Anda di halaman 1dari 7

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Gula Rajawali Madiun


Mata Pelajaran : KK-01
Kelas/Semester : IX (Sebelas) / 1
Standar Kompetensi : Menentukan Komoditas Tanaman Perkebunan yang
Diusahakan
Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi Kesesuaian Persyaratan Teknis
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
Indikator 1. Mampu mengidentifikasi alternatif dan inovasi
strategi untuk persyaratan usaha perkebunan
2. Mampu membuat suatu rencana detail model
usaha, strategi dan perencanaan usaha

A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat:
1. Mengidentifikasi alternatif dan inovasi strategi untuk usaha perkebunan.
2. Membuat suatu rencana detail model usaha perkebunan dan pemantapan
perencanaan usaha.

B. MATERI PEMBELAJARAN
Aspek-aspek teknis dan strategi yang harus diperhatikan dan dikaji dalam kegiatan
agribisnis perkebunan antara lain:
a. Lokasi Usaha
Lokasi Usaha merupakan salah satu faktor terpenting dalam setiap usaha, terutama
jika menyangkut usaha di bidang pertanian. Olehkarena itu faktor lokasi harus
dipertimbangkan dan dilakukanpengkajian agar dapat ditentukan apakah suatu lokasi yang
akandijadikan tempat usaha tersebut dapat dikatakan layak digunakan.Dalam banyak hal
justru faktor ini(terutama jika menyangkut lahanyang luas misalnya untuk perkebunan
atau industri) sering kalimenghambat karena menyangkut berbagai aspek permasalahan.
Ketersediaan lahan untuk di Jawa dan di kawasan perkotaanrelatif lebih sulit di
bandingkan di luar Jawa sehingga usahaperkebunan yang membutuhkan lokasi yang relatif
luas cenderung dilakukan di luar Jawa. Lokasi merupakan tempat melayani pelanggan.
Dengan demikian, maka perlu dicari lokasi yang tepat sebagai tempat usaha, karena
akanmemberikan keuntungan sebagai berikut:
 Pelayanan yang diberikan kepada pelanggan dapat lebih memuaskan
 Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja yang diinginkan,baik jumlah dan
kualitasnya
 Kemudahan dalam memperoleh bahan baku atau bahanpenolong dalam jumlah yang
diinginkan secara terus-menerus
 Kemudahan untuk memperluas lokasi usaha karenabiasanya sudah diperhitungkan
untuk usaha perluasan lokasi sewaktu-waktu
 Memiliki nilai atau harga ekonomi yang lebih tinggi di masayang akan datang
 Meminimalkan terjadinya konflik, terutama denganmasyarakat dan pemerintah
setempat.
Dalam memilih dan menetukan lokasi perlu dilakukan penilaiandengan tujuan untuk
memaksimalkan keuntungan pemilihanlokasi. Lokasi sangat mempengaruhi biaya, baik
biaya tetapmaupun biaya variabel. Lokasi berpengaruh besar pada labakeseluruhan
perusahaan. Misalnya, biaya transportasi sendirihampir mendekati 25% dari harga jual
produk (bergantung padaproduk dan jenis produksi atau jasa yang diberikan). Angka 25%
inimengandung arti bahwa seperempat pendapatan total perusahaandibutuhkan untuk
menutup biaya pengangkutan bahan-bahan bakuyang masuk dan barang jadi yang keluar.
Biaya lain yang dipengaruhifaktor lokasi di antaranya adalah pajak, upah, biaya bahan baku,
dansewa. Pilihan lokasi mencakup :
 Tidak pindah, tetapi memperluas fasilitas yang ada;
 menentukan lokasi baru;
 mempertahankan lokasi sekarang, tetapi menambahkan fasilitas lain di lokasi yang
berbeda; ataumenutup fasilitas yang sekarang dan pindah ke lokasi lain.
Memilih lokasi menjadi semakin sulit dengan adanya globalisasi tempat kerja. Globalisasi
terjadi karena :
 Perkembangan ekonomi pasar
 Komunikasi internasional yang lebih baik,
 Perjalanan (udara, laut, darat) dan pengangkutan barang yanglebih cepat serta lebih
dapat diandalkan,
 semakin mudahnya arus kas antarnegara, dan
 perbedaan biaya tenaga kerja yang tinggi. Selain globalisasi, sejumlah faktor lainnya
yang mempengaruhi keputusanpemilihan lokasi di antaranya adalah tenaga kerja,
tinggkat sukubunga, pendapatan per kapita, biaya dan sikap pemerintah.

