Anda di halaman 1dari 9

Tugas M5 KB1 Teori Peluang

NAMA : HARJI, S.Pd


NO. PESERTA : 18230218010025
Bidang Studi Sertifikasi : 180 – Matematika
Sekolah Asal : SMKS NURUL AZMI BATU BELEK – JANAPRIA

===============================================================================
Petunjuk:
Kerjakan dengan langkah-langkah yang jelas dan tepat, jika perlu lihat petunjuk mengerjakan
yang ada di bawah permasalahan.

1. Sekeping mata uang logam dan sebuah dadu dilempar satu kali. Hasil yang mungkin
muncul dapat dituliskan dalam pasangan berurut, misalnya :(G,1) menyatakan
munculnya sisi gambar untuk mata uang dan mata dadu 1 untuk dadu,(A,2) menyatakan
munculnya sisi angka untuk mata uang dan mata dadu 2 untuk dadu. demikian
seterusnya.
a. Tulislah ruang sampel percobaan tersebut.
Penyelesaian:
Sisi uang logam

1 2 3 4 5 6

Mata dadu
A (A,1) (A,2) (A,3) (A,4) (A,5) (A,6)
G (G,1) (G,2) (G,3) (G,4) (G,5) (G,6)
Dari tabel di atas maka ruang sampel percobaan tersebut adalah:
𝑆 = {(𝐴, 1), (𝐴, 2), (𝐴, 3), (𝐴, 4), (𝐴, 5), (𝐴, 6), (𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4), (𝐺, 5), (𝐺, 6)}

b. Tulislah tiap kejadian berikut dengan menggunakan notasi himpunan :


1) Kejadian munculnya sisi gambar dan mata dadu sembarang
Jawab:
𝐴 = {(𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4), (𝐺, 5), (𝐺, 6)}

2) Kejadian munculnya sembarang sisi mata uang dan mata dadu ganjil.
Jawab:
𝐵 = {(𝐴, 1), (𝐴, 3), (𝐴, 5), (𝐺, 1), (𝐺, 3), (𝐺, 5)}

3) Apakah kejadian pada 1) dan 2) saling lepas?


Jawab:
𝑆 = {(𝐴, 1), (𝐴, 2), (𝐴, 3), (𝐴, 4), (𝐴, 5), (𝐴, 6), (𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4),
(𝐺, 5), (𝐺, 6)}
6 1
𝐴 = {(𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4), (𝐺, 5), (𝐺, 6)} ⇒𝑃(𝐴) = 12 = 2
6 1
𝐵 = {(𝐴, 1), (𝐴, 3), (𝐴, 5), (𝐺, 1), (𝐺, 3), (𝐺, 5)} ⇒𝑃(𝐵) = =
12 2

𝐴 ∩ 𝐵 = {(𝐺, 1), (𝐺, 3), (𝐺, 5)}


𝐴 ∪ 𝐵 = {(𝐴, 1), (𝐴, 3), (𝐴, 5), (𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4), (𝐺, 5), (𝐺, 6)}
9 3
⇒𝑃(𝐴 ∪ 𝐵) = =
12 4

Kejadian 𝐴 dan 𝐵 dikatakan saling lepas apabila


(1) kedua kejadian tersebut tidak mempunyai titik sampel persekutuan atau
𝐴 ∩ 𝐵 = ∅.
Namun pada kejadian di atas diperoleh 𝐴 ∩ 𝐵 = {(𝐺, 1), (𝐺, 3), (𝐺, 5)} .
Dengan kata lain 𝐴 ∩ 𝐵 ≠ ∅.

(2) 𝑃(𝐴 ∪ 𝐵) = 𝑃(𝐴) + 𝑃(𝐵)


3
Sehingga: 𝑃(𝐴 ∪ 𝐵) = 4 (*)
1 1
𝑃(𝐴) + 𝑃(𝐵) = 2 + 2 = 1 (**)

Dari (*) dan (**) terlihat bahwa 𝑃(𝐴 ∪ 𝐵) ≠ 𝑃(𝐴) + 𝑃(𝐵).


Jadi, dapat disimpulkan bahwa kejadian 𝐴 dan 𝐵 di atas tidak saling lepas.

