Anda di halaman 1dari 76

MANAJEMEN ASN PPPK ber-hak memperoleh:

KEDUDUKAN ASN a. gaji & tunjangan;


b. cuti;
 Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN utk c. perlindungan;
menghasilkan pegawai ASN yg profesional, d. pengembangan kompetensi.
memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dr
intervensi politik, bersih dr KKN. Kewajiban adalah suatu beban atau tanggunan yg
 Pegawai ASN terdri dr : bersifat kontraktual. Kewajiban Pegawai ASN:
1. PNS ( Pegawai Negeri Sipil ) 1. setia-taat kepada Pancasila, Undang-Undang
2. PPPK ( Pegawai Pemerintah dengan Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
Perjanjian Kerja ) Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
 PNS adalah : pemerintah yang sah;
1. WNI dengan syarat tertentu; 2. menjaga persatuan-kesatuan bangsa;
2. Diangkat scr tetap oleh pejabat; 3. melaksanakan kebijakan yang dirumuskan
3. Memiliki NIP pejabat pemerintah yang berwenang;
 PPPK adalah : 4. menaati ketentuan peraturan perundang-
1. WNI; undangan;
2. Masa kerjanya sesuai dg perjanjian utk 5. melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh
jangka waktu tertentu pengabdian, kejujuran, kesadaran, serta
a. Pegawai asn berkedudukan sebagai aparatur tanggung jawab;
negara yg menjalankan kebijakan yg 6. menunjukkan integritas dan keteladanan dalam
ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah sikap, perilaku, ucapan & tindakan kepada setiap
serta bebas dr intervensi orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan;
b. Kedudukan asn berada di pusat, daerah, dan 7. menyimpan rahasia jabatan; hanya dapat
luar negeri mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
8. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara
PERAN ASN
Kesatuan Republik Indonesia.
 Fungsi ASN :
1. Pelaksana kebijakan publik; KODE ETIK DAN KODE PERILAKU ASN
2. Pelayanan publik;
Kode etik dan kode perilaku bertujuan untuk
3. Perekat pemersatu bngsa
menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode
 Tugas ASN :
etik dan kode perilaku berisi pengaturan perilaku
1. Melaksanakan kebijakan sesuai dg ketentuan
agar Pegawai ASN :
perundang undangan (asn harus
mengutamakan pelayanan yg berorientasi
pada kepentingan publik) a) Melaksanakan tugasnya dengan jujur,
2. Memberikan pelayanan yg profesional dan bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;
berkualitas (dituntut profesional dlm bekerja) b) Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan
3. Mempererat persatuan dan kesatuan NKRI
disiplin;
(asn harus taat pd pancasila dan uud 1945,
harus selalu senantiasa mengutamakan c) Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan
kepentingan bangsa dan negara diatas tanpa tekanan;
segala2 nya) d) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
HAK DAN KEWAJIBAN ASN e) Melaksanakan tugasnya sesuai dengan
Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang perintah atasan atau pejabat yang berwenang
diberikan oleh hukum, suatu kepentingan yang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan
dilindungi oleh hukum, baik pribadi maupun umum. peraturan perundang-undangan dan etika
Hak dan kewajiban PNS dan PPPK diatur oleh UU
Nomor 5 Tahun 2014, yaitu:
pemerintahan;
f) Menjaga kerahasiaan yang menyangkut
PNS sebagai pegawai ASN ber-hak memperoleh: kebijakan negara;
a. gaji tunjangan dan fasilitas PNS; g) Menggunakan kekayaan dan barang milik
b. cuti; negara secara bertanggung jawab, efektif, dan
c. jaminan pensiun & jaminan hari tua PNS; efisien; h. Menjaga agar tidak terjadi konflik
d. perlindungan;
kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;
e. pengembangan kompetensi dalam rangka
penilaian kinerja PNS untuk karier. h) Memberikan informasi secara benar dan tidak
menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan • Pelaksanaan sistem merit :
kedinasan; 1. Perencanaan = perencanaan kebutuhan pegawai
i) Tidak menyalahgunakan informasi intern harus mendukung sepenuhnya tujuan dan sasaran
organisasi ; proses pengadaan dilakukan untuk
negara, tugas, status, kekuasaan, dan
mendapatkan pegawai dengan kualitas yang tepat
jabatannya untuk mendapat atau mencari dan berintegritas ; pegawai ditempatkan sesuai
keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau dengan perencanaannya (untuk memenuhi
untuk orang lain; kebutuhan organisasi) dan tidak berdasarkan
preferensi individu/kelompok atau pertimbangan
j) Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu subyektif lainnya.
menjaga reputasi dan integritas ASN; dan
2. Monitoring, penilaian dan pengembangan=
k) Melaksanakan ketentuan peraturan Jaminan merit sistem dalam monitoring dan penilaian
perundangundangan mengenai disiplin antara lain dapat diwujudkan dengan : Pangkat dan
pegawai ASN. jabatan dalam ASN diberikan berdasarkan
kompetensi, kualifikasi dan persyaratan jabatan ;
Pengembangan karier ASN dilakukan berdasarkan
Fungsi kode etik dan kode prilaku adalah: kualifikasi, kompetensi, penilaian kinerja yang
1. Sebagai pedoman birokrasi publik/ASN mencerminkan kebutuhan instansi masing-masing ;
dalam menjalankan tugas dan kewenangan Mutasi pegawai dilakukan dengan
mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, dan
agar tindakannya dinilai baik kebutuhan instansi ; Penilaian kinerja dilakukan
2. Sebagai standar penilaian sifat, perilaku, dengan dasar kinerja sesungguhnya ; Promosi
dan tindakan ASN dalam menjalankan pegawai dilakukan dengan berdasarkan pada kinerja
pegawai dan bukan pada pertimbangan subyektif.
tugas dan kewenangannya.
•Kelembagaan dan Jaminan Sistem Merit dalam
KONSEP SISTEM MERIT pengelolaan ASN :

• Penerapan sistem merit dalam pengelolaan ASN 1. Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) : berwenang
mendukung pencapaian tujuan sasaran melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
organisasi dan memberikan ruang bagi kebijakan
transparansi, akuntabilitas, obyektivitas dan juga
2. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
keadilan.
Reformasi Birokrasi/ Kemen PAN dan RB) yang
• Menurut UU ASN Pasal 1 tentang Ketentuan
bertugas memberikan pertimbangan kepada presiden
umum, sistem merit adalah kebijkan dan
dalam penindakan pejabat yang berwenang dan
manjemen ASN yang berdasarkan pada
pejabat pembina kepegawaian atas penyimpangan
kualifikasi,kompetensi,
sistem merit
• Dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa
membedakan latar belakang politik,ras,warna MANAJEMEN PNS
kulit,agama,asal-usul,jenis kelamin,status
pernikahan, umur atau kondisi kecacatan Manajemen PNS, meliputi:
• Sistem merit pada dasarnya adalah konsepsi
dalam manajemen SDM yang menggambarkan a. Penyusunan dan penetapan kebutuhan
diterapkannya obyektifitas dalam keseluruhan Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan
semua proses dalam pengelolaan ASN yakni PNS dilakukan untuk jangka waktu 5 tahun yang
pada pertimbangan kemampuan dan prestasi diperinci per 1 tahun berdasarkan prioritas
individu untuk melaksanakan kebutuhan
pekerjaannya(kompetensi dan kinerja) b. Pengadaan
• Kebalikan dari merit sistem adalah spoil sistem, Pengadaan PNS dilakukan melalui tahapan
dimana dalam penerapan manajemen SDM-nya perencanaan, pengumuman lowongan,
lebih mengutamakan pertimbangan subyektif pelamaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi,
seperti alasan politik, personal, kedekatan dan masa percobaan, dan pengangkatan menjadi
pertimbangan subyektif lainnya. PNS.
• Manajemen PNS meliputi penyusunan dan 1) Setiap Instansi Pemerintah merencanakan
penetapan kebutuhan,pengadaan, pangkat dan pelaksanaan pengadaan PNS.
jabatan, pengembangan karier, pola karier, 2) Setiap Instansi Pemerintah mengumumkan
promosi, mutasi, penilaian kerja, penggajian dan secara terbuka kepada masyarakat adanya
tunjangan, penghargaan, disiplin, kebutuhan jabatan untuk diisi dari calon PNS.
pemberhentian, jaminan pensiun dan hari tua, 3) Setiap WNI mempunyai kesempatan untuk
dan perlindungan. melamar menjadi PNS setelah memenuhi
• Manajemen PPPK meliputi penetapan persyaratan
kebutuhan, pengadaan, penilaian kinerja, 4) Penyelenggaraan seleksi pengadaan PNS
penggajian dan tunjangan, pengembangan oleh Instansi Pemerintah melalui penilaian
kompetensi, pemberian penghargaan, disiplin, secara objektif berdasarkan kompetensi,
pemutusan hubungan kerja, perlindungan. kualifikasi, dan persyaratan lain yang
dibutuhkan oleh jabatan. Penyelenggaraan
seleksi pengadaan PNS terdiri dari 3 (tiga)
tahap, meliputi seleksi administrasi, seleksi Tim penilai kinerja PNS dibentuk oleh Pejabat
kompetensi dasar, dan seleksi kompetensi yang Berwenang.
bidang. g. Mutasi
5) Peserta yang lolos seleksi diangkat menjadi  Setiap PNS dapat dimutasi tugas dan/atau
calon PNS. Pengangkatan calon PNS lokasi dalam 1 (satu) Instansi. Pusat, antar-
ditetapkan dengan keputusan Pejabat Instansi Pusat, 1 (satu) Instansi Daerah,
Pembina Kepegawaian. antar-Instansi Daerah,antar-Instansi Pusat
6) Calon PNS wajib menjalani masa percobaan. dan Instansi Daerah, dan ke perwakilan
Masa percobaan bagi calon PNS Negara Kesatuan Republik Indonesia di luar
dilaksanakan selama 1 (satu) tahun. negeri.
7) Calon PNS yang diangkat menjadi PNS harus  Mutasi PNS dalam satu Instansi Pusat atau
memenuhi persyaratan: Instansi Daerah dilakukan oleh Pejabat
a) lulus pendidikan dan pelatihan; dan Pembina Kepegawaian.
b) sehat jasmani dan rohani.  Mutasi PNS antarkabupaten/kota dalam satu
8) Calon PNS yang telah memenuhi persyaratan provinsi ditetapkan oleh gubernur setelah
diangkat menjadi PNS oleh Pejabat Pembina memperoleh pertimbangan kepala BKN.
Kepegawaian  Mutasi PNS antarkabupaten/kota
antarprovinsi, dan antar provinsi ditetapkan
c. Pengkat dan jabatan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan
 Pengangkatan PNS dalam jabatan tertentu pemerintahan dalam negeri setelah
ditentukan berdasarkan perbandingan objektif memperoleh pertimbangan kepala BKN.
antara kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan  Mutasi PNS provinsi/kabupaten/kota ke
yang dibutuhkan oleh jabatan dengan Instansi Pusat atau sebaliknya, ditetapkan
kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan yang oleh kepala BKN.
dimiliki oleh pegawai.  Mutasi PNS antar-Instansi Pusat ditetapkan
 PNS dapat diangkat dalam jabatan tertentu oleh kepala BKN
pada lingkungan instansi TNI dan Kepolisian.  Mutasi PNS dilakukan dengan
memperhatikan prinsip larangan konflik
d. Pengembangan karier kepentingan. Pembiayaan sebagai dampak
dilakukan dengan mempertimbangkan dilakukannya mutasi PNS dibebankan pada
Kompetensi meliputi: anggaran pendapatan dan belanja negara
1) kompetensi diukur dari tingkat dan untuk Instansi Pusat dan anggaran
spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis pendapatan dan belanja daerah untuk
fungsional, dan pengalaman bekerja secara Instansi Daerah.
teknis h. Penilaian Kinerja
2) kompetensi manajerial dari tingkat  Penilaian kinerja PNS dilakukan berdasarkan
pendidikan, pelatihan struktural /manajemen, perencanaan kinerja pada tingkat individu dan
dan pengalaman kepemimpinan tingkat unit atau organisasi, dengan
3) kompetensi sosial kultural dari pengalaman memperhatikan target, capaian, hasil, dan
kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk manfaat yang dicapai, serta perilaku PNS.
dalam hal agama, suku, dan budaya  Penilaian kinerja PNS dilakukan secara objektif,
4) Setiap Pegawai ASN memiliki hak dan terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan.
kesempatan untuk mengembangkan Hasil penilaian kinerja PNS disampaikan kepada
Kompetensi. Diberikan kesempatan untuk tim penilai kinerja PNS.
melakukan praktik kerja di instansi lain di
 Hasil penilaian kinerja PNS digunakan untuk
pusat dan daerah dalam waktu paling lama 1
menjamin objektivitas dalam pengembangan
(satu) tahun dan pelaksanaannya
PNS, dan dijadikan sebagai persyaratan dalam
dikoordinasikan oleh LAN dan BKN.
pengangkatan jabatan dan kenaikan pangkat,
e. Pola Karier
pemberian tunjangan dan sanksi, mutasi, dan
Setiap Instansi Pemerintah menyusun pola karier
promosi, serta untuk mengikuti pendidikan dan
PNS secara khusus sesuai dengan kebutuhan
pelatihan.
berdasarkan pola karier nasional.
 PNS yang penilaian kinerjanya tidak mencapai
f. Promosi
target kinerja dikenakan sanksi administrasi
 Promosi PNS dilakukan berdasarkan
sampai dengan pemberhentian sesuai dengan
perbandingan objektif antara kompetensi,
perundang-undangan.
kualifikasi, dan persyaratan yang dibutuhkan oleh
jabatan, penilaian atas prestasi kerja,
i. Penggajian dan Tunjangan
kepemimpinan, kerja sama, kreativitas, dan
 Selain gaji PNS juga menerima tunjangan dan
pertimbangan dari tim penilai kinerja PNS pada
fasilitas. Tunjangan meliputi tunjangan kinerja
Instansi Pemerintah,
dan tunjangan kemahalan. Tunjangan kinerja
 penilaian kinerja PNS dilakukan tanpa
dibayarkan sesuai pencapaian kinerja.
membedakan jender, suku, agama, ras, dan
 Gaji dan Tunjangan PNS yang bekerja pada
golongan.
pemerintah pusat dibebankan pada APBN. Gaji
 Promosi Pejabat Administrasi dan Pejabat
dan Tunjangan PNS yang bekerja pada
Fungsional PNS dilakukan oleh Pejabat Pembina
pemerintahan daerah dibebankan pada APBD.
Kepegawaian setelah mendapat pertimbangan
tim penilai kinerja PNS pada Instansi Pemerintah.
j. Penghargaan
Penghargaan dapat berupa pemberian: 1) meninggal dunia;
o tanda kehormatan; 2) atas permintaan sendiri dengan usia dan
o kenaikan pangkat istimewa; masa kerja tertentu;
o kesempatan prioritas untuk pengembangan 3) mencapai batas usia pensiun;
kompetensi 4) perampingan organisasi atau kebijakan
o kesempatan menghadiri acara resmi pemerintah yang mengakibatkan pensiun dini
dan/atau acara kenegaraan. 5) tidak cakap jasmani dan/atau rohani
PNS yang dijatuhi sanksi administratif tingkat sehingga tidak dapat menjalankan tugas dan
berat berupa pemberhentian tidak dengan kewajiban.
hormat dicabut haknya untuk memakai tanda Jaminan pensiun dan jaminan hari tua PNS diberikan
kehormatan berdasarkan Undang-Undang ini. sebagai hak dan sebagai penghargaan atas
k. Disiplin pengabdian PNS. Sumber pembiayaan jaminan
PNS wajib mematuhi disiplin PNS.PNS yang pensiun dan jaminan hari tua PNS berasal dari
melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman pemerintah selaku pemberi kerja dan iuran PNS yang
disiplin. bersangkutan.
l. Pemberhentian n. Perlindungan
PNS diberhentikan dengan hormat karena: Pemerintah wajib memberikan perlindungan
o meninggal dunia; berupa:
o atas permintaan sendiri; 1) jaminan kesehatan;
o mencapai batas usia pensiun; 2) jaminan kecelakaan kerja;
o perampingan organisasi /kebijakan 3) jaminan kematian; dan
pemerintah yang mengakibatkan pensiun 4) bantuan hukum.
dini Perlindungan berupa jaminan kesehatan,
o tidak cakap jasmani dan/atau rohani jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan kematian
sehingga tidak dapat menjalankan tugas mencakup jaminan sosial yang diberikan dalam
dan kewajiban program jaminan sosial nasional. Bantuan
hukum, berupa pemberian bantuan hukum dalam
PNS dapat diberhentikan dengan hormat atau tidak perkara yang dihadapi di pengadilan terkait
diberhentikan karena dihukum penjara berdasarkan pelaksanaan tugasnya.
putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan
hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan MANAJEMEN PPPK
hukuman pidana penjara paling singkat 2 tahun. PNS
diberhentikan tidak dengan hormat karena: 1) Penetapan kebutuhan
1) melakukan penyelewengan terhadap Diatur dalam PP, penyusunan penulisan
Pancasila dan UUD 1945; jumlah PPPK berdasarkan analisis jabatan
2) dihukum penjara/kurungan berdasarkan dan analisis beban kerja. Penyusunan
putusan pengadilan yang telah memiliki tersebut dilakukan dalam jangka waktu 5
kekuatan hukum tetap karena melakukan tahun. Kebutuhan tersebut ditetapkan dengan
tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak Keputusan Menteri.
pidana kejahatan yang ada hubungannya 2) Pengadaan
dengan jabatan dan/atau pidana umum Tahapan pengadaan tersebut terdiri dari
3) menjadi anggota dan/atau pengurus partai
perencanaan, pengumuman lowongan,
politik
pelamaran, seleksi, pengumuman hasil
4) dihukum penjara berdasarkan putusan
pengadilan yang telah memiliki kekuatan seleksi dan pengangkatan menjadi PPPK.
hukum tetap karena melakukan tindak pidana Pengangkatan calon PPPK ditetapkan
dengan pidana penjara paling singkat 2 dengan keputusan Pejabat Pembina
tahun dan pidana yang dilakukan dengan Kepegawaian. Masa kerja minimal 1 tahun.
berencana. 3) Penilaian Kinerja
PNS diberhentikan sementara, apabila: Dilakukan secara objektif, terukur, akuntabel,
1) diangkat menjadi pejabat negara; partisipatif dan transparan.
2) diangkat menjadi komisioner atau anggota 4) Penggajian dan Tunjangan
lembaga nonstruktural; atau Pembayaran gaji didasarkan pada beban
3) ditahan karena menjadi tersangka tindak kerja, tanggung jawab jabatan dan risiko
pidana. pekerjaan yg dianggarkan dalam APBN dan
Pengaktifan kembali PNS yang diberhentikan APBD.
sementara dilakukan oleh Pejabat Pembina 5) Pengembangan Kompetensi
Kepegawaian. Merupakan kesempatan bagi PPPK untuk
Batas usia pensiun yaitu:
mengikuti pengembangan kompetensi yang
- 58 tahun bagi Pejabat Administrasi
hasilnya akan dipertimbangkan sebagai dasar
- 60 tahun bagi Pejabat Pimpinan Tinggi
untuk perjanjian kerja selanjutnya
m. Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua 6) Pemberian penghargaan
PNS yang berhenti bekerja berhak atas jaminan Didapat karena PPPK telah setia, menjadi dan
pensiun dan jaminan hari tua PNS sesuai memiliki kecakapan dalam menjalankan
dengan ketentuan peraturan perundang- tugasnya. Penghargaan berupa tanda
undangan.PNS diberikan jaminan pensiun kehormatan, kesempatan untuk
apabila:
pengembangan kompetensi, dan kesempatan
menghadiri acara kenegaraan Pasal 110
7) Disiplin
Instansi Pemerintah wajib mematuhi tata (1) Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi dilakukan
tertib dalam kelancaran pelaksanaan tugas. oleh Pejabat Pembina Kepegawaian dengan terlebih
8) Pemutusan Hubungan Perjanjian Kerja dahulu membentuk panitia seleksi Instansi
a. Dengan hormat karena : Pemerintah.
Jangka waktu perjanjian berakhir,
meninggal dunia, atas permintaan (2) Dalam membentuk panitia seleksi, Pejabat
sendiri, perampingan organisasi, tidak Pembina Kepegawaian berkoordinasi dengan KASN.
cakap
b. Dengan hormat tidak atas permintaan (3) Panitia seleksi Instansi Pemerintah sebagaimana
sendiri karena : terdiri dari unsur internal maupun eksternal Instansi
Dihukum penjara, melanggar disiplin Pemerintah yang bersangkutan.
PPPK tingkat berat, dan tidak mencapai
target (4) Panitia seleksi dipilih dan diangkat oleh Pejabat
Pembina Kepegawaian berdasarkan pengetahuan,
c. Tidak dengan hormat karena : pengalaman, kompetensi, rekam jejak, integritas
Penyelewengan terhadap pancasila dan moral, dan netralitas melalui proses yang terbuka.
UUD 1945, dihukum penjara, menjadi
anggota parpol. (5) Panitia seleksi melakukan seleksi dengan
memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi,
kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak
9) Perlindungan
jabatan, integritas, dan penilaian uji kompetensi
Perlindungan yang diberikan Pemerintah
melalui pusat penilaian (assesment center) atau
berupa metode penilaian lainnya.
Jaminan h ari tua, kesehatan,
kecelakaan kerja, kematian dan bantuan (6) Panitia seleksi sebagaimana menjalankan
hukum. tugasnya untuk semua proses seleksi pengisian
jabatan terbuka untuk masa tugas yang ditetapkan
PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI oleh Pejabat Pembina Kepegawaian.
Pasal 108
(1) Pengisian jabatan pimpinan tinggi utama dan Pasal 111
madya pada kementerian, kesekretariatan lembaga
negara, lembaga nonstruktural, dan Instansi Daerah (1) Ketentuan mengenai pengisian Jabatan Pimpinan
dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan Tinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108,
PNS dengan memperhatikan syarat kompetensi, Pasal 109, dan Pasal 110 dapat dikecualikan pada
kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, Instansi Pemerintah yang telah menerapkan Sistem
rekam jejak jabatan, dan integritas serta persyaratan Merit dalam pembinaan Pegawai ASN dengan
lain yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan persetujuan KASN.
peraturan perundang-undangan.
(2) Instansi Pemerintah yang telah menerapkan
(2) Pengisian jabatan pimpinan tinggi utama dan Sistem Merit dalam pembinaan Pegawai ASN
madya dilakukan pada tingkat nasional. sebagaimana dimaksud pada ayat (1), wajib
melaporkan secara berkala kepada KASN untuk
(3) Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama mendapatkan persetujuan baru.
dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan
PNS. PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI DI
INSTANSI PUSAT
(4) Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama
dilakukan tingkat nasional atau antarkabupaten/kota Pasal 112
dalam 1 (satu) provinsi.
(1) Untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi utama
Pasal 109 dan/atau madya, panitia memilih 3 nama calon
1) Jabatan pimpinan tinggi utama dan madya tertentu untuk setiap 1 lowongan jabatan.
berasal dari kalangan non-PNS dengan persetujuan
Presiden. (2) 3 nama calon pejabat pimpinan tinggi utama
dan/atau madya yang terpilih
(2) Jabatan Pimpinan Tinggi dapat diisi oleh prajurit disampaikan kepada Pejabat Pembina
TNI dan Kepolisian setelah mengundurkan diri dari Kepegawaian.
dinas aktif.
(3) Pejabat Pembina Kepegawaian mengusulkan 3
(3) Jabatan Pimpinan Tinggi di lingkungan Instansi nama calon kepada Presiden.
Pemerintah tertentu dapat diisi oleh prajurit TNI dan
Kepolisian.
(4) Presiden memilih 1 nama dari 3 nama calon untuk ditetapkan dan dilantik sebagai pejabat
yang disampaikan untuk ditetapkan sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama.
pimpinan tinggi utama dan/atau madya.
(5) Khusus untuk pejabat pimpinan tinggi pratama
Pasal 113 yang memimpin sekretariat daerah kabupaten/kota
sebelum ditetapkan oleh bupati/walikota
(1) Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama dikoordinasikan dengan gubernur.
dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
dengan terlebih dahulu membentuk panitia seleksi.
PENGGANTIAN PEJABAT PIMPINAN TINGGI
(2) Panitia seleksi memilih nama calon pejabat
pimpinan tinggi pratama untuk setiap 1 lowongan Pasal 116
jabatan.
(1) Pejabat Pembina Kepegawaian dilarang
(3) 3 nama calon pejabat pimpinan tinggi pratama mengganti Pejabat Pimpinan Tinggi selama 2 tahun
yang terpilih disampaikan kepada Pejabat Pembina terhitung sejak pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi,
Kepegawaian melalui Pejabat yang Berwenang. kecuali Pejabat Pimpinan Tinggi tersebut melanggar
ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak
(4) Pejabat Pembina Kepegawaian memilih 1 dari 3 lagi memenuhi syarat jabatan yang ditentukan.
nama calon yang dengan memperhatikan
pertimbangan Pejabat yang Berwenang untuk (2) Penggantian pejabat pimpinan tinggi utama dan
ditetapkan sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama. madya sebelum 2 tahun dapat dilakukan setelah
mendapat persetujuan Presiden.
PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI DI
INSTANSI DAERAH Pasal 117

Pasal 114 (1) Jabatan Pimpinan Tinggi hanya dapat diduduki


(1) Pengisian jabatan pimpinan tinggi madya di paling lama 5 tahun.
tingkat provinsi dilakukan oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian dengan terlebih dahulu membentuk (2) Jabatan Pimpinan dapat diperpanjang
panitia seleksi. berdasarkan pencapaian kinerja, kesesuaian
kompetensi, dan berdasarkan kebutuhan instansi
(2) Panitia seleksi memilih 3 (tiga) nama calon setelah mendapat
pejabat pimpinan tinggi madya untuk setiap 1 (satu) persetujuan Pejabat Pembina Kepegawaian dan
lowongan jabatan. berkoordinasi dengan KASN.

(3) 3 calon nama pejabat pimpinan tinggi madya Pasal 118


yang terpilih disampaikan kepada Pejabat Pembina
Kepegawaian. (1) Pejabat Pimpinan Tinggi harus memenuhi target
kinerja tertentu sesuai perjanjian kinerja yang
(4) Pejabat Pembina Kepegawaian mengusulkan 3 disepakati dengan pejabat atasannya sesuai
nama calon pejabat pimpinan tinggi madya kepada ketentuan peraturan perundang-undangan.
Presiden melalui menteri yang menyelenggarakan
urusan pemerintahan. (2) Pejabat Pimpinan Tinggi yang tidak memenuhi
kinerja yang diperjanjikan dalam waktu 1 tahun pada
(5) Presiden memilih 1 nama dari 3 nama calon suatu jabatan, diberikan kesempatan
yang disampaikan untuk ditetapkan sebagai pejabat selama 6 bulan untuk memperbaiki kinerjanya.
pimpinan tinggi madya.
(3) Dalam hal Pejabat Pimpinan Tinggi tidak
Pasal 115 menunjukan perbaikan kinerja maka pejabat yang
bersangkutan harus mengikuti seleksi ulang uji
(1) Pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama kompetensi
dilakukan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian kembali.
dengan terlebih dahulu membentuk panitia seleksi.
4) Berdasarkan hasil uji Pejabat Pimpinan Tinggi
(2) Panitia seleksi memilih 3 nama calon pejabat dimaksud dapat dipindahkan pada jabatan lain
pimpinan tinggi pratama untuk setiap 1 lowongan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki atau
jabatan. ditempatkan pada jabatan yang lebih rendah sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan.
(3) 3 nama calon pejabat pimpinan tinggi pratama
yang terpilih disampaikan kepada Pejabat Pembina Pejabat Pimpinan Tinggi yang Mencalonkan sebagai
Kepegawaian melalui Pejabat yang Berwenang Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati/Walikota, dan
Wakil Bupati/Wakil Walikota
(4) Pejabat Pembina Kepegawaian memilih 1 dari 3
nama calon Pasal 119
Gubernur dan wakil gubernur; - Bupati/
Pejabat pimpinan tinggi madya dan pejabat walikota dan wakil bupati/wakil walikota;
pimpinan tinggi pratama yang akan mencalonkan dan - Pejabat negara lainnya yang
diri menjadi gubernur dan wakil gubernur,
ditentukan oleh Undang-Undang.
bupati/walikota, dan
wakil bupati/wakil walikota wajib menyatakan b) Pegawai ASN dari PNS yang diangkat menjadi
pengunduran diri secara tertulis dari PNS sejak ketua, wakil ketua, dan anggota MK; - BPK; - KY;
mendaftar sebagai calon. - KPK; - Menteri dan setingkat menteri; -Dubes;
diberhentikan sementara dari jabatannya dan
PENGAWASAN DALAM PROSES PENGISIAN
tidak kehilangan status sebagai PNS.
JABATAN PIMPINAN TINGGI
Pegawai ASN dari PNS yang tidak menjabat lagi
Pasal 120 sebagai pejabat negara diaktifkan kembali
sebagai PNS.
(1) Dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi,
Pejabat Pembina Kepegawaian memberikan laporan c) Pegawai ASN dari PNS yang mencalonkan diri
proses pelaksanaannya kepada KASN. atau dicalonkan menjadi Presiden dan Wapres ;
- Ketua, wakil ketua, dan anggota MPR; DPR,
(2) KASN melakukan pengawasan pengisian
DPD gubernur dan wakil gubernur;
Jabatan Pimpinan Tinggi baik berdasarkan laporan
yang disampaikan oleh Pejabat Pembina bupati/walikota dan wakil bupati/wakil walikota
Kepegawaian maupun atas inisiatif sendiri. wajib menyatakan pengunduran diri secara
tertulis sebagai PNS sejak mendaftar sebagai
(3) Dalam melakukan pengawasan proses pengisian calon.
jabatan pimpinan tinggi utama dan jabatan pimpinan
tinggi madya di Instansi Pusat dan jabatan
pimpinan tinggi madya di Instansi Daerah KASN d) Dalam hal tidak tersedia lowongan jabatan
berwenang memberikan rekomendasi kepada dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun PNS
Pejabat Pembina Kepegawaian dalam hal: yang bersangkutan diberhentikan dengan
a. pembentukan panitia seleksi;
hormat.
b. pengumuman jabatan yang lowong;
c. pelaksanaan seleksi; dan SISTEM INFORMASI ASN
d. pengusulan nama calon.
 SI ASN diperlukan untuk menjamin efisiensi,
(4) Dalam melakukan pengawasan pengisian efektivitas dan akurasi pengambilan
jabatan pimpinan tinggi pratama di Instansi Pusat keputusan dalam manajemen ASN.
dan Instansi Daerah, KASN berwenang memberikan  SI ASN diselenggarakan secara nasional dan
rekomendasi kepada Pejabat Pembina terintegerasi antar instanasi pemerintah.
Kepegawaian  Istansi pemerintah wajib menyampaikan data
dalam hal: SI ASN kepada BKN sec berkala.
a. pembentukan panitia seleksi;  SI ASN berbasis TI yang mudah
b. pengumuman jabatan yang lowong; diaplikasikan, diakses, dan memiliki sistem
c. pelaksanaan seleksi; keamanan yg andal.
d. pengusulan nama calon;
e. penetapan calon; dan Data pegawai minimal memuat :
f. pelantikan.
1. Daftar riwayat hidup
2. Riwayat pendidikan
(5) Rekomendasi KASN bersifat mengikat.
3. Riwayat jabatan dan kepangkatan
4. Riwayat penghargaan, tanda jasa, atau
(6) KASN menyampaikan laporan hasil pengawasan
tanda kehormatan
kepada Presiden.
5. Riwayat pengalaman berorganisasi
6. Riwayat gaji
PEGAWAI ASN YANG MENJADI PEJABAT 7. Riwayat pendidikan dan latihan
8. Daftar penilaian prestasi kinerja
a) Pegawai ASN dapat menjadi pejabat negara. 9. Surat keputusan dan kompetensi
Pejabat negara yaitu:
ORGANISASI
Presiden dan Wapres ; - Ketua, wakil
ketua, dan anggota MPR; DPR, DPD hakim  Pegawai ASN berhimpun dalam wadah
Korps Profesi Pegawai ASN RI.
agung pada Mahkamah Agung dan hakim
 TUJUAN untuk menjaga kode etik profesi
pada semua badan peradilan kecuali
dan standar pelayanan profesi ASN,
hakim ad hoc; - MK; - BPK; - KY; - KPK; -
danewujudkan jiwa korps ASN.
Menteri dan setingkat menteri; -Dubes; -
 FUGSI : pembinaan dan pengembangan
profesi ASN; perlindungan hukum;
rekomendasi pelanggaran kode etik profesi
dan kode perilaku profesi; meningkatkan
kesejahteraan anggota.

PENYELESAIAN SENGKETA

Keberatan Pejabat yang


berwenang
menghukum
Sengketa
pegawai

Badan
Banding pertimbangan
ASN
AKUNTABILITAS 4. Akuntabilitas memerlukan konsekuensi
(Accountability is meaningless without cosequences)
BAB I
Akuntabilitas adalah kewajiban menunjukkan tangung
PENDAHULUAN jawab, dan tanggung jawab menghasilkan
konsekuensiyang dapat berupa penghargaan atau
A. Latar Belakang sanksi
Akuntabilitas mengacu pada harapan implisit atau 5. Akuntabilitas memperbaiki kinerja (Accountability
eksplisit bahwa keputusan atau tindakan seseorang improves performance)
akan di evaluasi oleh pihak lain dan hasil evaluasinya
dapat berupa reward atau punishment. Seorang PNS Tujuan akuntabilitas adalah untuk memperbaiki
dapat dikatakan PNS yang akuntabel apabila mampu kinerja PNS dalam memberikan pelayanan kepada
mengatasi masalah-masalah tersebut. Dalam artian masyarakat.
mampu mengambil pilihan yang tepat ketika terjadi
konflik kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis, D. Pentingnya Akuntabilitas
melayani secara adil dan konsisten dalam  Akuntabilitas adalah prinsip dasar bagi
menjalankan tugas dan fungsinya. organisasi yang berlaku pada setiap level/unit
BAB II organisasi sebagai suatu kewajiban jabatan
dalam memberikan pertanggungjawaban
KONSEP AKUNTABILITAS laporan kegiatan kepada atasannya
 Tiga Fungsi utama akuntabilitas
B. Apa Yang Dimaksud Dengan Akuntabilitas (Bovens,2007)
1. Menyediakan kontrol demokratis (peran
Akuntabilitas adalah kewajiban individu, kelompok, demokrasi)
atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang  Dengan membangun suatu sistem
menjadi amanahnya. Amanah PNS adalah menjamin yang melibatkan stakeholders dan user
terwujudnya nilai publik. Nilai Publik antara lain: yang lebih luas
1. Mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar 2. Mencegah korupsi dan penyalahgunaan
ketika terjadi konflik kepentingan, antara kepentingan kekuasaan (peran konstitusional)
publik dengan kepentingan sektor, kelompok, pribadi 3. Meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas
(peran belajar)
2. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk
menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam
publik praktis
 Akuntabilitas merupakan kontrak antara
3. Memperlakukan Warga Negara secara sama dan pemerintah dan aparat birokrasi, serta antara
adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pemerintah yang diwakili oleh PNS dengan
pelayanan publik masyarakat, dengan ciri:
1. Akuntabilitas eksternal, yaitu tindakan
4. Menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten pengendalian yang bukan bagian dari
dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara tanggung jawabnya
pemerintahan. 2. Akuntabilitas interaksi, merupakan
C. Aspek-Aspek Akuntabilitas pertukaran dua arah antara yang menuntut
dan yang jadi penanggungjawab
1. Akuntabilitas adalah sebuah hubungan 3. Hubungan akuntabilitas, merupakan
(Accountability is a relationship) hubungan kekuasaan struktural (pemerintah
dan publik) yang dapat dilakukan dengan
Dalam akuntabilitas, hubungan yang terjadi adalah asimetri sebagai haknya untuk menuntut
hubungan yang bertanggung jawab antara kedua jawaban
belah pihak, yaitu antra individu/kelompok/institusi  Akuntabilitas Publik, terdiri dua macam:
dengan negara dan masyarakat 1. Akuntabiitas vertikal
Yaitu, pertanggungjawaban atas
2. Akuntabiitas berorientai pada hasil (Accountability
pengelolaan dana kepada otoritas lebih
is result oriented)
tinggi
Hasil yang diharapkan dar akuntabilitas adalah Contoh: pertanggungjawaban pemerintah
perilaku aparat pemerintah yang bertanggung jawab pusat kepada DPR, pertanggungjawaban
adil dan inovatif pemerintah daerah kepada pemerintah
pusat
3. Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan 2. Akuntabilitas horizontal
(Accountability requires reporting) Yaitu pertanggungjawaban kepada
masyarakat luas
Dengan memberikan laoran kinerja berarti mampu
Akuntabilitas ini membutuhkan pejabat
menjelaskan terhadap tindakan dan hasil yang telah
pemerintah untuk melaporkan “ke samping”
dicapai oleh indiviu/klompok/institusi, serta mampu
kepada pejabat lainnya dan lembaga negara
memberikan bukti nyata dari hasil dan proses yang
Contoh: lembaga pemilihan umum yang
telah dilakukan.
independen, KPK
E. Bagaimana Tingkatan dalam Akuntabilitas 3. Akuntabilitas program (program accountability)
Dapat memberikan pertimbangan tentang tercapainya
tujuan yang ditetapkan, atau ada alternatif lain yang
memberikan hasil maksimal dengan biaya minimal.
4. Akuntabilitas kebijakan (policy accountability)
Terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah atas
kebijakan yang diambil kepada DPR/DPRD dan
masyarakat luas.

