Anda di halaman 1dari 12

DISKUSI I

MANAJEMEN OPERASI (EKMO5208.01)


Nama Mahasiswa : Ary Prasetyo
NIM : 530000834
Tutor : Dr.Imam Abu Hanifah

PERTANYAAN DISKUSI 1

1. Bacalah power point 1 dan 2, serta coba Anda cari referensi lain mengenai
manajemen operasi. Kemudian jelaskanlah pengertian manajemen operasi
dan keputusan-keputusan strategik dalam operasi!
a. Pengertian manajemen operasi
1) Pengertian Manajemen Produksi dan Operasi menurut Sofjan Assauri
(2008), mengatakan bahwa: “Manajemen Produksi dan Operasi yaitu
kegiatan yang mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-
sumber daya yang berupa sumber daya manusia, sumber daya alat dan
sumber daya dana serta bahan, secara efektif dan efisien untuk
menciptakan dan menambah kegunaan (utility) sesuatu barang atau
jausa”.
2) Sedangkan menurut T. Hani Handoko (2000), Manajemen produksi
dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal,
penggunaan sumber daya-sumber daya (atau sering disebut faktor-
faktor produksi), tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah
dan sebagainya dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga
kerja menjadi berbaga produk atau jasa.
3) Sedangkan menurut Fogarty yang diterjemahkan oleh Eddy Herjanto
(2008:20), pengertian dari Manajemen Produksi dan Operasi yaitu:
“Suatu proses yang secara berkesinambungan dan efektif
menggunakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai
sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan”.
4) Menurut Herjanto (2008), manajemen operasi merupakan suatu
kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan barang, jasa, atau
kombinasinya, melalui proses transformasi dari sumberdaya produksi
menjadi keluaran yang diinginkan.
5) Menurut Russel dan Taylor (2011), manajemen operasi sering
didefinisikan sebagai proses transformasi Input (seperti bahan, mesin,
tenaga kerja, manajemen, dan modal diubah menjadi output (barang
dan jasa).
b. Keputusan-keputusan strategik dalam operasi
Berdasarkan buku dari Heizer dan Render (2011: 9) yang
didalamnya menyebutkan terdapat sepuluh keputusan strategis yang
berkaitan dengan manajemen operasional. Adapun 10 hal-hal tersebut
yang telah dirangkum adalah dapat dijelaskan antara lain sebagai berikut :
1) Perancangan produk dan jasa
Perancangan barang dan jasa menetapkan sebagian besar proses
transformasi yang akan dilakukan. Keputusan biaya, kualitas dan
sumberdaya manusia bergantung pada keputusan perancangan.
2) Pengelolaan kualitas
Ekspektasi pelanggan terhadap kualitas harus ditetapkan,
peraturan dan prosedur dibakukan untuk mengidentifikasi serta
mencapai standar kualitas tersebut.
3) Perancangan proses dan kapasitas
Keputusan proses yang diambil membuat manajemen
mengambil komitmen dalam hal teknologi, kualitas, penggunaan
sumber daya manusia dan pemeliharaan yang spesifik. Komitmen
pengeluaran dan modal ini akan menentukan struktur biaya dasar suatu
perusahaan.
4) Strategi lokasi
Keputusan lokasi organisasi manufaktur dan jasa menentukan
kesuksesan perusahaan.
5) Strategi tata letak
Aliran bahan baku, kapasitas yang dibutuhkan, tingkat
karyawan, keputusan teknologi dan kebutuhan persediaan
mempengaruhi tata letak.
6) Sumber daya manusia dan rancangan pekerjaan
Manusia merupakan bagian yang integral dan mahal dari
keseluruhan rancang sistem. Karenanya, kualitas lingkungan kerja
diberikan, bakat dan keahlian yang dibutuhan, dan upah yang harus
ditentukan dengan jelas.
7) Manajemen rantai pasokan (supply chain management)
Keputusan ini menjelaskan apa yang harus dibuat dan apa yang
harus dibeli.
8) Persediaan, perencanaan, kebutuhan bahan baku, dan JIT (just in time)
Keputusan persediaan dapat dioptimalkan hanya jika kepuasan
pelanggan, pemasok, perencanaan produksi dan sumberdaya manusia
dipertimbangkan.
9) Penjadwalan jangka menengah dan jangka pendek
Jadwal produksi yang dapat dikerjakan dan efisien harus
dikembangkan.
10) Perawatan (maintenance)
Keputusan harus dibuat pada tingkat kehandalan dan stabilitas
yang diinginkan.
2. Bacalah power point 1 dan 2 dan coba Anda cari referensi lain mengenai