4) Tentukan gabungan kejadian pada 1) dan 2)


Jawab:
𝑆 = {(𝐴, 1), (𝐴, 2), (𝐴, 3), (𝐴, 4), (𝐴, 5), (𝐴, 6), (𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4),
(𝐺, 5), (𝐺, 6)}
𝐴 = {(𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4), (𝐺, 5), (𝐺, 6)}
𝐵 = {(𝐴, 1), (𝐴, 3), (𝐴, 5), (𝐺, 1), (𝐺, 3), (𝐺, 5)}
𝐴 ∪ 𝐵 = {(𝐴, 1), (𝐴, 3), (𝐴, 5), (𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4), (𝐺, 5), (𝐺, 6)}
5) Tentukan irisan kejadian 1) dan 2)
Jawab:
𝑆 = {(𝐴, 1), (𝐴, 2), (𝐴, 3), (𝐴, 4), (𝐴, 5), (𝐴, 6), (𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4),
(𝐺, 5), (𝐺, 6)}
𝐴 = {(𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4), (𝐺, 5), (𝐺, 6)} 𝐵=
{(𝐴, 1), (𝐴, 3), (𝐴, 5), (𝐺, 1), (𝐺, 3), (𝐺, 5)}
𝐴 ∩ 𝐵 = {𝑥|𝑥 ∈ 𝐴 𝑑𝑎𝑛 𝑥 ∈ 𝐵}
𝐴 ∩ 𝐵 = {(𝐺, 1), (𝐺, 3), (𝐺, 5)}

6) Tentukan komplemen kejadian 2).


Jawab:
𝑆 = {(𝐴, 1), (𝐴, 2), (𝐴, 3), (𝐴, 4), (𝐴, 5), (𝐴, 6), (𝐺, 1), (𝐺, 2), (𝐺, 3), (𝐺, 4),
(𝐺, 5), (𝐺, 6)}
𝐵 = {(𝐴, 1), (𝐴, 3), (𝐴, 5), (𝐺, 1), (𝐺, 3), (𝐺, 5)}
𝐵 𝑐 = {𝑥|𝑥 ∈ 𝑆 𝑑𝑎𝑛 𝑥 ∉ 𝐵}
𝐵 𝑐 = {(𝐴, 2), (𝐴, 4), (𝐴, 6), (𝐺, 2), (𝐺, 4), (𝐺, 6)}

(Petunjuk: jika Anda kesulitan menentukan ruang sampel mulailah dengan mendaftar
baris kolom, baris berisi sisi A dan sisi G, kolom berisi mata dadu 1,2,3,4,5,6)

2. Sebuah koin dilantunkan berulang-ulang, sehingga muncul sisi angka, tentukan ruang
sampel percobaan tersebut.
(Petunjuk: jika Anda kesulitan menentukan ruang sampel mulailah dengan mendaftar
hasil percobaan lemparan pertama, kedua dan seterusnya)
Penyelesaian:
Lemparan Ke- Ruang Sampel
I {A,G}
II {AA,AG,GA,GG}
III {AAA,AAG,AGA,AGG,GAA,GAG,GGA,GGG}
IV {AAAA, AAAG, AAGA, AAGG, AGAA, AGAG,
AGGA, AGGG GAAA, GAAG, GAGA, GAGG,
GGAA, GGAG, GGGA, GGGG}
... ...
𝒏 {𝑨𝒏 , 𝑨𝒏−𝟏 𝑮, 𝑨𝒏−𝟐 𝑮𝑮,... ,𝑮𝒏−𝟐 𝑨𝑨, 𝑮𝒏−𝟏 𝑨, 𝑮𝒏 }

3. Ada 4 jalur bis antara kota A dan kota B, dan ada 3 jalur bis antara kota B dan C.
a. ada berapa cara seseorang dapat mengadakan perjalanan pulang-pergi dari kota A ke
kota C melalui kota B?
Penyelesaian:
Jalur seseorang dari kota A ke kota C melalui kota B