b. Kondisi Lokal
Salah satu faktor penting yang tidak boleh dilupakan karena seringmenjadi
penghambat adalah kondisi setempat diantaranya seperti:
1. Iklim
Pada agribisnis perkebunan iklim adalah unsur yang tidak dapatdipengaruhi artinya
dengan jalan bagaimanapun tak dapat diubahsekehendak manusia. Karena adanya ilmu
pengetahuan yang luas dan mendalam tentang hal iklim, maka pengusahaperkebunan harus
dapat mempergunakan kemungkinansetempat sebaik mungkin karena iklim sangat
berpengaruh kepadapemilihan kultur, produktivitas hasil tanaman, dan
pelaksanaanpekerjaan pertanian/perkebunan. Hal-hal yang perlu diinventarisasi dan dikaji
antara lain:
 Suhu udara (khususnya suhu maksimum, minimum, rata-rataper hari, bulan, tahun dan
10 tahun). Contoh: Persyaratan Suhuudara rata-rata 17-210C untuk kopi arabika, dan
Suhu udararata-rata 21-240C untuk kopi robusta. Suhu optimal untukpersyaratan
tanaman karet berkisar antara 25-350C, untuk perkebunan tanaman kelapa sawit
komersial dapattumbuh dengan baik pada kisaran suhu 24-280C, sedangkantemperatur
ideal bagi pertumbuhan kakao adalah 300C (maksimum) dan 18-210C(minimum).
Temperatur yang lebihrendah dari 100C akan mengakibatkan gugur daun
danmengeringnya bunga.
 Kelembaban (khususnya kelembaban maksimum, minimum, rata-rata perhari, bulan,
tahun dan 10 tahun). Contoh persyaratankelembapan udara tanaman kelapa sawit
berkisar 80%.
 Penyinaran matahari (khususnya penyinaran rata-rata setahun, 10 tahun). Contoh untuk
kelapa sawit panjang penyinaran yangdiperlukan 5-12 jam/hari, untuk fotosintesis
tanaman kakaomaksimum diperoleh pada saat penerimaan cahaya pada tajuk sebesar
20% dari pencahayaan penuh.
 Curah hujan (khususnya curah hujan bulanan, tahunan, kondisiekstrim). Contoh untuk
tanaman karet memerlukan curah hujanoptimal antara 2.500 mm sampai 4.000
mm/tahun, dengan harihujan berkisar antara 100 s.d. 150 HH/tahun. Namun
demikian,jika sering hujan pada pagi hari, produksi akan berkurang, kebutuhan untuk
tanaman kelapa sawit curah hujannya sekitar2000 mm per tahun yang merata sepanjang
tahun tanpa adanya bulan kering yang nyata, untuk tanaman kopi curah hujan
yangdipersyaratkan 1.500 s.d. 2.500 mm/th, bulan kering (curahhujan < 60 mm/bulan)
1-3 bulan.
 Angin (khususnya arah, kekuatan/kecepatan, durasi, angin perusak). Contoh: yang
sangat baik untuk kelapa sawitkhususnya membantu dalam penyerbukaan berkisar 5-
6km/jam, pada pohon tanaman kopi tidak tahan terhadapgoncangan angin kencang,
lebihlebih dimusim kemarau. Karena angin itu mempertinggi penguapan air pada
permukaan tanahperkebunan. Selain mempertinggi penguapan, angin dapat
jugamematahkan dan merebahkan pohon pelindung yang tinggi,sehingga merusakkan
tanaman di bawahnya.
 Debu dan asap (khususnya arah, freuensi, keadaan/kotoran), kemudian banjir
(khususnya tinggi, waktu/musim, lama). Catatan gempa setempat (khususnya frekuensi
dankedahsyatan/skala Richter)
2. Kondisi tanah
Tanah adalah lapisan atas bumi yang dapat diolah menurut kepentingannya, karena
tanah dipandang sebagai saranaproduksi tanaman yang mampu menghasilkan berbagai
tanaman.Setiap komoditas tanaman membutuhkan persyaratan tanahuntuk hidup secara
optimal. Untuk itu kondisi tanah yang adaagar sesuai dengan peruntukan jenis tanaman, hal
ini tidak dapatdianggap ringan, maka perlu dibutuhkan data yang riil seperti kandungan
hara (makro dan mikro). Contoh pada tanamankopi menghendaki tanah yang dalam,
gembur dan banyakmengandung humus berarti banyak mengandung zat-zat makanan yang
dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhan dan produksi. Untuk tanaman karet tanah
harus gembur, kedalaman antara 1-2 meter, tidak bercadas. Untuk tanaman kakaodapat
tumbuh pada berbagai jenis tanah, asal persyaratan fisikdan kimia tanah yang berperan
terhadap pertumbuhan danproduksi kakao terpenuhi.
 Sifat fisik (khususnya tekstur dan struktur) contoh pada tanaman kopi umumnya
menghendaki tanah yang lapisanatasnya dalam, gembur, subur, banyak mengandung
humus,dan permeable, atau dengan kata lain tekstur tanah harus baik.Pada tanaman
karet pada umumnya lebih mempersyaratkansifat fisik tanah dibandingkan dengan sifat
kimianya, teksturtanah remah, poreus dan dapat menahan air. Struktur terdiri dari 35%
liat dan 30% pasir. Pada tanaman kakao Teksturtanah yang baik untuk tanaman kakao
adalah lempung liatberpasir dengan komposisi 30 - 40 % fraksi liat, 50% pasir, dan10 -
20 persen debu. Pada tanaman kelapa sawit, Kelapa sawitdapat tumbuh pada jenis tanah
Podzolik, Latosol, HidromorfikKelabu, Alluvial atau Regosol.
 Derajat keasaman (pH) tanahnya (khususnya Asam, netral,dan basa). Contoh pada
tanaman kopi menghendaki reaksi yang agak asam dengan pH 5,5 - 6,5. Pada tanaman
karet,reaksi tanahnya dengan pH 4,5 - pH 6,5. Pada tanaman kakaodapat tumbuh dengan
pH 6 - 7,5; tidak lebih tinggi dari 8serta tidak lebih rendah dari 4; paling tidak pada
kedalaman1 meter. Hal ini disebabkan terbatasnya ketersediaan harapada pH tinggi dan
efek racun dari Al, Mn, dan Fe pada pHrendah. Pada kelapa sawit Nilai pH yang optimum
adalah 5,0–5,5.