B. Mekanisme Akuntabilitas Birokrasi Indonesia


Alat akuntabilitas di Indonesia, antara lain :
1. Perencanaan Strategis (Strategic Plans)
Terbagi menjadi 5 tingkatan: Berupa RPJP, RPJM, RKP, Renstra untuk setiap
SKPD dan SKP untuk setiap PNS.
1. Akuntabilitas Personal
Mengacu pada nilai-nilai yang ada pada diri 2. Kontrak Kinerja
seseorang, seperti: kejujuran, integritas, Kontrak kerja diterapkan mulai 1 Januari 2014 dan
moral, dan etika. Pribadi yang akuntabel dibuat tiap tahun yang merupakan kesepakatan
adaah bagian dari solusi dan bukan masalah. antara pegawai dengan atasan langsungnya.
2. Akuntabilitas Individu
3. Laporan Kinerja
Mengacu pada hubungan antara individu dan
Berupa Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
lingkungan kerjanya (PNS dan Instansinya
Pemerintah (LAKIP)
berupa arahan, bimbingan, sumberdaya dan
fasilitas). PNS sebagai aparatur negara
bertanggung jawab untuk memenuhi
tanggung jawab kepada instansinya. C. Menciptakan Lingkungan Kerja yang
3. Akuntabilitas Kelompok Akuntabel
Dalam akuntabilitas kelompok, pembagian
kewenangan dan semangat kerjasama antar Dalam menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel,
berbagai kelompok dalam sebuah institusi ada beberapa aspek yang harus di perhatikan yaitu :
memiliki peran penting dalam tercapainya 1. Kepemimpinan
kinerja organisasi yang diharapkan. Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke
4. Akuntabilitas Organisasi bawah dimana pimpinan memainkan peranan yang
Mengacu pada hasil pelaporan capaian penting dalam menciptakan lingkungannya
kinerja oleh individu terhadap kinerja
organisasi/institusi maupun oleh organisasi 2. Transparansi
terhadap stakeholder. 3. Integritas
5. Akuntabilitas Stakeholder Dengan adanya integritas institusi, dapat
Stakeholder yang dimaksud adalah memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada
masyarakat umum, pengguna layanan, dan publik dan/atau stakeholder
pembayar pajak. Jadi akuntabilitas
stakeholder adalah tanggung jawab 4. Tanggung Jawab (Responsibilitas)
organisasi untuk mwujudkan pelayanan yang Responsibilitas dibagi menjadi dua yaitu
adil, responsif, dan bermartabat. responsibilitas perseorangan dan responsibilas
institusi
5. Keadilan
BAB III 6. Kepercayaan
MEKANISME AKUNTABILITAS Lingkugan akuntabilitas terlahir dari lingkungan
yang dapat dipercaya
A. Indikator Keberhasilan
Untuk memenuhi terwujudnya organisasi sektor 7. Keseimbangan
publik yang akuntabel, maka mekanisme Untuk mencapai akuntabilitas dalam lingkungan
akuntabilitas harus mengandung dimensi : kerja, maka diperlukan adanya keseimbangan antara
akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan
1. Akuntabilitas kejujuran dan hukum (accountability kapasitas.
for probity and legality)
Terkait dengan kepatuhan terhadap hukum dan 8. Kejelasan
peraturan yang diterapkan. Fokus utama untuk kejelasan adalah mengetahui
kewenangan, peran dan tanggungjawab, misi
2. Akuntabilitas proses (process accountability) organisasi, kinerja yang diharapkan organisasi,dan
Akuntabilitas ini diterjemahkan melalui pemberian sistem pelaporan kinerja baik individu maupun
pelayanan publik yang cepat, responsif, dan organisasi.
murah.Pengawasan dan pemeriksaan akuntabilitas
proses dilakukan untuk menghindari terjadinya KKN.
9. Konsistensi
Konsistensi menjamin stabilitas. Penerapan yang (3) meningkatkan peran aktif masyarakat dalam
tidak konsisten dari sebuah kebijakan, prosedur, pengambilan kebijakan publik dan pengelolaan Badan
sumber daya akan memiliki konsekuensi terhadap Publik yang baik.
tercapainya lingkungan kerja yang tidak akuntabel,
akibat melemahnnya komitmen dan kredibilitas (4) mewujudkab penyelenggaraan negara yang baik,
anggota organisasi. yaitu transparan, efektif dan efisien ,akuntabel serra
dapat dipertanggungjawabkan.
D. Langkah-langkah yang Harus Dilakukan dalam (5) mengetahua alasan kebijakan publik yang
Menciptakan Framework Akuntabilitas mempengaruhi hajat hidup orang banyak.
1. Menentukan tujuan yang ingin dicapai dan (6) mengembangkan ilmu pengetahuan dan
tanggung jawab yang harus dilakukan. mencerdaskan kehidupan bangsa
2. Melakukan perencanaan atas apa yang perlu (7) meningkatkan pengelolaan dan pelayanan
dilakukan untuk mencapai tujuan. informasi di lingkungan Badan Publik untuk
menghasilkan layanann informasi.
3. Melakukan implementasi dan memantau
kemajuan yang sudah dicapai. Semua warga negara indonesia berhak mendapatkan
informasi publik dari semua Badan Publik. Informasi
4. Memberikan laporan hasil secara lengkap, publik adalah informasi yabg dihasilkan, disimpan,
mudah dipahami dan tepat waktu. dikelola, dikirim, dan/atau diteroma oleh suatu badan
publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan
5. Melakukan evaluasi hasil dan menyediakan penyelenggaraan negara dan/qtau penyelenggara
masukan atau feedback untuk memperbaiki dan penyelenggaraan publik lainya sesuai dengan
kinerja yang telah dilakukan melalui kegiatan- undang-undang ini serta informasi lain yang berkaitan
kegiatan yang bersifat korektif. dengan kepentingan publik.(Pasal 1 ayat 2 )

Informasi publik ada 2 kategori


BAB IV 1. Informasi yabg wajib disediakan dan diumumkan.
AKUNTABILITAS DALAM KONTEKS 2. Informasi yang dikecualikan (perlu rahasia), namun
pengecualianya tidak boleh bersifat permanen.
A. Indikator keberhasilan Ukuran untuk menjadikan rahasia yaitu (i) undang-
undang (ii) kepatutan (iii) kepentingan umum.
Memiliki pemahamab atas ranah dan kasus umum
yang terkait dengan penerapan akuntabilitas secara Badan publik yaitu lembaga eksekutif, legislatif,
menyeluruh dalam organisasi. yudikatif, dan badan lain yang fungsinya sebagai
penyelenggaraan negara atau organisasi
B. Transparansi dan Akses Informasi
nonpemerintah yang sumber dananya berasal dari
Keterbukaan informasi telah dijadikan standar APBN dan/atau APBD, sumbangan masyarakat,
nominatif untuk mengukur legitimasi sebuah dan/atau luar negeri (pasal 1 ayat 3)
pemerintahan berupa pemberian dukungan atau
penolakan terhadap kebijakan yang diambil Prinsip keterbukaan informasi
pemerintah ataupun evaluasi terhadap suatu 1. Maximum Access Limited Exemption (MALE)
kebijakan. 2. Terbuja dan bisa di akses masyarakat. Keculi
Ketersedian informasi memberikan pengaruh yang dikecualikan apabila informasi tersebut di buka dapat
besar pada berbagai sektor dan urusan publik di merugikan kepentingan publik. Pengecualian terbatas
indonesia. Sebagai perwujudan transparansi tata hanya untuk informasi yang di batasi dan pembatasan
kelola keterbukaan informasi publik, maka diterbitkan tersebut tidak permanen
lah UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan 3. Mekanisme yang Sederhana, Murah, dan Cepat
Informasi Publik (KIP). Konteks secara substansialnya 4. Informasi harus utuh dan benar
adalah memberikan konstitusional agar praktik 5. Informasi proaktif. Dalam artian harus di sampaikan
demokratisasi dan "good governance" bermakna bagi walaupun masyarakat tidak meminta
prosses pengambilan kebijakan publik yang bertumpu 6. Perlindungan Pejabat yang Beritikad Baik, seperti
pada partosipasu masyarakat maupub akuntabilitas pejabat yang memberikan bocoran dan dokumen
lembaga penyelenggara kebutuhan publik . praktik korupsi

Bunyi pasal 3 UU Nomor 14 Tahun 2008 tercantum Semua PNS punya kemampuan untuk memberikan
beberapa tujuan yaitu : informasi namub pejabat publik yang lebih berwenang
memberikan akses informasi publik tersebut adalah
(1) menjamin hak warga negara untuk mengetahui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.
rencana pembuatan, program, dan proses
pengambilan keputusan publik beserta alasanya.
ATURAN TERKAIT
(2) mendorong partisipasi masyarakat dalam proses 1. Pasal 28 F UUD 1945
pengambilan kebijakann publik. 2. UU no. 14 tahun 2008 tentang Kententuan
Informasi Publik 6. Penegakan kedisiplinan
3. UU no. 32 tahun 2009 tentang Hak atas Informasi
Lingkungan Hidup D. Penggunaan Sumber Daya Milik Negara
4. UU no. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan
Untuk mendukung aktivitas pekerjaan, hampir semua
Konsumen
5. UU no. 28 tahun 1999 instansi pemerintah dilengkapi dengan aset-aset
(fasilitas publik) yang dimanfaatkan untuk mencapai
tujuan organisasi dalam melayani publik.
C. Praktik Kecurangan (Fraud) dan Perilaku
Korup Fasilitas publik dilarang penggunaannya untuk
kepentingan pribadi dan biasanya sudah diatur secara
Diskresi administrasi menjadi starting point bagi resmi oleh berbagai aturan dan prosedur yang
masalah moral atau etika dalam dunia administrasi dikeluarkan pemerintah/instansi. Setiap PNS harus
publik (Rohr 1989:60 dalam Keban 2008:166). memastikan bahwa:

Laporan masyarakat terbanyak adalah dikarenakan  Penggunaan fasilitas publik diatur sesuai
penyalahgunaan wewenang dari seluruh laporan yang prosedur berlaku
masuk. Hal ini menjadi bukti bahwa penyalahgunaan  Penggunaan fasilitas publik dilakukan
wewenang terus tumbuh di tubuh birokrasi Indonesia bertanggungjawab dan efisien
yang berkaitan dengan etika para pelaksanaannya  Pemeliharaan secara benar dan
yaitu aparat pemerintah. bertanggungjawab
Dalam banyak kasus, penggunaan fasilitas publik
Penyalahgunaan wewenang akan berdampak pada sering terkait dengan masalah etika
praktik kecurangan (fraud)
Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) di
Amerika Serikat menyusun peta berbentuk pohon E. Penyimpanan dan Penggunaan Data dan
dengan cabang dan ranting mengenai fraud. Tiga Informasi Pemerintah
cabang dari fraud tree adalah
Mulgan (1997) mengidentifikasikan bahwa proses
1. Kecurangan tindak pidana korupsi suatu organisasi dikatakan akuntabel karena adanya
kewajiban untuk menyajikan dan melaporkan
2. Kecurangan penggelapan asset (asset informasi dan data yang dibutuhkan oleh masyarakat
misappropriation) atau pembuat kebijakan atau pengguna informasi dan
data pemerintah lainnya
3. Kecurangsn dalam laporan keuangan (fraudulent
statement) Akuntabilitas adalah bagaimana pemerintah atau
aparatur dapat menjelaskan semua aktifitasnya
dengan memberikan data dan informasi yang akurat
Fraud terjadi karena tiga hal terhadap apa yang telah mereka laksanakan, sedang
dilaksanakan dan akan dilaksanakan.
1. Peluang untuk melakukan fraud akibat lemahnya
pengendalian internal di organisasi sehingga Hal yang tidak kalah pentingnya adalah akses dan
dapat menggoda individu atau kelompok yang distribusi data dan informasi yang telah dikumpulkan
sebelumnya tidak memiliki motif untuk melakukan tersebut, sehingga stakeholders mudah untuk
fraud. mendapatkan informasi tersebut.
2. Insentif atau tekanan untuk melakukan fraud
yang dapat timbul karena masalah keuangan
pribadi, berjudi, narkoba, berhutang berlebihan, Data dan informasi yang disimpan dan digunakan
dll. harus sesuai dengan prinsip sebagai berikut:
3. Sikap atau rasionalisasi untuk membenarkan
tindakan fraud. Pada umumnya para pelaku fraud 1. Relevant Information : data dan informasi dapat
meyakini tau merasa bahwa tindakannya bukan digunakan untuk mengevaluasi kondisi
merupakan suatu kecurangsn tetapi adalah suatu sebelumnya, saat ini dan mendatang.
yang memang merupakan haknya. 2. Reliable Information : informasi dapat dipercaya
Keberhasilan pembangunan suatu etika perilaku dan dan tidak bias
kultur organisasi yang anti kecurangan dapat 3. Understandable information : informasi disajikan
mendukung secara efektif penerapan nilai-nilai dengan cara yang mudah dipahami
budaya kerja, yang sangat erat hubungannya dengan 4. Comparable information : informasi dapat
hal-hal atau faktor-faktor penentu keberhasilannya dibandingkan dengan institusi lain sejenis
yang saling terkait antara satu dengan yang lainnya,
yaitu:
F. Konflik Kepentingan
1. Komitmen dari top manajemen dalam organisasi
Konflik kepentingan adalah situasi yang timbul dimana
2. Membangun lingkungan organisasi yang
tugas publik dan kepentingan pribadi bertentangan.
kondusif
3. Perekrutan dan promosi pegawai
4. Pelatihan nilai-nilai organisasi atau entitas dan
standar-standar pelaksanaan Tipe-tipe konflik kepentingan:
5. Menciptakan saluran komunikasi yang efektif
1. Keuangan
Penggunaan sumber daya lembaga untuk Pengambilan keputusan secara akuntabel dan
kepentingan pribadi beretika berarti dapat membuat keputusan dan
tindakan yang tepat dan akurat. Sebuah keputusan
2. Non-Keuangan yang akuntabel dan beretika sangat penting dalam
Penggunaan posisi atau wewenang untuk membantu menjaga kepercayaan dan keyakinan terhadap
diri sendir dan/atau orang lain. masyarakat dalam pekerjaan pemerintahan.Dalam
Bagaimana Cara Mengidentifikasi Konflik praktiknya, penempatan kepentingan umum berarti
Kepentingan bahwa :

1. Tugas publik dengan kepentingan pribadi 1. Memastikan tindakan dan keputusan yang
2. Potensialitas berimbang dan tidak biasa
3. Proporsionalitas 2. Bertindak adail dan mematuhi prinsip-prinsip
4. Presence of Mind due process
5. Janji 3. Akuntabel dan transparan
4. Melakukan pekerjaan secara penuh, efektif
dan efisien.
Konsekuensi Konflik Kepentingan 5. Berperilaku sesuai dengan standar sektor
publik, kode sektor publik etika sesuai
1. Hilangnya/berkurangnya kepercayaan pegawai dengan organisasinya serta mendeklarasiakn
dan stakeholders secara terbuka bila terjadi adanya potensi
2. Memburuknya reputasi pribadi atau institusi konflik kepentingan.
3. Tindakan In-disipliner
4. Pemutusan Hubungan Kerja
5. Dapat dihukum baik perdata atau pidana

V. MENJADI PNS YANG AKUNTABEL


A. INDIKATOR KEBERHASILAN
Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2014 tentang
penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN
memiliki asas sebagai berikut :
1. Kepastian Hukum
2. Profesionalitas
3. Proporsionalitas
4. Keterpaduan
5. Delegasi
6. Netralitas
7. Akuntabilitas
8. Efektif dan efisien
9. Keterbukaan
10. Nondiskriminatif
11. Persatuan dan kesatuan
12. Keadilan dan kesetaraan
13. Kesejahteraan

C. PRINSIP ASN SEBAGAI PROFESI


1. Nilai dasar
2. Kode etik dan kode prilaku
3. Komitmen, integritas moral, dan tanggung
jawab pada pelayanan publik
4. Kompetensi yang diperlukan sesuai dengan
tugas
5. Kualifikasi akademik
6. Jaminan perlindungan hukum dalam
melaksanakan tugas
7. Profesional jabatan

PNS yang akuntabel adalah PNS yang mampu


mengambil pilihan yang tepat ketika terjadi konflik
kepentingan, tidak terlibat dalam politik praktis,
melayani warga secara adil dan konsisten dalam
menjalankan tugas dan fungsi.
PELAYANAN PUBLIK A. Imanto, 2002
Siklus Pelayanan adalah sebuah
A. KONSEP PELAY ANAN PUBLIK rangkaian peristiwa yang dilalui pelanggan
1. Latar Belakang sewaktu menikmati atau menerima
Setiap manusia bahkan ketika masih layanan yang diberikan
dirahim ibunya sampai dengan meninggal Lovelock, Christopher H, 1991:7
dunia membutuhkan pelayanan baik Service adalah produk yang tidak
dalam bentuk barang & jasa. Untuk berwujud, berlangsung sebentar dan
memenuhi kebutuhan barang/jasa caraa dirasakan atau dialami. Artinya service
yang paling sering dipakai adalah melalui merupakan produk yang tidak ada wujud
mekanisme pasar. Mekanisme pasar atau bentuknya sehingga tidak ada bentuk
sebagai cara pemenuhan kebutuhan hidup yang dapat dimiliki, dan berlangsung
individu memberikan banyak kemudahan sesaat atau tidak tahan lama, tetapi
karean sifatnya yang transaksional. dialami dan dapat dirasakan oleh penerima
Namun demikian, pemenuhan kebutuhan layanan.
hidup individu-individu dengan
menggunakan mekanisme pasar ternyata David Mc Kevitt (1998)
tidak selamanya berjalan mulus. Dalam Core Public Services may be defined as
kondisi tersebut, pertanyaan yang dapat those sevices which are important for the
diajukan adalah: siapa yang kemudian protection and promotion of citizen well-
bertanggung jawab untuk menyediakan being, but are in are as where the market
barang dan jasa yang sangat dibutuhkan is in capable of reaching or even
oleh para individu tersebut? Pada akhirnya approaching a socially optimal state;
negara (pemerintah) yang harus heatlh, education, welfare and security
bertanggung jawab menyediakan barang provide the most obvious best know
dan jasa yang dibutuhkan oleh para example.
individu atau warga negara. Berbagai
kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah 3. Unsur Pelayanan Publik
untuk menyediakan barang/jasa yang Unsur Pertama
dibutuhkan oleh warga negara ketika pasar adalah setiap institusi penyelenggara
tidak bisa menyediakannya kemudian Negara, korporasi, lembaga independen
memunculkan kegiatan yang disebut yang dibentuk berdasarkan Undang-
pelayanan publik. Undang untuk kegiatan pelayanan publik,
dan badan hukum lain yang dibentuk
2. Apa itu Pelayanan Publik? semata-mata untuk kegiatan pelayanan
LAN (1998) publik.
Sebagai segala bentuk kegiatan
pelayanan umum yang dilaksanakan oleh Unsur Kedua
Instansi Pemerintahan di Pusat dan adalah orang, masyarakat atau organisasi
Daerah, dan di lingkungan BUMN/BUMD yang berkepentingan atau
dalam bentuk barang dan /atau jasa, baik memerlukan layanan (penerima layanan),
dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat. pada dasarnya tidak memiliki daya tawar
atau tidak dalam posisi yang setara untuk
Departemen Dalam Negeri (2004) menerima layanan, sehingga tidak
Pelayanan publik adalah suatu proses memiliki akses untuk mendapatkan
bantuan kepada orang lain dengan cara- pelayanan yang baik. Posisi inilah yang
cara tertentu yang memerlukan kepekaan mendorong terjadinya komunikasi dua
dan hubungan interpersonal tercipta arah untuk melakukan KKN dan
kepuasan dan keberhasilan. Setiap memperburuk citra pelayanan dengan
pelayanan menghasilkan produk, baik mewabahnya Pungli, dan ironisnya
berupa barang dan jasa dianggap saling menguntungkan.
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Unsur Ketiga
tentang Pelayanan Publik adalah kepuasan pelanggan menerima
Pelayanan Publik adalah kegiatan atau pelayanan, unsur kepuasan pelanggan
rangkaian kegiatan dalam rangka menjadi perhatian penyelenggara
pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai pelayanan (Pemerintah), untuk
dengan Peraturan perundang-undangan menetapkan arah kebijakan pelayanan
bagi setiap warga negara dan penduduk publik yang berorientasi untuk memuaskan
atas barang, jasa, dan/atau pelayanan pelanggan dan dilakukan melalui upaya
administratif yang disediakan oleh memperbaiki dan meningkatkan kinerja
penyelenggara Pelayanan Publik manajemen pemerintah.
4. Jenis Barang/Jasa Cara Konsumsi
- Privat: Rivalitas dan Ekskludabilitas
Ekskludabilitas Tinggi
Rivalitas
Tinggi Rendah - Publik: Rivalitas dan Ekskludabilitas
Rendah Barang Barang Publik Rendah
Semi Privat  Udara
 Jalan Tol Bersih Keputusan Politik
 Fasilitas  Jaminan - Publik: Strategis dan menyangkut
Bandara Keamanan kepntingan bangsa
TNI dan
Polri 5. Pelayanan Publik Dari Sederhana Menjadi
Tinggi Barang Barang Semi Kompleks
Privat Pulik
 Rumah  Sumber air Spektrum Pelayanan Publik
 Mobil bawah tanah
 Hasil Hutan Pertahanan Manfaat Sosial
Keamanan Dominan
Penanggulangan
Menurut para ahli, barang/jasa publik Kejahatan dan
adalah barang/jasa yang memiliki rivalry Peradilan
(rivalitas) dan excludability (ekskludibilitas) Pendidikan
yang rendah. Pelayanan
 Rivalitas yang rendah maknanya adalah Kesehatan
barang/jasa tertentu yang telah Pelayanan
dikonsumsi (digunakan) oleh seorang Transportasi
individu tidak akan habis dan masih akan Umum
dapat digunakan oleh individu yang lain; Perumahan
Manfaat Individu
tanpa mengurangi manfaat dari Rakyat
barang/jasa tersebut serta kepuasan
individu yang menggunakannya Jenis barang/jasa dapat dikategorikan
kemudian. sebagai barang/jasa publik memiliki
spektrum yang sangat luas, yaitu dari jenis
 Ekskludabilitas yang rendah maknanya,
barang/jasa yang dapat dikategorikan
produsen atau “pemilik” barang/jasa
sebagai barang publik murni (pure public
tersebut sulit untuk melakukan upaya
goods) sampai barang/jasa yang
guna mencegah banyak orang untuk
sebenarnya masuk kategori sebagai
dapat menikmati barang/jasa yang
barang private (private goods).
dihasilkannya sebab biaya untuk
Adanya fenomena barang/jasa publik
mencegah individu-individu lain tidak
menuntut kehadiran pemerintah untuk
dapat menikmati barang/jasa yang
bertanggung jawab menyediakan
mereka hasilkan jauh lebih mahal
barang/jasa publik yang dibutuhkan oleh
dibanding keuntungan yang akan mereka
masyarakat tersebut dalam bentuk
peroleh.
pelayanan publik.
 Barang/jasa yang memiliki tingkat
Gambar diatas menunjukkan luasnya
ekskludabilitas dan rivalitas yang tinggi
spektrum pelayanan publik karena
maka barang/jasa tersebut dikategorikan
munculnya fenomena barang/jasa publik.
barang/jasa privat (individual
Gambar tersebut menunjukkan bahwa di
consumption)
ujung atas adalah barang/jasa publik yang
 Barang/jasa yang memiliki karakter munri yang memiliki ciri-ciri: tidak dapat
tingkat ekskludabilitas tinggi tetapi diproduksi oleh sektor swasta karena
rivalitasnya rendah maka barang/jasa adanya free rider problem, non-rivalry, dan
tersebut dikategorikan barang /jasa semi non-excludable, serta cara
privat. mengkonsumsinya dapat dilakukan secara
 Barang/jasa yang memiliki karakter kolektif. Semakin kebawah karakteristik
tingkat ekskludabilitas rendah tetapi barang/jasa tersebut mendekati barang
rivalitasnya tinggi maka barang/jasa privat yang memiliki ciri-ciri yang
tersebut dikategorikan barang /jasa semi berkebalikan dengan barang/jasa publik
publik. yang murni.
Cara Membedakan Barang/Jasa Publik
dan Privat

Berdasarkan Penyedia/Produksi:
- Privat : Swasta
- Publik: Pemerintah
6. Hak Warga Negara Terhadap Layanan Publik
Perbandingan Paradigma Administrasi
Publik Pasal 27
Old Public New Public New Public (2) Tiap-tiap warga negara berhak atas
Administration Management Service pekerjaan dan penghidupan yang layak
Menaruh Menekankan Negara harus
perhatian pada penggunaan menjadi lebih bagi kemanusiaan => Ketenagakerjaan
fokus mekanisme kuat dan (3) Setiap warga negara berhak dan wajib
pemerintahan dan terminologi menyediakan ikut serta dalam upaya pembelaan
pada pasar sehingga bentuk-bentuk negara => Bela Negara
penyediaan memandang Pelayanan Dasar
layanan secara hubungan yang Justru
langsung antara badan- GRATIS Pasal 28
kepada badan publik sehingga bisa Kemerdekaan berserikat dan berkumpul,
masyarakat dengan dinikmati dan mengeluarkan pikiran dengan lisan dan
melalui badan- pelanggannya dirasakan hasil
badan publik. sebagaimana kerja tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan
layaknya pemerintahannya undang-undang. => Perserikatan,
transaksi yang Penyampaian Aspirasi
terjadi antara
penjual dan
pembeli Pasal 28 A
Organisasi Peran manajer Memperkuat Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak
publik publik peran mempertahankan hidup dan kehidupannya =>
beroperasi ditantang untuk administrator Jaminan Sosial
paliong efisien menemukan publik untuk
sebagai sistem cara-cara menunjukkan
tertutup inovatif dalam eksistensi dan Pasal 28 B
sehingga menswastakan keberpihakan (1) Setiap orang berhak membentuk
keterlibatan berbagai fungsi negara dalam keluarga dan melanjutkan keturunan
warga negara yang semula melayani
dalam dijalankan masyarakat.
melalui perkawinan yang sah =>
pemerintahan pemerintahan Negara ada Perkawinan
dibatasi untuk melayani (2) Setiap anak berhak atas kelangsungan
W. Wilson/ David Osborn Janet V Denhardt hidup, tumbuh dan berkembang serta
FW.Taylor/ LD dan Ted dan Robert B
White/ Gaeblar Denhard
berhak atas perlindungan dari kekerasan
Willoghby dan diskriminasi => Perlindungan Anak
1887-1937 1992-2000an 2003 - sekarang
Pasal 28 C
Dilematis Definisi Pelayanan Publik di (1) Setiap orang berhak mengembangkan
Indonesia diri melalui pemenuhan kebutuhan
 Ruang lingkup pelayanan yang disebut dalam dasarnya, berhak mendapat pendidikan
Pasal 5 ayat 2 UU No.25 Tahun 2009 dan memperoleh manfaat dari ilmu
menyebut bahwa pelayanan publik meliputi: pengetahuan dan teknologi, seni dan
pendidikan, pengajaran, pekerjaan dan budaya, demi meningkatkan kualitas
usaha, tempat tinggal, komunikasi dan hidupnya dan demi kesejahteraan umat
informasi, lingkungan hidup, kesehatan, manusia. => Pendidikan,
jaminan sosial, energi, per-instansi Pengembangan IPTEK, dan Seni
pemerintahan, perhubungan, sumber daya Budaya
alam, dan parawisata. Sedangkan dalam (2) Setiap orang berhak untuk memajukan
UUD 1945 paling tidak ada 22 jenis pelayanan dirinya dalam memperjuangkan haknya
publik yang dijanjikan oleh negara dan wajib secara kolektif untuk membangun
diberikan kepada warganya, yakni: hukum, masyarakat, bangsa, dan negaranya. =>
lapangan kerja, politik, keamanan, agama, Perlindungan Hak
sosial, pendidikan, pekerjaan, administrasi,
perumahan, komunikasi, asuransi jiwa dan Pasal 28 D
kesehatan, perlindungan hak asasi manusia, (1) Setiap orang berhak atas pengakuan,
pendidikan, dan ekonomi jaminan, perlindungan, dan kepastian
 Bentuk kegiatan pelayanan publik hukum yang adil serta perlakuan yang
sebagaimana diatur dalam pasal 5 ayat 3 dan sama di hadapan hukum. =>
4 UU No. 25 Tahun 2009 masih sangat sempit Perlindungan Hukum
karena pelayanan kebutuhan barang publik (2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta
bagi masyarakat hanya diartikan sebagai mendapat imbalan dan perlakuan yang
pengadaaan barang/jasa di instansi adil dan layak dalam hubungan kerja. =>
pemerintah. Padahal, yang disebut sebagai Ketenagakerjaan
barang publik memiliki cakupan yang sangat (3) Setiap warga negara berhak
luas tidak hanya terbatas pada kegiatan memperoleh kesempatan yang sama
pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah dalam pemerintahan. => Kepegawaian
saja, melainkan semua barang yang (4) Setiap orang berhak atas status
dibutuhkan masyarakat karena amanat kewarganegaraan. =>
konstitusi yang pengadaannya bisa saja Kewarganegaraan
dilakukan oleh sektor swasta yang
manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat.
7. Perbedaan Pelayanan Publik dan Privat
Pelayanan Pelayanan 5. Mudah dan Murah
Ciri-Ciri
Publik Privat Mudah dalam arti persyaratan yang
Sifat Publik/Semi Privat dibutuhkan tersebut masuk akal dan mudah
Publik dan untuk dipenuhi. Murah dalam arti biaya yang
Memiliki dibutuhkan terjangkau.
Eksternalitas Contoh : Pelayanan Ticketing Online PT
Resiko Kolektif, Perseorangan KAI. Mudah karena persyaratan yang
Kegagalan Bersama, diperlukan mudah dipenuhi. Murah karena
Banyak harga tiket tidak ada biaya tambahan.
Orang
Akses Tanggung Tanggung 6. Efektif dan Efisien
Warga Jawab Jawab Efektif berarti mampu mewujudkan tujuan
Negara Negara yang hendak dicapai. Efisien berarti cara
Keterkaitan Tinggi dan Rendah dan untuk mencapai tujuan dilakukan
dengan Langsung Tidak sesederhana mungkin dan biaya minim.
Tujuan dan Langsung Contoh : Pembuatan Forum WA dalam
Misi Negara rangka sosialisasi kegiatan.
Dasar Konstitusi, Kesepakatan
Penyeleng- Kebijakan, Pengguna 7. Aksesibel
garaan Peraturan dan Yaitu dapat dijangkau dalam arti fisik (jarak,
Perundang- Penyeleng- mudah dilihat, akses kendaraan, dll.) dan non-
an gara, fisik (biaya dan persyaratan yang harus
Perusahaan dipenuhi).
Lembaga Pemerintah Korporasi, Contoh : Layanan DJP Online yang bisa
Penyeleng- dan Non Lembaga diakses di mana saja dan kapan saja.
garaan Pemerintah Nirlaba,
BUMN, 8. Akuntabel
BUMD Yaitu segala bentuk pelayanan publik harus
Sumber Anggaran, Kekayaan dapat dipertanggung-jawabkan.
Biaya Subsidi Negara yang Contoh :Adanya Laporan
Pemerintah, dipisahkan, Pertanggungjawaban atas
User Fee Hasil kegiatan/layanan yang dilakukan baik
Penjualan, triwulanan/semesteran/tahunan
User Fee
9. Berkeadilan
B. PRINSIP-PRINSIP PELAY AN AN PUBLIK Yaitu pelayanan publik yang diberikan sesuai
dengan proporsi yang dibutuhkan setiap
1. Partisipatif
stakeholder.
Yaitu keterlibatan masyarakat dalam
Contoh : Layanan KRL menyediakan
merencanakan, melaksanakan, dan
Gerbong Wanita dan Penempatan Kursi
mengevaluasi penyelenggaraan pelayanan
Prioritas.
publik.
Contoh : Layanan Pengaduan di beberapa
C. POLA PIKIR ASN SEBAG AI PELAY AN
unit untuk menampung kritik dan saran
serta evaluasi pelayanan PUBLIK
1. Fundamen Pelayanan Publik
2. Transparan a) Pelayanan publik merupakan
Yaitu keterbukaan atau kejelasan informasi (1) hak warga negara sebagai amanat
terkait dengan pelayanan publik yang konstitusi.
diselenggarakan. (2) kewajiban pemerintah untuk
Contoh : Pemasangan Iklan untuk menyelenggarakannya baik dilakukan
menginformasikan suatu layanan. sendiri (oleh birokrasi pemerintah)
maupun bekerja sama dengan sektor
3. Responsif swasta.
Yaitu cepat tanggap dalam mendengar dan b) Pelayanan publik diselenggarakan
memenuhi kebutuhan masyarakat. dengan pajak yang dibayar oleh warga
Contoh : Layanan Informasi yang sigap negara. Artinya semua fasilitas yang
memberikan respon terhadap pertanyaan ASN nikmati dibayar dengan pajak. Oleh
customer karena itu, sebagai ASN harus paham
bahwa warga negara adalah agent (tuan)
4. Tidak Diskriminatif dan Saudara adalah client (pelayan).
Yaitu segala jenis layanan yang diberikan c) Pelayanan publik diselenggarakan
tidak dibedakan antara satu stakeholder dengan tujuan untuk mencapai hal-hal
dengan stakeholder yang lain. yang strategis bagi kemajuan bangsa di
Contoh : Pelayanan Transportasi Umum masa yang akan datang. Kegagalan
diperuntukkan bagi semua golongan, ras, dalam berkontribusi untuk
agama, dan gender. menyelenggarakan pelayanan publik
yang berkualitas akan berakibat pada
kegagalan kita (ASN) sebagai bangsa atau mem-bypass prosedur yang
dalam mewujudkan cita-cita bersama. dibutuhkan untuk memperoleh.
d) Pelayanan publik memiliki fungsi tidak d. Konflik Kewenangan. Birokrasi yang
hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhan cenderung membengkak dari waktu ke
dasar warga negara sebagai manusia, waktu mengakibatkan demarkasi antara
akan tetapi juga berfungsi untuk kewenangan unit organisasi yang satu
memberikan perlindungan bagi warga dengan yang lain menjadi makin kabur
negara (proteksi). (Contoh : Masyarakat dan bahkan tumpang tindih.
jadi korban - polisi tidak hadir; TKI e. Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
korban di negara asing) Para birokrat dengan mudah melakukan
praktik KKN pada birokrasi dengan
2. Mengapa Perlu Melayani Dengan Baik struktur tertutup, hierarkhis, kaku, dan
 Masyarakat adalah pembayar pajak yang penuh dengan aturan membuat
membiayai kegiatan pelayanan publik; masyarakat awam sulit memahami
 Masyarakat adalah tuan bagi ASN karena apalagi mengontrol cara kerja birokrasi.
mereka yang menyediakan semua Kolektivisme birokrasi untuk tujuan-
fasilitas kerja dan gaji yang ASN terima tujuan negatif melanggengkan
tiap bulannya. kekuasaan (sering disebut sebagai
Orwellian Bureaucracy).
3. Prinsip yang Dianut ASN f. Enggan untuk melakukan perubahan.
a. nilai dasar; Postur organisasi yang besar dan
b. kode etik dan kode perilaku; bekerja atas dasar berbagai peraturan
c. komitmen, integritas moral, dan yang rumit cenderung membuat birokrasi
tanggung jawab pada pelayanan publik; enggan untuk melakukan perubahan
d. kompetensi yang diperlukan sesuai atau inovasi (bureaucratic inertia). Jika
dengan bidang tugas; birokrasi cenderung mempertahankan
e. kualifikasi akademik; pola pikir, pola kerja, dan pola tindah
f. jaminan perlindungan hukum dalam yang sudah diadopsi dan dilakukan terus
melaksanakan tugas; menerus akan membuat ASN selalu
g. profesionalitas jabatan. dalam zona nyaman dan menikmati
status quo tersebut.
4. Pola Pikir ASN sebagai Pelayan Publik
untuk mencapai tujuan NKRI sesuai alenia 6. Persoalan Pelayanan Publik di Indonesia
ke-4 Pembukaan UUD 1945  Biaya yang mahal
Diperlukan ASN yang memiliki pola pikir  Prosedurnya sulit dipenuhi dan harus
sebagai pelayanan publik profesional, melalui tahapan yang berbelit-belit
bebas dari intervensi politik, bersih dari  Pemberi layanan tidak ramah
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,  Diskriminatif
mampu menyelenggarakan pelayanan  Tidak ada kepastian kualitas dan
publik bagi masyarakat dan mampu waktu penyelesaian layanan
menjalankan peran sebagai perekat  Tidak transparan
persatuan dan kesatuan bangsa  Tidak responsif terhadap kebutuhan
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. warga negara
 Ditandai praktik KKN
5. Bentuk-Bentuk Patolagi Birokrasi
a. Penggelembungan organisasi
(Parkinsonian Birokrasi). Birokrasi yang 7. Prinsip-Prinsip Pelayanan Prima
dirancang untuk memberikan pelayanan  Responsif terhadap
publik secara efektif dan efisien pelanggan/memahami pelanggan.
cenderung memperbesar struktur dan Kita harus tahu siapa pelanggan kita,
juga merekrut lebih banyak anggota yang dan apa yang diperlukan dari
akan berpengaruh terhadap pelayanan yang kita sediakan.
kewenangan yang dimiliki oleh pimpinan Pelaksanaan survei pelanggan,
birokrasi dan besaran sumber daya penyediaan kotak saran dan
keuangan yang dikontrol. pengaduan untuk menjaring informasi
b. Duplikasi tugas dan fungsi. Birokrasi dan keluhan berguna untuk
yang cenderung membengkak tersebut memahami kebutuhan pelanggan.
menimbulkan masalah lain berupa  Membangun visi dan misi pelayanan.
duplikasi tugas dan fungsi yang Visi dan misi pelayanan untuk
dilakukan unit dan orang-orang yang ada mempermudah pelaksanaan
di dalamnya sehingga mengakibatkan pengukuran kinerja dan dapat dibuat
terjadinya inefisiensi. tersendiri, dengan mengacu pada visi
c. Red tape. Cara kerja birokrasi yang misi organisasi. Namun dapat pula
prosedural, lamban dan berbelit-belit menggunakan visi dan misi organisasi
mengharuskan penguuna layanan yang sudah ada, sepanjang visi
memberi additional cost (biaya tambahan dan misi tersebut memperhatikan
berupa suap, sogok, uang pelicin, atau pemberian pelayanan yang
uang rokok) untuk mempercepat proses berkualitas.
 Menetapkan standar pelayanan dan 2. Tujuan Etiket Pelayanan Publik
ukuran kinerja pelayanan, sebagai Etiket sebagai ketentuan tidak tertulis
dasar pemberian pelayanan. yang mengatur tindak dan gerak ASN
 Pemberian pelatihan dan dalam melayani pengguna jasa sangat
pengembangan pegawai terkait perlu mendapat perhatian dari organisasi,
bagaimana memberikan pelayanan dengan tujuan:
yang baik, serta pemahaman tugas  Untuk menciptakan keakraban,
dan fungsi organisasi. keramahtamahan, dan menjaga
 Memberikan apresiasi kepada sopan santun pelayanan;
pegawai yang telah melaksanakan  Untuk dapat menyenangkan dan
tugas pelayanannya dengan baik . memuaskan pengguna jasa;
 Untuk membina dan menjaga
8. Sikap Pelayanan 7P hubungan baik dengan pengguna
 Passionate (Sangat bergairah = jasa;
Bersemangat, Antusias)  Untuk tidak menyinggung perasaan
 Progressive (Memakai cara yang pengguna jasa;
terbaik = termaju)  Untuk dapat menjadi daya tarik,
 Proactive (Antisipatif, proaktif dan termasuk membujuk atau
mempertahankan kepuasan
tidak menunggu)
pengguna jasa
 Prompt (Positif = tanpa curiga dan
kekhawatiran) 3. Etiket yang Harus Diperhatikan
 Patience (Penuh rasa kesabaran)  Sikap/perilaku
 Proporsional (Tidak mengada-ada)  Ekspresi wajah
 Punctional (Tepat waktu)  Penampilan
 Cara berpakaian
D. PRAKTIK ETIKET PELAY AN AN
 Cara berbicara
PUBLIK
1. Etika dan Etiket
4. Kata Kunci yang Perlu Diperhatikan
a. Definisi Etika dan Etiket
dalam Praktek Pelayanan kepada
Etika berasal dari bahasa Yunani
Pengguna Barang/Jasa
yaitu "Ethos", yang berarti watak  Atensi
kesusilaan atau adat kebiasaan  Senyum
(custom). Sedangkan etiket berasal  Salam
dari bahasa Perancis etiquette yang  Tolong
berarti aturan sopan santun dan tata  Maaf
cara pergaulan yang baik antara  Terima kasih
sesama manusia. Biasanya
b. Perbedaan Etika dan Etiket 5. Dasar-Dasar Etiket
 Etiket menyangkut cara suatu Politeness
perbuatan harus dilakukan sikap sopan untuk komunikasi
manusia. Etika tidak terbatas pada Respectful
cara dilakukannya suatu sikap menghormati dan menghargai
perbuatan. Etika menyangkut pihak lain (penguna jasa)
pilihan yaitu apakah perbuatan Attentive
boleh dilakukan atau tidak. penuh perhatian kepada pihak lain
 Etiket hanya berlaku dalam Kooperatif
pergaulan. Bila tidak ada saksi sikap suka menolong, membantu
mata, maka etiket tidak berlaku. pengguna jasa dalam kesulitan
Etika selalu berlaku meskipun Toleransi
tidak ada saksi mata, tidak tenggang rasa kpd orang lain
tergantung pada ada dan tidaknya Informality
seseorang. sikap ramah (sikap familiar, akrab, dan
 Etiket bersifat relatif artinya yang bersahabat)
dianggap tidak sopan dalam suatu
kebudayaan, bisa saja diangap 6. Manfaat Etiket
sopan dalam kebudayaan lain. Menurut Alam, 1989; Simorangkir, 1982,
Etika jauh lebih bersifat absolut. manfaat etiket antara lain:
Prinsip-prinsipnya tidak dapat Communicative
ditawar lagi. intinya lebih memudahkan berhubungan
 Etiket hanya memadang manusia baik dengan pengguna jasa
dari segi lahiriah saja. Etika Attractive
menyangkut manusia dari segi mampu mencari bahan pembicaraan
dalam. tanpa melukai perasaan pihak lain
Respectacble
lebih menghargai orang lain lebih dahulu
Self Confidence
memupuk kepercayaan dan keyakinan
pada diri sendiri dalam setiap situasi.

