Anda di halaman 1dari 9

No.

Peserta : 18080652310036
Nama : NASARUDDIN, S.Pd.
Asal Sekolah : SMK Negeri 1 Ranah Ampek Hulu Tapan – Sumatera Barat

TUGAS M6.KB1 EVALUASI MATAPELAJARAN

Instructions:
Silakan Anda mengerjakan tugas berikut ini, kemudian kirimkan dalam bentuk PDF atau MS
Word. Ukuran file maksimal 10 MB.

TUGAS
Berdasarkan laporan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum disimpulkan bahwa tingkat
kelulusan peserta didik kelas XI pada mata pelajaran Matematika hanya mencapai 80% dari
KKM yang sudah ditetapkan. Kepala Sekolah menginstruksikan untuk dilakukan evaluasi
secara menyeluruh.
Tugas:
 Identifikasi faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target kelulusan pada mata pelajaran
tersebut.
 Identifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik yang belum lulus pada mata
pelajaran tersebut.
 Telaah kesulitan yang dihadapi pendidik dalam melaksanakan kegiatan pengukuran dan
penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran tersebut, baik dari tes formatif
maupun sumatif.
 Rencanakan dua kegiatan evaluasi pembelajaran untuk mengatasi belum optimalnya
tingkat kelulusan peserta didik pada mata pelajaran tersebut.
Jawaban Penyelesaian:
 Identifikasi faktor-faktor penyebab tidak tercapainya target kelulusan pada mata
pelajaran tersebut;
Jawab:
Faktor berhasil atau tidaknya seseorang dalam pencapaian hasil belajar disebabkan oleh
banyak faktor, baik yang berasal dari dalam diri peserta didik (internal) maupun yang
berasal dari luar dirinya (eksternal). Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan saling
mempengaruhi satu sama lain. Bila aspek fisiologis peserta didik tidak baik maka akan
mempengaruhi aspek psikologis. Begitu juga bila lingkungan (baik sosial maupun non
sosial) di sekitar peserta didik tidak baik, maka akan berdampak pada proses dan hasil
belajar. Faktor-faktor tersebut antara lain dari peserta didik (Jasmani, Motivasi,
Pematangan, Minat), Guru (Penguasaan bahan ajar, Penguasaan metode, Penguasaan
media, Pengelolaan kelas, Relasi guru dengan peserta didik, Orang tua (Ekonomi, Cara
orang tua mendidik, Perhatian orang tua) dan faktor lingkungan (teman bergaul, media
sosial dan sebagainya).

 Identifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik yang belum lulus pada mata
pelajaran tersebut.
Jawab:
Kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yang ditandai dengan adanya
hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Faktor-faktor penyebab
kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik yang belum lulus dapat digolongkan ke
dalam dua golongan yaitu :
1. Faktor internal yaitu faktor dari dalam diri manusia itu sendiri yang meliputi : faktor
fisiologi dan faktor psikologi.
2. Faktor eksternal yaitu faktor dari luar manusia meliputi : Faktor orang tua, sekolah dan
masyarakat.
Faktor internal
1. Sebab kesulitan belajar karena fisik (fisiologi)
a. Karena Sakit
Seseorang yang sakit akan mengalami kelemahan fisiknya, sehingga saraf sensoris
dan motoriknya lemah, akibatnya rangsangan yang diterima melalui inderanya tidak
dapat diteruskan ke otak. Peserta didik yang kurang sehat dapat mengalami kesulitan
belajar, sebab mudah capek, mengantuk, pusing, daya konsentrasinya hilang, karena
hal-hal ini maka penerimaan dan respon pelajaran berkurang.
b. Karena cacat tubuh
Cacat tubuh itu sendiri dibedakan 2 yaitu : 1). Cacat tubuh yang ringan seperti
kurang pendengaran, kurang penglihatan, dan gangguan psikomotor. 2) Cacat tubuh
yang tetap serius, seperti buta, bisu, hilang tangan dan kakinya.
2. Sebab-sebab kesulitan belajar karena rohani (psikologis)
Belajar memerlukan kesiapan rohani, ketenangan dengan baik, faktor tersebut meliputi
:
a. Intelegensi
Peserta didik yang IQ-nya tinggi dapat menyelesaikan segala persoalan yang
dihadapi. Mereka yang memiliki IQ 110-140 dapat digolongkan cerdas, 140 keatas
digolongkan genius. Semakin tinggi IQ seseorang maka akan cerdas pula. Mereka yang
memiliki IQ kurang dari 80 tergolong lemah mental (mentally defective). Peserta didik
seperti inilah yang banyak mengalami kesulitan belajar.
b. Bakat
Bakat adalah potensi atau kecakapan dasar yang dibawa sejak lahir. Bakat juga
merupakan kemampuan untuk belajar, kemampuan itu baru akan terealisasi menjadi
kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih. Bakat mempengaruhi belajar, jika
bahan belajar yang dipelajari peserta didik sesuai dengan bakatnya, maka hasil
belajarnya akan lebih baik karena anak senang belajar dan pastilah selanjutnya anak
lebih giat lagi dalam belajar.
c. Minat
Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang
beberapa kegiatan. Minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan
pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat peserta didik, maka ia tidak akan
belajar dengan sebaik-baiknya karena tidak ada daya tariknya.
d. Motivasi
Motivasi sebagai faktor inner (batin) yang berfungsi menimbulkan, mendasari dan
mengarahkan perbuatan belajar. Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam
mencapai tujuan sehingga semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesan
belajar.
e. Faktor kesehatan mental
Hubungan kesehatan mental dan ketenangan emosi akan menimbulkan hasil belajar
yang baik demikian juga belajar selalu sukses akan membawa harga diri seseorang.
Bila harga diri tumbuh merupakan faktor adanya kesehatan mental. Individu didalam
hidupnya selalu mempunyai kebutuhan-kebutuhan dan dorongan-dorongan seperti:
memperoleh penghargaan, mendapat kepercayaan, rasa aman, rasa kemesraan dan
lain-lain.
Faktor Eksternal
1. Faktor keluarga
Keluarga merupakan pusat pendidikan yang utama dan pertama. Tetapi dapat juga
sebagai faktor penyebab kesulitan belajar misalnya :
1) Faktor orang tua meliputi :
a) Cara mendidik anak, orang tua yang tidak atau kurang memperhatikan
pendidikan anak-anaknya, mungkin acuh tak acuh dan tidak memperhatikan
kemajuan belajar anak-anaknya akan menjadi penyebab kesulitan belajar.
b) Hubungan orang tua dan anak, yang dimaksud hubungan adalah kasih sayang
penuh perhatian atau kebencian, sikap keras, acuh tak acuh, memanjakan dan
lain-lain. Kasih sayang dari orang tua dapat berupa : apakah orang tua sering
meluangkan waktunya untuk berbicara dengan anak-anaknya.
c) Contoh atau bimbingan dari orang tua, orang tua merupakan contoh terdekat
dari anak-anaknya, segala yang diperbuat orang tua tanpa disadari akan ditiru