3. Fasilitas Transportasi
Selain itu ada faktor yang secara umum harus dipertimbangkan untuk setiap usaha,
yaitu sarana jalan dan transportasi dari dan ketempat usaha tersebut. Faktor transportasi
inilah yang umumnya merupakan kunci keberhasilan atau penyebab kegagalan suatuusaha
karena menyangkut biaya transportasi dan bagi usaha jasaakan menyangkut kedatangan
pelanggan. Kondisi transpotasiyang meliputi:
 Jalan darat (kelas jalan, lebar, kondisi dan kekuatan, jaringanjalan dan jarak ke kota)
 Kereta api (jaringan, kekuatan dan kondisi, lokasi/kondisifasilitas muat dan
bongkar, pergudangan, peraturan berlaku dan tarif, dll)
 Angkutan air (jaringan jalan air, lebar, dalam dan kondisi jaringan, fasilitas muat dan
bongkar, pergudangan,kapasitas dan kondisi dermaga, peraturan berlaku daritarif)
 Angkutan udara (tipe dan panjang lapangan terbangpergudangan dan ongkos-
ongkos)
 Angkutan umum penumpang (bus, angkutankota/pedesaaan, taksi, dll)
Banyak usaha pertanian yang gagal hanya karena hasil yang berlimpah tidak dapat
diangkut untuk dipasarkan karena jarakyang jauh atau karena kondisi jalan tidak baik.
Akibatnya produk yang dihasilkan tidak terjual atau jika laku harganya sangatrendah.
Usaha jasa sangat tergantung atas jumlah dan jenispelanggan. Pelanggan tentu akan enggan
datang ke tempat yang jauh, sulit didatangi atau tempat yang "tidak enak".

4. Pasokan air
 Karakteristik (kesadahan, sifat korosif, kandungan gas danunsur kimia berperan,
rata-rata suhu minimum dan maksimalharian, bulanan dan tahunan, tekanan
minimum danmaksimum).
 Sumber dari fasilitas umum (jumlah maksimum, tempatyang mungkin untuk
penyambungan, jenis dan tipe saluranyang ada, tekanan, dan biaya).
 Pengadaan sendiri dari mata air, air permukaan (sungai,danau), air tanah (sumur)
atau dari hasil reklamasi.
 Kegiatan terkait antara lain studi sumber air dan caramemperolehnya, ijin
pemompaan, ijin penggunaan sumberair, pembebasan atau ganti rugi penggunaan
lahan untukpenyaluran air, usaha pengamanan dan perlakuan sepertipembersihan
(kotoran organik, non organik) dan penjernihan,pengurangan bahkan penghilangan
bau dan kesadahan, sertasterilisasi jika diperlukan.

