sebungkus kartu mendjadi
dua? Inginkah Anda membatja pikiran orang lain? Tahukah Anda TJOBAT-TJOBel SAPUTAKOAN TUTuO KAPUR
bagaimana menjulap dengan suara? Djawaban aitas pertanjaan2 ini A MATJAM SENI DJENAKA UNTUK HER. AH KAN
P E S T A . P E N T A S DA* T E L E V I S I
dibeiberkan setjara sederhana, ringkas, djelas dan langsung dalam .SUIAP BALON 2. SEN' TJORAT -TJORE1
buku jang tersusun rapih. 100 A N E K A SULAPAN memuat L E B I H 3 SULAP SAPUTANGAN 4. SEm TU1UH KAPUR
dari 100 matjam sulapan, dan setiap sulapan merupakan pertundju-
kan kelas wahid jang mentjengangkan banjak penonton.
BUKU SULAP ISTIMEWA, berisi 4 matjam seni sulap luar
Anda pasti tak habis heran bila menjaksikan sulapan2 dari 100
biasa; Karja dari 4 Seniman international, jaitu :
A N E K A SULAPAN dimainkan oleh penjulap2 masjhur didunia, akan
tetapi kini dengan buku ini, setelah berlatih, Andapun bisa melaku- 1. DR H A R L A N TARBEL. (USA) D E N G A N SENI TUTUR
kannja. K A P U R (CHALK TALK) 41 rupa. Seni membuat gambar2
adjaib dengan kapur diatas papan-tulis sambil bertutur
100 A N E K A SULAPAN adalah buku jang paling bermutu me- bertjerita) setjara mempersona.
ngenai peladjaran Seni Sulap jang untuk pertama kali diterbitkan 2. JOHN SHIRLEY — BALLON ARTIST (USA) D E N G A N
SULAPAN BALLON. 21 Rupa Seni menjulap berbagai ben-
di Indonesia !
tuk dengan ballon biasa.
3. BJORKLUND ( S W E D E N ) D E N G A N SENI TJORAT TJO-
R E T (DOODLE A R T ) DAN GAMBAR JANG BER-
Tebal 144 lialaman, ukuraou 17 X 22 Yi cM. Omslag 3 warna. EVOLUSI 54 rupa.
Seni hiburan dengan djalan menghidangkan tjorat-tjoret
Harga Hp. 110.— impresionistik untuk kalaigan keluarga, pentas dan televisi!
4. OSBORNE (USA) M E M P E L A D J A R K A N 24 SULAPAN
D E N G A N MELIPAT 2 SAPUTANGAN BIASA
Terdapat pula jang Edisi Mevvah — ditjetak atas Kertas Komandruk Ke-empat matjam seni jang baru bagi Indonesia dibukukan
dalam satu buku, jaitu BUKU SULAP I S T I M E W A . DIHIAS
liarga Rp. 195.— D E N G A N RATUSAN GAMBAR ASELI, JANG MEMBUAT
A N D A GEMBIRA D A N T E R T A W A . Ditjetak atas kertas halus
HHI, tebal 144 hal. — ukuran 16 x 24 cm., kulit karton 3 warna.
Harga Rp. 140.—
BISA D I B E L I PADA SETIAP TOKO B U K U JANG BAIK.
BISA DIBELI P A D A S E T I A P T O K O B U K U J A N G B A I K
KEISTIMEWAAN2 DARI KURSUS SULAP TERTULIS MAGIC CENTRE

