Anda di halaman 1dari 34

“BEFORE YOU MAKE THE UNCONSCIOUS CONSCIOUS, IT WILL

DIRECT YOUR LIFE AND YOU WILL CALL IT FATE” (CARL GUSTAV
JUNG)

SELF MASTERY PROGRAM


“RANCANG BANGUN KEHIDUPAN”
Tahukah anda siapa yang memiliki quote yang saya tuliskan di atas judul dokumen
ini? Ya, dialah Carl Gustav Jung (1875 – 1961). Ia adalah psikiater Swiss dan perintis
psikologi analitik. Pendekatan Jung terhadap psikologi yang unik dan berpengaruh
luas ditekankan pada pemahaman "psyche" melalui eksplorasi dunia mimpi, seni,
mitologi, agama serta filsafat. Terjemahan bebas dari quote tersebut adalah;
“sampai kamu menyadari apa yang ada di bawah sadar itu, maka ia akan
mengendalikan hidupmu dan kamu akan menyebutnya sebagai takdir”.

Seringkali kita dengan mudahnya menyalahkan takdir. Padahal letak kesalahannya


justru pada program pikiran kita sendiri yang tidak selaras dengan tujuan atau
harapan yang kita inginkan. Kemudian juga dengan ringannya kita melempar
tanggung jawab itu kepada orang lain; orangtua, guru-guru, sekolah, lingkungan kita,
dll dengan kata-kata kurang lebih seperti ini :

“jika saja saya tidak dididik dengan cara demikian”

“mana mungkin sukses jika sekolah disini”


“guru-guruku terdahulu tidak pantas disebut pendidik, tidak mampu membangun
mimpi murid-muridnya”

“saya ini anak siapa, mana bisa sukses”

“saya bermasalah seperti ini karena andil orangtuaku juga”

“kalau saya berada di lingkungan itu lebih mudah sukses”

“kalau saya kuliah disana ya jelas beda lah hasilnya”

“sudahlah mas, saya ini balung kere”

“mana mungkin orang seperti saya bisa sama seperti dirinya”

Dan lebih banyak lagi kata-kata lain yang sesungguhnya mencerminkan adanya
program yang tidak beres di bawah sadarnya.

Sebelum kita lanjutkan lebih jauh, terlebih dahulu saya akan menjelaskan quote
dari Carl Gustav Jung di atas dengan berbagai fenomena berikut;

Anda pasti sering menemukan fenomena orang yang miskin dan tidak punya apa-
apa, sulit untuk keluar dari keadaan hidupnya yang melarat. Meskipun ia mendapat
bantuan dana langsung tunai sebanyak apapun, uang tersebut akan dapat dengan
mudahnya habis kembali.

Ada juga yang kesulitan mendapatkan jodoh, setiap kali berdekatan atau mencoba
menjalin hubungan dengan lawan jenis, selalu saja jika tidak kandas di awal, maka
kandas di tengah perjalanan asmaranya. Ada juga yang kesulitan mendapat
pekerjaan, atau senantiasa dipecat atau seolah ada sialnya melulu yang membuat
dia harus rajin berpindah-pindah pekerjaan.

Anda juga pasti sering menyaksikan orang yang memiliki kebiasaan buruk, antara
lain; mabuk-mabukan, suka bangun siang, perokok berat, suka main perempuan, suka
berhutang, tidak bisa menyimpan uang, dan banyak contoh lainnya.

Ada pula anak yang malas ke sekolah, malas belajar, malas mengerjakan tugas, suka
pada ketidaktaatan, membandel, menganggu teman dan banyak perilaku anak-
anak yang merugikan diri dan orang tuanya.

2
Atau jangan-jangan anda pun masih memiliki kebiasaan buruk yang susah diubah?
Apakah anda termasuk orang yang sulit mengendalikan emosi? Apakah anda susah
memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi orang lain? Jika bukan kebiasaan
buruk, mungkin anda tengah berusaha selesai dari permasalahan anda, namun
upaya-upaya yang anda lakukan seolah-olah berputar terus di tempat dan tak
kunjung selesai-selesai.

Saya hanya ingin mengajukan SATU PERTANYAAN?

APAKAH MEREKA, TERMASUK ANDA SENDIRI, TAHU BAHWA KEBIASAAN ATAU


PERILAKU TERSEBUT MERUGIKAN?

Dari sampel orang yang saya ajukan pertanyaan tersebut, 98% menjawab IYA.
Mereka tahu bahwa perilaku atau kebiasaan tersebut negatif dan merugikan.
Mereka tahu bahwa keadaannya dirinya sekarang sangat tidak menguntungkan.

Tidak usah jauh-jauh, Anda boleh tanyakan kepada orang yang merokok dengan
pertanyaan berikut ;

“Kenapa tidak mau berhenti merokok? Kamu tahu kan merokok itu membahayakan
kesehatan?”

Anda bisa tebak jawabannya kan? Nah apakah jawaban mereka ada di salah satu
pilihan di bawah ini?

1. Ya, saya tahu.. tapi gimana udah kadung kebiasaan


2. Waduh susah melepas dari kebiasaan merokok ini
3. Ya gue tau.. trus elo mau apa?
4. Sudah kecanduan nih.. gimana ya?
5. Saya sudah mencoba berhenti tapi selalu gagal
6. Aku sudah merokok dari kelas 4 SD, bagaimana bisa berhenti ya?
7. Bawel amat lu!
Atau anda bisa menambah deretan jawaban di atas? Saya yakin ia, banyak variasi
jawaban lain yang menunjukkan ternyata mereka tidak bisa (belum mampu)
menghentikan kebiasaan tersebut.
3
Silakan tanya juga kepada pelaku kriminalitas, mulai dari pencurian, pembegalan,
pemerkosaan, perampokan, penipuan, termasuk korupsi. Apakah mereka tahu
perilaku mereka salah? YA, mereka TAHU. Dan mereka sangat mengerti sekali bahwa
apa yang mereka lakukan adalah perbuatan dosa menurut agama mereka. Namun,
apakah pengeTAHUan ini membuat mereka tercegah dari tindakan kejahatan?
Ternyata TIDAK.

Orang yang kesulitan bangun pagi pun pada prinsipnya tahu bahwa kebiasaan itu
jelek. Namun ia kesulitan untuk menghentikan kebiasaan tersebut. Bahkan parahnya
lagi, ada anak yang kecanduan game akan SAKAW jika ia dilarang bermain game.
Ada suatu kasus seorang anak yang ketika dilepas dari game kesukaannya, ia
menunjukkan respon SAKAW, persis seperti ketika seorang pecandu sabu dijauhkan
dari candunya. Ini dibuktikan dengan pemindaian gelombang otaknya. Si anak
mampu bermain game selama 3 hari 3 malam tanpa henti, tanpa tidur dan tanpa
makan, sehingga tubuhnya bagai tulang dibalut kulit. Ibunya yang tidak tega dengan
keadaan dirinya mau tidak mau sampai harus menyuapkan makanan ke mulutnya
sembari ia bermain game. Ketika game itu dilepas, maka ia mengamuk.

Anda yang sudah kecanduan gadget pun bisa jadi SAKAW ketika satu jam saja tidak
melihat gadget. Gejalanya adalah perasaan gelisah ketika gadget tersebut
ketinggalan atau batrenya drop. Padahal dahulu sebelum ada gadget, anda mampu
merasa hidup lebih sehat.

Contoh terakhir, orang yang tidak percaya diri saat tampil di muka umum
sesungguhnya hati kecilnya tahu bahwa bahwa rasa tidak percaya dirinya tidak
perlu dituruti, namun selalu kalah dengan perasaan tidak percaya dirinya. Sama
persis dengan mereka yang mengidap phobia. Phobia adalah rasa takut yang tidak
beralasan, tidak logis atau berlebihan. Pengidap phobia paham sekali bahwa
perilaku mereka sangat tidak rasional, namun tidak mampu mencegahnya.