7. Praktik Etiket Pelayanan


Dapat dibaca sendiri di Buku Modul
Pelayanan Publik halaman 75 :D
ANTI KORUPSI korupsi investif : melibatkan penawaran
barang atau jasa tanpa adanya pertalian
A. SADAR ANTI KORUPSI langsung dengan keuntungan bagi
pemberi (4) korupsi nepostik: adanya
1. Dampak Perilaku dan Tinak Pidana Korupsi
perlakuan khusus kepada teman (5)
 Dampak Ekonomi : (1) Lesunya korupsi autogenik : kesempatan untuk
Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi mendapat keuntungan dari pengetahuan
(2)Penurunan Produktifitas. (3) Rendahnya dan pemahaman yang ia ketahui (6)
Kualitas Barang dan Jasa Bagi Publik 4. korupsi suportif : mengacu pada situasi
Menurunnya Pendapatan Negara dari yang kondusif untuk melindungi korupsi
Sektor Pajak 5. Meningkatnya hutang yang lain (7) korupsi defensif : dilakukan
negara. karena mempertahankan diri dari
 Dampak sosial : 1. Mahalnya harga jasa pemerasan.
dan pelayanan publik 2. Pengentasan
kemiskinan berjalan lambat 3. Terbatasnya 3. Tindak Pidana Korupsi
akses bagi rakyat miskin 4. Kriminalitas  Diatur dalam UU No.31/1999 jo No.UU
meningkat 5. Solidaritas sosial semakin 20/2001
langka dan demoralisasi.
 Terdapat 7 kelompok Tipikor : (!) kerugian
 Runtuhnya otoritas pemerintah : 1.matinya keuangan negara (2) suap-menyuao (3)
etika sosial politik 2. Tidak efektifnya pemerasan (4) perbuatan curang (5)
peraturan perundang-undangan 3. penggelapan dalam jabatan (6) benturan
Birokrasi tidak efisien. kepentingan (7) gratifikasi.
 Dampak terhadap politik dan demokrasi : 1.
munculnya kepemimpinan yang korup 2. 4. Niat, Semangat, Komitmen Anti Korupsi
Hilangnya kepercayaan publik terhadap
 Kesadaran anti korupsi yang mencapai
demokrasi 3. Menguatnya plutokarsi 4.
Hancurnya kedaulatan rakyat. puncak tertinggi akan menyentuh
 Dampak terhadap penegakkan hukum: 1. SPIRITUAL ACCOUNTABILITY, yang pada
Fungsi pemerintahan mandul 2. Hilangnya dasarnya merupakan tujuan hidup dan
kepercayaan masyarakat thd lembaga kesadaran bahwa hidup mereka harus
negara. dipertanggungjawabkan.
 Spritual accountability yang baik akan
2. Pengertian Korupsi menghasilkan niat baik bagi visi dan misi
 Tindak pidana adalah suatu perbuatan yang baik pula, yang dalam hal ini
yang diancam dengan pidana oleh UU, merupakan usaha terbaik demi mencapai
Bertentangan dengan hukum, dan hasil terbaik.
dilakukan oleh orang yang mampu  Niat anti korupsi semakin kuat bagi mereka
bertanggung jawab. yang ingat pada Tuhannya.
 Korupsi (dari kata coruptio dan corruptus) B. SEMAKIN JAUH DARI KORUPSI
yg berarti kerusakan atau kebobrokan, 1. Tunas Integritas
perbuatan yang tidak baik, buruk, curang,
a. Apa Itu Tunas Integritas?
tidak bermoral. Tunas Integritas menunjukkan manusia
 Istilah lingkaran dengan kode yang sebagai faktor kunci perubahan, dan
menunjukkan arti dari berbagai istilah pendekatan yang seutuhnya terkait
adalah : (1) kerusakan atau kebobrokan (2) manusia sebagai makhluk dengan aspek
makan bangsa (3) kerja kotor (4) jasmani dan rohani, serta makhluk
keserakahan bernoda sosial yang harus berinteraksi dengan
 Rumus korupsi menurut Robert Klitkgard lingkungan sosialnya.
K= D x M – A (korupsi adalah diskresi atau
monopoli tanpa adanya akuntabilitas. b. Peran Tunas Integritas
 7 Jenis korupsi menurut Syed Husein 1) Menjadi jembatan masa depan
Alatas : (1) korupsi transtaktif : kesuksesan organisasi dan menjadi
kesepakatan timbal balik antara pemberi kumpulan orang yang selalu terdepan
dan penerima (2) korupsi ekstroaktif: untuk memastikan tujuan organisasi
bentuk koreksi dimana pihak pemberi tercapai.
dipaksa utk menyuap guna mencegah 2) Membangun sistem integritas,
kerugian yang mengancam diri dan berpartisipasi aktif dalam
kepentingan yg berkaitan dengannya (3)
pembangunan sistem integritas, hingga proses kebijakan dilakukan secara
semua peluang korupsi dapat tertutupi. terbuka, sehingga segala bentuk
3) Mempengaruhi orang lain, khususnya penyimpangan diketahui publik.
mintra kerja untuk berintegritas tinggi. Transparansi mengacu pada
keterbukaan dan kejujuran untuk saling
2. Nilai-Nilai Anti Korupsi menjunjung tinggi kepercayaan.
1) Kejujuran 3) Kewajaran
Didefinisikan sebagai lurus hati, tidak Kewajaran ditujukan untuk mencegah
berbohong, dan tidak curang. terjadinya manipulasi (ketidakwajaran).
2) Kepedulian Sifat-sifat kewajaran terdiri dari:
Peduli adalah mengindahkan, komprehensif, disiplin dan fleksibilitas,
memperhatikan, dan menghiraukan. terprediksi, kejujuran, dan informatif.
3) Kemandirian 4) Kebijakan
Dapat diartikan sebagai proses Kebijakan ini berperan untuk mengatur
mendewasakan diri yaitu dengan tidak tata interaksi agar tidak terjadi
bergantung pada orang lain mengerjakan penyimpangan yang dapat merugikan
tugas dan tanggung jawabnya. negara dan masyarakat.
4) Kedisiplinan Kebijakan anti korupsi tidak selalu identik
Adalah ketaatan (kepatuhan) kepada dengan UU anti korupsi, namun bisa
peraturan berupa undnag-undang kebebasan
5) Tanggung Jawab mengakses informasi undang-undang
Adalah keadaan wajib menanggung segala desentralisasi, maupun undang-undang
sesuatunya (kalau terjadi apa-apa boleh lainnya yang dapat memudahkan
dituntut, dipersalahkan, dan diperkarakan. masyarakat mengetahui sekaligus
6) Kerja Keras mengontrol terhadap kinerja dan
Bekerja keras didasari dengan kemauan. penggunaan anggaran negara oleh para
Kata “kemauan” menimbulkan asosiasi pejabat.
dengan ketekadan, ketekunan, daya 5) Kontrol Kebijakan
tahan, tujuan jelas, daya kerja, pendirian, Kontrol kebijakan merupakan upaya agar
keberanian, ketabahan, keteguhan, kebijakan yang dibuat betu-betul efektif
tenaga, dan pantang mundur. dan mengeliminasi semua bentuk
7) Sederhana korupsi.
Sederhana dalam arti tidak berlebih-
lebihan dan memprioritaskan kebutuhan di 4. Penyelarasan
atas keinginan. Setiap organisasi biasanya sudah
8) Keberanian menentukan nilai dasar organisasinya,
Keberanian adalah suatu sikap untuk termasuk nilai anti korupsi di dalamnya. Upaya
berbuat sesuatu dengan tidak terlalu penyelarasan nilai anti korupsi sangat penting
merisaukan kemungkinan-kemungkinan untuk memastikan bahwa para pegawai yang
buruk. mengusung integritas atau anti korupsi
9) Keadilan mendapatkan payung yang tepat di
Berdasarkan arti katanya, adil adalah organisasinya.
sama berat, tidak berat sebelah, tidak
memihak.

5. Penanaman Nilai Integritas


1) Kesediaan
Yaitu ketika individu bersedia menerima
3. Prinsip-Prinsip Anti Korupsi pengaruh untuk berintegritas dari
1) Akuntabilitas orang/kelompok lain. Biasanya bukan
Akuntabilitas adalah kesesuaian antara berasal dari hati nurani, tetapi untuk
aturan dan pelaksanaan kerja. mendapatkan reaksi positif (pujian).
Akuntabilitas berati segala pekerjaan 2) Identifikasi
yang dilakukan dapat Yaitu ketika individu meniru integritas
dipertanggungjawabkan. seseorang atau kelompok lain dikarenakan
2) Transparansi integritasnya sudah sesuai dengan yang
Salah satu prinsip yang penting karena dianggapnya sebagai bentuk hubungan
pemberantasan korupsi dimulai dari yang menyenangkan.
transparansi dan mengharuskan semua 3) Internalisasi
Yaitu ketika individu menerima pengaruh dalam prinsipdengan tekanan dari mereka
dan bersedia bersikap dan berperilaku yang memiliki kekuasaan.
dengan penuh integritas, karena Pemimpin yang berintegritas tinggi
integritasnya sudah sesuai dengan apa membuat pegawainya terbebas dari risiko
yang ia percayai dan sesuai dengan kepemimpinan (Leader Risk).
nilai yang dianut. Penyebab dan Penyelarasan Organisasi
Sistem integritas yang kuat sebagai
pengendali dan penyelaras akan berjalan
6. Bangun Sistem Integritas secara efektif ketika diikuti kesediaan
a. Re-Farming Culture seluruh elemen organisasi untuk membuka
Re-farming Culture adalah upaya mata lahir dan mata batinnya.
mengubah orientasi dari perilaku korupsi Komponen Sistem Integritas
yang berbentuk kolusi. Unsur-unsur yang Sistem-sistem pembentuk integritas
membentuk kolusi baik perilaku, ucapan, organisasi tersebut terbagi dalam sistem
emosi, maupun pikiran (paradigma) atau operasional organisasi dan sistem
kita sebut sebagai konten dilakukan operasional khusus untuk mengendalikan
perubahan atau dikembalikan orientasi korupsi.
(konteks) menjadi gotong royong yang Sistem-sistem operasional normal
sebelumnya telah menjadi budaya yang organisasi diantaranya: manajemen SDM,
sangat kuat di masyarakat. akuntabilitas keuangan dan kinerja,
b. Seeding Of Integrity pengelolaan asset, pengadaan barang dan
Seeding of Integrity merupakan upaya jasa seusai kebutuhan, keterbukaan
untuk menanamkan pengaruh integritas informasi publik dan kehandalan SOP.
pada bawah sadar hingga dapat Sistem-sistem khusus untuk pengendalian
membentuk perilaku, kebiasaan dan korupsi dan standar etika, contohnya:
budaya integritas. Peningkatan Peran Pengawasan Internal,
Tiga aspek penting Seeding of Integrity: Post Employment, Integrity checking,
- Koruptor menggoda biasanya pada pengungkapan isu integritas,
sata seseorang sedang di luar sistem pengendalian gratifikasi, pelaporan harta
- Koruptor menggoda biasanya pada kekayaan, analisis risiko terhadap
saat keadaan sepi dan rahasia integritas, revitalitas kode etik dan
- Koruptor menggoda dengan beragam pedoman perilaku, seleksi dan
cara dan menggunakan pengaruh keteladanan pimpinan puncak, serta
yang sebelumnya di luar perkiraan evaluasi eksternal integritas.
(WOW effect). Kematangan Praktek Sistem Integritas
c. Sistem Integritas Organisasi Sistem integritas memastikan bahwa
Bangsa Indonesia termasuk di dalamnya semua ide dan upaya serta sistem
ASN membutuhkan individu-individu yang integritas dilaksanakan dalam praktek
integritasnya sudah terinternalisasi dengan keseharian.
baik dalam dirinya. Tahapan pelaksanaan kematangan
Sistem integritas yang sudah ataupun sistem:
yang akan dibangun merupakan 1) Not Performance (belum ada
lingkungan yang kondusif bagi kinerja)
peningkatan dan penjagaan integritas, 2) Adhoc (sementara, reaktif,
seakan terjadi penyelarasan antara rohani mendadak)
dan jasmani diri, penyelarasan jiwa, 3) Planned (terencana dan
pikiran, perasaan, ucapan dan tindakan terorganisasi dengan baik)
dengan nurani dan lingkungan (sistem dan 4) Institutionalized (menyatu dengan
budaya integritas), inilah yang disebut sistem organisasi)
dengan pelembagaan integritas. 5) Evaluated (telad dapat dievaluasi)
Leadership Risk 6) Optimized (dapat dioptimalkan)
Dengan pimpinan yang berintegritas tinggi,
pendatang baru di organisasi tidak akan
terkena penyebab korupsi karena
“tekanan”.
Seringkali korupsi terjadi karena tekanan
dari mereka yang memiliki kekuasaan lebih
besar, terjadi pertemuan antara individu
yang tidak bisa berkata “tidak”, atau lemah
bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai
bangsa lain sebagaimana mestinya. Sikap
NASIONALISME
seperti disebut chauvinisme, yaitu semangat
BAB I PENDAHULUAN nasionalisme yang berlebihan.
A. Latar Belakang  Makna dalam arti luas: Nasionalisme
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap merupakan pandangan tentang rasa cinta
yang meninggikan bangsanya sendiri sekaligus yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan
tidak menghargai bangsa lain sebagaimana sekaligus menghormati bangsa lain.
mestinya. Sikap seperti ini jelas dapat mencerai  Nasionalisme Pancasila adalah pandangan
berikan bangsa yang satu dengan bangsa yang atau paham kecintaan manusia Indonesia
lain dan biasa disebut chauvinisme. Sedangkan terhadap bangsa dan tanah airnya yang
dalam arti luas, nasionalisme merupakan didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. (Fella,
pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap Maul/L)
bangsa dan negara sekaligus menghormati bangsa
lain. Nasionalisme pancasila adalah pandangan C. Tujuan Pembelajaran
atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap Setiap pegawai ASN wajib memiliki jiwa
bangsa dan tanah air yang didasari pada nilai-nilai nasionalisme Pancasila yang kuat dalam
pancasila. Menurut M. Hadi setiap orang memiliki menjalankan fungsi dan tugasnya. (Sekti,Bagas/L)
rasa kebangsaan dan memiliki wawasan
kebangsaan dalam perasaan atau pikiran paling BAB II NILAI-NILAI NASIONALISME
tidak di dalam hati nuraninya. Rasa kebangsaan PANCASILA BAGI ASN (SILA 1 DAN SILA 2)
adalah kesadaran berbangsa, yakni rasa lahir
secara alamiah karena adanya kebersamaan A. PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI-
sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan NILAI KETUHANAN YANG MAHA ESA BAGI
aspirasi perjuangan masa lampau, serta ASN DALAM MENJALANKAN TUGASNYA
kebersamaan dalam menghadapi tantangan
sejarah masa kini yang juga merupakan perekat Sejarah Ketuhanan dalam Masyarakat
yang mempersatukan dan memberi dasar Indonesia
keberadaan bangsa-bangsa di dunia. Wawasan 1. Diawali dengan munculnya dua kepercayaan yakni :
kebangsaan ialah cara pandang bangsa Indonesia Animisme : Kepercayaan kepada benda (misal
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar pohon, batu)
1945 tentang diri dan lingkungannya yang Dinamisme : Kepercayaan kepada segala sesuatu
mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di yang mempunyai tenaga dan kekuatan.
tengah-tengah lingkungan nusantara itu. Adapun Alam : menyembah fenomena alam (misal matahari,
unsur-unsur dasar wawasan kebangsaan adalah petir)
wadah (organisasi), isi dan tata laku. Dari wadah Bertani : menyemba dewa (misal Dewi Sri sebagai
dan isi wawasan itu terdapat bidang-bidang usaha dewi padi)
untuk mencapai kesatuan dan keserasian dalam 2. Kemudian, kepercayaan tersebut berkembang
bidang-bidang : Satu kesatuan bangsa, satu menjadi :
kesatuan budaya, satu kesatuan wilayah, satu MASA AGAMA ASAL
kesatuan ekonomi, dan satu kesatuan hankam. Abad ke-3 Pengaruh India
Wawasan nusantara sebagai geopolitik Indonesia agama Hindu
merupakan cara pandang bangsa Indonesia dan Buddha
tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Abad ke-7 Pengaruh Timur Tengah
Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan agam Islam (Pedagang Arab,
geografi wilayah nusantara yang menjiwai India, China)
kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau Abad ke-16 Pengaruh Eropa
cita-cita nasionalnya. Wawasan nusantara juga agama Kristen
berperan untuk membimbing bangsa Indonesia
dalam penyelenggaraan kehidupannya serta 3. Sistem kepercayaan yang masih bertahan:
sebagai rambu-rambu dalam perjuangan mengisi Sunda Wiwitan (Banten, Jawa Barat) dan Kejawen
kemerdekaan. (Atika, Okta/L) (Jawa Tengah dan Jawa Timur)
Kolonialisme Belanda
B. Deskripsi Singkat 4. Masuknya kolonialisme Belanda melucuti peran
 Makna politis: merupakan manifestasi agama (terutama Islam), agama hanya dibatasi pada
kesadaran nasional yang mengandung cita-cita urusan peribadata semata sehingga muncul
dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk sekularisasi politik, yakni paham yang memisahkan
merebut kemerdekaan atau mengenyahkan agama dalam dunia politik.
penjajahanmaupun sebagai pendoronguntuk 5. Sekularisasi berpuncak saat pemerintah Liberal
membangun dirinya maupun lingkungan berkuasa pada paruh kedua abad 19. Sehingga
masyarakat, bangsa dan negaranya. muncul sekolah sekuler bergaya Eropa. Muncul pula
 Makna dalam arti sempit: Nasionalisme elite pribumi yang mengandung pandangan dunia
adalah suatu sikap yang meninggikan sekuler.
6. Kaum elite pribumi yang kemudian menggugat kaum kata di belakang sila Ketuhanan. Tujuh kata tersebut
kolonial yang diskriminatif terhadap masyarakat diganti dengan “Yang Maha Esa” sehingga berbunyi
pribumi. “Ketuhanan Yang Maha Esa”
Penjajahan Jepang  Mohammad Hatta berperan besar dalam pencoretan
7. Jepang melarang masuknya agama Islam dalam tujuh kata tersebut dengan mendekati tokoh-tokoh
dunia politik. Misal, BPUPKI hanya terdiri 13 orang Islam agar mengganti tujuh kata dibelakang kata
(Islam)dari 63 anggota. ketuhanan
Organisasi Islam  alasannya demi menjaga persatuan bangsa, alasan
Nama Organisasi Tahun Bidang inilah yang membuat golongan Islam menyetujui
Serikat Dagang 1908 Ekonomi pencoretan tujuh kata tersebut.
Islam
Muhammadiyah 1912 Pendidikan Implementasi Nilai-nilai Ketuhanan dalam
Nahdlatul Ulama 1926 Pendidikan kehidupan Sehari-hari
Sarekat Islam 1911 Politik Sila ketuhanan dalam Pancasila menjadikan Indonesia
bukan sebagai negara sekuler yang membatasi agama
8. Sarekat Islam merupakan pelopor berdirinya dalam ruang privat. Pancasila justru mendorong nilai-
organisasi kedaerahan dan partai politik. nilai ketuhanan mendasari kehidupan bermasyarakat
- Sarekat Islam berubah menjadi Partai Sjarikat Islam dan berpolitik. Namun, Pancasila juga tidak
Indonesia (PSII) tahun 1929. menghendaki negara agama, yang mengakomodir
- Persatuan Politik Katolik Indonesia (PPKI) tahun kepentingan salah satu agama. Karena hal ini akan
1938 membawa pada tirani yang memberangus pluralitas
- Partai Masehi Indonesia (PKMII) tahun 1930 bangsa. Dalam hal ini, Indonesia bukan negara sekuler
sekaligus bukan negara agama.
Ketuhanan dalam Perumusan Pancasila
 Nilai-nilai tentang ketuhanan mewarnai gagasan Nilai-nilai ketuhanan yang dikehendaki Pancasila
tentang kebangsaan. adalah nilai ketuhanan yang positif, digali dari nilai-nilai
 Soekarno memandang nilai-nilai ketuhanan keagamaan yang terbuka (inklusif), membebaskan, dan
merupakan pembeda antara nasionalisme gaya menjunjung tinggi keadilan dan persaudaraan. Dengan
Eropa dengan nasionalisme Indonesia. menempatkan nilai-nilai ketuhanan sebagai sila tertinggi
 Golongan Islam memandang negara tidak bisa di atas sila-sila yang lain, kehidupan berbangsa dan
dipisahkan dari agama, sedangkan golongan bernegara memiliki landasan rohani dan moral yang
kebangsaan berpandangan negara hendaknya kuat. Sebagai landasan rohani dan moral dalam
netral terhadap agama. Golongan Islam ingin berkehidupan, nilai-nilai ketuhanan akan memperkuat
adanya penyatuan negara dan agama, sedang etos kerja. Nilai-nilai ketuhanan menjadi sumber
golongan kebangsaan ingin ada pemisahan negara motivasi bagi masyarakat dalam menjalankan
dan agama. kehidupan sehari-hari.
 Perbedaan pandangan kedua golongan lebih
disebabkan karena lingkungan pengetahuan yang Implementasi nilai-nilai ketuhanan dalam kehidupan
berbeda berdemokrasi menempatkan kekuasaan berada di
 Gagasan alternatif di luar dua golongan digulirkan bawah Tuhan dan rakyat sekaligus. Demokrasi
oleh Mohammad Hatta dan Soekarno, dua tokoh Indonesia tidak hanya berarti daulat rakyat tapi juga
berpendidikan Barat yang punya akar keislaman daulat Tuhan, sehingga disebut dengan teodemokrasi.
kuat. Ini bermakna bahwa kekuasaan (jabatan) itu tidak
 Hatta mengemukakan bahwa dalam islam tidak hanya amanat manusia tapi juga amanat Tuhan. Maka,
dikenal pemisahan atau pertentangan antara agama kekuasaan (jabatan) harus diemban dengan penuh
dan negara. Namun urusan agama dipisah dengan tanggung jawab dan sungguh-sungguh. Kekuasaan
urusan negara agar tidak saling campur aduk. (jabatan) juga harus dijalankan dengan transparan dan
 Dalam pidatonya pada 1 Juli 1945, Soekarno akuntabel karena jabatan yang dimiliki adalah amanat
mengemukakan bahwa dirinya tidak mendukung manusia dan amanat Tuhan yang tidak boleh dilalaikan.
gagasan Islam sebagai dasar negara
 Soekarno mengusulkan prinsip ketuhanan sebagai Nilai-nilai ketuhanan diimplementasikan dengan cara
salah satu dari lima filosofi dasar negara yang mengembangkan etika sosial di masyarakat. Nilai-nilai
disebut pancasila. ketuhanan menjiwai nilai-nilai lain yang dibutuhkan
 Panitia sembilan dibentuk sebagai upaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara seperti
mempertemukan pandangan antara dua golongan persatuan, kemanusiaan, permusyawaratan, dan
yang ada terkait dasar negara. keadilan sosial.
 Pada alinea ketiga disebutkan, ”Atas berkat rahmat
Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai ketuhanan
keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan diharapkan bisa memperkuat pembentukan karakter
yang bebas.” Alinea ini mencerminkan pandangan dan kepribadian, melahirkan etos kerja yang positif, dan
kedua gol. Tersebut memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan
 Pada sidang PPKI 18 Agustus 1945,PPKI potensi diri dan kekayaan alam yang diberikan Tuhan
menyetujui naskah Piagam Jakartaa kecuali tujuh untuk kemakmuran masyarakat.
 Prinsip kemanusiaan sebagai salah satu dasar
negara Indonesia (dalam pidato Soekarno, Sidang
BPUPKI 1 Juni 1945)
B. PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI-  Dalam pidatonya, Soekarno menambahkan
NILAI KEMANUSIAAN BAGI ASN DALAM Kebangsaan atau Nasionalisme dan Kemanusiaan
MENJALANKAN TUGASNYA atau Internasionalisme saling melengkapi satu
Sejarah Nilai-nilai Kemanusiaan dalam sama lain.
Masyarakat Indonesia Perspektif Teoritis Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam
 Sejarah interaksi nenek moyang kita dengan Kehiduan Berbangsa
berbagai bangsa dan peradaban dunia memberi Semangat demokrasi beriringan dengan meningkatnya
andil dalam menumbuhkan nilai kekeluargaan kesadaran atas Hak Asasi Manusia (HAM) pasca
antar bangsa atau yang disebut dengan Perang Dunia II. Pada 10 Desember 1948 disepakati
perikemanusiaan. Univesal Decaration of Human Rights, berupa 30 pasal
 Sejak awal masehi nenek moyang bangsa berisi pokok-pokok pandangan Majelis Umum PBB
Indonesia mulai mengarungi Samudera Hindia tentang jaminan HAM di bidan poliik ekonomi, sosial,
untuk mencapai benua Afrika dan Madagaskar. Di dan budaya.
Afrika, Pelaut nusantara mengenalkan jenis Namun, semangat tersebut mendapat hambatan karena
tanaman, teknologi dan seni kepada penduduk di dunia memasuki Perang Dingin (1947-1991). Indonesia
sana. berperan aktif mendukung Gerakan Non-Blok saat
 Pelayaran dan perdagangan mulai mengalami terbangunya aliansi Blok Barat dan Blok Timur.
masa kejayaan sejak hadirnya kerajaan Sriwijaya Sebagai negara yang baru merdeka, Indonesia belum
dan Majapahit. Pelayaran dan perdagangan yang bisa memenuhi kebutuhan atas HAM dan kandungan
dilakukan oleh nenek moyang kita memungkinkan yang ada dalam konstitusi yang baru terbentuk belum
perjumpaan antar peradaban, terjadilah bisa terealisasi di ranah politik.
persilangan budaya memungkinkan saling belajar Kesulitan Indonesia dalam melaksanakan HAM juga
nilai- nilai dan pengetahuan satu sama lain. dialami negara-negara Dunia Ketiga yang baru merdeka
 Adanya pengaruh budaya yaitu pengaruh Islam, dan menimbulkan perbedaa perspektif dalam
Cina dan Barat memandang HAM, yaitu :
 Pengaruh Barat semakin kuat pada masa liberal  Universalisme : hak semua orang yang bersifat
dan dilanjutkan pada abad berikutnya dengan universal, tanpa memandang di mana orang itu
kebijakan politik etis oleh Belanda berada (Banyak di Dunia Barat)
 Belanda menerapkan politik etis sebagai bentuk  Partikularisme : HAM harus disesuaikan dengan
hutang budi Belanda terhadap Hindia Belanda kondisi masyarakat di mana orang itu berada yang
dengan memprioritaskan 3 program: pendidikan, mencakup kondisi kultural, sosial, dan politik.
irigasi, transmigrasi. (Negara-negara dunia ketiga)
 Dari 3 program tersebut, pendidikan menjadi Akibat globalisasi, HAM menjadi tuntutan yang universal
program utama, sehingga mulai muncullah kaum dimana menuntut saling ketergantugan antarnegara.
intelektual yang kelak berhimput merintis  Sisi positif : menimbulkan peluang emas dalam
kemerdekaan Indonesia. perekonomian terutama bagi negara-negara maju.
 Muncullah gerakan modernisasi Islam yaitu  Sisi negatif : peguasaan ekonomi oleh negara maju
gerakan yang bertujuan untuk melakukan atas negara yang terbelakang sebagai
pembaruan negara dan masyarakat dengan cara konsekuensi dari pasar bebas.
mengadopsi metode ilmu pengetahuan, dan Globalisasi berdasarkan ideologi neo-liberalisme
teknologi modern dengan tetap mempertahankan menimbulkan efek negatif bagi negara Dunia Ketiga dan
Islam sebagai basis kulturalnya. Tujuan: menyulitkan penegakkan HAM dalam agenda
kebangkitan Islam secara politik. pembangunan. Disinilah pentingnya dua prinsip, yakni
 Pada abad ke-20, pengaruh berbagai peradaban nasionalisme dan internasionalisme.
dunia memberi warna bagi munculnya berbagai Implementasi Nilai-nilai Kemanusiaan dalam
corak gerakan sosial. Kehidupan Sehari-hari
 Adanya pengaruh dari berbagai pemikiran dan Kemerdekaan Indonesia merupakan ungakapan
gerakan internasional ini membuat nasionalisme kepada dunia harus dibangun berdasarkan
yang hendak dibangun oleh perintis kemerdekaan kesederajatan antar bangsa dan eligitarisanisme antar
sebagai nasionalisme yang terbuka. umat manusia. Dalam hal ini semangat nasionalisme
tidak bisa lepas dari semangat kemanusiaan.
Kemanusiaan dalam Perumusan Pancasila Bung Hatta memandang sila kedua Pancasila memiliki
 Dalam upacara pembukaan BPUPKI (28 Mei konsekuensi ke dalam dan ke luar. Ke dalam berarti
1945), Ketua BPUPKI, Radjiman Wediodiningrat menjadi pedoman negara dalam memuliakan nilai-nilai
menyampaikan pentingnya memuliakan nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Ini berarti negara
kegotongroyongan dalam kekeluargaan menjalankan fungsi “melindungi segenap bangsa
 Mendapat peneguhan dari Muhammad Yamin saat Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,
hari pertama sidang BPUPKI, ia menyebutkan memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan
tujuan kemerdekaan dengan salah satu dasarnya kehidupan bangsa”. Konsekuensi ke luar berarti menjadi
kemanusiaan (inter-nasionalisme) pedoman politik luar negeri bebas aktif dalam rangka,
“ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang tumbuhnya blok nasionalis pada dekade
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan berikutnya.
keadilan sosial”
Dalam germpuran globalisasi, pemerintahan harus
Perspektif teoritis
memperhatikan prinsip kemanusiaan dan keadilan
1. Ben Anderson
global dan dunia. Jangan sampai lebih mementingkan
Bangsa: konsep budaya tentang suatu komunitas politis
kemanusiaan dalam negeri namun melupakan
yang secara keseuruhan dibayangkan sebagai kerabat
pergulatan dunia, maupun sebaliknya.
yang bersifat terbatas dan berdaulat
Pada prinsip kemanusiaan ini, perilaku yang tidak
Negara: konsepsi politik tentang sebuah kesatuan politik
sesuai dengan kemanusiaan tidak sepatutnya dilakukan
yang berdaulat yang tumbuh berdasarkan kesepakatan
oleh aparatur sipil negara. Fenomena kekerasan,
dan kontrak social yang eletakkan individu kedalam
kemiskinan, ketidakadilan, dan kesenjangan sosia
kerangka kewarganegaraan
merupakan kenyataan yang bertentangan dengan nilai-
2. Cultural nationalism
nilai kemanusiaan. (Fel)
Konsep kebangsaan yang memandang bahwa
kemanusiaan secara inheren di organisasikan kedalam
BAB III NILAI-NILAI NASIONALISME komunitas historis yang masing-masing diwarnai oleh
PANCASILA BAGI ASN (SILA 3 S/D SILA 5) kekuatan uniknya sendirimelalui ekspresi kekhasan
A. PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI SILA budaya, berbasiskan ada persada alamiah, dan tata
PERSATUAN BAGI ASN DALAM pemerintahan yang khas.
MENJALANKAN TUGASNYA 3. Indonesia menganut Political nationalism
Pendekatan Historis mengandung unsur cultural nationalism
 Indonesia merupakan Negara Lautan Negara menjai unsur pemersatu tetap
(Archipelago) / Negara Kepulauan mempertahankan unsur historis warisan budaya, etnis
 Indonesia terdiri dari 18108 pulau dan agama
 Indonesia memiliki wilayah yang luas dan juga 4. Lima aspek kebangsaan menurut john
sangat strategis karena berada pada posisi titik Hutchison
persilangan antar benua dan antar samudera.  unit politik sekuler
 Sejak lama indoenesia sudah menjadi silang  teritori yang terkoonsolidasikan
budaya dari peradaban besar dunia.  lebih homogeny dibandingkan dengan
 Indonesia juga menjadi bangsa yang majemuk masyarakat polietnis sebelumnya
secaraparipurna karena kemajemukan kultural,  unit budaya tertinggi berlandaskan pada
agama, social, dan territorial yang mampu menyatu standarisasi buda4 unit budaya tertinggi
dalam komunitas politik kebangsaan Indonesia. berlandaskan pada standarisasi budaya baca
 Oleh karena itu, diperlukan sebuah prasyarat  munculnya kelas menengah baru yang mudah
tertentu untuk tetap mempertahankan Persatuan berpindah
Indonesia ditengan pluralitas nilai dan kepentingan 5. Kelemahan aliran moderenis menurut john
Hutchison
Tumbuhnya Kesadaran Nasionalisme Purba dan a. pada banyak eriode sejarah , etinisitas
Nasionalisme Tua menyediakan kerangka penting bagi identitas
Perbedaan dalam melihat tumbuhnya kesadaran kolektif dan tindakan politik kolektif
nasionalisme di Indonesia : b. gagal mengetahui adanya keragaman
perbedaan sumberdaya yang tidak bisa
1. Kesadaran Nasionalisme Purba (Archaic diprediksi dan dinamisme dalam era modern
Nasionalism) yang dapat bertindak sebagai katalis bagi
 Muncul dalam masyarakat sederhana saat rezim formasi etnisitas.
kolonialisme c. etnisitas menjelma dan masuk kedalam sastra,
 Bersifat lokalitas dan banyak didukung oleh agama, hokum, social politik, dan pada paraf
tertentu sama dengan bangsa modern.
komunitas keagamaan
d. gagal mengakui kerapuhan dari Negara dalam
2. Nasionalisme Tua (Proto-Nationalism) dunia modern yang mengarah pada
 Dilandasi oleh kemunculan gerakan sosial yang kebangkitan etno komunal
lebih terorganisir (contoh : Syarikat Islam, e. prinsip etnik pada taraf tertentu mendefinisikan
Syarikat Dagang Islam, STOVIA, Muhamadiyah, watak dari kebangkitan kembali dan memiliki
ISDV, Boedi Oetomo, dll) efek yang berbeda dalam formasi Negara
modern.
 Ada 2 faktor pemersatu yaitu agenda bersama 6. Prespektif primordalis
yang menjadi titik temu dalam agenda publik dan Bangsa merupakan pemberian historis yang terus hadir
afiliasi (keanggotaan) ganda sebagai jembatan dalam sejarah manusia dan memperlihatkan kekuatan
diantara perhimpunan-perhimpunan inheren pada masa lalu dan masa kini.
 Afiliasi ganda menjadi sirkulasi informasi dan 7. Prespektif primordalis
Bangsa bisa ditemukan di berbagai zaman sebelum
realokasi sumber daya yang menjadi cikal bakal
periode modern.
8. Dalam konteks kebangsaan prespektif pemanfaatan tanah membutuhkan persetujuan
etnosimbolis lebih mendekati kenyataan di Indonesia, warga.
terutama direpresentasikan dengan Negara persatuan - hak untuk mengadakan protes  jika ada aturan
dengan segala simbolnya untuk mengatasi faham raja yang dipandang tidak adil
golongan dan perseorangan, konstitusi dan - hak untuk menyingkir dari daerah kekuasaan raja
perundang-undangan, ideologi pancasila, kesamaan  hak perseorangan untuk menentukan nasib
warga didepan hukum dan bahasa persatuan. sendiri.
b. Ajaran Islam yang menuntut persaudaraan
dan kesamaan derajat
Nilai demokrasi dalam Islam bersumber dari nilai-
nilai tauhid jadi setiap oraang sama atu sederajat di
Implementasi Nilai Persatuan Indonesia Dalam hadapan Tuhan. Praktiknya saat Nabi Muhammad
Membangun Semangat Nasional membangun kota Madinah yang saat itu dihuni oleh
beragam agama dan suku , seluruh kekuatan
 Upaya melaksanakan sila ketiga adalah dengan masyarakat bersatu tanpa membeda-bedakan
cara membangun rasa kebangsaan yang harus kelompok agama.
terus menerus dibina, dilakukan dan ditumbuh Di daerah pesisir Indonesia, agama Islam merubah
kembangkan. sistem kemasyarakatan dari sistem feodal berbasis
 Soekarno menyatakan bahwa pengikat kasta ke sistem masyarakat yang lebih egaliter.
manusia untuk menjadi satu jiwa adalah c. Paham demokrasi Barat yang memengaruhi
kehendak untuk hidup bersama. pemimpin pergerakan kemerdekaan.
 Keberadaan bangsa Indonesia juga didukung Pertumbuhan nasionalisme dan demokrasi di Barat
oleh semangat gotong royong. Semangat terjadi bersamaan dengan industrialisasi dan
gotong royong dapat diperkuat dengan terus kapitalisme
menerus mengembangkan pendidikan  Kehadiran kolonialisme di Indonesia membawa 2
kewarganegaraan dan multi-kulturalisme yang dampak :
dapat membangun rada keadilan dan a. Adanya tekanan kolonialisme dan kapitalisme
kebersamaan. b. tumbuhnya gagasan humanisme dan
 Dua tujuan nasionalisme dari semangat gotong demokrasi barat  kehadiran institusi
royong, yaitu kedalam dan keluar. pendidikan yang lebih modern, munculnya pers
 Kedalam  menghargai kemajemukan dan dan percetakan, berdirinya partai politik dan
keanekaragaman dan saling membantu antar dibentuknya dewan rakyat ( Volkstraad).
budaya, suku, etnis, agama dapat mewarnai Voolkstaad awalnya hanya memberikan
bangsa Indonesia. nasehat ke Gubernur dan jumlah pribumi sedikit
 Keluar  menjunjung tinggi persaudaraan, lalu berkembang menjadi membuat undang-
perdamaian, dan keadilan antar umat manusia. undang bersamaa Gubemur dan jumlah
 Dengan inilah, Negara Indonesia harus pribuminya ditambah  keikutsertaan rakyat
mampu melindungi segenap bangsa dan pribumi meningkatkan kesadaran dalam
mampu memberikan kebaikan bersama bagi berbangsa dan bernegara khususnya belajar
warganya tanpa memandang etnis dan berparlemen.
golongan. Permusyawaratan dalam Perumusan Pancasila
• Kedaulatan rakyat bermula sejak sidang
pertama BPUPKI tanggal 29 Mei 1945.
B. PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI- • Menurut Muhammad Yamin, kedaulatan rakyat
NILAI KERAKYATAN DALAM HIKMAT adalah tujuan kemerdekaan, sedangkan
KEBIJAKSANAAN DALAM permusyawaratan adalah salah satu dasar negara.
PERMUSYAWARATAN BAGI ASN DALAM Selain itu, anggota lain mengemukakan
MENJALANKAN TUGASNYA kekeluargaan adalah landasan bernegara.
Sejarah Nilai-nilai Permusyawaratan dalam • Dalam pidato 1 Juni 1945, Soekarno
Masyarakat Indonesia mengungkapkan prinsip “mufakat atau demokrasi”
 Tradisi musyawarah ada karena: keragaman sebagai dasar ketiga. Soekarno mengungkapkan
masyarakat nusantara yang memunculkan bahwa negara Indonesia didirikan sebagai negara
semangat persaudaraan dan kesederajatan warga “semua untuk semua.”
(karakter sosiologis) dan persamaan pengalaman • Dua fungsi demokrasi permusyawaratan
hidup dalam pemerintahan kolonial yang penuh menurut Soekarno, yaitu:
penindasan. 1. badan permusyawaratan/perwakilan bisa
 Tiga sumber yang menghidupkan cita-cita menjadi ajang memperjuangkan aspirasi beragam
demokrasi: golongan yang ada di masyarakat.
a. Tradisi demokrasi di pemerintahan desa 2. semangat permusyawaratan bisa menguatkan
- musyawarah = berasal dari jaman kerajaan  negara persatuan, bukan negara untuk satu
tanah adalah faktor produksi penting  sehingga golongan atau perorangan.
bukan milik kerajaan  tetapi punya warga  maka • Rumusan permusyawaratan dirumuskan oleh
Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945.
Perspektif Teoritis Nilai-nilai permusyawaratan menetapkan konstitusi serta memilih presiden dan wakil
dalam Kehidupan Berbangsa presiden. Sehari sebelumnya (17 Agustus 1945),
3 syarat pemerintahan demokratis : Muhammad Hatta kedatangan seorang perwira
 Kekuasaan pemerintah berasal dari rakyat Angkatan Laut (AL) Jepang atas permohonan
yang dipilih Nishijama, Asisten Laksamana Maeda. Perwira ini
 Kekuasaan itu harus dibatasi memberitahukan bahwa orang-orang Katolik dan
 Pemerintah harus berdaulat Protestan di Indonesia Timur sangat keberatan dengan
Klausul Islam dalam Pembukaan UUD 1945 karena
1. Demokrasi Pancasila : dianggap sangat diskriminasi. Pagi hari menjelang rapat
 diterima baik secara teori maupun PPKI dimulai, Hatta mendekati tokoh-tokoh Islam agar
praktek di Indonesia bersedia mengganti kalimat:”Ketuhanan dengan
kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-
2. Demokrasi Permusyawaratan : pemeluknya” dalam rancangan Piagam Jakarta dengan
 Perlunya keselarasan antara kalimat: “Ketuhanan Yang Maha Esa” alasannya demi
demokrasi politik dan demokrasi menjaga persatuan bangsa.
ekonomi
 Kemajemukan Indonesia dalam
berbagai bidang C. PEMAHAMAN DAN IMPLEMENTASI NILAI-
 Pengambilan keputusan melalui NILAI KEADILAN SOSIAL BAGI ASN DALAM
proses musyawarah yang intens MENJALANKAN TUGASNYA

