Anda di halaman 1dari 7

PENYAKIT HIDUNG

IDENTITAS

Nama : Ank. SD

Umur : 7 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Pekerjaan : pelajar

Alamat : -

No. Reg : 006543

Tanggal Pemeriksaan : 28 oktober 2014

ANAMNESA (AUTO ANAMNESA)

Keluhan Utama : Keluar darah dari hidung kiri

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang ke poli THT mengeluhkan hidung sebelah kiri keluar darah sejak kemarin.
Darah yang keluar cair dan berwarna merah segar ,tidak bercampur lendir dan sudah keluar ±
9 kali dalam 1 hari. Darah keluar dari hidung bagian depan (anterior) bila pasien duduk tegak.
Menurut ibu pasien darah yang keluar ± ¼ gelas aqua. Pasien juga mengeluh hidungnya
terasa panas dan kering. Pasien juga mengeluh pusing. Menurut ibu pasien, pasien sering
mengorek-ngorek hidung. Pasien juga mengeluh bersin-bersin, dan hidung kiri terasa
tersumbat. Saat ini pasien tidak keluar cairan dari hidung, tidak ada panas badan, tidak ada
nyeri telan atau rasa panas di tenggorok.
Pasien tidak memgeluh adanya gangguan pada telinga.

Riwayat Penyakit Dahulu :

 Pasien sering mengalami mimisan yang terjadi jika pasien terlalu lama bermain di
bawah panas matahari atau badan pasien sedang panas.
 Riwayat trauma hidung disangkal oleh pasien
 Riwayat asma disangkal oleh pasien
 Riwayat alergi disangkal oleh pasien
 Riwayat Hipertensi (-)
 Riwayat Diabetes Melitus (-)

Riwayat Penyakit Keluarga :

Ibu pasien menyangkal adanya keluarga pasien yang pernah mengeluhkan sakit yang sama
dengan pasien.

Riwayat Pengobatan :

 Pasien tidak sedang dalam pengobatan penyakit tertentu


 Pasien belum diberikan pengobatan sebelumnya

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan Umum : Baik

Kesadaran : compos mentis (GCS : E4-V5-M6)

Berat badan : 28 kg

PEMERIKSAAN TELINGA
1. Pemeriksaan Obyektif : Morphologis

A. Bagian Luar

o Inspeksi: - Bentuk Aurikula kanan/kiri : normotia/normotia


- Radang Aurikula kanan/kiri : -/-
- Fistel Aurikula kanan/kiri : -/-
- Kista Aurikula kanan/kiri : -/-
- Mastoid : dalam batas normal
- Zigomaticus : dalam batas normal
- Kel. Limfe : tidak tampak adanya hipertrofi

2
o Palpasi: - Nyeri tarik : -/-
- Nyeri tekan : -/-
- Hipertrofi Kel. Limfe : -/-
- Mastoid : dalam batas normal
- Zigomaticus : dalam batas normal

B. Bagian Dalam (dengan otoskop)

MAE kanan/kiri - Porus : lapang/lapang


- Canalis : lapang/lapang

Membran Timpani kanan/kiri - Warna : putih mutiara/putih mutiara


- Retraksi : -/-
- Bombans : -/-
- Struktur : intak/intak
- Palpasi : tidak ada/tidak ada
MT Kanan MT kiri

2. Pemeriksaan Fungsional

A. Pendengaran : Tidak dilakukan

B. Keseimbangan : Tidak dilakukan

C. Tuba Eustachii : Tidak dilakukan

3. Pemeriksaan Elektro-Ronsenoskopi

A. Diaphanoskopi/Transiluminasi : Tidak dilakukan

B. Rö- foto mastoid : Tidak dilakukan

3
PEMERIKSAAN HIDUNG
A. Bagian Luar
Inspeksi: - Bentuk : normal
- Inflamasi :-
- Lesi :-
- Udem :-
- Ulkus :-
- Maserasi :-
- Tumor :-
Palpasi: - krepitasi Dorsum nasi :-
- Deformitas Dorsum nasi :-
- Nyeri Ala nasi :-
- Nyeri pada region frontalis kanan/kiri : -/-
- Nyeri pada fosa kanina kanan/kiri : -/-

B. Bagian dalam
Rinoskopi Anterior:

kanan kiri
Vestibulum Krusta (-) Krusta (-)
Maserasi (-) Maserasi (-)
Bisul (-) Bisul (-)
Raghaden (-) Raghaden (-)
Konka Inferior Hiperemi (-) Hiperemi (+)
Hipertrofi (-) Hipertrofi (+)
Konka Media Sulit dinilai Sulit dinilai
Meatus Nasi Polip (-) Polip (-)
Sekret (-) Sekret (-)

Mukosa Udem (-) Udem (+)

Rinoskopi Posterior : Tidak dilakukan

4
PEMERIKSAAN TENGGOROK
A. Mulut
Inspeksi : - Ptialismus : (-)
- Trismus : (-)
- Ulkus : (-)
- Karies : (-)
- Parese Lidah : (-)
- Palatoschizis : (-)
- Parese P. Mole : (-)
Palpasi : Nyeri (-)
Perkusi : (-)

B. Tonsil dan Faring


Inspeksi : - Arkus anterior : simetris, hiperemi (-), ulkus (-)
- Dinding post. Faring : hiperemi (-), post nasal drip (-),
- Uvula : Letak tengah, hiperemi (-), ulkus (-)
- Tonsil
 Besar : T1/T1
 Hiperemi : (-)
 Kripta : (-)
 korpus alienum : (-)
 Detritus : (-)
 Perlekatan : (-)

DIAGNOSA
Rhinitis Akut/ Common Cold/Coryza Acut +

Epistaksis

DIAGNOSA BANDING

Rhinitis Alergi

Angiofibroma Juvenillis

5
PENATALAKSANAAN
1. Rhinitis Akut
a) Umum
1) Hindari kedinginan (pakaian, makanan, mandi)
2) Simtomatik, acetosal
Acetosal:
 Analgetik – antipiretik
 Anti radang (merangsang cortex adrenal)
 Pencegahan (>2 jam taka da efek lagi)
 Vasodilatasi perifer maka badan menjadi hangat
b) Lokal
 Tetes hidung dengan sol. HCl Ephedrin 1% (dalam glucose 5% atau
PZ)
 Berfungsi: melebarkan dan desinfeksi (asam)
c) Pencegahan
 Hindari kontak
 Naikan daya tahan tubuh dengan hindari lelah, kedinginan, diet bergizi,
sinar UV
 Imunisasi
d) Prognosis
Self-limiting disease, sembuh sendiri 7-10 hari
Jika >7 hari infeksi sekunder oleh kuman
(Sumber: Buku ajar kuliah dr. Darjo Sp.THT)
2. Epistaksis (Epistaksis Minor Berulang)
- Pemeriksaan hidung dapat mengungkap adanya pembuluh-pembuluh yang
menonjol melewati septum anterior, dengan dengan sedikit bekuan darah.
- Pembuluh tersebut dapat di kauterisasi secara kimia atau listrik
- Penggunaan anestetik topical dan agen vasokonstriktor, misalnya larutan
Kokain 4% atau Xilokain 50% pada pembuluh tersebut.
(sumber: BOIES Buku ajar penyakit THT edisi VI, hal. 226)

6
7