Anda di halaman 1dari 746

Payung Sengkala

Saduran : SD LIONG

Ebook oleh : Dewi KZ


Trims’s ‘aaa’
Tiraikasih Website
http://kangzusi.com/ http://dewikz.byethost22.com/
http://cerita-silat.co.cc/ http://ebook-dewikz.com
Angin bertiup kencang, debu pasir beterbangan
memenuhi angkasa, awan gelap menyelimuti seluruh jagat
sekeliling perkampungan Toa Loo San-cung yang kersohor
didunia persilatan, keadaan amat mengerikan bagaikan
menghadapi saat kiamat.
Pada waktu itu muncul sebuah Tandu yang digotong
empat orang muncul dari deruan angin taupan yang men-
deru2, langkah mereka cepat dan tujuannya tidak lain
adalah perkampungan Toa Loo San-cung. Mendadak . .
"Berhenti " Suara bentakan muncul dari sebuah loteng
peronda dibalik perkampungan-
Mendengar bentakan itu keempat orang penggotong
tandu yang berdandan sebagai siucay miskin itu berhenti,
mereka tidak menurunkan tandunya keatas tanah tapi
menanti dengan sikap yang dingin dan hambar.
Sepasang mata mereka tiada hentinya memperhatikan
seorang lelaki pelindung perkampungan sedang meloncat
keluar dari balik pintu.
Lelaki itu mempunyai perawakan yang kekar dan berotot
dengan jidat menonjol tinggi kedepan, sekali pandang
siapapun akan tahu bahwa orang ini memilikl tenaga
Iweekang yang amat sempurna.
"Siapa yang berada daiam tandu ?" kembali ia
membentakl
"Hujien baru dari cioe It Tong, cung cu muda
perkampungan kalian "Jawab situkang tandu yang berada
dipaling depan.
"Apa?" seorang nyonya muda lagi ?" seru lelaki itu
kelihatan agak tertegun. situkang tandu itu tidak menyahut,
ia membungkam dalam seribu bahasa.
Alis yang tebal dari lelaki itu berkerut semakin
mengencang, setelah berpikir beberapa saat tanyanya lagi:
"Tolong tanya sejak kapan nyonya muda ini kawin
dengan sauw Cung cu kami ?"
"Bulan tujuh tanggal tujuh tahun yang lalu, kalau
dihitung dengan jari sudah ada setengah tahun lamanya "
"Bolehkah kalian suruh nyonya muda keluar sebentar
agar cayhe periksa ?...."
"Hmmm siapalah saudara ?" seru si tukang tandu sambil
mendengus dingin. "Berani benar kau bersikap tidak sopan
dengan nyonya muda."
sikap lelaki itu kontan berubah jengah, merah padam
selembar wajahnya.
"Cayhe membawa tugas dibadan, dalam keadaan seperti
ini terpaksa aku harus melakukan..."
"Hmmm kau kira nyonya muda sudi menjumpai dirimu
?" Tukas situkang tandu setengah membentak.
seluruh tubuh lelaki itu bergetar keras.
"cung-cu muda Cioe It Tong walaupun memiliki
kepandaian silat yang amat mengejutkan, tapi ia selalu
berwatak romantis setiap hari kerjanya main perempuan
ditempat luaran. dalam satu masa isterinya sudah mencapai
empat belum lagi gundiknya. . . ."
sambil garuk2 kepalanya yang tidak gatal ia berkata
penuh keseriusan, Beberapa waktu ini cung-cu telah
memberi pesan wanti2 kepada seluruh pelindung
perkampungan agar melakukan pemeriksaan yang teliti
terhadap siapa saja yangr bukan termasuk anggota
perkampungan kami, sebelum kami periksa isi tandu
tersebut. mana boleh kubiarkan kalian masuk kedalam
perkampungan semuanya"
Ia merandek sejenak. kemudian tambahnya berat:
"sebelum cayhe mejumpai wajah nyonya muda, sebenarnya
sudah. . . ."
"Turunkan tandu " mendadak serentetan suara yang
dingin berkumandang keluar dari balik tandu.
Keempat orang tukang tandu berdandankan siucay
miskin itu segera menurunkan tandunya keatas tanah
sepasang lengan diluruskan kebawah menanti dengan sikap
hormat,
"Jikalau saudara ingin mencapai diriku, Mari kesinilah. .
. ." kata siorang yang ada dalam tandu itu lagi.
Nadanya dingin membuat orang merasa bergidik, Lelaki
itu ragu2 sejenak, akhirnya dengan langkah lebar ia berjalan
kedepan tandu. Tapi ia tidak menyingkap horden tandu tadi
melainkan berdiri dihadapannya dengan sikap serius.
"Ayoh cepat periksa" Bentak orang yang ada dalam
tandu tadi dengan suara keras. "Kenapa tidak kau singkap
horden tandu ini?"
"Menyingkap horden sangat tidak leluasa lebih baik
nyonya muda keluar dari tandu." Tiba2 Horden tandu
tersingkap disusul berkelebatnya sesosok bayangan manusia
muncul dari balik tandu.
"Plaaak. . ." tahu2 pipi lelaki tadi kena ditampar sehingga
terhuyung, darah segar mengucur keluar membasahi ujung
bibirnya.
Didepan mata berdiri seorang nyonya muda berwajah
ayu dengan perut yang besar bunting.
Lelaki yang ditempeleng keras2 membuat kepalanya
terasa pening, kepala tertunduk rendah tak berani
memandang perempuan itu lagi. "sudah cukup?"Bentak
perempuan muda itu ketus,
"Harap nyonya muda suka mengampuni kesalahan
hamba, hamba bertugas menjaga keamanan perkampungan
mau tak mau kami harus berbuat demikian "
Perempuan muda itu mendengus dingin, ia mundur
kembali kedalam tandu dan serunya kemudian. "Bawa jalan
"
Bagaikan memperoleh pengampunan, lelaki itu buru2
bongkokan badannya menjura. "siiahkan mengikuti cayhe
masuk kedalam perkampungan "
Keempat orang tukang tandu berdandankan siucay
miskin itu saling bertukarpandangan dan tertawa, sambil
menggotong tandu mereka mengikuti lelaki itu masuk
kedalam perkampungan.
Waktu itu si nyonya muda yang berada didalam tandu
sambil mengusap perutnya yang bunting tertawa getir.
setelah angkat pundak matanya keluar tandu.
perkampungan Toa Loo san-cung sangat luas lorong
banyak berderet dengan bangunan yang megah. suasana
terasa tenang dan nyaman,
Diluaran suasana dalam perkampungan tersebut
kelihatan amat tenang, tapi lain halnya pandangan nyonya
muda itu, alisnya segera berkerut.
"Perkampungan Toa Loo san-cung betul2 sangat bahaya.
. . tak kusangka penjagaan demikian ketat " pikirnya dalam
hati.
setelah melewati jalan kecil yang panjang sampailah
mereka didepan sebuah pintu ruangan. seorang dara
berkepang dua muncul didepan tandu.
Terhadap dara itu lelaki tadi berbisik beberapa patah
kata, dan tandu itupun melanjutkan perjalanannya dengan
dihantar dara tersebut.
Dibalik pintu adalah sebuah kebun bunga yang amat
besar dengan pemandangan yang menarik. ditengah kebun
berdiri sebuah loteng disekeliling loteng tumbuh pohon2
liuw. didepan pintU terpancang sebuah papan nama dengan
bertulis "Ih Coei Loo" tiga patah kata dari emas.
Tandu tadi berhenti didepan loteng ih coei Loo, nyonya
muda itupun lambat2 turun dari tandu.
"Aaaaah kiranya nyonya muda sudah ..." Terdengar dara
cilik itu berseru tertahan-
"Tidak salah" sahut perempuan muda itu sambil tertawa
jengah, "Aku sudah bunting tujuh bulan"
"Nyonya muda, siapa namamu ?"
"Kauw Thian siang penduduk kota Kiem Leng"
"siauw cungcu tidak pulang kampung ber-sama2 nyonya
muda?"
"Tidak. katanya dalam satu dua bulan ini ia tak dapat
kembali kekampung."
"Silahkan nyonya muda menanti siocia kami diatas
loteng" ujar sidara cilik itu kemudian sambil menjura.
"Berhubung ini hari adalah hari ulang tahun cungcu kami
yang ke-enam puluh, semua anggota perkampungan lagi
sibuk. kemungkinan besar saat ini siocia ada dikamar
hujien, biarlah budak pergi mengundangnya datang"
setelah mengundurkan para tukang tandu dan
mempersilahkan nyonya muda itu menanti diatas loteng ia
segera berlalu.
Harus menunggu beberapa saat lamanya tanpa
pekerjaan, nyonya muda itu mulai kesal, per-lahan2 ia
bangun berdiri dan mulai memperhatikan keadaan
disekeliling tempat itu.
Ternyata ruang tersebut terbagi jadi dua. sebelah kanan
gelap dan sebelah kiri terang benderang sehingga dapat
tertampak dengan jelas dari tempat luaran, tentu saja dari
tempat luarpun dapat melihat pembaringan serta kelambu
dalam ruangan itu dengan nyata.
Per-lahan2 nyonya muda itu menghela napas panjang,
gelengkan kepala dan berpikir: "Aku Sam Kong Pak harus
menyaru tidak laki tidak perempuan macam banci. . . .aai. .
. sungguh merendahkan pamorku"
Alisnya semakin berkerut, pikirnya lebih jauh: "Lam
Kong Pak baru saja memasuki mulut macan kau sudah
tidak sabaran sebelum berangkat bukankah si sin so Cuang
Yen atau si Mahasiswa bertangan sakii sang Hong Tie telah
memesan wanti2 kepadamu: 'Dalam melaksanakan
pekerjaan ini harus mempunyai kesabaran dan bertindak
hati2 semisalnya tidak berhasil mendapatkan payung
sangkala atau ketahuan penyamaranmu, tak boleh kau
umbar emosi dengan telur membentur batu, kau harus
berusaha menyelamatkan diri dari bahaya dan
memrpertahankan hidupmu, dengan demikian barulah kita
bisa menanti kesempatan lain untuk membalaskan dendam
berdarah gurumu"
Teringat akan kematian gurunya yang amat mengerikan,
tak kuasa ia tertawa sedih, wajah yang beringas tertutup
oleh rasa sedih, pahit serta getir yang susah dilukiskan,
Lama sekali ia menanti belum juga kelihatan munculnya
siocia, tak kuasa ia mulai berjalan bolak balik disekitar
ruangan. terasa bau harum semerbak menusuk hidung.
Per-tama2 ia berjalan terlebih dahulu kehadapan cermin,
sambil memandangi perutnya yang bunting ia gelengkan
kepala dengan wajah kikuk.
sinar mata dialihkan keatas pembaringan, dimana
terderet sepasang sepatu yang kecil mungil amat menarik
hati, dalam sekejap pandangan saja dapat diduga bahwa
benda ini adalah milik siocia perkampungan tersebut.
sejak kecil ia dibesarkan oleh gurunya digunung yang
terpencil dari keramaian dunia setiap hari ia berkawan
dengan binatang dan pohon siong. setelah menjumpai
sepatu milik gadis perawan tak urung darah panas bergolak
juga.
Mendadak ia teringat kembali akan tugasnya yang berat,
air muka segera berubah serius. buru2 ia melengos dengan
sikap jauh lebih keren.
Mendadak sinar matanya terbentur dengan sebuah
lukisan gadis cantik yang tergantung diatas dinding.
"Aaaaaaah. . . ."
Dengan sempoyongan ia mundur setengah langkah
kebelakang, hampir2 tak percaya olehnya atas apa yang
dilihat didepan mata kenapa wajah perempuan ini amat
luar biasa. bagaikan bidadari turun dari kahyangan. . . .
"Aaaaaah. . . . lukisan ini tentu gambar dari wajah siocia.
tidak tersangka seorang iblis kalangan Hok-to yang berhati
keji bisa memiliki seorang puteri secantik bidadari" guman
Lam Kong Pak tak terasa.
saking terpesonanya sembari geleng kepala ia memuji
tiada hentinya. Mendadak. . . .
"Nyonya muda, cantikkah?" suara teguran yang dingin
dan hambar muncul dari depan pintu.
Dengan hati terkesiap Lam Kong Pak putar badan, ia
melepaskan tangannya yang digendongkan dibelakang
punggung.
Tampak seorang dara cantik berwajah dingin telah
berdiri didepan pintu dengan sikap angker.
Ia tertegun beberapa saat, kemudian sembari menjura
ujarnja: "Kauw Tayan siang menghunjuk hormat untuk Toa
siocia"
Nona itu dengan gunakan sepasang matanya yang jeli
memperhatikan sepasang kaki Lam Kong Pak yang segede
gayah kemudian beralih keperutnya yang bunting suatu
senyuman dingin menghiasi ujung bibirnja.
"Tak usah banyak adat" Nadanya dingin lagi hambar,
bagaikan suara yang baru muncul dari balik gudang es,
sama sekali tidak ada kehangatan ucapan sang ipar kepada
ensonya. "siapa yang suruh kau datang?"
"Cuncu muda Cioe It Tong "
"Apa maksud datang kemari? ?"
Kali ini Lam Kong Pak dibikin tertegun. "siauw-li sudah
jadi keluarga sauw cung-cu, cepat atau lampat akan masuk
kedalam perkampungan, juga kali ini sengaya aku datang
untuk menanti kelahiran bayiku dalam kampung "
Berbicara tentang kelahiran bayi, sepasang pipinya jadi
merah padam, dengan penuh rasa jengah ia menunduk.
suaranya mengecil hampir tak kedengaran.
suatu senyuman dingin kembali berkelebat diatas wajah
nona tersebut, ujarnya lagi: "Bagaimanakah wajah
engkohku? masih ingatkah kau? ?"
Lam Kong Pak merasakan hatinya tergetar keras. dengan
paksa menahan ketenangan dan pura2 menunjukkan sikap
tidak paham katanya: "siocia, apa maksudmu berkata
demikian? siauw-li sudah menjadi suami isteri dengan it
Tong, mana mungkin tidak tahu bagaimanakah wajahnya?"
"Cob terangkan "
"sungguh bahaya. . . ." seru Lam Kong Pak didalam hati,
dengan wajah serius segera ujarnya: "Kedua lembar telinga
bagaikan gayah, perawakannya pendek luar biasa. . ."
"Hanya berdasarkan data tersebut sudah cukup untuk
membuktikan dia adalah engkohku ?"
"Kurang ajar. budak ini sungguh lihay" maki pemuda
Lam Kong dalam hati, pikirnya: "sungguh bahaya, kalau
bukan si Mahasiswa bertangan sakti sang Hong Tie
melakukan pemeriksaan yang teliti diatas mayat Cioe It
Tong setelah ia membinasakan dirinya, dan tanda2
istimewa itu kuingat terus, mungkin saat ini penyaruanku
sudah ketahuan"
Dengan cepat jawabnya "Ditelapak kaki kirinya terdapat
sebuah tahi lalat merah"
Nona itu tertegun, agaknya ia merasa urusan sedikit
diluar dugaan. ujarnya kembali dengan suara hambar
"sedikitpun tidak salah, tahukah kau mengapa nonamu
menanyakan persoalan ini sampai sejelas dan secermat ini
?"
"siauw-li kurang paham"
"Kemarin dalam perkampungan kami telah kedatangan
pula sebuah tandu yang membawa seorang perempuan
bunting, ia mengaku sebagai gundik siauw cungcu, yang
mendapat perintah kembali keperkampungan untuk
melahirkan bayinya"
Mendengar ucapan itu diam2 Lam Kong merasa amat
terperanjat, pikirnya "si Mahasiswa Bertangan sakti
terdaftar diantara pemimpin tiga manusia miskin, semua
pekerjaan yang dilakukan selamanya cermat dan teliti.
rencana pembunuhan terhadap Cioe Tong yang dilakukan
kali inipun telah disusun dengan amat cermat, justeru
dengan menggunakan wataknya yang romantis dan cabul
beliau minta aku menyaru sebagai gundik Cioe It Tong
menyelundup masuk kedalam perkampungan dan berusaha
mencuri PAYUNG SANGKALA pusaka Bulim untuk
menuntut balas atas kematian guruku, tidak kusangka
ternyata ada orang yang mendahului rencana ini dengan
gunakan cara yang sama." Kembali nona itu tertawa dingin
tiada hentinya.
"Watak romantis engkohku sudah terkenal di-mana2,
siapapun tak ada yang tahu berapa perempuan yang sudah
ditidurinya, cuma, ia mengijinkan kau menantikan
kelahiran bayimu dalam perkampungan, ini menunjukkan
betapa sayangnya engkohku terhadap dirimu"
"siocia, apa yang kau ucapkan tadi belum selesai
diutarakan" seru Lam Kong Pek. "Lalu menyelidiki siauw-li
dengan begitu cermat, katanya kemarin ada seorang
perempuan bunting menyelundup masuk kedalam
perkampungan, apa maksudmu?"
sepasang mata yang jeli itu dengan cermat menyapu
sekejap perutnya yang bunting, ia tidak menjawab
pertanyaan Lam Kong Pak hanya sembari mendengus
katanya:
"setelah kau kawin selama setengah tahun dengan
engkohku, tentunya tahu akan nama nonamu bukan?"
"Aduh celaka" Tak kuasa Lam Kong Pak berseru
tertahan-
Ia sama sekali tidak menyangka perempuan ini
sedemikian lihaynya, kendati sebelum berangkat si
Mahasiswa bertangan sakti telah banyak memberitahukan
soal yang menyangkut paut muka maupun kepandaian silat
Cioe It Kang itu cungcu dari perkampungan Toa Loo san-
cung, tapi belum pernah memberitahukan nama siocia ini.
situasi makin lama makin kritis, jelas perempuan ini
Sudah menaruh curiga terhadap dirinya. diam2 ia salurkan
hawa murninya ke sepasang lengan mengadakan persiapan
lalu sambil tersenyum katanya
"siocia, kau pandai benar berguraU. mana ada enso yang
tidak kenal siapakah nama iparnya"
Diluaran ia bicara tenang, padahal hatinya gelisah
setengah mati. sepasang matanya dengan cermat menyapU
keempat penjuru.
Tujuannya menyapu keempat penjuru bukan ingin
mencari nama si nona itu dalam kamarnya, melainkan ia
berharap dalam sebuah serangan yang maha dahsyat
dengan telak akan bersarang ditubuh lawan.
Mendadak sinar matanya beralih kebagian bawah
lukisan yang tergantung diatas dinding. Tampak olehnya
bagian bawah dari lukisan intu tertera sebaris kata2 yang
bertunyi sebagai berikut, "Hasil karya sipelajar Bertangan
telengas suma Ing untuk kenang2an nona Cien cien."
Hatinya jadi kegirangan setengah mati, bagaikan
seseorang yang kehausan ditengah padang pasir dan secara
tiba2 menemukan sumber mata air saja.
Buru2 sinar matanya ditarik kembali, setelah tersenyum
ujarnya "Nona apa gunanya kau mengayak aku bergurau ?"
senyuman dingin makin menghiasi ujung bibirnya Cioe
Cien cien.
"Kalau kau tidak berhasil menyebutkan siapakah nama
nonamu, saat itulah kau tahu siapa yang sedang bergurau
dengan dirimu. . .terus terang kuberi tahu kepadamu.
siperempuan bunting yang masuk kedalam perkampungan
hari bukan lain adalah barang tiruan"
Ucapan tersebut juga sudah berada dalam dugaan Lam
Kong Pak. tapi Ia sengaya berlagak terperanjat.
"Apa?" teriaknya tertahan, "Barang tiruan? menyaru
sebagai nyonya muda?"
"sudahlah lebih baik kau jangan menimbrung ucapanku
kau masih belum mejawab pertanyaan yang nona ajukan "
"Nona cien, apa gunanya kau mem-bentak2 kata2 kasar?.
. ." jawab Lam Kong pak dengan wajah serius.
"Baru pertama kali ini siauw-li mendatangi
perkampungan Toa Loo san-cung, terhadap tempat serta
penghuni disini masih sangat mengharapkan petunjuk2 dari
Cien-moay "
Ucapannya lembut tidak. kasarpun tidak tapi dibalik
ucapan mengandung maksud yang meyakinkan, bagaikan
terhadap kecurigaan orang lain ia sama sekali tidak
memikirnya dalam hati.
cioe cien cien berseru tertahan, tak urung ia dibikin
tertegun juga. sepasang matanya yang jeli kembali beralih
keatas sepasang kaki Lam Kong Pak yang besar serta
perutnya yang bunting, suatu senyuman dingin kembali
berkelebat diatas wajahnya.
"seharusnya kau tahu apa maksud sibarang Tiruan.
menyelundup masuk kedalam perkampungan kami kemarin
hari"
Kali ini Lam Kong Pak benar2 terkesiap. dengan sekuat
tenaga ia kumpulkan semua hawa murni yang dimilikinya.
dengan sengaya menunjukkan wajah terperanjat teriaknya:
"Apa maksud dari ucapan cien-moay ini? ensomu tidak
paham "
"Heeee. . .heeee. . .heeee. . . berhubung banyak orang
menyaru sebagai perempuan bunting menyelundup masuk
kedalam perkampungan Toa Loo san cung, nonamu berani
menduga kalau engkohku kemungkinan besar sudah
menemui ajalnya"
begitu ucapan tersebut diutarakan keluar, tubuh Lam
Kong Pak bergetar keras air mukanya kontan berubah
hebat.
Cioe Cien cien tertawa dingin. "Kau jangan merasa takut
terlebih dulu, apa yang kuucapkan barusan tidak lebih
hanya merupakan dugaan dari nonamu belaka"
pada permulaan ucapan nadanya mengencang
sedangkan akhirnya makin ringan, bagaikan ia sedang
menjirat Lam Kong pak seerat-eratnya.
"Budak ini sungguh licik" maki Lam Kong Pak diam.
Diluaran sengaya ia perlihatkan wajah gelisah, serunya
"Cien-moay, maksudmu It Tong sudah menemui ajalnya ?"
Kepingin sekali ia mengucurknn air mata agar
penyaruannya bertambah sempurna tapi tangisannya tak
berhasil sesuai dengan keinginan karena Cioe It Tong
adalah seorang penjahat cabul yang sering melakukan
kejahatan, banyak perempuan2 baik yang dinodai
ditangannya.
"Heee. . .heeee. . .hecce. . .aku rasa dalam hati kau
paham sendiri bukan. . ." jengek sang gadis sambil tertawa
dingin-
"Nona apa yang kau ucapkan makin didengar semakin
membUat ensomu kebingungan" Dengan langkah Cioe
Cien cien berjalan bolak balik sambil gendong tangan- ia
tartawa ter-bahak2 sengaya menunjukkan gaya seorang
lelaki.
Cuma sayang suara tertawanya terlalu nyaring dan
merdu membuat gaya serta suaranya tidak sesuai.
Ia berjalan kedepan jendela, memandang ketempat
luaran lalu bertanya "Kandunganmu sudah berumur berapa
bulan"
"Kurang lebih tujuh bulan"
"Ada suatu perasaan tertent ?"
"sudah tentu ada, gerak geriknya tidak leluasa "
"Gerak geriknya tidak leluasa hal ini tentu saja akan
terjadi" kata Cioe Cien cien sambil angkat bahu. "Karena
secara tiba2 mendapat beban yang melelahkan tentu saja
tidak bakal bebas gerak geriknya, apa lagi setiap saat merasa
takut apabila ganjalannya jatuh atau terlepas dari
tempatnya"
sekali lagi hati Lam Kong Pak tergetar keras ia merasa
bahwa ucapan ini mengandung nada sindiran yang tajam.
terang2an ia menuduh apabila buntingannya adalah palsu,
"Aku bertanya kepadamu apakah kau mempunyai
perasaan yang lain daripada yang lain?" tanya Cioe Cien
cien lebih lanjut.
Kali ini Lam Kong Pak dibuat serba salah dia adalah
seorang pemuda belasan tahun yang tidak banyak
mengetahui pengetahuannya terutama dalam soal
kandungan perempuan, kena ditanya bagaimanakah
rasanya seseorang perempuan dalam membawa
kandungannya tentu saja ia jadi serba salah dan bungkam
dalam seribu bahasa.
sekalipun begitu, ia tak bisa bungkam diri terlalu lama,
terpaksa dengan keras kan kepala jawabnya: "Kadangkala
kepalaku terasa pening"
"Ehmmm. . . ."
Cioe Cien cien tertawa ter-bahak2 serunya "Perempuan
bunting merasa kepalanya pening, tanda2 ini jarang ditemui
pada kebanyakan wanita. mungkin badanmu terlalu
lemah?"
Lam Kiong Pak terbelalak dengan mulut melongo,
sepasang lengan disiapkan melancarkan serangan gencar.
"Jangan gugup, jangan gugup dahulu" Cioe Cien cien
dengan nada dingin- "Keadaanmu pada saat ini sudah
melanggar kebiasaan Bu lim, mudah sekali memancing
kecurigaan orang lain terhadap dirimu" .
"Apa yang kau curigai dari diriku?"
"Mencurigai kau adalah barang tiruan "
"Cien-moay. . . kau. . . " dengan terperanjat Lam Kong
Pak mundur tiga langkah kebelakang.
"Kau masih berlagak pilon? sayang kepandaian
menyarumu kurang sempurna"
Lam Kong Pak berseru kaget, sekali lagi ia mundur tiga
langkah kebelakang dengan sempoyongan, sepasang telapak
disilangkan didepan dada siap melancarkan serangan.
cioe cien cien berlagak pilon, tapi dari sikapnya yang
gagah bagaikan lelaki dapat diartikan bahwa ia sedang
bermaksudkan "sedikitpun tidak salah, dugaanku tidak
meleset dan kau adalah sebuah barang tiruan" Cioe Cien
cien tersenyum, ujarnya:
"sebelum kau menjumpai nonamu, aku telah mengetahui
kalau kau adalah barang tiruan, kemudian menyusul
kujumpai empat buah titik kelemahan yang makin
meyakinkan dugaanku" Ia merandek sejenak. ujarnya lebih
lanjut,
"Pertama. sewaktu kau duduk diluar tadi sepasang
pahamu terbentang lehar dan tanganmu garuk kepala gerak-
gerik ini sama sekali berlawanan dengan gerak-gerik
seorang wanita . . . ."
"Aaaaah sungguh aku tolol sekali" diam2 Lam Kong Pak
memaki diri sendiri, seluruh gerak gerik itu pernah
dipelajari dengan cermat, siapa nyana akhirnya ketahuan
juga oleh pihak lawan.
"Kedua sewaktu kau berjalan bolak-balik dalam kamar
nonamu tadi, sikapmu sama sekali adalah sikap seorang
lelaki. . . ."
Kembali Lam Kong pak menghela napas panjang, ia
tidak memberi komentar.
"Ketiga, waktu kau menjumpai sepasang sepatu nonamu
serta lukisan yang tergantung diatas dinding, sepasang
matamu mendelong Waiaupun biji matamu tidak
menunjukkan hawa jahat tapi bukan suatu perbuatan dari
kaum gadis"
Bicara sampai disitu senyuman yang menghiasi bibirnya
semakin menarik, bagaikan ia merasa bangga dengan hasil
penyelidikannya ini.
Merah padam selembar wajah Lam Kong pak, buru2 ia
menghindarkan diri dari bentrokan sepasang matanya.
"Keempat. sewaktu nonamu menanyakan namaku,
muncul perasaan kaget dan gugup diatas wajahmu. tanda2
ini menunjukkan akan ketidak ada persiapan dalam
menghadapi hal ini, walaupun kau sengaya bersikap tenang
tapi kepilonanmu tak akan berhasil mengelabuhi sepasang
mata nonamu. Waktu kau menemukan sebaris kata2 yang
tercantum diatas lukisan tersebut wajahmu kelihatan
kegirangan- hiii . . . hiiiii . . . hiiii. . . siapakah sebenarnya
kau?. . . ."
Berbicara sampai disitu, nada ucapannya berubah keras
dan kasar.
MENJUMPAI keadaan seperti ini Lam Long Pak tahu
usahanya menemui kegagalan total, kalau tidak cepat2
melarikan diri dari perkampungan Toa Loo san-cung
keadaannya akan berbahaya.
Ia tidak berani berayal lagi. dengan sekuat tenaga
telapaknya didorong kedepan melancarkan sebuah serangan
dengan ilmu Thian suo so.
Cioe Cien cien tertawa dingin, bukannya mundur ia
malah maju, ilmu pukulan Boe Khek Hak Hong ciang yang
paling diandalkan oleh orang2 perkampungan Toa Loo san
cung didorong keluar.
seketika itu juga angin pukulan menderu-deru, hawa
pukulan warna hitam menutupi angkasa mengurung
lambung Lam Kong Pak.
Waktu itu serangan Thian suo so yang dilancarkan Lam
Kong Pak sedang mengancam dada lawan, siapa nyana
angin pukulan hitam lawan berhasil menerobos pertahanan
tubuhnya langsung bersarang pada pinggang kiri dirinya.
Pandangan mata seketika jadi ber-kunang2 baju bagian
kirinya telah robek beberapa depa dan muncullah sebuah
celah yang panjang, benda yang tersembunyi dibalik
pakaianpun lenyap tak berbekas,
sebaliknya ditangan cioe cien cien telah-bertambah
dengan sebuah buntalan besar, waktu itu sambil tertawa
dingin ia berdiri kurang lebih tiga langkah dihadapannya.
Urusan telah berubah jadi begini ditolong pun percuma
saja sambil membentak keras Lam Kong Pak kumpulkan
seluruh tenaganya kembali mengirim sebuah serangan
dengan jurus Noe Tuo Thian sun atau Lontaran murka
Peluru langit.
Terdengar angin pukulan men-deru2 disertai sambaran
gelelek. bayangan telapak bagaikan titiran air hujan
mengincar seluruh jalan darah ditubuh lawan.
Ilmu pukulan Thian suo so adalah ilmu maha sakti hasil
ciptaan suhunya siauw Yauw sianseng, kekuatannya luar
bjasa. Walaupun cioe Cien den memiliki pengetahuan ilmu
yang luas. menghadapi keadaan seperti ini tak berani
berlaku gegabah juga.
Buru2 badannya mundur tiga langkah kebelakang
dengan nyaring ia meloloskan diri dari bahaya.
pada hari2 biasa Cioe Cien cien selalu memandang tinggi
dirinya, sekarang kena didesak mundur tiga langkah oleh
Lam Kong Pak, ia merasa terhina dan malu.
Dalam keadaan gusar badannya laksana kilat menerjang
kedepan dengan ilmu pukulan Coe Khek Hek Hong cau
sekali lagi ia mencengkeram batok kepala Lam Kong Pak.
Ketika jurus terakhir yang dilancarkan Lam Kong Pak
tidak mencapai pada sasarannya dia sudah menyadari lebih
banyak bahaya dari keuntungan, sebelum pemuda ini
merasakan sesuatu tahu2 angin cengkeraman lawan yang
dingin meresap tulang sudah berada setengah depa diatas
batok kepalanya.
Dalam keadaan gawat, bukannya menghindar atau
berkelit dengan jurus Jiei Gwat Lok suo atau Matahari
Rembulan bagaikan senjata ia hajar jalan darah Cian cing
Hiat diatas puncak Cioe Cien cien.
serangan ini merupakan sebuah serangan adu jiwa yang
amat berbahaya tapi Cioe Cien Cien mana mau
mengorbankan jiwanya untuk mengiringi pemuda ini.
Dengan ringan dan sebat ia berkelebat kesamping
meloloskan diri dari datangnya serangan itu, dengan
gerakan mencengkeram yang tidak berubah ia cengkeram
rambut palsu yang dikenakan diatas kepala Lam Kong Pak
kemudian badannya mundur lima langkah kebelakang
sambil tertawa dingin tiada hentinya. "Aaaaah. . . ."
Jeritan kaget yang terdengar saat ini bukan meluncur dari
mulut Lam Kong pak.
melainkan cioe Cien cien yang berhasil merebut
kedudukan diatas angin-
Karena dengan terlepasnya rambut paisu tersebut maka
pulihlah wajahnya yang asli.
Hidung yang mancung dengan mata yang bening serta
badan yang kekar benar2 tampang seorang pemuda
ganteng. Tapi alisnya saat ini penuh diliputi napsu
membunuh membuat Cioe Cien cien yang melihat merasa
hatinya bergidik,
Usia gadis she Cioe baru tujuh belas tahun entah berapa
banyak pemuda ganteng yang telah ditemui tapi kalau
dibandingkan dengan Lam Kong pak baik raut muka
maupun bentuk badannya tak ada yang bisa menangkan
pemuda ini. Inilah suatu keistitrewaan dari Lam Kong Pak.
Dalam sekejap mata itulah bayangan Lam Kong Pak
memenuhi seluruh benaknya, sikap yang agung serta wajah
yang tampan melumerkan hati kegadisannya. . . . "siiii. . .
siapa. . . siapa sebenarnya kau ?"
sang nona yang berwajah cantik dengan sikap yang
dingin dan berlagak seorang lelaki ini mulai dibuat berdebar
hatinya oleh kegantengan sang pemuda dihadapannya, ia
mulai dibikin terpesona.
sejak pakaian perempuan yang dikenakan kena disambar
robekoleh pihak lawan, Lam Kong Pak telah melemparkan
potongan gaun tersebut kesamping, saat ini jawabnya
dengan nada dingini "Tahu atau tidak tahu sama saja
bagimu. Lebih baik tak usah banyak bicara."
sejak kecil Cioe Cien cien sudah terbiasa dimanja, dalam
perkampungan Toa Loo san cung apa yang diucapkan tidak
pernah dibantah bahkan cungcu serta Hujien sendiripun
mengalah tiga bagian kepadanya.
Tidak nyana pada saat ini seorang pemuda yang
memiliki kepandaian silat biasa saja berani bersikap begitu
kurang ajar terhadap dirinya,
Air muka gadis ini kontan berubah hijau membesi saking
mendongkolnya, dengan suara keras ia membentak "Kau
anggap masih bisa meninggalkan perkampungan Toa Loo
san cung dalam keadaan hidup2?"
"soal ini adalah urusan cayhe, usah ikut campur"
"Hiiii. . .hiii. . . hiiiiii. . . ." cioe cien cien tertawa
cekikikan, sepasang matanya yang jeli berkelebat tiada
hentinya diatas selembar wajah Lam Kong Pak, sepasang
sinar mata tersebut jauh lebih tajam dari sepasang golok
tajam, semisalnya ia dapat membunuh orang dengan
pandangannya, maka pada saat ini Lam Kong Pak sudah
mati dan badannya hancur lebur.
Asal usul Lam Kong Pak tidak jelas, siapakah orang tua
sendiri ia juga tidak tahu sejak kecil ia dipelihara oleh
gurunya 'siauw Yauw sianseng' setiap kali ia menanyakan
asal usulnya setiap kali pula gurunya mengatakan bahwa
waktunya belum tiba, hal ini mengakibatkan terpeliharanya
sebuah watak yang dingin kaku dan suka menyendiri dalam
sifat pemuda ini.
Kematian gurunya secara mengerikan membuat
satu2nya orang yang paling dicintai dalam kolong langit
ikut lenyap. hal ini menimbulkan hawa dendam yang ber-
kobar2 dalam hatinya, untuk membalaskan dendam sakit
hati gurunya, soal mati atau hidup baginya sudah
disingkirkan jauh2 dari dalam benak.
sambil melototi Cioe Cien cien tanpa menunjukkan
sedikitpun rasa jeri, ia perhatikan sepasang mata lawan
tajam2.
"Aaaaai. . ." inilah suatu helaan napas yang penuh
mengandung kegusaran, apa boleh buat serta rasa sedih,
Tetapi bagaimana pun juga dia adalah seorang nona
yang berperasaan halus, walaupun ia merasa tidak dapat
menahan sabar tapi dihadapan Lam Kong pak gadis ini tak
berani bertindak liar, hal ini semakin menekan perasaannya.
Lama kelamaan ia tak dapat menahan diri lagi, sambil
kertak gigi pergelangan tangannya diluruskan kedepan, dari
balik gaun meluncurlah lima gulung hawa hitam yang
meluncur keluar dengan disertai desiran angin tajam.
pada saat kelima gulung hawa pukulan tersebut hampir
mencapai tubuh Lam Kong pak. segulung hawa dingin
yang menggidikkan serta menyesakkan napas menekan
keluar sedahsyatnya membuat pemuda itu merasa
badannya merinding.
Merasakan datangnya serangan amat dahsyat dan
Pemuda itu merasa dirinya tak bakal sanggup menahan
datangnya hantaman tersebut, dengan wataknya yang keras
kepala ia segera kumpulkan seluruh tenaga yang
dimilikinya mengirim sebuah pukulan dengan ilmu pukulan
Thian suo so menyambut kedatangan serangan lawan-
"Braaaaak. . . ." badan Lam Kong Pak kena terpukul mental
keluar pintu.
Cioe Cien cien segera meluruskan sepasang lengannya
kedepan, satu mencengkeram yang lain mengisap. sepuluh
gulung tenaga hisapan yang maha dahsyat segera menyedot
kembali badan Lam Kong Pak yang terpental keluar itu
sehingga menerjang kearah dadanya,
Cioe Cien cien sama sekali tidak menyangka diperut
Lam Kong pak telah terluka parah, sikutnya dengan cepat
bekerja keras mengisap badan lawan semakin kencang.
Dengan demikian tenaga luncuran Lam Kong Pak
kearahnya semakin hebat lagi. . . sepasang telapak yang
terhisap dengan tanpa disadari telah menekan diatas kedua
bukit venusnya keras2.
"Aaaaah. . . ." jeritan kaget bergema memenuhi angkasa.
Bagaikan terpagut ular cioe cien cien mencak2, seluruh
badannya gemetar keras. tak tahan lagi telapak tangannya
diayun memerseni beberapa buah tamparan keatas pipi
pemuda itu.
"Plaaaak ....Ploook ..." dengan sempoyongan Lam Kong
pak mundur lima langkah kebelakang, darah segar
mengucur keluar membasahi ujung bibirnya. "Kau. . . kau .
...kau manusia cabul. . . ."
Lam Kong Pak yang merasa dirinya bukan saja telah
disiksa bahkan dihina habis2an. rasa gusar tak terbendung
lagi. iapun berteriak keras "sauw-ya akan adu jiwa dengan
dirimu . . ."
Bersamaan dengan suara bentakan keras ia menubruk
kedepan.
"Hmmm tak kusangka dikolong langit ada manusia tolol
macam kau, selelah menghina seorang gadis dari malu jadi
gusar."
semakin bicara ia semakin gusar, sambil mendengus
dingin ilmu pukulan Boe Khek Hek Hong Cu nya sekali lagi
dilancarkan-segulung hawa pukulan berwarna hitam
bagaikan seekor ular beracun mengancam dada pemuda
she- Lam itu.
Ditengah suara dengusan berat, Lam Kong pak muntah
darah segar, badannya dengan mendatar melayang keluar
dan tidak menlenceng tepat terjatuh diatas pembaringan
berkelambu sutera itu.
seketika seluruh seprei dan kelambu pembaringan itu
berpelepotan darah segar.
Cioe Cien cien tertegun, ia merasa hatinya sangat tidak
enak membuat ia jadi ragu2 bercampur menyesal.
SEBELUM ia maju untuk memeriksa keadaan luka
pemuda itu, Lam Kong dengan susah payah telah
merangkaK bangun- sambil mengusap darah yang
mengotori ujung bibirnya ia kumpulkan sisa tenaga
mengirim sebuah babatan kearah Cioe cjen cien-
Beberapa kali kena didesak Cioe Cien cien dibikin gusar
juga, sepasang ujung baju ber-sama2 diayun kedepan-
sekali lagi Lam Kong Pak terpental balik keatas
pembaringan, setelah kelejotan beberapa kali badannya tak
berkutik lagi.
Ia menghela napas sedih, kejadian ini belum pernah
terjadi sejak dahulu kala dan mengapa ini hari bisa terjadi
macam begini? ia sendiripun tidak tahu,
Ia berjalan kesamping pembaringan memeriksa urat
nadinya dan segera diketahui walaupun terluka tadi tidak
begitu parah.
Mendadak Lam Kong Pak membentak keras, sambil
meloncat bangun telapak tangannya dihantam lagi kedepan
tepat bersarang diatas buah dada sebelah kirinya.
Bersamaan dengan itupula ia merangkak bangun- "Mari.
. .mari. . .mari. aku akan mengadu jiwa. . .dee. . . dengan
kau. . . ." bentaknya. sekali lagi ia menubruk kearah Cioe
Cien cien,
Dengan perasaan sedih dan menyesal gadis ini
mencengkeram urat nadi Lam Kong Pak kemudian sekalian
menotok jalan darah kaku serta bisunya, dan meletakkan
badannya keatas pembaringan.
"Bagaimana sekarang??" terdengar gadis itu bergumam.
"Dengan menempuh bahaya menyelundup masuk
kedalam perkampungan Toa Loo san-cung, jelas ia
membawa maksud tidak baik dan harus diserahkan kepada
Tia untuk dijatuhi hukuman "
Tapi, sewaktu sinar matanya terbentur dengan selembar
wajah Lam Kong Pak yang tampan, hatinya jadi lembut
kembali.
Matanya terpejam rapat2, alisnya melentik dengan
hidung yang mancung, inilah wajah seorang pemuda
ganteng.
suatu senyuman getir menghiasi ujung bibir Cioe Cien
Cien, gumamnya seorang diri "Manusia bodoh. mungkin
pada penjelmaan dulu aku Cioe Cien cien banyak
berhutang budi kepadamu, Aaaaai . .kau. . ..kau suruh aku
berbuat bagaimana?"
Dari sakunya ia mengambil keluar secarik sapu tangan
dan mengusap kering darah yang menodai ujung bibirnya,
sedang tangan yang lain tanpa terasa sudah membelai
wajahnya yang tampan-Mendadak. . . .
"ToA CI, apakah kau berada diatas loteng. . ." terdengar
teriakan seseorang berkumandang dari bawah loteng.
Cioe cien cien terperanjat, iajadi gugup, buru2
dipungutnya rambut palsu yang menggeletak diatas tanah
untuk dikenakan kembali diatas Kepala Lam Kong pak
kemudian menutupi badannya dengan selimut.
setelah semuanya selesai ia menghembuskan napas
panjang, dan berdiri didepan pintu dengan berlagak
memikirkan sesuatu.
Tooook. . , toook ... toookk .... seorang dara muda
muncul dari ujung tanaga. Gadis ini berusia lima, enam
belas tahunan kecantikannya tidak berada dibawah
kecantikan cioe Cien cien hanya saja sikapnya jauh lebih
lembut dan kalem, sifat ke-kanak2annya belum hilang. jauh
berbeda dengan sikap gagah dari Cioe Cien cien, "Cici, apa
kerjamu bersembunyi diatas loteng? ?"
Ucapan ini merupakan suatu pertanyaan yang sangat
umum. tapi bagi Cioe Cien Cien yang menyembunyikan
sesuatu dalam hatinya segera merasa sangat tertusuk
perasaannya. "Eeeeeei.... cici air mukamu sedikit tidak
beres"
Cioe Cien Cien terkesiap. hampir2 saja keringat dingin
mengucur keluar membasahi seluruh tubuhnya, saat ini ia
merasa benci terhadap diri sendiri mengapa berbuat keji
terhadap pemuda itu.
setelah berusaha menenangkan hatinya ia menjawab: "Ih
Boen, maukah kau jangan berbuat begitu? masa dengan aku
pun kau menaruh curiga?"
Walaupun cioe Ih Boen bukan dilahirkan seibu dengan
cioe Cien cien, tapi hubungan mereka sangat erat.
pada saat itu Cioe Ih Boen telah masuk kedalam kamar,
terdengar ia berseru kaget, Eeeeei . . . cici. siapa yang ada
diatas pembaringanmu? kenapa badannya berpelepotan
darah?"
Pada hari2 biasa bukan saja Cioe Cien Cien pandai
bicara bahkan sikapnya amat tenang. lain halnya pada saat
ini. karena soal Lam Kong pak seorang hatinya jadi kacau
balau. lama sekali ia berdiri tertegun.
"Aaaaaai. . . ." akhirnya ia menghela napas panjang.
"Kesemuanya tidak lain disebabkan oleh enso kita yang
baru ini"
"Apakah dia adalah nyonya muda yang pulang kampung
untuk menantikan kelahiran bayinya itu ?" tanya Cioe Ih
Boen sambil membelalakan matanya bulat2. "Ehmmmm. .
."
"Mengapa ia berbaring diatas pembaringan cici?"
"Badannya kurang enak"
"Aku dengar ia sedang bunting ?"
"Moay-moay, kenapa kau berlagak begitu bodoh, kalau
tidak bunting apa gunanya dia pulang kekampung untuk
menantikan kelahiran bayinya? Aaaaaii. . . engkoh kita
memang kebangetan. setiap harinya main Perempuan di
tempat luaran, kalau demikian terus menerus entah apa
jadinya nanti?"
Per-lahan2 cioe Ih Boen berjalan mendekati kesisi
pembaringan-
" Nyonya muda ini patut dikasihani" katanya. "Mengapa
ia begitu sudi kawin dengan manusia macam koko Aaaaai
..... dengan demikian seluruh penghidupannya telah habis"
Mendadak ia menuding kearah buntalan besar dan serunya^
"cici, benda apakah itu?"
seluruh tubuh Cioe Cien cien tergetar keras, dengan
gelagapan jawabnya^ "Ini. . . ini. . , adalah cici punya . . ."
"Tidak mungkin-" tukas Cioe Ih Boen dengan cepat.
"Aku belum pernah melihat cici memiliki buntalan macam
ini"
"Bukan. . . . bukan . . . buntalan itu adalah pakaian yang
dibawa enso kita yang. . .."
"cici" tiba Cioe Ih Boen melirik sekejap kearah Cioe Cien
cien- "Mengapa sikapmu ini hari rada sedikit luar biasa?"
"setan cilik, bukankah encimu masih seperti sedia kala?"
"Aku lihat kau bicara tidak teratur dan sikapmu amat
gugup. dia sama sekali berbeda dengan keterbukaanmu
pada hari2 biasa"
"see . , .semuanya ini tidak lain dikarenakan ensomu
yang baru ini"
"Eeeei. . . , bukankah ia sudah bunting enam, tujuh
bulan? mengapa perutnya tidak kelihatan membesar?"
Bicara sampai disitu. tak tertahan legi sigadis cilik ini
menundukkan kepalanya rendah2 merah padam selembar
wajahnya dan sikapnya kelihatan amat jengah,
"Aduuuuh celaka" pikir Cioe Cien cien dalam hati.
"Untung sekali yang bertanya adalah seorang bocah yang
belum tahu urusan- kalau berganti dengan seseorang yang
berpengalaman, mungkin kesemuanya ini sudah terbongkar
sejak tadi."
Per-lahan2 ia menghela napas panjang. "Moay2 hampir2
saja enci berbuat kesalahan besar dan menyesal sepanjang
masa"
Mendengar apa yang diucapkan tidak mirip suatu
jawaban, cioe Ih Boen dibikin kebingungan.
"Enci. kau sudah berbuat kesalahan apa?"
"Karena kemArin dalam perkampungan kita kedatangan
pula musuh yang menyaru sebagai enso kita yang baru
maka terhadap nyonya muda ini pun aku menaruh rasa
curiga, karena itu enci telah turun tangan menjajal. . . ."
"Dan ia bukan tandinganmu?"
"Tidak. ia sama sekali tak dapat bermain silat,"
"Aaaaah . . . maka dari itu ia kau lukai? tidak aneh kalau
dibawah pembaringan penuh berpelepotan darah."
"sungguh berbahaya" kembali Cioe Cien cien berseru
dalam hatinya.
"Kalau cuma terluka saja itu sih suatu urusan kecil yang
paling kusesali adalah. . ."
Mendadak gadis ini menangis, air mata jatuh bercucuran
dengan amat derasnya, Ia tidak terbiasa ber-pura2, tapi
tangisnya kali ini justru karena teringat olehnya akan luka
dalam yang amat parah dari Lam Kong Pak.
Cioe Ih Boen adalah seorang gadis cilik, tentu saja ia tak
akan tahu apa yang sebenarnya telah terjadi.
"cici. cepat katakan- apa yang menyebabkan kau
menyesal . . . ."
"Kurang sedikit saja aku menimbulkan kematian sesosok
badan dengan dua lembar jiwa, ia. . . . kandungannya telah
gugur. . . ." Aaaah, . . "
Cioe Ih Boen menjerit kaget, dia adalah seorang nona
berusia lima, enam belas tahunan, berhadapan urusan ini
dikatakan paham tidak mengerti, kalau dikata tidak
mengerti tahu se-dikit2 apa yang diketahuinya sebagai
kandungan yang gugur adalah suatu peristiwa yang sangat
berbahaya dan amat menderita.
Timbulah rasa simpatik dan iba dalam hatinya.
tangannya bergerak hendak menyingkap selimut yang
menutupi tubuh Lam Kong Pek.
"Biarlah siauw-moay periksa sebentar keadaan dari enso
kita yang patut dikasihani ini. . . ."
Cioe Cien cien jadi gugup hampir saja ia meloncat
keatas. dengan cepat ia cengkeram tangan cioe Ih Boen
erat2,
"Moay2. . . kandungannya barusan gugur jangan
dipegang,"
Cioe Ih Boen kelihatan agak tertegun, kemudian
serunya: "Enci apa perlunya kau gugup macam begitu,
macam moay-moaymu ingin merebut sebuah benda
berharga saja"
Hati Cioe Cien Cien tergetar keras, ia mengerti apa
diucapkan adiknya tidak mengandung maksud tertentu. jika
bergarti orang lain mungkin ia sudah turun tangan keji.
"Enci kau gemetar "
"Tidak ...... Aaaaaaii enci merasa amat menyesal"
Benar. apa yang diucapkan sedekitpun tidak salah hanya
saja Cioe Ih Boen tidak ngerti apa yang sedang ia
maksudkan.
"Enci ini hari seluruh anggota perkampungan sedang
repot sekali, barusan mama tanyakan dirimu"
"Moay-moay. kata kan kepada mama bahwa aku harus
menemani enso kita disini. nanti malam akupasti akan
menemani Tia serta mama"
Menanti Cioe Ih Boen telah berlalu, Cioe Cien Cien
jatuhkan diri terduduk disisi pembaringan, memandang
wajah Lam Kong Pak yang menggeletak diatas
pembaringan hatinya merasa risau.
Inilah yang dinamakan 'cinta atau benci' Lama sekali ia
duduk ter-mangu2 akhirnya gadis ini ambil keputusan- ia
harus menyembuhkan dulu luka yang diderita Lam Kong
pak.
Kurang lebih satujam kemudian per-lahan2 Kong Pak
tersadar kembali dari pingsannya, setelah dilihatnya apa
yang terlihat didepan mata ia jadi keheranan-
Tak tersangka olehnya bahwa sang gadis yang melukai
dirinya sekarang malah turun tangan sendiri
menyembuhkan lukanya.

SETELAH otaknya jadi dingin kembali pikirnya "Demi


asal usulku yang tidak jelas serta dendam perguruan yang
sedalam lautan terpaksa aku harus menerima budi dari
seorang wanita"
Berpikir sampai disitu, hawa murninya segera disalurkan
mengelilingi seluruh badan-satu jam kembali berlalu, hari
semakin sore dan saat itulah semadinya baru selesai.
seluruh badan cioe cien cien telah basah kuyup oleh
keringat, wajahnya kucel dan kelihatan letih sekali. ketika
itu ia sedang mengatur pernapasan-
Kurang lebih setengah jam kemudian, cioe Cien cien
baru selesai bersemedi. Lam Kong Pak bangun berdiri
menjura kearah gadis tersebut. "Terima kasih atas budi
pertolongan sio-cia"
Cioe Cien cien melirik sekejap kearahnya, turun diri
pembaringan dan membereskan rambutnya didepan cermin.
terhadap diri pemuda tersebut ia sama sekali tidak ambil
gubris.
"Mungkin ia sedang marah karena aku telah mengotori
pembaringannya?. . ." Pikir pemuda itu kemudian-
sekali lagi ia menjura penuh rasa hormat, "siocia, terima
kasih atas pertolonganmu"
"Tidak berani. janganiah merasa terima kasih kepada
nonamu setelah ada maksud mengadu jiwa "
Mendengar sindiran itu merah padam selembar wajah
Lam Kong pak.
" Untuk beberapa saat Lam Kong Pak besikap ceroboh,
harap siocia suka memaafkan kekasaranku."
"Apa? kau bernama Lam Kong Pak?"
"Tidak salah "
"Apa hubunganmu dengan sitetamu angin dan geledek
Lam Kong Liuw ?"
"Aku tidak kenal dengan Lam Kong Liuw"
"suhumu adalah. . . ."
"si siauw Yauw sianseng, Lu Ih Beng"
"Aaaaah. . . aku dengar Lu Ih Beng sudah kena dicelakai
orang"
Dari sepasang mata Lam Kong Pak segera memancarkan
cahaya yang menggidikkan.
"sedikitpun tidak salah" sahutnya tajam, "Justru karena.
inilah cayhe datang kemari"
" Apakah ayahku terikat permusuhan dengan dirimu?"
tanya Cioe Cien cien Kelihatan sedih.
"Tidak ada"
"Engkohku ada ikatan permusuhan dengan kau?"
"juga. tidak ada"
"Lalu tujuanmu datang kemari adalah. . . ."
"Maaf tak dapat kuutarakan"
Sepasang biji mata cioe cien cien yang jeli ber-putar2,
kemudian dengan nada dingin sahutnya: "Hmm sekalipun
kau tidak bicara, aku pun sudah tahu. kedatanganmu tentu
disebabkan oleh Payung sangkala. bukan begitu?"
"Kau. . .kau. . . bagaimana bisa tahu?"
"Padahal jago yang mengincar payung Sangkala bukan
cuma kau seorang, kemarin saja orang yang menyaru
sebagai nyonya muda pun bertujuan hendak mencuri
payung sangkala akhirnya ia mati ditangan ayahku"
"Jadi payung sangkala benar2 berada ditangan ayahmu?"
"Mungkin tak bisa salah lagi"
"cayhe tidak sayang untuk mengorbankan siapa pun- aku
bersumpah pasti akan mendapatkan pusaka ini"
"Dengan andalkan sedikit kepandaianmu kau masih
ingin mengincar payung sangkala?"
"Tidak salah, disamping kepandaian silat aku ingin
mengandalkan juga kecerdikan-"
"Hiiiii....hiiii. . . lebih baik jangan mengungkap soal
kecerdikan lagi"
"Apa maksudmu berkata demikian? ?"
"Tidak sesuai untuk membicarakan soal kecerdikan"
"Oooouw ... jadi kau merasa tidak puas?"
"Tentu saja tidak puas" sahut cioe cien cien dengan bibir
Cemberut. "Kalau kau punya kecerdikan, tidak mungkin
semua rahasia bisa konangan hanya dalam setengah hari
belaka"
"Hal ini hanya bisa dikatakan cayhe tidak becus"
"sekalipun seseorang memiliki kecerdikan, apabila
saatnya tidak baik semua penyamaran bakal ketahuan juga.
kendati tak ada barang tiruan yang mengacaukan
rencanamu kemarin hari kau pun tak bakal lolos dari
ketajaman sepasang mata nonamu "
"Hmmm penyakitmu yang terbesar adalah terlalu
percaya pada diri sendiri, kalau kau berdiri pada sisiku
mungkin akupun tidak memadai "
"Sudan, sudahlah, kita tak usah membicarakan soal ini
lagi" potong gadis she-Cioe itu sambil ulapkan tanganya,
"Aku ingin bertanya kepadamu. kau ingin menggunakan
Cara apa untuk mendapatkan payung sangkala tersebut?"
"soal ini tergantung apakah kau bisa menyimpan rahasia
dari cayhe atau tidak"
"Kau anggap nonamu bisa melaporkan rahasia ini
kepada Tia ?"
"Menurut keadaan seharusnya hal ini kemungkinan
besar bisa terjadi"
"salah, salah besar. tolol. aku hendak membantu dirimu"
"Apa kau berani memusuhi ayahmu dan bersekongkol
dengan orang luar?"
Dengan pandangan penuh arti Cioe Cien cien melirik
sekejap kearah pemuda itu kalau saja sang pemuda sedikit
punya pengalaman maka ia bakal menemukan apabila
dibalik pandangan matanya tersembunyi suatu perasaan
cinta yang amat mendalam. sayang. pemuda Lam Kong
tidak menemukan hal tersebut.
Terdengar cioe Cien cien menghela napas panjang. Cepat
kenakan rambut palsumu. dan aku akan carikan
seperangkat pakaian untukmu. . . ."
"Apa? kau hendak suruh aku menyaru sebagai
perempuan lagi?"
" Kalau ingin memperoleh Payung sangkala harus
berusaha tetap tinggal dalam perkampungan selama
mungkin, dan kalau ingin tetap berdiam disini kau harus
menyaru sebagai wanita. bila sampai ketahuan orang lain
kau suruh aku bagaimana menjumpai orang?"
"Tapi aku rasa kau tidak terlalu mementingkan akan hal
ini"
"Kau ....kau pingin mati?" seru Cioe Ciencien sambil
menuding hidungnya.
"sekarang sih masih belum pengin mati. padahal kau
sama sekali tidak mirip perempuan, kau lebih mirip seorang
lelaki."
Cioe cien cien cemberut, sambii kertak gigi dan
menuding jidat pemuda itu serunya: "selama hidup baru
pertama kali ini aku tunduk pada orang lain"
"Aku harap orang itu bukan aku" sambung Lam Kong
Pak dengan cepat sambil nyengir. "Lebih baik kau jangan
cari2 dengan aku lagi. aku bisa cabut nyawamu"
"Cayhe percaya kau tidak bakal punya kaberanian itu"
"Manusia goblok" akhirnya Cioe Cien Cien berseru.
"sudahlah, aku mengaku kalah . . . Ayoh cepat kenakan
rambut palsumu dan ganti dengan pakaian ini. Ingat selama
berada dihadapan orang lain kurangilah bicara. semua
urusan serahkan kepadaku"
setelah semuanya dikenakan. Lam Kong Pak berkata
kembali: "Aku rasa ada satu persoalan kau tak bisa
membantu diriku"
"Urusan apa?"
"Payung sangkala"
"soal ini aku harus lihat dulu bagaimanakah sikapmu "
"sikapku terhadap kau tidak jelek "
"soal yang mana kau pernah bersikap baik kepadaku?"
"Asal kau bisa bantu aku mendapatkan payung sangkala
untuk membalaskan dendam guruku. selama hidup aku tak
akan melupakan dirimu."
Dengan sedih Cioe Cien cien menghela napas panjang.
dengan wajah sedih gumamnya "semoga apa yang kau
ucapkan benar2 sealu. aku akan menanti dirimu."
"Mengapa kau hendak menanti diriku? Cepat atau
lambat bukankah siocia harus kawin?" tanya sang pemuda
tertegun.
Dengan gemas Cioe Cien cien melototi wajah sang
pemuda, teriaknya: "orang bodoh. kau benar2 tidak
mengerti ataukah ber-pura2 tidak tahu ?"
"Eeeeei kenapa kau maki aku orang bodoh. aku lihat kau
baru makhluk aneh yang tidak laki juga tidak perempuan-"
Gadis itu menghela napas sedih.
"Aku harap kau jangan melupakan diriku karena selama
hidup aku tak akan kawin dengan orang lain"
"Apa?" sekali lagi Lam Kong Pak tertegun "tidak ingin
kawin dengan orang lain? kalau begitu kau ingin jadi
Nikouw?"
"Asal kau jadi hweesio, tentu saja aku jadi Nikouw "
"waaaa ....waaaa. . . dendam suhu belum dibalas, asal-
usulku belum terang. mana boleh jadi hweesio dan nikouw
tak bisa hidup dalam satu kuil"
Ucapan ini membuat Cioe cien cien mendongkol, air
mukanya berubah hebat, kegagahannya pada hari2 biasa
lenyap tak berbekas dihadapan Lam Kong pak.
"Ploook. . ." tahu2 Lam Kong Pak ditampar sekali oleh
gadis itu Kena ditampar sang pemuda jadi gusar.
"Eeei. . . kau berani memukul orang kau . . . kau lebih
mirip. . . ."
"Tidak salah, aku lebih mirip makluk aneh paling sedikit
engkohku pernah memaki demikian dibelakangku. tapi ia
tak akan memaki dihadapannku" tukas sang gadis dengan
nada gemas. "Tidak kusangka hari ini aku harus jatuh
kecudang ditanganmu Aaaai. . . . mari kita bersantap.
setelah itu harus memberi selamat kepada Tia"
Ia memerintahkan dayanya untuk mengantar makanan
kekamar, setelah menutup pintu ia persilahkan Lam Kong
Pak bersantap.
Dasar perut sudah lapar, tanpa sungkan pemuda itu
melahap seluruh masakan dengan begitu bernapsu, dalam
sekejap mata semua santapan telah habis berpindah tempat.
Melihat cara yang rakus dari sang pemuda, Cioe Cien cien
tertawa geli.
"Eeeei . . .kalau makan sedikit sopan, makinya. Mana
ada nyonya muda bersantap dengan cara begitu kasar ?"
"Aaaah . . . sudah bosan aku jadi nyonya muda. aku
ingin tanya kepadamu. kau hendak gunakan cara apa untuk
menghadap ayahmu?"
"Bukannya mencari gara2, tapi demi kebaikannya "
"Demi kebaikannya? bantu orang luaran curi payung
sangkala apakah tindakan ini demi kebaikannya?"
"Apa yang kau ketahui? nama besar ayahku tercantum
sebagai pemimpin empat manusia aneh, kepandaian
silatnya berada dibawah simajikan pemilik pegadaian Bu-
lim. sedang apakah simajikan pemilik pegadaian Bu-lim bila
menerima serangan gabungan ayah ibuku hal ini masih
merupakan satu persoalan "
"Apa? ibumu juga bisa bersilat ?"
"Bukan saja bisa bahkan ilmu pukulannya 'Tong Thian It
Coesiang' yang dimilikinya jauh berada diatas ilmu
cengkeraman Boe Khek Hek Hong Cau ayahku. oleh
karena itu kendati orang tuaku tidak memiliki payung
sangkala pun tak akan jeri terhadap majikan pegadaian Bu-
lim, apa lagi menyimpan barang pusaka mendatangkan
bencana. selama benda tersebut berada ditangan ayahku
maka keselamatan orang tuaku bakal terancam."
"Jikalau begitu. asal benda itu telah berada ditangan
cayhe maka orang tuamu tak ada bahaya lagi"
Watak Lam Kong Pak jujur, ia tidak tabu bahwa alasan
yang diutarakan gadis she-cioe barusan tidak lebih hanya
ingin memenuhi harapannya saja, padahal asalkan benda
pusaka ini lenyap maka dunia persilatan akan gempar dan
pencarian besar2an pasti akan dilakukan. Hanya saja Lam
Kong Pak tidak berpikir sampai disitu.
Terdengar Cioe Cien Cien berkata lagi "setelah kau
dapatkan benda pusaka ini, tentu saja tak akan berbahaya,
karena pertama. kau tidak bernama siapa yang percaya kau
bisa peroleh pusaka ini. Kedua. setelah mendapatkan
barang tersebut kau pasti akan mencari suatu tempat yang
tersembunyi untuk berlatih coba pikirlah dari mana bisa
datang mara bahaya ?"
"setelah ayahmu mendapatkan barang pusaka tersebut,
mengapa ia tidak menyelidiki ilmu silat yang tertera diatas
benda tersebut?" tiba2 Lam Kong Pak bertanya dengan
nada kurang paham,
"Bagaimana kau tahu kalau mereka tidak
mempelajarinya?" Mendadak Lam Kong Pak
mencengkeram sepasang lengan gadis itu dan
menggoyangkan berulang kali, dangan nada terharu
serunya: "Kau benar2 bisa bantu aku mendapatkan Payung
sangkala itu ?"
Terhadap tindakan yang kasar dari sang pemuda,
bukannya marah Cioe Cien cien malah merasa kegirangan
setengah mati.
Ia merasa tindakan kasar barulah merupakan tindakan
seorang lelaki sejati, justru perbuatannya ini mendatangkan
rasa tenteram bagi dirinya.
sudah tentu ia tidak akan paham, Mengapa manusia
cerdik macam Lam Kong Pak setelah hidup tujuh belas
tahun masih belum tahu juga akan soal percintaan.
Keadaan yang sebenarnya, sejak kecil ia mengikuti
gurunya hidup ditengah gunung yang sunyi, setiap hari
hanya berkawan dengan pohon dan binatang,jangan
dikatakan kawan perempuan sekalipun kawan lelakipun
hanya gurunya seorang.
Tercium bau lelaki yang merangsang dan merasakan
pula kekekaran badannya, Cioe Cien Cien mulai terdorong
oleh hawa napsu, bagaikan seekor kambing ia pejamkan
matanya dan mengangkat bibirnya yang kecil ke atas.
Lam Kong Pak pun dibikin terpesona, ia merasa
pinggangnya yang ramping dan mulus walaupun sedikit
kekurusan tapi wajahnya yang ayu dan menarik sangat
memikat hati.
= = (halaman hilang) = =
"Apa? kau hendak pergi ?" seru Cioe Cien cien sangat
terperanjat hatinya bagaikan disiram dengan segentong air
dingin.
"Benar. aku hendak pergi. . . cuma. . . cuma. . . " untuk
beberapa saat ia dibikin gelagapan.
"Cuma. . . aku berharap kau bisa berpikir sedikit lebih
terbuka. jangan terlalu mengikuti napsu sendiri" kata Lam
Kong Pak dengan nada menyesal.
Ucapan ini membuat Cioe Cien cien jadi kebingungan, ia
tidak mengerti apa yang sedang dimaksudkan pemuda
tersebut. "Kenapa aku jangan mengikuti napsu sendiri ?"
"Aku tahu aku telah berbuat salah. apakah kau tidak
ingin memaafkan diriku? Aku tidak bermaksud berbuat
begitu"
Cioe Cien cien dibikin semakin keheranan lagi, sambil
gelengkan kepala ia menghela napas panjang.
"Kau telah berbuat kesalahan apa ?"
"Walaupun sejak kecil cayhe dibesarkan ditengah
pegunungan yang sunyi dan terpencil dari keramaian dunia,
tapi banyak sudah kitab serta ajaran2 Nabi yang kubaca,
dan kuketahui bahwa berbuat sesuatu dengan memaksa
tanpa minta ijin terlebih dahulu dari siempunya adalah
suatu perbuatan yang salah. . .tadi. . .tadi. . .aku. . .aku
telah mencium dirimu. . .hal ini . , ."
Watak Lam Kong Pak yang ke-kanak2an serta berhati
jujur semakin memabokkan cioe Cien Cien dalam dunia
asmara. ia percaya lelaki macam inilah baru sesuai untuk
dijadikan suaminya.
Dengan gemas ia melirik Sekejap kearah Lam Kong Pak.
kemudian sambil berjalan mendekati pemuda itu ujarnya
halus:
"ORANG bodoh, kau benar2 kutu buku cinta kasih laki
perempuan timbul dalam pikiran yang suci. bahkan para
Nabi pernah mengatakan pula. Cinta yang muncul dari
pikiran yang bersih, itu sopan. asalkan percintaan kita
dijalankan menurut aturan dan tidak ugal2an. apa yang
perlu kau takuti lagi. . . ."
sepasang bibirnya yang kecil mungil tapi merah merekah
sekali lagi diantar kemuka mengecup bibir pemuda tersebut.
Bagaikan dipagut ular berbisa Lam Kong Pak mundur
sempoyongan kebelakang.
"Kalau satu kali tidak mengapa. jangan coba untuk
kedua kalinya.kau. . . kau jangan menyeret aku masuk
kelembah dosa" serunya dengan nada serlus,
saking gemasnya seluruh tubuh Cioe Cien cien gemetar
keras, dengan wataknya yang keras kepala terhadap urusan
apapun sebelum mencapai tujuan ia merasa tidak puas.
"Ayoh enyah. dari sini makin jauh makin baik" teriaknya
serius, biji mata yang bulat indah berputar tiada hentinya.
"sejak permulaan aku sudah tahu kalau kau adalah seorang
manusia yang tidak berbakti tidak setia, bahkan kukuh pada
pendirian sendiri Hmmm, dalam kolong langit saat ini
kecuali memperoleh payung sangkala untuk dipelajari ilmu
sakti yang tercantum disana aku rasa hanya ada seorang
manusia aneh saja yang bisa bantu kau menuntut balas. . .
,"
"Eeeei, . . kau jangan sembarangan menuduh diriku"
teriak Lam Kong Pak keras, dengan hati tergetar. "Mana
mungkin aku salah siorang yang tidak berbakti seorang
yang tidak setia?"
"Heee ....heeee . . .heee . . . Kematian gurumu yang
mengerikan sampai kini siapakah pembunuhnya pun kau
masih belum tahu, kau tidak dapat menahan penderitaan,
tidak mau bersusah pajah mendapatkan Payung sangkala
untuk balaskan dendam gurumu, lupa leluhur sendiri ini
namanya tidak berbakti asal usulmu tidak jelas. masih
hidupkah orang tuamu kau tidak tahu. orang itu dikolong
langit tak ada yang tidak mengharapkan puteranya berhasil
mencapai cita2 tapi kau kepandaian silat belum berhasil
sudah bagaikan kepala harimau ekor ular, menganggap diri
sendiri paling pintar. ini namanya tidak setia. coba kau pikir
apakah perkataan siauw moay ngaco belo tidak karuan?"
seketika itu juga keringat dingin mengucur membasahi
seluruh tubuh Lam Kong Pak seraya menjura katanya
"Nasehat emas dari Cioe moay benar2 membuka kebebalan
otakku siauw-heng merasa berterima kasih sekali. tadi kau
mengatakan kecuali memperoleh payung sangkala masih
ada seorang manusia aneh yang bisa membantu siauw-heng
membalas dendam, entah siapakah orang itu?"
"Itupun hanya merupakan dugaan siauw-moay belaka"
perlahan2 cioe Cien cien putar badan membelakangi
pemuda tersebut. "Padahal sampai tingkat yang
keberapakah silat yang dimiliki simanusia aneh ini jarang
seorangpun yang tahu. apalagi selama hidup paling suka
dengan harta kekayaan. jikalau ditinjau dari keadaanmu
saat ini."
"siapakah sebenarnya orang itu ?"
"Dalam Bu-lim ada beberapa orang jago top yang boleh
dikata merajai dunia persilat mereka adalah sam Ciong, su
Hang, it Kia, Tang Phu atau tiga orang miskin, empat orang
kaya dan seorang pemilik pegadaian. ayahku merupakan
pentolan dari keempat kaya. sedangkan suhumu walaupun
termasuk dalam lingkungan delapan orang top tapi
kepandaian silatnya tidak lebih hanya dideretan paling
bawah diantara tiga orang miskin, jikalau dikatakan siapa
yang memiliki kepandaian silat paling linggi diantara
mereka maka dialah simajikan pergadaian Bu lim dan orang
yang siaw-moay maksudkan tadi adalah si Majikan
pegadaian Bu-lim ini "
"Apakah simajikan pegadaian Bu-lim tidak punya nama
?"
"Jika manusia tentu punya nama hanya saja dalam
kolong langit saat ini cuma berapa gelintir orang saja yang
benar2 tahu siapakah namanya "
"Kenapa ia dinamakan simajikan pegadaian Bu-lim??"
"Pegadaian Bu-lim lain halnya dengan pegadajan yang
sering kau temui dalam pasar2 karena pertama. jikalau
bukan barang pusaka atau harta tak ternilai harganya tidak
akan diterima. kedua jikalau bukan batok kepala jago
kenamaan dalam Bu-lim tidak diterima. mau gadaikan
kepala sendiri boleh mau gadaikan kepala orang lain juga
boleh tapi semuanya harus manusia2 ternama pada waktu
itu. atau barang2 pusaka serta benda berharga melebihi
sebuah kota"
"Aku masih tidak mengerti" seru Lam Kong Pak geleng2
kepala sehabis diterangkan oleh gadis tersebut.
"Dasar kau memang otak babi, meskipun diterang2kan
juga percuma saja" Teriak Cioe cien cien sambil mengerling
sekejap kearahnya "Aku beri tahu lagi kepadamu misalnya
saja kau percaya tidak bertenaga untuk membalas sakit hati
suhumu. maka kau boleh pergi kepegadaian Bu-lim untuk
menggadaikan sejumlah harta karun yang kira2 nilainya
dengan barang yang kau inginkan, jikalau ia merasa
harganya cocok dan bakal dapat untung maka mereka akan
wakili dirimu untuk balaskan dendam. cuma bunganya
terlalu besar jikalau dalam waktu yang singkat kau tidak
dapat memberikan uang gadai yang telah ditentukan maka
kau sendiri pun bakal mati"
"Oooouw. . . oooouw. . . .berita hangat, berita aneh.
belum pernah aku dengar berita macam ini. . ." Teriak Lam
Kong tercengang.
"Jika kau pingin menggadaikan batok kepalamu untuk
ditukar dengan batok kepala musuhmu. maka bunganya
makin besar lagi. sedikit bergerak sudah minta dua laksa
tahil perak, sudah tentu inipun tergantung berharga
tidaknya batok kepalamu itu "
Tidak terasa Lam Kong Pak dibuat berdiri tertegun habis
mendengar perkataan itu, ia memang pernah mendengar
persoalan mengenai 'sam Ciong su Hong it Kia Tang phu'
tapi belum pernah tahu bila Pegadaian Bulim benar2
misterius dan menyeramkan.
"Menurut pandangan siauw-heng, simajikan pegadaian
ini pasti bukan manusia baik2" seru pemuda she Lam Kong
itu kemudian,
"Pepatah mengatakan tiga tahun membuka pegadaian
sekalipun potong kepala juga untung. siapa yang bilang dia
manusia baik-baik"
"Hmmm sekalipun orang ini bisa bantu siauw-heng
membalas dendam, siauw-heng pun tidak pingin pinjam
tangannya. tujuan orang ini membuka pegadaian apakah
ingin merajai kolong langit ?"
"Cara mu berpikir, seperti pula cara orang lain berpikir.
tapi siauw moay tidak berpendapat demikian"
"Menurut Cien- moay apa tujuannya?"
"Berambisi besar untuk merajai seluruh Bu-lim dibawah
injakan telapak kakinya."
"Buka pegadaian juga bisa menguasai Bu-lim?"
"Kenapa tidak bisa" seru Cioe Cien cien dingin. "Dengan
modalnya yang amat tebal ia bisa membeli jago2 lihay dari
seluruh kolong langit untuk jual nyawa buat dirinya. apalagi
satu2nya tujuan yang selalu diincar adalah Payung sangkala
barang pusaka Bu-lim itu "
"Aaaah iapun mengincar Payung sangkala ?"
