Anda di halaman 1dari 26

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan bahan ajar dalam bentuk modul

praktikum kimia berbasis problem based learning untuk kelas XI SMA. Penelitian ini

bertujuan untuk menghasilkan modul praktikum yang memenuhi kriteria valid dan praktis

melalui uji kelayakan dan kepraktisan dengan menggunakan model pengembangan 4D

dengan tahapan define, design, develop dan dissemination.

Masing-masing tahapan kegiatan pengembangan modul praktikum yang dilakukan

beserta analisis data yang diperoleh dapat dideskripsikan sebagai berikut:

A. Deskripsi Tahap Pendefinisian (define)

1) Analisis masalah

Pada tahap awal, peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan melakukan

wawancara di sekolah yang akan dijadikan sebagai tempat uji coba produk. Dari hasil

wawancara dengan guru bidang studi kimia, diperoleh informasi terkait kegiatan

praktikum dan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan dalam melakukan suatu

kegiatan praktikum. Kegiatan praktikum yang biasa dilakukan di SMA Negeri 1

Gunungsari untuk kelas XI semester genap adalah titrasi asam basa. Pelaksanaan

praktikum yang dilakukan ini sudah sesuai dengan kompetensi dasar yang memang

menuntut dilakukannya percobaan yakni pada KD 4.13, namun bahan ajar yang

digunakan sebagai panduan praktikum siswa bersifat sangat menuntun. Oleh karena

itu, jalannya kegiatan praktikum yang dilakukan dapat dikatakan belum

memberikan kesempatan secara penuh kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif,

serta kurang melatih kemampuan berpikir guna memperoleh pengetahuan dan konsep

secara mandiri. Hal ini juga membuat siswa masih kurang memahami kebermaknaan

kimia sebagai proses. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, peneliti menemukan


solusi dengan membuat bahan ajar mandiri berupa modul praktikum berbasis problem

based learning. Modul praktikum ini dibuat agar siswa dapat lebih optimal untuk

berpartisipasi langsung ke dalam proses ilmiah.

Langkah selanjutnya, peneliti menentukan dan menganalisis KI dan KD untuk

merumuskan tujuan dan indikator pembelajaran dari masing-masing kegiatan

praktikum serta menentukkan isi dan urutan materi yang akan di masukkan ke dalam

modul praktikum. Pada materi kelas XI semester genap terdiri dari sejumlah

kompetensi dasar. Kompetensi dasar yang dipilih oleh peneliti adalah yang memiliki

ragam pengetahuan prosedur yaitu untuk KD 4.13. Hal ini dikarenakan modul yang

akan dibuat merupakan modul praktikum sehingga KD yang digunakan haruslah

benar-benar menuntut dilakukannya percobaan guna tercapainya kompetensi serta

tujuan yang diharapakan.

Berdasarkan analisis awal akhir tersebut, peneliti merancang modul praktikum kimia

bahan alam tentang isolasi senyawa trimiristin dari pala dengan menggunakan metode

ekstraksi refluks agar dapat membantu mahasiswa dengan mudah memahami dan melakukan

isolasi senyawa trimiristin dari pala.

2) Analisis materi

Pada tahap ini peneliti melakukan telaah terhadap materi kimia bahan alam tentang

isolasi senyawa trimiristin dari pala baik secara prosedural maupun secara teoritis. Materi

yang disuguhkan pada modul praktikum ini merupakan materi yang mengacu pada tujuan

praktikum yaitu mahasiswa dapat memahami dan melakukan isolasi senyawa metabolit

sekunder khususnya trimiristin dari pala.

B. Deskripsi Tahap Perancangan (design)


Pada tahap ini dihasilkan rancangan modul. Tahap perancangan bertujuan untuk

merancang modul yang dikembangkan dengan mempertimbangkan hasil pendefinisian.

Rincian kegiatan yang dilakukan yaitu:

1) Pemilihan Format

Pemilihan format modul praktikum dilakukan dengan mengacu pada hasil analisis awal

akhir dan analisis materi pada tahap pendefinisian (define).

a. Judul Praktikum

Judul praktikum yang dikembangkan hanya terdiri dari satu judul praktikum yaitu

“Isolasi trimiristin dari pala”. Hal ini disebabkan karena pada tahap analisis awal akhir

peneliti telah melakukan praktikum mengenai isolasi senyawa trimiristin dari pala dengan

menggunakan dua metode ekstraksi yaitu maserasi dan refluks. Hasil isolasi senyawa

trimiristin tersebut kemudian dimurnikan menggunakan plat KLT (Kromatografi Lapis

Tipis) dan dianalisis titik lelehnya menggunakan melting point meter dan diuji

spektroskopinya dengan menggunakan spektroskopi IR dan UV-Vis. Berdasarkan hasil

praktikum tersebut telah dipilih satu metode ekstraksi dengan hasil terbaik yang

digunakan pada modul praktikum.

b. Tujuan Praktikum

Tujuan praktikum yang terdapat pada modul praktikum kimia bahan alam tentang

isolasi trimiristin dari pala dibuat dengan menyesuaikan hasil analisis awal akhir pada

tahap pendefinisian (define). Selain itu penetapan tujuan praktikum ini juga disesuaikan

dengan kebutuhan mahasiswa pendidikan kimia semester VI yang memprogramkan mata

kuliah kimia bahan alam khususnya mengenai isolasi senyawa metabolit sekunder.

c. Materi Praktikum
Materi praktikum yang dipaparkan pada modul praktikum diperoleh dari referensi

buku-buku universitas dan beberapa jurnal yang dapat menunjang pemahaman mahasiswa

sebelum melakukan praktikum.

d. Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum

Alat dan bahan praktikum merupakan salah satu komponen terpenting dalam

melaksanakan praktikum. Oleh karena itu, agar mahasiswa dapat melaksanakan

praktikum dengan baik maka alat yang digunakan dalam praktikum ini telah

diperkenalkan sebelumnya pada bab awal modul tentang Pengenalan Laboratorium.

