Anda di halaman 1dari 9

Sampul Pedoman Pelayanan

PEDOMAN KERJA TB DOTS


2018

NOMOR : ..................................

Edisi : 00

Jumlah Halaman :

RS. BHAKTI HUSADA II PURWAKARTA


Jl. Raya Sadang – Subang KM.5 Ds. Cikumpay
Kec. Campaka Kab.Purwakarta 41181
Telp.(0264) 8225 344 – 345 Fax. (0264) 8225 255
Email. Rsbh2purwakarta@gmail.com
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN....................................................................................
LEMBAR KEBIJAKAN PELAYANAN TUBERKOLUSIS TB DOTS..............
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................
1.1 Latar Belakang............................................................................................
1.2 Tujuan........................................................................................................

BAB II KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN..............................


2.1 Kegiatan Pokok ..........................................................................................
2.2 Rincian Kegiatan........................................................................................
2.3 Cara Melaksanakan Kegiatan......................................................................
BAB III SASARAN.................................................................................................
3.1 Jadwal Pelaksanaan.....................................................................................
BAB IV EVALUASI DAN PELAPORAN.............................................................

BAB I
PENDAHULUAN

Untuk menanggulangi masalah TB, strategi DOTS harus di terapkan pada seluruh unit
pelayanan kesehatan terutama Rumah Sakit. Dengan mengikutsertakan secara aktif semua
pihak dalam kemitraan yang bersinergi untuk penanggulangan.Pencegahan dan pengendalian
infeksi TB bertujuan untuk mengurangi penularan TB dalam suatu populasi. Dasar
pencegahan infeksi adalah diagnosis dini cepat tata laksana TB yang adekuat. Tujuan
pencegahan dan pengendalian infeksi untuk mengurangi penularanTB dan melindungi
petugas kesehatan, pengunjung dan pasien dari penularan TB.Di tingkat global, Stop TB
partnership adalah sebagai bentuk kemitraan global dan mendukung negara-negara untuk
meningkatkan upaya pemberantasan TB, mempercepat penurunan angka kematian dan
kesakitan akibat TB, serta penyebab TB di seluruh dunia.
Strategi DOTS terdiri dari lima komponen yaitu :
1. Komitemen politis dari para pengambil keputusan, termasuk dukungan dana;
2. Diagnosis TB dengan pemeriksaan dahak secara mikroskopis secara langsung;
3. Pengobatan dengan panduan OAT jangka pendek dengan pengawasan langsung
oleh Pengawas Menelan Obat (PMO);
4. Kesinambungan persediaan Obat Anti Tuberculosis (OAT) jangka pendek untuk
pasien;
5. Pencatatan dan pelaporan yang baku untuk memudahkan pemantauan dan evalusai
program TB.
Untuk menjamin keberhasilan penanggulangan TB, kelima komponen tersebut di atas
harus dilaksanakan secara bersamaan.Strategi DOTS telah dibuktikan dengan berbagai
ujicoba lapangan dapat memberikan angka kesembuhan yang tinggi.Bank duna menyatakan
strategi DOTS merupakan strategi kesehatan yang paling cost effective.
Penanggulana TB merupakan program nasional yang harus dilaksanakan di seluruh
unit pelayanan kesehatan termasuk Rumah Sakit. Khusus bagi pelayanan pasien tuberculosis
di Rumah Sakit dilakukan dengan strategi DOTS.Hal ini memerlukan pengelolaan yang lebih
spesifik. Karena dibutuhkan kedisiplinan dalam penerapan semua prosedur opersioanal yang
ditetapkan, disamping itu perlu adanya koordinasi antar unit pelayanan dalam bentuk jejajring
serta penerapan standar diagnose dan terapi yang benar, dan dukungan yang kuat dari jajaran
direksi Rumah Sakit berupa komitmen dalam pengelolaan
penanggulanganTB.Penanggulangan Penyakit TB dan HIV merupakan komitmen global dan
nasional saat ini dalam upaya mencapai target pembangunan Millenium.

