Anda di halaman 1dari 23

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Matematika Wajib
Kelas / Semester : XI/ 1
Materi Pokok : Program Linear
Alokasi Waktu : 14 JP (4 x Pertemuan)

A. Kompetensi Inti

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
3.2 Menjelaskan pertidaksamaan linear dua variabel dan penyelesaiannya dengan
menggunakan masalah kontekstual.
4.1 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan program linear dua
variabel.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran
Indikator Pencapaian Tujuan Pembelajaran
Kompetensi
Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan
individu dan kelompok, diskusi kelompok, dan
Pertemuan 1
penemuan (discovery) siswa mampu dengan tepat:
3.2.1 Mendefinisikan 1. menentukan definisi persamaan linear dua
pertidaksamaan linear dua variabel
variabel.

3.2.2 Menentukan penyelesaian suatu


2. Menentukan penyelesaian suatu
pertidaksamaan linear dua
pertidaksamaan linear dua variabel
variabel.

3.2.3 Menemukan syarat 3. Menemukan syarat suatu pertidaksamaan


pertidaksamaan memiliki atau memiliki atau tidak memiliki penyelesaian
tidak memiliki penyelesaian.

4.2.1 Menyusun pertidaksamaan


4. Menyusun pertidaksamaan linear dua variabel
linear dua variabel dari suatu
dari suatu masalah kontekstual.
masalah kontekstual.

4.2.2 Menyajikan grafik 5. Menyajikan grafik pertidaksamaan linear dua


pertidaksamaan linear dua variabel
variabel.

Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan


individu dan kelompok, diskusi kelompok, dan
Pertemuan 2
penemuan (discovery) siwa mampu dengan tepat:
3.2.4 Mendefinisikan program linear 1. Mendefinisikan program linear dua variabel.
dua variabel.

4.2.3 Membentuk model matematika


2. Membentuk model matematika dari suatu
dari suatu masalah program
masalah program linear yang kontekstual.
linear yang kontekstual.

3.2.5 Mendefinisikan daerah 3. Mendefinisikan daerah penyelesaian suatu


penyelesaian suatu masalah masalah program linear dua variabel.
program linear dua variabel.

4.2.4 Menyelesaikan masalah


4. Menyelesaikan masalah kontekstual program
kontekstual program linear
linear dua variabel.
dua variabel.

Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan


individu dan kelompok, diskusi kelompok, dan
Pertemuan 3
penemuan (discovery) siwa mampu dengan tepat:
3.2.6 Mendefinisikan garis selidik 1. Mendefinisikan garis selidik dan nilai
dan nilai optimum suatu optimum suatu masalah program linear dua
masalah program linear dua variabel.
variabel.

3.2.7 Menentukan nilai optimum


2. Menentukan nilai optimum suatu masalah
suatu masalah program linear
program linear dua variabel dengan garis
dua variabel.
selidik.
4.2.5 Menerapkan garis selidik untuk 3. Menerapkan garis selidik untuk
menyelesaikan masalah menyelesaikan masalah kontekstual terkait
kontekstual terkait program program linear dua variabel.
linear dua variabel.

Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan


individu dan kelompok, diskusi kelompok, dan
Pertemuan 4
penemuan (discovery) siwa mampu dengan tepat:
3.2.8 Menyelidiki beberapa kasus 1. Menyelidiki beberapa kasus daerah
daerah penyelesaian penyelesaian
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan pertama (4x45 menit )

Indikator :