"sudah tentu barang siapa yang bisa mendapatkan
payung sangkala maka ia bisa memerintah seluruh kolong
langit siapa yang tidak kepingin ?"
"Jikalau kepandaian silatnya betul2 lihay orang2 bu-lim
pada tahu jika payung sangkala itu berada ditangan
ayahmu, kenapa tidak turun tangan merampok?" tanya
Kong Pak tidak mengerti.
"Hmnm bagus sekali pertanyaanmu cuma jikalau urusan
sebegitu gampangnya aku rasa perkampungan Toa Loo san-
Cung malu disebut pentolan dari empat manusia kaya"
"CIEN MOAY, bilahkan kau memberi penjelasan"
"Walaupun simajikan pegadaian Bu-lim sangat lihay tapi
ia tidak ingin saling bermusuhan dengan orang2
perkampungan Toa Loo san cung, hal ini dikarenakan jago2
lihay yang ada dalam perkampungan sangat banyak
bagaikan mega, sekalipun ia kerahkan semua naga yang
dipunyai juga tak bakal bisa mengembalikan modal yang
telah dikeluarkan, sekalipun ia berhasii dapatkan payung
pusaka itu tapi kedudukannya akan diketahui orang, inilah
sebab2 utama mengapa perkampungan kita bisa aman
tenteram"
IA BERESKAN rambutnya yang terurai lalu
sambungnya:
yang kedua. dalam dunia kangouw baru telah kedapatan
ada tiga orang jago lihay mati termasuk suhumu, siapapun
tidak tahu siapakah pembunuhnya dan simajikan pegadaian
ternyata sudah mengeluarkan kata2 sumbar katanya ia ingin
menyelidiki siapakah pembunuh tersebut dan kemudian
melakukan pembalasan dendam. tapi untuk membicarakan
barter ini jika tidak ada pusaka dari Bu-lim ia tidak mau
ambil gubris"
"Apa yang kau maksud sebagai pusaka Bu-lim?"
"Coba kau pikir sendiri "
"Apa mungkin payung sangkala" teriak Lam Long Pak
dengan hati tergetar.
"Benar. . .benar. . . karena itulah merebut payung
sangkala adalah rencana pertama darinya dan menguasai
seluruh Bu-lim baru merupakan tujuannya yang terakhir"
kata Cioe cien cien sambil tersenyum.
"Heeee. . . heeee. . . . .heeeee . . , jika ada orang yang
berhasil mendapatkan payung sangkala tersebut dan tidak
ingin diserahkan kepadanya, lalu apa yang bakal terjadi?"
"Tidak ingin bekerja sama dengan dirinya berarti tidak
berhak mendapatkan payung sangkala. kecuali seorang. . .
."
"siapa???"
"Seorang manusia yang tidak kenal budi, pura2 bisu dan
tuli"
"Maksudmu aku ?" tidak terasa lagi pemuda itu tertegun,
"Ehmm ...."
"Aku .... aku suka padamu ..... cuma . , . . cuma takut . .
."
Cioe Cien cien langsung melingkarkan lengannya
kepinggang Lam Kong Pak kemudian menarik badannya
sehingga sama2 terjatuh keatas pembaringan dan saling
bertindihan.
Empat lembar bibir bagaikan bara yang mengangah
saling menempel satu sama lainnya, mereka hanya
merasakan badannya seperti melayang ditengah awang2.
Ruang udara makin lama semakin kecil, waktupun
bagaikan berhenti. hanya dua lembar jantung mereka
berdebar tiada hentinya mereka benar2 dilelap oleh asmara
sehingga suara kentongan diluar jendelapun tidak
kedengaran lagi.
Mereka saling menghangatkan badan lawan jenisnya,
saling meraba, saling berpelukan hingga sinar sang surya
lenyap dari jagat malampun menjelang datang.
Dangan malasan akhirnya Cioe cien cien mendorong
badan Lam Kong Pak yang menindihi badannya
kesamping, lalu bangun berdiri membereskan pakaiannya
yang setengah terbuka dan bangun berdiri
"Nanti sewaktu memberi ucapan selamat kau harus ber-
hati2" ujar cioe cien cien memberi peringatan. "sehabis
pemberian selamat masih ada acara panggung dan musik.
kau sebagai seorang nyonya muda yang baru masuk
kekampung kemungkinan besar harus menemani sang
mertua sampai waktunya kurangi pembicaraan- semuanya
biar aku yang jawabkan sehingga jangan sampai diketahui
jejakmu."
"Terima perintah "
Mereka berdua setelah saling berunding beberapa saat
lalu ber-sama2 turun dari loteng dan menuju kesebuah
ruangan besar.
Ruangan tersebut besarnya tidak sampai beberapa puluh
tombak. diatas dinding sebelah depan tergantung sebuah
layar dengan tulisan 'so' yang amat besar, dua batang lilin
setinggi tiga depa dengan besar selengan bocah berdiri
dikedua belah sisi meja sembahyang.
Didepan meja sembahyangan duduk tiga orang laki
perempuan berdua setengah baya, ya lelaki berusia empat
puluh tahunan, mata besar alis tebal dan memancarkan
cahaya yang tajam. Wajahnya bersih tak seujung
rambutpun yang kelihatan.
Dikedua belah sisinya duduk dua orang hujien yang
berusia tiga puluh lima enam tahunan, wajahnya rata2
sangat cantik,
orang yang ada disebelah kanan punya wajah yang rada
mirip Cioe Cien cien, tentu dialah ibu gadis tersebut, orang
yang ada di tengah adalah Toa Loo san cung cungcu cioe
cie Kang. dan disebelah kirinya adalah nyonya kedua, ibu
dari cioe lh Boen-
Dibelakang ketiga orang itu berdiri tujuh orang nyonya
muda yang rata2 berwajah cantik, merekapun berdandan
sangat menyolok.
Waktu itu tamu yang hadir dalam ruangan sudah ada
ratusan orang lebih, meja perjamuan sudah diatur dan para
tetamupun sedang minum arak.
Lam Kong Pak belum pernah menemui keadaan macam
begini, tanpa terasa jantungnya ber-debar2 karena ia tahu
asalkan urusan gagal maka sekalipun punya sayap belum
tentu bisa terbang lepas dari perkampungan Toa Loosan-
cung ini.
Mendadak terdengar suara merdu, Cioe Ih Boen
bagaikan seekor burung walet melayang kedepan langsung
mencekal tangan Lam Kong Pak erat2.
"Enso baru. kau betul2 cantik," teriaknya berulang kali.
"Cuma. . . ."
"Cuma kakinya rada besaran dikit bukan begitu?"
sambung cioe Cien cien dengan cepat. "Hmmm baru
pertama kali bertemu dengan orarg lain penyakitmu sudah
kumat kembali."
"Enso baru kau tidak akan menyalahkan aku bukan?"
seru Cioe Ih Boen cepat2 sambil perlihatkan muka setan-
"Padahal kaki enci inipun tidak kecil"
"Aaaaaah. . . .Boen-moay terlalu menggoda. . . ." seru
Lam Kong Pak lirih, buru2 ia menjura.
sembari berkata diam2 Lam Kong Pak melirik sekejap
kearah Cioe Ci Kang sang cungcu dan kebetulan sekali Cioe
Cungcupun sedang memandang kearahnya dengan tajam
tak terasa lagi pemuda ini merasakan hatinya tergetar keras
dan buru2 tundukkan kepala.
saat inilah ia baru berasa tercengang, pikirnya: "ini hari
Cioe Ci Kang sedang merayakan ulang tahunnya yang
keenam puluh, mengapa wajahnya kelihatan seperti baru
berumur empat puluh tahunan?"
Dengan dibimbing oleh Cioe Cien cien serta Cioe Ih
Boen, perlahan Lam Kong Pak berjalan mendekati Cioe Ci
Kang, ratusan pasang mata dari jago yang hadir dalam
ruangan pun ber-sama2 dialihkan keatas wajah pemuda she-
Lam Kong itu
Wajahnya pada waktu ini penuh diliput rasa malu, cuma
rasa malu ini bukan rasa malu dari seorang gadis melainkan
suatu sikap tidak tenteram dari seorang lelaki didalam
penyaruannya.
"ooouw. . . nyonya muda ini cantiknya sih cantik. cuma
sayang perawakannya terlalu tinggi" kedengaran ada orang
memuji dengan suara lirih.
"Jika perawakannya tidak tinggi, bagaimana bisa
menandingi sepasang kakinya yaang ada sembilan coen
itu?" sambung yang lain dengan nada menggoda.
Cioe Ih Boen tak tahan geli ia tertawa cekikikan, padahal
Lam Kong Pak serta Cioe Cien cien pun hampir2 tertawa
kegelian,
Untuk menutupi sikapnya yang kurang sopan tadi Cioe
Ih Boen segera bersuara kearah ayahnya dengan suara
keras^
"Tia, Enso baru kita datang menghaturkan selamat
kepadamu" Sembari berkata mereka bertiga sama2 jatuhkan
diri menjura.
Cioe Ci Kang melirik sekejap kearah Lam Kong Pak lalu
suruh mereka ambil tempat duduk.
Toa Hujien- yaitu ibu dari Cioe Cien cien segera
mencekal tangan Lam Kong Pak erat2 seraya berkata:
"Aaaaah . , . , kau benar2 susah aku dengar cien cien telah
salah melukai dirimu sehingga mengakibatkan kau
keguguran. Heeeei. . .setiap hari dari pagi sampai malam
aku kepingin menggendong cucu, tidak disangka. . . ."
Bicara sampai disitu ia lantas menjawil kening cioe Cien
cien dengan dengan gemas "semuanya kaulah sibudak
lancang telah mencelakai cucuku ... ."
Dalam sekejap mata ketujuh orang nyonya cantik yang
berada dibelakangpun pada mengerumun membicarakan
kaki memuji kecantikan nyonya muda ini. bahkan terutama
sekali memperhatikan beberapa kejap kearah sepasang kaki
Lam Kong Pak yang besar itu
semua tamu telah ambil tempat duduk. Lam Kong Pak
serta kedua orang gadis itu pun bergabung jadi rata meja
dengan cioe Ci Kang suami isteri, sedang ketujuh orang
nyonya muda lainnya berkumpul jadi satu meja sendiri.
"Enso kita hormati dulu ayah ibu dengan secawan arak
kemudian biar siauw moay yang wakili kau meneguk." kata
Cioe Cien cien sambil angkat teko araknya, "Badanmu pada
saat ini masih lemah tidak dapat terlalu lama disini. aku
rasa Tia dan ibu pun tak akan menyalahkan dirimu."
Lam Kong Pak sambil membawa teko arak berjalan
kesisi Cioe Ci Kang bertiga untuk penuhi cawan mereka
lalu penuhi pula cawan dari Cioe Cien cien serta Cioe Ih
Boen setelah itu baru balik ketempat semula, kepalanya
tertunduk rendah2 tapi secara samar2 ia merasa sepasang
mata Cioe Cung cu yang tajam sedang memperhatikan
dirinya terus menerus membuat hatinya merasa sangat tidak
tenang
cioe ci Kang melirik sekejap kearah Toa Hujien yang
diikuti nyonya itu mengangguk pula kearah seorang nona
muda diantara ketujuh orang itu
seorang nyonya muda yang berusia lebih tua mungkin
isteri pertama dari Cioe It Tan sambil membawa cawan
araknya meninggalkan perjamuan mendekati Cioe Ci Kang
serta kedua orang isterinya untuk memberi hormat
kemudian berjalan pula kesisi Lam Kong Pak. "cici. biarlah
siauw moay hormati secawan arak untukmu^" katanya.
Dalam hati Cioe Cien cien punya perhitungan sendiri,
melihat tindakan nyonya muda itu alisnya lantas
dikerutkan-
"Enso baru saja keguguran, lebih baik Toa-so bebaskan
saja penghormatanmu ini"
"Toa- moay terlalu banyak kuatir, teringat sewaktu
Ensomu memasuki tempat ini untuk pertama kalinya Toa-
moay belum pernah bersikap terlalu baik kepadamu"
Sembari berkata ia benturkan cawannya keatas cawan
Lam Kong pak kemudian sekali teguk menghabiskan isinya.
Lam Kong Pak kontan merasakan arak dalam cawannya
panas mendidih, hampir saja cawan yang dipegang
terpental keudara, ia tahu dirinya sedang diuji,
Bersamaan waktu itu pula Cioe Cien cien mengerling
sekejap kearahnya. pandangan mata itu saperti sedang
mengatakan jangan sembarangan bergerak.
Kekisruhannya terjadi dalam sekejap mata terdengar
Lam Kong pak menjerit tertahan, pura2 menunjukkan sikap
kaget dan ketakutan ia lepaskan cawan ditangannya.
Dengan adanya kejadian ini sinar mata Cioe Ci Kang
serta kedua orang Hujienpun jauh lebih lunak dari keadaan
semula.
"Aaduuuh. . . sunguh berbahaya. . . ." diam2 seru Cioe
Cien cien dalam hatinya,
Dengan secepat kilat ia gerakkan tangan menerima
cawan tersebut kemudian diletakkan diatas meja.
sedangkan sinyonya muda itu setelah minta maaf
berulang kali balik kembali ketempat semula.
suatu peristiwa yang sangat bahaya dan mengejutkan
pun telah berlalu, Lam Kong Pak tundukkan kepalanya
semakin rendah dibawah teguran pedas dari Cioe Cien cien
kepada sinyonya muda tadi urusanpun dengan mudah
berhasil dikelabuhi.
setelah perjamuan selesai, Cioe Giok Kang dengan
memimpin beberapa ratus orang tetamunya menuju
kesebuah lapangan rumput yang luas, Diatas tanah lapang
itu berdiri sebuah panggung tonil, rombongan pemain
musikpun sudah mempersiapkan dirinya diatas Panggung
siap menghibur para tamunya.
Diatas sebuah panggung kecil tepat berada dihadapan
panggung permainan duduk cioe ci Kang dengan diapit
kedua orang hujiennya disebelah kiri kanan.
cioe cien cien duduk disisi Toa Hujien sedang cioe ih
Boen duduk disisi Jie Hujien ditambah Lam Kong Pak
delapan orang nyonya muda duduk berdempetan disebelah
belakang dan kebetulan pemuda she-Lam Kong duduk tepat
dibelakang cioe cien cien.
sejak kecil Lam Kong Pak hidup ditengah gunung yang
sunyi. belum pernah ia menonton permainan musik macam
begini. sudah tentu saat ini hatinya dibuat kegirangan.
Diatas panggung permainanpun dibagi jadi pokok acara.
Acara pertama berjudul Cah Go acara kedua Cian chee
Pauw acara yang ketiga Hong Ih Teng, Dua orang busu
berusia setengah baya dengan perawakan tinggi besar, sinar
mata memancarkan cahaya tajam sedang bermain diatas
panggung jelas kedua orang itu memiliki dasar tenaga
lweekang yang luar biasa.
Agaknya Cioe Ci Kang sangat memperhatikan kedua
orang Bu-su tersebut, tapi Lam Kong Pak yang ada
dibelakang tak berhasil mengetahui bagaimanakah
perubahan wajahnya pada saat ini.
Pada wakta itu mendadak Cioe Cung-cu membisikkan
sesuatu kepada Toa Hujien yang diikuti nyonya besar ini
alihkan sinar matanyaa keatas panggung lalu mengangguk
memberikan reaksinya.
Cioe Cien cien yang bersandar dalam pangkuan ibunya
segera bertanya dengan suara lirih, "Maa. . .tadi Tia
membicarakan apa dengan dirimu ?"
"Tia-mu bilang kedua orang Boe-su ini pasti bukan,
rombongan pemain musik. kemungkinan besar mereka
punya asal usul yang mencurigakan"
apapun pembicaraan itu dilakukan dengan suara rendah,
tapi Lam Kong Pak yang ada dibelakangnya dapat
mendengar perkataan tersebut dengan, sangat jelas sekali.
"Maksud Tia diantara pemain musik itu sudah
terselundup orang2 yang mengadung maksud tidak baik
terhadap keselamatan perkampungan kita. . . .?" tanya gadis
itu kembali.
"Jikalau memang benar demikian. maka ini berarti
kunang2 menubruk api mental mati berdiri sendiri tapi
kejadian itupun bukannya tidak mungkin"
"Perkampungan Toa Loo san-cung angker bagaikan
sarang naga gua macan, siapa yang berani mencabut kumis
harimau?"
"Kau anggap dikolong langit saat ini selain si majikan
Pegadaian Bu-lim tak ada yang memiliki kepandaian silat
diatas ilmu mencengkeram Boe Khek Hek Hong cau
ayahmu?"
"Didepah mata masih ada seorang "
"siapa ?"
"Ilmu sakti Long Thian it ce siang lik mama bukankah
jauh lebih hebat satu tingkat daripada ilmu mencengkeram
Boe Khek Hek Hong cau dari Tia?" seru Cioe Cien cien
manja.
"Lebih tinggi sih lebih tinggi, tapi dikolong langit banyak
terdapat jago iihay, siapa yang berani mengatakan dirinya
sebagai jago nomor satu dari Bu-lim"
"Jikalau kita berhasil mempelajari ilmu silat yang tertera
diatas payung sangkala, apakah kita berhasil merajai
seluruh Bu-lim tampa tandingan ?"
"Mungkin hampir mendekati. . ."
"Aku dengar katanya Payung sangkala disimpan oleh
Mama, apa benar?"
"Budak apa maksudmu menanyakan persoalan ini?" seru
Toa Hujien dengan hati tergetar keras.
"Maaa. . . aku mau" kembali Cioe Cien cien berseru
manya sambil jatuhkan diri kepangkuan ibunya.
"sudah demikian besar setelah menemukan orang yang
cocok mungkin sebentar lagi bakal kawin. kenapa sifatmu
masih seperti bocah cilik saja. . . ."
cioe cien cien memeluk ibunya semakin kencang,
tangannya dengan seperti tidak sengaya meraba sekitar
badannya.
"Ayoh duduk dulu yang baik. biar aku beritahu
kepadamu"
semangat Cioe Cien cien segera berkobar ia duduk
dengan tenang dan perhatikan ibunya dengan seksama,
"Barang pusaka ini sudah tentu aku yang simpan" kata
Toa Hujien dengan ilmu menyampaikan suara, "Tapi dalam
urusan ini kecuali kau seorang siapapun tidak tahu bahkan
ayahmu serta Jie Niopun tidak tahu"
"Pusaka tersebut luar biasa hebatnya, lebih baik jangan
Mama bawa disaku. . . ."
"Bocak bodoh. barang pusaka ini tak mungkin bisa
dimasukkan kedalam saku. mana bisa dibawa dalam
badan?"
Mendadak suara gembrengan bergema memecahkan
kesunyian, kiranya acara 'sam Cah Go' sudah selesai. kedua
orang boe-su itu setelah berjumpalitan beberapa kali melirik
sekejap kearah Cioe Ci Kang, kemudian baru
mengundurkan diri masuk kedalam panggung
Cioe Ci Kang agak tertegun, tapi sebentar kemudian
suatu senyuman yang menyeramkan berkelebat diatas
wajahnya.
suara gerabrengan yang gencar kembali berbunyi
memekakan telinga, acara kedua 'Kiem chee Pauw' telah
dimulai.
Dari balik horden panggung muncul seorang lelaki
berkulit macan tutul, wajah persegi mata memancarkan
cahaya hijau dengan sepasang garpu besar tertancap
dipunggung muncul diatas panggung.
SETELAH suara tepukan riuh bergema memenuhi
angkasa. si Kiem Chee Pauw melirik sekejap kearah cioe
Kang.
suasana diatas panggung maupun bahwa panggung
mulai diliputi ketegangan, karena acara 'Kiem Chee Pauw'
ini cukup ramai ditonton, semua orang baik Boen maupun
Boe sama2 pusatkan seluruh perhatiannya ketengah
panggung.
Ditengah suasana yang tegang, menyesakkan napas.
suatu senyuman dingin yang menyeramkan berkelebat
diatas wajak Cioe Kang sambil memperhatikan perubahan
acara diatas panggung ia berdiam tak goyang.
Kembali suara tambur serta gembrengan seraya
membetot hati berkumandang pecahkan kesunyian, pintu
horden terbuka disusul munculnya si Kauw Toh Thian
dengan membawa toya emasnya, begitu ia berkelebat keluar
keatas panggung suasana disekitar Sana samakin sunyi lagi,
bagaikan napas semua orang ikut berhenti.
Pada saat munculnya lakon Kauw Teh Thian itulah si
Kiem Chee Pauw yang sudah ada dipanggung
menggerakKan sepasang garpu bajanya lalu disambit
kearah sang kera sakti,
sedang yang sebuah lagi sambil dipegang kencang
ditangan tiba2 ia putar badan dan dilemparkan kearah dada
Cioe Ci Kang itu cung-cu dari perkampungan Toa loo san
cung dengan menimbulkan suara yang menulikan telinga.
Perubahan yang terjadi secara mendadak ini seketika
membuat suasana berubah gaduh, para tetamu yang sedang
menonton pertunjukkan pada meninggalkan tempat duduk
dan bubar kebelakang.
Ketika senjata garpu baja tadi mencapai kurang lebih
lima depa dari depan dada, mendadak dengan
menimbulkan suara keras memecah diri jadi tiga bagian
secara terpisah mengancam jalan darah 'sian Kie' diatas
tubuh kedua orang hujien serta yang tengah menghajar
tubuh Cioe Ci Kang. "Aaaaah. . . senjata garpu Cu Bo Lie
Hun cha"
Tak kuasa lagi Cioe Ci Kang meloncat bangun siap
melancarkan tangkisan untuk menangkap datangnya
serangan. tapi belum sempat ia melakukan suaru gerakan,
mendadak Kauw Teh Thian yang ada diatas panggung
sudah berseru berat kepada Kiem Chee Pauw: "Hidangan
senjata"
Bila dibicarakan rada terlambat tapi waktu itu keadaan
berubah sangat cepat sekali,
Kiem Chee Pauw angkat tangannya ketika batang senjata
garcu tadi dengan menimbulkan suara keras merapat
menjadi satu dan meiuncur balik ketangan orang itu
Dengan gaya ikan gabus meletik ia mencelat ketengah
udara, senjata garpunya sekali lagi disambit keluar
mengarah wajah si Kauw Teh Thian.
Melihat kejadian itu para penonton dibawah panggung
jadi melengak dibuatnya, mereka tidak tahu permainan apa
yang sedang berlangsung bahkan sampai Cioe Ci Kang
sendiripun berdiri tertegun dibuatnya.
si Kauw Teh Thian tidak berkelit maupun menghindar,
mulutnya dipentangkan lebar2 sepasang tangan ber-sama2
menangkap gagang senjata itu lalu digigitnya ujung senjata
garpu tersebut sehingga menimbulkan suara gemerincingan
yang sangat keras,
suara tepuk tangan riuh meledak memenuhi angkasa,
diiringi pujian para penonton Kiem Chee Pauw menyudahi
permainannya,
Tapi kedua orang itu tidak langsung masuk kebelakang
panggung, mereka sama2 berjalan kedepan panggung dan
merangkap tangannya menjura kearah Cioe Ci Kango
"Cung-cu berkepandaian sangat tinggi, kecerdikanpun
melebihi orang. dalam merayakan ulang tahun Cung-cu kali
ini hamba sekalian tiada malu telah unjukkan sedikit
permainan jelek harap Cung cu tidak mentertawakan.
semoga saja usia Cung-cu bisa panjang bagaikan gunung
Lam-san, Hok kie bagaikan Lautan timur "
Habis berkata kembali mereka menjura lalu ber-sama2
mengundurkan diri dari atas panggung.
sekali lagi cioe ci Kang dibuat tertegun, tapi sebentar
kemudian ia sudah tertawa ter-bahak2. para tetamu pun
ber-sama2 sorak sorai sehingga membuat suasana jadi amat
ramai.
Pada saat ini acara ketiga sudah dimulai seorang dara
cantik berbaju keraton dengan gaya yang sangat
menggiurkan berjalan keluar dari balik panggung.
"ooooouw. . . sungguh cantik gadis ini" tidak terasa lagi
cioe cien cien berseru memuji.
"Jika dugaan ibumu tidak salah, kepandaian silat yang
dimiliki gadis ini jauh diatas kepandaian si Kiem Che Pauw
serta Kauw Teh Thian tadi." kata Toa Hujien lirih.
"Hmmmm tapi jikalau mereka ada maksud menciptakan
kekacauan ditengah perkampungan Toa Loo san-cung
masih terpaut sangatjauh."
Permainan diatas panggung sudah mencapai puncak
ketegangannya, seluruh perhatian para tamu telah terhisap
semua ketengah panggung.
Tiba2 cioe ci Kang menoleh dan tersenyum kearah Toa
hujien, bisiknya lirih "Lihat saja permainan bagus masih
ada dibelakang "
Lam Kong Pak yang selama ini menonton jalannya
perobahan dengan hati tenang lantas bila Cioe Ci Kang
benar2 seorang yang berwatak licik dan banyak akal. Ia bisa
mengucapkan kata2 tersebut berarti pula sipemain
perempuan itu benar2 mempunyai asal usul yang sangat
besar.
Cioe Cien cien yang ada disisi ibunya. sehabis
mendengar perkataan itu lantas pura2 menunjukkan rasa
kejutnya yang bukan main.
"Maaaaa. . .jika pemain perempuan itu mengandung
maksud yang tidak baik, kita harus mengadakan
persiapan2. "
Berbicara sampai disitu ia lantas tempel bibirnya
kesamping telinga Toa Hujien dan ujarnya kembali:
"Payung sangkala tersebut apakah aman berada dalam
kamarmu ?"
"Kamarku sudah diperlengkapi oleh alat2 rahasia yang
sangat berbahaya. sekalipun mereka bisa masuk belum
tentu bisa temukan jalan menuju keruangan rahasia, dan
sekalipun mereka bisa masuk kedalam ruang rahasia belum
tentu bisa keluar lagi "
sekilas senyuman kegirangan berkelebat diatas wajah
Cioe Cien cien, ia adalah seorang gadis yang teliti,
walaupun pada hari2 biasa sewaktu Toa Hujien membuka
ruang rahasianya selalu menggunakan waktu tak ada orang
tapi sering kali ia mecuri lihat, maka dari itu terhadap ruang
rahasia tersebut ia sudah paham delapan sembilan bagian.
Tidak jeri harimau melahirkan tiga ekor anak. justru
yang ditakuti manusia berhati cabang. Toa Hujien sama
sekali tidak menduga kalau puterinya sendiri bisa turun
tangan mengkhianati dirinya.
Permainan 'Hong Hi Teng' diatas panggung sudah
mencapai puncaknya, si Lie Poh serta Tong cuo sama2
mengundurkan diri dari Istana dan karena pembicaraan
tidak cocok Lie Poh gusar lantas lemparkan senjatanya
kearah Tong cuo,
suasana dibawah panggung sunyi senyap tak kedengaran
sedikit suarapun, mereka sama2 .dibuat ikut tegang
mengikuti jalannya cerita.
Tong cuo diatas panggung ketakutan dan buru2
melarikan diri kesamping, senjata tersebut dengan diiringi
suara desiran tajam langsung menghajar kearah cioe ci
Kang.
"Hmmm kembali permainan lama"
walaupun para penonton dibawah panggung mempunyai
cara berpikir demikian tapi air muka sang cung cu, Cioe Ci
Kang berubah sangat hebat.
Dalam waktu yang sangat kritis itulah senjata tadi sudah
meluncur datang mengancam badannya.
"Braaaks” diiringi suara ledakan keras senjata tersebut
meleduk dengan sendirinya dan berubah jadi be-ratus2
batang lempengan besi memancar keempat penjuru
bagaikan hujan deras,
Cioe Ci Kang membentak keras, ilmu cengkeraman Boe
Khek Hek Hong cau-nya laksana kilat dikerahkan keluar,
kedua orang hujien yang berada disisinya pun sama2
menggunakan ilmu kepandaiannya mengirim dua gulung
hawa dahsyat menghajar desiran2 lempengan besi itu,
Ketika angin serangan memancar keempat penjuru
menyambut datangnya sambitan lempengan besi tadi.
ketujuh orang nyonya muda yang berada dibelakang cioe Ci
Kang tanpa mengulurkan sedikit suarapun ber-sama2
menyalurkan hawa murninya mengirim satu pukulan
dahsyat kearah Cioe Ci Kang beserta kedua orang
hujiennya.
Nama besar sang Toa Lao Cung-cu cioe Ci Kang betul2
bukan nama kosong belaka angin pukulan yang berada
dibelakangnya belum tiba ia sudah merasa urusan tidak
beres segera bentaknya keras "Hati. . . .hati. . . bajingan
dirumah sendiri"
setelah serangannya berhasil pentalkan desiran
lempengan besi, tangan kiri dibalik kebelakang mengirim
satu pukulan Boe Khek Hek Hong cau.
Kedua orang Hujien itupun sama2 putar badan
mengirim pukulan gencar, ditengah suara dengusan
bergema memenuhi angkasa. kiranya dua orang itu sudah
kena dihantam remuk dadanya oleh serangan Tong Thian it
coe siang dari Toa Hujien sehingga mati seketika itu juga.
Dalam sekejap mata suara bentakan keras bergema saling
susul menyusul, bayangan manusia menyambar lewat silih
berganti. pemain2 sandiwara yang berada diatas panggung
tidak sempat ganti pakaian lagi sama2 menerjang kebawah
dengan ganasnya.
Para tetamu yang kebanyakan tidak ingin melibatkan diri
dalam peristiwa ini, menggunakan kesempatan tersebut
buru2 mengundurkan diri dari perkampungan Toa Loo san-
cung.
Dengan demikian jumlah kekuatan kedua pihak
seimbang, walaupun jumlah pasukan dalam perkampungan
Toa Loo san-cung ada ratusan orang, tapi dikarenakan
sedemikian besar harus tinggal menjaga keamanan
kampung maka jago2 yang ikut terjun dalam kancah
pertarungan terbatas.
Karena inilah dalam waktu singkat mereka tidak berhasil
menguasai serangan tiba2 dari pihak lawan-
Cioe cien cien yang melihat peristiwa itu jadi serba salah
dibuatnya, walaupun pada hari2 biasa ia merasa sangat
tidak puas dengan perbuatan ayah serta engkohnya tapi
bagaimanapun mereka adalah ayah serta engkohnya.
setelah diserang oleh pihak musuh seharusnya ia tidak
boleh berpeluk tangan belaka.
Tapi ia pernah menyanggupi Lam Kong Pak hendak
bantu dia mendapatkan puyung sangkala, jika mau turun
tangan ia merasa inilah suatu kesempatan yang sangat
bagus baginya.
Hatinya merasa sangat cemas, pikiranpun bingung. apa
yang seharusnya ia lakukan dalam keadaan seperti ini.
Suara jeritan ngeri, bentakan keras berkumandang tiada
berhenti, mayat sesosok demi sesosok roboh menggeletak
keatas tanah. darah segar muncrat memenuhi permukaan
tanah, suasana berubah sangat menyeramkan-
Agaknya kepandaian silat yang dimiliki si lelaki yang
main sebagai Lie Poh serta sang gadis itu luar biasa. mereka
yang saling bergebrak melawan cioe Ci Kang serta Toa
Hujien untuk beberapa saat belum berhasil ditentukan siapa
menang siapa kalah.
"Ayoh cepat kita pergi" seru Lam Kong pak tiba2 sambil
menarik tangan Cioe Cien Cien- "Jika sekarang tidak pergi.
lain hari tak bakal bisa mendapatkan kesempatan sebaik ini
lagi."
sinar mata gadis she Cioe itu sewaktu bentrok dengan
mata pemuda yang jeli membual hatinya membeku, ia
mengangguk lantas berkelebat menuju keperkampungan
sebelah belakang. Lam Kong Pak tidak berani berlaku ayal
lagi iapun mengikuti kencang2 dari belakang,
siapa nyana sewaktu telah berjalan dua buah halaman ia
telah kehilangan bayangan Cioe Cien cien, sedang suara
pertarungan makin lama semakin mendekat. tak kuasa lagi
saking cepatnya ia depakkan kakinya keatas tanah.
Mendadak....
Suara tertawa seram yang menggidikkan hati
berkumandang datang dari belakang punggungnya, dengan
hati kaget Lam Kong pak buru2 putar badan. tapi Sebentar
kemudian ia sudah dibuat berdiri tertegun dengan
kehilangan semangat.
Kiranya Toa Loo cung-cu cioe ci Kang tahu2 sudah
berada dibelakang tubuhnya.
Lam Kong Pak pernah merasakan bagaimanakah
hebatnya ilmu "coe Khek Hek Hong cau" dari cioe cien
cien, ia mengerti dirinya bukan tandingan musuh. mungkin
hanya didalam satu jurus serangan dari cioe ci Kang pun ia
tak bakal sanggup menerima. Tapi pada saat ini ia masih
menyaru sebagai nyonya muda bahkan tidak tahu apakah
cioe ci Kang mengetahui penyaruannya atau tidak. karena
itu pura2 tenangkan hatinya ia menjura memberi hormat.
"Menantu menghunjuk hormat."
Terhadap tindak tanduk cioe ci Kang sudah lama sang
pemuda ini merasa tidak puas oleh sebab itu kata2 Tia tak
sanggup diucapkan keluar. walaupun dalam penyaruan
iapun tidak rela.
Air muka cioe cung cu berubah pucat pasi dan kaku
bagaikan es. tiba2 bentaknya berat, "Kau berasal darimana?
mengapa menyaru sebagai menantu untuk menyelundup
masuk kedalam perkampungan ?"
Lam Kong Pak menjerit kaget dan mundur tiga langkah
kebelakang, sekarang urusan sudah terbukti dan tak
mungkln dikelabuhi lagi,
selagi siap2 ingin putar badan melarikan diri siapa
sangka Cioe Ci Kang yang telah diliputi rasa membunuh
tidak memberi kesempatan lagi baginya untuk meloloskan
diri. Baru saja Lam Kong Pak gerakkan badannya,
pandangan mata terus ber-kunang2 tahu2 urat nadinya
sudah tercengkeram, Diam2 Lam Kong Pak salurkan hawa
murninya coba meronta, tapi bukannya berhasil lolos
sebaliknya aliran darah malah mengalir keatas, delapan
buah urat nadinya sakit mau pecah tidak terasa lagi ia
menghela napas panjang, "Aaaaah. . .habislah sudah...."
Tiba2 suara bentakan berkumandang datang dari luar
tembok berkelebat datang sesosok bayangan manusia yang
bergerak cepat laksaana kilat, belum sempat Lam Kong Pak
melihat jelas wajahnya orang itu sudah tiba kurang lebih
tiga langkah dari Cioe Ci Kang.
sang Cung-cu dari perkampungan Toa Loo sao-cung ini
tidak berani berlaku ayal. buru2 ia lepas tangan dan berdiri
saling berhadapan dengan orang itu.
Ketika Lam Kong Pak meneliti orang itu lebih jelas lagi,
maka dapat dilihat ia bukan lain adalah si dara Cantik yang
mainkan peranan dalam sandiwara panggung tadi. saat ini
dengan sepasang biji matanya yang jeli sedang memandang
kearahnya dengan tajam.
"Jikalau saudarapun datang kemari dengan membawa
tujuan, lebih baik cepat2 mengundurkan diri dari
perkampungan Toa Loo san-cung "
Nada suara dari gadis ini terasa punya suatu daya
pengaruh yang amat besar membuat orang susah untuk
menolak. tapi dasar watak Lam Kong Pak memang keras
dan tidak suka mendengar perintah seorang gadis, segera
sahutnya berat,
"Apa maksud nona berkata demikian ?"
"Suruh kau pergi ya pergi, dengan andaikan sedikit
kepandaianmu sekalipun ditambahi dua orang juga
percuma bukan tandingan dari iblis tua ini. ..."
Lam Kong Pak semakin tidak senang lagi, darah panas
serasa bergolak dirongga dadanya.
"sekalipun cayhe mati berceceran darah dalam
perkampungan Toa Loo san cung nona pun tidak usah
menaruh rasa kuatir."
Bukannya pergi sebaliknya dengan busungkan dada ia
malah maju kedepan siap melancarkan serangan.
sepasang biji mata gadis tersebut dengan jeli melirik
sekejap keatas wajah pemuda itu, akhirnya ia tertawa
hambar.
"semangat jantan sih bolah juga, hanya otaknya sama
sekali tumpul dan tak berisi, singkirkan soal dendammu.
aku tak takut susah payah kawanmu itu pun bakal sia-sia
belaka?"
"siapa?"
"Kau pikirlah sendiri temanmu yang menempuh bahaya
mencarikan barang pusaka untukmu."
Mendengar perkataan itu Lam Kong Pak baru
merasakan hatinya tergetar sangat keras ia tidak menyangka
perempuan ini bisa mengetahui asal usulnya bahkan jika
didengar dari nada ucapannya seperti telah mengetahui pula
hubungannya dengan cioe Cien cien bagaikan melihat jari
tangan sendiri.
Diam2 ia menghela napas panjang, pikirnya " Hampir
saja karena mengikuti golakan napsu telah me-nyia2kan
jerih payah Cien- moay,jikalau perempuan ini sudah tahu
asal usulku tentunya bukan manusja biasa. jika saat ini aku
tidak pergi mau menunggu sampai kapan iagi ?"
Buru2 ia rangkap tangannya menjura dan berkata dengan
nada serius "Nona bisa menunjukkan jalan kebenaran
untukku, cayhe merasa sangat berterima kasih sekali, kita
berpisah dulu sampai disini."
"Kemana kau hendak pergi?"Bentak Cioe Ci Kang gusar.
"Cepat pergi." kembali gadis itu berseru sambil melirik
sekejap kearah pemuda tersebut dengan pandangan aneh.
Tubuhnya sedikit bergerak ia sudah mencegat jalan maju
dari Cioe Ci Kang dan saling bertUkar satupukulan dahsyat
ditengah udara.
Walaupun tubuh gadis tadi kena digetar muudur
selangkah kebelakang tapi sama sekali tidak kelihatan
terluka.
"Kau orang apakah manusia dari si pegadaian Bu-lim?"
mendadak Cioe Ci Kang membentak keras.
Gadis itu mendengus dingin, mulutnya tetap
membungkam dalam seribu bahasa sedang sepasang telapak
tiba2 disilangkan didepan dada kemudian per-lahan2
didorong kekiri kanan dengan gerakan yang aneh.
Melihat gerakan telapak yang sangat aneh itu Cioe Ci
Kang merasa sangat terperanjat sekali, sembari
mengumpulkan delapan bagian hawa murninya untuk
melancarkan serangan satu pukulan dengan gerakan Boe
Khek Hek Hong cau teriaknya "oooouw...kiranya kau
berasal dari Benteng Hwe Him Poo...."
Seketika itu juga hawa hitam bergelombang memenuhi
angkasa, suara desiran tajam saling menyambar tiada
hentinya,
"Hraaaaa" diiringi suara bentrokan yang keras pasir dan
debu beterbangan memenuhi angkasa kedua orang itu ber-
sama2 mengundurkan diri tiga langkah kebelakang. tapi
belum berhasil menentukan siapa menang siapa kalah.
Ketika sang gadis tersebut melihat Lam Kong Pak masih
berdiri disana sambil memandang kearahnya dengan me-
longo2, kembali ia tersenyum.
"Kau sudah lupa dengan perkataanku??" tanyanya halus.
"Aaaaaah. . ." kontan Lam Kong pak merasakan hatinya
tergetar keras. "Cayhe mohon diri terlebih dahulu."
Badannya segera berkelebat mennju kebelakang dan
melayang turun disebuah halaman yang luas. tempat ini
berbeda dengan tempat ia datang, keadaan jauh lebih sunyi
dan menyeramkan.
"Apakah tempat inilah merupakan tempat tinggal dari
Toa Hujien?. . .." tanyanya dalam hati.
Ketika ia mendongak. dari tempat kejauhan kelihatan api
mengepul membakar bangunan2 perkampungan dengan
ganas. suara bentakan2 serta jeritan kesakitan bergema
datang silih berganti, ia tidak berani berlaku ayal lagi buru2
badannya berkelebat masuk kedalam ruangan. Tiba2....
segulung bau harum menyambar lewat, Lam Kong pak
langsung merasakan urat nadinya kaku dan pergelangan
tangannya sudah dicengkeram seseorang kencang2.
suasana dalam ruangan gelap gulita susah melihat jelas
keadaan disana, ia hanya melihat adanya sesosok bayangan
manusia berdiri dihadapannya.
Tak kuasa lagipemuda itu manghela napas panjang
pikirnya. "Kali ini mungkin aku susah untuk meloloskan
diri dari kematian."
"Kau adalah engkoh Pak?" tiba2 terdengar suara jeritan
seseorang.
Mendengar suara orang itu adalah Cioe Cien cien,
pemuda she- Lam Kong inipun jadi kegirangan.
"Benar." sahutnya cepat.
"Cepat ikut aku walaupun siauw-moay mengerti sedikit
keadaan alat rahasia dalam kamar ibuku tapi sudah
setengah harian kucari belum juga kujumpai payung
sangkala tersebut, mari kita periksa sekali lagi"
MEREKA berdua sama2 masuk kedalam ruang dalam,
dengan teliti Cioe Cien2 melakukan pemeriksaan sekali
lagi. lama sekali ia berpikir akhirnya gadis itu melangkah
kearah rak buku dan menarik sejilid kitab yang tebal
kemuka.
Dengan menimbulkan suara kareretakkan tiba2 rak buku
yang amat besar tadi meluncur naik keatas.
Melihat hasil perbuatan itu mereka berdua ber-sama2
sorak kegirangan, tampak dibelakang rak muka itu muncul
sebuah ruang kecil yang letaknya sangat rahasia. dalam
ruangan penuh dengan jamrud maupun intan permata yang
tak ternilai harganya, tapi tidak kelihatan juga adanya
payung sangkala diletakkan disana.
Mendadak Cioe Cien cien menuding sebuah peti besar
yang memancarkan cahaya keemas-emasan berada diantara
tumpukan permata. "Mungkin dalam peti ini.. . ." teriaknya
cepat.
Tapi tidak ada kuncipun percuma saja, mereka berdua
kembali melakukan pencarian disekeliling ruangan-
akhirnya hasil tetap nihil.
TidaK sabaran lagi Cioe Cien cien kerahkan tenaga
menggencet hancur gembokan emas tersebut sehingga patah
jadi dua bagian.
Dengan tangan gemetar lantas dibukanya penutup peti
itu, dalam sekejap itulah hati mereka berdua merasa sangat
tegang susah dilukiskan, terutama sekali Cioe Cien cien-
Demi Lam Kong pak ia tidak sayang untuk bentrok
dengan orang tua sendiri walaupun selama ini terhadap
tindak-tanduk ayah serta engkohnya tidak puas tapi ibunya
sangat sayang kepadanya.
Pikirannya saat ini sangt bingung, ia berharap dalam peti
itu berisikan Payung sangkala sehingga maksud kekasihnya
terkabul. disamping itu iapun berharap isi peti itu bukan
Payung sangkala karena jika benda pusaka ini sampai
lenyap maka ibunya tentu sangat menderita. "Aaaaaah...."
Kedua orang itu ber-sama2 menjerit kaget pikiran pun
jadi mendingin bebarapa bagian.
Kiranya isi peti itu adalah kosong melompong. cioe Cien
cien benar2 merasa amat kecewa, memang pikiran
perempuan paling susah diraba.
Mendadak suara ujang baju tersampok angin
berkumandang datang dari luar halaman, Gadis she Cioe
itu merasa terperanjat, Ia kirim tanda agar Lam Kong Pak
suka cepat2 menerobos masuk ka dalam peti itu,
Tanpa pikir panjang lagi Lam Kong Pak menurut, ia
tahu asalkan tindak tanduk mereka itu diketahui oleh Cioe
Ci Kang suami isteri maka selembar nyawanya tentu bakal
melayang, bukan begitu saja bahkan keselamatan cioe Cien
cien pun bakal terancam.
setelah menerobos masuk kedalam peti, Cioe Cien cien
tutup kembali peti itu dan dicarikan sebuah gembokan emas
untuk mengunci peti tadi. setelah itu tangannya membuat
lubang kecil diatas peti sebagai lubang pernapasan.
meloncat keluar dari ruang rahasia mendorong rak buku itu
balik ketempat asal dan meloncat keluar dari ruangan,
Lam Kong Pak yang berada dalam peti hanya
mendengar suara bentakan keras dari Cioe Cien cien
berkumandang tiada hentinya jelas ia sedang bergebrak
dengan seseorang.
PADA waktu itulah dari jendela sebelah belakang
muncul sesosok bayangan tubuh yang kurus kering
melayang masuk kedalam ruangan.
orang itu berwajah kurus kering bagaikan monyet,
usianya kira2 empat puluh tahunan, gerak geriknya lincah
dan gesit.
setelah masuk kedalam rumah ia perhatikan sekejap
suasana disekeliling tempat itu kemudian masuk lebih
kedalam.
Agaknya ia merasa sangat hapal dengan keadaan disana,
begitu masuk kedalam ruangan sepasang matanya menyapu
tajam rak buku tersebut, tangannya langsung mencabut
sejilid kitab tipis yang ada disana.
sreeeeeeet. . .sreeeeeet....ber-puluh2 lembar senjata
rahasia Kiem chee Piauw dengan memancarkan cahaya ke-
biru2an meluncur kemuka mengurung seluruh tubuhnya.
siorang tua kurus itu jadi terperanjat, badannya buru2
meloncat naik ketengah udara dan melayang keatas atap.
sraeeet...weeeeet.... ber-puluh2 lembar senjata Kiem chee
Piauw tersebut langsung menghajar tembok keras2.
"SUNGGUH berbahaya...." seru orang tua kurus itu
tertahan. Badannya melayang kembali keatas tanah.
setelah diperhitungkan sebentar suasana disana akhirnya
ia meraba keatas sejilid kitab yang paling besar. Tiba2. ....
segulung angin dingin meluncur datang langsung
menghajar benaknya, serangan tersebut membawa hawa
dingin yang menggidikkan hati.
Dengan ter-gesa ia putar badan sambil mempersiapkaa
diri, tapi sebentar kemudian sudah menjerit tertahan.
"Aduuuuah celaka. . ."
Pada wakta itulah dari antara rak buku mendadak
muncul sebuah tangan hitam yang besar bagaikan kipas
menghajar datang. setiap jari tangannya besar bagaikan
cawan, pada telapak serta ujung jarinya penuh bertaburan
duri2 baja yang tajamnya luar biasa mecengkeram kaki
siorang tua itu.
Agaknya sikakek tua itu adalah seorang jago kenamaan
dari Bu-lim, melihat dari belakang muncul desiran angin
dingin yang tidak diketahui berasal darimana, dalam hati
mengerti inilah yang dinamakan siasat serang kanan suara
disebelah kiri,
Ketika ia menoleh untuk kedua kalinya tangan raksasa
itu sudah tiba disisi kaki kirinya.
Dalam keadaan kritis, buru2 kaki kirinya digetarkan,
dengan jurus Thio Hwie Pian Che atau Thio Hwie
mengobrak abrik pasukan ia meloloskan diri dari datangnya
serangan.
siapa nyana ketika itulah segulung angin serangan
laksana kilat kembali menyambar datang.
sebelum kaki kiri siorang tua itu melepaskan diri dari
atas lantai, dari dinding sebelah kanan kembali muncul
sebuah lengan raksasa yang langsung melancarkan
cengkeraman laksana sambaran kilat,
sekalipun ia memiliki kepandaian silat yang luar biasa.
dalam keadaan seperti ini tidak berhasil juga
menghindarkan diri dari datangnya ketiga buah serangan
aneh itu.
Dalam keadaan terperanjat, pikiran cerdik berkelebat
dalam benaknya, ia langsung menekan kearah tangan
raksasa yang meluncur datang dari balik rak buku itu.
Menggunakan tenaga pantulan kaki kanannya menjejak
tanah dan sekali lagi berkelebat ketengah udara.
"sreeeet...." dengan menimbulkan suara yang sangat
keras kaki kanan orang tua itu kena tersambar sehingga
celananya robek kedasar paha pun kena tergurat serentetan
luka yang amat panjang.
Menanti tubuhnya telah mencapai jendela, kedua buah
tangan raksasa itu pun lenyap dari pandangan-
"sungguh lihai...." diam2 teriak orang tua itu.
Tanpa memeriksa keadaan lukanya lagi ia balik kedepan
rak buku dan berpikir keras untuk mencari jalan keluar.
Mendadak sinar matanya terbentur dengan sejilid kitab
yang tertebal diantara tumpukan buku itu. ditariknya
perlahan sedang ia sendiri buru2 mengudurkan diri
kebelakang.
Ruk buku per-lahan2 bergeser keatas dan muncullah
sebuah pintu rahasia.
Intan permata memancarkan cahayanya menyilaukan
mata membuat orang merasa hatinya ber-debar2 keras.
Tapi agaknya ia sama sekali tidak tertarik oleh intan
permata itu, sepasang matanya dengan tajam
memperhatikan seluruh isi ruangan dan akhirnya berhenti
diatas peti besar yang memancarkan cahaya ke-emas2an itu
sepintas lalu rasa girang berkelebat diatas wajahnya.
"Mungkin dalam peti ini. . ." gumamnya seorang diri
"Jikalau aku Cioe Ci Kang membiarkan kalian hidup2
meninggalkan perkampungan Toa Loo san-cung. . ." tiba2
dari luar halaman berkumandang datang suara bentakan
keras.
Baru saja perkataan diucapkan setengah jalan telah
diputuskan oleh datangnya serangan angin pukulan desiran
angin tajam men-deru2 serasa membetot hati semua orang.
Siorang tua itu tidak ada waktu unluk memerjksa
keadaan peti itu lagi, sambil mengepit benda tersebut ia
berkelebat keluar dari ruang rahasia, menutup kembali rak
buku ketempat semula dan berkelebat lewat dari jendela
sebelah belakang.
Pada waktu itu suasana dalam perkampungan Toa Loo
san-cung amat kacau, dipelbagai tempat api berkobar sangat
besar, sedangkan suara bentrakan senjata tajam serta
bentakan bentakan keras berkumandang memenuhi empat
penjuru.
Agaknya siorang tua kurus itu sangat paham dengan
daerah sekitarsana, ia sengaja memilih tempat sunyi yang
jarang dilalui orang untuk meninggalkan perkampungan
Toa Loo san cung dan berangkat menuju kearah sebelah
barat.
siapa sangka kucing menubruk tikus, ada anjing
menunggu dibelakang. pada waktu itu seorang siucay
berdandan tidak karuan dengan baju yang kumal dan kotor
mengintai terus jejak siorang tua itu dalam jarak sepuluh
tombak.
sembari mengintai terdengar sang siucay bergumam tiada
hentinya: "Kau sipencuri sakti "ciat Cuang sin Tau" Pek Lie
Gong menggunakan kesempatan sewaktu perkampungan
Toa Loo san-cung kacau balau berjalan keluar dengan
membawa sebuah peti besar yang memancarkan cahaya ke-
emas2an. jelas berisikan barang pusaka. sebaliknya aku sin
so Cuang Yen- sudah peras otak habis2an untuk
mendapatkan pusaka ini bahkan keselamatan pak jie yang
menyelundup masuk kedalam perkampungan pun masih
belum diketahui. kau siorang tua tidak bakal semudah ini
memperoleh hasil diair keruh. . ."
Kurang lebih setengah jam kemudian siorang tua itu
sudah memasuki sebuah bukit dan menuju kesebuah rumah
gubuk ditengah hutan. dari ruangan rumah itu secara
samar2 memancarkan cahaya lampu yang redup,
sebelum sipencuri sakti itu membuka pintu pekarangan,
pintu rumah sudah terbuka dan muncul selembar wajah
yang amat cantik melongok keluar. "Tia kau sudah kembali
barang apa yang kau bawa itu?" terdengar ia menegur.
sipencuri sakti langsung menerobos masuk kedalam
ruangan dan menutup kembali pintunya rapat2.
sambil meletakkan peti besar yang memancarkan cahaya
ke-emas2an itu sang pencuri sakti tertawa tergelak.
"siang jie coba kauterka barang apakah yang terdapat
didalam peti tersebut?"
"Hmmm tidak akan lebih emas perak intan permata"
"Haaaaaa...haaaaa. . .haaaa...dugaanmu kali ini salah
besar." seru sang pencuri sakti sambil mengelus jenggot
kambingnya.
"siangjie. aku sebagai sipencuri sakti yang telah
menggemparkan seluruh dunia kangouw, belum pernah
merasa bingung dan pusing karena emas perak intan
permata. karena itu penghidupan kita tetep miskin dengan
makanan yang kasar pakaian yang kasar. tapi perjalanan
ayahmu keperkampungan Toa Loo san-cung kali ini telah
menempuh suatu perjalanan yang sangat berbahaya sekali."
Waktu itu si sin so Cuang Yen- sang Hong Tie yang
bersembunyi diluar jendela diam2 merasa kagum, banyak
orang Bu-lim yang membenci diri sipencuri sakti. tidak
dinyana sebenarnya siorang tua ini adalah seorang pencuri
budiman yang patut dikagumi.
Tapi satu ingatan lain kembali berkelebat didalam
benaknya, kawan karibnya Siauw Yauw sianseng telah
menemui bencana. jikalau tidak memperoleh payung
sangkala ini maka dendamnya tak akan terbalas. karena
urusan inilah ia tidak sayang2nya mencari salah dengan
orang2 Toa Loo san cung. diam2 membinasakan Cioe It
Tong dan memerintahkan Lam Kong Pak menyelundup
masuk kedalam perkampungan tersebut.
siapa nyana usahanya ini sia2 belaka, pusaka tersebut
kena didahului oleh sipencuri sakti.
Pada waktu itu terdengar sang gadis kembali berkata^
"Tia sebenarnya benda apakah yang terdapat dalam peti
ini?"
"siang-jle. itulah semacam benda berharga" kembali
sipencuri sakti menunjukkan senyuman misteriusnya.
"Pusaka apa ?"
"Pusaka hidup aku sedang merasa risau karena kau
kawin tidak punya barang pesangon-tapi setelah memiliki
pusaka ini kitapun tak usah merisaukannya kembali."
Pada waktu itu sin so Cuang Yen- yang berada diluar
jendela sudah ambil keputusan dihatinya.
"Demi membalas dendam berdarah kawanku, terpaksa
satu kali ini aku harus berbuat sebagai manusia rendah"
pikirnya. Ia lantas tertawa lantang dan berseru keras.
"Eeeei...orang tua she Pek Li kau keluarlah sebentar. aku
orang she sang punya urusan yang hendak dirundingkan
dengan dirimu."
Mendengar suara seseorang muncul secara tiba2 dari luar
jendela, Pek Lie Gong ayah beranak merasakan hatinya
tergetar.
si pencuri sakti itu segera matikan lampu lentera
sehingga suasana dalam ruangan gelap gulita.
"siang-jie, hati2 menjaga peti ini. Tia akan keluar
sebentar" bisik sipencuri sakti lirih.
Habis berkata ia langsung meluncur keluar dari rumah.
sesampainya diluar rumah dan melihat siapa kah orang
yang berdiri disana, untuk kedua kalinya sipencuri sakti
merasakan hatinya tergetar keras.
"Aku kira siapa tidak tahunya si pentolan tiga manusia
miskin sin so Cuang Yen- sang Hong Tie. Eeeeei...kau
sisetan miskin selamanya berbuat jujur dan mulia kenapa
malam ini mengintai diri loohu terus menerus. . .? apa
maksudmu?"
"orang tua she-Pek Lie. kau kenal dengen siauw Yauw
siansang ?"
"Loohu hanya tahu dia berwatak jujur, kepandajannya
diantara kepandaian tiga manusia miskin empat manusia
kaya, sedang dalam soal hubungan sih tidak ada sama
sekali."
sin so Cuang Yen merandek, lau sambungnya lagi:
"Kedatangan aku orang she-sang malam ini adalah ingin
menanyakan satu urusan kepadamu."
"setan miskin, sudah tidak usah bolak balik lagi bicaralah
terus terang tanpa tedeng aling2 kecuali barang yang ada
dalam peti serta batok kepala loohu mungkin tak ada
barang lain lagi yang kau arah, bukan begitu ?"
sipencuri sakti merasa sangat bersedih hati tapi urusan
sudah jadi begini tidak bicarapun tidak sanggup, dengan
nada serius ujarnya kemudian
"Kedatangan aku orang she-sang memang bertujuan atas
barang yang berada dalam peti itu."
Hampir2 saja si pencuri sakti meloncat saking kagetnya.
"sang Hong Tie" teriaknya keras. "Jika kau bisa
menangkan loohu, maka barang yang berada dalam peti
sudah tentu jadi milikmu, jikalau tidak. . .heeeee... heceeee.
. ."
"Pencuri tua kau jangan gelisah dulu" buru2 si sin so
Cuang Yen ulapkan tangannya.
"Dahulu aku orang she-sang sama sekali tidak kenal
dengan watakmu, tapi setelah mendengar pembicaraanmu
pada malam ini dengan putrimu. aku baru merasa kagum
atas kebersihan hatimu."
"setan miskin- ada baiknya kau jangan menggunakan
permainan macam begini untuk menghadapi lohu."
"Coba kau dengarkan dulu karena ingin membalas
dendam kawanku yang dibunuh orang, aku orang she-sang
bagaimanapun juga harus mendapatkan payung sangkala
itu, terus terang aku beritahu padamu. siauw Cung cu Cioe
It Tong dari perkampungan Toa Loo san-cung adalah mati
ditanganku. setelah itu aku telah menyuruh murid kawanku
itu untuk menyaru sebagai gundik dari Cioe It Tong
menyelundup masuk kedalam perkampungan, kini jejaknya
tidak diketahui sedang Payung sangkala itupun berhasil
terjatuh ketanganmu, kedatangan aku orang she-sang pada
hari ini sama sekali bukan bermaksud untuk merebut, tapi
ingin ajak kau berunding mungkinkah untuk sementara
waktu boleh aku pinjam."
"Tutup mulut" teriak sipencuri sakti sambil tertawa
dingin tiada hentinya. "sang Hong Tie kau hanya tahu
untuk membalaskan dendam berdarah kawanmu, tahukah
kau apa maksud loohu berusaha keras untuk mendapatkan
barang pusaka ini?"
"Bukankah kau ingin mempelajari ilmu yang tertera
diatas payung sangkala tersebut untuk digunakan merajai
seluruh dunia persilatan?"
"jikalau aku punya maksud jahat yang tidak senonoh ini
sejak dahulu sudah mati dan dikubur diatas tanah. selama
hidup lohu selalu suka berpesiar pantang cari kekayaan,
asalkan sehari tiga suap nasi sudah cukup."
"Jikalau memang begitu tiada halangan bukan jika
payung sangkala tersebut kau pinjamkan beberapa waktu
untuk aku orang she sang? bukan saja tindakanmu ini akan
membuat aku merasa sangat berterima kasih sekali. bahkan
siauw Yauw sianseng Lee Ih Beng yang ada dialam
bakapun merasa sangat berterima kasih kepadamu
bukankah perbuatan ini sangat mulia sekali ?"
"Tunggu sebentar, perkataan loohu belum selesai
diucapkan- walaupun loohu tidak punya maksud untuk
merajai seluruh dunia kangouw tapi orang lain tetap tak
akan melepaskan diriku "
"siapa?"
"Pentolan dari empat manusia kaya, Cioe Kang itu cung-
cu dari perkumpulan Toa Loo san-cung "
"Kau sipencuri tua jangan sembarangan ambil
menuduh," tiba2 sin so Cuang Yen tertawa dingin tiada
hentinya. "Antara kau dengan dirinya sama sekali tidak
terikat hati bagaikan air sumur tidak mengganggu air
sungai. jikalau mengatakan ia tidak suka melepaskan
dirimu. maka sekalipun mati aku orang she-sang juga tak
akan percaya,"
"Hmmm apa yang kau ketahui?" seru sipencuri sakti
sambil tertawa dinginpula.
"Batok kepalaku sudah ia gadaikan kepada pegadaian
Bu-lim"^
"Apa gunanya ia menggadaikan batok kepalamu?" tanya
sin so Cuang Yen melengak,
"Heeeeee. . .heeeee. . .hereee. . .bukankah karena ia takut
aku mengganggu payung sangkalanya."
"Berapa besar ia gadaikan kepalamu?"
"satu laksa lima ribu tahil"
"Tidak kusangka batok kepala kau sipencuri tua bisa laku
sebegitu besarnya."
"Ia tidak suka melepaskan diri sudah tentu aku harus
turun tangan terlebih dahulu aku harus melatih ilmuku
sehingga benar2 berhasil percaya si majikan pegadaian Bu-
lim tak bakal bisa meng-utik2 loohu setelah kepandaian
tersebut berhasil aku miliki."
sin so Cuang Yen merasa serba susah, sebenarnya dia
adalah seorarg lelaki sejati tapi demi berhasil membalas
dendam sakit hati kawan karibnya ia tak bisa berpeluk
tangan sampai disitu saja.
Apa lagi karena urusan ini ia sudah mulai mencari siasat
susun rencana satu tahun yang lalu, jikalau harus pergi
dengan tangan hampa bukankah sama saja usahanya sia2
belaka.
Ia mengerti watak sipencuri tua itu keras jikalau tidak
berhasil menundukkan hatinya jangan harap bisa berhasil
mendapatkan barang tersebut.
Berpikir sampai disitu dengan suara berat segera
ujarnya^ "Aku mengincar barang pusaka ini terlebih
dahulu, jika kau tidak suka menjual muka kepadaku.
terpaksa aku orang she-sang harus menyalahkan dirimu."
" Jadi kau hendak merebut dengan kekerasan?"
"sedikitpun tidak salah. walaupun tindakan aku ini rada
tidak cemerlang. tapi demi terbalasnya dendam kawan
karibku terpaksa aku harus menggunakan cara ini."
Walaupun sipencuri sakti tahu bahwa dia bukan
tandingan, tapi sudah tentu iapun tidak ingin barang pusaka
yang baru saja diperoleh diserahkan kepada orang lain
dengan begitu saja. apabila batok kepalanya sudah
digadaikan- jikalau dalam waktu singkat tak berhasil
melatih serangkaian ilmu silat yang lihay ia pasti akan
menemui ajalnya ditangan simajikan pegadaian Bu-lim.
"sang Hong Tie" bentaknya kemudian keras. "selama ini
loohu selalu menghormati dirimu sebagai seorang lelaki
sejati, tapi bukan berarti aku takut kepadamu. jika kau tidak
ingin memperdulikan kedudukan sendiri maka terpaksa
loohu pun harus adu jiwa denganmu."
Begitu ucapan selesai diucapkan ilmu pukulan san Tiem
Cap sam sin- yang selama ini diandalkanpun dilancarkan
keluar dengan gerakan yang maha dahsyat,
sipencuri sakti bisa angkat namanya sejajar dengan nama
tiga manusia miskin, sudah tentu bukan manusia
sembarangan- terutama sekali ketiga belas jurus ilmu
pukulan sambaran petirnya kebanyakan merupakan jurus2
serangan yang mengutamakan kelincahan badan membuat
orang susah menduga arah yang sebetulnya.
Tapi si sin so Cung Yen- sang Hong Tie yang bisa angkat
namanya diatas kedua orang manusia miskin lainnya dan
sedikit dibawah empat manusia kaya, sudah tentu tak akan
anggap sipencuri tua dalam hatinya.
Pada saat ini dia sama sekali tidak berkelit maupun
menghindar, dengan ilmu telapak Lian Tiong sam Yen- ia
sambut datangnya serangan2 tersebut.
"Braaak. . , braaak...braaak." beruntun terjadi tiga kali
bentrokan keras yang memekikan telinga, seketika itu juga
sipencuri tua kena tergetar mundur sebanyak tiga langkah
kebelakang. ia merasa pukulan pihak lawan semakin
dahsyat diras akan dalam badan. menanti serangan ketiga
Meluncur datang, agaknya tenaga lweekang pun bartambah
satu kali lipat
"Hingga kini aku orang she sang ingin mengutarakan lagi
bahwa maksudku sama sekali tidak membawa maksud
jahat. jikalau kau kuka meminjamkan payung sangkala
tersebut untuk sementara waktu. maka aku orang she
sang..."
"Rubuhkan dulu loohu baru barang kau bawa pergi."
potong sipencuri sakti diiringi suara bentakan keras,
tubuhnya sekali lagi menubruk kearah depan.
Kedua orang itupun segera terjadi suatu pertarungan
sengit diluar pekarangan, walaupun kepandaian silat yang
dimiliki sang Hong Tie jauh lebih tinggi satu tingkat dari
pada kepandaian Pek Lie Gong tapi untuk menguasai
dirinya dalam waktu singkat masih bukan termasuk suatu
pekerjaan yang gampang.
Apa lagi gerak gerik sipencuri tua itu sangat gesit dan
lincah, ia mengerti tenaga lweekangnya tidak memadai
pihak lawan. maka dari itu selama dalam pertarungan ini
selalu menggunakan gerakan2 yang gesit untuk meloloskan
diri dari setiap ancaman bahaya maut.
Pek Lie siang yang waktu itu berada dalam rumah
merasa sangat gelisah sekali. ia tahu kalau ayahnya bukan
tandingan dari sin su Cuang Yen- cepat atau lambat
akhirnya bakal menderita kalah juga.
satu pikiran segera berkelebat dalam benaknya. "Kenapa
aku tidak membuka peti ini untuk menyembunyikan dahulu
barang pusaka yang ada didalamnya, kemudian baru keluar
membantu Tia?" pikirnya dihati.
setelah ambil keputusan iapun menggerakkan tangannya
memutuskan gembokan emas pada peti tersebut.
Pada saat ini hatinya merasa amat tegang ia percaya isi
dari peti ini tentu barang pusaka, kalau tidak si sin so Cuang
Yen tak akan menggunakan kekerasan untuk merampasnya.
DENGAN sangat ber-hati2 ia membuka penutup peti.
Pada saat itulah dari dalam peti melayang keluar sesosok
bayangan besar yang langsung melancarkan satu pukulan
dahsyat kearah Pek Lie siang sewaktu tubuhnya masih
berada ditengah udara.
Pek Lie siang sama sekali tidak menduga kalau isi peti
itu adalah seorang manusia, dalam keadaan tidak bersiap
sedia ia mendengus berat. dadanya kena terhantam satu kali
sehingga tubuhnya mencelat sejauh satu kaki kemudian
roboh menggeletak keatas tanah,
Lam Kong Pak yang bersembunyi dalam peti hampir
mendekati satu jam, walaupun di dasar peti ada lubang
untuk pernapasan, tapi lama kelamaan merasa sumpek
juga. saking kesalnya hampir saja dadanya mau meledak.
apa lagi teringat dendam perguruan belum terbalas ia sudah
kena disiksa. hawa gusar semakin memuncak lagi dalam
benaknya.
Karena itu tanpa melihatjelas lagi siapa kah orang itu ia
langsung melancarkan satu serangan mematikan.
sudah tentu ia tahu orang yang membuka peti itu pasti
bukan cioe Cien cien, karena sewaktu berada dalam
perkampungan Toa Loo san-cung. sekeluarnya gadis she-
cioe itu dari ruangan ia telah bergebrak melawan orang dan
peti ini kena dibawa pergi oleh seseorang.
Apalagi pembicaraan antara si pencuri sakti serta
puterinya setelah tiba dirumah gubuk itupun secara lapat2
dapat didengar Lam Kong Pak. hal ini semakin meyakinkan
hatinya bila orang2 itu bukannya orang2 dari
perkampungan Toa Loo san-cung.
setelah serangan yang pertama berhasil pukul mencelat
badan Pek Lie siang sejauh satu tombak, hawa amarahnya
belum sirep. badannya menubruk kembali kedepan sekali
lagi melancarkan satu pukulan dahsyat kearah pundak gadis
tersebut.
Kembali suara dengusan berat bergema keluar, tubuh
Pek Lie sang bagaikan tumpukan tanah lumpur ambruk
kebawah, darah segar muncrat membasahi lantai dan gadis
itu sendiri jatuh tidak sadarkan diri
Pada saat itulah Lam Kong Pak baru berhasil melihat
jelas wajah Pek Lie siang, rasa menyesal muncul dari dasar
hatinya.
sekali lagi ia berjalan mendekati gadis tersebut dan
memperhatikan lebih teliti lagi. dilihatnya badan gadis itu
kecil mungil dengan alis indah. kecantikan wajahnya tidak
berada dibawah kecantikan wajah cioe cien cien-
Tapi sewaktu teringat pembicaraan ayah beranak tadi,
agaknya seperti merekalah yang mencuri peti ini dari
perkampungan Toa Loo san-cung kembali ia mendengus
dingin-
"Ayah harimau anak tentu harimau. inilah hasil yang
harus dipetik karena keserakahan kalian-"
Ia putar badan langsung berjalan keluar dari ruangan
tersebut. Mendadak tubuh Pek Lie siang rada gerak
kemudian merintih perlahan-
Lam Kong Pak menoleh, dilihatnya gadis itu sedang
membuka matanya dengan wajah menahan kesakitan yang
hebat. keadaannya sangat mengenaskan sekali.
Ia jadi tertegun, secara lapat2 ia merasa gadis ini tidak
mirip seorang manusia yang jelek kelakuannya,
Tapi karena penghidupannya diatas gunung sejak kecil.
terpeliharalah watak dingin dan kaku pada diripemuda
tersebut, walaupun melihat gadis itu merintih sedikit rasa
iba pun tak tampak diatas wajahnja.
Ia gemas Pek Lie siang ayah beranak banyak urusan
sehingga merusak rencara besarnya. kembali ia mendengus
dingin lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut. Tiba2 Pek
Lie siang mendesis dan sekali lagi muntahkan darah segar.
"siiii. . .siapa....siapa kau ?"
"Lam Kong Pak"
"see. . .secara. . .baaa. . .bagaimana kau.., bisa..., bisa
sembunyikan dalam pee...peti itu ?"
"Ini urusan pribadiku, lebih baik kau jangan ikut
campur."
Dengan pandangan mendelong gadis she Pek Lie itu
memperhatikan wajah Lam Kong pak kemudian menghela
napas panjang,
"siii.., .silahkan...kau , , . kau menambahi
aku...deeee...dengan sebuah pukulan lagi,"
Mengapa?"
"Baaa . , bagaimana pun..siauw..siauw-moay taak..tak
bisa hidup..laa..lagi." kata Pek Lie siang dengan air mata
mengucur keluar membasahi pipinya. "siauw..siauw-moay
bisa mati diii. . .ditanganmu... jauh. . lebih nyaman."
"Cayhe sama sekali tiada ikatan dendam dengan dirimu,
maaf permintaanmu itu tak dapat kupenuhi" seru pemuda
tersebut dengan hati tergetar keras.
"KoKo. . .bimbinglah aku...engkohku yang baik. . .baa. .
.bangunkan diriku" kembali Pek siang merengek.
"Hmmm siapa yang sudi jadi engkohmu"
Walaupun nadanya ketus, tetapi setelah melukai seorang
dara cantik yang tidak memberikan perlawanan sang hati
pun merasa rada menyesal, sehingga akhirnya ia menurut
juga untuk bimbing gadis itu bangun terduduk.
Luka dalam yang diderita Pek Li siang amatparah,
dengan badan lemah gemulai ia jatuhkan diri kedalam
pelukan Lam Kong Pak.
"Aduuuuh kali ini rada repot...." diam2 pikir pemuda itu
sambil kerutkan alisnya.
Dari dalam saku ia ambil keluar sebutir pil lantas
dijejalkan kedalam mulut gadis she Pek Lie itu
setelah menelan pil tadi. Pek Lie siang pun membuka
matanya kembali memperhatikana wajah Lam Kong Pak
yang tampan, kembali serunya dengan nada manja "siauw-
moay,..siauw moay bii. . bisa mati dalam pe. . .pelukan
koko . .sudah cukup mem. . .membuat hatiku
bangga...koko..kau... kau. . .bersembunyi dalam peti
itu...tenn..tentu saang , . .sangat menderita bukan"
Menghadapi sikap Nyolu yang ditunjukkan gadis
tersebut kepadanya, semakin membuat Lam Kong Pak jadi
menyesal.
Waktu itu bukan saja gadis tersebut sudah dipukul
sampai menderita luka dalam tanpa menggerutu, sebaliknya
setiap saat turut memikirkan keselamatannya, kendati
watak Lam Kong Pak ketus dan dingin pun ia masih
merupakan seorang manusia yang terdiri dari darah dan
daging, sudah tentu hatipun ikut merasa terharu. Tapi ia
tidak ingin menunjukkan keterharuannya itu.
"oooouwww . , .sudah tentu sangat menderita" sahutnya
dingin.
"Koko...kau..kau pergilah" kembali Pek Lie siang berseru
sembari melingkarkan tangannya ketubuh pemuda itu dan
me-raba2 dada Lam Kong Pak.
"siauw-moay bernama Pek Lie siang, kau bisa ingat terus
nama siauw-moay hatiku sudah Cukup merasa puas"
Lam Kong Pak bungkam dalam seribu bahasa,
pikirannya mulai kalut dan kacau oleh berbagai persoalan.
"Koko cepatlah pergi" kembali gadis she Pek Lie itu
mendesak.
Lam Kong Pak adalah seorang pemuda berwatak keras,
suruh ia pergi justru ia sengaja tidak mau pergi.
"Kenapa aku harus pergi?" baiik tanyanya ketus.
"Koko..siauw-moay...siauw-moay tahu kau adalah
seorang pemuda berwatak ketus, walaupun siauw-moay
tidak tahu asal usulmu tapi aku percaya kau adalah seorang
lelaki sejati tapi diatas wajahmu kelihatan sangat murung
mungkin ada suatu urusan yang maha berat mengganjal
dihatimu."
Begitu mendengar ucapan ini langsung Lam Kong Pak
santrap jadi marah. ia lupa kalau Pek Lie siang yang ada
dalam pelukannya sedang menderita luka dalam yang amat
parah kontan tangannya dorong kemuka melemparkan
gadis tadi keatas tanah.
Tanpa mendengus atau menjerit lagi, Pek Lie siang
roboh tidak sadarkan diri Tapi sejenak kemudian pemuda
she Lam Kong ini merasakan jantungnya berdebar keras. ia
berjalan mendekati gadis itu lantas menjejalkan sebutir pil
lagi kedalam mulutnya. selagi ia siap membimbing dia
bangun, tiba2 satu ingatan berkelebat dalam benaknya.
"Asal usulku tidak jelas dendam sakit hati gurukupun
belum terbalas mana boleh terjirat oleh api asmara, Heeei
biarlah ia berbaring saja disana" pikirnya dihati.
setelah ambil keputusan iapun melirik sekejap kearah
gadis tersebut kemudian berlalu darisana dengan langkah
lebar. "Koko jangan lewat sana ada orang mau rampas
dirimu."
