Anda di halaman 1dari 14

32

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis dan Rancangan Penelitian

1. Jenis Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada

filsafat positivisme yang memenuhi kaidah-kaidah konkrit, obyektif,

terukur, rasional dan sistematis, data berbentuk angka-angka dan analisis

menggunakan statistik (Sugiyono, 2012).

Penelitian Korelasional adalah penelitian yang dilakukan oleh peneliti

untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih, tanpa

melakukan perubahan, tambahan atau manipulasi terhadap data yang

sudah ada (Arikunto, 2013:04).

2. Rancangan Penelitian

Rancangan Penelitian yang akan digunakan adalah rancangan cross

sectional yaitu suatu rancanngan penelitian untuk mempelajari dinamika

korelasi antara faktor-faktor resiko dengan efek, dengan cara pendekatan,

observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time

approach). Artinya, tiap subjek penelitian hanya di observasi sekali saja

dan pengukuran dilakukan terhadap suatu karakter atau variabel subjek

pada saaat pemeriksaan (Notoatmodjo, 2010:37).


33

Sesuai dengan desain penelitian yang dikemukakan diatas maka

variabel-variabel penelitian dapat dijabarkan kedalam indikator-indikator

variabel.Dari indikaor-indikator dapat disusun pengukurannya sehubungan

dengan metode kumulatif yang didapat dalam penelitian, selanjutnya

digunakan sebagai bahan analisis statistik. Pada penelitian ini peneliti

menganalisis hubungan antara sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian

Penyakit Diare di Desa Raharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar.

B. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi Penelitian

Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto, 2013:173).

Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga yang ada di

Desa Raharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar yaitu sebanyak 1.567

kepala keluarga (KK).

2. Sampel Penelitian

Sampel adalah sebagian yang diambil dari keseluruhan obyek yang

diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi (Notoatmodjo, 2010:115).

Teknik pengambilan sampel dalam penelitan ini menggunakan teknik

random samping, dimana stiap subyek dalam populasi memiliki peluang

yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Pengambilan sampel ini

dilakukan dengan undian yaitu memberi nomor dari setiap subyek dalam

populasi dari 1 sampai denngan banyaknya populasi yaitu 1.567, kemudian

di undi sampai jumlah yang dibutuhkan sebagai sampel. Dalam


34

menentukan ukuran sampel digunakan rumus yang dikemukakan oleh

Notoatmodjo (2010), yaitu sebagai berikut:

N
n
1  N (d 2 )

Keterangan :

n = jumlah sampel

N = jumlah populasi

d = tingkat kepercayaan (10%=0,1) dikuadratkan menjadi 0,01

n= N
1+N(d2)

= 1.567
1+1.567 (0.1)2

= 1.567
1+15,67

= 1.567
16,67
= 94,00

Dari hasil perhitungan maka sampel yang dijadikan sebagi subyek

penelitian adalah 94,00 dibuatkan menjadi 94 responden, untuk mengantisipasi

drop out dari sampel yang sudah ada maka ditambahkan 10% dari jumlah

sampel yaitu 9,4 dibulatkan 9 sampel. Maka, berdasarkan perhitungan diatas

diperoleh jumlah sampel sebanyak 94+9=103 sampel, yang kemudian

dibagikan secara proporsional untuk masing-masing Dusun menggunakan

teknik pengambilan sampel acak sederhana (simpel random sampling)

(Notoatmodjo, 2010).
35

Tabel 3.1
Proporsi sampel Dusun di Desa Raharja

No Nama Jumlah Jumlah Sampel


Dusun f Jumlah
1 Randegan I 770 (770/1.567) x 103 51
2 Randegan II 797 (797/1.567) x 103 52
Jumlah 1.567 103

C. Variabel dan Definisi Oprasional

1. Variabel Penelitian

Variabel adalah suatu ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota suatu

kelompok yang berada dengan dmiliki oleh kelompok lain tersebut

(Notoatmodjo, 2010:103).

Variabel dalam peneitian ini adalah :

a) Varabel bebas atau independen

Variabel bebas (independen) merupakan variabel yang mempengaruhi,

dalam hal ini adalah sanitasi lingkungan yaitu penyediaan air besih,

kepemilikan jamban, dan pembuangan sampah.

b) Variabel terikat atau dependen

Vaiabel terikat (dependen) merupakan variabel yang dipengaruhi atau

menjadi akibat karena variabel bebas. Variabel terikat (dependen) pada

penelitian ini adalah penyakit diare.