value chain. Kemudian, berikan pendapat Anda mengenai pengertian value
chain dan perannya dalam manajemen operasi.
a. Pengertian value chain
Rantai Nilai (value chain) menggambarkan keseluruhan aktivitas
yang dibutuhkan untuk menghasilkan barang atau jasa, mulai dari proses
perancangan, input bahan mentah, proses produksi sampai dengan
distribusi ke konsumen akhir serta pelayanan setelah pemasaran.
Porter (1985) menjelaskan bahwa value chain adalah serangkaian
aktivitas yang dapat memberikan nilai tambah pada produk suatu
perusahaan. Nilai tambah total yang dari serangkaian aktivitas
penambahan nilai tersebut akan menentukan posisi perusahaan tersebut
dibandingkan dengan perusahaan lain, atau dengan kata lain competitive
advantage dari perusahaan tersebut. Porter (1985) memaparkan bahwa
"Competitive advantage tidak dapat diketahui dari perusahaan secara
keseluruhan, namun dibentuk dari aktivitas-aktivitas mulai dari
perancangan, produksi, pemasaran, pengiriman produk serta aktivitas-
aktivitas pendukung lainnya Seluruh aktivitas ini akan menentukan posisi
cost perusahaan relatif terhadap perusahaan lain dan bisa menjadi dasar
diferensiasi”
Rantai nilai mengidentifikasikan dan menghubungkan berbagai
aktivitas strategik perusahaan. Sifat rantai nilai tergantung pada sifat
industri dan berbeda-beda untuk perusahaan manufaktur, perusahaan jasa
dan organisasi yang tidak berorientasi pada laba. (Porter, 1980 dalam
Pawarrangan, 2012)
Analisis Value Chain memandang perusahaan sebagai salah satu
bagian dari rantai nilai produk. Rantai nilai produk merupakan aktifitas
yang berawal dari bahan mentah sampai dengan penanganan purna jual.
Rantai nilai ini mencakup aktivitas yang terjadi karena hubungan dengan
pemasok (Supplier Linkages), dan hubungan dengan konsumen
(Consumer Linkages). Aktivitas ini merupakan kegiatan yang terpisah tapi
sangat tergantung satu dengan yang lain. (Porter, 2001 dalam Wibowo,
2014).
Analisis Value Chain membantu manajer untuk memahami posisi
perusahaan pada rantai nilai produk untuk meningkatkan keunggulan
kompetitif. Pendekatan Analisis Value Chain dan Value Coalitions
merupakan pendekatan terbaik dalam membangun nilai perusahaan kearah
yang lebih baik.
Analisis Value Chain dan Value Coalitions lebih sering
berhubungan dengan aktivitas luar perusahaan (Weiler, 2004 dalam
Wibowo, 2014). Konsep-konsep yang mendasari analisis tersebut adalah
setiap perusahaan menempati bagian tertentu atau beberapa bagian dari
keseluruhan rantai nilai.
Penentuan di bagian mana perusahaan berada dari seluruh rantai
nilai merupakan analisis strategik, yaitu dimana perusahaan dapat
memberikan nilai terbaik untuk pelanggan utama dengan biaya serendah
mungkin. Oleh karena itu setiap perusahaan mengembangkan sendiri satu
atau lebih dari bagian-bagian dalam rantai nilai, berdasarkan analisis
strategik terhadap keunggulannya (Widarsono, 2011).
Rantai nilai menyediakan sarana untuk menganalisis kegiatan yang
dilakukan oleh sebuah organisasi. Rantai Nilai mengidentifikasi bidang
utama aktivitas primer dan pendukung yang akan diminta untuk
memberikan nilai kepada pelanggan organisasi dan berpotensi
membedakan organisasi dari pesaingnya. Kita dapat menggunakan konsep
rantai nilai untuk mengembangkan peta proses tingkat tinggi dalam
organisasI
b. Peranan value chain dalam manajemen operasi.
Fungsi dari value added chain, menurut Michael E. Porter yaitu
untuk mendeskripsikan cara melihat bisnis sebagai rantai aktifitas yang
mengubah input menjadi output sehingga memiliki nilai bagi pelanggan
(Laudon and Laudon, 2007). Value chain membagi dalam dua kategori,
yaitu:
1) Primary activities, (line functions) merupakan aktifitas utama dari
organisasi yang melibatkan aktifitas-aktifitas sebagai berikut:
 Inbound Logistics, pada bagian ini terkait dengan penerimaan,
penyimpanan, dan pendistribusian input menjadi produk.
 Operations, semua aktifitas yang terkait dengan pengubahan input
menjadi bentuk akhir dari produk, seperti produksi, pembuatan,
