Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

IPA TERAPAN
ES KRIM “OUT DOOR”

Disusun oleh:
Kelompok 6
Endah Setyo Rini (13312241010)
DessyRoseanawati (13312241015)
SarifPurnama (13312241018)
WindiAgustine (13312241026)
Kelas: Pendidikan IPA A 2013

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
MARET 2016
HALAMAN PENGESAHAN
Es Krim “Out Door”

Oleh:
Kelompok 6

Yogyakarta, 31 Maret2016
Anggota:

Nama NIM Tandatangan


EndahSetyoRini 13312241010
DessyRoseanawati 13312241015
SarifPurnama 13312241018
WindiAgustine 13312241026

Diserahkanpadatanggal......................................................, jam............................WIB

Mengetahui,
DosenPembimbing

(Susilowati, M.Pd)

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................ Error! Bookmark not defined.


HALAMAN PENGESAHAN .......................... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI ..................................................... Error! Bookmark not defined.
A. TUJUAN PRAKTIKUM ......................................................................1
B. DASAR TEORI ..................................................................................... 1
C. METODE PRAKTIKUM .....................................................................6
D. DATA HASIL PENGAMATAN .......................................................... 7
E. PEMBAHASAN .................................................................................... 8
F. KESIMPULAN .................................................................................... 10
G. SARAN .................................................................................................11
H. DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................11
I. LAMPIRAN ......................................................................................... 11

iii
ES KRIM “OUT DOOR”

A. TUJUAN PRAKTIKUM
1) Mengetahui pengaruh perbedaan jenis susu yang digunakan terhadap tekstur yang
dihasilkan saat menjadi es krim.

B. DASAR TEORI
Ice cream dapat didefinisikan sebagai makanan beku yang dibuat dari produk susu (dairy) dan
dikombinasikan dengan pemberi rasa (flavor) dan pemanis (sweetener). Ice cream merupakan
produk olahan susu yang dibuat dengan cara membekukan dan mencampur bahan baku secara
bersama-sama . Bahan yang digunakan adalah kombinasi susu dengan bahan tambahan seperti
gula dan madu atau tanpa bahan perasa dan warna stabilizer, bahan campuran ice cream
disebut ice cream mix (ICM), dengan pencampuran bahan yang tepat dan pengolahan yang
benar maka dapat dihasilkan ice cream dengan kualitas baik (Susilorini dan Sawitri,
2007).Nilai gizi ice cream sangat tergantung pada nilai gizi bahan baku yang digunakan. Ice
cream yang memiliki kualitas tinggi bahan bakunya perlu diketahui dengan pasti, yaitu
dengan menggunakan susu sebagai bahan utama pembuatan ice cream maka ice cream
memiliki sumbangan terbesar nilai gizinya. Ice cream terbukti memiliki beberapa fakta gizi
yang tidak terduga dibalik kelembutan dan rasa manisnya. Keunggulan ice cream yang
didukung oleh bahan utamanya yaitu susu tanpa lemak dan lemak susu maka ice cream
hampir sempurna dengan kandungan gizi yang lengkap (Fitrahdini, 2010).

