Anda di halaman 1dari 26

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN


MOTOR SPORT HONDA CBR 250 RR

PROPOSAL PENELITIAN EKONOMI MANAJEMEN


PEMASARAN

Disusun oleh :
Nama : Rudi Hartono
NIM : 21401081037

JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
MALANG
2018/2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan ekonomi Indonesia saat ini sangat berperan


dengan menggeliatnya para pebisnis pada sektor usaha mikro, kecil,
dan menengah, hal ini berdampak pada peningkatan permintaan
kendaraan bermotor niaga khususnya Motor Sport 250 cc. Fungsinya
pun berkembang sebagai motor balap menjadi motor harian. Pesatnya
pertumbuhan industri kendaraan Sport 250 cc ini memunculkan
banyak sekali merk-merk yang ditawarkan seperti HONDA,
KAWASAI, SUZUKI, DUCATI, BMW, KTM dan lain sebagainya.
Persaingan yang begitu ketat menjadikan setiap produsen kendaraan
Sport 250 cc ini terus menerus mengembangkan usahanya agar dapat
memenangkan persaingan dan mampu menundukkan pesaing-
pesaingnya di masa yang akan datang. Salah satu cara yang dilakukan
adalah dengan merebut hati konsumen dan berupaya memuaskan
konsumen akan hasil suatu produksi yang dijual.

Dalam memahami perilaku konsumen tentu tidak mudah


karena konsumen memiliki sifat-sifat yang berbeda. Perbedaan ini
dipengaruhi oleh faktor individu itu sendiri dan juga oleh faktor
lingkungan yang mempengaruhinya. Perbedaan inilah yang
mempengaruhi minat dan perilaku konsumen didalam mengambil
keputusan pemilihan terhadap produk yang dinginkan. Selain itu
keputusan pembelian konsumen juga dipengaruhi oleh faktor seperti
budaya, sosial, individu dan faktor psikologi dari konsumen itu sendiri
(Zein Achmad, 2012).

Oleh sebab itu, untuk dapat meraih pangsa pasar para


produsen harus memahami perilaku konsumen dalam
hal memahami minat mereka. Pemahaman akan perilaku
konsumen ini memungkinkan pemasar dapat mempengaruhi
minat konsumen sehingga mau membeli apa yang di tawarkan
pemasar. Selain itu kombinasi antara kekuatan promosi dan evaluasi
berkala akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan
hidup produsen itu sendiri.

Motor Sport Honda CBR 250 RR sudah menjadi pilihan para


konsumen dalam mendukung image dalam lingkungan. Hanya saja
perilaku pembelian konsumen terhadap produk sepeda motor Sport
Honda CBR 250 RR ditentukan oleh banyak faktor yang
mempengaruhi minat beli konsumen. Melihat keadaan ini, maka
penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih
lanjut tentang ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN MOTOR SPORT
HONDA CBR 250 RR.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan, maka dapat
diidentifikasikan beberapa hal sebagai berikut :
 Banyaknya merk-merk motor sport 250cc yang ditawarkan
kepada konsumen
 Pentingnya memahami perilaku konsumen untuk
meningkatkan penjualan.
Sehingga berdasarkan uraian diatas, maka permasalahannya dapat
dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual
kembali, dan promosi secara simultan mempengaruhi perilaku
konsumen dalam membeli kendaraan motor sport hondan cbr 250
rr ?
2. Dari faktor-faktor tersebut, faktor manakah yang paling dominan
memberikan pengaruh terhadap pembelian sport hondan cbr 250
rr !

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian yang
hendak dicapai adalah sebagai berikut :

 Untuk mengetahui perilaku konsumen dalam pembelian


kendaraan sport hondan cbr 250 rr, dilihat dari harga,
selera, kualitas, harga jual kembali, dan promosi.
 Untuk mengetahui faktor yang paling dominan
mempengaruhi prilaku konsumen dalan pembeliaan
kendaraan sport hondan cbr 250 rr.