3. Demokrasi Deliberatif Perspektif Historis


masyarakat adil makmur adalah impian kebahagiaan
 Meletakan keutamaan diskusi dan
bangsa Indonesia. demi mewujudkan masyarakat yang
musyawarah dengan argumentasi
adil dan makmur, banyak pengorbanan yang telah
berlandaskan consensus dibanding
dilakukan oleh pahlawan bangsa. Semangat keadilan
voting
dan kemakmuran tersebut memiliki 2 dimens yaitu
Dua model demokrasi :
kenangan dan harapan. Disebut kenangan karena
 Majoritarian democracy : demokrasi yang
Indonesia memiliki cerita sejarah nostalgia terkait masa
lebih mengutamakan suara mayoritas
kemakmuran, kejayaan bangsa Indonesia pada masa
 Consensus democracy : demokrasi pra kolonial. Disebut harapan karena setelah
yang lebih mengutamakan konsensus kolonialisme berlalu, penderitaan dan kemiskinan rakyat
Kehendak pendiri bangsa Indonesia menerapkan akan di transformasikan ke dalam pencapaian yang
demokrasi consensus (demokrasi permusyawaratan) agung, keadilan, kemakmuran. Menurut Soekarno
merupakan pilihan yang tepat bagi bangsa Indonesia, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan beberapa
karena Indonesia merupakan negara majemuk yang syarat yaitu syarat ruhaniah, badaniah, material,
terdiri dari beragam agama, ideology, bahasa, budaya, spiritual, dan mental.
dan etnis. Masa perkembangan perekonomian Indonesia zaman
Pra Modern atau ke 18 masehi memperlihatkan sungai
Implementasi dan lautan menunjukkan hubungan erat perdagangan
Demokrasi Indonesia bercorak nasional maritim. Posisi Indonesia sebagai negara maritim,
berdasarkan atas asas kerakyatan, permusyawaratan, berada pada posisi titik silang antara lautan hindia dan
dan hikmat kebijaksanaan. lautan cina selatan dengan Jawa sebagai pusatnya.
Kerakyatan berarti adanya penghormatan bagi Masa ini mengalami gangguan setelah kedatangab
rakyat. kekuatan dari luar (Eropa) pada masa kolonialisme.
Ciri permusyawaratan: negara menghendaki Mereka tertarik akan kekayaan alam nusantara sebagai
persatuan di atas kepentingan perseorangan dan komoditi perdaban di pasar global.
golongan. Sejak abad ke 16 datang penjajah dari negara negara
Hikmat kebijaksanaan menghendaki adanya Eropa untuk mengeruk keuntungan ekonomi dan
landasan etis dalam berdemokrasi. perdagangan, di balik itu internal kerajaan mulai muncul
Diharapkannya munculnya mentalitas masyarakat perselisihan, konflik, perpecahan dan permusuhan
yang mengutamakan kepentingan umum. Oleh karena akibat diadu domba oleh mereka untuk mencari
itu voting harus menjadi pilihan terakhir jika mufakat kesempatan untuk menyuntikkan kolonialisme dan
tidak dapat dicapai dengan musyawarah. imperialisme di Indonesia.
Belanda adalah negara yang paling kuat dan lama
Pendekatan Musyawarah Mufakat Dalam menjajah nusantara dan menyatukan armada
Merumuskan Dasar Negara Indonesia dagangnya dalam sebuah kongsi perdagangan yaitu
Ada kisah menarik tentang bagaimana pratek VOC (Vreenigde Ost Indische Compagnie) yang
musyawarah yang mengutamakan mufakat menguasai perdagangan selama kurang lebih 200
(consensus) dibangun ketimbang mengikuti klaim tahun. Hegemoni kekuasaan VOC telah membawa
mayotitas, yaitu pencoretan “Tujuh Kata Dengan kehancuran dan surutnya perekonomian nusantara.
Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pertumbuhan ekonomi lebih banyak dikuasai oleh
Pemeluknya” dari Piagam Jakarta. Sidang PPKI tanggal kekuatan ekonomi kapitalus kolonialis. Ekonomi
18 Agustus 1945 dianggap sangat penting karena akan
kelompok pribumi tidak mrata da terus mengalami - Ada ketimpangan dalam sistem prduksi dan
kemunduran. Setelah VOC runtuh eksploitasi ekonomi distribusi
Indonesia digantikan melalui pengembangan Sisten - Tiga hal ancaman terhadap disharmoni sosial
Tanam Paksa. Produk yang dihasilkan seperti kopi, menurut Aristoteles:
tembakau, teh, rempah-rempah, gula yng dihasilkan a. Perolehan dijadikan tujuan bukan alat
petani Indonesia. kehidupan
Sedemikian buruknya dampak invasi imperialisme dan b. Akumulasi modal dan kekayaan yang
kapitalisme bagi perekonomian rakyat indonesia. tidak mengenal batas
Serbuan kapitalisme imperialisme juga merobohkan c. Keuntungan masyarakat diperoleh atas
dan merusak tatanan persekutuan sosial yang ada kerugian orang lain
tanpa menghidupkan tatann sosial yang baru. Pada Untuk mengatasi kondisi tersebut dapat
awal abad ke 20 muncul perkumpulan yang berusaha digunakan dua konsep keadilan yaitu keadilan
memperjuangkan perbaikan dan keadilan ekonomi yang koumtatif dan keadilan distributif.
memiliki tujuan untuk memajukan kesejahteraan, 2. Pendekatan keadilan ekonomi merkantilis
pendidikan, dan solidaritas pribumi. - Konsep Hukum Alam sebagai justifikasi dalam
Untuk mewujudkan gagasan keadilan sosial dalam membenarkan hukum perdagangan bebas.
kesejahteraan, Soekarno menawarkan pemikira - Fransisco De Victoria menerapkan konsep
Marhaenisme, sebagai bentuk sosialisme ala Indonesia. Hukum Alam pada hubungan antar bangsa.
Menurut Muh. Hatta menawarkan perlunya kerja sama Menurut Fransisco, Perniagaan internasional
tolong menolong dalam suasan kesederajata, sebagai harus bebas bukan sebagai suatu kewajiban
upaya untuk memperjuangka keadilan sosial dan dari hukum alam
kemakmuran bangsa. Sedangkan menurut Suta Sjahrir - Pemikiran Merkantilisme Kontemporer
sosialisme yang diperjuangkan adalah sosialisme yang dibentuk oleh 2 faktor, yaitu, Ekspansi cepat
memerdekakan manusia dari penindasan dan perdagangan dunia dan eksplorasi seberang
penghisapan oleh manusia. Negara harus mampu laut, dan faktor bangsa sebagai entitas politik.
menjembatani dinamika masyarakat dan 3. Pendekatan keadilan ekonomi pasca merkantilis
mengharmonisasikan kekuatan kekutan yang ada di - Mengedepankan liberalisasi perdagangan dan
dalamnya. Gagasan Sjahrir dikenal denga istilah mengurangi peran negara
"Negara Kesejahteraan". Ada beberapa bentuk - Mekanisme pasar yang menguntungkan
intervensi yang bisa dilakukan oleh negara dalam semua pihak dapat tercipta apabila terjadi
mendorong terwujudnya keadilan dan kesejahteraab kondisi persaingan yang sempurna (perfect
sosial, yaitu: competition)
- standar penghidupan minimum - Persaingan sempurna akan memunculkan
- upah untuk memenuhi keperluan hidup secara invisible hand yang membawa keuntungan
sederhana dan layak ditetapkan batas upahnua bagi semua pihak
dengan peraturan yang bijaksana - Pemerintah mempunyai peran penting dalam
-pesangon (pensiun) bagi orang tua mendukung mekanisme pasar sebagai suatu
- kebebasan dari kewajiban membayar pajak bagi institusi sosial.
mereka yang minim penghasilannya - Peran pemerintah : penyediaan sarana publik,
- kerja 8 jam perhari bagi pekerja penegakan hukum dan keadilan, dll sehingga
- anak dibawah 15 tahun tidak boleh menjadi buruh memungkinkan invisible hand beroperasi lebih
- perempuan hamil tidak boleh bekerja efektif.
- ada uang pengganti untuk ongkos berobat
- ekstra gaji buruh yang mendapat kecelakaan Membumikan Keadilan Sosial dalam Kerangka
untuk memenuhi jaminan tersebut di atas, ada Pancasila
beberapa tugas yang harus dilaksanakan oleh negara Negara merupakan organisasi masyarakat yang
- membuat aturan pajak progresif bertujuan menyelenggarakan keadilan. Dua syarat;
- membuat UU sosial keselamatan kerja emansipasi dan partisipasi bidang politik sejalan dengan
- menetapka batas upah minimun bidang ekonomi. Sosio Demokrasi disebut oleh
- menghapus hukuman sanksi rodi dan segala bentuk Soekarno.
kerja paksa Negara kesejahteraan yaitu, bentuk pemerintahan
- mengeluarkan UU anti riba demokratis menegaskan bahwa Negara bertanggung
- peraturan yang mewajibkan semua oranbuntuk jawab terhadap kesejahteraan rakyat. Tuntutan negara
menyekolahkan anak-anaknya, dan bebas biaya kesejahteraan sosial ialah fungsi sosial dari hak milik
sekolah bagi anak miskin hingga umur 15 tahun (wajib pribadi.
belajar pendidikan dasar) Keadilan sosial perwujudan imperative etis dari
- memerangi buta huruf melalui penugasan rakyat dan Pancasila dan UUD 1945, dalam pasal 33 UUD 1945
pendidikan umun berbunyi, “perekonomian berdasar atas demokrasi
ekonomi, kemakmuran bagi semua orang”. Peran
Perspektif Teoritis Negara ada dalam empat kerangka yakni;
Ada tiga pendekatan teoritis: 1. Relasi adil disemua tingkat sistem masyarakat
1. Pendekatan keadilan ekonomi pra merkantilis 2. Struktur yang menyediakan kesetaraan
kesempatan
3. Fasilitasi akses atas informasi Yang menjadi tugas pokok ASN terutama adalah
4. Dukungan partisipasi pengambilan keputusan pelaksana atau pengimplementasian kebijakan.
bagi semua orang Implementasi kebijakan publik menurut Donald S.Van
Perwujudan negara ditentukan integritas dan mutu Meter dan Carl e. Van Horn adalah bahwa implementasi
penyelenggara negara disertai rasa tanggung jawab kebijakan dipahami sebagai tindakan tindakan yang
dan rasa kemanusiaan. Untuk mewujudkan keadilan dilakukan oleh organisasi publik yang diarahkan untuk
sosial berlaku prinsip “berat sama dipikul ringan sama
mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan dalam
dijinjing”.
keputusan keputusan sebelumnya.
Singkatnya, implementasi kebijakan publik merupakan
BAB IV ASN SEBAGAI PELAKSANA
proses kegiatan administrasif yang dilakukan setelah
KEBIJAKAN PUBLIK
kebijakan ditetapkan dan disetujui (Tachjan (2006))
Peran ASN dalam kebijakan publik sangat penting
ASN sebagai Pelaksana Kebijakan Publik
karena menjadi ujung tombak dalam implementasi dan
Thomas R. Dye (Understanding Public Policy 1981)
operasionalisasi kebijakan untuk kepentingan bangsa
menyebutkan bahwa kebijakan publik adalah apapun
dan negara. Melalui ASN lah kepentingan-kepentingan
yang dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan atau tidak
publik dapat dipenuhi.
dilakukan.
ASN yang Berorientasi pada Kepentingan Publik
ASN adalah aparat pelaksana (eksekutor) yang
1. UU ASN memberlakukan sisten merit dimana
melaksanakan segala peraturan perundang undangan jabatan profesional yang menuntut persaingan dan
yang menjadi landasan kebijakan publik di berbagai kompetensi.
bidang dan sektor pemerintahan. 2. Kehadiran UU tersebut bertolak belakang dari upaya
untuk memperbaiki sifat layanan birokrasi yang buruk.
James E. Anderson dalam buku Public Policy 3. Dulu birokrasi yang menguasai politik, sebaliknya
Making:An introduction (1975) mengungkapkan bahwa setelah reformasi politiklah yang menguasai birokrasi.
kebijakan publik adalah suatu tindakan yang ditujukan 4. Kehadiran UU ASN bentuj upaya untuk memperbaiki
secara spesifik yang dilakukan oleh negara untuk keadaan tersebut dengan menempatkan ASN sebagai
merespon suatu permasalahan (yang mengeluarkan bagian dari birokrasi yang melayani kepentingan publik
keb publik adalah pemegang otoritas). 5. Gasperzbdalam Lukman (1998:8) mengemukakan
dimensi kualitas pelayanan yang meliputi:
1. Keteapatan waktu pelayanan
Pemegang otoritas adalah ia yang bergelut dalam
2. Akurasi pelayanan
keseharian sistem politik yang diakui oleh anggotanya
3. Kesopanan, keramahan dalam memberkan
sebagai penanggung hawab yang mengambil suatu pelayanan
tindakan yang diterima anggota2nya dan mengikat 4. Tanggung jawab
untuk dilaksanaka sebagai bagian dari suatu peran. 5. Kelengkapan
Lima implikasi pengertian kebijakan publik: 6. Kemudahan mendapatkan pelayanan
1. Pertama, suatu kebijakan dipahami sebagai 7. Variasi model pelayanan
tindakan yang lebih berorientasi pada 8. Pelayanan pribadi
pencapaian tujuan, bukan tindakan yang acak 9. Kenyamanan dalam memperoleh pelayanan
atau sporadis. 10. Atribut pendukunh pelayanan lainnya.
11. Ada 4 ciri utamam birokrasi menurut Weber
2. Kedua, kebijakan dipahami sebagai pola 1. Adanya struktur hirarkis yang melibatkan
tindakan yang dilakukan oleh pemerintah. pandelegasian wewenang dari atas ke bawah dalam
3. Ketiga, kebijakan publik muncul sebagai respon organisasi
atas tuntutan kebijakan oleh aktor lain seperti 2. Adanya posisi-posisi atau jabatan-jabatan yang
sektor privat, organisasi masyarakat sipil, dll. masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab
4. Keempat, suatu kebijakan berkaitan dengan 3. Adanya aturan-aturan, regulasi-regulasi dan
standar-standar formal yang mengatur tata kerja
apa yang secara aktual dilaksanakan oleh
organisasi dan tingksh laku para anggotanya
pemerintah, bukan hanya apa yang hendak 4. Adanya personil yang secara teknis memenuhi
dilakukan atau yang dikatakan akan dilakukan. syarat, yang diperkerjakan atas dasar karir, dengan
5. Kelima, kebijakan publik dapat bersifat positif promosi yang didasarkan pada kualifikasi dan
maupun negatif. penampilan
Tachjan dalam buku Diktat Kuliah Kebijakan Publik 12. Ada 2 paradigma dalam pelayanan publik
(2006) menyebutkan bahwa tujuan keb publik adalah 1. Paradigma pelayanan publik yang berorientasi
dapat diperolehnya nilai-nilai oleh publik baik yang pada pengelola pelayanan
2. Paradigma pelayanan publik yang berorientasi
berkaitan dengan barang publik maupun jasa publik.
pada kepuasan pengguna layanan
Tiga kegiatan pokok keb publik menurut Tachjan
13. Menurut Dennis A. Rondinelli (1981) dalam
1. Perumusan kebijakan Suryono, penyebab kegagalan dalam melaksanakan
2. Implementasi kebijakan orientasi pelayanan publik adalah
3. Pengawasan dan penilaian hasil kebijakan
1. kuatnya komitmen budaya politik yang  Terus membangun dan menjaga reputasi baik.
bernuansa sempit
2. Kurangnya sumber-sumber dana untuk E. Implementasi ASN Sebagai Pelaksana Kebijakan
melaksanakan tugas dan tanggung jawab Publik
3. Adanya sikap keengganan untuk melakukan  Pegawai ASN harus memiliki nilai-nilai kepublikan,
delegasu wewenang berorientasi pada kepentingan publik,
4. Kurangnya infrastruktur teknologi infrastruktur menempatkan kepentingan publik, bangsa dan
fisik dalam menunjang pelaksanaan tugas-tugas negara di atas kepentingan lainnya,
pelayanan publik mengedepankan kepetingan nasional ketimbang
kepentingan sektoral dan golongan.
ASN Berintegritas Tinggi  Bersikap adil dan tidak disriminatif
12 kode etik dan kode perilaku ASN :  Profesional dan berintegritas dalam memberikan
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung pleyanan.
jawab, dan beritegritas tinggi  Prinsip penting sebagai pelaksana kebijakan
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin public:
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan dan tanpa  Mengutamakan kepentingan public dan
tekanan masyarakat luas dalam mengimplementasikan
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah kebijakan public
atasan atau pejabat yang berwenang sejau tidak  Mengutamakan pelayanan yang berorientasi
bertentangan dengan ketentuan ketentuan pada kepentingan public.
perundangan udangan dan etika pemerintahan  Berintegrasi tinggi dalam menjalankan
5. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan tugasnya
negara. Best Practice: Advokasi Kebijakan Daerah Perspektif
6. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara Difabel : Pengalaman PPRBM Solo,Strategi Penataan
secara bertanggung jawab, efektif dan efesien PKL Kota Bandung. Kabupaten Bantaeng Inovasi
7. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam membangun Sekor Pendidikan BUKAN CUMA MURID,
melaksanakan tugasnya MUTU DAN STATUS GURU PUN DITINGKATKAN.
8. Memberikan informasi secara benar dan tidak
menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan
informasi terkait kepentingan kedinasan BAB V ASN SEBAGAI PELAYAN PUBLIK
9. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, ASN Profesional
tugas status dan kekuasan dan jabatannya untuk
mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat
 Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
bagi diri sendiri atau untuk orang lain.
profesional diartikan sebagai sesuatu yang
10. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu
berhubungan dengan profesi, yang memerlukan
menjaga reputasi dan integritas ASN
keahlian khusus untuk melakukan suatu pekerjaan.
11. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-
 Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi
undangan mengenai disiplin pegawai ASN.
dengan keahlian tertentu.
 Integritas : Mutu, sifat, keadaan yang menunjukkan
 Profesionalisme adalah komitmen para anggota
kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan
suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan nya
kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan
secara terus-menerus.
kejujuran.
 Profesionalitas adalah sikap para anggota profesi
 Bahasa Latin (Integer), Bahasa Inggris
yang benar-benar menguasai dan sungguh-sungguh
(incorruptibility), yaitu suatu sikap yang
dengan profesinya.
mempertahankan prinsip yang melekat pada diri
sendiri sebagai nilai-nilai moral.  Birokrasi profesional adalah sekelompok petugas
atau aparat pada sektor privat atau organisasi
 Integritas nasional: dipahami sebagai wujud keutuhan
pemerintah yang bekerja secara profesional yang
prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan
bertanggung jawab menjalankan fungsi dan
bernegara.
mengimplementasikan hukum dan peraturan
 Stephen R.Covey (2006) : “Honesty is telling the truth,
perundang-undangan yang mengatur institusi
in other words, comfirming our words, reality integrity
tersebut.
is confirming to our word, in other words, keeping
promises and fulfilling expectation” , “integrity is doing
Menurut Jeroen van Bockel (2008) dalam
what we say will do” melakukan secara konsisten
tulisannya yang berjudul Professional Bureaucrats or
sesuai dengan apa yang kita katakan hendak kita
bureaucratic Professionals?, dua komponen utama
lakukan.
yang membentuk profesionalisme, yaitu konten dan
 Hutson (2005) , Orang orang yang memiliki integritas kontrol. Profesi mengatur kontrol (control) dalam suatu
memiliki kemampuan antaranya:
kelompok spesialis atau para ahli. Profesi mengatur
 Mempertahankan keyakinan secara terbuka dan konten (content) melalui pelatihan, pendidikan, dan
berani
pengujian.
 Mendengarkan kata hati dan menjalani prinsip- Ada lima aspek penting yang harus diperhatikan
prinsip hidup untuk melakukan reformasi birokrasi dalam rangka
 Bertindak secara terhormat dan benar
mendorong agar pegawai ASN dapat bekerja secara
profesional mewujudkan birokrasi yang berorientasi 3. Bentuk layanan yang diberikan dapat berupa
pada pelayanan publik untuk kepentingan publik. Lima barang dan jasa sesuai kebutuhan masyarakat
aspek itu adalah : dan peraturan perundang-undangan
 Adanya tuntutan dari masyarakat untuk menerapkan
Sedangkan berdasarkan UU no 25 tahun 2009 tentang
prinsip good governance dan mendorong agar
rekrutmen pegawai ASN jauh dari praktik korupsi, Pelayanan Publik, definisi pelayanan public adalah
kolusi, dan nepotisme, tetapi lebih didasarkan pada kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka
sistem merit (kompetensi). pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
 Adanya kritik dari masyarakat bahwa kualitas peraturan perundang-undangan bagi setiap warga
pelayanan publik semakin menurun. negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau
 Adanya tuntutan bahwa aparat pemerintah pelayanan administrative yang diselenggarakan oleh
seharusnya lebih memiliki sense of crisis sehingga penyelenggara pelayanan public.
memahami apa yang harus dilakukan dalam situasi
krisis. Sedangkan tujuan pelayan public berdasarkan
 Aparat pemerintah dituntut dapat bekerja secara Undang-Undang tersebut adalah
profesional dengan mengedepankan prinsip public
1. Terwujudnya batasan dan hubungan yang
accountability dan responsibility.
jelas tentang hak, tanggung jawab, kewajiban,
 Masyarakat sebagai pihak yang dilayani menuntut
agar pemerintah lebih memperhatikan aspirasi dan kewenangan seluruh pihak yang terkait
mereka. dengan penyelenggaraan pelayanan public
2. Terwujudnya system penyelenggaraan
Muh. Irfan Islamy dalam tulisannya berjudul
pelayanan public yang layak
Agenda Kebijaksanaan Reformasi Administrasi Negara
menyebutkan ciri negatif birokrasi di negara 3. Terpenuhinya system pelayanan publik sesuai
berkembang termasuk di Indonesia yang bersifat peraturan perundang-undangan
patrimonialistis: tidak efisien, tidak efektif (over 4. Terwuudnya perlindungan dan kepastian
consuming dan over producing), tidak objektif, hukum bagi masyarakat dalam
menjadi pemarah ketika berhadapan dengan kontrol penyelenggaraan pelayanan public
dan kritik, idak mengabdi kepada kepentingan umum,
dan tidak lagi menjadi alat rakyat tetapi telah menjadi Pelayanan prima adalah suatu sikap karyawan dalam
instrumen penguasa dan sering tampil sebagai melayani pelanggan yang memuaskan. Sedangkan
penguasa yang sangat otoritatif dan represif. pelayanan yang baik adalah pelayanan yang dapat
Prinsip-prinsip birokrasi tipe ideal Weber yang berciri memberi kepuasan yang optimal dan terus-menerus
struktural-hirarkhi, imparsial, penerapan aturan yang bagi pelanggan, yang memenuhi syarat-syarat sebagai
ketat, pengawasan yang ketat, dan bersandar pada berikut:
keahlian dan spesialisasi yang semua ciri tersebut
1. Adanya standar pelayanan.
disebut sebagai rule governance.
2. Bertujuan memuaskan pelanggan.
Dengan terwujudnya ASN yang profesional turut 3. Pelayanan sesuai dengan standar yang ada.
mendorong terwujudnya reformasi birokrasi yang lebih 4. Bila belum ada standar pelayanan, pelayanan
baik yang mendorong terciptanya kemajuan bangsa dan
yang baik adalah yang dianggap terbaik oleh
negara. Karena pusat pelayanan publik ada pada
instansi yang bersangkutan, tetapi harus
birokrasi. Jika birokrasi pemerintahan tidak dijalankan
dengan baik dan efiien, maka kepentingan nasional dilanjutkan dengan menyusun standar
akan terabaikan dan lebih mengutamakan pelayanan.
kepentingan golongan saja. Adalah kewajiban ASN
Jadi, suatu pelayanan dikatakan prima apabila telah
untuk mengemban tugas tersebut.
memenuhi Standar Pelayanan Minimum. Standar
ASN yang Melayani Publik pelayanan adalah tolok ukur yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan pelayanan dan acuan
Menurut Sianipar (1998) pelayanan didefinisikan penilaian kualitas pelayanan sebagai kewajiban dan
sebagai cara melayani, membantu, menyiapkan, dan janji penyelenggara kepada masyarakat dalam rangka
mengurus, menyelesaikan keperluan, kebutuhan pelayanan yang berkualitas, cepat, mudah, terjangkau
seseorang, atau sekelompok orang. Sedangkan dan terukur. Apabila suatu instansi belum mempunyai
pelayanan masyarakat (public) adalah segala bentuk SPM yang menadi ukuran pelayanan prima adalah
pelayanan sector public yang dilaksanakan aparatur kepuasan konsumen.
pemerintah, termasuk aparat yang bergerak di bidang
Adapun syarat SPM berdasarkan UU Pelayanan Publik
perekonomian dalam bentuk barang dan jasa.
pasal 21 adalah:
3 poin penting dari definisi diatas:
1. Dasar hukum
1. Tugas pelayanan merupakan kewajiban dari 2. Persyaratan
aparat pemerintah 3. System, mekanisme, dan prosedur
2. Obyek layanan adalah masyarakat atau public 4. Jangka waktu penyelesaian
5. Biaya/tarif
6. Produk pelayanan diperlukan konsepsi sistem pelayanan publik yang berisi
7. Sarana, prasarana, dan/atau fasilitas nilai, persepsi, dan acuan perilaku yang mampu
8. Kompetensi pelaksana mewujudkan hak asasi manusia sebagaimana
9. Pengawasan internal diamanatkan UUD tahun 1945 dapat diterapkan
10. Penanganan pengaduan, saran dan masukan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan sesuai
deligan harapan dan cita-cita tujuan nasional.
11. Jumlah pelaksana
12. Jaminan pelayanan sesuai dengan standar
Menurut Joko Widodo (2001), berkaitan dengan
pelayanan paradigma dikotomi politik dan administrasi dalam tugas
13. Jaminan keamanan dan keselamatan pemerintahan yang membuat pemerintah memiliki dua
pelayanan fungsi yang berbeda yaitu:
14. Evaluasi kinerjja pelaksana 1. fungsi politik yang berkaitan dengan pembuatan
kebijakan (public policy making) atau pernyataan
Instansi pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan apa yang menjadi keinginan negara.
public juga diwajibkan menyusun dan menetapkan 2. fungsi administrasi yang berkenaan dengan
maklumat pelayanan yang merupakan pernyataan pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut.
kesanggupan untuk melaksanakan pelayanan sesuai
standar pelayanan. SPM untuk menjamin hak-hak Menurut I Wayan Sudana (2009) etika dapat dijadikan
masyarakat sebagai konsumen sebagaimana diatur pedoman, referensi, petunjuk tentang apa yang harus
dalam pasal 18, hak-hak konsumen tersebut adalah dilakukan oleh aparat birokrasi dalam menjalankan
sebagai berikut: kebijakan politik, dan sekaligus digunakan sebagai
standar penilaian apakah perilaku aparat birokrasi
1. Mengetahui kebenaran standar pelayanan. dalam menjalankan kebijakan politik dapat dikatakan
2. Mengawasi pelaksanaan standar pelayanan. baik atau buruk.
3. Mendapat tanggapan dari pengaduan yang
diajukan. Dwiyanto, dkk. (2002) etika birokrasi penting sebagai
4. Mendapat advokasi, perlindungan, dan/atau suatu panduan norma bagi aparat birokrasi dalam
pemenuhan pelayanan. menjalankan tugas pelayanan pada masyarakat.
5. Memberitahukan kepada pimpinan
etika birokrasi mempunyai dua fungsi:
penyelenggara untuk memperbaiki pelayanan.
1. berfungsi sebagai pedoman, acuan, dan referensi
6. Mengadukan pelaksana yang melakukan bagi administrasi negara/birokrasi publik dalam
penyimpangan standar pelayanan dan/atau menjalankan tugas dan kewenangannya agar
tidak memperbaiki pelayanan kepada tindakannya dalam organisasi dinilai baik.
penyelenggara dan ombudsman. 2. berfungsi sebagai standar penilaian mengenai
7. Mengadukan penyelenggara yang melakukan sifat, perilaku, dan tindakan birokrasi publik dinilai
penyimpangan standar pelayanan dan/atau baik atau buruk.
tidak memperbaiki pelayanan kepada
penyelenggara dan ombudsman. American society for Public Administration
8. Mendapat pelayanan yang berkualitas sesuai (Perhimpunan Amerika untuk Administrasi Negara),
dengan asas dan tujuan pelayanan. menyebutkan prinsip-prinsip etika pelayanan sebagai
berikut (dalam Sudana 2009).
Implementasi ASN Profesional dan Melayani yang  Pelayanan terhadap publik harus diutamakan;
Berintegritas Tinggi  Rakyat adalah berdaulat, dan mereka yang
bekerja di dalam pelayanan publik secara mutlak
Berdasarkan amanat pembukaan UUD tahun 1945 bertanggung jawab kepadanya;
negara berkewajiban memenuhi kebutuhan setiap
 Hukum yang mengatur semua kegiatan pelayanan
warga negara melalui suatu sistem pemerintahan yang publik. Apabila hukum atau peraturan yang ada
mendukung terciptanya penyelenggaraan pelayanan bersifat jelas, maka kita harus mencari cara
publik yang prima dalam rangka memenuhi kebutuhan terbaik untuk memberi pelayanan publik;
dasar dan hak sipil setiap warga negara atas barang
 Manajemen yang efesien dan efektif merupakan
publik, jasa publik, dan pelayanan administratif.
dasar bagi administrator publik. Penyalahgunaan,
pemborosan, dan berbagai aspek yang merugikan
tatanan baru masyarakat Indonesia dihadapkan pada
tidak dapat ditolerir;
harapan dan tantangan global yang dipicu oleh
 Sistem merit dan kesempatan kerja yang sama
kemajuan di bidang
harus didukung, dimplementasikan dan
 ilmu pengetahuan,
dipromosikan;
 informasi,
 Mengorbankan kepentingan publik demi
 komunikasi, kepentingan pribadi tidak dapat dibenarkan;
 transportasi,  Keadilan, kejujuran, keberanian, kesamaan,
 investasi, dan kepandaian, dan empathy merupakan nilai-nilai
 perdagangan.
yang dijunjung tinggi dan secara aktif harus o Munculnya ketidakpercayaan masyarakat pada
dipromosikan; institusi formal Negara dan lembaga penegak
 Kesadaran moral memegang peranan penting hukum.
dalam memilih alternatif keputusan;
 Administrator publik tidak semata-mata berusaha ASN MENJAGA KONDISI DAMAI
menghindari kesalahan, tetapi juga berusaha A. Konflik terbagi dua:
mengejar atau mencari kebenaran. 1. Konflik yang berlangsung damai tanpa menyita
cost material;
- berlangsung di level elit, saat negosiasi
politik berlangsung
BAB VI ASN SEBAGAI PEREKAT DAN - dalam gedung parlemen ataupun saluran
saluran demokrasi yang ada seperti pers,
PEMERSATU BANGSA
partai politik, LSM, organisasi
ASN Sebagai Pemersatu Bangsa
kemasyarakatan, dan dialog antar tokoh
Pegawai ASN tidak boleh memiliki pemikiran,
sosial.
pandangan, dan melakuan tindakan yang bertentangan
2. Konflik spiritual seperti kerusuhan, kehilangan
dengan Pancasila dan UUD 1945
jiwa, cedera fisik, terputusnya hubungan antar
Isi Sumpah Pemuda berbunyi :
keluarga, dan sejenisnya
1. Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku
- dataran horisontal, biasanya
bertumpah darah yang satu, Tanah Air
berupa benturan antara rakyat
Indonesia
versus rakyat
2. Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku
B. 4 pendekatan dalam melihat konflik
berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia
a. Pendekatan sosiologis
3. Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung
- Mengungkap masalah prejudice
bahasa persatuan, Bahasa Indonesia
3 Aspek Persatuan Indonesia :
b. Pendekatan sosiologi politik
1. Aspek Satu Nusa : yaitu aspek wilayah, nusa
- Pergerakan peran elit intelektual dan politik
berarti pulau, jadi wilayah yang dilambangkan
- Pergerakan budaya yang merupakan deriviasi
untuk disatuan adalah wilayah pulau-pulau
(turunan)
yang tadinya bernama Hindia Belanda yang
pada saat itu dijajah oleh Belanda. Ini untuk
c. Pendekatan ekonomi-politik
pertama kali secara tegas para pejuang
- masih ada situasi dominasi dan eksploitasi dalam
kemerdekaan mengklaim wilayah yang akan
masyarakat, konsensus akan terus instabil dan konflik
dijadian wilayah Indonesia mereka.
inheren.
2. Aspek Satu Bangsa : yaitu ama baru dari suu-
- Ketimpangan distribusi pendapatan serta tersendatnya
suku bangsa yang berada di wilayah yang
akses sejumlah kelompok atas sumber daya langka
tadinya bernama Hindia Belanda
memproklamirkan satu nama baru sebagai
d. Pendekatan antropologis
bangsa Indonesia.
- fokus pada aspek manusia selaku sumber konflik.
3. Aspek Satu Bahasa : agar wilayah dan bangsa
- umumnya terdiri atas sengketa batas wilayah antar
baru yang terdiri dari berbagai suku dan bahasa
kelompok, kepemilikan sumberdaya, pola pengairan
bisa berkomunikasi dengan baik disediakan
tanah, kepemimpinan, atau dinamika keluarga
sarana bahasa Indonesia.
(prosedur warisan, pertikaian rumah tangga, dan
Menurut Damien Kingsbury dinyataan bahwa Bahasa
hubungan antara laki-laki dan perempuan).
Indonesia juga menjadi salah satu instrume utama untuk
- fokus pada how to solve conflict dengan mengajukan
menyatuan bangsa yang dibayangkan para pediri
pertanyaan langsung seperti apakah faktor penyebab
Negara ini.
konflik keragaman agama, etnis, bahasa, distribusi
Sumber Potensial merusak Persatuan dan Kesatuan :
sumber daya, atau masalah yang berkaitan dengan
o Masih adanya kelompok-kelompok di masyarakat
faktor geografis.
yang tidak menyetujui ideology Negara Pancasila,
- menolak penjelasan konflik yang statecentric. Negara
UUD 1945 dan NKRI. Mereka ingin
diposisikan hanya sebagai fasilitator, sementara
menggantikannya dengan system da ideology lain
tokoh-tokoh masyarakat dari pihak yang berkonflik
yang berdasarkan faham keagamaannya dan
diperlakukan sebagai subyek.
golongannya.
o Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi
PERAN PNS/ASN DALAM MENCIPTAKAN KONDISI
membuat Negara menjadi tanpa batas, Negara tidak
DAMAI
lagi dibatasi dan dikontrol dengan seat-seat teritori,
karena dengan teknologi, semua pengaruh dari luar o Posisi PNS sebagai aparatur Negara, dia harus
bisa masuk ke dalam ruang-ruang privat tanpa ada bersikap netral dan adil. Netral dalam artian tidak
sensor yang bisa mencegahnya. memihak kepada salah satu pihak atau golongan
o Konflik karena Pemekaran Daerah. yang ada. Adil, PNS harus melaksanakan
o Konfilk hasil Pemilihan Daerah. tugasnya secara obyektif dan tidak boleh
diskriminatif.
o PNS juga harus bersikap netral dan adil dalam
event politik lima tahunan, yaitu pemilu dan
pilkada. Agar yang bersangkutan tidak
menyalahgunakan wewenang, maka apabila
terlibat politik, maka yang bersangkutan harus
mundur.
o PNS harus mengayomi kaum minoritas, dengan
tidak membuat kebijakan yang mendiskriminasi
keberadaan kelompok tersebut.
o PNS menjadi figur dan teladan di lingkungan
masyarakat. Dia tidak boleh melakukan tindakan,
ucapan, perilaku yang bertentangan dengan
norma-norma social dan susila,bertentangan
dengan agama dan nilai local yang berkembang di
masyarakat.
ETIKA PUBLIK BAB II KODE ETIK DAN PERILAKU PEJABAT
PUBLIK
BAB I PENDAHULUAN
D. Latar Belakang C. Pengertian Etika
 Masyarakat memiliki tuntutan dan harapan yang  Menurut Weirich dan Koonzt (2005:46)
tinggi pada aparat pemerintah , tidak “The dicipline dealing with what is good and bad
mengherankan kalau perilaku yang kurang and with moral duty and obligation”
terpuji oleh aparat pemerintah akan menjadi  Menurut Cobuild (1990:480)
sorotan bahkan hinaan. “an idea or moral belief that influences the
behaviour, attitudes and philosophy of life of a
 Contohnya, kasus perselingkuhan yang
group of people”
melibatkan pejabat public bisa dijadiakan bahan
 Etika = moral ; Etika = Tujuan Hidup ( Ricocur,
untuk pelengseran atau impeachment, apalagi
1990 ) ; Etika = Refleksi atas baik/buruk,
kasus yang berhubungan langsung dengan
benar/salah, yang harus dilakukan.
kepentingn public, misalnya korupsi,
 Etika Publik = standar/norma yang menentukan
penyuapan, atau penyalahgunaan jabatan.
baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan
 Ekspektasi yang tinggi terhadap penyelenggara
keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik.
pemerintahan termasuk ASN, jika berbandin
 Etika = karakter atau etos/ individu/kelompok,
terbalik dengan perilaku mereka, akan
etika juga sebagai akhlak dan/atau social
melahirkan sinisme dan sarkasme public,
decorum (kepantasan sosial) , yaitu seperangkat
bahkan public akan kehilangan kepercayaaan
nilai dan norma yang mengatur perilaku manusia
kepada pemerintah. Oleh karena itu, penting
yang bisa diterima.
untuk mempelajari etika public.
 Etika adalah sistem penilaian perilaku serta
E. Deskripsi Singkat keyakinan utuk menentukan perbuatan yang
pantas untuk membedakan hal-hal baik/buruk
Mata Diklat Etika Publik memfasilitasi dan apa yang seharusnya dilakukan sesuai nilai
pembentukan nilai-nilai dasar etika publik pada yang dianut ( Catalano, 1991 )
peserta Diklat melalui pembelajaran kode etik dan
perilaku pejabat publik, bentuk-bentuk kode etik Keyword : Baik/buruk dan benar/salah
dan implikasinya, aktualisasi kode etik PNS. Mata tentang berperilaku
Diklat ini disajikan berbasis experiencial learning,
D. Penfertian Kode Etik
dengan penekanan pada proses internalisasi nilai-
Kode Etik = sekumpulan aturan yang mengatur
nilai dasar tersebut, melalui kombinasi metode
tingkah laku dalam kelompok khusus. Berisi
ceramah interaktif, diskusi, studi kasus, simulasi,
ketentuan tertulis yang harus dipegang teguh
menonton film pendek, studi lapangan dan
sekelompok profesional tertentu.
demonstrasi. Keberhasilan peserta dinilai dari
kemampuannya mengaktualisasikan nilai-nilai
E. Kode Etik Aparatur Sipil Negara
dasar etika dalam mengelola pelaksanaan tugas
Berdasasrkan Undang-Undang ASN , kode
jabatannya.
etik dan kode perilaku ASN yakni sebagai berikut :
F. Tujuan Pembelajaran 1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur,
bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.
Tujuan pembelajaran etika publik selain mampu 2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan
menanamkan nilai dan membentuk sikap dan disiplin.
perilaku patuh kepada standar etika publik yang 3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan
tinggi, juga: tanpa tekanan.
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan
1. Paham mengenai kode etik dan perilaku peraturan perundangan yang berlaku.
pejabat publik 5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan
2. Tahu tentang sikap dan perilaku yang perintah atasan atau Pejabat yang berwenang
bertentangan dengan kode etik sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan
3. Tahu tentang dampak dari pelanggaran kode peraturan perundang-undangan dan etika
etik dan perilaku bagi dirinya pemerintahan.
4. Aktualisasi sikap dan perilaku sesuai kode etik 6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut
dan perilaku kebijakan negara.
7. Menggunakan kekayaan dan barang milik
negara secara bertanggung jawab, efektif dan
efisien.
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan 2. Sisi dimensi reflektif, berfungsi sebagai bantuan
dalam melaksanakan tugasnya dalam menimbang pilihan sarana kebijakan
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak
menyesatkan kepada pihak lain yang publik dan alat evaluasi.
memerlukan informasi terkait kepentingan 3. Modalitas Etika, menjembatani antara norma
kedinasan. moral dan tindakan faktual.
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern
negara, tugas, status, kekuasaan, dan H. Dimensi Etika Publik
jabatannya untuk mendapat atau mencari
Pada prinsipnya ada 3 (tiga) dimensi etika publik:
keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau
untuk orang lain. 1. Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu Etika publik menekankan pada aspek nilai
menjaga reputasi dan integritas ASN. dan norma, serta prinsip moral, sehingga etika
12. Melaksanakan ketentuan peraturan publik membentuk integritas pelayanan publik.
perundang-undangan mengenai disiplin Moral dalam etika publik menuntut lebih dari
pegawai ASN. kompetensi teknis karena harus mampu
mengidentifikasi masalah-masalah dan konsep
F. Nilai-nilai Dasar Etika Publik etika yang khas dalam pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar etika publik:
 Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi 2. Dimensi Modalitas
Pancasila. Unsur-unsur modalitas dalam etika publik
yakni akuntabilitas, transparansi dan netralitas.
 Setia dan mempertahankan UUD 45.
Pada prinsipnya ada tiga aspek dalam
 Profesional dan tidak berpihak. akuntabilitas:
 Keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
 Tekanan akuntabilitas pada pertanggungjawaban
 Menciptakan lingkungan kerja yang non
kekuasaan melalui keterbukaan pemerintah atau
diskriminatif. adanya akses informasi bagi pihak luar organisasi
 Memelihara dan menjunjung tinggi standar pemerintah.
 Memahami akuntabilitas sekaligus sebagai
etika luhur.
tanggung jawab dan liabilitas sehingga tekanan
 Mempertanggungjawabkan tindakan dan lebih pada sisi hukum, ganti rugi dan organisasi.
kinerjanya kepada publik.  Tekanan lebih banyak pada hak warga negara
 Memiliki kemampuan dalam melaksanakan untuk bisa mengoreksi dan ambil bagian dalam
kebijakan publik sehingga akuntabilitas
kebijakan dan program pemerintah. disamakan dengan transparansi.
 Memberikan layanan kepada publik secara
jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya 3. Dimensi Tindakan Integritas Publik
guna, berhasil guna, dan santun. Integritas publik dalam arti sempit yakni tidak
 Mengutamakan kepemimpinan berkualitas melakukan korupsi atau kecurangan. Integritas
publik dalam arti luas yakni tindakan yang
tinggi.
sesuai dengan nilai, tujuan dan kewajibannya
 Menghargai komunikasi, konsultasi, dan untuk memecahkan dilema moral yang
kerjasama. tercermin dalam kesederhanaan hidup.
 Mengutamakan pencapaian hasil dan
mendorong kinerja pegawai. I. Tuntutan Etika Publik Dan Kompetensi
 Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
Pelayanan publik yang professional
 Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan
membutuhkan tidak hanya kompetensi teknik dan
yang demokratis sebagai perangkat sistem karir. leadership, namun juga kompetensi etika.
Profesionalitas merupakan persyaratan yang tidak
G. Definisi dan Lingkup Etika Publik bisa ditawar-tawar lagi bagi pejabat publik. Oleh
Refleksi tentang standar/norma yang karena itu harus dianut prinsip “the right man on the
menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, right job”, menempatkan orang yang tepat pada
tindakan dan keputusan untuk mengarahkan posisinya sesuai dengan kemampuan nya.
kebijakan publik dalam rangka menjalankan Sebagai contoh seorang sarjana teknik menduduki
tanggung jawab pelayanan publik. jabatan sebagai kepala Dinas Bina Marga.
Tiga fokus utama:
J. Perilaku Pejabat Publik
1. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan.
Sebagian besar pejabat public masih  Kemudian, berkembanglah kode etik untuk
beranggapan birokrasi merupakan sarana untuk Pelayan publik (public servant) karena:
melanggengkan kekuasaan dengan cara o Sumber kode etik bagi ASN
memuaskan pimpinan. Oleh karena itu perlu ada telah menjadi rujukan etika
perubahan mindset seluruh pejabat public. publik
Perubahan mindset tersebut harus mencakup tiga o UU ASN menghendaki ASN
aspek penting yakni: sebagai birokrat (bukan hanya
pekerjaan namun profesi
1. Mengubah “penguasa” menjadi “pelayan” pelayan publik).
2. Mengubah “wewenang” menjadi “peranan”  Sebagai konsekuensinya, norma etika ASN
3. Menyadari jabatan publik merupakan amanah. harus benar-benar dipahami karena
ketentuan dan sistem sanksi yang jelas.
Dalam reformasi birokrasi ada 8 area
 Pada dasarnya norma etika bersifat tidak
perubahan yang harus dilakukan oleh
memaksa seperti norma hukum.Akan tetapi,
Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah yakni: etika publik bersifat mendasar dan
menentukan kebijakan serta pola tindakan
 Manajemen perubahan organisasi.
 Penataan peraturan perundang-undangan  Oleh karena itu, PNS butuh rujukan yang
 Penataan dan penguatan organisasi jelas.Selain itu, etika publik menunjang
 Penataan tatalaksana tujuan organisasi. PNS diharapkan
 Penataan system manajemen SDM
menjalankan tugas dan berperilaku sebagai
 Penguatan akuntabilitas
pendukung nilai moral dan nilai etika publik.
 Penguatan pengawasan
 Peningkatan pelayanan public.
B. Penggunaan Kekuasaan: Legitimasi
Kebijakan
Sebagai pelayan pejabat public harus
memahami keinginan dan harapan masyarakat Setiap jabatan dalam organisasi public
yang harus dilayani. Tuntutan masyarakat mengandung implikasi kekuasaan. Kekuasaan
tersebut seharusnya ditanggapi para peabat itu dimiliki oleh setiap pejabat di dalam setiap
public dengan melakukan perubahan jenjang organisasi baik pegawai yang memiliki
paradigma dalam penyelenggaraan jabatan maupun pegawai rendahan. Setiap
pembangunan yang terarah bagi terwujudnya pejabat public memiliki kekuasaan dalam
pemerintahan yang baik (good governance). lingkupnya masing-masing. Kebijakan yang
diambil oleh seseorang tentu akan sangat
Untuk mewujudkan efektivitas dan efisiensi berpengaruh karena kekuasaan yang
pembangunan dan pelayanan public, para dipegangnya. Semakin tinggi dan luas
pejabat public harus dapat merealisasikan kekuasaan seorang pejabat semakin besar juga
prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, implikasi dari penggunaan kekuasaan bagi
kesetaraan, profesionalitas, supremasi hukum, warga masyarakat. Asas etika public
kesetaraan, dan lain-lain. Realitasnya mensyaratkan agar setiap bentuk kekuasaan
hambatan yang muncul dalam merealisasikan pejabat dibatasi dengan norma etika maupun
prinsip-prinsip tersebut adalah aspek moralitas. norma hukum juga mengharuskan agar setiap
Perkembangan moral dan spiritual mengalami kekuasaan dipergunakan dengan tanggung
pelemahan. Hal ini menyebabkan keberhasilan jawab sesuai lingkupnya masing-masing.
pejabat public hanya dilihat dari factor fisik
semata dan mengabaikan moralitas dalam Dari segi moralitas kekuasaan harus
proses pencapaiannya. Implikasinya, para memiliki legitimasi yang kuat. Legitimasi
pejabat hanya concern dengan perkembangan bermakna kewenangan atau keabsahan dalam
fisik saja dan mengabaikan aspek-aspek memegang kekuasaan. Pendobrakan terhadap
moralitas dan spiritualitas. legitimasi kekuasaan religious melahirkan
legitimasi sosiologis, bahwa keabsahan
BAB III BENTUK-BENTUK KODE ETIK DAN kekuasaan seharusnya secara rasional untuk
kepentingan bersama dalam suatu organisasi
IMPLIKASINYA
besar yang dikenal sebagai negara. Kekuasaan
A. Pentingnya Etika Dalam Urusan Publik
yang memiliki legitimasi paling kuat adalah yang
 Kode Etik merujuk pada Kodifikasi Etika
memenuhi landasan legitimasi etis, yaitu
(ex: Kode etik dokter, akuntan,dll). melihat kesesuaian antara dasar-dasar
 Kode etik ASN = antara etika profesi dan kekuasaan itu dari sudut norma-norma moral.
etika politik. Legitimasi etis akan menjadi landasan yang
sangat kokoh bagi dipergunakannya sebuah Rumusan kode etik bagi ASN di sebuah
kekuasaan. negara cukup beragam, biasanya rumusan itu
mengikuti kaidah moral yang sifatnya universal.
C. Konflik Kpentingan Prinsip Universal yang dimaksud adalah kaidah
Konflik kepentingan adalah yang berlaku bukan hanya di negara maju yang
tercampurnya kepentingan pribadi dengan sistem adminisitrasinya sudah mapan, tapi juga
kepentingan organisasi yang mengakibatkan
bisa dipertimbangkan untuk diberlakukan di
kurang optimalnya pencapaian tujuab
negara-negara berkembang.
organisasi.
Akibat konflik kepentingan: Kualitas pelayanan publik sangat
a. Dalam kegiatan bisnis: persaingan yang tergantung oleh penghayatan nilai moral dan
tidak sehat, dan pemanfaatan kegiatan etika publik oleh para pegawainya. Nilai-nilai
bisnis bagi khalayak yang kurang optimal. dasar seperti komitmen kepada pekerjaan,
b. Dalam organisasi pemerintahan: kepekaan kepada kebutuhan warga
penyalahgunaan kekuasaan, pengerahan masyarakat hingga pelaksanaan pekerjaan
sumber daya public kurang optimal, secara bertanggungjawab tetap mendapatkan
kesejahteraan rakyat terabaikan. perhatian seperti azas yang dibuat ASPA
Pengaruh buruk dari adanya konflik a. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun
kepentingan: 1959 tentang Sumpah Jabatan PNS dan
Anggota Angkatan Perang.
a. Aji mumpung (self dealing): Memanfaatkan Kode etik yang paling awal yang
kedudukan politis untuk kepentingan yang dirumuskan sejak pemerintah Indonesia
sempit dan sistem nepotisme memiliki sistem poitik dan sistem
b. Menerima/ Memberi suap (graft): Transaksi administrasi sendiri, ketentuan sumpah
suap dengan digunakannya jabatan publik jabatan waktu itu berlaku bagi PNS dan
oleh seorang pemegang kekuasaan secara
anggota TNI. Pembacaan sumpahnya
tidak bertanggungjawab
c. Menyalahgunakan pengaruh pribadi dilakukan mengunakan cara mandiri, yakni
(influence peddling): Memanfaatkan tidak sekedar menirukan apa yang
pengaruh untuk kepentingan karir atau dibacakan oleh atasan atau pejabat tinggi
bisnis yang sempit. yang mengambil sumpah.
d. Pemanfaatan fasilitas organisasi/ lembaga b. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun
untuk kepentingan pribadi. 1975 tentang Sumpah/Janji PNS
e. Pemanfaatan informasi rahasia:
Pemanfaatan informasi oleh pejabat umtuk Berikut adalah sumpah jabatan tersebut:
kepentingan pribadi
f. Loyalitas Ganda (outside employement): Demi Allah, saya bersumpah/berjanji,
Menggunakan kedudukan dalam Bahwa saya, untuk diangkat menjadi
pemerintahan untuk investasi pribadi. Pegawai Negeri Sipil, akan
Beberapa tindakan yang harus dihindari  setia dan taat sepenuhnya kepada
kaerena termasuk di dalam konflik kepentingan: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945,
Negara, dan Pemerintah.
a. Ikut serta dalam transaksi bisnis pribadi  bahwa saya, akan mentaati segala
atau perusahaan swasta untuk kepentingan peraturan perundang-undangan yang
pribadi. berlaku dan melaksanakan tugas
b. Menerima segala bentuk hadiah dari pihak kedinasan yang dipercayakan kepada
swasta pada saat melaksanakan transaksi saya dengan penuh pengabdian,
untuk kepentingan kedinasan kesadaran, dan tanggung jawab;
c. Membicarakan masa depan peluang kerja  bahwa saya, akan senantiasa menjunjung
di luar instansi saat ia berada dalam tugas- tinggi kehormatan Negara, Pemerintah,
tugas sebagai pejabat pemerintah dan martabat Pegawai Negeri, serta akan
d. Membocorkan informasi komersial atau senantiasa pengutamakan kepentingan
ekonomis yang bersifat rahasia kepada Negara daripada kepentingan saya sendiri,
pihak- pihak yang tidak berhak. seseorang atau golongan;
e. Terlalu erat berurusan dengan orang- orang  bahwa saya, akan memegang rahasia
di luar instansi pemerintah yang dalam sesuatu yang menurut sifatnya atau
menjalankan bisnis pokoknya tergantung menurut perintah harus saya rahasiakan;
pada izin pemerintah. bahwa saya, akan bekerja dengan jujur,
tertib, cermat, dan bersemangat untuk
D. Sumber-sumber Kode Etik Bagi Aparatur kepentingan Negara.
Sipil Negara
c. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun
1980 tentang Peraturan Displin PNS
Di dalam peraturan ini diuraikan secara untuk kepentingan bersama dalam organisasi
jelas hal-hal yang diharuskan serta dilarang publik.
dilakukan bagi pegawai atau pejabat Paham idealisme etik → pada dasarnya
pemerintahan. Ada pula 26 kewajiban dan setiap manusia adalah baik dan suka hal-hal
18 larangan bagi setiap PNS dan ketentuan baik.
mengenai hukuman disiplin dan badan Kode etik perlu ditaati oleh PNS secara
pertimbangan kepegawaian. kesinambungan dalam setiap jenis pelatihan
kepegawaian untuk melengkapi kognisi dan
d. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun aspek profesionalisme.
2004 ttg Pembinaan Jiwa Korps dan Kode
Etik PNS BAB IV AKTUALISASI ETIKA APARATUR
Rumusan korpri yang banyak dikritik
SIPIL NEGARA
sbg warisan masa otoriter orde baru untuk
sebagian masih digunakan sebagai A. Pemanfaatan Sumberdaya Publik
sumpah kesetiaan bagi para pegawai. Mudik sudah menjadi rutinitas tahunan
Rumusan itu dikenal sebagai Sapta masyarakat Indonesia, perdebatan apakah mobil
Prasetya Korpri tetapi sekarang dikenal dinas atau mobil operasional pegawai ASN dapat
sebagai Panca Prasetya. digunakan atau tidak dalam ritual mudik tahunan
tersebut juga tak pernah absen.
e. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun
2010 ttg Disiplin PNS B. Absen Sidik Jari
Secara Eksplisit, tujuan dari dibuatnya Sejumlah PNS di lingkungan Pemprov
peraturan pemerintah ini adalah untuk:
Nusa Tenggara Barat ada yang mengisi daftar
mewujudkan PNS yang handal, profesional
hadir hingga satu bulan penuh ke depan. Padahal
dan bermoral sebagai penyelenggara
pemerintahan yang menerapkan prinsip jelas – jelas PNS tersebut tidak masuk kantor
kepemerintahan yang baik. alias bolos. Pada peresmian Unit Assement
Perkembangan baru dari peraturan Centre dan Ekspose Penerapan Absensi Sidik
pemerintah ini adalah bahwa rincian Jari (Hand Key) Wakil Gubernur menjelaskan
tentang 17 Kewajiban (pasal 3) dan 15 bahwa para pegawai kadang terlalu kreatif
larangan (pasal 4) lebih rinci dengan kriteria sehingga berani untuk nitip absen dengan
yang lebih objektif. temannya. Untuk itu , penerapan sistem absen
sidik jari berguna untuk mewujudkan kesadaran
f. Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2014 dikalangan PNS.
tentang ASN
Peraturan mengenai kode etik ASN C. Penerimaan Tenaga Honorer
dalam UU No. 5 Tahun 2014 adalah yang
Menteri PAN-RB mengatakan bahwa
paling kuat saat ini. Sesuai dengan
ketentuan dalam peraturan perundang- masih melihat banyak pengangkatan pegawai
undangan, hanya peraturan yang honorer yang diwarnai oleh nepotisme. Ini
berbentuk Undang-Undang yang memiliki membuat sistem perekrutan CPNS dan birokrasi
sanksi tegas berupa penegakan hukum. Indonesia masih bermasalah. Nepotisme sudah
Di dalam undang-undang ini telah menjadi penyakit kronis dalam sitem birokrasi
ditegaskan berbagai ketentuan disiplin Indonesia karena sudah berlangsung menahun
Pegawai Negeri, sistem sanksi yang bisa dan sulit menghilangkannya.
dibebankan apabila PNS melanggar
hukum, menyalahkan wewenang dan D. Pemberian Hadiah Atau Cindera Mata
terlibat dalam konflik kepentingan. Selain Seorang auditor pemerintah yang
itu UU ini juga mengatur hak-hak pegawai
melaksanakan pemerintah memperoleh temuan
dalam bentuk remunerasi dg sistem
penilaian kinerja yang lebih jelas. Namun yang cukup signifikan nilainya. Selama proses
konsistensi dari pelaksanaan undang- pemeriksaaan auditor tersebut tidak melakukan
undang ini masih sangat tergantung kepada perbuatan yang tidak terpuji. Setelah selesai ,
pelaksanaan peraturan-peraturan yang pimpinan instansi dengan suka rela memberikan
lebih teknis dalam bentuk peraturan hadiah kepada auditor berupa selembar kain
pemerintah sutra yang harganya kira-kira Rp.450.000