3.2.1 Mendefinisikan pertidaksamaan linear dua variabel.

3.2.2 Menentukan penyelesaian suatu pertidaksamaan linear dua variabel.

3.2.3 Menemukan syarat pertidaksamaan memiliki atau tidak memiliki penyelesaian.

4.2.1 Menyusun pertidaksamaan linear dua variabel dari suatu masalah kontekstual.

4.2.2 Menyajikan grafik pertidaksamaan linear dua variabel.

Rencana Materi Pembelajaran


Uraian Kegiatan
Waktu
Pendahuluan Fakta
1. Guru mempersiapkan peserta didik secara 1. Tanda “ >”, “<”, “≤” dan “≥”.
fisik dan psikis 2. Garis dan garis putus-putus
2. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan 15 menit pada grafik
yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya 3. Daerah yang diarsir dan yang
dengan materi yang akan dipelajari; Misalnya, bersih
bagaimana konsep dalam mengambarkan
suatu fungsi linear. Konsep
3. Guru menyampaikan tujuan belajar dan ruang 1. Disepakati dalam
lingkup materi yang akan diajar pada pembelajaran: untuk semua
pertemuan hari ini yakni mengenai konsep grafik persamaan linear atau
pertidaksamaan linear dua variabel sistem pertidaksamaan linear,
4. Guru membagi siswa ke dalam beberapa
Daerah Bersih merupakan
daerah penyelesaian
kelompok kecil terdiri dari 2-3 orang
pertidaksamaan atau sistem
Inti 150 menit
pertidaksamaan yang dikaji.
Mengamati 2. Garis putus – putus bermakna,
5. Melalui kelompok belajar yang heterogen, tanda pertidaksamaan “ >” atau
Guru mengarahkan untuk mencermati Contoh “<” bukan “≤” atau “≥”.
Soal 1 dan 2. 3. Untuk pertidaksamaan yang
Menanya menggunakan tanda “≤” atau
6. Siswa diberi ransangan untuk mengajukan “≥” grafik garisnya berupa
pertanyaan-pertanyaan terkait Contoh Soal 1 garis lurus.
dan 2.. Jika tidak ada siswa yang mengajukan 4. Definisi 2.1 Pertidaksamaan
pertanyaan, guru harus mengajukan linear dua variabel adalah
pertanyaan-pertanyaan kepada siswa untuk pertidaksamaan yang
memastikan pemahaman siswa. Misalnya, pada berbentuk
Penyelesaian (2), kenapa harus dituliskan x ≥ 0 ax + by + c < 0
dan y ≥ 0?
Rencana Materi Pembelajaran
Uraian Kegiatan
Waktu
Menngumpulkan Informasi ax + by + c ≤ 0
7. Sebagai umpan balik aktivitas sebelumnya, ax + by + c > 0
siswa diminta untuk menemukan dan ax + by + c ≥ 0
mengumpulkan informasi yang ditemukan
pada masalah tersebut, sedemikian sehingga dengan:
siswa dapat memahami Latihan 1. a, b : koefsien (a ≠ 0, b ≠ 0, a,b
8. Siswa diarahkan agar berdiskusi dalam bilangan real )
kelompok belajar untuk mengerjakan soal pada c : konstanta (c bilangan real)
Latihan 1. x, y : variabel (x, y bilangan
Mengasosiasi real)
9. Siswa perwakilan kelompok diminta
Prinsip
menyajikan hasil pemahaman mereka dengan
hubungan setiap data yang disajikan pada
Tabel 2.1, Tabel 2.2, dan Tabel 2.3. -
10. Dengan menggunakan informasi pada Tabel Prosedur
2.1, siswa diberi kesempatan menjawab
pertanyaan berikut: 1. Langkah-langkah memodelkan
i. Menurut kamu, apa makna jika x = –20.000 masalah kontekstual ke
dan y = –5.000? pertidaksamaan linear dua
ii. Untuk mengisi tabel di atas, berikan variabel
penjelasan jika x = 0 dan y =90.0 00.
2. Langkah-langkah
iii. Menurut kamu, berapa harga paling mahal
menggambarkan grafik
satu baju dan harga paling mahal satu buku
pertidaksamaan linear dua
yang mungkin dibeli oleh Santi? Berikan
penjelasan untuk jawaban yang kamu berikan. variabel
3. Langkah-langkah memeriksa
Alternatif Penyelesaian daerah hasil grafik
i. Secara analisis, x = –20.000 dan y = –5.000 pertidaksamaan linear dua
memenuhi 2x + 3y < 250.000. Namun secara variabel
fakta, nilai x dan y itu tidak terjadi.
ii. Pasangan nilai x = 0 dan y = 90.000 tidak
merupakan penyelesaian untuk pertidaksamaan
2x + 3y < 250.000
iii. Harga maksimum satu seragam sekolah
adalah Rp120.000. Akan tetapi, harga 1 buku
harus harga paling minimum, dengan
mempertimbangkan masih ada kembalian
uangnya. Sebaliknya juga berlaku.
11. Dengan menggunakan konsep grafik fungsi
linear, siswa dipastikan memahami Gambar
2.1, Gambar 2.2, dan Gambar 2.3.

Mengkomunikasikan
1. Siswa diminta memberikan ide-ide tentang
perbedaan penyelesaian pertidaksamaan
Rencana Materi Pembelajaran
Uraian Kegiatan
Waktu
secara analitis dan secara geometris
2. Siswa diminta menyampaikan hasil ide-ide
yang diperoleh kegiatan diskusi kelompok.
3. Siswa diminta menuliskan pemahaman
mereka tentang pertidaksamaan linear dua
variabel dan menentukan penyelesaiaannya.

Penutup 15 menit
4. Kegiatan menyimpulkan: Bersama dengan
siswa menyimpulkan definisi pertidaksamaan
linear dua variabel, seperti yang disajikan
pada Defnisi 2.1.
5. Untuk meningkatkan pemahaman siswa, baik
pengetahuan dan keterampilan, siswa diminta
menjawab pertanyaan kritis berikut ini:
i. Apakah setiap pertidaksamaan memiliki
himpunan penyelesaian? Berikan penjelasan
atas jawaban kamu.
ii. Misalkan diberikan suatu himpunan
penyelesaian suatu pertidaksamaan yang
disajikan pada suatu grafk, bagaimana caranya
membentuk pertidaksamaan yang memenuhi
himpunan penyelesaian tersebut?

Alternatif Penyelesaian
i. Tidak semua sistem pertidaksamaan linear
dua variabel memiliki penyelesaian. Hal ini
dapat dikembang bahwa terdapat syarat suatu
sistem persamaan linear dua variabel tidak
memiliki penyelesain.
ii. Konsep yang digunakan bagaimana
menentukan persamaan suatu garis linear jika
diketahui melalui dua titik.
6. Secara individu siswa melakukan refleksi
(penilaian diri) tentang hal-hal yang telah
dilakukan selama proses pembelajaran. Siswa
mencermati informasi tugas pekerjaan rumah
(PR) (Bahan PR pada buku siswa, Uji
Kompetensi 2.1, 50 no 1-4)
7. Guru menyampaikan materi untuk dipelajari
siswa pada pertemuan berikutnya.
8. Guru mengajak siswa untuk berdoa, dan salam

Pertemuan kedua (4 x 45 menit)


Indikator :
3.2.4 Mendefinisikan program linear dua variabel.