Sekali lagi pertanyaannya adalah; MENGAPA?

Saya sungguh-sungguh ingin memastikan bahwa anda ingin


tahu jawabannya

Sebab, perilaku dan kebiasaan buruk tersebut SUDAH MENJADI PROGRAM DI


BAWAH SADAR.

4
Ketika suatu perilaku sudah menjadi program di bawah sadar, maka cara
mengubahnya adalah dengan MENGAKSES LANGSUNG PIKIRAN BAWAH
SADARNYA.

Namun yang menjadi tantangan adalah, apakah setiap orang di dunia ini sudah
memahami CARA MELAKUKAN INTERVENSI PIKIRAN BAWAH SADAR? TIDAK. Oleh
sebab itulah suatu perilaku seolah menjadi program permanen yang mengendalikan
diri si pemiliknya. Dan inilah penjelasan dari

Before you make the unconscious conscious, it will direct your


life and you will call it fate

Mengapa demikian? Sebab banyak sekali praktisi hipnosis awam dan masyarakat
awam yang belum menyadari bahwa sifat pikiran bawah sadar itu antara lain :

1. Suatu program pikiran, ketika sudah menetap di pikiran bawah sadar


akan menjadi mekanisme servo hidupnya. Apa yang dimaksud dengan
mekanisme servo? Mekanisme servo adalah suatu bentuk kendali
otomatis, persis sebuah peluru kendali (rudal) yang ditembakkan untuk
menembak sasaran jarak jauh. Rudal tersebut akan bergerak sesuai
arah koordinat yang diprogram di GPS (Global Positioning
System)nya. Jika rudal tersebut terbelokkan karena pengaruh tiupan
angin atau perbedaan kepadatan udara, maka ia akan kembali lagi
ke jalurnya dengan cara mengoreksi lintasannya dan melakukan
perubahan arah otomatis untuk kembali ke jalur yang telah diprogram.
Oleh sebab itu sebuah rudal dalam keadaan normal selalu berhasil
jatuh pada koordinat sasaran secara tepat. Seperti itulah sebuah
program pikiran ketika telah menetap di dalam pikiran bawah sadar
maka akan menjadi sebuah mekanisme otomatis yang mengendalikan

5
hidupnya. Kebanyakan orang menyebutnya sebagai nasib, dan
bahkan sebagai takdir.
2. Pengaruh pikiran bawah sadar jauh lebih dominan dibandingkan
dengan pengaruh pikiran sadar. Keduanya bekerja paralel dan
bersinergi. Pikiran sadar memutuskan melakukan tindakan, sedangkan
pikiran bawah sadar yang memberikan data-data dan informasi
sesuai isi database memorinya. Pikiran bawah sadar pun menyimpan
program persepsi, emosi, keyakinan (beliefs), nilai-nilai (values) dan
fungsi otomatis tubuh. Ketika pikiran bawah sadar menginderai
adanya bahaya misalnya, maka pikiran bawah sadar akan
memberikan sinyal dengan perasaan takut, keringat dingin, jantung
berdegup lebih kencang dan mengaktifkan mode fight or flight.
3. Ketika suatu program sudah terinstal, maka ia TIDAK BISA TERHAPUS,
dan akan menetap selamanya, KECUALI bila ada PROGRAM LAIN
YANG MENGGANTIKANNYA
4. Sifat pikiran bawah sadar seperti anak kecil berusia 12 tahun yang
TIDAK DAPAT DIPAKSAKAN UNTUK BERUBAH, melainkan dengan cara
MEMBUJUKNYA untuk melakukan perubahan
5. Pikiran bawah sadar tidak dapat membedakan apakah program
tersebut baik atau buruk, merugikan atau menguntungkan, benar atau
salah. Sebagaimana dijelaskan diatas, perokok tahu bahwa merokok
salah, namun kenapa masih dilakukan? Ibu-ibu kebanyakan tahu kalau
merumpi itu mendekatkan diri pada gosip dan seringkali berujung
fitnah. Tidak baik bukan? Tetapi kenapa masih dilakukan. Anak anda
pun tahu kok bandel terhadap orang tua itu dosa, tetapi kenapa masih

6
dilakukan. Anak-anak sekolahan mengerti bahwa guru wajib dihormati
dan dipatuhi, tetapi kenapa masih suka nakal? Sebab pikiran bawah
sadarlah yang mengatur mekanisme servonya. Pikiran bawah sadar
tidak bekerja sesuai prinsip baik-buruk, untung-rugi dan benar-salah,
melainkan apakah program tersebut KULINO (terbiasa atau known)
atau TIDAK KULINO (tidak terbiasa, atau unknown). Jika tujuan dan
cara tersebut tidak ada dalam program bawah sadarnya, maka cepat
atau lambat pikiran bawah sadar akan melakukan pola SABOTASE
DIRI, baik secara halus maupun keras. Itulah kenapa ada perokok yang
ingin berhenti namun selalu kambuhan. Sudah mencoba bangun pagi
tetapi masih kembali ke pola kesiangan. Sudah mencoba sukses namun
di tengah jalan kandas dalam kegagalan.
6. KEKELIRUAN praktisi hipnosis yang tidak cakap, dan mengira bawah
untuk mengakses pikiran bawah sadar harus “ditidurkan” terlebih
dahulu (seperti yang ditampilkan dalam pertunjukan hipnosis di TV).
Padahal untuk menyadari keberadaan, mengakses dan mengintervensi
pikiran bawah sadar dapat dilakukan dengan melek dan sadar
normal seperti biasa.

7
Anda mungkin sering mendengar para
praktisi mengatakan bahwa fenomena
bawah sadar ini serupa dengan gunung es
(iceberg) di lautan kan? Sisi bagian atas
nampak terlihat kecil, sedangkan sisi
bagian bawah sangat besar dan
menguasai 88% pola kehidupan manusia.

Boleh dikatakan, apa yang nampak dan


yang disadari oleh diri kita adalah bagian
atas gunung es itu. Namun program-
program yang bekerja di bawah sadar
kita tidak lagi kita sadari.

Sebagaimana fungsinya, pikiran bawah sadar memang untuk :

1. Menjalankan fungsi refleks dan mekanisme pertahanan diri untuk


menjaga diri kita dari hal-hal yang kita nilai sebagai sesuatu yang
membahayakan. Siapakah yang memberi nilai? Persepsi kita. Ketika
ada sesuatu yang membahayakan, contoh saat kita jatuh maka secara
refleks kita akan melakukan gerakan tangan untuk melindungi kepala
atau dada kita. Demikian juga saat kita mencoba mengubah arah
program, yang bagi pikiran bawah sadar hal tersebut tidak KULINO,
maka untuk menjaga ‘keselamatan’ diri dari kondisi TIDAK KULINO
(=perubahan), maka pikiran bawah sadar secara cerdas, halus dan
massive akan melakukan pola sabotase. Hal ini akan dijelaskan lebih
lanjut di ruang pelatihan
2. Menjalankan fungsi otomatis tubuh dan pikiran. Detak jantung, gerakan
peristaltik, pencernaan, sekresi keringat dll diatur oleh bagian bawah
sadar ini, termasuk fungsi otomatis pikiran yang menggunakan metode
filtering : generalisasi, distorsi dan penghapusan (akan dijelaskan di
8
ruang pelatihan). Suatu program pikiran yang telah berhasil terinstal di
pikiran bawah sadar akan berjalan otomatis. Jika tidak percaya, apa
saja yang telah anda yakini sebagai kebenaran subyektif anda akan
mempengaruhi cara anda bertindak, bersikap dan bertutur kata. Inilah
yang membedakan setiap individu manusia di dunia ini.
3. Menyimpan database kehidupan kita. Tahukah anda bahwa setiap
informasi dalam hidup kita selalu tersimpan di dalam diri kita tanpa ada
sedikit pun yang terlupakan? Pikiran bawah sadar menyimpan dengan
baik setiap data, informasi, pengetahuan dan pengalaman dan
mengelompokkannya ke dalam cluster-cluster sistem syaraf kita. Kita
tidak mengingat suatu informasi bukan karena informasi itu hilang,
melainkan “disimpan” di bagian yang dianggap sebagai informasi tidak
penting.
4. Melakukan filtering. Filtering (penyaringan) adalah fungsi memilah dan
memilih informasi yang dianggap sesuai dengan diri kita atau tidak.
Saringan yang diberlakukan oleh bawah sadar kita berdasarkan :
sekumpulan belief dan values diri kita dan persepsi emosi.
Nah di poin nomor 4 kita menyebut istilah BELIEF. Apa sih belief itu? Secara harafiah
belief adalah keyakinan. Namun agar tidak rancu mari kita perjelas lagi, apakah
sama dengan keyakinan agama? Nah inilah yang membuat mispersepsi kita. Dalam
bahasa Indonesia keyakinan lebih dominan merujuk ke satu hal, yaitu keyakinan
beragama. Agar lebih jelas silakan lihat piramida di bawah ini, yang masing-masing
kata merujuk ke penggunaan kata keyakinan juga.