2. Manfaat penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut
:
o Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan
masukan bagi perusahaan terutama bagi manajer pemasaran
dalam menetapkan kebijakan dan strategi di bidang pemasaran
untuk memajukan usaha bisnis mereka.
o Diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi
penelitian selanjutnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Pengertian Pemasaran
Pemasaran merupakan faktor penting dalam strategi
perusahaan dalam menjalankan usahanya terutama yang
berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran berasal dari kata
pasar, atau bisa juga diartikan sebagai mekanisme yang
memprtemukan antara permintaan dan penawaran.
Zein Achmad (2012 : 1) “Pemasaran adalah suatu proses sosial
dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok
mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan menciptakan,
menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan
pihak lain”. Definisi pemasaran tersebut didasarkan pada konsep
inti berikut : kebutuhan (need), keinginan (wants), dan
permintaan (demands); produk (barang, jaasa dan gagasan);
nilai, biaya, dan kepuasan; pertukaran dan transaksi; hubungan
dan jaringan pasar serta pemasar dan prospek.
Menurut Kotler dan Amstrong (2008, h.5) pemasaran lebih
dari fungsi bisnis lainnya yang berhubungan dengan pelanggan.
Dua sasaran pemasaran adalah menarik pelanggan baru dengan
menjanjikan keunggulan nilai serta menjaga dan menumbuhkan
pelanggan yang ada dengan memberikan kepuasan. Pemasaran
yang kokoh menjadi penting bagi kesuksesan dalam semua
organisasi. (S.Djatikusuma, Edin dan Wanda Getrycia : 2012)
Dari ke dua definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang
maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi
keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi
konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan
melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaraan produk yang
bernilai.
Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk
memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan
dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan produk secara lebih baik demi meningkatkan
usaha dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Dengan
mempelajari perilaku konsumen, manajer, akan mengetahui
kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan stategi dan
stsegmentasi pasar.

2. Perilaku Konsumen
Pilihan produk konsumen dan pilihan-pilihan jasa berubah
secara terus menerus. Seorang manajer pemasaran harus
mempunyai pengetahuan seksama tentang perilaku konsumen
agar dapat memberikan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh
konsumen. Dan bukan hanya konsumen saja tetapi kebutuhan
akan laba oleh perusahaan juga dapat tercapai.
Menurut Kotler (2002) perilaku pembelian konsumen
dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi dan
psikologis.
Zein Achmad (2012 : 96) “Perilaku konsumen
menggambarkan bagaimana konsumen membuat keputusan-
keputusan pembelian dan bagaimana mereka menggunakan dan
mengatur pembelian barang atau jasa.
Dari definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa
keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor seperti
budaya, sosial, individu dan faktor psikologi dari konsumen itu
sendiri. Dengan kata lain perilaku konsumen adalah ilmu yang
dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu .Hal ini
dapat dijadikan suatu petunjuk untuk mempelajari bagaimana
konsumen membuat keputusan..

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian


konsumen
1) Faktor budaya
Faktor budaya mempunyai pengaruh yang luas dan
mendalam pada perilaku konsumen. Pemasar harus mengerti
bagaimana kultur individu dan nilai-nilai yang terkandung
didalamnya, seperti peran yang dimainkan oleh budaya,
subbudaya dan kelas sosial pembeli dimana kelas sosial
tersebut merupakan kelompok orang yang sama-sama
mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka
sendiri.

2) Faktor sosial
Perilaku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor
sosial, seperti kelompok, keluarga, serta peran dan status
siosial konsumen. Pada hal ini karena kebanyakan konsumen
lebih suka mencari pendapat orang lain sebagai panduan
penentuan persetujuan keputusan pembelian suatu produk atau
jasa.
Konsumen berinteraksi sosial secara langsung dengan
kelompok, keluarga, serta dengan pimpinan opini untuk
memperoleh informasi yang dapat mengurangi usaha
pencarian dan evaluasi atau ketidakpastian serta untuk
mengurangi resiko tinggi akibat keputusan pembelian. Dan
dapat ditarik kesimpulan bahwa suatu produk atau merk yang
dipakai dapat menggambarkan peran dan status pemakainya.

3) Faktor pribadi
Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik
pribadi seperti jenis kelamin, usia dan tahap siklus hidup
pembeli, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta
kepribadian dan konsep diri.