4.2.3 Membentuk model matematika dari suatu masalah program linear yang
kontekstual.

3.2.5 Mendefinisikan daerah penyelesaian suatu masalah program linear dua variabel.

4.2.4 Menyelesaikan masalah kontekstual program linear dua variabel.

Rencana Materi Pembelajaran


Uraian Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 15 menit Fakta
1. Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik 1. Tanda “ >”, “<”, “≤” dan “≥”.
dan psikis untuk mengikuti proses 2. Garis dan garis putus-putus
pembelajaran pada grafik
2. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
3. Daerah yang diarsir dan yg
mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan bersih
materi yang akan dipelajari; Misalnya,
bagaimana menentukan penyelesaian
pertidaksamaan linear dua variabel dan cara Konsep
menggambarkan daerah penyelesaian 1. Disepakati dalam
3. Guru menyampaikan tujuan belajar dan ruang pembelajaran: untuk semua
lingkup materi yang akan diajar pada grafik persamaan linear atau
pertemuan hari ini yakni mengenai program sistem pertidaksamaan linear,
linear Daerah Bersih merupakan
4. Guru membagi siswa ke dalam beberapa daerah penyelesaian
kelompok terdiri dari 4-5 orang pertidaksamaan atau sistem
pertidaksamaan yang dikaji.
Inti 150 menit 2. Garis putus – putus bermakna,
Mengamati tanda pertidaksamaan “ >” atau
5. Melalui kelompok belajar yang heterogen, “<” bukan “≤” atau “≥”.
guru mengarahkan untuk mencermati Masalah 3. Untuk pertidaksamaan yang
2.4 dan Masalah 2.5. menggunakan tanda “≤” atau
“≥” grafik garisnya berupa
Menanya garis lurus.
6. Siswa diberi ransangan untuk mengajukan 4. Definisi 2.2: Masalah program
pertanyaan-pertanyaan terkait Masalah 2.4, linear dua variabel adalah
dan Masalah 2.5. Jika tidak ada siswa yang menentukan nilai x1, x2
mengajukan pertanyaan, guru harus yang memaksimumkan (atau
mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada meminimumkan) fungsi tujuan,
siswa untuk memastikan pemahaman siswa. Z(x1, x2) = C1x1 + C2x2
Mengumpulkan Informasi dengan kendala:
7. Sebagai umpan balik aktivitas sebelumnya, a11x1 + a12x2 (≤,=,≥) b1
siswa diminta untuk menemukan dan a21x1 + a22x2 (≤,=,≥) b2
mengumpulkan informasi yang ditemukan ……
pada masalah tersebut, sedemikian sehingga …...
Rencana Materi Pembelajaran
Uraian Kegiatan
Waktu
siswa dapat memahami model matematika am1x1 + am2x2 (≤,=,≥) bm
yang disajikan pada Persamaan (1). x1≥ 0, x2≥ 0
8. Dengan keterampilan yang telah dimiliki siswa 5. Definisi 2.3: (Daerah
mengenai menggambarkan daerah Layak/Daerah
penyelesaian suatu sistem pertidaksamaan Penyelesaian/Daerah
linear dua variabel, siswa diharapkan mampu Optimum) adalah daerah
menggambar daerah penyelesaian Persamaan penyelesaian masalah program
(1). linear merupakan himpunan
9. Guru memperhatikan siswa yang mengalami semua titik (x, y) yang
kesulitan dan memberikan bantuan pada siswa memenuhi kendala suatu
yang mengalami kesulitan. masalah program linear.
10. Siswa diarahkan memahami langkah-langkah
menggambarkan grafk suatu sistem
Prinsip
pertidaksamaan linear dua variabel.
Mengasosiasi
-
11. Untuk memastikan pemahaman siswa, siswa
diarahkan untuk mengisi Tabel 2.5 dan
membentuk model matematika Masalah 2.5.
Prosedur
12. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan 1. Langkah-langkah memodelkan
untuk setiap siswa yang memancing siswa masalah kontekstual ke
untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan program linear dua variabel
kritis, termasuk dalam menggambarkan daerah 2. Langkah-langkah
penyelesaian suatu sistem pertidaksamaan menggambarkan grafik
linear dua variabel. program linear dua variabel:
Mengkomunikasikan a) Gambarkan setiap
13. Untuk memastikan pemahaman siswa tersebut, pertidaksamaan sebagai suatu
siswa di dalam kelompoknya diberi persamaan garis lurus. Namun,
kesempatan menyelesaikan Contoh 2.2 dengan jika tanda pertidaksamaan
atau tanpa melihat alternatif penyelesaian yang menggunakan tanda “<” atau
telah disajikan. “>”, maka garisnya putus-
14. Dari hasil diskusi yang diperoleh pada tiap-tiap putus.
kelompok, siswa diminta b) Setiap garis akan membagi
dua bidang kartesius, untuk
mempresentasikannya di depan kelas
menentukan daerah
sedangkan siswa lain memberikan tanggapan
penyelesaian, ambil sembarang
terhadap presentasi tersebut.
titik di salah satu bagian
15. Siswa menerima tanggapan dari siswa lain dan bidang tadi, misalnya titik A.
guru. Kemudian ujian kebenaran
16. Setelah beberapa kelompok melakukan pertidaksamaan dengan
presentasi, siswa diminta untuk mengerjakan menggunakan titik A. Jika
soal-soal latihan untuk memantapkan pertidaksamaan bernilai benar,
pemahaman. maka bidangasal titik A
17. Soal latihan dibahas bersama-sama. merupakan daerah
Penutup 15 menit penyelesaian. Jika bernilai
18. Dengan melihat model matematika yang salah, maka bidang yang
terbentuk pada Masalah 2.4 dan Masalah 2.5, bukan asal titik Amerupakan
Rencana Materi Pembelajaran
Uraian Kegiatan
Waktu
arahkan siswa untuk merumuskan defnisi daerah penyelesaian.
program linear dua variabel. c) Ulangi langkah 1 dan 2
19. Guru bersama dengan siswa menyimpulkan untuk semua pertidaksamaan
defnisi program linear dua variabel dan daerah yang telah dirumuskan.
penyelesaian, seperti yang disajikan pada Kemudian, perhatikan irisan
Definisi 2.2 dan Definisi 2.3. atau daerah yang memenuhi
20. Guru menginformasikan materi selanjutnya, untuk setiap pertidaksamaan
yaitu bagaimana menentukan nilai maksimum yang diberikan.
atau minimum fungsi tujuan suatu program Perhatikan syarat non – negatif
linear dua variabel.
untuk setiap variabel. Nilai
variabel tidak
21. Guru memberikan penugasan kepada siswa,
selalu positif.
yaitu mengerjakan soal Uji Kompetensi 2.1
3. Langkah-langkah menentukan
nomor 5 hingga nomor 8
daerah hasil dengan
22. Guru mengajak siswa untuk berdoa, dan salam menggunakan grafik
4. Langkah-langkah menentukan
daerah hasil tanpa
menggunakan grafik.