Main sulap, siapapun bisa


Tersedia Guru 2 jang berwenang chusus untuk Kursus Tertulis dan alat 2 sulap
jang serba tjukup, maka hanja ,.Magic Centre" Studio jang dapat menjelenggarakan
Kursus Sulap Tertulis dengan keistimewaan 2 sebagai berikut :
1. Kursus ini dikarang agar Anda betul2 mendjadi seorang penjulap jang tjakap dalam
segala tehniknja., sekalipun Anda sendiri tidak bermaksud naik kepanggung untuk
mengadakan pertundjukan dimuka umum. Setelah habis mengikuti Kursus ini Anda
didjamin bisa menjulap dengarj 'tjakap sama tjakapnja seperti seorang penjulaj
kawakan. Peladjar 2 kami pernah mengadakan pertundjukan Seni Sulap di Istana
Dahulu ia
Negara dengan disaksikan oleh P. J. M. Preslden Soekarno.
seorang pendiam. Ia tidak 2. Dengan mengikuti Kursus Tertulis ini, Anda tidak perlu membuat satu alatpun

punja kawan dan kegemaran. Seluruh alat 2 dan tjontoh 3 kami ki/im berikut dengan Peladjaran 2 -nja. Dengar
demikian Anda tidak usah pusing, sehingga semanga't beladjar te'tap bergelora. Di-
Hidupnja terpentjil ! antara alat 2 -ilja jang dikirim kepada Anda 'terdapat :
Selubung Djempol (Thumbtip — import quality), Tongka't Wasiat, Sapu'tangan Su-
tera, Telor 2 Sulapan, Beberapa matjam obait2-an (chemicals), Tambang sulapan
Kemudian ia Satu pak kartu main, Kartu Paksa (forcing cards = kartu 2 chusus un'tuk main su-
lap), Metal Funnel, Alat Gravity, Tongkat Adjaib jang dapat menghilang, Alat un-
mengikuti KURSUS SULAP tuk membuat lampu padam atas perintah Anda tanpa memegangnja, alat2/tjontoh':
jang lainnja sedjumlah 30 (tiga puluh) matjam. Pendeknja se-gala 2 -nja jang perk
TERTULIS DARI MAGIC dikirimkan kepada Anda, sehingga Kursus ini sangat menarik hati.

CENTRE jang disusun sa- 3. Selain 30 matjam Sulapan jang -tidak termasuk dalam buku sulap manapur
didalam Kursus Anda diberi teori2 untuk mentjapai pertundjukan dan kepri-
ngat i s t i m e w a, hingga badian jang berhasil. Sulapan 2 -,nja dan teori 2 -nja disusun setjara rapih, menarik
dan mudah dimengertinja.
mudah dipeladjarinja.
4. Kursus Seni Sulap inii berdjumlah seluruhnja 136 halaman; diberikutkan de-
ngan gambar foto 2 dari setiap gerak gerik sebanjak 122 fo-to sehingga Ands
dengan mudah mengikuti peladjarannja, (Semua fo-o dibuat oleh kami dalam Studir
K i n i I A Magic Centre). Untuk lebih mendjelaskan lagi, maka dalam Kursus terdapat ske:sa :
sebanjak hampir 100 sketsa.
PANDAI MENJULAP ! Se-
5. Seorang Guru Sulap disediakan chusus untuk memberi djawaban 2 tertulis kepads
tiap orang mengaguminja. Ia Anda bila Anda mendapa'-kan kesukaran 2 'tengah beladiar. Dengan menggunakar
Formulier 2 tanja-djawab (jang diberikutkan dengan peladjaran 2 ), maka setiap per
mendjadi perhatian chalajak
tanjaan Anda didjawab dengan lairLas dan tepat tanpa membajar apapun djuga.
ramai. Kawannja banjak, hi- 6. Bagi para Peladjar jang ingin datang sendiri di S'tudio, maka setiap hari kam

dupnja gembira ! mengadakan, waktu untuk Peladjar 2 Tertulis, guna memberikan adpis2, dan lain
kepada mereka jang memintanja. Semua ini dengan tjuma 2 .

