Anda di halaman 1dari 11

PROGRAM KERJA

PENGURUS PERSI
PERIODE TAHUN 2015 – 2018

1. KOMPARTEMEN ORGANISASI DAN HUBUNGAN ANTAR LEMBAGA


A. Tujuan :
1. Penguatan Organisasi Daerah
2. Penguatan Asosiasi / Organisasi Perumahsakitan
3. Penguatan Hubungan dengan Organisasi Profesi
4. Penguatan Hubungan dengan Lembaga Pemerintahan
a. Kementerian Kesehatan
b. Kementerian Keuangan
c. Kementerian Dalam Negeri
d. PAN, Reformasi dan Birokrasi
e. PEMDA
f. BPJS
g. Dll.
B. Program dan kegiatan :
1. Menguatkan Konsilidasi PERSI dengan 14 Asosiasi.
 Menyusun Pedoman Organisasi :
• Membentuk Tim
• Kajian AD/ART PERSI dan Kompendium
• Menyusun Draft Pedoman Pengorganisasian
• Pengesahan
• Sosialisasi
2. Menghidupkan dan Mengembangkan Pengurus Daerah (PERSI DAERAH)
 Koordinasi dan Informasi kepada PERSI Daerah
• Forum : menginformasikan Program Kerja dan Rencana kegiatan PERSI
PUSAT untuk konsolidasi dengan Asosiasi.
• Peluang PERSI Daerah sebagai penyelenggara pembinaan/pelatihan/
workshop Akreditasi (koordinasi dengan kompartemen mutu).
3. Membangun Konsilidasi PERSI dengan 14 Asosiasi.
 Pertemuan dengan Asosiasi, content :
• Harapan Asosiasi terhadap PERSI (Contoh : Arsani Fokus : penguatan
jaringan dan manajemen klinik maternal – neonatal)
• Brainstroming untuk penyusunan pedoman organisasi (outline
disampaikan) hak dan kewajiban Pusat dan Daerah.
• Bagaimana memenuhi harapan asosiasi.
• Penjadwalan pertemuan (kompartemen ORHAL dengan masing – masing
asosiasi untuk merumuskan kegiatan)
4. Penguatan Hubungan Dengan Lembaga Stakeholder
 Menyelenggarakan forum diskusi dan penyelesaian masalah dengan lembaga
profesi, pemerintah dan swasta.
• Membentuk forum diskusi dengan lembaga KEmenkes, Kemenkeu, Pan,
Reformasi dan Birokrasi, dll.
• Membentuk Forum Diskusi dengan Asosiasi, Profesi, IDI, PDGI, IAI, dll.

2. KOMPARTEMEN MANAJEMEN FARMASI RUMAH SAKIT


A. Tujuan :
1. Memfasilitasi adanya kebijakan yang mendukung pelayanan farmasi rumah sakit
yang komprehensif (manajemen farmasi dan farmasi klinik)
2. Menyiapkan tenaga farmasi rumah sakit yang handal untuk menghadapi pasar
global.
3. Mendorong terlaksananya pelayanan farmasi rumah sakit yang menganut system
kendali biaya dan kendali mutu dengan mengutamakan patient safety.
4. Meningkatkan kerjasama antar kompartemen manajemen farmasi rumah sakit
PERSI Daerah di Indonesia.
B. Program dan kegiatan :
1. Advokasi kebijakan farmasi rumah sakit yang komprehensif kepada pemangku
kepentingan ( stake holder) : IAI, Kemenkes (Dirjen YanKes) :
 Mengusulkan kebijakan rasio minimal tenaga kefarmasian (apoteker dan
tenaga teknis kefarmasian) untuk dapat menerapkan standar akreditasi di
rumah sakit sesuai dengan tipe / kelas rumah sakit (2 x setahun).
 Mengusulkan kebijakan jenis pelayanan farmasi klinik sesuai dengan tipe /
kelas rumah sakit (2x setahun)
 Mengusulkan kebijakan penggunaan obat dan alkes sesuai paket pembiayaan
dalam rangka kendali mutu dan kendali biaya (berkoordinasi dengan
kompartemen manajemen risiko BPJS dan kompartemen HTA) (2x setahun).
2. Peningkatan kompetensi tenaga kefarmasian.
 Workshop Tenaga Teknis Kefarmasian :
a. Penyimpanan dan Pendistribusian Obat yang baik (1x setahun).
b. Pelayanan Farmasi berfokus pada pasien (2x setahun)
c. Pencegahan Kesalahan Obat dalam Dispensing (3x setahun)
 Workshop Apoteker Farmasi Rumah Sakit :
a. Manajemen Risiko Farmasi RS (1x setahun)
b. Farmasi Klinik (2x setahun)
c. Aseptic Dispensing (Handling Cytotoxic (1x setahun) dan IV Admixture
(3x setahun)
d. Penerapan Farmakoekonomi / Health Technology Assesment (HTA)
dalam rangka kendali mutu dan kendali biaya (4x setahun)
e. Sistem Informasi Manajemen RS (2x dan 4x setahun)
f. Lean Hospital Pharmacy (1x dan 3x setahun)
3. Koordinasi dengan kompartemen antar farmasi rumah sakit di Indonesia.
 Membahas usulan kebijakan yang akan disampaikan dalam rangka advokasi
kebijakan farmasi rumah sakit dengan pemangku kepentingan (1 – 4x setahun)
 Mensosialisasikan kebijakan tentang farmasi rumah sakit seperti yang
diusulkan di atas (1-4x setahun)

