Anda di halaman 1dari 8

Penyebab AC Mobil Tidak Dingin di Siang Hari dan Cara

Pencegahan serta Perbaikannya


http://rotarybintaro.co.id/penyebab-ac-mobil-tidak-dingin-di-siang-hari-dan-cara-pencegahan-serta-
perbaikannya/

Faktor-Faktor Penyebab AC Mobil Tidak Dingin

Mengendarai mobil di siang hari di kota besar dan panas seperti Jakarta sudah pasti harus
dinetralisir dengan menyalakan AC mobil. Apes, perjalanan yang pada awalnya adem bin sejuk
tiba-tiba berubah drastis. AC mobil mendadak tidak dingin. Sungguh sebuah pengalaman
buruk yang tidak ingin Anda rasakan bukan?

Dilema pun mulai mengganggu pikiran. Membuka jendela jelas menjadi solusi paling cepat
untuk membuat suhu di dalam kabin sedikit lebih sejuk. Tapi, dengan suhu di luar mobil yang
sangat panas dan ditambah kemacetan di jalan yang dilalui, alhasil keringat pun mengucur
deras membasahi tubuh.

Anda pernah mengalami hal seperti itu? AC mobil tidak dingin saat macet atau AC mobil tidak
dingin hanya keluar angin? Sudah pasti kesal bukan? Perjalanan yang seharusnya
menyenangkan bisa berubah menjadi menyebalkan.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab AC mobil tidak dingin. Mulai dari komponen yang
memang sudah rusak, atau sekadar butuh dibersihkan saja. Berikut akan dikupas satu persatu
kemungkinan-kemungkinan dan faktor-faktor penyebab AC mobil tidak dingin.

1.Freon habis atau kurang

Penyebab AC mobil tidak dingin bisa jadi karena freon yang habis. Sejatinya, freon tidak akan
habis atau hilang selama tidak ada kebocoran pada sistem AC mobil. Kebocoran freon
umumnya terjadi pada sambungan pipa yang sil o ring sudah getas dimakan usia. Bisa juga ada
kerusakan di bagian saft maupun relief valve pada Kompresor.

Penyebab lain dari kebocoran pada sistem AC yang mengakibatkan freon habis adalah lubang
pada selang atau pipa. Lubang sebesar jarum saja udah cukup untuk membuat freon keluar dari
sistem sirkulasi AC mobil.

Untuk mengetahui lebih jauh apakah freon AC mobil masih cukup atau sudah habis bisa dilihat
di bagaimana Cara Service AC Mobil Sendiri?

2.Fanbelt/Drivebelt putus

Sebagai alat yang menyalurkan putaran mesin kepada Kompresor, fanbelt jelas punya peran
vital terhadap kinerja AC mobil. Ketika fanbelt putus otomatis Kompresor tidak akan bisa
bekerja atau berputar. Hasilnya sudah jelas, tanpa putaran pada Kompresor maka freon tidak
bisa bersirkulasi sehingga ruangan kabin pun terasa panas.

3.Kondenser kotor

Selalu perhatikan kondisi Kondenser AC mobil Anda. Jangan sampai kotoran terlalu banyak
dan terlalu lama menempel pada Kondenser. Kondisi Kondenser yang kotor bahkan berkarat
akan membuat fungsinya menjadi tidak maksimal dalam membuang panas dari gas bertekanan
tinggi yang dilepas Kompresor. Proses kondensasi yang kurang maksimal dari Kondenser yang
kotor atau rusak bisa membuat AC mobil menjadi kurang dingin.
4.Motor extrafan mati atau lemah

Saat AC mobil Anda terasa kurang dingin, salah satu komponen yang harus dicek adalah motor
extrafan. Tidak sulit melihat bahwa extrafan masih bekerja atau tidak. Saat AC mobil
dinyalakan lihat apakah extrafan yang ada di depan Kondenser berputar atau hanya diam.

Extrafan yang rusak akan membuat proses kondensasi pada Kondenser tidak berjalan dengan
baik. Artinya tidak ada penurunan suhu di dalam Kondenser sehingga hawa panas inilah yang
masuk dan dirasakan di dalam kabin.