2. Definisi Oprasional

Definisi oprasional adalah uraian tentang batasan variabel yang

dimaksud atau tentang apa yang diukur oleh variabel (Notoatmodjo,

2010:112).
36

Adapun definisi oprasional dalam penelitian tentang hubungan antara

sanitasi lingkungan rumah dengan kejadan penyakit diare di Desa Raharja

Kecamatan Purwaharja Kota Banjar adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1
Definisi Oprasional

Variabel Definisi Oprasional Cara Ukur Alat Hasil Skala


Ukur Ukur
Variabel Penyediaan air bersih untuk Memenuhi Ya= 1
Bebas: kebutuhan manusia yang syarat = 100%
Sanitasi memenuhi syarat kesehatan Tidak=0
lingkungan: yaitu syarat fisik yaitu, bening Tidak Kuesioner Nominal
Penyediaan air (tidak berwarna), tidak berasa, memenuhi
bersih suhu di bawah suhu udara d syarat < 100%
luarnya
Kepemilikan Tempat penampungan tinja Memenuhi Kuisioner Ya= 1 Nominal
Jamban yang menandai sehingga tidak syarat = 100%
akan mencemari lingkungan Tidak=0
sekitar dan sekaligus Tidak
meningkatkan resiko memenuhi
penularan penyakit terhadap syarat < 100%
masyarakat
Pembuangan Pembuangan sampah yang Memenuhi Kuisioner Ya= 1 Nominal
smpah dikelola dengan baik sampai syarat = 100%
sekecil mungkin sehingga Tidak=0
tidak menggangu atau Tidak
mengancam kesehatan memenuhi
masyarakat syarat < 100%
Variabel penyakit yang ditandai Ada anggota Kuisioner Ya =0 Nominal
Terikat : bertambahnya frekuensi keluarga yang Tidak=1
Penyakit Diare defekasi lebih dari biasanya mengalami
(> 3 kali/hari) disertai diare selama 1
perubahan konsistensi tinja bulan terkahir
(menjadi cair), dengan atau
tanpa darah atau lendir
(Suraatmaja, 2007)

D. Cara Pengumpulan Data

1. Teknik Pengumpulan Data

Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung dari

resonden melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner terstruktur

( Arikunto, 2013). Teknik yang dikumpulkan dalam pengumpulan data


37

primer pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan-

pertanyaan tentang sanitasi lingkungan dan kejadian penyakit diare.

Data sekunder adalah data pendukung yang digunakan dalam proses

penelitian seperti data demografi dan geografis dari profil Desa Raharja,

data kejadian penyakit dan cakupan sanitasi lingkungan dari Puskesmas

Purwaharja II, yang dalam penelitian ini akan diperoleh melalui studi

kepustakaan dengan melakukan pencarian data dalam literatur dan sumber

informasi dokumenter. Studi kepustakaan dapat berupa: buku, laporan-

laporan, majalah ilmiah, jurnal. Sedangkan sumber informasi dokumenter

pada dasarnya adalah semua bentuk sumber informasi yang berhubugan

dengan dokumen, baik dokumen-dokumen resmi maupun tidak resmi

(Nursalam, 2009).

2. Instrumen Penelitian

Kuesioner adalah sejumlah pertayaan tertulis yang di gunakan untuk

memperoleh informasi dari pasien dalam arti laporan tentang pribadinya

atau hal-hal yang ia ketahui (Arikunto, 2013). Instrumen yang digunakan

dalam penelitian ini adalah: Kuesiner tentang hubungan sanitasi

lingkungan dengan kejadian Penyakit Diare di Desa Raharja Kecamatan

Purwaharja Kota Banjar. Kuisioner dalam penelitian ini dibagi dalam 2

bagian yaitu :

1) Jenis pertanyaan untuk pengisian karakteristrik responden dari

responden yang menjadi subyek penelitian yang terdiri dari: umur, jenis

kelamin, pendidikan, dan pekerjaan,


38

2) Jenis pertanyaan yang utama yaitu pertanyaan tentang sanitasi

lingkungan dengan cara pengisian ya atau tidak yaitu: pertanyaan

tentang penyediaan air bersih sebanyak 6 buah, pertanyaan tentang

kepemilikan jamban sebanyak 12 pertanyaan, dan pertanyaan tentang

pengelolaan sampah sebanyak 4 pertanyaan serta pertanyaan tentang

Penyakit Diare sebanyak 1 pertanyaan.