9
conviction

belief

opinion

Kita bahas dahulu satu per satu ya :

Opini, jika di alihbahasakan berarti pendapat. Pendapat ini pun sesungguhnya


adalah suatu keyakinan seseorang terhadap sesuatu namun tidak kuat pondasi
kebenarannya. Contoh saat seseorang mengatakan : “menurut pendapat saya, saya
yakin bukan dia pembunuhnya” atau “saya yakin malam ini MU yang bakal menang
dalam pertandingan sepakbola”, dsb. Namun ketika dibuktikan melalui fakta /
realita atau pembuktian kesaksian lain maka opini ini dengan mudahnya runtuh.

Belief adalah keyakinan yang subyektif yang menurut si empunya diri sebagai
kebenaran, dan bisa jadi menurut orang lain keyakinan tersebut salah. Misal si A
yang berasal dari etnis Jawa lebih suka menikah dengan sesama etnis Jawa.
Alasannya “Menikah dengan sesama suku lebih enak, karena akan lebih mudah
memahami kepribadian kita yang sesama Jawa”. Lha padahal jika kita ajukan
pertanyaan yang bersifat meta model, “darimana kamu tahu menikah dengan
sesama suku lebih enak sementara kamu sendiri belum mengalami pernikahan sama
sekali?”. Kira-kira apa jawabannya? “saya lihat dalam keluarga saya begitu, yang
menikah dengan sesama Jawa lebih adem ayem tentrem ketimbang dengan bulik saya
yang nikah dengan orang Belitung, Palembang dan Makassar”.

Pada individu yang lain kita temukan bahwa ia lebih suka menikah dengan pasangan
yang berbeda asal usul kesukuan atau beda etnis. Ketika ditanya alasannya, ia
10
menjawab “lebih baik nikah sama yang beda suku, kan dengan begitu kita bisa lebih
terbuka dan berwawasan untuk mengenal kebudayaan lainnya” dan bahkan ada
juga yang menjawab, “nikah beda suku itu seru om… kalau dengan sesama suku
malah bikin tidak maju”. Nah darimana ia tahu kalau menikah beda suku bakal akan
seperti itu?

Sebab manusia memiliki PERSEPSI masing-masing, dan persepsi ini dikendalikan oleh
BELIEF yang sifatnya sangat subyektif itu. BELIEF terbentuk karena pengalaman
individual, pembelajaran dan pemaknaan diri terhadap kejadian, serta imprint
(dicekoki) oleh orang lain yang dominan terhadap dirinya (orangtua / guru /
lingkungan bermain).

Apakah belief ada yang benar atau ada yang salah? TIDAK ADA. Semua belief
adalah benar. Benar menurut diri si individu, dan bisa jadi tidak benar menurut orang
lain. Karena masing-masing orang memiliki pengalaman hidup yang unik. Aturan
yang berlaku untuk belief bukanlah benar atau salah, melainkan apakah belief
tersebut MEMBERDAYAKAN DIRI atau MEMBATASI DIRI untuk meraih atau mencapai
sesuatu.

disempowering
empowering

Apa yang dimaksud dengan memberdayakan dan membatasi ini? Disebut


memberdayakan jika belief itu membantu dirinya ketika menginginkan keadaan

11
tertentu, dan disebut membatasi / tidak memberdayakan ketika justru belief itu malah
menghilangkan motivasi yang menggerakkannya untuk mencapai keinginannya.

Saya beri penjelasan melalui tabel berikut ya :

Contoh keinginan, “saya ingin memiliki sebuah rumah”, maka akan terjadi
pertarungan antar belief sebagai berikut :

BELIEF
EMPOWERING DISEMPOWERING
- Setiap orang pasti bisa / - Harga bahan bangunan
wajib punya rumah sendiri sekarang mahal
- Saya pun pasti bisa - Jika dipaksakan beli atau
- Jika orang lain mampu maka bangun dengan gaji segini
saya pun pasti mampu nanti malah putus di tengah
- Pasti ada jalan untuk jalan
memilikinya - Untuk apa punya rumah jika
- Malu kalau numpang mertua bisa numpang
terus - Mendingan apartemen atau
kos-kosan
- Rumah belum penting
sekarang
- Uangnya mending untuk beli
susu anak dulu

Perhatikan, belief bukan masalah benar atau salah, melainkan memberdayakan atau
tidak memberdayakan. Keinginan memiliki rumah bisa berhasil dan bisa juga gagal
tergantung dari seberapa banyak belief dirinya mengenai “memiliki sebuah rumah”.
Jika lebih kuat intensitas emosi dan jumlah kesadarannya pada empowering belief
maka tujuan memiliki rumah akan berhasil, sedangkan jika disempowering yang
malah lebih banyak maka tujuan kepemilikian rumah berpeluang besar menuju
kegagalan, dan bisa juga berhasil namun akan sangat-sangat lama dalam
mewujudkannya.

Sulitkah mengubah belief? “Pak, saya sudah berupaya menambahi jumlah belief
yang empowering tetapi kok tetap tidak bisa juga?”. Mengubah belief memang
mudah jika tahu caranya dan susah jika anda belum memahami bagaimana awal

12
mula terbentuknya. Mengubah belief bukan sekedar asal tulis atau asal ucap saja,
melainkan bermain di area rasa. Belief bersumber dari pengalaman individual dan
anda tidak bisa serta merta mengubah begitu saja sebab belief adalah bagian dari
program diri yang tidak segampang itu juga mengubahnya. Jadi bagaimana cara
mengubahnya? Kami latihkan di kelas nanti.

Kita lanjutkan dulu ke level keyakinan yang tertinggi, yaitu CONVICTION. Apa arti
conviction? Ya keyakinan juga. Namun conviction adalah keyakinan yang bersifat
transendental, spiritual dan dogmatis. Conviction adalah keyakinan yang tidak
boleh diperdebatkan lagi. Conviction adalah keyakinan yang masuk wilayah tabu,
pamali atau haram jika diotak-atik karena berhubungan dengan rahasia kehidupan
yang lebih tinggi. Sebagai contoh ; beranikah anda meragukan keberadaan Tuhan
anda? Bagaimana jika Nabi yang anda ikuti dilecehkan oleh orang lain? Bagaimana
jika keyakinan beragama anda diejek? Bagaimana jika kitab suci anda diinjak-injak?
Apakah anda percaya malaikat?