Bisa juga extrafan masih berputar tapi putarannya tidak cepat bahkan kadang-kadang berhenti.
Itu artinya extrafan sudah lemah. Harus dilakukan penggantian dengan komponen yang baru
untuk bisa kembali mendapatkan AC mobil yang dingin.

5.Magnetic Clutch rusak

Faktor lain yang bisa membuat AC mobil tidak dingin adalah kerusakan pada Magnetic Clutch.
Kerusakan pada Magnetic Clutch ini bisa berupa putus, mati, atau terbakarnya spul sehingga
center piece tidak terhubung dengan puli Kompresor. Alhasil Kompresor pun tidak berputar
mengikuti putaran mesin. Bisa dillihat saat AC mobil dinyalakan dan fanbelt ikut berputar tapi
Kompresor AC tidak ikut bekerja.
6.Kompresor aus

Kondisi Kompresor AC mobil yang sudah aus atau jebol biasanya akan ditandai dengan
tekanan AC yang tidak normal. Selain itu, bisa juga dengan melihat Sight Glass yang akan
terlihat hitam. Ini juga merupakan indikasi Receiver Dryer atau Expansion Valve tersumbat
kotoran.

Nah ketika tanda-tanda seperti di atas sudah muncul, segera saja ganti Kompresor AC mobil
Anda. tidak ada jalan lain dengan mengganti Kompresor jika sudah aus. tidak mau ‘kan terlalu
lama berpanas-panasan akibat AC mobil yang kurang optimal?

7.Oli Kompresor berlebih

Volume atau ruang di dalam Kompresor untuk menampung oli sudah diukur sedemikian rupa
dan tidak boleh berubah. Ketika volume oli pada Kompresor berlebih maka ruang untuk freon
otomatis akan berkurang. Ambil contoh sebuah mobil membutuhkan 0,5 kg freon untuk
membuat AC mobil terasa dingin. karena ruang untuk freon di dalam Kompresor berkurang
akibat oli yang berlebih maka freon kurang memadai untuk membuat dingin kabin mobil.

Jika dipaksakan dengan memasukkan 0,5 kg freon ke dalam sistem AC mobil maka yang terjadi
adalah tekanan AC yang berlebihan. AC mobil pun bisa mengalami overheat dan yang terasa
di kabin justru hawa panas.

8.Tekanan sistem AC mobil yang berlebihan

Seperti yang dijelaskan di poin ke-7, oli Kompresor yang melebihi takaran akan membuat
tekanan pada freon meningkat. Tekanan yang berlebihan inilah yang kemudian membuat
Kompresor terlalu panas. Kondenser kesulitan untuk melakukan proses kondensasi. Akibat
kinerja kedua komponen tersebut yang kurang maksimal suhu AC mobil tidak terasa dingin.

9.Evaporator yang kotor atau tersumbat

Debu menjadi momok utama dari masalah yang dialami Evaporator. Debu atau kotoran lain
yang menempel pada Evaporator merupakan hasil hisapan blower yang memang terhubung
langsung dengan Evaporator. Dengan adanya kotoran dan debu maka aliran udara yang
dihembuskan blower akan terhambat. Hal ini mengakibatkan sistem sirkulasi AC kurang
lancar, sehingga AC kurang atau malah tidak dingin sama sekali.

Bisa juga hambatan yang dialami Evaporator adalah karena filter AC yang udah lama tidak
dibersihkan. Debu yang menempel pada filter lah yang membuat aliran udara terhambat dan
AC mobil menjadi terasa kurang dingin.

10.Saluran pembuangan air kondensasi tersumbat

AC mobil Anda kurang dingin? Boleh jadi penyebabnya adalah tersumbatnya saluran
pembuangan air kondensasi. Ciri-ciri ada sumbatan pada saluran pembuangan air kondensasi
adalah ada tetesan air di bawah dashboard. Bisa juga bagian atas dashboard menjadi berembun
ketika AC dinyalakan.
Hal tersebut terjadi akibat boks Evaporator dipenuhi dengan air karena tersumbatnya saluran
air kondensasi. Ketika air memenuhi boks Evaporator maka aliran udara yang dihembuskan
blower otomatis akan terhambat. Alih-alih bisa membuat kabin terasa dingin, yang terjadi
malah karpet menjadi basah dan menyebabkan bau lembap yang kurang sedap.