A 4 B 3 C

Maka banyaknya cara untuk pergi dari kota A ke kota C melalui kota B adalah 4 x
3= 12 cara.
Sedangkan banyaknya cara untuk pulang dari kota C ke kota A melalui kota B
adalah 3 x 4= 12 cara.
Jadi banyaknya cara untuk pergi-pulang dari kota A ke kota C melalui kota B adalah
12 × 12 = 144 cara.

b. ada berapa cara seseorang dapat mengadakan perjalanan pulang-pergi dari kota A ke
kota C melalui kota B, jika pulangnya tidak boleh melalui jalur(rute) yang sama
dengan saat berangkat?
Penyelesaian:
Banyaknya cara untuk pulang dari kota C ke kota A melalui kota B dan tidak boleh
melalui jalur(rute) yang sama dengan saat berangkat adalah 4 x 3 x 3 x 2= 72 cara.

(petunjuk: jika masih ada kesulitan buatlah diagram pohonnya dengan permasalahan
yang lebih sederhana)

4. Sebuah password dapat dibuat dengan karakter angka maupun huruf, huruf besar dan
kecil tidak dibedakan. Berapa banyak password 6 karakter yang dapat dibuat.
(Petunjuk:buatlah kotak-kotak sebanyak 6 sebagai representasi password 6 karakter,
jumlahlah banyaknya angka dan huruf, kemudian gunakan hasilnya untuk mengisi kotak-
kotak yang dibuat)
Penyelesaian:
Diketahui : Jumlah huruf : 26
Jumlah angka : 10
Kasus 1 : Jika karakter yang dibuat boleh berulang:
36 36 36 36 36 36
Maka banyaknya password 6 karakter yang dapat dibuat adalah = 36 x 36 x 36 x 36 x 36
x 36 = 366 = 2.176.782.336

Kasus 2 : Jika karakter yang dibuat tidak boleh berulang:


36 35 34 33 32 31

Maka banyaknya password 6 karakter yang dapat dibuat adalah = 36 x 35 x 34 x 33 x 32


x 31 = 1.402.410.240

5. Ada berapa cara 9 buah buku yang berbeda dapat disusun dalam sebuah rak buku yang
memanjang, jika ada 3 buku yang selalu bersama-sama ada berapa penyusunan yang
mungkin?
Penyelesaian:
Dari 9 buah buku yang akan disusun terdapat 3 buku yang selalu bersama-sama,
Sehingga diperoleh: (9 − 3 + 1)! × 3! = 7! 3! = 7 × 6 × 5 × 4 × 3 × 2 × 1 × 3 × 2 ×
1 = 30.240 𝑐𝑎𝑟𝑎.

6. Jika pengulangan tidak diperbolehkan. Ada berapa banyak bilangan tiga angka yang
dapat disusun dari angka 0 sampai 9 yang lebih dari 450?
Penyelesaian:
1. Jika angka pertama 4 dan angka ke dua 5 maka
1 1 8
Maka banyak bilangan yang dapat dibuat adalag 1 × 1 × 8 = 9 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛
2. Jika angka pertama 4 dan angka kedua> 5
1 4 8
Maka banyak bilangan yang dapat dibuat adalag 1 × 4 × 8 = 32 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛
3. Jika angka pertama >4
5 9 8
Maka banyak bilangan yang dapat dibuat adalag 5 × 9 × 8 = 360 𝑏𝑖𝑙𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛
Jadi, banyak bilangan tiga angka yang dapat disusun dari angka 0 sampai 9 yang
lebih dari 450 dengan tidak boleh ada angka yang berulang adalah 9+32+360 = 401
susunan bilangan.

7. Sebuah kelompok terdiri dari 2005 anggota. Setiap anggota memiliki satu rahasia. Setiap
anggota dapat mengirim surat kepada anggota lain manapun untuk menyampaikan satu
rahasia yang dipegangnya. Banyaknya surat yang perlu dikirim agar semua anggota
kelompok mengetahui seluruh rahasia adalah?
Penyelesaian:
Karena satu anggota hanya memiliki satu rahasia, dan satu surat hanya untuk satu
rahasia, maka setiap anggota harus mengirim 2004 surat, sehingga banyaknya surat yang
perlu dikirim agar semua anggota kelompok mengetahui seluruh rahasia dapat dihitung
dengan kombinasi.
2005! 2005 × 2004 × 2003!
𝐶22005 = = = 2005 × 1002 = 2.009.010
2! .2003! 2 × 1 × 2003!
Jadi banyak suarat yang diperlukan adalah 2.009.010

