Anda di halaman 1dari 3

TUGAS M1 KB1.

1 : Analisis Video
Nama : Dewi Fuji Astuti, S.Pd.
Nomor Peserta : 18021818710073

Pada tayangan video mengenai penggunaan teknologi dalam pendidikan banyak hal yang
membuat Guru maupun siswa memperoleh kemudahan. Guru memperoleh kemudahan dalam
menyampaikan pembelajaran kepada siswanya. Terbukti dalam video tersebut, guru bertindak
bukan sebagai center of class yang selama ini berlangsung di kebanyakan sekolah di Indonesia
khususnya di daerah. Guru dalam video tersebut bertindak sebagai pemberi informasi dan
instruktur yang membimbing langsung kepada siswanya dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran berlangsung secara materi dan paraktek dalam satu waktu pertemuan pembelajaran.

Guru bisa lebih mudah mengontrol siswa dalam proses pembelajaran, dikarenakan guru
bisa langsung mengecek proses pembelajaran siswa. Guru secara langsung bisa mengetahui
masing-masing karakteristik siswa dengan teknologi yang ada. Dalam proses pembelajaran yang
masih sering kita gunakan, guru bisa mengetahui karakteristik anak setelah dilakukan ujian
ataupun proses pembelajaran yang berulang. Dalam pembelajaran menggunakan teknologi ini,
siswa sudah mempunyai data mereka dalam proses pembelajaran di kelas yang bisa langsung di
akses oleh guru. Guru bisa dengan mudah mengetahui kegiatan siswanya dalam proses
pembelajaran. Guru juga bisa lebih mudah mengetahui siswa mana yang harus mendapatkan lebih
pembelajaran dan mana yang masih perlu diulang. Guru bisa menampilkan secara langsung materi
belajar yang disampaikan dengan contoh dan aplikasi nyata yang ada dilingkungan sekitar mereka.
Jadi pembelajaran menggunakan teknologi ini lebih memudahkan siswa dengan belajar secara
literasi.

Lingkungan belajar abad 21 mengharuskan guru untuk menciptakan kegiatan


pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan berbasis teknologi dan media online digital. Guru
bisa lebih mudah membimbing siswa untuk lebih mengenal teknologi dengan
mendemostrasikannya secara langsung. Pembelajaran yang berlangsung bias langsung
dipraktekan oleh siswa dari demonstrasi yang dilakukan guru. Guru lebih mudah mencari contoh
dan materi tambahan dalam proses pembelajaran yang berlangsung menggunakan teknologi dan
media online digital ini.

Dalam pembelajaran menggunakan teknologi informasi ini guru begitu banyak diberi
kemudahan. Namun dalam sistem pembelajaran di Indonesia masih banyak wilayah yang belum
terjangkau oleh teknologi modern. Mungkin hanya sebagian besar Kota di Negara Indonesia yang
bias dengan mudah menerapkan system pembelajaran seperti itu. Untuk wilayah Pedesaan bahkan
daerah terdepan Indonesia masih sulit dalam menerapkan sistem pembelajaran menggunakan
teknologi informasi. Bukan karena sistem pendidikan di daerah yang belum mumpuni tapi karena

Page 1|3
masih banyak di daerah pedesaan yang belum terjangkau oleh sistem komunikasi digital seperti
yang marak belakangan ini.

Guru di pedesaan masih banyak yang menggunakan sistem pembelajaran dengan


menggunakan metode ceramah. Dimana guru yang menjadi pusat (teacher center) dalam
pembelajaran yang berlangsung. Sehingga dalam system pembelajaran di Desa siswa tidak bias
begitu luas mengembangkan materi pembelajaran yang dia dapat. Dengan pembelajaran
mengunakan teknologi maka akan bias mengubas perspektif masyarakat bahwa bahwa guru adalah
sumber pengetahuan dan rujukan utama pengetahuan, perlu diubah ke arah pandangan bahwa
sumber pengetahuan bersifat menyebar.