E. Implikasi Kode Etik Dalam Pelayanan E. Konflik Kepentingan Dalam Pengadaan


Publik Sebagai Kepalaa Dinas Kesahatan yang
Kode etik hanya pedoman bertindak cukup jauh dari ibukota , dr X merasa kesulitan
yang sifatnya eksplisit, tetapi kode etik memenuhi kebutuhan pengadaan obat-obatan.
dirumuskan untuk menyempurnakan pekerjaan Oleh karena itu dr X memutuskan untuk
di sektor publik, mencegah hal-hal buruk, dan membuka usaha apotik tetapi mengatasnamakan
istri dan anak-anaknya. Dengan kewenangan kata Hong Won. Kapal feri Sewol yang berbobot
yang dimiliki , dr X menghimbau kepada bagian 6.825 ton tenggelam dalam perjalanan dari pulau
pengadaan di Dinas Kesehatan agar pengadaan wisata Jeju menuju kota Incheon.
obat-obatan untuk kebutuhan seluruh puskesmas
harus dibeli dari apotek milik istri dan anaknya. J. Melanggar Hukum
Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten
F. Pelantikan Walikota DI Penjara Rembang Abdullah Zamawi mengatakan dalam
Meski berstatus sebagai terdakwa , kurun tiga tahun terakhir, sebanyak 14 orang PNS
Jefferson Rumajar tetap dilantik sebagai Walikota dipecat. Pemberhentian terhadap mereka
Tomohon. Agenda pemberantasan korupsi yang dilakukan karena terjerat kasus hukum dengan
didengungkan Presiden SBY dinodai. Namun tuntutan penjaran lima tahun atau lebih.
Mendagri Gamawan Fauzi membantahnya.
Menurut Mendagri proses pemberantasan K. Perbuatan Tercela
korupsi sama sekali tidak terhambat. Mendagri Satuan Narkoba Polres Palopo,
menilai, pelantikan itu sudah sesuai menangkap satu PNS Luwu utara sebagai bandar
aturan.”Proses hukum tetap berjalan narkoba di Palopo. Tersangka GP (30) adalah
sebagaimana mestinya”, tambah Gamawan. PNS di satuan Pamong Praja Luwu Utara. GP
Setelah dilantik Jefferson pun dinonaktifkan. ditangkap saat ia melakukan transaksi di Palopo.
Jefferson juga menyerahkan tugasnya kepada Barang bukti yang berhasil disita adalah satu
Wakil Walikota jimmy Erman yang akan menjadi paket sabu-sabu, dua lembar saset kosong dan
pelaksana tugas (Plt). satu buah timbangan.

L. Kebocoran Ujian Nasional


G. Terpidana Korupsi Menjabat Kembali Lagi-lagi, janji pemerintah bahwa soal
Sembilan mantan terpidana korupsi Ujian Nasional SMA tidak bocor akhirnya
kembali menjadi pejabat di pemerintah daerah. terpatahkan. Diketahui bahwa soal UN SMA
Gamawan menanggapi kontroversi benar-benar telah bocor dan kunci jawabannya
pengangkatan Azirwan sebagai Kepala Dinas sudah menyebar kemana-mana. Naskah soal UN
Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau. Azriwan itu bocor karena dicuri. Pencurian tesebut
merupakan mantan terpida kasus korupsi. melibatkan 70 Kepala Sekolah dan guru yang
Kemudian rmengundurkan diri karena mendapat bekerja secara terstruktur.Pencurian tidak hanya
banyak sorotan media. Gamawan mengatakan dilakukan di satu tempat , tetapi dilakukan di
sebenarnya tidak ada aturan yang dilanggar dari beberapa tempat dengan cara setiap rombongan
pengangkatan Azirwan, namun secara etika guru mengambil satu naskah ujian soal.
kurang tepat sehingga disarankan untuk mundur.
M. Penegak Hukum Yang Jujur
H. Whistle Blower Atau Membocorkan Informasi Panggung hukum Indonesia geger oleh
EW , Kepala Sub-kelompok Regristrasi di munculnya sosok Lopa yang jujur, anti korupsi
Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa dan nyali bak harimau. Ia tidak kenal warna abu-
Timur , dipindah tugaskan ke Museum Trinil di abu, sebab bagi dia warna itu hanya hitam dan
Kabupaten Ngawi , Jawa Timur. Alasan outih, benar atau salah. Ketika lebaran menjelang
pemindahan itu karena EW dianggap telah , ia tegaskan kepada anak buahnya untuk tidak
membocorkan informasi tentang pembangunan menerima parsel Lebaran. Ketika tiba di rumah ,
Pusat Informasi Majapahit kepada dunia luar. ia melihat ada dua parcel di rumahnya. “Eh, siapa
Pemindahan EW ini berkaitan dengan yang kirim parsel kesini”, ucap Lopa dengan raut
merebaknya polemik disekitar pembangunan masam. Seisi rumah bungkan karena tahu Lopa
Pusat Informasi Majapahit di atas lahan situs geram.
purbakala Segaran III dan IV di Trowulan , Lopa kemudian sangat terkejut ketika
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. melihat salah satu parsel tersingkap 10 cm.
Ternyata yang membuka dan mengambil
I. Pengunduran Diri Pejabat makanan di parcel tersebut adalah anaknya.
Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Kemudian ia meminta kepada anaknya agar
Hong Won, Minggu (27/4/2014), mengundurkan membelikan cokelat dengan bentuk dan ukuran
diri dari jabatannya terkait tragedi tenggelamnya yang sama , selain itu dia juga memperingatkan
kapal feri Sewol yang mengakibatkan ratusan agar tidak melakukan hal itu lagi.
orang penumpangnya tewas.”Saya meminta
maaf karena tak mampu mencegah terjadinya
kecelakaan ini dan tak mampu bertanggung
jawab dengan layak sesudah tragedi ini terjadi”,
Konsep WoG mempertimbangkan
dampak
WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan Dialog Pertukaran informasi
pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya Joint Perencanaan
kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor Planning bersama, kerjasama
dalam ruang lingkupkoordinasi yang lebih luas guna sementara
mencapai tujuan-tujuan pembangunann kebijakan, Integrasi Joint Kolaborasi
manajemen program dan pelayanan publik. Working sementara
Joint Venture Perencenaan jangka
WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency,
panjang, kerjasama
yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah pada pekerjaan besar
kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang yang menjadi urusan
relevan. utama salah satu
peserta kerjasama
Pendekatan WoG di beberapa Negara dipandang
Satelit Entitas yang terpisah,
sebagai bagian dari respon terhadap ilusi paradigm
dimiliki bersama,
New Public Management (NPM) yang banyak
dibentuk sebagai
menekankan aspek efisiensi dan cenderung ego mekanisme
sektoral dibandingkan persektif integrasi sektor. integrative
WoG dipandang menunjukkan atau menjelaskan Kedekatan Aliansi Perencanaan jangka
dan Strategis panjang, kerjasama
bagaimana instansi layanan public bekerja lintas batas
pelibatan pada isu besar yang
atau lintas sektor guna mencapai tujuan bersama dan
menjadi urusan
sebagai respon terpadu pemerintah terhadap isu-isu utama salah satu
tertentu. peserta kerjasama
WoG merupakan pendekatan yang menekankan aspek Union Unifikasi resmi,
identitas masing-
kebersamaan dan menghilangkan sekat-sekat sektoral
masing masih
yang selama ini terbangun dalam model NPM.
Nampak
Merger Penggabungan ke
dalam struktur baru
Mengapa WOG

Mengapa WOG menjadi penting dan tumbuh sebagai


pendekatan yang mendapatkan perhatian dari
pemerintah:

- Faktor Eksternal, seperti dorongan publik


dalam mewujudkan integrasi kebijakan,
program pembangunan dan pelayanan agar
tercipta penyelenggaraan pemerintahan yang
lebih baik.
- Faktor Internal, fenomena ketimpangan
kapasitas internal akibat dari adanya nuansa
kompetisi antar sektor dalam pembangunan.

WoG diperlukan sebagai sebuah upaya untuk


memahami pentingnya kebersamaan dari seluruh
sektor guna mencapai tujuan bersama.

Kategori Tipe Keterangan


Hubungan
Koordinasi Penyertaan Pengembangan
strategi dengan
PKBT jalan, irigasi, dan jaringan ; asset tetap lainnya ;
asset lainnya
MANAJEMEN KEKAYAAN NEGARA  Aset lainnya  asset tak berwujud; kerjasama;
tidak masuk kegiatan operasi
KB 1. KEKAYAAN YANG DIKUASAI DAN  Asset bersejarah  nilai kultural, pelepasan
DIMILIKI NEGARA ketat, gak mudah diganti; sulit estimasi masa
manfaat  masuk CaLK
1. Pengertian Kekayaan Negara
KB 2. RUANG LINGKUP, KEWENANGAN DAN
Kekayaan yang dikuasai dan dimiliki negara
DASAR HUKUM PENGELOLAAN BARANG MILIK
 Kekayaan Negara  hayati/nonhayati, benda NEGARA
berwujud/tak berwujud, bergerak/tak bergerak,
1. Ruang Lingkup Pengelolaan BMN dan Subjek
yang dikuasai dan dimiliki negara.
Pengelolaan Barang Milik Negara
2. Kekayaan yang dikuasai Negara  Meliputi perencanaan kebutuhan dan
 Kekayaan dikuasai negara  kekayaan negara penganggaran, pengadaan, penggunaan,
potensial : pertanian, batu bara, panas bumi, dll pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan ,
 UUD 1945 Pasal 33 (2)  cabang produksi penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan,
yang penting bagi negara, menguasai hajat penghapusan, penatausahaan, dan
hidup orang banyak, dikuasai negara pembinaan, pengawasa dan pengadilan
 Dikuasai Negara (Agus Salim) :
 PP 27 tahun 2014 bab II -> pejabat pengelolaan
Demokrasi Terpimpin  negara berwenang
BMN meliputi Pengelola dan pengguna/ kuasa
menguasai dan mengusahakan SDA secara
pengguna Barang
langsung melalui perusahaan milik negara
Orde Baru  penguasaa tidak secara langsung 2. Kewenangan Kuasa (Kepala Kantor dalam
Reformasi  praktis dan terbuka, pemerintah lingkungan lembaga) Pengguna Barang
beri peluang investor swasta untuk terlibat
langsung dengan pemberian izin/KSO  Mengajukan rencana kebutuhan BMN kepada
Pengguna Barang
3. Kekayaan yang dimiliki Negara  Mengajukan Permohonan penetapan status
 Kekayaan dimiliki negara  kekayaan negara pengguna BMN
yg tidak dipisahkan dan yg dipisahkan pada
 Melakukan pencatatan dan inventarisasi BMN
perusahaan negara/perusahaan daerah.
 Mengamankan dan memelihara BMN
UUD 1945 pasal 23C  keuangan negara 
UU 17 Tahun 2003  Mengajukan usul pemanfaatan dan
 Keuangan Negara  semua hak dan kewajiban pemindahtanganan BMN
negara yang dapat dinilai denga uang, berupa  Menyerahkan BMN yang tidak digunakan
uang/barang yang berhubung dengan  Mengajukan usul pemusnahan dan
pelaksanaan hak dan kewajiban penghapusan BMN
 Kekayaan dikelola sendiri  uang, surat  Melakukan pengawasan dan pengendalian atas
berharga, piutang, barang, hal lain dinilai penggunaan BMN
dengan uang  Menyusun dan menyampaikan laporan barang
 Kekayaan negara dipisahkan  kuasa pengguna tahunan
penyertaan modal pemerintah  pengalihan 3. Dasar Hukum Pengelolaan BMN
kepemilikan BMN/D yg semula kekayaan yang
tidak dipisahkan menjadi kekayaan yang  Perencanaan kebutuhan dan penganggaran (
dipisahkan untuk diperhitungkan sebagai PMK-150/PMK.06/2014 tentang perencanaan
modal/saham negara kebutuhan BMN)
 Penyertaan Modal ke BUMN bersumber dari  Pengadaan ( PP54 tahun 2010 tentang
APBN (dana segar, proyek dibiayain APBN, pengadaan barang/jasa pemerintah, diubah
piutang negara pada BUMN/PT, asset lainnya)
dengan PP 4 tahun 2015)
 Penggunaan ( PMK-246/PMK.06/2014 tentang
4. Barang Milik Negara
penggunaan BMN diubah dengan PMK-
 BMN  dari hibah, kontrak, UU, putusan
pengadilan 87/PMK.06/2016)
 BMN  meliputi : asset lancer; asset tetap;  Pemanfaatan ( PMK-78/PMK.06/2014 tentang
peralatan dan mesin; gedung dan bangunan ; Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan BMN);
PMK-57/PMK.06/2016, KMK 616/KMK.06/2015
 Pengamanan dan pemeliharaan ( KMK- PMK RI NO 150/PMK.06/2014 tentang
21/KMK.01/2012 tentang pedoman perencanaan kebutuhan BMN sebagai kegiatan
pengamanan dan pemeliharaan BMN di merumuskan rincian kebutuhan BMN untuk
lingkungan kemenkeu meghubungkan pengadaan barang yang telah
 Penilaian (PMK-166/PMK.06/2016 tentang lalu dengan keadaan yang sedang berjalan
penilaian BMN sebagai dasar melakukan tindakan yang aan
 Pemindahtanganan ( PMK-111/PMK.06/2016 datang
tentang tata cara pemindahanganan PP 27 tahun 2014 tentang pengelolaan
 Pemusnahhan ( PMK-83/PMK.06/2016 tentang BMN/daerah pasal 9 ayat 2 , perencanaan
tata cara pelaksanaan pemusnahan dan kebutuhan meliputi perencanaan pengadaan,
penghapusan BMN pemeliharaan, peanfaatan, pemindahtanganan,
 Penghapusan ( PMK-83/PMK.06/2016 tentang dan penghapusan BMN/ daerah.
tata cara pelaksanaan pemusnahan dan
penghapusan BMN) PMK 150/PMK.06/2014 perencanaan BMN
 Penatausahaan ( PMK-181/PMK.06/2016 meliputi perencanaan pengadaan BMN dan
tentang penatausahaan BMN perencanaan pemeliharaan BMN.
 Pembinaan, pengawasan dan pengendalian (
PMK-244/PMK.06/2012 tenttang pengawasan PMK 150/PMK.06/2014 pasal 5 perencanaa
dan pengendalian BMN, diubah dengan PMK- pengadaan dan pemeliharaan ini untuk tanah
52/PMK.06/2016 dan atau bangunan dan selain tanah dan atau
bangunan.

