Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha


Esa, karena atas karunia-Nya, tim penyusun telah menyelesaikan
Modul Praktikum Mata Kuliah Ilmu Pertanian dan Biosistem.

Modul praktikum ini disusun sebagai pedoman bagi


mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian yang
mengikuti praktikum mata kuliah Ilmu Pertanian dan Biosistem.

Materi yang diberikan dalam modul dan pada saat


praktikum masih belum lengkap dan untuk itu mahasiswa
diharapkan dapat mencari referensi tambahan yang
diperlukannya baik di perpustakaan maupun melalui media
internet. Selain itu mahasiswa diharapkan mengikuti mata kuliah
Ilmu Pertanian dan Biosistem dengan baik, karena salah satu
sumber selain modul adalah materi yang diberikan pada saat
kuliah. Modul ini masih belum sempurna, sehingga perlu dikaji
baik oleh dosen pengajar, instruktur, asisten maupun mahasiswa
yang terlibat dalam praktikum. Oleh karena itu, penyusun
berharap agar para pemakai modul ini dapat memberikan
sumbangan saran untuk perbaikan modul praktikum ini. Semoga
modul ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa yang terlibat
dalam praktikum Ilmu Pertanian dan Biosistem.

Denpasar, Agustus 2017

Tim Penyusun

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017 i


SATUAN ACARA PRAKTIKUM MATA KULIAH ILMU PERTANIAN
DAN BIOSISTEM

1. Pertanan dalam Arti Luas


2. Imbibisi
3. Proses Perkecambahan
4. Uji Daya Kecambah
5. Perkembangbiakan Vegetatif
6. Inventarisasi Kendala pada Kegiatan Persiapan Lahan
7. Inventarisasi Kendala pada Kegiatan Budidaya
8. Inventarisasi Kendala pada Kegiatan Panen

i
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017
i
1. PERTANIAN DALAM ARTI LUAS

a. Dasar Teori

Pertanian dalam arti luas


(Agriculture), dari sudut pandang bahasa
(etimologi) terdiri ataas dua kata, yaitu agri
atau ager yang brarti tanah dan cultur atau
colere yang berarti pengelolaan. Jadi
pertanian dalam arti luas (agriculture)
diartikan sebagai kegiatan pengelolaan tanah.
Pengelolaan ini dimaksudkan untuk
kepentingan kehidupan tanaman dan hewan,
sedangkan tanah digunakan sebagai wadah
atau tempat kegiatan pengelolaan tersebut,
yang kesemuanya itu untuk kelangsungan
hidup manusia.

Adapun Batasan atau definisi


agriculture menurut ebebrapa ahli adalah
sebagai berikut:

1) Menurut Van Aarsten (1953),


agriculture adalah gigunakan
kegiatan manusia untuk
memperoleh hasil yang berasal
dari tumbuh-tumbuhan dan
hewan yang pada mulanya
dicapai dengan jalan sengaja
menyempurnakan segala
kemungkinan yang telah
diberikan oleh alam guna
memgembangbiakkan tumbuhan
dan atau hewan tersebut.

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017 1


2) Menurut Mosher (1966),
pertanian adalah suatu bentuk
produksi yang khas, yang
didasarkan pada proses
pertumbuhan tanaman dan
hewan. Petani mengelola dan
merangsang pertumbuhan
tanaman dan hewan dalam suatu
usaha tani, dimana kegiatan
produksi merupakan bisnis,
sehinggga pengeluaran dan
pendapatan sangat penting
artinya.

3) Menurut Spedding (1979),


pertanian dalam pandangan
modern merupakan kegiatan
manusia untuk manusia dan
dilaksanakan guna memperoleh
hasil yang menguntungkan
sehingga hams pula meliputi
kegiatan ekonomi dan
pengelolaan di samping biologi.

b. Tujuan

Dalam pengelolaan tanaman dan


lingkungannya adalah produksi fisik yang
maksimum, bukan produksi fisik yang optimum
atau yang paling menguntungkan. Hal ini dapat
dimengerti karena dalam pengelolaan suatu
tanaman diperlukan adanya sarana produksi
dan biaya tenaga kerja yang setiap saat selalu