7. Sebagai Peladjar, Anda akan menerima dengan tjuma utt'uk SATU T A H U N lama
n.ia ,,Berita Sulap" dari Magic Centre, jang 'terbit S E T I A P B U L A N dan dihiasi de
ngan gambar 2 menarik. ..BERITA SULAP" menghidangkan kepada Anda beraneks
matjam Alat 2 Sulap Besar jang terba.ru dari Dunia Sulap.
2 Peti jang; tutupnja berselorok berwarna brons perak berisi 30 matjam alat2 sulap
diberikutkan dengary Kursus Seni Sulap Tertulis.
Lamanja dan Biaja Kurssu
Lamanja peladjaran tergantung dari bakait seseorang dan waktu jang dapat dlse-
Inilah jang membuat semangat beladjar Anda bergelora, karena semuanja memu- diakan oleh masing2 peladjar. Bila Anda dapat menjediakan tempo ± 1 djam sehari,
dahkan mentjapai tudjuan Anda : Mendjadi penjulap mahir dalam waktu singkat! maka pada umumnja semua peladjaran (jaitu 30 matjam permainan sulap) dapat An
da selesaikan dengan hasil jang baik dalam waktu 1 bulan. Peladjaran2 dan alat2-nja
akan dikirim sekaligus, sesuai dengan pembajaran.
Biaja Kursus dibajar sekaligus dengan perintjian, sebagai berikut:

Wang Kursus hingga camat Rp. 175,—


Hai'ga alat2/tjontoh2 sebanjak 30 ma'tjam . . „ 500,—
Harga formulier blanko untuk tanja-djawab 12,50

Djumlah jang harus dibajar sekaligus Rp. 687.50

A i j a r a k u r s u s Terlu.'Ss
Membuat Sap a- Melenjapkan Si-
tangan dari Asap garet Bernjala
Lilin. dalam Kepalan
Tangan.

Madjalah jang Menjihir korek


Dapat Naik dan api hingga Ber-
Turun. gerak (tanpa di-
pegang).

Merobah Sapu- Djeruk jang


tangan Mend|adi Taat Pada
Telor. Perintah.
w

Menjulap Korek Membuat Tero-


A p i h i n g g a Me- wongan dari. se-
ngeluarkan buah Kartu.
Asap.

Memperbalki Se- Memotong Pi-


utas Tali Jang sang Tanpa
Telah Dipotong Pisau atau
Mendjadi dua. Tangan.

Djari jang Ber- Korek Api anti


maknit. Daja Tarik.

Kartu Tiga As Mcmbakar dan


Menjeleweng. Memgutuhkan
kembali Saputa-
ngan Kepunjaaa
Penonion.
Mengetahui
Warna Kartu Menjulap Korak
Tanpa melihat- Api supaja tak
nja. Mau Tetap Ber-
njala.
Keadjaiban Ro- Membuat Ta-
kok jang Menja- ngan Berasap
la menembus sa-
putangan, Ro-
koknja hilang;
Tanpa Meme-
gang Apa3. )M DJALAN KE MAGIC CENTRE
saputangannja DJflLRN RflDJflWflLI SELRTRN 5/l DJflKQRTR J ( T ^ S .
tetap utuh. •?I ? m \
Kartu Berubah
Mendjadi Korek
Api.
Membuat Gelas
tidak Bisa Dja-
tuh (kebawah).

Menjulap aege>
las Air, hingga
mendjadi Ang-
Mengeluarkan gur dan sebalik-
telor3 (sebanjak- n ja. -DJALAN-
nja) dari se>hc-
lai saputangan.
Menghilangkan
To-ngkat Sulap.

Membuat Bola
jang didalam air
dapat Turun dan
Naik dengan
Sulapan dengan
gendirinja.
Lampu Adjaib:
Bagaimana An-
da dapat me-
Melenjapkan madarnkan SE- ^ Karena sifat- penerangan jang terdapat dalam buku 2 /naskah 2
Wang diudara. TIAP LAMPU TEMPEL TANPA ME- dimana dibelakaiig noniornja terdapat letter-R (= Kahasia),
MEGANGNJA. Hanja atas perintah. Anda (A males buku-/naskah a tsb. harus dipesan langsung pada : Magic
lanipunja pa-dam sendirinja pada setiap g Centre, Posdromol 230, Djakarta. Tjara memesan dengan me-
saat dan dimana sadja. ngirim poswessel.

