Anda di halaman 1dari 42

BUKU PANDUAN MAHASISWA

BLOK I
HUMANIORA DAN BIOETIK

Kode : 1210101
Kredit : 6 SKS
Semester :I

TIM BLOK KOMUNIKASI EFEKTIF

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO


FAKULTAS KEDOKTERAN
PURWOKERTO
2013
2

KATA PENGANTAR

Konsil Kedokteran Indonesia telah mengeluarkan surat keputusan Konsil


Kedokteran Indonesia nomor 11 tahun 2012 tentang Standar Kompetensi Dokter 2012,
tertanggal 27 Desember 2012. Berdasarkan surat keputusan tersebut, maka setiap lulusan
Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia harus mempunyai kompetensi seperti yang
tercantum dalam SK tersebut. Sistem pembelajaran FK UMP menggunakan sistem blok
yang mengacu kepada SK Standar Kompetensi Dokter, sehingga diharapkan tiap dokter
lulusan FK UMP mampu bekerja dan bersaing sesuai dengan kompetensi yang harus
dimiliki. Buku ini diharapkan menjadi acuan bagi mahasiswa dalam melaksanakan
pembelajaran blok Humaniora dan Bioetik. Panduan-panduan yang terangkum dalam buku
ini membantu mahasiswa dalam mempelajari permasalahan dan bertujuan untuk
menyelesaikannya. Penyusunan Buku Rancangan Pembelajaran ini merupakan bagian dari
kurikulum sehingga dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi pembelajaran yang
sudah dan akan berlangsung. Proses evaluasi tersebut merupakan suatu usaha penjaminan
mutu lulusan yang dihasilkan oleh FK UMP.
Akhir kata, penyusun berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam
proses penyusunan Buku Rancangan Pembelajaran ini. Penyusun berharap buku ini dapat
memberikan manfaat luas dan diharapkan mendapat umban balik bagi pemyempurnaan
buku ini secara khusus dan pada pelaksanaan blok Humaniora dan Bioetik.

Purwokerto, 2013
Tim Blok Humaniora dan Bioetik

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
3

BAB I
PENDAHULUAN
DESKRIPSI BLOK
a. Nama Blok : Humaniora dan Bioetik
b. Kode Blok : 1210101
c. Ruang Lingkup : Blok ini mempelajari ilmu-ilmu sosial humaniora, bioetik, agama
Islam dan pendekatan dokter keluarga yang terangkum dalam bentuk pembekalan
Humaniora dan Bioetik sebagai modal awal dalam mempelajari materi kedokteran
selanjutnya. Materi yang dimaksud terdiri atas Budaya Ilmiah (Dasar-dasar Berpikir Kritis
dan Kematangan Belajar), Psikologi Sosiologi dan Antropologi Medik serta Humaniora
yang meliputi Kewarganegaraan, Pancasila, Keislaman dan pendekatak Kedokteran
keluarga serta E-learning
d. SKS : 6 SKS
e. Jadwal Pelaksanaan : Semester I
Deskripsi Singkat Blok :
Blok Humaniora dan Bioetik merupakan Blok I (pertama) dalam kurikulum berbasis
kompetensi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Blok ini
merupakan pembekalan Kedokteran Keluarga yang berisi Dasar-dasar Berpikir Kritis dan
Kematangan Belajar, Psikologi Sosiologi dan Antropologi Medik serta Humaniora yang
meliputi Kewarganegaraan , Pancasila, keislaman serta E-learning. Blok ini akan berjalan
selama enam minggu, dimana 1 minggu terakhir akan digunakan untuk ujian.
B. DEPARTEMEN TERKAIT
Psikologi Kesehatan
Sosiologi Kesehatan
Antropologi Kesehatan
Psikologi Belajar
Kewarganegaraan
Pancasila
E-Learning
Agama Islam
C. STRUKTUR ORGANISASI BLOK
Ketua : dr. Titik Kusumawinakhyu
Sie Akademik : dr. Prima Maharani Putri
Sie Evaluasi : dr. Ira Citra Ningrum
Sie Kegiatan dan Q&A : dr. Retno
Administrasi :
Pembantu pelaksana :

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
4

BAB II

KARAKTERISTIK MAHASISWA

Mahasiswa yang mengikuti blok Komunikasi Efektif adalah mahasiswa semester I Fakultas
Kedokteran UMP yang telah lolos seleksi masuk Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah
Purwokerto. Mereka diharapkan memiliki karakteristik sebagai berikut :

1. Berakhlak mulia dan Islami yang ditunjukkan dengan sikap menghargai sesama
manusia, menghargai pendapat orang lain, jujur, bersikap terbuka, sopan dalam tingkah
laku dan dalam berbusana, memberikan apresiasi yang positif terhadap ilmu
pengetahuan/teknologi.
2. Mempunyai perilaku individu dan kolektif yang menunjukkan keteladanan yang
baik.
3. Mempunyai tanggung jawab terhadap kelimuan dan profesi kedokteran keluarga
dalam bentuk-bentuk dukungan dan perlindungan hak dalam keluarga dan masyarakat.
4. Mengambil prakarsa mensosialisasikan nilai-nilai demokrasi secara Islami dalam
keluarga dan masyarakat.
5. Memiliki semangat belajar sepanjang hayat yang tinggi dan matang dalam berpikir.
6. Taat pada peraturan akademik Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah
Purwokerto.
7. Menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
5

BAB III
RANCANGAN PEMBUATAN BLOK

A. KOMPETENSI BLOK
AREA KOMPETENSI
1. Profesionalitas yang Luhur
2. Mawas Diri dan Pengembangan Diri
3. Komunikasi Efektif
4. Pengelolaan Informasi
5. Landasan Ilmiah Ilmu Kedokteran
6. Ketrampilan Klinis
7. Pengelolaan Masalah Kesehatan
KOMPONEN KOMPETENSI
 Area Profesionalitas yang Luhur
1. Ber-Ketuhanan yang Maha Esa /Yang Maha Kuasa
2. Bermoral, beretika dan disiplin
3. Sadar dan taat hukum
4. Berwawasan sosial budaya
5. Berperilaku profesional
 Area Mawas Diri dan Pengembangan Diri
1. Menerapkan mawas diri
2. Mempraktikan belajar sepanjang hayat
3. Mengembangkan pengetahuan
 Area Komunikasi Efektif
1. Berkomunikasi dengan pasien dan keluarga
2. Berkomunikasi dengan mitra
3. Berkomunikasi dengan masyarakat
 Area Pengelolaan Informasi
1. Mengakses dan menilai informasi pengetahuan
2. Mendiseminasikan informasi dan pengetahuan secara efektif kepada
profesional kesehatan, pasien, masyarakat dan pihak terkait untuk
peningkatan mutu pelayanan kesehatan