3. KOMPARTEMEN PR DAN MARKETING


A. Visi :
 Menjadikan PERSI sebagai Organisasi Rumah Sakit yang handal dan mampu
menjadi sandaran rumah sakit di Indonesia.
 Menjadikan PERSI sebagai Organisasi yang mendorong perumahsakitan di
Indonesia dalam meningkatkan mutu hingga setaraf dengan rumah sakit di Asia
Pasifik.
B. Misi :
 Memperjuangkan kepentingan anggota PERSI ke seluruh jajaran yang terkait :
pemerintah, swasta, maupun masyarakat.
 Membentuk dan mengembangkan networking antara anggota dengan information
technology.
 Meningkatkan profesionalisme dalam pengelolaan rumah sakit menuju
masyarakat sehat.
 Melakukan aliansi strategis yang meningkatkan mutu anggota PERSI dan saling
menguntungkan.
C. Program :
1. Manajemen Reputasi – Misi PERSI 1
Tujuan : PERSI sebagai organisasi induk perumahsakitan dikenal dan perannya
dipercaya public.
 Manajemen Reputasi (1) :
a. Public Affair Audience :
• Kemenkes, Dagri, Kemenkeu
• LSM
• FKM/FK
• Komunitas
• Organisasi Profesi
• BPRS
b. Media :
• Media Massa (cetak, elektronik, daring)
• Media Sosial
c. Internal Audience :
• Antar Kompartemen
d. Business Partner :
• PERSI Daerah
• Asosiasi RS
e. Customer
• Anggota PERSI
• RS Non PERSI
• Masyarakat
 Manajemen Reputasi (2) :
a. - Stakeholder :Public Affair Audientce
- Program : Partner Penguatan PRM RS
- Target : Setiap kali
b. -Stakeholder : Internal Audience
- Program : Kanal komunikasi internal dan Internal event
- Target : Milis & grup WA Pengurus dan Dinner meeting, 1x setahun.
c. - Stakeholder : Bussines Partner
- Program : Penguatan PRM Asosiasi RS
- Target : Diskusi antar pengurus PRM, 1x setahun
d. - Stakeholder :Customer
- Program : Advokasi dan pendampingan, Penyusunan Pedoman.
-Target : 3 RS setahun dan Penanganan Krisis Komunikasi & Etika
Promosi
2. Kapasitas Anggota – Misi PERSI 3
Tujuan : PERSI sebagai referensi dan fasilitator dalam menunjang
profesionalisme PR & marketing rumah sakit.