Keyakinan-keyakinan yang berada di area conviction tidak perlu diperdebatkan


atau dipermasalakan, sebab itu berkaitan erat dengan bagaimana cara si individu
mengenali Tuhannya. Sangat riskan sekali jika kita mempertanyakan keyakinan
conviction ini. Tetapi sangat bodoh juga jika kita tidak bisa membedakan mana
keyakinan di area belief dan mana keyakinan yang masuk ranah conviction.

Bagaimana belief terbentuk pertama kali?

Ada yang mengatakan bahwa sesungguhnya manusia hanya memiliki dua jenis
ketakutan yang alami. Ketakutan alami adalah rasa takut yang dibawa sejak lahir.
Ketakutan alami yaitu takut pada suara keras dan takut jatuh. Sedangkan ketakutan-
ketakutan lainnya, antara lain :

- Takut bicara di depan umum


- Takut gagal
- Takut memulai sesuatu yang baru
- Takut cicak, kecoak, anjing, kucing, kambing, ruangan sempit, jarum
suntik, dan berbagai macam phobia lain
13
- Takut diberi tanggung jawab
- Takut duduk di depan kelas
- Takut dijauhi teman
- Takut berbisnis
- Takut nikah
- Takut melakukan hubungan sexual (padahal dengan pasangan sah)
- Dll
Kesemuanya adalah rasa takut yang dipelajari. Lho kok ada rasa takut yang
dipelajari? Ya ada dong, itu disebutkan di atas. Proses pembelajaran yang dimaksud
disini adalah proses memaknai pengalaman yang dialami, sehingga kemudian
disimpulkan dan dijadikan belief pribadi.

Coba amati anak kecil. Anak kecil usia bawah tiga tahun tidak mengenal rasa takut
sama sekali. Apapun ingin didekatinya, apapun ingin diinderainya, apapun juga ingin
dicobanya. Namun orangtuanya / pengasuhnya yang justru was-was karena
tiadanya rasa takut juga dapat membahayakan. Maka mulailah program “awas,
jangan kesitu…nanti kamu…..”. atau malah ditakut-takuti, “awas kalau nakal nanti
mama bawa ke dokter biar disuntik!”, “itu ada om polisi nanti biar kamu ditembak”.
Bah! Ini disebut sebagai IMPRINT.

Lambat laun program ketakutan ini pun terinstal. Apakah program ketakutan hanya
didapat dari imprint? Tidak juga. Hari demi hari si anak beranjak dewasa dan
mengalami peristiwa demi peristiwa. Secara fitrahnya manusia memang dibekali
kemampuan untuk mempersepsi, sebab manusia memang dikarunia kemampuan
belajar yang luar biasa. Ketika si anak yang tumbuh menjadi remaja putri disakiti
oleh lelaki, maka bisa juga dengan cepat ia menyimpulkan bahwa lelaki
menyakitkan. Kemudian untuk kedua atau ketiga kali ia dibohongi, maka ia
menyimpulkan bahwa semua lelaki buaya. Ia pun mulai menumbuhkan kepekaan
akibat Reticular Activating System (RAS)1 terhadap ‘bahaya lelaki’. Ia mendapati
pula ibunya disakiti oleh ayahnya. Ia melihat ayah teman sepermainannya direbut
wanita lain. Ada juga tantenya yang ditinggal pergi suami tanpa kabar berita.

1 RAS adalah suatu program yang membuat manusia lebih awas pada sesuatu yang sedang menjadi perhatian
utamanya.
14
Lahirlah generalisir (penciptaan kesimpulan umum) bahwa lelaki menyakitkan dan ia
memilih tidak mendekati ataupun didekati lelaki dalam hidupnya. Apakah cukup
sampai disini? Tidak. Kesimpulan ini belum dapat dikatakan sebagai program bawah
sadar. Disebut program bawah sadar adalah ketika peristiwa-peristiwa beserta
pemaknaan saat itu, telah berhasil ia lupakan dan ia sibuk dengan dunianya saat ini.
Dengan demikian pemaknaan tersebut berpindah ke bawah sadarnya dan menjadi
program otommatis. Ia tumbuh menjadi wanita dewasa dan telah matang. Sudah
saatnya ia menikah namun sayang, kerap kali menjalin hubungan istimewa dengan
seorang lelaki pujaannya, ada saja yang membuat hubungan tersebut gagal. Ada
saja yang membuat upayanya mencari jodoh kandas di tengah jalan. Tetapi ia tidak
tahu kenapa.

Apakah setiap wanita begitu? Tidak. Ada juga yang meskipun pada awalnya
tersakiti namun ia memilih tetap memaknainya positif dan mau membuka diri
terhadap pengalaman lain. Sekali lagi, sejarahnya belief adalah sangat subyektif.
Bagi yang memaknai setiap peristiwa dengan emosi yang positif maka peristiwa itu
tetap positif, setidaknya netral-netral saja. Dengan begitu “program jodoh” dalam
dirinya tidak ada kendala sama sekali.

Banyak juga yang ketika kecil sering menyaksikan orangtuanya berteengkar gara-
gara uang. Ia sering mendengar orangtua berteriak, ribut dan mengatakan “cari
uang itu tidak mudah!!”. Dan “memang kamu pikir uang tinggal petik di pohon?!!”. Di
lingkungannya ada beberapa yang hidup di bawah garis kemiskinan. Di koran-koran
ia mulai sering membaca berita negatif tentang kesulitan uang. Adapun ia sendiri
terbiasa dijatah uang jajan harian, yang cukup tidak cukup, habis tidak habis ya
segitu-gitu saja. Orangtua juga tidak pernah membiasakan reward berupa uang.
Benar dugaan anda jika mengira akhirnya program keuangannya menjadi rusak.
Tetapi bisa juga tidak. Awas jangan salah, yang menjadikan suatu program rusak
bukanlah pengalaman, melainkan persepsinya (penilaian dirinya) terhadap
pengalaman tersebut sehingga dengan demikian jeleklah makna uang bagi dirinya.

Bagaimana mengenali ciri-ciri rusaknya program uang? Bisa terjadi hal-hal berikut :

- Kesulitan mencari uang dengan semua alasan logisnya

15
- Tidak bisa memegang uang, karena setiap kali punya uang maka akan
terjadi pola spending (suka menghabiskan uang, dengan entah alasan
apa saja yang logis baginya).
- Jika menabung, tabungannya tidak pernah melampaui angka tertentu
ketika telah mencapai angka tertentu maka akan terjadi lagi pola
sabotase diri berupa perilaku-perilaku spending atau alasan yang
logis untuk keluarnya uang.
Kenapa saya sebut alasan logis? Sebab program atau pola sabotase diri memang
logis. Tidak ada hal mistik dalam pola sabotase diri, melainkan semua alasan logis
baik karena dorongan perilaku sendiri maupun terjadi proses LoA (Law of Attraction)
yang mengijinkan suatu peristiwa terjadi untuk kembali membatasi dirinya. Pola
sabotase yang mengakibatkan mekanisme servo dirinya mengarahkan pada
program kegagalan uang.

Dalam hal perjodohan pun pola sabotase diri akan berjalan dengan teramat sangat
logis. Apa logikanya?

- Biasanya akan terjadi keadaan dimana si individu salah memilih calon


yang tepat bagi dirinya / memilih orang yang salah
- Ia tidak menyukai kekurangan-kekurangan yang ada pada si calon
- Muncul godaan dari orang lain
- Ada-ada saja kesalahan dari dirinya atau calon pasangannya yang
menyebabkan kegagalan hubungan tersebut
Jadi apa yang harus dibenahi? Sederhana, untuk mengubah realita dunia kita maka
ubahlah terlebih dahulu program diri kita. Inilah yang akan dibahas dalam pelatihan
Self Mastery Program nanti. Saya akan mengajak para trainee untuk mengenali
program-prograam negatif dalam dirinya, memetakan belief-belief yang
mendukung dan menghambat, lalu bagaimana cara terbaik memprogram ulangnya.