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
6

DAFTAR POKOK BAHASAN SKDI 2012


1. Area Kompetensi :1. Profesionalitas yang Luhur
1.1. .Agama sebagai nilai moral yang menentukan sikap dan perilaku
manusia
1.2. .Aspek agama dalam praktik kedokteran
1.3. Pluralisme keberagaman sebagai nilai sosial di masyarakat dan
toleransi
1.4. Konsep masyarakat( termasuk pasien) mengenai sehat dan sakit
1.5. Aspek-aspek sosial dan budaya masyarakat terkait dengan pelayanan
kedokteran ( logika sosio budaya0
1.6. Hak, keawjiban, dan tanggung jawab manusia terkait bidang
kesehatan
1.7. Pengertian bioetika dan etika kedokteran ( misalnya pengenalan
teori-teori bioetik, filsafat kedokteran, prinsip-prinsip etika terapan dan etika
klinik)
1.8. Kaidah Dasar Moral dalam praktik kedokteran
1.9. Pemahaman tentang KODEKI dan KODERSI, dan sistem nilai lain
yang terkait dalam pelayanan kesehatan
1.10. Teori-teori pemecahan kasus-kasus etika dalam pelayanan
kedokteran
1.11. Penjelasan mengenai hubungan antar hukum dan etika ( persamaan
dan perbedaan)
1.12. Prinsip-prinsip dan logika hukum dalam pelayan kesehatan
1.13. Peraturan perundang-undangan dan peraturan-peraturan lain di
bawahnya yang terkait dengan praktik kedokteran
1.14. Alternatif penyelesaian masalah sengketa hukum dalam pelayanan
kesehatan
1.15. Permasalahan etikomedikolegal dalam pelayanan kesehatan dan cara
pemecahannya
1.16. Hak dan Kewajiban dokter
1.17. Profesionalisme dokter ( sebagai bentuk kontrak sosial, pengenalan
terhadap karakter profesional, kerjasama tim, hubungan intraprofesional dokter
dengan tenaga kesehatan yang lain)
1.18. Penyelenggaraan praktik kedokteran yang baik di Indonesia
( termasuk aspek kedisiplinan profesi)

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
7

1.19. Dokter sebagai bagian dari masyarakat umum dan masyarakat


profesi (IDI dan organisasi profesi lain yang berkaitan dengan profesi
kedokteran)
1.20. Dokter sebagai bagian Sistem Kesehatan nasional
1.21. Pancasila dan kewarganegaraan dalam konteks sistem pelayanan
kesehatan
2. Area Kompetensi 2 : Mawas diri dan Pengembangan Diri
2.1. Prinsip pembelajaran orang dewasa (adult learning)
a) Belajar mandiri
b) Berfikir Kritis
c) Umpan balik konstruktif
d) Refleksi diri
2.2. Dasar-dasar ketrampilan belajar
a) Pengenalan gaya belajar ( learning style)
b) Pencarian literatur ( literature searching0
c) Penelususran sumber belajar secara kritis
d) Mendengar aktif( active listening)
e) Membaca efektif ( effective reading)
f) Konsentrasi dan memori ( consentration and memory
g) Manajemen waktu ( time management)
h) Membuat catatan kuliah ( note taking0
i) Persiapan ujian ( test preparation)
2.3. Problem Based Learning
3. Area Kompetensi 3 : Komunikasi Efektif
3.1. Penggunaan bahasa yang baik, benar dan mudah dimengerti
3.2. Prinsip komunikasi dalam pelayanan kesehatan
a) Metode komunikasi oral dan tertulis yang efektif
b) Metode untuk memberiakan situasi yang nyaman dan kondusif
dalam berkomunikasi efektif
c) Metode untuk mendorong pasien agar memberikan informasi
dengan sukarela
d) Metode melakukan anamnesis secara sistematis
e) Metode untuk mengidentifikasi tujuan pasien berkonsultasi
f) Melingkupi biopsikososiokultur spiritual
3.3. Berbagai elemen komunikasi efektif
a) Komunikasi intrapersonal,interpersonal dan komunikasi masa

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
8

b) Gaya dalam berkomunikasi


c) Bahasa tubuh, kontak mata, cara berbicara, tempo berbicara, tone
suara, kata-kata yang digunakan atau dihindari
d) Ketrampilan untuk mendengar aktif
e) Teknik fasilitas pada situasi sulit, misalnya pasien marah, sedih,
takut atau kondisi khusus
f) Teknik negosiasi, persuasi, dan motivasi
3.4. Komunikasi lintas budaya dan keberagaman
a) Perilaku yang tidak merendahkan atau menyalahkan pasien, bersikap
sabar dan sensitif trrhadap budaya
3.5. Kaidah penulisan dan laporan ilmiah
3.6. Komunikasi dalam public speaking
4. Area Kompetensi 4 : Pengelolaan Informasi
4.1. Teknik ketrampilan dasar pengelolaan informasi
4.2. Metode riset dan aplikasi statistik untuk menilai kesahihan informasi
ilmiah
4.3. Ketrampilan pemanfaatan evidence based medicine (EBM)
4.4. Teknik pengisian rekam medis untuk peningkatan mutu pelayanan
kesehatan
4.5. Teknik diseminasi informasi dalam bidang kesehatan baik lisan
maupun tulisan dengan menggunakan media yang sesuai

8. Pengetahuan dan ketrampilan Komunikasi Efektif sebagai dasar dalam


mempelajari ilmu-ilmu kedokteran klinik dan praktis pada tahap pembelajaran di semester
berikutnya
9. Penerapan dasar kemampuan berpikir kritis, analitis, evaluatif dan kreatif serta
mengembangkan materi belajar secara mandiri dan mengelola diri sendiri.
10. Mengakses dan menilai kesahihan secara kritis dan dapat mengelola informasi
dengan baik masalah-masalah kedokteran khususnya kedokteran keluarga yang berkaitan
dengan perilaku individu dan masyarakat secara normatif dan budaya.
11. Mawas diri dan belajar sepanjang hayat
12. Mampu mengembangkan materi belajar secara mandiri dan mengelola diri sendiri.