Standar Nasional Indonesia (SNI) menyatakan bahwa, ice cream adalah sejenis
makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung ice cream atau campuran
susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang
diizinkan. Campuran bahan ice cream diaduk ketika didinginkan untuk mencegah
pembentukan kristal es yang besar. Penurunan temperatur campuran dilakukan dengan cara
mencelupkan campuran ke dalam campuran es dan garam (Arbuckle, 2000). Ice cream
memiliki tekstur padat yang terdiri atas 2 fase yaitu fase kontinyu dan fas terdispersi. Fase
kontinyu adalah kombinasi air, gula, hidrokooid, protein susudan komponen terlarut lainnya,
serta padatan yang tidak terlarut yang tersuspensi dalam cairan. Fase terdispersi adalah
gelembung udara dan globula lemak. Globula-globula lemak akan berikatan dengan protein
susu dan membentuk lapisan tipis yang menyelubungi tiap gelembung udara yang akan
berperan membentuk stabilitas dan ukuran gelembung udara (Muse dan Hartel, 2004).
1
Sifat Koligatif Larutan
Larutan merupakan campuran homogen antara dua atau lebih zat. Adanya interaksi
antara zat terlarut dan pelarut dapat berakibat terjadinya perubahan sifat fisis dari komponen-
komponen penyusun larutan tersebut. Salah satu sifat yang diakibatkan oleh adanya interaksi
antara zat terlarut dengan pelarut adalah sifat koligatif larutan. Sifat koligatif larutan adalah
sifat larutan yang hanya dipengaruhi oleh jumlah partikelzat terlarut di dalam larutan, dan
tidak dipengaruhi oleh sifat dari zat terlarut.Hukum Raoult merupakan dasar bagi empat sifat
larutan encer yang disebut sifat koligatif ( dari bahasa latincolligare, yang berarti “mengumpul
bersama”) sebab sifat-sifat itu tergantung pada efek kolektif jumlah partikel terlarut,
bukannya pada sifat partikel yang terlibat. Keempat sifat itu ialah :
1) Penurunan tekanan uap larutan relatif terhadap tekanan uap pelarut murni
2) Peningkatan titik didih
3) Penurunan titik beku
4) Gejala tekanan osmotik (Oxtoby, David W : 2004 , 166).
Penurunan Titik Beku Larutan
Proses pembekuan suatu zat cair terjadi bila suhu diturunkan, sehingga jarak
antarpartikel sedemikian dekat satu sama lain dan akhirnya bekerja gaya tarik menarik
antarmolekul yang sangat kuat. Adanya partikel-partikel dari zat terlarut akan mengakibatkan
proses pergerakan molekul-molekul pelarut terhalang, akibatnya untuk dapat lebih
mendekatkan jarak antar molekul diperlukan suhu yang lebih rendah. Jadi titik beku larutan
akan lebih rendah daripada titik beku pelarut murninya. Perbedaan titik beku akibat adanya
partikel-partikel zat terlarut disebut penurunan titik beku (ΔTf). Penurunan titik beku larutan
sebanding dengan hasil kali molalitas larutan dengan tetapan penurunan titik beku pelarut
(Kf), dinyatakan dengan persamaan :

ΔTf = Kf m atau ΔTf = Kf (n x 1000/p)


Dimana :
ΔTf = penurunan titik beku
Kf = tetapan penurunan titik beku molal
n = jumlah mol zat terlarut
p = massa pelarut
Titik beku larutan merupakan titik beku pelarut murni dikurangi dengan penurunan titik
bekunya atau Tf = Tfo- ΔTf.
Penyebab dan Definisi Penurunan Titik Beku Larutan
2
Air murni membekupada suhu 0oC, dengan adanya zat terlarut misalnya saja di tambahkan
gula ke dalam air tersebut maka titik beku larutan ini tidak akan sama dengan 0oC, melainkan
akan turun dibawah 0oC, inilah yang dimaksud sebagai “penurunantitik beku”. Jadi larutan
akan memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murninya. Sebagai
contoh larutan garam dalam air akan memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan
dengan pelarut murninya yaitu air, atau larutan fenol dalam alkohol akan memiliki titik beku
yang lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murninya yaitu alkohol.
Air murni pada suhu 0oC. Pada suhu ini air berada padakesetimbangan antara fasa cair
dan fasa padat. Artinya kecepatan air berubah wujud dari cair ke padat atau sebaliknya adalah
sama, sehingga bisa dikatakan fasa cair dan fasa padat pada kondisi ini memiliki potensial
kimia
yang sama, atau dengan kata lain tingkat energi kedua fasa adalah sama. Besarnya potensial
kimia dipengaruhi oleh temperatur, jadi pada suhu tertentu potensial kimia fasa padat atau
fasa cair akan lebih rendah daripada yag lain, fasa yang memiliki potensial kimia yang lebih
rendah secara energi lebih disukai, misalnya pada suhu 2oC fasa cair memiliki potensial kimia
yang lebih rendah dibanding fasa padat sehingga pada suhu ini maka air cenderung berada
pada fasa cair, sebaliknya pada suhu -1oC fasa padat memiliki potensial kimia yang lebih
rendah sehingga pada suhu ini air cenderung berada pada fasa padat.
Apabila ke dalam air murni kita larutkan garam dan kemudian suhunyakita turunkan
sedikit demi sedikit, maka dengan berjalannya waktu pendinginan maka perlahan-lahan
sebagian larutan akan berubah menjadi fasa padat hingga pada suhu tertentu akan berubah
menjadi fasa padat secara keseluruhan. Pada umumnya zat terlarut lebih suka berada pada
fasa
cair dibandingkan dengan fasa padat, akibatnya pada saat proses pendinginan berlangsung
larutan akan mempertahankan fasanya dalam keadaan cair, sebab secara energi larutan lebih
suka berada pada fasa cair dibandingkan dengan fasa padat, hal ini menyebabkan potensial
kimia pelarut dalam fasa cair akan lebih rendah (turun) sedangkan potesnsial kimia pelarut
dalam fasa padat tidak terpengaruh. Maka akan lebih banyak energi yang diperlukan untuk
mengubah larutan menjadi fasa padat karena titik bekunya menjadi lebih rendah dibandingkan
dengan pelarut murninya. Inilah sebab mengapa adanya zat terlarut akan menurunkan titk
beku
larutannya. Rumus untuk mencari penurunan titik beku larutan adalah sebagai berikut:
ΔTf = Kf . m. I