Pertemuan ketiga ( 4 x 45 menit)

Indikator
3.2.6 Mendefinisikan garis selidik dan nilai optimum suatu masalah program linear dua variabel.
3.2.7 Menentukan nilai optimum suatu masalah program linear dua variabel.
4.2.5 Menerapkan garis selidik untuk menyelesaikan masalah kontekstual terkait program linear
dua variabel

Rencana Materi Pembelajaran


Uraian Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 15 menit Fakta
1. Guru mempersiapkan peserta didik secara 1. Tanda “ >”, “<”, “≤” dan “≥”.
fisik dan psikis untuk mengikuti proses 2. Garis dan garis putus-putus
pembelajaran pada grafik
2. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan
3. Daerah yang diarsir dan yg
yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya
dengan materi yang akan dipelajari;
bersih
Misalnya, Misalnya, bagaimana
menentukan daerah penyelesaian yang
terbatas dan yang tidak terbatas Konsep
3. Guru menyampaikan tujuan belajar dan 1. Disepakati dalam
ruang lingkup materi yang akan diajar pada pembelajaran: untuk semua
pertemuan hari ini yakni mengenai nilai grafik persamaan linear atau
optimum dengan garis selidik sistem pertidaksamaan linear,
4. Guru membagi siswa ke dalam beberapa Daerah Bersih merupakan
kelompok terdiri dari 4-5 orang
Rencana Materi Pembelajaran
Uraian Kegiatan
Waktu
Inti 150 menit daerah penyelesaian
Mengamati pertidaksamaan atau sistem
5. Melalui kelompok belajar yang heterogen, pertidaksamaan yang dikaji.
guru mengarahkan siswa untuk mencermati 2. Garis putus – putus bermakna,
Masalah 2.6, dan Masalah 2.7. tanda pertidaksamaan “ >” atau
Menanya “<” bukan “≤” atau “≥”.
6. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan 3. Untuk pertidaksamaan yang
pancingan kepada siswa, untuk memunculkan menggunakan tanda “≤” atau
motivasi kepada siswa dalam mengajukan “≥” grafik garisnya berupa
pertanyaan-pertanyaan kritis terkait Masalah garis lurus.
2.6 dan Masalah 2.7. 4. Nilai Opimum
Mengumpulkan Informasi
5. Definisi 2.4: Garis selidik
adalah grafik persamaan fungsi
7. Sebagai umpan balik aktivitas sebelumnya,
sasaran /tujuan yang digunakan
siswa diminta untuk menemukan dan
untuk menentukan solusi
mengumpulkan informasi yang ditemukan
optimum (maksimum atau
pada masalah tersebut, sedemikian sehingga minimum)
siswa dapat memahami model matematika suatu masalah program linear.
yang untuk Masalah 2.6 dan Masalah 2.7. 6. Kendala
8. Guru mengarahkan siswa untuk memahami
prosedur dalam menentukan nilai optimum
fungsi tujuan suatu program linear dua
variabel, yaitu dengan menemukan pasangan Prinsip
titik, (disebut pasangan titik (x, y)), yang
terdapat pada daerah penyelesaian sedemikian -
sehingga menjadikan fungsi tujuan bernilai
optimum (memiliki nilai maksimum ataupun Prosedur
minimum).
Mengasosiasi 1. Langkah-langkah menentukan
9. Guru memberikan pancingan kepada siswa daerah hasil suatu masalah
bahwa untuk menemukan nilai optimum fungsi program linear dua variabel
tujuan suatu program linear dua variabel tidak 2. Langkah-langkah menentukan
selalu tepat dengan menguji nilai fungsi tujuan nilai optimum dengan menguji
pada titik-titik sudut daerah penyelesaian. Hal titik
ini, guru dapat memberikan contoh-contoh
3. Langkah-langkah menentukan
nilai optimum dengan menguji
penyangkal.
garis selidik
10. Guru memberikan petunjuk kepada siswa
bagaimana menemukan nilai optimum fungsi
tujuan dengan metode garis selidik, yaitu
dengan menggambarkan grafik fungsi pada
saat melalui suatu titik pada daerah
penyelesaian.
11. Guru menegaskan kepada siswa bahwa titik
pembuat optimum suatu fungsi tidak selalu
berada pada titik sudut daerah penyelesaian.
Seperti yang terjadi pada penyelesaian
Rencana Materi Pembelajaran
Uraian Kegiatan
Waktu
Masalah 2.7. Titik pembuat maksimumnya
9 3
adalah titik ( 1 , 7 ). Namun nilai x dan
11 11
y tersebut tidak dapat ditemukan secara
kontekstual. Dengan menggunakan prinsip
pembulatan bilangan, terdapat kemungkinan
sebagai berikut:

i.) B1(1, 7): titik tersebut berada di luar daerah


penyelesaian OBA.
ii.) B2(1, 8): titik tersebut berada di luar daerah
penyelesaian OBA.
iii.) B3(2, 7): titik tersebut berada di dalam
daerah penyelesaian OBA. Pada titik (2, 7)
akan diperoleh keuntungan sebesar
Rp34.500.000. Artinya, si pedagang
mengalami kekurangan sebesar Rp45.450.
iv.) B4(2, 8): titik tersebut berada di luar
daerah penyelesaian OBA.

Namun, dengan menyelidiki titik integer pada


9 3
sekitar titik ( 1 , 7 ), ditemukan titik
11 11
pembuat maksimum fungsi tersebut, yaitu: titik
(2, 7).
12. Dengan melalui pembahasan Masalah 2.6 dan
2.7, guru mengajak siswa untuk mendefnisikan
garis selidik dan merumuskan langkah
menentukan nilai optimum suatu fungsi
tujuan dengan metode garis selidik.
Mengkomunikasikan
13. Guru bersama dengan siswa menyimpulkan
definisi garis selidik dan langkah-langkah
menentukan nilai optimum suatu fungsi tujuan
dengan metode garis selidik.
Penutup 15 menit
14. Secara klasikal dan melalui tanya jawab siswa
dibimbing untuk merangkum kembali isi
pembelajaran.
15. Secara individu siswa melakukan refleksi
(penilaian diri) tentang hal-hal yang telah
dilakukan selama proses pembelajaran. Siswa
mencermati informasi tugas pekerjaan rumah
(PR) (Bahan PR pada buku siswa, Uji
Kompetensi 2.2, no 1-4)
Rencana Materi Pembelajaran
Uraian Kegiatan
Waktu
16. Menginformasikan materi selanjutnya, yaitu
berbagai kasus dalam menentukan nilai
optimum suatu fungsi tujuan.
17. Guru mengajak siswa untuk berdoa, dan salam

Pertemuan keempat (2 x 45 menit )