8. Sebuah keluarga muda merencanakan mempunyai 3 orang anak. Tentukan peluang


keluarga tersebut mempunyai paling banyak satu anak perempuan.
Penyelesaian:
Misalkan Anak laki-laki : L
Anak perempuan : P
𝑆 = {𝐿𝐿𝐿, 𝐿𝐿𝑃, 𝐿𝑃𝐿, 𝐿𝑃𝑃, 𝑃𝐿𝑃, 𝑃𝐿𝐿, 𝑃𝑃𝐿, 𝑃𝑃𝑃} ⇒ 𝑛(𝑠) = 8
𝐴 = {𝐿𝐿𝑃, 𝐿𝑃𝐿, 𝑃𝐿𝐿, 𝐿𝐿𝐿} ⇒ 𝑛(𝐴) = 4
Peluang keluarga tersebut mempunyai paling banyak satu anak perempuan:
𝒏(𝑨) 𝟒 𝟏
𝑷(𝑨) = =𝟖=𝟐
𝒏(𝑺)

9. Dijual 100 lembar undian, 2 diantaranya berhadiah. Tamara membeli 2 lembar undian.
Berapa peluang Tamara mendapat satu hadiah.
Penyelesaian:
Dijual 100 lembar undian, 2 diantaranya berhadiah, sehingga 𝑛(𝑆) = 𝐶2100 .
100! 100! 100×99×98! 9900
⇔𝐶2100 = 2!(100−2)! = 2!98! = = = 4950.
2!98! 2
Misalkan A adalah kejadian terambilnya 1 lembar mendapat hadiah dari 2 lembar
undian yang dibeli tamara, 𝑛(𝐴) = 𝐶12 .
2! 2! 2×1
⇔𝐶12 = 1!(2−1)! = 1!1! = = 2.
1.1

Sehingga Peluang Tamara mendapat 1 hadiah :


𝒏(𝑨) 𝟐 𝟏
𝑷(𝑨) = = 𝟒𝟗𝟓𝟎 = 𝟐𝟒𝟕𝟓 ≈ 𝟎, 𝟎𝟎𝟎𝟒.
𝒏(𝑺)

10. Suatu perkumpulan beranggotakan 12 orang pria dan 8 orang wanita. Dari kelompok
tersebut dibentuk suatu panitia yang terdiri dari 5 orang secara acak. Tentukan peluang
panitia tersebut terdiri dari orang-orang yang berjenis kelamin sama.
Penyelesaian:
 Suatu perkumpulan beranggotakan 12 orang pria dan 8 orang wanita. Dari kelompok
tersebut dibentuk suatu panitia yang terdiri dari 5 orang secara acak. Sehingga:
20! 20! 20×19×18×17×16×15!
𝑛(𝑆) = 𝐶520 = 5!(20−5)! = 5!15! = = 19 × 3 × 17 × 16 =
5×4×3×2×1.15!

15.504
 Misalkan A adalah kejadian terpilihnya 5 anggota pria, maka:
12! 12! 12×11×10×9×8×7!
𝑛(𝐴) = 𝐶512 = 5!(12−5)! = 5!7! = = 11 × 9 × 8 = 792
5×4×3×2×1.7!

Sehingga:
𝒏(𝑨) 𝟕𝟗𝟐 𝟗𝟗 𝟑𝟑
𝑷(𝑨) = = 𝟏𝟓.𝟓𝟎𝟒 = 𝟏.𝟗𝟑𝟖 = 𝟔𝟒𝟔 ≈ 𝟎, 𝟎𝟓𝟏
𝒏(𝑺)

 Misalkan B adalah kejadian terpilihnya 5 anggota perempuan, maka:


8! 8! 8×7×6×5!
𝑛(𝐵) = 𝐶58 = 5!(8−5)! = 5!3! = = 8 × 7 = 56
5!3×2×1

Sehingga:
𝒏(𝑩) 𝟓𝟔 𝟕
𝑷(𝑩) = = 𝟏𝟓.𝟓𝟎𝟒 = 𝟏.𝟗𝟑𝟖 ≈ 𝟎, 𝟎𝟎𝟒
𝒏(𝑺)