pemaketan, perawatan peralatan, fasilitas, operasi, jaminan
kualitas, proteksi terhadap lingkungan.
 Outbond Logistics, aktifitas yang terkait dengan pengumpulan,
penyimpanan, distribusi secara fisik atau pelayanan terhadap
pelanggan.
 Marketing and Sales, aktifitas yang terkait dengan pembelian
produk dan layanan oleh pengguna dan mendorong untuk dapat
membeli produk yang dibuat. Memiliki rantai nilai khusus, antara
lain: Marketing management, Advertising, Sales force
administration, Sales force operations, Technical
literature, Promotion.
 Service, aktifitas yang terkait dengan penyediaan layanan untuk
meningkatkan atau merawat nilai dari suatu produk, seperti
instalasi, perbaikan, pelatihan, suplai bahan, perawatan dan
perbaikan bimbingan teknis.
2) Support activities, (staff atau fungsi overhead) merupakan aktifitas
pendukung yang membantu aktifitas utama. Secondary activities
melibatkan beberapa bagian/fungsi, antara lain:
 Firm infrastructure, merupakan aktifitas, biaya, dan aset yang
berhubungan dengan manajemen umum, accounting, keuangan,
keamanan dan keselamatan sistem informasi, serta fungsi lainnya.
 Human Resources Management, terdiri dari aktifitas yang terlibat
seperti penerimaan, dengar pendapat, pelatihan, pengembangan,
dan kompensasi untuk semua tipe personil, dan mengembangkan
tingkat keahlian pekerja.
 Research, Technology, and System Development, aktifitas yang
terkait dengan biaya yang berhubungan dengan produk, perbaikan
proses, perancangan peralatan, pengembangan perangkat lunak
komputer, sistem telekomunikasi, kapabilitas basis data baru, dan
pengembangan dukungan sistem berbantuan komputer.
 Procurement, terkait dengan fungsi pembelian input yang
digunakan dalam value chain organisasi.
3. Coba Anda pelajari power point 2, 3, dan modul 1 BMP EKMA 5208.
Sekarang berikan pendapat mengenai strategi yang dikemukakan oleh Heizer
& Render (2004) dengan strategi yang dikemukakan oleh Chase, Jacobs, &
Aquilano (2004). Kemudian, berikan pendapat Anda mengenai persamaan
kedua strategi tersebut!
a. Heizer & Render (2006) : Achieving competitive advantage via
differentiation, low cost, and response
Menurut Heizer dan Render, perusahaan mencapai misi mereka
melalui tiga cara yakni:
1) Differentiation (diferensiasi).
Diferensiasi berhubungan dengan penyajian sesuatu keunikan.
Diferensiasi harus diartikan melampaui ciri fisik dan atribut jasa yang
mencakup segala sesuatu mengenai produk atau jasa yang
mempengaruhi nilai.
2) Low cost (biaya rendah).
Kepemimpinan biaya rendah berarti mencapai nilai maksimum
sebagaimana yang diinginkan pelanggan. Hal ini membutuhkan
pengujian sepuluh keputusan manajemen operasi dengan usaha yang
keras untuk menurunkan biaya dan tetap memenuhi nilai harapan
pelanggan. Strategi biaya rendah tidak berarti nilai atau kualitas barang
menjadi rendah.
3) Response (respons).
Keseluruhan nilai yang terkait dengan pengembangan dan
pengantaran barang yang tepat waktu, penjadwalan yang dapat
diandalkan dan kinerja yang fleksibel. Respons yang fleksibel dapat
dianggap sebagai kemampuan memenuhi perubahan yang terjadi di
pasar dimana terjadi pembaruan rancangan dan fluktuasi volume.
Tiga strategi yang ada masing-masing memberikan peluang bagi
para manajer operasi untuk meraih keunggulan bersaing. Keunggulan
bersaing berarti menciptakan sistem yang mempunyai keunggulan unik
atas pesaing lain. Idenya adalah menciptakan nilai pelanggan (customer
value) dengan cara efisien dan efektif.
b. Chase, Jacobs, Aquilano (2006) : the major competitive dimensions that
form the competitive position of a firm: cost or price, quality, delivery
speed, delivery reliability, coping with changes in demand, flexibility and
new product introduction speed, and other product-specific criteria.
Mennurut Chase, Jacobs, Aquilano, perusahaan mencapai misi mereka
melalui cara-cara sebagai berikut:
1) Cost or price (biaya atau harga,)
Menurunkan harga dapat meningkatkan permintaan, tetapi juga
mengurangi margin keuntungan apabila produk atau jasa tidak dapat