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017 2


berubah. Apabila sasaran pengelolaan
tanaman adalah hasil yang menguntungkan
maka ilmu untuk mendapatkan hasil fisik, akan
selalu berubah-ubah dalam kurun waktu yang
sangat pendek atau setiap musim tanam akan
selalu berubah. Keadaan ini akan sangat
menyulitkan dalam pemberian inovasi baru
atau rekomendasi kepada petani dalam
pelaksanaan teknik budidaya tanaman.

c. Manfaat

Mahasiswa dapat mencapai pengelolaan


tanaman dan lingkungannya dalam produksi
fisik yang maksimum, bukan profuksi fisik yang
optimum atau yang paling menguntungkan.

d. Lokasi

Lab. Pengelulaan Sumber Daya Alam (PSDA).

e. Alat dan Bahan

2. IMBIBISI

a) Dasar Teori

Imbibisi adalah penyerapan air


(absorpsi) oleh benda-benda yang padat (solid)
atau agak padat (semi solid) karena benda-
benda tersebut mempunyai zat penyusun dari
bahan yang berupa koloid.

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017 3


Ada banyak hal yang merupakan
proses penyerapan air yang terjadi pada
makhluk hidup, misalnya penyerapan air dari
dalam tanah oleh akar tanaman. Namun,
penyerapan yang dimaksudkan di sini yaitu
penyerapan air oleh biji kering. Hal ini banyak
kita jumpai di kehidupan kita sehari-hari yaitu
pada proses pembibitan tanaman padi,
pembuatan kecambah tauge, biji kacang hijau
terlebih dahulu direndam dengan air. Pada
peristiwa perendaman inilah terjadi proses
imbibisi oleh kulit biji tanaman tersebut. Tidak
hanya itu, proses imbibisi juga memiliki
kecepatan penyerapan air yang berbeda-beda
untuk setiap jenis biji tanaman.

b) Tujuan

Mahasiswa dapat mengetahui proses


penyerapan air (imbibisi) yang dilakukan oleh
biji.

c) Manfaat

Menambah pemahaman mahasiswa tentang


proses imibisi yang terjadi pada biji.

d) Lokasi

Lab. Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA).

e) Alat dan Bahan

1) Neraca analitik.

2) Cawan Petri.

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017 4


3) Stopwatch.

4) Pinset.

5) Biji kacang merah.

6) Air.

7) Aquadest.

8) Kertas saring.

3. PROSES PERKECAMBAHAN

a) Dasar Teori

Perkecambahan adalah munculnya plumula


(tanaman kecil dari dalam biji. Berdasarkan letak
kotiledonnya, perkecambahan dibedakan menjadi
2, yaitu epigeal dan hypogeal. Perkecambahan
epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas
batang di bawah daun Lembaga atau hipokotil
sehingga mengakibatkan daun Lembaga dan
kotiliden terangkat ke atas tanah, misalnya kacang
hijau. Sedangangkan perkecambahan hypogeal
adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang
teratas (epikotil) sehingga daun Lembaga ikut
tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di
dalam tanah, misalnya pada biji kacang kapri.

Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi


oleh beberapa faktor eksternal dan internal, salah
satu faktor eksternal adalah cahaya. Tumbuhan
memerlukan cahaya. Banyaknya cahaya yang
diperlukan tidak selalu sama dengan pada setiap
tumbuhan. Umumnya, cahaya menghambat

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017 5


pertumbuhan meninggi karena cahaya dapat
menguraikan auksin. Pertumbuhan yang cepat di
tempat gelap disebut dengan etiolasi.

Cahaya juga merangsang pembungan


tumbuhan tertentu. Ada tumbuhan yang dapat
berunga pada hari pendek. Ada pula tumbuhan
yang berbunga pada hari panjang. Hal tersebut
berhubungan dengan aktifitas hormone fitokrom
dalam tumbuhan. Selain mempengaruhi
pembungaan, fitokrom berpengaruh terhadap
etiolasi, pemanjangan batang, pelebaran daun, dan
perkecambahan.

b) Tujuan

1) Mengetahui pengaruh cahaya dan media kapas


kering terhadap pertumbuhan biji kacang
merah.