 C adalah peluang terpilihnya panitia yang berjenis kelamin sama maka


P(C)=P(A) + P(B)
𝟗𝟗 𝟕 𝟏𝟎𝟔 𝟓𝟑
𝑷(𝒄) = + = =
𝟏. 𝟗𝟑𝟖 𝟏. 𝟗𝟑𝟖 𝟏. 𝟗𝟑𝟖 𝟗𝟔𝟗

11. Lima lampu pijar yang rusak tercampur dengan sepuluh buah lampu yang baik. Karyawan
perusahaan diintruksikan mencari kembali lampu yang rusak tersebut. Jika karyawan
tersebut secara acak mengambil 3 buah lampu dari kumpulan lampu tersebut, berapa
probabilitas tidak satupun dari ketiga lampu yang diambil lampu yang rusak.
Penyelesaian:
Lima lampu pijar yang rusak tercampur dengan sepuluh buah lampu yang baik.
Karyawan perusahaan diintruksikan mencari kembali lampu yang rusak tersebut. Jika
karyawan tersebut secara acak mengambil 3 buah lampu dari kumpulan lampu tersebut,
maka:
15! 15! 15×14×13×12!
𝑛(𝑆) = 𝐶315 = 3!(15−3)! = 3!12! = = 5 × 7 × 13 = 455 .
3×2×1.12!

Jika karyawan tersebut secara acak mengambil 3 buah lampu dari kumpulan lampu
tersebut dan semuanya tidak rusak:
10! 10! 10×9×8×7!
𝑛(𝐴) = 𝐶310 = = = = 10 × 3 × 4 = 120 .
3!(10−3)! 3!7! 3×2×1.7!

Jadi,
𝒏(𝑨) 𝟏𝟐𝟎 𝟐𝟒
𝑷(𝑨) = = 𝟒𝟓𝟓 = 𝟗𝟏 ≈ 𝟎, 𝟐𝟔𝟒
𝒏(𝑺)

Sehingga probabilitas tidak satupun dari ketiga lampu yang diambil lampu yang rusak:
𝑷(𝑨)𝒄 = 𝟏 − 𝑷(𝑨) = 𝟏 − 𝟎, 𝟐𝟔𝟒 = 𝟎, 𝟕𝟑𝟔

12. Jika 𝑃(𝐴) = 0,6 dan 𝑃(𝐵) = 0,4 dan 𝑃(𝐴 ∪ 𝐵) = 0,8, periksa apakah A dan B
a. saling lepas
Penyelesaian:
Kejadian 𝐴 dan 𝐵 dikatakan saling lepas apabila
(1) kedua kejadian tersebut tidak mempunyai titik sampel persekutuan atau 𝐴 ∩ 𝐵 =
∅.
(2) 𝑃(𝐴 ∪ 𝐵) = 𝑃(𝐴) + 𝑃(𝐵)
Sehingga: 𝑃(𝐴 ∪ 𝐵) = 0,8 (*)
𝑃(𝐴) + 𝑃(𝐵) = 0,6 + 0,4 = 1 (**)
Dari (*) dan (**) terlihat bahwa 𝑃(𝐴 ∪ 𝐵) ≠ 𝑃(𝐴) + 𝑃(𝐵).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kejadian 𝐴 dan 𝐵 di atas tidak saling lepas.

b. saling bebas.
Penyelesaian:
Kejadian 𝐴 dan 𝐵 dikatakan saling bebas apabila
𝑃(𝐴 ∩ 𝐵) = 𝑃(𝐴). 𝑃(𝐵)
Sehingga: 𝑃(𝐴 ∩ 𝐵) = ∅ (*)
𝑃(𝐴). 𝑃(𝐵) = 0,6.0,4 = 0,24 (**)
Dari (*) dan (**) terlihat bahwa 𝑃(𝐴 ∩ 𝐵) ≠ 𝑃(𝐴) + 𝑃(𝐵).
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kejadian 𝐴 dan 𝐵 di atas tidak saling bebas.

Anda mungkin juga menyukai