Menurut Zein Achmad (2012 : 112)


o Kepribadian adalah menggabungkan antara tatanan
psikologis dan pengaruh lingkungan. Termasuk watak
dasar seseorang, terutama karteristik dominan mereka.
o Konsep diri adalah bagaimana konsume
mempersepsikan diri mereka sendiri. Konsep diri
meliputi sikap, persepsi, keyakinan dan evaluasi.
o Gaya hidup (lifestyle) adalah cara hidup, yang
diidentifikasi melalui aktivitas seseorang, minat dan
pendapat seseorang.
Karakteristik yang berbeda-beda pada diri individu
mennghasilkan kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda
pula pada setiap individu itu sendiri sebagai wujud dari
pemenuhan kepuasan.

4) Faktor psikologis
Selanjutnya pilihan pembelian seseorang dipengaruhi
oleh empat faktor psikologis utama yaitu motivasi, persepsi,
pembelajaran, serta keyakinan dan sikap. Ke empat faktor
tersebut merupakan alat bagi konsumen untuk mengenali
perasaan mereka, mengumpulkan dan menganalisis informasi,
merumuskan pikiran dan pendapat (opini) dan mengambil
tindakan.

4. Bauran Pemasaran
Bauran Pemasaran Menurut Kotler & Keller (2007 jilid 1 : 23)

Bauran
pemasaran

Produk Tempat
Pasar
Keragaman produk Sasaran Saluran pemasaran
Kualitas Cakupan pasar
Design Pengelompokkan
Ciri Lokasi
Nama Merek Persediaan
Harga Promosi
Kemasan Transportasi
Ukuran Promosi penjualan
Daftar harga
Pelayanan Periklanan
Rabat/discount
Garansi Tenaga penjualan
Potongan harga khusus
Imbalan Kehumasan/ Public relation
Periode pembayaran
Syarat kredit Pemasar langsung

Sumber Kotler dan Keller (2007)


Gambar 1. Bauran Pemasaran

Produk
Produk atau jasa yang sedang ditawarkan, maksudnya adalah total
produk yang terdiri atas :
 Produk inti (core product), merupakan fungsi inti dari produk
tersebut yaitu manfaat yang sebenarnya dibutuhkan dan akan
dikonsumsi oleh konsumen.
 Produk genetik (generic product), yaitu produk dasar yang
mampu memenuhi fungsi produk yang paling dasar.
 Produk yang diharapkan (expected product), yaitu produk
formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan
kondisinya secara normal diharapkan dan disepakati untuk
membeli.
 Produk tambahan (argumented product), yaitu berbagai atribut
produk yang dilengkapi atau ditambah berbagai manfaat dan
layanan, sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan
bisa dibedakan dengna produk pesaing.
 Produk protensial (potential product), yaitu segala jenis
tambahan dan perubahan yang mungkin dikembangkan untuk
suatu produk pada masa yang akan datang.

Berdasarkan berwujud tidaknya, produk dapat diklafisikasikan


kedalam dua kelompok utama :
a) Barang
Barang merupakan produk yang berwujud fisik sehingga dapat
dilihat, disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan dan
perlakuan fisik lainnya. Ditinjau dari aspek daya tahannya,
terdapat dua macam baang yaitu barang tidak tahan lama dan
barang tahan lama.
b) Jasa
Jasa merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasanyang
ditawarkan untuk dijual. Contohnya salon kecantikan, loundry
pakaian, pencucian mobil dan motor, hotel, restourant,
lembaga pendidikan dan lain-lain.

Harga
Jumlah uang yang dikelurkan oleh konsumen untuk membeli
sebuah produk. Untuk memasarkan suatu barang atau jasa, setiap
perusahaan harus menetapkan harga secara tepat. Harga merupakan
satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan pemasukan
atau pendapatan bagi perusahaan, sedangkan ketiga unsur lainnya
menyebabkan timbulnya biaya (pengeluaran). Harga dapat
diungkapkan dengan berbagai istilah seperti iuran, tarif, sewa, bunga,
premium, komisi, gaji, upah, honorarium dan sebagainya.
Menurut Kotler dan Amstrong (2008) dikutip dari Indah sari,
Ade (2013) mengatakan bahwa : “Harga adalah jumlah uang yang
dibebankan untuk sebuah produk barang atau jasa. Lebih luas lagi,
harga adalah jumlah nilai yang konsumen pertukarkan untuk
mendapatkan manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau
jasa”.

