Anda di halaman 1dari 22

Tugas Personal ke-1

(Minggu 1 / Sesi 1)

E. Resti Anjani
1. Jelaskan perbedaan akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan!

Jawaban :

Akuntansi keuangan menggambarkan sistem-sistem dan prosedur-prosedur yang digunakan


untuk mencatat setiap transaksi baik yang bersifat finansial maupum moneter yang berlangsung
dalam suatu organisasi. Akuntansi Keuangan (financial accounting) adalah sebuah sistem
pencatatan (recording), penggolongan (classifying), dan peringkasan (summarising) informasi
keuangan untuk beraneka tujuan.

Akuntansi Manajemen (Management accounting) mengambil data yang telah dikumpulkan


melalui proses akuntansi keuangan, memakainya untuk membandingkan hasil-hasilnya dengan
anggaran, lantas menganalisis informasi tersebut untuk tujuan-tujuan pengambilan kebijakan dan
pengendalian. Laporan-laporan yang dihasilkan melalui proses akuntansi manajemen tersebut,
oleh sebab itu, terutama dipakai secara internal.

Perbedaan antara akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen adalah sebegai berikut ;

1. Pengguna laporan keuangan dan tujuannya

Akuntansi keuangan bertujuan untuk menyajikan sebuah informasi keuangan perusahaan bagi
pengguna yang berada di luar perusahaan (pihak eksternal) dan internal. Misalnya para
pemegang saham, kreditur, karyawan, analis keuangan, pemerintah (instansi pemerintah,
dirjen pajak) serta yang lainnya.

Akuntansi Manajemen memfokuskan diri dalam menyediakan informasi keuangan untuk


keperluan pihak manajemen atau pihak internal perusahaan. Contohnya : Manajer disemua
divisi/level, eksekutif, karyawan, sales, karyawan administrasi ataupun supervisor

2. Ruang Lingkup Informasi

Laporan akuntansi keuangan menyajikan informasi keuangan mengenai perusahaan secara


keseluruhan. Contoh : Neraca, Laporan Laba Rugi, ataupun Laporan Perubahan Ekuitas.

Ruang lingkup Akuntansi Manajemen cenderung lebih sempit. Tidak fokus terhadap
perusahaan sebagai satu entitas bisnis namun lebih detail lagi karena informasi yang
dihasilkan bertujuan untuk melaporkan suatu bagian yang ada dalam perusahaan. Misalnya
bagian pemasaran, bagian produksi dan yang lain.

1074F – Managerial Accounting


3. Fokus dari Informasi keuangan

Akuntansi Keuangan lebih berfokus kepada informasi historical (masa lalu).

Akuntansi Manajemen lebih cenderung berorientasi kepada masa yang akan datang.

4. Rentang Waktu

Akuntansi Keuangan menghasilkan laporan keuangan yang kurang fleksibel serta hanya bisa
mencakup rentang jangka waktu tertentu. Misalnya periode satu tahun, setengah tahun,
kwartalan atau bulanan.

Akuntansi Manajemen memiliki rentang waktu yang jauh lebiih fleksibel dibanding dengan
Akuntansi Keuangan. Ini bisa terjadi karena tuntutan dari manajemen yang harus mengambil
keputusan penting secara cepat, singkat dan tepat, baik yang terstrukture, semi terstruktur,
hingga tidak terstruktur sekalipun.

5. Kriteria bagi informasi Akuntansi

Kriteria informasi akuntansi keuangan merupakan seluruh prinsip akuntansi yang lazim
digunakan atau berterima umum. Prinsip akuntansi tersebut adalah hasil dari perumusan oleh
lembaga yang berwenang seperti IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dan BAPEPAM (Badan
Pengawas Pasar Modal).

kriteria informasi dari Akuntansi Manajemen TIDAK TERBATASI oleh prinsip akuntansi
yang berlaku umum. Tidak ada patokan selama informasi itu memberikan manfaat untuk
manajemen perusahaan dan tidak ada peraturan undang-undang yang mengatur prakteknya.

6. Sifat dari informasi keuangan

Sifat atas informasi dari Akuntansi Keuangan membutuhkan tingkat ketepatan yang sangat
tinggi, obyektif, bisa diuji kebenarannya, serta akurat.

