Anda di halaman 1dari 7

Interaksi Zink dan Vitamin A

Review Update

A. Pendahuluan
Zink merupakan salah satu komponen dari mikromineral yang memiliki peran
dalam absorbsi, mobilisasi, transport dan metabolisme dari senyawa mikronutrient
lain seperti vitamin A. Zink juga memiliki peranan dalam sintesis protein dan
fungsi enzim seluler. Selain itu, terdapat sebuah dugaan bahwa vitamin A dapat
mempengaruhi absorbsi dan penggunaan zink dalam tubuh. Hal ini disebabkan,
konsentrasi yang bervariasi pada satu atau lebih dari senyawa micronutrient ini
dapat mempengaruhi metabolisme yang satu dengan yang lain dan berdampak
pada kesehatan setiap individu.
Studi pada hewan coba tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara
zink dan vitamin A. Hal ini disebabkan karena pada percobaan menggunakan
hewan, variable pakan dan pertumbuhan. Akan tetapi, studi pada manusia,
suplementasi zink dapat mempengaruhi metabolisme vitamin A di beberapa
jaringan pada seseorang dengan defisiensi zink sekunder akibat sirosis alcoholic
dan penyakit hati kronik.
Secara teori, terdapat 2 mekanisme yang sering digunakan untuk menjelaskan
hubungan atau interaksi antara zink dan vitamin A. Mekanisme pertama adalah
zink berperan dalam memediasi transportasi vitamin A melalui sebuah protein
yang disebut dengan RBP (Retinol Binding Protein). Defisiensi zink dapat
menyebabkan penurunan sintesis dari RBP di hati yang berdampak pada
penurunan konsentrasi RBP dalam plasma. Mekanisme kedua adalah zink
merupakan salah satu komponen dalam enzim zink dependent retinol dehydro-
genase yang berperan dalam perubahan retinol menjadi retinal (retinaldehyde).