Program-program pikiran dalam ruang lingkup apa saja yang akan kita cermati?

16
Ada 8 yaitu :

1. Emotional dan Spiritualisme


2. Keuangan / materi
3. Karir / pekerjaan
4. Special Relationship / Keluarga
5. Kondisi kesehatan fisik
6. Kehidupan sosial
7. Leisure / hiburan / kesenangan
8. Kontribusi kita bagi lingkungan
Apa yang akan kita temukan? Yaitu :

1. Program yang menghambat (disempowering belief) dan bagaimana


cara meng-uninstalnya dan menggantinya dengan empowering belief?
2. Bagaimana strategi terbaik dalam mencapai kesuksesan di aspek-
aspek tersebut?
3. Bagaimana memindahkan program baru tersebut ke alam bawah sadar
kita secara permanen?

Sebelum anda memutuskan untuk mengikuti program ini, silakan lagi simak uraian
berikut.

Ada dua anak jenius pada tahun 1970an, Richard Bandler, ahli matematika, dan John
Grinder, ahli linguistik yang mengajukan pertanyaan sangat sederhana; apa
perbedaan yang mebedakan orang yang sukses dari orang yang biasa-biasa saja?

Melalui penelitian dan praktek berulang-ulang selama 20 tahun, mereka menjadikan


model orang-orang yang sukses di bidangnya: ahli komunikasi, terapis, psikolog,
manajer, pengacara, dsb. Akhirnya mereka menemukan intisari sukses mereka, yang
dirumuskan dalam metodologi yang dinamai Neuro Linguistic Programming (NLP). Ini
17
bukanlah ilmu psikologi baru, melainkan sains tentang pengalaman subjektif manusia,
tentang belajar bagaimana cara otak belajar dan bekerja, memodel keunggulan
manusia dll. Untuk menjabarkan NLP memang butuh banyak buku untuk dituliskan.
Namun kita disini hanya mengambil satu bagiannya saja yaitu SELF MASTERY dan
RANCANG BANGUN JALUR KESUKSESAN ANDA.

Self Mastery adalah penguasaan diri. Apa yang harus anda kuasai? Terlebih dahulu
pikiran dan perasaan anda. Ada jargon yang mengatakan

Rule your mind or it will rule you

Atur pikiranmu, atau kamu diatur pikiranmu. Begitulah artinya kira-kira.

Bagaimana dengan rancang bangun kesuksesan? Intinya Bandler dan Grinder


menemukan bahwa hanya ada 4 langkah yang membedakan antara orang sukses
dengan orang biasa-biasa saja, yaitu :

1. Memiliki tujuan yang jelas, tidak ambigu (clear and non ambiguous
outcome)
2. Bertindak dalam mewujudkan tujuannya (action)
3. Memiliki kepekaan (acquity) untuk menemukan feedback, sudah sampai
dimana dirinya dalam mencapai tujuan
4. Fleksibel atau lentur, yaitu mau mencoba cara lain atau pandai
membuat berbagai alternatif ketika action berjalan tidak sesuai
rencana, atau ketika rencana menemukan jalan buntu

Apakah anda ingin sukses? Ih pertanyaan macam apa ini?, sudah pasti setiap orang
ingin sukses. Sekarang silakan jawab pertanyaan ini, apa ukuran kesuksesan anda?
Ini adalah pertanyaan yang sama yang diajukan oleh Bpk. Dr. RH. Wiwoho (Pak Wi)
pada kami para peserta pelatihan Personal Power di IndoNLP. Tahukah anda, dan
mungkin anda pun akan menjawab hal-hal serupa :

1. Punya rumah mewah


18
2. Punya mobil mewah
3. Punya istri / suami rupawan
4. Punya keturunan yang baik dan soleh/solehah
5. Punya penghasilan milyaran
Dan banyak lagi kriteria sukses lainnya. Tetapi pertanyaan Pak Wi selanjutnya
sangat menohok. Yaitu, apakah kriteria rumah mewah menurut bapak A dan ibu B
yang di duduk di belakang akan sama persis ? TIDAK. Kita memiliki “peta” (persepsi
kita sendiri) mengenai ukuran atau kriteria rumah mewah itu. Jika bagi saya punya
rumah mewah adalah suatu hal yang sudah jelas, namun bagi teman di sebelah saya
rumah mewah dalam persepsi saya adalah sesuatu yang ambigu atau abstrak.
Kriteria pastinya belum jelas.

Sesuatu yang belum jelas bagi orang lain, maka bagi pikiran bawah sadar kita pun
belum jelas. Cara mengukurnya yaitu jika konsep yang kita buat kita berikan kepada
orang lain dapat dimengerti oleh orang tersebut, maka artinya konsep itu sudah jelas.
Jika orang itu masih bertanya-tanya (apa, dimana, kapan, seperti apa, mengapa,
bagaimana persisnya dll), artinya konsep itu belum jelas secara detil bagi dia.
Demikian juga pikiran bawah sadar kita sendiri. Karena ketiada-jelasan tersebut
maka program tidak akan berjalan, sebab koordinat GPSnya belum disetting secara
akurat.

Di dalam NLP, kita belajar mengklarifikasi tujuan diri sendiri dan ini pun akan
diajarkan dalam kelas Self Mastery Program. Kita seringkali tidak menyadari
bahasa-bahasa ambigu yang kita lontarkan terhadap diri sendiri. Disebut ambigu
sebab pengertiannya sangat luas. Sebagai contoh, anda mengatakan “aku ingin
bahagia”. Mungkin anda menganggapnya jelas, namun bagi pikiran bawah sadar
anda, bahagia memiliki banyak konotasi dan persepsi, oleh sebab itu disebut ambigu.
Saya, selaku individu lain dan juga teman anda yang lain sebagai individu lain pun
memiliki tolok ukur sendiri dan pemaknaan tersendiri terhadap kebahagiaan. Jika
kita uraikan dengan pertanyaan sebagai berikut :

1. Siapa yang membuat anda bahagia? Diri sendiri? Orang lain? Maka
pertanyaan ini akan membantu anda memperjelas siapa yang
bertanggungjawab mengadakan rasa bahagia bagi diri anda.
19
2. Apa yang membuat anda bahagia? Keadaan emosi tertentu? Keadaan
tertentu/ persepsi tertentu? Atau apa?
3. Kapan anda bahagia? Malam hari? Pagi hari? Sepanjang waktu? Saat
dipeluk? Saat mendapat sesuatu? Saat bercinta? Saat apa? Ketika
muncul keadaan tertentu atau ketiadaan tertenntu? Banyak sekali
ambigunya kan?
4. Bagaimana persisnya anda bahagia? Apakah dengan bahagia itu
ditandai anda tersenyum lebar atau tertawa terbahak-bahak?
5. Berapa kali dalam sehari anda berbahagia? Setiap waktu? Setiap
sholat? Setiap diberi sesuatu? Setiap bersyukur? Setiap apa?
Mengapa anda butuh kejelasan? Mungkin alasan berikut akan lebih memudahkan
anda untuk memahami.

Merry berpesan kepada saya untuk mmembantunya mencarikan jodoh seorang


lelaku yang ganteng. Saya kuatir dengan kriteria ganteng menurut Merry tentu akan
berbeda dengan kriteria ganteng menurut saya. Ganteng menurut Merry mungkin
seperti Nicholas Saputra, tetapi bagi saya lelaki seperti Onky Alexander jauh lebih
ganteng. Nah ketidakcocokan kriteria ini diakibatkan karena masih ambigunya
makna ganteng. Tidak jelas, alias tidak spesifik.