2) Mengetahui perbedaan pertumbuhan biji


kacang merah di dua tempat berbeda (tempat
terang dan tempat).

3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi


pertumbuhan biji kacang merah di dua tempat.

c) Manfaat

Manfaat bagi mahasiswa dengan adanya


praktikum ini yaitu peningkatan pemahaman
mahasiswa tentang faktor cahaya dan media
perkecambahan dalam mempengaruhi
pertumbuhan tanaman khususnya kacang merah.

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017 6


d) Lokasi

Lab. Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA).

e) Alat dan Bahan

1) Biji kacang merah

2) Gelas

3) Air

4) Kapas

5) Penggaris

4. UJI DAYA KECAMBAH

a) Dasar Teori

Daya berkecambah benih adalah tolak ukur


bagi kemampuan benih untuk tumbuh normal. Uji
daya kecambah dilakukan untuk mengetahui
potensi benih ang dapat berkecambah dari suatu
kelompok atau satuan berat benih. Air merupakan
salah satu faktor yang sangat berperan terhadap
perkecambahan dan pertumbuhan benih. Secara
umum, cara pengujian daya kecambah benih dapat
dibedakan menjadi dua yaitu secara langsung dan
tidak langsung. Pengujian secara langsung
dilakukan untuk benih yang mudah berkecambah,
sedangkan pengujian secara tidak langsung
dilakukan untuk benih yang sulit berkecambah.
Pengujan daa kecambah benih bermanfaat untuk
menentukan benih per-satuan luas lahan dan

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017 7


mengeecek kualitas benih. Faktor-faktor yang
mempengaruhi daya kecambah benih adalah
kemasakan benih, kadar air, dormansi, oksigen,
temperature, cahaya, dan zat penghambat
perkecambahan.

b) Tujuan

Mengetahui beberapa metode uji daya


kecambah benih serta dapat mendeteksi viabilitas
potensial benih dengan tolak ukur daya kecambah
benih.

c) Manfaat

Mahasiswa dapat mengetahui metode


pengujian daya kecambah benih sehingga
mahasiswa dapat menghitung dan mengidentifikasi
tinggi atau rendah daya kecambah benih yang diuji
tersebut.

d) Lokasi

Lab. Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA).

e) Alat dan Bahan

1) Cawab petri

2) Tissue

3) Plastik

4) Karet

5) Benih cabai dan benih kedelai

6) Air

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017 8


5. PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF

a) Dasar Teori

Perbanyakan tanaman dengan cara stek


merupakan perbanyakan tanaman dengan cara
menanam bagian-bagian tertentu tanaman. Bagian
tertentu itu bisa berupa pucuk tanaman, akar, atau
cabang. Perkembangbiakan dengan cara ini
merupakan cara termudah yang dapat dilakukan
oleh semua orang.

b) Tujuan

1) Mempelajari cara-cara penyetakan.

2) Mempelajari kelebihan dan kekurangan dalam


penyetekan.

c) Manfaat

1) Mengetahui cara-cara penyetakan.

2) Mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam


penyetekan.

d) Lokasi

Lab. Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA).

e) Alat dan Bahan

1) Tanaman anting putri (Wrightia religiose)

2) Pupuk kompos 3 kg.

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017 9


3) Pasir 3 kg

4) Arang Sekam 3 kg

5) Poybag 15 cm x 20 xm

6) Cutter 3 buah.

7) Ember kecil

8) Botol semprot air

9) Plastik transparan

6. INVENTARISASI KENDALA PADA KEGIATAN PERSIAPAN


LAHAN

a) Dasar Teori

Pembukaan lahan perkebunan adalah kegiatan


atau pekerjaan membersihkan lahan dari vegetasi
lainnya, baik berupa pepohonan, belukar, maupun
rerumputan agar siap diolah untuk persiapan
penanaman komoditi tanaman perkebunan.
Metode pembukaan Metode pembukaan lahan
tergantung kondisi lahan, khususnya vegetasi atau
peruntukan lahan sebelumnya. Lahan yang sesuai
perkebuan dapat berupa hutan primer dan
sekunder, semak belukar, bekas perkebunan
komoditas lain (karet, kelapa, kakao), padang alang
alang, atau bahkan bekas kebun tanaman pangan
(jagung, singkong, padi gogo), serta kebun kelapa
sawit tua (peremajaan). Teknik pembukaan lahan
dapat dilakukan secara manual, mekanis, kimia