4. KOMPARTEMEN AKUNTANSI DAN KEUANGAN


A. Tujuan :
Membantu Anggota PERSI untuk dapat mengelola Manajemen Keuangan Rumah
Sakit secara Profesional dan Akuntable.
B. Kegiatan :
1. Menindaklanjuti amanah UU Rumah Sakit tentang Insentif Pajak dengan
memberikan masukan kepada Kemenkes dalam penerbitan Peraturan Pemerintah.
2. Audiensi dengan Dirjen Pajak sehubungan dengan perlakuan Kantor Pelayanan
Pajak Riau yang memberlakukan PPN Rawat Inap kepada Rumah Sakit di Riau.
Dan lain – lain permasalah Pajak Perumah Sakitan.
3. Bekerjasama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia membuat Standard Akuntansi
Keuangan , Akuntansi Biaya, dan Akuntansi Syariah.
4. Penguatan Penerapan BLU
5. Membantu anggota menyelesaikan permasalahan perpajakan apabila diminta.
6. Lokakarya dan Seminar tentang masalah Akuntansi, Keuangan dan Perpajakan
bekerjasama dengan Institut Manajemen Rumah Sakit PERSI.

5. KOMPARTEMEN MANAJEMEN KLINIS


A. Tujuan
1. Membantu Rumah Sakit di Indonesia dalam meningkatkan fungsi Komite Medis.
2. Membuat Standar Panduan Praktek Klinis dan Clinical Pathway bekerjasama
dengan Perhimpunan Profesi.
B. Kegiatan
1. Forum Komite Medis :
 Mendefinisikan hubungan kompartemen klinis dengan forum komite medis.
 Mendorong terbentuknya forum komite medis diseluruh wilayah PERSI
 Memacu kegiatan forum komite medis wilayah yang telah terbentuk
2. Komite Medis :
 Pemantapan pemahaman tentang komite medis dan KSM
 Melakukan pelatihan :
a. Kredensial dan previleging
b. Mutu dan keselamatan pasien
c. Etika profesi
 Berkomunikasi dengan kolegium dan KKI
3. Standar Pelayanan Kedokteran :
 Pemantapan pemahaman tentang PNPK, PPK dan CP
 Sosialisasi buku panduan PPK dan CP PERSI
 Mendorong organisasi profesi untuk membuat PNPK sebanyak-banyaknya
 Mendorong rumah sakit untuk membuat PPK dan CP lebih banyak.
4. Kesadaran Hukum Dokter :
 Pemantapan pemahaman tentang UU Praktik Kedokteran, Kesehatan dan
Rumah Sakit
 Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya STR dan SIP
 Meningkatkan kesadaran tentang Rekam Medis
5. Audit Medis :
 Membuat panduan audit medis di rumah sakit
 Sosialisasi cara melakukan audit medis di rumah sakit
 Memperkenalkan konsep audit kinerja professional di rumah sakit
6. Remunerasi Klinis :
 Merumuskan konsep remunerasi klinis yang aplikatif di rumah sakit
 Membuat buku panduan
 Melakukan advokasi terkait remunerasi klinis
 Melakukan pelatihan remunerasi klinis
C. Materi Pelatihan
1. Patient Centered Care dan Clinical Pathway
2. Remunerasi Staf Klinis
3. Clinical Leadership di Rumah Sakit
4. Pengorganisasian Komite Medis
5. Pengisian Rekam Medis yang baik
6. Informasi dan Edukasi Klinis
7. Manajemen Risiko di Rumah Sakit
8. Sistim Rujukan Pelayanan Kesehatan Era JKN
9. Audit Medis di Rumah Sakit
10. Manajemen Mutu Klinis di Rumah Sakit
6. KOMPARTEMEN MANAJEMEN KEPERAWATAN
A. Tujuan :
Meningkatkan Pelayanan dan Pengelolaan Asuhan Keperawatan dalam mewujudkan
pelayanan yang berkualitas, safety dan berpusat pada pasien.
B. Kegiatan :
1. Mengembangkan Kebijakan dan Panduan terkait Manajemen Rumah Sakit :
 Konsinyasi dan Workshop bersama Keperawatan di Rumah Sakit dengan
Topik :
a. Akreditasi Rumah Sakit
b. Komite Rumah Sakit : NSBL, Kredensial, Clinical Privilege
c. Remunerasi
d. Jenjang Karir Keperawatan
e. •Model Asuhan Keperawatan
f. Model Pelayanan Keperawatan
g. Manajer Rumah Sakit
h. IT untuk Keperawatan.
2. Pelatihan – pelatihan dan Seminar Update
3. Bench Marking
4. Riset dan Development Bidang Manajemen Keperawatan
5. Rapat – rapat Koordinasi dan Lintas Kompartemen dan Lintas Level Struktur
(kompartemen keperawatan PERSI Daerah)