13. Mahasiswa mempunyai ketrampilan komunikasi efektif dan konseling secara


Islami

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
9

14. Mahasiswa memiliki kepekaan moral untuk berbuat yang terbaik bagi pasien
dengan sikap percaya diri, proaktif, kooperatif dan Islami

B. SASARAN PEMBELAJARAN
Setelah menyelesaikan pembelajaran pada blok ini mahasiswa diharapkan akan mampu :
1. Mahasiswa mampu menggunakan prinsip-prinsip komunikasi efektif secara Islami
dalam hubungan antar teman di dalam kelompok maupun di luar kelompok
2. Mahasiswa mampu berkomunikasi dengan baik dan Islami dalam kegiatan
pembelajaran diskusi,serta cara mengemukakan pendapat dan presentasi
3. Mahasiswa mampu menghubungkan perilaku individu dan masalah-masalah
kesehatan dalam sudut pandang Islami
4. Mahasiswa mampu menjelaskan hubungan wawasan kebangsaan dengan pelayanan
kesehatan
5. Mahasiswa mampu menggunakan informasi yang didapat (journal, buku, dll) untuk
memperkaya data yang dimiliki
6. Mahasiswa mengenali tingkat kemampuannya dalam menangani menguasai ilmu-
ilmu kedokteran dasar
7. Mahasiswa mengenali etika hubungan interpersonal dalam lingkup professional dan
perorangan
8. Mahasiswa mampu menghargai pendapat, saran dan kritikan dari rekan sejawat dan
supervisor
9. Mahasiswa mampu mengaplikasikan materi komunikasi efektif yang dimiliki
dalam mempelajari ilmu-ilmu kedokteran dasar
10. Mahasiswa mampu menganalisis isu-isu etika dalam berbagai kebijakan kesehatan
dan hubungannya dengan tindakan professional

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
KONSEP BLOK HUMANIORA DAN BIOETIK

LO UMUMUM LO KHUSUS MEDIA

1. Melakukan 2. Melakukan Skils lab: komunikasi


Komunikasi Efektif sambung rasa
3. Melakukan Efektif (sambung rasa
Komunikasi antar teman
di dalam dan diluar Dokter-pasien)
kelompok
4. Melakukan Field Lab (sambung rasa
Komunikasi dengan pasien
5. MelakukanKomun
Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
10

ikasi dengan teman Dokter pasien)


sejawat
6. Melakukan
Komunikasi dengan
profesi lain
7. Mengemukakan
pendapat
2. Mampu 1. Mampu Lecture
melakukanBudaya melakukan prinsip
Ilmiah pembelajaran orang Tutorial
dewasa
2. Mampu Praktikum E-Learning
melakukan dasar-dasar
ketrampilan belajar
3. Mampu
melakukan Evidence Base
medicine(cara mencari
informasi jurnal)

4. Mampu menjelaskan  Mampu menjelaskan teori- Lecture


Bioetik dan etika teori bioetik dan filsafat Tutorial
kedokteran dan hak kedokteran menjelaskan
kewajin dokter prinsip-prinsip etika terapan
dan etika klinik
 Menjelaskan hubungan
bioetik dengan hukum
(persamaan dan perbedaan)
 Menghargai kearifan budaya
lokal untuk memajukan
budaya nasional
 Menjelaskan pemahaman
terhadap KODEKI, KODERSI
 Menjelaskan Sumpah dokter
 Menjelaskan teori-teori
pemecahan masalah etik
medik dalam pelayanan
kedokteran Menjelaskan hak
dan kewajian dokter
 Menjelaskan hak dan
kewajiban dokter dalam
hubungan antar dokter pasien
Menjelaskan hak dan kewajib

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
11

an dokter

Dokter dengan masyarakat

umum

 Menjelaskan hak dan


kewajiban dokter hubungan
antara dokter dengan
masyarakat profesi terkait
profesionalisme dokter:
a.hubungan dokter

teman sejawat

b. hubungan dokter dengan IDI

c. hubungan dokter dengan

profesi lain

 Menjelaskan EUTANASIA

6. Mampu menjelaskan 1. Mampu menjelaskan lecture


konsep pancasila , prinsip Pancasila dalam
pendidikan pelayanan kesehatan
kewarganegaraan 2. Mampu menjelaskan
prinsip Pendidikan
Kewarganegaraan dalam
pelayanan kesehatan

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
12

7. Mampu menjelaskan 1. Mampu menjelaskan Ilmu Lecture


dan melakukan dalam pandangan Islam
konsep Keislaman 2.Mampu Tutorial
dalam aspek
kedokteran menjelaskanketrampilan

komunikasi

3. Mampu menjelaskan dan


melakukan Akhlaq dan
adab pergaulan
4. Melakukan Pemecahan
Masalah: emosi dan
pengendalian diri
5. Memahami sumpah
dokter Islam
6.Euthanasia dalam aspek
keislaman

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
D. MATERI PEMBELAJARAN
Tema T Topik Subtopik TIK Metode Departemen
Pembelajaran
Terkait

 Mahasiswa mampu menjelaskan ruang lingkup psikologi  Lecture  Psikologi


kesehatan Islami  Tutorial Kesehatan
 Mahasiswa mampu menjelaskan pendekatan
 Belajar mandiri
metodologis dalam psikologis kesehatan Islami
 Review jurnal
 Mahasiswa mampu menjelaskan kesehatan-kesakitan
dari perspektif Individu pada tahap-tahap
perkembangan

 Mahasiswa mampu menjelaskan perilaku pendorong


tingkat
Kesehatan
14

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
15

Model Psikososio  Tinjauan psikospiritual tentang  Mahasiswa mampu memahami tinjauan psikospiritual  Lecture
Kultur Kesehatan sehat dan sakit tentang sehat dan sakit  Belajar Mandiri  Sosiologi
 Tinjauan sosio kulturaltentang  Mahasiswa mampu memahami tinjuan kultural kesehatan
 Review Jurnal
sehat dan sakit

 Penyakit dari perspektif


psikososiokulturalspiritual

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
16

 tentang sehat dan sakit

 Mahasiswa mampu menjelaskan tipe-tipe penyakit dari


perspektif psikospirit-sosiokultur

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
E. SKILLS LAB

SAMBUNG RASA

Sambung rasa atau Pendengar aktif merupakan salah satu peran yang harus dilakukan oleh dokter untuk

mendapatkan informasi tentang keluhan pasien dan riwayat penyakit yang dialaminya. Peran ini penting karena
jika tidak dilakukan dengan benar maka konsultasi yang diharapkan akan berjalan baik justru akan berakibat
sebaliknya. Beberapa hasil penelitian yang dirangkum oleh Kurtz,Silverman&Drapper,1998menyatakan bahwa
dokter sering menginterupsi pasien begitu si pasien baru memulai

menyampaikan keluhan sehingga keluhan utama pasien sering tidak terucapkan, akibatnya

penangananpun bukan berdasarkan keluhan utama yang dialami pasien. Ditambahkan juga bahwa

sebagian besar penyebab utama malpraktik yang terjadi dikarenakan tidak efektifnya komunikasi yang

terjadi antara dokter-pasien. Setelah mengikuti latihan ketrampilan SAMBUNG RASA,

diharapkan mahasiswa akan mampu berkomunikasi secara efektif.