B. Study Pada Hewan Coba


Studi pada hewan coba dilakukan untuk mengetahui teori mekanisme pertama.
Pada mekanisme ini, zink dapat meregulasi metabolisme vitamin A melalui
transport RBP-mediated-intracellar dan intercellular dari retinol dan regulasi
enzim yang berperan dalam absorbsi dan aktivasi dari vitamin A. studi
pendahuluan menunjukkan bahwa pembentukan RBP di hati membutuhkan zink
secara dependent sebagai pembentukannya. Penelitian lebih lanjut menunjukkan
bahwa defisiensi zink mampu menurunkan cellular hepatic RBP (cRBP) sebanyak
50% dan penurunan kadar retinol dalam plasma. Penelitian ini menduga bahwa
defisiensi zink dapat menurunkan transportasi vitamin A ke dalam berbagai organ
lainnya karena gangguan pada pembentukan RBP. Akan tetapi, penelitian ini
memiliki kelemahan karena pada kelompok control akan ditemukan kenaikan
berat badan dan pada kelompok defisiensi zink akan terjadi penurunan berat
badan. Penurunan berat badan ini mengidentifikasikan terjadinya malnutrisi pada
hewan coba, sehingga terdapat masalah yaitu apakah penurunan sintesis RBP di
dalam hati disebabkan karena malnutrisi pada hewan coba atau karena defisiensi
zink seperti yang diduga (Mobarhan et al., 1992).
Mekanisme lain mengenai interaksi zink dengan vitamin A adalah pada enzim
retynil ester hydrolase dan acyl coA:retinol acyl-O-transferase, yang merupakan
enzim hati dan berperan dalam meregulasi retynil ester hydrolase dan juga enzim
lainnya seperti alcohol dehydrogenase (ADH) dan retinal oxidase. Akan tetapi,
pada percobaan dengan hewan coba ditemukan penurunan enzim ADH dan
peningkatan enzim retinal oxidase pada kondisi defisiensi zink. Perubahan pada
enzim ini juga diikuti dengan peninmgkatan konsentrasi dan kadar vitamin A pada
hati, yang menimbulkan sebuah dugaan baru, bahwa defisiensi zink dapat
menyebabkan penurunan metabolisme retinol pada kondisi defisiensi zink.
Peningkatan enzim retinal oxidase merupakan kompensasi dari hati untuk
menjaga kadar normal asam retinoid akibat penurunan degrasi retinol menjadi
aldehid. Akan tetapi, percobaan ini menemukan kelemahan yaitu adanya
malnutrisi pada hewan coba yang ditandai dengan penurunan berat badan (Boron
et al., 1988).
Zink juga berperan dalam absorbsi vitamin A. Defisiensi zink dapat
menyebabkan penurunan uptake lympatic terhadap retinol pada tikus, yang
disebabkan karena penurunan pengeluaran pospholipid limpatic yang berdampak
pada gangguan sekresi bilier pada usus. Enterosit pada tikus yang mengalami
defisiensi zink akan mengalami kegagalan dalam pembentukan kilomikron yang
merupakan transporter lemak, termasuk retynil ester. Penambahan asam lemak
esensial ke dalam diet tidak memperbaiki kondisi defisiensi zink yang berperan
terhadap penyerapan vitamin A (Ahn dan Koo, 1995a), Ahn dan Koo, 1995b)).
Selain itu, vitamin A juga dapat mempengaruhi absorbsi, fungsi dan status dari
zink. Penelitian pada anak ayam, menunjukkan bahwa defisiensi vitamin A dapat
menyebabkan penurunan absorbsi zink sebesar 40% pada usus halus dan 57%
pada ileum. Suplementasi vitamin A dalam bentuk retynil acetate mampu
menaikkan absorbsi zink pada usus sebanyak 3 kali. Hal ini disebabkan karena
dalam penyerapan zink, dibutuhkan suatu protein pengikat zink (zinc-binding
protein) yang merupakan vitamin A-dependent dalam sintesisnya. Penelitian yang
dilakukan dengan menggunakan anak ayam sebagai subjeknya menemukan bahwa
terdapat penurunan kadar zink di plasma dan peningkatan zink di hati pada anak
ayam yang mendapat diet defisiensi vitamin A. Hal ini disebabkan karena
defisiensi vitamin A dapat menyebabkan penurunan aktivitas dari zinc-dependent
enzim seperti ADH (Alcohol dehydrogenase), enzim hidrolitik lanilla dan
superoxide dismutase (Berzin dan Bauman, 1987).
C. Study Pada Manusia
Dengan menggunakan dasar percobaan pada hewan coba, bahwa defisiensi
zink dapat mempengaruhi fungsi dan status dari vitamin A (melalui pengaturan
fungsi konversi ADH-catalyzed yang mengubah menjadi bentuk asam retinoid
intermediet atau dengan penurunan aktivitas sintesis RBP) maka para peneliti
ingin melihat hubungan atau interaksi antara zink dengan vitamin A pada
manusia.
Hasil penelitian cross sectional mendapatkan hasil bahwa tidak terdapat
korelaso atau hubungan antara vitamin A dengan zink. Akan tetapi, interakasi
antara zink dan vitamin A dapat memberikan hasil yang signifikan pada anak
dengan gizi kurang atau buruk. Berikut adalah beberapa hasil penelitian yang
melihat hubungan antara zink dan vitamin A pada manusia dengan menggunakan
metode cross sectional dapat dilihat pada table 1.
Suplementasi dengan menggunakan vitamin A dan zink telah dilakukan pada
subjek manusia untuk mengetahui interaksi secara langsung antara zink dan
vitamin A. Study yang dilakukan oleh Hunt et al. (1985) pada remaja hamil
Mexico dengan status ekonomi rendah menemukan bahwa kadar retinol pada
subjek tidak berubah meski diberi vitamin A dengan zink atau vitamin A saja.
Studi yang dilakukan oleh Christian dan West pada subjek anak umur 3-7 tahun
dengan status terkena parasit atau tidak mendapatkan kesimpulan yang sama.
Kadar serum retinol tidak berbeda secara signifikan setelah pemberian
suplementasi vitamin A dengan zink maupun tidak pada kelompok non-parasit.
Sedangkan pada kelompok parasit, konsentrasi retinol serum tidak berubah.
Tabel 1. hasil penelitian cross sectional interaksi zink dan vitamin A
Hasil penelitian Subjek dan populasi Interaksi Keterangan
Chase et al., 1980 Mexican American Negative Tidak terdapat
migrant children <70 hubungan yang
bulan signifikan antara
vitamin A dan zink
Hunt et al., 1985 Remaja hamil dari suku Negative Tidak terdapat
Mexican perbedaan
konsentrasi serum
vitamin A pada
subjek dengan
kadar zink yang
kurang maupun
normal
Kozlowski et al., Anak US usia 3-9 tahun Positive Serum RBP dan
1987 dengan gangguan retinol lebih rendah
perkembangan mental pada kadar zink
<10.7 μmol/L
Dorea et al., 1988 Fetus dan infant yang Negative Korelasi yang
meninggal pada 16 lemah antara kadar
minggu setelah kelahiran zink pada hati dan
konsentrasi vitamin
A serum
Coutsoudis et al., Anak Afrika dengan Positive Konsentrasi serum
1990 status gizi kurang zink berkorelasi
dengan vitamin A
(r=0,6) dan RBP
(r=0,7)
Ahmed et al., 1993 Anak India dengan umur Positive Konsentrasi zink
5-12 tahun rata-rata lebih
rendah pada subjek
dengan konsentrasi
vit. A<0,7 μmol/L
Sebuah study lain dengan menggunakan populasi terbatas, anak Thailand
dengan umur 6-13 tahun, dan menggunakan randomized trials dilakukan untuk
mengetahui interaksi antara zink dan vitamin A. studi ini ingin mengetahui
pengaruh pemberian suplemen zink, vitamin A atau kombinasi keduanya terhadap
kadar serum retinol, zink dan konsentrasi RBP, visual restoration time (VRT, test
adaptasi gelap), serta perubahan epithelial pada permukaan konjucntiva yang
dilihat melalui impresi sitologi (CIC). Studi ini mendapatkan hasil bahwa tidak
terdapat hubungan antara zink dan vitamin A dalam meningkatkan serum retinol
dan RBP. Pada studi ini terjadi perbedaan yang signifikan pada CIC kelompok
vitamin A dan vitamin A+zink. Akan tetapi, studi ini tidak memperhatikan
perubahan asupan zink akibat perubahan pola makan yang disebabkan karena
perubahan musim. Review dari beberapa studi mengenai interaksi vitamin A dan
zink dengan menggunakan suplementasi pada manusia dapat dilihat pada table 2.
Table 2. interaksi zink dan vitamin A melalui program suplementasi
Hasil penelitian Populasi Interaksi Keterangan
Hunt et al., 1985 Remaja Hamil Negative Suplementasi
Mexico dengan zink tidak
mengubah kadar
vitamin A
Hustead et al., 1988 Pre term infant Positif Retinol dan RBP
dengan BB<2 kg meningkat pada
kelompok zink
Marinho et al., Anak Brazil umur Tidak diketahui Data tidak ada
1991 3-7 tahun
Udomkesmalee et Anak Thailand Lemah Zink tidak
al., 1992 umur 6-13 tahun meningkatkan
kadar retinol&
RBP, vitamin A
atau zink tidak
meningkatkan
penglihatan
Jalla et al., 1997 Anak India umur 5- Negative Tidak terdapat efek
36 bulan zink dan vit.A
DAFTAR PUSTAKA