diproduksi dengan biaya yang rendah. Biaya dapat dikelompokkan
menjadi dua golongan yaitu biaya langsung (direct cost) dan biaya
tidak langsung (indirect cost). Biaya langsung (direct cost) adalah
biaya yang terjadi karena ada sesuatu yang dibiayai. Biaya langsung
terdiri dari biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja
langsung. Sedangkan biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya
yang terjadi tidaj hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai.
Harga memegang peranan penting dalam terjadinya kesepakatan jual-
beli dari produsen ke tangan konsumen. Melalui penetapan harga, akan
terlihat posisi kelayakan produk dari nilai ekonomisnya. Karena
permasalahan ini, perusahaan biasanyan mengadakan penetapan harga yang
disepakati sebelum barang beredar di pasaran. Tujuan dari penetapan suatu
harga adalah untuk mencapai target perusahaan, mendapatkan laba dari
penjualan, meningkatkan serta mengembangkan produksi produk, serta
meluaskan target pemasaran.
2) Quality (kualitas)
Kualitas merupakan suatu produk dan jasa yang melalui
beberapa tahapan proses dengan memperhitungkan nilai suatu produk
dan jasa tanpa adanya kekurangan sedikitpun nilai suatu produk dan
jasa, dan menghasilkan produk dan jasa sesuai harapan tinggi dari
pelanggan. Konsumen menginginkan produk atau jasa yang secara
konsistem sesuai dengan spesifikasi, sesuai dengan yang diharapkan
atau sesuai dengan iklan.
3) Delivery speed (kecepatan pengiriman)
Delivery speed yang dimaksud di sini adalah ketepatan waktu
dalam pengiriman hasil produksi kita. Di Zaman sekarang, kecepatan
dalam pengiriman dapat menentukan keberhasilan suatu produk.
Kesabaran tunggu pelanggan sangat terbatas, karena produk yang kita
hasil belum tentu merupakan satu-satunya di dunia. Jika dalam waktu
tertentu kita tidak bisa menyediakan produk yang ingin kita pasarkan,
Pelanggan bisa saja menggantikan dengan produk lain.
4) Delivery reliability (keandalan pengiriman)
Pengiriman barang adalah memindahkan atau mengirimkan
barang dari satu lokasi ketempat tujuan yang disesuaikan dengan
dokumen pemesanan dan pengiriman serta dalam kondisi yang sesuai
dengan persyaratan penanganan barangnya. Dengan keandalan dalam
pengiriman, maka barang yang sampai ke konsumen akan sesuai pada
saat pengepakan dan tidak ada yang cacat, hal ini akan berdampak
pada kepuasan pelanggan.
5) Coping with changes in demand (mangatasi perubahan permintaan)
Menjalankan sebuah bisnis bukan berarti harus selalu
mengikuti apa yang diinginkan dari pihak pelaku bisnis. Pelaku bisnis
adakalanya untuk mempelajari apa saja yang sedang dibutuhkan dan
inginkan pasar. Baik itu dengan cara melakukan survei secara langsung
atau melalui sosial media. Kemudian mencatat kebutuhan dan
keinginan pasar tersebut agar dapat membantu pelaku bisnis untuk
mengetahui produk seperti apa yang paling diminati oleh konsumen.
Hal tersebut juga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi tentang
produk yang ditawarkan pada bisnis agar dapat memberikan inovasi-
inovasi yang lebih baik. Tetapi perlu diingat bahwa menjalankan bisnis
penting rasanya memahami prioritas antara kebutuhan dan keinginan
pasar ataupun konsumen.
6) Flexibility and new product introduction speed (fleksibilitas dan
kecepatan pengenalan produk baru)
Menurut Simamora dalam Sinta (2004), produk baru
merupakan barang dan jasa yang pada dasarnya berbeda dari yang
telah dipasarkan sebelumnya oleh perusahaan. Pengembangan produk
baru (new product development) adalah proses pencarian gagasan
untuk barang dan jasa baru dan mengkonversikannya ke dalam
tambahan lini produk yang berhasil secara komersial.
Dalam mempromosikan atau mengenalkan produk baru perlu
cara-cara yang fleksibel dan cepat sehingga konsumen mudah
mengenal produk tersebut. Dengan pengenalan produk baru tersebut
diharapkan konsumen akan tertarik dan membeli atau mengkomsumsi
produk baru yang ditawarkan tersebut. Menurut Cooper (2001), dua
kategori produk baru yang paling populer di kalangan perusahaan
adalah lini produk baru (new product lines) dan perbaikan pada produk