1
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017
0
atau kombinasi, tergantung keadaan
vegetasinya(Kalshoven, L.G.E. 2008)

Pembukaan lahan hutan primer atau sekunder


dilakukan penebangan secara bertahap. Pada
prinsipnya, tanaman lapis bawah berupa semak,
belukar, dan anakan pepohonan yang masih kecil
ditebas lebih dulu dengan parang, dan kapak.
Tergantung jenis dan kondisi hutannya, jika
diperlukan, dapat digunakan gergaji rantai (Chain
saw) untuk pepehonan kecil yang sudah berat
ditebang dengan kapak atau parang. Hasil tebangan
ditumpuk dalam jalur dengan jarak 4 – 5 m antar
tumpukan dan lebar tumpukan 4 – 5 m. Setelah
bersih baru dilakukan penebangan pepohonan
yang lebih besar. Kayu yang berguna dapat
dikumpulkan dan sisanya, termasuk cabang-cabang
dan ranting pepohonan diletakkan pada tumpukan
tebangan lantai hutan sebelumnya. Bagian-bagian
cabang besar dan kecil dipotong pendekpendek
untuk memercepat proses pelapukannya. Tidak
diperbolehkan membakar hasil tebangan, tetapi
dipotong sependek mungkin lalu dibiarkan sampai
habis melapuk. Di perkebunan-perkebunan besar,
terutama jika tenaga kerja sulit, dapat
menggunakan mesin penghancur sehingga
mempercepat proses pelapukan dan mengurangi
tebal timbunan hasil tebangan (Hasrun Hafid at
al,2008)

1
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017
1
Pembukaan belukar mirip dengan pembukaan
lahan vegetasi hutan, dengan perbedaan pada
ukuran pepohonan. Di samping itu di lahan
bersemak, biasanya diselingi padang rumput atau
alang-alang. Di bagian yang ditutupi semak belukar
dengan vegetasi berkayu ukuran besar relatif
banyak, pembukaan lahan dimulai dengan
menebas vegetasi yang lebih pendek dan kecil
seperti rerumputan, anakan semak baru disusul
dengan tumbuhan lebih besar. Rerumputan dan
alang-alang sebaiknya disemprot saja dengan
herbisida 2 – 3 kali hingga betul-betul bersih dari
gulma. Semak yang ditebang, langsung dicacah
atau dipotong sependek mungkin dan ditumpuk
bersama rerumputan dalam lajur-lajur di antara
rencana barisan tanaman. Tumpukan tersebut tidak
boleh dibakar, tetapi dibiarkan melapuk yang
berguna untuk meningkatkan kadar bahan organik
dan unsur hara dalam tanah. Penggunaan formula
mikrobia dapat memercepat proses
pelapukannya(Pahan, I.2010)

Pembukaan lahan dengan vegetasi rerumputan


lebih mudah dan murah biayanya. Dalam
kenyataannya, padang rumput sering diselingi
gerombolan tanaman semak bahkan kadang-
kadang tanaman pepohonan. Bila vegetasi
rumputnya tidak terlalu tebal, dapat langsung

1
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017
2
disemprot dengan herbisida sebanyak 2 – 3 kali
dengan selang waktu 3 – 4 minggu. Jika
rerumputannya terlalu tebal, sebaiknya didahului
dengan pembabatan secara manual atau
menggunakan hand slaser. Setelah tunas baru
sudah tumbuh, dilakukan penyemrotan dengan
herbisida yang bersifat sistemik agar mati sampai
ke akar-akarnya. Rumput yang sudah kering, tidak
boleh dibakar tetapi dibiarkan supaya melapuk
secara alami untuk menambah bahan organik ke
dalam tanah. Segera setelah rerumputan sudah
mulai mengering, dapat dilakukan pengajiran yang
disusul dengan pembuatan lubang tanam dan
penanaman tanaman penutup tanah setelah
kering.