Jauh lebih mudah jika ia berpesan, “Pak, saya inginnya lelaki dengan tinggi badan
antara 170 – 175 cm, berkumis, tidak tatoan, rambut hitam lurus lebat, jangan yang
ikal. Alangkah bagusnya jika tubuhnya juga atletis dan tidak bau badan”. Ini ganteng
menurut Merry dan karena itulah keinginannya maka saya ikuti tanpa mencampuri
dengan makna ganteng menurut saya.

Ini seperti anda mengatakan kepada sopir taksi sebuah alamat yang jelas untuk
dituju, dibandingkan dengan anda katakan “Pak ke Palembang”, tetapi anda tidak
menyampaikan alamatnya dimana? Kelurahan apa? Kompleks perumahan apa?
Lewat jalan mana?.

20
Jika Merry berpesan seperti itu maka jauh lebih mudah bagi saya mencari Si Ganteng
itu. Jika tidak, maka saya akan carikan lelaki ganteng menurut versi saya yaitu yang
hitam manis seperti Shah Rukh Khan, tidak berkumis, berambut ikal, dengan tinggi
badan diatas 175 cm.

PIKIRAN BAWAH SADAR BISA DIPROGRAM


Ini masih untuk membahas tentang kejelasan tujuan itu. Jawab pertanyaan ini,
pernahkah anda ingin bangun tepat pukul 4.30 WIB dan anda mengatakan pada
diri “ada yang penting besok, aku harus bangun jam 4.30”. Eh, hebatnya ternyata
anda benar-benar bangun tepat 4.30 WIB tidak kurang
tidak lebih? Jika pernah, hebat! Artinya anda sudah tahu
caranya memprogram pikiran sesungguhnya semudah itu.

Pernah juga saya katakan pada audiens saya bahwa


saya akan mempresentasikan paparan saya dalam
waktu 12 menit 25 detik, kemudian saya lanjutkan
presentasi. Ternyata ketika saya berhenti bicara, itu
tepat pada menit ke 12 dan detik ke 25. Kebetulan?
Tidak juga? Jika ada sesuatu yang penting bahkan
urgen dan kita memiliki tujuan yang jelas, maka
program itu bisa presisi berjalan.

Program pikiran berjalan dengan syaratnya yang hanya dua :

1. Ada urgensi / value yang tinggi dalam program tersebut, biasanya


suatu intensitas emosi tertentu yang ingin dicapai (berkaitan dengan
keselamatan diri, senang, bangga, bahagia dll yang jelas)
2. Tujuan yang jelas / presisi
Akan berbeda hasilnya jika anda katakan, “aku ingin bangun sepagi mungkin”, maka
akan ada 3 kemungkinan :

1. Anda bangun sepagi mungkin, bisa jam 1, jam 2 atau jam 3 pagi
2. Bisa juga malah tidak bisa tidur karena gelisah

21
3. Anda bangun jam 7 atau 8, karena bagi memori anda jam segitu pun
masih pagi
Apa efeknya bila jika anda berjalan dengan program yang masih ambigu? Akan
terjadi MISSING LINK atau mata rantai sukses yang terputus. Programnya ngadat,
atau istilahnya ada debug program. Anda merasa sudah jelas, namun pikiran bawah
sadar anda masih berputar-putar tanpa kejelasan. Anda merasa ada sesuatu yang
HILANG, ada yang KOSONG, anda tahu tujuan, tetapi ada SESUATU YANG
MENGHAMBAT dan anda kehilangan gagasan dimana letak putusnya. Ini sama
seperti keadaan anda tidak bisa tidur dan gelisah.

Apa akibatnya missing link ini bagi anda? Akan terjadi kegelisahan atau gangguan
kecemasan, dan anda tidak tahu apa. Bahkan kecemasan ini pun anda tidak dapat
mendeteksi, namun praktisi hipnoterapi profesional akan segera mengidentifikasi
gejala-gejala kecemasan sebagai berikut yang mungkin beberapa di antaranya
terjadi pada diri anda, antara lain :

- Mudah gugup di depan orang lain


- Suka menunda-nunda pekerjaan
- Tidak mampu membuat skala prioritas
- Suka panik melihat adanya ketidakberesan
- Sering muncul perasaan malas dan kehilangan arah motivasi
- Emosi yang tidak terkontrol
- Tidak jelas dalam mengutarakan ide atau mengungkapkan perasaan
- Perasaan tidak nyaman mengungkapkan perasaan
- Ada rasa yang tidak plong
- Boros, suka menghabiskan uang yang sudah didapat
- Suka terlalu menekankan sesuatu, kompulsif dan terlalu asertif
(menekan) bagi orang lain

22
- Penyimpangan perilaku dan kebiasaan (merokok, kecanduan game,
kecanduan gadget, kecanduan seks, terlalu berlebihan terhadap
sesuatu)
- Ketakutan terhadap hal-hal tertentu yang tidak rasional
- Kondisi kesehatan yang naik turun dengan pola tertentu, meskipun
sudah menjaga pola hidup sehat (makan, istirahat dan olahraga)
Nah, jadi jelas kan mengapa anda mengalami hal-hal di atas?? Karena ada mata
rantai yang hilang dan anda tidak tahu apa atau kenapa. Ini disebut sebagai
KEBOCORAN ENERGI PSIKIS, atau adanya lintah energi yang diam-diam
menggerogoti hidup anda.

Tenang, kami akan membantu anda untuk menemukan letak kebocoran energi psikis
dan “program pikiran yang sedang mandeg” anda. Tetapi tentu tidak bisa tuntas
hanya dengan membaca, harus ada ACTION. Lalu apa ACTION saja cukup? Ya
nggak bisa doong… mulai dari mananya kan belum tauu..!

Maka, anda pun akan saya berikan suatu strategi pencapaian impian dengan
metode CHUNKING. Wah..duh, chunking iki makhluk opo meneh :D

Saya menggambarkan chunking dengan cara begini. Jika ada seekor gajah besar,
bagaimana cara anda menghabiskannya? Tunggu, kata menghabiskan ini masih
ambigu kan? Menghabiskan dengan maksud dihitung habis? Dihabisi = dibasmi? Atau
makan sampai habis? Ya, yang saya maksud bagaimana cara memakan seekor
gajah besar sampai habis?

1. Anda perlu menangkap gajah itu terlebih dahulu


2. Menyiapkan alat untuk menyembelih dan siapa yang membantu
3. Menyembelihnya
4. Mencincangnya kecil-kecil sampai pada bagian yang dapat disimpan
terlebih dahulu. Sampai disini anda membutuhkan beberapa freezer
besar.

23
5. Mencincangnya lagi sampai pada bagian-bagian kecil yang bisa
dimasak dan disendokkan ke mulut anda mampu mengunyahnya
6. Membuat jadwal / agenda hari demi hari dimana anda akan memasak
daging gajah per hari dan per minggu sampai tuntas, disini mungkin
anda membutuhkan ;
a. Bumbu yang diperlukan
b. Alat masak yang diperlukan
c. Jika bumbu / alat masak belum ada maka anda perlu belanja,
maka perlu tahu terlebih dahulu :
i. Lokasi belanja
ii. Kendaraan untuk ke pasar
iii. Uang untuk belanja. Jika uang belum ada maka ini akan
ditelaah lagi sebagai outcome berikutnya
7. Apapun juga yang membuat anda sampai tahu detil apa yang harus
ada sebagai “tindakan langkah pertama” memakan gajah utuh sampai
habis, dan menemukan lintah energi berupa detil apa yang terlewatkan
di pikiran bawah sadar anda
Jadi chunking adalah penjabaran outcome anda. Banyak trainer-trainer yang
menekankan pada kejelasan outcome, lalu ada yang mengajak action. Namun lupa
bahwa PENJABARAN harus penting agar anda tidak kehilangan energi psikis di
tengah jalan. Chunking akan mengajak anda memetakan :

1. Sumber daya apa yang sudah anda punyai?


2. Tambahan summber daya apa yang saya butuhkan?
3. Darimana saya mendapatkannya? Bagaimana caranya?
4. Apa hambatan untuk mendapatkan tambahan sumberdaya tersebut?