Mobarhan, S, Greenberg, B, Mehta, R, Friedman, H, Barch, D. 1992. Zinc deficiency


reduces hepatic cellular retinol-binding protein in rats. Int J Vit Nutr Res.; 62:148–54.
Boron, B, Hupert, J, Barch, DH. 1988. Effect of zinc deficiency on hepatic enzymes
regulating vitamin A status. J Nutr 1; 118:995–1001.

Ahn, J dan Koo, SI. 1995a. Effects of zinc and essential fatty acid deficiencies on the
lymphatic absorption of vitamin A and secretion of phospholipids. J Nutr Biochem;
6:595–603.

Ahn, J. dan Koo, SI. 1995b. Intraduodenal phosphatidycholine infusion restores the
lymphatic absorption of vitamin A and oleic acid in zinc-deficient rats. J Nutr
Biochem; 6:604–12.

Berzin, N.I. dan Bauman, V.K. 1987. Vitamin A-dependent zinc-binding protein and
intestinal absorption of zinc in chicks. Br J Nutr; 57:255–68.

Chase, H.P., Hambidge, M., Barnett, S.E., Houts-Jacobs, M.J., Lenz, K., Gillespie, J.
1980. Low vitamin A and zinc concentrations in Mexican-American migrant children
with growth retardation. Am J Clin Nutr; 33:2346–9.

Hunt, I.F., Murphy, N.J., Cleaver, A.E. 1985. Zinc supplementation during pregnancy
in low-income teenagers of Mexican descent: effects on selected blood constituents
and on progress and outcome of pregnancy. Am J Clin Nutr; 42:815–28.

Kozlowski, B.W., Taylor, M.L., Baer, M.T., Blyler, E.M., Trahms, C. 1987.
Anticonvulsant medication use and circulating levels of total thyroxine, retinol
binding protein, and vitamin A in children with delayed cognitive development. Am J
Clin Nutr; 46:360–8.

Dorea , J.G., De Araújo, M.O.G. 1988. Zinc and vitamin A in liver of fetuses and
infants. Acta Pediatr Scand; 77:85–8.
Coutsoudis, A., Coovadia, H.M., Broughton, M., Salisbury, R.T., Elson, I. 1991.
Micronutrient utilization during measles treated with vitamin A or placebo. Int J
Vitam Nutr Res; 61:199–204.
Ahmed, F., Barua, S., Mohiduzzaman, M. 1993. Interactions between growth and
nutrient status in school-age children of urban Bangladesh. Am J Clin Nutr; 58:334–8.

Hustead, V.A., Greger, J.L., Gutcher, G.R. 1988. Zinc supplementation and plasma
concentration of vitamin A in preterm infants. Am J Clin Nutr; 47:1017–21.

Marinho, H.A., Shrimpton, R., Giugliano, R., Burini, R.C. 1991. Influence of enteral
parasites on the blood vitamin A levels in preschool children orally supplemented
with retinol and/or zinc. Eur J Clin Nutr; 45:539–44.

Udomkesmalee, E., Dhanamitta, S., Sirisinha, S. 1992. Effect of vitamin A and zinc
supplementation on the nutriture of children in Northeast Thailand. Am J Clin Nutr
1992;56:50–7.

Jalla, S., Sazawal, S., Black, R.E., Mazumder, S., Sinha, A., Bhan, M.K. 1997. Effect
of zinc supplementation on anemia and vitamin A status in children. FASEB J;
11:A654 (abstr).