Anda di halaman 1dari 12

shaping

Written by Administrator
Monday, 11 August 2008 20:02
Salah satu mesin perkakas yang dikenal dalam proses produksi adalah mesin sekrap/ketam. Mesin
sekrap merupakan mesin yang memiliki gerakan utama, yaitu gerakan mendatar/horisontal. Jenis pahat
yang digunakan hampir sama dengan jenis pahat mesin bubut.
Dalam sejarahnya telah dikenal mesin sekrap dan mesin serut. Kedua mesin ini hampir sama, tetapi
ada beberapa perbedaan mendasar, seperti pada mesin serut benda kerja yang diproses berukuran besar,
sedangkan pada mesin sekrap berukuran kecil. Pada mesin serut benda digerakkan pada pahat yang
stasioner, sedangkan pada mesin sekrap pahat digerakkan terhadap benda kerja yang stasioner.

Mesin sekrap biasa disebut dengan mesin ketam yaitu sebuah mesin dengan pahat pemotong dan jenis
pahat mesin bubut yang mengambil pemotongan berupa garis lurus dengan menggerakkan benda kerja
menyilang jejak dari pahat ini, maka akan didapatkan permukaan yang rata, bagaimanapun juga bentuk
pahatnya.

Pada mesin sekrap ini kesempurnaannya tidak tergantung pada ketelitian dari pahat seperti kalau
digunakan pemotong fris untuk jenis pemotongan jenis yang sama dengan pahat khusus, perlengkapan
dan alat benda kerja sebuah mesin ketam dapat juga memotong alur pasak luar dan dalam, alur spiral,
batang gigi, tanggam (catok), celah T dan berbagai bentuk lain.

Last Updated ( Monday, 25 August 2008 23:55 )

MESIN SKRAP
Posted by romadhon ashari at 20:08 . Jumat, 17 April 2009
Labels: Pemesinan
1. Mesin Sekrap

Mesin sekrap atau shaping machine adalah suatu mesin perkakas yang
digunakan untuk mengubah permukaan benda kerja menjadi permukaan
rata baik bertingkat, menyudut, dan alur. Sesuai dengan bentuk dan
ukuran yang dikehendaki. Mesin sekrap yang ada di workshop produksi
pemesinan jurusan Teknik Mesin FT – UNP, adalah tipe ONAK L - 350.
Prinsip Kerja Mesin Sekrap
Mesin sekrap dapat dipakai untuk mengerjakan benda kerja sampai sepanjang 800 mm,
berpegang pada prinsip gerakkan mendatar. Pada langkah pemakanan akan menghasilkan beram
(tatal logam) dari benda kerja, panjang langkah diatur dengan mengubah jalan keliling pasak
engkol pada roda gigi penggerak, karenanya menambah atau mengurangi ayunan engkol,
pemindahan ini diatur dengan memutar poros pengatur langkah yang akan memutar roda gigi
kerucut dan menggerakan batang berulir yang mengatur penggerak blok engkol.

Fungsi dan cara kerja masing-masing bagian pada mesin sekrap


Rangka
Menurut fungsinya, maka rangka ini merupakan panyangga dari seluruh bagian dalam mesin
sekrap, oleh karenanya konstruksinya pun dibuat sedemikian rupa, sehingga dapat menampung
bagian-bagian lainnya. Rangka ini terbuat dari baja. Seperti gambar.

Mekanik Penjalan
Umumnya mesin-mesin sekrap dijalankan oleh motor yang ditempatkan dibagian belakang,
melalui belt berbentuk V ke pully atau ke lemari roda - roda gigi. Dari roda-roda gigi melalui
eksentrik ke alur engkol yang berayun dan dihubungkan ke lengan. Alur engkol yang berayun
terdiri dari sebuah cakra engkol dengan tap yang dapat diatur, sebuah blok tirus, tuas alur, dan
batang penggerak. Untuk mengatur sesuai dengan yang dikehendaki dari langkah lengan, dapat
distel dengan memindah-mindahkan tap pengatur. Seperti gambar dibawah ini:

dimana :
M = Titik putar alur engkol
T = Tap alur engkol yang dapat distel
D = diameter lingkaran engkol
h = Panjang langkah gerak lengan

Lengan dan eretan pahat


Bagian ini merupakan gabungan antara lengan dengan eretan pahat, dimana eretan pahat
tersebut diikatkan langsung pada lengan. Bersama-bersama melakukan gerak langkah, lengan
yang diikat pada alur engkol melaksanakan perubahan gerak dari gerak putar menjadi gerak
lurus, yang diteruskan ke pahat melalui eretan pahat dan pemegang pahat. Seperti gambar
dibawah ini:

Ereatan pahat ini juga digunakan untuk mengatur naik turunnya pahat dalam penyayatannya.
Untuk menyayat bidang-bidang tegak yang bersudut, eretan pahat dapat diatur kedudukannya
sesuai dengan sudut yang diinginkan.
Meja sekrap
Meja gunanya untuk menyangga ragum pengikat benda kerja dan juga mempunyai gerak
penjalan vertikal dan gerak penjalan lintang secara otomatis, dapat mengatur rendahnya benda
kerja dan teraturnya penyayatan, Dengan demikian memberikan posisi mendatar kepada benda
kerja pada waktu menyekrap. Seperti gambar dibawah ini:

Dasar pekerjaan menyekrap


Mesin sekrap menghasilkan permukaan-permukaan yang datar hal ini dicapai oleh pahat yang
bergerak horizontal kedepan dengan benda kerja dibawahnya tegak lurus padanya, Benda kerja
tetap diam pada waktu pahat menyayat dan berpindah pada langkah balik pahat. Sedangkan
penyelesaian akhir tergantung pada bentuk pahat, kecepatan pahat (tergantung pada jenis logam
yang disekrap) dan penerapan cairan pendingin yang tepat
Beberapa cara pengerjaan sekrap antara lain adalah:
a. Sekrap datar
Yang dimaksud dengan menyekrap datar adalah bahwa gerak menyayatnya kearah mendatar
dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri, arah gerakan pahat tersebut tergantung pada posisi
pahat atau dari bentuk sudut-sudut bebasnya, jika pahat tersebut berbentuk pahat kanan maka
penyayatannya dimulai dari sebelah kanan ke kiri dan sebaliknya.
b. Sekrap Tegak
Dalam menyekrap tegak maka gerak penyayatannya pahat berlangsung dari atas ke arah bawah
secara tegak lurus, dalam hal ini pergerakkan sayatan pahat dilakukan dengan memutar eretan
pahat dengan tangan. Tebal pemakanan hendaknya tipis saja ± 0,5 mm
c. Sekrap Sudut
Jika menyekrap bagian yang menyudut maka gerak penyayatannya di lakukan dengan memutar
eretan pahat yang kedudukannya menyudut sesuai dengan besarnya sudut yang di sekrap.
d. Sekrap Alur
Alur yang dapat disekrap adalah alur terus luar, alur terus dalam, alur buntu dan alur tembus.

Beberapa bagian mesin yang perlu dilakukan perawatan dan perbaikan


Hal yang perlu dijaga dalam perawatan dan perbaikan mesin yaitu disamping menyeluruh juga
bagian-bagian dari mesin tersebut antara lain:
Bagian yang selalu bergerak yang memerlukan pelumasan baik dengan minyak maupun gemuk
harus diperiksa agar jalannya tidak macet.
Bagian-bagian pengikat seperti pemegang pahat, suport, ragum dan semua tuas-tuas (handle)
pada waktu mengencangkan / mengikat usahakan dengan tangan jangan sekali-kali dipukul.
Hubungan kabel-kabel dari kontak induk (zekring) ke motor harus terjamin keselamatannya dan
instalasi kelistrikan atau kabel- kabel tersebut sebaiknya ditanam didalam tanah.
Periksa semua mur- mur pengikat jangan sampai ada yang longgar.
Jangan menurunkan pahat pada waktu langkah maju.
Memakan sayatan sesuaikan dengan daftar dalamnya pemakanan pahat dan kecepatan potong.

C. Perawatan mesin
Pengertian Perawatan
Perawatan adalah suatu aktivitas yang dilaksanakan untuk memelihara semua fasilitas/peralatan
bengkel agar selalu dalam kondisi baik dan siap pakai serta terhindar dari kerusakan yang
mungkin terjadi baik yang terduga maupun yang tak terduga (makhzu, 1999)
Berdasarkan kondisi mesin maka teknik perawatan dikelompokkan pada:
Perawatan Preventif / Pencegahan
Adalah perawatan yang dilakukan terhadap mesin guna mencegah terjadinya kerusakan atau
kemacetan pada saat diperjalanan dari pabrik ke tempat pemakai dan selama mesin dipakai.
Teknik perawatan ini umumnya dilakukan pada mesin yang kondisinya masih baru dan baik
(belum pernah rusak).
Perawatan Korektif / Pembetulan
Adalah perawatan yang dilakukan terhadap mesin yang mengalami gangguan kerusakan baik
kerusakan kecil maupun kerusakan sedang.

Perawatan berat / over houl


Adalah perawatan yang dilakukan terhadap mesin yang mengalami banyak kerusakan pada
komponen-komponen utamanya. Sehingga hasil ukurannya jauh menyimpang dari ukuran
standar.
Perawatan Tersencana
Adalah perawatan yang dilakukan terhadap mesin yang dibuat secara sistematis dan terencana
sebelum mesin digunakan atau dipakai.