KB 3. SIKLUS PENGELOLAAN BARANG 1) Perencanaan Kebutuhan Pengadaan BMN


MILIK NEGARA Standar barang-> spesifikasi barang yang
ditetapkan sebagai acuan penghitungan
1. Siklus penglolaan BMN pengadaan BMN dalam perencanaan
kebutuhan kementrian/lembaga (PMK
Perencanaan
248/PMK.06/2011 telah diubah dengan PMK RI
Kebutuhan dan No. 7/ PMK.06/2016 tentang perubahan atas
penganggaran PMK No. 248/PMK.06/2011 tentang standar
barang dan standar kebutuhan BMN berupa
tanah dan atau bangunan.
penghapusa Pembinaan,
Pengadaan Standar kebutuhan -> jumlah barang
n pengawasan dan
pengendalian yang dibutuhkan sebagai acuan penghitungan
pengadaan dan penggunaan BMN dalam
perencanaan kebutuhan lembaga ( PMK
248/PMK.06/2011).
Pengamanan dan Standar barang dan standar kebutuhan
Pemeliharaan BMN ditetatapkan oleh pengelola barang (PP
pemusnahan penggunaan 27tahun2014 pasal 9 ayat 5)
Alat angkutan darat bermotor dinas
Penatausahaan
operasional jabatan di dalam negeri diatur
dengan PMK RI No 76/PMK.06/2015 tentang
standar barang dan kebutuhan BMN berupa
alat angkutan darat bermotor (AADB) dinas
penilaian
operasional jabatan dalam negeri

2) Perencanaan Kebutuhan Pemeliharaan BMN


pemindahta
nganan pemanfaatan PMK 150/PMK.06/2014 Pasal 9

RKBMN untuk pemeliharaan diusulkan Pengguna


Barang dan/atau Kuasa Penguguna Barang terhadap:
2. Uraian Kegiatan Pengelolaan BMN 1. BMN berupa tanah dan/atau bangunan
a. Perencanaan BMN 2. BMN selain tanah dan/atau bangunan
a. Alat angkutan bermotor BMN harus ditetapkan status penggunaannya, Namun
b. Selain huruf (a) dengan nilai perolehan tidak semua BMN ditetapkan status penggunaanya,
persatuan paling sedikit Rp. meliputi:
100.000.000,00
a) BMN berupa barang persediaan, konstruksi
RKBMN tidak dapat diusulkan terhadap:
dalam pengerjaan dan atau barang yang dari
1. BMN rusak berat awal pengadaannya direncanakan untuk
2. BMN dalam status penggunaan sementara dihibahkan.
3. BMN dalam status dioperasionalkan pihak lain b) BMN yang berasal dari dana dekonsentrasi dan
4. BMN dalam status dimanfaatkan dana penunjang tugas pembantuan, yang
3) Jadwal Kegiatan Penyusunan RKBMN Pengadaan direncanakan untuk diserahkan.
dan Pemeliharaan c) BMN lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh
Pengelola Barang yang meliputi Bantuan
Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Negara
Pemerintah yang belum ditetapkan statusnya
diawali Kuasa Pengguna Barang menyusun RKBMN
dan Aset Tetap Renovasi.
kemudian dikirimkan ke Pembantu Pengguna Barang
2) Pejabat yang menetapkan status pengggunaan
Wilayah (harus memperhatikan standar barang dan
standar kebutuhan BMN) Pejabat yang berwenang mennetapkan status
penggunaan adalah Pengelola Barang, namun
Pembantu Pengguna Barang Wilayah yang menerima
ditetapkannya PMK NO 4/PMK.06/2015 sebagian
RKBMN mengkompilasi RKBMN tersebut ke Pembantu
wewenang didelegasikan ke Pengguna Barang,
Pengguna Barang Eselon I.
Kewenangan tersebut untuk BMN berupa:
Pembantu Pengguna Barang Eselon I melakukan
(a) Alat utama sistem persenjataan
analisis atas RKBMN dan menyusun rekapitulasi
(b) BMN selain tanah dan/atau bangunan,
RKBMN tingkat Eselon I. RKBMN dan rekapitulasi
yang tidak mempunyai dokumen
RKBMN dari Eselon I diserahkan ke Pengguna Barang.
kepemilikan, dengan nilai perolehan
Pengguna Barang meneliti RKBMN dan rekapitulasi sampai dengan Rp.100.000.000,00 per
tersebut. Pengguna Barang meminta Aparat unit/satuan.
Pengawasan Intern Pemerintah(APIP) untuk melakukan Untuk Kemenkeu penetapan status BMN huruf (b) di
review terhadap RKBMN. atas dilakukan oleh Sekretaris Eselon I/Kepala Biro
Umum. BMN selain tanah dan/atau bangunan, yang
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, Pengguna tidak mempunyai dokumen kepemilikan, dengan nilai
Barang menyusun RKBMN Pengguna Barang dengan perolehan di atas Rp.100.000.000,00 per unit/satuan
dilengkapi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak dilakukan oleh Pengelola yaitu Dirjen Kekayaan
(SPTJM) dan hasil eview APIP, dan dikirimkan ke Negara/Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan
Pengelola Barang. Sistem Informasi/Kepala Kantor Wilayah DJKN/ Kantor
Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.
RKBMN diterima Pengelola dan ditelaah, selanjutnya
dibuat Catatan atas Penelaahan RKBMN, Hasil 3) Prosedur Penetapan Status Penggunaan BMN
Penelaahan akan digunakan untuk menyusun anggaran
untuk pengadaan dan pemeliharaan BMN. Diawali dengan pengajuan usul Penetapan Status
Penggunaan (PSP) oleh Kuasa Pengguna atau
Pengguna Barang, Penelitian usulan dan selanjutnya
Penetapan Status Penggunaan oleh pejabat yang
b. Penggunaan BMN
berwenang (jika disetujui).
Untuk melakukan pengolahan BMN sesuai dengan
4) Dokumen yang harus dilampirkan untuk
peraturan berlaku. Langkah awal adalah mengurus
Penetapan Status Penggunaan BMN
Penetapan Status Penggunaan BMN.
Usulan Penetapan BMN harus dilengkapi dengan
1) Pengertian Penetapan Status Penggunaan BMN
dokumen pendukung
Penggunaan BMN diabatasi hanya untuk
penyelenggaraan tugas dan fungsi Kementerian/  PSP atas tanah : Sertifikat Kepemilikan
Lembaga, bila tidak BMN tersebut harus diserahkan  Bangunan : Ijin Mendirikan Bangunan
kepada pengelola barang.  Kendaraan Bermotor : BPKB dan STNK
Untuk lebih jelasnya baca PMK no  Bangun Guna Serah : BGS, adalah
246/PMK.06/2014 tentang Tata Cara Pemanfaatan BMN berupa tanah oleh pihak lain
Pelaksanaan Penggunaan BMN dengan cara mendirikan bangunan dan/atau
sarana berikut fasilitasnya, kemudian
C. Pemanfaatan BMN
didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam
PMK 78/PMK.06/2014 pasal 1 angka 1 jangka waktu tertentu yang telah disepakati,
untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah
Pemanfaatan sebagai pendayagunaan BMN yang tidak beserta bangunan dan/atau sarana berikut
digunakan untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu
Kementerian/Lembaga dan/atau optimalisasi BMN  Kerja Sama Penyedia Infrastruktur : Kerja Sama
dengan tidak mengubah status kepemilikan. Penyediaan Infrastruktur, yang selanjutnya
Prinsip Pemanfaatan BMN: disingkat KSPI, adalah kerja sama antara
pemerintah dan badan usaha untuk kegiatan
 Pemanfaat BMN dapat dilakukan sepanjang penyediaan infrastruktur sesuai dengan
tidak mengganggu pelaksanaan tugas dan ketentuan peraturan perundang-undangan
fungsi penyelenggaraan negar. Pemanfaat
BMN dilakukan dengan memperhatikan
kepentingan negara dan kepentingan umum.
 Pemanfaat BMN dilakukan dengan tidak
mengubah status kepemilikan BMN
 BMN yang menjadi objek pemanfaatan harus
ditetapkan status penggunaannya oelh
Pengelola Barang/Pengguna Barang
 Biaya pemeliharaan dan pengamanan BMN
serta biaya pelaksanaan yang berkaitan
dengan Pemanfaat BMN dibebankan pada
mitra Pemanfaatan.
 Penerimaan Negara dari pemanfaatan BMN
merupakan penerimaan negara yang wajib
disetorkan seluruhnya ke rekening Kas Umum
Negara
 BMN yang menjadi objek pemanfaatan dilarang
dijaminkan atau digandakan.
Pemanfaatan BMN menurut PMK 78/PMK.06/2014
yaitu Sewa, Pinjam Pakai, Kerja Sama Pemanfaatan,
Bangun Guna Serah/Bangun Serah Guna dan Kerja
Sama Penyediaan Infrastruktur.

 Sewa : Sewa adalah pemanfaatan BMN oleh


pihak lain dalam jangka waktu tertentu dan
menerima imbalan uang tunai
 Pinjam Pakai : Pinjam Pakai adalah penyerahan
penggunaan barang dari Pemerintah Pusat ke
Pemerintah Daerah dalam jangka waktu
tertentu tanpa menerima imbalan dan setelah
jangka waktu tersebut berakhir diserahkan
kembali kepada Pengelola Barang/Pengguna
Barang
 Kerja Sama Pemanfaatan : Kerja Sama
Pemanfaatan, yang selanjutnya disingkat KSP,
adalah pendayagunaan BMN oleh pihak lain
dalam jangka waktu tertentu dalam rangka
peningkatan penerimaan negara bukan pajak
dan sumber pembiayaan lainnya
Sewa Pinjam Pakai KSP BGS / BSG

1. Landasan PMK 78/PMK.06/2014 PMK 78/PMK.06/2014 PMK 78/PMK.06/2014 PMK 78/PMK.06/2014


Hukum PMK 57/PMK.06/2016 KMK 616/PMK.06/2015 KMK 616/PMK.06/2015 KMK 616/PMK.06/2015
2. Pihak yg BUMN, BUMD, Pemda dan tidak BUMN, BUMD, serta BUMN, BUMD,
menjadi mitra Swasta, Unit ditunjuk melalui tender Swasta, kecuali Swasta kecuali
Penunjang Kegiatan perorangan dan perorangan, Badan
Pemerintahan,/ ditunjuk melalui Hukum lainnya dan
badan hukum lainnya tender ditunjuk melalui tender
3. Objek Tanah dan Tanah dan bangunan, Tanah dan Tanah yang ada di
Pemanfaatan bangunan, selain selain tanah dan/ bangunan, selain pengelola dan tanah
BMN tanah dan/ bangunan bangunan tanah dan/ bangunan yg ada di pengguna
setelah diserahkan ke
pengelola
4. Biaya Penyewa Peminjam Setelah penunjukan Setelah penunjukan
Perbaikan mitra, tanggung mitra, tanggung jawab
jawab mitra mitra
5. Jangka Maks. 5 thn, dpt 5 thn dan dapat 30 tahun, 50 tahun 30 tahun sejak
Waktu diperpanjang dgn diperpanjang sekali dan dapat perjanjian
Pemanfaatan persetujuan diperpanjang ditandatangani dan
BMN pengelola tidak dapat
diperpanjang
6. Penerimaan Sewa yg disetorkan Tidak ada a. Kontribusi a. Kontribusi
Negara ke kas negara, tetap tahunan
kecuali sewa harian b. Pembagian b. Hasil
dan per jam dapat keuntungan BSG/BGS yg
disetorkan ke pejabat c. Hasil KSP digunakan
pengurus BMN/ (tanah, langsung
rekening bendahara gedung, dst) untuk tusi
pemerintahan
7. Perpanjangan Perpanjangan p.l 2 bulan sebelum 2 tahun sebelum Tidak ada
Kontrak dilakukan 3 bulan perjanjian berakhir perpanjangan
(sewa tahunan), 10
hari (sewa bulanan)
sebelum berakhirnya
jangka waktu sewa
(harian dan per jam)

8. Sewa BMN  Besaran sewa = Tarif pokok sewa x faktor


 Periodisitas sewa dan cara menentukan penyesuai sewa
besarnya sewa BMN berdasarkan PMK  Tarif pokok sewa BMN tanah, dan /bangunan :
57/PMK.06/2016 nilai wajar atas sewa
 Periodesitas Sewa dikelompokkan per tahun,  Tarif pokok sewa BMN selain tanah, dan
per bulan, per hari dan per jam. /bangunan : ditetapkan oleh pengelola barang ,
 Besaran sewa ditetapkan oleh : untuk BMN yg berada pada pengelola barang
- Pengelola barang  untuk BMN yg berada  Perhitungan tarif pokok sewa dilakukan oleh
pada pengelola barang penilai
- Pengguna barang  untuk BMN yg status  Untuk BMN selain tanah/ bangunan yg status
penggunaannya ada pada pengguna penggunaannya berada pada pengguna
barang, setelah mendapat persetujuan dari barang, tarif pokok sewa BMN ditetapkan oleh
pada pengelola barang pengguna barang, setelah mendapat
persetujuan pngelola barang
 Perhitungan tarif pokok sewa dilakukan oleh tim melibatkan penilai yg ditetapkan penggguna
yg ditetapakan oleh pengguna barang, dan dpt barang
 Faktor penyesuai sewa : o Kegiatan sosial = tdk menarik imbalan, tdk
- jenis kegiatan usaha penyewa berorientasi mencari keuntungan
- bentuk kelembagaan penyewa  Bentuk kelembagaan penyewa :
- periodesitas sewa o Kategori I = meliuti swasta (kecuali
 Jenis kegiatan usaha : yayasan dan koperasi), BUMN, BUMD
o Kegiatan bisnis = berorientasi semata-mata o Kategori II = yayasan, koperasi, lembaga
mencari keuntungan pendidikan formal dan no formal
o Kegiatan non bisnis = menarik imbalan atas o Kategori III = Lembaga sosial, lembaga
barang/ jasa yg diberikan, namun tdk kemanusiaan, lembaga keagamaan, unit
semata-mata mencari keuntungan penunjang kegiatan penyeleggara
pemeritahan.
 Faktor penyesuai jenis kegiatan usaha penyewa dan bentuk kelembagaan penyewa dapat diikhtisarkan sebagai
berikut

No Katergori Usaha Bisnis Usaha Non Bisnis Usaha Sosial


1. Kategori I 100 % 50 % 10 %
2. Kategori II 100 % 40 % 5%
3. Kategori III 100 % 30 % 5%

 Koperasi yang beranggotakan  Kontribusi tetap merupakan hasil perkalian dari


PNS/TNI/anggota Kepolisian Negara Republik besaran kontribusi tetap dan nilai wajar BMN
Indonesia yang bertujuan untuk kesejahteraan yang menjadi objek KSP.
anggota diberikan factor penyesuai a. 50%  Besaran kontribusi tetap KSP BMN ditentukan
untuk koperasi perimer b. sebesar 75 % untuk dari hasil perhitungan tim yang dibentuk oleh
koperasi primer. pengelola barang berdasarkan hasil penilaian,
 Faktor penyesuaian periosiditas sewa adalah: nilai wajar yang menjadi objek dalam rangka
a. Per tahun sebesar 100 % pelaksanaan KSP berdasarkan:
b. Perbulan sebesar 130 % a. hasil penilai pemerintah untuk tanh dan
c. Perhari Sebesar 160 % bangunan
d. Per jam Sebesar 190 % b. hasil penilaian tim yang dibentuk pengguna
barang untuk BMN selain tanah dan bangunan.
9. Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) BMN
 Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) Barang Milik d. Pemindahtanganan BMN
Negara adalah pendayagunaan BMN oleh
 Pemindahtanganan: pengalihan kepemilikan
pihak lain untuk penerimaan Negara bukan
BMN/D. (PP 27/2014)
pajak dan sumber pembiayaan lainnya meliputi  Tatacara pemindahtanganan BMN  PMK No
KSP BMN khusus (KSP BMN penyedia 111/PMK.06/2016 tentang Tata Cara
infrasturktur dan Operasional ) dan KSP BMN Pelaksanaan Pemindahtanganan BMN
umum.  dilakukan Penilaian atas BMN dalam rangka
 Dalam KSP BMN umum pemerintah Pengelola pemindahtanganan BMN terhadap objek
Barang memberikan kontribusi berupa objek pemindahtanganan (kecuali hibah)
BMN sedangkan mitra KSP melakukan  tujuan: untuk mendapatkan nilai wajar sesuai
ketentuan per-UU-an.
investasi pembangunan sarana dan prasarana.
 nilai taksiran: penilaian dilakukan oleh
Diakhir kontrak BMN deserahkan beserata Pengguna Barang tanpa melibatkan Penilai
sarana dan prasarana kepada pengelola BMN. 1. Jenis-jenis pemindahtanganan BMN
 Mitra KSP BMN : BUMN, BUMD, Swasta a. Penjualan: pengalihan kepemilikan BMN
kecuali perorangan. kpd pihak lain dengan menerima
 Pertimbangan dilakukan KSP: -penerimaan penggantian dalam bentuk uang
b. tukar-menukar: pengalihan kepemilikan
Negara bukan pajak dan tidak tersedianya dana
BMN antara pemerintah pusat ke
untuk pengelolaan dan operasional BMN. pemerintah daerah, atau antara
 Penerimaan Negara dari KSP meliputi pemerintah pusat dengan pihak lain, dg
Kontribusi Tetap, pembagian keuntungan serta menerima penggantian utama dalam
Hasil KSP. bentuk barang, minimal nilai seimbang
c. hibah: pengalihan kepemilikan barang dari
pemerintah pusat kpd pmerintah daerah
atau dari pemerintah pusat kpd pihak lain, a. BMN selain tanah dan/atau bangunan, yg tidak
tanpa memperoleh penggantian mempunyai dokumen kepemilikan, dg nilai
d. penyertaan modal pemerintah pusat: perolehan s/d Rp 100 juta per unit/satuan
pengalihan kepemilikan BMN yg semula b. bongkaran BMN karena perbaikan
merupakan kekayan yg tidak dipisahkan (renovasi,rehabilitasi, restorasi)
mjd kekayaan yg dipisahkan untuk
diperhitungkan sbg modal/saham negara **berupa hibah dilakukan terhadap:
pada BUMN atau badan hukum lain yg
dimiliki negara a. BMN yg dari awal perolehan dimaksudkan
 pemindahtanganan BMN dilakukan oleh untuk dihibahkan dalam rangka kegiatan
Pengguna atau Pengelola yg menguasai BMN pemerintahan
b. BMN selain tanah dan/atau bangunan, yg tidak
 pemindahtanganan harus mendapat
mempunyai dokumen kepemilikan, dg nilai
persetujuan dari Pengelola Barang, yaitu
perolehan s/d Rp100juta per unit/satuan
Presiden atau DPR
c. bongkaran BMN karena perbaikan (renovasi,
 kewenangan Pengelola untuk
rehabilitasi, restorasi)
menolak/menyetujui permohonan
pemindahtangan BMN dari Pengguna Barang
 BMN yg dari awal perolehan dimaksudkan untuk
dilimpahkan kpd: Direktur PKNSI (Pengelolaan
dihibahkan dalam rangka kegiatan pemerintahan
Kekayaan Negara dan Sistem Informasi),
sebagaimana dimaksud di atas tetapi tidak terbatas
Kanwil DJKN, serta KPKNL
pada:
 pemindahtanganan BMN tanah dan/atau
1. BMN yg dari awal pengadaannya
bangunan >Rp 100M harus mendapat
direncanakan untuk dihibahkan, yg dibeli
persetujuan DPR
atau diperoleh atas beban APBN
 pemindahtanganan BMN tanah dan/atau 2. BMN yg berasal dari Dana Dekonsentrasi
bangunan yg tidak perlu mendapat dan Tugas Pembantuan
persetujuan DPR*: 3. BMN yg diproleh sebagai pelaksanaan dari
a. sudah tidak sesuai dengan tata ruang perjanjian/kontrak
wilayah/penataan kota 4. BMN yg diperoleh sesuai Ketentuan
b. harus dihapuskan karena anggaran untuk Peraturan per-UU-an
bangunan pengganti sudah disediakan
 penjualan BMN dilakukan secara lelang, kecuali
dalam dokumen penganggaran berupa
dalam hal:
daftar isian pelaksanaan
(lihat modul PKBT hal 28)
anggaran,kerangka acuan kerja, rencana
kerja dan anggaran
Kementerian/Lembaga, dan/atau petunjuk
 pertimbangan dilakukannya hibah BMN:
operasional kegiatan
a. kepntingan sosial
c. diperuntukkan bagi pegawai negeri
b. kepentingan budaya
d. diperuntukkan bagi kepentingan umum
c. kepentingan keagamaan
e. dikuasai negara berdasarkan putusan
d. kepentingan kemanusiaan
pengadilan yg telah berkekuatan hukum
e. kepentingan pendidikan yg bersifat non
tetap dan/atau berdasarkan ketentuan
komersial
peraturan per-UU-an, yg jika status
f. penyelenggaraan pemerintahan negara
kepemilikannya dipertahankan tidak layak
secara ekonomis  syarat BMN dapat dihibahkan (PMK
111/PMK.06/2016):
*hal ini harus mndapat persetujuan a. Bukan merupakan barang rahasia negara
presiden/DJKN/Direktur PKNSI atau Kepala Kanwil b. bukan merupakan barang yg menguasai
hajat hidup orang banyak
DJKN atau KPKNL**
c. tidak digunakan lagi dalam
**begitu pula untuk pemindahtanganan BMN selain penyelenggaraan tugas dan fungsi
tanah dan/atau bangunan yg nilainya s/d Rp 100M penyelenggaraan pemerintahan negara.

*sebagian wewenang pengelola tersebut dilimpahkan


e. Pengamanan dan Pemeliharaan
ke Pengguna Barang sehingga berwenang dan
bertanggungjawab memberikan prsetujuan atas PP 27 2014 Pasal 42 (1) Pengelola Barang,
permohonan pemindahtanganan (penjualan* dan Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang
hibah**) BMN tertentu wajib melakukan pengamanan Barang Milik
*berupa penjualan dilakukan terhadap: Negara/Daerah yang berada dalam penguasaannya
yang meliputi pengamanan administrasi, pengamanan
fisik, dan pengamanan hukum.

Ahmada Wani (2)


KMK No. 21/KMK.01/2012 Pengamanan Administrasi dilaksanakan oleh Kuasa Pengguna Barang (PP
adalah kegiatan yang dilakukan oleh pejabat yang 27/2014 Pasal 92 ayat 2).
ditunjuk untuk menatausahakan dalam rangka
mengamankan BMN Kementerian dari segi Pemantauan dan investigasi atas pelaksanaan
administratif. Pengamanan Fisik adalah pengamanan Penggunaan, Pemanfaatan, dan Pemindahtanganan
oleh pejabat yang ditunjuk untuk mencegah terjadinya BMN yang dilakukan oleh Pengelola Barang sesuai
penurunan fungsi barang, penurunan jumlah barang, peraturan perundang-undangan, dapat ditindaklanjuti
dan hilangnya barang. Pengamanan Hukum adalah dengan meminta aparat pengawasan intern Pemerintah
pengamanan dengan cara melengkapi bukti status untuk mengaudit. Kemudian hasil audit disampaikan
kepemilikan. kepada Pengelola Barang untuk ditindaklanjuti sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menurut PP 27 2014 Pasal 45 (1) Pengelola Barang
dapat menetapkan kebijakan asuransi atau
pertanggungan dalam rangka pengamanan BMN
tertentu dengan mempertimbangkan kemampuan g. penilaian
keuangan Negara.
PP 27 tahun 2014 pasal 1 angka 7 Penilaian adalah
PP 27 2014 Pasal 46 (1) Pengelola Barang, Pengguna proses kegiatan untuk memberikan opini nilai atas suatu
Barang atau Kuasa Pengguna Barang bertanggung objek penilain berupa BMN/D pada saat tertentu.
jawab atas pemeliharaan BMN yang berada dibawah Penilaian ini dilakukan dalam rangka penyusunan
penguasaannya. Biaya pemeliharaan BMN dibebankan neraca Pemerintah Pusat/Daerah, Pemanfaatan, atau
pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pemindahtanganan, kecuali untuk: a) Pemanfaatan
dalam bentuk pinjam pakai ; atau b) pemindahtanganan
Barang Milik Negara dilakukan pemanfaatan dengan dalam bentuk hibah.
pihak lain, biaya pemeliharaan menjadi tanggung jawab
sepenuhnya dari penyewa, peminjam, mitra kerja sama Sesuai PP 27 tahun 2014 pasal 49 Penetapan Nilai
pemanfaatan, mitra bangun guna serah/bangun serah Barang Milik Negara berpedoman pada Standar
guna, atau mitra kerja sama penyediaan infrastruktur. Akuntansi Pemerintahan (SAP). Sementara itu menurut
PP 27 tahun 2014 pasal 50 ayat 1 Penilaian BMN
Kuasa Pengguna Barang membuat Daftar Hasil berupa tanah dan/atau bangunan dalam rangka
Pemeliharaan Barang dan melaporkannya kepada Pemanfaatan atau Pemindahtanganan mendapatkan
Pengguna Barang secara berkala. Selanjutnya nilai wajar sesuai dengan ketentuan peraturan
Pengguna Barang meneliti dan menyusun daftar hasil perundang-udangan.
pemeliharaan barang yang dilakukan dalam 1 Tahun
Anggaran sebagai bahan untuk melakukan evaluasi Penilaian Barang Milik Negara selain tanah dan/atau
mengenai efisiensi pemeliharaan BMN. bangunan dalam rangka Pemanfaatan atau
pemindahtanganan oleh tim yang ditetapkan Pengguna
f. Pembinaan, Pengawasan Dan Pengendalian BMN Barang dan dapat melibatkan Penilai yang ditetapkan
oleh Pengguna Barang (PP 27 2014 pasal 51 ayat 1),
Pembinaan merupakan usaha atau kegiatan melalui yang bertujuan untuk mendapatkan nilai wajar sesuai
pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan dengan ketentuan peraturan perundang-
supervisi. Pengendalian merupakan usaha mencapai undangan.namun jika Penilaian tanpa melibatkan
tujuan dengan membandingkan prestasi kerja dengan Penilai, maka hasilnya merupakan nilai taksiran.
neraca dan mengoreksi perbedaan yang penting.
Pengawasan adalah usaha/kegiatan untuk mengetahui Pengelola Barang dapat melakukan Penilaian kembali
dan menilai kenyataan yang sebenarnya telah sesuai atas nilai BMN/D, keputusan tersebut berdasarkan
peraturan perundang-undangan. ketentuan Pemerintah yang berlaku secara nasional.
Ketentuan lebih lanjut di Peraturan Menteri Keuangan
PP 27 2014 Pasal 91 mengatur bahwa Pengawasan yaitu PMK no 166/PMK.06/2015 tentang Penilaian
dan Pengendalian Barang Milik Negara/Daerah Barang Milik Negara. PMK ini menggantikan PMK
dilakukan oleh : a) Pengguna Barang melalui 179/PMK.06/2009.
pemantauan dan penertiban; dan/atau b) Pengelola
Barang melalui pemantauan dan h. Penataausahaan BMN
investigasi.Pemantauan dan Penertiban terhadap
 Tata cara penatausahaan  PMK No
Penggunaan, Pemanfaatan, Pemindahtanganan,
181/PMK.06/2016.
Penatausahaan, Pemeliharaan, dan pengaman BMN
yang berada dalam penguasaannya, dimana  Penatausahaan BMN  rangkaian kegiatan
Pembukuan, Inventarisasi, Pelaporan yang

Ahmada Wani (2)


dilakukan oleh Pengguna Barang & Pengelola  Dengan cara?
Barang.
 Dibakar
Kegiatan Pengguna Pengelola
Barang Barang  Dihancurkan

Pembuk Melakukan Melakukan  Ditimbun


uan pendaftaran & pendaftaran
 Ditenggelamkan
pencatatan BMN & pencatatan
ke Daftar Barang BMN  Cara lain sesuai ketentuan perUUan
Pengguna/Daftar dibawah
Barang Kuasa penguasaann  Alur? (PMK No 4/PMK.06/2015)
Pengguna ya dan yg ada
Persetujuan o/ Pengelola Barang  Pemusnahan o/
menurut pada
Pengguna Barang  dilaporkan dlm Berita Acara
penggolongan Pengguna
dan kodefikasi Barang.  Apa yang dimusnahkan?
barang.
 Persediaan
Inventari Inventarisasi Inventarisasi
sasi BMN 1x per 5 BMN min  Asset Tetap Lainnya (hewan, ikan,
tahun. 1x/tahun tanaman)
(Tanah/Bang
BMN  Selain Tanah Bangunan, yg tidak
unan).
(persediaan&kon mempunyai dok. kepemilikan, nilai
struksi)  perolehan max Rp 100jt per
inventarisasi unit/satuan.
setiap tahun.
 Bongkaran BMN karena perbaikan
Melaporkan hasil
inventarisasi ke
Pengelola j. Penghapusan BMN
Barang max 3bl
setelah  Penatausahaan BMN  tindakan menghapus
inventarisasi BMN dari daftar barang dg menerbitkan
keputusan dari pejabat yg berwenang untuk
Pelapor Menghimpun Menghimpun membebaskan Pengeola Barang, Pengguna
an Laporan Barang Laporan Barang, dan/atau Kuas Pengguna Barang dari
Kuasa Pengguna Barang tanggung jawab administrasi dan fisik atas
Semesteran & Kuasa barang yg berada dlm penguasaanya.
Tahunan, Pengelola
disampaikan ke Semesteran  Penyebab penghapusan Aset Berwujud?
Pengelola & Tahunan,
 Hilang, kecurian, terbakar, susut,
Barang. laporan BMN
menguap, mencair
sbg bahan
menyusun  Mati (hewan, ikan, tanaman)
neraca
Pempus.  Dihapuskan, untuk:

- bangunan yang berdiri diatas


tanah pihak lain
i. Pemusnahan BMN
- bangunan rusak
 Kenapa dimusnahkan? berat/membahayakan
 Tidak dapat digunakan - bangunan yang berdiri diatas
tanah yg menjadi objek
 Tidak dapat dimanfaatkan
pemanfaatan dlm bentuk
 Tidak dapat dipindahtangankan Kerjasama Pemanfaatan,
Bangunan Guna Serah
 Alasan lain sesuai ketentuan perUUan

Ahmada Wani (2)


- anggaran pengganti sudah Rumusan keuangan negara dari sisi:
disediakan dlm dokumen
penganggaran 1. Objek: semua hak dan kewajiban negara yg dapat
dinilai dg uang, termasuk kebijakan dan kegiatan dlm
 force majeure bidang fiskal dan moneter, dan pengelolaan kekayaan
negara yg dipisahkan, serta segala sesuatu baik berupa
 Penyebab penghapusan Aset Tak uang maupun berupa barang yg dapat dijadikan milik
Berwujud? negara berhubung dg pelaksanaan hak dan kewajiban
tsb.
 Tidak sesuai perkembangan teknologi
2. Subjek: seluruh objek keuangan negara yg dimiliki
 Tidak sesuai dengan kebutuhan
dan/atau dikuasai oleh pemerintah dan badan hukum
organisasi
publik lainnya.
 Rusak berat
3. Proses: seluruh rangkaian kegiatan pengelolaan
 Masa manfaat berakhir semua hak dan kewajiban negara yg dapat dinilai dg
uang dimulai dr perumusan kebijakan dan pengambilan
 Alur? keputusan s.d. pertanggungjawaban.

Persetujuan o/ Pengelola Barang  Penghapusan o/ 4.


Pengguna Barang  laporan penghapusan.

(untuk BMN yang dihapuskan karena adanya putusan


Pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap
dan tdk ada upaya hukum lain).

k. Sanksi dalam Pengelolaan BMN

 UU No 1 tahun 2014 pasal 59 ayat 1

Setiap kerugian Negara/daerah yang disebabkan oleh


tindakan melanggar hokum atau kelalaian seseorang
harus diselesaikan sesuai dengan ketentuan perUUan.

 PMK 224/PMK.06/2012 pasal 40

Pengguna Barang/Kuasa Penguna Barang yang tidak


melakukan pengawasan dan pengendalian BMN
berupa pemantauan, penerbitan, tidak melaporkan hasil
pelaksanaan  sanksi: penundaan penyelesaian
usulan pemanfaatan, pemindahtanganan,
penghapusan BMN

Tujuan: seluruh kebijakan, kegiatan, dan hubungan


BAHAN AJAR MANAJEMEN KEUANGAN hukum yg berkaitan dg pemilikan dan/atau penguasaan
PEMERINTAH objek keuangan negara tsb dimaksudkan dlm rangka
penyelenggaraan pemerintahan negara.

2. KONSEP DASAR
2.2.2. RUANG LINGKUP KEUANGAN NEGARA
2.2.1. PENGERTIAN KEUANGAN NEGARA
Ruang lingkup keuangan negara menurut UU
Menurut UU No. 17 Th. 2003: 17/2003, meliputi:
Keuangan negara: semua hak dan kewajiban negara 1. Pengelolaan fiskal: segala kegiatan yg mencakup
yg dapat dinilai dg uang, serta segala sesuatu baik penerimaan dan pengeluaran uang yg dilakukan
berupa uang maupun berupa barang yg dapat dijadikan pemerintah. Tujuan kebijakan fiskal:
milik negara berhubung dg pelaksanaan hak dan
kewajiban tsb. a. Alokasi sumber dana keuangan

b. Distribusi sumber dana keuangan


Ahmada Wani (2)
c. Stabilisasi ekonomi 2.2.4 KEKUASAAAN PENGELOLAAN KEUANGAN
NEGARA
2. Kebijakan moneter: kebijakan pemerintah terhadap
peredaran jumlah uang dlm masyarakat, ketetapan PENDELEGASIAN KEKUASAAN ATAS
cadangan wajib bank, tingkat diskonto, kebijakan PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA
pengendalian kredit, dan kebijakan pasar terbuka.
Kebijakan moneter dilakukan oleh bank sentral (Bank
Indonesia). Menteri Keuangan pada hakekatnya = Chief Financial
3. Kekayaan negara dipisahkan: komponen keuangan Officer (CFO) yg berwenang &tanggungjwb atas
negara yg pengelolaannya diserahkan kpd perusahaan pengelolaan aset & kwjiban negra.
yg seluruh/sebagian modal/sahamnya dimilik negara Para Menteri & pimpinan lembaga negara pada
(BUMN) atau daerah (BUMD). Secara tidak langsung hakikatnya = Chief Opoerational Officer (COO) yg
berhubungan dg APBN. berwenang & tanggungjwb atas penyelenggaraan
pemerintahan sesuai tugas dan fungsi masing2.

2.2.3. TUJUAN PENGELOLAAN KEUANGAN Menteri Keuangan dan Menteri Teknis diharapkan dpt
NEGARA memberi jaminan terlaksananya mekanisme check and
balance dalam pelaksanaan pengeluaran negara dan
Tujuan pengelolaan keuangan negara: jaminan kejelasan akuntabilitas Menteri Keuangan sbg
Bendahara Umum Negaradan Menteri Teknis sbg
1. Memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pengguna Anggaran. Selain itu, pembagiannya juga
Pengelolaan dg mengambil kebijakan: memberikan fleksibilitas bagi menteri teknis sbg
pengguna anggaran, utk mengatur anggaran
a. Surplus anggaran: pemungutan pajak yg tinggi shg kementriannya scr efektif dan efisyen utk optimalisasi
penerimaan lebih besar dr pengeluaran negara, kinerja berdasar output yg telaah ditetapkan, karena
akibatnya daya beli masyarakat turun. Namun demikian, kementrian teknis yg memahami kebijakan bidangnya.
pemerintah tetap menggerakkan roda perekonomian dg
melakukan belanja. UU No.17 th 2003 juga mengatur ttg kekuasaan
pengelolaan keuangan daerah yg dilaksanakan oleh
b. Defisit anggaran: pengeluaran lebih besar daripada kepala satker pengelola keuangan daerah selaku
penerimaan negara, daya beli masyarakat bertambah, pejabat pengelola APBD dan kepala satker perangkat
permintaan meningkat sehingga harga naik (inflasi) atau daerah selaku pejabat pengguna anggaran/barang
penawaran meningkat sehingga harga turun (deflasi). daerah.
2. Menjaga stabilitas ekonomi.

APBN sebagai alat untuk mengatasi inflasi dan deflasi, 3. APBN KONSEP DASAR APBN
memelihara stabilitas perekonomian dg kebijakan 3.1 PENGERTIAN APBN
anggaran surplus, defisit, atau berimbang.
a. Bahasa
3. Merelokasi sumber-sumber ekonomi.
Anggaran: Suatu rencana keuangan yg merupakan
Tugas dan fungsi negara menurut Musgrave dalam perkiraan ttg apa yg akan dilakukan di masa yg
buku "The Theory of Public Finance": akan datang
a. Realokasi sumber-sumber daya ekonomi Anggaran negara: rencana keuangan yg disusun
pemerintah
b. Redistribusi pendapatan
Anggaran negara sbg alat pengendalian keuangan
c. Stabilisasi
karena meripakan batas2 yg diatur dlm UU
4. Mendorong redistribusi pendapatan.
b. Berdasar UU no.17 th 2003
Adanya kebijakan pemungutan pajak yg lebih
APBN: rencana keuangan tahunan pemerintahan
banyak/tinggi kepada masyarakat mampu daripada
negara yg disetujui DPR
masyarakat miskin utk mengurangi kesenjangan
ekonomi dg mempergunakannya utk program c. Suparmoko (2012)
pemerintah dalam rangka membantu masyarakat
miskin. Anggaran (budget): suatu daftar / pernyataan yg
terperinci ttg penerimaan dan pengeluaran negara
yg diharapkan dalam jangka waktu 1 th.
Ahmada Wani (2)
*Rapat kerja dg Badan Anggaran, perwakilan
pemerintah: Mnteri keuangan dan Bappenas.

