Anda di halaman 1dari 3

Nama : Lufi Karisma Rahmawati

NIM : A1F016032
Acara : 1

Review Jurnal
IDENTIFIKASI AROMA CAMPURAN (BLENDING) KOPI ARABIKA DAN
ROBUSTA DENGAN ELECTRONIC NOSE MENGGUNAKAN SISTEM
PENGENALAN POLA
Secara umum ada dua jenis kopi yang budidayakan di Indonesia yaitu kopi Robusta dan
Arabika. Kopi Arabika memiliki mutu cita rasa lebih baik dibandingkan kopi Robusta
(Siswoputranto, 1993), sehingga jika kedua jenis kopi ini dipadukan dimungkinkan akan
menghasilkan kualitas flavor yang baik dengan cita rasa tinggi dan warna yang kuat. Penelitian Bicchi
et al., (1995) menyatakan bahwa campuran kopi arabika dan robusta dapat meningkatkan nilai
ekstraksi dan menyaring rasa masam pada kopi robusta, sedangkan dengan melebihkan persentasi
jumlah kopi arabika dapat memperjelas rasa pahit dan secara umum meningkatkan aroma yang
dihasilkan.

Evaluasi organoleptik produksi kopi pabrikan biasanya secara tradisional


bergantung pada indera manusia. Namun, indera manusia biasanya tidak stabil,
tergantung kondisi fisik atau mental yang bersangkutan pada saat itu, dan hanya ukuran kualitatif
yang bisa ditetapkan. Untuk memungkinkan evaluasi rasa produksi kopi dengan kehandalan tinggi
yang kontinu, sistem sensor elektronik yang menghasilkan pengukuran obyektif bisa digunakan (Gopel
et all., 1989). Salah satu alat yang bisa digunakan adalah Electronic Nose (Hidung Elektronik) untuk
identifikasi aroma. Dengan penggunaan alat tersebut didapatkan hasil evaluasi kualitas kopi yang lebih
valid.

Bahan yang dipakai dalam penelitian ini adalah biji Kopi Robusta dan Arabika kualitas A
yang telah diproses dengan pengolahan cara kering dari Pengolahan Kopi Rakyar di Kecamatan
Candi Roto, Temanggung, Jawa Tengah. Dalam penelitian ini, peralatan yang dipakai sebagai
berikut: Alat Roasting kopi Merk Reksa, thermokopel, themodigital, Elektronik Nose (hidung
elektronik), dengan 4 buah sensor (TGS822, TGS825, TGS826, TGS2602), Komputer (Notebook),
oven pengering, erlenmeyer, timbangan digital, stopwatch, blender, alat tulis. Analisis jaringan
syaraf tiruan menggunakan program matlab 2010a.
Tabel 1. Nilai target aritektur JST penentuan nilai kopi blending Arabika dan Robusta

Persentase Blending Nilai Blending Target (out put JST)


Arabika : Robusta = 100% : 0% 1 1 1 1
Arabika : Robusta = 75% : 25% 2 1 1 0
Arabika : Robusta = 50% : 50% 3 1 0 0
Arabika : Robusta = 25% : 75% 4 0 1 1
Arabika : Robusta = 0% : 100% 5 0 0 1

Gambar 9. Proses training penentuan nilai blending kopi Arabika dan Robusta
Dari hasil training didapatkan bahwa goal tercapai pada epoch ke 1576 dengan nilai R
sebesar 0,980. Hal ini dapat dilihat pada Gambar 9.

Setelah didapatkan training terbaik selanjutnya dilakukan prosses validasi untuk menilai
ketepatan arsitektur yang dibangun. Perintah yang digunakan yaitu y=sim(net,b); Dari hasil validasi
data didapatkan JST mampu dengan tepat menentukan nilai blending kopi blending Arabika dan
Robusta dengan nilai ketepatan 100% sesuai dengan target pelatihan yang diberikan. Setelah
itu dilakukan pengujian dengan memasukkan data baru berupa data 20 data pengujian yang
mana data tersebut merupakan data ulangan ketiga dari perlakuan blending yang diberikan. Dari
hasil pengujian menunjukkan bahwa JST mampu menentukan dengan tepat 15 data
pengujian dan 5 buah data yang kurang tepat atau nilai kebenarannya sebesar 75%.

Jadi kesimpulan dari jurnal ini adalah Adapun kesimpulan yang dapat diambil dalam
penelitian ini yaitu persentase Blending kopi Arabika dan Robusta Arabika 75% : 25% memiliki
aroma yang sama dengan 100% Arabika dengan grade 1, sehingga penggunaan 25% Robusta
cukup baik dalam mensubstitusi penggunaan kopi Arabika dan Jaringan Syaraf Tiruan yang
dikembangkan dalam penelitian ini mampu digunakan dalam mengenali nilai blending kopi
Arabika dan Robusta dengan ketepatan 75.