Akuntansi Manajemen memberkan informasi yang bisa membantu manajemen dalam


pengambilan suatu keputusan yang berhubungan langsung dengan kebijakan perusahaan. Baik
untuk keputusan perencanaan, pengorganisasiian, pengarahan, serta pengendalian.
Pengambilan keputusan yang berhubungan langsung dengan kebijakan dalam sebuah
perusahaan selalu menyangkut masa mendatang (future). Informasi keuangan dan non
keuangan dapat bersifat subjektif.

2. Jelaskan peranan akuntansi manajemen!

1074F – Managerial Accounting


Peranan akuntansi manajemen dalam suatu organisasi merupakan peran pembantu. Mereka
membantu orang-orang yang bertanggung jawab melaksanakan tujuan dasar organisasi. Posisi itu
dapat dibagi dua yaitu:

POSISI LINI (line position) yaitu posisi yang bertanggung jawab langsung pada tujuan dasar
organisasi

POSISI STAF (staff position) yaitu posisi yang mendukung dan tidak bertanggung jawab
langsung terhadap tujuan dasar organisasi.

3. Jelaskan penggolongan biaya menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan


volume kegiatan!
Penggolongan biaya menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume
kegiatan
a. Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan
volume kegiatan ( biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung). Semua bahan baku yang
membentuk bagian integral dari produk jadi dan dimasukkan secara eksplisit dalam
perhitungan biaya produk.
b. Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume
kegiatan. Beberapa jenis biaya yang memiliki elemen biaya tetap dan biaya variable
c. Biaya semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah
dengan jumlah yang konstan pada volume produk tertentu. Contoh biaya penelitian atau
pemeriksaan.
d. Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu.
bersifat konstan secara total dalam rentang yang relevan. Dengan kata lain, biaya tetap per
unit semakin kecil seiring dengan meningkatnya aktivitas dalam rentang yang relevan.
Contohnya biaya depresiasi atau gaji pegawai tidak langsung (seperti personalia).

4. Jelaskan penggolongan biaya untuk pengambilan keputusan!

Klasifikasi biaya yang digunakan dalam pengambilan keputusan terdiri dari 3 yaitu :

a. Differensial cost and revenue

1074F – Managerial Accounting


Keputusan adalah pemilihan dari beberapa alternative. Dalam bisnis setiap alternative
mempunyai biaya dan keuntungan tertentu yang bisa dibandingkan dengan biaya dan keuntungan
dari alternative lainnya. Perbedaan biaya antara satu dengan lainnya dari beberapa alternative
disebut dengan differensial cost. Sedangkan perbedaan pendapatan antara satu dengan lainnya
dari beberapa laternatif pendapatan disebut dengan different revenue. Differensial cost biasa juga
dikenal dengan istilah incremental cost. Secara teknis incremental cost hanya menyatakan
kenaikan cost dari satu alternative dengan alternative lainnya. Sedangkan kebalikannya adalah
decremental cost. Misalnya penjualan produk akan mengarah ke retail atau langsung ke
konsumen. Berarti ada biaya dan pendapatan yang berbeda dari kedua alternative tersebut.

b. Opportunity cost

Adalah keuntungan potensial yang dikorbankan karena memilih satu altenatif diantara beberapa
laternatif lainnya. Biaya kesempatan ini tidak selalu muncul dalam catatan akuntansi pada
organisasi, namun biaya ini dengan sangat jelas harus dipertimbangkan dalam pembuatan
keputusan manajer.

c. Sunk cost

Biaya yang telah muncul (terjadi) dan tidak dapat diubah oleh keputusan yang dibuat sekarang
atau di masa depan. Misal perusahaan telah membayar Rp.50.000,- untuk mesin khusus. Maka
sejak saat itu biaya pasti akan muncul yaitu biaya depresiasi yang timbul karena keputusan
berinvestasi pada mesin khusus tersebut. Biaya depresiasi ini disebut dengan biaya tenggelam
(sunk cost).

Sumber :

Lecture Notes Managerial Accounting

Lecture Notes Cost Accounting

http://keuanganlsm.com/akuntansi-keuangan-vs-akuntansi-manajemen/

http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/03/perbedaan-akuntansi-manajemen-dan-akuntansi-
keuangan.html

1074F – Managerial Accounting


Tugas Personal ke-2

(Minggu 3 / Sesi 3)

E. Resti Anjani

Soal 1

Pada tahun 2015, PT.COCOA memproduksi 1000 unit batako. Biaya produksi yang dikeluarkan
selama tahun 2015 adalah sebagai berikut:

Direct Material 500.000

Direct Labor 350.000

Indirect Material 100.000

Indirect Labor 110.000

Depreciation in factory building 100.000

Data lain yang diperoleh selama tahun 2015 adalah:

Harga jual Rp.2000 per unit.