oleh anak-anaknya.
2) Suasana rumah/keluarga
Suasana keluarga yang sangat ramai atau gaduh tidak memungkinkan bagi anak
untuk dapat belajar dengan baik. Anak akan terganggu kosentrasinya, untuk itu
hendaknya suasana rumah selalu dibuat menyenangkan, tentram, damai, harmonis
agar anak betah dirumah. Keadaan ini akan menguntungkan bagi kemajuan belajar
anak.
3) Keadaan ekonomi keluarga,
Keadaan ekonomi digolongkan dalam : 1) keadaan yang kurang atau miskin akan
menimbulkan kurangnya alat-alat belajar, kurangnya biaya yang disebabkan orang
tua, tidak mempunyai tempat belajar yang baik. 2) ekonomi yang berlebihan atau
kaya, keadaan ini berbanding terbalik dari keadaan yang pertama dimana ekonomi
keluarga melimpah ruah. Mereka akan menjadi segan belajar karena terlalu banyak
bersenang-senang. Keadaan ini akan menghambat kemajuan belajar anak.
2. Faktor lingkungan sekolah
a. Guru
Cara yang digunakan seorang guru dalam memberikan pelajaran dan bimbingan
seringkali besar pengaruhnya terhadap peserta didik dalam menyelesaikan studinya.
Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ada sebagian guru yang memberikan pelajaran
dengan cara yang kurang didaktis, tanpa memperhatikan apakah peserta didik mengerti
apa yang diberikannya, tanpa memberikan kesempatan bertanya untuk mengemukakan
pendapat, berbicara kurang jelas, sehingga peserta didik kurang mengerti atau tidak
bisa mengikuti pelajaran dengan baik diantaranya :
1) Guru tidak berkualitas baik dalam pengalaman metode yang digunakan atau dalam
mata pelajaran yang dipegangnya. 2). Hubungan guru dengan peserta didik yang
kurang baik, hal ini bermula pada sifat dan sikap guru yang tidak disenangi oleh
peserta didiknya. Misalnya suka kasar, marah, mengejek, pelit dalam memberikan
nilai kepada peserta didiknya. 3). Guru-guru menuntut standar pelajaran diatas
kemampuan peserta didik, hal ini bisa terjadi pada guru yang masih muda yang
belum berpengalaman hingga belum dapat mengukur kemampuan peserta didik,
sehingga hanya sebagian kecil peserta didik yang dapat berhasil dengan baik. 4).
Guru tidak mempunyai kecakapan dalam usaha diagnosis kesulitan belajar,
misalnya dalam bakat, minat, sifat, kebutuhan peserta didik dan sebagainya. 5).
Metode mengajar merupakan suatu cara penyampaian materi ajar yang dilakukan
oleh guru terhadap peserta didiknya di dalam kelas, yang di dalam fungsinya
merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan.
Metode mengajar guru yang dapat menimbulkan kesulitan belajar antara lain : 1).
Metode mengajar tidak menarik, kemungkinan materinya tinggi, atau tidak
menguasai bahan. 2). Guru hanya menggunakan satu metode saja dan tidak
bervariasi hal ini menunjukan metode guru yang sempit tidak mempunyai
kecakapan diskusi, tanya jawab, eksperimen, sehingga menimbulkan aktivitas
peserta didik dan suasana menjadi hidup.
b. Faktor alat
Alat adalah sesuatu yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran,
alat mempunyai fungsi, yaitu sebagai perlengkapan, sebagai pembantu
mempermudah usaha mencapai tujuan dan alat sebagai tujuan. Alat pelajaran yang
kurang lengkap membuat penyajian pelajaran yang tidak baik.
3. Faktor media massa dan masyarakat
a. Faktor media massa meliputi : Bioskop, TV, surat kabar, majalah, sosial media,
game online yang mengelilingi sekitar kita. Hal ini akan menghambat belajar
apabila peserta didik terlalu banyak waktu yang dipergunakan untuk hal itu,
sehingga lupa akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seoarang pelajar.
b. Lingkungan sosial meliputi : 1). Teman bergaul, pengaruhnya sangat besar dan
lebih cepat masuk dalam jiwa anak. 2). Lingkungan tetangga, corak kehidupan
tetangga, misalnya suka judi, minuman keras, menganggur, tidak suka belajar, akan
mempengaruhi peserta didik, minimal tidak ada motivasi untuk belajar. 3).
Aktivitas dalam masyarakat, terlalu banyak berorganisasi akan menyebabkan
belajar peserta didik menjadi terbengkalai.. Dari beberapa pendapat di atas maka
dapat disimpulkan bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yang
ditandai dengan adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar.