Keterampilan ini bukan hal yang baru bagi mahasiswa karena ketika belajar di SMA,

mahasiswa telah mempunyai kompetensi Mendengarkan cerita yang disampaikan secara lansung dan

tidak langsung, yang menjadi dasar terhadap kegiatan ketrampilan berkomunikasi yang akan mereka

peroleh pada Blok ini. Ketrampilan menjadi pendengar aktif akan digunakan oleh mahasiswa sebagai

dasar pada latihan ketrampilan berkomunikasi pada blok lain yang akan mereka ikuti.

Latihan ketrampilan ini akan dilakukan dalam dua sesi;dengan masing-masing sesi = 2 x 50

menit. Sesi pertama berisi penjelasan singkat dari instruktur dan latihan; sesi kedua merupakan

evaluasi yang digabung dengan keterampilan prosedural dan pemeriksaan fisik pada minggu terakhir

blok. Latihan bertempat di ruang skill lab FK-UMP.

1. TUJUAN PEMBELAJARAN

1.1. Tujuan Instruksional Umum:

Setelah mengikuti ketrampilan ini diharapkan mahasiswa mampu melakukan komunikasi yang
18

efektif sebagai seorang pendengar yang aktif.

1.2. Tujuan Instruksional Khusus:

Setelah mengikuti latihan ketrampilan ini diharapkan mahasiswa mampu:

a. Memperkenalkan diri sebelum pembicaraan di mulai

b. Mengulangi percakapan yang disampaikan oleh pembicara

c. Memparafrasekan percakapan yang disampaikan oleh pembicara

d. Mengklarifikasi apa yang disampaikan oleh pembicara

e. Menanyakan pertanyaan pada saat yang tepat

f. Menyimpulkan dengan tepat apa yang disampaikan oleh pembicara.

g. Melakukan kontak mata dengan baik

h. Memberikan perhatian penuh terhadap pembicaraan melalui bahasa non verbal, bahasa

tubuh dan sikap.

2. STRATEGI PEMBELAJARAN

2..1 Responsi

Sebelum berlatih instruktur akan memberikan penjelasan singkat tentang latihan

ketrampilan yang akan dijalankan. Instruktur berhak memberikan pretest bagi

mahasiswa.

2..2 Kegiatan belajar dan berlatih dilakukan dalam kelompok kecil yang terdiri dari kurang

lebih sepuluh orang mahasiswa dengan satu orang instruktur.

2..3 Kegiatan mandiri dilakukan dalam kelompok di bawah pengawasan instruktur yang

dikenal MANDIRI TERJADWAL atau dilakukan tanpa pengawasan instruktur di luar

jadwal yang ditentukan yang disebut MANDIRI TAK TERJADWAL.

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
19

3. PRASYARAT:

Pengetahuan yang perlu dimiliki sebelum berlatih:

3.1 Bahasa Indonesia, Kompetensi MENDENGAR/SAMBUNG RASA

3.2 Ilmu dasar komunikasi

3.3 Etika Kedokteran

3.4 Budaya Alam Minangkabau

4. TINJAUAN PUSTAKA

Di dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi merupakan kunci penting dalam membangun

sebuah hubungan. Begitu juga dengan hubungan antara dokter-pasien. Komunikasi efektif merupakan

komunikasi yang akan menyebabkan hubungan tersebut berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Walaupun secara tersirat di dalam kode etik kedokteran tidak tercantum etika berkomunikasi, hanya

saja dikatakan bahwa setiap dokter dituntut melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi

yang tertinggi atau menjalankannya secara optimal. Akan tetapi di dalam Undang-undang No. 29

tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran pasal 35 menyatakan bahwa kompetensi dalam praktik

kedokteran antara lain dalam hal kemampuan mewawancarai pasien.

Untuk tercapainya komunikasi yang efektif diperlukan pemahaman tentang pemanfaatan jenis

komunikasi (lisan, tulisan/verbal, non verbal), menjadi pendengar yang aktif (active listener),

hambatan proses komunikasi (noise), pemilihan cara penyampaian pikiran/informasi (channel) dan

identifikasi terhadap ekspresi perasaan dan emosi (Ali, M dan Sidi, I P S , 2006).

5. Berikut contoh hasil komunikasi efektif dan yang tidak efektif (Ali, M dan Poernomo, Ieda SS ,

2006):

Menurut van Dalen (2001) aplikasi komunikasi dokter-pasien terbagi dalam tiga tahap:
Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
20

1. Pasien merupakan seorang ‘ahli’, artinya karena pasien yang menderita sakit maka dialah

yang tahu apa yang telah dan sedang dialaminya. Pada posisi ini dokter mendengarkan,

mengeksplorasi dan menerima informasi dari pasien. Ali, M dan Poernomo, ISS (2006)

menyebutkan tahap ini sebagai sesi pengumpulan informasi, dimana dokter akan menggali

informasi lebih dalam tentang alasan kedatangan pasien. Dokter yang baik akan berusaha

mejadi pendengar aktif terhadap apa yang disampaikan oleh si pasien. Sehingga akan

membantu dokter untuk mendapatkan keterangan atau data-data riwayat penyakit yang akan

berguna dalam menegakkan diagnosis.

2. Dokter sebagai ‘ahli’, artinya dokter mampu menterjemahkan semua keluhan pasien ke dalam

ilmu kedokteran yang dimilikinya. Dokter harus mengklarifikasi keterangan yang

diterimanya, mencari tahu lebih detil dan kemudian melakukan pemeriksaan fisik.

Komunikasi yang dapat dilakukan pada tahap ini yakni dengan cara mengajukan pertanyaan

terbuka terlebih dahulu (misalnya: Bagaimana nyeri yang anda rasakan? Terasa menusuknusuk?

Atau seperti terbakar?) dilanjutkan dengan pertanyaan tertutup yang membutuhkan

jawaban “ya” atau “tidak” (Ali, M dan Poernomo, ISS, 2006).