Sedangkan bahan yang digunakan pada praktikum ini merupakan bahan sederhana yang

dapat ditemukan dengan mudah, seperti biji pala yang dapat ditemukan di pasar-pasar

tradisional.

e. Prosedur pelaksanaan praktikum

Prosedur pelaksanaan praktikum dijelaskan lebih rinci dengan menggunakan kalimat

baku dan tidak ambigu, serta menggunakan skema kerja yang menjelaskan tahapan-

tahapan dalam melaksanakan praktikum tersebut. Prosedur pelaksanaan praktikum pada

modul praktikum yang dikembangkan terdiri dari ekstraksi, pemurnian dan identifikasi

senyawa trimiristin yang diisolasi.

f. Hasil pengamatan selama praktikum

Pada modul praktikum yang dikembangkan telah disediakan tabel hasil pengamatan

untuk menuliskan hasil yang diperoleh setelah melaksanakan praktikum, baik modul

praktikum untuk dosen maupun mahasiswa. Akan tetapi pada modul praktikum untuk

dosen tabel hasil pengamatan diisi langsung oleh peneliti, sedangkan pada modul

praktikum untuk mahasiswa tabel hasil pengamatan akan diisi secara berkelompok oleh
mahasiswa sesuai dengan skema kerja modifikasi yang telah dikerjakan serta hasil yang

diperoleh.

g. Pembahasan dalam praktikum

Pembahasan dalam praktikum merupakan hasil pengamatan dalam bentuk tulisan yang

memaparkan penjelasan terkait dengan proses praktikum serta teori yang mendukung.

h. Pertanyaan yang terkait dengan praktikum yang dilaksanakan

Pertanyaan praktikum yang terdapat pada modul dibuat berdasarkan proses praktikum

yang dilaksanakan dan hasil pengamatan yang diperoleh.

i. Kesimpulan

Kesimpulan yang terdapat pada modul praktikum berisi hal-hal penting sebagai intisari

dari praktikum yang dilaksanakan.

2) Perancangan Awal

Perancangan awal yang dimaksud adalah rancangan modul yang dibuat sebelum diuji

coba. Semua modul yang dihasilkan pada tahap ini disebut prototype 1.

a. Modul Praktikum

1) Cover modul praktikum

Cover modul praktikum bagian depan meliputi judul modul pengembangan dengan

menggunakan font jenis Times New Roman berwarna hitam. Gambar yang terdapat pada

modul merupakan gambar yang terkait dengan judul praktikum dan terletak pada bagian

depan modul praktikum, sedangkan lambang institusi terdapat pada bagian tengah cover

depan. Cover modul praktikum dapat dilihat pada Gambar 4.1.


Gambar 4.1 Cover modul praktikum kimia bahan alam: isolasi trimiristin dari pala

2) Isi modul praktikum

Modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala yang

dirancang menuntut mahasiswa untuk memahami materi serta prosedur praktikum yang

terdapat pada modul. Modul juga dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan

isolasi senyawa trimiristin tersebut agar mahasiswa mampu mengkonstruksi pemahaman

yang dimiliki setelah mempelajari modul praktikum yang dikembangkan oleh peneliti.

Isi modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala dapat dilihat

pada Gambar 4.2.


Gambar 4.2 Isi modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala

b. Instrumen penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar validasi modul praktikum serta

angket respon mahasiswa dan dosen.

1) Lembar validasi modul praktikum

Lembar validasi modul praktikum digunakan untuk mengetahui tingkat kelayakan

modul praktikum tersebut. Format validasi modul praktikum terdiri dari aspek

kegrafikaan, penyajian, kelayakan isi, dan kebahasaan dengan empat pilihan kategori

yaitu sangat baik, baik, cukup baik, dan kurang baik.

2) Angket respon mahasiswa dan dosen

Format angket respon mahasiswa terhadap modul praktikum kimia bahan alam tentang

isolasi trimiristin dari pala berisi pernyataan yang direspon oleh mahasiswa dengan empat

pilihan respon yaitu sangat setuju, setuju, kurang setuju, dan tidak setuju. Angket respon
mahasiswa dan dosen ini digunakan untuk mengetahui tingkat praktikalitas modul

praktikum yang dikembangkan.

C. Deskripsi Hasil Pengembangan (develop)

Tahap ini bertujuan untuk menghasilkan prototype baru yang telah direvisi oleh para

validator (para ahli) sehingga layak dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

1. Hasil Validasi dan Reliabilitas

a. Hasil validasi ahli terhadap modul praktikum

Validasi modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala

dilakukan oleh 3 orang validator. Hasil validasi ini akan menentukan kelayakan modul

praktikum yang telah dikembangkan. Penilaian para validator umumnya berupa catatan-

catatan kecil pada poin yang perlu diperbaiki beserta saran-sarannya.