1.1. Latar Belakang


Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit yang menular ,disebabkan oleh kuman
mycobacterium tuberculosis . paru adalah kepatuhan dari penderita.Penyakit menular ini
sebenarnya dapat disembuhkan dengan obat yang efektif, namun pengobatan TB harus
dilakukan selama minimal 6 bulan dan harus diikuti dengan manajemen kasus dan tatalaksana
pengobatan yang baik.
Keberhasilan pengobatan tuberculosis tergantung pada pengetahuan pasien dan
dukungan dari keluarga. Tidak ada upaya dari diri sendiri atau motivasi keluarga yang kurang
memberikan dukungan untuk berobat secara tuntas akan mempengaruhi kapatuhan pasien
untuk mengkonsumsi obat. Apabila ini dibiarkan, dampak yang akan muncul jika penderita
berhenti meminum obat adalah munculnya kuman tuberculosis yang resisten terhadap obat,
jika ini terus terjadi dan kuman tersebut terus menyebar pengendalian obat tuberculosis akan
semakin sulit dilaksanakan.
Salah satu strategi pengobatan yang digunakan dalam menanggulangi TB Paru adalah
DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse).DOTS adalah strategi yang komprehensif
untuk digunakan oleh petugas kesehatan primer di seluruh dunia untuk mendeteksi dan
menyembuhkan pasien TB paru. Adapun strategi DOTS terdiri dari komitmen politis,
pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya, pengobatan jangka pendek yang
terstandar bagi semua kasus TB dengan penatalaksanaan kasus secara tepat termasuk
pengawasan langsung pengobatan jaminan ketersediaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang
bermutu, Sistem pencatatan dan pelaporan yang mampu memberikan penilaian terhadap hasil
pengobatan pasien dan kinerja program secara keseluruhan. Strategi dots telah dibuktikan dan
berbagai uji coba lapangan dapat memberikan angka kesembuhan yang tinggi . Bank dunia
menyatakan strategi DOTS merupakan strategi kesehatan yang paling cost effective seorang
petugas di fasilitas pelayanan kesehatan dalam melaksanakan tugasnya seharusnya
mempunyai pengetahuan tentang tuberkolusis , program pengendalian TB, serta hal-hal lain
yang mendukung terselengaranya pelayanan pengendalian TB.

1.2. TUJUAN
1. Tujuan umum
Menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat TB dalam rangka pencapaian
tujuan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.
2. Tujuan Khusus
1. Meningkatkan dan memperluas pemanfaatan strategi / menghentikan akses
terhadap diagnosis yang akurat dan pengobatan yang efektif dengan
akselerasi pelaksanaan DOT mencapai target global dalam pengendalian TB
dan meningkatkan ketersediaan, keterjangkaunan dan kualitas obat anti TB.
2. Menyusun strategi menghadapi berbagai tantangan dengan cara mengadaptasi
dots mencegah / menangani TB dengan risestensi OAT (MDR-TB) dan
menurunkan dampak TB / HIV
3. Mempercepat upaya eleminasi TB dengan cara ,meningkatkan penelitian dan
pengembangan berbagai alat diagnostik. Obat dan vaksin baru serta
meningkatkan penerapan metode baru dalam menjamin pemanfaatan dan
keterjangkauanya.

BAB II
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
2.1. Kegiatan Pokok :
1. Terbentuknya dan berfungsinya tim DOTS di Rs Bhakti Husada II Purwakarta
2. Terlaksananya pelatihan tim DOTS di Rs Bhakti Husada II Purwakarta
3. Terlaksananya fungsi rujukan TB DOTS pada sesuai dengan kebijakan yang
berlaku di Rs Bhakti Husada II Purwakarta
4. Mengadakan inhouse training dan sosialisasi tentang pelayanan TB DOTS
5. MOU rujukan SOP
2.2. Rincian Kegiatan :
1. Terbentuknya dan berfungsinya tim DOTS di Rs Bhakti Husada II Purwakarta
a. Dibentukan tim DOTS dan disahkan oleh direktur
b. Melakukan tugas masing-masing dalam tim
2. Terlaksananya pelatihan tim DOTS di Rs Bhakti Husada II Purwakarta
a. Membuat dan anggaran mengenai pelatihan
b. Membuat daftar calon-calon yang akan mengikuti pelatihan
berdasarkan tugasnya masing-masing
c. Terlaksananya pelatihan untuk meningkatkan kemampuan teknis tim
DOTS sesuai standard dan bersertifikat
3. Terlaksananya fungsi rujukan TB DOTS pada seusai dengan kebijakan yang
berlaku di Rumah Sakit
a. Terlaksananya rujukan internal dan eksternal di RS
b. Mengontrol tata kerja dan tata laksana rujukan DOTS
c. Mengevaluasi DOTS tiap bulan
4. Mengadakan inhouse training dan sosialisasi tentang pelayanan TB DOTS
a. Memberikan sosialisasi dan penyuluhan mengenai TB di lingkungan
Rumah Sakit
b. Membuat dan memberikan pamphlet mengenai TB

