Anda di halaman 1dari 4

Pemeriksaan Radiologi Thorax

RS Citra Sari Husada


Intan Barokah No. Dokumen No. Revisi Halaman
1/4

Ditetapkan
SPO Tanggal Terbit Direktur RS Citra Sari Husada
(STANDAR PROSEDUR
OPRASIONAL)
Dr. Tresna Karmila, Sp.PK
NIP.

Pemeriksaan radiologi dari rongga Thorax dengan


1. PENGERTIAN
menggunakan sinar –x. Sehingga menghasilkan gambar
radiologi dan ekspertisenya.

2. TUJUAN Untuk memperlihatkan anatomi thorak.

3. KEBIJAKAN 3.1. Undang – Undang nomor : 36 tahun 2009 tentang


kesehatan.
3.2. Undang – Undang nomor : 44 tahun 2009 tentang
Rumah sakit.
3.3. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor :
410/MENKES/SK/III/2010 tentang perubahan Atas
Keputusan Mentri Kesehatan RI tentang standar
Pelayanan radiologi di sarana pelayanan kesehatan.
3.4. ……….

4. PROSEDUR Siapkan bahan dan alat – alat pemeriksaan yaitu :


4.1. Persiapan alat a. Kaset radiografi
b. Marker.

4.2.1. Pelaksana pemeriksaan thorak adalah radiografer dan


4.2. Penatalaksanaan pasien operator. Sedangkan pelaksana ekspertise adalah
dokter spesialis radiologi.
4.2.2. Pemeriksaan dilakukan di dalam ruangan radiologi.
4.2.3. Pemeriksaan dilakukakan bila ada permintaan dokter.
4.2.4. Pasien dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.
4.2.5. Pasien diberi penerangan untuk mengganti pakaian
yang dikenakan dengan pakaian pemeriksaan yang
telah disediakan dikamar ganti pakaian. Adapun
pakaian yang dilepaskan adalah baju bagian atas
dan BH.

Pemeriksaan Radiologi Thorax


RS Citra Sari Husada
Intan Barokah
No. Dokumen No. Revisi Halaman
2/4

Ditetapkan
SPO Tanggal Terbit Direktur RS Citra Sari Husada
(STANDAR PROSEDUR
OPRASIONAL)
Dr. Tresna Karmila, Sp.PK
NIP. -

4.3. Posisi Pemeriksaan 4.3.1.1 Pasien diberi penerangan untuk melepaskan benda
4.3.1. Posisi PA – benda yang bersifat radioopaque seperti kalung,
jepit rambut, bros, peniti dll.
4.3.1.2 Pasien diberitahu tentang prosedur pemeriksaan
bahwa bagian tubuh pasien akan diatur sesuai
dengan keperluan pemeriksaan.
4.3.1.3 Posisi pasien diatur berdiri dengan bagian dada dan
bahu menempel rapat pada kaset radiografi.
Kedua punggung lengan pasien diatur di atas
pinggang dengan siku flexi ditarik ke depan. Beri
tanda ( marker ) R / L pada sisi anatomi pasien pada
kaset dengan tidak mengganggu objek yang difoto.
4.3.1.4 CR : Tegak lurus kaset.
CP : tengah – tengah badan setinggi axilla.
4.3.1.3. FFD : 150 cm untuk paru – paru dan 200 cm untuk
jantung.
4.3.1.4. Kolimasi diatur sesuai objek pemeriksaan.
4.3.1.5. Kondisi eksposi diatur untuk anak = 40 kv. 2,8 mAS
non grid dan dewasa 46 kv, 6 mAS non grid.atau 49
kV, 9 mAS dengan grid.
4.3.1.6. Pasien diberitahu adanya aba – aba pemeriksaan.
4.3.1.7. Dibuat radiograf pada saat pasien melakukan tahan
napas setelah inspirasi penuh.
4.3.1.8. Kriteria hasil foto : Tercakup kedua lapangan paru –
paru termasuk kedua sinus costophrenicus dan
diafragmaticus. Kedua scapula tidak menutupi
lapangan paru –paru . Diafragma setinggi ± iga ke
10 ( belakang ). Kedua sterno clavicular joint
berjarak sama terhadap pertengahan vertebral
thoracalis. Tampak vertebral thoracalis sampai
thoracal IV.