*dgn Komisi DPR, perwakilan pemerintah:

Menteri/Ketua lembaga sesuai mitra kerja komisi

3.2 FUNGSI APBN

1. Fs Otorisasi: APBN menjadi dasar utk


melaksanakan pendapatan dan belanja negarapd th 3. Tahap Penetapan APBN
bersangkutan shg dpt dipertanggungjawabkan kpd Sidang Paripurna (menyetujui) RUU APBN UU
rakyat APBN disahkan Presiden Alokasi Anggaran KL
2. Fs Perencanaan: APBN menjadi pedoman utk BA Hasil kesepakatan Pembahasan Rancangan APBN
merencanakan kegiatan pada thn tsb Daftar Isian Pelaksanaan (DIPA)

3. Fs Pengawasan: APBN menjadi pedoman utk


menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah 4. Pelaksanaan APBN
sudah sesuai dg ketentuan Pelaksanaan anggran diawali dengan disahkannya
Dokumen Pelaksanaan Anggaran oleh Menteri
4. Fs Alokasi: APBN harus diarahkan utk mengurangi
Keuangan.
pengangguran & pemborosan sumber daya, serta
meningkatakan efisiensi & efektivitas

5. Fs Distribusi: APBN harus memperhatikan rasa


keadilan & kepatuhan

6. Fs Stabilitas: APBN mnjd alat utk memelihara &


mengupayakan keseimbangan fundamental
perekonomian

3.3 Siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja


Negara

1. Tahap Perencanaan dan Penganggaran/


Penyusunan APBN:
- Dimulai pd awal thn sebelum thn anggaran
dilaksanakan
- Presiden menyampaikan kebijakan 1 thn ke
depan di sidang kabinet yg digunakan sbg acuan
- Menteri Keuangan menyusun kapasitas Fiskal
yaitu kemampuan keuangan negara yg dihimpun
dari pendapatan negara utk mendanai anggaran Dokumen tersebut merupakan acuan dan dasar hukum
belanja negara yg meliputi belanja K/L dan non pelaksanaan APBN yang dilakukan oleh
K/L. Pemerintah & DPR membicarakan R-APBN Kementerian/Lembaga dan Bendahara Umum Negara.
serta Nota Keuangan. Dokumen-dokumen penting dalam pelaksanaan
2. Tahap Pembahasan APBN anggaran adalah Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran
RUU APBN dan himpunan RKA-KL yg sudah dibahas (DIPA) dan dokumen lain yang dipersamakan dengan
dlm sidang kabinet disampaikan selambat2nya DIPA.
pertengahan Agustus. Pembahasan RUU APBN dan
Nota Keuangan melalui rapat kerja dg Badan
Anggaran dan Komisi DPR. Hasil rapat dg masing2 Dokumen yang disetarakan dengan DIPA adalah :
komisi DPR ditetapkan oleh Badan anggaran.
1. Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
2. Surat Perintah Membayar (SSP)

Ahmada Wani (2)


3. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) oleh unit-unit terkait.Pengawasan tersebut dilakukan
oleh Aparat pengawas Internal Pemerintah (APIP)
masing-masing K/L.
Pasal 17 Undang-Undang Perbendaharaan Negara
menyatakan bahwa Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran melaksanakan kegiatan yang
tercantum dalam dokumen pelaksanaan anggaran yang 3.3. STRUKTUR DAN FORMAT ANGGGARAN
telah disahkan dan berwenang mengadakan PENDAPATAN BELANJA NEGARA
ikatan/perjanjian dengan pihak lain dalam batas Bentuk Penyusunan APBN :
anggaran yang telah ditetapkan. Lebih lanjut, pedoman - Tahun 1969/70 s.d 1999/2000: Rekening Scontr o
dalam rangka tata cara pelaksanaan APBN diatur dalam ( T account)
Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2013 tentang - Tahun 2000 s.d sekarang : Stafel ( I Account)
Tata cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara.
I account disesuaikan dengan standar yang berlaku
secara internasional sebagaimana digunakan dalam
statistik keuangan pemerintah (Government Finance
5. Pencatatan dan Pelaporan APBN.
Statistics). Struktur dan format APBN seperti ini dapat
digunakan untuk beberapa tujuan yaitu:
Pencatatan dan Pelaporan
yang sesua dengan SAP a. Untuk meningkatkan transparansi dalam
(standar akutansi penyusunan APBN
pemerintah) b. Mempermudah melakukan analisis komparasi
mengenai perkembangan operasi fiskal pemerintah
dengan berbagai negara lain.
c. Mempermudah analisis, pemantauan, dan
MENGHASILKAN pengendalian pelaksanaan dan pengelolaan APBN
sehingga dapat diambil langkah-langkah untuk
memperkecil diskripensi dengan data pembiayaan
LKPP (Laporan
Bank Indonesia.
Keuangan Pemerintah
d. Menghadapi pelaksanaan desentralisasi fiskal
Pusat) sesuai dengan dengan UU No. 33 tahun 2004,
tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah
Pusat dan Daerah.
2) Mulai Maret 2003 seiring dengan diundangkannya
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, format
DISERAHKAN RAPBN meski menggunakan I-Account mengalami
KEPADA perubahan format pada struktur anggarannya. UU
Keuangan Negara mengamanatkan format baru
yang disebut format anggaran terpadu (unified
budget), yakni tidak ada pemisahan antara anggaran
belanja rutin dan anggaran belanja pembangunan,
Presiden
tetapi digabungkan menjadi satu. Adapun struktur
dan format pokok RAPBN yang dilaksanakan pada
TA 2017 dapat dilihat pada table.
TABEL ADA PADA MODUL PKBT BAB BAHAN
AJAR MANAJEMEN KEUANGAN HAL 14-15

LKPP terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran


(LRA), Neraca, Laporan Arus Kas (LAK), dan
Catatan Laporan Arus Kas (CALK) 4. PELAKSANAAN ANGGARAN
PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA
4.1 REFORMASI PELAKSANAAN APBN
6. Pemeriksaan dan Pertanggungjawaban APBN.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan - Diatur dalam UU no. 1 tahun 2004 tgl 14 Jan 2004
pemeriksaan,dan LKPP yang telah diaudit oleh BPK ttg Perbendaharaan Negara yang merupakan
tersebut disampaikan oleh Presiden kepada DPR penjabaran dari UU no. 17 tahun 2003
dalam bentuk rancangan undang-undang - Perbendaharaan Negara : Pengelolaan &
pertanggungjawaban pelaksanaan APBN untuk pertanggungjawaban Keuangan Negara termasuk
dibahas dan disetujui. Dalam pelaksanaan APBN investasi dan kekayaan negara yang dipisahkan
sebenarnya terdapat pengawasan yang dilakukan yang ditetapkan dalam APBN dan APBD.

Ahmada Wani (2)


- Ruang Lingkup Perbendaharaan Negara 1. Tunjuk kepala satker yg berstatus PNS sebagai
• Pelaksanaan Pendapatan dan Belanja Negara KPA
• Pengelolaan Penerimaan dan Pengeluaran 2. Tetapkan pejabat perbendaharaan lainnya
Negara/ Daerah
• Pengelolaan Kas Negara PA
• Pengelolaan Utang dan Piutang Negara/ daerah
• Penyelenggaraan akuntansi dan sistem
informasi manajemen keuangan negara dan
daerah KBUN KPA
• Pengelolaan investasi dan BMN/BMD
• LPJ pelaksanaan APBN/APBD
• Penyelesaian kerugian negara/daerah
• Pengelolaan keuangan BLU PPK BP PPSPM
• Perumusan standar, kebijakan dan prosedur
yang terkait.
- Kewenangan Administratif Menteri Negara/
Lembaga
• Melakukan perikatan/ tindakan lain yg
mengakibatkan penerimaan/ pengeluaran
• Pengujian dan pembebanan tagihan (realisasi
perikatan)Memerintahkan pembayaran atau
menagih penerimaan yang timbul
- Kewenangan Kebendaharaan Menteri Keuangan
• Kasir
• Pengawas Keuangan (berbeda dgn pre audit B. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)
oleh menteri K/L atau post audit oleh aparat Pejabat yg memperoleh kuasa dari PA untuk
pengawasan fungsional) melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung
a. Rechmatigheid : Ketaatan pada peraturan
jawab penggunaan anggaran pd K/L.
hukum
b. Wetmatigheid : Ketaatan pada aturan  Berstatus PNS, bila tidak harus ijin.
perundangnan  Melekat pada jabatan, mis. pergantian kepala
• Manajer Keuangan kantor, kepala kantor baru langsung menjadi KPA.
 PA dapat menunjuk pejabat lain selain kepala
kantor bila:
4.2. PEJABAT PERBENDAHARAAN
o Satker bersifat komisioner
 Terdiri dari: (PMK 190 2012) o Satker dipimpin Es.1 atau setingkat
1. Pengguna Anggaran (PA) o Satker sementara
2. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) o Pimpinan satker memiliki tugas fungsional
3. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) o Satker lembaga negara
4. Pejabat Penandatangan SPM (PPSPM) Tugas
5. Bendahara Pengeluaran (BP)
1. Menyusun DIPA
6. Kuasa Bendahara Umum Negara (KBUN)
2. Menetapkan PPK &PPSPM
3. Menetapkan panitia/pejabat terkait pelaksanaan
A. Pengguna Anggaran (PA) kegiatan dan pengelolaan anggaran
Pejabat pemegang kewenangan atas Bagian Anggaran 4. Menetapkan RPK dan RPD
tusi K/L tertentu (Menteri/ Pimpinan Lembaga) 5. Memberikan supervisi dan konsultasi
6. Mengawasi penatausahaan dok dan transaksi
 Menkeu/ merupakan PA atas BA Kemenkeu dan 7. Menyusun laporan keuangan dan kinerja
BA-BUN (BA yang tidak dikelompokan pada K/L)
 BA-BUN meliputi pegeloalan:
1. Utang C. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
2. Hibah Pejabat yg melaksanakan kewenangan KPA utk
3. Investasi Pemerintah mengambil keputusan dan/atau tindakan yg dapat
4. Penerusan Pinjaman mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN.
5. Transfer ke Daerah
6. Subsidi
7. Transaksi Khusus Tugas
8. Anggaran Lainnya
Kewenangan 1. Menyusun RPK dan RPD
2. Menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia B/J

Ahmada Wani (2)


3. Membuat, menandatangani dan melaksanakan  Bila BP dipindahtugaskan,/ pensiun/ diberhentikan/
perjanjian dgn Penyedia B/J berhalangan sementara, BP bertanggung jawab utk
4. Melaksanakan kegiatan swakelola menyelesaikan administrasi keuangan.
5. Memberitahukan KBUN atas perjanjian/kontrak yg  KPA dapat menunjuk beberapa BPP (BP-
dilakukannya Pembantu) sesuai kebutuhan.
6. Mengendalikan pelaksanaan perjanjian/ kontrak  BP bertanggung jawab secara pribadi.
7. Menguji dan menandatangani surat bukti
pengenaan hak tagih negara
8. Membuat dan menandatangani SPP
9. Melaporkan pelaksanaan/ penyelesaian kegiatan
kpd KPA
10. Menyerahkan hasil pekerjaan pelaksanaan Tugas
kegiatan kpd KPA dengan BAP
11. Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh dok 1. Menerima, menyimpan, menatausahakan, dan
pelaksanaan kegiatan membukukan
12. Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya 2. Melakukan pengujian dan pembayaran atas
berkaitan dengan tindakan yg mengakibatkan perintah PPK
pengeluaran anggaran belanja lainnya 3. Meneliti kelengkapan perintah pembayaran
4. Menolak perintah pembayaran bila tdk sesuai
D. Pejabat Penandatangan SPM (PPSPM) 5. Melakukan pemotongan/pemungutan penerimaan
Pejabat yg diberi kewenangan oleh KPA utk dan pembayaran
melakukan pengujian atas permintaan pembayaran 6. Menyetorkan pemotongan/pemungutan ke kas
dan menerbitkan SPM negara
7. Mengelola rekening UP
Tugas 8. Menyampaikan LPJ ke KPPN sbg KBUN
1. Menguji kebenaran SPP beserta dok
pendukung F. Kuasa Bendahara Umum Negara (KBUN)
2. Menolak dan mengembalikan SPP, bila tdk Pejabat yang diangakat oleh BUN untuk melaksanakan
memenuhi syarat tugas kebendaharaan dlm rangka pelaksanaan APBN
3. Membebankan tagian pd MA yg telah (Kepala KPPN)
disediakan
4. Menerbitkan SPM Tugas
5. Menyimpan dan menjaga keutuhan seluruh
dok hak tagih 1. Tugas kebendaharaan (menerima, menyimpan,
6. Melaporkan pelaksanaan penguian dan membayar/ menyerahkan, menatausahakan, dan
perintah pembayaran kpd KPA mempertanggungjawabkan uang atau surat
7. Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya berharga yg dikelolanya).
yg berkaitan dgn pelaksanaan pengujian dan 2. Melaksanakan pencairan dana berdasarkan SPM
perintah pembayaran yg diterbitkan PPSPM atas nama KPA, setelah
menguji dan meneliti kelengkapan SPM tersebut.

E. Bendahara Pengeluaran (BP)


Orang yg ditunjuk untuk menerima, menyimpan, 4.3 TAHAP- TAHAP PELAKSANAAN APBN
membayar, menatausahakan, dan
mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan Pengujian
Pembuatan
Belanja Negara dlm pelaksanaan APBN pd dan Perintah Pembayaran
Komitmen
kantor/satker. Pembayaran

 Pengangkatan BP tidak terikat periode TA.


 Surat penetapan BP harus disampaikan kpd 1. Tahapan Pembuatan Komitmen
PPSPM, PPK, serta Kepala KPPN dlm rgk - Pengguna Anggaran (PA) atau Kuasa Pengguna
pertanggungjawaban. Anggaran (KPA) melaksanakan kegiatan yg
 BP tidak dpt dirangkap oleh KPA, PPK, atau disebutkan dalam dokumen pelaksanaan
PPSPM. anggaran yang telah disahkan
 Bila tidak ada pergantian BP, BA TA yang lalu - PA/ KPA berwenang mengadakan perikatan/
masih berlaku. perjanjian dalam batas anggaran yang ditetapkan
 Bila BP dipindahtugaskan,/ pensiun/ diberhentikan/ - PA/ KPA berwenang menetapkan Pejabat
berhalangan sementara, PA/ KPA menetapkan Pembuat Komitmen (PPK) serta pejabat/ panitia
pejabat pengganti. lain yang terlibat.
2. Tahapan Pengujian dan Perintah Pembayaran

Ahmada Wani (2)


- Dilakukan oleh PA/ KPA UUD 1945, pasal 55 (1) UU No. 1 tahun 2004, dan
Melakukan Pengujian: pasal 2 (1) UU No. 15 tahun 2004.
1. Pengujian kebenaran material
surat- surat bukti (kebenarannya
Bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban
ditanggung pejabat yang pelaksanaaan APBN disusun dan disajikan sesuai SAP
mengesahkan) dalam PSAP.
2. Meneliti kebenaran dokumen
sebagai syarat perjanjian Bentuk dan Isi Laporan Keuangan
3. meneliti ketersediaan dana 1. Laporan Realisisasi APBN
LRA memberikan informasi mengenai keseimbangan
antara anggaran pendapatan, anggaran belanja dan
Membebankan pengeluaran
pembiayaan dengan realisasinya, serta informasi
sesuai mata anggaran
kebijakan fiskal dan moneter, sebab terjadi perbedaan
yang material antara anggaran dan realisasinya.
Memerintahkan pembayaran 2. Neraca
tagihan atas beban APBN/ Neraca menggambarkan aset lancar dan tidak lancar,
APBD
kewajiban jangka pendek dan panjang, dan ekuitas
dana. Neraca tingkat Pempus merupakan konsolidasi
dari neraca tingkat K/L.
3. Tahapan Pembayaran
3. Laporan Arus Kas
- Dilakukan oleh Bendahara Umum Negara (BUN)/
LAK menyajikan informasi aktivitas operasional,
Kuasa BUN
investasi aset non keuangan, dana cadangan,
Meneliti kelengkapan
perintah pembayaran dari pembiayaan dan transaksi non anggaran yang
PA/ KPA menggambarkan saldo awal, penerimaan,
pengeluaran, dan saldo akhir kas.
Menguji kebenaran
perhitungan yang terdapat LAK disusun oleh fungsi perbendaharaan (Kemenkeu:
dalam perintah pembayaran Pusat, PPKD: daerah)
Menguji 4. Catatan atas Laporan Keuangan
ketersediaan dana
CaLK menyajikan informasi tentang penjelasan pos-
BILA SYARAT TERPENUHI BILA SYARAT TIDAK pos lapkeu. Sekurang-kurangnya berisi:
TERPENUHI
Memerintahkan Pencairan  Informasi tentang kebijakan fiskal, makro,
oleh Bendahara Pengeluaran Menolak pencairan
pencapaian target UU APBN.
 Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan setahun.
 Informasi dasar penyusunan lapkeu dan kebijakan
akuntansi yang dipilih.
 Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh
- Pembayaran atas beban APBN/ APBD dilakukan PSAP yang belum disajikan dalam lembar muka
setelah barang/ jasa diterima lapkeu.
- K/L atau satker dapat memberikan uang  Pengungkapan informasi pos aset dan kewajiban
persediaan (UP) pada PA/ KPA yang dikelola oleh yang timbul sehubungan penerapan akrual atas
bendahara pengeluaran. Pendapatan dan Belanja dan rekonsiliasinya
- Prosedur pembayaran dgn UP sama dengan dengan penerapan kas.
tahapan pembayaran yang disebutkan di atas.  Informasi untuk penyajian yang wajar yang tidak
- Bendahara pengeluaran bertanggungjawab disajikan dalam lembar muka lapkeu.
secara pribadi atas pembayaran yang dilakukan
- Pengecualian dari ketentuan ini diatur dalam
peraturan pemerintah
5. PERTANGGUNGJAWABAN ATAS
PELAKSANAAN APBN

Pertanggungjawaban APBN  dulu: Perhitungan


Anggaran Negara (pasal 69 ICW); sekarang: Laporan
Keuangan (pasal 30 UU No. 17 tahun 2003 tentang
Keuangan Negara). Diatur juga dalam pasal 23 (5)

Ahmada Wani (2)


•Responsibilitas (tanggung jawab) adalah
kesiapan untuk menerima risiko dari tindakan
atau perbuatan yang dilakukan. Seperti mau
menerima risiko secara wajar, cuci tangan, atau
melarikan diri dari risiko yang dihadapi
NILAI-NILAI KEMENKEU
BAB II •Sosiabilitas yaitu disposisi pribadi yang
berkaitan dengan hubungan interpersonal.
PRIBADI BERNILAI
Seperti:sifat pribadi yang terbuka atau tertutup
dan kemampuan berkomunikasi dengan orang
lain.
A. Pengertian Pribadi

1. Pribadi(bahasa Inggris:self)
4. Faktor-faktor penentu kepribadian
Istilah "pribadi" menunjukkan keterpisahan,
yakni kemasingdirian (individualism). 1. Faktor keturunan
Kepribadian merupakan keadaan atau sifat
Keturunan merujuk pada faktor genetika
masing diri; yaitu seseorang yang terpisah atau
seorang individu. Tinggi fisik, bentuk
berbeda daripada orang lain dan memiliki
wajah,gender, temperamen, komposisi otot dan
kebutuhan, tujuan dan hasratnya sendiri.
refleks, tingkat energy dan irama biologis adalah
karakteristik yang pada umumnya dianggap,
entah sepenuhnya atau secara substansial,
2. Kepribadian dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu
tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis, dan
Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang psikologis bawaan dari individu
individu bereaksi dan berinteraksi dengan
individu lain. Disamping itu kepribadian sering
diartikan dengan ciri-ciri yang menonjol pada diri
2. Faktor lingkungan
individu, Berdasarkan psikologi, Gordon Allport
menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu Faktor lain yang memberi pengaruh cukup
organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang besar terhadap pembentukan karakter adalah
merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. lingkungan di mana seseorang tumbuh dan
Secara eksplisit Allport menyebutkan, dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan
kepribadian secara teratur tumbuh dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain
mengalami perubahan yang seorang manusia dapat alami

3. Pandangan Hidup
3. Ciri-ciri kepribadian
Pandangan hidup atau biasa disebut juga
Kata kunci dari pengertian kepribadian dengan prinsip hidup adalah merupakan sebuah
adalah penyesuaian diri. Abin Syamsuddin draft atau konsep dari kehidupan yang akan kita
(2003) mengemukakan tentang aspek-aspek jalani. pandangan hidup yang dimiliki pada
kepribadian, yang di dalamnya mencakup: umumnya dimasyarakat adalah pandangan yang
sesuai dengan agama dan norma-norma yang
berlaku di masyarakat Jati diri adalah gambaran
•Karakter yaitu konsekuen tidaknya dalam suatu sifat atau karakter dari seseorang. Arah
mematuhi etika perilaku, konsiten tidaknya dalam hidup adalah adalah merupakan pemahaman
memegang pendirian atau pendapat. terhadap jati diri itu

sendiri.

•Temperamen yaitu disposisi reaktif seorang,


atau cepat lambatnya mereaksi terhadap
rangsangan-rangsangan yang datang dari D. Pengertian Nilai
lingkungan.
1. Pengertian Nilai
Nilai -> English = Value yang berarti harga,
•Sikap; sambutan terhadap objek yang bersifat penghargaan, atau tafsiran.
positif, negatif atau ambivalen. Nilai adalah sesuatu yang abstrak, bukan
konkret.

•Stabilitas emosi yaitu kadar kestabilan reaksi


emosional terhadap rangsangan dari
2. Sifat-sifat Nilai:
lingkungan. Seperti mudah tidaknya ter
a. Realitas abstrak dan ada dalam kehidupan
singgung, marah, sedih, atau putus asa
manusia

RIHAM DZAKA AZHARI


b. Normatif, artinya mengandung harapan, NILAI-NILAI KEMENTERIAN
cita-cita, dan suatu keharusan, sehingga KEUANGAN
ideal.
c. Berfungsi sebagai daya dorong/motivator
3. Jenis – Jenis Nilai: A. Integritas
a. Dalam Filsafat: Integritas dapat diartikan sebagai dorongan
- Nilai Logika = Nilai Benar-salah hati nurani untuk melaksanakan tugas dan
- Nilai Estetika = Nilai Indah-Jelek tanggung jawab dengan tekat yang mulia.
- Nilai Etika/Moral = Nilai Baik Buruk Menurut nilai-nilai Kementerian Keuangan,
b. Menurut Notonegoro: integritas diartikan sebagai berpikir, berkata,
- Nilai Material : berguna bagi kehidupan berperilaku dan bertindak dengan baik dan benar
jasmani manusia serta memegang teguh kode etik dan prinsip-
- Nilai Vital : berguna bagi manusia untuk prinsip moral.
mengadakan kegiatan Untuk mengaplikasikannya, integritas
- Nilai Kerohanian : berguna bagi rohani dinyataklan dalam dua perilaku utama yaitu:
manusia a. Bersikap jujur, tulus dan dapat
dipercaya
Nilai Kerohanian meliputi: b. Menjaga martabat dan tidak melakukan
- Nilai Kebenaran ->bersumber daru akal hal-hal tercela
manusia ( rasio, budi, cipta )
Integritas menjadi pondasi dari keempat nilai
- Nilai Keindahan ->bersumber dari unsur
yang lain karena nilai-nilai lain tidak dapat
perasaan manusia dilaksanakan dengan sempurna apabila nilai
- Nilai Kebaikan ->bersumber dari kehendak pertama (integritas) tidak terealisasi.
manusia
- Nilai Religius -> bersumber dari keyakinan
manusia a. Bersikap jujur, tulus dan dapat
dipercaya
4. Kode Etik
Kode Etik Profesi -> Suatu Tatanan Etika yg Sikap jujur, tulus dan dapat dipercaya
telah disepakati oleh suatu kelompok harus terus dikembangkan. Sikap jujur
masyarakat tertentu. memberikan informasi berdasarkan fakta.
Tujuan Kode Etik ->Agar professional Informasi untuk atasan, untuk bawahan mauoun
memberikan jasa sebaik-baiknya kepada untuk masyarakat luas. Ketulusan, tidak ada
Pemakai atau nasabahnya. maksud lain di balik informasi yang diberikan
kecuali sesuai dengan isi informasi tersebut.
E. Pengertian Pribadi Bernilai

b. Menjaga martabat dan tidak melakukan


Elizabeth (Syamsu Yusuf, 2003)
hal-hal yang tercela
mengemukakan ciri-ciri kepribadian yang sehat
(bernilai) adalah sebagai berikut: Menjaga kehormatan dirinya dengan tidak
1. Mampu menilai diri sendiri secara melanggar norma. Dengan menjaga kehormatan
diri, berarti telah menjaga kehormatan
realistik
organisasi. Dilakukan dalam bentuk
2. Mampu menilai situasi secara realistic
melaksanakan dan mematuhi sumpah jabatan.
3. Mampu menilai prestasi yang diperoleh
Pegawai Kemenkeu telah disumpah tidak
secara realistic menerima apapun dari pihak lain yang terkait
4. Menerima tanggung jawab dengan jabatannya (gratifikasi).
5. Kemandirian
6. Dapat mengontrol emosi Sikap ini disimbolkan dengan gambar kepala..
7. Berorientasi tujuan
8. Berorientasi keluar (ekstrovert)
9. Penerimaan social B. Profesionalisme
10. Memiliki filsafat hidup, dan
Berasal dari kata profesion yang bermakna
11. Berbahagia
berhubungan dengan profesi dan memerlukan
kepandaian khusus untuk menjalankannya. Sifat-
Dilihat dari latar belakang lahirnya nilai-nilai
sifat (kemampuan, kemahiran, cara pelaksanaan
Kementerian Keuangan, pribadi bernilai adalah
sesuatu, dll) sebagaimana yang sewajarnya
individu-individu pegawai Kementerian
dilakukan oleh seseorang professional.
Keuangan yang memiliki sifat-sifat dan
karakteristik sesuai nilai-nilai Kementerian
Keuangan yaitu Integritas, Profesionalisme,
Sinergi, Pelayanan dan Kesempurnaan. Kualitas profesionalisme memiliki ciri:

1. Keinginan menampilkan perilaku yang


ideal
BAB III 2. Meningkatkan dan memelihara imej
profesi

RIHAM DZAKA AZHARI


3. Mengejar kesempatan pengembangan Ketiga  kemudahan yang diberikan
professional yang meningkatkan dan sehubungan dengan jual beli barang atau jasa
memperbaiki kualitas pengetahuan dan
keterampilannya.
4. Mengejar kualitas dan cita-cita dalam
profesi Pelayanan sepenuh hati artinya melayani tanpa
a. Mempunyai keahlian dan memandang siapa yang dilayani. Ukuran
pengetahuan yang luas pelayanan sepenuh hati yaitu kepuasan
 Tupoksi luas dan kompleks pemangku kepentingan
 Efisien dan berkualitas
Efisien tidak tercapai jika tidak a. Melayani dengan berorientasi pada
punya pengetahuan luas. pmeangku kepentingan
Pegawai Kemenkeu harus memiliki perilaku
Berkualitas tidak tercapai jika
memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan
tidak punya keahlian
stakeholder-nya
 Penguasaan teknologi informasi
Sikap ini disimbolkan gambar b. Bersikap proaktif dan cepat tanggap
mata Melayani tanpa disuruh atau diminta,
menghampiri dan menayakan sesuatu yang
b. Bekerja dengan hati mungkin kita bisa membantunya.
Bekerja sesuai SOP dan hati nurani

E. Kesempurnaan
C. Sinergi
Kesempurnaan dalam nilai-nilai Kemenkeu
 senantiasa melakukan upaya perbaikan di
segala bidang untuk menjadi dan memberikan
Kegiatan atau operasi gabungan. Sinergi yang terbaik
diwujudkan dengan koordinasi dan kerjasama
yang baik dengan pihak yang berkepentingan
untuk memperoleh hasil yang lebih besar,
berkualitas, dan cepat. Sinergi juga dapat a. Melakukan perbaikan terus-menerus
Mengevaluasi setiap hasil pekerjaan untuk
membangun hubungsn kerjasama internal yang
mendapatkan kekurangan atau kesalahan yang
produktif serta kemitraan harmonis dengan para
ada sehingga membuka peluang untuk perbaikan
pemangku kepentingan.

b. Mengembangkan inovasi baru dan


Perilaku utama nilai sinergi: kreativitas
Inovasi merupakan hasil pengembangan,
a. Memiliki sangka baik, saling percaya dan pemanfaatan atau mobilisasi pengetahuan,
menghormati keterampilan dan pengalaman menciptakan atau
Persangkaan baik kepada teman, atasan memperbaiki produk atau sistem yang baru, yang
maupun bawahan adalah modal awal dalam memberikan nilai secara signifikan
membangun hubungan yang baik serta akan
menjadikan kita merasa aman jika bekerja sama
dengan mereka. Rasa aman akan menimbulkan
rasa saling percaya dan saling menghormati.
BAB IV
b. Menemukan dan melaksanakan solusi
terbaik PENDEKATAN NEURO LINGUISTIC
Solusi yang baik hanya dapat diperoleh PROGRAMMING SEBAGAI STRATEGI
manakala didukung dengan data dan informasi INTERNALISASI NILAI-NILAI
terkini, lengkap dan akurat. Seorang pegawai
KEMENTERIAN KEUANGAN
Kementerian Keuangan harus mampu
berkontribusi menemukan ide penyelesaian
setiap kali menemui persoalan di dalam
menjalankan tugas- tugasnya A. PENGENGENALAN NLP UNTUK
INTERNALISASI NILAI-NILAI
Kreatifitas dapat dibangun salah satunya KEMENTERIAN KEUANGAN
berani berfikir out of box, berfikir di luar kebiasaan
orang berfikir. Selama idenya tidak bertentangan
1. Definisi NLP
dengan norma dan aturan yang berlaku, pegawai
N=NEURO. Mengacu pada saraf manusia,
Kementerian Keuangan harus berani
cara manusia merekam pengalamannya
mengutarakan dan melaksanakannya.
dari panca indera yg kemudian disimpan
dalam otak
D. Pelayanan
L=LINGUISTIC. Cara manusia memaknai
Pertama  perihal atau cara melayani sesuatu yang kemudian dituangkan dalam
bahasa
Kedua  usaha melayani kebutuhan orang lain P=Programming. Suatu proses dari neuro
dengan memperoleh imbalan (uang) menuju linguistic atau proses bagaimana

RIHAM DZAKA AZHARI


manusia melakukan pembelajaran thd  5R (ringkas, rapi, resik, rawat,
suatu hal rajin)
4. Memasang simbol nilai-nilai
Beberapa definisi NLP menurut master kementerian keuangan di setiap
NLP: tempat yang sering dilewati/ dilihat
 The science of how the brain codes agar pegawai selalu teringatkan
learning and experience akan makna dan arti nilai-nilai
 The study of the structure of subjective kementerian keuangan
experience
 An attitude and a methadology that leaves C. TRAINING INTERNALISASI NILAI-
behind a trail of techniques NILAI KEMENTERIAN KEUANGAN
 A model of how we receive information, Training internalisasi nilai-nilai
store information and retrieve it kementerian keuangan adalah training
 A revolutionary approach to human yang diselenggarakan secara khusus
communication adn development bagai para pegawai kementerian
 The difference that makes the difference keuangan. Yang mana di kumpulkan di
ruangan yang memenuhi syarat dan
 A user manual for the brain
dikemas sedemikian rupa sehingga
Secara umum NLP adalah sebuah studi memungkinkan untuk bermain game-
tentang bagaimana kerja otak dan game kecil didalamnya, ruang tersebut
bagaimana memprogram otak sehingga didalamnya juga dilengkapi sound
menjadi powerfull system, lcd projector, dan fasilitas
lainnya untuk menunjang kegiatan
training tersebut.
Dan dengan hal tersebut diharapkan
2. Cara Kerja NLP
dihasilkan pribadi-pribadi dengan
 Pertama menumbuhkan rasa ingin tahu karakter yang sesuai dengan nilai-nilai
yang besar dengan rasa ingin tahu yang sudah ditetapkan sehingga nilai-
akan merangsang otak untuk penasaran nilai tersebut dapat meningkatkan kinerja
dan akhirnya akan mengikuti atau hingga mencapai kinerja maksimal atau
mencontohnya kinerja yang bernilai.
 Kedua NLP adalah ilmu tentang
memahami program dalam diri kita, yang
TATA NASKAH DINAS
ternyata cara kerjanya adalah neuro-
linguistik. Yakni kita dapat mencermati A. JENIS DAN FORMAT NASKAH DINAS
dan menandai kata-kata atau bahasa- Naskah dinas:informasi tertulis sebagaialat
bahasa apa saja yang membuat kita komunikasi kedinasan yang dibuatdn/atau
marah, sedih, kesal, senang, semangat, dikeluarkan olehpejabat yang berwenang di
bahagia, dst. lingkungan Kementerian Keuangan dalam
 Ketiga NLP adalah soal pembiasaan, rangka menyelenggarakan tugas pemerintahan
alias mindset untuk senantiasa peka dibidang keuangan dan kekayaan negara.
terhadap struktur selain konten.
Pembiasan penguatan ingatan dan Tata naskah dinas: pengelolaan informasi tertulis
makna melalui simbol-simbol dan (naskah) yang mencakup pengaturan jenis,
pengulangan format, penyiapan, pengamanan,
pengabsahan,distribusi, dan penyimpanan
B. PROGRAM BUDAYA NILAI-NILAI naskah dinas serta media yang digunakan dalam
KEMENTERIAN KEUANGAN komunikasi kedinasan.
Program budaya nilai-nilai kementerian
keuangan adalah sebuah aktivitas Tujuan tata naskah dinas :menciptakan
pegawai pembiasaan hal-hal positif yang kelancaran komunikasi yang efektif dan efisien
mendukung terlaksanakannya nilai-nilai antar unit organisasi.
kementerian keuangan.
Setiap unit eselon 3 dapat menjalankan Dasar hukum:
program-program berikut: 1. Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 80
1. Penerapan disiplin dalam waktu Tahun 2014 tentang Pedoman Umum Tata
2. Penerapan disiplin dalam Naskah Dinas.
berpakaian, memakai seragam yg 2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 181
telah ditentukan Tahun 2014 tentang Pedoman Tata Naskah
3. Penerapan “5 must” Dinas di Lingkungan Kementerian Keuangan.
 One day one information
 Two minutes before schedule Asas-asas naskah dinas:
(hadir 2 menit sebelum jadwal) 1. Asas Efektif dan Efisien, dalam penulisan,
 3S (Senyum, salam, sapa) dan 3 penggunaan ruang, spesifikasi informasi, dan
kali salam dalam sehari penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
 PDCA ( plan, do, check, action)
2. Asas Pembakuan, naskah dinas diproses dan

RIHAM DZAKA AZHARI


disusun menurut tata cara dan bentuk yang diikuti tanda baca titik dua (:) (apabila tidak ada
telah dibakukan. lampiran, tidak perlu dicantumkan)
3. Asas Pertanggungjawaban, penyelenggaraan i. kata Hal diikuti tanda baca titik (:),
tata naskah dinas dapat dipertanggungjawabkan mencantumkan masalah pokok yang ditulis
dari segi isi, format, prosedur, kearsipan, sesingkat mungkin, diawali huruf kapirak pada
kewenangan, dan keabsahan. setiap kata dan tidak diakhiri tanda baca
4. Asas Keterkaitan, TND terkait dengan apapun;
kegiatan administrasi umum dan unsure j. kata Tanggal ditulis paling bawah diikuti tanda
administrasi umum lainnya. baca titik dua (:);
5. Asas Kecepatan dan Ketepatan, diselesaikan k. garis pemisah horisontal bawah dengan
tepat waktu dan tepat sasaran, kejelasan panjang sama dengan lebar ruang penulisan
redaksional, kemudahan prosedural, kecepatan dengan ketebalan garis 3⁄4 pt.
penyampaia dan distribusi.
6. Asas Keamanan, aman secara fisik dan Batang tubuh, nota dinas: paragraf pembuka,
substansi. paragraf isi, dan paragraph penutup.