Selain guru siswa lebih banyak memperoleh kemudahan dengan informasi pembelajaran
menggunakan teknologi seperti ini. Siswa bisa lebih melek teknologi di abad 21 ini. Dimana abad
21 ini merupakan revolusi industry gelombang 4.0. Dimana industry 4.0 merupakan tren terbaru
teknologi yang sedemikian rupa canggihnya. Dalam video tersebut siswa bias menguasai
keterampilan pembelajaran abad 21. Dimana siswa harus mampu memahami dan memanfaatkan
teknologi informasi dan komunikasi (ICT Literacy Skills).
Siswa mampu memahami teknologi dengan mudah dikarenakan siswa langsung
mempraktekan apa yang dia dapat dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Siswa tidak jenuh
dan bosan dalam mengikuti proses pembelajaran, karena siswa langsung ikut aktif dalam
pembelajaran yang berlangsung. Siswa dipermudah dengan banyaknya informasi yang bisa dia
dapatkan baik dari guru maupun dari informasi teknologi.
Dalam proses pembelajaran Project Bridge mereka bukan hanya mendapatkan materi yang
disampaikan oleh guru tapi mereka juga bias langsung mempraktekannya dengan langsung
melakukan parktikum. Parktikum yang mereka lakukan bias mereka akses dirumah ataupun
disekolah. Mereka bisa melakukan praktek dengan langsung menanyakan kepada ahlinya dnegan
bantuan informasi teknologi dalam proses pembelajaran ini.
Dari video tersebut siswa bisa dengan mudah memenuhi keterampilan sebagai masyarakat
yang berpengetahuan, dimana siswa harus memiliki keterampilan : (1) melek teknologi dan media;
(2) melakukan komunikasi efektif; (3) berpikir kritis; (4) memecahkan masalah; dan (5) berkolaborasi.
Siswa dapat dengan mudah memperoleh pembelajaran bukan hanya ketika mereka berada di kelas,
tetapi juga bisa terbawa sampai kemanapun. Siswa dapat dengan mudah mengakses pembelajaran yang
dia cari dengan adanya pembelajaran menggunakan teknologi informasi ini. Dengan pembelajaran
menggunakan informasi teknologi ini siswa bisa memiliki nilai dan perilaku yang mencakup, seperti
rasa keingintahuan tinggi, kepercayaan diri, dan keberanian.
Pembelajaran menggunakan teknologi informasi menjadikan siswa lebih berpikir kritis.
Seperti dalam salah satu cuplikan video tersebut, siswa secara mandiri membuat design jembatan
sampai menghasilkan jembatan yang baik. Mereka mencari dan melakukan secara mandiri dengan
menggunakan teknologi informasi yang ada. Siswa dapat dengan mudah mengaplikasikan
pembelajaran literasi dalam setiap materi yang dipelajri.
Page 2|3
Dari video tersebut, memperlihatkan karakteristik siswa abad 21 yang melek akan
teknologi. Terlihat dari, dimana siswa mampu berpikir kritis dengan mencari sumber belajar
mandiri. Siswa bisa lebih inovatif dan kreatif, dimana siswa bias mendesign dan mencipta hasil
dari pembelajaran yang dia dapat. Siswa juga bisa memiliki karakter kecakapan sosial dalam
interaksi antarbudaya dan antarbangsa, karena dunia semakin mengglobal dan menjadi satu kesatuan.
Dibuktikan dalam video tersebut mereka dapat berkomunikasi langsung dengan siswa lain dalam
pelaksaan tugas dan demonstrasi hasil cipta mereka. Selain itu siswa juga menjadi lebih bisa
bekerjasama dalam tim untuk menghasilkan produk yang lebih inovatif dan keratif.
Dalam video tersebut terlihat siswa memiliki kecakapan dalam bidang kepemimpinan
produktif dan akuntabel. Artinya apa yang ditawarkan dalam bidang keahlian masing-masing harus
benar-benar bisa dievaluasi secara fair, sehingga teruji. Dibuktikan dengan, siswa bisa menghasilan
(project bridge) yang secara langsung diperlihatkan dikelas dan kepada siswa sekolah lain secara
online.

Page 3|3