yang sudah ada (improvements in revisions to existing products).
Produk yang baru bagi dunia (new products to the world) dan lini
produk baru bagi perusahaan (new product lines) hanya berkontribusi
30% dari semua produk yang dipasarkan, tetapi merepresentasikan
60% sebagai produk yang dipandang paling berhasil.
7) Other product-specific criteria (produk lain - kreteria khusus)
Produk yang handal dapat diartikan sebagai produk yang
berkualitas, produk yang sesuai harapan konsumen. Dalam menarik
komsumen biasanya produk-produk tersebut harus mempunyai kriteria
khusus/ lain-dari ada yang lain. Beberapa ciri/kriteria itubisa berupa:
Memiliki umur ekonomis yang cukup lama, apabila produk tersebut
mengalami kerusakan mudah diperbaiki, kerusakan salah satu
komponen tidak akan berpengaruh banyak pada fungsi utama produk
tersebut, mudah digunakan dan mudah dirawat atau ramah lingkungan.
c. Persamaan kedua strategi Heizer & Render dan Chase, Jacobs, Aquilano
Persamaan kedua strategi menurut pendapat Heizer & Render dan
Chase, Jacobs, Aquilano antara lain :
1) Differentiation (diferensiasi) dengan Other product-specific criteria
(produk lain - kreteria khusus)
Startegi Differentiation (diferensiasi) menurut Heizer & Render
dan Other product-specific criteria (produk lain - kreteria khusus)
menurut Chase, Jacobs, Aquilano merupakan dua strategi yang pada
intinya mempunyai maksud yang sama. Kedua strategi tersebut
mengedepankan penyajian sesuatu keunikan. Karena dengan keunikan
suatu produk diharapkan konsumen akan tertarik sehingga mampu
melampaui ciri fisik dan atribut jasa yang mencakup segala sesuatu
mengenai produk atau jasa yang mempengaruhi nilai.
2) Low cost (biaya rendah) dengan Cost or price (biaya atau harga)
Startegi Low cost (biaya rendah) ) menurut Heizer & Render
dan strategi Cost or price (biaya atau harga) menurut Chase, Jacobs,
Aquilano merupakan dua strategi yang pada intinya mempunyai
maksud yang sama. Kedua strategi tersebut berusaha membuat produk
dengan kualitas sama akan tetapi dengan biaya yang seminimal
mungkin, sehingga perusahaan akan memperoleh keuntungan yang
maksimal
3) Response (respons) dengan Delivery speed (kecepatan pengiriman),
Delivery reliability (keandalan pengiriman), Coping with changes in
demand (mangatasi perubahan permintaan) dan Flexibility and new
product introduction speed (fleksibilitas dan kecepatan pengenalan
produk baru
Strategi response (respon) menurut Heizer & Render secara
garis besarnya adalah ringkasan dari strategi-strategi Delivery speed
(kecepatan pengiriman), Delivery reliability (keandalan pengiriman),
Coping with changes in demand (mangatasi perubahan permintaan)
dan Flexibility and new product introduction speed (fleksibilitas dan
kecepatan pengenalan produk baru yang dikemukankan oleh Chase,
Jacobs, Aquilano. Pengembangan produk dan pengantaran barang yang
tepat waktu, penjadwalan yang dapat diandalkan dan kinerja yang
fleksibel. Respons yang fleksibel dapat dianggap sebagai kemampuan
memenuhi perubahan yang terjadi di pasar. Dari respon yang baik
diharapkan komsumen akan terpuskan karena produk atau barang yang
mereka beli sesuai dengan permintaan merka dan pengriman barang
yang sesuai jadwan serta keandalan dalam pengiriman.

Daftar Pustaka
Adi Djoko Guritno.(2015). Manajemen Operasi. Tangerang Selatan : Universitas
Terbuka

Dian hana tresnawati Ayu. (2015). . Pengertian, unsur dan tujuan biaya produksi.
diakses pada tanggal 30 Januari 2018 melalui :
https://www.kompasiana.com/dhanatsr/pengertian-unsur-dan-tujuan-
biaya-produksi
Hadi Purnomo & Edi Santosa (2014). Kapabilitas Pemasaran Dan Operasi Serta
Pengaruhnya Pada Supply Chain Managementdan Kinerja Perusahaan.
Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Volume Xvii No. 3

Heizer, Jay dan Barry Render. (2011). Operations Management, Buku 1 edisi ke
sembilan. Salemba empat: Jakarta.

Liana Mangifera. (2015). Analisis Rantai Nilai ( Value Chain ) Pada Produk Batik
Tulis Di Surakarta. Benefit Jurnal Manajemen Dan Bisnis Volume 19,
Nomor 1