Teknik Perawatan Mesin


Perawatan yang intensif sangat membantu untuk menjaga peralatan mesin selalu dalam kondisi
siap pakai, terutama jika perawatannya dilakukan secara rutin dan benar
Penggunaan sistem perawatan yang terjadwal baik akan menjaga peralatan atau mesin bisa
bekerja secara maksimal atau produktifitasnya maksimal atau produksinya memuaskan.
Beberapa tujuan perawatan terhadap peralatan atau mesin antara lain :
Merawat mesin atau peralatan sehingga selalu dalam kondisi optimal produktifitasnya dan dapat
dipercaya kualitas produksinya
Mencegah hal – hal yang diharapkan seperti kerusakan yang tiba – tiba terhadap mesin /
peralatan pada saat beroperasi.
Menaikkan kemampuan mesin untuk berproduksi dengan melakukan perubahan untuk lebih
mengefisienkan kerja mesin.
Tujuan-tujuan yang diatas dapat dicapai apabila dilakukan dua bentuk perawatan yaitu:
Perawatan rutin atau harian yang dilakukan selama jangka waktu perawatan yang sudah
terjadwal tetapi perawatan hendaknya tidak saja hanya dilakukan pada yang terjadwal,
sebaiknya dilakukan setiap saat.
Yang dilaksanakan dalam perawatan harian adalah :
Sebelum memakai mesin jangan lupa memberikan oli pada katup – katup oli
Mengontrol gelas ukuran oli, apakah permukaan oli sudah sesuai dengan petunjuk mesin
sekrap.
Sebelum memakai mesin, harus dibersihkan dahulu
Diharapkan dalam mengoperasikan mesin harus menurut petunjuk yang benar, misalnya putaran
yang sesuai pembebanan, banyaknya pemakaian dan sebagainya.

Perawatan dan perbaikan yang terjadwal, yang terdiri dari perbaikan ringan, perbaikan
menengah, perbaikan besar-besaran.

BAB III
Kondisi awal mesin sekrap onak L - 350 No. M3 2404
1. Bronce kopling (bantalan peluncur)
Bantalan kopling ini merupakan suatu komponen yang ada pada mesin sekrap untuk
pengereman atau untuk mematikan mesin sekrap secara langsung atau mendadak. Beberpa hal
yang membuat bronce kopling (bantalan peluncur) ini tidak berfungsi dengan baik diantaranya
adalah:
a. Terjadinya kehausan pada bantalan kopling terlalu lama pemkaiannya tanpa diperiksa dan
dirawat.
b. Pemberian pelumasan yang kurang terhadap bantalan kopling.
2. handle pemegang
Pada bagian ini kebanayakan handle yang ada pada patah dikarena akan sewaktu pemkaian
tidak hati-hati dan ceroboh.

Belt
Suatu alat pemindah daya yang cukup sederhana adalah belt yang terpasang secara kuat pada
dua buah pulley, Yaitu pulley penggerak dan pulley yang digerakkan. Prinsip pemindah daya
sisini adalah dengan mengandalakan gesekan antara belt antara belt dengan pulley. Belt yang
umum digunakan untuk prmindah daya, di bedakan atas dua macam yaitu:
a. Belt datar (flat belt), dengan penampang melintang segi empat.
b. Belt V (V belt), dengan penampang melintag terbentuk
trapesium.
pada mesin sekrap ini belt yang digunakan adalah belt V. hal-hal yang membuat belt harus
diganti diantaranya adalah:
1. belt sudah putus karena pemakaian yang sudah lama.
2. pulley yang bergerak yang dan pulley yang digerkkan tidak sejajar yang . membuat belt cepat
haus dan putus

4.Roda gigi
Roda gigi ini berbentuk seperti roda gigi yang gunanya untuk mengtur gerk lintang meja secara
otomatis. Roda pal dapat berputar kekiri atau kekanan, bergantung pada letaknya pena. Bila
pena dimasukkan menarik roda pal kekanan meja bergeser otomatis kekanan, jika pena
dimasukkan menarik roda pal kekiri, maka akan bergeser kekiri dan jika pena bertahan diatas
dan berada dalam kedudukan netral (tidak menarik pada pal) maka meja tidak bergeser
kedudukan ini digunakan pada waktu meja digeser dengan engkol. Kerusakan-kerusakan yang
tejadi pada roda ini diantaranya adalah:
a. Pena yang tumpul akibat sewaktu otomatis berfungsi atau digunakan diputar secara manual
dengan menggunakan engkolpemutar.
b. Roda pal yang patah dan haus.
c. Pegas yang tidak berfungsi dangan baik.
5.Roker arm (mekanisme enkol balik cepat)
Sebuah engkol putar yang digerakan pada kecepatan seragam, dihubungkan kepada lengan
osilasi yang agak pejal, engkolnya dimasukkan kedalam roda gigi besar dapat diubah-ubah
dengan mekanisme ulir. Uantuk mengubah kedudukan langkah. Maka apitan yang memegang
penyambung ke ulir ram dikendorkan., dan pemberi kedudukan ram diputar. Dengam memutar
ulir pengatur kedudukan,dapat digerakkan mundur atau meja untuk menempatan kedudukan
potong.
Bahwa langkah potong mengambil 220 dari putaran engkol sedangkan lagkah sebliknya hanya
dilakukan 140 maka perbandingannya langkah potong =………. ………
Terjadi balik cepat karena ujung engkol dengan titik tumpu lengan. Kerusakan terjadi pada
roker drm adlah ulir dalam eksentrik yang patah dan haus.
6.Perawatan yang kurang dilakukan secara rutin
Perawatan sangat penting dalam sebuah mesin karena tanpa perawatan yang baik suatu mesin
akan cepat rusak . Akibat dari kurangnya perawatan suatu mesin adalah:
Mesin cepat rusak, haus serta suara mesin terasa bising.
c.Rencana perbaikan sekrap ONAK L – 350 No M3 2404