5. Kelayakan Ekonomi
Aspek ekonomi dan finansial merupakan bagian tahapan analisis dalam studi yang
perlu diamati dan dicermati dalam rangka untuk melihat suatuinvestasi dalam usaha
dikatakan layak atau tidak. Dalam banyak halaspek ekonomis dan finansial merupakan
tolok ukur utamakeberhasilan atau dominan terutama jika usaha tersebut dijalankansecara
komersial, selain itu untuk melihat seberapa besar pengaruhnyaterutama terhadap
pertumbuhan ekonomi masyarakat secarakeseluruhan, seperti pengaruh terhadap jumlah
tenaga kerja yangtertampung, baik yang bekerja di tempat usaha maupun masyarakat
yangdi luar, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Analisis finansial dan ekonomi hendaknya mencakup semua beban biaya,baik biaya
investasi maupun total biaya produksi dan diperbadingkandengan perkiraan hasil revenue
yang akan diperoleh. Berdasarkan nisbahbiaya dan penerimaan tersebut, selanjutnya
dianalisa berapa lamamodal investasi akan kembali dan berapa besar nilai usaha yang akan
diperoleh pada akhir masa usaha. Analisis finansial tersebut hendaknyadigambarkan
berdasarkan metode diskonto (dicounting method) dananalisis sensitivitas untuk melihat
apakah usaha tersebut layak dan relatiflebih menguntungkan dibandingkan jika modal
disimpan dalam bentukdeposito atau surat berharga lainnya (saham di bursa saham).
Akhirnya,analisis finansial hendaknya juga memberikan gambaran dampak dankontribusi
usaha bersangkutan secara langsung atau pun tidak langsungterhadap perekonomian
regional dan nasional.

C. PENDEKATAN DAN METODE


 Pendekatan : pendekatan proses
 Metode : eksperimen, diskusi, dan presentasi

D. ALAT / BAHAN / SUMBER BELAJAR :


 Alat dan bahan : laptop, LCD
 Sumber belajar : modul pembelajaran KK-01 dan Modul ditspmk

E. LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Pertama

Alokasi
Rincian Kegiatan
Waktu
Pendahuluan
 Memberi salam dan berdoa sebelum melakukan pembelajaran
 Mengecek kehadiran siswa dan menanyakan kesehatan dan
semangat siswa 15 menit
 Motivasi dan Apersepsi:
 Apa manfaat dari adanya pembukaan usaha perkebunan ?
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa di minta untuk memperhatikan penjelasan dari guru
mengenai Aspek-aspek teknis yang harus diperhatikan dan dikaji
dalam kegiatan agribisnis perkebunan. 55 menit
 Siswa di minta untuk membentuk kelompok menjadi 5 kelompok
masing-masing kelompok terdiri dari 6 kelompok
 Siswa diberikan instruksi untuk mendiskusikan tentang lokasi
usaha perkebunan yang akan diusahakan
 Guru membimbing peserta didik untuk mengarahkan hasil diskusi
dan memeriksa hasil diskusi yang dilakukan peserta didik apakah
sudah dilakukan dengan benar atau belum.
 Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil
diskusinya di depan kelas.

Elaborasi
 Guru berdiskusi dengan peserta didik tentang hasil diskusi setiap
kelompok dan membuat kesimpulan.
 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
mengenai kendala atau hal-hal yang berhubungan dengan
kegiatan praktikum.
 Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas

Konfirmasi
 Memberikan umpan balik kepada siswa dengan memberikan
pemahaman cara mengidentifikasi lokasi usaha perkebunan yang
layak bagi kegiatan agribisnis tanaman perkebunan.
 Memberikan motifasi kepada siswa yang telah dan belum bisa
mengikuti materi yang di pelajari.