"Ada orang mau merampas diriku?" tak kuasa Lam
Kong Pak rada tertegun dibuatnya. .
Dengan paksakan diri Pek Lie siang coba meronta
bangun, sambil bersandar diatas dinding kembali serunya
terputus
"Aaa..ada. , . ada seorang jagoan lihay sedang bergebrak
mati2an melawan ayahku kesemuanya ini karena kau."
Jikalau waktu itu Lam Kong Pak menanyakan siapa kah
yang hendak merampas dirinya mungkin urusan tak bakal
terjadi semakin membesar dan Lam Kong pak pun tak bakal
mengalami berbagai macam kejadian aneh lainnya lagi.
sewaktu Lam Kong Pak berdiri tertegun- tiba2 dari luar
halaman berkumandang suara bentrokan keras disusul
suara jeritan ngeri seorang bergema datang.
Tak kuasa lagi Pek Lie siang menjerit kaget.
"Ceeee. . .cepat bersem.., .bersembunyi dalam pee....peti,
jagoan lihay ini sa...sangat lihay sampai ayahkupun bukan
tandingannya cepat."
"Aku tidak takut"
"Uuuuwoooo" tidak tahan Pek Lie siang muntah darah
segar, serunya lebih lanjut dengan suara yang lemas "Jika
kau tidak suka mendengarkan perkataan siauw-moay aku
segera akan bunuh diri dihadapanmu...."
sekali lagi Lam Kong Pak merasa terperanjat, ia melihat
seluruh dada Pek Lie siang sudah basah kuyup oleh darah
segar. wajahnya pucat pasi bagaikan majat. sembari kertak
gigi ia paksakan diri bangun berdiri lantas menatapkan
kepalanya keatas tembok.
"Jangan berbuat demikian" teriak Lam Kong Pak sangat
kaget dengan cepat ia berkelebat kedepan mencengkeram
pundaknya,
"Baiklah. aku suka mengikuti perkataanmu." sambil
membopong Peti besar ia letakkan benda itu keatas
pembaringan.
Waktu itu dari tempat luaran kembali berkumandang
datang suara dengusan berat disusul munculnya suara
sipencuri sakti "Kepandaianku tidak memadahi
kepandaianmu, banyak bicarapun percuma saja. barang itu
ada dalam rumah. kau pergi dan ambillah sendiri tapi loohu
peringatkan dirimu, jika kau berani mengganggu puteriku,
sekalipun jadi setan loohu tak akan melepaskan kau"
Terdengar seseorang mendengus dingin lantas berjalan
masuk kedalam ruangan rumah itu.
Lam Kong Pak tidak ingin mengingkari permintaan Pek
Lie siang, ia tahu gadis tersebut bermaksud baik kepadanya
apalagi orang itu pun memiliki kepandaian silat yang sangat
lihay, ia tidak berani menempuh bahaya mencari gara2
secara gegabah.
Tanpa berpikir panjang lagi, pemuda itu membuka
penutup peti lantas menerobos masuk kedalam.
sewaktu orang tadi sedang melangkah masuk kedalam
ruangan itulah. dari luar halaman berkumandang datang
beberapa kali suara bentakan yang amat keras disusul suara
bentakan seorang gadis: "Eeeei. . .pencuri tua, kau sudah
mencuri keluar sebuah peti dari perkampungan Toa Loo
san-cung kami?"
suara gadis itu amat keras, sekalipun Lam Kong Pak
yang berada dalam peti pun bisa mendengarnya dengan
sangat jelas .
Tak kuasa lagi hatinya terasa bergetar keras, karena ia
dapat mengenali suara itu berasal dari cioe cien cien-
sewaktu ia siap berteriak, tahu2 peti tadi sudah kena
terkunci lantas dikempit seseorang dan dibawa lari melalui
jendela belakang.
Lam Kong Pak tahu orang yang mengempit peti tersebut
saat ini bukan lain adalah simanusia yang melukai ayah Pek
Lie siang, hanya ia tak tahu kawan atau musuhkah orang
itu. karenanya selama ini mulutnya tetap membungkam
dalam seribu bahasa.
"Tidak kusangka aku harus merasakan siksaan lagi
didalam peti sialan ini" pikirnya dihati,
Dengan mengempit peti tersebut orang itu berlari sangat
cepat, secara lapat2 pemuda she- Lam Kong dapat
merasakan ilmu meringankan tubuh yang dimiliki oraag ini
jauh berada diatas kepandaian dari ayah si Pek Lie siang,
KURANG lebih setengah jam kemudian agaknya
mereka sudah memasuki sebuah gunung yang lebat dan
sunyi, secara samar2 pemuda kita yang ada dalam peti
dapat menangkap suara desiran pohon siong tertiup angin-
Tiba2 serentetan suara tertawa aneh berkumandang
menjulang ketengah angkasa disusul suara jengekan dingin
memecahkan kesunyian.
"HEEEEE...heeee. . .heeeeee tidak kusangka rejeki, aku
Hiat so Cay sin- atau sidewa harta bertangan telengas tidak
jelek. malam ini kembali menemui suatu jual beli yang
sangat menarik hati...."
orang yang mengempit peti tadi agaknya dibuat tergetar
seluruh tubuhnya sehabis mendengar jengekan tersebut,
badannya kontan berhenti.
"Hmmm Walaupun nama besar saudara tercantum
diantara 'Empat manusia kaya' tapi aku orang she-sang
masih belum pandang kau dalam hati" sahutnya ketus.
Lam Kong Pak yang dengar nada suara orang ini, sang
hatipun ikut tergetar. pikirnya: "Bukankah nada suara ini
berasal dari si 'sin so Cuang Yen' sang Loo-cianpwee ?"
"Heeeee. . .heee. . .heeee. . sudah tentu." Kembali suara
seram dari Hiat so Cay sin berkumandang memenuhi
seluruh angkasa.
"Dengan andalkan nama besar sin so Cuang Yen- sudah
tentu kau orang she sang tak bakal takuti siapapun juga.
Cuma. . .heee. . heeeee. . .kaupun harus tahu selamanya
aku Hiat so Cay sin belum pernah melakukan jual beli
dengan sia2"
"Apa yang kau inginkan ?"
"Dengan membawa sebuah peti yang memancarkan
cahaya ke-emas2an melakukan perjalanan ter-buru2. jelas
benda yang berada dalam peti itu adalah semacam benda
berharga yang tak ternilai harganya. jikalau kau orang tahu
diri ada baiknya perlihatkan sejenak benda apa yang ada
dalam peti itu. jikalau barang berharga biasa saja. aku si
Cay sin-ya tak bakal tertarik"
"Kau dugaaku orang she-sang bisa mengabulkan
permintaanmu itu?" Teriak sin so Cuang Yen teramat gusar.
"Heeeee. .heee. . .heee. . .sekali pun tidak setuju juga
harus setuju"
"Apa yang kau andalkan ?"
"Aku akan mengandalkan Hiat so Cay sin, merek
emasku ini "
"Hmnm sedikit permainan cakar ayammu belum tentu
betul2 sangat lihay"
Hiat so Cay sin kembali tertawa seram.
"Lihay atau tidak bukankah akan kau ketahui sendiri
selelah dicoba? eeei, manusia she-sang letakkan peti itu
keatas tanah. bagaimana kalau kita lemaskan otot2 serta
tulang2 kita yang sudah mulai kaku?"
"Soal itu sih tidak perlu Aku orang she-sang masih bisa
bergebrak sambil mengempit peti ini bukankah sama saja."
"Heeee. . .heeee. . .heeee...manusia she-sang jangan
terlalu pandang tinggi kepandaianmu sendiri pertarungan
ini bukan main2 belaka Hmmm coba kau tengok kurang
lebih lima tombak dibelakangmu adalah mulut gunung
berapi. heeeeee. . .perduli seberapa berharganya barang
yang berada dalam peti itu tetap termasuk barang
sampingan,jangan disebabkan sedikit benda tadi harus
mengorbankan selembar jiwa tuamu. wooouw...tak
berharga, tak berharga."
sin so Cuang Yen membentak keras, ia tahu setelah
berjumpa dengan iblis tua macam begini banyak bicara pun
tak guna.
Karena itu tanpa banyak cincong lagi ber-turut2 ia
melancarkan beberapa jurus serangan Lian Tiong sam Yen-
dengan kecepatan laksana sambaran kilat.
"Braaaaaakk...." diiringi suara bentrokan keras, tubuh sin
so Cuang Yen terpukul mundur dua Langkah kebelakang.
"Heeeee. . .heee...manusia she-sang, lebih baik jangan
tak tahu diri."
sekali lagi sin so Cuang Yen membentak keras, tubuhnya
menubruk maju kedepan dan dengan cepat diantara mereka
berdua melangsungkan suatu pertarungan yang maha
sengit.
Waktu itu Lam Kong Pek yang berada dalam peti mulai
merasa menyesal dan memaki diri sendiri mengapa tidak
berteriak sejak tadi.
Ia tahu nama besar Hiat so Cay sin- tertera diantara
deretan empat manusia kaya tenaga dalam yang dimiliki
sedikit berada dibawah kepandaian dari Cioe Ci Kang itu
Cung-cu dari perkampungan Toa Loo san-cung serta kedua
orang jago muda lihay dari Benteng "Hwie Him Poo."
Apa lagi saat ini sin so Cuang Yen harus bergebrak.
sambil mengempit sebuah peti yang berat, kepandaiannya
semakin berada satu tingkat dibawah orang2 itu.
Kendati begitu dalam keadaan seperti ini Lam Kang
Pakpun tidak berani buka suara ia takut karena suaranya
bakal memecahkan perhatian Sang Lo-cianpwee dan kena
diringkus oleh Hiat so Cay Sin
Ratusan jurus berlalu dengan cepatnya, makin lama Sin
So cuang Yen terdesak semakin kebelakang dan Lam Kong
Pak yang berada dalam peti pun secara lapat2 mulai merasa
kepanasan asap tebal mulai menerobos masuk kedalam
ruangan peti melalui lubang2 kecil didasar peti tersebut.
Tiba2 angin pukulan men-deru2, diiringi suara bentakan
keras beruntun Hiat So cay Sin melancarkan tiga buah
serangan dahsyat kemuka.
Sin So cuang Yen sebagai seorang jago yang
kepandaiannya sedikit berada dibawah kepandaian pihak
lawan, setelah bergebrak ratusan jurus melawan si percuri
sakti itu, lantas harus melakukan perjalanan jauh sambil
mengempit peti berat, hawa murninya sudah banyak
berkurang.
Walaupun saat ini iapun tahu situasinya jauh lebih
banyak bahaya daripada beruntung tapi ia tidak rela
menyerahkan barang pusaka Bu-lim itu kepada orang lain-
Dengan kumpulkan seluruh tenaga Iweekang yang
dimilikinya sekali lagi ia melancarkan satu pukulan dengan
jurus "cuang Yen ci Ti atau mahasiswa Lulus Ujian jurus
terakhir dari ilmu telapak "Lian Tiong Sam Yen"."
Braaaaak. . . Bluuuum. . . Beruntun Hiat So cay Sin kena
dipukul mundur tiga langkah lebar sedangkan Sin So cuang
Yen sempoyongan sejauh tujuh, delapan langkah lebih,
Hiat So cay Sin tertawa seram, laksana sambaran kilat ia
mendesak maju lebih kedepan.
"Bagaimana?" jengeknya keras. Satu tombak
dibelakangmu adalah mulut gunung berapi, apakah kau. . .
."
"Aku orang she-sang akan adu jiwa dengan kau."
mendadak sin so Cuang Yen membentak keras.
Kembali satu pertarungan sengit berkobar disisi mulut
gunung berapi dengan nekatnya sang Hong Tie hendak
mengadu jiwa sedang sidewa harta bertangan telengas pun
tidak berani bersikap gegabah.
Lam Kong-pak yang berada dalam peti mulai merasa
cemas, keringat mengucur keluar membasahi seluruh
tubuhnya, ia merasa kepanasan terkurung dalam suatu
ruangan demikian sempitnya.
Beberapa kali pemuda ini ada maksud teriak tapi
akhirnya ditahan juga maksud hatinya itu, ia tahu asalkan
sang Cia npwe mendengar suara teriakannya maka ia pasti
tertegun dan bakal menemui bencana di tangan pihak
lawan-
Mendadak. ....
"Braaaaak " diiringi suara hantaman keras. Lam Kong
Pak merasakan badannya seperti terbang ditengah awang2,
jelas peti tersebut kena dipukul lepas oleh Hiat so Cay sin.
Dua rentetan suara jeritan kaget berkumandang
memenuhi angkasa, Lam Kong Pak merasakan daya
luncuran dari peti tersebut tidak lemah setelah
bergelindingan beberapa kali akhirnya berhenti,
Bersamaan itu pula hawa kobaran api sangat panas
membuat badannya kering susah bernapas. keringat
mengucur keluar hampir membasahi seluruh tubuhnya.
Ia tidak berani berayal lagi. mendadak teriaknya keras-
"Sang cianpwee Sang Cianpwee aku adalah Lam Kong Pak,
aku adalah Lam Kong Pak "
"Aaaah "
suara jeritan kaget kembali berkumandang memenuhi
angkasa, tapi sin so Cuang Yen sama sekali tidak
mendengar jelas siapa nama yang diteriakkan itu, karena
dimana peti tersebut berada pada saat ini sangat dekat sekali
dengan mulut gunung berapi, hawa panas yang berkobar
membuat orang susah mendekati tempat itu.
Tapi sin so Cuang Yen masih sempat mendengar jelas
teriakan 'sang Loocianpwee' beberapa patah kata ia merasa
nada suara orang itu sangat dikenal. "suara yang berada
dalam peti itu?" bentaknya keras.
Lam Kong Pak yang berada dalam peti mulai merasa
tidak tahan terhadap hawa panas yang menyerang datang
semakin menghebat, segera sahutnya keras- "Boanpwee
adalah Lam Kong Pak"^
Mendengar disebutnya nama itu seluruh tubuh sin so
Cuang Yen tergetar sangat keras, tanpa perduli hawa panas
yang menyengat badan lagi ia menubruk kearah sisi mulut
gunung berapi itu
Dengan watak Hiat so cay sin yang kejam dan telengas,
setelah mengetahui isi peti tersebut bukan pusaka
melainkan manusia, ia tidak mau kerja tanggung2 lagi,
diiringi tertawa seram yang mendirikan bulu roma dari
tempat kejauhan kembali mengirim satu pukulan dahsyat
kearah muka.
Bersamaan dengan menyambar datangnya segulung
angin pukulan dahsyat, suara bentakan nyaring
berkumandang pula memecahkan kesunyian. "Bajingan tua
kau berani. . . ."
Walaupun Lam Kong Pak dapat menangkap suara
bentakan tadi sepertinya berasal dari Cioe Cien Cien, tapi
waktu sudah terlambat tenaga pukulan yang maha dahsyat
dari Hiat so Cay sin sudah menghajar datang.
Pemuda kita cuma merasakan sang peti bergetar keras
melayang jatuh kebawah.
Begitu peti tadi mencelat lebih ketengah,jilatan api segera
membakar benda itu dengan dahsyatnya, tapi berhubung
daya luncur peti tadi kebawah sangat tinggi maka oleh
hawa tekanan yang besar kobaran api tadi kontan tertiup
padam.
Hawa panas pun berkurang dan akhirnya Lam Kong Pak
merasa hawa segar mulai menyelimuti seluruh bagian peti
tadi.
"Byuuuur. . ." suara air serta gadis2 muda berkumandang
datang diikuti getaran keras dan masuknya air kedalam peti
melalui celah lubang kecil.
Lam Kong Pak jadi sangat kaget, dengan sekuat tenaga
didorongnya penutup peti siapa nyana usahanya tidak
mendatangkan hasil, sedang air pun sudah mulai memenuhi
seluruh ruangan peti.
Dengan demikian ia tak dapat mendengar suara diluar
lagi dan lama kelamaan ia bakal mati kesesakan napas.
Mendadak peti itu diangkat keluar dari dalam air diiringi
suara tawaan merdu serta pembicaraan beberapa orang
gadis dengan gembira. Terdengar salah satu diantara gadis2
itu berkata :
"Ayoh kita buka dan kita lihat barang apa yang berada
dalam peti ini "
"Aaaah jangan, lebih baik kita angkat dan serahkan
kepada sian-cu "
"Tapi lihat dulu baru diserahkan kepada sian-cu
bukankah sama saja?" ujar gadis pertama lagi,
untuk beberapa saat suara2 dengan barbagai macam
pendapat bergema sangat ramainya.
"Jika kalian tidak barani buka, biarlah aku yang buka."
mendadak gadis pertama itu berseru.
Waktu itu kebetulan Lam Kong Pak sedang kerahkan
seluruh tenaganya mendorong keatas.
"Kraaaak" penutup peti terpental lebar2 disusul
badannya mencelat ketengah angkasa lalu mengirim satu
pukulan kebawah.
Dua kali jeritan kaget berkumandang memenuhi
angkasa, dua orang gadis telanjang yang menerjang paling
dekat sudah terkena hajaran sehingga sepasang teteknya
yang montok kena terpukul hancur, darah segar muncrat
keluar bercampur dengan air sungai.
Waktu itu Lam Kong Pak baru bisa melihat jelas
keadaan disekeliling tempat itu. Kiranya ia berada disebuah
tebing terjal, diatas tebing tadi adalah mulut gunung berapi,
disisi tebing merupakan sebuah sungai kecil yang melingkar
jauh keujung tebing.
DISISI sungai terdapat sebuah perkampungan yang
sangat aneh, pagoda, loteng maupun bangunan rumahnya
terbuat dari semacam bahan yang berwarna putih bersih
bagaikan susu.
Begitu Lam Kong Pak membinasakan dua orang gadis
telanjang bulat tadi, beberapa orang gadis telanjang lainnya
jadi gempar. suara teriakan2 keras bergema saling susul
menyusul.
Sedang hawa murni pemuda kita begitu buyar.badan pun
meluncur turun lagi kedalam sungai.
seketika itu juga ber-puluh2 orang gadis cantik yang
telanjang bulat sehingga kelihatan bukit venusnya yang
tinggi menonjol serta lekukan badan bagian bawahnya yang
menggairahkan ber-sama2 mengerubut datang dari empat
penjuru.
Lam Kong Pak kapan pernah menemui pemandangan
indah semacam ini?? tubuh sang gadis yang begitu bersih,
begitu montok dan menggairahkan terkampar begitu jelas
didepan mata apalagi sepuluh orang gadis telanjang
sekaligus berada disana, bagaimana pun pemuda kita
merasakan juga jantungnya berdebar keras.
Dengan air muka merah jengah pikir pemuda she- Lam
Kong ini diam2: "Mungkin gadis ini adalah perempuan
siluman yang tidak tahu malu, kalau tidak mengapa mereka
pada telanjang bulat dialam terbuka."
"Aaaaah "
Tak kuasa lagi ia menjerit tertahan, karena ia temukan
seluruh badan sang gadis yang telanjang bulat tadi penuh
dengan bulu2 putih sepanjang satu coen, oleh sebab diatas
badan mereka ada airnya maka bulu2 putih tadi susah
ditemukan dalam sekali pandang.
Dengan penemuan ini maka Lam Kong-pak pun
semakin yakin dugaannya bila ia sudah berjumpa dengan
perempuan siluman, diiringi suara bentakan keras dengan
jurus 'Hang sauw Lak Hoo' atau Menyapu runtuh Enam
benteng dari ilmu Thian suo so menghajar kemuka,
Ber-puluh2 gadis itu sama sekali tidak menyangka
pemuda yang berada dihadapannya bila melancarkan
serangan secara mendadak. diiringi suara jeritan kaget
kembali dua orang mengeletak mati.
Dua kali Lam Kong Pak turun tangan membinasakan
empat orang gadis telanjang kontan menimbulkan rasa
gusar bagi gadis2 lainnya, ada diantara mereka meloncat
dari ketinggian beberapa tombak langsung menubruk
kebawah dan ada pula yang menyelam dalam air untuk
menggencet pemuda kita .
Dengan adanya serangan ini urusan jadi semakin serius,
apalagi harus bergebrak dalam air semakin tidak leluasa lagi
baginya.
Mula2 ia mengirim dua serangan dulu ketengah udara,
lalu siap menghadapi serangan dari bawah, siapa nyana
ketika itulah celananya tiba2 ditarik orang membuat
pakaian bagian bawahnya jadi tertarik robek kelihatanlah
kejantanannya.
Gadis2 telanjang itu pada menjerit kaget ber-puluh2
pasang mata ber-sama2 dialih ketubuh bagian bawah dari
Lam Kong dan memandang kejantanan pemuda itu dengan
terpesona.
Lam Kong Pak yang tubuhnya berada ditengah udara
melihat sikap gadis2 itu begitu tidak tahu malu, hawa
gusarnya semakin memuncak lagi.
Padahal ia mana tahu kalau gadis2 ini sudah jauh
terpisah dari pergaulan dunia. sejak dilahirkan belum
pernah berjumpa dengan lawan jenisnya.
Hawa membunuh berkobar memenuhi seluruh wajah,
melihat peti besar tadi kebetulan sedang terbawa arus
menuju kearah depan ketiga orang gadis itu, dengan sekuat
tenaga ia melancarkan satu serangan dahsyat kedepan.
Walaupun peti itu terbuat dari bahan papan yang bagus,
tapi disebabkan baru saja terjatuh ratusan tombak dari atas
mulut gunung berapi, saat ini sudah pada mengendur.
sudah tentu tak bakal kuat menahan satu serangan
dahsyat dari jagoan lihay lagi.
"Kraaaaak. . . ." hancuran papan beterbangan keempat
penjuru disusul berkumandang datangnya tiga kali jeritan
ngeri.
Ketiga orang gadis canlik yang sedang memandang
Kejantanan- pemuda itu dengan terpesona sama sekali tidak
menyangka akan datangnya serangan begitu dahsyat, untuk
menghindar tidak sempat lagi.
Padahal jika berada dalam keadaan biasa perduli siapa
pun diantara gadis itu sudah cukup membuat pemuda kita
jadi kerepotan-
Ketika Lam Kong Pak melayang turun lagi keatas air
dan melihat kematian ketiga gadis itu dalam keadaan
mengerikan, hatinya mulai merasa tidak tega.
Waktu itu berdiri tertegun itulah, kakinya terasa
mengejang dan tahu2 sudah dicengkeram orang disusul
jalan darah Jong sian Hia-nya jadi kaku. seluruh kekuatan
lenyap dan badan pun roboh kedalam air.
Ia tahu secara beruntun ia telah melukai enam tujuh
orang perempuan siluman setelah ditangkap susah baginya
untuk meloloskan diri dari kematian.
Diikuti badannya diseret naik ketepi sungai lalu dibawa
lari kearah perkampungan berwarna putih bersih itu
"Braaak" badannya dibanting keatas tanah membuat
pemuda she- Lam Kong tersadar kembali dari lamunannya,
Ketika ia membuka mata kembali, hatinya mulai diliputi
rasa kaget serta tercengang yang bukan alang kepalang.
Tampak seluruh bangunan rumah itu terbuat dari batuan
warna putih salju. seluruh perabot berwarna putih bersih
pula bahkan sampai kain seprei. horden maupun kelambu
juga berwarna putih.
" Lapor sian-cu, perkampungan kita telah kedatangan
seorang mata2, harap sian- cu menjatuhi hukuman"
Laporan itu begitu diutarakan, dari balik ruangan
berkumandang datang suara langkah kaki yang ringan dan
diiringi suara ting tang ting tang yang ramai dari gelang
yang beraduan-
WALAUPUN Lam Kong Pak tak dapat bergerak tapi
kesadarannya sama sekali belum hilang, ia segera alihkan
sinar matanya kearah berasalnya suara langkah kaki tadi.
Dari balik horden muncul dua orang gadis cantik berbulu
putih yang memakai pakaian model keraton dengan
berjalan berdampingan-
Tiba2 mereka memancar kedua belah samping sembari
menyingkap horden itu semakin lebar, lalu disusul muncul
kembali seorang gadis berpakaian keratan warna putih yang
memakai kain kerudung pada wajahnya dengan gerak-gerik
yang mengiurkan-
Bau harum yang sangat aneh msnyiar keluar secara
lapat2 membuat orang terasa jadi mabok. .
Walaupun Lam Kong Pak tidak tahu bagaimanakah raut
muka gadis itu, tapi ditinjau dari lekukan badannya yang
mengiurkan serta tingkah lakunya yang amat
mempesonakan cukup dapat kita raba bila dia adalah
seorang gadis yang amat cantik.
Gadis telanjang berbulu putih yang menyeret pemuda
she- Lam Kong masuk kedalam ruangan tadi segera
memberi hormat kepada gadis berkerudung itu ujarnya
"Lapor siancu mata2 ini sudah membinasakan lima orang
Cap sah Moay perkampungan kita"
Lalu diceritakannya secara bagaimana ia temukan ada
peti yang jatuh dari atas mulut gunug berapi lalu muncul
Lam Kong Pak yang beruntun membinasakan beberapa
orang anggota mereka.
Dengan mulut mambungkam gadis berkerudung itu
memperhatikan Lam Kong Pak beberapa saat, akhirnya
kepada sigadis telanjang berbulu putih itu ujarnya. "Pergilah
disini sudah tak ada urusanmu lagi"
sepeninggalnya gadis itu kembali dara berkerudung itu
berkata lagi "Bebaskan jalan darahnya"
Nada suara gadis ini merdu bagaikan genta membuat
hati orang terpesona, tapi dibalik nada yang merdu
memancarkan daya pengaruh yang sangat besar.
"orang ini masuk kedalam perkampungan kita melalui
mulut gunung berapi, bahkan beruntun membinasakan lima
orang diantara Cap sah Moay pelindung hukum kita. jelas
kepandaian silatnya sangat lihay. siancu." seru kedua orang
dayang itu berbareng sehabis mendengar perintah dari
Cungcunya.
"sudah, tidak usah banyak cerewet, kalian suka
mendengarkan perkataanku tidak?"
Kedua orang dayang itu tidak berani banyak bicara lagi,
salah satu diantara mereka segera maju kedepan sambil
mengirim satu tendangan kearah jalan darah sang pemuda
yang tertotok.
Begitu tersentuh ujung kaki, jalan darah terbebas dan
Lam Kong Pakpun segera meloncat bangun.
" Kalian berdua boleh mengundurkan diri?" ujar sidara
berkerudung lagi. kepada kedua orang dayangnya.
Kedua orang gadis berbulu putih itu melirik sekejap
kearah Lin Kong pak akhirnya mereka ber-sama2
mengundurkan diri dari sana.
Walaupun Lam Kong Pak tidak berhasil melihat wajah
asli dari gadis ini, tapi secara lapat2 ia merasa dara tersebut
mempunyai suatu daya pengaruh serta kewibawaan yang
tinggi, bila dibandingkan dengan cioe Cien Cian serta Pek
Lie siang jauh sangat berbeda.
"Dengan cara yang tidak fair saudara menyelundup
masuk kedalam perkampungan kami bahkan
membinasakan pula lima orang diantara Cap sah Moay
pelindung hukum. sebenarnya apa maksudmu ?" tanya dara
berkerudung itu.
Lam Kong Pak yang celananya ditarik robek sehingga
alat bagian bawahnya kelihatan jelas tertera didepan mata
gadis itu sejak semula sudah merasa tidak puas. mendengar
perkataan tadi kontan saja tertawa dingin, tidak hentinya.
"Heeeeee. . . .heeee. . .heeee. . . .Kolong langit ini adalah
kolong langit milik manusia, kemanapun aku boleh pergi
sesuka hatiku sedang mengenai kalian perempuan2 konyol.
tidak lebih adalah lonte2 tidak tahu malu. sekalipun
dibunuh juga tidak usah disayangkan"
"setelah kau bunuh empat, lima orang gadis anggota
perkampurgan kami, apakah dalam hatimu sedikitpun tidak
menyesal?"
Dara berkerudung itu sama sekali tidak gusar mendengar
makian2 kotor dari pemuda she- Lam Kong ia cuma berdiri
tenang ditempat semula dan sedikit pun tidak bergerak.
"Bilamana ada kesempatan, cayhe masih ingin
membunuh lagi beberapa orang diantara mereka " teriak
Lam Kong Pak kaok2.
"Kau berasal dari perguruan mana?"
"Tak ada perguruan "
"Tentunya ada suhu bukan? nah siapakah gurumu ?"
"Siauw Yauw sianseng, Lu Ih Beng "
" Nona mu belum pernah mendengar jagoan yang
bergelar siauw Yauw sianseng, mungkin pengetahuanku
memang cetek "
"Heeee. . .heeeee. . .heeeee. . .bagi seorang gadis yang
seluruh tubuhnya dipenuhi dengan bulu putih sudah tentu
belum pernah melihat kolong- langit" ejek pemuda itu
sembari tertawa dingin.
"Jadi kau anggap nonamu sama pula dengan mereka ?"
"sekalipun berbeda juga tak akan terpaut terlalu jauh "
"Kau ingin periksa badanku?"
"Cuh lebih baik tak kuperiksa"
"Dapat membinasakan empat, lima orang pelindung
hukum perkampungan kami nonamu menduga tentu kau
masih ada sedikit simpanan." seru dara berkerudung itu
dengan nada dingin. "Coba kau perlihatkan sedikit
kepandaianmu agar aku tinjau apakah kau berhak untuk
melihat wajah aslinya nonamu"
"Tidak perlu tidak perlu bagaimana pun juga cayhe tiada
berminat untuk melihat wajah aslimu"
"Demikian saja aku akan tetap berdiri disini dan kau
boleh melancarkan tiga buah serangan, bila aku tidak
bergerak dari tempat itu maka terhitung kau yang kalah,
kau harus jadi budakku selama hidup. . . ."
"Jika kau sampai bergerak?"
"Anggap aku yang kalah dan segera akan kuhantar kau
keluar dari perkampungan ini."
"Baik cuma bilamana kau sampai terluka ditanganku
jangan salahkan diriku lagi"
"Tunggu sebentar watakmu betul2 beranggasan susah
menahan diri. . . kau sudah lupa memikirkan satu persoalan
lagi jika dalam pukulan pertama dan kedua aku sedikit
bergerak sedang dalam pukulan yang ketiga kau malah
terpental balik, lalu bagaimana."
"Aaaah mustahil. mana mungkin terjadi peristiwa
macam begini? jika kau tak tahan seranganku yang pertama
dan kedua, mana mungkin dalam serangan yang ketiga aku
malah yang terpukul pental?"
Dara berkerudung itu tertawa cekikikan nada suaranya
merdu mempesonakan membuat orang merasa ketagihan
bagaikan minum sebelas air setelah menahan siksaan haus
selama tiga hari.
" Nona mu mengatakan pengetahuanmu sangat cetek
kau tidak puas. tahukah kau bahwa ilmu kepandaian
nonamu terhitung paling jempolan dalam Bulim ?"
Lam Kong Pak tertawa dingin tiada hentinya.
"Heeeee. . . .heeeeee. . . .heeee. . . kepandaian ngibulmu
baru terhitung paling jempolan, entah dari golongan
manakah ilmu silatmu itu ?"
"Mo san sam sih atau tiga jurus ilmu payung iblis."
"Apa ?"
jantung Lam Kong pak benar2 tergetar keras, hampir
saja ia tidak mempercayai telinga sendiri.
"Tiga jurus payung iblis?"
Kembali Lam Kong Pak mundur selangkah kebelakang.
"Kau maksudkan ilmu silat yang tertera dalam Payung
sangkala?" serunya tertahan-
"sedikitpun tidak salah. kecuali ketiga jurus ilmu payung
iblis tersebut siapa yang berani mengatakan ilmu yang
paling jempolan dalam seluruh Bu-lim ?"
"Eeeei. . . ada baiknya kau jangan mengibul terus
menerus menurut apa yang cayhe ketahui Payung sangkala
sudah terjatuh ditangan cioe Ci Kang itu cung cu dari
perkampungan Toa Loo sancung. Hmmmm secara
bigaimana kau bisa paham kepandaian silat yang termuat
dalam payung sangkala itu?"
"Kau melihat dengan mata kepala sendiri?" tanya dara
berkerudung itu agak tertegun-
" Walau pun cayhe tidak melihat dengan mata kepala
sendiri, tapi perkataan dari puteri kesayangan Toa Loo san
cungcu tak mungkin bohong"
"Kau kenal dengan puterinya?"
"sedikitpun tidak salah "
"Ia tentu sangat cantik bukan ?"
"Hhmmmm boleh dikata demikian- atau paling sedikit
seluruh badannya tak bakal tumbuh bulu putih sebegitu
banyak dan lebatnya."
"oooow." tak tahan lagi dara berkerudung itu tertawa
cekikikkan saking kegelian-"Kau benar2 menarik hati. tidak
aneh kalau puteri dari Cungcu perkampungan Toa Loo
sancung bisa jatuh cinta kepadamu"
"Bagaimana kau bisa tahu kalau ia jatuh cinta kepadaku
?"
"jika ia tidak jatuh cinta kepadamu, secara bagaimana
gadis itu begitu rela untuk menceritakan rahasia besar
ayahnya kepadamu terutama sekali mengenai Payung
sengkala itu"
"Hmmm soal ini adalah urusan pribadiku, harap kau
jangan ikut campur "
"Baiklah kita tak mau membicarakan persoalan ini lagi.
jikalau badanku bergerak. dalam menerima pukulan
pertama serta keduamu sedang dalam pukulan yang ketiga
berhasil mendesak dirimu, apa yang hendak kau lakukan ?"
"Bagus sekali, kita tentukan saja seri "
"Jika aku kalah urusan bisa diselesaikan dengan mudah
dan sebera kuhantar kau keluar dari perkampungan ini" ujar
dara berkerudung iiu setelah termenung sejenak. "Dan
semisalnya kau yang kalah ini pun mudah diselesaikan,
selama hidup kau menjadi budakku, justru bila seri urusan
rada susah dibereskan" Tak kuasa Lam Kong Pak rada
melengak dibuatnya.
"Jikalau sampai seri ini menandakan bahwa
kepandaianmu belum berada diatas kepandaian cayhe,
walaupun tidak terhitung kalah tidak dapat pula dicatat
sebagai suatu kemenangan- hantarkan saja cayhe
meninggalkan perkampungan ini"
"Heeei apa yang kau ketahui? nonamu pernah
bersumpah barang siapa lelaki yang bisa bergebrak
seimbang dengan nonamu maka. . . ."
" Kenapa?"
" Lebih baik tak kukatakan saat ini, bagaimana pun juga
menurut dugaan nonamu ilmu silat yang kau miliki tak
mungkin bisa seimbang dengan kepandaian nonamu"
"Hmmm jangan terlalu menyombongkan diri, kau sudah
baik berdiri?" teriak Lam- Kong Pak sambil mendengus.
"sudah siap. sekarang kau boleh mulai turun tangan"
Dengan kerahkan seluruh tenaga Iweekang yang
dimilikinya kearah tangan, pemuda she- Lam Kong siap
melancarkan serangan-Mendadak ia membuyarkan kembali
tenaga murninya.
"Walaupun cayhe adalah manusia yang tidak becus dari
kalangan Bu-lim. cayhe tidak ingin turun tangan melukai
seorang gadis yang sama sekali belum melakukan
persiapan-" katanya.
"Kau anggap dengan andalkan sedikit ilmu silat cakar
ayammu sudah bisa melukai nonamu"
"Kurang ajar, lihat serangan" Lim Kong Pak tak bisa
menahan rasa gusar dihatinya lagi ia membentak keras.
Dengan kumpulkan hawa murni enam bagian dan
menggunakan ilmu pukulan senjata langit perjaka tadi
melancarkan satu pukulan dahsyat kedepan-
Angin pukulan men-deru2, dengan tajam menyambar
lewat dari sisi tubuh dara berkerudung itu tapi ia sama
sekali tak bergerak dari tempat semula.
Lam Kong Pak jadi sangat terperanjat diam2 pikirnya
"Apakah ia sungguh2 bisa menggunaka ketiga jurus ilmu
payung iblis ?"
sekali lagi ia melancarkan satu pukulan senjata langit
dengan kumpulkan tenaga murni seculuh bagian. segulung
hawa khie-kang yang maha dahsyat laksana ombak besar
ditengah samudra menggulung datang mengejar jalan darah
'Tong Hiat' pada pinggang gadis tersebut.
Ilmu pukulan senjata langit ini jauh berbeda dengan
kepandaian2 lain, pada hawa pukulan lainnya angin
serangan akan membentuk bagaikan kipas sedangkan dalam
ilmu pukulan senjata langit ini dari menyebar angin
pukulan jadi mengumpul di titik yang sama dengan
sendirinya kekuatanpun bertambah beberapa kali lipat.
Dara berkerudung itu berseru tertahan badannya berkelebat
dua langkah kesamping.
Gerakan untuk menghindar pun luar biasa anehnya,
tampak badannya kaku bagaikan mayat dan sama sekali tak
berkutik hanya saja tahu2 ia sudah berganti tempat. Lam
Kong Pak tertawa dingin tiadanya.
"Heeeee. . .heeee. . . .heeee. . . ilmu meringankan
tubuhnya sih bagus, cuma sayang berbau ilmu sesat.
sekarang terima seranganku yang ketiga."
Angin pukulan kedua belum habis menyambar lewat,
jurus terakhir dari ilmu pukulan senjata langit 'Nu To Thian
suo' atau nyambit ganas senjata langit sudah muncrat
keluar.
Jurus ini merupakan hasil penyelidikan serta latihan dari
siauw Yauw sianseng selama puluhan tahun, kekuatannya
luar biasa bahkan secara samar2 membawa suara deruan
yang memekikkan telinga, suara tertawa dingin yang
diperdengarkan Lam Kong Pak belum habis, tubuh dara
berkerudung yang berdiri tak berderak itu tiba2 ber-liuk2
bagaikan ular air diikuti pemuda kita mendengus keras
tubuhnya terdorong mundur dua langkah lebar kebelakang.
Dasar wataknya yang keras kepala, walaupun ia merasa
tidak kuat menahan daya hantaman pihak lawan yang kuat
tapi dengan paksakan diri dipertahankan juga, ia tidak ingin
dirinya menderita kalah sehingga selama hidup harus
menjadi budaknya.
sambil kertak gigi ia menahan diri terhadap datangnya
tenaga tekanan yang maha besar dari arah depan, akhirnya
pemuda ini berhasil mempertahankan diri
Tapi dengan peristiwa ini isi perut pun jadi bergolak. tak
tahan lagi darah segar saling berdesakan mengalir keluar.
sekali lagi pemuda she-Lam Kong ini mempertahankan
diri, mentah2 ia telan kembali darah segar yang siap
menyembur keluar itu
Lam Kong Pak merasakan hatinya tergetar keras. ia
sama sekali tidak menyangka dalam serangan yang kedua
walaupun berhasil mendesak mundur lawannya sehingga
harus menghindar, tapi dalam serangan ketiga dirinya pun
kena didesak mundur dua langkah lebar bahkan isi perutnya
terluka parah.
Mendadak terdengar dara berkerudung itu menangis ter-
sedu2 sambil menutupi wajahnya ia lari masuk kedalam
kamarnya dan menangis terisak.
Tindakan yang aneh ini sudah tentu membuat Lam
Kong pak kebingungan setengah mati.
“Aaaah. . . gadis ini benar2 mau menang sendiri" diam2
pikirannya dihati. "Apa perlunya dia menangis begitu
sedih? kan dia tidak sampai menderita kalah? apakah ia
inginkan aku Lam Kong pak benar2 menderita kekalahan
total baru merasa puas? perempuan-perempuan memang
wanita merupakan makhluk yang paling aneh. . . .."
ooo = = ooo = = ooo

SUARA isakan tangis dalam ruangan belakang terdengar


makin lama semakin deras, nadanya amat menyedihkan
membuat setiap orang ikut merasa berduka dan pilu hati.
Dasarnya Lam Mong Pak memang seorang lelaki
berwajah dingin tapi berperasaan halus oleh suara isakan
tangis yang memilukan itu, hatipun ikut merasa sedih.
setelah ragu2 sejenak. akhirnya diiringi suara helaan
napas panjang ia menyingkap horden berjalan masuk
kedalam ruangan.
"Nona, kau sama sekali tidak menderita kalah. kita
berkesudahan seri. apa yang kau tangisi ?"
"Kau masuklah" seru dara berkerudung itu sambil
tengkurep diatas ranjang.
Lam Kong Pak menurut dan bertindak masuk kedalam
kamar, kembali ia menghela napas panjang.
"Berkesudahan seri pun kau merasa begitu sedih."
katanya perlahan. "cayhe sebagai seorang lelaki sejati
ternyata tak berhasil merebut diatas angin apakah hatiku
tidak merasa kecewa?"
Mendadak dara berkerudung itu meloncat bangun dari
atas pembaringan.
"Kau tahu apa? justru kesudahan seri ini bagi nonamu
jauh lebih parah daripada derita kalah"
"Iiiiihhh" Lam Kong Pak menjerit tertahan sepasang
matanya terbelalak lebar2 sedangkan mulutnya melongo.
Kiranya kerudung yang dikenakan gadis itu pada saat ini
sudah terlepas. tampaklah selembar raut muka yang cantik
jelita sangat mempesonakan hati. hidungnya mancung
bibirnya kecil mungil berwarna merah merekah matanya
yang bulat sayu sangat menarik hati setiap orang.
Apalagi wajahnya yang penuh dengan air mata pipinya
yang merah dadu bagaikan buah pear.
"Aaaaah kiranya wajahmu tak berbulu" terdengar Lam
Kong Pak bergumam seorang diri
Mendadak ia teringat akan perkataan gadis tersebut
'Kesudahan ini jauh lebih parah daripada menderta kalah'
tak tertahan lagi tanyanya "Apa maksud perkataanku ini?"
"Bukankah tadi pernah kukatakan, nonamu pernah
bersumpah dihadapan Thian- bahwa barang siapa lelaki
pertama yang bisa bergebrak seimbang dengan nonamu.
maka nonamu. . . ."
Bicara sampai disini tak tahan lagi merah padam
selembar wajahnya, dengan menekan rasa jengah ia
menunduk dan melengos kesamping.
"Ayoh teruskan apa yang kau inginkan?" seru Lam Kong
Pak tidak paham maksudnya.
Dengan penuh kemanjaan gadis cantik itu goyangkan
badannya yang padat berisi. "Maka. . .maka. . . nona. . .
.nonamu. . . .aaaah kau jahat, aku tak mau tahu"
"Eeeeei. . . .kalau kau tak mau tahu yaa sudahlah
mengapa mengatakan pula aku jahat?" pikir pemuda itu
dengan hati melengak.
"Aku pernah bersumpah dihadapan Thian" kembali dara
cantik itu berkata dengan nada sedih. "Barang siapa yang
pertama kali gebrak seimbang dengan diriku, maka dia. .
.dia. . aaaa. . . .adalah adalah suamiku. . . ."
Kata2 terakhir diucapkan sangat lembut bagaikan suara
nyamuk. hampir2 ia sendiri pun tak dapat mendengar jelas.
seluruh tubuh Lam Kong Pak tergetar keras, badannya
mundur beberapa langkah kebelakang.
"Hal ini mana boleh jadi? aku tak bisa menyetujui
permintaanmu ini"
"Kenapa?" tiba2 gadis itu mendongak.
"Karena aku sudah punya. . . ."
"siapa ? ?"
"Cioe Cien cien puteri dari Cungcu perkampungan Toa
Loosan-cung. ia berkata hendak menanti kedatanganku
kalau tidak selama hidup tak bakal kawin lagi"
"Jika aku pun hendak menanti diriku dan kalau kau tak
suka maka selama hidup aku tak akan kawin?"
"Tidak bisa jadi"
"Apa kau tega melihat aku jadi perawan tua dan tidak
kawin seumur hidup?" potong gadis itu tiba2.
"soal ini adalah urusanmu sendiri, sama sekali tiada
sangkut pautnya dengan diri cayhe"
Melihat keketusan pemuda. akhirnya dara manis itu
menghela napas panjang. "Bila kau menyetujui
permintaanku ini maka sekarang juga akan kuturunkan
ilmu payung iblis itu kepadamu sehingga sejak kini kau
bakal jadi jagoan Bu-lim nomor wahid dan berhasil
mengejutkan semua orang, dalam pertemuan para jago
digunung Ming-san kemudian hari. . ."
"Cayhe tidak ingin mempesoleh ilmu payung iblis itu
dengan menggunakan cara ini, lebih baik mulai sekarang
matikan saja keinginanmu ini"
"Adakah kecantikanku tidak bisa memadai Cioe Cien
cien? benarkah sedikitpun kau tidak suka kepadaku?"
kembali sidara cantik itu berseru dengan air mata mengucur
keluar membasahi pipinya .
Lam Kong Pak ada maksud menyangkal tapi secara tiba2
suatu ingatan berkelebat dalam benaknya.
"Tidak salah" sahutnya kemudian dengan tegas. "Cayhe
sama sekali tidak suka dirimu"
Gadis itu kelihatan tertegun- sekilas senyuman dingin
berkelebat lewat diatas wajahya. jelas ia sudah melihat sikap
Lam Kong Pak lain dimulut lain dihati,
Dengan kecepatan laksana kilat ia lancarkan serangan
menotok roboh pemuda kita. Diikuti dengan menggunakan
sim-hoat perguruannya menyalurkan hawa murni sendiri
kedalam tubuh pemuda she- Lam Kong bahkan menulis
pula sepucuk surat dan masukkan kedalam saku pemuda
itu.
setelah semuanya selesai gadis itu memerintahkan
dayangnya menghantar Kong pak keluar dari
perkampungan melalui sebuah terowongan yang terletak
sangat rahasia disisi tebing itu dan membebaskan jalan
darahnya yang tertotok.
Per-lahan2 Lam Kong Pak tersadar dari pingsannya, ia
merasa apa yang dialami barusan bagaikan suatu impian
indah belaka.
secara lapat2 ia merasa dalam impiannya hawa murni
yang ada dalam tubuh seperti memperoleh bimbingan dari
segulung hawa murni aneh yang menyusup dari luar
mengelilingi seluruh tubuhnya hingga mencapai loteng
tingkat tiga belas bahkan dalam pada itu seluruh tubuhnya
terasa sangat sakit.
sepasang matanya per-lahan2 memperhatikan sejenak
gua kuno yang ada disekeiilingnya kemudian menjerit
tertahan dan meloncat bangun. ia teringat kembali akan
bidadari yang ditemuinya dalam perkampungan misterius
itu.
sewaktu ia mengungkap persoalan kawin dan kena
ditolak olehnya, gadis itu segera turun tangan menotok
jalan darahnya kemudian segalanya samar2 bagaikan
berada dalam impian.
Teringat persoalan itu diam2 Lam Kong Pak mengertak
gigi kencang2, langkahnya mulai bergerak menuju keluar
atau secara mendadak tangannya meraba sesuatu dalam
sakunya.
Ia segera mengambil benda tadi yang bukan lain adalah
sepucuk surat warna merah yang diatas surat tadi
tertuliskan beberapa buah kata "Ditujukan untuk kekasihku
Pak-Lang."
Ia rada melengak, diambilnya keluar isi surat itu
kemudian dibaca isinya lambat2:
"siauw moay Coe Li Yap mempunyai asal-usul yang
sangat menderita, sejak kecil kehilangan orang tua yang
terbunuh oleh musuh pusaka keluarga Payung sengkala
kena dirampas pula pada waktu itu.
Didalam Payung Seng kala semuanya berisi sembilan
jurus ilmu silat maha sakti yang disebut 'Mo san Kioe si -
siauw- moay beruntung hanya memperoleh tiga jurus saja
diantara kesembilan jurus ilmu silat itu. Menurut berita
yang diperoleh katanya keenam jurus lainnya masing2
diperoleh dua orang yang berbeda sehingga terciptalah
suatu kepandaian silat yang maha hebat.
Payung sengkala merupakan pusaka Bulim yang
didambakan setiap jago, bukan saja didalam payung itu
termuat sembilan jurus sakti, Payung sengkala itu sendiri
dapat digunakan sebagai senjata aneh dan merupakan suatu
senjata yang tiada tandingan,
-setelah Pak-lang membaca surat ini, pelajarilah ketiga
jurus ilmu 'Mo san sam . tersebut yang siauw- moay
lampirkan bersama surat ini, lalu ikutlah pertemuan para
digunung Mang san sih tersebut.
-Dengan andalkan ketiga jurus aneh ini tidak susah bagi
Pak-lang untuk angkat nama disamping secara diam2
menyelidiki musuh pembunuh orang tuaku. sewaktu siauw-
moay berusia dua belas tahun, oleh Tia siauw- moay
dibawa kedalam perkampungan itu dan bergaul dengan
gadis berbulu putih disamping mempelajari ilmu silat
sebagai pembela keselamatan sendiri. Penghidupan siauw-
moay selanjutnya sejak kini sudah kutitipkan kepada Pak-
lang, semoga saja kau tidak me-nyia2kan pengharapanku.
-Disamping itu aku hadiahkan pakaian untuk menutupi
asal-usulmu serta sebuah payung kelelawar. barang siapa
yang membawa payung kelelawar pula seperti apa yang kau
bawa maka sekalipun ia bukan orang yang membinasakan
orang tuaku. tentu mempunyai hubungan yang erat dengan
dendam berdarah ini.
-Semoga kau bisa bekerja cermat dan berhasil mencapai
sukses seperti yang diharapkan. sedang kawan karib ayahku
bernama oei Ci Hu dengan gelar wu Im Tui Gwat atau
siawan gelap pengejar rembulan tolong sekalian kau cari
jejaknya. bila kau berhasil menemui empek oei maka
dendam berdarah ini bisa diselesaikan. -Rasa cintaku susah
dilukiskan dengan kertas nan pendek. kita sudahi
pembicaraan ini sampai disini. Dari adikmu : cioe Li Yap".
Dibelakang kertas surat itu semuanya berisikan sim-hoat
untuk berlatih ilmu silat serta rahasia mempelajari ilmu
payung iblis,
Lam Kong Pak tertawa getir, kembali ia membuka
sebuah bungkusan kecil yang diletakkan disisinya, dalam
buntalan tadi berisikan seperangkat pakaian yang sangat
aneh sekali yaitu sebuah baju yang menutupi hampir
selurah tubuhnya serta sebuah topi berbentuk aneh.
Disamping itu terdapat pula sebuah payung berbentuk
kelelawar yang berwarna hijau sebesar jempol, kecil indah
menarik,
otaknya dengan cepat berputar memikirkan persoalan
ini, ia berpendapat apabila ilmu silat tersebut benar2 ia latih
maka ini berarti dia sudah menyetujui pula perkawinannya
dengan gadis itu.
Tapi teringat pula akan cinta kasih yang diperlihatkan
cioe Cien cien kepadanya, terasa susah dicabut kembali
walau dengan apa pun juga.
setelah mengambil keputusan surat tadi dilipat lantas
dimasukkan kedalam saku dan siap meninggalkan tempat
itu.
secara mendadak ia temukan beberapa baris tulisan kecil
dipojokan surat tadi
“Jikalau Pak-lang tidak suka berlatih ilmu payung iblis
ini bukan saja dendam berdarah orang tuaku akan
tenggelam didasar lautan bahkan seluruh Bu-lim tak bakal
memperoleh hari yang tenang, Pak-lang kau harus punya
sifat pendekar yang suka membela sebala keadilan- dan
jangan terlalu egois mementingkan diri sendiri"
sekali lagi Lam Kong Pak merasakan seluruh tubuhnya
tergetar keras ia pun tahu bila ia mengambil keputusan ini
hanya disebabkan oleb karena diri cioe cien cien, bila
dibicarakan lebih mendalam lagi memang tindakannya ini
terlalu egois mementingkan diri sendiri berpikiran picik dan
bukan watak seorang enghiong hoohan-
Ia tidak ingin banyak bicara lagi. kertas surat itu
dibentangkan kembali untuk dipelajari dengan seksama.
Dasar bakatnya sangat bagus dan ditambah pula ada
kemauan yang keras, setelah membuang waktu tiga hari
tiga malam, seluruh jurus dan ilmu payung iblis tadi
berhasil dipahami dan mulai menyetir hawa murninya
kejalan yang benar.
Kini ia sendiri pun tidak tahu bila dalam waktu tiga hari
yang singkat kependaiannya sudah jauh melebihi
kepandaian seorang jago Bu-lim yang bagaimana lihainya
pun-
Atau lebih tegasnya lagi, setelah ia pelajari ilmu payung
iblis ini maka baik ilmu silat maupun tenaga Iweekangnya
sudah memperoleh kemajuan sepuluh kali lipat dari
kepandaiannya sebelum mempelajari ilmu sakti itu.
Kendati begitu hatinya masih penuh diliputi kecurigaan
karena jelas ia tahu Payung sangkala masih berada ditangan
cioe Ci Kang itu cung-cu dari perkampungan Toa Loo san-
cung.
Dengan kepandaian yang dimiliki Cioe Ci-Kang jika
ingin bermusuhan dengan orang tua Coe Li Yap rasanya
tidak mungkin terjadi apalagi merebut Payung sangkala
tangan mereka semakin tidak mungkin lagi.
Dengan demikian, terhadap keahlian ketiga jurus ilmu
"Mo san Tam sih’ ini pemuda kita masih menaruh rasa
curiga yang menebal.
setelah keluar dari gua, diam2 hawa murninya
disalurkan mengelilingi seluruh tubuh, telapak tangan per-
lahan2 diangkat lantas dibabat keatas sebuah batuan cadas
kurang lebih tiga tombak dihadapannya.
"craaaaat. . . ." ditengah suara desiran tajam, angin tajam
menyambar lewat. batu cadas tadi tetap utuh seperti
sediakala hanya saja sebuah pohon besar yang berada
dibelakang batu cadas tadi kontan terhajar putus jadi dua
bagian dan roboh keatas tanah dengan menimbulkan suara
yang amat keras.
"Aaaaah " tak kuasa lagi Lam Kong pak menjerit
tertahan- "sungguh suatu kejadian yang sangat aneh. batuan
cadas itu kenapa tidak putus sebaliknya pohon besar yang
berada kurang lebih tiga tombak dibelakang batuan cadas
tadi terputus jadi dua bagian. . . .?"
sinar matanya dialihkan keatas batuan cadas tadi, untuk
kedua kalinya ia menjerit tertahan- seluruh tubuh terasa
gemetar sangat keras.
Kiranya ditengah keliling batuan cadas tadi tertera
sebuah garis putih yang amat lembut sehingga hampir2
susah dibedakan-
Ia mundur kembali lima langkah kebelakang kemudian
mendorong perlahan kearah depan batuan cadas yang
berada diatas mencelat ketengah udara sejauh tiga tombak
sedang batuan bagian bawah hancur berantakan bagaikan
kapur. suara ledakan keras berkumandang memekakkan
telinga.
Lam Kong Pak rada tertegun sejenak. kemudian tertawa
kegirangan- saat ini ia baru percaya bila Coe Li Yap sama
sekali tidak sedang menipu dirinya, jelas ilmu sakti payung
iblis tersebut benar2 merupakan suatu ilmu sakti yang maha
luar biasa, dan tidak malu disebut ilmu tunggal yang
menjagoi seluruh dunia persilatan-
saking girangnya ia lari secepat kilat bagaikan terbang
ditengah udara, sekali loncat mencapai lima belas enam
belas tombak jauhnya bahkan setiap kali hawa murni
digunakan sampai puncaknya sang tubuh masih berhasil
melayang sejauh tiga, lima tombak lagi.
Rasa girang yang menyelimuti hati sang pemuda pada
saat ini susah dilukiskan lagi, tanpa perduli arah mana yang
sedang dituju ia berkelebat terus kedepan-
Entah sudah berjalan seberapa jauh, haripun sudah
menjelang senja. dari tempat kejauhan kurang lebih
setengah li diatas bukit kecil bayangan manusia ber-jejal2an,
secara lapat2 dapat ditangkap sebuah panggung Loei-cay
didirikan orang disana dan waktu itu sedang ada dua orang
melangsungkan suatu tertarungan yang maha sengit.
Lam Kong Pak yang telah memperoleh ilmu sakti jadi
lebih kegirangan lagi terutama sekali dalam waktu itu ia
sedang memikul dendam berdarah dua keluarga, berada
dalam suatu penemuan para jago macam begini justru
merupakan suatu kesempatan yang sangat baik baginya
untuk menyelidiki keadaan musuh besarnya.
Dengan cepat ia mencari sebuah tempat yang
tersembunyi untuk menukar pakaian aneh, kemudian
bersantap pula sedikit rangsum yang disediakan coe Li Yap
setelah itu baru berkelebat keatas puncak melalui jalan
gunung yang ada. Dalam bebeberapa kali loncatan saja ia
sudah tiba diatas puncak itu.
Terlihat olehnya puncak jadi luasnya kurang lebih ada
ratusan tombak, tanahnya sangat datar dengan tebing2
curam berada tiga bagian- ditengah lapangan berdiri sebuah
panggung dua orang sedang melangsungkan suatu
pertempuran yang maha sengit.
salah satu diantaranya adalah kakek tua berperawakan
kecil kurus sedang lawannya seorang nenek tua
berperawakan tinggi besar dengan bibir tebal sinar matanya
nakal dan wajah berpupur tebal persis seperti pantat
monyet.
Diatas pilar panggung tergantung pula sebuah papan
dengan beberapa tulisan besar yang kira2 berbnyi:
"Pertemuan Bulim untuk menentukan urutan delapan
jago paling top"
Tiga bagian disekeliling panggung dengan dibatasi oleh
tali dibagi jadi sembilan bagian kelompok tempat
kedudukan diantaranya terdapat tiga manusia miskin,
empat manusia kaya dan seorang pemilik pegadaian Bu-
lim.
Dan diluar rombongan itu terdapat pula sebagian
lapangan yang lebih luas diperuntukkan bagi jago2 Bu-lim
diluar Tiga manusia miskin empat manusia kaya dan
seorang pemilik pegadaian Bu-lim yang ingin mencoba
ilmunya melawan jago2 lihay lain-
Jumlah jago2 yang hadir dalam golongan terakhir ini
jauh lebih banyak daripada golongan yang lain, bila
dijumlah semua jago yang hadir mungkin berada diantara
ratusan orang banyaknya.
sinar mata Lam Kong Pak dengan tajam menyapu
sekejap kesekeliling tempat itu ia menemukan kursi yang
diperuntukkan buat "sin so Cuang Yen- masih kosong,
hatinya tanpa terasa jadi sedih.
"Apa mungkin sang Loocianpwee sudah kena dicelakai
oleh Hiat so Cay sin?" pikirnya dihati.
Ketika ia alihkan sinar matanya kearah rombongan
empat manusia kaya, terlihat olehnya sipemimpin dari
Empat manusia kaya Cioe Ci Kang dengan didampingi oleh
kedua orang hujinnya serta Cioe Cien cien cioe ih boen
duduk disisi panggung dan saat itu sedang pusatkan seluruh
perhatiannya keatas panggung.
Dibawah rombongan orang2 perkampungan Toa Loo
san cung adalah empat orang muda yang segera dikenal
kembali oleh Lam Kong Pak sebagai pemain2 musik yang
pernah menyelundup dan mengacau kedalam
perkampungan Toa Loosan-cung tempo dulu. sigadis cantik
pemain sandiwara serta sang pemuda yang bermain sebagai
Loe Poh itu.
Disampingnya berdiri dua orang lelaki kasar berusia
pertengahan, mereka adalah lelaki yang bermain sebagai
Kauw Ci Thian serta Kiem Chee Pauw.
Bila ditinjau dari kedudukan mereka jelas sepasang
pemuda pemudi itu bukan lain adalah dua orang anggota
"Empat manusia Kaya".
Dibawah sepasang pemuda pemudi itu adalah "Hiat so
Cay sin Go sing, dari suhunya tempo dulu pemuda she-
Lam Kong pernah mendengar keterangan mengenai raut
mukanya oleh sebab itu setelah berjumpa dengan manusia
ini diam2 ia kertak giginya sembari berpikir
"Jikalau sang cianpwee benar2 menemui ajalnya
ditangan iblis tua ini, aku Lam Kong Pak pasti akan
menuntut ganti rugi sebesar sepuluh kali lipat."
Tempat yang diperuntukan si majikan pegadaian Bu-lim
pun masih kosong, sedang dibawah tempat duduk sin so
Cuang Yen- duduk seorang gadis cantik, gadis ini bukan
lain adalah Pek Li siang yang kena dilukai berulang kali
oleh Lam Kong Pak.
Waktu itulah pemuda kita baru tahu jika si kakek kurus
yang sedang melangsungkan pertarungan diatas panggung
bukan lain adalah sipencuri sakti, atau dengan perkataan
lain orang yang mencuri peti dari dalam perkampungan Toa
Loo san-cung.
selagi ia berpikir keras untuk mengingat-ingat siapakah
perempuan yang sedang melangsungkan pertarungan sengit
melawan sipencuri sakti diatas panggung, mendadak
terdengar olehnya seseorang sedang berkata
"chiet Cia Kua Pu atau siperempuan janda kawin tujuh
kali Phoa Coen benar2 luar biasa, ternyata ia bisa
bertanding seimbang melawan sipencuri sakti."
Terhadap diri Pek Li siang, pemuda she- Lam Kong
merasa amat menyesal, melihat ia duduk seorang diri
disana dengan sikap amat cemas dan gelisah diam2 iapun
ikut merasa kasihan juga.
Waktu itu permainan 'chiet Cia Kua Pu' atau si
perempuan janda kawin tujuh kali sudah mencapai pada
puncaknya. tiba2 ia membentak keras sepasang tangannya
direntangkan kedepan diiringi suara desiran tajam
kesepuluh jari tangannya langsung mengancam wajah serta
dada bagian depan dari sipencuri sakti.
Melihat datangnya serangang sedahsyat itu Lam Kong
Pak pun merasakan badannya tergetar keras, kiranya ia
menemukan jari tangannya yang kurus dan tajam bagaikan
cakar burung itu mendadak memanjang satu depa lebih dari
keadaan semula kemudian mulai melancarkan serangan
dengan ilmu sakti andalannya 'Lok Ing cia'
Jari2 tangannya sudah pada direndam dalam racun
semua, asalkan kena terbabat maka daya kerja racun akan
menghebat.
si pencuri tua itu tidak berani berlaku gegabah. ia segera
keluarkan ketiga buah jurus terakhir dari san Tian cap sah
sih-nya untuk mempertahankan diri
"Sreeeeet.. . ." Sebagaian pakaian pada pundak sipencuri
tua itu kena tersapu robek oleh sambaran jari2 tangan tadi
sehingga robek sepanjang setengah depa. dalam keadaan
singat berbahaya sipencuri tua itu masih sempat menolong
jiwanya dengan keluarkan dua jurus terakhir dari ketiga
belas ilmu pukulan berantainya.
Siperempuan janda kawin tujuh kali tidak berani
memunahkan datangnya serangan tersebut dengan keras
lawan keras dengan jurus "Peng Poh cing Im atau langkah
datar mengambang diawan tubuhnya mencelat satu tombak
lebih ketengah udara.
Pertarungan ini sungguh luar biasa, siapa pun tidak ingin
menunjukkan kelemahannya dihadapan pihak lawan atau
bila tidak berbuat demikian maka nama mereka akan
dicoret dari deretan delapan jagoan paling top dalam dunia
persilatan-
Sipencuri tua mendengus dingin, bagaikan cacing dalam
perut ia mengikuti terus kemana perempuan janda itu pergi
lalu dengan jurus lincah yang paling diandaikan olehnya
yakni jurus "Wie cau ci Liad atau Sarang buaya mencuri
telur ia menyambar tubuh bagian bawah dari perempuan
tua itu.
"Breeeeet " diiringi suara robekan pakaian, celana
perempuan janda kawin tujuh kali kena disambar hingga
robek dan kelihatan pahanya yang putih tapi sudah loyo itu.
Para penonton tersorak-sorai meledakkan suara hening
yang mencekam, diiringi suara gerutu "Sialan" dari
sipencuri sakti ia meloncat mundur satu tombak
kebelakang.
Pek Li siang yang melihat ayahnya berhasil merebut
kemenangan dalam pertarungan kali ini wajahnya kelihatan
sangat kegirangan- kendati begitu merah padam juga
selembar pipanya.
siperempuan janda kawin tujuh kali yang celananya kena
ditarik robek sehingga kelihatan pahanya yang putih dan
sudah kendor itu kontan jadi marah2, tidak disangka
olehnya karena ingin cari nama yang lebih tinggi dari
kedudukan yang terbuncit dari tiga manusia miskin, siapa
nyana saat ini malah kena dibikin malu oleh sipencuri tua
itu.
Tiba2 suara pujian kepada yang Kuasa berkumandang
memenuhi angkasa. Boe Liang so Hud, diikuti suara
bertalunya Boh Ih bergema datang, seorang hweesio serta
Tosu berusia enam puluh tahunan yang duduk dipanggang
sebelah kiri bangun berdiri.
setelah berdiri, si hweesio tua itu buka suara dan berkata
dengan suara yang lantang: "Didalam pertarungan ini sicu
berdua sama2 tak ada yang menang dan tak ada ya kalah,
masing2 pihak mempunyai keampuhan tersendiri, sekali
pun pertandingan ini dilanjutkan terus juga percuma saja,
oleh karena itu kami sebagai saksi mengambil keputusan
kalau urusan kedudukan kalian masih tetap sesuai dengan
yang terdahulu,"
Bibir siperempuan janda kawin tujuh kali kontan
merekah besar sehingga hampir sebuah kepalan tangan pun
bisa dijejalkan kedalam.
"Heeeee. . . .heeeeee. . . .heeee. . . .Eeei keledai gundul,
kau tidak becus jadi saksi dan juri. aku lihat lebih baik
kalian cepat grinding pulang keganung Go-bie san" serunya
sambil tertawa dingin-
"Hasil pertandingan kali ini berkesudahan seri kenapa
aku harus tetap berada dalam deretan yang terakhir seperti
dulu?"
Setelah mendengar pembicaraan sihweesio serta sitosu
itu Lam Keng Pak pun baru tahu jika mereka bukan lain
adalah Liong Ceng dari Go-bie-san serta Hauw-to dari
Thian san.
Walaupun kedudukan kedua orang jago lihay ini tidak
berada dibawah empat manusia kaya tapi berhubung
mereka sangat jarang berkelana dalam bulim maka nama
besarnya tidak sampai melebihi kecemerlangan nama tiga
manusja miskin empat manusia aneh.
Boe Liang so Hud" kembali Hauw Too jien berseru
memuji. "Menurut penglihatan pinto, walaupun kalian
berdua sama2 jatuh kecundang satu kali, tapi kerugian yang
diderita Phoa sieu jauh lebih besar, bila diatur urutannya
jelas kau harus berada dibawah kedudukan sipencuri sakti
Pek Li Gong Loo-sicu"
siperempuan janda kawin tujuh kali semakin gusar lagi
sehingga susah ditahan-
"Eeeei hidung kerbau, coba kau terangkan dibagian
mana Loo-nio sudah menderita kerugian besar?"
"Bertarung melawan jago lihay, yang diutamakan
menjaga tempat2 bahaya jangan sampai diserang musuh,
jalan darah Cian cing serta Tiong coe walaupun merupakan
jalan darah kematian tapi jalan darah Tiong Khek Hiat jauh
lebih penting daripada jalan darah lainnya terutama sekali
kau sebagai wanita, jalan darah ini sudah sepatutnya dijaga
paling utama, kini celana Phoa sicu kena tersambar robek
ini cukup membuktikan bahwa. ."
siperempuan janda kawin tujuh kali segera membentak
keras, selagi ia siap melancarkan serangan mendadak dari
rombongan penonton melayang keluar sesosok bayangan
manusia langsung menyambar kehadapan perempuan itu,
orang ini berusia setengah baya, wajahnya gagah dan
badannya kekar, setelah menjura kearah kedua orang wasit
ujarnya "Cayhe adalah seorang lelaki yang belum lulus
ujian ilmu silat, saat ini ingin sekali melakukan perbuatan
kedudukan yang terakhir dari tiga manuka miskin dengan
siperempuan janda kawin tujuh kali ini"
Lam Kong Pak tak berhasil melihat suatu keistimewaan
dalam ilmu silat yang dimiliki orang ini, tak terasa ia ikut
mengucurkan keringat dingin juga menguatirkan
keselamatannya, demikian halnya pula dengan para
penonton, rata2 pada memandang keatas panggung dengan
wajah kurang percaya.
PEREMPUAN Janda kawin tujuh kali yang kena
dibabat robek celananya sama sekali tidak pikirkan urusan
itu dihati seraya tertawa seram ujarnya: "Hanya
mengandalkan beberapa kerat tulang-tulang lemas dari kau
bangsat cilik juga ingin rebut nama dengan Loo-nio?"
"Bicara dimulut tiada bukti, bila ingin tahu kita coba2
saja diatas ilmu silat" seru lelaki berusia setengah baya itu
sambil tertawa dingin-
"omintohud sicu harap suka melaporkan nama dan
perguruanmu" teriak Liong Ceng lantang.
"Lak Gwat soat atau salju Bulan keenam Tong Hwie,
ciangbunjin angkatan ketiga dari perguruan Tong-bun, su
Tzuan"
semua penonton maupun hadirin yang ada diatas
panggung serta dibawah panggung jadi gempar dibuatnya,
perguruan Tong bun dikeresidenan su Tzuan menjagoi
dunia persilatan dengan senjata rahasianya, walaupun
nama mereka tidak tercantum dalam deretan delapan
jagoan paling top tapi nama besar perguruan keluarga Tong
sudah menggemparkan dunia persilatan.
Apalagi Lak Goat soat Tong Hwie paham berbagai
macam senjata rahasia yang ada dalam kolong langit,
dalam membengkok atau mengangguk ia bisa melancarkan
berbagai macam senjata dalam arah yang berlawanan, oleh
karena itu perasaan pandang rendah yang semula
ditunjukkan para hadirin kiri lenyap tak berbekas bagaikan
awan tertiup angin-
"Tok Tok Tok." tiga kali suara ketukan Bok Hi.
menggetarkan hati setiap hadirin membubung tinggi
keangkasa, sipencuri sakti mengundurkan diri dari
panggung kembali ketempat duduknya, suasana dalam
kalangan berubah sunyi senyap jantung Lam Kong Pak pun
ikut berdetak keras.
SEJAK orang itu mengumumkan dirinya sebagai
Ciangbunjien angkatan ke tiga dari berguruan keluarga
Tong, su Tsuan be-ratus2 jago Bulim yang hadir disana tak
berani memandang enteng dirinya lagi,
Karena dalam perbuatan gelar diantara deretan jago
paling top tiada larangan untuk menggunakan senjata
rahasia dalam waktu bertanding.
"Tok Tok Tok" suara ketukan Bok Hi membetot hati,
menggunakan kesempatan itu pencuri sakti mengundurkan
diri dari panggung dan suasana dalam kalangan berubah
jadi senyap.
"omintohud harap phoa sicu bertanding sesuai dengan
peraturan pasang lentera" seru Liong Ceng lantang.
Ribuan mata penonton mengiringi suara Liong Ceng
yang menggetarkan telinga dialihkan keatas panggung.
Tanpak puluhan orang hwesio serta tosu cilik dengan
lincah dan gesit berkelebat naik keatas panggung.
seketika itu juga seluruh angkasa bermandikan cahaya
lampu yang membuat suasana jadi terang benderang.
sinar mata Lam Kong Pak per-laban2 menyapu sekejap
kearah tempat yang diduduki Cioe Ci Kang sekalian, waktu
itu Cioe Cien cien bersandar dalam pelukan ibunya. wajah
gadis itu kelihatan rada kurus. alisnya melentik dengan
mata yang sayu, ia berada dalam keadaan ter-mangu2.
Kebetulan waktu itu Cioe Ci Kang sedang melirik kearah
sepasang muda mudi dari benteng Hwie Him Poo yang
duduk ditempat kedua dengan pandangan seram.
sepasang muda mudi itu hanya tertawa hambar, agaknya
mereka tidak memandarg cioe Ci Kang suami istri.
Mendadak terdengar suara bentakan keras bagaikan
lolongan srigala bergema memenuhi angkasa, sembari
membuka diri teriak siperempuan janda kawin tujuh kali
"Tong Hwie Loo-nio beri kesempatan kepadamu untuk
turun tangan terlebih dahulu"-
"Lak Gwat soat" Tong Hwie mendengus dingin, tidak
sungkan2 lagi dengan ilmu pukulan Ku Lang Cian- atau
ombak genderang menyerbu perempuan janda kawin tujuh
kali dengan ganas.
siperempuar janda itu tidak berkelit maupun
menghindar, kedua ujung bajunya saling dikebut kemuka
sehingga menimbulkan suara desiran tajam kuku 'Lok Ing
Kia' sepanjang beberapa senti dengan tajam meluncur
kemuka, sepuluh gulung desiran angin tajam menembusi
angkasa langsung mengancam jalan darah 'siauy Hay Hiat'
ditubuh Tong Hwie.
Tong Hwie tidak berani menyambut datangnya serangan
tersebut dengan keras lawan keras. sembari buyarkan
kepalan ia menyingkir selangkah kesamping.
Dengan jurus 'To Ca Yang Liuw' atau Menanam Pohon
Yang-liuw kepalan kirinya menjotos jalan darah 'Cansim
Hiat' Dibawah ketiak perempuan janda kawin tujuh kali.
Perempuan itu kontan majukan kaki kirinya kemuka,
badan melengkung bagaikan busur, jari2 'Lok Ing Cia'
langsung mengancam badan lawan,
sisalju bulan Keenam Tong Hwie jadi terperanjat, saat
inilah ia baru tahu kedelapan jago top dari dunia persilatan
tak seorang pun mudah diganggu gugat. bila cuma andalkan
kepalan dan tendangan jelas kepandaiannja masih terpaut
sangat jauh.
siperempuan janda kawin tujuh kali sebagai seorang jago
kawakan yang matang di dalam pengalaman, sudah tentu
tahu juga kelihayan senjata beracun Tong Hwie, karena itu
sebelum turun tangan tadi ia sudah bulatkan tekad hendak
menguasai lawan terlebih dulu kemudian dengan racun
lawan racun kalahkan pihak lawan-
Pikiran tersebut dengan cepat berkelebat lewat, selagi
Tong Hwie kerutkan alis siap menubruk kemuka,
mendadak.
"sreeeet sreeeet sreeet" kelima buah jari tangan yang
tajam dan berwarna biru itu tahu2 terlepas dari ujung jari
bagaikan kilat meluncur keluar.
serangan ini bukan saja ada diluar dugaan Lak Gwat soat
Tong Hwie, bahkan para jago yang termasuk 'Delapan jago
top' serta ratusan hadirin pun pada berubah wajah.
