Anda di halaman 1dari 4

TUGAS M1 KB2.

Nama : Dewi Fuji Astuti, S.Pd.


Nomor Peserta : 18021818710073

1. Tugas Terstruktur (Praktikum)


Peran Guru Abad 21
Author : Nur Ridho
Publish : 27-07-2011 12:27:26
Pada abad XXI saat ini yang bisa disebut sebagai era pengetahuan, tujuan pendidikan
adalah; 1) mempersiapkan orang dalam dunia pasang surut, dinamis, unpredictable, 2) perilaku
yang kreatif, 3) membebaskan kecerdasan individu yang unik, serta 4) menghasilkan innovator.
Model sekolah pada abad ini pendidikan diharapkan dapat menjadikan individu-individu yang
mandiri, sebagai pelajar yang mandiri. Pada abad XIX tersebut peran guru adalah: (1) guru
sebagai pengarah, (2) guru sebagai sumber pengetahuan, (3) belajar diarahkan oleh kurikulum,
(4) belajar dijadualkan secara ketat dgn waktu yang terbatas, (5) terutama didasarkan pada fakta,
(6) bersifat teoritik, prinsip-prinsip dan survei, (7) pengulangan dan latihan, dan (8) mengikuti
aturan dan prosedur yang ada. Sedang pada abad XXI terjadi pergeseran, sehingga guru: (1)
bersifat kolaboratif, (2) berfokus pada masyarakat, (3) hasilnya terbuka, (4) keanekaragaman
yang kreatif, (5) komputer sebagai peralatan semua jenis belajar, (6) interaksi multi media yang
dinamis, (7) komunikasi tidak terbatas (ke seluruh dunia), dan (8) unjuk kerja diukur oleh pakar,
penasehat, kawan sebaya dan diri sendiri.
Guru merupakan the key actor in the learning. Dalam hal ini guru memiliki peran yang
sangat vital dan fundamental dalam membimbing, mengarahkan, dan mendidik siswa dalam
proses pembelajaran (Davies dan Ellison, 1992). Guru berperan sangat penting (Fuad Hasan),
karena sebaik apa pun kurikulum dan sistem pendidikan yang ada, tanpa didukung mutu guru
yang memenuhi syarat maka semuanya akan sia-sia. Oleh karena itu, pendidik dan tenaga
kependidikan perlu memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan, kompetensi yang terstandar serta
mampu mendukung dan menyelenggarakan pendidikan secara profesional. Khususnya guru
sangat menetukan kualitas output dan outcome yang dihasilkan oleh sekolah karena dialah yang
merencanakan pembelajaran, menjalankan rencana pembelajaran yang telah dibuat sekaligus
menilai pembelajaran yang telah dilakukan (Baker&Popham,2005:28). Selain itu, menurut
Nasution (2005:77) bahwa guru merupakan orang yang paling bertanggungjawab untuk
menyediakan lingkungan yang paling serasi agar terjadi proses belajar yang efektif.
Hal senada juga dikemukakan oleh Yulianto (2006:1), guru merupakan salah satu faktor
kunci yang ikut menentukan arah kualitas pendidikan. Walaupaun dalam teori-teori pendidikan
saat ini menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa, akan tetapi peran guru tidak
bisa dihilangkan begitu saja. Apalagi, guru bukan semata-mata pengajar. Dia juga seorang
pendidik. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa hasil pembelajaran banyak
ditentukan oleh aktivitas guru. Pada abad XXI diperlukan individu-individu yang menguasai
hard skills dan soft skills,yang meliputi:cerdas intelektual, cerdas vocational, cerdas emosional,
cerdas moral, dan cerdas spiritual. Oleh karena itu tantangan pendidik adalah menjadikan siswa-
siswa di sekolah kita saat ini menjadi individu cerdas yang mandiri, unggul, dan tangguh yang
mampu bertahan di abad XXI. Inovasi dalam bidang pendidikan sangat diperlukan. Inovasi
tersebut dapat diawali dengan mengubah paradigma mengenai pendidikan itu sendiri ke arah
yang lebih baik. guru sangat berperan dalam penyelenggaraan pendidikan, oleh karena itu
sangat dibutuhkan guru yang memenuhi standar, baik standar kualifikasi akademik maupun
kompetensi.