7. KOMPARTEMEN MANAJEMEN PENUNJANG


A. Tujuan :
 Rumah Sakit di Indonesia mempunyai pedoman teknis dan standar nasional untuk
bangunan dan fasilitas sesuai kaidah Hospital Safety.
 Gedung, Sarana dan Prasarana Rumah Sakit memenuhi persyaratan :
Keselamatan, Kesehatan, Kemudahan, Efisiensi, Ramah Lingkungan,
Kenyamanan.
B. Kegiatan :
1. Penyusunan Pedoman Teknis dan Standar (2/3 thn)
2. Sosialisasi dan Implementasi (1x/tahun- Nasional, 2x/tahun- Regional)
3. Percetakan dan Penyebaran Buku (1x/tahun)
4. Capacity Building (2x/tahun)
5. Advokasi Antar Lembaga Terkait (2x/tahun)

8. KOMPARTEMEN MANAJEMEN MUTU


A. Tujuan
Sesuai dengan AD/ART PERSI, maka Kompartemen Mutu PERSI akan
menyelenggarakan berbagai kegiatan pada tahun 2016 – 2018 dengan tujuan secara
umum untuk menyempurnakan pengelolaan rumah sakit demi peningkatan pelayanan
bagi masyarakat. Secara khusus kegiatan – kegiatan tersebut bertujuan untuk :
1. Mengembangkan instrument dan tools dalam upaya peningkatan mutu di RS
2. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pengelola rumah sakit dalam
penerapan standar mutu dan keselamatan pasien serta penggunaan tools
peningkatan mutu.

C. Kegiatan
1. Penyusunan Kumpulan Indikator Mutu kerjasama dengan KARS tahun 2016.
2. Penyusunan Pedoman Peningkatan Mutu kerjasama dengan KARS tahun 2016.
3. Penyusunan Pedoman Audit Mutu Pelayanan Keperawatan tahun 2016.
4. Penyusunan Pedoman PPRA tahun 2016.
5. Pengembangan Website Benchmark Kinerja Mutu RS Nasional tahun 2016.
6. Pelatihan Audit MutuPelayanan Keperawatan tahun 2016 – 2018.
7. Pelatihan Pengukuran, Evaluasi dan Benchmark Kinerja Mutu tahun 2016 – 2018.
8. Workshop Manajemen Mutu RS pada acara Seminar Nasional Tahunan PERSI
tahun 2016 – 2018.
9. Pelatihan Risk Manajemen tahun 2016 – 2018.
10. Pelatihan Mutu Kinerja Staf Klinis tahun 2016 – 2018.
11. Pelatihan Surveilence & ICRA tahun 2016 – 2018.
12. Pelatihan Auditor Mutu Internal tahun 2016 – 2018.
13. Rapat Kerja dan Penyusunan Laporan Kompartemen Mutu tahun 2016 – 2018.
14. Rapat Evaluasi Kinerja Kompartemen Mutu tahun 2015 – 2018.