3. Pasien dan dokter adalah ‘ahli’, sesuai dengan peran masing-masing. Pada tahap ini dokter

setelah mendapatkan keterangan yang akurat pada tahap sebelumnya maka dokter sudah

mengetahui cara penanganan pasien dan beberapa alternatif tindakan yang perlu disampaikan

kepada pasien. Sementara itu pasien mempunyai hak untuk menyampaikan pilihan tindakan

yang sesuai dengan kondisi (sosial, budaya, ekonomi, tingkat pendidikan dsb) , prioritas dan

kemungkinan lain sebagai cara pemecahan masalahnya. Jadi pada tahap ini merupakan tahap

negosiasi terhadap tindakan yang akan dilakukan oleh seorang dokter kepada pasiennya (Ali,

M dan Poernomo, ISS, 2006).

Pada ketrampilan berkomunikasi dalam Blok 1 ini ditujukan kepada kemampuan mendengar
Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
21

seperti yang diharapkan pada tahap 1 dan 2 di atas, yang merupakan suatu proses aktif dalam

menerima stimulus oral dan menuntut adanya komitmen untuk bertindak terhadap apa yang di

dengarkan.

Ada beberapa tujuan dari mendengarkan secara aktif: pertama, memungkinkan untuk mencek

ulang pengertian yang dimaksudkan oleh si pembicara; kedua, pendengar dapat mengekspresikan

perasaan yang dialami oleh si pembicara; dan ketiga yang paling penting adalah menstimulasi

pembicara untuk menyampaikan apa yang di rasakannya dan dapat berfikir lebih jauh dalam

menyelesaikan suatu masalah (UGM, 200..)

Seseorang dikatakan mendengar aktif apabila selama pembicaraan si pendengar, antara lain:

Berkonsentrasi

Melihat si pembicara, mempertahankan kontak mata dengan si pembicara

Menggangguk

Mengulangi pembicaraan atau memparafrasekan

Mengajukan pertanyaan terbuka dan tertutup, tetapi dengan jumlah pertanyaan yang

terbatas.

Merefleksikan perasaan

Jeda dan memberi waktu kepada si pembicara untuk melanjutkan

Menyimpulkan pembicaraan dengan tepat

Bersikap yang menandakan bahwa pendengar tertarik dengan isi pembicaraan seperti mimik

muka/raut wajah yang menunjukkan ekspresi sesuai dengan isi pembicaraan, menatap si

pembicara,

Akan tetapi sebelum memulai sebuah percakapan dan menjadi pendengar yang baik, seseorang

perlu membina sambung rasa dengan orang yang akan diajaknya berbicara. Sambung rasa dapat

dilakukan dengan berjabat tangan (sesuai dengan budaya dan kebiasaan setempat).
Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
22

5. PROSEDUR PELAKSANAAN:

5.1. Memperkenalkan diri

Waktu 1x 25 menit

Mahasiswa di bagi dua kelompok A dan B.

Pada saat kelompok A memperkenalkan diri, maka kelompok B harus mendengarkan

perkenalan tersebut. Begitu pula sebaliknya.

Dua orang dari kelompok B (random) diminta mengulangi perkenalan yang disampaikan

oleh dua orang dari kelompok A tadi.

Dan sebaliknya dua orang dari kelompok A (random) diminta mengulangi perkenalan

yang disampaikan oleh dua orang dari kelompok B.

Mahasiswa lain memberikan feedback tentang kegiatan mendengarkan aktif tersebut.

Mahasiswa yang memainkan peran merefleksikan peran mereka sebagai pendengar.

5.2. Pesan Berantai

Waktu 1x 25 menit

Mahasiswa di bagi dalam dua kelompok.

Masing – masing mahasiswa secara bergilir menyampaikan pesan yang diterima dari

instruktur hingga mahasiswa yang terakhir menyebutkan isi pesan yang diterima.

Mahasiswa merefleksikan kegiatan sebagai pendengar aktif.

5.3. Sambung rasa, dengar dan ceritakan

Waktu 1 x 50 menit:

Mahasiswa akan memainkan peran, 1 orang sebagai pasien, 1 orang sebagai dokter.

mahasiswa yang memainkan peran diminta untuk melakukan sambung rasa terlebih

dahulu (mengucapkan salam, memperkenalkan diri, mempersilakan duduk, dan


Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
23

menanyakan identitas pasien). Topiknya adalah beberapa skenario komunikasi dokterpasien

pada tahap anamnesa

mahasiswa yang berperan sebagai dokter diminta menceritakan kembali apa yang

disampaikan pasien.

mahasiwa yang berperan sebagai pasien menilai apa mahasiswa yang menjadi dokter

mahasiswa lain yang mengamati diminta untuk memberikan penilaian juga

semua mahasiswa diminta untuk menyimpulkan permainan peran di atas.

6. EVALUASI

Penilaian dilakukan secara formatif dengan menggunakan Checklist sebagai berikut:

No. Aspek ketrampilan yang dinilai

I. Membina sambung rasa:

1. Mengucapkan salam (kontak mata, senyum)

2. Memperkenalkan diri (nama, jabat tangan, kontak mata)

3. Mempersilakan duduk (kontak mata)

4. Menanyakan identitas pasien

II. Mendengar aktif

1. Mengajukan pertanyaan terbuka

Memparafrasekan percakapan yang disampaikan oleh pembicara

2. Mengklarifikasi apa yang disampaikan oleh pembicara

3. Menanyakan pertanyaan pada saat yang tepat

4. Menyimpulkan apa yang disampaikan oleh pembicara.

5. Melakukan kontak mata

6.Memberikan perhatian penuh terhadap pembicaraan melalui bahasa non


Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
24

verbal, bahasa tubuh dan sikap

CHEKLIST PENILAIAN/ EVALUASI

Topik 0 1 2

A. Membina sambung Rasa

1.Mengucapkan salam

2.Memperkenalkan diri ( nama, jabat


tangan, kontak mata)

3.Mempersilahkan duduk (kontak


mata)

4. Menanyakan Identitas pasien

5. Menunjukkan empati dan


menghargai pasien

B. Mendengar Aktif 0 1 2 3

1. Mengajukan
pertanyaan terbuka

2. Mengklarifikasi
apa yang
disampaikan
pembicara
3. Menanyakan
pertanyaan pada
saat yang tepat
4. Menyimpulkan apa
yang disampaikan
oleh pembicara
5. Melakukan kontak
mata

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
25

6. Memberikan
perhatian penuh
terhadap
pembicaraan
melalui bahasa non
verbal, bahasa
tubuh dan sikap

A. Nomor 1 sd 4 :
0. Tidak Mampu melakukan
1. Mampu melakukan sebagian
2. Mampu melakukan seluruh tahapan
B. Nomor 1 sd 6
0.Tidak mampu: memberikan pertanyaan terbuka, mengklarifikasi yang disampaikan pembicara,
menanyakan pertanyaan pada saat yang tepat,menyimpulkan apa yang disampaikan pembicara,
melakukan kontak mata, memberikan perhatian penuh terhadappembicaraan melalui bahasa non
verbal, bahasa tubuh dan sikap