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner

yang sudah baku yaitu kuesioner yang sudah diterbikan oleh Badan

penelitian dan Pembangunan kesehatan Departemen Kesehatan RI,

sehingga tidak dilakukan uji valliditas dan reliabillitas.

E. Jalannya Penelitian

Penelitian ini dimuai dari penentuan judul penelitian, dilanjutkan

dengan studi pendahuluan, pencarian data sekunder untuk menentukan

latar belakang kasus dari penelitian, menentukan tinjauan teoritis yang

berkesinambungan dengan judul penelitian, pemetaan proses pikir dan

penentuan definisi oprasional, menentukan variabel dan sumber data lalu

menentukan instrumen penelitian yang berguna untuk mengumpulkan

data. Data yang dikumpulkan disajikan dalam bentuk kuesioner, kemudian

kuesioner diberikan kepada responden dan hasilnya diilakukan analisa data

apakah ada hubungan sanitasi lingkungn dengan kejadian Penyakit Diare

di Desa Raharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar.


39

F. Strategi Analisis

1. Pengolahan Data

Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan pengolahan

secara elektronik. Data yang telah dikumpulkan dilakukan pengolahan

data dengan software computer. Sebelum pengolahan data tersebut

dilakukan tahap sebagai beriikut :

a. Editing

Bertujuan untuk meneliti kembali jawaban yang ada agar jawaban

lengkap dan reliable, editing dilakukan dilapangan agar bila ada

kesalahan dan ketidak sesuaian dapat segara dilengkapi atau

disempurnakan. Kegiatan ini penulis memeriksa kelengkapan data

yaitu mencocokan jumlah lembar kuesioner dengan jumlah

responden.

b. Coding

Mengklasifikasikan jawaban responden, maka dilakukan

pengkodean data untuk memudahkan pengolahannya, termasuk

didalamya adalah pemberian kode, sebagai berikut :

1) Penyediaan air bersih

Untuk penyediaan air bersih yang memenuhi syarat diberi kode

angka 1, dan untuk yang tidak memenuhi syarat diberi kode

angka 0.
40

2) Kepemilikan jamban

Untuk kepemilikan jamban yang memenuhi syarat diberi kode

angka 1, dan untuk yang tidak memnuhi syarat diberi kode angka 0.

3) Pembuangan sampah

Untuk pembuangan sampah yang memenuhi syarat diberi ode

angka 1, dan untuk yang tidak memnuhi syarat diberi kode angka 0.

4) Penyakit Diare

Untuk jawaban responden yang mengalami Penyakit Diare diberi

kode angka 0, dan untuk yang tidak mengalami Penyakit Diare

diberi kode angka 1.

c. Entry

Pada tahap ini penulis memasukan data yang sudah diberi kode ke

dalam program pengolahan data melalui software computer yang telah

dipilih penulis.

d. Tabulating

Tabulasi adalah kegiatan untuk memasukan data yang didapat dari

hasil entry kedalam tabel-tabel yang telah dipersiapkan. Proses

tabulasi yang penulis lakukan meliputi :

1) Pembuatan tabel dengan kolom dan barisnya yang disusun dengan

cermat sesuai dengan kebutuhan.

2) Menghitung banyaknya frekuensi untuk tiap kategori hasil

observasi.
41

3) Menyusun distribusi atau tabel frekuensi baik berupa tabel satu

arah maupun tabel frekuensi silang dengan tujuan agar daa yang

ada dapat tersusun rapi, mudah untuk dibaca dan dianalisis.

e. Penyajian Data

Penyajian data disajikan kedalam bentuk tabel dan distribusi

frekuensi.

2. Analisis Data

a. Analisis Univariat

Analisis univariat yaitu merupakan analisa persentase dengan

tujuan untuk melihat gambaran distribusi frekuensi dan presentase dari

variabel yang diteliti. Analisis univariat dilakukan untuk

mendeskripsikan semua variabel penelitian, baik variabel bebas

maupun variabel terikat. Dalam penyediaan analisa univariat ini

berbentuk tabel distribusi frekuensi (Notoatmodjo, 2010).