3
Keterangan:
ΔTf = Penuruan titik beku
Δm = molalitas larutan
Kf = Tetapan konstantat titik beku larutan
Fungsi Penambahan Garam
Temperatur normal campuran es dan air adalah 0o C. akan tetapi itu tidak cukup dingin
untuk membekukan es krim. Temperatur yang diperlukan untuk membekukan es krim adalah
-3o C atau lebih rendah. Untuk mencapai suhu tersebut perlu ditambahkan garam dalam proses
pembekuan es krim. Sebenarnya banyak bahan kimia lain yang dapat digunakan tetapi garam
relatif murah. Garam berfungsi menurunkan titik beku larutan. Ketika es diampur dengan
garam, es mencair dan terlarut membentuk air garam serta menurunkan temperaturnya. Proses
ini memerlukan panas dari luar. Campuran itu mendapatkan panas dari adonan es krim maka
hasilnya adalah es krim padat dan lezat seperti yang diinginkan
Jadi dapat dikatakan bahwa apabila es ini ditaburi dengan garam sehingga timbul
reaksi
kimia antara garam dan es. Hal ini membuat permukaan es mencair dan membentuk larutan
garam. Es akan menyerap panas dari larutan garam ini sehingga larutan menjadi dingin dari 0
derajatcelcius. Selanjutnya, larutan garam menyerap panas dari es krim yang ada dalam
tabung melalui dinding tabung sehingga es krim ini menjadi dingin dan mengeras. Suhu es
krim ini tidak mungkin menjadi cukup rendah tanpa adanya penambahan garam.Garam yang
ditambahkan pada es batu akan dapat menurunkan titik leleh es batu. Karena itu, es batu
dengan adanya garam akan lebih cepat mencair daripada es batu tanpa adanya garam. Es batu
tanpa daanya garam akan tetap mencair akibat panas yang berasal dari lingkungan. Panas ini
juga mempengaruhi mancairnya es batu dengan garam. Akibatnya, air yang ada di dalam
gelas yang berisi es batu dan garam lebih banyak daripada gelas yang berisi es batu tanpa
adanya garam.Ketika garam ditaburkan di atas es, partikel-partikel garammengganggu
kestabilan ikatan-ikatan partikel-partikel air yang sedang berada dalam fase padat (es).
Partikel-partikel garam menerobos masuk ke sela-sela ikatan partikel es sehingga
memutuskan ikatan-ikatan tersebut. Akibatnya, partikel-partikel es yang berada di permukaan
dapat memisahkan diri dari perangkap gaya tarik partikel-partikel es yang berhasil
memisahkan diri itu kemudian beralih ke fase cair. Es memiliki suhu rata-rata di bawah 00 C.
Dalam kasus penambahan garam es ini, es mengalami peleburan tanpa adanya penambahan
panas, sehingga air yang terbentuk dari peleburan itu juga bersuhu di bawah 0O C. Inilah