Produk terjual sebanyak 900 unit.
Beginning inventory 100.000 (metode full costing) dan 90.000 (metode variable costing).
Ending inventory 232.000 (metode full costing) dan 212.000 (metode variable costing).
Pembebanan MOH berdasarkan direct labor hour
Kapasitas normal dicapai pada saat direct labor hour sebesar Rp.400.000 per tahun dengan
perkiraan MOH variabel Rp.250.000 dan MOH tetap Rp.110.000.
Biaya administrasi dan umum (general and administrative expense) Rp.100.000.
Biaya iklan (advertising expense) Rp.300.000.

Diminta :

1. Dengan menggunakan metode Full costing, hitunglah;


a. Tarif MOH per unit dan jumlah MOH yang dibebankan.
b. Laporan Laba/Rugi (income statement).
2. Laporan Laba/Rugi dengan metode Variable costing.

Jawab :
1. Metode Full costing
a. Tarif MOH per unit

1074F – Managerial Accounting


MOH variabel 110.000
MOH tetap 250.000 + (pada kapasitas normal)
Jumlah MOH 360.000
Tarif overhead pabrik berdasarkan direct labor hour, dimana kapasitas normal dicapai
pada jumlah Rp.400.000.
Tarif MOH (FOH) = 360.000 x 100% = 90% dari direct labor hour
400.000

b. MOH yang dibebankan untuk tahun 2015 = 90% x 350.000 = 315.000

PT.LABALA
Income Statement
For the Year Ended 31 Desember 2015
Sales ( Rp.2000 x 900 unit ) 1.800.000
Cost of goods sold :
Beginning finished goods inventory 100.000
Direct material 500.000
Direct labor 350.000
MOH fixed 310.000
MOH Variabel 100.000 +
Cost of goods manufactured 1.260.000 +
Finished goods available for sales 1.260.000
Ending finished goods inventory 232.000 –

Cost of goods sold before adjustment 1.028.000


Selisih kapasitas menguntungkan ( 315.000 – 310.000 ) 5.000 +
Cost of goods sold after adjustment 1.033.000 -
Gross income 777.000
Operating expense
General & administrative expense 100.000
Advertising expense 300.000 +
400.000 –
Earning Before Taxes 377.000

2. Metode Variable costing


PT.LABALA
Income Statement
For the Year Ended 31 Desember 2015
Sales = Rp.2000 x 900 unit 1.800.000
Variable Cost:
Beginning finished goods inventory 90.000
Direct material 500.000
Direct labor 350.000
MOH Variabel 210.000 +

1074F – Managerial Accounting


Cost of goods manufactured 1.060.000 +
Finished goods available for sales 1.150.000
Ending finished goods inventory 212.000 –
Cost of goods sold variable 938.000 –
Contribution Margin 862.000
Fixed expense:
MOH Fixed 310.000
General & Administrative Expense 100.000
Advertising Expense 300.000 +
Total fixed cost 500.000 –
Earning Before Taxes 362.000

Soal 2

Berikut adalah data biaya produksi dan persediaan pada akhir tahun 2015 dari PT. Lolly:

1. Produksi selama tahun 2015 sebanyak 200.000 unit.


2. 80% dari produksi pada tahun 2015 terjual dan sisanya masih tersimpan di gudang pada akhir
tahun.
3. Direct Material Rp.3.000.000
4. Direct Labor Rp.2.500.000
5. MOH (Variable) Rp.1.000.000
6. MOH (fixed) Rp. 600.000
7. Harga jual per unit Rp. 50
8. General&Administrative Expense Rp. 250.000

Diminta :

1. Hitung nilai persediaan akhir (Ending Inventory) th.2015 dengan metode Variable Costing
dan Full Costing.
2. Buat laporan Laba/Rugi (Income Statement) menurut metode Variable Costing dan Full
Costing.