1. Mampu melakukan pertanyaan terbuka, klarifikasi yang disampaikan


pembicara, menanyakan pertanyaan pada saat yang tepat
2. Mampu Menyimpulkan apa yang disampaikan pembicara, kontak mata,
memberikan perhatian penuh terhadap pembicara mauoun melalui bahasa non
vertbal bahasa tubuh dan sikap.
3. Mampu melakukan semua checklist dengan runut dan benar

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
F. JADWAL HUMANIORA DAN BIOETIK

MINGGI I
WAKTU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU

07.00-07.30

07.30-08.30 Skill lab Lecture:Psikologi Pandangan Islam tentang LIBUR


Lecture
Kesehatan islami KehidupanIslam warga BELAJAR
Sosialisasi blok Pengantar komunikasi
Muhammadiyah MANDIRI
efektif

08.30-09.30 (sambung rasa)

09.30-10.30 Tutorial I Tutorial I HIstologi jantung Myocardial infarction,

Imminent myocardial

infarction

10.30-11.30 (Bioetik) ( Bioetik)

11.30-12.30 ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA ISHOMA

12.30-13.30 Praktikum Praktikum


27

13.30-14.30 (Anatomi) (Histologi)

14.30-15.30 ASHAR ASHAR ASHAR ASHAR ASHAR ASHAR

15.30-16.30 BELAJAR BELAJAR BELAJAR BELAJAR BELAJAR BELAJAR

16.30-17.30 MANDIRI MANDIRI MANDIRI MANDIRI MANDIRI MANDIRI

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
28

G. METODE PEMBELAJARAN

1. Pembekalan
Kegiatan pembekalan pada blok Komunikasi Efektif dilaksanakan berdasarkan
kurikulum yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan dari mahasiswa semester I.
Pembekalan yang berlangsung dilakukan secara interaktif dan kondusif bagi mahasiswa
dalam mencapai tujuan pembelajaran. Mahasiswa dibiasakan untuk aktif di dalam kelas
sehingga perpembekalanan berlangsung secara dua arah.

2. Role play (bermain peran)


Bermain Peran merupakan salah satu sarana pembelajaran dengan melakukan
simulasi atau memerankan menjadi dokter, pasien, keluarga secara berkelompok dan
dipimpin oleh pemberi materi yang telah ditentukan. Masing-masing kelompok kecil ini
terdiri dari 10-11 mahasiswa. Diharapkan dengan metode ini mahasiswa dibiasakan untuk
aktif berpikir dan mengemukakan pendapat dan menghargai pendapat orang lain,
sehingga dapat mencari penyeselaian dari suatu permasalahan/ kasus. Dalam bermain
peran juga dilakukan diskusi kelompok, pemberi materi akan lebih intens dalam
membimbing mahasiswa sehingga proses pembelajaran akan lebih optimal. Hasil diskusi
kelompok akan dijadikan laporan dan selanjutnya didiskusikan dalam diskusi pakar
sehingga permasalahan yang belum terjawab dalam diskusi kelompok dapat didiskusikan
langsung dengan pakar yang terkait.

3. CD interaktif
Metode pembelajaran dengan menggunakan CD interaktif adalah dengan cara
memutar CD pembelajaran yang sesuai dengan materi yang berkaitan dengan perkuliahan
pada minggu tersebut. Setelah penayangan CD interaktif tersebut, maka pemberi materi
akan mempimpin diskusi membahas materi yang telah ditayangkan. penayangan CD
tersebut akan memberikan pemahaman yang lebih baik karena mahasiswa mendapatakan
penjelasan secara visual dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dengan pemberi materi
yang bersangkutan.

4. Konsultasi Pakar (dosen tamu)

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
29

Pada sesi konsultasi pakar, semua mahasiswa, dosen maupun narasumber hadir dan
menempati satu ruang yang sama. Tujuan dari konsultasi pakar adalah untuk memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan penjelasan dari dosen/ nara sumber
atas pertanyaan kelompok dan juga digunakan sebagai upaya untuk memberi pemantapan
atas pemahaman materi. Pada sesi konsultasi pakar, mahasiswa diberi kesempatan
merespons materi presentasi dari kelompok lainnya. Pada akhir diskusi, moderator
membacakan rangkuman dari diskusi yang terjadi di sesi tersebut.

5. Praktek Lapangan
Praktek lapangan merupakan kunjungan ke Puskesmas atau pusat pelayanan
kesehatan misalnya Klinik untuk mengobservasi secara langsung bentuk nyata dari materi
yang telah diajarkan selama pembekalan

6. Belajar Mandiri
Mahasiswa diajarkan untuk mampu melakukan belajar mandiri sehingga mampu
meningkatkan pengetahuan yang menjadi modal dalam mengikuti sistem pembelajaran
blok yang sedang diikutinya.

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
30

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
H.
I. SARANA DAN PRASARANA

- Staf pengajar sebagai narasumber


- Akses internet
- Perpustakaan
- Ruang diskusi
- Ruang Kulian besar
- LCD dan laptop
- White board
- Spidol
- Wireless microphone
- Ruang sekretariat blok
- CD film
- Puskesmas (tempat praktek lapangan)

J. EVALUASI PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN

1. Komponen Penilaian Blok


Nilai Blok diperoleh setelah mahasiswa menyelesaikan seluruh kegiatan belajar
dalam blok Komunikasi Efektif. Komponen nilai blok adalah:

a. Nilai Ujian Tulis

Bobot nilai ujian tulis adalah 50% dari nilai blok. Syarat mengikuti ujian tulis
adalah:

- Memenuhi kehadiran > 75% kuliah pakar.

- Memenuhi kehadiran > 75% diskusi tutorial

Ujian blok dilaksanakan di akhir blok. Rentang nilai antara 0-100. Soal dalam
bentuk tertulis. Materi soal berasal dari kuliah pakar, diskusi tutorial, praktikum,
kegiatan pengenalan klinik atau komunitas. Penanggung jawab ujian blok adalah
tim blok.

b. Nilai Praktek Lapangan


33

1) Kehadiran saat praktek lapangan menjadi syarat mengikuti ujian tulis.

2) Bobot Pratek Lapangan adalah 30 % dari nilai blok.

3) Penilaian dilakukan selama praktek lapangan yang dibimbing oleh


pemberi materi.