4
sebabnya dikatakan bahwa penambahan garam dapat menurunkan titik lebur air, karena es
dapat melebur di bawah titik lebur normalnya (0o C). Jadi, partikel garam merupakan pemicu
leburnya es. Di sisi lain, seperti yang kita ketahui, peleburan es memerlukan energi (menyerap
kalor).
Es krim dikatakan bermutu tinggi apabila berkadar lemak tinggi, manis, berbody halus (Idris,
1992). Komposisi bahan yang digunakan dalam pembuatan es krim sangat menentukan mutu
es krim.
Mutu es krim menurut Standart Industri Indonesia (SII) no. 1617 Th. 1985

5
C. METODE PRAKTIKUM
1. RumusanMasalah
1) Begaimana tekstur yang dihasilkan pada jenis susu bubuk dan kental manis?
2. Variable
a. Variabelkontrol : esbatu, kantongplastik, massa garam, toples, volume air
b. Variabelterikat : tekstur
c. Variabelbebas : jenissusu (bubukdankentalmanis)
3. Tempat dan Waktu Praktikum
a. Tempat : Kos Endah (alamat)
b. Tanggal :24Maret2016
4. MetodePengambilan Data
Eksperimen
5. Alat dan Bahan
Alat
a. Hp/kamera
b. Alat tulis
c. Toples
d. Kantong plastik
e. Gelas
f. Sendok
Bahan
a. Es batu
b. Garam Kasar
c. Susu bubuk (milo coklat)
d. Susu kental manis (bendera coklat)
e. Air

6
6. Langkah Kerja

Menyiapkan semua alat dan bahan.

Memasukkan es batu yang sudah dipecahkan ke dalam toples kemudian menambahkan


garam kasar. Menutup toples dan menggoyangkan toples agar es batu + garam tercampur
dengan merata.

Membuat larutan susu bubuk dan kental manis pada gelas dengan volume air yang sama.
Kemudian memasukkan larutan susu bubuk dan kental manis pada kantong plastik, diikat
dengan rapat.

Mamasukkan larutan susu bubuk dan kental manis ke dalam toples yang sudah bercampur
dengan es batu+garam.

Menggoyangkan toples sampai larutan menjadi beku

Mencatat hasil pengamatan.

D. DATA HASIL PENGAMATAN

Kualitas Susu Bubuk Kental Manis

Tektur Kasar Halus

Rasa Tidak Manis Manis

Titik leleh es krim Lebih lama meleleh Lebih cepat meleleh

Kecepatan membeku Lebih cepat membeku Lebih lama membeku

7
E. PEMBAHASAN
Praktikum yang dilakukan pada hari Kamis, 24 Maret 2016 bertempat di Kos Sdr.
Endah bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis susu yang digunakan terhadap
tekstur yang dihasilkan saat menjadi es krim. Praktikan yang berjudul Es Krim “Out
Door”dengan rumusan masalah begaimana tekstur yang dihasilkan pada jenis susu bubuk dan
kental manis. Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini meliputi Hp/kamera
yang akan digunakan untuk memotret hasil es krim dan digunakan juga untuk merekam cara
pembuatan es krim out door, alat tulis untuk mencatat hasil yang didapatkan, toples
digunakan sebagai tempat campuran es batu + garam + susu yang akan digoyangkan, kantong
plastik sebagai tempat untuk larutan susu bubuk dan kental manis , gelas digunakan sebagai
tempat untuk melarutkan susu bubuk dan kental manis dengan volume air yang sama,
sendokdigunakan untuk mengaduk susu yang akan dilarutkan, es batu digunakan untuk
membekukan es krim dan menyerap panas pada garam yang akan dicampurkan, garam kasar
digunakan untuk menurunkan titik beku, susu bubuk (milo coklat) dan susu kental manis
(bendera coklat) merupakan jenis susu sebagai variabel bebas yang akan dilihat teksturnya
saat menjadi es krim, air digunakan sebagai pelarut susu bubuk dan kental manis.
Proses pembuatan es krim out door pada praktikum ini direkam dalam bentuk vidio
untuk langkah - langkah pembuatannya menyiapkan semua alat dan bahan yang dibutuhkan,
memasukkan es batu yang sudah dipecahkan kecil - kecil sehingga muat masuk kedalam
toples kemudian menambahkan garam kasar pada toples yang sudah berisi es batu, menutup
toples dan menggoyangkan toples agar es batu + garam tercampur dengan merata, membuat
larutan susu bubuk dan kental manis pada gelas dengan volume air yang sama mengaduknya
dengan sedok ketika larutan sudah homogen atau bercampur, kemudian memasukkan larutan
susu bubuk dan kental manis pada kantong plastik, diikat dengan rapat, mamasukkan larutan
susu bubuk dan kental manis yang sudah dimasukkan pada plastik kedalam toples yang sudah
bercampur dengan es batu + garam, letak plastik berisi susu sebaiknya di tengah sehingga
seluruh plastik dikelilingi es batu kemudian menggoyangkan toples sampai laruta membeku,
mencatat hasil pengamatan dan waktu yang dibutuhkan sampai larutan membeku.
Es krim adalah anggota kelompok hidangan beku yang memiliki tekstur semi padat.
Banyak fakta menyebutkan bahwa es krim merupakan salah satu makanan bernilai gizi tinggi.
Nilai gizi es krim sangat tergantung pada nilai gizi bahan bakunya. Bahan-bahan yang
digunakan dalam pembuatan es krim adalah lemak susu, padatan susu tanpa lemak (skim),
gula pasir, bahan penstabil, pengemulsi, danpencita rasa. Proses pembuatan es krim terdiri