Tabel 4.1 Nama-nama validator


No Nama Jabatan
1 Drs. Sukib, M.Si Dosen jurusan pendidikan
kimia, FKIP Universitas
Mataram
2 Dr. Aliefman Hakim, Ketua program studi
S.Si.,M.Si pendidikan kimia, FKIP
Universitas Mataram
3 Dr. Syafrizal Hadisaputra, Dosen jurusan pendidikan
M.Sc kimia, FKIP Universitas
Mataram

Aspek-aspek yang diperhatikan dalam validasi modul praktikum secara umum meliputi:

(1) Aspek kegrafikaan, (2) aspek penyajian, (3) aspek kelayakan isi, dan (4) aspek

kebahasaan. Hasil validasi secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 5. Berikut ini adalah

rincian analisis hasil validasi modul oleh dosen untuk setiap aspek pengamatan.

Tabel 4.2 Kriteria jawaban item instrumen validasi beserta skornya

No Jawaban Skor
1 Sangat baik 4
2 Cukup baik 3
3 Kurang baik 2
4 Tidak baik 1
Berdasarkan indeks Aiken, hasil validitas modul pada semua aspek dapat dilihat pada

tabel berikut:

1) Hasil validasi modul praktikum untuk komponen kegrafikaan

Tabel 4.3 Hasil analisis validasi modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi
trimiristin dari pala untuk komponen kegrafikaan

No Butir Σs V
A Ukuran Modul
1 Kesesuaian ukuran modul dengan standar ISO 6 0,7
2 Kesesuaian ukuran dengan materi isi modul 6 0,7
Rata-rata 12 0,7
B Desain sampul modul
3 Penampilan unsur tata letak pada sampul muka, 5 0,6
belakang dan punggung secara harmonis memiliki
irama dan kesatuan serta konsisten
4 Menampilkan pusat pandang (center point) yang 5 0,6
baik
5 Huruf yang digunakan menarik dan mudah dibaca 8 0,9
6 Tidak menggunakan terlalu banyak kombinasi 7 0,8
huruf
Rata-rata 25 0,7
C Desain isi modul
7 Penempatan unsur tata letak konsisten berdasarkan 6 0,7
pola
8 Pemisahan antar pragraf jelas 7 0,8
9 Bidang cetak dan margin proporsional 6 0,7
10 Spasi antara teks dan ilustrasi sesuai 7 0,8
11 Penempatan hiasan atau ilustrasi sebagai latar 6 0,7
belakang tidak mengganggu judul, teks, angka
halaman
12 Tidak menggunakan terlalu banyak jenis huruf 6 0,7
13 Penggunaan variasi huruf (bold, italic, all capital, 6 0,7
small capital) tidak berlebihan
14 Spasi antar baris susunan teks normal 6 0,7
Rata-rata 50 0,7
Rata-rata keseluruhan komponen kegrafikaan 87 0,7

Berdasarkan tabel 4.3 diperoleh hasil analisis validasi modul praktikum untuk komponen

kegrafikaan yang terdiri dari tiga aspek yaitu ukuran modul, desain sampul modul dan desain

isi modul. Hasil rata-rata perolehan analisis validasi dengan menggunakan indeks Aiken

untuk desain modul yang terdiri dari butir kesesuaian ukuran modul dengan standar ISO dan
kesesuaian ukuran dengan materi isi modul yaitu V = 0,7 terdapat pada kategori valid, pada

desain sampul modul untuk butir pertama yaitu penampilan unsur tata letak pada sampul

muka, belakang dan punggung secara harmonis memiliki irama dan kesatuan serta konsisten

hingga butir terakhir yaitu tidak menggunakan terlalu banyak kombinasi huruf diperoleh

rata-rata hasil analisis validasi V = 0,7 terdapat pada kategori valid, dan untuk desain isi

modul yang terdiri dari butir pertama yaitu penempatan unsur tata letak konsisten

berdasarkan pola hingga butir terakhir yaitu spasi antar baris susunan teks normal diperoleh

rata-rata hasil analisis validasi V = 0,7 yang terdapat pada kategori valid.

Berdasarkan data di atas diperoleh rata-rata nilai V untuk komponen kegrafikaan yaitu

0,7 yang berarti modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala dari

segi komponen kegrafikaan telah valid.

2) Hasil validasi modul praktikum untuk komponen penyajian

Tabel 4.4 Hasil analisis validasi modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi
trimiristin dari pala untuk komponen penyajian

No Butir Σs V
1 Penyajian teks, tabel, dan gambar disertai 6 0,7
dengan rujukan atau sumber acuan
2 Keruntutan konsep atau materi yang disajikan 6 0,7
3 Pengantar 6 0,7
4 Daftar pustaka 6 0,7
5 Glosarium 6 0,7
Rata-rata 30 0,7
Berdasarkan tabel 4.4 diperoleh hasil analisis validasi modul praktikum untuk

komponen penyajian yang terdiri dari lima butir. Hasil analisis validasi tersebut diperoleh

nilai V = 0,7 terdapat pada kategori valid.

3) Hasil validasi modul praktikum untuk komponen kelayakan isi

Tabel 4.5 Hasil analisis validasi modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi
trimiristin dari pala untuk komponen kelayakan isi

No Butir Σs V
1 Keluasan materi 6 0,7
2 Kesesuaian dengan perkembangan ilmu 6 0,7
3 Menumbuhkan rasa ingin tahu 6 0,7
4 Mendorong untuk mencari informasi lebih lanjut 6 0,7
Rata-rata 24 0,7

Berdasarkan tabel 4.5 diperoleh hasil analisis validasi modul praktikum untuk komponen

kelayakan isi yang terdiri dari empat butir. Hasil analisis validasi tersebut diperoleh nilai V =

0,7 terdapat pada kategori valid.