9. LEMBAGA HUBUNGAN INTERNASIONAL


A. Latar belakang
Dalam pembangunan kesehatan global yang berfokus pada pemenuhan hak insani atas
kesehatan, telah disepakati perluasan akses penduduk terhadap pelayanan kesehatan
bermutu tanpa hambatan finansial.Hal ini menuntut pemerataan dan mutu faskes,
efisiensi pembiayaan kesehatan, pengendalian penyakit (menular dan tak menular).
Mengingat determinan social dan lingkungan yang besar terhadap masalah kesehatan,
upaya kesehatan menjadi bagian integral dari pembangunan nasional, dimana
kerjasama lintas disiplin, integrasi antar profesi, kerjasama lintas sector
pembangunan, serta pemberdayaan dan keterlibatan masyarakat menjadi dinamika
bermakna dalam membangun kesehatan.
Rumah sakit sebagai faskes rujukan tidak luput dari segala perkembangan tersebut
dan dituntut untuk memiliki ketahanan dan arah yang jelas dalam meningkatkan peran
membangun kesehatan bangsa dan berkontribusi dalam pembangunan kesehatan
global.Untuk itu PERSI sejak periode kepengurusan yang lalu telah mengembangkan
Lembaga Hubungan Luar Negeri (HLN) PERSI, guna melaksanakan kegiatan
kerjasama dalam pengembangan perumahsakitan dengan lembaga serupa di luar
negeri dan ditingkat internasional.
B. Tujuan :
1. Tujuan Umum :
Meningkatkan jaringan kerjasama PERSI dengan lembaga perumahsakitanserupa
di luar negeri di bidang tatakelola RS, pengembangan intervensi dan teknologi
kesehatan/kedokteran, peningkatan kapasitas SDM, penerapan teknologi informasi
dalam menunjang standarisasi dan kualitas pelayanan RS.
2. Tujuan Khusus :
a. Tercapainya kerjasama dalam pengembangan tatakelola RS
b. Terwujudnya pertukaran pengalaman dan praktek terbaik dalam intervensi dan
teknologi kesehatan/kedokteran.
c. Terdidiknya SDM RS dalam negeri dengan kursus/beasiswa internasional di
bidang manajemen, pembiayaan dan pelayanan kesehatan/kedokteran,
teknologi informasi untuk RS.
d. Terjadinya masukan pembaharuan untuk standarisasi dan peningkatan kualitas
RS Indonesia.
C. Program kerja :
1. Program Sister Hospitals
2. Program partisipasi RS Indonesia dalam temu ilmiah internasional
3. Program beasiswa pendidikan lanjutan bagi SDM teknis medis dan administrasi
manajemen RS
4. Program partisipasi PERSI dalam forum kebijakan perumasakitan global.
D. Jadwal dan pendanaan kegiatan :
1. Program Sister Hospital : Januari 2016 – Desember 2018
2. Program Partisipasi RS di kegiatan Ilmiah Internasional : Januari 2016 –
Desember 2018
3. Program Beasiswa Pendidikan SDM : Juni 2016 – Desember 2018
4. Program Partisipasi PERSI dalam Forum Kebijakan Global : Januari 2016 –
Desember 2018.

10. IKPRS (Institut Keselamatan Pasien Rumah Sakit)


A. Tujuan :
 Visi
Meningkatnya Keselamatan Pasien dan Mutu Pelayanan Rumah Sakit

 Misi
• Mengangkat secara Nasional Fokus Keselamatan Pasien
• Mendorong terbentuknya Kepemimpinan dan Budaya Rumah Sakit yang
mencakup Keselamatan Pasien dan Peningkatan Mutu Pelayanan
• Mengembangkan Standar Pedoman Keselamatan Pasien berbasis riset dan
pengetahuan.
• Bekerja sama dengan berbagai Lembaga yang bertujuan meningkatkan
Keselamatan Pasien dan Mutu Pelayanan RS
 Tugas Pokok
Mendorong dan membina gerakan Keselamatan Pasien diseluruh sarana
Pelayanan Kesehatan di Indonesia.
B. Kegiatan :
1. Seminar Tahunan :
a. Patient Safety ke X
b. Lomba Poster Session KPRS
c. CEO Forum – Patient Safety
Anggaran : Swadana
2. Workshop Keselamatan Pasien & Manajemen Risiko Klinis (WSKP)
a. Regular Bulanan
b. Inhouse
c. Pendampingan Penerapan IKPRS
d. Pelatihan TOT IKPRS
Anggaran : Swadana
3. Sistem Pelaporan IKP dan umpan balik, sosialisasi E – Reporting
Anggaran : Swadana
4. Program WHO :
a. Patient for patient safety
b. Hospital Security
Anggaran : Swadana
5. Workshop Keselamatan Pasien (WSKP) bagi tenaga kesehatan, perawat dan
Fanyankes Tingkat 1
Anggaran : Swadana
6. WSKP Khusus (dengan topic unggulan)
a. Instalasi Bedah
b. Perawat Bedah
c. ICU
d. Infeksi di Kamar Bedah
e. Mental Health Institute
f. Situational Awareness
g. Respiratory Medicine
Anggaran : Swadana
7. Penyusunan Standar, Pedoman, Solusi IKPRS
Anggaran : Swadana
8. Komunikasi / Marketing
a. Kerjasama / komunikasi dengan Perguruan Tinggi, KKI, IDI, Kolegium, dll
b. Pengembangan Website
c. Penerbitan Brosur
d. Angket RS tentang perkembangan IKPRS
Anggaran : Swadana
9. Penyusunan Tata Dasar IKPRS
Anggaran : Swadana.