"Lak Gwat soat Tong Hwie tidak malu disebut kakek
moyangnya senjata rahasia, ia lebih rela menderita luka
dibawah serangan kepalan lawan dari pada terluka oleh
serangan senjata rahasia "Hwie Huang Kia" itu.
Mulutnya dipentang lebar2. lima buah bulatan bola
berapi sebesar buah toh laksana petir meluncur kemuka.
diiringi ia membuat gerakan2 seperti mengangguk.
bongkokkan pinggang, angkat kaki dan macam2 lagi dalam
waktu singkat,
"sreeet sreect sreeet sreeeet" suara berdentingan
memekikkan telinga, lima gulung jari Hwie Huang Kia?
terbentur dengan kelima butir bola berapi 'si sim Hiat Jioe'
kontan terpental dan meluncur balik ketempat semula.
Air muka siperempuan janda kawin tujuh kali berubah
sangat hebat, tanpa perduli luncuran senjata rahasia laksana
air bah yang melanda datang ia melancarkan tiga buah
tendangan kilat 'Kauw Hunsam Tui atau tendangan
pembetot sukma mengarah lambung lawan-
Braaaaks benturan keras meledak disusul dengusan berat
bergema memenuhi angkasa, jalan darah Tan Tian Hiat
dari sisalju bulan Keenam Tong Hwie kena terhajar,
badannya mencelat sejauh dua tombak dan roboh disisi
panggung, kepalanya terkulai kebawah darah segar muncrat
dari mulutnya.
sedang siperempuan Janda kawin tujuh kali sendiri pun
tidak memperoleh keuntungan dari serangannya itu, dengan
ter-huyung2 ia mundur tujuh delapan langkah kebelakang.
pundak. dada bagian depan telinga serta tulang2nya terhajar
empat lima macam senjata rahasia.
Diantaranya terdapat piauw Cau Ke Pauw Jarum 'Hong
wie Ciam, Peluru Wu Kiem suo serta duri Leng Ci yang
paling parah lagi adalah paha kirinya yang tertancap sebuah
piauw "ci Piauw" seberat satu kali.
Darah segar mengucur keluar mengikuti celananya
menetes diatas papan panggung, ia menjerit ngeri tubuhnya
mundur sempoyongan-
Hampir seluruh perhatian para hadirin terhisap oleh
pertarungan yang ganas dan kejam ini. kecuali jeritan2
kaget tak kedengaran seorang pun yang bertepuk tangan
atau bersorak sorai. suasana dalam kalangan penuh diliputi
kemas gulan serta keheningan-
Dari bawah panggung ketika itu melayang datang dua
sosok bayangan manusia. setibanya diatas panggung,
siorang pemuda langsung lari kesisi Lak Gwat soat Tong
Hwie, menjejalkan sebutir pil kedalam mulutnya dan
mengempit sang badan meloncat turun-
sedang sigadis genit sambil mengempit pinggang
perempuan janda kawin tujuh kali laksana kilat mencabut
keluar piauw 'Yen ci Piauw' yang besarnya luar biasa dari
pahanya. Alis perempuan janda itu berkerut rapat,
wajahnya pucat pasti bagaikan mayat. Ketika Lam Kong
Pak ikut mengalihkan sinar matanya, hatipun ikut tergetar
keras.
Kiranya Yen ci Piauw yang berada ditangan gadis
tersebut saat ini bukan saja besarnya sangat luar biasa,
pembuatannya antik dan sangat beracun sekali. cukup
melihat ketiga gumpal kulit daging yang masih berpelepotan
darah pada ujung piauw yang bercabang tiga sudah
membuat hati orang bergidik.
siperempuan janda kawin tujuh kali mendengus berat,
wajahnya sangat mengenaskan-
Gerakan tangan gadis itu sangat cepat, dalam sekejap
mata ia sudah cabuti seluruh senjata rahasia yang
memenuhi badan perempuan janda itu.
Lama kelamaan 'chiet Kia Kau Pu' atau perempuan
janda ini tak bisa mempertahankan diri lagi. wajahnya yang
berpupur tebal makin berkerut sehingga menyeramkan
bagaikan setan-
WAKTU ITU sipendeta Liong ceng telah
mengumumkan hasil Pertandingan, "karena kedua belah
pihak sama2 menderita luka maka urutan nama untuk
sementara masih dipertahankan seperti keadaan semula".
sigadis genit yang sedang siap membimbing Perempuan
janda kawin tujuh kali turun dari panggung. tiba2
mendengar si 'Lak Gwat soat' Tong Hwie berseru berat,
"Kau sudah terkena tiga macam rahasia beracunku, bila
tidak cepat maka dalam tiga jam kemudian kulitmu bakal
membusuk dan akhirnya mati. ambillah obat pemunahnya."
Ia keluarkan sebungkus obat pemunah, dilemparkan
kearah Perempuan janda tujuh kali Phoa Coen-
"Chiat Kia Kua Pu" adalah seorang kenamaan dalamBu-
lim, sekalipun ia terkena senjata rahasia keluarga Tong
harus dipunahkan dengan obat pemunah dari keluarga
Tong pula tapi ia tidak ingin menerima pemberian tersebut,
ujung bajunya dikebut keluar bungkusan obat pemunah
berwarna merah tadi langsung tergulung melayang
keangkasa.
"Heeeeee. . .heeeeee. . .heeee. . . . bila kau ingin cari mati
sendiri, jangan salahkan cayhe berbuat kejam lagi" seru si
salju bulan keenam Tong Hwie sembari tertawa dingin tiada
hentinya.
"Kau anggap sedikit racunmu bisa menyusahkan Loo-
nio? Hmmm jangan mimpi siang hari bolong. Ang-jie ayoh
kita pergi. . . ." Bentak perempuan itu keras-
Habis berkata dengan dibimbing gadis cabul tadi. tanpa
menoleh lagi ia ngeloyor pergi dari sana.
Lak Gwat soat sendiri pun merasa tidak punya muka
untuk berada disana lebih lama. setelah meronta dari
cekalan pemuda tersebut. dengan sempoyongan ia pun
berlalu.
Bubuk obat berwarna merah itu mengikuti tiupan angin
tersebar memenuhi angkasa dan berserakan diatas papan
panggung lalu mengikuti celah2 lubang berhamburan
ketanah.
Suatu pertarungan sengit antara mati dan hidup pun
selesai dengan demikian saja. para hadirin mulai saling
berbisik membicarakan pertarungan yang baru saja
berlangsung itu.
setelah suara Bok Hi ber-talu2, toosu Hauw-to per-lahan2
bangkit berdiri. ujarnya lantang "sin so Cuang Yen- sang
Hong Tie harap munculkan diri untuk mengadu kepandaian
melawan si pencuri sakti Pek Li Gong dalam menentukan
urutan kesatu dan kedua dalam urutan tiga manusia
miskin"-
Toosu Hauw-to berteriak sampai tiga kali, tapi dari arah
tempat duduk 'sin so cuang Yen- sang Hong Tie' masih
tetap kosong melompong, sedangkan sipencuri sakti sendiri
telah berdiri dan celingukan keempat penjuru.
Lam Kong Pak mulai berpikir keras setelah melihat
suhunya belum juga munculkan diri "Haruskah aku
munculkan diri untuk mewakili beliau?"
"Bu-liang-so-hud" kembali Hauw-to berseru "Jikalau
sang thay-hiap belum juga hadir maka pinto segera akan
membatalkan hak kedudukannya,"
"Tahan- . . ." Mendadak suara bentakan keras bergema
memekikkan telinga.
segumpal awan hitam melayang turun keatas panggung
membuat suasana disekeliling tempat itu jadi gaduh.
Pada waktu itu, bukan saja kedua orang wasit jadi
terperanjat, sekalipun empat manusia kaya pun pada
bersentak kaget. dengan ter-mangu2 mereka alihkan
pandangannya kearah simanusia aneh berbaju dan celana
hitam dengan perlihatkan sepasang matanya saja.
setelah siorang aneh itu berdiri diatas panggung,
sepasang matanya yang tajam menyapu keempat penjuru.
kursi Majikan pegadaian Bu-lim masih kosong melompong
sedang Hiat so Cay sin tertawa seram, jelas ia tidak
memandang sebelah mata pun terhadap orang itu.
sepasang muda mudi dari benteng Hwie HimPoo pun
saling bertukar pandangan lalu melototi manusia aneh tadi
tak kerkedip.
Sikap Cioe ci Kang itu Cungcu dari perkampungan Toa
Loo san-cung aras2an, wajahnya menunjukkan sikap
menghina sedang Cioe eien Cien disisinya serta putri dari si
pencuri sakti Pek Li siang pada memandang kearah
manusia aneh itu dengan rasa kejut.
orang aneh itu merangkap sepasang kepalannya,
kepalanya menjura kepada ke dua orang wasit, kemudian
ujarnya "Maaf, aku orang she-sang datang terlambat satu
langkah sehingga mengharuskan cuwi sekalian menanti
agak lama sekarang silahkan Pek Lie hong naik kepanggung
untuk memberi pengajaran"
Ia berusaha keras untuk menekan suaranya serendah
mungkin, tapi nada ke-kanak2annya tak bakal berhasil
mengelabuhi para jago yang hadir disana.
"Pinto berani memastikan sicu sama sekali bukan ,sin so
Cuang Yen sang sicu entah apa sebabnya sicu menyaru
nama sang sicu?" seru pendeta Liong ceng sembari per-
lahan2 bangun berdiri
"Kau sebagai wasit tidak usah menaruh curiga, dengan
kedudukan aku orang she-sang yang rendah tak mungkin
ada yang sudi memalsukan diriku."
"Menurut apa yang loohu ketahui" Teriak si pencuri sakti
Pek Lie Gong dengan suara keras. "selama hidup sang
Hong Tie berani berbuat berani bertanggung jawab,
selamanya tidak pernah sembunyikan asal usul sendiri.
Bilamana mengatakan ia datang menghadiri pertemuan ini
dengan menutupi wajah asli sendiri, kendati mati loohu tak
akan percaya"
"Mau percaya atau tidak itu urusanmu sendiri, aku orang
she-sang tiada kepentingan untuk memaksa kau percaya"
Pada saat itu si pendeta Liong ceng serta si loo-su
HouwTo sedang bertukar pendapat dengan nada rendah,
lalu berbareng bangkit dan menoleh kearah keempat
manusia kaya sembari ujarnya lantang
"Peraturan dalam menghadiri pertemuan ini adalah
disusun oleh sicu sekalian bersama kami sebagai wasit.
satu2nya peraturan yang tertinggal justeru tiada larangan
bagi mereka yang hadir dengan menutupi wajah asli sendiri,
harap cuwi sekalian suka ambil Keputusan dalam soal ini"
SUASANA dalam kalangan sunyi senyap bagi para
hadirin yang khusus datang menonton keramaian sudah
tentu mengharapkan acara yang disuguhkan semakin seru
semakin menarik hati, tapi bagi keempat manusia kaya
diam2 rada merasa risau.
Rata2 mereka mempunyai cara berpikir yang sama.
mengakui dirinya berarti bisa melihat ilmu silatnya berasal
dari aliran mana bila menolak maka suatu kesempatan yang
sangat baik untuk membongkar asal usulnya bakal lenyap.
Apalagi orang ini datang dengan menyamar nama sang
Hong Tie, bagaimanapun juga kepandaian silatnya tak
bakal lebih lihay daripada sin so Cuang Yen sendiri.
setelah menimbang enteng beratnya, mereka merasa jauh
lebih baik membiarkan orang itu ikut dalam pertarungan
kali ini, apalagi pertarungan yang bakal berlangsung pun
sipencuri sakti Pek Lie Gong yang harus maju terlebih
dahulu, mereka bisa mendayung perahu mengikuti arah
tiupan angin-
Pentolan dari keempat manusia kaya, Cioe Ci Kang itu
cungcu dari perkampungan Toa Loo san- cung setelah
menimbang untung ruginga lantas berseru dengan suara
lantang "Aku setuju memberi kesempatan baginya untuk
ikut terjun dalam pertemuan ini."
"Pihak benteng kamipun setuju" seru sepasang muda
mudi dari benteng Hwie Him Poo pula,
"Kalau begitu silahkan Pek Lie sicu naik keatas
panggung" Teriak sitoosu Hauw To keras.
sipencuri sakti angkat bahu lalu melayang naik keatas
panggung, sepasang mata keranya dengan tajam melotot
lebar2.
"Bocah cilik. siapakah kau? apakah. . . ."
"Pek Li-heng, silahkan bersiap sedia." sela orang aneh itu
cepat.
Pek Lie Gong sebagai seorang jagoan yang
berpengalaman sangat luas kini Pek Lie merasa yakin orang
ini bukan sin so Cuang Yen- sang Hong Tie, karenanya
makin dipikir ia semakin gemas dan mendongkol,
Sebaliknya pemuda she- Lam Kong itu sendiri juga tahu
Pek Lie Gong jadi orang jujur dan bersifat kependekaran,
memandang pula diatas wajah Pek Lie siang ia telah
mengambil keputusan dalam hatinya. Asalkan kepandaian
silatnya berhasil menangkan separuh jurus dan pertahankan
kedudukan sin so Cuang Yen pada puncak top diantara
ketiga manusia miskin, ia tak akan membikin malu pencuri
sakti ini.
"Pek Lie-heng, bersiaplah. . . ." Laksana sembaran petir
ia melancarkan tiga buah serangan babatan yang gencar.
Begitu serangan tersebut meluncur keluar baik yang ada
diatas panggung mau cun yang ada dibawah panggung pada
melengak dibuatnya. bukankah serangan ini menggunakan
ilmu telapak 'Lian Tiong sam Yen' milik sin so Cuang Yen?
sedikit pun tidak salah, bahkan serangan demi serangan
makin mendahsyat, pada serangan yang terakhir ia berhasil
menggetar mundur Pek Lie Gong sehingga terdesak
selangkah kebelakang.
Pada dasarnya sipencuri sakti tidak percaya dia adalah
sang Hong Tie, sudah tentu tidak berjaga pula terhadap
serangan ilmu telapak 'Lian Tiong sam Yen' ,justeru karena
dia terlalu pandang rendah kepada pihak lawan.
setelah kena terdesak dibawah angin cahaya muka pun
sirap. ia membentak keras ilmu Pukulan 'san Tian cap sam
sih' langsung dilancarkan dengan sepenuh tenaga.
Ciaaaak Braaaak Braaak kedua orang itu saling bertukar
pukulan sebanyak tiga kali, PeK Lie Cong kena terdesak
mundur tiga langkah kebelakang. air mukanya kontan
berubah hebat. sepasang mata monyetnya ber-api2.
Sedangkan Lam Kong Pak sendiri tegak berdiri, sedikit
pun tidak bergeser. bahkan jika ditinjau keadaannya belum
mengerahkan sepunuh tenaga,
Rasa kejut yang dialami Pek Lie Gong kali ini susah
dilukiskan lagi, pikiran dengan tiada hentinya berputar
terus.
Jangan dikata manusia aneh ini bukan anak murid sang
Hong Tie sekalipun suhu dari sinso Cuang Yen pun rasanya
jauh lebih pantas.
Beruntun Pek Lie Gong menerima anak buah serangan
lawan, akhirnya ia sadar dirinya bukan tandingan orang itu.
Tapi dibawah tontonan para hadirin sedemikian
banyaknya, mungkinkah ia menyurut mundur dari atas
panggung?
Terpaksa dengan mengepos semangat, sekali lagi ia
terjang kedepan dengan mengeluarkan ketiga buah jurus
terakhir dari ilmu pukulan kilatnya san Tien cap sah sih.
"Braaaak Braaaak Braaaak" kembali tiga kali suara
bentrokan keras bergema memecahkan kesunyian membuat
panggung bergetar keras bahkan permukaan tanah pun
terasa bergetar bagaikan gempa bumi.
Jurus terakhir yang digunakan Lam Kong Pak adalah
Cuang Yen ci Te atau Mahasiswa lulus ujian dari ilmu
telapak 'Lian Tiong sam Yen ciang Hoat',
sejak ia memperoleh bantuan tenaga Iwee-kang dari Coe
Lie Yap serta mempelajari ilmu payung maut 'Mo san sam
sih" baik dalam tenaga dalam jurus serangan telah
memperoleh kemajuan yang pesat. sudah tentu Pek Lie
Gong bukan tandingannya.
Duk, duk. duk." ber-turut2 tubuh Pek Lie Gong kena
didesak mundur delapan langkah kebelakang, lengan
kanannya susah diangkat kembali sedang Lam Kong pak
tetap berdiri tidak goyah.
Pencuri sakti ini mulai menyadari dirinya bukan
tandingan lawan, dengan napas memburu seperti kuda
teriaknya serak: "Bocah ciiik. kau sungguh hebat sekali
Loohu takut dan mengaku kalah, boleh bukan kau sebutkan
asal usulmu ?"
"Maaf soal ini susah kujawab "
"Hmmm Loohu berani memastikan antara kau dengan
sin so Cuang Yen- sang Hong Tie punya hubungan yang
sangat erat. kepandaianmu jauh berada diatas dirinya."
"Pek Lie Gong terlalu memuji Karena siauwte mendapat
instruksi dalam pertemuan ini harap Pek-lieheng suka
memaafkan- dan kini bila kau suka turun tangan- kita
sudahi saja pertarungan kita sampai disini untuk kasih
kesempatan pada yang lain untuk maju lebih jauh"
"Baik"
PEK LIE GONG ber-sama2 Lam Kong Pak melayang
turun dari atas panggung dan balik kekursinya masing2,
Dengan tenangnya Lam Kong Pak menduduki kursi
yang khusus disediakan untuk 'sin so Cuang Yen'- sang
Hong Tie. sinar mata penuh keheranan bermunculan dari
empat penjuru dan ber-sama2 dialihkan keatas tubuhnya.
Terutama sekali Cioe Cien cien ia bangun berdiri hendak
menyapa tapi merasa ragu takut salah mengenali orang lain,
sikapnya serba susah dan rikuh sekali.
Sedangkan Pek Lie Siang membisiki beberapa patah kata
kesisi telinga ayahnya Pek Lie Gong disusul tubuh pencuri
tua itu tergetar keras dan alihkan sinar matanya kemari.
Lam Kong Pak pura2 tidak melihat, sepasang matanya
memandang jauh ketengah angkasa. bagaikan bintang2
dilangit jauh lebih berharga baginya untuk dipandang.
"Tok, Tok. Tok" sitoosu Hauw-to berseru lantang
"Menang kalah diantara sicu berdua sudah jelas tertera,
urutan nama tetap seperti ssdia kala. dan pertemuan
dilanjutkan lebih jauh"
sang gadis dari benteng Hwie Him Too yang menyaru
sebagai Tiauw sian sewaktu ada diperkampungan Toa Loo
san- cung tempo dulu, per-lahan2 bangkit berdiri dan
berjalan kehadapan wasit.
"Liuw Hwie Yen dari benteng Hwie Him Poo
mendaftarkan diri" katanya lembut. Lalu melayang keatas
panggung dan men-jura keempat penjuru. "siauw li Liuw
Hwie Yen mohon petunjuk dari para jago yang hadir disini
"
Baju yang dikenakan berwarna putih salju bentuk
badannya laksana bidadari turun dari Kahyangan, ditambah
pula wajahnya cantik menawan hati membuat orang
terpesona dibuatnya.
Waktu itu Lam Kong Pak dapat menangkap
pembicaraan beberapa orang yang ada disisinya dengan
suara lirih.
Kiranya sepasang muda mudi dari benteng Hwie Him
Poo ini adalah dua orang jagoan yang termasuk diantara
empat manusia kaya.
Liuw Hwie Yen sigadis manis bergelar Tok so Tiauw
sian atau si Tiauw sian tangan beracun sedang sang
Pemuda itu bernama Liuw Bauw siang dengan gelar 'Giok
Bian wie Tuo' atau si Wie Tuo berwajah Pualam mereka
berdua adalah kakak beradik,
Disebabkan si Tok so Tiauw sian- pernah turun memberi
pertolongan kepada Lam Kong Pak sewaktu berada
diperkampungan Toa Loo san-cung tempo dulu, maka
terhadap dirinya pemuda ini menaruh rasa simpatik.
Mendadak sesosok bayangan hitam bagaikan burung
elang melayang ketengah udara setinggi sebelas dua belas
tombak lalu dengan gerakan Yu Ing Lok swie atau ikan
seriti Masuk keair meluncur kebawah dan tanpa
menimbulkan sedikit suara pun melayang turun tepat
dihadapan si Tiauw sian Tangan Beracun Liuw Hwie Yen-
orang ini berwajah halus dengan bibir yang kecil, mata
yang bulat menarik hati. tapi memakai pakaian singset
kaum lelaki, dadanya terepes sedang sepasang kakinya kecil
mungil tidak sampai tiga coen-
suasana dibawah panggung kontan menjadi gempar,
sedang air muka Cioe Ci Kang serta 'Giok Bian wie Tuo'
Liuw Hauw siang berubah sangat hebat.
Liuw Hwie Yen yang ada diatas panggung walaupun
berusaha keras untuk mempertahankan ketenangannya tak
urung kelinatan juga sikapnya yang gelisah.
Lam Kong Pak menyadari simanusia aneh lelaki bukan
lelaki, perempuan bukan perempuan ini pasti seorang
jagoan yang punya nama besar, hawa murninya segera
disalurkan mengelilingi seluruh tubuh dan telinganya
dipasang baik2 mencuri dengar pembicaraan dari Cioe Ci
Kang dengan isterinya.
Terdengar cioe Ci Kang berkata dengan nada serius
"orang ini adalah salah satu anggota Im Yang Pat Khie atau
delapan Jagoan Aneh Manusia Banci anak buah majikan
pemilik pegadaian Bu-lim. katanya Im Yang Pat Khie
terdiri dari banci2 semua, tapi kepandaian silat yang
dimiliki teramat lihay. ini hari si Tiauw sian tangan beracun
telah menjumpai dirinya. mungkin tak bakal memperoleh
hasil yang menyenangkan bagi dirinya,"
sebutan 'im Yang Pat Khie' baru didengar Lam Kong
Pak untuk pertama kalinya tapi cukup ditinjau dari sikap
serius para jago ia pun menyadari orang ini kemungkinan
besar susah dihadapi.
"Tok. Tok. Tok." suara ketukan Bok Ho memecahkan
kesunyian, per- la han2 sitoosu Hauw To bangkit berdiri.
"sicu silahkan utarakan nama besarmu "
"Hiiiii-hiiii. ..." Manusia siluman itu cuma tertawa
kegelian saja. ucapan dari Hauw-to sama sekali tidak
digubris.
sinar matanya dengan penuh kegenitan mengerling
sekejap kearah Liuw Hwie Yen, kemudian sahutnya
"Gelarmu adalah Tiauw sian, biarlah aku jadi Loe Pooh-
nya. Loe Pooh mempermainkan Tiauw sian sudah menjadi
buah bibir masyarakat sejak ribuan tahun berselang. nonaku
yang manis. kau bilang betul tidak?".
tangannya dengan cekatan menyambar kemuka hendak
menjawil pipi Liuw Hwie Yen.
"Siluman iblis yang tidak tahu malu" Bentak gadis she
Liuw itu dengan penuh kegusaran.
Ujung bajunya dikebut keluar, sedang badannya
menyingkir selangkah kesamping. siapa nyana gerakan
tubuh siluman ini benar2 sangat luar biasa, sedikit ujung
kakinya menutul tanah badannya sudah mendesak
kehadapan Liuw Hwie Yen
sepasang tangan dipentangkan satu keatas yang lain
kebawah, tangan kanannya menggunakan cengkeraman
maut sedang tangan kirinya dengan jari tengah bagaikan
kail mengorek kearah Kelamin- Liuw Hwie Yen yang
terletak dibawah tubuh. suasana menjadi gempar, Liuw
Hauw siang dengan gusar menggembor keras.
Dengan perasaan jengah bercampur murka gadis itu
menyingkir kesamping, tangan kirinya dipentangkan lebar2,
dengan gerakan "Hwie Him Pat sih" atau delapan gerakan
Beruing terbang mengejar kemuka, sedang tangan kanannya
menyusup kedalam ujung baju siap melancarkan serangan
bokongan.
siluman itu tertawa cabul, badannya maju selangkah
kedepan, ujung kakinya yang kecil melayang keudara
melancarkan tendangan berantai mengancam jalan darah
Tiong Khie Hiat.
Tok so Tiauw sian- Liuw Hwie Yen benci siluman ini
karena menggunakan jurus yang cabul dan tidak tahu malu,
tangan kirinya melancarkan serangan kosong mengiringi
badannya meluncur tiga langkah ditengah udara tangan
kanannya langsung mengayun kemuka.
"sreeeeet" sebilah garpu baja sebesar lima coen dengan
memancarkan cahaya gemerlapan meluncur kemuka
mengancam dada bagian depan siluwan tersebut.
siluman banci yang tubuhnya masih ada ditengah udara
sama sekali tidak menjadi gugup, menanti garpu baja tadi
yang hampir mengenai badannya mendadak ia pentang
mulutnya menggigit senjata tadi kencang2.
Melihat kelihayan pihak lawan Lcuw Hwie Yen merasa
hatinya berdesir, ia tidak berani berlaku gegabah lagi,
sepasang tangannya ber-sama2 mengayun kemuka berulang
kali.
"Sreeeet Sreeeet Sreeeeet " Dua puluh batang garpu baja
bagaikan ular perak meluncur kemuka mengancam seluruh
bagaian berbahaya dari manusia banci itu.
Baru saja garpu baja tadi menyambar disisi siluman
tersebut kembali suara ledakan bergema memecahkan
kesunyian. setiap batang garpu baja mendadak
memecahkan diri jadi tiga bagian.
Dalam sekejap mata enam-tujuh puluh batang garbu
dengan suara desiran tajam menancap semuanya diseluruh
tubuh siluman banci itu.
suasana dibawah panggung jadi gempar, hanya Toa Loo
san cangcu seorang tertawa dingin tiada hentinya.
Baru saja Liuw Hwie Yen berdiri melengak manusia itu
dengan seluruh tubuh penuh garpu baja laksana kilat
menubruk kebawah, yang paling mengejutkan hatinya
adalah keadaan siluman tersebut ternyata biasa2 saja
alisnya tidak berkerut, darah tidak mengalir, walaupun
seluruh badannya penuh bersarang garpu baja.
Gerakan tubuh siluman banci itu cepat susah dilukiskan,
dimana lengannya berkelebat lewat tahu2 ia sudah berada
lima coen didepan tubuh Liuw Hwie Yen, telapak
tangannya berubah jadi merah ber-api2 keadaannya sangat
mmyeramkan. "Aaaach cengkeraman Hwie Liong cau. . . ."
Dengan pecah nyali Liuw Hwie Yen berusaha
mengundurkan diri, tapi keadaan tidak mengijinkan,
dengan terpaksa ia berusahaa menghindarkan wajah sendiri
terhajar serangan lawan-
Braaaaak " pundaknya terasa amat sakit sehingga
merasup dalam tulang sumsum, bajunya terbakar dan gadis
itu mundur lima langkah kebelakang dengan sempoyongan.
si Wie Tuo berajah pualam Liuw Hauw siang langsung
bangun berdiri, tapi ia berdiri tak bergerak. sepasang
matanya melototi manusia siluman itu tak berkedip. karena
itu ia tidak percaya setelah seluruh tubuh siluman itu
terhajar enam, tujuh puluh batang garpu baja sedikit pun
tidak mempercayai pandangan mata sendiri karena dari
mulut luka garpu baja itu bukannya mengucurkan darah
berwarna merah, melainkan semacam cairan putih
bagaikan susu.
Dengan pengetahuannya yang luas si Ciok Biau We TUo
segera mengetahui inilah hasil latihan sebangsa tenaga
lweekang aliran sesat dengan dalih menghisap tenaga Im
untuk mencukup tenaga Yang dan menghisap tenaga Yang
untuk mencukupi tenaga Im.
Lama kelamaan dalam tubuh akan terjadi suatu
perubahan, bila kepandaiannya telah mencapai taraf
kesempurnaan maka cairan darah yang berwarna merah
akan berubah jadi cairan putih.
Dalam sekejap mata Liuw Hwie Yen mundur lima enam
langkah dengan sempoyongan seluruh tubuhnya gemetar
keras. agaknya ia sudah menderita luka dalam yang amat
parah.
sebaliknya siluman tersebut diiringi gelak tertawa
cabulnya selangkah demi selangkah mendesak maju lebih
mendekat.
Cioe ci Kang tertawa seram tiada hentinya jelas terhadap
penyerbuan serta pengacauan Liu Hwie Yen kakak beradik
kedalam perkampungan Toa Loo san-cung tempo dulu
masih mendendam dihati. ia berhasrat melihat Liuw Hwie
Yen roboh bermandikan darah diatas panggung.
Suasana diatas panggung dan dibawah panggung diliputi
Kesunyian, terutama sekali Liuw Hauw siang.
Walaupun ia tahu adiknya berada dalam keadaan
bahaya, tapi tak mungkin baginya untuk meloncat naik
keatas panggung. karena nama besar empat manusia kaya
amat cemerlang dalam dunia persilatan, ia tidak ingin
merusak peraturan pertemuan tersebut.
Tok. tok tok." ketukan Bok Hi berkumandang memenuhi
angkasa, pendeta Liong ceng serta Toosu Hauw To ber-
sama2 bangun berdiri
"Sicu ini berhasil menangkan pertarungan kali ini,
pertandingan dihentikan sampai disini dan harap sicu suka
menyebutkan nama besarmu" Teriaknya hampir berberang.
"Cayhe adalah anggota terakhir dari 'Im Yang Pat Khie'
dibawah pimpinan majikan pemilik pegadaian Bu-lim.
'Hwie Liong Na-Kha' atau si Na-kha raja berapi lie siauw
Ciu" sahut siluman itu sambil berhenti.
Ucapan itu menggetarkan hati Lam Kong Pak, sebagian
besar jago2 Bu-lim kebanyakan mengetahui diantara
delapan jago paling Top dalam Bu-lim adalah majikan
pemilik pegadaian Bu-lim berilmu paling tinggi,jejaknya
paling misterius dan siapa pun belum pernah menjumpai
wajah aslinya.
sungguh tidak nyana kepandaian silat dari Im Yang Pat
Khie yang terbuncitpun sedemikian luar biasanya, tak usah
dibayangkan Lagi kepandaian silat majikan pemilik
pegadaian benar2 susah dilukiskan,
Mengambil kesempatan yang sangat baik inilah Liuw
Hwie Yen meloncat bangun dan melayang balik
kekursinya, Liuw Hauw siang segera turun tangan
mengobati luka adiknya itu.
setelah si Na-kha naga berapi berhasil menunjukkan
kelihayannya diatas panggung, dengan perasaan penuh
kebanggaan ia bertolak pinggang. teriaknya
"Apakah ada siapa lagi yang ingin naik kepanggung
untuk memberi petunjuk?" sembari berseru, sepasang
matanya melirik sekejap kearah si Wie Tuo berwajah
pualam Liuw Hauw siang.
Waktu itu Liuw Hauw siang telah selesai mengobati luka
adiknya, dengan gerakan 'Liong Heng Itsih' atau Naga
menyelinap ia melayang naik keatas panggung.
Dasar sifat Hwie Liong Na Kha ini masih ada separuh
berbau wanita. cabulnya sangat luar biasa. Melihat
ketampanan wajah Liuw Hauw siang yang menarik hati,
napsu birahi kontan berkobar.
"Liuw Toako" serunya sembari tertawa cadul. "Coba kau
lihat bagaimanakah wajahku Lie siauw Cin?"
saking gemas dan bencinya kepingin sekali Liuw Hauw
siang membinasakan siluman cabul ini, dengan hati
mendongkol ia meludah keatas tanah.
Tanpa melirik sekejap pun kearahnya pemuda ini
membentak keras: "Macam apakah kau siluman terkutuk
begitu bernyali berani memanggil aku orang she- Liuw
dengan sebutan tersebut"
Diiringi suara bentakan keras. ia melancarkan satu
serangan dahsyat dengan menggunakan ilmu andalan
benteng Hwee Him Poo 'Hwee Him Pat sih'.
Begitu menyerang ia telah menggunakan tenaga sepuluh
bagian- hawa khiekang menderu diempat penjuru
membentuk suatu gulungan gelombang dahsyat yang
membetot hati.
Hwee Liong Na-kha tidak berani berlaku gegabah, ilmu
'Hwee Liong Cau'nya yang lihay pun segera dikeluarkan.
Liuw Hauw siang yang namanya ikut tercantum diantara
empat manusia kaya, kepandaian silat yang dimilikijauh
lebih tinggi dari kepandaian adiknya, pengalamannya
dalam menghadapi musuh pun sangat luas.
Ia tahu pihak lawan mengandalkan ilmu siluman yang
luar biasa dahsyatnya, Bertempur dengan cara begini boleh
dihitung mendatangkan hasil yang memuaskan- karena
ilmu mencengkeram naga berapi ini baru bisa digunakan
bilamana berada dalam keadaan dan waktu yang sangat
bagus.
Jikalau tenaga lweekang kedua belah pihak seimbang
dan masing2 pihak berusaha saling menyerang dengan
mengadu jiwa, maka ilmu tadi tak bakalan bisa digunakan
lagi. Dengan demikian kedua belah pihak bertanding dalam
keadaan seimbang.
Untuk beberapa saat siapa pun tidak berhasil merebut
kedudukan yang jauh lebih menguntungkan dari lawannya.
Ratusan jurus sudah lewat permainan 'Hwee Him Pat
sih' dari Liuw Hauw siang menunjukkan kedahsyatannya
membuat angin dan guntur men-deru2 tiada hentinya.
Melihat pertarungan yang sedang berlagsung diatas
panggung. Lam Kong Pak mulai berpikir seharusnya ia naik
kepanggang untuk membasmi siluman itu atau tidak.
Karena Liuw Hwie Yen telah melepaskan budi
kepadanya, jikalau saat ini Liuw Hauw siang pun bukan
tandingan pihak lawan bukankah nama besar benteng Hwie
Him Poo akan hancur berantakan.
Didalam waktu yang amat singkat, dua ratus jurus sudah
lewat. Kedua orang itu telah bergebrak mencapai puncak
ketegangan.
Tiba2 Liuw Hauw siang membentak keras tiga jurus
terakhir dari ilmu 'Hwie Him Pat sih'-nya dilancarkan
keluar.
seketika empat penjuru dipenuhi dengan golakan angin
tajam.
"Braaaak " diiringi bentrokan keras. gulungan hawa
murni yang sangat kuat itu mendesak Lie siauw Cin
mundur tiga langkah dengan sempoyongan.
Menggunakan kesempatan terdorong mundur
kebelakang itulah Lie siauw cin tidak mau me-nyia2kan
waktu ilmu cengkeraman 'Hwee Liong Cau' segera
dikeluarkan.
sebuah lengan kanan yang berwarna merah membara
dengan memancarkan cahaya tajam serta menyiarkan hawa
panas yang susah ditahan meluncur datang. "Aduuuuh
celaka" teriak Liuw Hauw siang didalam hati.
selagi ia siap mengerahkan semua tenaganya untuk
melakukan pertarungan mengadu jiwa, mendadak. . .
"Tahan " suara bentakan keras bergema dari bawah
panggung. diikuti sesosok bayangan hitam laksana kilat
meluncur naik keatas panggung.
siapa pun tidak melihat dengan cara bagaimana orang itu
melayang. tahu2 bayangan tadi sudah berdiri diantara Lie
siauw Cin dengan Liuw siang.
Kiranya orang itu bukan lain adalah si manusia aneh
yang mengaku dirinya sebagai sang Hong Tie.
"siapa kau?" seru Lie sauw Cin hambar agaknya ia tidak
memandang Lam Kong Pak dihati.
"sin so Cuang Yen- sang Hong Tie"
"Hiii. .hiiii. .hiii. . . ." Lie siauw Cin tertawa cabul.
"Jangan dikata 'sin so Cuang Yen- sang Hong Tie tidak
datang sendiri, kendati saat ini berada diatas panggungpun
jangan harap bisa menerima lima puluh jurus seranganku"
"Haaaaaaaaa. . . haaaaaaaa. . . ."
Kini balas Lam Kong Pak yang mendongak tertawa
seram, sepasang matanya dengan buas melototi Hwee
Liong Na-kha tak berkedip.
"sekalipun mengibul bukan perbuatan dosa yang patut
dihukum mati tapi aku berharap kau jangan mengibul
keterlaluan"
"Perkataan yang cayhe ucapkan terhadap setiap hadirin
yang ada disini tak bakal bernadakan mengibul"
"Termasuk kepada kedua orang wasit ?"
"sedikit pun tidak salah "
"Perempuan siluman yang tidak tahu malu kau terlalu
sombong "
"Hiii. . .hiii. . .hiii. . .kalau sombong sih tidak bakal
salah, hanya harus dilihat apakah sombongmu beralasan
atau tidak"
Lam Kong Pak mendengus dingin, kepada Liuw Hauw
siang sembari menjura ujarnya "Liuw-heng telah
menangkan pertarungan kali ini, silahkan turun kepanggung
untuk beristirahat."
Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar bukan saja
'Hwe Liong Na Kha' tertawa dingin tiada hentinya, sampai
kedua orang wasit serta cioe ci Kang sekali pun jadi
melengak dibuatnya.
Karena serangan Liuw Hauw siang dengan sepenuh
tenaga tadi walaupun berhasil menggelar mundur pihak
lawan sejauh tiga langkah hal ini tak bisa dihitung ia
peroleh kemenangan-
Walaupun Liuw Hauw siang tahu dirinya bukan
tandingan pihak lawan, tapi sebagai seorang jagoan yang
namanya berada diantara deretan empat manusia kaya ia
tidak ingin memperoleh bantuan orang dengan begitu saja
apalagi membantu dengan cara begini ia merasa tindakan
ini kurang jujur. karena ia percaya dirinya tak akan berhasil
menangkan pihak lawan,
oleh sebab itu dengan sinar mata penuh rasa terima kasih
ia alihkan pandangannya kearah manusia aneh itu sedang
badannya tetap berdiri tak bergerak.
"Hmmm cukup mengandalkan sepatah dua patah kata
ucapanmu sudah bisa dihitung dia yang peroleh
kemenangan ?" Teriak Hwe Liong Na Kha gusar.
"Heeeee. . .heee. . .heee. . . .kematian sudah ada
diambang pintu kau masih tidak menyesal. coba periksa
pakaianmu sendiri"Jengek Lam Kong Pak sambil tertawa
dingin-
Ucapan tadi membuat suasana diseluruh kalangan jadi
sunyi senyap sehingga jatuhnya jarum pun bisa kedengaran
Bukan saja si 'Hwee Liong Na Kha' menjerit kaget
setelah menunduk dan menemukan sebuah bekas telapak
tangan yang besar diatas pakaiannya, air muka kedua orang
wasit serta Cioe Ci Kang sekalipun berubah sangat hebat.
Mereka merasa terkejut bercampur heran dan merasa
tidak percaya Liuw Hauw Siang memiliki jurus serangan
sedemikian dahsyatnya, rata2 dugaan mereka adalah
telapak tangan tadi pasti hasil permainan setan dari si
manusia aneh tersebut.
Agaknya si Hwee Liong Na Kha sendiri pun merasa
tidak percaya bila diatas pakaiannya bisa tertera sebuah
telapak tangan tanpa ia merasakan sedikitpun-
Hwee Liong Na Kha serta Liuw Hauw siang berdiri
tertegun diatas panggung, sedang kedua orang wasit serta
Cioe Ci Kang berada dalam keadaan kebingungan dan
ragu2.
Hal ini membuktikan mereka percaya kesemuanya ini
adalah hasil permainan setan dari Lam Kong Pak guna
melindungi muka Liuw Hauw siang, tapi didepan para jago
lihay sedemikian banyaknya, ternyata tak seorangpun yang
melihat secara bagaimana dia turun tangan-
Apalagi sewaktu Lam Kong Pak bergebrak melawan si
pencuri sakti tadi ilmu yang digunakan adalah Lian Tiong
san Yen- dari sin so Cuang Yen ilmu telapak semacam ini
sekalipun dilatih enam puluh tahun lagi belum tentu bisa
membokong 'Hwee Liong Na Kha' tanpa ia rasakan
Ketika Lam Kong Pak melihat Liuw Hauw siang maju
mundur serba susah, kembali serunya
"Liuw-heng silahkan kau turun dari panggung untuk
beristirahat, siauwte mengucapkan selamat kepada Liuw-
heng karena berhasil menangkan perebutan urutan nama
kali ini."
Walaupun Liuw Hauw Siang sendiri juga seorang
pemuda yang bersemangat besar, memandang diri terlalu
tinggi, tapi melihat orang lain bukan saja memiliki
kepandaian silat yang sangat tinggi bahkan memberi
peluang yang baik bagi dirinya untuk turun dari panggung
ia segera merangkap tangannya menjurai
" Untuk sementara waktu sia uw-te mohon diri terlebih
dulu."
Kemudian dengan sinar mata penuh rasa terima kasih
pemuda She Liuw itu turun dari panggung dan kembali
kekursinya.
Pada saat itulah bagaikan baru tersadar dari impian
"Hwee liong Na Kha" membentak keras- "sebetulnya
siapakah kau?"
"Sin so cuang Yen, Sang Hong Tie."
"Aku lihat sebelum melihat peti mati kau tak suka
lelehkan air mata, sekali pun couw su dari Sang Hong Tie
tak bakalan mempunyai ilmu silat selihay ini"
"Hmmm cayhe merasa tiada berkepentingan untuk
memberi penjelasan kepadamu"
Maksud Hwee Liong Na Kha munculkan diri dalam
pertemuan kali ini adalah ingin menunjukkan kelihaiannya
dihadapan umum sekalian angkat nama diri sendiri.
Siapa nyana pos benteng Hwie Him Poo belun berhasil
ditembusi. urusan besar sudah muncul didepan mata,
saking khekinya ia sampai mencak2. "Ingin coba ilmu
cengkeraman naga berapiku haaa?" teriaknya.
"Aku lihat lebih baik tidak usah cayhe sudah merasa
cukup merebut kedudukan sebagai pemimpin tiga minusia
miskini apalagi pertarungan kita pun belum tentu
menghasilkan kedudukan yang lebih tinggi"
"Bila kau menyetujui, cayhe bisa usulkan kepada kedua
orang wasit agar menambah suatu kedudukan lagi diatas
empat manusia kaya sehinggi empat manusia kaya jadi lima
manusia kaya"
Begitu selesai berbicara tidak perduli pihak lawan setuju
atau tidak. teriaknya kepada kedua orang wasit,
"Cayhe punya satu usul. harap kalian sebagai wasit suka
menambahi satu kursi lagi diantara empat manusia kaya,
siapa menang dia berhak merebut kedudukan lima manusia
kaya yang namanya sedikit dibawah Cioe Ci Kang"
Bagi Liuw Hauw siang, tiada ucapan lagi baginya untuk
diutarakan. karena ia tahu barusan saja dengan nyaris ia
berhasil melindungi kedudukan serta nama besar sendiri.
Lain halnya dengan Cioe Ci Kang serta kedua orang
wasit. mereka merasa serba salah. Usul ini rada bersifat
mengacau, apalagi anak buah dari majikan pemilik
pegadaian Bu-lim rata2 merupakan iblis2 golongan sesat.
siapa pun diantara jago golongan putih tak ada yang
menyetujui bila diantara nama empat manusia kaya
ditambahi pula dengan Hwee Liong Na Kha.
Tetapi kenyataannya bukan demikian, jikalau Hwee
Liong Na Kha menderita kalah. maka urutan nama akan
menjadi kacau balau.
sebab Lam Kong Pak sudah mewakili 'sin so Cuang Yen'
sang Hong Tie sebagai pemimpin tiga manusia miskin.
Menurut peraturan jikalau sang Hong Tie ingin
mengangkat nama sejajar dengan Cioe Ci Kang. Ia harus
berusaha mengalahkan dulu Liuw Hauw siang, Liuw Hwie
Yen serta Hiat so Cay sin.
Disebabkan urusan ini mempengaruhi situasi maka
kedua orarg wasit itu segera menoleh learah Cioe Ci Kang.
"Bagaimana menurut pendapat Cioe sicu?"
Cioe Ci Kang mulai berpikir keras, dia adalah seorang
manusia yang berotak tajam. walaupun menghadapi situasi
yang mendesak tapi pikirannya tidak sampai kacau.
Ia merasa ada baiknya biar mereka berdua coba2 beradu
kepandaian, karena menurut kepandaian yang dimiliki sang
Hong Tie palsu ini. Kendati ia berhasil menangkan Hwee
liong Na Kha, belum tentu bisa menangkan Tujuh orang
banci dari 'Im Yang Pat Khie' lainnya apalagi dibelakang
mereka2 itu masih ada majikan pemilik pegadaian Bu-lim.
Asalkan pihak lawan sudah mengikat tali permusuhan
dengan majikan pemilik pegadaian maka dirinya tinggal
duduk diatas gunung melihat harimau berkelahi.
Apalagi jikalau ia tidak setuju, pihak lawan tentu akan
mengundurkan diri dan kemungkinar besar Hwee liong Na
Kha akan menantang dirinya untuk bergebrak.
sekalipun ia tidak jeri terhadap dirinya, tapi rasanya
belum mempunyai kekuatan untuk menaklukan 'Im Yang
Pat Khie'. terutama sekali dibawah majikan pemilik
pegadaian Bu-lim kecuali 'Im Yang Pat Khie' masih
terdapat banyak sekali jago2 lihay.
setelah berpikir keras, akhirnya Cioe ci Kang berteriak
lantang: "cayhe menurut saja semua keputusan wasit "
Kedua orang wasit saling bertukar pandang, sipendeta
Liong Ceng lantas mengetuk tiga kali Bok Hi nya.
"Keputusan para wasit, barang siapa yang berhasil
menangkan pertarungan ini maka ia akan memperoleh
kedudukan sejajar dengan Liuw Hauw siang sicu"
Agaknya Lam Kong pak sudah tak dapat menahan sabar
lagi, serunya dengan nada berat.
'Hwee Liong Na Kha' tertawa dingin. dalam sekejap
mata ia sudah melancarkan tujuh belas buah cengkeraman
memaksa Lam Kong Pak terdesak mundur tiga langkah
kebelakang.
Cioe Cien Cien serta Pek Lie siang yang ada dibawah
panggung ber-sama2 memperdengarkan suara jeritan kaget.
Lam Kong Pak yang sudah punya rencana masak dalam
dadanya, untuk sementara rela lawan mendesak dirinya
terus menerus tanpa berani mengeluarkan ilmu Thian suc so
kepandaian perguruannya. Karena ia tahu jika ilmu tersebut
dikeluarkan maka sipencuri sakti sekalian yang ada
ditengah kalangan pasti akan mengetahui asal usulnya yang
benar.
sudah tentu ia pun tidak rela mengeluarkan ilmu payung
maut Mo san sam sih, ilmu tersebut hendak ia keluarkan
bila kedudukannya terdesak dan sekali hantam merebut
kemenangan.
SELAMA ini Lam Kong Pak salurkan hawa
lweekangnya mempertajam pertahanan sendiri, oleh karena
itu kendati ia terdesak dibawah angin 'Hwee Liong Na Kha'
tidak berhasil juga mengeluarkan ilmu cengkeraman naga
berapinya untuk menghancurkan pihak lawan.
Puluhan jurus sudah berlalu, kedua orarg itu maju
mundur saling mempertahankan diri asalkan Lam Kong
Pak kena didesak mundur tiga langkah kebelakang ia
berusaha keras untuk maju merebut kembali posisinya yang
kena direbut pihak lawan,
Dengan demikian para hadirin yang ada di bawah
panggung mulai merasa ragu2 benarkah bekas telapak
tangin yang tertera diatas celana Hwee Liong Na Kha tadi
adalah hasil karya Lam Kong Pak?
Ratusan jurus telah berlalu, tiba2 Hwee Liong Na Kha
tertawa dingini "Heee. . .heee. . .heere. . .kiranya kau cuma
punya kepandaian terbatas sampai disitu, lihat serangan. ."
Diiringi suara bentakan keras, bukannya maju sebaliknya
ia malah mundur kebelakang.
Dalam sekejap mata sepasang tangannya telah berubah
merah membara, hawa panas menjulang luar biasa,
perlahan ia mendesak lebih kedepan.
sekali lagi suasana penuh diliputi ketegangan, hampir2
suara detakan jantung serta deru napas dapat kedengaran
sangatjelas.
saking tegangnya Cioe Cien Cien serta Pek lie siang
hampir bersamaan waktunya bangkit berdiri, kemudian
duduk lagi. tapi sebentar berdiri lagi
saat ini tak seorang pun yang memperhatikan gerak gerik
mereka. karena be-ratus2 pasang mata ber-sama2 dialihkan
keatas panggung dan melototi kedua orang yang siap
bergebrak dengan tak berkedip.
Akhirnya cioe cie Kang serta Pek lie Gong berhasil
menarik puterinya masing2.
sebetulnya Lam Kong Pak bermaksud menangkan pihak
lawannya bila ia terdesak hebat tapi melihat pihak lawan
sudah mengeluarkan ilmu cengkeraman naga berapinya. ia
tidak berani berlaku gegabah. ia takut dirinya kena dilukai
lawan sehingga bukan saja asal usulnya konangan bahkan
mempengaruhi pula rencananya untuk membalas dendam.
Dalam sekejap mata itulah mendadak Lam Kong Pak
mendapat ide yang bagus tubuhnya berputar dengan muka
menghadap belakang panggung sedang punggung
dihadapkan keluar, tenaga murni disalurkan mengelilingi
sepasang mata,
'Hwee Liong Na Kha' baru saja mengerahkan ilmu
cengkeraman 'Hwee Liong cau'nya.
jelas melihat sepasang mata Lam Kong Pak
memancarkan cahaya ke-hijau2an, tak kuasa rada melengak
dibuatnya.
Lam Kong Pak segera meloncat lima depa ketengah
udara tangan kanannya bergaya mencekal sesuatu benda
disapukan keatas kepala 'Hwee Liong Na Kha'
si Na Kha naga berapi belum habis rasa kejutnya melihat
jurus yang demikian anehnya kelima ujung jarinya tahu2
mengeluarkan lima gulung asap hijau yang tipis makin tebal
dan akhirnya terciptalah sebuah bentuk payung menghajar
batok kepala lawan.
'Hwee Liong Na Kha' mulai merasa hatinya bergidik, ia
tahu saat ini dirinya telah berjumpa dengan musuh yang
paling tangguh hanya sepasang mata pihak lawan yang
memancarkan cahaya kehijauan serta jurus serangan yang
aneh itu berasal dari perguruan mana? ia tidak kenal, dan
untuk mengundurkan diri sudah tidak sempat lagi,
simanusia siluman ini pada dasarnya berwatak serakah
dan ingin minta menang sendiri, walaupun dalam haii
sudah timbul perasaan jeri tapi ia tidak mau takluk begitu
saja, diam2 seluruh tenaga murninya disalurkan kedalam
sepasang jarinya, dengan gerakan tidak berubah menerima
datangnya serangan lawan.
Air muka Cioe Cien Cien serta Pek Lie siang berubah
sangat hebat, mereka merasakan jantungnya berdebar keras.
Tiba2 suara jeritan ngeri bergema memenuhi angkasa
diikuti suara nyaring mengiringinya .
"Pleetak. pleeetak. . . ." kesepuluh jari tangan 'Hwee
Liong Na Kha' putus semuanya, dengan mencekal sepasang
lengannya ia meloncat mundur satu tombak kebelakang.
Sedangkan Lam Kong Pak sendiri pun pura2
sempoyongan dan mundur lima, enam langkah lebar.
Tubuh 'Hwee Liong Na Kha' bergoyang tiada hentinya, dari
kesepuluh jarinya yang terputus semua cairan putih
mengalir keluar tiada hentinya.
suasana diliputi kesunyian, hanya be-ratus2 pasang mata
memandang terbelalak ketengah kalangan diiringi debaran
jantung yang keras.
Lama sekali, Cioe Cien Cien serta Pek Lie siang baru
menghembuskan napas lega, diikuti suara tepuk tangan
yang gegap gempita memecahkan kesunyian yang
mencekam.
Kekalahan yang diderita siluman banci itu amat
mengenaskan jelas para hadirin merasa girang dan puas
berhubung siluman itu kena dikasih pelajaran.
"Tok. Tok. Tok" suara ketukan Bok Hi menenangkan
suasana, sipendeta Liong ceng berseru nyaring: "
Kepandaian sang sicu jauh lebih tinggi setingkat, kau telah
melewati dua tingkat dan kedudukannya sejajar dengan
Liuw Hauw siang. . . ."
Belum habis sipendeta liong ceng berbicara, Hiat so Cay
sin Go sing yang merupakan urutan terbuncit diantara
empat manusia kaya sudah tak dapat mengendalikan hawa
amarahnya lagi, ia membentak keras.
"Kalian berdua mengambil keputusan demikian, apakah
sudah memperoleh persetujuan dari diriku?"
"sewaktu kami sebagai wasit mengajukan pendapat
saudara sekalian tadi Go sicu tidak memperdengarkan
maksud menolak. jika lau sicu tidak puas. silahkan naik
keatas panggung untuk membuktikan kepandaianmu
sekalian menentukan kedudukanmu" seru Hauw To
lantang.
Walaupun ucapan dari Hauw-to ini disampaikan tanpa
emosi, tapi dalam pendengaran Hiat so Cay sin Go sing
sangat tidak sedap.
Karena ia sendiri pun merasakan kekuatan sendiri
kepandaiannya jika dibandingkan 'Tok so Tiauw sian' Tiuw
Hwie Yen saja masih kalah setengah tingkat sedang Tiuw
Hwee Yen bukan tandingan 'Hwee Liong Na Kha' dan
sinaga berapi ini pun dikalahkan manusia aneh tersebut.
jelas tertera ia bukan tandinannya.
Lam Kong Pak sangat membenci Hiat so Cay sin karena
sewaktu berada dikawah gunung berapi tempo dulu ia
pernah merebut peti sang Loocianpwee bahkan menghajar
dirinya jatuh kejurang.
Walaupun akhirnya dari bencana ia mendapat rejeki,
tapi dengan kejadian itu jejak sang LooCienpwee jadi
lenyap tak berbekas.
sudah tentu ia tidak ingin melepaskan kesempatan yang
sangat baik ini teriaknya kepada si Hiat so Cay sin dengan
suara berat.
Pikiran Hiat so Cay sin mulai berputar, pikirnya "Bila
kutinjau dari gerakan aneh yang diperlihatkan orang ini
bahkan berhasil menghajar putus kesepuluh jari tangan
Hwee Liong Na Kha, jelas ia memiliki kepandaian silat
yang sangat luar biasa. bila aku naik keatas panggung dalam
sepuluh bagian ada delapan sembilan bagian tentu kalah.
semisalnya menang pun belum tentu Kakak beradik she-
Liuw itu suka takluk begitu saja. dan aku pun bukan
tandingan mereka. . . ."
setelah mempertimbangkan enteng beratnya dengan
wajah berkerut perlihatkan senyuman paksa ujarnya "Aku
orang she Go paling suka berdamai saja dan tidak ingin
terlalu kukuh dengan pendapat sendiri, jikalau kedua orang
wasit sudah memutuskan demikian, aku orang she-Go lebih
baik mengaku saja"
Perduli Hiat so Cay sin berusaha menghaluskan
ucapannya. tapi ia sudah terkenal sebagai seorang manusia
yang paling rendah dan tidak tahu malu. jelas ia takut naik
ke atas panggung maka mengutarakan alasan tersebut.
Cioe Ci Kang yang mendengar perkataan itu tertawa
dingin tiada hentinya, ia melirik sekejap kearahnya dengan
pandangan menghina.
Hiat so Cay sin pura2 tidak melihat, ia sengaja
perlihatkan sikap masa bodoh.
Ketika itulah Lam Kong Pak baru memperoleh
kesempatan untuk memperhatikan lebih cermat lagi bentuk
raut muka dari Hiat so Cay sin, Go sing ing,
Wajahnya penuh ditumbuhi daging gumpalan yang tidak
rata tubuhnya gembrot bagaikan gentong air. bajunya
terbuat dari sutera dan kini ia duduk dikursinya bagaikan
seekor ular yang melingkar.
Menggunakan kesempatan baik tadi, diam2 Hwee Liong
Na Kha sudah ngeloyor pergi dan lenyap dibalik
kerumunan orang banyak.
setelah tujuan Lam Kong Pak tercapai ia pun tidak ingin
menimbulkan banyak urusan lagi dengan cepat badannya
bergerak siap meloncat turun dari atas panggung.
Mendadak suara suitan tajam berkumandang datang
disusul munculnya sesosok bayangan hitam dengan gerakan
setengah busur melayang turun keatas panggung. suara
tabuhan Bok Hi bergema tiga kali, " Harap sicu melaporkan
nama" seru Liong ceng lantang.
orang yang baru saja melayang datang memakai jubah
warna merah darah dengan gaun merah berapi. wajahnya
menarik dengan pinggang yang ramping, hanya sepasang
kakinya sangat besar, keadaannya jauh berbeda dengan
sepasang kaki 'Hwee Liong Na Kha' yang kecil mungil.
Dara berbaju merah itu memandang sejenak wajah Lam
Kong Pak. lalu kepada kepada dua orang wasit katanya
"siauwli adalah Jin Tay Hong atau gaun pembawa angin
Tak Liuw Hang, yang terhitung nomor dua dalam 'Im Yang
Pat Khie' anak buah Majikan pemilik pegadaian Bu-lim."
Ucapan tadi langsung membuat suasana jadi gempar,
gelar tersebut sangat menyolok sekali, cukup ditinjau dari
gaunnya yang berkibar tertiup angin dan panjang hingga
mencapai atas tanah pasti dibalik gaun tersembunyi suatu
permainan.
"sang sicu sudah berhasil meloncat kedalam urutan
empat manusia kaya, kau harus menerima dua kali ujian
lagi dan sekarang silahkan mulai. . . ." Teriak Hauw to
lantang.
"Gaun pembawa angin" sak Liuw Hiang dengan langkah
yang genit dan lemah lembut bagaikan ranting pohon Yang-
liuw bergerak mendekati Lam Kong Pak. ujarnya sambil
tertawa.
"Cukup ditinjau dari sepasang matamu yang menarik
hati, mungkin wajahmu pun tidak jelek. bila kau rela takluk
dibawah gaun nonamu. maka nonamu rela mengundurkan
diri . ."
Dalam jarak tiga langkah. dari badannya Lam Kong Pak
mulai dapat mencium bau harum yang sangat tebal tersiar
keluar.
Cioe Cien Cien serta Pek Lie siang yang melihat Lam
Kong Pak sama sekali tidak tergerak hatinya, tapi
kegirangan setengah mati mereka ber-sama2 mendengus
dingin.
Cioe Ci Kang yang dengar suara dengusan segera
berpaling, melihat sikap puterinya Cioe Cien Cien ia
gelengkan kepala berulang kali. Pek Lie Gong pun melirik
sekejap kearah puterinya,
"siangjie" tegurnya. " Kenapa ini hari kau begitu aneh?
biasanya kau pendiam tidak suka menyampuri urusan
orang lain, kenapa sekarang suka mencampuri urusan
orang. sikapmu jauh bertentangan dengan hari-har biasa"
Dengan wajah jengah Pek Lie siang menunduk, bibirnya
bergerak mau bicara tadi dibatalkan. sepasang bibirnya
berubah memerah.
si Gaun pembawa angini sak Liuw Hong maju tiga
langkah kemuka, katanya dengan rada genit,
"Kau jangan menganggap nonamu seperti Pat- moay.
cuma berguna setengah bulan saja lalu setengah bulan
selanjutnya membutuhkan perempuan. nonamu benar2 asli
seorang perempuan cantik"
( halaman robek )
Rasa ingin menang timbul dalam hati Lam Kong Pak.
tanpa mengeluarkan suara lagi badannya bergerak kemuka
dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat
tinggi telapak tangannya laksana sambaran kilat mengirim
tiga buah serangan dahsyat.
siapa nyana sigaun pembawa angin cuma berseliweran
dan tahu2 sudah lolos lagi dari ancaman bahaya. suara
cekikikan bergema tiada hentinya.
secara diam2 Lam Kong Pak dapat menangkap sifat
polos dan berperikemanusiaan dari perempuan ini masih
belum lenyap. ia tidak mengerti apakah diantara Im Yang
Pat Khie, kecuali si Hwee Liong Na Kha. yang lain seperti
juga dara berbaju merah ini, lagak lagunya rada lurus?
"Ayoh maju apakah kau sayang untuk menghantam
diriku?" goda si gaun pembawa angin sembari tertawa.
sepasang mata Cioe Cien Cien merah ber-api2, pada saat
ini terhadap Lam Kong Pak pun ia membenci, ia merasa
Lam Kong Pak kurang kuat imannya sehingga terjirat oleh
godaan perempuan tersebut. Padahal pemuda itu hanya
tertegun karena merasa urusan diluar dugaan saja, mana
mungkin ia tertarik oleh perempuan macam begini?
sebagai seorang pemuda, rasa ingin menang masih
menggelora dalam hatinya. ia mulai merasa tidak puas dan
tenaga lweekang dari ilmu payung maut 'Mo san sam sih'
disalurkan keluar mengelilingi seluruh badan.
Tubuhnya laksana sambaran kilat meluncur ke depan,
dalam sekejap mata sembilan buah serangan sudah
digunakan keluar.
Tiga kali tiga sembilan. inilah jurus yang terdahsyat dari
ilmu telapak 'Lian Tiong sam Yen' ditambah pula ia
gunakan ilmu lweekang tingkat tinggi, kedahsyatannya
lebih hebat lagi.
"oooouw. . . .hatimu benar2 kejam. . . ." jerit si gaun
pembawa angin dengan alis berkerut.
Belum habis ia menjerit. mendadak gerakan tubuh Lam
Kong pak berubah sangat aneh susah diraba.
Agaknya budak ini telah jatuh cinta kepada pemuda she-
Lam Kong ini, dalam dua tiga kali kelebatan ia berhasil
meloloskan diri dari desakan, lalu sembari mendesis lirih ia
jatuhkan diri kedalam pelukan pemuda itu.
Lam Kong Pak tidak mengerti maksud hatinya, sudah
tentu tidak biarkan dara berbaju merah itu menjatuhkan diri
kedalam pelukannya, buru2 badannya mundur kebelakang
diiringi tiga buah babatan dahsyat meluncur kemuka.
siapa nyana gadis itu sama sekali tidak ambil persiapan
oleh datangnya serangan ia tak sempat menghindarkan diri
lagi.
"Braaaak " pundaknya kena terhajar satu kali sehingga
tubuhnya mundur lima langkah kebelakang dengan
sempoyongan.
serangan yang dilancarkan Lam Kong Pak barusan telah
menggunakan empat lima bagian tenaga murninya, tapi
perempuan tersebut sudah punya perhitungan sendiri dalam
hati. ia tahu pemuda macam Lam Kong Pak adalah
manusia berperasaan halus.
sembari mencekal pundak sendiri dan menjerit kesakitan
tubuhnya gemetar keras. Melihat luka yang diderita amat
parah, lama kelamaan Lam Kong Pak tidak tega, ia maju
dua langkah kedepan tapi berhenti kembali, hatinya merasa
cemas bercampur ragu2.
si Gaun pembawa angin melirik sekejap kearah pemuda
itu, mendadak jeritan kesakitannya semakin keras. seluruh
tubuh gemetar keras dan limbung seperti mau jatuh
ketanah.
Melihat gadis itu mau rubuh, buru2 Lam Kong Pak maju
tiga langkah kedepan dan didalam sekali sambar
mencengkeram pundaknya. "Parahkah luka yang kau
derita?"
Ucapan tersebut bagaikan minum teguran air yang
pertama setelah menderita kehausan selama tiga hari.
perasaan sak Liuw Hong bagaikan syuuuur. . . .susah
dilukiskan lagi.
Diantata kedelapan manusia banci 'Im Yang Pat Khie',
dia adalah satu2nya gadis yang murni, asli dan orisinil.
watak pun jauh lebih luas daripada yang lain.
setiap hari bergaul dengan lelaki bukan lelaki perempuan
bukan perempuan, tingkah lakunya tengik dan banci2 pula
semuanya, lama kelamaan ia mulai tidak tahan.
Kini setelah melihat Lam Kong Pak, tiba2 timbul bibit2
cinta dari dasar hatinya kendati ia belum pernah melihat
bagaimanakah wajah Lam Kong Pak yang sebetulnya.
Padahal melihat wajahnya terlebih dulu atau tidak
baginya sama saja, sikap kuatir yang ditunjukkan cioe Cien
Cien serta Pek Lie siang sudah diketahuinya sejak tadi.
Cukup andalan hal ini saja ia bisa menduga raut muka Lam
Kong Pak pasti tidak jelek.
Dengan wajah penuh air mata sak Liuw Hong
mengangguk berulang kali, sikapnya yang mengenaskan
dan minta dikasihani itu lama kelamaan membuat Lam
Kong pak merasa tidak tega.
"Nih disini aku punya obat"
selagi ia merogoh dalam sakunya untuk mengambil
keluar obat luka, mendadak sinar matanya menyapu
sekejap ke bawah panggung ia temukan sepasang mata Cioe
Cien cien serta pek Lie siang dengan memancarkan cahaya
yang menggidikkan sedang dialihkan kearahnya, seluruh
tubuh mereka gemetar sangat keras. Melihat pemuda itu
mau keluarkan obat luka, sak Liuw Hong merasa
kegirangan setengah mati. "Aaaaah. . .nggak aaah. aku
nggak mau. . . ."
Sembari berseru manja, ia jatuhkan diri kedalam pelukan
Lam Kong pak sipemuda tersebut.
Ketika sinar mata Lam Kong Pak berbentrok dengan
empat mata kedua orang gadis tadi, mendadak teringat
olehnya akan sumpah setianya dengan cioe Cien cien,
pesan coe Lie Yap yang menyerahkan dirinya kepada dia
beserta asal usul Pek Lie siang yang amat mengenaskan,
rasa was2 langsung menyelimuti hatinya.
"oooouw. . . Lam Kong Pak Lam Kong Pak kau benar2
ahli dalam bercinta. . . ." Tak terasa makinya kepada diri
sendiri
"Braaaak. . . ." Tubuh sak Liuw Hong kena terpukul
pental sejauh satu tombak lebih dan menggeletak diatas
papan panggung.
Kali ini gadis tersebut benar2 menderita luka, hanya saja
lukanya tidak begitu berat karena Lam Kong Pak tetap
tidak tega untuk turun tangan berat, serangannya tadi
bersarang pada pundak kirinya.
Cioe Cien cien serta Pek Lie siang yang ada dibawah
panggung pun berlega hati pikir mereka hampir berbareng.
"Aaaaah. . . .engkoh Pak betul setia dan bukan seorang
romantis yang suka main perempuan di-mana2"
Waktu itu si gaun pembawa angin per-lahan2 merangkak
bangun, dengan ilmu menyampaikan suara serunya "siauw-
moay pasti akan kawin dengan dirimu, bila lain kali kau
menghadapi diriku dengan cara yang demikian dingin dan
demikian hambarnya, aku akan mengadu jiwa dengan
dirimu"
Habis berkata ia meloncat bangun kemudian menyelinap
kebelakang panggung dan lenyap ditengah lautan manusia.
Lam Kong Pak rada melengak. pikirnya "Aduuuh. . .
.mendapat satu persoalan lagi yang memusingkan kepala. . .
."
Mendadak pemuda she- Lam Kong ini menemukan Cioe
cien cien bangun berdiri dan membisikkan sesuatu
disamping telinga Cioe Ci Kang. pada mulanya si Cungcu
dari perkampungan Toa Loo san- cung ini tidak setuju tapi
akhirnya mengangguk juga dengan mulut membungkam.
Melihat gelagat tidak menguntungkan. Lam Kong pak
mulai berpikir keras: "Kemungkinan besar ia akan meloncat
naik kepanggung, jika jejakku sampai konangan gerakanku
selanjutnya akan tidak leluasa lagi"
Tanpa berpikir panjang lagi, dengan pura2 berlagak pilon
ia melayang turun dari atas panggung dan kembali
kekursinya. se-konyong2. ....
Dari antara lautan manusia berjalan keluar seorang
siucay tua berjubah lebar warna biru dengan celana putih,
angkin warna hijau. langkahnya gesit dan sebat bagaikan
awan yang melayang diangkasa, dalam sekali enjotan
tubuhnya sudah mencelat ketengah udara dan meluncur
keatas panggung.
suara jeritan tertahan bergema memenuhi angkasa,
saking terharunya Lam Kong pak sendiri pun hampir2
mengucurkan air mata dan berteriak memanggil.
"Aaaah bukankah dia adalah siauw Yauw sianseng Loe
Ih Beng?. . . . " teriak Cioe Ci Kang dengan nada terkejut.
Begitu ucapan tersebut meluncur keluar, sekali lagi tubuh
Lam Kong Pak tergetar keras. 'siauw Yauw sianseng' Loe Ih
Beng adalah gurunya. sejak kecil ia masuk kegunung dan
hidup berdampingan dengan suhunya, hubungan mereka
akrab melebihi keakraban hubungan ayah beranak.
Tapi akhirnya suhu yang tercinta kena dicelakai orang.
bahkan 'sin so Cuang Yen' sang Hong Tie melihatnya
dengan mata kepala sendiri mayat orang tua itu dan rasanya
peristiwa ini sudah diketahui hampir oleh semua jago yang
ada dalam Bu-lim.
Tapi kini secara mendadak 'siauw Yauw sianseng' Loe Ih
Beng muncul dalam pertemuan dalam keadaan hidup,
bahkan nada suaranya seperti tempo dulu tak berubah.
tenaga lweekang serta kepandaian silatnya pun agaknya
memperoleh kemajuan amat pesat,
sia uw Yauw sianseng yang ada diatas panggung
menjura keempat penjuru, kemudian sahutnya lantang:
"cayhe Loe Ih Beng sebenarnya tidak termasuk didalam
urutan delapan jagoan paling Top dari dunia persilatan.
Tiga manusia miskin, empat manusia kaya dan seorang
majikan pemilik pegadaian Bu-lim, kedatanganku malam
ini disini tiada bermaksud adu kepandaian dan mencari
kemenangan untuk cantumkan namaku dalam urutan
delapan jago top Bu-lim. hanya saja, telah lama aku kagumi
kepandaian Cioe Thai-hiap. menggunakan kesempatan ini
ingin sekali aku minta beberapa petunjuk darinya"
Bicara sampai disitu ia lantas menoleh kearah kedua
orang wasit, sambungnya lancango "Cayhe menyadari
tindakanku ini tidak sesuai dengan peraturan pertemuan ini.
maka dari itu secara khusus ingin minta petunjuk dari
kalian berdua sebagai wasit. bilamana kalian merasa tidak
sesuai maka Cayhe segera akan tarik kembali perkataanku
tadi dan mengundurkan diri dari sini"
SUDAH lama kedua orang wanita itu mendengar akan
kejujuran serta ketulusan segala tindak tanduk 'siauw Yauw
sianseng' Loe Ih Beng, ia tidak gemar cari nama tapi
kepandaian silatnya jauh diatas tiga manusia miskin, nama
kependekarannya sudah menggetarkan seluruh Bu- lim.
Kedua orang itu saling bertukar pandang sekejap lalu
ber-sama2 mengangguk.
Kepada diri Cioe Cie Kang, tertarik sipendeta Liong
ceng lantang. "Persoalan ini tiada mengganggu peraturan
pertemuan karena dalam pasal 12 pertemuan ini tiada hal
yang mencantumkan persoalan tersebut. sudah tentu saja
tindakan ini boleh dilakukan asalkan Cioe sicu suka
menerima tantanganmu itu"
Diam2 Cioe Ci Kang menggerutu, ia sama sekali tidak
menyangka didalam pertemuan yang diadakan pada malam
ini bisa muncul berhagai persoalan yang ada diluar dugaan
munculnya begitu banyak jago lihay membuat hatinya tidak
tenteram.
Dengan watak dari siauw Yauw sianseng agaknya tidak
mungkin ia suka menempuh bahaya sebesar ini dengan
menantang dirinya untuk diajak bergebrak. apalagi rata2
orang Bu-lim pada mengetahui dirinya sudah mati
terbunuh.
Dengan hati penuh rasa curiga tegur Cioe Ci Kang
dengan nada berat, "Bukankah saudara sudah kena
dicelakai orang?" siauw Yauw sianseng tersenyum.
"Berita dalam Bu- lim tak boleh dipercaya seratus persen,
ada kalanya mengejar angin menubruk bayangan. bicara
seenaknya saja tanpa perhitungan. ada kalanya pula berita
kosong yang jadi kenyataan. Eeeei. . . Cioe thay-hiap. buat
apa kau menaruh banyak curiga terhadap diriku?"
Dengan pandangan mata yang tajam Lam Kong Pak
perhatikan terus setiap gerak gerik siauw Yauw sianseng,
tetapi akhirnya ia merasa kecewa.
Kecuali orang ini mempunyai perawakan yang jauh lebih
tinggi dari perawakan suhunya tak terjumpai pula hal2 lain
yang menunjukkan orang itu sedang menyaru sebagai
gurunya.
Cioe Ci Kang putar otak mencari jalan keluar, alisnya
berkerut, jelas dengan mengandalkan kepandaian yang
dimilikinya saat ini ia tak mengambil perhatian barang
sebelah mata pun kepada siauw Yauw sianseng ini.
"Untuk menjaga nama baik kita semua, cayhe terima
tantangan dari Loe-Thayhiap"
"Tok. Tok, Toks tiga kali suara ketukan Bok Hi bergema
memenuhi angkasa, kedua orang jagoan tersebut berdiri
saling berhadapan-
Walaupun ketika itu angin malam bertiup kencang, tapi
ujung baju mereka berdua sama sekali tidak bergoyang,
SELURUH suasana dalam kalangan beku bagaikan es.
tapi be-ratus2 buah jantung berdebar dan mendidih
bagaikan minyak didalam kuali. "Loe Thayhiap silahkan
mulai turun tangan"
"cioe Thayhiap silahkan turun tangan terlebih dulu"
sebenarnya watak Ciae Li Kang adalah terlalu
mementingkan diri sendiri dengan kejadian tersebut ia tidak
sabaran lagi.
"Aku orang she- Cioe akan tetap berdiri di sini
menantikan terlebih dulu sebuah serangan dari Loe
Thayhiap" teriaknya dingin.
" Wasit berdua harap mulai ambil perhatian. . . .." Teriak
siauw sianseng kemudian sembari menjura kearah kedua
orang wasit tersebut.