4) Hasil validasi modul praktikum untuk komponen kebahasaan

Tabel 4.6 Hasil analisis validasi modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi
trimiristin dari pala untuk komponen kebahasaan

No Butir Σs V
1 Rumusan kalimat komunikatif 6 0,7
2 Menggunakan bahasa indonesia yang baku 6 0,7
3 Tidak menggunakan kata atau ungkapan yang 5 0,7
menimbulkan penafsiran ganda atau salah
pengertian
4 Tidak menggunakan bahasa yang berlaku 7 0,7
setempat/tabu
Rata-rata 24 0,7

Berdasarkan tabel 4.6 diperoleh hasil analisis validasi modul praktikum untuk komponen

kebahasaan yang terdiri dari empat butir. Hasil analisis validasi tersebut diperoleh nilai V =

0,7 terdapat pada kategori valid. Format analisis validasi untuk semua komponen modul

secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 6.

b. Analisis Reliabilitas

Reliabilitas modul praktikum ditentukan dengan menggunakan persamaan percentage of

agreement. Penentuan nilai R dilakukan untuk setiap komponen seperti yang telah dibuat

pada Tabel 4.7.

Tabel 4.7 Hasil reliabilitas modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari
pala pada tiap komponen

No Komponen penilaian pada Rata-rata


modul komponen modul
A B R
1 Komponen kegrafikaan 3,25 3,08 0,96
2 Komponen penyajian 3,00 3,00 1
3 Komponen kelayakan isi 3,00 3,00 1
4 Komponen kebahasaan 3,00 3,00 1

Berdasarkan tabel diatas, hasil penilaian reliabilitas dengan menggunakan percentage of

agreement pada komponen kegrafikaan, komponen penyajian, komponen kelayakan isi, dan

komponen kebahasaan diperoleh nilai R berturut-turut yaitu 0,96, 1, 1, dan 1. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala

telah reliabel atau dapat dipercaya karena memiliki nilai R > 75. Format analisis reliabilitas

untuk semua komponen modul secara lengkap dapat dilihat pada Lampiran 7.

c. Hasil revisi/perbaikan pada modul

Modul praktikum pada umumnya dinyatakan telah memenuhi kriteria kevalidan dengan

penilaian umum dapat digunakan dengan revisi kecil, akan tetapi ada beberapa saran

validator yang perlu diperhatikan, oleh karena itu dilakukanlah revisi atau perbaikan

berdasarkan saran validator yang terdapat pada Tabel 4.8.

Tabel 4.8 Hasil revisi modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala

No Saran/komentar Perbaikan
1 Gambar pada sampul dibuat lebih Memperbaiki gambar pada
fokus sampul dengan menambah
tingkat kefokusan gambar
tersebut
2 Gambar pada header Mengganti gambar pada
mengganggu sehingga dihapus header dengan gambar struktur
dan diganti dengan struktur senyawa trimiristin dan dibuat
senyawa lebih kecil
3 Resolusi gambar diperbaiki Mempertajam resolusi gambar
yang terdapat pada modul
sehingga terlihat lebih jelas
dan tidak mengganggu tulisan
yang ada pada modul
4 Tulisan dibaca kembali sehingga Meninjau kembali kata-kata
akhirnya diperoleh makna yang terdapat didalam modul
kalimat yang lebih mudah dengan membaca modul
dipahami. Hal ini dapat dilakukan secara berulang sehingga
dengan berkali-kali membaca diperoleh kalimat yang lebih
dengan teliti secara berulang- mudah dipahami
ulang
5 Instruksi pada modul ditambah Menambah instruksi pada
dengan meminta mahasiswa modul dengan meminta
membuat skema kerja modifikasi mahasiswa membuat skema
dengan tetap mengacu pada kerja modifikasi yang
skema kerja yang telah dibuat mengacu pada skema kerja
oleh peneliti pada modul yang telah dibuat
oleh peneliti

Berdasarkan hasil revisi terhadap modul, maka diperoleh modul praktikum kimia bahan

alam tentang isolasi trimiristin dari pala yang merupakan prototype 2. Kegiatan selanjutnya

peneliti akan melakukan uji coba terbatas pada mahasiswa program studi Pendidikan Kimia,

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram.

2. Analisis Hasil Uji Coba Terbatas

Uji coba terbatas pada tahap ini dilaksanakan setelah modul praktikum kimia bahan

alam tentang isolasi trimiristin dari pala divalidasi. Uji coba terbatas ini dilaksanakan oleh

empat orang responden yaitu mahasiswa program studi pendidikan kimia angkatan

2015/2016, Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Universitas mataram. Selain itu uji coba

terhadap modul praktikum ini juga dilaksanakan oleh salah satu dosen pengampu mata

kuliah kimia bahan alam, Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Universitas mataram.

Pada tahap ini diperoleh hasil respon mahasiswa dan dosen terhadap modul praktikum yang

dikembangkan. Respon mahasiswa dan dosen tersebut terdiri dari empat komponen

penilaian, yaitu kemenarikan modul, kemudahan penggunaan modul, waktu pelaksanaan

modul, dan manfaat modul.

a. Respon Mahasiswa

Setelah produk divalidasi oleh para validator, maka modul diuji coba kepada mahasiswa.