1. Bantalan kopling
a. karena sudah terlalu lama pemakaianya maka bantalan daganti dan dibuat kedudukanyang
baru.
b. pemberian pelumasan yang kurang akan menyebabkan bantalan kopling cepat haus maka
setiap kali pemkaianya harus diperiksa pelumasan bila kurang harus ditambah
2. Belt
a. Belt sudah putus, maka dibeli belt yang baru dengan tipe yang sama.
b. pulley yang bergerak dan pulley yang digerakkan tidak sejajar yang membuat belt cepat haus
dan putus, maka sejajarkan posisi dari pulley yang bergaerak dan pulley yang digerakkan agar
utaran tidak tersendat atau mecet.
3. Handle pemegang
Pemegang handle pemegang ini kami tidak membuatnya dari bahan besi atau alumaniuam
karena pemegang ini berkontak langsuang dengan arus listrik atau stop kontak jadi kami
membelinya.
4.Roda pal
a. pena yang tumpul akibat sewaktu otomatis digunakan diputar secara paksa dangan engkol,
maka ddibuat baru agar dapat berfungsi dengan baik.
b. Roda pal yang patah dan haus, maka roda pal ini diganti dengan yang baru dan jumlah gigi
yang sama dengan roda pal yang lama.
c. pegas yang tidak berfungsi dengan baik, maka diganti dengan pegas yang lebih baik dari pada
sebelumnya agar saat otomatis digunakan pegas berfungsi dengan baik.
5. Roker arm (mekanisme engkol bak cepat)
Ulir dalam eksentrik yang patah dan haus, maka ulir dalam harus dibuat dan diberikan pelumas
agar tidak haus.
6.Perawatan yang karena dilakukan secara rutin
a. secara mesin tersa bising, mesin dapat rusak dan haus. Maka harus diberikan pelumasan yan
tidak teratur dan perawatan secara rutin.

B. Teknik perawatan
1. Pengertian perawatan
Perawatan adalah suatu aktivitas yang dialaksanakan untuk memelihara semua
fasilaitas/peralatan labor dan bengkel agar dalam selalu dalam kondisi baik dan siap pakai serta
terhindar dari kerusakan yang mungkin terjadi baik yang terduga maupun tak terduga (makhzu,
1999 ). Usaha ini tidak terlepas dari cakupan pekerjaan bagian perawatan, seperti hal nya pada
bengkel atau labor pada perusahaan yang besar. Pekerjaan maintenance dikelola oleh suatu
bagian yang disebut dengan Maintenance Departement dan ini berarti bahwa bagian perawatan
mempunyai peranan atau fungsi yang sama pentingnya dengan bagian lain yang ada dalam
suatu perusahaan.
Berpedoman pada daya guna detiap fasilitas peralatan yang mempunyai masa pakai terbatas dan
tidak ada peralatan mesin yang mampu menjalankan fungsinya untuk selama- lamanya, bahkan
pada waktu tertentu secara berkala ada bagian atau parts dari peralatan mesin yang harus
mendapat pelanyanan perwatan.
Menurut catatan kuliah dengan makhzu (1999), aktifitas perawatan fasilitas/perawatan bengkel
dan labor dapat dikelompokkan atas 2 macam yaitu perawatan preventif dan perawatan korektif.
1.Perawatan Preventif
Perawatan preventif yang dilakukan terhadap mesin yang dalam keadaan baik/jalan.
Tujuan dari perawatan tersebut adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan mesin
komponennya dan bahan yang telah habid masa pakai. Menjaga mesinm agar kualitas
produknya selalu memenuhi standar serta ukuran yang dimintai dan mendeteksi secara
dini/awal kemungkinan kerusakan yang akan terjadi dari mesin.
Tanda-tanda atau kondisi mesin yang memerlukan perawatan preventif adalh :
Mesin dalam keadaan baik atau jalan
SEMUA KOMPONEN berfungdi dengan baik.
Hasil produk dapat memenuhi standar yang ditentukan
Kecendrungan tindakan perawatan Preventif lebih banyak pada komponen tranmisi.
Tindakan-tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah :
1. Pemeriksaan
2. Pembersihan
3. Pelumasan
4. Penggantian komonen
5. Penguncian
6. Penyetelan.
Untuk memudahkan perawatan diantara preventif dibuat program perawatan secara :