2. Tugas Mandiri

A. Interactive tools atau media peralatan interaktif. Peserta didik di era digital menggunakan
perangkat nirkabel bergerak (internet) dengan berbagai cara di dalam dan di luar aturan
sekolah yaitu dengan memanfaatkan teknologi dan media informasi internet kapanpun dan
dimanapun saat diperlukan. Siswa secara mandiri bisa mencari informasi lewat internet yang
disediakan oleh sekolah. Di lingkungan rumah juga siswa masih bisa mengakses
pembelajaran menggunakan android yang secara pribadi mereka miliki. Siswa juga mulai
mengakses internet dalam proses penilaian di sekolah. Di sekolah dilakukan system Penilaian
Akhir Semester (PAS) dengan menggunakan informasi digital online. Interacting with others
(berinteraksi dengan orang lain). Penggunaan media komputer berbasis internet
memudahkan siswa untuk mencari sumber belajar dengan mudah dan cepat dimanapun dan
kapanpun. Ponsel pintar (android), tablet, dan laptop yang terhubung dengan saluran internet
dapat digunakan untuk mengirim pesan berupa video, pesan suara, dan animasi. Selain itu
juga dapat dimanfaatkan siswa untuk mendengarkan dan melihat video terkait pelajaran,
mendengarkan musik, mencari informasi berita dan olahraga, serta untuk menonton video
dan film musik terbaru yang diminati peserta didik.
B. Contoh pemanfaatan media dan informasi digital dalam kehidupan sehari-hari oleh
peserta didik adalah pembuatan blog tentang pemanasan global di mana mereka secara
teratur bertukar komentar dan tautan terkait materi pemanasan global dengan peserta
didik lain yang berada di seluruh penjuru dunia. Pembuatan video hasil kreasi dan
inovatif mereka yang diunggah ke Youtube untuk bisa diakses secara luas oleh seluruh
dunia. Siswa multimedia membuat film yang mereka kreasikan lalu mereka unggah ke
dalam blog sekolah mereka.
C. Pemanfaatan alat-alat media informasi dan komunikasi digital dalam kehidupan sehari-
hari ini menjadi semakin popular seiring dengan perkembangan zaman. Hal ini sesuai
dengan laporan Nielsen pada tahun 2012 yang menunjukkan adanya peningkatan
penggunaan teknologi terutama pada situs media sosial. Wikipedia juga tidak kalah
popular yaitu dengan tercatat lebih dari 3 juta entri pengguna media tersebut yang
tersedia dalam lebih dari 200 bahasa per Maret 2013. Siswa dan guru mulai sering
mengakses media informasi dan komunikasi digital. Dibuktikan dengan banyak siswa
yang aktif menggunakan media social dimana mereka bisa berinteraksi dengan siswa
lainnya melalui internet. Selain siswa, guru juga mengalami pembelajaran jarak jauh atau
pembelajaran dalam jaringan (DARING). Disini guru mulai aktif ikut serta dalam
masyarakat digital yang berpengetahuan, sehingga guru tidak tertinggal informasi
mengenai pembelajaran pada abad 21 ini.
D. Peran guru dalam pembelajaran di era digital abad 21 diantaranya:
1) Interactive Instruction (Pembelajaran Interaktif)
Pembelajaran ini menunjukkan bahwa kegiatan seorang guru di era digitalberisi
presentasi yang kaya akanmedia interaktif. Sebagai contohkegiatan konferensi video
digital secara langsung yangmendatangkan narasumber seorang sejarawan, novelis, dan
pakar di dalam pembelajaran kelas. Catatan dan peta konsep dari sesi brainstorming
terekam dalam media digital berupa laptop atau notebook dan secara instantlangsung
dapat dikirim melalui email kepada peserta didik. Penyajian media bentuk ini biasa
berupa PowerPoint atau Prezi Presentation yang mengintegrasikan animasi, suara, dan