Uji coba yang dimaksud pada tahap ini yaitu uji coba untuk mengumpulkan tanggapan atau

respon mahasiswa terkait dengan modul praktikum yang telah dikembangkan. Uji coba

modul dilaksanakan oleh mahasiswa program studi pendidikan kimia angkatan 2015/2016,
Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Universitas mataram. Proses uji coba terbatas oleh

empat orang mahasiswa dapat dilihat pada Gambar 4.3

Gambar 4.3 Proses uji coba terbatas oleh empat orang mahasiswa

Berdasarkan indeks praktikalitas, respon mahasiswa terhadap modul praktikum pada

semua aspek penilaian dapat dilihat pada Tabel 4.9

Tabel 4.9 Hasil respon mahasiswa terhadap modul praktikum kimia bahan alam tentang
isolasi trimiristin dari pala

No Aspek Penilaian Skor Responden


R1 R2 R3 R4
1 Kemenarikan Modul 30 36 33 35
2 Kemudahan Penggunaan 21 25 22 25
Modul
3 Waktu Pelaksanaan Modul 6 7 6 7
4 Manfaat Modul 6 7 6 8
Jumlah Keseluruhan Skor 63 75 67 75
Praktikalitas (%) 75 84 79 89
Rata-rata Praktikalitas (%) 82

Berdasarkan tabel diatas, hasil penilaian responden 1, responden 2, responden 3, dan

responden 4 menggunakan indeks praktikalitas pada aspek kemenarikan modul, kemudahan

penggunaan modul, waktu pelaksanaan modul, dan manfaat modul diperoleh persentase

praktikalitas berturut-turut yaitu 75%, 84%, 79%, dan 89%, sehingga dari ke empat

persentase praktikalitas tersebut diperoleh rata-rata sebesar 82% yang menunjukkan bahwa

modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala yang telah
dikembangkan sangat praktis karena memiliki persentase praktikalitas pada kisaran 80% < x

≤ 100%. Format analisis angket respon mahasiswa untuk semua komponen modul secara

lengkap dapat dilihat pada Lampiran 8.

b. Respon Dosen

Respon dosen terhadap modul praktikum ini dianalisis secara deskriptif berdasarkan

jawaban yang diberikan pada angket respon dosen terhadap modul praktikum tersebut. Data

kisaran penilaian terhadap modul praktikum dapat dilihat pada Tabel 4.10.

Tabel 4.10 Data kisaran penilaian terhadap modul praktikum

1 Tidak Setuju (TS)


2 Kurang Setuju (KS)
3 Setuju (S)
4 Sangat Setuju (SS)

Berdasarkan kisaran data tersebut, pada aspek kemenarikan modul yang terdiri dari

sepuluh butir pernyataan, dosen memberikan angka 2 pada satu pernyataan, angka 3 pada

lima pernyataan dan angka 4 pada empat pernyataan. Pada aspek kemudahan penggunaan

modul yang terdiri dari tujuh butir pernyataan, dosen memberikan angka 3 pada lima

pernyataan dan angka 4 pada dua pernyataan. Pada aspek waktu pelaksanaan modul yang

terdiri dari dua butir pernyataan, dosen memberikan angka 3 pada kedua pernyataan tersebut.

Pada aspek manfaat modul yang terdiri dari dua butir pernyataan, dosen memberikan angka 3

pada kedua pernyataan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dosen memberikan

respon positif dengan kisaran “kurang setuju” sebanyak satu angka, “setuju” sebanyak empat

belas angka dan “sangat setuju” sebanyak enam angka. Hal ini menunjukkan bahwa modul

praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala yang dikembangkan dapat

dikatakan praktis.
Berdasarkan hasil analisis terhadap angket respon mahasiswa dan dosen, maka

dilakukanlah revisi terhadap modul, sehingga diperoleh modul praktikum kimia bahan alam

tentang isolasi trimiristin dari pala yang merupakan prototype 3.

D. Deskripsi Hasil Penyebaran (disseminate)

Tahap terakhir dari desain pengembangan 4D yaitu penyebaran (disseminate). Tahap ini

merupakan tahapan penggunaan modul yang telah dikembangkan dan diuji coba. Pada

dasarnya, tahap disseminate (penyebaran) ini dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi

kepada dosen penanggung jawab mata kuliah kimia bahan alam, Fakultas keguruan dan ilmu

pendidikan, Universitas mataram. Akan tetapi karena adanya keterbatasan waktu maka tahap

ini tidak dilakukan, sehingga peneliti hanya melakukan penelitian hingga tahap develop

(pengembangan), yaitu pada tahap uji coba terbatas.


BAB V
PEMBAHASAN

1. Proses pengembangan modul praktikum kimia bahan alam: isolasi trimiristin dari

pala

Pengembangan modul praktikum kimia bahan alam ini dilaksanakan secara bertahap

untuk menghasilkan produk modul praktikum yang layak dan praktis digunakan dalam

proses pembelajaran. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4D, yaitu define,

design, develop, dan disseminate.

Tahap pertama yaitu pendefinisian/define yang terdiri dari analisis awal akhir dan analisis

materi. Tahap ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian produk yang akan dikembangkan.

Pada tahap analisis awal akhir peneliti melakukan praktikum isolasi senyawa trimiristin dari

pala dengan menggunakan dua metode ekstraksi yaitu maserasi dan refluks. Dari kedua

metode ekstraksi tersebut didapatkan kristal trimiristin sebanyak 4,7224 gram dengan

rendemen sebesar 80,69% pada metode maserasi dan 6,0904 gram dengan rendemen sebesar

84,35% pada metode refluks. Kristal trimiristin tersebut kemudian dimurnikan menggunakan

KLT dengan penguapan iodium sehingga terlihat spot yang berwarna cokelat dengan jumlah

satu spot. Berdasarkan hasil praktikum tersebut, peneliti memilih metode refluks untuk

digunakan pada modul praktikum yang dikembangkan dan dianalisis lebih lanjut pada

penentuan titik leleh dan uji spektroskopi.