-Memeriksa kondisi mesin dan kompenennya sebelum dipakai


-Membersihkan mesin sebelum dipakai.
-Memberi oli permukaan yang brgerak, yang diberikan tanda lingkaran bola baja.
-Memberi oli permukaan komponen yang saling bergerak dan bergesek.
-Menggunci dan membuat mur/baut pengikat.
-Menyetel posisi komponen dan keulesan geraknya seperti gerakan eretan meja,spindle,lengan.
-Semua program perawatan rutin dijalankan setiap hari oleh pemkai/ operator mesin.
2. program perwatan preventif secara preodik, program tersebut seperti:
a. Memeriksa kondisi komponen dan member oli seperti:
1. Bantalan
2. Ulir penggerak/ pengangkatan
3. roda gigi pangganti
b. Mengganti komponen/ bahan yang telah habis masa pakai seperti:
1. Oli bak roda gigi setelah 6000 jam dipakai
2. Bantalan setalah 22000 jam dipakai
3. Mengganti ban setelah kedaan mengeras/pecah
3. perawatan korektif
Perwatan korektie yaitu perawatan yang dilakukan terhadap mesin yang mengalami
gangguan/kerusakan. Kondisi mesin yang mamarlukan perawatan korektif adalah rusak/tidak
jalan pada bagian komponen utama (transmisi).
Pelaksanaan ini dilakukan pada saat mesin berhenti/stop, tujuan pada dari perawatan korektif
adalah memperbaiki dan memebetulkan atau mengganti komponen yang rusak srrt
mengembalikakan mesin dalam keadaan baik atau jalan dan siap pakai. Srta menjadikan mesin
yang mampu menghasilkan produksi yang mamanuhi kulitas standar.
Tindakn perwatan korektie yang harus dilakukan sebagai berikut:
Pemeriksaan
Memeriksa dan memastikan kerusakankomponen secara manual dan dengan alat.
Membuat rencana perbaikan
Menulis rencana atau prosedur pelaksnaan perawatan yang mencakup tindakan perbaikan,
tenaga kerja, bahan dan alat yang diperlukan. Teknik parbaikan (pembetulan, pembuatan dan
penggantian) dan biaya perbajkan.
Pembongkaran
Membongkar komponen/komponen yang terkait dengan dengan komponen yang rusak srcara
berurutan mulai dari komponen baik sampaj ke rusak.
Memeriksa dan memperbaiki, mengganti komponen yang rusak
Membersihkan komponen yang rusak
Pelumasan, melumasi komponen yang dibukak dan komponen yang telah diperbaiki dengan
gomok(khusus komponen yang telak pada kontak roda gigi perlu diganti oli pelumasnya.
Pemasangan, memasang komponen –komponen pengganti atau yang telah diperbaiki secara
berturut mulai dari komponen pengganti sampai pada komponen yang dibuka sebelumnya.
Uji stndar
Menguji kedudukan dan gerakan komponen yang dipasang serta menyetel posisi kedudukan
dan keluesan geraknya.
Oleh karena itu dalam perawatan korektf terjadi tindakan dan peruses mamabuka, memeperbaki
dan memasang komponen mesin yang dalam keadaan baik maka harus dilakukan pekerjaan
tersrbut secara hatu-hati,cerma,aman dan baik.
Tindakan perbaikan yang dilkukan tidak boleh memperparah/memperbesar kerusakan.
Pekerjaan yang ceroboh dan tidak menguasai tentang mesin dalam melkukan perbaikan
pembuatan dan penggantian akan menghasilkan pekerjaan sia-sia dan merugikanperusahaan.
Oleh karena itu kuasailah teknik pemesinan,fabrikasi,pengerjaan plat,gambar,elemen mesin dan
material/bahan.
Ada beberapa fungsi perawatan antara lain:
Menjegah terjadinya suatu yang dapat membahayakan keselamatan pekerja, fasilitas dan
peralatan labor dan workshop.
Meningkatkan kualitas kerja dan hasil kerja yang melibatkan penggunaan easilitas/perlatan
labor dan workshop
Memeperlanjar pengerjaan dilabor dan workshop
a. Memanfaatkan sifat bratangung jawab bagi setop pemakai/penggunaan fasilatas/peralatan
labor dan workshop, melakukan tindakan perbaikan dengan kesadaran sendiri.
Menghemat biaya opersi fasilitas/perlatan labor dan workshop
MESIN SKRAP
Mesin sekrap (shaping machine) disebut pula mesin ketam atau serut. Mesin inidigunakan untuk
mengerjakan bidang-bidang yang rata, cembung, cekung,beralur, dan lain-lain pada posisi mendatar,
tegak, ataupun miring. Mesin sekrapadalah suatu mesin perkakas dengan gerakan utama lurus bolak-
balik secara vertikalmaupun horizontal.Prinsip pengerjaan pada mesin sekrap adalah benda yang
disayat atau dipotongdalam keadaan diam (dijepit pada ragum) kemudian pahat bergerak lurus bolak-
balikatau maju mundur melakukan penyayatan. Hasil gerakan maju mundur lenganmesin/pahat
diperoleh dari motor yang dihubungkan dengan roda bertingkat melaluisabuk (belt). Dari roda
bertingkat, putaran diteruskan ke roda gigi antara dan dihubungkanke roda gigi penggerak engkol yang
besar. Roda gigi tersebut beralur dan dipasangengkol melalui tap. Jika roda gigi berputar maka tap
engkol berputar eksentrikmenghasilkan gerakan maju mundur lengan. Kedudukan tap dapat digeser
sehinggapanjang eksentrik berubah dan berarti pula panjang langkah berubah. Mekanisme inidapat
dilihat pada Gambar 9.4.
A. Mesin Sekrap dan Jenis-jenisnya
1. Jenis-Jenis Mesin Sekrap
Mesin sekrap adalah mesin yang relatif sederhana. Biasanya digunakan dalam ruangalat atau untuk
mengerjakan benda kerja yang jumlahnya satu atau dua buah untuk proto-type (benda contoh). Pahat
yang digunakan sama dengan pahat bubut. Proses sekraptidak terlalu memerlukan perhatian/
konsentrasi bagi operatornya ketika melakukanpenyayatan. Mesin sekrap yang sering digunakan adalah
mesin sekrap horizontal. Selainitu, ada mesin sekrap vertikal yang biasanya dinamakan mesin
slotting/slotter. Prosessekrap ada dua macam yaitu proses sekrap (shaper) dan planner. Proses sekrap
dilakukanuntuk benda kerja yang relatif kecil, sedang proses planner untuk benda kerja yang besar.a.
Mesin sekrap datar atau horizontal (shaper)Mesin jenis ini umum dipakai untuk produksi dan pekerjaan
serbaguna terdiri atasrangka dasar dan rangka yang mendukung lengan horizontal (lihat Gambar
9.1).Benda kerja didukung pada rel silang sehingga memungkinkan benda kerja untukdigerakkan ke
arah menyilang atau vertikal dengan tangan atau penggerak daya.Pada mesin ini pahat melakukan
gerakan bolak-balik, sedangkan benda kerjamelakukan gerakan ingsutan. Panjang langkah maksimum
sampai 1.000 mm, cocokuntuk benda pendek dan tidak terlalu berat.
Gambar 9.1Mesin sekrap dataratau horizontal (shaper)
b. Mesin sekrap vertikal (slotter)Mesin sekrap jenis ini digunakan untuk pemotongan dalam, menyerut
dan bersudutserta untuk pengerjaan permukaan-permukaan yang sukar dijangkau. Selain itu mesinini
juga bisa digunakan untuk operasi yang memerlukan pemotongan vertikal