Distribusi
Fungsi distribusi dan logistik yang dilibatkan dalam ragnka
menyediakan produk dan jasa sebuahperusahaan. Keputusan saluran
distribusi merupakan salah satu keputusan penting yang harus
dilakukan olehsetiap manajemen. Saluran-saluran yang dipilih
perusahaan mempengaruhi langsung setiap keputusan pemasaran
lainnya. Suatu kesalahan memilih dapat memperlambat bahkan
menghambat usaha penyaluran barang dan jasa dari produsen ke
konsumen.
Menurut Lamb, Hair, Mc.Daniel (2001) dikutip dari Indah
sari, Ade (2013) mengatakan bahwa : “Saluran pemasaran (channel of
distribution) merupakan serangkaian dari organisasi yang bergantung
yang memudahkan pemindahan kepemilikan sebagaimana produk-
produk bergerak dari produsen ke pengguna bisnis atau konsumen”.
Saluran distribusi berfungsi untuk memindahkan barang dari
produsen ke konsumen. Saluran mengatasi kesenjangan penting
dalam hal waktu, tempat dan kepemilikan, yang memisahkan barang
dan jasa dari konsumen yang akan menggunakannya.

Promosi
Promosi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan
suatu program pemasaran. Betapapun berkualitasnya produk, bila
konsumen belum pernah mendengarkannya dan tidak yakin bahwa
produk itu akan berguna bagi mereka, maka tidak akan pernah
membelinya.
Pada dasarnya promosi bertujuan agar volume penjualan dapat
dinaikan dengan berusaha mempengaruhi keputusan konsumen untuk
memilih dan membeli produk yang ditawarkan. Secara luas dikatakan
bahwa promosi merupakan bagian dari proses komunikasi pemasaran,
sebagai arus informasi atau persuasive satu arah yang dilakukan satu
organisasi atau individu tertentu. Ada beberapa cara dalam
menyebarkan informasi yaitu melalui iklan, publisitas, promosi
penjualan, public relations, personal selling dan direct marketing.

5. Keputusan Pembelian Konsumen.


Setelah mencari informasi dan mengevaluasi berbagai
alternative untuk memenuhi kebutuhan, konsumen harus
memutuskan antara membeli atau tidak membeli suatu barang
atau jasa. Keputusan membeli ini merupakan rangkaian pada hasil
evaluasi merk, harga, tempat penjualan, warna dan lain-lain dari
suatu produk maupun jasa yang dibeli tersebut.
Menurut Zein Achmad (2012 : 97). Tahap-tahap keputusan
pembelian adalah sebagai berikut :
 Pengenalan kebutuhan.
 Pencarian informasi.
 Evaluasi alternatif
 Pembelian.
 Perilaku pasca pembelian.

1) Pengenalan Kebutuhan.
Pengenalan kebutuhan terjadi ketika konsumen
menghadapi ketidakseimbangan antara keadaan sebenarnya
dan keinginan. Pengenalan kebutuhan terpicu ketika
konsumen diekspos pada stimulasi internal atau eksternal.
Sebagai contoh, rasa haus setelah melakukan olahraga
berat, dan keinginan untuk membeli setelah melihat iklan
mobil sport keluaran terbaru. Rasa haus maupun lapar
merupakan stimulasi internal ; sedangkan iklan di televisi
dianggap sebagai stimulasi eksternal.

2) Pencarian informasi
- Pencarian informasi internal adalah proses mengingat
kembali informasi yang tersimpan di dalam ingatan.
- Pencarian informasi eksternal adalah mencari informasi di
lingkungan luar kita
- Sumber informasi marketing controlled adalah sumber
informasi produk yang berasal dari kegiatan para pemasar
yang mempromosikan produk tersebut.

3) Evaluasi Alternatif
Pemasar harus tahu tentang evaluasi alternatif, yaitu
bagaimana konsumen memproses informasi untuk sampai
pada pilihan merek. Bagaimana cara konsumen mengevaluasi
alternatif, tergantung pada konsumen pribadi dan situasi
pembelian tertentu.
Konsumen akan menggunakan informasi yang
tersimpan di dalam ingatan, ditambah dengan informasi yang
diperoleh dari luar untuk membangun suatu kriteria tertentu.
Standar inilah yang membantu konsumen untuk mengevaluasi
dan membandingkan alternatif tersebut.