Jawab :
1. Sales = 80% x 200.000 unit = 160.000 unit
Ending finished goods Inventory th.2015 = 20% x 200.000 unit = 40.000 unit

Nilai persediaan akhir th.2015 dengan met. Variable Costing :


Direct Material Rp.3.000.000
Direct Labor Cost Rp 2.500.000

1074F – Managerial Accounting


MOH (Variable) Rp.1.000.000 +

Cost of Goods Manufactured Rp.6.500.000

Unit yang diproduksi = 200.000 unit

Cost of Goods Manufactured per unit = Rp.6.500.000 = Rp.32,5


200.000
Ending Inventory th.2015 = 40.000 unit x Rp.32,5 = Rp.1.300.000

Ending Inventory th.2015 dengan metode Full Costing :

Direct Material Rp.3.000.000

Direct Labor Rp.2.500.000

MOH Variabel Rp.1.000.000

MOH Fixed Rp. 600.000 +

Cost of Goods Manufactured Rp.7.100.000

Cost of Goods Manufactured per unit = Rp.7.100.000 = Rp.35,5


200.000

Ending inventory 2015 = 40.000 unit x Rp.35,5 = Rp.1.420.000

2. Laporan Laba/Rugi ( Income Statement )

Metode Variable Costing


PT.OTI

Laporan L/R ( Income Statement )

For Year Ended 31 Dec 2015

Sales Rp.8.000.000

1074F – Managerial Accounting


beginning finished goods inventory -

Variable Costs :

Direct Material Rp.3.000.000

Direct Labor Rp.2.500.000

MOH Variable Rp.1.000.000 +

goods available for sales Rp.6.500.000

Ending finished goods Inventory) Rp.1.300.000 –

Cost of Goods Sold Rp.5.200.000 –

Contribution Margin Rp.2.800.000

Fixed Costs:

MOH Tetap Rp. 600.000

General & Administratif Expense Rp. 95.000

Advertising expense Rp. 155.000 +

Total cost Rp. 850.000

Earning Before Tax Rp.1.950.000

Metode Full Costing


PT.OTI

Laporan L/R (Income Statement )

For The Year Ended 31 Des 2015

Sales Rp.8.000.000

1074F – Managerial Accounting


Beginning finished goods Inventory -

Biaya Produksi (Production Costs) :

Direct Material Rp.3.000.000

Direct Labor Rp.2.500.000

MOH Variable Rp.1.000.000

MOH Fixed Rp. 600.000 +

goods available for sales Rp.7.100.000

Ending finished goods Inventory Rp.1.420.000 –

Cost of Good Sold Rp.5.680.000 –

Gross Profit Rp. 2.320.000

Operating Expenses :

General & Administrative Expense Rp 95.000

Advertising Expense Rp. 155.000 +

Rp. 250.000 -

Earning Before Taxes Rp.2.070.000

1074F – Managerial Accounting


Tugas Personal ke-3

(Minggu 5 / Sesi 5)

E. Resti Anjani - 2001610993

1. Jelaskan 2 kelompok di dalam master budgeting!

Master budget adalah ringkasan dari proyek finansial dari semua budget perusahaan, yang
membantu manajemen menggambarkan rencana operasi dan finansial perusahaan untuk
periode tertentu dan ini sudah termasuk semua bentuk laporan keuangan perusahaan. Master
budget adalah suatu rencana yang telah ditandai oleh perusahaan untuk diselesaikan pada
periode budget tersebut. Master budget dikembangkan dari keputusan operasi dan finansial
yang dibuat oleh manajer.

Induk Anggaran (Master Budget) adalah sebuah anggaran komprehensif yang menyatakan
keseluruhan rencana bisnis bagi seluruh perusahaan untuk suatu periode yang mencakup satu
tahun atau kurang.
Induk Anggaran terdiri atas dua komponen utama, yakni:
(1) Anggaran operasi
Anggaran Operasi merupakan deskripsi rinci pendapatan dan biaya yang dibutuhkan
untuk mencapai hasil laba yang memuaskan. Operating budget merencanakan tentang
kegiatan-kegiatan perusahaan selama periode tertentu yang akan datang. Pada dasarnya
kegiata-kegaiatn perusahaan selama periode tertentu itu meliputi dua sektor, yaitu: Sektor
penghasilan (revenues), Sektor Biaya (Expenses)

(2) Anggaran keuangan


Anggaran Keuangan memperlihatkan ekspektasi arus kas dan posisi keuangan dengan
kegiatan-kegiatan usaha yang terencana. Financial budget merencanakan tentang posisi
finansial perusahaan pada suata saat tertentu yang akan datang. Atas dasar kelengkapan
isinya, Balance Sheet Budget dapat dibedakan menjadi dua macam : Master Balance Sheet
Budget (Budget Induk Neraca), Balance Sheet Supporting Budget (Budget Penunjang
Neraca).