8
dari pencampuran bahan, pasteurisasi, homogenasi, aging di dalam refrigerator, pembekuan
sekaligus pengadukan di dalam votator, dan terakhir adalah pengerasan (hardening) di dalam
freezer. Temperatur es dan air normalnya adalah 0 derajat Celsius, tetapi itu tidak cukup
dingin untuk dapat membuat es krim menjadi beku. Temperatur yang diperlukan untuk
membuat es krim adalah sebesar minus tiga derajat Celsius atau lebih rendah. Tugas inilah
yang dilakukan oleh garam. Sesungguhnya banyak zat lain yang dapat berbuat hal yang sama
tetapi garam lebih murah, sehingga banyak digunakan untuk membuat es krim. Ketika es
dicampur dengan garam, sebagian membentuk air garam dan es secara spontan terlarut dalam
air garam, akibatnya air garam semakin banyak.
Berdasarkan praktikum yang dilakukan dengan menggunakan jenis susu yang berbeda
yaitu susu bubuk dan kental manis untuk mengetahui tekstur yang dihasilkan saat menjadi es
krim didapatkan data bahwa tektur susu bubuk lebih kasar dibandingkan dengan susu kental
manis, rasa yang dihasilkan juga berbeda susu kental manis terasa lebih manis dibandingkan
dengan susu bubuk, kecepatan membeku saat digoyangkan selama 5 menit 40 detik
didapatkan bahwa susu bubuk lebih cepat membeku sedangkan susu kental manis lama untuk
membeku, setelah dibiarkan beberapa menit titik leleh es krim lebih cepat susu kental manis
sedangkan untuk susu bubuk lebih lama meleleh.
Faktor-faktor yang mempengaruhi tekstur es krim adalah ukuran, bentuk dan distribusi
dari kristal es dan partikel lainnya yang membentuk body es krim. Testur es krim yang lembut
sangat dipengaruhi oleh komposisi campuran, pengolahan dan penyimpanan. Rasa sebagian
besar bahan pangan biasanya tidak stabil yaitu dapat mengalami perubahan selama
penanganan dan pengolahan, selain itu perubahan tekstur dan viskositas bahan pangan dapat
memberikan rasa. Rasa sangat dipengaruhi oleh bahan-bahan dalam ICM. Cacat pada rasa
dapat disebabkan oleh adanya penyimpanan susu dan produk susu yang digunakan, juga
akibat kekurangan atau kelebihan penambahan bahan dalam ICM, termasuk penambahan rasa.
proses pembekuan yang cepat disertai pemasukan udara berfungsi untuk membentuk cairan
dan memasukkan udara ke dalam campuran es krim sehingga dihasilkan overrun. Proses
pembekuan ini disertai dengan pengocokan yang berfungsi untuk membekukan cairan dan
memasukkanudara ke dalam ICM sehingga dapat mengembang. Es krim yang berkualitas
tinggi agak tahan terhadap pelelehan pada saat dihidangkan pada suhu kamar. Kecepatan
meleleh es krim secara umum dipengaruhi oleh stabilizer, emulsifier, keseimbangan gula dan
bahan-bahan susu serta kondisi pembuatan dan penyimpanan yang dapat menyebabkan
kerusakan protein.

