Anda di halaman 1dari 6

Nomor :

Revisi Ke :
Berlaku Tgl :

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

RESUSITASI

DINAS KESEHATAN DAERAH

UPTD PUSKESMAS NGANJUK


Jl. Barito No. 149 Begadung Nganjuk
RESUSITASI JANTUNG PARU
No. Dokumen :

No. Revisi :

SOP Tanggal Terbit :

Halaman :

UPTD
dr. Ilham Pramudani
PUSKESMAS
NIP. 19621113 198901 1 001
NGANJUK

1. Pengertian Resusitasi jantung paru merupakan usaha yang


dilakukanuntuk mengembalikan fungsi pernafasan dan atau
sirkulasipada henti nafas (respiratory arrest) dan atau henti
jantung(cardiac arrest) pada orang dimana fungsi tersebut
gagal totaloleh suatu sebab yang memungkinkan untuk hidup
normalselanjutnya bila kedua fungsi tersebut bekerja kembali
2. Tujuan 1. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah bagi perawat
dalam resusitasi jantung paru.
2. Memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan
respirasi yang adekuat sampai keadaan henti jantung
teratasi atau sampai penderita di nyatakan meninggal.
3. Memberikan oksigenasi terhadap otak jantung dan organ-
organ fital lain sampai datangnya sistem pengobatan yang
definitif.

3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas N0 : 800/ /411.303.01/C1/2018


tentang pelayanan ugd.

4. Referensi Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan


kesehatan tingkat pertama, tahun 2015.

5. Langkah-langkah A. PERSIAPAN ALAT :


1. Alat pelindung diri (masker, handscoen)
2. Trolly emergency yang berisi :
a. Laryngoscope lurus dan bengkok (anak dan
dewasa)
b. Magil force
c. Pipa trakhea berbagai ukuran
d. Trakhea tube berbagai ukuran
e. Gudel berbagai ukuran
f. CVP set
g. Infus set / blood set
h. Papan resusitasi
i. Gunting Verband
j. Bag resuscitator lengkap
k. Spuit 10 cc
3. Set therapy oksigen lengkap dan siappakai
4. Set penghisap sekresi lengkap dan siap pakai
5. EKG record
6. EKG monitor bila memungkinkan
7. DC shock lengkap
B. PERSIAPAN PASIEN
1. Keluarga diberi pen+elasan tentang tindakan yang akan
dilakukan
2. Posisi pasien diatur terlentang di tempat datar dan alas
keras
3. Baju bagian atas pasien dibukaPelaksanaan
C. PELAKSANAAN
1. Petugas menggunakan alat pelindung diri (masker,
handscoen)
2. Mengecek kesadaran pasien dengan cara :
a. Memanggil nama
b. Menanyakan keadaannya
c. Menggoyangkan bahu pasien/mencubit pasien
3. Jika pasien tidak sadar/tidak ada respon, aktifkan
SPGDT
4. Buka jalan nafas dengan head tilt chin lift dan bersihkan
jalan nafas dari sumbatan
5. Menilai pernafasan dengan cara :
a. Melihat pergerakan dada/perut
b. Mendengar suara keluar/masuk udara dari hidung
c. Merasakan adanya udara dari mulut/hidung pipi atau
punggung tangan
6. Jika pasien tidak bernafas, berikan nafas buatan
dengan resuscitator sebanyak 2 kali secara perlahan
7. Periksa denyut jantung pasien dengan cara meraba
arteri karotis, jika arteri carotis teraba cukup berikan
nafas buatan setiap 5 detik sekali
8. Jika arteri carotis tidak teraba lakukan kombinasi nafas
buatan dan kompresi jantung luar dengan perbandingan
15 : 2 untuk dewasa baik 1 atau 2 penolong dan 3 : 1
untuk neonatus.
9. Setiap 4 siklus (4 kali kompresi dan 5 kali ventilasi) cek
pernafasan
10. Jika nafas tetap belum ada lanjutkan teknik kombinasi
dimulai dengan kompresi jantung luar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan


11. Evaluasi pernafasan pasien tiap 1 menit saat dilakukan
RJP BC kombinasi
12. Lakukan RJP BC sampai :
 Timbul nafas spontan
 Diambil alih alat/petugas lain
 Dinyatakan meninggal
 Penolong tidak mampu atau sudah 30 menit tidak ada
respon
13. Kompresi jantung luar dilakukan dengan cara :
 Dewasa
o Penekanan menggunakan dua pangkal telapak
tangan dengan kejutan bahu
o Penekanan pada daerah sternum 2-5 jari di atas
proses xyphoideus
o Kedalaman tekanan 3-5 cm
o Frekuensi penekanan 80-100 kali per menit
 Anak
o Penekanan menggunakan satu pangkal telapak
tangan
o Kedalaman tekanan 2 – 3 cm
o Frekuensi penekanan 80 – 100 kali per menit
 Neonatus
o Punggung bayi diletakkan pada lengan bawah kiri
penolong sedangkan tangan kiri memegang lengan
atas bayi sambil meraba arteri brakhialis sebelah kiri
o Jari tangan dan telunjuk tangan penolong menekan
dada bayi pada posisi sejajar putting susu 1 cm ke
bawah
o Kedalaman tekanan 1-2 cm
o Perbandingan kompresi jantung dengan begging
adalah 3 : 1
-

6. Bagan Alir
Petugas menjelaskan
tentang tindakan yang akan
di lakukan

Petugas mempersiapakan alat

Petugas cuci tangan dan memakai sarung


tanagn
Atur posisi pasien sesuai kondiri pasien

Slang dipasang pada mesin dan mesin di hidupkan

Sebelum menghisap lendir pasien coba pada air


bersih yang tersedia

Tekan lidah dengan spatel

Hisap lendir sampai selesai dan matikan mesin

Bersihkan mulut pasien dengan kassa

Bersihkan slang dengan air dan rendam dengan


desinfektan

Petugas cuci tangan

7. Hal-hal yg perlu Petugas dalam melakukan komunikasi ke pasien dan


diperhatikan pemeriksaan fisik.

8. Unit Terkait 1. Ugd.


2. Mampu Persalinan

9. Dokumen terkait 1. Rekam medis.


2. Sop.

10. Rekaman Historis


Perubahan No Yang diubah Isi Perubahan Tgl. Mulai diberlakukan

MEMBERSIHKAN LENDIR JALAN NAFAS ( SUCTION )

:
No. Kode
:
Terbitan
DAFTAR :
UPTD No. Revisi
PUSKESMAS TILIK
:
NGANJUK Tgl Mulai Berlaku
:
Halaman

Tidak
No Uraian Kegiatan Ya Tidak
Berlaku
Apakah petugas menjelaskan pada pasien atau keluarga
1.
tentang tindakan yang akan dilakukan ?

Apakah petugas cuci tangan dan memakai saring tangan ?


2.

3. Apakah petugas megatur posisi pasien sesuai kondisi ?

Apakah sebelum menghisap lendir pasien di cobakan dulu


4.
pada air bersih yang telah tersedia ?

5. Apakah petugas menekan lidah pasien dengan spatel ?

Apakah petugas mengisap lendir sampai selesai dan


6.
matikan mesin ?

Apakah petugas memersihkan slang dengan air dan


7.
merendam dengan desinfektan ?

∑ 𝑌𝑎
CR ( Compliance Rate ) = 𝑥 10 = ⋯ … … … … … … … … … … … ….
∑ 𝑌𝑎 + 𝑇𝑖𝑑𝑎𝑘

Pelaksana / Auditor

......................................