Pembukaan lahan bekas tanaman semusim


atau tegalan praktis tidak memerlukan pentahapan,
tetapi hanya sekedar pembersihan lahan dari sisa-
sisa panen sebelumnya dan pemberantasan
rerumputan yang biasanya tidak terlalu tebal.
Persiapan lahan diusahakan setelah panen
tanaman semusim, sehingga kondisi lahan relatif
bersih. Pembersihan rerumputan dapat dilakukan
secara manual atau dengan herbisida akar lahan
bebas dari rumput dalam waktu relatif lebih lama.
Setelah panen dan pembersihan secukupnya, dapat
segera dilakukan pengajiran dan pembuatan lobang
tanam serta penanaman tanaman penutup tanah.

1
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017
3
b) Tujuan

Memudahkan tindakan atau pekerjaan


berikutnya karena lahan telah bersih dari rumput,
semak, dan belukar.

c) Manfaat

Sebagai pengetahuan dan simulasi teknik


membuka lahan yang baik dan benar dalam
pelaksanaan perkebunan tanaman industri yang
luas.

d) Lokasi

Lab. Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA).

e) Alat dan Bahan

1) Semprotan punggung

2) Ember

3) Gelas ukur

4) Tali raffia

5) Herbisida

6) Parang

7) Sabit

8) Cangkul

9) Garpu

1
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017
4
7. INVENTARISASI KENDALA PADA KEGIATAN BUDIDAYA

a) Dasar Teori

Dalam pertanan, budidaya merupakan


kegiatan terencana pemeliharaan sumber daya
hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk
diambil manfaat/hasil panennya. Kegiatan budidata
dapat dianggap sebagai inti dari usaha tani.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, budidaya
adalah usaha yang bermanfaat dan memberi hasil.

Usaha budi daya tanaman mengandalkan


penggunaan tanah atau media lainnya di suatu
lahan untuk membesarkan tanaman dan lalu
memanen bagiannya yang bernilai ekonomi. Bagian
ini dapat berupa, biji/bulir, bunga, batang, tunas,
serta semua bagian lain yang bernilai ekonomi.
Kegiatan budidaya anaman yang dilakukan dengan
media tanah dikenal pula sebagai bercocok tanam.
Termasuk dalam tanaman di sini adalah gulma laut
serta sejumlah fungi penghasil jamur pangan.

Budi daya hewan melibatkan usaha


pembesaran bakalan atau bibit/benih pada suatu
lahan tertentu selama beberapa waktu untuk
kemudian dijual disembelih untuk dimanfaatkan
daging serta bagian tubuh lainnya, diambil
telurnya, atau diperah susunya. Proses pengolahan
produk budi daya ini biasanya bukan bagian dari
budi daya sendiri tetapi masih dianggap sebagai

1
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017
5
mata rantai usaha tani ternak itu. Budi daya hewan
dikategorikan ke dalam peternakan dan budi daya
perikanan.

b) Tujuan

Dapat dijadikan sebagai suatu acuan ketika


nanti memulai suatu budi daya.

c) Manfaat

Sebagai pengetahuan dan simulasi teknik


dalam memulai suatu budi daya.

d) Lokasi

Lab. Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA).

e) Alat dan Bahan

8. INVENTARISASI KENDALA PADA KEGIATAN PANEN

a) Dasar Teori

Panen adalah pemungutan (pemetikan) hasil


sawah atau lading. Istilah ini paling umum dipakai
dalam kegiatan bercocok tanam dan menandai
berakhirnya kegiatan di lahan. Namun, istilah ini
memiliki arti yang lebih luas, karena dapat dipakai
pula dalam budi daya ikan atau berbagai jenis objek
usaha tani lainnya. Seperti jamur, udang,
alga/gulma laut, dan hasil hutan (kayu maupun
non-kayu). Dalam kegiatan ini diperlukan suatu
inventarisasi agar nanti kedepannya dapat

1
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017
6
mengatasi kendala apa saja pada saat kegiatan
panen.

b) Tujuan

Memudahkan tindakan atau pekerjaan


berikutnya karena telah diketahui apa saja kendala
ketika proses panen berlangsung.

c) Manfaat

Sebagai pengetahuan dan simulasi teknik dalam


proses panen.

d) Lokasi

Lab. Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA).

e) Alat dan Bahan

1
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN | 2017
7

Anda mungkin juga menyukai