24
5. Masih adakah yang perlu dijabbarkan lagi (chunking) di dalam
outcome?
6. Masih perlukah dilakukan chunking down?
Semakin rinci anda menjabarkan suatu outcome maka akan semakin mudah untuk
menjalankannya.

Berikut akan ada pertanyaan yang mengkritisi program pelatihan ini, dengan
pertanyaan kurang lebih seperti ini :

“Pak kalau begitu pelatihan ini bakalan rumit sekali?” maka saya akan menjawab
dengan pernyataan berikut :

Anda dalam melakukan pekerjaan anda, berani merincikan detil rencana kerja anda,
tetapi kenapa untuk kehidupan anda yang lebih penting anda malas untuk
melakukannya?

Jika boss anda dalam kehidupan ini adalah Tuhan, bagaimana pertanggungjawaban
anda dalam merencanakan kontribusi anda di kehidupan ini? Hidup bukan soal take
aja lho… hidup ini pun soal giving, termasuk giving waktu anda terhadap diri sendiri
dan keluarga terdekat

Saya menjamin bahwa kelas dibawakan dalam suasana santai. Meskipun ilmu yang
anda dapatkan serius, namun anda pastinya membutuhkan suasana yang segar
dalam merancang outcome anda.

“apa lagi yang harus kami lakukan dalam merancang kehidupan kami?”

Saya akan mengajak untuk belajar membuat chunk terhadap outcome yang kecil-
kecil dan remeh temeh dulu sebagai pembelajaran, sampai anda mengerti caranya.
Kemudian saya akan mengajak anda untuk mendesain blue print kehidupan anda
dalam 8 aspek kehidupan (spiritual, materi, karir, relationship, kehidupan sosial,
kesehatan, leisure dan kontribusi).

25
Blue print tersebut akan kita jabarkan menjadi outcome-outcome kecil. Hingga
kemudian akan anda lanjutkan untuk merencanakan hal-hal kecil yang perlu anda
capai dalam kehidupan.

Keunttungan kelas ini nanti adalah rekan berlatih anda akan membantu anda untuk
MENG-CLARIFY, atau memperjelas tujuan anda agar tidak ada lagi bagian yang
ambigu dan berpotensi menjadi lintah energi anda. Kemudian saya akan membantu
mengkoreksi atau mengevaluasi jika masih ada outcome yang harus dijabarkan lagi.

“pak kenapa tidak membuat pelatihan yang mudah-mudah saja dan harganya
jadi murah, sekitar 600-700rb seperti yang dilakukan oleh trainer XYZ?”

Saya tanya balik kepada diri anda? Apakah hidup sesederhana itu? Jika anda
sedang mengalami anxiety, dan trainer tersebut mengajarkan teknik untuk mencapai
ketenangan dan kesembuhan, saya setuju jika benar anda akan sembuh. Namun anda
akan kembali lagi pada pola lama anda akibat mekanisme servo ini. Ada akar
masalah yang belum dibereskan, apa akar masalahnya? Lintah energi yang masih
anda biarkan bercokol dalam kehidupan anda. Anda mau bolak-balik tanpa
kejelasan tujuan?

Justru ketika anda telah membereskan hal-hal yang rumit ini, langkah hidup
selanjutnya akan lebih ringan sebab anda hannya perlu menjaga diri anda agar
keep on the track; tetap pada lintasan.

Kemudian dalam kelas ini juga saya akan mengajak anda menyadari sisi ACQUITY
dan FLEXIBILITY, sebagai perangkat utama anda untuk menjaga diri anda keep on
the track.

Bagaimana pelatihan ini kemudian membantu anda mewujudkan relationship yang


lebih berkualitas?

Perhatikan diagram di bawah ini :

26
Peran Elemen Komunikasi

7%

Kata-kata
Mutu Suara
38% Fisiologis
55%

Menurut penelitian dari Profesor Albert Mehribian, komunikasi terdiri dari fisiologi
55%, mutu suara 38%, dan kata-kata 7%. Ini juga sekaligus sebagai penjelasan
bahwa pikiran bawah sadar bukanlah sesuatu yang jauh. Pikiran bawah sadar
adalah pikiran yang mengatur fungsi otomatis, yaitu antara lain mutu suara dan
fisiologis. Sementara peran pikiran sadar hanya mengatur kata-kata apa yang anda
gunakan.

Di dalam berkomunikasi, apa yang membuat paling berkesan? Ternyata bukan


tentang apa yang anda katakan, melainkan bagaimana cara anda mengatakannya.
Kesan emosi yang ditimbulkan lebih banyak pada kualitas suara dan fisiologis anda
(ekspresi, gesture dan postur). Sehingga untuk dapat melakukan pendekatan yang
baik kepada orang lain, mutu suara dan fisiologis harus lebih banyak mendapatkan
perhatian. Ini agar lawan bicara anda dapat memaknai komunikasi sesuai dengan
apa yang anda maksudkan. Bukankah makna dari komunikasi ada pada respon yang
anda dapat nantinya?

Saya berani taruhan, ilmu ghaib setinggi apapun tidak ada yang akan membantu
anda dalam kehidupan sosial anda jika attitude dalam berkomunikasi tidak anda
perhatikan.

Jadi kesimpulannya, apa yang pelatihan ini akan berikan pada anda?

27
1. Memahami sistem penafsiran yang akan mengajak anda untuk paham
bagaimana cara otak belajar dan menyajikan ulang hasil pembelajaran
anda (representational system) dan mengetahui modalitas belajar
terbaik anda (VAK)
2. Memahami program pikiran bawah sadar dan bagaimana cara
memetakan belief yang mendukung (empowering) dan yang
menghambat (disempowering) diri anda
3. Mengajak anda menemukan “lintah energi psikis” anda dan menambal
“kebocoran-kebocoran” energi secara cepat dan nyata
4. Memahami konteks (mengapa, apa, dimana, siapa, bagaimana dan
kapan) suatu belief dan berlatih untuk lebih open minded
5. Teknik mengatasi belief yang menghambat melalui pertanyaan yang
memberdayakan diri (meta model dan reframing)
6. Merancang suatu tujuan yang jelas (tidak ambigu) melalui rumus
gampang well-formed outcome
7. Mencari langkah pertama (first step) dari ACTION dan mencari mata
rantai yang hilang (missing link) dalam teknik penjabaran (CHUNKING)
8. Memahami kepekaan diri dan kelenturan dalam menjalankan tindakan
(ACQUITY dan FLEXIBILITY)
9. Memahami cara kerja pikiran bawah sadar anda dan bagaimana cara
otak bekerja sembari membantu anda menyusun skenario kehidupan
anda melalui strategi merancang blue-print kehidupan
10. Bagaimana cara memindahkan skenario kehidupan anda menjadi
sebuah program mekanisme servo anda yang akan menuntun anda
menjadi pribadi yang lebih intuitif

28
11. Strategi pendekatan personal dalam komunikasi melalui teknik pacing
– leading, dan mirroring yang akan membantu anda menjadi lebih
komunikatif dan non ambiguous person
12. Mempelajari cara berkomunikasi tanpa pelanggaran generalisasi,
distorsi dan penghapusan (non violence communication) agar apa yang
anda komunikasikan dapat diterima komunikan secara jelas
13. Teknik termudah dan terbaik dalam mengatasi gangguan kecemasan
(anxiety disorder)
14. Menanamkan tombol pemicu kesuksesan anda agar menjadi suatu
program otomatis melalui teknik anchoring.
15. Terapi filosopi “menggendong monyet”
16. Memahami tujuan hidup / keberadaan diri
17. Self programming
18. Bonus
a. Latihan mengasah intuisi
b. Dbooming boardgame
c. Teknik menggandakan uang ala Khrisnamurti “Go Double”