Surat Perintah: yang dibuat pejabat/atasan Kaki nota dinas:


kepada bawahan yang diperintah dalam lingkup a. nama jabatan penanda tangan (tidak perlu
unit yang bersangkutan mengenai hal yg harus dicantumkan lagi apabila nama jabatan penanda
dilakukan. tangan sama dengan pengirim. Namun, jika
Digunakan saat menunjuk pejabat pengganti menggunakan “untuk beliau” (u.b.), nama
dalam jbatan structural di lingkungan jabatan penanda tangan perlu
Kemenkeu. dicantumkan dan ditulis dengan huruf awal
kapital dan diakhiri dengan tanda baca koma (,)
Surat Tugas: naskah dinas yang dibuat oleh b. tanda tangan pejabat;
atasan/pejabat yang berwenang kepada c. nama lengkap penanda tangan nota dinas,
bawahan atau pejabat lain yang diberi tugas, ditulis dengan huruf awal kapital, tanpa tanda
memuat apa yang harus dilakukan berkaitan baca apa pun. Di bawahnya ditulis NIP tanda
dengan pelaksanaan tugas dan fungsi atau tanda baca titik;
kegiatan lainnya sesuai dengan peraturan d. kata Tembusan, ditulis lengkap di margin kiri
perundang-undangan dalam jangka waktu bawah diikuti tanda titik dua (:).
tertentu.
Surat Dinas: naskah dinas pelaksanaan tugas
Nota Dinas: naskah dinas internal di lingkungan dan fungsi organisasi atau pejabat dalam
unit kerja dibuat pejabat berwenang dalam menyampaikan informasi kedinasan berupa
rangka pelaksanaan tugas, fungsi dan tanggung pemberitahuan, pernyataan,permintaan,
jawab jabatan kepada pejabat lain untuk penyampaian naskah dinas atau barang, atau
menyampaikan pendapat. hal kedinasan lainnya kepada pihak lain di luar
memuat -> hal bersifat rutin, berupa cacatan organisasi yang bersangkutan.
ringkas dan lengkap serta dapat langsung di
disposisikan Surat dinas terdiri atas: kepala surat dinas,
batang tubuh, dan kaki surat dinas,
Ruang lingkup nota dinas: Catatan -> 1. Jika surat lebih dari satu halaman,
1. Dari pejabat eselon I kepada Mankeu dan kepala surat hanya digunakan pada halaman
Sebaliknya pertama.
2. Antar pejabat di unit Eselon I 2. pada surat Menteri Keuangan, alamat Menteri
3. Antar pejabat di lingkungan kanwil Keuangan diletakkan pada bagian bawah
4. Di lingkungan kantor pelayanan dan UPT halamanterakhir.
3. Untuk surat Menteri Keuangan atau pejabat
Kepala nota dinas: Eselon I atas nama Menteri Keuangan
a. kepala nota dinas yang berisi logo Kemenkeu, digunakan kepala surat berupa lambang negara
nama instansi, dan alamat instansi (ditulis dan nama jabatan.
secara simetris)
b. garis pemisah horisontal atas dengan panjang B. PENYUSUNAN NASKAH DINAS
sama dengan lebar ruang penulisan nota dinas
dengan ketebalan garis 1 1⁄2 pt;
c. tulisan nota dinas di bawah nama instansi,
ditulis dengan huruf capital secara simetris;
d. kata nomor ditulis dengan huruf kapital di
bawah tulisan Nota Dinas;
e. singkatan Yth. ditulis di bawah nomor diikuti
tanda baca titik dua (:);
f. kata Dari diikuti tanda baca titik dua (:), ditulis
di bawah singkatan Yth.;
g. kata Sifat diikuti tanda baca titik dua (:);
h. kata Lampiran ditulis di bawah kata SIfat

RIHAM DZAKA AZHARI


Kop naskah dinas: - Baris terpanjang 41 huruf, apabila lebih
ditulisakan dalam 2 baris
- Nama jabatan pada baris pertama tidak
boleh disingkat
- Ruang tanda tangan 3 atau 4 spasi
- Naskah dinas pengaturan dan naskah
dinas penetapan ditulis dengan huruf
capital sedangkan naskah dinas selain
itu dengan huruf AWAL capital
Penulisan NIP : terdiri 18 digit

- 8 digit pertama = tahun, bulan, tanggal


lahir
- 6 digit berikutnya = tahun dan bulan
Nomor dan kode naskah dinas: tanda atau pengangkatan
simbol tertentu yang berupa angka dan huruf - 1 digit berikutnya = jenis kelamin (1=P,
sebagai tanda pengenal dan identifikasi 2=W)
terhadap unit organisasi yang bersangkutan. - 3 digit terakhir = nomor urut
Dalam rangka komunikasi administrasi, setiap
unit organisasi wajib menggunakan nomor dan 19991006 201603 2 001
kode naskah dinas sesuai dengan ketentuan. Margin :

- Ruang tepi atas: apabila menggunakan


kepala naskah dinas, sekurang-
kurangnya 1 cm dari baris pertama
kepala naskah dinas, dan apabila tanpa
kepala naskah dinas, sekurang-
kurangnya 2 cm dari tepi atas kertas
- Ruang tepi bawah: sekurang-kurangnya
2 cm dari tepi bawah kertas
- Ruang tepi kiri: sekurang-kurangnya 2,5
cm dari tepi kiri kertas
- Ruang tepi kanan: sekurang-kurangnya
2 cm dari tepi kanan kertas.

C. PENGELOLAAN NASKAH DINAS


Salinan surat dibuat terbatas hanya untuk
kebutuhan sebagai berikut:
Kode petunjuk: kode petunjuk (Kp.) ditulis di
margin kiri bawah. a. salinan tembusan, yaitu salinan surat
yang disampaikan kepada pejabat yang
Kp. : SJ.2/SJ.23/2014.1 terkait secara fungsional;

Kp : kode penunjuk b. salinan laporan, yaitu salinan surat yang


disampaikan sebagai laporan kepada
SJ.2 : lingkup tugas konseptor
pejabat yang berwenang;
SJ.23 : kode unit berkas
c. salinan untuk arsip, yaitu salinan surat
2014.1 : tahun, nomor berkas. yang disimpan untuk kepentingan
pemberkasan arsip.
Penggunaan huruf : menggunakan huruf Arial
uk. 7,9,11 dan 13 atau huruf Pica apabila Tingkat kemananan surat digolongkan
menggunakan naskah dinas berupa menjadi tiga:
PERATURAN dan KEPUTUSAN termasuk
- SANGAT RAHASIA : sangat erat
LAMPIRAN dari peraturan tersebut.
hubungannya dengan keamanan dan
Ruang Tanda Tangan : ruang tanda tangan keselamatan Negara. Siaran itu akan
pada naskah dinas diatur dengan ketentuan: membahayakan keamanan Negara.
- RAHASIA : sangat erat hubungannya
- Margin kanan bawah dua spasi setelah dengan keamanan dan keselamatan.
baris kalimat terakhir Jika disiarkan secara tidak sah atau

RIHAM DZAKA AZHARI


jatuh ke tangan yang tidak berhak Untuk beliau (u.b.)
Negara akan dirugikan
- BIASA : surat dinas tersebut dapat Untuk beliau, yang disingkat u.b., digunakan
disampaikan kepada yang tidak berhak jika yang diberi kuasa memberi kuasa lagi
mengetahuinya kepada pejabat satu tingkat di bawahnya.
Kecepatan penyampaian surat dibedakan Untuk beliau (u.b.) digunakan setelah ada
menjadi tiga atas nama (a.n.). Persyaratan yang harus
dipenuhi antara lain sebagai berikut:
- Sangat Segera/Kilat : surat harus
diselesaikan/dikirim/disampaikan pada - Pelimpahan harus mengikuti urutan
hari yang sama hanya sampai dua tingkat struktural
setelahditandatanganinya surat tersebut dibawahnya;
dengan batas waktu 24 (dua - Materi yang ditangani merupakan tugas
puluhempat) jam dan tanggung jawabnya;
- Segera : surat dinas harus - Dapat dipergunakan oleh pejabat yang
diselesaikan/dikirim/disampaikan dalam ditunjuk sebagai pejabat pengganti;
waktu 2 x24 (dua kali dua puluh empat) - Tanggung jawab berada pada pejabat
jam; yang telah diberi kuasa.
- Biasa : surat dinas harus
diselesaikan/dikirim/disampaikan
menurut urutan yang diterima oleh
bagian pengiriman, sesuai dengan
jadwal perjalanan caraka/kurir, dengan
batas waktu 5 (lima) hari
Kewenangan penandatanganan naskah
dinas

- Kewenangan untuk melaksanakan dan


menandatangani naskah dinas antar
atau ke luar Kementerian Keuangan
yang bersifat
kebijakan/keputusan/arahan berada
pada Menteri Keuangan.
- Kewenangan untuk melaksanakan dan
menandatangani naskah dinas yang
TIDAK bersifat
kebijakan/keputusan/arahan dapat
diserahkan/dilimpahkan kepada
pimpinan unit organisasi di setiap
tingkat Eselon atau pejabat lain yang
diberi kewenangan
Penandatangan surat dinas yang
menggunakan garis kewenangan dapat Pejabat Pengganti
dilakukan dengan menggunakan cara: Apabila terjadi kekosongan jabatan, maka
dilakukan penunjukan pejabat pengganti.
Atas nama (a.n.) Ketentuan dan tata cara penunjukan,
wewenang, dan hak seorang pejabat
Atas nama, yang disingkat a.n.,
pengganti serta penulisan dalam naskah
dipergunakan jika yang berwenang
dinas diatur tersendiri dalam peraturan
menandatangani surat/dokumen
menteri keuangan mengenai pejabat
melimpahkan kepada pejabat di bawahnya.
pengganti di lingkungan Kementerian
Persyaratan yang harus dipenuhi adalah
Keuangan.
sebagai berikut:
Disposisi
a) pelimpahan wewenang tersebut dalam
- Merupakan petunjuk tertulis mengenai
bentuk tertulis;
tindak lanjut pengelolaan atau
b) materi wewenang yang dilimpahkan penyelesaian naskah dinas.
benar-benar menjadi tugas dan tanggung - Disposisi ditulis secara jelas pada
jawab pejabat yang melimpahkan; Lembar Disposisi, tidak pada naskah
asli.
c) tanggung jawab sebagai akibat - Petunjuk tertulis dimaksud berupa check
penandatanganan naskah dinas berada list dan catatan untuk memperjelas hal
pada pejabat yang diatasnamakan. yang harus diperhatikan dan
dilaksanakan oleh pejabat/unit yang
berada di bawah pejabat yang
mendisposisikan.

RIHAM DZAKA AZHARI


- Disposisi merupakan satu kesatuan pendapat/keterangannya secara lisan
dengan naskah dinas yang terlebih dahulu dengan pimpinan
bersangkutan dan tidak boleh sebelum menindaklanjuti suatu
dipisahkan. permasalahan.
- Pada lembar disposisi selalu - Bicarakan Bersama Dan Laporkan
dicantumkan kalimat “Dilarang Hasilnya, adalah disposisi pimpinan
memisahkan sehelai surat pun yang guna membahas suatu permasalahan
tergabung dalam berkas ini”. tertentu baik bersama dengan pejabat
- Ukuran lembar disposisi adalah A5 atau lainnya maupun dengan pejabat/ staf
setengah kuarto (210 x 148 mm). dibawahnya.
- Dijadwalkan, berarti bahwa dalam
Keterangan petunjuk : menindaklanjuti suatu permasalahan
- Setuju, berarti bahwa pimpinan perlu dijadwalkan pembahasan terlebih
menyetujui atas konsep/dokumen/ dahulu
usulan yang diterima. - Simpan, adalah penugasan pimpinan
- Tolak, berarti bahwa pimpinan guna menyimpan dokumen/ barang
memberikan penolakan atas tertentu.
konsep/dokumen/usulan yang diterima, - Disiapkan, adalah penugasan pimpinan
dan pejabat penerima disposisi dapat guna menyiapkan materi/ bahan tertentu
menindaklanjuti dengan menyusun dalam rangka pembahasan suatu
konsep naskah dinas penolakan. masalah maupun menindaklanjuti
- Selesaikan, berarti bahwa penugasan undangan dengan unit tertentu.
yang diberikan oleh pimpinan penerima - Ingatkan, adalah disposisi pimpinan
disposisi yang bertujuan untuk guna menyampaikan pemberitahuan
menyelesaikan sesuai dengan terkait suatu masalah tertentu yang
ketentuan yang berlaku permasalahan melibatkan pimpinan maupun pejabat
yang disampaikan dalam naskah dinas. lain.
- Jawab, adalah penugasan yang - Harap Dihadiri/Diwakili, adalah
diberikan oleh pimpinan guna penugasan pimpinan kepada penerima
menindaklanjuti/menjawab atas suatu disposisi yang bertujuan untuk mewakili
dokumen/usulan yang diterima. pimpinan dan/atau hadir dalam suatu
- Perbaiki, adalah penugasan yang pertemuan/ rapat.
ditujukan kepada penerima disposisi - Asli Kepada, berarti bahwa disposisi
guna memperbaiki atas disampaikan kepada beberapa
dokumen/usulan yang diterima/ penerima, namun secara khusus asli
diusulkan. terhadap naskah dinas yang
- Teliti dan Pendapat, berarti bahwa didisposisikan diberikan kepada pejabat
penerima disposisi wajib memberikan yang ditunjuk oleh pimpinan.
pendapat atas suatu - Catatan, adalah uraian atau keterangan
konsep/dokumen/usulan yang diterima tambahan yang disampaikan oleh
dan penyampaian telaahan dilakukan pimpinan yang berisi informasi
melalui nota dinas pejabat yang tambahan/arahan tambahan selain
bersangkutan kepada pimpinan. penugasan yang telah disampaikan
- Sesuai Catatan, berarti bahwa adanya melalui pemilihan petunjuk disposisi.
penugasan tertentu/ khusus dari Warna tinta
pimpinan kepada penerima disposisi
berdasarkan catatan yang diberikan.  Tinta surat dinas berwarna hitam
- Untuk Perhatian, adalah terhadap suatu  Tinta penandatanganan surat dinas
permasalah/ penugasan,diharapkan hitam atau biru tua
menjadi perhatian bagi penerima  Tinta merah untuk penulisan tingkat
disposisi agar menindaklanjuti sesuai keamanan surat Rahasia dan Sangat
dengan perkembangan informasi yang Rahasia
ada.  Tinta ungu untuk cap dinas
- Untuk Diketahui, berarti bahwa terhadap Penanganan naskah dinas dengan tingkat
konsep/dokumen/usulan yang diterima, keamanan
diharapkan dapat menjadi catatan tertentu
tersendiri dan diharapkan bagi penerima
disposisi mengetahui perkembangan
atas suatu permasalahan.  Harus dijaga keamanannya dalam
- Edarkan, adalah penerima disposisi rangka keamanan dan keselamatan
wajib menyampaikan informasi yang negara
diperoleh kepada para pejabat/staf  Tanda tingkat keamanan ditulis dengan
terkait. cap, tinta merah pada margin kanan
- Bicarakan Dengan Saya, artinya pejabat atas dan bawah pada setiap halaman
penerima disposisi dimintakan surat dinas dan sampul

RIHAM DZAKA AZHARI


 Jik surat dinas tersebut disalin, cap
tingkat keamanan pada salinan harus
dengan warna yang sama dengan TUPOKSI STRUKTUR ORGANISASI
warna cap pada surat asli KEMENKEU
 Tanda tingkat keamanan dimulai pada
TUGAS, FUNGSI, VISI, MISI, DAN
saat konsep dibuat, dicantumkan verbal
STRUKTUR ORGANISASI
konsep
Sampul Surat
KEMENTERIAN KEUANGAN

 Di gunakan sebagai sarana


A. DASAR HUKUM
kelengkapan penyampaian surat.
1. UUD ’45 PASAL 32
 Ukuran, bentuk dan warna sampul 2. UU NO. 17 TH 2003 ttg KEUANGAN
diatur sesuai dengan kebutuhan NEGARA
 Ukuran sampul didasarkan pada 3. PERPRES NO 28 TH 2015 ttg KEMENKEU
Keputusan Direktur Jenderal Pos dan 4. PMK NO.234/PMK.01/2015 ttg
Telekomunikasi Nomor ORGANISASI dan TATA KERJA
43/DIRJEN/1987 KEMENKEU
 Ukuran minimum sampul: Keuangan Negara adalah semua hak dan
Panjang= Panjang surat/naskah + ½” + kewajiban negara yang dapat dinilai dengan
tebal surat/naskah uang, serta segala sesuatu baik berupa uang
Lebar= Lebar surat/naskah + ¼” + tebal maupun berupa barang yang dapat dijadikan
surat/naskah milik negara berhubung dengan pelaksanaan
Cara Melipat dan Memasukan Surat ke dalam hak dan kewajiban tersebut. (UU NO. 17 TH
Sampul 2003)

Surat yang sudah diketik rpi akan kehilangan UU NO. 17 TH 2003 mengatur ttg: Pengelolaan
penampilannya yang menarik jika cara Fiskal , Moneter , Kekayaan negara yang
melipatnya dan memasukkan ke dalam sampul dipisahkan
kurang cermat dan hati-hati.
B. TUGAS, FUNGSI KEMENTERIAN
a. Sebelum kertas surat dilipat, terlebih KEUANGAN
dahulu perlu dipertimbangkan ukuran
Tugas: Menyelenggarakan urusan pemerintahan
sampul yang akan digunakan
di bidang keuangan negara untuk membantu
b. Sudut-sudut surat yang sudah dilipat
Presiden dalam menyelenggarakan
harus bertemu dan lipatannya harus pemerintahan negara. PERPRES NO 28 TH
lurus dan tidak kusut 2015

Fungsi:

a.Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan


kebijakan di bidang penganggaran, pajak, bc,
pb, kn, pk, dan ppr;

b. Perumusan, penetapan, dan pemberian


rekomendasi kebijakan fiskal dan sektor
keuangan;

c. Koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan,


dan pemberian dukungan administrasi kepada
seluruh unsur organisasi di lingkungan
Kementerian Keuangan;

d. Pengelolaan barang milik/kekayaan negara


yang menjadi tanggung jawab Kementerian
Keuangan;

e.pengawasan atas pelaksanaan tugas di


lingkungan Kementerian Keuangan;

f. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi


atas pelaksanaan urusan Kementerian
Paragraf dan spasi: isi naskah dinas diketik Keuangan didaerah;
1 spasi dan diberi jarak 1,5-2 spasi diantara
paragraph. Surat yang isinya 1(satu) g. Pelaksanaan kegiatan teknis dari pusat
paragraf jarak antar barisnya 2(dua) spasi. sampai ke daerah;
Pemaragrafan ditandari dengan takuk (±6
h. Pelaksanaan pendidikan, pelatihan, dan
spasi).
sertifikasi kompetensi di bidang keuangan
negara; dan

RIHAM DZAKA AZHARI


i. Pelaksanaan dukungan yang bersifat o Direktorat Jenderal Anggaran
substantif kepada seluruh unsur organisasi di o Direktorat Jenderal Pajak
lingkungan Kementerian Keuangan. o Direktorat Jenderal Bea dan
Cukai
o Direktorat Jenderal
C. VISI MISI Perbendaharaan
o Direktorat Jenderal Kekayaan
Visi Kementerian Keuangan: Negara
Kami akan menjadi penggerak utama o Direktorat Jenderal
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif di Perimbangan Keuangan
abad ke-21 o Direktorat Jenderal Pengelolaan
Untuk mewujudkan visi tersebut, Kementerian Pembiayaan dan Risiko
Keuangan mempunyai 5 (lima) misi yaitu : 4. Inspektorat Jenderal
1. Mencapai tingkat kepatuhan pajak, bea dan 5. Badan
cukai yang tinggi melalui pelayanan prima o Badan Kebijakan Fiskal
dan penegakan hukum yang ketat; o Badan Pendidikan dan
Pelatihan Keuangan
2. Menerapkan kebijakan fiskal yang prudent; 6. Staf ahli

3. Mengelola neraca keuangan pusat dengan


risiko minimum;

4. Memastikan dana pendapatan didistribusikan


secara efisien dan efektif;

5. Menarik dan mempertahankan talent terbaik


di kelasnya dengan menawarkan proposisi
nilai pegawai yang kompetitif

D. STRUKTUR ORGANISASI
KEMENTRIAN KEUANGAN

Susunan Organisasi Kementerian Keuangan


menurut Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun
2015 terdiri atas:

1. Wakil Menteri Keuangan


2. Sekretariat Jenderal
o Biro Perencanaan dan
Keuangan
o Biro Organisasi dan
Ketatalaksanaan
o Biro Hukum
o Biro Sumber daya Manusia
o Biro Komunikasi dan Layanan
Informasi
o Biro Perlengkapan
o Biro Umum
o Biro Bantuan Hukum
o Pusat Pembinaan Akuntan dan
Jasa Penilai
o Lembaga Pengelola dana
Pendidikan
o Pusat Analisis dan Harmonisasi
Kebijakan
o Pusat Layanan dan Pengadaan
Secara Elektronik
o Pusat Investasi Pemerintah
o Sekretariat Pengadilan Pajak
o Sekretariat Komite Pengawas
Perpajakan
o Pusat Sistem Informasi dan
Teknologi Keuangan
3. Direktorat Jenderal

RIHAM DZAKA AZHARI


o Staf Ahli Bidang Peraturan dan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas
Penegakan Hukum Pajak menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas,
o Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi
o Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan
o Staf Ahli Bidang Kebijakan Kementerian Keuangan.
Penerimaan Negara
o Staf Ahli Bidang Pengeluaran Dalam melaksanakan tugas, Sekretariat Jenderal
Negara menyelenggarakan fungsi:
koordinasi kegiatan Kementerian Keuangan;
o Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan
Keuangan Internasional
o Staf Ahli Bidang Kebijakan dan 1. koordinasi dan penyusunan rencana,
Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar program, dan anggaran Kementerian
Keuangan;
Modal
2. pembinaan dan pemberian dukungan
o Staf Ahli Bidang Organisasi,
Birokrasi, dan Teknologi Informasi administrasi yang meliputi ketatausahaan,
kepegawaian,
3. keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama,
Direktorat Jenderal Anggaran
hubungan masyarakat, arsip, dan
Menyelenggarakan perumusan dan
dokumentasi Kementerian Keuangan;
pelaksanaan kebijakan di bidang
Tugas 4. pembinaan dan penataan organisasi dan tata
penganggaran sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan. laksana;
5. koordinasi dan penyusunan peraturan
a.perumusan kebijakan di bidang penyusunan perundang-undangan serta pelaksanaan
anggaran pendapatan negara, anggaran advokasi hukum;
Fungsi belanja negara, anggaran pembiayaan, 6. penyelenggaraan pengelolaan barang
standar biaya, dan penerimaan negara bukan milik/kekayaan negara dan layanan
pajak;
pengadaan barang/jasa; dan
b.pelaksanaan kebijakan di bidang penyusunan 7. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh
anggaran pendapatan negara, anggaran Menteri.
belanja negara, anggaran pembiayaan,
standar biaya, dan penerimaan negara bukan Direktorat Jenderal Pengelolaan
pajak; Pembiyaan dan Resiko
c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan
kriteria di bidang penyusunan anggaran Tugas
pendapatan negara, anggaran belanja
negara, anggaran pembiayaan, standar Menyelenggarakan perumusan dan
biaya, dan penerimaan negara bukan pajak; pelaksanaan kebijakan di bidang
pengelolaan pinjaman, hibah, surat berharga
d.pemberian bimbingan teknis dan supervisi di negara, dan risiko keuangan sesuai dengan
bidang penyusunan anggaran pendapatan ketentuan peraturan perundang-undangan.
negara, anggaran belanja negara, anggaran
pembiayaan, standar biaya, dan penerimaan
Fungsi
negara bukan pajak;

e.pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan a. pelaksanaan kebijakan di bidang


pelaporan di bidang penyusunan anggaran pengelolaan pinjaman, hibah, surat berharga
pendapatan negara, anggaran belanja negara, dukungan pembiayaan dan
negara, anggaran pembiayaan, standar penjaminan pembangunan dan risiko
biaya, dan penerimaan negara bukan pajak; keuangan;perumusan kebijakan di bidang
pengelolaan pinjaman, hibah, surat berharga
f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal negara, dukungan pembiayaan dan
Anggaran; dan penjaminan pembangunan, dan risiko
pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh keuangan;
g.
Menteri Keuangan.
b. penyusunan norma, standar,
prosedur, dan kriteria di bidang pengelolaan
Sekretariat Jenderal pinjaman, hibah, surat berharga negara,
dukungan pembiayaan dan penjaminan
pembangunan dan risiko keuangan;

DELECIA BRILLIANTYAS B.
Badan Kebijakan Fiskal  Pelaksanaan pengawasan internal atas
pelaksanaan tugas di lingkungan
Tugas Kementerian Keuangan terhadap kinerja dan
keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, 

Menyelenggarakan perumusan, penetapan, pemantauan, dan kegiatan pengawasan
dan pemberian rekomendasi kebijakan fiskal lainnya;
dan sektor keuangan sesuai dengan Staf Ahli Menteri
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tugas :

Memberikan rekomendasi terhadap isu-isu


Fungsi : strategis kepada menteri di bidang peraturan
dan penegakan hukum penerimaan pajak,
a. Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan kepatuhan penerimaan pajak, pengawasan
program analisis dan perumusan penerimaan pajak, kebijakan penerimaan
rekomendasi kebijakan fiskal dan sektor negara, pengelaran negara, makro ekonomi
keuangan serta kerjasama ekonomi dan 
 da keuangan internasional, kebijakan dan
keuangan internasional regulasi jasa keuangan dan pasar modal dan
organisasi, birokrasi dan teknologi informasi.
b. Pelaksanaan analisis dan perumusan
rekomendasi 
kebijakan fiskal dan sektor, Fungsi
keuangan;,pelaksanaan kerja sama ekonomi
dan keuangan 
internasional;  Pengolahan dan penelaahan masalah-
masalah di bidang peraturan dan penegakan
Badan Pendidikan dan Pelatihan hukum penerimaan pajak, kebijakan
Keuangan (BPPK) penerimaan negara, pengeluaran negara,
makro ekonomi, dan keuangan internasional,
Tugas : kebijakan dan regulasi jasa keuangan dan
pasar modal, dan organisasi, birokrasi, dan
Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan teknologi informasi, serta penyiapan
sertifikasi kompetensi di bidang keuangan penalaran secara konsepsional.
negara sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.  Penelaran konsepsional suatu masalah di
bidang keahliannya atas inisiatif sendiri dan
Fungsi pemecahan persoalan secara mendasar dan
terpadu untuk bahan kebijakan Menteri
 Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan Keuangan sebagai penelaahan Staf.
program 
pendidikan, pelatihan dan sertifikasi Staf Ahli Bidang Peraturan dan
kompetensi di 
bidang keuangan negara; Penegakan Hukum Pajak mempunyai tugas
memberikan rekomendasi terhadap isu-isu
 Pelaksanaan pendidikan, pelatihan dan
strategis kepada Menteri Keuangan di
sertifikasi 
kompetensi di bidang keuangan
bidang peraturan dan penegakan hukum
negara; penerimaan pajak .
Inspektorat Jenderal
Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak
Tugas : mempunyai tugas memberikan rekomendasi
terhadap isu-isu strategis kepada Menteri di
Menyelenggarakan pengawasan internal bidang kepatuhan penerimaan pajak
atas pelaksanaan tugas di lingkungan
Kementerian Keuangan sesuai dengan Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak
ketentuan peraturan perundang-undangan mempunyai tugas memberikan rekomendasi
terhadap isu-isu strategis kepada Menteri di
fungsi bidang pengawasan penerimaan pajak.

 Penyusunan kebijakan teknis pengawasan Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan


internal atas pelaksanaan tugas di lingkungan Negara mempunyai tugas memberikan
Kementerian Keuangan rekomendasi terhadap isu-isu strategis

DELECIA BRILLIANTYAS B.
kepada Menteri di bidang kebijakan 5. Direktorat Pembinaan Pengelolaan
penerimaan negara. Keuangan Badan Layanan Umum

Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara 6. Direktorat Akutansi Dan Pelaporan


mempunyai tugas memberikan rekomendasi Keuangan
terhadap isu-isu strategis kepada Menteri di
bidang pengeluaran negara 7. Direktorat Sistem Perbendaharan

Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan 8. Direktorat Sistem Informasi dan
Keuangan Internasional mempunyai tugas Teknologi Perbendaharaan
memberikan rekomendasi terhadap isu-isu
strategis kepada Menteri di bidang makro Instansi vertikal Direktorat Jenderal
ekonomi dan keuangan internasional. Perbendaharaan

Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi 1. Kantor Wilayah


Jasa Keuangan dan Pasar Modal
mempunyai tugas memberikan rekomendasi Mempunya tugas melaksanakan
terhadap isu-isu strategis kepada Menteri di koordinasi,pembinaan ,supervisi, bimbingan
bidang kebijakan dan regulasi jasa keuangan teknis, dukungan teknis dan
dan pasar modal. pertanggungjawaban di bidang
perbendaharaan berdasarkan peraturan
Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, perundangunndangan
dan Teknologi Informasi mempunyai tugas
memberikan rekomendasi terhadap isu-isu Jumlah Kantor Wilayah Direktorat
strategis kepada Menteri di bidang Jenderal Perbendaharaan secara
organisasi, birokrasi, dan teknologi informasi. keseluruhansebanyak 33 unit tersebar di
seluruh wilayah indonesia
E. DIREKTORAT JENDERAL
PERBENDAHARAAN 2. Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (KPPN)
Direktorat Jenderal Perbendaharaan
Mempunyai tugas menyelenggarakan Instansi KPPN Terdiri Dari :
perumusan dan pelaksanaan kebijakan di
bidang pelaksanaan anggaran serta
A. KPPN Tipe A1 dan Tipe A2
pengelolaan kas dan investasi. Direktorat
Jenderal Perbendaharaan
menyelenggarakan fungsi antara lain: Bertugas melaksanakan kewenangan
perbendaharaan dan bendahara umum
negara ,penyaluran pembiayaan atas beban
1. .Perumusan kebijakan di bidang
anggaran, serta penatausahaan penerimaan
pelaksanaan anggaran
dan pengeluaran annggaran melalui dan dari
kas negara berdasarkan peraturan
2. Pelaksanaan kebijakan di bidang perundangundangan.
pelaksanaan anggaran
B. KPPN Khusus Pinjaman Dan Hibah
3. Penyusunan
norma,standar,prosedur,dan kriteria di
Bertugas untuk melaksanakan penyaluran
bidang pelaksanaan anggaran
pembiayaan atas beban anggaran untuk
dana yang berasal dari luar dan dalam
Struktur Organisasi negeri secara lancar, transparan dan
akuntabel
1. Sekretariat Direktorat Jenderal
C. KPPN Khusus Penerimaan
2. Direktorat Pelaksanaan Anggaran
Bertugas melaksanakan penerimaan
3. Direktorat Pelaksanaan Kas Negara ,pengelolaan ,pelaporan dan rekonsiliasi
transaksi data penerimaan
4. Direktorat Sistem Manajemen
Investasi D. KPPN Khusus Investasi

DELECIA BRILLIANTYAS B.
Bertugas melaksanakan penatausahaan Organisasi Vertikal Direktorat Jenderal
naskah perjanjian investasi ,penyaluran Kekayaan Negara
dana investasi pemerintah penghitungan
,penagihan dan penerbitan perintah 1. Kantor Wilayah
membayar investasi pemerintah
Mempunyai Tugas melaksanakan
koordinasi , bimbingan teknis,
pengendalian,evaluasi,dan pelaksanaan
F.DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN tugas di bidang kekayaan negara,piutang
NEGARA negara dan lelang

Mempunyai Tugas Sampai Saat Ini jumlah kanwil DJKN


meyelenggarakan perumusan serta Berjumlah 17 Kantor diseluruh wilayah
pelaksanaan kebijakan di bidang barang indonesia
milik negara ,kekayaan negara yang
dipisahkan, kekayaan negara lain, penilaian, 2. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara
piutang negara dan lelang sesuai dengan dan Lelang
ketentuan peraturan perundang undangan
Mempunyai Tugas melaksanakan
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara pelayanan di bidang kekayaan
menyelenggarakan antara lain fungsi: negara,piutang negara dan lelang

a) Perumusan dan pelaksanaan Jumlah KPKNL saat ini Berjumlah 70 kantor


kebijakan di bidang barang milik negara yang tersebar di wilayah indonesia
,kekayaan negara yang dipisahkan
,kekayaan negara lain-lain ,penilaian, piutang G.DIREKTORAT JENDERAL
negara dan lelang. PERIMBANGAN KEUANGAN

b) Penyusunan norma standar Mempunyai tugas menyelanggarakan


,prosedur dan kriteria di bidang barang milik perumusan serta pelaksanaan kebijakan di
negara ,kekayaan negara yang dipisahkan, bidang alokasi dan pengelolaan dana
kekayaan negara yang dipisahkan,kekayaan perimbangan dan transfer ke daerah lainnya
negara lain-lain ,penilaian ,piutang negara dan pajak daerah dan retribusi daerah
dan lelang
Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan
Memiliki Fungsi Antara Lain:

Stuktur Organisasi a) Perumusan kebijakan dan


pelaksanaan di bidang alokasi dan
a) Sekretariat Direktorat Jenderal pengelolaan dana perimbangan dan transfer
ke daerah lainnya, dan transfer ke daerah
b) Direktorat Barang Milik Negara lainnya , dan pajak daerah dan retribusi
daerah
c) Direktorat Kekayaan Negara
Dipisahkan b) Penyusunan norma,standar,prosedur
dan kriteria di bidang alokasi dan
d) Direktorat Piutang Negara dan pengelolaan dana perimbangan dan transfer
Kekayaan Negara lain-lain ke daerah lainnya , dan pajak daerah dan
retribusi daerah
e) Direktorat Pengelolaan Kekayaan
Negara dan Sistem Informasi Struktur Organisasi DJPK

f) Direktorat Penilaian a) Sekretariat Direktorat Jenderal

g) Direktorat Lelang b) Direktorat Dana Perimbangan

h) Direktorat Hukum dan Hubungan c) Direktorat Pendapatan dan


Masyarakat Kapasitas Keuangan Daerah

DELECIA BRILLIANTYAS B.
d) Direktorat Pembiayaan dan Transfer  Pusat Pengolahan Data dan
Non Dana Perimbangan Dokumen Perpajakan (PPDDP) 
Jakarta
e) Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan  Kantor Pengolahan Data dan
Informasi Keuangan Daerah Dokumen Perpajakan (KPDDP) 
Makassar dan Jambi
 Bertugas melaksanakan
penerimaan, pemindaian,
Struktur Organisasi DJA perekaman, dan penyimpanan
dokumen perpajakan dengan
DJA terdiri atas Sekretariat Direktorat Jenderal dan
memanfaatkan teknologi informasi
paling banyak delapan Direktorat.
perpajakan
Direktorat Jenderal Pajak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

1. Tugas 1. Tugas
Menyelenggarakan perumusan dan Pengawasan, penegakan hukum, pelayanan,
pelaksanaan kebijakan di bidang pajak dan optimalisasi penerimaan negara di
sesuai dengan peraturan perundang- bidang kepabeanan dan cukai sesuai
undangan. ketentuan perundang-undangan.
2. Fungsi 2. Fungsi
- Perumusan dan pelaksanaan kebijakan - Perumusan dan pelaksanaan kebijakan
di bidang perpajakan di bidang pengawasan, penegakan
- Penyusunan norma, standar, prosedur, hukum, pelayanan dan optimalisasi
dan kriteria di bidang perpajakan penerimaan negara di bidang
3. Struktur Organisasi kepabeanan dan cukai.
Terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal - Penyusunan norma, standar, prosedur,
dan paling banyak 15 Direktorat. dan kriteria di bidang kepabeanan dan
4. Instansi Vertikal DJP di Daerah cukai sesuai ketentuan perundang-
a. Kantor Wilayah undangan.
 Bertugas melaksanakan koordinasi, -
bimbingan, pengendalian, analisis TUGAS DAN FUNGSI INSTANSI LAINNYA DI
dan evaluasi atas pelaksanaan tugas LINGKUNGAN SETJEN KEMENKEU
KPP serta penjabaran dari kantor
pusat
 Terdiri dari: A. Pusat Sistem Informasi dan Teknologi
 Kanwil DJP WP Besar dan Keuangan (Pusintek)
Kanwil DJP Jakarta Khusus, - Tugas:
lokasi di Jakarta. 1. Mengoordinasi dan menyusun rencana
 Kanwil DJP selain Kanwil strategis dan kebijakan TIK
DJP WP Besar dan Kanwil 2. Pengembangan sistem informasi
DJP Jakarta Khusus. 3. Manajemen layanan TIK
b. Kantor Pelayanan Pajak 4. Operasional TIK
 Bertugas melaksanakan 5. Keamanan informasi & kelangsungan
penyuluhan, pelayanan, dan TIK
pengawasan kepada WP. 6. Manajemen layanan data
 Dibedakan berdasarkan segmentasi 7. Pengelolaan Jabatan Fungsional
WP yg diadministrasikan: Pranata Komputer
 KPP WP Besar - Fungsi:
 KPP Madya 1. Koordinasi penyusunan & pemutakhiran
 KPP Pratama rencana strategis TIK
c. Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan 2. Koordinasi penyusunan & pemutakhiran
Konsultasi Perpajakan (KP2KP) arsitektur TIK
Untuk menjangkau masyarakat yang 3. Koordinasi penyusunan analisis
tinggal di daerah terpencil kapasitas TIK
d. Unit Pelaksana Teknis B. Pusat Analisis dan Harmonisasi
Kebijakan (Pushaka)
- Tugas:
DELECIA BRILLIANTYAS B.
Melaksanakan analisis, harmonisasi dan E. Sekretariat Pengadilan Pajak
sinergi kebijakan atas pelaksanaan program - Tugas:
dan kegiatan Menkeu, dan pengelolaan Memberikan pelayanan di bid. Tata usaha,
indicator kinerja utama kementerian. kepegawaian, keuangan, rumah tangga,
- Fungsi: administrasi persiapan berkas banding/
1. Pelaksanaan analisis, harmonisasi, & gugatan administrasi persiapan
sinergi kebijakan atas program & persidangan, administrasi persidangan,
kegiatan Menkeu di bid. Pendapatan administrasi penyelesaian putusan,
Negara & Pembiayaan Negara dokumentasi, administrasi PK, administrasi
2. Pelaksanaan analisis, harmonisasi, & yurisprudensi, pengolahan data, dan
sinergi kebijakan atas program & pelayanan informasi.
kegiatan Menkeu di bid. Belanja Negara F. Sekretariat Komite Pengawas Perpajakan
& Kekayaan Negara - Tugas:
C. Pusat Layanan Pengadaan Secara Melaksanakan pelayanan teknis dan
Elektronik administrative dlm rangka mendukung
pelaksanaan tugas teknis Komite Pengawas
- Tugas
Perpajakan.
1. Menyiapkan rumusan kebijakan di bid.
G. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan
Pengadaan barang/jasa pemerintah
- Tugas:
secara elektronik
Melaksanakan pengelolaan Dana
2. Pembinaan & pengawasan pelaksanaan
Pengembangan Pendidikan nasional baik
pengadaan secara elektronik Kemenkeu
dana abadi pendidikan (endowment fund)
3. Pengelolaan sistem Layanan maupun dana cadangan pendidikan sesuai
Pengadaan secara elektronik dgn kebijakan yg ditetapkan oleh Menkeu,
4. Memberikan pelayanan pengadaan dan berdasarkan peraturan perundang-
secara elektronik K/L. undangan.
- Fungsi
1. Penyiapan regulasi di bid. Pengadaan
barang/jasa pemerintah secara
elektronik di lingkungan Kemenkeu
2. Pelayanan pengadaan secara elektronik
kpd Panitia Pengadaan/Unit Layanan
Pengadaan Kemenkeu serta K/L/Komisi
3. Pembinaan dan pengawasan
pelaksanaan pengadaan secara
elektronik di lingkungan Kemenkeu.
D. Pusat Pembinaan Profesi Keuangan
(PPPK)
- Tugas
1. Mengoordinasikan dan melaksanakan
penyiapan rumusan kebijakan,
pembinaan, pengembangan, dan
pengawasan
2. Pelayanan informasi atas profesi
keuangan yaitu Akuntan, Akuntan
Publik, Teknisi Akuntansi, Penilai,
Penilai Publik, Aktuaris, dan profesi
keuangan lainnya.
- Fungsi
1. Penyiapan rumusan kebijakan di bid.
Akuntansi, penilaian dan aktuaria
2. Penyiapan rumusan kebijakan di bid.
Profesi Keuangan yaitu Akuntan,
Akuntan Publik, dll
3. Penyelenggaraan administrasi
registrasi/perizinan/pendaftaran
Akuntan, Akuntan Publik, Rekan non
Akuntan Publik, KJA, KAP, dll

DELECIA BRILLIANTYAS B.
DELECIA BRILLIANTYAS B.