Penentuan titik leleh kristal trimiristin yang didapatkan pada metode refluks dilakukan

dengan menggunakan melting point meter, sedangkan analisis spektroskopi kristal trimiristin
dilakukan dengan menggunakan spektroskopi IR dan UV-Vis. Berdasarkan hasil analisis

tersebut kristal trimiristin meleleh pada suhu 54,5 ºC, dimana kisaran titik leleh senyawa

trimiristin yaitu 54 ºC-55 ºC. Pada analisis spektroskopi IR, didapatkan spektrum trimiristin

dengan kemiripan ±95% dengan spektrum yang ada pada literatur, sedangkan pada analisis

spektroskopi UV-Vis didapatkan peak (puncak) tertinggi pada panjang gelombang 228,60

nm dan 227,00 nm. Hal ini menunjukkan bahwa struktur senyawa trimiristin tidak memiliki

ikatan rangkap terkonjugasi, dimana peak (puncak) ikatan rangkap terkonjugasi berada pada

panjang gelombang 250 nm. Hasil pengamatan kristal trimiristin dapat dilihat pada Lampiran

9.

Berdasarkan hasil praktikum tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kristal yang

didapatkan oleh peneliti pada praktikum adalah senyawa trimiristin, sehingga hal ini dapat

dijadikan sebagai acuan untuk proses pembuatan modul praktikum kimia bahan alam yang

dikembangkan.

Pada tahap analisis materi, peneliti melakukan telaah materi secara prosedural maupun

teoritis, materi tersebut disesuaikan dengan tujuan praktikum yaitu mahasiswa dapat

memahami dan melakukan isolasi senyawa metabolit sekunder khususnya trimiristin dari

pala.

Tahap kedua yaitu perancangan (design), dimana pada tahap ini dilakukan penyusunan

modul yang diawali dengan perancangan cover, penyusunan komponen modul (1) yaitu kata

pengantar, daftar isi, tata tertib praktikum, dan pengenalan laboratorium kimia, (2) proses

praktikum, berisi tentang judul praktikum, tujuan praktikum, materi terkait dengan

praktikum, prosedur kerja, hasil pengamatan, pengolahan data, pertanyaan dan pembahasan

praktikum. Setelah melakukan perancangan terhadap modul praktikum, didapatkan hasil dari

tahap perancangan/design yaitu berupa prototype 1.


Tahap ketiga yaitu pengembangan (develop), dimana pada tahap ini produk awal modul

(prototype 1) yang dihasilkan kemudian dilakukan uji validitas untuk mendapatkan masukan

serta saran yang membangun modul praktikum ini agar lebih baik lagi dan layak digunakan

sebagai media praktikum. Uji validitas tersebut menggunakan instrumen berupa lembar

validasi ahli yang berisi komponen kegrafikaan, komponen penyajian, komponen kelayakan

isi, dan komponen kebahasaan. Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan yang

penting yaitu validitas dan reliabilitas. Selama proses pengembangan modul praktikum ini

terdapat beberapa catatan dari validator yang harus diperhatikan, diantaranya gambar pada

modul dibuat lebih fokus, gambar pada header mengganggu sehingga dihapus dan diganti

dengan struktur senyawa, resolusi gambar diperbaiki, tulisan pada modul dibaca kembali

sehingga akhirnya diperoleh makna kalimat yang lebih mudah dipahami, dan instruksi pada

modul ditambah dengan meminta mahasiswa membuat skema kerja modifikasi dengan tetap

mengacu pada skema kerja yang telah dibuat oleh peneliti.

Analisis yang digunakan dalam menentukan tingkat kevalidan modul yaitu indeks Aiken

dimana diperoleh ketiga validator memberikan penilaian valid terhadap modul dan dapat

digunakan setelah melakukan sedikit revisi. Setelah melakukan validasi terhadap modul

praktikum maka didapatkan hasil dari tahap pengembangan yaitu prototype 2. Selanjutnya

prototype II diuji cobakan kepada subjek uji yaitu mahasiswa dan dosen program studi

Pendidikan Kimia angkatan 2015/2016, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas

Mataram.

Uji coba yang dilakukan adalah uji coba skala terbatas yaitu hanya pada empat orang

mahasiswa program studi pendidikan kimia dan satu orang dosen pengampu mata kuliah

kimia bahan alam program studi pendidikan kimia. Pada tahap ini, uji coba dilaksanakan

untuk memperoleh respon mahasiswa dan dosen terhadap modul praktikum yang telah

dikembangkan. Angket respon mahasiswa dan dosen yang digunakan terdiri dari 21 butir
pernyataan dimana sepuluh pernyataan untuk komponen kemenarikan modul, tujuh

pernyataan untuk komponen kemudahan penggunaan modul, dua pernyataan untuk

komponen waktu pelaksanaan modul, dan dua pernyataan untuk komponen manfaat modul.

Setelah menganalisis angket respon mahasiswa dan dosen diperoleh rata-rata mahasiswa dan

dosen menunjukkan respon baik terhadap modul praktikum yang telah dikembangkan.

Setelah dilakukan validasi dan uji coba terhadap modul praktikum, maka didapatkan hasil

dari tahap pengembangan yang disebut dengan prototype 3. Berdasarkan hasil validasi serta

angket respon mahasiswa dan dosen, maka diperoleh kesimpulan bahwa modul praktikum

kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala telah valid (layak) dan praktis

digunakan dalam proses pembelajaran.