MembaKar Kar- Memperbaiki


tu dan mene- Kertas jang
muinja Kembali
telah di-robek TELEPATHY ATAU MEMBATJA
(utuh) dalam
sebuah Djeruk. FIKIRAN

M.embuat Sim- (515 — R )


Menjulap de-
ngan Selubung pul Setjepat Berisi 10 matjam sulapan Telepa-
Kilat
Adjaib
thy (membatja fikiran orang lain),
termasuk pula mengetahui nama kar-
tu dalam gelapgulita, membatja ker-

GUNAKANLAH KESEMPATAN BAIK INI! tas pulungan, membatja surat tertu-


tup, menulis dengan menggunakan
Djika Anda mengikuii Kursus Tertulis ini, maka Anda akan mempeladjari seni
jang paling banjak memberikan hiburan daripada jang lainnja dan LAIN DARIPADA kekuatan fikirr.n, membatja fikiran
JANG LAIN. orang.
Kalau sampai saat ini Anda hanja seoranlg penonton jang tidak pernah mendapat Berkajt buku ini Anda bisa me-
perhaaan, maka sekarang Anda bisa mendjadi orang populer dan disegani jang diun-
dang untuk tiap pesta dan kesohor ke-mana2 Semuanja mi karena Anda mempunjai nguasainja dengan mudah sekali.
kesenian jang hebat dengan apa Anda menghadapi tiap penonton. Dan kesenian ini
memberi pribadi jang luar biasa pada Anda jang selalu diingat. Djanganlah Anda mau Harga Rp. 135.—
:etinggalan, maka itu kirimlah poswessel Rp. 6S7.50 untuk menerima 1 set Komplit dengan
Uat2nja: KURSUS TERTULIS SENI SULAP MODERN. Alamatkan poswessel kepada:: MAGIC
:ENTRE, DJL. RADJIAWALI SEL. V/l (DjI. Industri), DJAKARTA.
50 SULAPAN DENGAN
MEMOTEKNIK
SELUBUNG DJEMPOL
(No. 520 — R>
(No. 519 — R )
.Ingatan Adjib luar-

Buku jang terbaru menge- biasa

nai peladjaran sulapan de-


Sering apa jang dinama-
ngan Selubung Djempol. Di- \can telepati atau seni mem-
hiasi dengan, banjak gambar. batja pikiran adalah berda-
sarkan pengetjohan pikiran
50 Sulapan jang :tahan udji
para penonton. Dengan
untuk Rp. 150,—; djadi hanja menggunakan muslihat su-
tiga rupiah untuk satu sula- lapan, pembantu2 rahasia,
dll.-nja, maka bisalah ditja-
pan!
pai hasil2 jang mengheran-
kan. Akan tetapi semuanja
Dipersendjatai Selubung
itu tak bisa dinamakan
Djempol dan buku ini, maka Memoteknik".
Anda mempunjai ,,A one-man Memoteknik adalah demi-
kian: Seratus kata 2 jang tak
show in your pocket". ada sangkuUpautnja satu sama lain, disebut oleh penonton. Kata 2
ini diberi nomor 1 sampai 10. Setelah itu, maka djuara ingatan ini
Per ex. Rp. 150.—. mampu segera menjebut semua seratus kata 2 itu, setjara sempurna,
menurut urutan jang tepat. Tak sadja dari depan kebelakang, akan
tetapi djuga dari belakang kedepan. Misalnja, penonton menjebut
suatu angka. Maka Anda berhasil menjebut perkataan jang sehubu-
ngan dengan angka itu. Semuanja ini bukan muslihat, akan. tetapi
sungjjuh- semi ingatan ! !