2. Jelaskan mengenai perbedaan planning dan control!

Perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan apa yang ingin dicapai oleh sebuah
organisasi atau perusahaan serta bagaimana sesuatu yang ingin dicapai tersebut dapat
diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu.

1074F – Managerial Accounting


Pengendalian manajemen adalah semua usaha perusahaan yang mencakup metode, prosedur dan
strategi perusahaan yang mengacu pada efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan, agar
dipatuhinya kebijakan manajemen serta tercapainya tujuan perusahaan.

3. Mengapa penjualan menjadi titik awal dalam penganggaran?

Besarnya produksi justru ditentukan oleh besarnya penjualan. Ini berarti bahwa jumlah barang
yang akan diproduksikan perusahaan selama periode yang akan datang ditentukan oleh berapa
jumlah barang yang mampu dijual (dipasarkan) oleh perusahaan selama periode tersebut.
perusahaan harus menyusun budget penjualan lebih awal daripada budget unit yang akan
diproduksikan, sebab budget unit yang akan diproduksikan akan mengikuti apa yang
direncanakan dalam budget penjualan tersebut.

Penjualan menjadi titik awal penganggaran karena dengan menentukan penjualan terlebih
dahulu, kita bisa mengestimasi unit produksi yang akan dibuat, bahan baku yang diperlukan. Dan
dengan mengetahui bahan yang diperlukan, kita bisa menyusun anggaran untuk pembelian
bahan, anggaran tenaga kerja langsung, dan yang lainnya.

Case 1

Down Under Products, Ltd., dari Australia memiliki budgeted sales atas boomerang pada empat
bulan selanjutnya seperti berikut:
Sales in Units
April . . . . . . . . . . . . . 50,000
May . . . . . . . . . . . . . 75,000
June . . . . . . . . . . . . . 90,000
July . . . . . . . . . . . . . 80,000

Perusahaan yang sekarang ini sedang membuat production budget untuk quarter kedua. Dari
pengalaman sebelumnya, end-of-month inventory levels harus setara dengan 10% dari sales
bulan berikutnya. Persediaan pada saat akhir Maret adalah sebanyak 5,000 unit.

Ditanya:
Buatlah production budget untuk kuarter kedua; buatlah berapa banyak unit yang diproduksi per
bulan dan untuk kuarter sebagai total.

1074F – Managerial Accounting


April Mei Juni Kuarter
Anggaran Penjualan dalam unit 50.000 75.000 90.000 215.000
Persediaan akhir 7.500 9.000 8.000 8.000
Total kebutuhan 57.500 84.000 98.000 223.000
Persediaan awal 5.000 7.500 9.000 5.000
Produksi yang dibutuhkan 52.500 76.500 89.000 218.000

Sumber :

http://zachrameisela.blogspot.co.id/2014/03/perencanaan-dan-pengendalian-manajemen.html

Lecture Notes Managerial Accounting Week 5

1074F – Managerial Accounting


Tugas Personal ke-4
(Minggu 7 / Sesi 7)
E. Resti Anjani

1. Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam mengambil keputusan membeli atau
membuat?
Dalam keputusan ini dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam yakni sebagai berikut :
a. Keputusan yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya memproduksi sendiri
produknya, kemudian mempertimbangkan akan membeli produk tersebut dari
pemasok luar.
Apabila Keputusan membeli yang diambil, maka kemungkinan yang dihadapi oleh
manajemen dalam pengambilan keputusan ini, yakni :
1. Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi tidak dapat dimanfaatkan jika
produk dihentikan produksinya karena manajemen memilih alternative membeli
dari luar.
2. Fasilitas yang digunakan untuk memproduksi dapat dimanfaatkan untuk usaha
lain yang mendatangkan laba, jika produk dihentikan produksinya karena
manajemen memilih alternative membeli dari luar.
3. Manager harus mempertimbangkan manfaat dari pemilihan alternatif membeli
dari luar yaitu berupa besarnya biaya yang terhindarkan (avoidable cost) jika
kegiatan membuat sendiri dihentikan.
4. Manager harus memperhitungkan pengorbanan dari pemilihan alternatif membeli
dari luar yaitu sebesar biaya diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk
membeli produk dari pemasok luar

b. Keputusan yang dihadapi oleh perusahaan yang sebelumnya membeli produk tertentu
dari pemasok luar, kemudian mempertimbangkan akan memproduksi sendiri produk
tersebut.
Sedangkan keputusan pada alternative kedua dapat dibagi menjadi:

1074F – Managerial Accounting


1. Tidak diperlukan tambahan fasilitas poduksi. Apabila biaya diferensial lebih kecil
dari harga beli yang dapat dihindari , maka keputusan membuat yang dipilih.
Akan tetapi apabila biaya diferensial yakni harga beli yang dapat dihindari lebih
kecil dari biaya untuk membuat, maka keputusan membeli yang dipilih.
2. Diperlukan tambahan fasilitas produksi.
3. Manfaat dari pemilihan alternatif membuat sendiri adalah berupa besarnya biaya
yang terhindarkan (avoidable cost) sebagai akibat membeli produk dari pemasok
luar.
4. Pengorbanan dari pemilihan alternatif membuat sendiri adalah sebesar biaya
diferensial yang berupa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi sendiri
produk tersebut.
5. Manfaat bersih yang diperoleh dibandingkan dengan besarnya investasi dalam
mesin dan ekuipmen (aktiva penuh) untuk memutuskan apakah manfaat bersih
yang diperoleh sebanding dengan investasi yang akan dilakukan.

2. Jelaskan dua kategori biaya yang tidak relevan di dalam pengambilan keputusan!
a. Sunk Cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat dihindari dalam hal
pengambilan keputusan oleh seorang manajer, karena biaya tersebut sudah dibayar dan
tidak dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
b. Future Cost yang tidak berbeda dalam alternative pengambilan keputusan juga bukan
termasuk biaya relevan. Biaya masa depan (future cost) adalah biaya yang
diperkirakan/dipertimbangkan akan terjadi dalam periode yang akan datang.

1074F – Managerial Accounting


Case 1

Venus Company
Laporan Laba Rugi
Untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20A(dalam 000)

Sales (450.000 unit dengan harga $ 10) ........................... $4.500


Cost og Goods Sold:
Direct Material (450.000 unit @$1.8) ...................... $810
Direct Labor (450.000 unit dengan tarif $0.5) .... $630
Variable MOH (450.000 unit dengan tarif $2.5) $225
Fixed MOH (450.000 unit dengan tarif $2.5) ..... $1.125 $2.790

Gross Profit................................................................................. $1.710


Overhead pabrik tetap dibebankan terlalu rendah
{500.000 unit-450.000 unit dengan tarif $2.50} ............... $125

Gross Profit (adjusted) ......................................................... $1.585

Variable Selling expense (450.000 unit dengan tarif $0.50) $225


Fixed Selling and Administrative Expense .......................... $800 $1.025

Net Operating Income ............................................................... $560.

Apabila bagian penjualan Venus corporation melaporkan bahwa seorang pelanggan telah
menawarkan untuk membayar sebesar $6 per unit untuk tambahan sebesar 100.000 unti.
Untuk membuat unit tambahan, perusahaan perlu membayar biaya sewa tahunan sebesar
$10.000 untuk peralatan tambahan. Jika menggunakan dari biaya penyerapan penuh,
maka apakah akan laba atau rugi dari hal diatas?
Jawab :
Penjualan (100.000 unit dengan harga $ 6) $ 600,000
Harga pokok penjualan differensial
Bahan baku langsung
(100.000 unit dengan harga $ 1.8) $ 180,000

1074F – Managerial Accounting


Tenaga kerja langsung
(100.000 unit dengan tarif $ 1.4) $ 140,000
Overhead pabrik variabel
(100.000 unit dengan tarif $ 0.5) $ 50,000
Overhead pabrik tetap
(100.000 unit dengan tarif $ 2.5) $ 250,000
$ 620,000
$ (20,000)
Beban pemasaran variabel $ 50,000
Rugi dari pesanan $ (70,000)
Jadi, apabila bagian penjualan Venus corporation melaporkan bahwa seorang pelanggan telah
menawarkan untuk membayar sebesar $6 per unit untuk tambahan sebesar 100.000 unit maka
perusahaan akan mengalami kerugian pesanan sebesar $ 70,000.