"sreeeet sreeeet " diiringi suara desiran tajam, Loe Ih
Beng gerakkan lengannya kebelakang, dengan
menggunakan jurus yang paling biasa Tuo Bauw Lang wie
atau Lepas Jubah Mengalah Tempat ia melepaskan jubah
warna birunya.
Kiranya suara desiran tadi berasal dari sambaran hawa
murni yang secara otomatis melepaskan kancing.
selembar jubah warna biru bagaikan bersukma begitu
lepas dari tangan segera melayang ditengah udara laksana
segumpal awan hitam dan tepat berhenti tak bergerak diatas
batok kepaia cioe ci Kang.
"Aaaaah. . . Wu Im Kua " ( Wu Im Kua =Jubah awan
hitam ).
Kebanyakan jago2 Bu-lim pada mengetahui jurus yang
paling lihay dari 'siauw Yauw sianseng' Loe Ih Beng adalah
'Wu Im Kua' atau jubah awan hitam.
Walaupun begitu orang yang benar2 pernah melihat ilmu
ini amat jarang sekali termasuk Lam Kong Pak sendiri pun
belum pernah melihat.
Walaupun seluruh tubuh Cioe Ci Kang rada tergetar
keras. tapi ia masih belum pandang sebelah mata pun
terhadap ilmu tersebut. baru saja badannya bergerak siap
meloloskan diri dari kurungan jubah biru itu. tiba2 jubah
tadi mulai bergerak kebawah dengan menimbulkan suara
bentrokan besi yang menggetarkan hati.
selembar jubah yang berat bagaikan baja dengan
membawa serta hawa tekanan laksana ambruknya gunung
thay-san dan tumpahnya air samudera bergebrak keatas
kepala sang cungcu.
Dengan hati berdebar sekuat tenaga Cioe Ci Kang
berkelebat kesamping, baru saja tubuhnya berhasil lolos dari
lingkungan jubah tersebut, siapa sangka entah dengan
dengan gunakan cara apa Loe Ih Beng sudah menerjang
kehadapan tubuhnya.
saat inilah Cioe Ci Kang baru sadar ia sudah terlalu
pandang rendah kepandaian pihak lawan, rasa kejut yang
dialaminya sungguh bukan kepalang. dengan kumpulkan
semua tenaga yang dimilikinya ketangan- sebuluh gunung
hawa hitam bagaikan kilat meluncur kearah jubah awan
hitam itu langsung mengancam wajah Loe Ih Beng.
Dalam sekejap mata Loe Ih Beng menyingkir selangkah
kesamping Jubah awan hitam itu sendiri pun kembali
menyambar batok kepalanya.
Baru saja Cioe Ci Kang siap menyingkir tiba2 dengan
jurus 'Noe To Thian suc' atau Murka Lempar senjata Langit
dengan sekuat tenaga Loe Ih Beng membabat muka.
Inilah jurus paling terakhir dari ilmu andalan siauw
Yauw sianseng yang amat tersohor Thian suc so.
Belum hilang rasa pandang enteng musuh, Cioe Ci Kang
merasakan adanya segulung angin pusing yang menembusi
ilmu Boe Khek Hek Hong ciunya langsung menekan dada
sendiri
Dalam detik2 yang amat kritis itulah, jubah awan hitam
yang sedang menukik kebawah dengan kecepatan bagaikan
kilat mendadak menceng kesamping lalu membabat
kebawah dengan diiringi desiran angin tajam.
Cioe ci Kang pecah nyali, dengan menggunakan segenap
kekuatan yang ada, ia meloncat satu tombak lebih
kebelakang dengan jurUs 'Lek Hua Hong Kouw atau
Pelangi Tajam menggorat selokan.
"craaaat. . . ." dengan menimbulkan suara keras, jubah
awan hitam tersebut bagaikan sembilan pisau tajam
menghajar papan panggung keras2, sedang jurus 'Noe To
Thian suc' yang digunakan Loe Ih Beng tadi memaksa Cioe
Ci Kang mundur tiga langkah kebelakang dengan
sempoyongan.
Lama sekali jubah awan hitam itu mengeras laksana
baja, akhirnya berubah melunak kembali dan menumpuk
ditengah panggung.
seluruh hadirin dibikin terpaku ditempat masing2, tidak
terdengar pujian tidak terdengar pula jeritan kaget, mereka
semua bagaikan berada dalam impian, dalam kenyataan
ada fantasi dalam kepalsuan ada kebenaran.
Menanti Cioe Hujien dengan penuh kegusaran bangun
berdiri, para hadirin baru ber-teriak2 bertepuk tangan dan
memuji dengan suara yang gegap gempita, kurang lebih
seperminum teh lamanya suasana belum mereda.
Loe Ih Beng menyimpan kembali jubah birunya siap
meloncat turun dari panggung atau secara tiba2 melayang
datang sesosok bayangan hitam mengiringi suatu bentakan
keras. "tunggu sebentar "
Lam Kong Pak dengan sebat telah meloncat naik keatas
panggung, Kiranya Lam Kong Pak telah berhasil
mengetahui orang ini bukan siauw Yauw sianseng yang
asli.
"Loe-heng selama ini kau berada dimana? siaute benar2
rindu sekali kepadamu." serunya sembari menjura.
"Aaaaai. . . ceritanya amat panjang, susah diselesaikan
dalam sepatah dua patah kata. bila ada kesempatan kita
berbicara lagi"
"Aaaaai " Lam Kong Pakpun menghela napas panjang.
"Loe-heng bisa selamat tanpa menemui cacad apa pun saat
siauwte merasa amat berlega hati, tapi entah dimanakah
muridmu? mengapa tidak kau bawa serta?. . . ."
Loe Ih Beng agak melengak dibuatnya.
"Murid nakal susah diajari beberapa hari yang lalu ia
mengambek dan pergi entah kemana, hingga kini belum
balik"
sembari berkata ia memeriksa keadaan terus, agaknya
sedang merasa sangat cemas sekali.
setelah Lam Kong Pak tahu dia bukan siauw Yauw
sianceng yang orisinil, melihat pula sikapnya yang gelisah.
hati pun paham orang itu pasti sedang takut cuaca keburu
terang sehingga penyaruannya konangan.
Mendadak terdengar sipencuri sakti bangun berdiri,
teriaknya dengan suara seraki "Eeeei orang tua she Loe,
sudah lama kita tak berjumpa tidak kusangka hanya tidak
bertemu beberapa tahun kepandaian silatmu telah mencapai
puncak kelihayan. Aku sipencuri tua punya usul tapi harap
kau jangan marah,"
"oooouw, Pek Lie-hong, baik sajakah kau? ada pendapat
silahkan utarakan terus terang"
"Usulku sipencuri tua ada baiknya antara kalian berdua
pun coba2 ilmu yang kalian miliki, agar pandanganku bisa
terbuka."
Ucapan tersebut begitu meluncur keluar suara tepuk
tangan yang riuh bergema memenuhi angkasa, karena
pertarungan antara mereka berdua betul2 merupakan suatu
kejadian yang paling susah ditemui selama ratusan tahun
ini.
Justru keinginan Lam Kong Pak pun terletak dalam soal
ini ia kepingin tantang orang itu untuk diajak bergebrak
agar dirinya bisa mencoba sampai seberapa tingginya
kepandaian Thian suc so yang ia pelajari.
Ia tidak ingin membuang kesempatan itu lagi, sambil
tersenyum katanya "ooooow. . . .agaknya sipencuri tua pun
masih punya kesenangan untuk itu, cuma omongannya
memang cengli. bagaimana kalau kita coba2 kepandaian
kita berdua?"
Dengan pandangan tajam Loe Ih Beng melirik sekejap
kearah Lam Kong Pak. "Kita berdua adalah kawan karib
selama puluhan tahan ini, jikalau sampai salah turun
tangan- . . ."
"Tidak mengapa beberapa waktu ini siaute pun sudah
mempelajari lagi beberapa macam kepandaian kasar, aku
percaya masih bisa mempertahankan diri kendati kau sudah
gunakan semua tenaga pun"
sekalipun Loe Ih Beng ragu dan tidak kenal dengan Lam
Kong Pak. tapi bila ia tidak ikut bergebrak jelas susah
meninggalkan tempat tersebut. karenanya ia mangggut.
"Jikalau demikian adanya, baiklah siauw te menurut
saja"
Kedua orang itu sama2 pusatkan pikiran, suasana
ditengah kalanganpun diliputi ketegangan kembali. "sang-
heng silahkan turun tangan "
"Loe-heng silahkan terlebih dulu."
Jarak mereka berdua terpaut tiga langkah dan terbukalah
suatu pintu yang cukup untuk melancarkan serangan kearah
musuh.
"Maaf" dengan gunakan delapan bagian tenaga Lam
Kong Pak mulai membuka serangan dengan gunakan ilmu
telapak "Lian Tiong sam Yen",
Agaknya Loe Ih Beng pun merasa kelihayan dari tenaga
pukulan lawan, ia segera mengeluarkan ilmu Thian suc so-
nya.
sembari bergebrak Lam Kong Pak memperhatikan terus
seluruh perawakan orang itu, kecuali pada alis sebelah
kirinya kekurangan sebuah tahi lalat hitam, perduli suara
mau pun ilmu silatnya benar2 cocok sesuai dengan aslinya
bahkan ilmu Thian suc su pun telah mencapai pada
puncaknya.
"BluuuukBluuukBluuuuk" kedua orang itu saling beradu
tiga kali dan masing2 pihak mundur selangkah kebelakang
Demikianlah, suara bentrokan pun bergema tiada
hentinya, semua hadirin yang ada dibawah panggung pada
bangun berdiri dan alihkan sinar matanya keatas panggung.
Ratusan jurus sudah lewat. kedua orang itu belum juga
berhasil menentukan siapa menang. sejak itu merekapun tak
ada yang mundur barang setengah langkah pun kebelakang.
Tiga ratus jurus sudah lewat, makin bergebrak kedua
orang itu makin bersemangat. ditengah suara bentakan
keras Loe Ih Beng mengeluarkan jurus Nee To Thian suc,
segulung angin pukulan berpusing menekan datang dengan
kecepatan luar biasa.
Lam Kong pak pun mengeluarkan jurus terakhir dari
'Lian Tiong sam Yen',yaitu 'Cuang Yen ciTie'. "Braaak "
Ditengah suara bentrokan keras. kedua orang itu pada
mundur tiga langkah kebelakang.
"Menurut apa yang cayhe ketahui. saudara bukan 'siauw
Yauw sianseng' Loe Ih Beng" seru Lam Kong Pak berat.
Loe Ih Beng tersenyum.
"sama-sama. . . .sama2. . . .saudara pun bukan 'sin so
Cuang Yen'- sang Hong Tie"
setelah masing2 pihak membuka kedok rahasia masing2
hawa sakti pun dikumpulkan siap melancarkan serangan
selanjutnya.
Mendadak Loe Ih Beng mengulangi kembali kepandaian
saktinya, ditengah desingan tajam jubah birunya sekali lagi
meluncur ketengah udara bagaikan selapis baja langsung
melayang keatas batok kepala Lam Kong Pak
Pemuda she- Lam Kong itu sama sekali tidak
menyingkir, kelima jari kirinya dipentangkan dan
meluncurlah lima rentetan cahaya hijau berbentuk payung
menahan datangnya jubah awan hitam itu.
Tangan kanannya dengan berbentuk mencekal semacam
benda disodokkan kearah dada lawan,
Inilah jurus pertama dari '^Mo san Sam sih' yang
bernama Ceng Koei Kay san-atau si Cong Koei membuka
payung.
Loe Ih Beng segera ulapkan tangannya mencapai kearah
jubah awan hitamnya siapa nyana benda tersebut tak
sanggup bergerak sedikitpun, hatinya merasa amat
terperanjat.
Dalam hati ia tahu dirinya sudah berjumpa dengan
satu2nya musuh paling tangguh sepanjang hidup, dalam
keadaan gusar ia perdengarkan suara tertawa seramnya
yang membetot hati.
suara tertawanya kali ini bukan saja jauh berbeda dengan
suaranya semula. bahkan membawa pula nada ke-bocah2an
dan didalam pendengaran cioe Cien cien sangat dikenal
sekali.
Dalam sekejap mata itulah Loe Ih Beng membentak
keras: "Kau coba lagi jurus seranganku ini."
Ditengah suara bentrokan benda tajam jubah awan hitam
itu tetap tak bergerak hanya kraag serta kedua ujung
bajunya ber-sama2 meluncur lepas dari tempat semula
mengancam tiga buah jalan darah penting diatas tubuh Lam
Kong pak.
Rasa kejut yang dialami Lam Kong Pak saat ini susah
dilukiskan dengan kata2. karena itulah jurus yang paling
maut dari jauh awan hitam gurunya yang digunakan bila
berada dalam keadaan bahaya.
Lam Kong Pak sendiri pun hanya pernah melihat
sendiri.
seketika itu juga, hawa khie-kang men-deru2 bagaikan
tindihan gunung Thay-san-
Ia tidak berani bergerak secara gegabah diiringi suara
bentakan keras jurus serangannya berubah. dari sepasang
matanya memancarkan cahaya merah ber-api2 sepasang
telapak didorong kemuka, ber-puluh2 rentetan cahaya
merah berubah membentuk laksana payung berapi
mengurung meluruh tubuh Loe Ih Beng.
Di tengah suara ledakan keras yang menggetarkan
seluruh permukaan bumi, kayu2. balok2 penyangga diatas
panggung pada rontok dan ter-putus2 menjadi beberapa
bagian-
Jurus menolong diri Thian soen Lieh Cing atau Cucu
Langit sutera Retak dari 'Wu Im Kua' ternyata masih kalah
setengah tingkat dari jurus kedua ilmu payung Mo san sam
sih yang bernama "Kwee san Toa Cang" atau Payung
Berapi Pentang melebar.
Jubah warna birunya kena terhajar sehingga terbakar dan
musnah menjadi abu, sedangkan Loe Ih Beng sendiri
mendengus berat, tubuhnya terpental sejauh lima langkah
lebih,
sejak permulaan Lam Kong Pak sudah punya rencana
masak2 dalam hatinya, mengikuti jurus tersebut tangan pun
laksana sambaran kilat mengusap wajah Loe Ih Beng
sehingga muncullah wajahnya yang asli. "Aaaaaaah. . . ."
SUASANA dibawah panggung jadi gaduh dan penuh
disertai jeritan kaget, terutama sekali cioe cien cien.
Mendadak ia bangun berdiri dan tegak mematung lama
sekali seperti baru saja sadar dari impian tiba2 teriaknya
keras : "Piauw ko "
"Kakak misan ??"
sedikit pun tidak salah Lam Kong Pak dapat melihat
orang itu mempunyai wajah yang tebal usianya baru dua
puluh tahunan. ia pun lantas merasakan orang inilah si 'Lak
su-seng' si sasterawan bertangan keji suma Ing.
Dari dasar hati pemuda she- Lam Kong ini timbul
perasaan cemburu yang tak terhingga, tahu wajah sendiri
tidak tentu kalah dengan kegantengannya, tapi dalam hati
tidak menemukan sedikit kegembiraan pun.
Akhirnya ia mendengus dingin-
"Kau orangkah yang disebut orang 'sin sa Thian Auw"
atau sitangan sakti berwatak sombong suma Ing?"
"Sedikit pun tidak salah "
"Entah apa maksudmu menyaru sebagai 'siaw Yauw
sianseng' Loe Ih Beng ?"
"Hmmm sesuai pula dengan pertanyaan saudara entah
apa maksudmu pula menyaru sebagai sin so Cuang Yen-
sang Hong Tie?"
"paling sedikit cayhe punya hubungan yang sangat erat
dengan 'sin so Cuang Yen'- sang Hong Tie bahkan
membawa maksud yang mulia".
"Kau berani mengatakan cayhe tiada sangkut paut yang
erat dengan siauw Yauw sianseng? kau berani mengatakan
maksudku menyaru sebagai dirinya membawa maksud
tidak mulia?"
Lam Kong Pak didesak sampai cekak-aos, ia tidak
menyangka si sasterawan bertangan sakti suma Ing pandai
sekali berbicara.
"Secara bagaimana saudara bisa tahu ilmu andalan dari
siauw Yauw sianseng?"
"Hmmm secara bagaimana pula saudara bisa mainkan
ilmu simpanan dari 'sin so Cuang Yen?'"
Rasa gusar yang menimpa Cioe Ci Kang saat ini susah
ditahan lagi, ia tidak menyangka nama baiknya selama ini
bisa hancur ditangan keponakannya sendiri, melihat
puterinya mau maju menyapa, ia segera membentak keras:
"Cien-jie,jangan perduli dia. kali ini ia munculkan
dirinya dalam pertemuan ini kemungkinan sekali sedang
memikul tugas yang berat"
"Tia Tidak mungkin."
Tidak mungkin? lalu mengapa ia harus menyaru nama
siauw Yauw sianseng ?"
"Aku pikir. . . Aku pikir. . . ."
selama setengah hari lamanya Cioe Cien cien gelagapan
susah memberikan jawaban yang betul.
Pada dasarnya Lam Kong Pak memang sedang cemburu
melihat pula Cioe Cien cien membelai terus si mahasiswa
bertangan keji ini, dadanya terasa mau meledak menahan
nafsu yang hampir tak terbendung.
"Baik,biar aku yang mewakili kau bicara." teriaknya
ketus. "Ia kepingin menggunakan nama siauw Yauw
sianseng untuk mengacau pertemuan kali ini, mau
menghancurkan nama baik orang agar semua orang
membenci Loe thayhiap"
"Engkoh Pak, kau . . ." saking cemasnya air mata jatuh
berlinang membasahi seluruh wajah Cioe cien cien.
"Coba kau bayangkan" teriak Lam Kong Pak lagi dengan
suara yang keras, "Ia menyaru sebagai siauw Yauw
sianseng sehingga membuat ayahmu menderita kalah dan
mendapat malu dihadapan orang banyak. apakah maksud
sebenarnya?"
si 'Lak so suseng' yang mendengar sebutan mereka begitu
akrab, bahkan jauh lebih akrab dari hubungannya, tak
kuasa lagi tertawa dingin tiada hentinya. " Kalian sudah
saling mengenal?" tanyanya kepada Cioe Cien cien.
"Ehmmm. . . ."
"Baik kita lihat saja nanti "
Habis berkata ia putar badan siap meninggalkan tempat
itu.
"Tunggu sebentar" mendadak Lam Kong Pak berseru
keras. "Menurut dugaan cayhe kemungkinan besar kau
mempunyai sedikit paut dengan si majikan pemilik
pegadaian Bu-lim"
"Heee. . . .heeeee. . . .heeeeee. . . dapatkah kau mewakili
kedudukan si majikan pemilik pegadaian Bu-lim itu?"
"Haaaa. . . haaaa. . . .haaaaa. . . . ."
Lak so suseng mendongak dan tertawa ter-bahak2. "Kau
anggap punya kemampuan untuk menandinginya?"
"Berani datang berani menanggung. bila tidak percaya
bagaimana kalau kita coba?"
"Jadi kau anggap aku betul2 takut padamu?"
"Belum pernah cayhe beranggapan begitu"
"Naik" teriak sin so Thian Auw kemudian sambil tertawa
seram. "Kecuali cayhe akan mewakili kursi majikan pemilik
pegadaian Bu-lim, disamping itu pula aku pun ingin
bertaruh sesuatu dengan dirimu."
"Apa yang hendak kau pertaruhkan?"
"Cien- moay" per-lahan2 Lak so suseng menoleh kearah
adik misannya. "Bukan siauw-heng hendak
mempertaruhkan dirimu, tapi kenyataan memaksa aku
harus berbuat demikian, kami berdua akan saling mengukur
kepandaian masing2. pihak yang kalah bukan saja harus
melepaskan dirimu bahkan harus melepaskan pula urutan
nama sebagai pimpinan paling top dari delapan jago lihay."
Begitu ucapan tersebut meluncur keluar dari mulutnya.
suasana dibawah panggung jadi tergetar dan sangat gempar.
karena ucapan pemuda ini diutarakan demikian tegas, bila
tiada simpanan tak mungkin ia berani ber-buat demikian,
Cioe Cien cien merasa serba salah, antara ia dengan si
Lak so suseng suma Ing sudah terikat hubungan
perkawinan, walaupun hal ini adalah atas usul ibunya, tapi
ia sendiri belum pernah menyetujui, tapi pandangan cioe
Cien cien dulu terhadap suma Ing tidak jelek.
Kini bukan saja ia sudah masuk kepihak majikan pemilik
pegadaian bahkan dihadapan umum mengalahkan
ayahnya, jelas ia tidak ingin meng-ingat2 kembali hubungan
mesra tempo dulu apalagi sejak perjumpaannya dengan
Lam Kong Pak membuat ia semakin tertarik kepada
pemuda ini.
Pada saat ia sedang merasa serba salah, mendadak cioe
ci Kang membentak dengan nada yang berat:
"Terhitung manusia macam apakah kau? berani benar
menggunakan puteriku sebagai barang taruhan?"
Lam Kong Pak yang melihat sikap serba salah dari cioe
cien cien pun tak terasa lagi mendengus dingin.
"Yang aku tuju dalam pertandingan kali ini hanyalah
merebut kedudukan teratas diantara delapan jagoan paling
top. sedang mengenai urusan yang kedua dihadapan umum
cayhe suka melepaskan untukmu"
Begitu ucapan tersebut meluncur keluar seluruh tubuh
cioe cien cien gemetar sangat keras, tak kuasa lagi ia
menjatuhkan diri kedalam pelukan cioe hujien dan
menangis ter-sedu2.
Dengan lantang Lam Kong Pak pun berseru kearah
kedua orang wasit, "cayhe Sang Hong Tie sekarang juga
mengumumkan diri ingin merebut urutan nama yang
teratas diantara delapan jago top. silakan wasit berdua suka
memberikan penjelasan berhakkah Suma Ing mewakili
majikan pemilik pegadaian untuk menerima tantangan itu "
setelah ucapan tersebut diutarakan. suasana makin
menegang lagi, pertarungan ini menyangkut lemah kuatnya
Bu-lim selanjutnya.
sipendeta Liong Ceng serta Toosu Hauw To ber-sama2
bangun berdiri, kata si Liong Ceng dengan nada serius.
"Kepandaian silat suma sicu dahsyat luar biasa, kendati
begitu Loolap masih ragu2 apakah suma sicu sanggup
mewakili kursi dari majikan pemilik pegadaian Bu-lim?"
"sudah tentu boleh tapi kalian berdua sebagai wasit harus
membuka dulu kedoknya sehingga cayhe bisa melihat
wajah aslinya dan perduli menang kalah bisa melaporkan
urussn ini dihadapan majikan."
"Heeeeee....heeee....heeeeeee... sungguh amat sayang
dalam pertemuan tiada tercantum pasal yang memuat
peraturan tersebut." jengek Lam Kong Pak sambil tertawa
dingin. "Bila saudara punya kepandaian kenapa tidak coba
membuka sendiri?"
Kedua orang wasit itu saling berbisik saling
merundingkan sebentar persoalan itu, kemudian sipendeta
Liong ceng berkata "suma sicu mengaku bisa mewakili
majikan pegadaian Bu-lim, entah punyakah kau orang
tanda kepercayaan darinya ?"
selagi suma Ing siap menjawab, mendadak terdengar
suara yang rendah dan berat bagaikan belahan bambu entah
dari arah mana berkumandang datang. "suma Ing boleh
mewakili diriku, kalian berdua tidak usah menaruh curiga
lagi"
Angin dingin menyambar lewat mendatangkan tiupan2
yang amat dahsyat, tak kuasa lagi para jago yang hadir
disana pada bergidik dibuatnya.
Mendadak peristiwa aneh terjadi didepan mata, tonggak
kayu yang sebenarnya sudah tergetar roboh ditengah
hembusan angin taupan keras tersebut tiba2 bangun berdiri
lagi ditempat semula. sedang angin taupan tadipun lenyap
dengan sendirinya,
Air muka Lam Kong-Pak maupun suma Ing pada
berubah sangat hebat, mereka berdiri tertahan diatas
panggung.
Ilmu silat macam apakah ini? apa mungkin majikan
pemilik pegadaian Bu-lim memiliki ilmu hitam ?
"Majikan pemilik pegadaian Bu-lim," teriak Lam Kong
pak keras2. "Jikalau sudah tiba kenapa tidak sekalian
munculkan diri?"
"Heeeee ... heeee .... heeeee ... dapatkah kau menangkan
suma Ing?" mendadak suara yang rendah berat dan
menyeram itu berkumandang kembali. "suma Ing adalah
bekas panglima yang kalah perang ditanganku"
"Hmm cobalah sekali lagi"
Lam Kong Pak tidak berani berlaku gegabah, hawa
murninya segera disalurkan mengelilingi seluruh tubuh siap
melancarkan serangan. Mendadak kedua orang wasit
dengan serius bangun berdiri "Pertandingan terakhir dalam
pertemuan ini segera dimulai..."
"Tok .... tok ... tok"
"silahkan" seru pemuda she Lam Kong.
suma Ing tertawa seram badannya merendah sepasang
telapak perlahan2 didorong kearah dada Lam Kong pak.
Pemuda she-lam Kong tidak berani memandang enteng
serangannya ini, sejak semula ia sudah persiapkan hawa
murninya disepasang tangannya.
Kini secara mendadak melihat telapak tangan lawan
memancarkan cahaya ke-hijau2an dan mengurung dirinya
dengan membentuk gerakan payung. hatinya terasa tergetar
keras. "Aaaaah.... ilmu payung Mo san sam sih" teriaknya
dihati.
Perasaan hati Lam Kong Pak saat ini murung bercampur
girang, murung karena pihak lawanpun bisa mainkan ilmu
payung 'Mo san sam sih' dan entah bagaimana hasilnya
dengan hasil latihannya? yang membuat girang adalah
pesan terakhir yang disampaikan -Yoe Li Yap kepadanya
kini sudah temukan jalan terang.
Pikiran itu hanya berlalu dalam sekejap mata, dengan
kumpulkan sepuluh bagian tenagan murniya tubuh Lam
Kong pak mencelat lima, enam depa ketengah udara, jurus
'Cong Koei Kay san' atau si Cong Koei membentangkan
payung segera digunakan.
Dua gulung hawa hijau berbentuk payung begitu
timbulkan suara desiran tajam memenuhi angkasa, kedua
orang yang ada diatas panggung sama sekali tak bergerak.
tapi ujung baju para hadirin yang ada dibawah panggung
jadi berkibar oleh gulungan hawa dahsyat yang memancar
keempat penjuru itu.
Kedua orang ini siapapun tidak berani berlaku gegabah,
sambil pusatkan pusatkan tenaga mau pun pikiran mereka
mempersiapkan serangannya yang kedua.
Dari ufuk sebelah timur, cahaya ke-emasean sang surya
per-lahan2 munculkan diri menerangi seluruh jagat. "Lihat
serangan " bentak Lam Kong pak keras.
Jurus kedua dari ilmu payung 'Mo San Sam Sih'
digunakan, sepasang matanya memerah dan akhirnya
berubah menjadi ber-api2.
Inilah jurus kedua 'Hwee san Toa cang' atau Payung
berapi Bentang melebar.
Pada saat yang bersamaan suma Ing pun mengeluarkan
sebuah jurus yang maha aneh.
"sreeeeeet...." Kedua orang itu masing2 mundur tiga
langkah kebelakang. badannya bergetar tiada hentinya.
Ujung baju para penonton yang ada dibawah panggung
pun kembali berkibar kencang suasana penuh diliputi
ketegangan.
Mendadak.....
Kedua orang itu ber-sama2 membentak keras, masing2
pihak kembali mengeluarkan sebuah jurus serangan yang
maha aneh.
Dari sepasang tangan lam Kong Pak meluncur keluar
sepuluh rentetan cahaya ungu yang sangat tajam, sepasang
matanya berubah jadi ungu matang, inilah jurus ketiga yang
bernama Ban san Tiauw Thian atau selaksa Payung
Menongok Kelangit.
suma Ing dengan gaya tangan mencekal sebuah benda
menyambut datangnya sambaran cahaya ungu tersebut.
"Braaaak...." tonggak kayu terhajar hancur ber-keping2
dan muncrat memenuhi angkasa, gulungan angin taupan
yang maha dahsyat melanda para penonton dibawah
panggung, sebagian besar para jago yang memiliki
kepandaian silat rada kurang pada berputar kencang ketika
terlanda gulungan angin tersebut.
Debu mengepul pasir beterbangan keempat penjuru
membuat suasana diatas puncak tersebut jadi terang
kembali, terlihatlah tubuh Lam Kong Pak sedang bergoyang
keras, sedang panggung kayu tadi lenyap tak berbekas
sebagai gantinya muncul sebuah liang yang amat dalam di
daerah bekas panggung tadi.
seluruh keadaan para penonton dikotori dengan debu,
mereka sendiri terpaku ditempat masing2, sedang jejak si
sasterawan bertangan keji suma Ing sudah lenyap tak
berbekas.
Pertarungan ini benar2 merupakan suatu pertarungan
jang jarang sekali ditemui dalam Bu-lim, bahkan Lam Kong
Pak sendiri pun tidak tahu secara bagaimana ia berhasil
memukul luka pihak lawannya, bahkan kapan ia pergi pun
tidak jelas.
"Tok,tok tok tok...." suara Bok Hi berketuk lima kali,
sipendeta Liong ceng serta tosu Hauw To ber-sama2
meninggalkan tempat duduknya menghampiri Lam Kong
Pak. serunya lantang
"Ilmu silat sang sicu jauh diatas kepandaian delapan jago
top. yang merajai seluruh Bu-lim. kami sebagai wasit
dengan ini mengumumkan bahwa nama besar sang sicu
berada diatas delapan jago Tok Bu-lim lainnya...."
Mendadak Cioe Cien cien serta Pek Lie siang sama2
meninggalkan tempat duduknya dan berlari kearah pemuda
tersebut.
Pemuda she-lam Kong yang masih di pengaruhi rasa
cemburu tidak ingin menemui gadis2 itu lagi, buru2 ia
menjura kearah kedua orang wasit.
"Maksud tujuan aku orang she-sang yang terutama
adalah mencoba sampai dimanakah kelihayan ilmu silatku,
sedangkan mengenai nama urutan diatas delapan jago top
Bu-lim aku tidak tertarik. saat ini masih ada urusan pribadi
lainnya yang harus diselesaikan, kita berjumpa lagi lain
kesempatan..."
HABIS berkata ia enjotkan badannya sekali loncat
mencapai sejauh lima belas enam belas tombak dan lari
turun puncak.
selama perjalanan ia tidak berhenti, setelah lewat lima,
enam jam kemudian terasa ia sudah tiba dikota Kiem Leng,
Ditempat yang tersembunyi pemuda ini melepaskan
pakaian anehnya terlebih dulu. kemudian dengan langkah
gaya 'Cukong' memasuki sebuah rumah makan.
Rumah makan itu amat besar dan luas, di kota Kiem
Leng boleh dihitung sebagai rumah makan kelas satu atau
kelas dua, atas bawah semuanya bertingkat dua.
Waktu itu siang baru lewat, suasana dalam rumah
makan tidak ramai hanya beberapa orang pedagang sedang
bersantap dengan lahapnya disana.
setelah minta seteko arak dan beberapa macam sayuran.
Lam Kong Pak mencari sebuah tempat dekat jendela dan
mulai menikmati santapannya.
sembari minum arak otaknya terus berputar, ia sedang
berpikir si mahasiswa bertangan keji suma Ing adalah kakak
misan cioe Cien cien, tapi kenapa dalam pertemuan tersebut
ia sudah membuat malu Cioe Ci Kang? kenapa ia mewakili
majikan pemilik pegadaian Bu-lim? bahkan si majikan
rumah pegadaian Bu-lim secara sembunyi memberikan
jaminannya?
Bila ketiga jurus serangan aneh yang digunakan suma
Ing pun merupakan ketiga jurus yang terdapat dalam Mo
san Kioe sih ilmu payung sembilan jurus tersebut,
kemungkinan sekali ia belajar ilmu itu dari majikan pemilik
pegadean Bu- lim. lalu apakah si majikan pemilik pegadean
Bu-lim itu cuma bisa tiga jurus kepandaian ilmu silat yang
kesemuanya diberikan kepadanya atau kah bisa sebagian
ilmu silat yang ampuh tersebut dari sembilan jurus
kesemuanya tapi cuma mengajarkan tiga jurus kepada
orang itu?
Kenapa majikan si pemilik pegadaian Bu-lim suka
menempuh bahaya dengan kehilangan kedudukannya
sebagai pentolan delapan jago top Bu-lim dan menyuruh
suma Ing yang mewakilinya?
Tok. tok... tok.... Dari anak tangga loteng berkumandang
suara langkah manusia yang terus disusul munculnya dua
orang.
Kedua orang itu berdandan sebagai kaum pedagang,
seorang punya perawakan tinggi besar bagaikan bambu
dengan memakai jubah longgar, muka bersih tak kelihatan
sedikit debu pun, pundaknya membawa sebuah kantong
bersaku bolak balik,
Pada saku sebelah depan terdapat pula dua buah kantong
kecil, yang satu berisikan sebuah bak yang berukirkan naga
dan burung hong, sedang saku yang lain terselip tiga batang
pit, sebuah untuk menulis huruf besar dan dua untuk
menulis huruf kecil. Kantong yang menghadap kebelakang
terletak sebuah suipoa besar berwarna hitam.
orang yang lainpunya raut muka seperti terong,
kepalanya bulat dengan dagu yang memanjang kebawah.
pinggangnya lebar, tinggi badan lima depa dengan panca
indera yang teristimewa kecilnya ia memakai jubah
kembang2 dengan air muka yang putih bagaikan kertas.
Ketika Lam Kong Pak melihat munculnya kedua orarg
itu, ia lantas sadar mereka berdua bukan manusia
sembarangan. karena cahaya mata mereka berdua tajam
sekali jelas memiliki tenaga lweekeng yang telah mencapai
taraf sempurna.
Dua orang itu hanya melirik sekejap kearah lam Kong
Pak kemudian mereka mencari sebuah meja dan duduk
saling ber-hadap2an tak ada yang bergerak tak ada yang
bicara.
Yang tinggi duduk bagaikan sebatang tiang bendera,
sedang yang pendek bongkoknya luar biasa sehingga mirip
segumpal daging.
Lama sekali mereka duduk membungkam ia melihat
kawannya dan sang kawan gantian melihat lawan- mereka
tidak berbicara tidak bergerak juga tidak minta sayur.
Akhirnya sang pelayan berjalan mendekit melihat
kekukoayan kedua orang itu tak tertahan lagi ujarnya
kepada sikakek pendek itu.
"Toa-ya, kalian hendak minum arak atau bersantap?" Air
muka si kate berubah hebat, dengan wajah cemberut
teriaknya berat2:
"Toa-ya ada dihadapanku, kau bangsat cilik apakah
cuma soal ini saja tidak bisa membedakan? "
sipelayan buru2 minta maaf ia berpaling dan sekarang
ganti bicara dengan sitinggi jangkung. "Toa-ya...."
Agaknya si jangkung sudah punya rencana dihati. tidak
memberi kesempatan kepada sang pelayan bicara lebih jauh
potongnya.
"Ada Jie-ya disini, apa cuma menghadap urusan sekecil
ini saja harus merepotkan Toa-ya nya?"
si pelayan adalah seorang cerdik, ia mengerti untuk
menghadapi manusia2 kikir macam itu lebih baik tidak ikut
campur dan biar mereka yang menentukan sendiri.
Kedua orang itu ber-sama2 mendehem, si jangkung lama
kelamaan tak dapat menahan diri lagi, teriaknya: "Eeeeei,
kali ini kita ada baiknya berganti permainan, bagaimana
kalau kau yang pesan sayur dan aku yang bayar?" sicebol
tertegun, air mukanya yang putih rada berkerut.
"Sebenarnya suruh aku Jie-ya membayar sih bukan jadi
soal, tapi bila mana Toa-ya memastikan dirinya ingin
belajar...."
Reaksi si jangkung ternyata sangat cepat, tidak
menunggu si kate menyelesaikan kata2nya ia sudah
menyambung: "Jika Jie-ya punya maksud begitu. aku hanya
akan menurut saja dan harus mengakui keberuntunganku."
si jangkung segera menggapai pelayan itu sembari mulai
memesan.
=== halaman ga ada ===
si jangkung agak tergetar, ia tidak menyahut.
"Padahal urusan ini tak usah dibicarakan tak mengapa"
kembali si Kate berseru sembari melirik sekejap kearah si
jangkung,
"Jie-ya, selamanya kau suka berterus terang kenapa kali
ini hanya bicara separoh2 ?"
"Kita berdua 'Hay Thian siang Kho' atau sepasang
manusia jelek dari Hay Thian sebelum berbakti kepada
majikan, boleh dihitung sebagai jagoan kelas wahid. maka
dari itu si perempuan janda kawin tujuh kali, perempuan
lonte itu kesemsem dengan kau si Toa-ya, tapi sejak kita
berdua lenyap dari peredaran Bu-lim, si lonte busuk itu
kembali punya simpanan- ..."
"Teruskan" seru si jangkung dengan hati tergetar.
"Padahal aku pun tahu Toa-ya tidak ketarik lagi dengan
lonte itu, lebih baik kita tak usah bicarakan lagi "
Lama kelamaan si jangkung dibikin tertarik oleh cara si
kate berkata.
"Lebih baik kau teruskan saja, walaupun dengan
kedudukan serta hati naluri kita saat ini tak mungkin bisa
kecantol lagi dengan lonte itu tapi tempo dulu antara dia
dengan aku si Toa-ya punya kisah percintaan yang hot juga.
aku rasa dibicarakanpun tak apa-apa."
"Aku lihat sudahlah. walaupun si lonte busuk ini sering
mengatakan kepada orang2 bahwa ia tidak pernah
melupakan kau Toa-ya. tapi...."
"Jie-ya. kita berdua punya hubungan yang sangat akrab
kenapa kau bicara putus2, sungguh tak enak didengar." si
kate tersenyum. wajahya yang putih ber-kerut2.
"Toa-ya. bila kau sungguh2 mau dengar, tentunya tahu
juga bukan dengan peraturan busukku."
"apa sangkut pautnya urasan ini dengan peraturanmu? ,
.." seru si jangkung tertegun-
"Toa-ya asalkan kau suka sedikit mengganti
peraturanmu. maka jual beli kita kali ini jadi
diselenggarakan-"
Kembali si jangkung melengak
"Peraturanku adalah...."
"Hari ganjil tidak menjamu orang. hari genap menunggu
jamuan orang...."
"Aaaaah ....." seluruh tubuh si jangkung tergetar sangat
keras. "Jie-ya. kau ingin memeras aku si Toa-ya?"
"Jie-ya tidak berani" buru2 si kate menjura dengan penuh
rasa hormat. "Asalkan Toa-ya mengerti keadaanku ini hari
kurang leluasa. ada baiknya kau sedikit beramal jangan
catat hutangku ini dalam buku catatanmu "
Lam Kong Pak menggerutu tiada hentinya terhadap si
kate yang memeras dia habis2an hanya menghela napas
panjang tiada hentinya.
"Baik ongkos arak serta santapan ini hari biar aku Toa-ya
yang bayar. sekarang kau bicaralah "
SEPASANG Mata si kate memancarkan cahaya berkilat,
ia tertawa terkekeh-kekeh.
"Toa-ya. baik kau maupun aku adalah berasal dari
keluarga yang urusi pembukuan, semua persoalan tak bisa
tidak dikerjakan sampai se-jelas2nya"
"Masih ada persoalan apalagi yang belum selesai??" seru
si jangkung dengan nada tertegun,
si kate menyumpit masakan hay-som dari piring, tapi
berulang kali terlepas kembali ke tempat asalnya, saking tak
betah ia sambar itu piring lantas dihisap dalam sekali
hisapan, hampir separuh piring masakan tersebut pindah
kedalam perutnya.
"Toa-ya coba kau pun ikut berpikir masih ada persoalan
apa lagi yang belum diselesaikan- ..." katanya sembari
meletakkan kembali piring itu keatas meja.
Kembali disambarnya gorengan ikan Lee-hi ber-sama2
durinya sekalian ditelan kedalam perut.
"Ehmmm Toa-ya hampir2 saja aku lupa kiranya kau
maksudkan soal catatan dalam buku hutang "
Diambilnya keluar kitab catatan kecil itu lalu dicoret
dengan pit. "sekarang beres bukan??"
sinar matanya menyapu sekejap keatas meja, kemudian
mendengus berat. "Jie-ya, kau ingin sikat sendiri semua
masakan yang kupesan?"
Hampir2 Lam Kong Pak dibuat mual oleh cara si kate itu
bersantap.
Kiranya menggunakan kesempatan sewaktu si jangkung
mencoret catatan hutangnya, bagaikan tiupan angin taupan
yang menyapu dedaunan kering ia sudah sikat habis hampir
separoh masakan lezat yang dipesan.
Kecepatan makannya boleh disebut Ikan paus menghisap
kerbau melahap susah dilukiskan dengan kata2.
setelah meneguk kembali tiga cawan arak seraya
menepuk perut sendiri ujar si kate itu. "Toa-ya, ayoh cepat
bersantap tidak kusangka kau bisa berlaku begitu sungkan
kepadaku "
si jangkung mendengus berat.
"Jie-ya selain kupunyai peraturan yang busuk masih
punya waktu yang busuk pula, sekali bentrok keluarga
enam turunan tak kuakui. seharusnya Jie-ya pun tahu akan
hal ini bukan ?"
Air mukanya berubah memberat, kaku bagaikan salju. si
kate dibuat melengak jadinya.
"Kemuliaan kita berdua sudah cukup tercermin dari
watak maupun tindak tanduk kita Toa-ya gelarmu adalah
'sin si Boh atau sicatatan mati hidup', setiap jago Bu-lim
yang mendengar tentu ketakutan sampai terkencing, sedang
aku si Jie-ya...."
Tidak usah mendengarkan lebih lanjut Lam Kong pak
sudah mengenali siapakah kedua orang iblis ini. hatinya
terasa tergetar keras.
Nama besar kedua orang iblis ini sudah amat terkenal
sejak tiga puluh tahun berselang, kendati jago2 dari tiga
manusia miskin empat manusia kaya pun harus mengalah
beberapa bagian kepada mereka.
Yang jangkung bernama Pak Boe dengan gelar 'sin si
Boh' atau si Catatan mati hidup, sedang yang kate bernama
Coe sin dengan gelar "Hek sim Wangwee" atau si Wangwee
hati hitam. setiap jago Bu-lim yang sudah berurusan dengan
kedua pentolan iblis ini pasti tak bisa hidup tenteram lagi.
" Cepat katakan" teriak si catatan mati hidup seram.
"Hek sim Wangwee tidak berani mempermainkan Toa-
ya nya lagi", ia tertawa terkekeh-kekeh.
"Menurut apa yang aku Jie-ya ketahui. si perempuan
janda Kawin tujuh kali Phoa Coen masih merindukan diri
Toa-ya terus menerus, maka dari itu si Hiat soo Cay sin Go
sing dengan gunakan seribu satu macam akal untuk
memancing dan menjebak perempuan tersebut agar suka
dengannya siapa nyana usahanya gagal dan ia dapat
semprotan tajam. dari malu Go sing jadi gusar karena itu ia
lantas gadaikan batok kepala lontemu itu"
"Jie-ya, secara bagaimana kau bisa tahu persoalan ini?"
"Aku pernah melihat sendiri si dewa harta bertangan
telengas sedang merayu lontemu itu, tapi gendakmu tidak
tertarik sama sekali, Eeeei... Toa-ya, aku lihat Phoa coen si
lonte genit ini masih berhak dikatakan perempuan
'Perawan' yang masih mempertahankan harga dirinya...."
"sungguh lihay orang ini...," Diam2 seru Lam Kong Pak
dalam hatinya.
Ditinjau dari keadaan si Hek sim Wangwee diluaran ia
kelihatan sangat mengenaskan dan selalu si Catatan mati
hiduplah yang pegang peranan, padahal dalam kenyataan si
katelah yang selalu berada diatas angin-
Mendadak dari sisi telinga pemuda she-Lam Kong
berkumandang datang suara se-seorang yang terasa sangat
asing baginya
"Bocah cilik, ikutilah kedua orang siluman tua itu jangan
se-kali2 dilepaskan, terakhir kau akan tiba disarang mereka"
Dengan hati bergidik Lam Kong Pak berpaling, tampak
seorang kakek tua berjubah biru entah sejak kapan telah
duduk dihadapannya. waktu itu dia sedang menggerakkan
sumpit menghantar sayur kedalam mulut dan mengirim
sebuah senyuman kearahnya.
selagi Lam Kong Pak siap bangun bertanya, sikakek tua
itu telah memberi tanda agar ia jangan banyak adat.
Agaknya pada waktu itu si 'Hay Thian siang Kho' atau
sepasang manusia jelek dari Hap Thian pun telah
menemukan kedatangan sikakek tua, Hek sim Wangwee
rada tertegun kemudian kepada Toa-ya nya si catatan Mati
Hidup ia berkata: "Toa-ya, coba kau pikir rada aneh tidak?
dengan andalkan kekuatan kita berdua ternyata...."
"Jie-ya, sana maju dan coba timang2 berapa kati
beratnya."
Dengan goyangkan badannya yang kelebihan daging si
Hek Sim Wangwe berjalan menghampiri sikakek tua itu.
sikakek tetap membungkam juga tidak melirik.
sebaliknya kepada pemuda she-Lam Kong ujarnya "Eeeei....
pemuda cilik, agaknya rumah makan ini tidak bersih. coba
lihat begitu banyak lalat yang mengotori pemandangan kita
"
sembari berkata ujung bajunya dikebut keluar. mendadak
dari luar jendela terbang masuk beratus ekor lalat berkepala
merah, datangnya lalat2 besar ini cepat luar biasa seperti
terhisap oleh segulung hawa murni sehingga susah
menguasai diri, dengan dahsyatnya lalat2 itu menerjang
wajah Hek sim Wangwee.
Ratusan ekor lalat besar bergabung jadi satu laksana
segumpal bola hitam dengan membawa Khie-kang yang
dahsyat meluncur datang.
Hek sim Wangwee pun bukan manusia gampang
diganggu ataupun diserang, badannya yang penuh
kelebihan daging laksana kilat menyingkir tiga langkah
kesamping lalu melancarkan satu babatan kearah gumpalan
lalat besar tersebut.
Daya hantamannya ini sungguh luar biasa sekali, jangan
dikata segumpal lalat sekali pun biji2 besi pun akan hancur
bagaikan bubuk.
"Braaaak...." sungguh aneh sekali, hancuran lalat yang
muncrat keempat penjuru bukannya melayang kearah lam
Kong Pak. sebaliknya dengan kecepatan yang lebih tinggi
menodai seluruh wajah maupun baju sutera Hek sim
Wangwee.
Lima hantaman macam begini disebut 'soe Toh Tong
Koei' atau Tangan Jalan mengadu Jiwa, sudah tentu Hay
Thian siang Kho pin pernah mendengar ilmu semacam ini.
Kini Hok Sim Wangwee berdiri ter-mangu2 dengan
sikap yang rikuh, ia pingin tumpah tapi tak berhasil
ditumpahkan keluar. Mendadak si Catatan mati hidup
bangun berdiri.
"Aaaaaah.... manusia Lihay tidak sukai unjukkan diri,
setelah saudara ada maksud mencari gara2 dengan Hay
Thian siang Kho kenapa pula harus menyembunyikan
keadaan sendiri ?"
sikakek tua itu pura2 berlagak pilon, ia angkat teko dan
berkata lagi kepada sang pemuda "Eeeeei, pemuda cilik
mari kita keringkan secawan arak. bagaimana pun juga
loohu akan ikut bersantap bersama2 dirimu. tentunya kau
tak akan mencatat hutang ini buku catatan bukan"
Habis berkata ia tuang teko arak itu kedalam sekali
hisapan menyikat habis semua isi arak.
Walaupun si Catatan Mati Hidup pun tahu asal usul
sikakek tua ini rada misterius. tapi selama hidup belum
pernah ia takluk kepada orang lain kecuali si majikan
pemilik pegadaian Bu-lim. bahkan empat manusia kaya pun
tak ada yang dipikirkan dalam hati.
Kini kena dipermainkan orang. kegusaran tak
terbendung lagi. dari kantong kain ia cabut keluar sebuah
pit lantas melancarkan satu serangan kemuka.
"sreeeet sreeet sreeeet" Ditengah suara desiran tajam,
Lam Kong Pak hampir2 saja tersentak kaget.
Kiranya diatas meja tepat dihadapannya terukir beberapa
kata dengan amat jelasnya, "siapakah saudara?"
Tulisan tersebut bukan saja jelas bahkan dalam tertera
diatas papan meja, ini membuktikan baik dalam tenaga
lweekang maupun dalam ilmu surat ia mempunyai
kematangan yang telah mendekati kesempurnaan.
sikakek tua itu meneguk arak berulang kali, ia sama
sekali tidak ambil perduli terhadap tulisan yang tertera
diatas meja.
"Bocah muda" serunya kepada Lam Kong Pak. "Kau
tidak usah sungkan2 lagi terhadap loohu. kita pun tak usah
cekcok saling mengadu ketajaman mulut. terus terang saja
kukatakan loohu tidak punya uang. mari... mari... mari.,..
kita keringkan saja secawan arak....."
Kembali kakek tua itu meneguk isi cawan.
si Catatan Mati Hidup badannya membengkok dengan
gerakan menjura.
"Kraaaak..." pinggangnya mendadak putus, sepasang
kaki tetap memantek diatas tanah sedang badan bagaikan
atas laksana anak panah yang terlepas dari busur meluncur
kearah sikakek tua itu.
"Aaaaaah, ini ilmu pasti merupakan ilmu hitam." seru
Lam Kong pak dalam hati dengan perasaan amat
terperanjat.
sikakek tua itu sedikit pun tidak menjadi gugup, ia tidak
perduli terhadap meluncur datangnya badan bagian atas
pihak lawan, hanya mulutnya mendadak meniup kencang,
teko arak yang ada diatas meja mencelat ketengah udara
lalu meluncur kearah badan bagian bawah dari si Catatan
Mati hidup,
Gerak gerik dari kedua orang itu sama2 dilakukan
dengan kecepatan luar biasa,
sebelum Lam Kong Pak melihat jelas kejadian yang
sebenarnya tubuh bagian atas pihak lawan yang meluncur
datang mendadak mencelat balik ketempat semula lantas
mundur lima langkah kebelakang, sedang teko arak itu pun
melayang balik pada saat yang bersamaan pula.
si kakek tua itu tetap duduk tak bergerak. tangannya
sembari mencekal teko arak tertawa dingin tiada hentinya.
"Mengandalkan hawa murni memisahkan jantung hati,
ginjal dengan usus agar pinggang menjadi kosong tak berisi.
kemudian dengan menggunakan ilmu melepaskan tulang
menarik kulit serta daging badan panjang2, sekalipun
terhitung gerakan aneh untuk merebut kemenangan, tapi ini
pun masih terhitung suatu permainan kecil. sana pulang
dan beritahukan kepada majikan kalian, bila jumlah
orangnya kurang cukup loohu masih bisa bantu
menjumlahkan."
sicatatan Mati Hidup mengetahui dirinya telah berjumpa
dengan seorang jagoan lihay, mukanya berubah hebat.
"Dengan andalkan kepandaian yang kau miliki barusan,
dapat kuduga kau bukan termasuk manusia sembarangan-
entah bolehkah kami tahu siapakah nama besarmu ?"
"Asalkan kalian ceritakan dandanan serta raut muka
Loohu kepada majikan kalian, ia bakal tahu dengan
sendirinya" sahut sikakek tua itu hambar.
"sedangkan mengenai kalian dua orang siluman tak jelas,
rasanya masih belum berhak untuk menanyakan asal usul
loohu"
"Tadi saudara mengatakan ,Bila jumlah orang tidak
cukup Loohu bisa bantu menjumlahkan. apa maksud
ucapanmu itu ??"
"sudah tidak usah banyak bicara lagi, sana pulang dan
beritahu kepada majikan kalian, ia bakal tahu sendiri "
Ketika itu si Hek sim Wangwee sudah membersihkan
noda lalat dari wajahnya.
"Toa-ya, mari kita pergi" serunya dengan nada berat.
KEDUA orang itu melirik sekejap kearah sikakek tua itu,
kemudian setelah meninggalkan uang keatas meja, ter-
buru2 turun dari loteng dan ngeloyor pergi.
Dalam hati Lam Kong pak merasa amat terperanjat, ia
tidak menyangka sikakek tua yang tidak menarik perhatian
ini ternyata mempunyai asal usul yang amat besar.
Jika didengar dari nada suaranya, terhadap si majikan
pemilik pegadean Bu-lim agaknya ia tidak pandang sebelah
matapun.
Lam Kong Pak bangun berdiri, lalu menjura dengan rasa
penuh kehormatan-
"Kepandaian ilmu silat cianpwee benar2 luar biasa,
boanpwee merasa sangat kagum. Entah dapatkah cianpwee
memberitahukan nama besarmu ?"
"saatnya belum tiba. untuk sementara ada baiknya
urungkan persoalan ini dalam hati. loohu ada suatu
perkataan ingin ditanyakan kepadamu. dari manakah kau
pelajari ketiga jurus ilmu payung maut 'Mo san sam sih'
itu?"
seluruh tubuh pemuda she- lam Kong tergetar sangat
keras.
"Apakah semua kejadian yang berlangsung diatas
panggung pertemuan tadi sudah cianpwee lihat dengan
sangat jelas?"
"Apa gunanya kau tanyakan soal itu lagi?"
"Entah didalam pertarungan memperebutkan urutan
nama itu boanpwee yang berhasil memperoleh kemenangan
atau si sasterawan bertangan keji suma Ing yang berhasil
merebut kemenangan ?"
"Kau berhasil menangkan suma Ing tapi dikalahkan oleh
simajikan Pemilik Pegadaian Bu-lim"
"Boanpwee tidak paham"
"soal apa yang tidak kau pahami? jika ia tidak berhasil
menangkan suma Ing, mana mungkin simajikan pemilik
Pegadaian Bu-lim suka menyerahkan kedudukan jago
nomor satu diantara delapan jago top kepadamu? tapi,
jikalau bukan simajikan pemilik pegadaian Bu-lim yang
tepat pada saatnya menolong suma Ing pergi. dikolong
langit pada saat ini siapa lagi yang dapat menolong orang
tanpa memperlihatkan jejak sendiri?"
"oooouw ... kiranya begitu" seru Lam Kong Pak tak
tertahan lagi.
"Dengan kekejaman serta ketelengasan majikan pemilik
pegadaian Bu-lim, kenapa ia tidak turun tangan terhadap
boanpwee, melihat boanpwee merebut nama serta
kedudukannya ?"
"Jika loohu tidak ada disekitar sana, siapa yang berani
menanggung kau bocah cilik masih bisa hidup"
sekali lagi Lam Kong Pak menjura kepada siorang tua
itu, "Boan-pwee sekali lagi mengucapkan terima kasih atas
budi pertolongan cianpwee kepadaku "
"Kau masih belum menjawab pertanyaan loohu"
Lam Kong Pak pun segera menceritakan kisahnya secara
bagaimana peti yang digunakan untuk bersembunyi jatuh
kedalam kawah gunung berapi, dari bencana mendapat
rejeki dan berjumpa dengan gadis telanjang berbulu putih
lalu secara bagaimana Coe Lie Yap menurunkan ketiga
buah jurus ilmu payung 'Mo san sam sih' kepadanya .tapi
diantara itu ia sudah sembunyikan persoalan pribadinya.
Lama sekali orang tua itu memperhatikan Lam Kong
Pak dengan serius, lama sekali akhirnya ia menghela napas
panjang.
"Kenapa ia turunkan ketiga jurus ilmu payung 'Mo san
sam sih' kepadamu. tahukah apa maksud sebenarnya? ?"
MERAH padam wajah Lam Kong Pak saking malunya.
"Kau suka padanya?" tanya orang tua itu lagi dengan
mata ber-kedip2 lucu.
"Boanpwee...boan..pwee tiii...tidak tahu "
"orang muda kau harus bicara jujur tahukah kau..
dengan berbicara demikian berarti kau sudah menyia2kan
kasih sayang yang dicurahkan gadis itu kepadamu ?"
"Cianpwee kenal dia?"
"Mana mungkin Loohu bisa kenali gadis itu? hanya
menurut tebakanku tentu begitu apakah diantara kalian
berdua tak ada perjanjian, atau...."
"Ada....dia bilang....dia bilang mau tunggu aku"
Kakek tua itu rada tertegun dibuatnya.
"Dia mau tunggu dirimu ? .. , apa yang dinantikan gadis
itu dari dirimu?" selembar wajah Lam Kong pak yang licin
kontan terasa semakin panas,
"Dia bilang... ia sudah bulatkan tekad untuk ngawini
boanpwee ..."
"oooouw, .. kiranya begitu, lalu bagaimana tanggapanmu
?"
"sudah tentu boanpwee tidak berani me-nyia2kan
harapannya" sahut pemuda ini ke-malu2an-
"Nah begitulah baru punya aturan- tapi aku rasa dalam
ucapanmu rada sedikit tidak jujur"
"Boanpwee tidak berani menipu cianpwee," Lam Kong
Pak jadi gugup, ia berseru cemas.
"Apa hubunganmu dengan puteri dari cioe cie Kang?"
desak kakek tua itu lebih lanjut
Lam Kong Pak makin malu lagi dibuatnya tapi
bagaimana jeleknya sang menantu akhir harus mengunjuk
hormat pula didepansang mertua, ia pun ceritakan secara
bagaimana dengan menyaru ia selundup masuk kedalam
perkampungan Toa Loo san-cung lalu cara bagaimana
bersembunyi dalam peti dan secara bagaimana peti itu
dicuri sipencuri sakti, lalu didalam gubuk berjumpa dengan
Pek Lie siang tak sepotong kisah pun yang dirahasiakan-
"oooouw...kiranya begitu, tidak aneh kau bisa mendapat
pacar begitu banyak. tapi tiga orang sudah cukup banyak
loo. lain kali kau tidak boleh jatuh cinta dengan gadis2
muda lagi"
"Apa maksud cianpwee sama sekali tidak...."
"Apa yang loohu ucapkan adalah kata sejujurnya" Buru2
siorang tua itu ulapkan tangannya memotong pembicaraan
sang pemuda yang belum selesai. "Kau tidak boleh me-
nyia2kan salah seorang pun diantara ketiga orang gadis
muda itu, asalkan kau tidak bermaksud me-nyia2kan
mereka sekalipun tiga orang gadis muda sekaligus juga
tidak mengapa. hanya saja asalkan sikapmu terhadap Coe
Lie Yap bisa jauh lebih mesra, Loohu sangat berterima
kasih kepadamu. Eeeei coba lihat siapakah itu ?" sembari
berkata ia menuding kearah tangga loteng.
Lam Kong Pak segera berpaling, dilihatnya tangga loteng
itu kosong tak kelihatan seorang pun manusia yang berada
didalamnya. menanti ia berpaling lagi. kakek itu sudah
lenyap tak berbekas.
Ketika itu juga pemuda she Lam Kong jadi melengak
dan duduk termangu2. Diam2 pikirnya dalam hati:
"Tentang kelihaian serta keanehan dari si orang tua ini
masih bukan jadi soal, agak terhadap setiap urusan yang
kualami telah diketahui olehnya dengan begitu jelas.
siapakah setetulnya orang itu ?"
Mendadak sinar matanya terbentur dengan beberapa
tulisan yang tertinggal diatas meja. "Berangkatlah ketepi
telaga sak Cioe Auw tepat sebelah selatan dari sini, maka
ditempat itu kau bakal memperoleh sedikit tanda terang
untuk mendapatkan kesembilan jurus payung sakti "
Lam Kong Pak tahu tulisan ini tentu ditinggal oleh
sikakek tua itu. dengan kerahkan tenaga sinkang ia hapus
tulisan tersebut kemudian lempar sekeping perak keatas
meja dan bangkit turun dari loteng,
setelah ber-tanya2 dan mengetahui kurang seratus li
disebelah selatan benar2 ada sebuah telaga yang bernama
telaga sak Cioe dan letaknya berdekatan dengan telaga
Yang Auw dan terletak di karesidenan su Wan ia segera
berangkat keselatan mencari dimana letaknya telaga yang
mengandung kunci rahasia dari kesembilan jurus payung
sakti yang selalu menghebohkan persilatan.
Walaupun ia tidak tahu asal usul dari manusia aneh ini
tapi ia percaya penuh, apa yang diucapkan adalah kata2
yang benar, terutama sekali daya pancing yang besar dari
kesembilan jurus ilmu payung sakti. karena ia tahu dendam
perguruannya serta dendam sakit hati Coe Lie Yap ada
sangkut paut yang sangat erat dengan kesembilan jurus ilmu
payung sakti itu. ,
Apalagi ia punya pendapat yang lain, hanya
mengandalkan tiga jurus saja dari ilmu tersebut dengan
mudah ia berhasil merebut kursi yang teratas dalam
pertemuan puncak para jago, apalagi berhasil memperoleh
kesembilan jurus ilmu payung sakti tersebut sekaligus, tak
dapat diragukan lagi ia pasti akan merajai seluruh dunia
persilatan.
Hari makin gelap. ia sudah melakukan perjalanan sejauh
delapan puluh li dan tiba di pinggir pantai pasir yang luas.
Daratan pasir itu amat luas mencapai ber-hektar2, semak
belukar yang tebal berkelompok-kelompok di-mana2, ini
menandakan jaraknya dengan telaga sak Cioe Auw sudah
dekat.
Se-konyong2 .. ,
Serentetan suara tertawa genit yang tinggi melengking
dan seram bagaikan pekikan kuntilanak bergema memenuhi
angkasa disusul dengan suara tertawa seram menunjukkan
rasa bangga bercampur baur.
Lam Kong Pak merasa suara tersebut sangat dikenal,
dengan cepat ia bergerak mendekati tempat asalnya suara
tersebut. suara itu makin dekat, dengan cepat tubuhnya
berkelebat masuk diantara semak2 untuk mengintip keluar.
Kurang lebih beberapa tombak dihadapan berdiri seorang
lelaki berbaju perlente dengan tinggi badan lima depa dan
tubuh bagaikan gentong sedang berdiri saling berhadapan
dengan si janda perempuan kawin tujuh kali Phoa Coen-
Walaupun didalam pertemuan puncak para jago tempo
dulu perempuan ini terhajar oleh berbagai macam senjata
rahasia dan 'Lak Gwat soat' Tong Hwie, kini racun ganas
tersebut berhasil dipunahkan- sedangkan kening masih
menonjol dan wajahnya masih rada pucat.
"Bila tahu diri terimalah permintaan dari aku orang she-
Go bukan saja selama hidup akan hidup mewah dan
senang, bahkan- ..."
"Tutup mulutmu" Bentak si janda perempuan kawin
tujuh kali dengan alis berkerut. "kau jangan mimpi disiang
hari bolong, sekalipun Loo-nio pingin kawin lagi juga tak
kawin dengan manusia jelek macam kau."
"Coba kau dengarkan dulu perkataanku baik2, aku orang
she- Go punya dua butir berlian sebesar mata kucing, tiga
batang manikan setinggi lima depa. sepotong batuan Meh
Giok seberat lima puluh kati, puluhan butir jamrud...."
Air muka si perempuan janda kawin tujuh kali mengikuti
perkataan dari Go sing berubah berulang kali, mula2
terkejut lalu heran kemudian tercengang dan akhirnya
kagum.
si 'Hiat so Cay sin' melirik sekejap kearahnya, mendadak
ia pertinggi suaranya seraya menyambung lebih lanjut,
"Kesemuanya ini masih belum mengherankan, cayhe masih
punya lagi semacam barang yang jauh lebih berharga.
benda tersebut bukan lain adalah jinsom selaksa tahun yang
berbentuk naga..."
"Apa? Jinsom selaksa tahun berbentuk naga?"
"Tidak salah, mungkin benda tersebut pernah kau dengar
dari mulut orang, dan rasanya terhadap kegunaannya tentu
belum begitu jelas bukan ?....."
"Aku dengar jinsom selaksa tahun berbertuk naga bisa
menghidupkan kembali orang yang sudah mati."
"Heeeee...heeeee...heeee....tambah tahun tambah umur,
selama hidup susah mati masih bukan terhitung suatu
peristiwa yang aneh justru yang paling berharga adalah
benda ini adalah dapat mengembalikan yang tua jadi muda.
yang sudah peot jadi segar dan montok kembali...."
"Kau lagi ngaco belo "
"Ngaco belo? bukannya aku orang she-Go sengaja
mengibul, asalkan kau menghabiskan jinsom itu hanya tiga
kali saja, tanggung badanmu akan berubah jadi montok dan
segar kembali bagaikan seorang gadis yang baru berusia
delapan belas tahunan "
si Perempuan janda kawin tujuh kali adalah seorang
perempuan genit yang sering main cabul, tapi ia menyadari
kecantikan serta kemontokan badannya makin hari makin
merosot, beruntung sekali perempuan ini masih memiliki
sedikit kepandaian untuk merawat diri sehingga walaupun
umurnya makin bertambah wajahnya belum begitu kempot.
Justru disebabkan hal inilah ia sampai kawin tujuh orang
suami sekaligus.
Sejak jaman kuno wanita cantik bagaikan panglima
kenamaan, takut sekali konangan rambut ubannya didepan
orang- daya tarik yang diajukan Hiat so Cay sin ini betul2
cukup besar emosinya untuk memikat perempuan janda
tersebut.
selagi perempuan itu hendak memberikan jawabannya
mendadak terdengar suara tertawa ter-kekeh2
berkumandang datang dari suatu tempat kurang lebih lima
tombak dari mereka berdua. orang itu bukan lain adalah si
pencuri sakti Pek Lie Gong.
Per-lahan2 si pencuri sakti berjalan mendekat seraya
ujarnya "Keparat she-go coba kau lihat dengan kemuliaan
hati loohu. masih pantaskah untuk mengembalikan masa
tuaku jadi masa mudaku kembali ?"
'Hiat so Cay sin' Go sing yang baru saja akan
memperoleh keuntungan, tiba2 dibikin buyar kembali
dengan munculnya Pek Lie Gong, segera tertawa seram
tiada hentinya.
"Heee ... heee ... sudah tentu boleh sudah tentu boleh.
loohu akan kirim kau keakhirat lalu kirim kau ke-hiolo
penyimpanan setelah itu baru makan jinsom selaksa tahun
berbentuk naga, dengan begitu kasiatnya akan jauh lebih
hebat "
"Hiiii. , .. hiiiii .... kalau begitu bagus sekali" sipencuri
sakti segera tertawa cekikikan- "sering sekali Loohu
merasakan penderitaan karena Bibi tidak senang, paman
tidak suka. hingga kini masih hidup seorang diri menduda.
maka dari itu asalkan bisa mendapatkan mustika itu untuk
melamar perempuan-"
"Keparat tua, tutup mulutmu. Jika kau tidak suka pergi
dari sini. jangan salahkan Loohu tidak akan mengampuni
selembar jiwamu "
sepasang biji mata Pek Lie Gong yang bulat bagaikan
monyet ber-putar2an lalu melotot bulat2.
"Sejak semula kau sudah bertindak keji terhadap diriku.
bahkan batok kepala si perempuan janda kawin tujuh kali
pun bisa kau gadaikan masih ada pekerjaan rendah apa lagi
yang tak bisa kau kerjakan?...."
"Apa?" Tak tertahan lagi si perempuan janda kawin tujuh
kali berseru tertegun-"Keparat tua kau jangan coba bicara
sembarangan. kau ketahui Loo-nio bukan seorang cilik yang
baru keluar dari rumah,"
"sudah tentu, bila kau masih seorang gadis baru keluar
rumah, mungkin sekali si keparat tua she Go sudah berlutut
dihadapanmu."
"Benarkah ucapanmu itu ?" bentak si perempuan janda
kawin tujuh kali keras2.
"sedikitpun tidak salah "
suara ini muncul bagaikan setan menangis menggetar
dan meraung memenuhi seluruh angkasa dan
mendatangkan rasa bergidik bagi setiap orang ucapan
'sedikit pun tidak salah' itu bergema dari lima tombak
jauhnya dari bekerapa orang itu berdiri
Ketiga orang itu sama2 berpaling, tampaklah dua orang
manusia berperawakan sangat aneh sejak kapan telah
berdiri kurang lebih satu tombak dibelakang mereka bertiga.
orang yang baru saja muncul bukan lain adalah 'Hay
Thian siang Kho' atau sepasang manusia jelek dari Hay
Thian- ...
sin si Boh atau si catatan mati Hidup Pak Boe serta 'Hek
sim Wangwee' atau si Wangwee berhati hitam Coe sin-
"siapakah kalian?" Bentak si perempuan janda kawin
tujuh kali dengan nada berat.
"Jika kalian bukan manusia2 bernama kosong belaka,
rasanya cukup meninjau dandanan yayamu berdua
seharusnya sudah tahu siapakah kami" sahut si Catatan
mati hidup dingin-
Per-tama2 'Hiat so Cay sin' yang menjerit kaget terlebih
dahalu kemudian mundur selangkah kebelakang. "Kalian
berdua adalah Hay Thian- ..."
"Heee...heee...heeee.... tidak perlu takut. yayamu berdua
memang benar Hay Thian siang Kho. kedatanganku ini hari
khusus hendak menagih hutang" sambung sicatatan mati
hidup sambil tertawa seram.
Pek Lie Gong kontan tertawa cekikikan kepada si
perempuan janda kawin tujuh kali godanya "Eeeei, barang
tua yang sudah peot, sudah dengar belum ucapan tersebut?
orang lain telah datang menagih batok kepalamu"
"Benarkah ucapan tersebut?" Teriak si perempuan janda
kawin tujuh kali sambil maju selangkah kedepan-
Perawakan si Catatan Mati Hidup yang tinggi langsing
bagaikan bambu berdiri tak berkutik ditempat semula, sekali
loncat badan sudah mencapai satu tombak lebih tujuh
delapan kaki.
"Apa kau kira yaya mu berdua sedang bergurau?"
Dengan pandangan muka si perempuan janda kawin
tujuh kali melototi sekejap wajah sin so Cay sin, kemudian
tertawa dingin tiada hentinya.
"Asal kau bisa menangkan Lok Ing cia dari Loo-nio,
batok kepalaku sudah tentu saja boleh kalian ambil"
"Heeeee...heeeee... heeeee....bukan saja batok kepalamu,
sekalipun batok kepala Pek Lie Gong malam ini juga
hendak sekalian kami ambil"
Pada saat seperti ini 'Hiat so Cay sin' Go sing tidak ber-
pura2 lagi, sambil melirik sekejap kearah Hay Thian siang
Kho serunya sembari menjura "Aku rasa kalian berdua
datang kemari sedang menjalani perintah bukan? Aku orang
she- Go punya satu permintaan. entah...."
"Cepat utarakan "
Dengan wajah yang dingin kaku dan sepasang mata
memandang ketengah udara, si Wangwee berhati hitam
memberikan tanggapan-
"Baik...baik..." sahut Hiat so Cay sin cepat. "Jikalau si
perempuan janda kawin tujuh kali menyanggupi untuk
kawin dengan aku orang she-Go, bagaimana kalau
pegadaian ini kubatalkan dengan tambahkan selaksa tahil
lagi sebagai bayaran...."
"Haaa...haaaa...haaaa...."
Hay Thian siong cho ber-sama2 tertawa ter-bahak2.
si catatan mati hidup melirik sekejap kearah si Wangwee
berhati hitam, kemudian sambil tertawa serak ujarnya
kepada Go sin go
"Penguasa she-Go walaupun saat ini kaulah sipenggadai
benda tersebut tapi batok kepalanya sudah digadaikan-
rasanya untuk batalkan pegadaian ini hanya dengan selaksa
tahil perak bukan suatu pekerjaan yang gampang...."
"Hiiiiii... Penguasa she-Gak, kita semua bukanlah orang
luar, bila jumlahnya kurang bagaimana kalau aku orang she
Go tambahi lima ribu lagi?"
"Toa-ya" kata si Wangwee berhati hitam kemudian
kepada diri toakonya si Catalan mati hidup. "selaksa
ditambah selaksa lima ribu jadi dua laksa lima ribu tahil.
aku rasa cukup, ..."
Kembali si catatan mati hidup mengerling sekejap kearah
si Wangwee berhati hitam, artinya: setan kuil cilik yang
tidak tahan asap Hioo, keparat tua itu berani bayar dua
laksa lima ribu tahil ini berarti ia berani membayar lebih
tinggi dari jumlah itu justeru karena kau keburu napsu,
keuntungan makin berkurang...." si catatan mati hidup
tersenyum.
"Eeeei....orang she-Go kau harus tahu hutang ini
merupakan hutang kematian yang kutagih, jumlah tersebut
rasanya susah bagi cayhe untuk menentukan"
Hiat so Cay sin- yang namanya tercantum diantara
empat manusia kaya, bukanlah seorang manusia yang bisa
dibikin susah karena beberapa laksa tahil perak saja.
Cuma saja sikeparat yang suka mengumpul harta ini
merupakan manusia yang menyayangi pula seluruh harta
kekayaannya bagaikan menyayangi diri sendiri
Sekali pun begitu daya tariknya terhadap perempuan
janda kawin tujuh kali terialu besar. dengan mengorbankan
beberapa tahil perak untuk memperoleh sebuah benda yang
diinginkan sudah tentu bukan suatu persoalan yang
menyakitkan hatinya. Sembari mengertak gigi serunya
kemudian-"Maksud penguasa she-Pak ..."
"Lima laksa tahil perak jika kau orang she- Go bisa
menyetujui maka urusan ini akan kuputuskan sampai disini,
kalau tidak, sekarang juga kami akan...."
"Baik aku orang she- Go menyetujui. Phoa coen.
sekarang kau kemarilah "
"Tunggu sebentar "
Tiba2 sicatatan mati hidup berseru mencegah.
"Pihak kami selamanya uang kontan barang boleh
diangkat selama hidup paiing tidak suka memberi hutang
buat orang lain, bila disakumu punya barang kontan itu
lebih bagus, kalau tidak ada gunakan saja barang lain yang
kira2 harganya sama dengan nilai itu pun boleh juga,
rasanya kalau cuma bicara didalam mulut saja tak ada bukti
yang kuat."
Hiat Sa cay Sin Go Sing tidak banyak bicara lagi, ia
merogoh sakunya mengambil keluar lima butir permata
sebesar buah lengkeng yang memancarkan Cahaya
gemerlapan dan diangsurkan kemuka.
"Kelima butir permata ini merupakan benda berharga
didalam Istana Kaisar. setiap butirnya berharga melebihi
satu laksa tahil setengah."