9
Penggunaan garam pada praktikum ini berfungsi untuk menurunkan titik beku es batu
yang biasanya bersuhu 0OC setelah ditambahkan dengan garam suhunya menjadi minus.
Tetapi es batu cepat meleleh saat bercampur dengan garam. Hal ini terjadi karena saat kita
menambahkan garam pada es, titik beku es akan turun, sehingga lebih banyak energi yang
harus diserap dari lingkungan agar es mencair. NaCl yang terurai menjadi Na+ dan Cl-
memiliki kemampuan yang baik dalam menurunkan titik beku, karena partikel-partikelnya
dapat menghambat air untuk membeku. Semakin banyak partikelnya, semakin besar
dampaknya pada sifat koligatif larutan tersebut, seperti penurunan titik beku, elevasi titik
didih, dan tekanan osmosis.
Air lelehan es dengan segera akan melarutkan garam yang ditaburkan. Dengan
demikian, kristal es akan terapung di larutan garam. Karena larutan garam akan mempunyai
titik beku yang lebih rendah dari 00C, es akan turun suhunya sampai titik beku air garam
tercapai. Dengan kata lain, campuran es krim tadi dikelilingi oleh larutan garam yang
temperaturnya lebih rendah dari 00C sehingga adonan es krim itu akan dapat membeku.
Tetapi bila campuran itu hanya dibiarkan mendingin tidak akan dihasilkan es krim, melainkan
gumpalan padat dan rapat berisi kristal-kristal es.Bila diinginkan es krim yang enak dimulut,
selama proses pembekuan harus diguncang-guncang. Pengocokan atau pengadukan campuran
selama proses pembekuan merupakan kunci dalam pembuatan es krim yang baik. Proses
pengguncangan ini bertujuan ganda. Pertama, untuk mengecilkan ukuran kristal es yang
terbentuk ; semakin kecil kecil ukuran kristal esnya, semakin lembut es krim yang terbentuk.
Kedua, dengan proses ini akan terjadi pencampuran udara ke dalam es krim.
Berdasarkan teori yang didapatkan bahwa hubungan massa garam dengan besarnya
penurunan titik beku larutan secara matematis dapat di jelaskan dengan rumus: ∆Tf=m.Kf
dengan ∆Tf merupakan penurunan titik beku.Kf merupakan tetapan penurunan titik beku
molal.Dan m adalah molalitas larutan. Sementara molalitas adalah massa zat terlarut/massa
relatif zat x 1000/massa pelarut sehingga besar ∆Tf bergantung pada m zat terlarut. Namun
pada kenyataannya, terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi penurunan titik beku.
Salah satunya adalah besar tekanan udara

F. KESIMPULAN

10
G. SARAN

DAFTAR PUSTAKA
Susilorini, T. E. dan M. E. Sawitri, 2007. Produk Olahan Susu. Jakarta:Penebar
Swadaya.
Fitrahdini. 2010. Analisis Persepsi Konsumen Terhadap Ekuitas Merk Produk Es
Krim.Diakses http://journal.ipb.ac.id/index.php/jikk/article/viewFile/3088/2050pada
tanggal 29 Maret 2016 pukul 18.21 WIB
Arbuckle, W.S. 2000. Ice Cream Third Edition.Avi Publishing Company. Inc West Port,
Connecticut.
Muse, MR., dan W. Kartel, 2004. Ice Cream Structure Elements that Affect Melting Rate
and Hardness. ADSA. J.Dairy Sci. 87:1-10.
Oxtoby, David W.2004.KimiaModern. Jakarta : Erlangga.
Raymond, Chang.2004. Kimia Dasar. Jakarta:Erlangga
Sumardjo, Damin.2008.Pengantar Kimia. Jakarta:EGC
Idris, S. 1992. Pengantar Teknologi Pengolahan Susu. Fakultas Perternakan Universitas
Brawijaya. Malang

11
LAMPIRAN

12