Penutup
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan kinerja
dan kerjasama yang baik.
 Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan kesimpulan
dari hasil kegiatan belajar mengajar.
 Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi atas 20 menit
pengalaman yang sudah di lakukan.
 Guru menginformasikan materi yang akan di bahas pada
pertemuan berikutnya.
 Guru memberikan tugas rumah berupa tugas individu berupa
pemecahan masalah

Pertemuan Kedua

Alokasi
Rincian Kegiatan
Waktu
Pendahuluan
 Memberi salam dan berdoa sebelum melakukan pembelajaran
 Mengecek kehadiran siswa dan menanyakan kesehatan dan
semangat siswa
15 menit
 Motivasi dan Apersepsi:
 Siswa diberikan motivasi agar dapat membuka lapangan
pekerjaan terutama pada bidang perkebunan?
 Menyampaikan tujuan pembelajaran
Kegiatan Inti
Eksplorasi
 Siswa di minta untuk memperhatikan penjelasan dari guru
mengenai faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam suatu
rencana usaha perkebunan (seperti faktor iklim, tanah,
55 menit
transportasi, dan pasokan air)
 Siswa diminta untuk memperhatikan instruksi dari guru mengenai
prosedur pembuatan rencana pembuatan usaha perkebuanan
 Siswa di minta untuk membentuk kelompok menjadi 5 kelompok
masing-masing kelompok terdiri dari 6 kelompok
 Guru membimbing peserta didik untuk mengarahkan sistematika
pembuatan rencana usaha perkebunan
 Guru memeriksa percobaan yang dilakukan peserta didik apakah
sudah dilakukan dengan benar atau belum.

Elaborasi
 Guru berdiskusi dengan peserta didik tentang percobaan yang
dilakukan di lahan dan membuat kesimpulan.
 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
mengenai kendala atau hal-hal yang berhubungan dengan
kegiatan praktikum.
 Memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas makalah

Konfirmasi
 Memberikan umpan balik kepada siswa dengan memberikan
pemahaman cara strategis menyusun suatu rencana usaha
perkebunan yang tepat sesuai dengan lingkungan setempat.
 Memberikan motifasi kepada siswa yang telah dan belum bisa
mengikuti materi yang di pelajari.

Penutup
 Guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan kinerja
dan kerjasama yang baik.
 Guru meminta siswa untuk membuat rangkuman dan kesimpulan
dari hasil kegiatan belajar mengajar.
 Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan refleksi atas 20 menit
pengalaman yang sudah di lakukan.
 Guru menginformasikan materi yang akan di bahas pada
pertemuan berikutnya.
 Guru memberikan tugas rumah berupa penugasan membaca
tentang kelayakan ekonomi yang tepat dalam usaha perkebunan

F. PENILAIAN

1. Penilaian Psikomotorik

No Aktivitas yang Dinilai Ya (1) Tidak (0)


1 Mempersiapkan alat dan bahan
2 Ketepatan dan ketelitan dalam mendiskusikan
dan memecahkan sebuah masalah
3 Kerjasama dengan anggota kelompok
4 Kerapian dan ketelitian dalam berdiskusi
5 Membuat makalah usaha secara sederhana
Jumlah skor
Skor maksimum : 5
Nilai yang didapat siswa : (jumlah skor yang didapat / skor maksimum) x 100
Nilai lebih dari ≥ 75 tuntas

2. Penilaian Kognitif
1. Sebutkan sumber daya alam Indonesia yang menjadi potensi
untukdikembangkan!
2. Sebutkan aspek-aspek teknis yang harus diperhatikan dan dikaji dalamkegiatan
agribisnis perkebunan!
3. Untuk menentukan tanaman yang akan dipilih sebagai sarana
agribisnisperkebunan salah satu pertimbangan yang digunakan adalah aspek
teknis. Jelaskan!

3. Penilaian Afektif
a. Kepada siswa yang bersedia maju ke depan untuk melaksanakan demonstrasi
terbimbing diberikan tanda pada daftar nilainya. Perhitungan nilai efektif
dilakukan dengan menjumlah akumulasi tanda yang didapat masing – masing
siswa selama satu semester. Aturan pemberian nilai adalah sebagai berikut :
NO Jumlah tanda Nilai Kategori
1 ≥ 10 A Sangat baik
2 8 – 10 B Baik
3 6 – 10 C Cukup
4 ≤5 D Kurang

b. Diberikan tugas rumah secara individual untuk membuat laporan praktikum secara
konseptual dan sederhana :

Kriteria penilaian :
 Siswa yang mengumpulkan tugas tepat waktu diberi tanda 3
 Siswa yang mengumpulkan tugas terlambat diberi tanda 2
 Siswa yang tidak mengumpulkan tugas tidak diberi tanda bintang

Madiun, …………………..........
Mengetahui Guru Mata Pelajaran,
Kepala SMK Gula Rajawali Madiun KK-01

Suparmanu, S.Pd., M.Pd Puspitaweny H., SP.

Catatan Kepala Sekolah


...................................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................
...................................................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................................