11.IMRS (Institut Manajemen Rumah Sakit)


A. Pendahuluan
Perubahan lingkungan RS telah mendorong terjadinya berbagai respon untuk
menjadikan lembaga RS survive bahkan memenangkan persaingan local, regional
hingga global. Di dalam negeri Rumah Sakit Indonesia menghadapi tantangan
misalnya perubahan regulasi terkait dengan implementasi JKN. Di luar negeri Rumah
Sakit Indonesia menghadapi tantangan kompetisi terbuka yang segera akan terjadi
seiring dengan pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi Asia). Tidak ada jalan lain
untuk menghadapi perubahan tersebut selain secara cerdas dan terus menerus
melakukan adaptasi, termasuk dalam hal kompetensi SDM di RS.

B. Tujuan
IMRS PERSI bertujuan membantu rumah sakit di Indonesia untuk mempersiapkan
diri menghadapi tuntutan peningkatan mutu pelayanan kepada pasien sambil
mengembangkan kemampuan bersaing khususnya dengan RS Asing.Sejalan dengan
visi Ketua PERSI terpilih periode 2015 – 2018, yaitu membantu mewujudkan RS
yang mengutamakan keselamatan pasien. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut IMRS
PERSI akan mengembangkan Program Capacity Building sesuai dengan isu yang
dibahas (isu lama atau baru) dan teknologi yang digunakan (face-to-face atau on-
line). Berdasarkan isu yang dibahas ada materi lama/isu lama yang tidak mengalami
perubahan signifikan, misalnya konsep perencanaan tahunan dan lima tahunan,
konsep patient safety, remunerasi secara umum, penghitungan unit cost RS dan
sebagainya. Ada juga materi sesuai isu terkini misalnya remunerasi di era JKN,
penghitungan unit cost berdasarkan paket INA – CBG’s dan sebagainya.Berdasarkan
teknologi, ada pelatihan yang dapat diselenggarakan secara konvensional (face-to-
face) dan ada juga pelatihan yang dapat dilakukan secara jarak jauh (on-line).

Berdasarkan hal tersebut diatas, program IMRS PERSI periode 2015 – 2018 bertujuan
untuk :
1. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan IMRS PERSI periode sebelumnya.
2. Menyusun program IMRS PERSI 2015 – 2018 dimulai dengan penyampaian
proposal kegiatan capacity building yang dibutuhkan oleh staf maupun lembaga
RS.
3. Menjadikan IMRS sebagai sumber informasi, pengembangan ilmu dan
keterampilan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara
efisien dan efektif.

Untuk mencapai tujuan – tujuan diatas, kegiatan IMRS PERSI Periode 2015 – 2018
dapat dikelompokkan dalam beberapa bagian :
a. Kelompok Program Capacity Building Jarak Jauh
Kendala yang sering dihadapi dalam capacity building adalah waktu, jarak dan
biaya. Dari 2000-an RS, sebagian berada di pusat – pusat pengembangan SDM
(kota besar). Sebagian lainnya di pulau, perbatasan, daerah terpencil atau ural area
yang membutuhkan waktu lebih panjang dan biaya lebih besar untuk mencapai
pusat pengembangan keilmuan dan keterampilan SDM.
b. Kelompok Program Pengabdian Masyarakat
PERSI telah memiliki banyak materi pengembangan kapasitas manajer RS, baik
yang dikembangkan sendiri maupun bekerjasama dengan lembaga mitra.Sebagian
materi tersebut sudah merupakan materi lama, namun masih relevan bagi manager
baru.Sebagian lagi merupakan materi baru yang dikembangkan sesuai dengan isu
terkini. Beberapa materi lama dapat dikelompokkan sebagai materi “generic”

Jakarta, 15 Februari 2016

Pengurus Pusat
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes dr. Sri Rachmani, M.Kes, MH.Kes
Ketua Umum Sekretaris Jenderal