Pemeriksaan Radiologi Thorax


RS Citra Sari Husada
Intan Barokah
No.Dokumen No.Revisi Halaman
3/4

Ditetapkan
SPO Tanggal Terbit Direktur RS Citra Sari Husada
(STANDAR PROSEDUR
OPRASIONAL)
Dr. Tresna Karmila, Sp.PK
NIP.

4.3.2. Posisi Lateral 4.3.2.1. Tubuh pasien diatur berdiri menyamping dengan
salah satu sisi tubuh menempel rapat pada kaset
radiografi.
4.3.2.2. Kedua tangan pasien diangkat ke atas kepala.
4.3.2.3. Beri tanda ( marker ) R / L pada sisi anatomi
pasien pada kaset dengan tidak mengganggu objek
yang difoto.
4.3.2.4. CR : Tegak lurus kaset.
4.3.2.5. CP : tengah – tengah badan setinggi axilla
4.3.2.6. FFD : 150 cm untuk paru – paru dan 200 cm untuk
jantung.
4.3.2.7. Kolimasi diatur sesuai objek pemeriksaan.
4.3.2.8. Kondisi eksposi diatur untuk anak 44 kV, 4 mAS.
non grid, dan dewasa 56kV, 10 mAS. non grid.
atau 60 kV, 10 mAS dengan grid.
4.3.2.9. Pasien diberitahu adanya aba – aba pemeriksaan.
4.3.2.10. Dibuat radiograf pada saat pasien melakukan tahan
napas setelah inspirasi penuh.
4.3.2.11. Kriteria hasil foto : Tercakup kedua lapangan paru
–paru , diafragma dan sinus costophrenicus.
Vertebral thoracalis satu garis. Bayangan costal kiri
dan kanan superposisi. Sternum satu garis dan
tampak processus spinosus.

Pemeriksaan Radiologi Thorax


No.Dokumen No.Revisi Halaman
RS Citra Sari Husada 4/4
Intan Barokah

Ditetapkan
SPO Tanggal Terbit Direktur RS Citra Sari Husada
(STANDAR PROSEDUR .
OPRASIONAL)
Dr. Tresna Karmila, Sp.PK
NIP.

4.3.3.1 Posisi Thorax AP supine dilakukan untuk


mengganti posisi PA karena pasien tidak dapat
berdiri karena kondisi yang lemah / tidak
kooperatif.
4.3.3.2 Tubuh pasien diatur tidur supine.
4.3.3.3 Kaset diletakkan rapat dibelakang badan pasien.
4.3.3.4 Kedua tangan pasien diletakkan ke atas kepala.
4.3.3.5 Beri tanda ( marker ) R / L pada sisi anatomi pasien
pada kaset dengan tidak mengganggu objek yang
difoto.
4.3.3.6 CR : Tegak lurus kaset.
4.3.3.7 CP : tengah – tengah badan setinggi axilla.
4.3.3.8 FFD : 150 cm untuk paru – paru dan 200 cm untuk
jantung.
4.3.3.Posisi AP Supine 4.3.3.9 Kolimasi diatur sesuai objek pemeriksaan.
4.3.3.10 Kondisi eksposi diatur sesuai keperluan.
4.3.3.11 Pasien diberitahu adanya aba – aba pemeriksaan.
4.3.3.12 Dibuat radiograf pada saat pasien melakukan tahan
napas setelah inspirasi penuh.
4.3.3.13 Pemeriksaan telah selesai dilakukan dan pasien
diminta untuk berganti pakaian kembali dan
selanjutnya menunggu hasil pemeriksaan.
4.3.3.14 Kriteria hasil foto : Tercakup kedua lapangan paru –
paru termasuk kedua sinus costophrenicus dan
diafragmaticus. Kedua scapula terlontar ke samping
atas . Diafragma setinggi ± iga ke 10 ( belakang ).
Kedua sterno clavicular joint berjarak sama
terhadap pertengahan vertebral thoracalis. Tampak
vertebral thoracalis sampai thoracal IV.

5.1. Instalasi Rawat Jalan


5.2. Instalasi Rawat Inap
5. UNIT TERKAIT
5.3. Instalasi Gawat Darurat
5.4. Rujukan Luar

6. DOKUMEN TERKAIT 6.1. Formulir permintaan pemeriksaan radiologi


6.2. Hasil Ekspertise

Anda mungkin juga menyukai