Tahap ke empat yaitu penyebaran/disseminate. Pada dasarnya pada tahap ini dilakukan

penyebaran dengan melakukan sosialisasi kepada dosen dan mahasiswa terhadap modul yang

telah divalidasi oleh para validator (ahli) dan telah diuji coba pada responden. Sosialisasi

modul ini dimaksudkan untuk memperkenalkan modul yang telah dikembangkan dan telah

memenuhi syarat sehingga dapat digunakan pada proses pembelajaran. Akan tetapi, karena

adanya keterbatasan waktu maka proses penyebaran/disseminate ini tidak dilaksanakan,

sehingga penelitian hanya dilakukan sampai tahap pengembangan (develop) yaitu pada tahap

uji coba terbatas.

2. Kelayakan modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala

Modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala yang

dikembangkan telah melalui proses validasi yang dilakukan oleh tiga orang validator yaitu

dosen program studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas

Mataram. Ketiga validator memvalidasi modul praktikum kimia bahan yang dikembangkan

dengan menggunakan lembar validasi yang telah disiapkan oleh peneliti, dimana lembar
validasi yang digunakan memuat empat komponen, yaitu kegrafikaan, penyajian, kelayakan

isi, dan kebahasaan.

Komponen kegrafikaan memuat tiga aspek yaitu ukuran modul, desain sampul modul dan

desain isi modul. Aspek ukuran modul dijabarkan menjadi dua butir pernyataan yaitu

kesesuaian ukuran modul dengan standar ISO, yaitu ukuran modul A4 (210 x 297) mm, B5

(176 x 250) mm, A5 (148 x 210) mm dan kesesuaian ukuran dengan materi isi modul. Aspek

desain sampul modul dijabarkan menjadi empat butir pernyataan yaitu penampilan unsur tata

letak pada sampul muka, belakang dan punggung secara harmonis memiliki irama dan

kesatuan serta konsisten, menampilkan pusat pandang (center point) yang baik, huruf yang

digunakan menarik dan mudah dibaca, dan tidak menggunakan terlalu banyak jenis huruf.

Aspek desain isi modul dijabarkan menjadi delapan butir pernyataan yaitu penempatan unsur

tata letak konsisten berdasarkan pola, pemisahan antar paragraf jelas, bidang cetak dan

margin proporsional, spasi antara teks dan ilustrasi sesuai, penempatan hiasan atau ilustrasi

sebagai latar belakang tidak mengganggu judul, teks, angka halaman, tidak menggunakan

terlalu banyak jenis huruf, penggunaan variasi huruf (bold, italic, all capital, small capital)

tidak berlebihan, dan spasi antar baris susunan teks normal. Semua aspek tersebut divalidasi

oleh para ahli dengan menggunakan skala likert dan dianalisis dengan menggunakan indeks

Aiken sehingga diperoleh kesimpulan bahwa modul praktikum kimia bahan alam tentang

isolasi trimiristin yang dikembangkan telah valid dari segi komponen kegrafikaan dengan

rata-rata validitas sebesar 0,7.

Komponen penyajian memuat lima butir pernyataan yaitu penyajian teks, tabel dan

gambar disertai dengan rujukan atau sumber acuan, keruntutan konsep atau materi yang

disajikan, pengantar, daftar pustaka, dan glosarium. Penskoran lembar validasi menggunakan

skala likert dan dianalisis dengan menggunakan indeks Aiken sehingga diperoleh kesimpulan
bahwa modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin yang dikembangkan

telah valid dari segi komponen penyajian dengan rata-rata validitas sebesar 0,7.

Komponen kelayakan isi memuat empat butir pernyataan yaitu keluasan materi,

kesesuaian dengan perkembangan ilmu, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan mendorong

untuk mencari informasi lebih lanjut. Penskoran lembar validasi menggunakan skala likert

dan dianalisis dengan menggunakan indeks Aiken sehingga diperoleh kesimpulan bahwa

modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin yang dikembangkan telah valid

dari segi komponen kelayakan isi dengan rata-rata validitas sebesar 0,7.

Komponen kebahasaan modul memuat empat butir pernyataan yaitu rumusan kalimat

komunikatif, menggunakan bahasa Indonesia yang baku, tidak menggunakan kata atau

ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian, dan tidak

menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu. Penskoran lembar validasi menggunakan

skala likert dan dianalisis dengan menggunakan indeks Aiken sehingga diperoleh kesimpulan

bahwa modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin yang dikembangkan

telah valid dari segi komponen kebahasaan modul dengan rata-rata validitas sebesar 0,7.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa modul praktikum kimia

bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala yang telah divalidasi berdasarkan komponen

kegrafikaan, penyajian, kelayakan isi, dan kebahasaan modul yang dikembangkan telah valid

dan layak digunakan setelah merevisi beberapa bagian modul atas saran para validator/ahli.

3. Kepraktisan modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari

pala

Kepraktisan pada modul dapat diukur dengan menggunakan angket respon yang diberikan

kepada mahasiswa dan dosen pada saat uji coba terbatas. Angket respon tersebut memuat

empat komponen yaitu kemenarikan modul, kemudahan penggunaan modul, waktu

pelaksanaan modul, dan manfaat modul.


Komponen kemenarikan modul memuat tiga aspek yaitu komposisi warna, penggunaan

gambar, serta jenis, bentuk dan ukuran tulisan. Aspek komposisi warna dijabarkan menjadi

tiga butir pernyataan yaitu background yang digunakan pada modul menarik, background

yang digunakan pada modul tidak mengganggu tampilan tulisan atau gambar, dan warna

huruf yang digunakan pada modul membuat tulisan jelas untuk dibaca. Aspek penggunaan

gambar dijabarkan menjadi tiga butir pernyataan yaitu gambar yang digunakan dalam modul

jelas, gambar yang digunakan dalam modul sesuai dengan materi pembelajaran, dan gambar

di dalam modul memudahkan dalam memahami materi. Aspek jenis, bentuk dan ukuran

tulisan dijabarkan menjadi empat butir pernyataan yaitu huruf yang digunakan pada modul

menarik, tidak menggunakan terlalu banyak jenis huruf, jenis variasi bentuk huruf (bold,

italic, all capital, small capital) yang digunakan tidak berlebihan, dan tulisan pada modul

dapat dibaca dengan jelas.