Indikator
3.2.8 Menyelidiki beberapa kasus daerah penyelesaian

Rencana Materi Pembelajaran


Uraian Kegiatan
Waktu
Pendahuluan 15 menit Fakta
1. Guru mempersiapkan peserta didik secara fisik 1. Tanda “ >”, “<”, “≤” dan “≥”.
dan psikis untuk mengikuti proses 2. Garis dan garis putus-putus
pembelajaran pada grafik
2. Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
3. Daerah yang diarsir dan yg
mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan bersih
materi yang akan dipelajari; Misalnya, apakah
syarat supaya suatu fungsi tujuan memiliki
nilai optimum Konsep
3. Guru menyampaikan tujuan belajar dan ruang 1. Disepakati dalam
lingkup materi yang akan diajar pada pembelajaran: untuk semua
pertemuan hari ini yakni mengenai beberapa grafik persamaan linear atau
kasus daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linear,
4. Guru membagi siswa ke dalam beberapa Daerah Bersih merupakan
kelompok terdiri dari 4-5 orang daerah penyelesaian
60 menit
pertidaksamaan atau sistem
Inti
pertidaksamaan yang dikaji.
Mengamati
2. Garis putus – putus bermakna,
5. Melalui kelompok belajar yang heterogen,
tanda pertidaksamaan “ >” atau
guru mengarahkan untuk mencermati Gambar
“<” bukan “≤” atau “≥”.
2.14
3. Untuk pertidaksamaan yang
menggunakan tanda “≤” atau
“≥” grafik garisnya berupa
garis lurus.
4. Nilai Opimum
5. Definisi 2.4: Garis selidik
adalah grafik persamaan fungsi
sasaran /tujuan yang digunakan
untuk menentukan solusi
optimum (maksimum atau
minimum)
suatu masalah program linear.
6. Kendala
Rencana Materi Pembelajaran
Uraian Kegiatan
Waktu
Gambar 2.14: Sistem pertidaksamaan yang tidak
memiliki daerah penyelesaian. Grafik tersebut
3x  4 y  12 Prinsip
dibangun oleh sistem 
3x  4 y  24
6. Guru mengingatkan siswa akan syarat dua 1. Masalah program linear
garis sejajar seperti yang telah memiliki nilai optimum
dipelajari pada saat SMP/MTS.
(maksimum atau minimum)
Menanya
7. Guru mengarahkan siswa untuk mengajukan terkait dengan eksistensi
pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan daerah penyelesaian. Kondisi
dengan Gambar 2.14. Jika siswa tidak
mengajukan pertanyaan, guru harus daerah penyelesaian dan nilai
mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang optimum ada tiga:
akan diajukan pada siswa.
1) tidak memiliki daerah
Mengumpulkan Informasi
8. Siswa diarahkan menemukan hubungan penyelesaian
perbandingan koefsien x dan y pada sistem 2) memiliki daerah
tersebut.
9. Bekerja sama dalam kelompok, guru penyelesaian (fungsi tujuan
mengarahkan siswa merancang suatu sistem hanya memiliki nilai
pertidaksamaan yang memiliki hubungan
perbandingan koefisiean seperti yang disajikan
maksimum atau hanya
pada Gambar 2.14. memiliki nilai minimum)
Mengasosiasi
3) memiliki daerah
10. Bersama dengan siswa, guru menyimpulkan
syarat suatu sistem pertidaksamaan tidak penyelesaian (fungsi tujuan
memiliki daerah penyelesaian. Karena tidak memiliki nilai maksimum
memiliki daerah penyelesaian, otomatis tidak
dapat ditentukan nilai optimum. dan minimum).
11. Guru mengrahkan siswa mengamati Gambar
2.15. Siswa ditugasi untuk menemukan sistem Prosedur
pertidaksamaan yang memenuhi daerah
1. Langkah-langkah menentukan
penyelesaian seperti yang ada pada Gambar
eksistensi daerah hasil suatu
2.15, yaitu:
masalah program linear dua
2x + y ≥ 4
variabel
2x + y ≥ 8 2. Langkah-langkah menentukan
x ≥ 0, y ≥ 2 eksistensi nilai optimum suatu
12. Guru memberikan pancingan agar siswa masalah program linear dua
mengajukan pertanyaan-pertanyaan variabel
kritis terkait Gambar 2.15. Misalnya berapa
nilai maksimum fungsi tujuan?
13. Guru memberikan alasan untuk setiap jawaban
yang diberikan.
Mengkomunikasikan
Rencana Materi Pembelajaran
Uraian Kegiatan
Waktu
14. Guru mengarahkan siswa melalui diskusi
untuk menemukan syarat suatu fungsi tujuan
memiliki nilai minimum atau nilai maksimum.
Guru memintalah penjelasan lebih lanjut untuk
setiap jawaban setiap siswa.
15. Untuk memastikan pemahaman siswa, guru
memberikan penugasan kepada siswa untuk
mendesaian suatu sistem pertidaksamaan yang
memiliki nilai maksimum atau nilai minimum
saja.
16. Guru mengarahkan siswa untuk mengamati
Gambar 2.16.
17. Guru memintalah siswa mengumpulkan
informasi tentang syarat suatu daerah
penyelesaian memiliki nilai maksimum
dan nilai minimum.
Penutup 15 menit
18. Guru bersama dengan siswa menyimpulkan
syarat-syarat suatu daerah penyelesaian belum
tentu memiliki nilai maksimum dan/atau nilai
minimum.
19. Guru menginformasikan kepada siswa bahwa
kajian program linear tidak berhenti
hanya pada linear dua variabel saja.
20. Guru memberikan penugasan kepada siswa,
yaitu mengerjarkan soal Uji Kompetensi
2.2 nomor 7, 10, dan 12.
21. Guru menginformasikan materi selanjutnya,
yaitu bab baru tentang matriks
22. Guru mengajak siswa untuk berdoa, dan salam
E. Metode Pembelajaran
1. Pendekatan Saintifik (Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi,
Mengasosiasi, Mengomunikasi)
2. Pengamatan, tanya jawab, penugasan individu dan kelompok, diskusi kelompok, dan
penemuan
3. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
Dengan tahapan:
a. Fase 1 : Orientasi peserta didik kepada masalah
b. Fase 2 : Mengorganisasikan peserta didik
c. Fase 3 : Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
d. Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
F. Media Pembelajaran

LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)

G. Sumber Belajar
Untuk Guru
1. Buku Guru Matematika Kelas XI kurikulum 2013 edisi revisi 2017.
2. Buku elektronik maupun cetak lainnya
Untuk Siswa
1. Buku Siswa Matematika Kelas XI kurikulum 2013 edisi revisi 2017.
2. Buku elektronik maupun cetak lainnya