4) Nilai praktek lapangan terdiri atas komponen.

i. Nilai Keaktifan, dengan prosentase sebesar 40% dari nilai Praktek


Lapangan. Rentang nilai antara 0-100.

ii. Nilai Performa saat praktek meliputi 60 % sehingga mahasiswa yang


tidak mengikuti secara penuh kegiatan praktek harus mengajukan perijinan
ke bagian akademik. Alasan yang diijinkan yaitu:

- Sakit / melahirkan (dengan bukti surat dokter)

- Menikah

- Keluarga inti meninggal (ayah, ibu, saudara kandung)

- Menjalani kegiatan fakultas/universitas yang ditunjukkan


dengan rekomendasi dekan/rektor

Pengurusan perijinan maksimal 2 hari setelah waktu ketidakhadiran


mahasiswa dengan pemberitahuan ke bagian akademik melalui surat atau
telepon yang diikuti pemberitahuan lewat surat. Penanggung jawab nilai
praktek lapangan adalah pemberi materi.

Ketentuan kehadiran praktek lapangan adalah sebagai berikut:

- 1= hadir atau terlambat < 30 menit

- 0 = tidak hadir atau terlambat lebih dari 30 menit

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
34

Nilai Penugasan

- Bobot nilai penugasan adalah 0 – 20% dari nilai blok.

- Jenis penugasan ditentukan oleh tim blok.

- Penugasan dapat berupa penulisan makalah ilmiah, penilaian


kegiatan dan laporan pengenalan klinik atau komunitas di rumah sakit
atau puskesmas, atau penugasan dalam bentuk lain sesuai dengan blok
yang bersangkutan.

- Penanggung jawab nilai penugasan adalah tutor atau Dosen


Pembimbing Fakultas dan / Dosen Pembimbing Lapangan dan tim blok
(tergantung pada jenis penugasan yang diberikan).

- Perbaikan penugasan dilakukan untuk mahasiswa yang tidak


memenuhi nilai ambang lulus penugasan (ditentukan oleh tim blok)
atau tidak mengikuti penugasan karena alasan yang diijinkan (syarat
seperti tersebut diatas). Waktu perbaikan/ susulan maksimal 1 minggu
setelah blok berakhir.

2. Kriteria Kelulusan Blok


a. Presensi seluruh metode pembelajaran tidak kurang dari 75 %
b. Performa dalam praktek lapangan minimal B
c. Nilai akhir minimal B
d. Telah mengumpulkan semua tugas

3. Remedial
a. Diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi syarat untuk mengikuti ujian
remedial (Presensi seluruh metode pembelajaran tidak kurang dari 75 %)
b. Remidi ujian tulis dilakukan pada akhir blok
c. Nilai akhir adalah nilai yang terbaik dan maksimal adalah B

4. Komponen Nilai
Nilai blok yang dicapai peserta didik ditentukan berdasarkan acuan patokan.
Standar hasil penilaian berdasarkan PAP (Criterion reference) :
Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
35

Huruf Bobot Patokan Penilaian

A 4.00 tingkat penguasaan > 80.0 %

A/B 3.50 tingkat penguasaan > 70.0 – < 80.0%

B 3.00 tingkat penguasaan > 65.0 – < 70.0%

B/C 2.50 tingkat penguasaan > 60.0 – < 65.0%

C 2.00 tingkat penguasaan > 55.0 – < 60.0%

C/D 1.50 tingkat penguasaan > 50.0 – < 55.0%

D 1.00 tingkat penguasaan > 45.0 – < 50.0%

E 0.00 tingkat penguasaan < 45.0%

Keputusan nilai akhir blok dari masing-masing peserta didik ditetapkan dalam
rapat yudisium blok.

Catatan: Bobot komponen nilai blok ditentukan oleh tim blok, yang disetujui dalam
semiloka blok, tergantung pada jenis kegiatan yang dilaksanakan dalam blok tersebut
dan berdasarkan prosentase distribusi tujuan belajar blok ke dalam kegiatan yang ada.

BAB IV

PENJAMINAN MUTU BLOK

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
36

A. PERATURAN BLOK

1. Komponen Mutu
a. Mahasiswa
b. Dosen/ Tutor/ Narasumber
c. Sarana Prasarana
d. Peraturan Pendidikan
e. Manajemen
f. Pembekalan tatap muka
g. Belajar mandiri
h. Role play (bermain peran)
i. Praktek lapangan
j. Evaluasi

2. Standar Mutu
a. Pembekalan tatap muka, CD interaktif
1) Pelaksanaan pembekalan 100% dari total perencanaan
2) Mahasiswa yang mengikuti pembekalan dalam setiap tatap muka 90%
3) Terpenuhi sarana dan prasarana yang memadai untuk kegiatan ini,
diantaranya setiap ruang tersedia LCD, komputer, soundsystem, OHP, AC,
white board dan kapasitas ruangan sebanding dengan jumlah mahasiswa.
4) Penjadwalan yang kosisten (tidak berubah 2 kali)
5) Tersedia modul, CD, referensi yang digunakan
6) Tersedia hasil monitoring dan evaluasi pembelajaran di akhir kegiatan
blok
b. Belajar mandiri
1) Tersedia kesempatan pelaksanaan belajar mandiri yang masuk dalam
jadwal tentative.
2) Tersedia portofolio kegiatan mahasiswa
3) Terpenuhi sarana dan prasarana yang memadai untuk kegiatan Belajar
mandiri di lingkungan kampus seperti resting place dan study ground
4) Tersedia modul, referensi yang digunakan di perpustakaan
c. Evaluasi

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
37

1) Terlaksana semua (100%) perencanaan evaluasi mahasiswa


2) Kesesuaian (80%) antara tujuan pembelajaran yang direncanakan, yang
diajarkan, dan yang diujikan
3) Terlaksana kegiatan evaluasi dan monitoring proses pembelajaran 80%
dari total pembelajaran

B. MANUAL PROSEDUR BLOK

1. Pembekalan tatap muka dan CD interaktif


a. Pembekalan dilaksanakan sesuai jadwal dan tempat yang direncanakan.
b. Mahasiswa memasuki ruangan 10 menit sebelum pembekalan dimulai dan
mengisi daftar hadir yang disediakan.
c. Dosen datang 5 menit sebelum pembekalan dimulai dan melakukan persiapan
serta mengisi daftar hadir dosen.
d. Dosen memberikan penjelasan secara interaktif dengan mengarahkan
mahasiswa untuk mampu belajar aktif dan mandiri.
e. Mahasiswa memperhatikan dan membuat catatan penting.
f. Dosen memimpin diskusi materi yang di berikan untuk mengasah dan melatih
mahasiswa dalam mengemukakan pendapat dalam, bersikap kritis dan bertanya
langsung untuk mendapatkan tanggapan atau penjelasan.
g. Di akhir pembekalan dosen melakukan evaluasi proses pembelajaran dengan
pengisian angket.