Semua aspek tersebut direspon oleh para responden dengan menggunakan skala likert

dan dianalisis dengan menggunakan indeks praktikalitas oleh peneliti sehingga diperoleh

kesimpulan bahwa modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin yang

dikembangkan praktis dari segi komponen kemenarikan modul dengan persentase

praktikalitas sebesar 75%.

Komponen kemudahan penggunaan modul memuat tiga aspek yaitu kemudahan bahasa

yang digunakan, kemudahan dalam memahami materi, dan kemudahan dalam penyimpanan.

Aspek kemudahan bahasa yang digunakan dijabarkan menjadi tiga butir pernyataan yaitu

rumusan kalimat pada modul komunikatif, informasi terbaru dalam modul sesuai dengan

perkembangan IPTEK, dan penjelasan dalam modul tidak menimbulkan penafsiran ganda

atau salah pengertian. Aspek kemudahan dalam memahami materi dijabarkan menjadi dua

butir pernyataan yaitu mempermudah mempelajari modul secara mandiri dan mempermudah

dalam melaksanakan praktikum secara mandiri. Aspek kemudahan dalam penyimpanan


dijabarkan menjadi dua butir pernyataan yaitu ukuran modul sesuai dengan standar ISO,

yaitu A4 (210 x 297) mm, B5 (176 x 250) mm, A5 (148 x 210) mm, dan modul secara fisik

dapat disimpan, mudah diatur dan digunakan sewaktu-waktu.

Semua aspek tersebut direspon oleh para responden dengan menggunakan skala likert dan

dianalisis dengan menggunakan indeks praktikalitas oleh peneliti sehingga diperoleh

kesimpulan bahwa modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin yang

dikembangkan sangat praktis dari segi komponen kemudahan penggunaan modul dengan

persentase praktikalitas sebesar 84%.

Komponen waktu pelaksanaan modul memuat satu aspek yaitu kegiatan pembelajaran

terlaksana secara efektif dan efisien. Aspek ini terdiri dari dua butir pernyataan yaitu

kegiatan praktikum pada modul menggunakan sarana yang tersedia di laboratorium dan

prosedur kegiatan dalam praktikum terorganisir dengan tepat. Semua aspek tersebut direspon

oleh para responden dengan menggunakan skala likert dan dianalisis dengan menggunakan

indeks praktikalitas oleh peneliti sehingga diperoleh kesimpulan bahwa modul praktikum

kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin yang dikembangkan praktis dari segi komponen

waktu pelaksanaan modul dengan persentase praktikalitas sebesar 79%

Komponen manfaat modul memuat satu aspek yaitu kegiatan dalam modul mudah

difahami dan tidak membosankan. Aspek ini terdiri dari dua butir pernyataan yaitu

penggunaan modul meningkatkan ketertarikan dalam praktikum kimia bahan alam

khususnya isolasi trimiristin dari pala serta penyajian materi dan gambar menambah

pengetahuan mahasiswa. Semua aspek tersebut direspon oleh para responden dengan

menggunakan skala likert dan dianalisis dengan menggunakan indeks praktikalitas oleh

peneliti sehingga diperoleh kesimpulan bahwa modul praktikum kimia bahan alam tentang

isolasi trimiristin yang dikembangkan sangat praktis dari segi komponen manfaat modul
dengan persentase praktikalitas sebesar 89%. Dari ke empat persentase praktikalitas modul

tersebut diperoleh rata-rata praktikalitas sebesar 82%.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa modul praktikum kimia

bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala yang telah direspon berdasarkan komponen

kemenarikan modul, kemudahan dalam penggunaan modul, waktu pelaksanaan modul, dan

manfaat modul yang dikembangkan sangat praktis digunakan setelah merevisi beberapa

bagian modul atas saran para responden.


BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, diperoleh

kesimpulan sebagai berikut:

1. Proses pengembangan modul kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala

termasuk jenis pengembangan R&D (Research and Development) dengan model 4D

yaitu: (1) Define (Pendefinisian) yang terdiri dari analisis awal-akhir dan analisis

materi, (2) Design (Perancangan) yang terdiri dari pemilihan format dan rancangan

awal, (3) Develop (Pengembangan), dan (4) Disseminate (Penyebaran).

2. Hasil analisis lembar validasi modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi

trimiristin dari pala yang dinilai oleh tiga orang validator (ahli) diperoleh nilai V yaitu

0,7 terdapat pada kategori valid dan layak digunakan.

3. Hasil analisis respon mahasiswa menggunakan angket respon untuk keseluruhan

aspek diperoleh rata-rata mahasiswa dan dosen merespon baik terhadap modul

praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari pala yang dikembangkan

dengan rata-rata praktikalitas sebesar 82%.

B. Saran

Proses pengembangan modul praktikum kimia bahan alam tentang isolasi trimiristin dari

pala dengan model 4D yang dilakukan oleh peneliti hanya sampai tahap develop

(pengembangan) yaitu uji coba terbatas. Sehingga diharapkan penelitian selanjutnya dapat

dilakukan sampai tahap disseminate (penyebaran) dengan melakukan sosialisasi terhadap

modul praktikum yang dikembangkan kepada dosen dan mahasiswa.