4) Pembelian
Setelah mendapatkan informasi dan merancang sejumlah
pertimbangan dari produk alternatif yang tersedia, konsumen
siap untuk membuat suatu keputusan. Konsumen menentukan
peringkat merek dan membentuk niat pembelian. Pada
umumnya konsumen dalam membuat keputusan pembelian
adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi kita dapat
memperkecil pilihan dalam sejumlah pertimbangan konumen
yaitu dengan cara memilihkan atribut produk dan kemudian
mengeluarkan semua produk yang tidak mempunyai atribut
tersebut.

5) Perilaku setelah pembelian.


Ketika membeli produk, konsumen mengharapakan
dampak tertentu dari pembelian tersebut. Bagaimana harapan-
harapan itu terpenuhi, menentukan apakah konsumen puas
atau tidak puas dengan pembelian tersebut.
Jika pembelian tersebut sesuai dengan harapan
konsumen, maka kepuasan konsumen akan tinggi dan begitu
pula sebaliknya apabila pembelian tersebut tidak sesuai
harapan makan konsumen akan merasa tidak puas. Hal ini
menunjukan bahwa penjual hanya boleh menjanjikan apa yang
dapat diberikan merekknya sehingga pembeli merasa
terpuaskan.
Jenis-Jenis Keputusan Pebelian Konsumen dan
Keterlibatannya :

- Mengidentifikasi jenis-jenis kepuasan pembelian


konsumen dan mendiskusikan pentingnya keterlibatan
konsumen.
- Keterlibatan (involvement) adalah jumlah waktu dan
upaya yang diperlukan oleh seorang pembeli dalam
mencari, evaluasi dan proses keputusan perilaku
konsumen.

- Perilaku respon rutin (routine repone behavior) adalah


jenis pengambilan keputusan yang diperlihatkan oleh
konsumen yang sering mengadakan pembelian, barnag
dan jasa biaya murah dan membutuhkan sedikit pencarian
dan waktu putusan.

- Pengambilan keputusan terbatas (limited decision making)


dalah sejenis pengambilan keputusan yang membutuhkan
sejumah waktu untuk mengumpulkan dan merundingkan
mengenai suatu merek yang tidak dikenal dalam suatu
kategori produk yang sudah dikenal.
B. Kerangka Analisa

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam


pembelian motor niaga Roda tiga KAISAR di wilayah
PURWOKERTO.

Tanggapan terhadap pelanggan.

Perilaku dominan konsumen dalam pembelian motor niaga Roda


Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.

C. Hipotesis Penelitian
a. Hipotesis I
Ho : Diduga faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga
jual kembali, dan promosi, secara simultan tidak berpengaruh
terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga roda
tiga KAISAR.
Ha : Diduga faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga
jual kembali, dan promosi, secara simultan berpengaruh terhadap
perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga roda tiga
KAISAR.

b. Hipotesis II
Ho : Diduga faktor harga tidak mempunyai pengaruh dominan
terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda
Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.
Ha : Diduga faktor harga mempunyai pengaruh dominan
terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda
Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.

Ho : Diduga faktor selera tidak mempunyai pengaruh dominan


terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda
Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.
Ha : Diduga faktor selera mempunyai pengaruh dominan
terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda
Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.

Ho : Diduga faktor kualitas tidak mempunyai pengaruh


dominan terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor
niaga Roda Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.
Ha : Diduga faktor kualitas mempunyai pengaruh dominan
terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda
Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.

Ho : Diduga faktor harga jual kembali tidak mempunyai


pengaruh dominan terhadap perilaku konsumen dalam pembelian
motor niaga Roda Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.
Ha : Diduga faktor harga jual kembali mempunyai pengaruh
dominan terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor
niaga Roda Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.
Ho : Diduga faktor promosi tidak mempunyai pengaruh
dominan terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor
niaga Roda Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.
Ha : Diduga faktor promosi mempunyai pengaruh dominan
terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor niaga Roda
Tiga KAISAR di wilayah Purwokerto.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi di wilayah Purwokerto, baik itu
Purwokerto Utara, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat dan
Purwokerto Timur berdasarkan keberadaan pemilik motor niaga
Roda Tiga KAISAR.