H. Penilaian
1. Sikap Spiritual
a. Teknik penilaian : Observasi
b. Bentuk instrumen : Lembar observasi
c. Kisi-kisi :

No Sikap/nilai Nomor butir instrumen

1 Bersyukur atas ilmu pengetahuan yang


diberikan Tuhan dengan berdoa sebelum dan
setelah selesai mengerjakan tugas

2. Sikap sosial
a. Teknik penilaian : Observasi
b. Bentuk instrumen : Lembar observasi
c. Kisi-kisi:
No Sikap/nilai Nomor butir instrumen
1 Rasa Ingin Tahu
2 Percaya Diri
3 Bekerjasama

3. Pengetahuan dan Keterampilan


a. Teknik penilaian : Tes
b. Bentuk instrumen : Uraian
c. Kisi-kisi :
No Indikator Indikator Soal Soal

1 3.2.1 Mendefinisikan 1. Menuliskan 1. Tuliskan 4 bentuk umum


bentuk-bentuk pertidaksamaan linear
pertidaksamaan
pertidaksamaan yang kamu ketahui!
linear dua variabel. linier dua
variabel..
2. 3.2.2 Menentukan 2. Menentukan 2. Tanpa menggambarkan
himpunan grafik, tentukanlah
penyelesaian suatu
penyelesaian himpunan penyelesaian
pertidaksamaan pertidaksamaan (jika ada) setiap
linear dua pertidaksamaan di bawah
linear dua variabel.
variabel tanpa ini:
menggunakan
grafik

3. Menentukan 3. Dengan merujuk pada


himpunan soal sebelumnya,
penyelesaian gambarkan setiap
pertidaksamaan pertidaksamaan untuk
linear dua menentukan
variabel dengan daerah penyelesaian (jika
menggunakan ada).
grafik

4. Menentukan 4. Untuk setiap grafik di


pertidaksamaan bawah ini, tentukanlah
yang tepat pertidaksamaan yang
berdasarkan tepat memenuhi daerah
grafik yang penyelesaian.
diberikan

3. 3.2.3 Menentukan syarat Menentukan 5. Apakah semua


hubungan pertidaksamaan memiliki
pertidaksamaan
pertidaksamaan himpunan penyelesaian?
memiliki atau tidak dengan himpunan Berikan penjelasan atas
penyelesaian jawaban kamu!
memiliki
penyelesaian.

4 4.2.1 Menyusun Memodelkan 6. PT Lasin adalah suatu


masalah kontekstual pengembang perumahan
pertidaksamaan
yang diberikan di daerah pemukiman
linear dua variabel dalam baru. PT tersebut
pertidaksamaan memiliki tanah seluas
dari suatu masalah
linear dua variabel 12.000 meter persegi
kontekstual. berencana akan
membangun dua tipe
rumah, yaitu tipe mawar
dengan luas 130 meter
persegi dan tipe melati
dengan luas 90 meter
persegi. Jumlah rumah
yang akan dibangun tidak
lebih 150 unit.
Pengembang merancang
laba Rp2.000.000 untuk
tipe rumah mawar dan
Rp1.500.000. untuk tipe
rumah melati
Modelkan permasalahan
di atas!

5 4.2.2 Menyajikan grafik Menggambarkan 7. Gambarkan daerah


grafik penyelesaian penyelesaian untuk
pertidaksamaan
pertidaksamaan sistem pertidaksamaan
linear dua variabel. linear dua variabel yang sudah Anda
yang diberikan modelkan dari soal
sebelumnya!

6. 3.2.4 Mendefinisikan Menuliskan tujuan 8. Pada suatu masalah


suatu masalah program linear dua
program linear dua
program linear dua variabel x dan y, dan
variabel. variabel fungsi tujuan Z(x,y),
apakah yang dituju?

7 4.2.3 Membentuk model Diberikan suatu 9. Suatu toko bunga


masalah menjual 2 macam
matematika dari
kontekstual terkait rangkaian bunga.
suatu masalah program linear, Rangkaian I memerlukan
siswa diminta 10 tangkai bunga mawar
program linear
memodelkannya dan 15 tangkai bunga
yang kontekstual. anyelir. Rangkaian II
memerlukan 20 tangkai
bunga mawar dan 5
tangkai bunga anyelir.
Persediaan bunga mawar
dan bunga anyelir
masing-masing 200
tangkai dan 100 tangkai.
Rangkaian I
dijualseharga Rp200.000,
dan Rangkaian II dijual
seharga Rp100.000 per
rangkaian. (UN 2006 no.
21)
Bentukmodel
matematika masalah
di atas.

8. 3.2.5 Mendefinisikan Menjelaskan 10. Jelaskan apa yang Anda


tentang daerah ketahui mengenai daerah
daerah
penyelesaian suatu penyelesaian pada suatu
penyelesaian suatu masalah program masalah program linear
linear dua variabel dua variabel!
masalah program
linear dua
19ariable.