Analisa distribusi frekuensi ini dibuat dengan membuat

persentase jumlah dari responden yang diteliti dengan rumus:

X
P= X100%
N

Keterangan: P=Proporsi
X=variabel
N=sampel
42

b. Analisis Bivariat

Analisis bivarat untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel

yaitu variabel bebas dan vriabel terikat. Analisis bivarat

menggunakan uji statistik yang sesuai dengan tujuan penelitian dan

sekala data yang ada.

Uji statistik yang diguakan dalam analisa ini adalah Chi

Square. Harga Chi Square dapat di cari dengan rumus:

X2 
 Fo  Fh  2
Fh

Keterangan :

X2 ; Chi-Square

fO ; frekuensi yang diobservasi//diperoleh, baik melalui

pengamatan maupun hasil kuesioner.

fh ; frekuensi yang diharapkan (Sugiyono, 2012)

a. Jika p value < α, maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang

berarti: ada hubungan antara sanitasi lingkungan rumah dengan

kejadian Penyakit Diare di Desa Raharja Kecamatan

Purwaharja Kota Banjar

Jika p value > α, maka Ho diterima dan Ha ditolak, yang

berarti: tiak ada hubungan antara sanitasi lingkungan rumah

dengan kejadian Penyakit Diare di Desa Raharja Kecamatan

Purwaharja Kota Banjar.


43

G. Etika Penelitian

Etika penelitian bertujuan untuk melindungi pasien, institusi tepat

praktek, dan tenaga kesehatan disamping tetap perlu mendukung penelitian

yang bertujuan memajukan ilmu pengetahuan yang tujuan akhirnya untuk

meningkatkan pelayanan kepada masyarakat (Nursalam,2009).

Sebelum dilakukan penelitian, peneliti meminta perizinan ke Prodi

Ilmu Kesehatan Masyarakat STIKes Bina Putera Banjar, kemudiann

membawa surat izin ke Kepala Desa Raharja untuk mendapatkan izin serta

menjelaskan tujuan penelitian.

Setelah mendapatkan izin persetujuan barulah melakukan penelitian

dengan menekankan etika meliputi:

1) Informed concent

Merupakkan syarat persetujuan antara peneliti dan responden

penelitian dengan memberkan lembar persetujuan (Informed concent).

Sebelum menyampaikan persetujuan menjadi responden terlebih

dahulu penulis melakukan pendekatan pada responden dan

menjelaskan maksud dan tujuan di adakannya penelitian ini. Apabila

responden menyetujui untuk menjadi sampel maka dimohon untuk

menandatangani lembar persetujuan tersebut.

2) Anonimity (tanpa nama)

Merupakan masalah etika dalam penelitian kesehatan dengan cara

tidak memberikan nama responden pada lembar pengumpulan data.

Untuk menjaga kepercayaan dari responden yang enjadi sampel, nama


44

responden tidak dicantumkan dalam instrumen penelitian tetapi hanya

membubuhkan kode inisialnya saja, yaitu angka 1 sampai angka 92.

3) Confidentiality (rahasia)

Merupakan masalah etika dengan menjamin kerahasiaan dari hasil

penelitian, baik iinformasi maupun masalah-masalah lainnya, semua

informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti.

Data dari responden dirahasiakan dari umum dan data hanya akan

dipergunakan untuk kepentingan penelitian.

4) Fear Treatment

Bebas dari bahaya dimana penelitian ini tidak berdampak secara

langsung terhadap responden dan tidak membahayakan.

H. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Penelitian yang akan penyusun lakukan berlokasi di Desa Raharja

Kecamatan Purwaharja Kota Banjar Provinsi Jawa Barat.

2. Waktu Penelitian

Adapun waktu penelitian dilakukan sejak bulan februari sampai

dengan bulan juni tahun 2016. Rincian waktu penelitian yang akan

dilakukan sebagaimana tabel berikut:


45

Tabel 3.3
Jadwal Penelitian

No Tahap Kegiatan Tahun 2016


Feb Mar Apr Mei Juni
A PERSIAPAN
1 Studi kepustakaan
2 Pengajuan judul
3 Pembuatan proposal
4 Sidang proposal
B PELAKSANAAN
5 Pengumpulan data
6 Pemeriksaan data
7 Pengolahan data
8 Analisis data
C PENYUSUNAN DAN LAPORAN
10 Sidang skripsi
11 Revisi Skripsi
12 Penjilidan dan
penyampaian skripsi