B. Populasi dan Sampel


1. Populasi penelitian
Populasi dalam penelitian ini mencangkup seluruh masyarakat
di wilayah Purwokerto yang membeli motor niaga Roda Tiga
KAISAR.

2. Sampel Penelitian
Karena jumlah populasi yang sangat besar yaitu lebih dari 100
dan keterbatasan waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah
yang akan diambil sebanyak 50 responden yang terdapat dalam
populasi tersebut. Dimana menurut Arikunto (2002 : 12) jika
populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%, 10%, atau
20%, 30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guilford
(1987 : 127) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari
persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar
sampel akan memberikan hasil yang akurat.

C. Jenis dan Sumber Data


1. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa :
a. Data Kualitatif
Yaitu data yang berbentukj kata, kalimat, skema, dan gambar,
sepertii literatur-literatur serta teori-teori yang berkaitan
dengann penelitian penulis.
b. Data Kuantitatif
Yaituu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang
diangkakan (skoring)

2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini berupa :
- Data Primer
Yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian
melalui wawancara dan quisioner di lapangan.

3. Teknik Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah :
a. Interview
Yaitu suatu metode yang secara langsung mengadakan
wawancara kepada koresponden dengan beberapa pertanyaan
untuk mendapatkan data primer.
b. Quesioner
Yaitu teknik pengambilan data dengan memberikan
seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada
responden untuk menjawab.

4. Variabel Penelitian
- Variabel terikat (Y)
Yaitu perilaku konsumen dalam membeli motor niaga roda
tiga di wilayah Purwokerto.
- Variabel Bebas. (X)
Harga, selera, kualitas, harga jual kembali, dan promosi.
Untuk mengetahui hasil tanggapan responden terhadap
variabel-variabel penelitian maka digunakan data interval
skala 0-10, sedangkan untuk mengetahui pengukuran dan
interpretasi data, maka data internal dibagi menjadi 5
(lima) skor interval sebagai berikut.

0 ≤ 2 skor 1
2,1 ≤ 4 skor 2
4,1 ≤ 6 skor 3
6,1 ≤ 8 skor 4
8,1 ≤ 10 skor 5

5. Definisi Operasional Variabel


1) Harga (X.1)
Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel harga-harga
motor niga KAISAR dibandingkan dengan produk yang
sejenis.
- Perbandingan dengan harga pesaing
Tanggapan konsumen terhadap perbandingan harga motor
niaga KAISAR dengan motor niaga lainnya seperty,
TOSSA, VIAR, NOZOMI, JIALING, KTM dan lain-lain.
Diukur dalam rupiah.
- Harga yang ditetapkan
Tanggapan konsumen terhadap harga yang ditetapkan dari
produk yang dibeli konsumen. Diukur dalam rupiah.

2) Selera (X2)
Gambaran produk sepeda motor niaga KAISAR yang di
inginkan konsumen dalam memberikan kesenangan dan
kepuasan. Indikasinya adalah :
- Jenis Model
Penilaian konsumen terhadap berbagai tipe pilihan sepeda
motor niaga KAISAR yan gditawarkan oleh produsen.
- Warna
Penilaian konsumen terhadap ragam pilihan warna yang
ada pada sepeda motor niaga KAISAR.
- Penampilan Luar atau Body
Penialaian penampilan luar sepeda motor niaga KAISAR
dibandingkan dengan produk pesaingnya.
- Ukuran Isi Sylinder Mesin atau CC
Penilaian konsumen terhadap ukuran isi sylinder mesin
atau cc terhadap sepeda motor niaga KAISAR
dibandingkan dengna pesaingnya.

Keempat indikator diatas diukur berdasarkan tingkat


kenangnan dan kepuasan konsumen.

3) Kualitas (X3)
Melihat tanggapan konsumen terhadap kualitas sepeda motor
niaga KAISAR
- Kenyamanan
- Penilaian konsumen pada saat menggunakan sepeda
motor niaga KAISAR.
- Daya Tahan
- Penilaian konsumen terhadap usia operasional sepeda
motor niaga KAISAR yang diharapkan dalam berbagai
kondisi dan cuaca.
4) Harga jual kembali (X4)
Mengetahui tanggapan konsumen terhadap harga jual kembali
dan kemudahan dalam memasarkan produk yang sudah
dipakai.
- Harga jual kembali.
Penilaian konsumen terhadap harga jual kembali sepeda
motor niaga KAISAR. Diukur dalam rupiah.