Memoteknik adalah permainan satu orang, jang didjamin bisa


dimainkan dalam keadaan jang bagaimanapun djuga. Anda bisa
mempertundjukannja ketika Anda djalan2 dengan teman Anda. An-
S U L A P K A R T U dapun bisa memainkannja sebagai atjara sandiwara didepan beribu-
ribu penonton. Sekali lagi, kami dengan tegas menerangkan :
UNTUK SETIAP ORANG
Bukan muslihat ! ! ! Bukan Sulap ! ! !
oleh Maxwell
.inda sendirian bisa mempertundjukkan permainan ini, djika
(No. 523 — R ) insratanl Anda sudah dilatih sebaik-baiknja Akan tetapi inipun tak
jerarti bahwa permainan ini hanjs. bisa dipeladjari oleh orang2 jang
Berisi 12 matjam sulapan kartu ke-
mempunjai ingatan jang luarbiasa sadja. Tidak... djuga Anda bisa
las wahid jang dapat dimainkan oleh mempeladjarinja! Dengan tegas kami kemukakan, bahwa setiap
siapa sadja, setiap wakitu dan dimana orang dengan, ketjerdasan biasa bisa memainkan sempunia Memo-
sadja. teknik ini, setlelah beladjar sebentar. Ketjerdasan 'biasa sudah tju-
kup ! Baik Anda amatir maupun penjulap-bajaran, dengan Memo-
TANPA alat2 chusus, TANPA lati- teknik ini Anda pasti mendjadi masjhur.
han sukar. Tiap orang jang dapat
main sulap kartu, akan populer sela- Bikinlah gempar penonton Anda, dengan tampil sebagai DJUA-
ma pesta dan .malam pertemuan. RA INGATAN JANG ULUNG.
Suatu sistim jang tjerdik dan lihay, dimana penonton terpaksa
Harga Rp. 175.—
menganggap bahwa jang terdjadi disini adalah telepati, karena tak
suatu gerak-isjaratpun jang dilakukan.
PENDJELASAN DAN K E T E R A N G A N PANDJANG-LEBAR
DAN L E N G K A P DIKIRIM, S E T E L A H D I T E R I M A UANG PESA-
O N G K O S K I R I M T E R T J A T A T T I A P B U K U + Rp. 1 0 , — NAN JAITU Rp. 150.—
X E L E S K A kan sembarang- penoniton mengatjok se-baik 2 -nja kartu2 biasa, atau
(No. 521 — R) kalau perlu kartu2 jang dipindjam, dan kemudian meletakkan kar-
tu2 itu satu-satu diatas medja dengan punggungnja mengarah keatas,
Para penonton pasti me- menjebut keras2 nama kartu2 itu. Misalnja, satu adalah Tjengkeh-
ngira dan jakin, bahwa Pe- Ratu, dua adalah Wadjik-AS, dll.-nja, sampai 32. Stekarang Anda se-
= njulap memiliki tenaga2 si- telah mendengar hanja satu kali sadja urutan kartu2 itu, segera bisa
hir luarbiasa, apabila :a menjebutkan urut2-an itu, dari 1 sampai 32 dan dari 32 sampai 1.
mempertundjukkan sulapan Sebagai puntjak pertundjukan ini, maka Anda membalikkan badan,
TELESKA. Hasil TELESKA melepaskan sekap-mata dan berdiri disamping medja, dimana masih
ini sungguh mengagumkan. terletak kartu2 jang tertelungkup. Anda memindahkan kartu2 itu
Para penonton, ketika pe- sedikit, dan ketika kemudian penonton2 membalikkan kartu2 itu,
njulap tidak hadir, meng- maka ternjatalah bahwa Anda tanpa memeriksa telah menjusun
himpun perintah2 sebagai kartu2 itu sebaik-baiknja ! ! Tak usah didjelaskan lagi bahwa pertun-
berikut: djukan ini meninggalkan kesan, jang mendalam kepada penonton,
Mereka memilih semba- dan bahwa mereka tak akan melupakan peristiwa jang adjaib ini.