. Gerakan pahat dari mesin ini naik turun secara vertikal, sedangkanbenda kerja bisa bergeser ke arah
memanjang dan melintang. Mesin jenis ini jugadilengkapi dengan meja putar, sehingga dengan mesin
ini bisa dilakukan pengerjaanpembagian bidang yang sama besar.c. Mesin plannerDigunakan untuk
mengerjakan benda kerja yang panjang dan besar (berat). Bendakerja dipasang pada eretan yang
melakukan gerak bolak-balik, sedangkan pahatmembuat gerakan ingsutan dan gerak penyetelan. Lebar
benda ditentukan olehjarak antartiang mesin. Panjang langkah mesin jenis ini ada yang mencapai
200sampai 1.000 mm.
2. Mekanisme Kerja Mesin Sekrap
Mekanisme yang mengendalikan mesin sekrap ada dua macam yaitu mekanik danhidrolik. Pada
mekanisme mekanik digunakan crank mechanism (Gambar 9.4). Padamekanisme ini roda gigi utama
(bull gear) digerakkan oleh sebuah pinion yang disambungpada poros motor listrik melalui gear box
dengan empat, delapan, atau lebih variasikecepatan. RPM dari roda gigi utama tersebut menjadi
langkah per menit (strokes perminute, SPM). Gambar skematik mekanisme dengan sistem hidrolik
dapat dilihat padaGambar 9.4. Mesin dengan mekanisme sistem hidrolik kecepatan sayatnya dapat
diukurtanpa bertingkat, tetap sama sepanjang langkahnya. Pada tiap saat dari langkah kerja,langkahnya
dapat dibalikkan sehingga jika mesin macet lengannya dapat ditarik kembali.Kerugiannya yaitu
penyetelen panjang langkah tidak teliti.
3. Nama Bagian-Bagian Mesin Sekrap
Badan mesinMerupakan keseluruhan mesin tempat mekanik penggerak dan tuas pengatur(Gambar
9.5).Meja mesinFungsinya merupakan tempat kedudukan benda kerja atau penjepit benda kerja.
Mejamesin didukung dan digerakkan oleh eretan lintang dan eretan tegak. Eretan lintangdapat diatur
otomatis (Gambar 9.5).LenganFungsinya untuk menggerakan pahat maju mundur. Lengan diikat
dengan engkolmenggunakan pengikat lengan. Kedudukan lengan di atas badan dan dijepit
pelindunglengan agar gerakannya lurus (Gambar 9.5).Eretan pahatFungsinya untuk mengatur ketebalan
pemakanan pahat. Dengan memutar roda pemutarmaka pahat akan turun atau naik. Ketebalan
pamakanan dapat dibaca pada dial. Eretanpahat terpasang di bagian ujung lengan dengan ditumpu oleh
dua buah mur baut pengikat.Eretan dapat dimiringkan untuk penyekrapan bidang bersudut atau miring.
Kemiringaneretan dapat dibaca pada pengukur sudut eretan (Gambar 9.5).Pengatur
kecepatanFungsinya untuk mengatur atau memilih jumlah langkah lengan mesin per menit.
Untukpemakanan tipis dapat dipercepat. Pengaturan harus pada saat mesin berhenti (Gambar 9.5).Tuas
panjang langkahBerfungsi mengatur panjang pendeknya langkah pahat atau lengan sesuai panjang
bendayang disekrap. Pengaturan dengan memutar tap
Tuas posisi pahatTuas ini terletak pada lengan mesin dan berfungsi untuk mengatur kedudukan
pahatterhadap benda kerja. Pengaturan dapat dilakukan setelah mengendorkan pengikatlengan (Gambar
9.5).Tuas pengatur gerakan otomatis meja melintangUntuk menyekrap secara otomatis diperlukan
pengaturan-pengaturan panjang engkolyang mengubah gerakan putar mesin pada roda gigi menjadi
gerakan lurus meja. Dengandemikian meja melakukan gerak ingsutan (feeding