- Pemasaran produk purna pakai


Penilaian konsumen terhadap tingkat kemudahan
pemasaran dan penerimaan dari konsumen lainnya
terhadap harga jual sepeda motor niaga KAISARpurna
pakai. Diukur berdasarkan perlakuan.

5) Promosi (X5)
Suatu bentuk komunikasi pemasaran seperti aktivitas untuk
menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk
konsumennya unutk membeli sepeda motor niaga KAISAR.
- Iklan, tanggapan konsumen terhadap iklan sepeda motor
niaga KAISAR yang disampaikan oleh pemasar. Dapat
diukur dari frekuensi, luas jangkauan, serta ukuran.
- Hadiah, respon konsumen terhadap sikap simpatik
pemasar pada saat membeli sepeda motor niaga KAISAR.
Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.

6. Uji Validasi dan Reabilitasi instrumen penelitian.

Uji validasi dan reabilitasi instrumen penelitian ini


dimaksudkan agar data yang diperoleh dengan cara penyertaan
quesioner valid dan reliable. Instrumen dikatakan valid jika
mampu mengukur apa yang diinginkan dan mampu
mengungkapkan data yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya
instrumen menunjukan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak
menyimpang dari gambaran variable yang dimaksud (suharsimi
Arikunto, 145 : 2002)
Uji validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji
validasi item, yaitu menguji terhadap kualitas item-itemnya, yaitu
dengan menghitung koreasi antara setiap item skor total sebagai
kriteria validasinya.
Uji reabilitas bertujuan untuk menguji sejauh mana alat ukur
dapat dipercaya atau diandalkan. Pengukuran reabilitasi dilakukan
dengan menggunakan koefisien Alpha Cronbach (a). Dimana
biasanya reabilitas minimal 0,5.

7. Teknis Analisis Data


Data yang terkumpul akan diananlisis menggunakan teknik
analisis statistik dengan menggunakan program SPSS, dimana
rumus statistik yang digunakan adalah Linier Multiple Regression
(regresi linier berganda), dimana fungsinya adalah :

Y = a + b1.X1 + b2.X2 + b3.X3 + b4.X4 + b5.X5


Fungsi tersebut menerangkan hubungan antara dua variable
bebas (X) dan variable terikat (Y), dimana :
Y : Perilaku konsumen
a : konstanta
b1 s/d b5 : Koefisien Regresi
X1 : Harga
X2 : Selera
X3 : Kualitas
X4 : Harga Jual Kembali
X5 : Promosi
e : Faktor gangguan.

DAFTAR PUSTAKA

Khotler, Philip dan Keller, Kevin Lane. (2003). Manajemen Pemasaran.


Edisi 12, jilid 1. Jakarta : PT. Indeks.

Achmas, Zein. (2012). Aplikasi Pemasaran dan Salesmanship. Jakarta :


Lentera Ilmu Cendekia.

Getrycia, Wanda (2009), Jurnal STIE MDP, Analisis Faktor-Faktor


Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Pada Produk
Minuman Berisotonik Pocari Sweat, (diakses tanggal 17 September
2015) dari
http://eprints.mdp.ac.id/747/1/jurnal%202009200041%20wanda%20get
rycia.pdf

Sari, Ade Indah (2013), Jurnal e-maksi Harapan, Faktor-faktor Yang


Mempengaruhi Perilaku Konsemen Dalam Keputusan Pembelian Ponsel
Blackberry pada Mahasiswa STIE Harapan Medan, (diakses tanggal 17
September 2015) dari
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=90211&val=4994

Indayani, Kadek, Kirya, I Ketut dan Yulianthini, Ni Nyoman (2014), e-


Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha, Analisis Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen Dalam Membeli Mobil,
(diakses tanggal 18 September 2015) dari
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=138840&val=1350
Purwanto, Asih 2008, Skripsi FE Universitas Muhammadiyah Surakarta,
Pengaruh Kualitas Produk, Promosi dan Desain Terhadap Keputusan
Pembelian Kendaraan Bermotor Yamaha Mio, (diakses tanggal 18 2015)
dari http://etd.eprints.ums.ac.id/1901/1/B100030179.pdf