rang halaman jang mana
sadja dari sebuah buku. Di- Kami ulangi lagi: Pertundjukan ini semata-mata berdasarkan
atas setjarik kertas ditulis kerdja ingatan, 'tak memakai pembantu2 rahasia, dll.-nja, .dam jang
bilangan (angka) antara 1 digunakan ialah kartu2 biasa, tak ditandai, tak dipersiapkan lebih
dengan 10.000. Arlodji dipu- dulu. Hanja Anda sendiri jang melakukannja, tanpa mengadakan
tar djarumnja, hingga me- perdjandjian, lebih dulu matjam apapun djuga!
nundjukkan djam berapa Setelah miengirimkan uang pesanan, maka Anda akan mendapat
sadja, sekehendak bati. Di- Teleska ini, jang telah diolah mendjadi suatu skema jang dje-
tuliskanlah initial (huruf 2 las dan .terang,
pertama) dari nama salah
seorang penonton.
Dan semuanja ini terdjadi, Rp, 175.—
ketika penjulapnja tidak ha-
dir. Setelah perintah2 ini se-
lesai, salah seorang penon- SULAPAN PESTA MAKAN
oleh
(No. E.
532Joseph
—R)
ton menjilakan penjulap ma-
suk. Penjulap sekarang du- Sulapan2 jang diterangkan disini
duk dikursi dibelakang me- adalah untuk pertundjukan jang ti-
dja, dan meskipun tak ada dak dipersiapkan terlebih dulu. Ia
orang jang mengutjapkan sengadja ditjiptakan untuk menghi-
sepatah katapun kepadanja, bur teman2 semedja-makan, djadi
atau memberi tanda atau para penonton melihatnja dari dja-
isjarat, namun penjulap itu rak jang dekat. Pertundjukan ini ti-
bisa menuliskan semua pe- dak sama dengan perLundjukan di-
rintah2 jang diberikan oleh para penonton tsb. atas panggung atau mempergunakan
tipu2-muslihat, jang atjaranja mesti
Dibawah pengawasan semua hadirin, penjulap menulis : dipikirkan djauh2.
Djam jang ditundjukkan oleh djarum arlodji. SULAPAN PESTA M?LKAN bisa
Angka 2 ja.ng ditulis oleh para penonton. diwudjudkan dengan tidak banjak
Initial2 jang ditjatat oleh para penonton. menimbulkan kerepotan, artinja bisa
tjepat dan mudah dilaksanakan; se-olah2 sulapan ini merupakan
Halaman dari buku jang ditulis oleh para penonton.
hasil dari dorongan jang timbul dengan se-konjong2.
Dan semuanja itu... tepa/i; djitu. Tentunja untuk Sulapan Pesta Makan alat2 jang dibutuhkan,
Teka-teki ini sungguh tak bisa dipahami oleh para penonton. adalah apa2 jang tersedia disekitar medja, atau barang2 jang biasa-
nja dibawa oleh setiap orang.
Dan sulapan ini bisa dilakukan disetiap saat dimana sadja, tak usah
Dari pengalaman2 jang telah diperdapat, bolehlah dikatakan,
persiapan, dan penltnton2 boleh mengelilingi penjulapnja.
bahwa dengan SULAPAN PESTA M A K A N gengsi Anda akan ber-
Tidak sadja perkataan2 akan tetapi dengan pertolongan sisiim
tambah lebih itingg'i lagi daripada dengan tjara 2 jang lain.
kita jang luarbiasa, Anda bisa menguasai kartu2 biasa dengan urutan
20 Matjam sulapan jang terdapat dalam risalah ini tak akan
jang bagaimanapun djua. Betapa hebatnja permainan ini, terbukti
membosankan, karena masing 2 mempunjai lceadjaiban2 tersendiri.
dari apa jang dipaparkan berikut ini: Mata Anda disekap, sedang-
Rp. 175.—
VSCOSeOSCCCCCOeOSOSSeC^eCCCCCCO 5®e©GO©e©&!iS S6C8