Waktu pelaksanaan :

Jakarta 29 – 30 Oktober 2016

Palebang 5 – 6 November 2016

29
APA SIH MANFAAT PELATIHAN INI?
Sederhana sekali…

Saya paham bahwa setiap manusia bermasalah

Saya paham bahwa setiap manusia sesungguhnya sudah punya tujuan hidup

Saya paham sekali bahwa banyak di antara manusia yang memendam kegelisahan
tersembunyi. Ada lintah energi dalam hidupnya. Ada banyak kebocoran yang perlu
ditambal. Kemudian kegelisahan itu melahirkan reaksi konversi, yaitu mengubah
bentuk kegelisahan itu menjadi rasa cemas (anxiety), penyakit dan bahkan
kecanduan dan mencandu apapun untuk mengatasi kegelisahan mereka. Candu ini
bahkan dalam bentuk sinetron, drama korea, bahkan lebih dekat lagi ; gadget

Saya memandang mereka yang bermasalah bagaikan orang-orang yang sedang


muter-muter mencari sesuatu, namun entah apa yang dilakukan…

Gaje apa maunya.. gaje apa tujuannya… gaje karena tidak ada ilmunya

Jika diilustrasikan, mereka yang bermasalah ini persis seperti ibu-ibu yang uring-
uringan dan sedih karena rumahnya sangat-sangat berantakan sekali. Si ibu sampai
tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan. Tidak tahu harus mulai dari mana… jika
ia benahi dapur, ruang tamu hancur, jika ia benahi ruang tamu, kamar tidur
berantakan. Dalam frustasinya ia menangis dan menangis dalam air mata yang tak
terkucurkan dan isak yang tak terucapkan

Suaminya menyuruh berdoa, tapi kok ya hati masih gelisah

Pak Ustadz nyuruh liburan, tapi kok gelisah makin menjadi

Pak boss mengajak shopping, tapi apa kata orang…

Akhirnya datang seorang pembantu rumah tangga yang mengerti apa yang harus
dilakukan. Ia membantu si ibu mengorganisir kembali semua yang berserakan dengan

30
cara memulai dari poin akhir yang diinginkan. Eh kok ndilalah si ibu bisa senyum-
senyum lagi….

Dalam program ini, saya lah yang akan menjadi “pembantu rumah tangga pikiran
anda” membereskan synaptic-synaptic otak anda agar mampu bekerja lebih
efektif dan terorganisir. Ketenangan adalah efek lain yang ditimbulkan ketika
keriuhan dan keberserakan yang di dalam telah beres kembali

Di luar sana memang banyak yang menjanjikan teknik menggapai ketenangan.


Namun saya hanya memberi tahu anda, jangan matikan alarm sebelum malingnya
ketangkep…. Jangan tenggak obat penurun panas sebelum tahu apa sebab demam
anda. Jangan hilangkan gejalanya sebelum akar masalah berupa ; lintah energi,
kebocoran energi dan belief yang menghambat kemajuan diri anda untuk
menggapai tujuan hidup anda, berhasil anda temukan

Program pelatihan ini memang mahal, namun saya yakin anda tahu bahwa hidup
anda jjjuaaaauuuhhhh lebih berharga. Masa sih tidak mau sukses, sehat, bahagia dan
banyak teman?

Kesuksesan besar adalah sekumpulan kesuksesan-kesuksesan


kecil yang terancang dengan baik

Jika hidup ini tentang memakan gajah, maka anda harus


terlatih untuk mencincang gajah itu terlebih dahulu

By amazing

Muhammad Hujairin (Aji), Sang Mayor Hypnotist

31
APA YANG KAMI BERIKAN MELALUI
PROGRAM INI?
Suasana kelas interaktif

Anda bebas mengekspresikan diri dan rekan berlatih akan saling membantu untuk
menciptakan momentum perubahan anda. Kami menghormati gaya belajar masing-
masing peserta sesuai modalitas dominannya (Visual, Auditori dan Kinestetik)

Motivasi dan mengenali tujuan hidup

Saya yakin bahwa anda percaya bahwa keberadaan kita di dunia ini bukanlah suatu
kebetulan, melainkan kita masing-masing mengemban misi sesuai keunikan diri kita.
Kami berusaha agar peserta semakin mengenali dirinya sendiri dan mengenali tujuan
hidupnya (purpose of life) dan mendorong semua peserta untuk mulai merancang
kesuksesan dalam mencapai tujuan-tujuannya. Anda akan semakin termotivasi untuk
bertindak dan berbuat untuk kehidupan anda

Percaya Diri

Kurang percaya diri dan terlalu percaya diri akan menghambat kemajuan anda.
Kami mengajak anda berada di antara safety player dan risk taker yang dinamis
sehingga kecerdasan intuitif anda makin bekerja optimal

Inspirasi

Terjebak dalam comfort zone bukanlah prestasi yang membanggakan. Sebaliknya


kegelisahan anda untuk mencapai tujuan tertentu akan mengaktifkan sisi kreatif anda,
sehingga anda semakin mampu membangunkan potensi diri yang selama ini “tidur
panjang”.

Transformasi

Kami tidak ingin anda berubah secara instan, oleh sebab itu kelas 2 hari ini akan
diikuti feedback program selama 40 hari. Perubahan instan selain tidak masuk akal
juga nampak aneh bagi orang lain yang melihatnya. Biasanya perubahan drastis pun

32
tidak bertahan lama. Kami mengajak anda bertransformasi yang “bertahap,
bertingkat dan berlanjut”

Dengan mengikuti program ini, anda yang semula ulat kami ajak masuk ke dalam
kepompong. Anda akan digembleng untuk menerapkan modelling dan chunking ala
NLP selama 40 hari

Kontribusi

Saatnya ulat menjadi kupu-kupu. Anda sukses, sehat, bahagia dan hidup tenang.
Ketika menjadi kupu-kupu, maka waktunya bagi anda untuk turut berbagi pada
sesama anda, terutama lingkungan terdekat anda.

33
PROGRAM PELATIHAN SELANJUTNYA
Program Pelatihan Self Mastery ini akan diselenggarakan sepanjang tahun 2017
dengan jadwal per triwulan. Tujuannya adalah mengajak anda menjadi praktisi self
mastery yang handal. Yang membedakan pelatihan ini dengan pelatihan hipnoterapi
dan NLP lainnya di luar sana adalah pada pendekatan manfaat langsung dan
bersifat holistisk. Berangkat dari keprihatinan diri dari maraknya pelatihan hipnosis
dan NLP namun tidak berorientasi ke dalam terlebih dahulu

Bagi Muhammad Hujairin sebagai penggagas program ini, sebelum belajar


mengendalikan orang lain maka kita wajib belajar mengendalikan pikiran sendiri
terlebih dahulu.

Jika hipnosis tentang pengendalian pikiran, maka kendalikan


pikiranmu dulu

Beranikah anda mempertanyakan keyakinan anda sendiri? Jika


itu yang menghambat kemajuan anda, beranikah anda
mempertanyakannya?

Di tahun 2018, pelatihan akan dikembangkan lagi menjadi

Excellent Leadership dengan tagline setiap pemimpin yang baik selalu berasal dari
keberhasilan memimpin diri sendiri

Advanced Personal Influence yang bertujuan melatih anda menjadi komunikator ulung
dengan menggunakan pola-pola bahasa hipnotik

Melatih Sang Pawang, dengan tujuan melatih anda untuk mampu membantu orang
lain menggunakan teknik dan pendekatan Ericksonian

Siapkah anda menjadi mitra kami mengembangkannya?

34