Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dodi Andrean Wijaya

NIM :160311100031

Kelas : B

Pengaruh Nitrogen Terhadap Tanaman

PENGARUH DOSIS DAN WAKTU APLIKASI PUPUK UREA


DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL
JAGUNG (Zea mays, L.) PIONEER 27
Diana Saragih, Herawati Hamim & Niar Nurmauli

Penelitian ini dilakukan dari bulan November 2011 sampai februari 2012
di kebun percobaan Politeknik Negeri Lampung, dengan menggunakan bahan
benih jagung hibrida varietas Pioneer 27, pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCL,
insektisida Fastac 15 EC, Furadan 3G, dan fungisida Ridomil 36 D. Rancangan
percobaan disusun secara frontal (4×3) dalam rancangan kelompok teracak sempurna
(RKTS) dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk urea yang terdiri dari 100
kg urea ha−1 ( d 1 ), 200 kg urea ha−1 ( d 2 ), 300 kg urea ha−1 ( d 3 ),
dan 400 kg urea ha−1 ( d 4 ). Faktor kedua adalah waktu aplikasi pupuk urea yang
diberikan secara bertahap pada jagung, yaitu sebanyak 2 kali pada 1 MST dan awal
berbunga ( t 1 ), sebanyak 3 kali yaitu 1 MST, 3 MST, dan awal berbunga ( t 2 ), dan
sebanyak 4 kali yaitu pada 1MST, 2 MST, 3 MST, dan awal berbunga ( t 3 ).

Penanaman dilakukan dengan sistem tugal dengan kedalaman 3-5 cm dan


jarak tanam 75 x 25 cm. Pemupukan dilakukan sesuai dengan dosis yang
diberikan sesuai perlakuan, sedangkan untuk pupuk SP-36 (150 kg ha-1), KCl
(100 kg ha-1) pada saat tanaman berumur 1 MST. Pengendalian hama dan
penyakit dilakukan setiap seminggu sekali. Panen dilakukan apabila telah
menunjukkan ciri matang panen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aplikasi pupuk urea tidak


berpengaruh pada pertumbuhan tanaman jagung kecuali untuk variabel tinggi
tanaman. Hal ini diduga karena penambahan tinggi tanaman yang terjadi bukanlah
penambahan jumlah ruas batang, melainkan penambahan panjang ruas-ruas
batang sehingga akan menghasilkan jumlah daun yang sama, batang tersusun dari
ruas yang merentang diantara buku-buku batang tempat duduknya daun, sehingga
jumlah buku dan ruas sama dengan jumlah daun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dosis dan waktu aplikasi
pupuk urea mampu meningkatkan bobot kering berangkasan. Dosis pupuk urea
optimum sebesar 285 kg urea/ha yang diaplikasikan sebanyak 4 kali lebih baik
dibandingkan aplikasi urea sebanyak 3 kali. Hal ini diduga pemberian pupuk urea
sebanyak 4 kali dapat mencegah kehilangan N baik melalui proses pencucian dan
penguapan. Adanya interval aplikasi pupuk urea maka unsur hara yang
diaplikasikan dapat tersedia bagi tanaman sehingga kebutuhan unsur N bagi
tanaman terpenuhi, dengan tersedianya unsur hara dalam jumlah yang cukup pada
saat pertumbuhan vegetatif, maka fotosintesis akan berjalan aktif dan protein yang
terbentuk akan semakin banyak.

Setiap penambahan dosis 1 kg urea ha-1 akan meningkatkan hasil jagung


per hektar sebesar 0,005 t ha-1 untuk aplikasi urea sebanyak 3 kali ( 1 MST, 3
MST dan awal berbunga) dan 4 kali (1 MST, 3 MST, 4 MST, dan awal berbunga)
dan pada dosis 400 kg urea ha-1 yaitu 10,93 t ha-1 dan 10,98 t ha-1. Pada dosis
100 kg urea ha-1 dengan aplikasi sebanyak 2 kali (1 MST dan awal berbunga)
memberikan hasil jagung sebesar 10,65 t ha-1.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa


waktu aplikasi urea yang diberikan secara bertahap hanya dapat meningkatkan
tinggi tanaman. Pemberian urea 3 dan 4 kali lebih baik dibandingkan pemberian 2
kali. Pemberian dosis 285 kg urea/ha mampu meningkatkan bobot kering
berangkasan. Pemberian dosis 100 kg urea/ha dengan aplikasi 2 kali (1 MST dan
awal berbunga) sudah meningkatkan hasil jagung sebesar 10,65 t ha-1.

PENINGKATAN EFISIENSI PUPUK NITROGEN PADA PADI


SAWAH DENGAN METODE BAGAN WARNA DAUN

Abdul Salam Wahid

Bagan warna daun (BWD) merupakan alat skala warna yang terbuat dari
plastik, terdiri atas enam skala warna mulai dari skala 1 dengan warna hijau
kekuningan hingga skala 6 dengan warna hijau tua, berukuran 7 cm x 19,50 cm.
Skala tersebut diperhitungkan berdasarkan skala pada alat SPAD yang efektif
digunakan sebagai petunjuk untuk pemupukan N pada tanaman padi.