SULAP API
25 MUDJIZAT DAEI ALAM
(512 — R )
FANA DAN BAKA
Suaitu buku petundjuk (pedoman)
(517 — R ) untuk segala matjam sulapan jang
Sulapan jang tepat sekali bagi berkenaan dengan api. Lengkap! !
mereka jang suka akan kebatinan Makan api, Sulapan dengan obor,
dan okuitisme. Berisi 25 tjara unituk Mendjilat besi membara, Minum ben-
mengetahui kertas manakah diantara da tjair jang mendidih, Menggigit
sekian banjak kertas itu jang' berisi besi merah membara, Makan buah2-
pesan dari orang jang sudah mening- an jang menjala-njala, Makan arang
gal dunia? kaju jang panas, Menjembur busa2
Bahkan dengan menggunakan tja- api, Menggenggam api, djuga Obor
ra2 tertentu Anda bisa mengetahui manusia, dll. dll.
nama almarhum itu. Tak ada segi Sulapan2 lainnja jang tak kalah
dilapangan ini jang ketinggalan. Sa- hebatnja : Manusia gunung api, Mem-
tu 2 -nja buku jang paling lengkap.
bakar kepala orang, Udjung 3 djari
Tjara.- jang musjkil halus bisa. diper-
gunakan pula pada sulapan2 lainnja. jang menjala, Makan korek api, Mem-
Harga Rp. 150.— bakar air, Mulut barongsai, Masuk
dalam sari(gkar api, Membuat tangan strati api, Korek api menjala
terus, meskipun disekap dalam mulut, Membuat udjung kuku me-
njala meng-kilat2, Korek api jang apinja mengarah kebawah, Es jang
tak mau meleleh meskipun dibakar, Batu menjala setelah disentuh,
Mengudji kekebalan kulilt dengan api, Dibakar hidup2, Menelan pe-
dang jang paruas membara, Mengunjah itimah mendidih.
Atjara 2 jang indah-menggemparkan jang akan menjemarakkan
tiap show ialah, Wadah api jang berwarna-warni, Lampu otomatis,
Lilin adjaiib, Nafas api, Makan api obor, Meniup pipa jang keluar
60 SULAPAN dengan KOREK api, Lidah tahan parkas, Menelan benang api, Makan lilin bernjala,
API Makan bensin bernjala dengan sendok, Mentjutji tangan dalam ti-
mah mendidih, Menjalakan lampu minjak itanah dengan sentuhan
(514 — R)
tongkat sulap. Membuat bunga api dan asap tjair, Membuat kain
Dengan bersendjatakan satu kotak tidak bisa terbakar, Menjalakan lilin dengan sepotong es, Membuat
korek api, Anda .telah siap untuk ber- sinar gaib pada muka. Membuat huruf 2 bernjala, Rokok jang menja-
main sulapan jang menakdjubkan.
la seitjepat kilat, Menjalakan rokok dengan setetes air, Bola api jang
Anda. bisa menitjiptakan sulapan
ketika mengeluarkan korek api dari ditelan tetapi keluar lagi dari telinga, dll.
saku atau ketika menjalakan rokok. Suatu risalah jang terlengkap mengenai Sulapan Api dan Pe-
Bagi siapa jang memainkan. sula- nguasaan Api berikut Rumus 2 -nja untuk melawan panas. Kebanja-
pan djarak dekat, buku ini adalah
kan sulapan2 ini tak berbahaja,. Djika ada sesuatu hal jang mem-
mutlak perlu, sebab bagaimanapun
luas pengetahuannja mengenai sula- bahajakan, ra^ka serrua persiapan diiterangkan se-dj'elas2-nja. Pe-
pan korek-api, pasti ada beberapa su- njulap2 telah makan/ api dan bermain api sedjak 1000 tahun sebelum
lapan baru jang ia djumpai dalam Masehi, namun sekarang hanja sedikit orang jang mengetahui raha-
buku ini. 60 Sulapan jang lihay de- FINIH8ITAN: M«SIC CCMTRI
sianja. Segala rahasia i'tu disingkapkan dalam ,,SULAP A P I " .
ngan korek api. Disertai dengan gam-
bar5. Harga Rp. 95.—
Harga Rp. 195.— ,

VOOOSeOOSCOOSOeCOSSOSOSOGOOQCGOCGOe9SS66COSOSO«