 Telaah kesulitan yang dihadapi pendidik dalam melaksanakan kegiatan pengukuran


dan penilaian hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran tersebut, baik dari tes
formatif maupun sumatif.
Jawab:
Kesulitan yang dihadapi pendidik dalam melaksanakan kegiatan pengukuran dan penilaian
hasil belajar peserta didik antara lain:
1. Pendidik megalami kesulitan dalam merencanakan serangkaian tahapan penilaian
dimulai dari penyusunan perangkat penilaian meliputi menetapkan tujuan
pembelajaran, membuat indikator pencapaian kompetensi menentukan teknik
penilaian, menentukan bentuk penilaian, menyusun kisi-kisi, menyusun rubrik dan
menulis soal berdasarkan kaidah.
2. Pendidik mengalami kesulitan untuk melaksanakan penilaian secara komprehensif,
karena penilaian harus mencakup tiga aspek kemampuan yaitu sikap, pengetahuan dan
keterampilan.
3. Pendidik mengalami kesulitan untuk memilih bentuk penilaian otentik yang efektif dan
efisien sesuai dengan materi pembelajaran seperti penilaian kinerja, penilaian proyek,
penilaian portofolio, penilaian diri, penilaian antar teman, jurnal, penilaian tertulis,
eksperimen atau demonstrasi, pertanyaan terbuka, pengamatan dan sebagainya. Dalam
hal ini pendidik menggunakan berbagai cara penilaian pada waktu kegiatan belajar
sedang berlangsung, selain itu alat penilaian tersebut harus mendorong kemampuan
penalaran dan kreativitas peserta didik dan mengacu pada prinsip diferensiasi yakni
memberikan peluang kepada peserta didik untuk menunjukkan apa yang diketahui,
dipahami dan mampu dilakukannya.
4. Pendidik mengalami kesulitan dalam menerapkan penulisan tes hasil belajar secara
sistematis sesuai kaidah penulisan tes yang baik diantaranya Perumusan tujuan tes,
Penentuan bentuk pelaksanaan tes, Penyusunan kisi-kisi tes, Penulisan butir soal,
Penelaahan butir soal, Uji coba/analisis, Perakitan soal/perangkat tes.
5. Pendidik mengalami kesulitan dalam memilih alat penilaian yang baik dan mampu
mengukur keberhasilan proses pendidikan secara tepat dan akurat antara lain :
a. Kesahihan (validity)
Kesahihan adalah ketepatan alat penilaian dalam mengukur tingkat keberhasilan
pencapaian tujuan pembelajaran. Kesahihan suatu alat penilaian dapat ditinjau dari
empat sisi, yaitu (a) kesahihan isi (content validation), (b) kesahihan konstruksi
(construction validity), (c) kesahihan yang ada sekarang (concurrent validity), dan
(d) kesahihan prediksi (prediction validity). Penentuan kesahihan suatu alat
penilaian juga  dipengaruhi oleh faktor penskoran, faktor respon peserta didik, dan
faktor pengadministrasiannya.
b. Keterandalan (reliability)
Keterandalan biasanya disebut juga dengan keajegan atau konsistensi.
Keterandalan suatu alat penilaian penting untuk diperhatikan. Faktor yang
mempengaruhi tingkat reliabilitas suatu alat penilaian: (1) jika alat penilaian yang
diberikan kepada peserta didik terlalu mudah, terlalu sukar, atau tidak jelas, maka
akan berpeluang memberikan skor yang tidak handal, (2) jika peserta didik peserta
penilaian tersebut memiliki karakteristik yang terlalu beragam, maka hal ini juga
berpeluang memberikan skor yang tidak handal, (3) jika standar penilaian yang
digunakan guru pada masing-masing pelaksanaan kegiatan penilaian tidak seragam,
maka skor yang dihasilkan pun tidak handal, (4) jika jumlah soal yang digunakan
untuk mengukur kemampuan peserta didik terlalu sedikit, maka hal ini berpeluang
memberikan skor yang tidak handal. Alasannya, jumlah soal yang tersedia tidak
mampu menjaring secara lengkap pengetahuan peserta didik.
c. Kepraktisan
Kepraktisan dalam menyusun suatu alat penilaian penting untuk diperhatikan. Alat
penilaian yang praktis dapat membantu guru dalam menyiapkan, menggunakan,
dan menginterpretasikan hasil penilaian. Kepraktisan ini dipengaruhi oleh sejumlah
faktor, yaitu penskoran, kemudahan dalam mengadministrasikan, waktu, dan
bentuk alat penilaian.

 Rencanakan dua kegiatan evaluasi pembelajaran untuk mengatasi belum optimalnya


tingkat kelulusan peserta didik pada mata pelajaran tersebut.
Jawab:
Kegiatan evaluasi pembelajaran yang akan dilaksanakan untuk mengatasi belum
optimalnya tingkat kelulusan perserta didik yang lebih tepat adalah tes diagnostik
(diagnostic test) yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi
kesukaran-kesukaran dalam belajar, mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan
terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan
belajar tersebut melalui evaluasi non tes.
Pendidik melaksanakan evaluasi non tes yaitu mengumpulkan data yang menitik beratkan
pada bidang afektif, seperti sikap dan minat peserta didik terhadap pelajaran matematika
sehingga akan memberikan informasi kepada guru tentang karakteristik peserta didiknya
dan akan menjadi acuan sebagai dasar dalam pengembangan model pembelajaran. Evaluasi
ini akan dilakukan dengan tanpa menguji peserta didik melainkan dilakukan melalui:
1. Pengamatan atau observasi, Dalam kegiatan ini pendidik akan menghimpun
bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan
pencatatan secara sistematis dengan lembaran observasi yang disusun dalam bentuk
check list atau skala penilaian.
2. Wawancara, Pendidik akan mengumpulkan bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan
dengan melakukan tanya jawab lisan dengan pedoman wawancara yang mengacu pada
tujuan yang ditetapkan.
Sedangkan untuk evaluasi tes dalam kegiatan ini yaitu dengan melaksanakan tes formatif
dan sumatif.
1. Tes Formatif, Pendidik melaksanakan tes formatif yang baik sesuai dengan dengan
prinsip tes kepada peserta didik sesuai dengan urutan materi / tema untuk mengetahui
sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap materi dan akan menjadikan hasil
penilaian tersebut untuk bahan remedial bagi peserta didik yang belum berhasil. Tes
dilaksanakan dalam bentuk isian karena materi tidak terlalu padat untuk diujikan.
2. Tes Sumatif, Tes ini dilaksanakan dalam rangka mengetahui hasil pembelajaran secara
menyeluruh dan totalitas dari semua materi yang telah diberikan kepada peserta didik.
Tes ini akan dilaksanakan pada akhir pembelajaran matematika. Tes akan dilaksanakan
dalam bentuk pilihan ganda agar mencakup semua materi yang ada.