11.Thermistor atau Termostart yang bermasalah

Di dalam Evaporator terdapat satu alat yang berfungsi untuk membaca temperatur atau suhu.
Alat bernama Thermistor Cooler atau Thermostat ini akan membaca perubahan temperatur
yang terjadi dan kemudian melanjutkan data yang diperoleh kepada amplifier.

Pada amplifier inilah akan ditentukan dan diatur waktu cut off dari Kompresor. Ketika alat ini
tidak berfungsi, otomatis sistem AC akan terganggu dan berdampak pada suhu AC mobil yang
tidak dingin atau kurang dingin.

Kenapa AC Mobil Dingin di Malam Hari Tapi Panas di Siang Hari?


Ada kalanya para pemilik mobil kebingungan dengan kondisi AC mobil mereka. Ketika
mengendarai mobil di malam hari, AC terasa dingin seperti biasanya. Anehnya, ketika siang
hari AC mobil tidak terasa dingin. Seolah tidak mampu meredam suhu yang panas di luar kabin.
Begitu juga ketika AC mobil tidak dingin saat macet.

Ada baiknya sebelum pergi ke bengkel AC mobil, Anda melakukan pengecekan temperatur
suhu di dalam kabin ketika AC dinyalakan. Secara umum, perbedaan suhu antara luar dan
dalam mobil berkisar 10 derajat celcius. Misalkan suhu di luar 30 derajat, maka kisaran suhu
di dalam kabin akan terasa sejuk atau dingin pada kisaran suhu 18-20 derajat celcius.

Nah, ketika perbedaan suhu antara luar dan dalam mobil masih normal maka lanjutkan ke
pemeriksaan komponen. Biasanya, AC mobil yang terasa panas di siang hari adalah akibat
extrafan yang berputar tidak maksimal. Putaran extrafan yang sudah melemah ini membuat
proses kondensasi pada Kondenser kurang maksimal.
Akibatnya tekanan pada freon pun menjadi lebih tinggi. Ketika hal ini dibiarkan terus menerus
bisa membuat freon terbuang sedikit demi sedikit melalui sil sambungan pipa atau selang yang
udah tidak kuat menahan tekanan freon.

Pemecahan masalah ini sudah tentu dengan mengganti extrafan baru. Jangan lupa juga untuk
mengecek kondisi freon yang bisa saja sudah terjadi kebocoran pada sistem ac akibat
membiarkan kerusakan pada extrafan berlarut-larut sehingga tekanan menjadi overheat dan
membuat komponen ac menjadi bocor.

Kemungkinan kedua yang menyebabkan AC mobil kurang dingin di siang hari adalah kondisi
Evaporator yang udah sangat kotor. Kondisi ini bisa dirasakan melalui angin AC yang kecil
meski sudah disetel maksimal. Bisa juga dengan melihat kondisi filter AC yang memang sudah
banyak kotoran yang menempel.

Kondisi Evaporator yang kotor juga bisa dilihat melalui selang gas tekanan rendah. Jika selang
gas tekanan rendah berembun saat AC dinyalakan tapi ruang kabin tidak terasa sejuk, itu
merupakan indikasi Evaporator harus segera dibersihkan.

Dengan kondisi extrafan dan Evaporator yang normal dan bersih, rasanya tidak akan lagi AC
mobil Anda dingin saat malam tapi panas di siang hari.

Periksa Kondisi Kaca Film


Bagi Anda yang kebetulan mempunyai mobil-mobil lansiran lawas. Di atas tahun 2000-an
misalnya, boleh jadi harus memeriksa kondisi kaca film. Ketika AC mobil terasa berbeda
dinginnya di siang dan malam hari. Ada kemungkinan, kaca film mobil Anda memang sudah
tidak mampu menahan sinar ultra violet yang dipancarkan matahari.