5. MOU rujukan SOP


Rujukan DOTS di Rs Bhakti Husada II Purwakarta terbagi 2 yaitu :
a. Rujukan internal :

LAB APOTEK POLI DI RS

b. Rujukan eksternal : POLI DOTS

POLI DOTS
RS YANG LEBIH
PUSKESMAS PASIEN PARU BESAR
CIREBON
2.3. Cara Melaksanakan kegiatan.
1. Tim Dots menyelenggarakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan
pelayanan DOTS di Rumah Sakit.
2. Pimpinan Rumah Sakit melaksan akan evaluasi pelayanan dan
pengendalian mutu TB.
3. Melakukan rapat rutin antara pimpinan RS, Komite medik, tim DOTS
untuk membahas, merencanakan dan mengevaluasi.
4. Pelaporan mengenai data/statistic hasil analisa pelayanan medis TB

BAB III
SASARAN

Terlaksananya Program TB Dots di Rs Bhakti Husada II Purwakarta.Pasien dengan


TB dapat terdeteksi diagnosis dan penanganan maupun pengobatan yang baik sesuai SOP
Rumah Sakit. Sehingga dapat menurunkan angka prevalensi TB dan meningkatkan angka
keberhasilan dalam penanganan dan pengobatan TB.

3.1. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN 2018


N Jenis Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1
O 0 1 2
1  Pembentukan Tim DOTS V
 Perencanaan anggaran kerja
DOTS V
 Pembuatan MOU rujukan
V

2 Sosialisasi program kerja DOTS V

3 Pelatihan sertifikasi DOTS V

4 Pengusulan sarana dan prasarana V

5 Memberikan penyuluhan dan V V V V V


sosialisasi pelayanan TB
6 Pencatatan, pelaporan hasil kegiatan V V V V V V V V V
7 Evaluasi kegiatan V

BAB IV
EVALUASI DAN PELAPORAN

Tim DOTS menyelenggarakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelayanan DOTS


di rumah sakit. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam monitoring dan evaluasi :
1. Pemeriksaan mikroskopis
2. Dokter menerapkan ISTC dan SPO
3. Monitoring terhadap pasien TB untuk menyelesaikan pengobatan
4. Monitoring pelaksanaan SPO
5. Kepatuhan melaksanakan SPO jejaring internal dan eksternal
6. Rujukan pasien dan hasil umpan baliknya
7. Ketersediaan logistic OAT dan non OAT
8. Kepatuhan staf Rumah Sakit terhadap pelaksanaan yang ditetapkan oleh Direktur
Rumah Sakit
9. Pencatatan pasien TB dengan kasus rujukan dan kasus mangkir

Pencatatan, Pelaporan Dan Evaluasi Kegiatan


1. Laporan dari pelaksanaan kegiatan setiap bulannya kepada tim DOTS, Komite
Medik dan Pimpinan Rumah Sakit.
2. Hasil laporan evaluasi kegiatan dilakukan di akhir tahun
Mengetahui
Direktur Rumah Sakit Bhakti Husada II Ketua Tim DOTS
Purwakarta

dr. dr.Maretha Dyah Kusumaningtyas,MMRS dr. M.A.S. Wulan

Anda mungkin juga menyukai