9 4.2.4 Menyelesaikan Menggambarkan 11. Gambarkan grafik


grafik penyelesaian penyelesaian dari model
masalah
masalah kontekstual matematika dari soal 9.
kontekstual program linear dua
variabel
program linear dua
variabel. Menyelesaikan 12. Perhatikan masalah yang
masalah kontekstual dihadapi seorang penjaja
program linear dua buah-buahan berikut
variabel. ini.Pak Benni, seorang
penjaja buah-buahan
yang menggunakan
gerobak menjual apel dan
pisang. Harga pembelian
apel Rp18.000 tiap
kilogram dan pisang
Rp8.000 tiap kilogram.
Beliau hanya memiliki
modal Rp2.000.000,
sedangkan muatan
gerobak tidak lebih dari
450 kilogram. Padahal
keuntungan tiap kilogram
apel 2 kali keuntungan
tiap kilogram pisang
Tentukanlah tiga titik
yang terdapat pada grafik
daerah penyelesaian
masalah ini.

10 3.2.6 Mendefinisikan Menjawab 13. Apa kegunaan garis


pertanyaan terkait selidik? Ada berapaka
garis selidik dan
definisi garis selidik jenis nilai optimum?
dan nilai optimum
nilai optimum
suatu masalah
program linear dua
variabel.

11 3.2.7 Menentukan nilai Menentukan nilai 14. Suatu perusahaan


optimum suatu transportasi harus
optimum suatu
masalah program mendistribusikan 1200
masalah program linear dua variabel paket (yangbesarnya
sama) melalui dua truk
linear dua variabel.
pengangkut. Truk 1
memuat 200 paket untuk
setiap pengangkutan
dan truk 2 memuat 80
paket untuk setiap
pengangkutan. Biaya
pengangkutan untuk
truk 1 dan truk 2
masing-masing
Rp400.000,00 dan
Rp200.000,00. Padahal
biaya yang tersedia
untuk mengangkut 1200
paket hanya
Rp3.000.000,00.
Hitunglah biaya minimal
biaya pengangkutan
paket tersebut!

12 4.2.5 Menerapkan garis Menerapkan garis 15. Pesawat penumpang


selidik untuk mempunyai tempat
selidik untuk
menyelesaikan duduk 48 kursi. Setiap
menyelesaikan masalah kontekstual penumpang kelas utama
terkait program boleh membawa bagasi
masalah
linear dua variabel. maksimum 60 kilogram
kontekstual terkait sedangkan kelas ekonomi
maksimum 20 kg.
program linear dua
Pesawat hanya dapat
variabel. membawa bagasi
maksimum 1440 kg.
Harga tiket kelas utama
Rp150.000,00 dan kelas
ekonomi Rp100.000,00.
Supaya pendapatan dari
penjualan tiket pada saat
pesawat penuh mencapai
maksimum, tentukan
jumlah tempat duduk
kelas utama. (UMPTN
Tahun 2000 Rayon A).

13 3.2.8 Menyelidiki Menyebutkan syarat 16. Sebutkan syarat agar


beberapa kasus suatu sistem
beberapa kasus
daerah penyelesaian pertidaksamaan linear:
daerah i. tidak memiliki daerah
penyelesaian;
penyelesaian
ii. memiliki daerah
penyelesaian;
iii. memiliki daerah
penyelesaian berupa
suatu garis atau segmen
garis;
iv. memiliki daerah
penyelesaian hanya satu
titik

Lampiran 1
Instrumen sikap spiritual

Indikator 1 Indikator 2
No Nama Peserta didik
4 3 2 1 4 3 2 1

Keterangan:
1. Indikator 1 : Menambah rasa syukur kepada Tuhan yang memberikan ilmu
pengetahuan dengan cara berdoa sebelum dan setelah menyelesaikan tugas
2. Indikator 2 : Mau berusaha untuk menyelesaikan masalah yang diberikan
Keterangan nilai :
Kurang :1
Cukup :2
Baik :3
Sangat baik :4

Skala Penilaian:
1 : kurang : Salah satu indikator muncul tetapi kurang sempurna
2 : cukup : Salah satu indikator muncul dengan sempurna
3 : Baik : Kedua indikator muncul tetapi kurang sempurna
4 : Sangat baik : Kedua indikator muncul dengan sempurna
Skor maksimal : 8

Lampiran 2

Penilaian sikap

Rasa Percaya Diri Bekerjasama


Nama peserta Skor Nilai
No ingin tahu
didik
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5

Indikator pencapaian
Rasa ingin tahu Percaya Diri Bekerjasama

1. Bertanya mengenai 1. Berani mengemukakan 1. Tekun dalam


materi yang belum pendapat menyelesaikan tugas
dipahami 2. Berani mempresentasikan dalam kelompok
2. Bersemangat dalam hasil diskusi kelompok ke 2. Saling memberikan ide
mengikuti pembelajaran depan kelas dalam menyelesaikan
permasalahan dalam
kelompok

Keterangan nilai :
Kurang :1
Cukup :2
Baik :3
Sangat baik :4
Skala Penilaian:
1. Kurang : Salah satu indikator muncul tetapi kurang sempurna
2. Cukup : Salah satu indikator muncul dengan sempurna
3. Baik : Kedua indikator muncul tetapi kurang sempurna
4. Sangat baik : Kedua indikator muncul dengan sempurna
Skor maksimal : 12