Si Wang wee berhati hitam menerima angsuran itu lalu
diserahkan ketangan si Catatan mati hidup,
Mereka adalah manusia2 yang mengerti berharganya
benda, sekali pandang saja mereka bisa meraba bila benda
tersebut sangat berharga sekali karena itu kontan
dimasukkan kedalam saku.
"orang she-go. jual beli diantara kita sudah selesai harap
kau berdiri disamping kalangan."
Ketika itu secara tiba2 Lam Kong Pak yang sembunyi
dibalik semak menemukan adanya seorang dara sedang
bersembunyi pula dibalik semak tidak jauh dari tempatnya
berada dengan cepat ia dapat menduga gadis tersebut pasti
putri kesayangan si pencuri sakti Pek Lie siang. tubuhnya
segera berkelebat mendekat.
KETIKA itu sicatatan mati hidup tanpa bergerak
sedikitpun tahu2 badannya sudah berkelebat kedepan Pek
Lie Gong.
"Keparat tua " serunya sinis. "Batok kepalamu sudah
digadaikan Cioe Ci Kang seharga selaksa lima ribu tahil,
bila kau merasa permintaan yang tidak sesuai. entah
maukah kau untuk menyetujuinya?"
Belum habis ia berkata. badannya bagaikan busur sudah
menjura kearah Pek Lie Gong.
Pek Lie Gong jadi melengak dibuatnya, ia tidak mengerti
mengapa pihak lawan menjura kearahnya.
siapa sangka ketika itulah badan yang berbongkok
kemuka mendadak meluncur kehadapan wajahnya sedang
badan bagian bawah masih tetap berdiri tegak ditempat
semula.
Sipencuri sakti ingin menghindar tapi tidak sempat lagi,
tahu2 jalan darah 'Pit Hiat'-nya menjadi kaku, dan
badannya roboh keatas tanah.
Melihat ayahnya roboh Pek Lie siang jadi terperanjat, ia
tidak menyangka sebelum ayahnya berhasil memberikan
suatu perlawanan tubuhnya sudah roboh tertotok,
Hubungan antara ayah beranak paling erat melebihi
apapun, tanpa perduli lihay lagi ia membentak keras siap
menubruk kedepan.
siapa sangka ketika itulah jalan darah Thian sian Hiat-
nya kena ditekan orang lain, bukan saja ia tak sanggup
mengeluarkan suara bahkan seluruh tenaganya lenyap tak
berbekas.
"Nona Pek Lie" Terdengar Lam Kong pak berbisik lirih.
"Cayhe punya satu permintaan tidak terima boleh ajukan
dakwaan setelah menghadap raja Giam-loo ong...."
Waktu bagian dari jalan darahnya ada yang tertotok. Pek
Lie siang berpaling kepala, Betapa kagetnya sewaktu
dilihatnya orang telah menotok jalan darahnya bukan lain
adalah Lam Kong Pak sendiri hatinya jadi lega.
IA TAHU dalam pertemuan puncak para jago Lam
Kong Pak berhasil merebut kursi paling top diantara
delapan jago top lainnya, karena itu tak perlu ditakutkan
lagi baginya untuk menghadapi serangan beberapa orang
iblis yang berada didepan matanya.
Dengan cepat serunya menggunakan ilmu
menyampaikan suara "Engkoh Pak, ada perkataan cepatlah
di utarakan"
"Batok kepala ayahmu sudah digadaikan cioe Ci Kang
itu Cungcu dari perkampungan Toa Loo san Cung, rasanya
tentang urusan ini kau sudah tahu bukan? tapi karena siau-
heng mengerti kedua orang iblis ini hanya datang
menjalankan perintah dari majikan pemilik pegadaiannya
saja mereka pasti tak berhak untuk membatalkan pegadaian
tersebut, ucapannya tadi dengan Go siang pun menurut
dugaanku hanya ingin mengentol sedikit Keuntungan dari
kantong Hiat so sin setelah urusan lewat mereka akan turun
tangan kembali demikian juga halnya dengan ayahmu,
mereka hanya bertugas menangkap saja. sedang
pelaksanaan hukuman dilakukan oieh si majikan pemilik
pegadaian sendiri"
"Engkoh Pak. kau sudah bicara setengah harian belum
juga kau utarakan permintaan yang kau katakan tak sesuai
itu "
"Langkah catur ini memang sedikit menempuh bahaya,
tapi demi kebahagiaan seluruh umat Bu-lim serta
pembalasan dendam perguruan siauw-heng. asaikan nona
suka bekerja sama dengan siauw-heng untuk menempuh
bahaya dengan siasat menghadapi siasat untuk sementara
waktu menguntil dibelakang kedua orang iblis ini menuju
kesarangnya, maka siauw-heng tanggung asaikan sia--beng
masih bisa bernapas maka ayahmu tak akan menjumpai
bahaya."
Pek Lie siang beipikir sejenak kemudian dengan wajah
kukuh ia mengangguk. "siauw moay percayai dirimu,
engkoh Pak setuju"
Waktu itu si Catataan mati hidup sudah menotok jalan
darah Pek Lie Gong dan meletakkannya kesamping. setelah
itu kepada Hiat so Cay sin Go sing ia tertawa seram.
"orang she-Co, kau harus tahu. sejak majikan pemilik
pegadaian Bu-lim mendirikan pegadaian ini, selamanya
selembar hutang merupakan merek emas dari pihak kami,
aku rasa hutang tersebut tak bisa dibatalkan semau gue,
heeeeeeee... jika kau orang she Go merasa tidak keberatan
bagaimana kalau kau pun ikut kami pergi menghadap
majikan pemilik pegadaian dan mohon sendiri ..."
Hiat so Cay sin Bukan seorang yang kehabisan minyak.
sekalipun terang2an ia tahu dirinya tertipu, wajahnya masih
tenang saja. seraya tertawa dingin serunya " Kalian berdua
dengan cara yang demikian rendah menipu kawan sealiran,
apakah tidak takut tindakanmu ini bakal mendatangkan
rasa gusar bagi orang2 Bu-lim?"
"Heeeeee... siapa yang suka sejalan dengan dirimu." seru
si Wang wee berhati hitam sambil tertawa seram.
"Bilamana tahu diri ikutilah Yayamu berangkat. daripada
wajahmu ternoda oleh debu"
Lam Kong pak yang melihat kejadian itu segera
membisikkan sesuatu kepada diri Pek Lie siang.
"Bagaimana? dugaan siauw-heng tidak salah bukan.
Kedua orang iblis itu memang pada dasarnya berwatak keji.
buas dan telengas. sama sekali tidak membicarakan soal
peraturan Bu-lim. sekalipun semisalnya Hiat so Cay sin
serta si perempuan janda kawin tujuh kali bekerja sama pun
belum tentu bisa menahan lima puluh jurus serangan
mereka"
dalam keadaan seperti ini kedua orang tersebut sudah
perlihatkan kembaii wajahnya yang menyengir buas,
Bukan saja Hiat to Cay sin kena ditipu lima butir
permata besar, bahkan jiwanya pun ikut terancam,
Tapi orang she- Go inipun merupakan seorang iblis
bertangan telengas, walaupun ia tahu tenaga gabungannya
dengan siperempuan janda kawin tujuh kali belum tentu
merupaan tandingan pihak lawan, rasanya iapun tidak ingin
dirinya menyerah begitu saja.
Tubuhnya yang gemuk bagaikan gentong segera bergerak
melayang kesisi si perempuan janda kawin tujuh kali dan
membisikkan sesuatu kesamping telinga perempuan genit
ini. Melihat tindak tanduk Go sing, si Wang wee berhati
hitam tertawa seram,
" orang she Go, perduli kalian berdua mau hidup
berdampingan sampai tua atau tidak, sekarang juga kalian
bakal berbaring menjadi satu. lima laksa tahil perak rasanya
cukup untuk memberikan sedikit pengecualian buat dirimu
rasanya tindakan ini dalam pandanganmu bukan termasuk
suatu kerugian yang sangat besar bukan?"
Menghadapi situasi macam begini si perempuan janda
kawin tujuh kalipun terpaksa harus tinggalkan dulu dendam
pribadi untuk bekerja sama dengan Hiat so Cay sin dalam
menghadapi musuh tangguh.
"sudah jangan banyak membual lagi, ayoh kita ukur dulu
kepandaian silat masing2 kemudian baru bicara lagi."
"Toa ya" seru si Wang wee berhati hitam kemudian.
"Bagaimana kalau melihat kepunyaanku dulu ?"
"Tandas tegas dan bersih, makin cepat makin baik. tapi
harus dalam keadaan hidup semua...."
Tubuh si Wangwee berhati hitam bagaikan segumpal
daging bergerak kehadapan kedua orang itu dengan
kecepatan bagaikan kilat kepada si perempuan janda kawin
tujul kali ia mengirim sebuah serangan dahsyat kearahnya,
bersamaan itu pula kepalanya ditumbukkan kearah dada
Hiat To Cay sin. "Bertempur macam apakah ini?"
Ter-buru2 si perempuan janda kawin tujuh kali
mengeluarkan gerakan Lok Ing Cia untuk menahan
datangnya serangan lawan.
"Braaak " ditengah suara benturun keras tubuhnya
tergetar mundur tiga langkah kebelakang.
sedangkan si Hiat so Cay sin karena tidak ingin
menerima datangnya serudukan lawan dengan keras lawan
keras, badannya buru2 berkelit kesamping. dengan
mengeluarkan tiga jurus terlihay dari ilmu telapak 'Hiat sah
Ciang'nya yaitu Tau Cuan ing Giok atau lempar ubin
Mendapat kumala dihajarnya batok kepala si Wangwee
berhati hitam keras2.
Dalam serangannya kali ini ia sudah mengerahkan
sepuluh bagian tenaga sinkangnya. asalkan terkena hajaran
tersebut sekalipun batok kepalanya keras bagaikan baja pun
akan gepeng dibuatnya.
siapa sangka si Wangwee berhati hitam sama sekali tidak
menarik badannya untuk berkelit, malah menyambut
datangnya angin serangan tersebut.
"Braaak " Batok kepalanya terhajar telak oleh serangan
tersebut sehingga menimbulkan percikan bunga api, diam2
Hiat so Cay sin merasa sangat terperanjat.
Ia merasa telapak tangannya yang bersarang diatas batok
kepala pihak lawan seperti menempel diatas sepotong besi
baja saja. membuat lengan kanannya jadi kaku.
si perempuan janda kawin tujuh kali yang sudah
merasakan kelihayan pihak lawan saat ini tidak berani
bergerak secara gegabah lagi. ia mengerling sekejap kearah
Hiat so Cay sin lalu ber-sama2 menubruk kedepan-
sewaktu Hiat so Cay sin menubruk kedepan, untuk
kedua kalinya, seluruh tenaga sinkang yang dimilikinya
sudah dikerahkan keluar, ber-turut2 ia menyerang dengan
menggunakan dua jurus serangan dahsyat masing2 bernama
'Cau Cay Cin Poo' atau Menggapai harta Memperoleh
Mustika serta 'It Pun Ban Lik', atau Modal satu Untung
seribu.
si PEREMPUAN janda kawin tujuh kali sendiripun
tidak berani terayal pada saat kakinya melancarkan
tendangan kilat 'Kaw Hun sam Tul' .ilmu Hwie Huang Cia
dikeluarkan segera.
Terdengar suara desiran tajam berkelebat tiada hentinya
mengurung seluruh tubuh si wangwee berhati hitam.
Baru saja kesepuluh batang kuku 'Hwie Huang Cia' yang
berwarna ke-biru2an menerjang kehadapan si Wangwee
berhati hitam mendadak tampaklah tubuh si 'Hek sim
Wangwee' yang bulat bagaikan bola daging itu telah
mencelat ketengah udara kemudian bersalto beberapa kali.
"sreeeeet srreeeeet sreeeet " Kesepuluh batang kuku
'Hwie Huang Cia' tadi bersama-sama menancap diujung
sepatunya.
Pek Lie siang yang melihat kejadian tersebut jadi
tercengang dibuatnya terang2an ia melihat kepala Hek sin
wangwee memandang kearah keluar, secara bagaikan kuku
Hwie Huang Cia yang meluncur dari belakang bisa
menancap diujung sepatu depannya ?
Tapi Lam Kong Pak mengangguk berulang kali pikirnya
" Kedua makhluk aneh ini betul2 mempunyai kepandaian
akrobatik yang luar biasa, kiranya sewaktu Hwie Huang Cia
tiba didekat badannya, sang tubuh yang berada dibalik baju
telah menggunakan ilmu mengerut tulang untuk berganti
arah, kedua kakinya berputar sedemikian rupa sehingga
ujung kaki depannya menghadap kebelakang...."
Pikiran itu hanya terkelebat dengan cepatnya dalam
benak pemuda she Lam Kong.
si perempuan janda kawin tujuh kali agak tertegun
dibuatnya, tendangan terakhir dari Koaw Hun sam Tui pun
dilancarkan semakin santar, sedang jurus terakhir dari Hiat
so Cay sin yaitu It Pun Ban Lik, pun berbareng menghajar
kemuka.
Kedua jurus ini merupakan jurus2 dahsyat untuk
menolong diri kedahsyatannya luar biasa. walaupun Hok
sin Wangwee sangat lihay rasanya untuk berkelit bukanlah
suatu pekerjaan yang gampang.
pada saat yang kritis itulah tubuh si pencatat mati hidup
yang tinggi bagaikan bambu mencelat ketengah udara.
sedangkan sie-poa besar yang ada dalam saku sebelah
depan meluncur kemuka,
Baik Hiat so Cay sin maupun si perempuan janda kawin
tujuh kali sama2 merupakan jago lihay yang berpengalaman
luas tapi mendengar suara detakan sie-poa yang keras
mereka sama2 dibikin tertegun juga.
Kalau cuma tertegun sih tidak mengapa, justeru ketika
itulah dua batang pit dengan diiringi desiran tajam
menyambar datang.
setelah menimbang suasana yang dihadapinya, sudah
tentu kedua orang itu memilih bergerak menyingkir dahulu
dari ancaman senjata pit yang meluncur datang.
siapa nyana baru saja badan mereka berkelebat lewat
kedua batang pit tadi telah melayang balik ketempat
semula.
Melihat peristiwa tersebut kedua orang itu menyadari
bila mereka terkena tipuan 'suara ditimur meyerang dari
barat' saat itulah telapak 'Hek Sim Wangwee' laksana angin
lupan menghajar jalan darah 'Cian cing hiat' pada pundak
kedua orang itu, sehingga tanpa mendengus lagi mereka
roboh keatas tanah.
Lam Kong Pak menghembuskan napas panjang,
walaupun Hay Thian siang Kho harus bekerjaama untuk
merobohkan kedua orang itu. tapi cara kerja sama macam
begini betul2 sangat luar biasa, ia percaya semisalnya ia
sendiri yang menemui peristiwa macam inipun pasti akan
tertipu juga.
si Catatan mati hidup mengambil keluar kelima biji
permatanya untuk dinikmati sejenak setelah itu
perdengarkan suara tertawa gelaknya yang menyeramkan.
"Toa-ya coba kau geledah sakunya apakah masih ada
barang berharga yang pantas diambil lagi?"
Hek Sim Wangwee maju mendekat untuk merogoh
sakunya, tidak selang beberapa saat ia berhasil menemukan
sebuah kotak kecil sebesar sctengah depa.
Dengan sangat ber-hati2 kedua orang iblis itu
melepaskan kain penutupnya lalu membuka kotak tersebut
per-lahan2, "Aaaaah "
Kedua orang itu sama2 berseru tertahan dan berdiri
menjublak.
"Bukan aku jieya bukan sedang main setan dengan
dirimu loo" teriak Hek Sim Wangwee.
"soal ini kau boleh berlega hati aku Toa-ya membuktikan
memang bukan kau yang sedang main gila"
"Waaaaah....kalau begitu sungguh mengherankan sekali
Jika Hiat so Cay sin sengaja main gila. apa gunanya ia
simpan kotak kosong itu didalam sakunya?"
"sudahlah mari kita periksa lagi sakunya bila ia tidak
menggembol apa2 lagi setelah kita pulang pun tak usah
ungkap lagi persoalan ini...."
"Benar pikiran Toa-ya betul tepat sekali."
Kedua orang itu kembali memeriksa saku Hat so Cay sin
sampai setengah harian lamanya, tetapi hasilnya tetap nihil.
Pek Lie siang yang melihat kedua orang iblis itu
memeriksa saku sigentong harta segera ia tersenyum.
kepada sang pemuda ujarnya "Barang itu kemungkinan
sekali sudah berpindah dalam saku ayahku."
"Barang apa ?" tanya Lam Kong Pak dengan hati
bergetar keras.
"Jinsom selaksa tahun berbentuk naga ?"
"secara bagaimana kau bisa memastikan hal ini ?"
"Mengetahui ayah sendiri sudah tentu putrinya jauh
lebih jelas. bila ayahku tidak punya kepandaian macam
begini bagaimana mungkin orang2 Bu-lim bisa memberi
gelar si Pencuri sakti kepadanya?"
Lam Kong Pak merasa sangat terperanjat, ia sama sekali
tidak mempercayai bila Pek Lie Gong mempunyai
kepandaian macam begini karena dengan mata kepala
sendiri ia melihat Pek Lie Gong belum pernah mendekati
Hiat so Cay sin barang selangkah pun.
Waktu itu Hay Thian siang Kho sudah mengempit ketika
orang yang menggeletak diatas tanah. Hek sim Wangwee
mengempit Pek Lie Gong serta si perempuan janda kawin
tujuh kali sedangkan si Catatan mati hidup mengempit
tubuh Hiat so Cay sin.
Menanti beberapa orang itu sudah mulai bergerak. Lam
Kong Pak segera ambil keluar seperangkat pakaian aneh
yang dimilikinya.
Detik inilah ia baru menemukan bila pakaian aneh
tersebut mempunyai warna yang sangat berbeda antara
yang didepan dan yang ada dibelakang, tempo dulu ketika
ia mengikuti pertemuan puncak para jago. warna yang
diperlihatkan adalah hitam sedang warna kuning ada
didalamnya, bahkan kuning ber-belang2 persis belang
harimau.
Hatinya rada bergerak, pikirnya: "sewaktu aku
munculkan diri dalam pertemuan puncak para jago. sudah
ada be-ratus2 orang pernah melihat pakaianku ini, kenapa
sekarang tidak kukenakan kebalikannya saja?" Ia segera
kenakan pakaian aneh tersebut.
"Toa-ya"
pada saat itu terdengar Hek Sim Wangwee berkata. "Kita
hendak pergi kemana ?"
"Pulang"
"Pulang kemana?"
"Istana naga markas besar kita"
sembari berkata kedua orang itu ber-sama2 lari kemuka
untuk melakukan perjalanan.
Lam Kong Pak serta Pek Lie siang tidak berani
menguntit terlalu dekat. pada jarak beberapa puluh tombak
mereka baru mulai bergerak,
Kurang lebih seperminum teh kemudian terdengarlah
deburan ombak mengalun. setengah li dihadapannya hanya
tampak air melulu, air bertemu dengan ujung langit
dihadapannya,
Lam Kong Pak tahu saat ini sudah tiba ditepi telaga sak
Cioe Auw, tak terasa pikirya "Entah dimanakah letak Istana
naga markas besar mereka?"
Sewaktu ia sedang berpikir, Hay Thian Siang Kho sudah
tiba ditepi telaga, diam-diam Lam Kong Pak merasa
keheranan bercampur kaget.
Kiranya ditengah telaga per-lahan2 bergeser datang
sebuah perahu berloteng yang bermandikan cahaya,
Perahu loteng itu sama sekali tidak mirip dengan sebuah
perahu hanya karena berhenti ditengah-tengah telaga maka
orang2 lantas punya pandangan bangunan rumah itu.
tentulah sebuah perahu.
Loteng menjulang keangkasa disertai lampu yang
menerangi seluruh jagat benar suatu bangunan istana yang
sangat megah.
Ber-turut2 Hay Than siang Kho bersuit tiga kali, dari
perahu loteng tadi segera muncullah sebuah perahu kecil
yang per-lahan2 bergerak ketepi.
"Nona Pek Lie" ujar pemuda she- Lam Kong cepat. "Kau
ber-jaga21ah dulu ditepi pantai, biar aku secara diam2
bersembunyi didalam perahu kecil itu dan ikut berlayar
kearah perahu loteng tersebut "
"Engkoh Pak. aku juga ikut...."
Dalam pada itu perahu kecil tadi sudah menepi. ternyata
perahu kecil tadi tak ada seorang pun yang mendayung,
perahu tadi bergerak menepi karena dorongan seseorang
yang sangat bertenaga sehingga dengan lincahnya meluncur
menepi.
Hay Thian siang Kho meloncat naik kedalam perahu,
setelah meletakkan ketiga orang itu diatas sampan tadi
sepasang mata mereka ber-sama2 menyapu sekejap keempat
penjuru.
Menggunakan kesempatan yang sangat baik inilah Lam
Kong pak sambil mengempit tubuh Pek Lie siang
mengeluarkan ilmu meringankan tubuhnya dan berkelebat
masuk ke dalam bilik perahu kecil tersebut tanpa
menimbulkan sedikit goyang pun pada perahu itu sendiri
"jie-ya" seru si Catatan Mati Hidup tiba2, "Agaknya
barusan ada segulung angin dingin menyambar lewat dari
sisi tubuh kita "
"Aaaah Toa-ya kau jangan kebingungan macam orang
kesurupan saja. setelah tiba di depan pintu rumah sendiri,
siapa yang berani mencabuti kumis harimau?"
Lam Kong Pak serta Pek Lie siang sama kali tidak berani
menghembuskan napas berat, mereka bungkam dan tak
berkutik. sejurus kemudian perahu kecil terasa mulai
bergerak kembali beberapa saat kemudian telah berhenti,
Kedua orang itu menanti hingga Hay Thian siang Kho
sudah berlalu kemudian baru terobos keluar dari bilik
perahu dan berkelebat kebelakang barisan sepasang mata
dipentang lebar2 untuk memperhatikan keadaan di
sekelilingnya.
setelah melihat apa yang terbentang didepan mata
mereka baru merasa terperanjat. Tampak diatas loteng
perahu itu luasnya kurang lebih ada ratusan tombak,
bentuknya empat persegi. diatas perahu tersebut bukan saja
bangunan sangat megah dan indah loteng-loteng berjejeran
bahkan bunga tampak tumbuh dengan suburnya.
Dipaling depan merupakan sebuah pintu besar, inilah
pintu masuk kedalam istana tersebut, didepan pintu
terpancang sebuah papan nama terbuat dari tulisan emas
"Markas besar nomor wahid dalam Bu-lim istana naga."
Tulisan tersebut indah penuh tenaga, jelas merupakan
hasil karya penulis kenamaan. Yang paling aneh lagi adalah
tak terdengarnya sedikit suara atau bayangan sesosok
manusia pun ditengah bangunan yang megah serta ruangan
yang bermarndikan cahaya, yang terdengar hanyalah
deburan ombak menumbuk tubuh perahu.
Lam Kong Pak tidak berani berlaku gegabah ia beri
tanda agar Pek Lie siang bertindak hati2. lalu sambil
menarik tangannya berkelebat masuk kedalam pintu
ruangan.
SETELAH melewati pintu depan, muncullah sebuah
panggung besar berlapisan besi yang tingginya lima tombak,
diatas panggung raksasa itu duduk seorang kakek tua beralis
tipis mata sipit dengan mencekal sebuah huncwee yang luar
biasa besarnya ketika itu si kakek tua dengan sinar mata
tajam sedang memperhatikan sepasang muda mudi
tersebut.
"Apakah saudara berdua hendak menggadaikan batok
kepala manusia ?...." tegurnya dingin.
Pemuda she- Lam Kong belum pernah memasuki rumah
pegadaian sudah tentu ia pun tidak tahu bagaimanakah
caranya untuk melaksanakan proses pegadaian, mendengar
teguran tersebut ia berdiri melengak.
Kembali sikakek tua beralis tipis bermata sipit itu
menghisap huncweenya dalam2, kemudian dari mulutnya
menyembur keluar segulung asap putih.
Asap putih itu besar lagi tebal, bagaikan asap hitam yang
keluar dari cerobong saja seketika menutupi seluruh
panggung raksasa tersebut.
Asap tebal itu tidak membuyar tapi per-lahan2
mengumpul dan membentak sebuah nampa yang besar lagi
aneh melayang kehadapan Lam Kong Pak kemudian
berhenti.
sekali pun bergerak asap tapi tetap mengumpul, sama
sekali tidak buyar barang sedikit pun.
Melihat kehebatan pihak lawan, sepasang muda mudi itu
jadi terperanjat, mereka tidak mengerti tenaga lweekang
macam apakah ini ?
Terdengar siorang tua itu berseru kembali "sebetulnya
orang muda mendatangi pegadaian bukan suatu perbuatan
yang baik, tapi demi tujuan serta masa depan yang
gemilang bila ingin menggadaikan sesuatu untuk
melenyapkan persoalan rumit bukanlah suatu perbuatan
yang busuk, kalian tidak usah ragu2 lagi."
Tujuan Lam Kong Pak datang kemari sama sekali bukan
untuk menggadaikan sesuatu untuk sesaat ia dibikin
kebingungan juga untuk menghadapi perkataan siorang tua.
Tampak orang tua itu tersenyum dan berkata kembali
"Tidak usah malu2 lagi, bila kalian ingin menggadaikan
batok kepala orang lain sebutkan saja nama pihak lawan
disamping mempersembahkan sedikit ongkos jalan. bila
mana barang itu hendak kalian bayar kontan boleh segera
diletakkan diatas nampan asap dari loohu ini."
Lam Kong Pak tahu yang ada dihadapannya pasti
seorang jago lihay dari kalangan hek-to dan kini
memandang dirinya sebagai seseorang yang datang untuk
menggadaikan sesuatu.
Akal pintar cepat berputar, siasat bagus pun segera
didapat. tiba2 pemuda ini mendongak lantas tertawa ter-
bahak2.
"sungguh menggelikan, sungguh mengelikan apakah
suara cayhe pun tak dapat kau orang tua bedakan?" sembari
berkata tangan kanannya dengan kumpulkan hawa murni
per-lahan2 dikebutkan kearah asap tebal yang mengumpul
ditengah udara sehingga buyar tak berbekas. siorang tua itu
agak melengak kemudian bangkit berdiri
"Siapakah saudara? mengapa kau sebut loohu dengan
sebutan ini ?"
Hampir2 saja saking kagetnya dua biji jantung meloncat
keluar dari rongga dada lam Kong Pak serta Pek Lie siang.
terutama sekali gadis ini hatinya merasa tidak tenteram
karena tidak mengerti dalam cupu2nya pemuda itu sedang
menjual obat apa,
Dengan paksakan diri Lam Kong pak coba
menenangkan hatinya kemudian maju empat langkah
kedepan-
"Hey orang tua coba kau pikir dengan usia cayhe berhasil
merebut kursi sedikit dibawah kedudukan majikan
pegadaian Bu-lim. siapa lagi kalau bukan...."
"Aaaah apakah saudara adalah 'Lak so suseng' suma
sauwhiap murid pertama dari majikan?" tiba2 sinar mata
orang tua itu berkilat, sedang bibirnya penuh tersungging
senyuman.
Lam Kong Pak segera mendongak dan tertawa ter-
bahak2. "Haaaaa...haaaaa... haaaa... bukan cayhe lagi
mengibul, dari antara jago2 lihay yang tergabung dalam
perguruan kita baik dia bertugas diluar maupun bertugas di
dalam. kecuali majikan sendiri tak seorang pun bisa
menerima dua jurus serangan cayhe, aku rasa kau siorang
tua tidak akan menganggap cayhe lagi mengibul bukan ?"
siorang tua itu tertawa dingin, walaupun tidak berani
membantah, tapi sebagai seorang iblis lihay yang
kepandaian silatnya tidak berada dibawah kepandaian Hay
Thian siang Kho kini memperoleh ejekan dari seorang
pemuda hatinya merasa tidak puas juga.
Tapi jahe makin tua makin pedas. kata2 ini sedikit pun
tidak salah, diam2 siorang tua itu mulai susun rencana ingin
coba kepandaian lawan.
"Sudah lama loohu mengagumi nama besar Suma
Siauwhiap. cuma sayang waktu perjumpaan kita tidak ada,
menurut berita yang kudengar katanya sauwhiap memiliki
kepandaian yang maha dahsyat bahkan memperoleh
didikan langsung dari majikan- entah dapatkah kau orang
perlihatkan sedikit kepandaianmu dihadapan loohu?"
Pada saat ini walau pun Lam Kong Pak berhasil
meloloskan diri dari cegatan pos pertama, ia tidak ingin
berdiam terlalu lama disana. ia mengerti asaikan dia
tunjukkan kepandaiannya kemungkinan besar pihak lawan
semakin tidak panas.
oleh sebab itu ujarnya "Loo-jie, kau pun tak usah merasa
rendah hati. siapa yang tidak tahu kepandaian silatmu
pernah menggemparkan seluruh dunia Kangouw pada masa
yang silam"
Ucapan ini mendatangkan rasa girang dihati siorang tua
itu, ia tertawa ter-bahak2, "Pada masa yang lalu walaupun
loohu Yim Yen shu atau sikakek asap mega si Coe Lok
punya sedikit nama, rasanya tidak berani dibandingkan
dengan kehebatan suma sa uwhiap pada saat ini"
Lam Kong Pak serta Pek Lie siang sama2 merasakan
hatinya tergetar sehabis mendengar nama siorang tua itu.
mereka mulai teringat pada sepuluh tahun berselang
dalam Bu-lim ada seorang iblis tua yang bernama 'Im Yen
Mo shu' senjata huncweenya yang besar panjang sangat
dahsyat terutama sekali asap khie khangnya pernah
getarkan daratan Tionggoan-
Tidak sangka kini si iblis lihay tersebut kena ditarik oleh
majikan pegadaian Bu-lim bahkan ditempatkan sebagai
seorang ciang-kwee.
Mendapat pujian dari Lam Kong Pak. semangat siorang
tua itu berkobar kembali.
"Suma siauwhiap" serunya cepat. "setelah kau pandang
tinggi diri loohu, ada seharusnya loohu iringi sai uwhiap
beberapa jurus. sekalipun akhirnya aku harus tunjukkan
kejelekan- tapi sa uwhiap jangan bunuh aku loo...."
"Kau boleh berlega hati"
Ia lantas berpaling kearah Pek Lie siang. "Mundurlah
kesamping"
"Hiiii...hiiii...suma sa uwhiap, apakah nona ini pun
anggota perguruan kita ?" tiba2 Im Yen shu menegur sambil
tertawa ter-kekeh2
Lam Kong Pak melengak. selagi ia kelabakan susah
memberi jawaban, Pek Lie siang sudah tertawa manis dan
jatuhkan diri kedalam pelukan pemuda tersebut.
"Nona adalah seorang pelayan 'Im Yang Pat Khie'
bahkan sudah punya janji gelap dengan engkoh suma "
"ooouw....oooouw....kiranya begitu, maaf... maaf...
haaaa... haaaa ..."
Lam Kong Pak yang melihat urusan berhasil dilampaui
juga, keringat dingin mengucur keluar membasahi
tubuhnya.
"Walaupun reaksinya cukup cepat, tapi sikapnya yang
rada berani rasanya ...." pikirnya dihati.
setelah Pek Lie siang mengucapkan perkataan tersebut,
merah padam juga selembar wajahnya, ia mengerti dalam
keadaan seperti ini Lam Kong Pak tak akan banyak bicara.
tapi bagaimanakah perasaannya dalam hati? gadis itu
merasa hatinya tidak tenteram.
setelah mengudurkan diri kesamping dan melihat diatas
wajah Lam Kong Pak tidak menunjukkan sikap kurang
senang, hatinya baru jadi tenang kembali.
Im Yen shu menyedot huncweenya beberapa kali
kemudian menyemburkan segumpal asap yang tebal,
"sa uwhiap berkunjung kemari tanpa mendapatkan
sambutan yang layak dari loohu harap kau suka
memaafkan" katanya.
sewaktu berbicara tadi asap tebal yang disembur keluar
telah membujur lalu per-lahan2 berkumpul membentuk
suatu bentuk dan akhirnya jadilah bentuk tubuh si kakek tua
yang sedang mencekal sebuah huncwee.
Jelas inilah tiruan dari tubuh 'Im Yen Mo shu' asap tadi
dengan langkah lebar berjalan menuruni panggung dan
mencekal tangan Lam Kong Pak erat-erat.
Diam2 Lam Kong Pak merasa sangat terperanjat ia tahu
inilah ilmu asap khie-kang yang paling terkenal. pemuda ini
tidak berani berlaku ayal lagi seraya salurkan tenaga
sinkangnya ketangan kanan ia terima cekalan tersebut.
setelah saling berjabatan tangan. Lam Kong Pak makin
terperanjat lagi dibuatnya.
Ternyata cekalan tangan dari asap Khie-kang ini bukan
saja mendatangkan tenaga yang besar dan dahsyat bahkan
menyerupai pula cekalan tenaga orang benar2, telapak
tangan terasa amat panas sekali sukar ditahan disamping
gulungan tenaga lweekang yang menghantam terus tiada
putusnya.
Hawa panas makin lama makin meningkat disertai suara
desiran tajam yang memekikkan telinga.
Diam2 Lam Kong Pak mendengus dingin iapun salurkan
tenaga sinkang yang dipelajarinya dari ilmu payung
sangkala ketangan kanan.
Bentuk tangan dari asap tadi per-lahan2 dikelilingi oleh
asap putih kemudian makin lama makin tipis, rasa panas
yang menyengatpun makin lama makin berkurang.
sekalipun dihati sikakek iblis asap mega si Coe Lok
merasa terperanjat bukan kepalang, ia masih belum takluk.
dengan salurkan seluruh tenaga sinkang yang dimilikinya ia
menggencet terus lawannya.
Asap huncwee makin lama makin menebal lagi dan
akhirnya tertera sangat nyata. Lam Kong Pak agak ragu2
sejenak. akhirnya ia tambahi tenaganya lipat tiga.
"Braaak " bentuk tangan kanan yang mulai nyata kontan
hancur berantakan jadi beratus2 potong dan tersebar
keempat penjuru,
Dalam sekejap mata bayangan manusia dari asap tebal
tadi lenyap tersapu bersih dan muncullah sikakek iblis asap
berawan dengan wajah terperanjat.
"sedikit Kepandaian cakar ayam dari loohu hanya
mendatangkan rasa malu buat diri loohu sendiri, harap sa
uwhiap jangan mentertawakan"
"Mana, mana...." seru Lam Kong pak sambil tersenyum.
" Kepandaian asap khikang dari si Thayhiap benar2 sangat
dahsyat. jarang kutamui ilmu silat macam begini hitung2 ini
hari terbukalah sepasang mataku "
" Loohu merasa amat malu sekali ini hari Loohu baru
percaya penuh dengan pepatah yang mengatakan Diluar
langit ada langit. diatas manusia masih ada manusia entah
boleh kah loohu tahu apa maksud kedatangan suma sa
uwhiap kemari ditengah ma lam buta begini ?"
"sudah tentu boleh kali ini Hay Thian siang Kho
memperoleh perintah untuk menagih hutang ketempat
luaran, untuk menjaga nama besar kita maka secara diam2
majikan kirim cayhe untuk melindunginya secara
sembunyi. tadi ia berhasil membawa sipencuri sakti Pek Lie
Gong, si perempuan janda kawin tujuh kali Phoa Coen
serta sidewa harta tangan berdarah Go sing kemari, entah
sekarang mereka berada dimana ?"
"oooouw ... kiranya begitu, mereka sudah masuk
kedalam istana"
Lam Kong Pak tertegun- ia tidak mengerti dimanakah
istana tersebut semakin tidak tahu dimanakah letaknya
istana yang dimaksudkan-
"si Thayhiap. dapatkah kau carikan seseorang untuk
menghantar siaw-hiap kedalam?" sela Pek Lie siang tiba2,
"Aduh celaka" teriak Lam Kong Pak di dalam hati. Jika
suma Ing datang kemari pun ingin seseorang menghantar
dirinya bukankah hal ini merupakan suatu lelucon yang
sangat menggelikan? "
sedikit pun tidak salah, agaknya sikakek iblis asap
berawan pun dibikin tertegun setelah mendengar ucapan
tersebut, tubuhnya segera melayang turun dari panggung
dan berdiri dihadapan Lam Kong Pak seraya melototi
dirinya dengan sinar mata tajam.

MELIHAT gerak gerik siorang tua ber-huncwee tersebut,


Lam Kong Pak mendengus dingin-
"si Loo-jie, kau sudah edan? dengan kedudukan cayhe
apakah tidak patut suruh seorang pelayan membawa jalan?"
Im Yen Mo shu adalah seorang jago kawakan yang
mempunyai pengalaman sangat luas, walaupun ia pernah
berjumpa satu kali dengan 'Lak so suseng' suma Ing. tapi
belum pernah ber-cakap2 barang sepatah kata-pun. dan
selama ini ia belum pernah melihat suma Ing mengenakan
pakaian seaneh ini.
Disamping itu ia pun dengar orang berkata "tiap kali
suma Ing turun tangan maka dari kelima ujung jarinya
memancarkan lima rentetan cahaya ke-hijau2an, hal ini tak
tampak pada diri Lam Kong Pak tadi. Tertawa dinginlah
siorang tua ini.
"Heeee...heee...heee...suma sa uwhiap sebagai murid
tertua dari majikan rasanya kau tidak perlu menutup wajah
aslimu. apa lagi ilmu silat suma sa uwhiap...."
"Apakah si-loojie ingin coba kepandaianku?" Tidak
tanggung lagi tantang Lam Kong Pak dengan suara yang
dingin, "Hm cayhe menerima perintah untuk menguntit diri
Hay Thian siang Kho tidak dengan wajah asli. maka
sengaja dibuatnya seperangkat pakaian seaneh ini. tidak
kusangka kau siorang tua malah mencurigai diriku."
"Bukan begitu. Loohu bertanggung jawab dalam
menjaga keamanan markas besar ini, harap suma sa
uWhiap suka memaafkan- ..."
Belum habis ia berkata huncweenya yang panjang dan
besar sudah dibabat kearah dada lawan-
Lam Kong Pak tidak berkelit maupun menghindar,
tangan kanan dengan disaluri tenaga sinkang
mencengkeram kearah huncwee tersebut,
siorang tua ini sudah ada puluhan tahun lamanya
menerjunkan diri dalam penyelidikan ilmu huncweenya.
sudah tentu kepandaian andalannya ini luar biasa
dahsyatnya.
Baru saja ujung buncwee tadi mendekati dada lam Kong
Pak. pemuda itu laksana kilat sudah menerjang keluar.
Si Goe Lok tertawa dingin, ia tidak tarik, kembali
huncwenya. sebaliknya malah menggetarkan pergelaangan-
sebuah bungkusan tembakau yang tergantung pada gagang
huncwee diiringi desiran tajam menerjang jalan darah Hun
swie Hiat ditubuh sang pemuda. Lam Kong Pak terkejut.
tangannya ditarik badan berkelit selangkah kesamping.
Agaknya si kakek iblis asap berawan ingin bikin surprise
sebagai imbalan kekalahahnya tadi.
"Coba lihat yang ini..." serunya keras.
Dari balik bungkusan tembakau tadi secara tiba2 meleset
keluar serentetan cahaya keperak-perakan langsung
mengancam jalan darah Thian Tuk Hiat dari sang pemuda.
Lam Kong Pak merasa urusan ada diluar dugaan- sekali lagi
ia kebelakang.
Baru saja ia berhasil berkelit dari sambaran pisau tajam
yang meluncur keluar dari balik bungkusan tembakau dan
siap turun tangan lagi, tiba2....
"Roboh" bentak siorang tua itu keras2.
sebuah kumala yang tergantung dipinggiran bungkusan
tembakau itu dengan diringi desiran tajam menghajar jalan
darah Kioe Wie Hiat.
Pemuda she Lam Kong merasa sangat terperanjat, ia
tidak sempat untuk berkelit lagi. diiringi bentakan keras
lima jari dipentangkan lebar2 menunjukkan sikap sedang
mencekal semacam barang, lima rentetan cahaya merah
memancar setinggi lima depa. inilah jurus Bong Koei Kay
san- atau Bong Koei buka payung dari ilmu payung iblis.
Lima rentet cahaya hijau yang maha dahsyat bagaikan
sebuah payung raksasa mengurung seluruh permukaan-
sikakek iblis asap berawan menjerit tertahan tubuhnya
mundur tiga langkah kebelakang. Braak, braak, braaak..."
Diatas lapisan besi pada panggung tersebut muncullah
lima buah lubang yang sangat besar.
Hantaman kosong berhasil menciptakan lima buah
lubang besar diatas lapisan baja setebal beberapa coen,
kepandaian dahsyatnya ini langsung membuat Im Yen Mo
sha terpesona dan berdiri tertegun-
sedangkan Lam Kong Pak tertawa dingin tiada hentinya.
"si Loo-ji, apakah kau ingin coba satu jurus lagi? cuma
kali ini cayhe tak akan menanggung selembar jiwa tuamu."
"Eeeeeei ..... heeee, ... hoeee....tidak perlu Loohu tidak
berani berbuat salah lagi. silahkan "
"Si Loo-jie " ujar Lam Kong pak lagi sambil tertawa
lantang. "Jikalau cayhe tinggalkan jari lubang diatas
panggung tersebut, tentu kejadian ini mendatangkan rasa
malu buat dirimu, biarlah cayhe bertindak sebagai orang
budiman untuk pulihkan kembali lubang tersebut seperti
sedia kala . , .."
Belum habis ia berkata tangannya sudah menyambar
pinggang Pek Lie siang dan berkelebat pergi, sedangkan
tangannya membalik mengirim lima rentetan cahaya merah
kearah panggung tadi.
"Tok. tok. -ek. -ek. tok" lima kali suara ketukan keras,
diatas panggung berlapiskan baja tadi mengebul asap hijau.
kelima lobang tadi lenyap tak berbekas sebagai gantinya
Lam Kong Pak pun ikut hilang dari pandangan.
Kini tinggal Im Yen Mo shu seorang diri berdiri
mematung disana, ia melengak dan untuk beberapa saat
lamanya tak dapat mengucapkan sepatah kata pun-
Lam Kong Pak dengan memeluk pinggang Pek Lie siang
berkelebat sejauh sepuluh tombak dari tempat tadi dan tiba
ditengah sebuah taman bunga.
Tampaklah beraneka bunga tersebar di-mana2
menyiarkan bau harum yang semerbak. kolam yang bening
dengan ikan berenang kian kemari, benar2 suatu
pemandangan yang menakjubkan.
Mendadak....
"siapa kalian? siapa kalian?" suara yang amat merdu
bagaikan genta suara mendatang.
seluruh tubuh Lam Kong pak tergetar keras, laksana kilat
ia putar badan- angin bertiup sepoi2 tak tampak sesosok
bayangan manusia pun disana, sunguh aneh Terang2an dari
suatu tempat tiga tombak dari sana terdengar suara teguran
dari seorang gadis mengapa sekarang tak kelihatan sesosok
bayangan manusia pun? apakah ilmu meringankan tubuh
yang dimilikinya telah mencapai taraf yang tak terhingga ?
"siapakah kalian ? siapakah kalian ?"
sekali lagi laksana kilat Lam Kong Pak putar badan,
terdengar suara desiran angin berkelebat menembusi hutan-
Diam2 ia mendengus, tubuhnya segera berkelebat pula
menerobos hutan tersebut.
Ketika ia mendongak. maka tampaklah seekor burung
beo yang luar biasa besarnya sedang hinggap diatas ranting
pohon liuw sepasang matanya yang kecil sedang
memperhatikan kedua orang itu tajam. Apakah suara tadi
berasal dari burung beo ini ?"
sifat ke-kanak2an dari Pek Lie siang belum hilang.
mendengar burung beo itu bisa bicara hatinya jadi
kegirangan.
"Eeeei....burung beo. apakah barusan kau yang ajak kami
berbicara ?"
Burung Beo itu mengangguk. "siapakah kalian? siapa
kalian ?"
Lam Kong Pak tertawa geli, pikirnya dihati "Mungkin
binatang ini cuma bisa mengucapkan kata2 itu saja.."
"Aku adalah Lam so siausing suma Ing"
Agaknya burung beo itu mengerti ucapannya. ia
kebas2kan sayapnya diatas dahan penuh kegirangan.
"Majikan cilik apa mau-mu ?" serunya kembali
Kali ini pemuda she- Lam Kong baru terperanjat, ia tidak
menyangka seekor burung pun bisa berbicara begitu lancar,
sungguh seekor burung ajaib yang tak boleh dipandang
enteng.
"Burung beo, dapatkah membawa aku kedalam istana ?"
Tiba2 burung beo itu getarkan badannya. "Nona bernama
Liok Coei. nona bernama Liok Coei"
Pek Lie siang serta Lam Kong Pak saling bertukar
pandangan sekejap lalu tertawa. pikir mereka hampir
berbareng "Burung beo pun bisa berbuat genit...."
"Nona Liok Coei, maukah kau bawa kami kedalam
istana?"
Mendengar dirinya dipanggil nona Liok Coei. burung
beo itu tampak kegirangan-
"Nona. kau sangat baik, Liok Coei suka pemuda "
Pek Lie siong pun jadi kegirangan, ia bertepuk tangan
penuh rasa riang.
"Nona Liok Coei, terbanglah kemari. bagaimana kalau
kita bersahabat ?"
"Berkawan dengan orang laki... eehmm....malu aah "
Lam Kong Pak benar jadi terperanjat burung beo bisa
bicara adalah sangat jamak sekali dan kebanyakan hanya
terbatas beberapa patah kata yang sederhana saja, bahkan
tak urung masih membawa pula nada burungnya.
Tapi keadaan dari burung beo ini lain daripada yang lain,
kecuali suaranya melengking boleh dikata mirip sekali
dengan suara bocah perempuan, bahkan mengerti malu
juga. Peristiwa ini benar2 sangat aneh sekali.
"Nona liok Cioe. bawalah kami kedalam istana" kembali
Pek Lie siang berseru.
Liok Coei sib urung beo itu kebas2kan sayapnya yang
indah kemudian terbang tinggalkan dahan-
"ikutilah siauw Coei "
Lam Kong Pak serta Pek Lie Siang tidak berani berlaku
ayal, dengan mengikuti Liok Coei burung beo tersebut
mereka lewati kebun dan melewati pula beberapa bangunan
sehingga akhirnya tiba disebuah sumur kering yang
tertutup,
"Buka tutup sumur itu dan loncat turun kebawah" seru
Liok Coei sib urung beo. Habis berkata ia terbang balik
ketempat semula.
Lam Kong Pak serta Pek Lie siang sama tertegun
dibuatnya, mereka mulai ragu dan curiga. apakah sumur
kering inilah pintu menuju keistana ?
"Dapatkah Liok Coei menipu kita?" tanya Pek Lie siang
kemudian memecahkan kesunyian-
"soal ini susah dibicarakan- tapiperduli bagaimana pun
kita harus mencobanya terlebih dulu. kau tunggu sejenak
diatas biarlah kutengok sebentar keadaan dibawah."
"Tidak, aku akan pergi bersama kau"
Lam Kong Pak membuka penutup sumur kering itu
kemudian melongok kebawah, mereka ber-sama2 terkejut
dan tercengang.
Kiranya sumur itu bukan sebuah tempat yang gelap lagi
lembab, melainkan sebuah dunia yang bermandikan
cahaya. bagaikan berada dalam tabung tembus cahaya saja.
Istana Naga benar2 sebuah istana naga yang sangat megah,
Ditengah sumur itu terdapat tangga yang tembus cahaya,
mereka lepaskan penutup sumur dan melangkah kebawah
dengan membawa rasa ingin tahu.
"Aaaaah" sekali lagi kedua orang itu berseru tertahan-
Kiranya ruangan dibawah sumur itu sangat luas, di-
mana2 berupa cermin, inilah suatu dunia dibawah tanah
yang angat indah.
Karena empat penjuru merupakan batu2 cermin yang
tembus cahaya, untuk beberapa saat sepasang muda-mudi
ini tidak berhasil membedakan mana yang dinding mana
yang merupakan bayangan sendiri sedang bergerak bahkan
terasa dinginnya luar biasa.
EMPAT penjuru merupakan air berwarna biru, rumput2
batu karang serta ber-macam2 ikan berbentuk aneh
berenang dan bergerak dengan leluasanya kesana kemari.
Lam Kong Pak segera menarik tangan Pek lie siang,
"Kita cari dulu sebuah tempat yang tertutup, jangan sampai
jejak kita ketahuan orang sehingga untuk meloloskan diri
pun sulit."
sepasang mudamudi ini dengan meraba dinding kaca
melakukan perjalanan entah seberapa jauhnya. mereka
hanya merasa jalan yang dilalui ber-liku2, cahaya makin
lama makin redup dan rerumputan serta ikan yang bergerak
disekeliling cermin makin aneh lagi bentuknya bahkan ada
yang belum pernah mereka temui selama hidup.
sampai disana, mereka berdua mulai menyadari
sekalipun mereka ada maksud ingin kembalipun belum
tentu berhasil temukan jalan ketuar, oleh sebab itu dengan
meramkan mata sepasang muda mudi ini melanjutkan
perjalanannya terus kedepan-
Kurang lebih setengah jam kemudian rasa dingin yang
sangat aneh mulai lenyap dan agaknya mereka sudah
memasuki sebuah gua.
Hingga detik ini kedua orang itu masih penuh diliputi
tanda tanya yang besar, mereka tidak tahu tempat apakah
itu? yang mereka ketahui jelas tempat ini pasti letaknya
didasar telaga sak cioe Auw.
Gua tersebut sangat luas dan rada lembab dengan sangat
ber-hati2 kedua orang itu melanjutkan perjalanannya
kedalam.
setelah berbelok beberapa tikungan, mendadak ruangan
gua membesar dan secara lapat2 terdengar suara hiruk
pikuk manusia yang sedang berbicara.
Kedua orang itu jadi keheranan, mereka melanjutkan
kembali perjalanannya kedepan-
Tampak diluar gua tersebut merupakan sebuah lembah
misterius yang terbuat dari alam situasinya sangat curam
dan berbahaya, empat penjuru dikelilingi batu karang yang
terjal lagi tinggi mejulang kelangit.
sekalipun misalnya ada orang yang melongok dari atas
puncak tebing itu pun tak akan melihat pemandangan
didasar lembah.
Lembah tersebut adalah sebuah lembah buntu yang
luasnya ada seratus tombak ditengah lembah berdiri sebuah
panggung batu yang luasnya ada puluhan kaki, empat
penjuru panggung berdirilah dua tiga puluh orang.
Dihadapan orang itu duduk seorang pemuda dikursi
berkulit macan-
"Aaaaah" hampir2 saja sepasang muda mudi ini berseru
tertahan-
Kiranya pemuda itu bukan lain adalah 'Lak so suseng'
atau si Mahasiswa bertangan Telengas suma Ing.
Disampingnya berdiri delapan orang dara cantik,
merekalah yang disebut 'Im Yang Pat Khie' atau si delapan
jagoan banci.
Disisi panggung berdiri enam buah manusia emas
dengan gaya yang ber-beda2 setiap orang agaknya
menandakan sebuah jurus silat yang dahsyat.
Ada yang tinggi ada yang pendek. usia mereka berenam
sangat berbeda. ada pula yang pelihara jenggot ada pula
lelaki kekar bahkan diantaranya ada seorarg perempuan-
Terhadap keenam orang manusia emas ini se-akan2
sepasang muda mudi ini merasa pernah mengenalnya
namun tidak berani meyakinkan, diam2 dalam hati merasa
terperanjat bercampur keheranan dan tidak mengerti apa
yang sedang mereka lakukan.
Dibawah panggung tanah terdapat sebuah kuali besar,
dan atas kuali besar, dari atas kuali mengepul keluar asap
warna hijau dan memperdengarkan suara mencicit yang
memekakkan telinga. jelas didalam kuali tersebut berisikan
cairan yang sedang mendidih.
Dua orang lelaki berperawakan tinggi kekar berdiri
disamping kuali dengan membawa tabung api.
"Bawa orang itu kemari" tiba2 terdengar si pelajar
bertangan ganas Suma Ing membentak keras.
Dari balik gua segera muncul seorang kakek tua berbaju
perlente dengan perawakan cebol sekali digusur keluar.
Melihat orang tersebut, sepasang muda mudi kita merasa
terkesiap. karena orang ini bukan lain adalah Thiat So cay
Sin atau si Dewa Harta Bertangan Telengas Go Sing.
Entah secara bagaimana seluruh kekuatan badannya se-
akan2 sudah lenyap tak berbekas, dengan sepasang mata
sayu ia mandah digusur keluar dari balik gua.
Dengan sikap jumawa Sipelajar bertangan ganas Suma
Ing bangun berdiri dan berjalan turun dari atas panggung,
dari dalam sakunya ambil keluar sejilid kitab kemudian
menabok punggung si Dewa Harta Bertangan telengas
tersebut seraya berkata,
"Asalkan kau dapat menirukan gerakan jurus ini dengan
tepat. aku berjanji akan melepaskan sebuah jalan hidup
bagimu "
Dengan pandangan tajam si Dewa Harta bertangan
Telengas memperhatikan kitab tersebut, kaki tangan
bergerak melakukan pelbagai gaya serta gerakan namun
setiap kali pula sum Ing geleng kepala menyatakan ketidak
benaran gerakan itu.
Lam Kong Pak serta Pek li siang bersembunyi disebuah
lekukkan gua karang. sakintg tegangnya melihat keadaan
dibawah panggung tanpa terasa peluh telah membasahi
seluruh tubuhnya.
Kembali suma Ing menanti beberapa saat lamanya,
melihat semua gerakan si Dewa Harta Bertangan Telengas
tetap tidak benar, ia jadi tidak sabaran tegurnya, "Eeeei...
kau betul2 tidak mengerti atau sengaja berlagak pilon?...."
"Harap sauw-hiap jangan gelisah. dalam waktu singkat
cayhe bakal memahami inti sari dari gerakan ini hanya saja
entah apa maksud sauw-hiap minta aku orang she-Go
melakukan tindakan ini ?"
"Tidak ada apa2nya aku hanya mohon bantuanmu untuk
memecahkan kesulitanku ini"
"Seandainya ada orang she Go berhasil memahami
gerakan jurus serangan ini, apakah sauw-hiap benar2 suka
melepaskan diriku ?"
"Dengan kedudukanku serta urutan namaku dalam
pertemuan puncak para jago seluruh kolong langit. kau
anggap hanya sedikit urusan kecil ini saja tak dapat
kuputusi sendiri?"
"Baik"
Kembali si Dewa Harta Bertangan Telengas
memperhatikan kitab kecil itu beberapa saat kemudian
pusatkan seluruh perhatiannya untuk melakukan suatu
gerakan yang aneh dan mencengangkan hati.
Seluruh tubuh suma Ing tergetar keras. diatas wajahnya
yang ganteng tiba2 terlintas suatu perubahan yang
menyeramkan. diiringi gelak tertawa seram laksana kilat
jari tangannya terkelebat menotok jalan darah Cian cing
Hiat diatas pundak Go sing.
Tanpa bisa berbuat lebih banyak Go sing berdiri kaku
ditempat semula dengan gerakan yang tak berubah.
Dalam hati Lam Kong pak merasa keheranan- serentetan
pertanyaan bergelora dalam benaknya dengan kepandaian
silat yang dimiliki si Pelajar bertangan ganas suma Ing
kenapa masih membutuhkan bantuan dari si Dewa Harta
Bertangan Telengas untuk menyelidiki jurus serangan yang
aneh tersebut? kemudian setelah berhasil dipahami jalan
darahnya lantas ditotok?
Jurus serangan dari ilmu silat apakah itu? kenapa jauh
berbeda dengan jurus serangan pada umumnya-?
Lam Kong Pak saling bertukar pandangnya sekejap
dengan Pek-li Siang, wajah mereka penuh diliputi
kebimbangan hati. Namun Lam Kong Pak yang dapat
menangkap senyuman menyeramkan diatas wajah suma
Ing segera mengerti kalau ia tidak akan melakukan
pekerjaan baik.
"Bersiap sedia" Bentak suma Ing kembali dengan suara
berat.
Tampak dua orang lelaki berperawakan Tegap menarik
sebuah rantai yang kasar dan seorang lain mendorong kuali
besi tersebut, lambat2 mengangkatnya naik keudara
kemudian dialihkan keatas kepala si Dewa harta bertangan
telengas.
sementara itu Lam Kong pak serta Pek-li siang sudah
berhasil memecahkan teka teki tersebut jelas mereka
bermaksud menumpahkan cairan mendidih dalam kuali
tersebut keatas tubuh si Dewa Harta Bertangan Telengas.
sementara itu kuali raksasa tadi telah dialihkan keatas
batok kepala si Dewa Harta bertangan telengas. asap hijau
yang tebal mengepul keluar dari kuali tersebut, dapat
diduga beberapa derajatkah panas dari cairan mendidih
dalam kuali tersebut
"Tumpahkan" kembali suma Ing berseru sembari
ulapkan tangannya.
si lelaki berperawakan tegap yang mencekal rantai
tersebut segera menggetarkan tangannya...
"Byuuur...." diikuti suara gemercikan serta jeritan ngeri
menggemaa memenuhi memenuhi bau daging hangus
menyebar keempat penjuru. Aaaaahk ....."
saat Inilah Lam Kong Pak serta Pek Li siang menjadi
paham. ia suruh si Dewa Harta Bertangan Telengas
menirukan suatu jurus aneh kemudian menotok jalan
darahnya dan dengan cairan mendidih mengubahnya
sebagai sebuah patung emas.
Cairan tembaga dalam kuali telah habis dituangkan
selang kuali tersebut lambat2 meninggalkan tempat itu. dan
si Dewa Harta Bertangan Telengas pun telah berubah
menjadi seorang manusia emas yang memancarkan cahaya
berkilauan.
Tiba2 kedua orang itu sama2 terkesiap. hati mereka
seperti di-iris2 dengan sembilu sinar mata pun tanpa terasa
dialihkan kearah enam manusia emas lainnya.
orang pertama adalah seorang lelaki berambut awut2an
dengan punggung menggembel cupu2, berkaki telanjang.
celana sebatas dengkul dan berusia diantara empat puluh
tahunan.
orang kedua memiliki jenggot sepajang dada, wajahnya
ganteng, iapun berusia diantara empat puluhan.
orang ketiga berwajah matang karena usianya lebih
besaran dan memakai jubah yang longgar.
orang keempat berdandankan seorang siucai. pakaiannya
penuh tambalan berusia tiga puluh tahunan dan sangat
gagah perkasa.
orang kelima berwajah kurus seperti monyet, badannya
kurus kecil. berusia antara empat puluh tahunan. Dan sinar
mata Pek Lie siang tiada hentinya memperhatikan terus
siorang tua berwajah monyet itu,
orang keenam adalah seorang perempuan bertubuh tinggi
tegap. bermata jeli dan penuh kegenitan-
sedang orang ketujuh bukan lain adalah si Dewa harta
Bertangan Telengas Go sing.
Hati Lam Kong Pak menyelos, Pada keadaan seperti ini
ia benar2 berharap apa yang dilihatnya didepan mata hanya
pandangan mata belaka. seluruh pemandangan tersebut
bukan keadaan sebenarnya.
Namun kesemuanya adalah kenyataan- mengerikan-
sadis ....
sinar mata per-lahan2 beralih dan tiba2 berhenti diatas
dada salah seorang manusia emas tersebut.
Tampak diantara dada manusia emas tadi bertuliskan
beberapa kata dengan huruf kecil yang berbunyi: "Lam Hay
Cioe Khek" atau si Jago Arak dari Lam Hay, Ih Boen
Kauw.
Lam Kong Pak terkesiap. ia tahu dia adalah seorang
pendekar budiman dari kalangan lurus. ilmu silatnya luar
biasa dan sepanjang hidup paling gemar minum arak. tidak
pernah mencampuri urusan dunia kangouw. Tidak disangka
ia mendapat Celaka dalam keadaan seperti ini.
Didepan dada orang kedua bertuliskan- Hong Lui Khek
atau si Jago angin awan geledek Lam Kong Liuw....
Makin dilihat Lam Kong Pak makin terkejut. tubuhnya
gemetar sangat keras. tak kuasa lagi ia menjerit keras dan
seketika rubuh tidak sadarkan diri.
suasana dalam kalangan seketika itu juga menjadi kacau
balau. Terdengar suma Ing membentak keras-"Tangkap
mata2 "
Namun berhubung Pek Li siang jatuh tidak sadarkan diri
terlebih dahulu,lagi pula. mereka berdua berbaring diantara
lekukan tebing maka orang luar sama sekali tidak berhasil
menemukannya.
Dua, tiga puluh orang jago lihay melakukan pencarian
bersama2 disekeliling tempat itu, tetapi tanpa hasil.
suma Ing jadi keheranan- ujarnya "Barusan kudengar
jeritan keras datang dari arah sebelah sana, bahkan suara itu
sangat kukenal. mana bisa lenyap ."
Karena tidak percaya, ia lantas melakukan pencarian
sendiri disekitar tempat itu.
sementara ia berhasil menemukan liang tempat
persembunyian Lam Kong Pak serta Pek Li siang pada
mulanya kelihatan agak melengak diikuti
memperdengarkan suara gelak tertawa yang amat
menyeramkan.
Karena ia teringat apabila suara berasal dari Lam Kong
Pak, kini setelah melihat pakaian Lam Kong Pak yang
aneh, ia semakin yakin lagi kalau dugaannya tidak salah.
Lambat laun Lam Kong Pak sadar kembali dari
pingsannya. sementara itu Suma Ing masih tertawa tiada
hentinya ditempat itu,
Dengan kepandaian yang dimiliki Lam Kong Pak saat
ini, asalakan ia mau turun tangan membokong, dalam suatu
serangan kilat seketika dapat membinasakan suma Ing saat
itu juga.
Namun ia tidak ingin berbuat demikian rasa benci,
dendamnya saat ini tak bisa dilampiaskan dengan
membunuh habis seluruh lawannya saja.
Karena tanpa dilihat lebih jauh sekarang ia sudah tahu
orang ketiga dari ketujuh buah manusia emas itu adalah
ayah kandungnya "Hong Lui Khek atau si Jago Angin dan
Geledek Lam Kong Liuw.
Kemudian disusul 'siauw Yauw sianseng' Lu Ih Beng, sin
so Cuang Yen- atau si Mahasiswa bertangan sakti sang
Hong Tie 'Ciat Cuang sin Tou' atau si Pencuri sakti Pek Lie
Gong, 'chiet Cia Kua' atau si Perempuan Janda Kawin
Tujuh Kali Poei Coen dan terakhir si Dewa Harta
Bertangan Telengas Go sing.
sepasang matanya berubah merah ber-api2 seiuruh
tubuhnya gemetar keras,
sedangkan Pek Lie Siang tetap belum sadar dari
pingsannya, ia mengerti Pek Li siang per-tama2 jatuh tak
sadarkan diri terlebih dahulu setelah menemukan si Pencuri
sakti pun termasuk diantaranya.
suma Ing tertawa seram, jari tangannya laksana kilat
mengirim sebuah totokan mengancam jalan darah 'sian Lie
Hiat' diatas tubuh Lam Kong Pak.
Lam Kang Pak miringkan badan meluncur dua langkah
kesamping dan memeluk Pek Li siang kedaLam
pelukannya. seraya kertak gigi teriaknya keras- "suma ing
kau bajingan keparat. anjing terkutuk. ketujuh orang
manusia emas apakah hasil karyamu semua ?"
"Tidak salah hanya saja si Mahasiswa Bertangan
Telengas sang Hong Tie yang berada disini adalah barang
tulen sedang kau adalah barang tiruan "
saking khekhinya seluruh tubuh Lam Kong pak gemetar
keras, ia mendongak bersuit keras.
"Suma Ing kau anggap bisa berhasil lolos dari
cengkeraman ?"
"Cayhe rasa perkataan ini seharusnya aku yang tujukan
kepadamu heee...heeae...barang siapa yang berani
memasuki istana Naga sekalipun malaikat turun dari
kahyangan sendiripun jangan harap bisa menolong kalian
lolos dari kematian apalagi kalian sudah berhasil
menemukan rahasia istana kami."
Ia merandek sejenak. kemudian terusnya lebih jauh,
"Sekarang aku pun tidak ingin mengelabuhi dirimu lagi,
terus terang kuberitahukan kepadamu inilah ketujuh macam
gaya dari 'Mo san Kioe sie' ilmu maha sakti dikolong langit
dewasa ini. walaupun gerakan yang mereka pahami rasa
sedikit tidak benar, garis besarnya sudah tidak salah lagi.
Heee...heeeee... ketiga buah gerakan yang kau tunjukkan
tempo dulu. dalam pandangan aku suma Ing tak bakal
tahan sekali genjotan belaka."
"Dari mana kau dapatkah ketujuh buah gerakan ilmu
sakti Payung sangkala ini?"
"Tentang soal ini lebih baik kau bertanya sendiri kepada
raja akhirat, cayhe tak ada waktu untuk banyak bicara lagi
dengan dirimu....".
Bicara sampai disini ia meloncet mundur setombak
kebelakang, kepada salah seorang diantara kedua puluh
orang jago lihay itu serunya "chi thayhiap tangkap keparat
cilik ini."
seorang kakek tua berwajah bengis berambut panjang
terurai sepanjang pundak berkelebat keluar dari barisan,
seraya tertawa seram tegurnya^ "Keparat cilik, tahukah kau
siapa loohu?"^
"Tahu atau tidak sama saja bagaimana pun itu tak bakal
sanggup menerima sebuah serangan jariku"
"Haaaaa...." sikakek berwajah bengis itu tertawa seram.
"Loohu adalah si Awan Hitam Chi Jie...."^
Hawa napsu membunuh segera meliputi seluruh wajah
Lam Kong Pak, jurus pertama dari ilmu sakti Payung sang
kala dilancarkan lima jalur cahaya hijau berbentuk payung
mengurung seluruh angkasa.
"Braaak...." Ditengah bentrokan keras si Awan Hitam
Chi Jie mundur lima langkah kebelakang, sekalipun begitu
ia sama sekali tidak menderita luka.
Tak urung Lam Kong pak dibikin terperanjat juga,
pikirnya, "Bajingan tua ini benar2 luar biasa, agaknya untuk
keluar dari istana naga ini hari dalam keadaan selamat
sangat tipis sekali harapannya...."
Terdengar si Awan Hitam Chi Jie kembali berseru
"Keparat cilik ternyata kau punya simpanan juga, Nih
terima kembali sebuah seranganku...."
sementara berbicara ia sudah melancarkan tiga puluh
buah babatan maut, Lam Kong pak tidak sempat
mengeluarkan ilmu saktinya terpaksa ia melayani dengan
gunakan ilmu Telapak Lian Tiong sam Yen ciang Hoat-nya
seketika ia dipaksa mundur tiga langkah kebelakang.
si awan hitam Chi Jie tidak ingin memberi waktu buat
lawannya berganti napas badannya kembali menubruk
kedepan-
"Chi thayhiap harap segera mengundurkan diri." tiba2
terdengar Suma Ing membentak keras.
"Kau sudah dipaksa berada dibawah angin biarlah kita
tengok dulu bagaimana kepandaian yang dimiliki Guw
Thayhiap "
saking gusarnya biji mata Lam Kong Pak memancarkan
cahaya ber-api2, ia tahu suma Ing ada maksud
menggunakan sistim bertanding roda kereta untuk memeras
habis seluruh kekuatan yang dimilikinya, kemudian baru
menangkapnya dalam keadaan hidup2.
Manusia she- Guw segera berkelebat keluar dari barisan,
serunya memperkenalkan diri: "Loohu adalah si rembulan
Pagi Guw Yang. Eeeeei keparat cilik kau harus ingat baik2.
daripada naatinya kau salah melaporkan diri sewaktu
berhadapan dangan raja akhirat..."
Belum selesai ia bicara, tangannya sudah mengirim tiga
buah serangan dan kakinya melancarkan lima tendangan.
dalam sekejap tiga belas pukulan secara beruntun telah di
keluarkan-
Gerakan orang ini lebih cepat dan lebih tinggi satu
tingkat daripada kepandaian si Awan Hitam.
Tetapi kali ini Lam Kong Pak sudah bikin persiapan- ia
membentak keras sepasang mata memancarkan cahaya ber-
api2, dengan gerakan "Hwee san Toa Changi atau Payung
Berapi Pentang melebar jurus kedua dari ilmu sakti payung
sangkala ia hantam musuhnya hebat2.
"Braaaak...." Kembali suara bentrokan keras menggema
diseluruh angkasa, tubuh si Rembulan Pagi mencelat sejauh
satu tombak kemudian mundur sempoyongan lalu beberapa
langkah kebelakang.
Dengan adanya kejadian ini timbul perasaan bergidik
dalam hati Lam Kong Pak. sejak ia merubuhkan beberapa
orang jago diatas panggung Loei Thay tempo dulu dengan
andalkan ilmu sakti Payung sang kalanya, ia mengira
kecuali simajikan pemilik pegadaian Bu-lim dirinya sudah
tanpa tandingan lagi.
siapa nyana kenyataan jauh berada diluar dugaan-
sebelum suma Ing turun tangan, ia sudah dibikin kewalahan
oleh jago2 lihay yang ada didepan mata.
Menanti si Rembulan pagi siap melancarkan tubrukan
untuk kedua kalinya, tiba2 suma Ing ulapkan tangannya.
"Guw tayhiap silahkan beristirahat dahulu kali ini biar
Loo Thayhiap yang turun tangan- .."
Mendadak terdengar suara teriakan keras yang gegap
gemcita menggetarkan seluruh lembah bergema memenuhi
angkasa, tampak seorang manusia raksasa lambat2 bangun
berdiri
oooouw sunguh hebat sekali. tinggi orang ini melebihi
sembilan depa. pinggangnya lebar laksana sebuah sampan
kecil, telapak tangannya besar laksana kipas. cukup melihat
tangannya yang lebar serta sepasang bibirnya yang tebal
sudah cukup membuat orang merasa ngeri.
orang ini hanya memakai kulit macan sebagai penutup
alat vitalnya. dua buah gelang besar tergantung diatas
telinga. selangkah demi selangkah ia berjalan kehadapan
Lam Kong Pak.
Dalam rongga dada Lam Kong Pak sudah dipenuhi
dengan kobaran hawa amarah, sejak semula ia tidak
memikirkan lagi keselamatan sendiri karena pada saat ini
bukan saja ia berhasil membuktikan kalau ayahnya sudah
dicelakai orang bahkan satu2nya orang yang paling erat
hubungannya pun sudah kena dilukai pula.
Terdengar si lelaki raksasa itu memperkenalkan diri:
"Aku adalah si Malailat Raksasa Loo Liang Jen- keparat
cilik ayoh cepat rebah keatas tanah...."
suaranya keras bagaikan sambaran geledek membuat
anak telinga jadi sakit, setiap langkahnya mencapai sejauh
satu tombak lebih tujuh delapan, ia ayunkan telapak
tangannya yang lebar mencengkeram batok kepala Lam
Kong Pak.
Lam Kong Pak ada maksud mencoba seberapa besar
tenaga yang dimiliki raksasa ini. lengan kiri dengan sekuat
tenaga dihantamkan keatas lengan Loo Liang Jen dengan
gerakan Cuang Yen ci Te atau sang Mahasiswa Lulus Ujian
jurus terakhir ilmu telapak Lian Tiong sam Yen-nya si
mahasiwa bertangan sakti sang Hong Tie.
Bluum... ditengah suara bentrokan keras tubuh Loo
Liang Jen tetap tak bergerak, sebaliknya Lam Kon Pak
terpental sejauh tujuh delapan langkah, hampir2 saja lengan
kanannya tak sanggup diangkat kembali.
Rasa terkejutnya kali ini bukan alang kepalang, ia tidak
berani melayani pertarungan keras lawan keras lagi, hawa
murni buru2 disalurkan mengelilingi seluruh badan siap
menghadapi serangan berikutnya.
simalaikat Raksasa Loo Liang Jen busungkan dada maju
mendekati Lam Kong Pak lengannya dengan diiringi
deruan angin keras menabok keatas pipi pemuda tersebut.
Lam Kong Pak tertawa dingin. jurus Tiong Koei Kay san
atau Tiong Koei Membuka payung sekali lagi dipergunakan
"Braaaak " sekali lagi terjadi suara bentrokan keras.
tubuh Loo Liang Jen bergoyang tiada hentinya sementara
bibirnya memperlihatkan suatu senyuman ke-tolol2an,
sebaliknya Lam Kong Pak sendiri terpukul mundur satu
langkah kebelakang.
saat inilah Lam Kong Pak baru percaya bahwa orang ini
memiliki tenaga alam yang sangat luar biasa, tak mungkin
bisa menangkan dirinya dengan andalkan tenaga. Dan jurus
kedua dilancarkan pun tak akan bisa menangkan dirinya.
Tiba2 Lo Liang Jen putar badan membelakangi dirinya.
sembari tertawa haha hihi serunya: "Eeeeei....keparat cilik,
aku orang tidak akan turun tangan balas menyerang. Nah
cobalah sekali lagi kekuatanmu "
Dengan adanya kejadian ini, timbul perasaan simpatik
dalam hati Lam Kong Pak terhadap orang ini. ia merasa
diantara jago2 yang hadir dalam kalangan saat ini, hanya
Malaikat raksasa Loo Liang Jen seorang memiliki watak
jujur, polos dan masih diliputi ke-bocah2an asalkan dapat
menarik dirinya memasuki jalan yang benar, ia betul2 suatu
bakat yang sangat bagus,
Karena timbul pikiran demikian ia tidak tega untuk
melancarkan serangan lebih jauh
siapa nyana suma Ing dapat menebak maksud baiknya
sembari tertawa dingin segera jengeknya "sudahlah. tak
usah kau tunjukkan kebajikan Perempuanmu, kau anggap
asal ia tidak melancarkan serangan balasan lantas kau bisa
melukai dirinya?"
Dengan adanya perkataan ini sama dengan menerobosi
rahasia hati Lam Kong pak membuat pemuda Itu tanpa
terasa telah berpikir
"seandainya orang lain tidak mengirim serangan balasan,
dan ilmu sakti yang aku gunakan sama sekali tak berhasil
melukai pihak lawan- ilmu sakti payung sengkala ini
bukankah sama sekali tak bisa terhitung sebagai suatu ilmu
maha sakti " Dia mana tahu kalau kekuatan alam dari Loo
Liang Jen ini sangat luar biasa, seluruh tubuhnya boleh
dikata otot kawat balung wesi bacokan senjata bukan saja
tidak mempan- bisa tahan pula terhadap pukulan tenaga
dalam. kakuatannya jauh lebih hebat satu tingkat daripada
ilmu kebal lainnya.