Boleh jadi kaca film mobil Anda harus di-upgrade. Kaca film yang menempel pada mobil-
mobil lawas umumnya belum memiliki teknologi memantulkan panas. Hanya membuat ruang
kabin terlihat lebih gelap saja. Sehingga ketika matahari tengah bersinar terik, tidak ada lapisan
yang mampu menahan atau mengurangi intensitas cahayanya masuk ke dalam kabin.
Kaca mobil yang saat ini beredar di pasaran mayoritas sudah dibekali dengan teknologi anti-
UV dan antipanas. Termasuk bisa meredam sinar matahari yang masuk ke dalam kabin. Segera
ganti kaca film Anda dengan kualitas yang lebih baik agar AC mobil kembali terasa dingin
meski berkendara di siang hari.

Ada banyak merek dan varian kaca film yang dijual di pasaran saat ini. Sebelum menentukan
pilihan ada baiknya Anda mengetahui dengan persis kaca film seperti apa yang Anda butuhkan.
Berikut ini istilah-istilah yang sepatutnya dipahami sebelum membeli kaca film untuk mobil
Anda.

1.Darkness (Intensitas Kegelapan)

Pengertian lainnya adalah kadar ketebalan kaca film yang bisa ditembus cahaya. Umumnya
diukur berdasarkan persentase. Dari mulai 20 sampe 80 persen. Untuk kaca depan mobil
dianjurkan tidak lebih dari 40%. Ini merupakan standar keamanan berkendara, karena jika lebih
dari itu akan sangat berbahaya. Terutama ketika berkendara di malam hari.

2.UVR (Ultra Violet Rejected)

Artinya adalah jumlah persentase sinar ultraviolet yang mampu ditolak kaca film. Semakin
tinggi angkanya maka kualitasnya semakin baik. Semakin banyak pula sinar ultra violet yang
dipantulkan.

3.TSER (Total Solar Energi Rejected)

Ini adalah istilah untuk melihat jumlah persentase energi matahari secara keseluruhan yang bisa
ditolak oleh kaca film. Seperti halnya UVR, semakin besar angkanya semakin baik kualitasnya.

4.IRR (Infra Red Rejected)

Maksudnya adalah jumlah sinar infra merah yang mampu ditolak kaca film. Masih sama
dengan UVR dan TSER, semakin besar angkanya maka kualitasnya semakin bagus.
AC Mobil Hanya Keluar Angin
Selain AC mobil tidak panas di siang hari, ada kalanya AC mobil hanya keluar angin. Penyebab
AC mobil tidak dingin hanya keluar angin besar kemungkinan karena Kompresor tidak
berputar. Akibatnya, freon yang bisa membuat dingin AC mobil tidak bersirkulasi.

Apa yang membuat Kompresor tidak berputar? Ada beberapa penyebabnya, antara lain:

1.Freon habis. Dapat dipastikan ada kebocoran yang membuat freon pada sistem AC mobil
Anda habis.

2.Kerusakan pada Magnetic Clutch.

3.Puli Kompresor tidak berputar karena bearing yang macet atau fanbelt putus.

4.Jarak atau celah yang terlalu lebar pada Center Piece Kompresor. Hal ini membuat medan
magnet tidak bisa menarik Center Piece.

5.Thermostat AC atau Themistor Coller yang ada di dalam Evaporator mengalami kerusakan.

6.Kerusakan pada relay Magnetic Clutch.

7.Sekering AC putus karena ada hubungan arus pendek pada Magnetic Clutch. Hal ini cukup
sering ditemui di mobil yang AC tidak dingin dan hanya keluar angin.

8.Kerusakan pada pengatur suhu AC di bagian dashboard. Umumnya berupa kerusakan pada
resistor variable.

9.Khusus mobil injeksi, bisa jadi penyebab Kompresor yang tidak berputar adalah rusaknya
Throttle Position Sensor (TPS).

10.Temperatur mesin mobil yang terlalu tinggi juga bisa membuat Kompresor tidak mau
berputar.

Untuk bisa mencegah agar AC mobil tidak hanya keluar angin sudah tentu Anda harus
melakukan perawatan rutin terhadap Kompresor AC mobil. Bagaimanapun, perawatan yang
teratur dan benar bisa membuat kinerja dan umur AC mobil Anda lebih panjang. Anda pun
bisa selalu menikmati perjalan tanpa takut cemas akan mengalami kegerahan di perjalanan.

Semoga berguna.

Senang bisa berbagi.