2. Evaluasi
a. Ujian Lisan

Mahasiswa menghadapi satu atau lebih pemeriksa yang mengajukan


pertanyaan. Pertanyaan dijawab secara lisan, bisa berupa kasus panjang atau kasus
pendek.

b. Ujian Tertulis Jawaban Panjang

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
38

Pada Ujian Tertulis Jawaban Panjang, mahasiswa menjawab pertanyaan secara


tertulis untuk pertanyaan-pertanyaan yang memerlukan jawaban yang panjang.
Contoh : Uraikan model-model pendekatan dalam memahami perilaku kesehatan.

c. Ujian Pilihan Jawaban Ganda

Merupakan instrument yang obyektif berisi diskripsi suatu kasus dan


mahasiswa memilih salah satu jawaban yang sudah terstruktur.

d. Logbook

Tugas pembuatan logbook adalah tugas individu. Logbook dikumpulkan pada


saat akan dimulainya praktek lapangan. Setiap logbook harus dilengkapi dengan
sumber-sumber informasi / kepustakaan minimal 5 buah. Sumber-sumber informasi
yang dianggap memenuhi syarat adalah buku teks, buku referensi, jurnal ilmiah
dan sumber-sumber internet yang terpercaya (diambil dari website lembaga-
lembaga yang dapat dipercaya dan informasinya bisa dipertanggungjawabkan).
Sumber referensi yang berasal dari berita di surat kabat dianggap bukan sumber
referensi yang valid.

C. MONITORING BLOK

1. Monitoring pelaksanaan proses pembelajaran dilaksanakan secara periodik


setiap minggu oleh tim QA dan SPI.
2. Monitoring proses pembelajaran dilaksanakan pada akhir blok oleh seluruh
pihak yang terkait, yaitu mahasiswa, dosen dan staf administrasi dengan mengisi
borang yang sudah disiapkan.

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
39

BAB V

PERATURAN TATA TERTIB

A. Tata Tertib Pembekalan dan Konsultasi Pakar

1. Mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan pembekalan. Kehadiran yang


diijinkan untuk mengikuti ujian adalah > 75% pembekalan pakar.
2. Mahasiswa diwajibkan untuk hadir di ruang pembekalan sebelum pembekalan
dimulai.
3. Mahasiswa diwajibkan mengisi daftar hadir kulian mengikuti pembekalan.
4. Mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti pembekalan dengan tertib, tidak
berbicara diluar konteks pembekalan yang sedang berlangsung dan melakukan
kegiatan yang mengganggu proses pembekalan
5. Mahasiswa yng berhalangan hadir dalam pembekalan wajib memberitahukan
secara tertulis kepada seksi akademik atau ketua blok.
6. Ketidakhadiran dalam pembekalan harus disertai dengan alasan yang dapat
diterima. Alasan yang dapat diterima untuk tidak hadir dalam pembekalan adalah:
a. Sakit / melahirkan (dengan bukti surat dokter)

b. Menikah

c. Keluarga inti meninggal (ayah, ibu, saudara kandung)

d. Menjalani kegiatan fakultas/ universitas yang ditunjukkan dengan


rekomendasi dekan/ rektor.

B. Tata Tertib Praktek lapangan


Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
40

1. Mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti praktek Lapangan. Kehadiran yang


diijinkan untuk mengikuti ujian adalah 100% praktek lapangan.
2. Mahasiswa diwajibkan mengisi daftar hadir praktek lapangan.
3. Mahasiswa diwajibkan aktif dalam diskusi praktek lapangan
4. Mahasiswa yang berhalangan hadir dalam pembekalanan wajib
memberitahukan secara tertulis kepada seksi akademik atau ketua blok.
5. Ketidakhadiran dalam perpembekalanan harus disertai dengan alasan yang
dapat diterima. Alasan yang dapat diterima untuk tidak hadir dalam perpembekalanan
adalah:
a. Sakit / melahirkan (dengan bukti surat dokter)

b. Menikah

c. Keluarga inti meninggal (ayah, ibu, saudara kandung)

d. Menjalani kegiatan fakultas/universitas yang ditunjukkan dengan


rekomendasi dekan/rektor.

C. Pe ngumpulan Tugas Terstruktur

Tugas terstruktur berupa log book dan portofolio. Logbook dikumpulkan pada saat selesai praktek
lapangan Setiap logbook harus dilengkapi dengan sumber-sumber informasi/kepustakaan minimal 5
buah. Sumber-sumber informasi yang dianggap memenuhi syarat adalah buku teks, buku referensi,
jurnal ilmiah dan sumber-sumber internet yang terpercaya (diambil dari website lembaga-lembaga yang
dapat dipercaya dan informasinya bisa dipertanggungjawabkan). Sumber referensi yang berasal dari
berita di surat kabat dianggap bukan sumber referensi yang valid.

Tugas pembuatan portofolio adalah tugas kelompok. Setiap portofolio harus dilengkapi dengan
minimal 10 referensi dan 3 diantaranya harus berupa jurnal ilmiah. Portofolio dikumpulkan setelah
praktek lapangan selesai atau pertemuan terakhir setelah evaluasi pelaksanaan praktek lapangan.

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
41

SUMBER KEPUSTAKAAN:

1. Azd –Dzaki; Bakir.2001. Psikoterapi dan Konseling Islam. Yogyakarta: Fajar Pustaka
Baru
2. Faizah dan Efffendi, L.Muchsin.2006.Psikologi Dakwah.Jakarta:Kencana
3. Foster, George; Anderson,B.G.1986.Antropologi Kesehatan. Jakarta:UI Press
4. Jalaludin.2001. Psikologi Agama. Jakarta: Raja Grafindo Persada
5. Latipun.2005. Psikologi Konseling.Malang:UMM press
6. Mc. Leod, John. 2006. Pengantar Konseling: Teori dan Studi Kasus. Jakarta: Kencana
7. Mudzakir,Yusuf.2001. Nuansa Psikologi Islami. Jakarta: Raja Grafindo Persada
8. Purwakania,Aliah B. Pengantar Psikologi Kesehatan Islami Jakarta Raja Grafindo
Persada
9. Rahmat, Jalaludin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya
10. Smet, Bart.1999. Psikologi Kesehatan.Jakarta:Gramedia

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013
42

Tim Penyusun Blok Komunikasi Efektif

FK UMP 2013