Case 2
Blackers company sekarang memproduksi dan menjual 30.000 kilogram insektisida perbulan.
Volume tersebut adalah 70% dari kapasitas untuk insektisida. Penjual grosir di luar area
pemasaran perusahaan menawarkan untuk membeli 5000 kilogram dari produk ini per bulan
dengan kontrak selama dua tahun dengan harga $ 1.80 perkilogram, asalkan warna yang
sekarang agak merah jambu diubah menjadi hitam. Produk tersebut akan dipasarkan dengan
merek dari penjual tersebut. Untuk mengubah warna, perusahaan harus membeli mesin
pencampur khusus dengan harga $ 3000. mesin tersebut tidak akan memiliki nilai di akhir
tahun kontrak kedua. Bahan baku untuk mengubah warna barang jadi biayanya adalah sebesar
1 cent per kilogram. Diestimasikan administrasi tambahan sebesar $ 150 perbulan tidak ada
tambahan biaya untuk supervisi atau pajak properti. Buatlah laporan laba rugi bulanan!

1074F – Managerial Accounting


Blackkers Company
Laporan Laba Rugi
Untuk Bulan yang berakhir pada tanggal xxxx

Penjualan $ 72.000,00
Biaya Produksi
Bahan baku langsung $ 18.000,00
tenaga kerja langsung $ 15.000,00
Overhead pabrik
Tenaga kerja tidak langsung $ 6.000,00
Tenaga kerja supervisi $ 4.000,00
Listrik($180 tetap) $ 780,00
Perlengkapan $ 600,00
Pemeliharaan dan perbaikan $ 810,00
Penyusutan $ 3.000,00
Asuransi $ 210,00
pajak properti $ 125,00
Pajak penghasilan $ 1.250,00
Harga pokok produksi dan penjualan $ 49.775,00
Laba kotor $ 22.225,00
Beban pemasaran $ 15.500,00
Laba sebelum pajak penghasilan $ 6.725,00

1074F – Managerial Accounting


Tugas Personal ke-5

(Minggu 9 / Sesi 9)

E. Resti Anjani

1. Jelaskan faktor penting dalam penentuan harga!


a. Menentukan berapa pendapatan yang ingin dihasilkan dari produk tersebut.
Besarnya pendapatan disini artinya menghasilkan pemasukan dimana uang tersebut tidak
hanya untuk menutupi berbagai biaya yang muncul tapi juga mendapatkan profit yang
digunakan untuk mengembangkan usaha. Kesalahan yang sering terjadi ialah pengusaha
menganggap tingkat penjualan hanya ditentukan oleh harga semata. Padahal besarnya
penjualan sangat tergantung pada pemilihan konsumen dan strategi penjualan yang tepat.
Dalam menentukan harga jual sebuah produk, kesalahan yang sering dilakukan para
pemula yaitu terlalu fokus memikirkan besarnya biaya produksi tanpa memperhatikan
seberapa besar laba usaha yang ingin mereka dapatkan. Hal inilah yang terkadang
membuat para pemula harus mengalami kerugian cukup besar dalam mengawali sebuah
usaha. Karena itu, sebelum menentukan harga jual sebuah produk, harus menentukan
besarnya laba yang diinginkan, agar kedepannya bisa menikmati keuntungan dari bisnis
yang dijalankan.

b. Menentukan prioritas usaha


Kemana arah usaha ini? Adalah pertanyaan yang bisa digunakan sebagai dasar dalam
menetapkan harga, disamping memaksimalkan profit. Meningkatkan market share
melalui produk yang kita hasilkan juga tidak boleh dilupakan. Yang harus diingat adalah
produk harusnya dikenal karena berkualitas, bukan hanya karena harga murah semata.

c. Mempertimbangkan kemampuan konsumen.


Dalam menentukan harga, perusahaan yang baik akan menggunakan berbagai alat dan
faktor untuk mengukur kemampuan konsumen. Semakin tahu kondisi konsumen yang
dituju, maka akan semakin tahu pula berapa harga jual yang bisa dipatok. Melakukan

1074F – Managerial Accounting


survei berdasar demografis dan barang apa saja apa yang biasa di beli adalah jenis riset
yang dapat membantu memberikan gambaran berapa harga yang mestinya ditentukan.

d. Biaya Produksi.
Besarnya biaya produksi juga menjadi dasar penentuan harga yang tentu saja ditambah
dengan profit yang diinginkan. Misalnya, jika kita membuat produk dengan biaya
keseluruhan Rp.10.000 dan keuntungan yang diharapkan Rp. 2000, maka produk tersebut
dijual dengan harga Rp. 12.000. Perlu diingat bahwa biaya sebuah produk tidak hanya
yang nampak, tapi juga termasuk biaya overhead.

e. Sesuai dengan target awal.