Apalagi suma Ing berwatak keji licik dan banyak akal ia
dapat menebak tabiat Lam Kong Pakjujur dan welas hati. ia
tak akan melancarkan serangan dibagian bahaya.
semisalnya terkena bagian yang bahayapun yang luka dan
sakitpun bukan dirinya.
Lam Kong Pak yang dihasut sehingga menimbulkan rasa
ingin menangnya, diam2 menyalurkan hawa murninya
mencapai tujuh bagian, dengan gerakan kedua Payung
berapi Pentang melebar ia hantam tubuh musuhnya.
Bluuum...." Serangan tadi dengan telak bersarang diatas
pantat Loo Liang Jen, dalam sekejap mata robekan baju
beterbangan keangkasa, pantatnya yang hitam dan melebihi
bukit kecil itu segera tertentang bulat2 didepan mata.
Loo Liang Jen mendengus. tubuhnya maju dua langkah
kedepan namun sama sekali tidak menderita luka.
Dalam kalangan seketika meledak suara gelak tertawa
yang sangat ramai, Lam Kong Pak tidak dapat menahan
diri lagi. ia membentak keras dengan gunakan seluruh
tenaga yang dimilikinya sekali lagi menghantam pantat Loo
Liang Jen dengan gerakan ketiga Tiauw Thian- atau selaksa
Payung menengok Kelangit.
seketika muncul lima rentetan cahaya merah yang
meluncur keluar mengurung daerah seluas beberapa tombak
dan menciptakan suatu badai yang maha dahsyat.
"Gelegarrr...." Tubuh Loo liang Jen tinggi besar mencelat
sejauh tiga tombak dan menggeletak diatas tanah tak
berkutik lagi.
Melihat kejadian ini Lam Kong pak tertegun. timbul rasa
sesal dalam hati kecilnya. Pada waktu itu diiringi suara
tertawa seram selangkah demi selangkah suma Ing
mendekat.
Musuh besar saling bertemu muka membuat biji mata
merah membara, saking gemasnya Lam Kong Pak ingin
sekali menelan ia hidup2 berikut tulang belulangnya.
Ia segera mengumpulkan seluruh tenaga dalamnya yang
dimilikinya kelengan sebelah kanan siap menghadapi segala
sesuatu.
Makin lama suma Ing berjalan semakin mendekat,
senyuman yang menghiasi bibirpun makin keji, makin
beringas menyeramkan se-olah2 ia tidak pandang sebelah
mata pun terhadap ilmu sakti Payung sengkala dari Lam
Kong Pak.
Lam Kong Pak menunduk memandang sekejap Pek Li
siang yang ada didaLam pelukan-tampak sepasang matanya
terpejam rapat2, air muka pucat pasi bagaikan mayat.
hatinya seketika sedikit bergerak. pikirnya
"Ayah serta suhuku telah celaka ditangannya, dendam
sakit hati ini walaupun harus dibalas tetapi pada saat ini
Pek Li siang jatuh tidak sadarkan diri karena kematian
orang tuanya. kalau tidak beruntung aku pun kena ditawan-
bukankah dendam berdarah dua keluarga akan lenyap
bagaikan tenggelam didasar samudera? mungkin sekali
kesucian Pek Li siang pun sukar dipertahankan lagi tidak
disangka...." Lima langkah Tiga langkah sepasang mata
Lam Kong Pak memancar cahaya dingin menggidikkan
hati. suatu ingatan berkelebat dalam benaknya. dengan
sekuat tenaga ia mengirim sebuah serangan dengan jurus
Ban san Tiauw Thian- atau selaksa Payung Menghadap
kelangit.
"Bluuum " Debudan pasir beterbangan memenuhi
angkasa, pandangan sekeliling tempat itu jadi kabur. sedang
Lam Kong Pak sendiri tergetar mundur dua langkah
kebelakang.
Dalam waktu singkat kembali suatu ingataan berkelebat
dalam benaknya. "Demi menjaga kesucian Pek Li siang
serta dendam berdarah dua keluarga. saat ini aku harus
berusaha untuk melarikan diri"
Ia tidak ragu2 lagi. sambil putar badan ia melarikan diri
kedalam gua bukit karang.
siapa sangka agaknya suma Ing dapat menebak maksud
hatinya, ia segera mengejar dari belakang. Bahkan
disebabkan suma Ing hapal dengan jalan disana tidak selang
beberapa saat jaraknya telah diperpendek hingga tiga
tombak lebih-
setelah keluar dari gua karang mereka masuk kedunia
kaca diam2 Lam Kong Pak berseru tertahan-
sewaktu tadi ia melewati jalanan didunia kaca. boleh
dikata perjalanan dilalui secara sembarangan- sekarang ia
harus menggendong seorang. ditambah pula suma Ing lebih
hapal dengan jalanan disekitar sini mana mungkin ia dapat
meloloskan diri dari cengkeramannya ?
sementara ia masih termenung suma Ing telah tiba dua
tombak dibelakangnya mendadak dari arah depan
berkumandang pula suara bentakan keras: "Akan kulihat
kau hendak lari kemana? seluruh tubuh Lam Kong Pak
tergetar keras ia membentak keras. sekuat tenaga telapak
tangannya menghantam kearah dinding kaca.
‘Braaak" dinding kaca itu hancur- lebur, tubuhnya
menerobos keluar dari ruangan dan menyelam kedalam air.
sejak kecil Lam Kong Pak pandai berenang, perlu
diketahui 'siauw Yauw sianseng' Lu Ih Beng adalah jago
nomor satu dikolong langit dewasa ini yang pandai dan ahli
dalam ilmu berenang.
Ia totok jalan darah Pok Lie siang kemudian menyelam
kedasar air.
setelah berenang kurang lebih satu dua jam lamanya,
mendadak suasana didalam air makin lama semakin gelap
ia jadi keheranan menurut perhitungannya saat ini adalah
fajar, seharusnya suasana terang benderang.
Daerah menang makin lama semakin tinggi, makin lama
semakin gelap. se-akan2 mereka sedang memasuki sebuah
gua didasar telaga.
Lam Kong Pak segera berenang keatas dan munculkan
diri diatas permukaan air, setelah memperhatikan keadaan
disekelilingnya sedikit pun tidak salah. ia berdua memang
berada didalam sebuah gua, permukaan air hanya terpaut
kurang lebih lima, enam depa dengan langit2 gua.
Tempat ini betul2 suatu tempat yang indah seandainya
mereka bersembunyi didalam gua ini pasti siapa saja jangan
mengharap bisa menemukannya menurut analisa Lam
Kong Pak tempat ini merupakan salah satu pulau ditengah
telaga sak Cioe Auw sedang gua ini letaknya ada dibawah
permukaan air dan berarti diatas pulau tentu ada jalan yang
berhubungan dengan tempat ini.
Ia menyeret tubuh Pek Li siang memasuki ke daLam gua
dan mendaki lebih keatas.
Tiba2 sinar matanya terbentur diatas sebuah tiang batu
besar yang ada disisi gua, diatas tiang tadi berukirkan kata2
yang berbunyi sebagai berikut, "AuW sim Piat Hu" atau
yang berarti Istana Pesanggrahan ditengah telaga.
"Aaaah..."
Lam Kong Pak berseru tertahan, pikirnya "Ditempat ini
tentu ada penghuninya kalau tidak kenapa bisa ada tulisan
disini? apa lagi keempat buah tulisan tersebut ditinggalkan
oleh ukiran jari tangan"
Dengan pusatkan seluruh perhatian Lam Kong pak
memperhatikan keadaan disekeliling tempat itu, kecuali
suara ombak sama sekali tak kedengaran suara lain-
Ia melanjutkan perjalanannya keatas. kurang lebih satu li
kemudian tiba2 terasa cahaya sang surya menyorot masuk
kedalam.
setelah belok beberapa tikungan, keadaan medan
semakin luas. ditempat kejauhan secara lapat2 dapat dilihat
langit nan biru serta pemandangan yang indah
disekelilingnya.
Dengan hati kebat kebit ia berjalan keluar dari gua
tersebut disusul dengan seruan tertahan-
Tempat itu adalah sebuah selat buntu, kedua belah
dinding tebing memanjang kedepan makin kedepan
semakin sempit, diatas hanya terdapat ruang kosong sebesar
telapak tangan dan menyorot masuk sedikit sekali cahaya
sang surya,
sekalipun begitu pemandangan disana sangat indah,
buah2an tumbuh dengan suburnya disana, burung berkicau
bunga semerbak sungguh boleh dikata sebagai sorga dunia.
Lam Kong Pak tarik napas panjang2 ia merasa dadanya
jadi longgar setelah meletakkan Pek Li siang keatas tanah
lantas membebaskan jalan darahnya yang tertotok.
Terhadap diri Pek Li siang ia menaruh perasaan
menyesal yang bukan kepalang sejak semula ia sudah ambil
keputusan asalkan Pek Li siang mau ia rela bentrok dengan
cioe Cien cien maupun cioe Li Yap untuk kawin dengan
dirinya sebagai pembalasan atas kelalaiannya,
Lambat2 Pek Li siang sadar dari pingsannya biji mata
dengan penuh perasaan tercengang berputar memandang
keadaan disekelilingnya.
Lam Kong pak segera berbisik menceritakan keadaan
sebenarnya kepada gadis ini, bahkan menyatakan pula
bahwa sepanjang hidup ia tak akan meninggalkan dirinya
lagi.
Pek Li siang merasa terharu air mata jatuh bercucuran.
untuk beberapa saat rasa cinta dan dendam bergelora dalam
dadanya lama sekali ia membungkam dalam seribu bahasa.
" Engkoh Lam Kong" akhirnya ia berseru. "Lepaskan
pakaianmu, biar siauw-moay cucikan untukmu"
"Terima kasih, pakaianmupun kotor, apakah kau tidak
hendak lepas pakaian untuk mencuci?"
"Ehmmm. kau sungguh jahat"
"Siang-moay, sungguh. disini tak ada orang
pemandangan pun sangat indah. kalau disini ada barang
makanan siauw-heng ingin sekali menjalani penghidupan
bagaikan malaikat ditempat ini sepanjang masa "
Pek Li siang mengerling sekejap kearahnya jelas ia
sangat kegirangan.
"siauw-moy pun punya pikiran begini" jawabnya lirih.
"Namun kita semua membawa dendam berdarah dibadan,
seandainya tidak berusaha untuk menuntut balas, malu kita
sebagai putra putri orang tua kita. benar bukan?"
"Benar" Lam Kong Pak mengangguk. ia peluk tubuh Pek
Li siang dan per-lahan2 mencium bibir serta pipinya.
"Hutang darah harus dibayar dengan darah, suma Ing
bajingan anjing ini berhati terlalu keji. pada suaatu hari
siauw-heng akan suruh dia merasakan bagaimanakah
tersiksanya mati tak bisa hidup pun tak bisa"
"Kau bersikap demikian terhadap siauw-moay, tentu saja
siauw- moa y merasa bagaikan pucuk dicinta ulam tiba.
namun....."
"Namun kenapa ? apakah kau tidak suka kepadaku?"
"Tidak lain kali kalau kau berjumpa kembali dengan
nona Cioe, kau...."
"Berlegalah hati siauw-moay Siauw-heng sudah ambil
keputusan bulat. sekalipun mareka tidak mau memaafkan,
siauw-heng pun tidak merasa sayang ... ,"
"Mereka? apakah kecuali nona Cioe masih ada orang
lain ?"
"Benar. Saat ini Siauw-heng sudah seharusnya
menerangkan kepadamu "
"Tunggu sebentar. biarlah aku yang menebak gadis itu
bukankah si Tiau San tangan beracun Liuw Hwie Yen dari
benteng Hwie Him Poo "
"Salah besar aku dengan dirinya hanya kenal karena
perjumpaan beberapa kali kendati aku berhutang budi
kepadanya. tak bisa dibicarakan kesoal yang lain "
"Lalu siapakah dia ?"
"Jangan gelisah, jangan bimbang. bukankah siauw-heng
sudah menyanggupi untuk beritahu kepadamu?"
"Kalau mau bicara, katakanlah. siapa yang merasa
gelisah?".
Kendati diluaran ia berkata tidak gelisah, padahal sinar
matanya menunjukan harapan bisa mengetahui lebih cepat
peristiwa tersebut.
Lam kong pak pun segera bercerita secara bagimana ia
menyaru untuk memasuki perkampungan Toa Loo San
cung. kemudian secara bagaimana terjatuh kedalam lubang
kepundan gunung berapi.
Pek Li Siang kesemsem, ia mendengarkan dengan penuh
perhatian mulutnya membungkam dalam seribu bahasa.
"Siang-moay. apa yang sedang kau pikirkan?" Tegur
Lam Kong Pak sambil mengangkat mukanya yang ayu.
Pek Li siang tersenyum. sekalipun senyuman ini
kelihatan agak dipaksakan. "siauw-moay sedang
mengagumi akan rejekimu yang menomplok "
"Apa maksud siang- moay berkata demikian ?"
"siauw-moay dilahirkan dalam keluarga kecil. lagi pula
asal usul ayahku rada tidak sedap didengar, tentu saja tak
dapat dibandingkan dengan keagungan nona2 orang
berduit. maka dari itu aku pikir."
" Kenapa ?"
" Karena kau menaruh kasihan kepadaku, paksakan diri
untuk kawin dengan diri siauw-moay. Engkoh Lam Kong.
kalau kau sampai berbuat demikian maka sepanjang hidup
siauw-moay akan menanggung rasa sesal. karena hal ini
menunjukkan bahwa kau tidak bersungguh-sungguh
mencintai diriku "
"salah, salah besar" seru Lam Kong Pak penuh rasa
terharu. "Bagaimanakah tabiatku. seharusnya harus dapat
kau temui selamanya. aku tidak melakukan pekerjaan yang
disertai dengan paksaan. padahal dalam kenyataan sejak
kita berjumpa untuk pertama kalinya dahulu siauw-heng
sudah menaruh rasa simpalik kepadamu. hanya saja tempo
dulu diriku berada dalam keadaan sulit sehingga tiada
waktu untuk membicarakan soal ini dengan dirimu "
" Ucapanmu ini apakah diutarakan dari hati nuranimu ?"
"Kalau ada setengah patah kata saja yang bohong. aku
tidak mendapat kematian yang tenang."
Pek Li siang segera menubruk dalam pelukan pemuda itu
dan menutupi mulutnya dengan jari tangan-
"siauw- moay percaya dengan perkataanmu buat apa kau
bersumpah demikian beratnya "
"Kalau siang- moay bisa mempercayai diriku jauh lebih
baik, bagaimana pun waktu dikemudian hari masih
panjang. kau bakal paham dengan sendirinya "
Pek Li siang benar2 terharu, ia mengirimkan bibirnya
yang kecil mungil keatas bagaikan makan gula2 saja saling
berciuman mesra dengan Lam Kong Pak.
Menerima ciuman itu, sang pemuda jadi kalap dengan
penuh bernapsU ia segera balas mencium pipi, bibir, rambut
serta lehernya.
Lama... lama sekali Pek Li siang baru berkata: "Cepat
lepaskan pakaianmu untuk dikeringkan, memakai baju
basah dapat mendatang sakit dibadan "
"Baik. bagaimana dengan kau?"
"Kau tak usah mengurusi diriku "
"Disini tak ada orang lain, kau boleh kesana untuk
melepaskan pakaian- siauw-heng tidak akan mengintip kau
sewaktu telanjang nanti ,"
DEMIKIANLAH mereka berdua segera bersembunyi
dibelakang batu besar dan melepaskan pakaian untuk
mengeringkannya,
"seandainya kita berhasil meloloskan diri dari selat ini"
Ujar Lam Kong Pak kemudian-"Sekalipun kita tidak
mencari sipemilik pegadean Bu-lim untuk menuntut balas,
mereka pun tak akan melepaskan kita orang begini saja,
maka dari itu ilmu silat sangat penting bagi kita, Walaupun
siauw-heng memiliki ilmu sakti Payung sengkala namun
setelah pertarungan sebanyak dua kali dengan suma Ing.
Aku mulai merasa untuk mengundurkan diri mungkin
masih bukan jadi persoalan namun kalau ingin membalas
dendam masih terpaut amat jauh sekali. Apalagi ketujuh
manusia emas yang dibuat suma Ing sewaktu ada didalam
istana Naga tersebut katanya merupakan ketujuh buah jurus
dari ilmu sakti Payung sengkala 'Mo san Kioe si' kini jurus
serangan itu tinggal kurang dua jurus. seandainya ucapan
ini benar. maka ilmu silat yang dimiliki suma Ing jauh
berada diatas siauw-heng dan tak mungkin berada
dibawahku."
"Kita harus saling bekerja sama untuk menanggulangi
kesulitan ini, aku telah ambil keputusan untuk menurunkan
ilmu Thian suo so dari guruku serta ilmu telapak Lian
Tiong sam Yen ciang Hoat dari sang-cianpwee kepadamu
terlebih dulu, kemudian dengan hawa murni tiga bagian
berusaha menembusi uratmu. Dengan demikian sekalipun
kau masih kalah setingkat dari kepandaianku, namun
dihadapan jago2 Bu-lim pada umumnya kau masih bisa
mempertahankan diri"
"Engkoh Lam Kong, kau sangat baik bagaimana caranya
aku membalas jasamu ini?"
"Kita sudah menjadi suami isteri, kau....."
"Aaaaah kau genit amat, kau jahat. aku tidak mau...."
sejak itu meraka berdua mulai berlatih ilmu silat didalam
selat buntu itu, setelah lewat sehari semalam dengan bakat
Pek Li siang yang bagus serta mendapat bimbingan dari dua
macam ilmu sakti, nadinya berhasil ditembusi, ilmu silat
yang dimiliki gadis ini pun mendapat kemajuan yang sangat
pesat..."
Lam Kong Pak sendiri pun berlatih rajin, ia
menggabungkan ilmu2 silatnya Thian Sue so, Lian Tiong
sim Yen ciang Hoat serta san Tian cap sah sih jadi satu dan
menciptakan sebuah ilmu telapak yang terdiri dari dua
puluh empat jurus dengan sebuah sam Ho It Ciang Hoat
atau ilmu telapak Tiga Gabung satu.
"Kita sudah ada sehari semalam tidak makan tidak
minum, didalam selat ini banyak tumbuh buah2 merah.
kenapa tidak kita petik untuk menangsal perut?" ujar Lam
Kong Pak suatu ketika.
"Tapi buah itu buah biasa atau mungkin buah beracun ?"
"Aaah. tidak mungkin- dikolong langit mana ada urusan
yang begitu sial. apalagi seandainya buah ini adalah buah
beracun. kita bisa mati ber-sama2 bukankah jauh lebih baik"
Kedua orang itu segera memetik belasan biji buah merah
yang besarnya sekepalan dan berbau harum itu. ketika
dirasakan ternyata manis sangat enak. karenanya dengan
berlega hati mereka lantas melahap buah tersebut.
Masing2 orang menghabiskan lima enam biji. perut baru
terasa kenyang namun belum selang beberapa waktu
seluruh badannya terasa jadi gatal, panasnya sukar ditahan-
se-olah2 diatas kulit badan mereka dirambati oleh ber-
laksa2 ekor ular kecil.
Merasakan keanehan itu mereka berdua sama jadi
terperanjat, sadarlah bahwa mereka telah salah menyantap
buah beracun, rasa sedih dalam hati mereka susah
dilukiskan lagi.
Mereka tak menyangka baru saja lolos dari kematian
ditangan suma Ing. ternyata tak berhasil pula keluar dari
telaga sak cioe Auw dalam keadaan hidup.
Rasa panas dan gatal dibadan makin lama semakin
menghebat, mereka berdua saling berpelukan semakin erat
dan ber-gulung2 diatas tanah, sekalipun merasa sedih
mereka ambil keputusan untuk mati jadi satu,
Makin lama semakin menghebat dan akhirnya mencapai
pada puncaknya, mereka tak bisa tahan lagi. sambil
menjerit2 histeris ke-dua orang itu bergelindingan diatas
tanah sehingga akhirnya masuk kedalam sebuah selokan.
Air dalam selokan dingin menusuk tulang,
mendatangkan rasa nyaman ditubuh mereka laksana bara
api saja, sekalipun air selokanpun ikut mendidih dan
mengeluarkan asap tebal.
Lam Kong Pak maupun Pek Li siang ambil keputusan
hendak mati bersama mereka berpelukan lebih kencang
lagi.
Mendadak terdengar Pek Li siang menjerit kaget, tampak
kulit diatas wajah Lam Kong Pak mulai berkerut.
membelah dan akhirnya mengelupas sehingga kelihatan
dagingnya yang berwarna merah.
Kupasan kulit tersebut makin lama makin besar sehinga
boleh dikata seluruh kulit diatas wajahnya mengupas
sendiri, muncullah daging lembut dan berwarna merah itu,
keadaannya mirip dengan burung gereja yang baru menetas
dan belum tumbuh bulu dibadan, belum tumbuh bulu
dibadannya membuat orang merasa ngeri.
sementara itu Lam Kong Pak menjerit tertahan, ia
menemukan kulit diatas wajah Pek Li siang pun mulai
memerah dan akhirnya mengupas semua.
Mereka berdua saling memandang dengan mata
terbelalak mulut melongo, rasa kaget dalam hati mereka
bukan alang kepalang.
Tampak kulit ditangan, dikaki bahkan diseluruh
tububnya mengupas semua.
seketika itu juga diatas permukaan air penuh dengan
kupasan kulit manusia yang mengapung dan hanyut kehilir.
Tidak sampai seperminum teh. kulit dari mereka sudah
mengupas semua. ini mereka jadi manusia aneh yang
berdaging merah dan lunak,
Dalam keadaan seperti ini mereka mau nangis tak bisa
mau tertawa pun sungkan namun rasa panas makin
menurun bahkan mendatangkan rasa nyaman ringan
bagaikan mau terbang keangkasa mengikuti tiupan angin.
Mereka berdua mana tahu kalau yang mereka telan
adalah buah malaikat yang memiliki kasiat sangat mujarab,
jangan dikatakan begitu banyak. cukup separuh saja sudah
dapat menambah enam puluh tahun hasil latihan-
Kini kulit badan mereka pada mengupas dan berubah
jadi manusia aneh sebenarnya peristiwa ini bukan lain
adalah peristiwa Berganti tulang ganti kulit yang sering
dikatakan oleh pelajaran Bhuddha maupun Tooisme.
Akhinya rasa panas dibadan lenyap tak berbekas. mereka
berjalan keluar dari selokan-dan tubuh mereka merasa
sangat ringan bagaikan dua lembar daun kering serasa kaki
tidak menempel ditanah saja,
Bahkan perut tidak terasa lapar tidak merasa dahaga.
serasa mereka telah berada didunia yang lain- Tiba....
" Engkoh Lam Kong, wajahmu mulai berubah kembali"
Teriak Pek Li siang keras. "Paras mukamu tidak merah lagi
seperti tadi namun lebih bercahaya. lebih tampan kalau
dibandingkan keadaan semula"
"siang-moay. kau pun sama pula keadaannya. Bahkan
kulit badanmu pun makin putih, semakin halus bercahaya.
sunguh sukar dilukiskan dengan kata2. pokoknya
kecantikan wajahmu luar biasa "
"Sungguh ?"
"Buat apa aku membohongi dirimu? Tidak disangka
karena bencana kita mendapat rejeki. yang kita makan
adalah buah sorga ?" Tiba.....
Lam Kong Pak menarik tangan Pek Li siang untuk
diajak bersembunyi dibalik sebuah batu besar kemudian
sambil menuding keujung selat ujarnya "siang-moay coba
lihat, benda apakah itu ?"
Pek Li siang berpaling. ia merasa terkesiap.
Kiranya dari balik sebuah celah batu meloncat keluar
seorang bayi yang putih, gemuk dan berbadan telanjang.
Usianya kurang lebih baru tiga, lima bulan. paras mukanya
sangat menarik hati.
sebagai seorang wanita Pek Li siang berhati cermat, tiba2
hatinya tergetar, serunya "Aku lihat dia adalah siluman "
"Aaah. tidak mungkin, masa disiang hari bolong bisa
muncul siluman?"
"Coba bayangkan bayi yang baru berusia tiga, lima bulan
masa bisa jalan sendiri?
"seandainya ia memiliki keistimewaan yang berbeda
dengan bayi2 biasa dan usia sebesar itu sudah dapat
berjalan, bagaimana bisa me-loncat2 dengan begitu
mengesankan ?"
Mendengar penjelasan itu Lam Kong Pak merasa sadar
bayi2 yang ada dikolong langit kendati bagaimana sehatnya
belum pernah didengar ada bayi berusia tiga lima bulan bisa
berjalan sendiri bahkan dapat meloncat dengan riang
gembira bagaikan bocah berusi lima enam tahun.
Apalagi dalam sebuah selat buntu yang tak ada manusia,
darimana datangnya bayi? apakah hasil jelmaan dari
siluman?
Timbul rasa ingin tahu dalam hati mereka berdua,
mereka sama2 pasang mata mengintip dari balik batu.
Tampak bayi montok itu meloncat. ber-lari2 dengan
wajah penuh senyuman kegirangan-sambil memetik bunga
ia berjalan makin mendekat.
"Pasti siluman- bukan manusia" ujar Pek Li siang dengan
nada yakin namun sinar matanya tetap memandang kearah
bayi itu tajam-tajam.
"siauw-heng pun menaruh curiga mungkin bayi ini
adalah hasil jelmaan dari siluman gunung ".
"Bagaimana kalau kita tangkap saja?"
"Tapi kau harus memperhatikan tajam2 kalau sampai
biarkan dia lari jangan harap bisa kita tangkap lagi "
sementara mereka sedang ber-cakap2. bayi montok itu
telah berlari dan meloncat datang jaraknya tinggal dua
tombak dari batu besar dimana mereka bersembunyi.
Lam Kong Pak segera memberi kisikan kepada Pek Li
Siang untuk jangan bersuara, sedang dengan jari tangannya
ia menulis Thian HHoo Pou Gwat atau sungai Langit
Memeluk Rembulan empat kata diatas tanah.
Pek Li siang mengerti Lam Kong Pak menyuruh ia
menggunakan jurus serangan tersebut untuk menangkap
dirinya, ia segera pusatkan perhatian siap melancarkan
tubrukan.
Baik ilmu silat maupun tenaga dalam yang dimiliki
mereka berdua pada saat ini sudah mencapai pada
puncaknya asalkan mereka ada maksud menangkap musuh
dalam jarak belasan langkah masih bukan persoalan yang
sulit, hanya saja mereka tidak sadar akan kekuatan tersebut.
satu tombak setengah.... satu tombak, setengah
tombak....
Laksana kilat Pek Li siang meloncat keluar dari tempat
persembunyiannya, dengan gerakan Thian Hoo Pau Gwat
atau sungai Langit Memeluk Rembulan ia tubruk bayi
montok itu dengan telak.
Bayi tersebut jadi terperanjat sewaktu rasakan datangnya
tubrukan, kaki dan tangannya saling menyepak dan barusan
meronta dari pelukan, namun Pek Li siang memeluknya
erat2 tak mungkin baginya untuk melarikan diri
setelah Pek Li siang berhasil memeluk bayi montok itu
timbul cinta kasih seorang ibu terhadap bocah cilik. ia
tempelkan pipinya keatas pipi bocah tersebut dan
menciumnya.
Dalam pada itu Lam Kong Pak pun meloncat keluar dari
tempat persembunyiannya memperhatikan bayi tadi dengan
teliti hatinya kegirangan sukar dilukiskan, ia merasa bayi ini
bukan saja montok. putih sangat menyenangkan bahkan
jauh berbeda dengan bayi2 biasa. wajahnya bercahaya
tajam. hanya sayang tak dapat berbicara,
saking cemasnya bayi itu jadi gelisah, air muka berubah
merah padam dan menunjukkan perasaan takut.
Tiba2 suatu ingatan berkelebat dalam benak Lam Kong
Pak. la merasa bayi ini se-akan2 sangat mirip dengan wajah
seorang yang dikenalnya. hanya untuk sesaat tak teringat
olehnya siapakah orang itu.
Kembali bayi itu meronta beberapa waktu akhirnya ia
merasa putus asa dan tiba2 ber-henti. sedang badannya
yang gemuk dibawah sorotan cahaya sang surya makin
kabur,
"Aaaah. sungguh aneh. ia mulai melenyapkan diri"
Teriak Lam Kong pak sambil berseru tertahan-
BELUM habis ia bicara, bocah tadi telah punah dan
berobah jadi dua gulung asap warna putih. bagaikan dua
buah mata rantai dengan cepat menerobos masuk kedalam
lubang hidung pemuda tersebut.
sedang pada saat yang bersamaan dari ujung selat buntu
tersebut menggema datang suara helaan napas panjang.
Pek Li siang menierit kaget, ia berdiri ter-mangu2 dan
untuk beberapa saat lamanya tak sanggup mengucapkan
sepatah katapun yang keluar.
sebaliknya Lam Kong Pak sendiri sama sekali tidak
merasa. Ia hanya kaget dan keheranan sebab bayi montok
itu ternyata benar2 hasil ciptaan siluman dan kini melarikan
diri dengan merubah diri jadi segulung asap putih,
"Aaaah... ternyata benar2 ciptaan siluman, dan telah
melarikan diri sungguh sayang."
"Tidak" seru Pek Li siang kaget.
"Ia tidak melarikan diri, ia telah menerobos masuk
melalui lubang hidungmu "
"Apa?"
"Kenapa siuw-moay harus bicara sembarangan apalagi
ngaco belo? aku melihat dengan mata kepala sendiri,
rasanya tidak bakal salah lagi "
"Aku tidak mau percaya "
"Aku tidak bakal salah melihat" seru Pek Li siang cemas,
ia cekal pundak Lam Kong Pak kencang2.
"Dengan sangat jelas aku dapat melihatnya dengan
nyata. bayi montok itu telah berubah jadi dua gulung asap
putih dan menerobos masuk melalui lubang hidungmu "
Melihat gadis itu bicara sangat serius, Lam Kong Pak
mengerti kelau ia bukan bicara bohong. hawa murninya
segera disalurkan mengelilingi seluruh badan. "Aaaaaah...."
Tiba2 badannya melayang keangkasa hingga mencapai
ketinggian tujuh, delapan belas tombak tingginya,
kemudian bergerak mengikuti hembusan angin- menanti ia
menjerit tertahan tubuhnya baru melayang turun kembali
keatas permukaan tanah.
Peristiwa aneh dan berada diluar dugaan ini seketika
membuat kedua orang itu saling berpandangan dengan
mulut melongo mata mereka mengira terbelalak. hampir2
saja mereka mengira berada dalam impian belaka.
oooo ooo oooo

LAM KONG PAK kegirangan setengah mati, ia segera


ayunkan telapak tangannya kearah sebuah batu besar yang
berada kurang lebih tiga tombak dari tempat dan mengirim
sebuah pukulan udara kosong.
"Kraaaak" bagaikan memotong tahu , batu cadas yang
keras itu seketika terbelah jadi dua bagian-
Kedua orang itu semakin kegirangan ia mereka merasa
dengan andalkan tenaga dalam sedahsyat ini, kendati Suma
Ing telah mempelajari kesembilan jurus ilmu sakti Payung
sengkala pun mereka tak usah merasa jeri lagi.
"Siang-moay " tiba2 Lam Kom Pak berkata. "sewaktu
bayi montok tadi berubah jadi asap putih. aku dengar
disebelah sana seakan- ada orang yang menghela napas
panjang, mungkinkah didalam selat buntu ini masih ada
penghuni lain? mari kita pergi periksa "
Pek Li siang mengangguk. demikianlah mereka berdua
segera menerobos masuk melalui celah yang berada
dihadapannya.
Celah ini hanya dapat dilewati oleh seseorang, dalamnya
puluhan tombak, tiba2 jalan bercabang. sewaktu mereka
berbelok kekanan berjalan kurang lebih tujuh, delapan
tombak tiba2 daerah medan berubah jadi luas dan
muncullah sebuah ruangan batu.
Luas ruang baru itu hanya tiga tombak, kelihatannya
hanya berisikan sebuah pembaringan terbuat dari batu serta
sebuah meja batu.
Permukaan pembaringan batu itu sangat licin bagaikan
cermin, jelas pernah ada orang yang berdiam disini
beberapa saat lamanya.
Kedua orang itu kembali melakukan pemeriksaan
disekitar tempat itu akhirnya diatas meja batu tadi
menemukan beberapa tulisankan bahkan se-akan2 tulisan
itu baru saja ditinggalkan disana. karena goresannya jelas
masih kelihatan baru. Kata2 itu kira2 berbunyi demikian-
"Puluhan tahun berselang aku kena dilukai orang. dalam
keadaan kritis terjerumus didalam selat ini. akhirnya aku
temukan tempat ini merupakan tempat yang cocok untuk
melakukan latihan dan kuputuskan untuk berdiam disini
selama beberapa tahun ini hasil latihanku berhasil
mendapat kemajuan, bayi ciptaan hawa murni mulai jadi
kuat dan dapat berpesiar keempat penjuru menantikan
matangnya saja untuk mencapai puncak kesempurnaan-
Sayang sekali nasib tidak menakdirkan demikian- karena
salah bertindak seluruh hasilnya hancur. puluhan tahun
berlatihpun hancur musnah bagaikan awan diangkasa.
Lenyapnya bayi hawa murni itu menciptakan tenaga Ban
Yo Kang Khie yang maha dahsyat, sejak ini asalkan kau
berniat berlatih dikemudian hari ada harapan besar untuk
menjagoi kolong langit,
asalkan kau suka bersemedi selama tiga hari tiga malam
disini dan mengalirkan tenaga murni tadi menembusi
seluruh urat dan nadi. maka jalan menuju puncak
kesempurnaan telah terbuka.
Ilmu sakti Payung sengkala walaupun berhasil
didapatkan oleh sipemilik pegadaian Bu-lim, namun masih
ada dua jurus yang telah lenyap dari peredaran- asalkan kau
berhasil mempelajari dua jurus terakhir ini tak perlu merasa
jeri lagi terhadap tujuh jurus sebelumnya.
Kalau ada minat datanglah kesebelah tebing Beng Gwat
Cang diatas gunung Thay-san pada malam Tiong cioe.
namun disana ada mahluk beracun yang menjaganya. asal
ber-hati2 tentu berhasil "
Dibawah tulisan itu tertera tanda tangan penghuni
tempat tersebut yang berbunyi "oei Ci Hu."
Membaca nama orang ini kepala lam Kong Pak langsung
terasa pening tujuh keliling, telinganya mendengung dan ia
roboh tidak sadarkan diri .
Dengan adanya perobahan secara mendadak ini
membuat Pek Li siang jadi kerepotan setengah mati buru2
ia menotok beberapa buah jalan darah diatas tubuh pemuda
tersebut.
Lama....lama sekali Lam Kong Pak baru sadar kembali
dari pingsannya. dengan air mata jatuh berlinang ujarny
"Tidak kusangka tanpa sengaja siauw-heng telah melakukan
suatu perbuatan yang akan menanggung rasa penyesalan
sepanjang masa, membuat siauw-heng sepanjang hidup
merasa tidak tenteram "
"Kau telah melakukan kesalahan apa? cepat katakan”
seru Pek Li siang kebingungan ia tidak mengerti apa yang
sedang di- maksudkan pemuda ini.
"oei ci Hu pun penghuni tempat ini sebenarnya bukan
lain adalah sahabat karib dari ayah Coe Li Yap semasa
masih hidupnya"
"Kau tak usah bersedih hati, anggap saja peristiwa ini
merupakan takdir, kita sama sekali tidak tahu kalau bocah
montok tersebut sebenarnya adalah bayi ciptaan dari hawa
murni hasil latihannya. tentu saja tak bisa salahkan kita
orang "
"Benar, maka dari itu oei cianpwee sama sekali tidak
menyalahkan kita orang dan berlalu dengan membawa
kesedihan, mungkin ia pun masih belum tahu akan
hubungan siauw-heng dengan coe Li Yap ia tentu tak
pernah menyangka bahwa hasil latihannya selama puluhan
tahun dengan susah payah bisa hancur berantakan
ditanganku. Aaaai....lain kali seandainya aku berjumpa
kembali dengan coe Li Yap. apa yang harus siauw-heng
katakan kepadanya?"
"Kalau kau tak bisa bicara, biarlah aku yang mewakili
dirimu untuk menerangkan peristiwa ini kepadanya,
bagaimanapun juga pokoknya tindakan kita kali ini bukan
suatu kesengajaan"
Kembali mereka berdua memeriksa keadaan disekitar
ruangan batu itu, setelah tidak berhasil menemukan
tinggalan lain, barulah kedua orang itu keluar dari celah
batu tersebut.
Ujar lam Kong Pak kemudian sekeluarnya dari ruangan
tadi “oei cianpwee minta kita untuk berangkat ke tebing
Beng Gwat Cang diatas gunung Thay San untuk mencari
dua jurus terakhir dari kesembilan jurus ilmu sakti Payung
sengkala. aku rasa ia tak akan menipu kita. apalagi ilmu
sakti payung sengkala itupun merupakan penemuan dari
ibu kandung Coe Li Yap semasa hidupnya. mari lebih baik
kita cepat berangkat kesana "
"Kalau benar buah2 merah itu adalah benda-benda
mujarab, bagaimana kalau kita petik beberapa butir sebagai
bekal?"
Lam Kong Pak mengangguk tanda setuju. Namun ketika
mereka kembali ketengah lembah, pemandangan disana
telah berubah seratus persen, "Aaaah....” tidak kuasa lagi
mereka berdua sama2 berseru tertahan-
Kiranya buah2 merah yang telah masak dan memenuhi
lembah tadi, kini telah hancur dan berubah. bentuk
bagaikan bubuk busuk.
Pada saat inilah mereka berdua baru percaya bahwa
dikolong langit benar2 ada kata yang disebut sebagai jodoh-
kalau tidak ada jodoh bagaimana mungkin bisa begitu
kebetulan?
Tentu saja mereka tidak tahu kalau buah tersebut dalam
ribuan tahun hanya berbunga dan berbuah satu kali, bahkan
waktu masaknya hanya bertahan dalam dua puluh empat
jam belaka, setelah melewati batas waktunya maka buah itu
akan hancur dan musnah.
"secara bagaimana kita hendak keluar dari sini?" tanya
Pek Lie siang sambil memandang tajam2 wajah pemuda
itu.
"Apakah kita hendak kembali dengan lewati dasar telaga
lagi ?"
"Biar kita coba2 dulu, Tadi sewaktu mengepos napas.
tubuhku bisa melompat tinggi tujuh, delapan belas tombak
dari atas permukaan. asalkan buka suara hawa pun lantas
buyar dan melayang kembali kebawah selat buntu ini
tingginya ratusan tombak. tenaga dalam yang kau miliki
saat inipun lebih hebat dari keadaan tempo dulu, kita bisa
bekerja sama untuk meloncat berbareng. coba dilihat
dapatkah keluar dari selat buntu ini?^"
Lam Kong Pak segera membalik pakaian aneh tersebut
kemudian dikenakan kembali dengan demikian, ia berubah
jadi seekor macan ganas.
Mereka berdua segera bergandengan tangan. diam2 lam
Kong Pak salurkan hawa murninya mengelilingi badan-
tubuh ringan laksana kertas. dengan gerakan it Hok Cong
Thian- atau burung bangau menembusi langit badannya
segera menerobos setinggi dua puluh tombak lebih.
Angin men-deru2 bagaikan menembusi awan tebal,
sekali lagi Lam Kong pak berganti napas ditengah udara
dan meluncur tujuh delapan tombak lebih tinggi
Pada saat ini mereka sudah berada kurang lebih tiga
puluh tombak jauhnya ditengah udara kaki mereka bergerak
laksana melayang ditengah awang2.
Ber-turut2 beberapa kali loncatan mereka melayang
diatas tebing selat buntu tersebut, ketika mereka menengok
kebawah pemandangan dasar selat kelihatan samar2 dan
kepala terasa pening tujuh keliling.
Tiba tiba....
Terdengar suara gelak tertawa seram berkumandang
datang dari belakang tubuh mereka, dengan cepat Lam
Kong Pak serta Pek Li siang berpaling.
Kurang lebih tiga tombak dibelakang mereka berdirilah
suma Ing serta seorang berkerudung hitam yang
berperawakan kecil langsing. suma Ing berdiri agak
belakang dari orang berkerudung itu.
Musuh besar saling bertemu membuat mata ber-api2.
dengan penuh kebencian mereka berdua melototi suma Ing
tajam2.
seandainya dengan sinar mata ia dapat membunuh
orang, saat ini mungkin suma Ing sudah roboh dengan
bermandikan darah.
"Suma Ing saat kematianmu sudah tiba" teriak Lam
Kong Pak sambil kertak gigi.
"oooouw... sekalipun kalian ingin cepat matipun- tidak
akan segampang itu" jawab si pelajar bertangan ganas suma
Ing sambil angkat bahu.
Tiba2 terdengar si orang berkerudung berperawakan kecil
mungil itu berpaling arah suma Ing dan barseru: "Tanya
kepadanya dari mana ia dapatkan ketiga jurus ilmu silat
sakti Payung sengkala itu?"
orang itu jelas adalah seorang wanita dari ucapannya
sangat dingin membuat orang bergidik. sementara bicara
badan sama sekali tidak berkutik bahkan ujung bajunya pun
tidak bergoyang barang sedikitpun juga.
"Baik... baik...baik, ..." sahut suma Ing berulang kali,
dengan suara berat ia segera berseru "sudah dengar belum?
pemilik pegadaian Bu-lim bertanya kepadamu dari mana
kau pelajari ketiga jurus ilmu sakti Payung sengkala tersebut
?"
Kedua orang itu sama2 berseru tertahan dengan hati
terperanjat buru2 mengundurkan diri kebelakang. mereka
bukannya takut kelihayan ilmu silat yang dimiliki siorang
kerudung ini. melainkan mereka tidak menyangka kalau si
Pemilik Pegadaian Bu-lim sebenarnya adalah seorang
perempuan-
sewaktu berada dalam pertemuan menentukan urutan
nama. pernah dia orang ini gunakan ilmu menyampaikan
suara untuk mengakui bahwa suma Ing dapat mewakilkan
pemilik pegadaian Bu-lim namun dirinya waktu itu sama
sekali tak berhasil menangkap kalau suara itu adalah suara
se-orang perempuan.
Mereka berdua memiliki dendam berdarah dibadan
bahkan memperoleh pula penemuan aneh.
Tentu saja tidak pandang setelah matapun terhadap
pemilik pegadaian Bu-lim ini, seru Lam Kong Pak dengan
suara keras-
"Dengan manusia hidup menciptakan tujuh manusia
emas. apakah permainan ini atas ide saudara?"
"Ayahku Pek Li Gong mempunyai ikatan permusuhan
apa dengan dirimu? kenapa kau bertindak telengas
kepadanya?" teriak Pek Li Siang pula keras2. Bicara sampai
disitu air mata jatuh berlinang, wajahnya berubah hijau
membesi.
"Untuk menyelesaikan suatu pekerjaan besar didalam
Bu-lim mau tak mau aku harus menggunakan jago2 Lihay
kelas wahid dalam dunia persilatan untuk meninggalkan
duplikat dari kesembilan jurus ilmu sakti Payung sengkala
ini agar selamanya bisa tetap utuh." Jawab si pemilik
pegadean Bu-lim dengan kalemnya.
"Hmmm kau anggap dengan andalkan kesembilan jurus
ilmu sakti Payung sengkala lantas bisa menundukkan kami
?"
"Heeeee...heee...heeee....." Sipemilik pegadean Bu-lim
tertawa ter-kekeh2. "Didalam kolong langit dewasa ini
belum pernah ada orang yang berani bicara sesumbar ini
dihadapanku. Hmmm ilmu silat kau belum tentu lihay,
namun nyalimu benar2patut dipuji"
"Apa yang sedang kau sesumbarkan?" kata Pek Li siang
amat gusar. "Terhadap perempuan busuk berhati keji dan
telengas macam kau, apanya yang patut dibanggakan?
apanya yang luar biasa ?"
sipemilik pegadaian Bu-lim tidak banyak bicara lagi. ia
segera ulapkan tangannya. "Ing-jie tangkap bocah itu"
suma Ing mengiakan dan segera berjalan keluar ketengah
kalangan, bentaknya^ " Kalau tahu diri cepat menyerah
mandah kubelenggu, dari pada menerima penyakit buat diri
sendiri"
"Kau tak usah mengigau disiang hari bolong" Teriak Pek
Li siang sambil maju melangkah kedepan. "Terima dulu
serangan nonamu...."
Namun sebelum ia bergerak telah kena dibentak oleh
Lam Kong Pak. "siang-moay tunggu sebentar, biarlah
siauw-heng menghadapi dirinya lebih dahulu"
"siapapun yang maju juga sama saja. atau mau turun
tangan berbareng pun boleh saja. asalkan kau dapat
menerima tiga jurus seranganku aku akan ambil keputusan
sendiri untuk melepaskan satujalan hidup buat kalian "
"Haaaa...haaa...haaaa...."
Lam Kong Pak tertawa ter-bahak2, air mukanya jadi
adem. ia tidak menggubris diri suma Ing lagi sebaliknya
berpaling kearah sipemilik pegadean Bu-lim. serunya
"Bagaimana? sudah kau dengar ucapannya itu??"
"Perkataannya yang gagah, aku suka menggaris bawahi "
"Hmm heee...heeee...kau jangan keburu berbangga dulu.
seandainya untuk membereskan suma Ing manusia macam
itu-pun harus membutuhkan tiga jurus semua orang
dikolong langit tentu akan tertawa ter-bahak2 sampai
giginya pada rontok semua "
sipemilik pegadean Bu-lim jadi tertegun setelah
mendengar ucapan tersebut, ia balik bertanya
" Kebanyakan ataukah kekurangan?"
"Terlalu banyak "
"Kau membutuhkan berapa jurus?"
"Satu jurus pun sudah lebih dari cukup "
"satu jurus?"
"Ehmmm "
Dengan pandangan tajam sipemilik pegadaian Bu-lim
melototi wajah Lam Kong Pak tak berkedip kemudian
dengan suara berat ujarnya "siapakah sebenarnya dirimu?
kenapa menyaru sebagai si mahasiswa bertangan sakti sang
Hong Tie ?"
"Kalau didalam satu jurus berhasil menangkan diriku.
bukan saja kuberitahukan siapakah aku, bahkan batok
kepalaku inipun boleh kau ambil"
sementara itu sipemilik pegadean Bu-lim memeras otak
berpikir beberapa waktu lamanya, namun bagaimana pun
juga ia tidak percaya kalau Lam Kong Pak bisa menandingi
kepandaian silat yang dimiliki suma Ing.
"Karena dari antara ketujuh buah jurus serangan ilmu
sakti Payung sengkala, ketujuh2nya sudah ia turunkan
semua kepada suma Ing, sedangkan Lam Kong Pak dewasa
ini hanya paham tiga jurus belaka,
"Baik " dengan cepat ia menyanggupi.
Ujung baju tanpa bergoyang. menggunakan gerakan apa
pemilik pegadean Bu-lim ini sudah mundur tiga langkah
kebelakang, terusnya?
"Ing-jie dengan jurus kelima tangkap dirinya. namun
harus kau tawan dalam keadaan hidup2"
"Baik" Dengan tingkah laku jumawa suma Ing maju
kedepan- "Bersiap sedialah "
Lam Kong Pak tidak berani berlaku gegabah ia tahu
Jurus kelima yang dimaksudkan sipemilik pegadean Bu-lim
barusan- tentu mengartikan jurus kelima dari ilmu sakti
Payung sengkala.
jurus ketiga saja sudah demikian lihaynya apalagi jurus
kelima. tak usah dilihat bisa dibayangkan bagaimana
dahsyatnya.
seluruh perhatian segera dipusatkan kesatu arah. hawa
murni disalurkan dari pusar mengelilingi badan- sepasang
kakitun meninggalkan permukaan tanah setinggi satu coen-
"Lihat serangan" terdengar suma Ing membentak keras.
Badannya mencelat dua, tiga belas tombak tingginya
ketengah udara, sembari jumpalitan sepasang telapak
didorong kemuka. dengan mengiringi dua rentetan cahaya
merah berbentuk payung desiran angin tajam menghantam
kebawah,
Tubuh Lam Kong Pak dengan cepat mundur kebelakang
iapun mengirim sebuah serangan dengan serentetan cahaya
merah berbentuk payung pula.
Tiga gulung hawa murni berbentuk payung saling
berbenrokan satu sama lainnya, deruan angin sambaran
geledek menggema memenuhi angkasa.
Pasir debu beterbangan memenuhi angkasa angin puyuh
berhembus menguasai daerah seluas puluhan tombak.
Diikuti ledakan dahsyat, suma Ing mendengus berat.
badannya berjumpalitan beberapa kali ditengah udara dan
terlempar kurang lebih lima, enam tombak dari kalangan-
sedangkan Lam Kong Pak sendiri tergetar masuk
kedalam tanah sepasang kakinya masuk ketanah sedalam
satu depa lebih.
Debu dan pasir beterbangan memenuhi Angkasa, lama
sekali suasana baru sirap dan menjadi tenang kembali.
suasana ditengah kalangan sunyi senyap tak kedengaran
sedikit suara pun, dalam keadaan seperti ini seandainya ada
jarum terjatuh keatas tanah pun dapat terdengar nyata.
"Kau...kau tidak...terluka bukan??" tegur Pek Li siang
sambil membimbing Lam Kong pak keluar dari liang tanah
kemudian membersihkan debu yang melekat diatas
badannya.
"siauw-heng tidak terluka mari kita pergi...."
"Berhenti" si pemilik pegadaian Bu-lim membentak keras
tidak melihat ia menggunakan gerakan apa tahu2
perempuan berkerudung itu sudah berada satu tombak
dihadapannya, "Perkataan dariku belum kalian jawab"
"Persoalan apa?" tanya Lam Kong Pak ketus.
"Darimana kau pelajari ketiga buah jurus serangkaian
ilmu sakti Payung sengkala itu?"
Lam Kong Pak tertawa dingin. "Sayang sekali Suma Ing
tidak becus dan berhasil cayhe kalahkan dalam satu jurus.
seandainya saudara masih belum lupa dengan janji sendiri
buat apa masih banyak bertanya, maaf cayhe tidak dapat
beritahukan soal ini kepadamu " Bicara sampai disitu ia
tarik tangan Pek li siang dan sambungnya lebih jauh:
"suma Ing punya ikatan dendam sakit hati atas
terbunuhnya ayah serta guruku, pembunuhan berganda ini
pada suatu hari pasti akan kutuntut balas. Hutang darah
bayar darah. Mengenai darimana aku pelajari ketiga buah
jurus serangan ilmu sakti Payung sengkala itu lain kali
saudara bakal tahu sendiri bahkan harus membayar suatu
nilai yang amat besar atas perbuatan2 suma Ing. selamat
tinggal"
Diiringi bentakan keras, ia tarik tangan Pek Lie siang dan
melayang setinggi dua puluh tombak kemudian meluncur
turun dari atas puncak. melihat kegesitan kedua orang
muda mudi itu, diam2 sipemilik pegadean Bu-lim merasa
terperanjat.
Ia sama sekali tidak menyangka ilmu meringankan tubuh
yang dimiliki Lam Kong pak bisa demikian lihaynya.
seseorang bisa meloncat setingi dua puluh tombak sambil
menarik seseorang bahkan ia sendiri pun tidak punya
pegangan ternyata pihak lawan bisa, tak kuasa ia berdiri ter-
mangu2.
Mendadak ia membentak keras. ber-sama2 suma Ing
segera melakukan pengejaran-
sementara itu Lam Kong Pak serta Pek Li siang
melakukan perjalanan cepat, setiap kali loncatan ia berhasil
mencapai tujuh, delapan belas tombak. Cepatnya laksana
kilat sukar dibayangkan dengan kata2.
"Menurut pandanganmu suma Ing berhasil kau lukai
atau tidak ?" tanja Pek Li siang
"Tidak "
"Tadi bukankah sipemilik pegadaian Bu-lim suruh dia
mengeluarkan jurus kelima yang dimaksudkan jurus kelima
apakah menunjukkan ilmu sakti payung sengkala ?"
"Tidak salah. bukankah kau dapat melihat dua buah
bentuk payung berwarna merah bercahaya ?"
"Kalau begitu diantara kesembilan jurus ilmu sakti
Payung sengkala, makin kebelakang semakin lihay?"
"Menurut keadaan pada umumnya memang demikian "
"Kalau begitu keadaan jadi tidak beres, kalau tadi ia
mengeluarkan jurus kelima. Kenapa bisa dikalahkan oleh
jurus ketigamu ?"
"Mungkin hal ini disebabkan daya kekuatan dari bayi
hawa murni yang masuk kedalam tubuhku itu"
"Engkoh Lam Kong, seandainya jurus kelima itu
digunakan oleh sipemilik pegadean Bu-lim sendiri, menurut
pandanganmu dapatkah kau menangkan setingkat dari
kepandaiannya ?"
"sampai sekarang siauw-heng belum pernah bergebrak
secara resmi dengan sipemilik pegadean Bu-lim, namun
menurut gerakan tubuhnya. asal siauw-heng bisa bergebrak
seimbang dengan dirinya saja sudah boleh dihitung
lumayan " Diam2 Pek Li siang merasa terperanjat.
"jadi kalau begitu, seandainya barusan ia tidak
memperdulikan kedudukan sendiri dan turun tangan
kepada kita. mungkin keadaan kita lebih banyak bahaya
daripada rejeki "
"Inipun belum tentu benar"
" Engkoh Lam Kong, sekarang kita hendak pergi kemana
?"
"Tebing Beng Gwat Cang gunung Thay-san"
"Menurut penglihatanku lebih baik ambil kesempatan
sewaktu sipemilik pegadaian Bu-lim tak ada didalam
sarangnya sekali lagi kita memasuki istana Naga mereka...."
"Mau apa....?"
"Bukankah disana tertinggal tujuh buah jurus serangan
ilmu Payung sangkala? kita harus pergi kesana untuk curi
belajar "
"Hmmm siang- moay, caramu berpikir itu terlalu polos
dan ke-kanak2an, ilmu silat selihai itu hanya andalkan
gerakan belaka tanpa pelajaran inti sarinya mana bisa?"
"Aaaah aku lupa berpikir sampai disitu."
"Aaaaai siauw-heng mengerti maksud hatimu, belajar
ilmu silat adalah palsu. bukankah kau ingin melihat wajah
terakhir ayahmu untuk terakhir kalinya ?"
sementara itu air mata Peh Li siang jatuh bercucuran
dengan derasnya- sambil memeluk pinggang sang gadis
yang ramping, hibur Lam Kong Pak dengan suara lirihi
"siang-moay, semua kesalahan ini timbul karena sinuw-
heng setiap kali aku melihat kau bersedih hati, hatiku sakit
bagaikan di-iris2 dengan sembilu. Aaaai padahal ketiga
orang sanak saudara siauw-heng pun menemui celaka
semua rasa sedih dan pedihku saat ini sukar dibayangkan
dengan kata2. Kita harus bersumpah untuk memperkokoh
niat kita, berusaha mendapatkan dua jurus terakhir dari
ilmu sakti payung sengkala tersebut secepat mungkin
sampai waktunya kita dapat membalas dendam dengan
tepat dan mantap"
"Kau jangan terlalu menyalahkan diri sendiri" kata Pek
Li siang sambil mengusap air mata,
"Padahal waktu itu kau halangi siauw-moay munculkan
diri disebabkan memikirkan keselamatan seluruh Bu-lim,
jiwa besarnja ini sudah cukup membuat siauw-moay kagum
dan terhibur "
"sudahlah, tak usah dibicarakan lagi. lebih baik kita
cepat2 melanjutkan perjalanan "
Demikianlah kedua orang ini melakukan perjalanan
cepat siang malam kalau lapar lantas membeli makanan
untuk dibawa, setelah lewat dua hari dua malam sampailah
mereka dikeresidenan san Tong.
siapa sangka jago2 Bu-lim yang melakukan penguntitan
dari belakang makin lama makin banyak mereka sama
sekali tidak menyangka si pemilik pegadean Bu-lim yang
licik sepanjang jalan telah menyebarkan kabar berita yang
mengatakan sembilan jurus ilmu sakti Payung sengkala
telah muncul ditebing Beng Gwat cang digunung Thay-san
pada malam bulan Tiong cioe nanti, sewaktu cahaya sang
rembulan menyorot ke-celah2 tebing, pusaka itu bakal
muncul dengan sendirinya
Terhadap benda mustika Bu-lim. siapa yang tidak ingin
mendapatkannya ?
Apalagi para jago2 Bu-lim rata2 mengetahui apabila
berita ini berasal dari si pemilik pegadean Bulim.
ooo OOOO ooo
KIRANYA sipemilik pegadaian Bu-lim yang secara
diam2 menguntil perjalanan kedua orang itu, tanpa sengaja
dapat menangkap pembicaraan mereka berdua yang
menyangkut dua jurus ilmu sakti tersebut
Timbul pikiran licik dalam benaknya, ia segera
memancing datangnya jago2 lihay Bulim dengan maksud
menghalangi gerak gerik kedua orang itu sementara diam2
ia memungut keuntungan-
Pada petang hari keempat, mereka berdua telah
memasuki daerah pegunungan gunung Thay-san. dan pada
saat itulah mereka baru menemukan banyaknya orang yang
menguntit perjalanan mereka.
sekalipun dalam hati baik Lam Kong Pak maupun Pek
Li Siang menaruh rasa curiga namun berhubung persoalan
ini kecuali oei Ci Hu seorang tak ada yang tahu lagi maka
kendati merasakan banyaknya jago yang menguntit, mereka
berdua tidak ambil kebetulan-
Dalam anggapan mereka berdua peristiwa ini mungkin
terjadi karena suatu kebetulan belaka, karena itu tidak ambil
perhatian lebih jauh. Dengan kerahkan ilmu meringankan
tubuh berkelebat ketebing Beng Gwat Cang.
SETELAH memperhatikan keadaan disekeliling tempat
itu, mereka berdua teringat kembali akan perkataan dari oei
Ci Hu yang mengatakan "Pada malam bulan Tiong cioe.
dicelah tebing Beng Gwat Cang digunung Thay-san akan
berhasil mendapatkan apa yang dicari.
Diatas tebing Beng Gwat Cang sama sekali tidak ditemui
celah yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan
pusaka, kedua orang itu dengan cepat melayang ketebing itu
dan tibalah disuatu lekukan tanah yang agak dalam.
Kedua belah dinding dari lekukan tersebut berupa bukit
yang tinggi menjulang keangkasa, keadaannya amat
berbahaya.
Ditengahnya terdapat sebuah batu cadas besar yang
tingginya puluhan tombak dan merekah jadi dua bagian,
dari bagian rekahan tadi manusia dapat menerobos masuk
ke dalam.
Menemukan tempat itu Lam Kong Pak jadi kegirangan,
serunya "siang moay, sudah kau temukan celah batu itu?
disini hanya terdapat sebuah celah belaka mungkin disinilah
letaknya...."
Belum habis ia bicara, dari puluhan tombak disisi
kalangan mulai bermunculan jejak musuh.
Dengan cepat Lam Kong Pak dan Pek Li siang
bersembunyi dibalik sebuah batu cadas dibelakang tebing
itu
suara langkah kaki serta sampokan ujung baiu makin
lama semakin mendekat, kalau dengar suaranya paling
sedikit ada tiga, empat orang.
Mereka berdua segera melongok keluar, tanpa terasa
mereka tertegun-
Kiranya orang yang baru saja muncul semuanya
berjumlah empat orang, yang berjalan dipaling depan
adalah sepasang muda mudi. mereka adalah kakak beradik
she-Liuw dari benteng Hwie Him Poo.
"Giok Bian wie Tuo" atau si Wie Tuo berajah Pualam
Liuw Han siang serta Tok so Tiauw san- atau si Tiauw san
tampan beracun Liuw Hwie Yen-.
Dibelakangnya mengikuti dua orang lelaki kekar yang
tempo dulu menyaru sebagai rombongan kesenian dan
menyelundup masuk dalam perkampungan Toa Loo
sancung dengan menyaru sebagai Kiem Chee Pauw.
si Wie Tuo berwajah kumala memperhatikan sekejap
keadaan disekelilingnya, kemudian kepada si Tiauw san
tangan beracun ujanya^ "Yen-moay. barang mustika itu
kemungkinan besar disimpan didalam celah batu, kita harus
menyembunyikan diri lebih dahulu sampai melihat
keadaan-"
selesai bicara ia tarik tangan Liuw Hwie Yen dan
bersembunyi dibalik sebuah batu cadas kurang lebih tiga
tombak disisi batu dimana lam Kang Pak menyembunyikan
diri
Baru saja keempat orang itu menyembunikan diri, dari
balik tikungan bukit muncul kembali tiga sosok bayangan
manusia.
orang pertama adalah sang ketua partai keluarga Tang
dari keresidenan su Tzuan 'Lak Gwat soat' atau si Enam
Bulan sat Tang Hwie, dibelakangnya mengikuti dua orang
pemuda.
Keadaan dari kedua orang pemuda ini agak mirip
dengan wajah Tang Kwie, usianya antara dua puluh lima,
enam tahunan. jelas mereka adalah putra dari Tang Hwie.
Ketiga orang itu setelah memperhatikan sejenak suasana
disekelilingnya, segera menyembunyikan diri dibalik batuan
cadas.
sementara itu rembulan nan bulat baru saja munculkan
diri dari sebelah timur. suasana disekitar tebing itu masih
lapat2 dan tidak begitu jelas.
Kembali terdengar suara ujang baju tersampok angin
menggema datang dari balik bukit, tak kuasa lagi Lam
Kong Pak karutkan alisnya rapat2.
orang yang berjalan paling depan adalah sorang lelaki
dan seorang perempuan, usia mereka diantara empat puluh
tahunan.
Yang lelaki adalah sang ketua perkampungan Toa Loo
San-cung, cioe Ci Kang. sedang yang perempuan adalah
Cioe Hujien-
Dibelakang cioe Hujien mengikuti cioe cien cien sedang
dibelakang cioe ci Kang mengikuti lima orang lelaki kekar.
Ditinjau gerak gerik mereka yang lincah dan sebat, jelas
orang2 itu adalah jago lihay yang paling diandalkan dalam
perkampungan Toa Loo sancung.
Cioe Ci Kang ulapkan tangannya semua orang segera
berkelebat menyembunyikan diri dibalik batuan kurang
lebih empat tombak disebelah kanan Lam Kong Pak. Bulan
purnama telah jauh di-awang2. udara bersih tak nampak
sedikit awanpun- juga tak terasa adanya hembusan angin
malam berlalu. saat inilah merupakan waktu paling tepat
bagi para penyair untuk membuat bait-bait syair sembari
minum arak.
Namun disekitar tebing gunung Thay-san ini penuh
diliputi oleh hawa napsu membunuh, setiap saat suatu
pertarungan sengit bakal berlangsung.
Diam2 Lam Kong Pak serta Pek Li siang merasa amat
terkejut dan keheranan setelah melihat peristiwa tersebut,
mereka tahu maksud tujuan para jago itu sama halnya
seperti apa yang mereka tuju.
Namun yang membuat mereka tidak mengerti: secara
bagaimana kabar berita ini bisa didengar oleh para jago
kangouw? bahkan menyebarnya sangat cepat?... Apakah oei
cianpwe yang sengaja menyebarkan kabar berita ini?
Tidak, hal ini pasti tidak mungkin terjadi Ia tidak akan
melakukan tindakan yang tolol dan tidak masuk akal ini.
Namun, kenyataan sudah tertera didepan mata dan tak
bisa diragukan lagi. Ditinjau dari sikap para jago2 kangouw
itu agaknya mereka sudah bikin persiapan yang matang.
Mendadak dari arah sebelah kanan batuan
berkumandang suara pembicaraan manusia yang amat lirih.
Tenaga lweekang yang dimiliki Lam Kong Pak pada saat
ini boleh dikata telah melebihi enam puluh tahun hasil
latihan, pendengaran maupun perasaannya amat tajam.
Rontokan daun kering pada tiga, lima puluh tombak
disekelilingnya tak bakal bisa mengalabuhi dirinya apalagi
suara pembicaraan manusia.
Pada saat ini ia dapat mendengar suara Cioe Cien Cien
sedang berkata: "lbu, kita harus menanti sampai kapan ?"
"Kita baru bisa bergerak setelah menanti sinar rembulan
menyorot masuk kedalam celah batu."
"Kenapa?"
"Karena pada saat itulah celah batu baru bisa
merekah...."
"sssttt diam" Tegur Cloe Ci Kang lirih.
setelah mendengar pembicaraan itu baik Lam Kong Pak
maupun Pek Li siang baru mengerti apa sebabnya seluruh
jago tetap. bersembunyi tanpa bergerak barang sedikitpun-
Kiranya mereka hendak menanti sang rembulan tepat
berada diatas awang2, cahaya rembulan menyorot masuk
melalui celah2. dari celah2 itu membuka baru bergerak.
Lam Kong Pak yang mendengar suara Cioe Cien cien,
hatinya bagaikan diguyur dengan lima belas gentong air
dingin ia tak dapat mengucapkan bagaimanakah
perasaannya pada saat ini.
Ia mencintai Cioe Cien cien, bagaikan cioe Cien cien
mencintai kakak misannya suma Ing, mati2an mencintai
dirinya.
Cinta itu adalah egois, tidak akan memperkenankan
pihak ketiga untuk menerjuni diri dalam kalangan tersebut.
sewaktu Pek Li siang melihat Lam Kong Pak tertegun, ia
segera menjawil dirinya sembari menegur "Apa yang
sedang kaupikirkan?"
"oooouw tidak. aku tidak memikirkan apa2" jawab Lam
Kong Pak agak kaget.
"Hmmm sekalipun tidak kau katakan aku pun tahu, kau
tentu sedang memikirkan cioe Cien cien"
"Aaaaai" siauw-heng sudah putus hubungan dengan
dirinya, "buat apa pikirkan dirinya lagi?"
"Kalau tidak tentu kau sedang memikirkan Liuw Hwie
Yen"
"Eeeeei....kau melamun sampai ke mana saja? siauw-
heng tiada ikatan apapun dengan dirinya. buat apa aku
pikirkan gadis itu?"
"siauw moay berkenalan setelah kau berkenalan lebih
dahulu dengan dirinya...."
kata Pek Li siang sedih. "Aku tidak akan egois atau
mencari untung sendiri, bahkan siauw-moay pun tahu
kesulitan serta susah sebagai seorang perempuan.
seandainya kau mencintai dirinya, terus teranglah pergi
mencintai dirinya. jangan karena siauw-moay kau harus
merusak semua kebahagiaannya "
"siang-moay, kau...."
"sungguh semua perkataan siauw-moay diucapkan
sejujurnya, aku percaya Cioe Cien cien pun sangat
mencintai dirimu "
"siang-moay, kau amat agung dan mengagumkan. siauw-
heng semakin menghormati dirimu" seru Lam Kong Pak
sambil memeluk pinggang Pek Li siang dan menciumnya
penuh kasih sayang. Tiba2 Pek Li siang menuding kearah
dinding sebelah depan serunya^ "Cepat lihat"
Lam Kong Pak angkat muka, tampak olehnya dari
dinding sebelah depan pada saat yang sangat dikenal. dapat
ditangkap kalau mereka adalah anak buah dari sipemilik
Pegadean Bu-lim.
Diantaranya terdapat Hay Thian siang cho atau sepasang
manusia jelek dan Hay Thian- ... sin si Boh atau si Catatan
mati hidup Pek Boe. Hek sim Wangwee atau si Wangwee
berhati hitam Coe sim, Im Yen Mo shu atau sikakek iblis
Asap berawan si Coe Lok 'Wu Im' Atau siawan hitam Chi
Jie Tiauw Gwat Atau si rembulan pagi Guw Yang dan
terakhir 'Toa Lek sin' atau si Malaikat Raksasa Loo Liang
Jen-
Keenam orang itu setelah melayang turun dari atas
tebing segera menyebarkan diri di sekeliling sana,
Diikuti melayang turun delapan orang perempuan,
mereka adalah Im Yang pat Khie atau Delapan manusia
banci yang segera menyembunyikan diri pula diantara batu
berserakan-
setelah semua orang menyembunyikan diri dengan wajah
serius Lam Kong Pak berbisik lirih "Perduli kabar berita ini
siapa yang bocorkan, rasanya malam ini kita bakal
kerepotan setengah mati untuk mendapatkan dua jurus
terakhir dari antara sembilan jurus maha sakti ilmu Payung
sengkala. Cukup membicarakan dari empat belas jagoan
dari sipemilik Pegadaian Bu-lim ini. sudah dapat membuat
kita berdua kewalahan "
"Apakah sipemilik Pegadaian Bu-lim serta suma Ing
tidak datang ?" Tanya Pek Li siang
"Kalau mereka berdua tidak datang, mungkin kita masih
ada harapan."
"Terhadap peristiwa sedemikian besarnya, mana
mungkin mereka tidak datang? Mungkin pada saat ini
mereka sudah berada disekitar sini "
Baru saja ucapan itu selesai diutarakan tiba2 tampak dua
sosok bayangan hitam berkelebat lewat dari antara serakan
batu. ^
secara lapat2 Lam Kong Pak dapat melihat bahWa
mereka adalah sipemilik pegadean Bu-lim serta suma Ing.
sang rembulan makin meninggi dan tergantung diatas
awang2, walaupun disekitar tebing sama sekali tak bersinar,
namun tebing sebelah Lam Kong Pak sini terang benderang
bagaikan disiang hari bolong.
Tempat persembunyian dari Lam Kong Pak sangat tidak
menguntungkan, diam2 ia merasa amat gelisah. asalkan
dirinya munculkan diri sekalipun memiliki ilmu
meringankan tubuh lebih bagus pun akan sulit untuk
mengelabuhi perhatian orang banyak.
Tiba2 serentetan cahaya ke-perak2an entah muncul dari
sebelah mana tahu2 berkelebat .dan menghajar diatas tebing
batu sebelah kiri Lam Kong Pak sehingga memercikkan
bunga-bunga api.
Lam Kong Pak tahu Kakak beradik she-Liuw
bersembunyi dibalik batu karang itu, dari rentetan cahaya
ke-perak2an tersebut jelas disambit mengancam kakak
beradik she-Liauw berdua.
Namun dari balik batu karang itu tidak kelihatan gerak
gerik apapun, diikuti dua kali rentetan cahaya ke-perak2an
menghajar pula diatas batu karang menimbulkan percikan
bunga api jelas tenaga sambitan orang sangat luar biasa.
"Tong Hwie" tiba2 dari balik batu karang berkumandang
keluar suara bentakan keras. " Lebih btaik kurangi
permainan macam ini didepan aku orang she Liuw. kalau
tidak jangan salahkan aku tidak akan berlaku sungkan2 lagi
".
suara ini jelas berasal dari si Wie Tuo wajah kumala
Liuw Hauw siang, tanpa terasa kedua orang muda mudi itu
diliputi oleh rasa ragu2. pikirnya didalam hati:
"Apakah antara mereka kakak beradik mengikat tali
permusuhan dengan si salju Bulan Keenam Tong Hwie?
sekalipun ada ganjalan hati, tidak seharusnya perhitungan
dilakukan dalam saat yang demikian kritis ini "
"criiiing, criiiing, criiiing" kembali tiga rentetan cahaya
ke-perak2an berkelebat datang.
Liuw Hauw siang tak dapat menahan hawa gusar dalam
hatinya lagi. ia meloncat keluar dari tempat
persembunyiannya dan berteriak lantang dari atas batu
cadas "Tong Hwje ayo serahkan diri uttuk menerima
kematian "
Begitu ucapan tersebut diutarakan, si salju bulan keenam
munculkan diri dari antara serakan batu, jarak masing2
pihak terpaut di antara lima, enam belas tombak. melihat
jarak sejauh itu tak urung Liuw Hauw siang tertegun juga
dibuatnya, pikirnya dalam hati:
"Jarak sedemikian jauhnya, mana mungkin senjata
rahasia Yen ci Piauwnya bisa sampai disini? tak mungkin
tenaganya begitu besar "
Tetapi pikiran lain dengan cepat berkelebat didalam
benaknya, ia tertawa dingin. Karena sebagai orang cikal
bakal yang menguasai ilmu melepaskan senjata rahasia,
tenaga sambitannya tentu amat mengejutkan hati.
"Eeeei... orang she-Liuw, kenapa kau sembarangan
menuduh orang....?" Bentak si Enam Bulan sai ju Tong
Hwie dengan suara berat.
"Tong Hwie, sungguh pandai benar kau ber-pura2
Heeee...heeee ...heeee... lelaki sejati tidak akan melakukan
perbuatan yang merugikan orang lain, dan setelah berbuat
tak berani bertanggung jawab acaknya kau hanya seorang
jago yang cunya nama kosong belaka"
"Liuw Hauw siang" Bentak si Enam Bulan salju Tong
HHwie keras2, ia mulai naik pitam. "Aku orang she-Tong
menghormati akan sifat kependekaranmu, ini bukan berarti
aku jeri kepadamu. malam ini berapa kali kau bicara secara
sembarangan menuduh diriku. sebenarnya apa
maksudmu?"
sembari bicara ber-sama2 dua orang pemuda lainnya
segera berkelebat keluar dari tempat persembunyian.
"Haaaa... haaaa... haaaa... selamanya Tong Hwie
menjagoi kolong langit dengan andalkan ilmu menyambit
senjata rahasia" Liuw Hauw siang tertawa ter-bahak2.
"Namun dalam pandangan aku orang she Liuw sama sekali
tak bernilai. apa maksudmu melancarkan enam batang
senjata rahasia Yen ci Piauw kepadaku barusan ?"
"omong kosong kapan aku orang she Tong melancarkan
serangan dengan senjata, piauw ?"
Dari dalam sakunya Liuw Hauw Siang ambil keluar
sebatang senjata rahasia Yen ci Piauw yang amat besar dan
diangsurkan kehadapan Tong Hwie seraya berkata "Coba
kau lihat sendiri "
Tong Hwie menerima benda itu dan seketika berdiri
tertegun- sedikitpun tidak salah senjata rahasia tersebut
memang benar2 adalah senjata rahasia Yen ci Piauwnya.
"sekarang kau masih mau coba mungkir?" seru Liuw
Hauw siang sambil mengejek.
"Suatu peristiwa yang sangat aneh tadi aku orang she
Tong sama sekali tidak melancarkan serangan dengan
senjata rahasia."
"Kawanan tikus yang tidak tahu malu kenyataan sudah
berada didepan matanya. kau masih ingin bicara bohong?"