hyperlinks dengan informasi digital.
2) Personal Response System (PRS)
Guru digital menggunakan perangkat digital handlehand, seperti personal response
system (PRS) atau biasa disebut sebagai “Clicker.” PRS merupakan sebuah keypad
wireless (tanpa kabel) seperti remot TV yang mentransmisikan respon dari siswa. Karena
setiap PRS diperuntukkan pada siswa yang ditunjuk, maka sistem PRS dapat digunakan
untuk mengecek kehadiran/presensi siswa. Manfaat utama PRS adalah untuk mengetahui
setiap respon dari siswa dalam berbagai macam keadaan.
3) Mobile Assessment Tools
Sumber komputasi seluler (mobile computing resources) memungkinkan guru untuk
merekam data assessmen siswa secara langsung dalam perangkat seluler (mobile Device)
yang mentransfer data ke komputer untuk membuat laporan. Sebagai contoh, perangkat
digital seluler digunakan untuk membuat catatan operasional kemampuan membaca
siswa SD atau data kinerja siswa yang diobservasi dalam presentasi, eksperimen di
laboratorium, atau tugas tulisan tangan siswa. Guru dapat terus melakukan instruksi
secara individual karena ketersediaan hasil belajar langsung dapat diketahui. Data
penilaian mudah diunduh ke situs web yang aman dan dilindungi kata sandi yang
menawarkan berbagai opsi laporan dari seluruh siswa di kelas hingga siswa secara
perorangan.
4) Community of Practice (Komunitas Praktik)
Guru di era digital juga berpartisipasi dalam kegiatan community of practice(COP), di
mana kelompok pendidikatau guruyang mempunyai tujuan sama dari seluruh bangsa dan
negara di dunia saling berbagi ide dan sumber daya.Interaksi berbasis Internet ini
memungkinkan guru untuk berkolaborasi dan bertukar gagasan dan materi. Komunitas
praktik dapat mencakup pendidik yang mengajar dengan subjek pelajaransama, atau
tingkat kelassiswadengan kebutuhan yang sama, seperti integrasi teknologi, manajemen
kelas, atau bekerja sama dengan siswa berbakat.
E. Peran guru sesuai Standar Teknologi Pendidikan Nasional untuk Guru (National Educational
Technology Standards for Teacher/NETS-T).
Standar Deskripsi
Memfasilitasi dan Menginspirasi Guru menggunakan pengetahuan mereka
Pembelajaran dan Kreativitas Siswa. tentang materi pelajaran, pengajaran dan
pembelajaran, dan teknologi untuk
memfasilitasi pengalaman yang memajukan
pembelajaran siswa, kreativitas, dan inovasi
baik di lingkungan tatap muka dan virtual.
Merancang dan Mengembangkan Pengalaman Guru merancang, mengembangkan, dan
dan Penilaian Pembelajaran Digital-Age. mengevaluasi pengalaman belajar otentik dan
penilaian yang menggabungkan alat dan
sumber daya kontemporer untuk
memaksimalkan pembelajaran konten dalam
kontak dan mengembangkan pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang diidentifikasi
dalam NETS-S.
Model Kerja dan Belajar Digital-Age. Guru menunjukkan pengetahuan,
keterampilan, dan proses kerja yang mewakili
profesional inovatif dalam masyarakat global
dan digital.
Mempromosikan dan Model Digital Guru memahami masalah dan tanggung jawab
Citizenship dan Tanggung Jawab sosial lokal dan global dalam budaya digital
yang berkembang dan menunjukkan perilaku
Terlibat dalam Pertumbuhan Profesional dan Guru secara terus-menerus meningkatkan
Kepemimpinan. praktik profesional mereka, memodelkan
pembelajaran seumur hidup, dan memamerkan
para pemimpin dalam komunitas sekolah dan
profesional mereka dengan mempromosikan
dan mendemonstrasikan penggunaan alat-alat
digital dan sumber daya secara efektif.