Nama-nama Bagian Mesin Sekrap


1.Support/eretan tegak
2.Pelat pemegang pahat
3.Tool post/penjepit pahat
4.Ragum
5.Meja
6.Penjepit
7.Tuas kedudukan eretan
8.Tuas kedudukan langkah
9.Lengan
10.Rangka
11.Tombol On-Off
12.Tuas penjalan
13.Tuas pengtur kecepatan
14.Pengatur jarak langkah
15.Motor
16.Eksentrikpenggerak
17.Eretan meja arah
18.Eretan meja arah tegak

TEORI PEMOTONGAN
Mengerti tentang prinsip pemotongan dengan baik akan membantu dalam proses produksi yang
ekonomis.Prinsip pemotongan banyak digunakan pada pembubutan, penyerutan, pengetaman,
pemfris-an ataupun pengeboran. Komponen-komponen dibuat dengan membuang sebagian
logam dalam bentuk serpihan kecil.

Perkakas Pemotong Logam


Gambar 2. Skematis dari pembentukan serpihan menggunakan model pahat mata tunggal
orthogonal.
Untuk menerangkan metode pemotongan dijelaskan dengan model mata pahat ortogonal seperti
terlihat pada gambar diatas.
Dalam menganalisa proses pemotongan, dianggap bahwa serpihan disobek dari benda kerja
dengan gerakan menggeser melintasi bidang AB. Serpihan akan mengalami gaya gesek yang
tinggi dengan permukaan pahat. Oleh sebab itu kerja untuk membuat serpihan harus bisa
mengatasi gaya geser dan gaya gesek yang timbul.
Untuk mengukur gaya gaya yang bekerja pada perkakas digunakan alat yang disebut
dynamometer. Jenis dinamometer yang sering digunakan adalah jenis dinamometer elektronik.
Transduser dan sebuah platform dikombinasikan untuk mengukur satu, dua atau tiga gaya atau
torsi. Perkakas dan benda kerja di letakkan pada platform. Pada gambar 3 diperlihatkan sebuah
benda kerja dipasangkan pada platform dan transduser mengukur kecepatan, gaya dan torsi
pengeboran.. Dinamometer dua saluran yang mengukur dorongan dan momen gurdi. Transduser
dinamometer dipasangkan pada platform.
Transduser mengukur perubahan bentuk dengan melihat perubahan induktansi, kapasitansi atau
resistansi. Pada gambar 4. diperlihatkan transduser jenis piezoelectric yang digunakan pada sel
beban. Prinsip pengukuran gaya pada sebuah bahan piezo elektrik adalah apabila gaya bekerja
pada kwarsa (bahan piezoelektrik), timbul muatan listrik yang proporsional pada permukaannya
(lihat gambar 4.). Kwarsa akan sensitif terhadap tekanan dan geseran yang bekerja pada
aksisnya, sehingga gaya potong dan torsi bisa masing-masing diukur. Gaya-gaya yang biasa
bekerja pada perkakas potong yang bisa diukur oleh dinamometer diperlihatkan pada gambar 5.
yaitu gaya potong, tangensial dan radial.
Gambar 5. Gaya-gaya yang bekerja pada ujung pahat bubut: gaya longitudinal, Ft, Gaya
potong, Fc dan gaya radial, Fr.

Gambar 6. memperlihatkan perkiraan distribusi gaya-gaya. Pada banyak perkakas potong, gaya
potong adalah yang paling berpengaruh.
Gambar 6. Distribusi gaya-gaya pada perkakas potong mata tunggal.
Daya yang diperlukan pada proses pemesinan secara praktis bisa dicari dengan alat wattmeter
atau ammeter.
Daya kuda juga bisa dihitung dari pengukuran gaya-gaya oleh dinamometer dan Fc. Daya kuda
yang didapat adalah daya pada spindel.

HPFxVscc=33000.
dimana : Fc = Gaya potong, lb (N)
Vc = Kecepatan potong, ft/min (m/s)
Daya pada motor, HPm :
HPm = HPs /E
dimana : E = Efisiensi penggerak spindel, %
Laju pelepasan logam bisa dicari dengan rumus :
Q = 12 x t x ft x Vc

dimana : Q = laju pelepasan logam, in3/min (mm3/min)


t = kedalaman potong, in. (mm)
ft = hantaran, in. per putaran (mm/rev.)
Vc = kecepatan potong, ft/min (m/s)
Kadang-kadang digunakan daya satuan yang persamaannya adalah :

PHPQs=

dimana : P = daya satuan , hp/in.3/min (W/mm3/s)


Bentuk dan Sudut Pahat
Gambar 7. Nomenklatur untuk pahat pemotong sisi kanan.
Pada gambar 7. diatas terlihat pahat mata tunggal yang dipakai pada mesin bubut dimana
pahatnya berbentuk baji, dan sudut yang tercakup disebut sudut potong. Sudut pengaman
samping antara sisi perkakas dengan benda kerja
Asyari Daryus - Alat Bantu dan Alat Ukur Universitas Darma Persada – Jakarta. 84adalah untuk mencegah
penggesekan perkakas. Sudutnya kecil sekitar 6 sampai 8 derajat untuk bahan pada umumnya.
Sudut garuk sisi bervariasi dengan sudut potong, sedangkan sudut potong tergantung bahan
yang dimesin. Sudut-sudut pada gambar 7. adalah pahat pemotong yang dipasang horisontal dan
tegak lurus terhadap benda kerja. Sudut efektifnya dapat diubah dengan penyetelan pada
pemegang pahat tanpa mengubah sudut dasar pahat.
Bahan yang lunak memungkinkan digunakan sudut potong kecil yaitu sekitar 22 derajat untuk
perkakas kayu. Logam yang lunak dan ulet, misalnya tembaga dan aluminium, memerlukan sudut
lebih besar yang berkisar 47 derjat, sedangkan bahan yang rapuh memerlukan sudut yang lebih
besar lagi.
Tabel 1. adalah mengenai harga yang dianjurkan untuk pahat baja pemotong, kecepatan tinggi.
Tabel 1. Sudut pahat dan Sudut Sudut garuk Sudut garuk Sudut kecepat
kecepatan memotong untuk pengaman samping, belakang, ruang an
pahat baja kecepatan tinggi. samping, derjat derjat bebas memoto
Bahan derjat ujung, ng,
derjat m/min
Baja lunak 1020 12 14 16 8 30
Baja karbon menengah 1035 10 14 16 8 20
Baja karbon menengah 1090 10 12 8 8 15
Stok ulir, 1112 12 22 16 8 45
Besi cor 10 12 5 8 15
Aluminium 12 15 35 8 140
Kuningan 10 0 0 8 75
Logam monel 15 14 8 12 35
Plastik 12 0 0 8 35
Fiber 15 0 0 12 25