Menetapkan target pendapatan juga merupakan bagian penting dalam menetapkan harga.
Faktor yang menentukan harga produk diantaranya, biaya produksi, biaya pemasaran, dan
promosi.

f. Mengetahui harga kompetitor.


Mengetahui harga kompetitor bisa jadi membantu kita dalam menentukan harga jual
produk Misalnya, apakah produk kompetitor sebanding dengan produk kita. Jika iya,
maka harga kompetitor tersebut kita jadikan patokan. Perhatikan pula apakah produk
yang kita hasilkan memiliki added value dibandingkan dengan produk pesaing. Misalnya;
adanya garansi pembelian dan layanan purna jual.

g. Monitor harga.
Setelah harga ditentukan, maka memonitor harga secara berkelanjutan harus dilakukan
karena harga juga menentukan tingkat keuntungan yang didapatkan.

2. Jelaskan 4 faktor utama di dalam elastisitas permintaan!


a. Produk substitusi: Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan
semakin elastis. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke
produk substitusi jika terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan
sangat sensitif terhadap perubahan harga.

1074F – Managerial Accounting


b. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan: Semakin tinggi bagian pendapatan yang
digunakan untuk membelanjakan produk tersebut, maka permintaan semakin elastis.
Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik,
sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. Sebaliknya pada produk yang
harganya murah.
c. Produk mewah versus kebutuhan: Permintaan akan produk kebutuhan cenderung
tidak elastis, dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin
sulit mencari substitusinya. Akibatnya, kenaikan harga cenderung tidak menurunkan
permintaan. Sebaliknya, permintaan akan produk mewah cenderung elastis, dimana
barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari.
Akibatnya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan.
d. Jangka waktu permintaan dianalisis: Semakin lama jangka waktu permintaan
dianalisis, semakin elastis permintaan akan suatu produk. Dalam jangka pendek,
kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen,
sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Dalam jangka
panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka akan pindah ke
produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang kualitas dan desain
produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke
produk lain

3. Jelaskan perbedaan antara barang yang bersifat elastis dan inelastis!


Barang dengan nilai elastisitas kurang dari 1 disebut barang inelastis, yang berarti
pengaruh besar-kecilnya harga terhadap jumlah-permintaan tidak terlalu besar. Contoh
barangnya yaitu bahan pokok seperti beras.

Barang yang bersifat elastis artinya besarnya jumlah barang yang diminta sangat
dipengaruhi oleh besar-kecilnya harga. Contohnya apabila harga emas naik, maka orang
cenderung tidak membeli emas dulu.

4. Apa kegunaan dari mark up yang dilakukan oleh perusahaan?

1074F – Managerial Accounting


Colin Silverman, pemilik Silverman Cabinets, Inc., menyiapkan penawaran pada suatu
pekerjaanyang membutuhkan $800 bahan baku langsung, $1.600 tenaga kerja langsung,
dan $3.200 overhead. Colin biasanya menetapkan harga mark up standar berdasar harga
pokok penjualanuntuk mendapat harga awal penawaran. Kemudian menyesuaikan harga
yang diperlukan berkaitandengan factor lain. Laporan laba rugi tahun lalu adalah :
Penjualan $206.349
Harga Pokok Penjualan $144.300
Margin Kotor $62.049
Beban penjualan dan administrasi $46.300
Laba operasi $15.749
Diminta :

1. Mark up harga pokok penjualan :

= (beban penjualan dan administrasi + laba operasi) / harga pokok penjualan

= ($46.300 + $15.749) / $144.300

= 0,43

2. Harga penawaran :

Bahan baku langsung $800

Tenaga kerja langsung $1.600

Overhead $3.200

Estimasi harga pokok penjualan $5.600

Ditambah 43% mark up pada harga pokok penjualan $2.408

Harga penawaran $8.008

1074F – Managerial Accounting