Tubuhnya meloncat kedepan laksana kilat sepasang
telapak bergerak berbareng dengan menggunakan ilmu sakti
Hwie Him Pat si, ia melancarkan serangan dahsyat
kemuka.
Tong Hwie sadar dibalik peristiwa ini masih ada hal2
yang mencurigakan, namun iapun tak dapat mandah
dipukul. segera digunakan ilmu pukulan ^Ku Lang cian-
untuk menyambut datangnja serangan tersebut.
Braak...braaak...braaak...."
Ditengah bentrokan beberapa kali, Tong Hwie yang
kalah setingkat dalam hal tenaga dalam tergetar mundur
dua langkah kebelakang.
Kedua orang pemuda yang ada disisinya segera
masukkan tangannya kedalam saku siap melancarkan
serangan dengan senjata rahasia.
"Tunggu sebentar" Bentak si Enam Bulan salju Tong
HHwie dengan cepat, kedua orang pemuda itu segera
menarik kembali serangannya dan berdiri tak berkutik, se-
konyong....
"Braaak" Dari arah sebelah kanan Lam Kong Pak timbul
percikan bunga2 api diikuti suara bentakan cioe Ci Kang
yang segera bangun berdiri
"Liuw Hwie Yen kau perempuan hina. ayoh serahkan
diri untuk terima kematian"
"Cioe Ci Kang, kaupun seorang ketua perguruan besar.
kenapa sembarangan menuduh orang lain?" Teriak si Tiauw
san Tangan Beracun Liuw Hwie Yen sambil loncat keluar
dari tempat persembunyiannya .
Cioe Ci Kang segera mengangsurkan sebatang senjata
garpu pengejar sukma Cu Mu Lee Hun cha kearah depan
sembari berteriak, "Kau kenal tidak dengan benda ini?"
sembari bicara ia lempar benda tadi kehadapan Liuw Hwie
Yen-
Tanpa dipungut kembali si Tiauw san Tangan Beracun
sudah tahu kalau senjata tersebut merupakan senjata
rahasia andalan mereka berdua, tak kuasa lagi ia dibikin
terbelalak dan tak sanggup mengucapkan sepatah katapun.
Terdengar cioe ci Kang tertawa dingin-
"Aku lihat sebelum kau menjumpai peti mati tak akan
mengucurkan air mata, tempo dulu kau menyaru sebagai
rombongan kesenian menyelundup masuk kedalam
perkampungan kami, kendati kerugian tidak seberapa
namun kesempatan tersebut telah digunakan penghianat2
untuk mengacau dan membakar sehingga seluruh isi
perkampungan kalang kabut. Heeee...heeee....hutang
piutang tersebut sudah sepantasnya kalau kita perhitungkan
malam ini juga "
"Hmmm" siapa yang jeri kepadamu "
Kedua orang itu segera meloncat naik keatas batu cadas
dan melangsungkan pertarungan seru disana.
Lam Kong Pak serta Pek Li siang saling bertukar
pandangan sekejap. mereka sadar persoalan ini tidak
semudah itu, mungkinkah kedatangan mereka malam ini
hanya ingin berkelahi saja disini?
sementara itu si Enam Bulan salju Tong Hwie sudah
kena dipaksa Liuw Hauw siang mundur sejauh enam, tujuh
langkah kebelakang, jelas ia bukan tandingan dari pemuda
tersebut.
Namun ia pun menyadari peristiwa ini ada sedikit tidak
beres, maka dari itu ia berusaha menahan sabar dan tidak
menggunakan senjata rahasianya.
Tetapi situasi makin lama berubah semakin kacau,
seandainya ia tidak mengeluarkan senjata rahasianya, maka
dalam tiga lima puluh jurus mendatang pasti akan
menderita kalah.
Dipihak lain setelah Liuw Hwie Yen saling bergebrak
dua tiga puluh jurus dengan cioe Ci Kang, kendati gadis
tersebut merasa agak kepayahan juga ia masih dapat
mempertahankan diri tidak sampai menderita kalah dalam
ratusan jurus mendatang.
Lam Kong Pak yang bersembunyi ditempat kegelapan
diam2 pasang mata memperhatikan keadaan
disekelilingnya. ia temukan para anak buah dari si pemilik
pegadean Bulim lambat2 mulai bergerak kedepan
melakukan pengurungan, tanpa terasa suatu ingatan
berkelebat di-dalam benaknya.
"Aduuh celaka, kita sudah masuk perangkap" serunya
tertahan.
"Masuk perangkap siapa ?"
"sipemilik Pegadaian Bu- lim"
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Keenam batang senjata rahasia Yen Ci Piauw yang
menyambar lewat tadi kendati tanda milik si Enam Bulan
salju Tong Hwie namun Tong Hwie kelihatan bimbang dan
linglung. hal ini jelas menunjukkan kalau senjata tersebut
bukan dia yang melancarkan dengan kedudukannya tidak
mungkin ia bicara bohong."
"sedangkan disebelah cioe ci Kang sana, tiba2 dihajar
dengan sebatang senjata garpu pengejar sukma, dan
sekalipun bararg itu milik kakak beradik she- Liuw tetapi
Liuw Hwie Yen pun tidak mengaku kalau benda tersebut
dia yang lancarkan- Coba dipikirkan kecuali ketiga
rombongan tersebut adalah rombongan kita. dan bisanya
adalah anak buah pemilik pegadaian Bu- lim, jadi
permainan ini jelas hasil permainan setan sipemilik
pegadaian Bu-lim"
"Apa tujuannya berbuat demikian?"
"Hal ini apa perlunya ditanyakan lagi? ia ingin
membangkitkan rasa permusuhan diantara para jago
sehingga melakukan saling bunuh. Menanti waktunya
sudah tiba, ia dapat masuk kedalam celah gua tanpa
halangan dan kesulitan "
"Ehmmm sangat beralasan" Pek Li siang mengangguk.
"Jadi...kalau begitu. orang yang membocorkan rahasia ini
pastilah sipemilik pegadaian Bu-lim"
"Kemungkinan sekali apa yang kita bicarakan selama
dalam perjalanan telah dapat ditangkap olehnya, ia lantas
sebarkan berita ini diempat penjuru untuk memancing
datangnya para jago Bu-lim "
"seandainya ia tidak bocorkan rahasia ini kekcolong
langit bukankah jauh lebih baik?"
"Tentu saja ia mempunyai rencana kejinya sendiri sebab
tujuan utama dari sipemilik pegadaian Bu-lim adalah kita
berdua, terhadap para jago macam mereka ia tidak pikirkan
didalam hati. Mungkin sekali tidak lama kemudian ia akan
mulai turun tangan terhadap kita "
"Aku tidak percaya seandainya tidak mengundang
datang begitu banyak jago lihay dan pusatkan semua
kekuatan untuk menghadapi kita berdua, bukankah hal ini
akan jauh lebih gampang diselesaikan?"
"Karena ia sudah bulatkan tekad untuk pasti
mendapatkan pusaka itu, tentu saja ia tidak akan
melakukan perbuatan tanpa pegangan- Para jago semua
yang hadir disini boleh dikata sudah terkana siasat sekali
timpuk dapat dua ekor burung. Kejadian ini hanya
mendatangkan keuntungan tanpa memberikan kerugian
kepadanya, akhirnya para jago ini bakal hancur sendiri dan
musnah ber-sama2, Kalau kau tidak percaya lihat saja nanti
Cepat kau kutudungi wajahmu"
Pek Li siang menurut, ia ambil keluar sapu tangan dan
dikenakan diatas wajahnya.
Tiba-tiba terdengar Tong Hwie membentak keras: "Liuw
Hauw siang, kau sangat keterlaluan Aku orang she Tong
akan adu jiwa dengan dirimu."
Bicara sampai disitu ia bungkukkan badannya, angkat
kaki mengangguk. dalam sekejap mata suara desiran tajam
bergema memenuhi angkasa, berbagai senjata rahasia
laksana tawon berbareng meluncur kearah seluruh tubuh
Liuw Hauw siang.
Liuw Hauw siang membentak keras, dari kedua belah
ujung bajunya segera meluncur keluar belasan batang
senjata garpu pengejar sukma.
"Bruuuk...." senjata memecahkan diri berubah jadi ber-
puluh2 batang garpu kecil dan menyambut datangnya
sambaran senjata rahasia itu.
Masing2 pihak semuanya jago dalam hal senjata rahasia,
pertarungan ini seketika berubah makin seru, suara ting,
tang, ting, tang bentrokan senjata rahasia menggema tiada
hentinya diseluruh angkasa.
Liuw Hauw Siang tertawa ter-bahak2,
"Haaa..haaaa...haaa...kiranya seorang ahli senjata
rahasia yang tersohor diseluruh kolong langit pun hanya
begini saja agaknya kepandaian kau si Enam Bulan salju
Tong Hwie terbatas pada itu iuga."
Tong Hwie tertawa dingin. "Nih. coba rasakan-"
Dari kedua belah ujung bajunya tiba2 meluncur keluar
dua buah benda bulatan hitam melayang keatas kepala
Liuw Hauw Siang kemudian melesak dan memercikan
ribuan kuntum bunga api.
Liuw Hauw Siang angkat muka, ia tidak kenal apa nama
dari bunga api tersebut.
Siapa sangka justru inilah cara suara di Timur
menghantam di Barat dari Tong Hwie, jika Liuw Hauw
Siang dongakkan kepala, laksana kilat Tong Hwie segera
pentang mulutnya, tiga buah bulatan merah sebesar buah
touw dengan dahsyatnya menyambar tubuh pemuda
tersebut.
Untuk menghindar tidak sempat lagi, dua butir yang
pertama dengan susah payah berhasil dihindari tetapi
butiran yang ketiga dengan telak bersarang diatas
pundaknya, seketika badannya terdorong mundur tiga
langkah lebar kebelakang.
Hancuran baju beterbangan, badan hancur dan darah
segar mengucur keluar dengan derasnya, seluruh lengan
kanannya tak sanggup diangkat kembali.
Sementara itu pertarungan antara Cioe Cie Kang dengan
Liuw Hwie Yen pun telah mencapai ratusan jurus, pada
dasarnya kepandaian Liuw Hwie Yen memang sudah kalah
setingkat daripada kepandaian cioe Ci Kang. setelah kini
melihat kakaknya terluka pikiran makin bercabang, seketika
tubuhnya kena didesak mundur sejauh lima enam langkah.
Merasa dirinya terdesak Liuw Hwie Yenjadi gusar,
kedua belah ujung bajunya diayunkan kedepan, lima batang
senjata garpu pengejar sukma dengan mengubah diri jadi
puluhan batang laksana kilat meluncur kedepan.
Cioe Cie Kang kaget, dengan sekuat tenaga ia
mengeluarkan ilmu cakar Boe Khek Hek Hong cau-nya.
sang badan laksana kilat bergeser tiga langkah kesamping,
dengan sangat tepat sekali ia berhasil meloloskan diri dari
ancaman bahaya maut.
sekali lagi Liuw Hwie Yen ayunkan tangannya, tujuh.
delapan batang senjata garpu kembali meluncur kedepan.
Cioe Ci Kang membentak keras. sementara ia siap
mundur kebelakang. Tiba2 Cioe Cien cien berkelabat
kedepan, sepasang tangan direntangkan dengan
menggunakan ilmu "Tong Thian it Coe siang" disambutnya
serangan lawan itu.
Angin pukulan men-deru2 pasir debu beterbangan
memenuhi angkasa. dua puluh batang senjata garpu
berhasil disapu rontok semua keatas tanah, namun cioi Cien
cien tidak mau lepas tangan begitu saja, jurus pertama habis
digunakan jurus kedua menyusul datang.
Liauw Hwie Yen mengerti bagaimana lihaynya ilmu
"Tong Thian it Coe siang" tersebut, dengan sekuat tenaga ia
mengirim sebuah pukulan dengan menggunakan gerakan
dari "Hwie Him Pat sih"
"Braaaak " ditengah suara benrokan keras menimbulkan
pusaran angin kencang. masing-masing pihak tergetar
mundur tiga langkah lebar kebelakang.
Jelas ilmu sakti "Tong Thian it coe siang" yang dimiliki
Cioe Cien cien baru memperoleh kesempurnaan tiga empat
bagian belaka. seandainya berganti Cioe Hujien yang turun
tangan, Tentu saja Liaw Hwie Yen tak bakal sanggup untuk
menerimanya.
Dalam pada itu antara Liuw Hauw siang dengan Tong
Hwie telah melangsungkan pertarungan kembali, kali ini ia
lebih ber-hati2, serangann dilancarkan dengan segenap
tenaga, ia tidak memberi kesempatan lagi bagi lawannya
untuk menyambit senjata rahasia. kembali Tong HHwie
berhasil didesak mundur beberapa langkah kebelakang.
Ketika Lam Kong Pak melihat kakak beradik she Liuw
sudah menderita rugi hatinya merasa sangat gelisah. karena
kakak beradik she- Liuw pernah memberi bantuan
kepadanya sewaktu ada diperkampungan Toa Loo san-cung
sehingga ia bisa lolos dari kekejian cioe Ci Kang.
Sementara mereka berdua masih merasa ragu2
mendadak dari sisi tubuh mereka berdua menyambar lewat
sebutir batu besar dan menghantam kearah batuan sebelah
kanan.
"BRRAAAAAK " Batuan kecil beterbangan memenuhi
angkasa, Cioe Hujien membentak keras, badannya
berkelebatan menerjang kearah tempat persembunyian
mereka berdua.
Lam Kong Pak serta Pek Li siang sadar ada orang
ditempat kegelapan yang sedang mengadu mereka
melakukan sesuatu. cioe Hujien telah berdiri diatas batu
dan menuding kearah mereka berdua sembari menegur
"Darimana datangnya bajingan keparat, berani
membokong diriku ?"
Karena tempat persembunyiannya sudah ketahuan Lam
Kong Pak serta Pek Li siang terpaksa harus keluar dari balik
batu. ujar sang pemuda
"Hujien- jangan se-kali2 kena terpergauh oleh siasat
sekali sambit dapat dua hasil dari orang lain, cayhe sama
sekali tidak...."
Cioe Hujien yang melihat dengan mata kepala sendiri
batu tersebut meluncur datang dari arah Lam Kong Pak.
mana mau mempercayai perkataan pemuda tersebut?
Dengan penuh kegusaran segera bentaknya: "Lihat
serangan- ...."
Jurus pertama dari ilmu sakti "Tong THian it coe siang"
yang disebut sebagai It Cie Cing Thian- atau satu Tiang
menyanggah langit segera dilancarikan keluar.
Gerak-gerik seorang jagoan tersohor ternyata jauh
berbeda, gerakannya lebih mantap ber-puluh2 kali lipat
daripada gerakan cioe Gen cien tadi
segulung angin taupan yang maha dahsyat dengan cepat
menggulung keluar menyapu tubuh Lam Kong Pak.
"Aku dengar orang berkata, ilmu sakti Tong Thian it coe
siang merupakan kepandaian dahsyat dikolong langit" Pikir
Lam Kong pak dalam hati. ini hari aku harus mencobanya."
setelah pikiran itu berkelebat lewat dalam benaknya,
hawa murni segera disalurkan melalui pusar mengelilingi
badan, sepasang tangan direntangkan memperlihatkan
suatu jurus serangan yaug amat hebat.
Jurus ini bukan lain adalah salah satu jurus serangan dari
ilmu ciptaan barunya yang disebut sebagai satu telapak sam
Hoo It Ciang Hoat hasil gabungan dari ilmu Thian sun soe,
ilmu telapak Lian Tiong sam Yen ciang Hoat serta ilmu
pukulan kilat sien Thian cap sah sih.
Angin pukulan men-deru2 membuat seluruh angkasa
penuh dengan pasir serta debu yang beterbangan, diikuti
dua gulung angin pukulan terbentur satu sama lainnya
mengakibatkan ledakan keras.
seluruh bumi bergetar, pandangan mata jadi kabur dan
se-olah2 semua bukit dilanda oilh gempa yang maha
dahsyat.
Cioe Hujien terdesak mundur lima langkah kebelakang
badannya, sempoyongan- ..lama sekali ia baru dapat
menenangkan hati.
sebaliknya Lam Kong Pak sendiripun terdesak mundur
empat. lima langkah kebelakang, seluruh lengan kanannya
jadi kaku dan linu, diam2 ia merasa terkesiap.
"Ilmu sakti Tong Thian it coa siang ternyata bukan nama
kosong belaka...." pujinya.
Sementara itu Cioe Cien cien telah tertarik perhatiannya
sehingga berpaling kearah Lam Kong Pak akibat bentrokan
yang barusan terjadi, ia sama sekali tidak menyangka sang
manusia aneh berpakaian macan toreng ini ternyata
sanggup menerima datangnya serangan ilmu sakti "Tong
Thian it coe siang" yang jadi andalan itu
setelah melengak beberapa saat, cioe Hudjien tertawa
dingin tiada hentinya.
"Jago Bu-lim yang bisa menerima seranganku dengan
tenaga delapan bagian, dewasa ini bisa dihitung dengan jari
tangan- siapa anda? jurus serangan dari ilmu apakah yang
barusan kau gunakan?"
Karena takut Cioe Cien cien mengenali suaranya, Lam
Kong pak segera mengubah suaranya jadi serak tua,
jawabnya
"Loohu sudah lama tidak menggunakan namaku yang
sebenarnya, sedang mengenai jurus serangan barusan loohu
beri nama sebagai ilmu telapak sam Hoo It Ciang hoat"
sekali lagi Cioe Hujien dibikin tertegun, nama ilmu
telapak sam Hoo It Ciang Hoat baru untuk pertama kali ini
ia dengar, tidak disangka suatu ilmu silat yang tidak
tersohor bisa bertanding seimbang dengan ilmu sakti Tong
Thian it coe siangnya.
sekalipun begitu dalam hati ia merasa tidak puas, dengan
tenaga sepuluh bagian sekali lagi sepasang telapaknya
direntangkan kemudian sekuat tenaga mendorong kedepan-
Ia menggunakan jurus kedua dari ilmu "Toa shia Ciang
Cing" atau Bangunan besi hampir Roboh.
Lam Kong Pak Pun tidak ingin menunjukan
kelemahannya, sekali lagi ia mengirim serangan dahsyat
dengan ilmu telapak sam Hoo It Ciang Hoatnya.
"Braaaak..."
Kali ini tenaga pukulannya makin besar, batuan cadas
dikedua belah dinding pada berguguran, seluruh jago yang
sedang melakukan pertarungan ditengah kalanganpun
sama2 berhenti,
Kedua orang itu sama2 mandur lima langkah kebelakang
menang kalah masih belum berhasil ditentukan-
Timbul hawa amarah dalam dada Cioe Hujien ia
membentak keras. jurus ketiga "Liong Hoo Hwi Pah." atau
loteng Naga menghantam paku. jurus keempat Thian coe
Wie Bun- atau Tiang langit melindungi Pintu ber-sama2
dilancarkan-
Lam Kong Pak tidak berani berayal, ia kumpulkan
semua tenaganya mengirim satu pukulan gencar.
seketika itu juga angin pukulan men-deru2, pasir debu
beterbangan. angin taupan melanda empat penjuru
membuat orang tak sanggup pentang mata. para jago
disekitar kalangan sama2 terdesak mundur beberapa
tombak kebelakang.
Lam Kong Pak merasakan tenaga tekanan diatas
dadanya makin bertambah lipat ganda hampir2 tak sanggup
bernapas. tubuhnya mundur delapan langkah kebelakang
dengan sempoyongan-
Kali ini coe Hujien hanya mundur empat langkah
kebelakang jelas ia berhasil merebut posisi diatas angin-
Cioe Cien cien sewaktu melihat pendekar aneh itu sangat
luar biasa, ia takut Pek li siang yang berada disisi kalangan
ikut turun tangan membantu. sebelum musuh bergerak ia
mendahului menubruk kearah gadis si Pek li siang tersebut.
"Berhenti " Bentak Pek Li siang gusar. "Apa yang hendak
kau lakukan ?..."
"Aku hendak melepaskan kedok wajahmu"
"Hmm kau belum sesuai untuk berbuat demikian "
CIOE CIEN CIEN mendengus dingin badannya
bergerak menubruk kedepan kedua orang itupun segera
melangs ungka suatu pertarungan sengit.
seandainya peristiwa ini terjadi pada sepuluh hari
berselang, dua orang Pek Li siang turun tangan berbareng
pun masih bukan tandingan cioe Cien cien, tapi keadaan
sekarang sama sekali berbeda.
Bukan saja jalan darah serta urat2 nadi seluruh badan
Pek Li siang berhasil ditembusi oleh Lam Kong pak.
bahkan ia telah menghabiskan lima, enam bayi buah
misterius berusia ribuan tahun-
Tenaga dalamnya telah memperoleh kemajuan sangat
pesat. Ditambah pula Lam Kong pak telah menurunkan
ilmu telapak sam Hoo It Ciang Hoat kepadanya.
Kedua orang gadis tersebut setelah saling bergebrak
balasan jurus. karena cioe cien Cien terlalu memandang
enteng pihak lawan ia kena didesak mundur tiga, empat
langkah kebelakang.
sebagai seorang gadis berhati angkuh dan tidak ingin
dikalahkan orang, tentu saja Cioe Cien cien tidak mau
memperlihatkan kelemahannya, ia segera mengeluarkan
ilmu sakti Tong Thian it cie siang-nya untuk menggenjot
pihak lawan,
Pek Li siang sama sekali tidak gentar, ia salurkan tenaga
murninya mencapai delapan bagian menyambut serangan
tersebut dengan keras lawan keras. "Bluuuuumm "
Tubuh Cioe Cien cien terpental sejauh satu tombak lebih,
hampir2 saja roboh keatas tanah. sedangkan Pek Li siang
sendiri hanya mundur tiga langkah kebelakang.
Dengan adanya kejadian ini memang kalah sudah dapat
ditentukan- namun cioe Cien cien sebagai seorang dara
bertabiat keras tidak mau sudahi sampai begitu saja. ia
membentak gusar, sekali lagi badannya menubruk kedepan
sembari melancarkan tiga buah serangan berantai.
Pek Li Siang adalah seorang gadis berhati ramah dan
welas kasih, memandang diatas wajah Lam Kong Pak ia
tidak tega melukai gadis tersebut. karena itu kendati pihak
lawan mendekati kalap ia layani dengan hati tenang.
Dalam pada itu Lam Kong Pakpun mengandung maksud
hati yang sama. ia tidak tega turun tangan keji terhadap diri
Cioe Hujien, karena ia dapat melihat bahwasanya Cioe
Hujien jauh2 lebih baik daripada cioe ci Kang.
Pertarungan antara Liuw Hauw seng dengan Tong Hwie
pun telah mencapai pada puncaknya, Tong Hwie bukan
tandingan dan ia pun tidak berkesempatan melepaskan
senjata rahasia. posisinya sangat terdesak. Kendati ada dua
orang pemuda berdiri disisi kalangan namun mereka tak
berani turun tangan secara gegabah. tampak wajah dua
orang pemuda itu kelihatan amat gelisah.
sebaliknya Liuw Hwie Yen yang bertanding melawan
cioe cie Kang kena didesak berada dibawah angin- namun
dalam tiga lima jurus lagi ia tak akan dikalahkan-
Pada saat itu rembulan telah berada diatas awang2 dan
menerangi seluruh jagat dengan terangnya.
Tiba2 terdenar suara suitan keras bergema memenuhi
angkasa. suara itu amat tinggi melengking bagaikan jeritan
iblis. membuat bulu tengkuk semua orang pada bangun
berdiri.
Diikuti ujung baju tersempok udara bergema datang
puluhan sosok bayangan manusia munculkan diri dari balik
bukit.
orang2 itu bukan lain adalah delapan manusia banci "Im
Yang Pat Khie" serta sepasang manusia aneh dari Hay
Thian Hay Thian siang Gho sekalian- Diantaranya Sikakek
iblis Asap Berawan Si coe Lok serta si MalaiKat raksasa
Loo Liang Jen berlari mendekati Lam Kong Pak.
si Rembulan pagi Guw Yang serta si Awan Hitam ChiJie
berjalan mendekati Pek Li siang.
Loo-toa dari sepasang manusia aneh si Catatan Mati
Hidup Pak Boe mendekati si Enam Bulan salju Tong
HHwie. sedang loo-tienya si Wang wee Berhati Hitam Coe
Sin menubruk kearah Cioe Ci Kang.
sepasang telapak tangan simalaikat raksasa Loo Liang
Jen yang besar bagaikan kipas membabat batok kepala Lam
Kong Pak keras2.
Melihat kejadian tersebut Lam Kong Pak segera merasa
bahwa dugaannya sama sekali tidak melesat.
Tentunya si Pemilik Pegadean Bu-lim melihat waktunya
sudah tiba. ia segera kerahkan seluruh kekuatannya untuk
menghadang para jago, sementara ia sendiri masuk kedalam
celah batu untuk mengambil mustika.
Terhadap si malaikat raksasa ini Lam Kong Pak
menaruh rasa suka, karena ia merasa orang ini adalah
searang manusia kasar yang jujur dan berpikiran lurus,
melihat datangnya serangan dengan sebat ia menyingkir
kesamping.
sedangkan sikakek iblis Asap berawan yang menubruk
kearah cioe Hujien, segera ayunkan Huncweenya yang
panjang melancarkan delapan buah serangan berantai,
sedang mulutnya menghembuskan s eg ulung asap rokok
yang tebal.
Pengetahuan cioe Hujien sangat luas, ia tahu asap
tebalnya ini bisa digunakan mengikuti kemauan hati,
seandainya ia kena dikurung maka mudah sekali masuk
perangkap. Badannya segera berkelebat kesamting dan
mengirim serangan dengan ilmu sakti Tong-Thian it Coe
siangnya.
Dalam sekejap mata seluruh tebing telah digetarkan oleh
bentakan2 keras serta bentrokan- bentrokan senjata. Pasir
dan debu memenuhi angkasa angin pukulan men-deru2.
REMBULAN per-lahan2 merambat ketengah udara,
namun para jago se-akan2 sudah lupa dengan waktu,
mereka pusatkan seluruh perhatiannya melakukan
pertarungan- kerahkan semua tenaganya, tenaganya untuk
merobohkan pihak lawan-
Tentu saja mereka tak mungkin tidak harus kerahkan
semua tenaganya, karena setelah anak buah para pemilik
pegadean Bu- lim terjunkan diri kedalam kalangan,
pertarunganpun berubah jadi pertarungan besar2an-
sebentar memukul sini sebentar lagi memandang sebelah
sana, lagi pula masing2 pihak tidak mau bekerja sama,
situasi semakin gawat.
Jelas. kalau keadaan demikian terus menerus para jago
akan rontok satu persatu dan akhirnya menggeletak semua
diatas tebing ini.
Lam Kong Pak yang harus melawan cioe Hujien serta
simalaikat raksasa Loo liang Jen mulai kepayahan, hal ini
bukan dikarenakan ilmu silatnya tidak sanggup menghadapi
mereka, adalah karena ia tidak tega turun tangan keji
terhadap mereka berdua.
Yang satu adalah ibu kandung dari kekasihnya, sedang
yang lain adalah seorang jago jujur yang ia kagumi.
seandainya ia tidak mengeluarkan ilmu payung seng
kalanya, jelas sukar untuk memukul mundur kedua orang
itu.
Lam Kong Pak merasa amat gelisah. menjumpai
rembulan telah mendekati ditengah awang2. ia takut
tindakannya didahului oleh sang pemilik pagadean Bu-lim
sehingga bukan saja dendam berdarahnya sukar dibalas
bahkan merasa berdosa terhadap oei ci Hu cianpwee.
Diam2 Lam Kong Pak melirik kesisi kalangan,
dilihatnya Pek Li Siang sedang melangsungkan pertarungan
sengit melawan si awan hitam cai Jie serta Rembulan pagi
Gun Yang, bahkan ia menemukan pula kalau kedua orang
iblis tersebut se-akan2 tidak terlalu memperhatikan cioe cien
cien, perhatian utama ditujukan kepada Pek Li siang
seorang.
Sedangkan cioe cien cien sendiripun tidak membantu
Pek Li Siang ia hanya melancarkan serangan secara
serampangan sementara perhatiannya diarahkan kepada
cioe Hujien.
Lam Kong Pak membentak keras tubuhnya meloncat
ketengah udara, jurus kedua dari ilmu sakti Payung Sang
kala segera dilancarkan keluar.
Seketika itu juga cahaya merah laksana payung dengan
dahsyatnya mengurung datang. cioe Hujien tergetar keras,
dengan sekuat tenaga ia melancarkan satu pukulan dengan
ilmu Tong Thian It coe Siangnya.
Simalaikat raksasa pun mengirim sebuah serangan
kedepan .
"Bluuuum...." Ditengah suara bentrokan keras cioe
Hujien mendengus, ia muntahkan darah segar dan jatuh
terduduk satu tombak dari kalangan.
Bagaimana pun juga si Malaikat raksasa memiliki bakat
alam, ia hanya terpukul mundur tujuh, delapan langkah
kebelakang. pakaian yang dikenakan koyak2 dan hampir2
mendekati telanjang.
cioe cien cien menjerit kaget, ia lari kesisi cioe Hurien
dan berseru dengan air mata bercucuran
"lbu. kau... kau tidak mengapa bukan ?"
"cien-jie. aku menderita sedikit luka dan tidak mengapa.
Hanya saja kita sudah masuk perangkap orang lain "
"Maksudmu kita masuk perangkapnya si pemilik
Pegadaian Bu-lim ?"
"Tidak salah. mungkin kali ini kita hanya datang dengan
sia2 belaka. bisa meloloskan diri dari sini dalam keadaan
selamatpun sudah beruntung "
"lbu. siapakah tamu aneh ini? kenapa ilmu silatnya bisa
demikian lihay?."
"Tempo dulu aku menyangka ilmu sakti "Tong Thian it
Coe siang" yang kumiliki kecuali sang pemilik Pegadean
Bu-lim dewasa ini tanpa tandingan- siapa sangka harus
menderita kalah ditangan seorang pemuda"
"Apa? Pendekar aneh ini adalah seorang pemuda ?
bukankah ia menyebut dirinya sebagai Loohu?"
"Menyebut dirinya Loohu atau tidak apa pentingnya,
sejak semula aku sudah dapat melihat kalau dia adalah
seorang pemuda yang berusia diantara dua puluh tahunan.
bukan saja jurus serangannya sangat aneh, tenaga dalamnya
pun amat sempurna. sungguh luar biasa "
Dengan wajah penuh rasa terperanjat Cioe Cien Cien
alihkan sinar matanya kearah Lam Kong Pak dan
memandangnya tak berkedip.
sementara itu Lam Kong Pak sudah berkelebat kesisi Pek
Li siang menyambut datangnya serangan si awan hitam
ChiJie. Begitu turun tangan ia mengeluarkan ilmu telapak
"sam Hoo It Gang Hoat" tidak sampai sepuluh jurus ia
berhasil memaksa tubuh ChiJie mundur kebelakang dengan
sempoyongan.
setelah tenaga tekanan berkurang, semangat Pek Li siang
berkobar kembali. ber-turut2 ia melancarkan serangan
memaksa si Rembulan Pagi Guw Yang terdesak mundur.
setelah menelan obat luka Cioe Hujien lambat2 bangun
berdiri, sementara ia mau berbicara sambil meraung keras
simalaikat raksasa Loo Liang Jen telah menubruk datang.
telapak tangannya membabat keluar mengirim sebuah
serangan.
Cioe Hujien tidak mengerti kalau ia memiliki tenaga
dalam yang luar biasa, pikirnya: "Apakah untuk
membereskan kerbau dungu inipun aku tidak sanggup ."
Dengan jurus Loteng Naga Menumbuk Paku ia sambut
datangnya serangan Loo Liang Jen dengan keras lawan
keras.
"Braaaak...." terdengar suara bentrokan keras menggema
diangkasa, tubuh Loo Liang Jen yang tinggi besar bagaikan
pagoda sama sekali tak bergeming. sebaliknya Cioe Hujien
tergetar mundur setengah langkah kebelakang.
Peristiwa ini seketika membuat Cioe Hujien berdiri
melengak. ia tidak menyangka kerbau dungu inipun tidak
mudah dihadapi. Kembali Loo Liang Jen membentak keras,
suaranya menggema diseluruh lembah membuat telinga
mendengung. Tangannya diayun mencengkeram tubuh cioe
Hujien.
Tiba2 Cioe Cien cien berpaling, melihat kejadian itu ia
jadi amat gusar. dengan ilmu cengkeraman angin hitam Boe
Khek Hek Hong cau ia ancam sepasang pinggang dari Loo
Liang Jen-
"Krooook" Cioe Cien cien menjerit tertahan, sambil
memegang pergelangan sendiri ia meloncat mundur
selangkah kebelakang.
Kiranya dalam serangan barusan- Loo Liang Jen sama
sekali tidak menderita luka sebaliknya sebuah lengan
kanannya amat sakit bagaikan retak.
Baru saja telapak tangan Loo Liang Jen yang besar
bagaikan kipas tiba didepan dada Cioe Hujien, perempuan
itu tiba2 kertak gigi dan melancarkan serangan dengan
gerakan Thian Teh Mang" atau langit bumi lebar meluas.
jurus terakhir dari ilmu sakti Tong Thian it soe siang.
Kembali terjadi suatu bentrokan yang menggetarkan
seluruh jagat. tubuh Loo Liang Jen yang tinggi besar
mencelat sejauh satu tombak menghantam sebuah batu
karang dibelakangnya .
"Bruuuk...." Hancuran batu beterbangan memenuhi
angkasa. debu dan kerikil menghalangi pandangan mata.
Cioe Hujien sendiri mundur beberapa langkah lebar
kebelakang.
Tampak Loo Liang Jen duduk melongo. ia tak sanggup
merangkak bangun lagi sementara sepasang matanya yang
besar bulat memancarkan cahaya menggidikkan, tiba2 ia
meraung keras sekali lagi tubuhnya meloncat kedepan.
sebenarnya Cioe Cien Cien sedang memperhatikan
seluruh tubuh Lam Kong Pak dengan hati curiga, namun
dalam keadaan seperti ini ia tiada kesempatan untuk
melihat lebih jauh. ibu dan anak bekerja sama untuk
menghadapi simalaikat raksasa Loo Liang Jen-
Lam Kong pak sendiri, ketika dilihatnya situasi makin
lama semakin mendesak ia segera membentak keras Jurus
ketiga dari ilmu sakti Payung seng kala, Ban san Tiauw
Thian- Atau selaksa Payung menghadap kelangit segera
dilancarkan.
Terdengar jeritan ngeri yang menyayatkan hati
berkumandang memenuhi angkasa, sebuah lengan kanan
dari si Awan Hitam Chi Jie terbabat putus jadi dua bagian,
tak sanggup lagi ia roboh keatas tanah.
Pek Li siang membentak keras, iapun memainkan ilmu
telapak "sam Hoo it Ciang Hoat" hingga mencapai pada
puncaknya.
"Bruuuk " satu hantaman dengan telak bersarang ditubuh
si Rembulan Pagi Guw Yang membuat orang itu muntah
darah segar dan mundur kebelakang sejauh lima, enam
langkah dengan sempoyongan-
" Waktunya sudah hampir tiba bukan?" Teriak Pek Li
siang dengan napas ter-engah2.
Melihat cahaya rembulan tepat menyoroti celah batu
tersebut Lam Kong Pak merasakan seluruh tubuhnya
tergetar keras, sementara ia bermaksud menggapai Pek Li
siang untuk diajak melayang kedalam celah batu, tiba2
terdengar suara tertawa seram menggema memenuhi
angkasa, bagaikan bayangan setan tahu2 suma Ing telah
muncul dihadapannya.
"Tidak kalian sangka bukan" jengeknya dingin-
"Heeeee... heeeee...heeeee... susah payah kalian kali ini
bakal sia2 belaka...."
Begitu ucapan selesai diutarakan, jurus2 serangan ampuh
ilmu sakti Payung sang kala telah dikeluarkan-
Menemui musuh besarnya munculkan diri, hawa amarah
segera berkobar didaLam dada Lam Kong pak. ia tidak
memperduli sisa kekuatan yang ada lagi mengirim satu
pukulan kedepan.
"Bluuuuum " Ditengah bentrokan, mereka berdua sama2
mundur selangkah kebelakang,
"Anjing keparat, serahkan nyawamu...." Bentak Pek Li
siang penuh kegusaran-Ia menyerang dengan gunakan ilmu
telapak sam Hoo It Ciang Hoat.
"Bruuuuk" tubuh Pek Li siang mundur beberapa langkah
kebelakang hampir2 saja ia jatuh terjengkang keatas tanah.
Namun ia sudah lupa akan mara-bahaya yang
mencekam dirinya, kepada Lam Kong Pak sadis ini segera
berseru: "serahkan andjing keparat ini kepada siauw- moay
kau cepat pergi...."
Walaupun Lam Kong Pak tahu saatnya sudah tiba dan
kemungkinan besar sipemilik Pegadaian Bu-lim sudah
masuk kedalam celah batu, namun bagaimanapun juga ia
tak dapat meninggalkan Pek Li siang seorang diri, agar ia
menempuh mara bahaya. Ia segera berteriak kesas: "siang-
moay, kau cepat mundur kebelakang "
"Tidak lebih baik siauw-moay bekerja sama dengan
dirimu untuk membereskan jiwa anjing keparat ini...."
"Jangan bermimpi disiang hari bolong. Lihat
serangan...."
serangan ini dilancarkan suma ing dengan sekuat tenaga.
cahaya hijau menyilaukan mata, deruan angintaupan
melanda empat penjuru. batu dan pasir beterbangan
memenuhi angkasa. Keadaan sangat mengerikan-
Lam Kong Pak tidak mau menunjukkan kelemahan,
iapun mendorong satu pukulan dengan segenap tenaga.
"Bruuuk " suara bentrokan menggelegar keras. suma Ing
terpukul mundur lima langkah kebelakang sedangkan Lam
Kong Pak sendiri mundur enam langkah.
Dia mana tahu kalau jurus serangan ini telah
menggunakan gerakan keenam dari ilmu sakti Payung seng
kala, seandainya ia tidak memperoleh penemuan aneh
mungkin sejak tadi sudah menggeletak keatas tanah.
suma Ing tertawa seram, sekali lagi ia mengirim satu
pukulan dahsyat.
Angin puyuh melanda keampat penjuru mengiringi
menggeletarnya guruh membelah bumi. Rembulan tak
bersinar. puluhan batu besar beterbangan diangkasa.
Pada saat yans bersamaan Lam Kong Pak serta Pek Li
siang melancarkan satu pukulan secara berbareng, Terasa
suatu getaran yang amat keras menggetarkan seluruh tubuh
mereka disusul jeritan lengking menggema ditengah ledakan
tersebut.
Kiranya tubuh Pek Li siang telah terpukul hingga
mencelat sejauh dua tombak dari tengah kalangan-
Inilah gerakan yang ketujuh dari ilmu sakti Payung sang
kala, kekuatannya sangat luar biasa sukar dilukiskan
dengan kata2, Lam Kong Pak merasakan darah panas
bergolak didalam rongga dada dan akhirnya iapun muntah
darah segar.
Ia melayang kesisi Pek Li siang, tampak olehnya pundak
gadis itu berpelepotan darah paras mukanya pucat pasi dan
saat ini sudah jatuh tidak sadarkan diri
Perasaan menyesal yang tak terkira memenuhi benaknya.
Kalau bukan ia banyak bicara, gadis ini tidak akan
kehilangan satu2nya orang yang paling dikasihi, seandainya
Pek Li Gong tidak menemui bencara. malam ini iapun tidak
akan menderita luka separah ini.
Dua titik air mata jatuh berlinang membasahi wajah Pek
Li siang yang lembut dan ayu itu.
Tiba2.....
suma Ing bergerak kedepan, sambil tertawa seram
jengeknya: "Baik2lah mengundurkan diri dari lembah ini,
kemungkinan selembar jiwamu masih bisa tertolong"
sepasang mata Lam Kong Pak berubah merah be-api2.
bibirnya digigit kencang2. saat ini ia sudah lupa akan
mustika yang berada didalam celah batu, ia hanya ingin
menggigit daging suma Ing dan menghirup darahnya.
"suma Ing" Bentak Lam Kong Pak keras-keras. "Asalkan
cayhe masih ada hawa murni tiga coen pun pasti akan
kubalas dendam sakit hati ini "
"Haaaaa...haaaa....haaaaa...." suma Ing tertawa ter-
bahak2. "saat kematianmu sudah tiba."
Tiba2 terdengar suara jeritan kaget berkumandang
ditengah malam buta, ada orang yang ber-kaok2 keras:
"Cepat lihat Celah batu itu mulai membuka ....."
Lam Kong Pak segera berpaling, tampak dari balik celah
batu itu menyembur keluar suatu sumber air yang amat
deras sekali diikuti menyebar keatas permukaan tanah.
Kemudian dari antara celah2 batu itu menggema suara
gemerutukan laksana guruh membelah bumi.
suma Ing membentak keras, sekali lagi ia melancarkan
satu serangan dahsyat kearah Lam Kong Pak.
Pemuda she- Lam Kong tidak berani menerima serangan
tadi dengan keras lawan keras sambil menggendong tubuh
Pek Li siang ia menyingkir lima langkah kesamping.
Pada saat yang amat kritis itulah mendadak semburan air
yang memancar keluar dari balik celah batu semakin santar,
suara gemerutukpun makin nyaring.
se-konyong2 terdengar suara ledakan yang amat keras
menggetar memenuhi angkasa, celah batu itu membelah
jadi dua bagian disusul dari balik ruangan celah itu
berkumandang suara jeritan babi yang sangat mengerikan.
Dalam sekejap mata suma Ing telah melancarkan tujuh
buah serangan berantai, ia ada maksud membinasakan Lam
Kong Pak. dalam pukulannya. Lam Kong Pak terdesak
hebat, terpaksa ia harus meloncat kekanan menyingkir
kekiri untuk meloloskan diri dari bahaya maut. sekalipun
demikian tubuhnya terkena beberapa hajaran pula sehingga
sebuah tulang iganya patah.
suma Ing tertawa seram tiada hentinya. Lambat2 ia
bergerak kedepan makin mendekati mangsanya.
Tiba2 dari telinga Lam Kong Pak menggema keluar
suara bisikan yang amat lirih: "Hawa murni salurkan
melalui Nie Tan berkumpul dipusar, kembali ke Ce Hu dan
dorong satu pukulan kedepan- cepat"
Lam Kong Pak tidak ambil pertimbangan lain, ia
mengikuti bisikan tersebut melancarkan satu pukulan.
"Braaaak...." suara jeritan ngeri yang menyayatkan hati
berkumandang memenuhi angkasa disertai suatu getaran
keras.
Tubuh suma Ing mencelat sejauh tiga tombak lebih dan
roboh disisi celah batu itu dalam keadaan tidak sadarkan
diri
Dalam pada itu sipemilik Pegadean Bu-lim sedang
menghalangi serbuan para jago Bu-lim dengan sekuat
tenaga, ia tidak membiarkan orang2 itu mendekati celah
batu. Banyak diantara mereka roboh terluka parah dan tak
sanggup merangkak bangun kembali.
Lam Kong Pak sendiripun tidak berani ragu2 lagi, sambil
menahan luka2 dibadan ia bopong tubuh Pek Li Siang dan
berkelebat mendekati celah batu tersebut.
Pada saat itu jeritan babi yang mengerikan dari balik
celah berkumandang semakin keras. semburan air telah
berhenti dan bau amis yang sangat memuakkan berhembus
keluar.
Lam Kong Pak gertak gigi meloncat kedepan, tubuhnya
laksana kilat melayang masuk kedalam gua gelap itu
Dalam sekejap mata jeritan mengerikan serta semburan
air telah berhenti semua.
Namun bau amis semakin menebal membuat perut
terasa mual. Tubuhnya yang meluncur masuk kedalam pun
terjatuh kedalam lumpur.
Pada dasarnya sebuah tulang iga Lam Kong Pak telah
patah, iapun harus menggendong Pek li Siang.
Bantingannya barusan membuat kepala pusing tujuh
keliling. mereka berdua telah menjadi manusia lumpur.
Diam2 pemuda itu hela napas panjang sembari berpikir:
"Aaaaaai...habislah sudah aku kali ini?"
Keadaan di dasar gua itu gelap gulita sukar melihat jari
tangan sendiri. bau sangat menusuk hidung. karena ia takut
tubuh Pek Li Siang tenggelam didasar lumpur tanpa pikir
panjang lagi tubuh gadis itu diangkat keatas.
Jeritan babi telah berhenti, namun suara dengusan berat
semakin kuat. seakan2 ada alat pompa yang besar dan
banyak sedang bekerja dalam saat bersamaan-
Walaupun Lam Kong Pak tak dapat melihat makluk
apakah itu, namun ia pasti tahu binatang ini pastilah
binatang beracun peninggalan dari jaman dahulu kala.
Ia tentu berhenti berteriak karena mendengar dirinya
berdua terjatuh kedalam lumpur dan saat ini siap
melancarkan terkaman-
Tiba2 terdengar segulung angin sambaran yang keras
mengapu datang Lam Kong Pak yang ada didasar lumpur
tidak leluasa untuk bergerak.
Ia hanya merasa tangannya jadi ringan, Pek Li siang
tahu2 sudah digulung pergi oleh sesosok makhluk hitam
yang besar sekali,
Rasa terkejut yang mencekam dalam hatinya saat ini
sukar dibayangkan- ia mendengar suara gemurutukan keras
se-olah2 binatang raksasa tadi sedang menelan suatu benda.
Hati Lam Kong Pak hancur lebur, kemungkinan besar
Pek Li siang telah ditelan hidup2 oleh makhluk aneh itu,
hal ini membuat ia jadi sangat gusar.
se-konyong2.... Muncul dua buah lentera merah yang
amat besar menerangi seluruh dasar gua tersebut,
Ambil kesempatan itu Lam Kong Pak memperhatikan
keadaan disekelilingnya, hati terasa menjelos.
Kiranya diempat dinding gua itu penuh dengan ular aneh
berkaki empat yang tak diketahui namanya sedang
merambat kesana kemari, lidah merah menjulur tiada
hentinya.
Kedua buah tentera merah itu bergerak makin mendekat.
hembusan angin men-deru2, bau busuk semakin menusuk
hidung.
Lam Kong Pak menjerit kaget, buru2 ia kumpulkan
semua tenaga untuk meloncat keatas
Tubuhnya melayang setinggi satu tombak lebih lima
enam, hawa murni sukar dikumpulkan jadi satu lagi.
Badannya sekali lagi melayang turun kebawah.
sementara badanya masih berada ditengah udara itulah
secara lapat2 ia dapat melihat bilamana kedua buah lentera
tersebut kiranya adalah sepasang mata dari makhluk aneh
itu.
Hawa gusar seketika memuncak membuat ia lupa akan
mara bahaya, ia tahu Pek Li siang telah ditelan hidup2 oleh
makhluk aneh itu.
sepasang lengan mendadak bergetar keras kemudian
bagaikan kilat menubruk kearah binatang aneh itu.
Karena hanya menubruk kearah mana ia baru bisa lolos
dari dalam lumpur sementara jarak kedua buah lentera
merah itu tinggal tiga empat tombak dihadapannya.
Tubuhnya melayang tepat disisi tepi telaga lumpur itu
badannya maju kedepan dengan sempoyongan. setelah
melihat lebih cermat lagi tak kuasa ia menjerit kaget.
Kiranya batok kepala dari makhluk aneh tersebut besar
bagaikan suatu gundukan tanah bukit, diatas kepalanya
tumbuh dua buah tanduk raksasa, mulutnya bagaikan
mulut gua, taring yang runcing muncul dari balik mulut,
kedua buah lubang hidungnya laksana cerobong asap.
Tubuhnya besar bulat dengan duri tajam disepanjang
punggungnya memancarkan cahaya tajam. sewaktu
binatang itu bergerak kedepan seluruh dinding gua itu
bergeser se-akan2 tertimpa oleh gempa bumi yang amat
keras.
Pengetahuan Lam Kong pak sangat luas, teringat
olehnya akan pelajaran yang pernah ia terima:
"Naga yang jantan bertanduk dan yang betina tanpa
tanduk. Naga yang memiliki tanduk tunggal disebut ciauw,
memiliki dua tanduk disebut cioe dan tanpa tanduk disebut
Ghi”.
Makhluk aneh ini memiliki sepasang tanduk. panjang
tubuh mencapai puluhan tombak jelas ia termasuk jenis
naga yang disebut Ku Cioe Liong.
Jangan dikata saat ini ia menderita luka parah, kendati
tenaga murninya masih utuh pun susah juga untuk
melenyapkan binatang ini.
Naga bertanduk itu makin lama bergerak makin dekat
jaraknya tinggal dua tombak. Mulutnya terpentang lebar
dan mengelarkan suara yang amat aneh.
Lam Kong Pak kumpulkan semua tenaganya dikedua
belah lengan, diiringi bentakan keras ia melancarkan satu
pukulan dengan jurus Ban san Tiauw Thian- atau selaksa
Payung Menghadap kelangit.
Dua gulung cahaya merah berbentuk payung laksana
kilat mengurung sekitar batok kepala naga bertanduk itu
dan menghantamnya keras2.
siapa nyana naga bertanduk ini merupakan binatang
raksasa yang telah berusia ribuan tahun- mana mungkin ia
jeri terhadap pukulan ini, lagipula Lam Kong Pak sudah
teriuka. serangannya barusan hanya menggunakan tenaga
sebesar tiga empat bagian belaka.
"Braaaak...." Terjadi bentrokan keras. naga bertanduk itu
tampak tak berkutik sedangkan Lam Kong Pak tergetar
mundur tiga langkah kebelakang, hampir2 saja ia terjatuh
kedalam telaga lumpur.
oleh hantaman tadi menimbukkan rasa gusar dari naga
bertanduk tersebut. kepalanya yang besar menggeleng
kemudian memperdengarkan jeritan keras yang
mengerikan, tubuh melengkung kemudian menyusut sejauh
tiga tombak.
sementara Lam Kong pak mempersiapkan serangan yang
kedua, tiba2 naga bertanduk itu mementangkan mulutnya
lebar2 dan meraung keras, tubuhnya tiada hentinya
dihentakkan keatas tanah.
seketika itu juga seluruh bumi bergetar keras. batu cadas
berterbangan memenuhi seluruh ruangan, hampir2 saja
Lam Kong Pak tak sanggup berdiri tegak. Tiba2 ia
terdengar jeritan keras berkumandang datang secara lapat2,
suara itu se-olah2 datang dari tempat kejauhan namun
kalau didengarkan lebih cermat jelas bergema dari tempat
yang sangat dekat.
Lam Kong Pak berseru tertahan ia temukan suara itu
berasal dari jeritan Pek Li siang bahkan muncul dari mulut
Naga Bertanduk itu.
"Apakah seseorang yang telah ditelan naga Bertanduk
selama setengah harian lamanya belum juga mati" pikiran
ini berkelebat dalam benaknya.
Namun jeritan itu semakin lama semakin santar. Lam
Kong Pak tidak memperdulikan keselamatan dirinya lagi, ia
melompat ketengah udara dan meluncur masuk kedalam
mulut besar sang naga yang terpentang lebar2 itu.
Perbuatan ini sangat mengena dihati naga bertanduk itu,
dengan sekuat tenaga ia menghisap.
seketika itu juga Lam Kong Pak merasakan seluruh
badannya panas seperti dibakar mengikuti tenggorokan
yang licin dari naga tadi ia terjerumus masuk kedalam
lambung makhluk tersebut.
= = ooo OOOOO ooo = =

"SIANG MOAY siang moay...." sembari meluncur


masuk kebawah ia ber-teriak2.
Dalam keadaan seperti ini seluruh badannya terasa amat
panas dan kering sukar ditahan- Namun napasnya tidak
menjumpai kesulitan, laksana dalam dunia luas,
Berada didalam lambung naga bertanduk itu ia tak
sanggup bangun berdiri. laksana berada dikolong meja.
Terasa tubuh naga tadi. Berguling, melingkar terus tiada
hentinya, mungkin pula merasa sangat tidak enak dibadan-
"Siang- moay, siang- moay....sembari bergulingan ia
berteriak memanggil tiada hentinya.
suaranya sangat mengharukan itulah nasib para pendekar
muda yang selalu diselubungi rintangan dunia.
"ENGKOH LAM KONG, Engkoh Lam Kong "
Mendengar suara itu Lam Kang Pak jadi kegirangan,
dengan sekuat tenaga ia berteriak kembali. namun tidak
berhasil menemukan berasal dari arah manakah suara
tersebut, ia tahu lebar tubuh naga bertanduk raksasa ini
mencapai tujuh, delapan tombak dan panjangnya puluhan
tombak bahkan isi perutnya beraneka macam, sukar untuk
mencari seseorang dalam keadaan seperti ini. "Engkoh Lam
Kong, kau berada dimana?"
suara itu berkumandang se-olah2 datang dari tempat
yang sangat jauh.
"Aku berada disini, aku berada disini" Lam Kong pak
segera berteriak keras. "Engkoh Lam Kong, kau berada
dimana?"
"Siang moay aku sendiri pun tidak tahu, karena sama
sekali tak dapat kulihat jelas"
Bantingan tubuh naga bertanduk itu semakin lihay,
berhubung naga itu menggerakkan kepalanya terus maka
makin lama Lam Kong pak terperosok semakin jauh.
menurut dugaannya ia sudah berada dilambung Naga
tersebut.
Dengan tangannya ia raba empat penjuru namun
sekeliling sana terasa amat licin sekali sukar mencekal
sesuatu.
"siang-moay, siang- moa y kau berada dimana ?"
Kali ini tidak kedengaran adanya suara jawaban, Lam
Kong Pak semakin gelisah pikirnya: " Kalau demikian terus
menerus kami bakal mati kepanasan, katanya orang yang
tertelan oleh ikan besar atau ular besar lama kelamaan ia
bakal hancur jadi air darah dalam perutnya, seperti pula
manusia menelan udang serta ikan hidup2, lama kelamaan
akan hancur sendiri"
Karena cemas, keringat dingin mengucur keluar
membasahi seluruh tubuhnya, membuat seluruh badan
basah kuyup sangat enak dibadan-
"Siang moay, siang moay... ," suasana kembali hening
dan sunyi tak kedengaran sedikit sua rapun, bahkan ia
mulai merasa dari empat penjuru serasa ada suatu benda
yang lunak dan licin sedang mengisap dirinya.
Ia tidak berani meluncur lebih kebawah. buru2
dicekalnya sebuah bulatan daging yang amat besar erat2,
Dengan adanya kejadian ini sang naga bertanduk
bergolak semakin keras, suara jeritan keras secara lapat2
menggema datang,
Namun jeritannya kali ini jauh berbeda dengan keadaan
semula, se-akan2 ia memperdengarkan jeritan sedih.
Pikiran Lam Kong Pak sedikit bergerak, dalam
perkiraannya naga bertanduk itu tentu tidak tahan karena ia
mencekal bulatan daging itu erat2. mungkinkah bulatan
daging ini adalah hati sang naga?
seketika timbul suatu pikiran didalam benaknya, ia
berpikir asalkan hatinya ini bisa dihantam sampai hancur
maka ia tak bakal bisa hipup lagi.
seandainya naga bertanduk itu mati maka ia bisa bangun
berdiri, dengan sendirinya dapat berusaha pula untuk keluar
dari kurungan-
Berpikir sampai disitu ia segera pusatkan seluruh
tenaganya disepasang tangan, dengan ilmu telapak sam
Hoo It Ciang Hoat dihantamnya bulatan daging itu tiga
kali.
Kejadian selanjutnya sangat luar biasa. seluruh tubuh
naga itu menggulung dan meng-hentak2 semakin keras.
Dari arah depan terdengar suara gemuruh yang amat keras
laksana terjadi gempa yang dahsyat, namun ia tetap
mencekal bulatan daging itu erat2, sampai mampus tak
akan mau dilepaskan-
Lama sekali suasana baru jadi tenang kembali, namun
Lam Kong Pak tidak mau berdiam sampai disitu saja,
dengan segenap tenaga ia menghantam daging bulat itu
keras-keras.
"Bruuuuuuk...." Dengan telak kepalanya menembusi
bulatan daging tadi, bahkan ada serentetan cairan yang
dingin meluncur keluar tepat menyemprot kedalam
mulutnya dan masuk kedalam perut.
Naga bertanduk itu tidak berkutik kembali, mungkin ia
sudah mati.
Lam Kong Pak yang merasa cairan tadi masuk kedalam
mulutnya, ia berusaha untuk memuntahkan kembali keluar,
namun ia tidak berhasil tanpa terasa segera pikirnya
"seandainya cairan itu beracun, habislah sudah diriku...."
Cairan dingin yang masuk kedalam mulutnya barusan
amat banyak. mungkin ada satu mangkuk besar. Begitu
masuk. kedaLam perut segera menimbulkan perasaan yang
amat dingin-bagaikan minum air es ditengah hujan salju.
seluruh tubuhnya gemetar.
Rasa panas luar biasa yang mengeram diseluruh
tubuhnya tadi kini sudah lenyap tak berbekas. bahkan
tulang iganya yang patah terhajar pukulan sisastera wan
bertangan keji pun tidak terasa sakit lagi.
Namun ia tidak memperhatikan hal tetek bengek ini,
karena ia sama sekali tidak tahu kalau cairan yang
diminumnya barusan bukan lain adalah cairan berasal dari
nyali naga, cairan tersebut merupakan benda yang paling
mustika diseluruh kolong langit ia telah meneguknya sangat
banyak. "siang-moay, siang- moa y"
Tiba2 ia terkejut sendiri, karena terasa olehnya jeritan
dan teriakannya sangat kuat dan penuh bertenaga bahkan
telinga sendiri-pun secara lapat2 tergetar keras.
Ia bangun berdiri, seluruh rasa sakit dibadannya telah
lenyap tak berbekas. badan jadi nyaman-
Dalam pada itu ia sudah lupa bagaimana adalah kepala
naga dan bagian mana adalah ekornya.
Karena asal ia ingin keluar maka dia harus menerobos
keluar maka dia haras menerobos keluar dari mulut naga,
sedangkan badan naga bertanduk itu sangat kuat dan keras.
sewaktu berada diluar tadi ia dapat melihat sisik naga itu
bercahaya dan begitu kuat dan keras.
Apa lagi pada saat ini ia tidak bersenjata tajam, tidak
mungkin untuk membelah perut untuk menerobos keluar.
Kembali ia berteriak dua kali, tetapi tidak kedengaran
juga suara jawaban. pikirnya kemudian:
"sudah setengah harian lamanya aku berada disini,
namun belum juga menunjukkan tanda hendak mencair,
mungkin karena dalam tubuhku ada hawa murni "Yen Ing
cing Khie." kenapa aku tidak me-lihat2 kesebelah sana?
seandainya disana tidak tembus bisa saja kembali lagi
kemari, bagaimana pun salah satu adalah bagian
mulutnya...."
setelah ambil keputusan ia lantas berjalan kedepan-
kurang lebih tiga lima tombak kemudian mendadak kakinya
terbentur dengan suatu benda yang amat lunak sekali, ia
segera merasa bahwa benda tersebut adalah manusia yang
berbaring disana.
IA TERPERANJAT, dalam dugaannya orang ini pasti
Pek li siang. Karena itu ia mulai meraba disekeliling tubuh
orang itu, rabaannya ini menambah keyakinannya orang ini
bukan lain adalah Pek-li siang, sebab bentuk tubuh orang ini
kecil mungil dan padat berisi.
Ia mencekal denyut jantungnya, terasa detakan nadi
masih berdenyut, ini pertanda gadis tersebut belum
menemui ajalnya. "siang-mooay, siang- moay...." serunya
berulang kali.
Tiada sahutan dan tak ada suara pantulan, Lam Kong
Pak makin terkesiap. ia sadar Pek Li siang tiba disana jauh
lebih pagian, bahkan tenaga lweekangnya tidak sempurna
yang dimilikinya, kemungkinan ia sudah tidak tahan-
"siang-moay, cepat sadar.. cepat bangun-" Tetap tiada
jawaban,
Mendadak tangan Lam Kong Pak meraba pada bagian
pinggangnya, ia merasa seakan-akan tangannya telah
meraba sejilid kitab. namun pemuda tersebut tidak ambil
perhatian, telapak tangannya ditempelkan keatas jalan
darah Leng Tay Hiatnya dan bantu menyadarkan gadis
tersebut.
sementara bawa murni disalurkan kedalam tubuh gadis
itu, sang badan segera menggetar keras, seakan dari telapak
tangannya muncul suatu kekuatan tak berwujud yang
menyerang kedalam tubuhnya kemudjan mendapatkan
penolakan dari dalam badan gadis tadi.
Lam Kong Pak ter-heran2, ia tak tahu apa sebabnya bisa
terjadi begini, ia masih mengira Pek- li siang menderita luka
dalam yang amat parah.
Ia mana tahu peristiwa ini terjadi berhubung tanpa
sengaja ia telah menelan cairan dari nyali naga, tenaga
lweekangnya memperoleh kemajuan pesat. tenaga murni
yang dimiliki dewasa ini sudah bukan tandingan jago2 kelas
satu dalam dunia persilatan lagi.
Tidak selang seperminum teh kemudian- tubuh yang
kecil mungil itu mulai ber-gerak2 jelas tenaganya sudah
pulih kembali dan ia-pun sadar dari pingsannya.
Terhadap Pek-li siang gadis mungil ini Lam Kong Pak
merasa menyesal bercampur kasih. ia pernah ambil
keputusan untuk membuat ia bergembira selalu sepanjang
masa.
oleh karena itu hawa murninya yang paling dahsyat dan
tiada bandingan itu per-lahan2 disalurkan kedalam
tubuhnya, siapa nyarna perbuatan gegabahnya ini hampir
saja membuat ia menyesal sepanjang masa.
Sementara tenaganya disalurkan mencapai pada puncak,
mendadak sang gadis bertubuh langsing itu meloncat
bangun, diiringi gelak tertawa seram sang telapak diayun
kedepan mengirim sebuah serangan-
Tenaga lweekang Lam Kong Pak pada saat itu sudah
hampir habis. lagi pula ia tidak ber-jaga2, serangan tadi
dengan telak bersarang diatas jalan darah dari cin Kiat pada
pundaknya ditambah pula tenaga pukulan orang itu sangat
dahsyat. jangan dikata untuk salurkan tenaga melakukan
periawanan, sekalipun hawa murninya berhasil
dikumpulkan pun belum tentu bisa terhindar dari mara
bahaya.
Tubuhnya terhajar hingga terpental sejauh satu tombak
lebih, ia muntah darah dan berseru:
"Adik Siang. aku adalah Lam Kong Pak"
Dalam pemikiran Lam Kong Pak, ia mengira Pek-li
Siang sadar dari pingsannya dan salah menganggap dia
sebagai orang jahat. karena itu turun tangan lebih dahulu
untuk merubuhkan pihak musuh. pemuda kita sama sekali
tiada maksud menyalahkan perbuatannya.
Kalau ia membungkam masih baikan, karena suasana
dalam lambung naga tersebut gelap gulita jangan dikata
orang lain, sekali pun ia yang telah memiliki tenaga
lweekang amat sempurna pun belum bisa melihat di-tempat
kegelapan, dengan seruan itu sama halnya memberi tahu
kepada lawan dimana saat ini ia berada.
"Braaaaaaaak...." satu serangan berat kembali bersarang
diatas pinggangnya, bahkan ia merasa hantamannya kali ini
jauh lebih keji dari serangan pertama, se-kan2 orang itu ada
maksud membinasakan dirinya dalam sebuah pukulan itu.
"Adik siang, Adik siang... aku adalah....."
"Braaaaak...." kembali satu serangan menghantam
datang, pukulan ini kontan membuat tubuh Lam Kong Pak
terpental sejauh tiga tombak dan seketika jatuh tidak
sadarkan diri
"Ha..haaa...haaaa...haanaa...." Diiringi gelak tertawa
seram yang menggidikkan hati terdengar suara seseorang
berseru
"siapa yang jadi adik siangmu? heeeee....heeee....ini
namanya kau cari mati buat diri sendiri, jangan salahkan
aku simajikan pemilik pegadean Bu-lim bertindak telengas
sebetulnya aku orang sudah kempas- kempis tinggal ajalnya
dan mengira malam ini akan mati dalam lambung naga,
siapa sangka karena bencana malah mendapat untung.
bukan saja tanpa sengaja menemukan kitab pusaka payung
sengkala dalam lambung naga ini bahkan memperoleh juga
tenaga murnimu yang maha dahsyat itu " Dengan bangga ia
ter-kekeh2, sambungnya
"Sejak ini, aku akan muncul kembali dikolong langit
dengan kedudukan seorang Bu-lim Bengcu, aku tak perlu
jeri dan takuti lagi segala macam persoalan
heeee...heeee....heeeee...."
sekali lagi ia tertawa seram, terusnya kemudian-
"Dengan pukulanku terakhir yang menggunakan delapan
bagian hawa murni. aku percaya kau keparat cilik tak bakal
bisa hidup lebih jauh kau tak usah menyalahkan aku
bertindak telengas"
Bicara sampai disitu sembari me-raba2 ia bergerak
menuju kebagian lain,
sementara itu Pek-li siang pun sudah sadar kembali dari
pingsannya, ia tahu pemilik pegadaian Bu-lim berada tiga
tombak dihadapannya ia tak berani berkutik maupun
menghembuskan napas panjang ia sadar saat ini dia bukan
tandingan, seandainya ia terhajar mati itu soal kecil, namun
engkoh Pak-nya pun selama hidup tak ada yang menolong
lagi.
oleh karena itu diam2 ia mengertak gigi kencang2 dan
membungkam dalam seribu bahasa, menanti pemilik
Pegadaian Bu-lim sudah pergi jauh ia baru bergerak
mendekati Lam Kong Pak.
Ketika denyutan nadi diperiksa, detak jantung terasa
sebentar ada sebentar hilang dan ter-putus2 seakan sebentar
lagi akan berhenti.
Ia jadi amat gelisah. air mata jatuh berlinang. sembari
berteriak keras tubuhnya segera menubruk keatas badan
Lam Kong Pak dan menangis ter-sedu2.
Namun dengan cepat ia memperingatkan diri, kalau
tidak cepat menolong pemuda itu maka kekasihnya akan
binasa dan sejak itu mereka akan dipisahkan oleh dunia
yang berbeda, karena itu sepasang telapaknya segera
ditempelkan keatas jalan darah 'Leng Tay Hiat' Lam Kong
Pak, sisa tenaga yang dimilikinya tiada putus disalurkan
keluar.
Walaupun Pek-li siang pernah makan buah dewa dan
pernah pula merasakan berganti kulit, namun dibandingkan
dirinya Lam Kong Pak ia masih terpaut sangat jauh, karena
itu seperminum teh lamanya salurkan hawa murninya
kedalam tubuh pemuda itu. Lam Kong Pak tetap tak
berkutik,
Siapa nyana pada saat Pek-li siang berteriak 'Engkoh Pak'
tadi telah mengejutkan Pemilik Pegadaian Bu-lim,
sebetulnya ia sudah berada didekat Mulut Naga tapi setelah
mendengar jeritan itu ia segera berhenti.
Ia tahu jeritan tersebut kemungkinan besar berasal dari
'siang-moay' yang diteriakkan Lam Kong Pak tadi, dan
iapun sadar kemungkinan besar apa yang diucapkan tadi
sudah didengar olehnya.
Ia tidak ingin melepaskan seorangpun yang mengetahui
rahasianya. apalagi Pek-li siang sudah setengah harian
berada dilambung naga tanpa jatuh tidak sadarkan diri, ia
makin terperanjat dan tidak ingin melepaskan orang itu.
Kembali ia putar badan dan berjalan balik kearah lambung
naga.
Namun ia tak berani gegabah. karena masing2 pihak tak
bisa saling kelihatannya, ia tak mengerti apa sebabnya Pek-
li siang tidak jatuh pingsan? bahkan iapun tidak tahan,
seandainya bukan Lam Kong pak salah mengira dia adalah
Pek Li siang. mungkin dirinya pun kini sudah menemui
ajal.
sementara itu Pek-li siang sedang salurkan hawa
murninya untuk menolong Lam Kong Pak. saat ini amat
gawat. jangan dikata sipemilik pegadaian Bu-lim yafng
begitu lihay. cukup seorang jago Bu-lim biasa pun sudah
dapat mencabut selembar jiwanya
Dia....sipemilik pegadaian Bu-lim sudah tiba disekitar
kedua orang itu, namun ia tidak langsung turun tangan,
karena ia ada maksud sekali hantam mencabut jiwa lawan-
Ia pusatkan perhatian untuk mengamati napas mereka
berdua untuk membedakan posisi sepasang muda-mudi itu.
akhirnya ia tiba dua tombak dibelakang Pek-li siang.
Membicarakan tenaga lweekang yang dimilikinya
dewasa ini, benda lempengan besi yang berada pada jarak
dua tombak pasti akan hancur ber-keping2 kalau terhantam
telak pukulannya.
Diam2 ia salurkan hawa murninya hingga mencapai dua
belas bagian- ia menyadari asalkan serangan ini dilepaskan
maka kedua orang itu kontan akan hancur dan berubah jadi
daging kumal.
Detik dimana ia mempersiapkan suatu serangan gencar,
mendadak serentetan cahaya tajam memancar datang dan
tepat menyerbu telapak kanannya.
Walaupun lingkaran cahaya itu tidak luas, namun sangat
terang benderang membuat telapak kanannya yang telah
dipersiapkan suatu pukulan tersorot amat jelas, se-akan2
orang itu sudah tahu bahwasanya ia hendak melancarkan
serangan bokongan-
si Pemilik pegadean Bu-lim terkesiap. ia tahu dalam
lambung Naga kembali muncul seorang jago lihay, buru2
niatnya untuk membinasakan kedua orang itu dihilangkan,
badan mundur tiga langkah kesamping untuk meloloskan
diri dari sorotan cahaya tajam itu.
siapa sangka se-olah2 sang pelepas cahaya itu sudah
memahami rahasia hatinya, bagaikan bayangan ia
mengikuti terus dan kembali menyoroti wajahnya terang
benderang. seandainya ia tidak mengenakan kain kerudung,
seluruh raut mukanya akan terlihat amat jelas.
Ia mendengus dingin, badannya bergerak cepat. sekilas
pandang orang akan merasa ia berkelit kekanan dalam
kenyataan ia berkelit kekiri, kemudian dua langkah bergeser
kedepan dan meloncat satu tombak kekanan-
Dengan perbuatannya ini sang cahaya tajam tadi
setengah harian lamanya tak berhasil menemukan sasaran,
sebab si Pemilik Pegadaian Bu-lim sudah bersembunyi
dibelakang jantung naga tersebut.
"siapa kau?" bentak pemilik Pegadaian Bu-lim amat
gusar.
"Tay tei Liong in" suara yang seram dan tua menjawab.
Pemilik Pegadaian Bu-lim tertegun, pikirnya:
"siapakah orang ini? belum pernah ku- dengar nama si
Naga Pengasingan " Ia segera bertanya: "Tahukah kau
siapakah diriku??"
"Seorang perempuan cabul yang mencelakai suami
sendiri "
"Tutup mulut"
"KALAU kutinjau dari nada suara anda agaknya suara
seorang wanita." seru Pemilik Pegadaian Bu-lim lagi
dengan senyum berat.
"Aku tiada ikatan dendam sakit hati dengan dirimu,
mengapa tanpa sebab kau memusuhi diriku?"
" Heeee...heee...heeeee... kita mempunyai ikatan dendam
sedalam lautan, loo-nio saking gemasnya ingin sekali
kusantap daging tubuhmu "
"siapakah sebenarnya anda? apakah gelar Naga
pengasingan tersebut menandakan apa bila kau
mengasingkan diri dalam jantung naga ini ?"
"Tidak salah. hitung2 kau masih cerdik juga. Loo -io
sudah puluhan tahun lamanya menantikan kehadiranmu
ini."
si Pemiliki Pegadaian Bu-lim seketika terkesiap. ia
teringat akan seseorang. tanpa terasa timbul hawa bergidik
dalam hatinya.
"Kalau dugaanku tidak salah, seharusnya kau adalah
'Mo San Sin Li' atau si Malaikat Payung sengkala Coe
Hong Hong yang tersohor pada sepuluh tahun berselang ?"
"Heee....heeeee....heeeeee....heeeeee...."
setelah tertawa seram. diikuti isak tangis yang amat
sedih. suaranya mirip kuntilanak ditengah malam buta
membuat orang merasakan bulu kuduknya pada bangun
berdiri,
"Perempuan cabul" teriaknya kemudian, "Dugaanmu
sedikitpun tidak salah. Loo-nio memang puteri dari sian
Yen ping si Malaikat Payung sengkala Coe Hong Hong,
waktu ini dengan menggunakan tindakan keji kau merayu
sian Yen ping kemudian menipu tujuh jurus rahasia ilmu
silat Payung sangkala, kemudian melukai Loo-nio. kau
anggap loo-nio pasti menemui ajalnya. Hm, tak kau sangka
bukan aku masih sehat."
Pemilik Pegadean Bu-lim kerahkan tenaga murninya
hingga mencapai dua belas bagian, kemudian diiringi
bentakan keras mendorong telapaknya kedepan-
Serangan ini menggunakan jurus ketujuh dari ilmu Thian
Mo san, dahsyatnya luar biasa, Terdengar deruan angin
pukulan diiringi sambaran geledek meluncur kedepan-
Diiringi suara tertawa seram. dari hadapannya muncul
pula segulung angin pukulan yang sangat dahsyat
menyambut kedatangan serangan lawan, dua gulung angin
pukulan berbentrokan satu sama lainnya menimbulkan
getaran keras.
Pemilik Pegadean Bu-lim terpukul getar, sehingga tak
kuasa ia mundur selangkah kebelakang.
Rasa terkejutnya bukan alang- kepalang. ia sadar
kepandaian silatnya selama sepuluh tahun ini telah
memperoleh kemajuan pesat, pada mulanya ilmu silat
pemilik Pegadean Bu-lim hanya kalah setingkat. kini
walaupun ia berhasil memperoleh tujuh jurus ilmu silat
Payung sengkala, namun tetap bukan tandingan .
Ia tahu dalam serangannya tadi pihak lawan tentu
menggunakan ilmu sakti Payung sengkala jurus kedelapan
atau jurus yang kesembilan- datangnya paling tinggi hanya
tujuh, delapan bagian saja.
Ditinjau dari segi ini bisa diambil kesimpulan- kalau ini
hari ia tidak menggunakan kecerdikan untuk merebut
kemenangan, jangan harap bisa lolos dari lambung naga
dalam keadaan selamat.
Dalam pada itu si saga Pengasingan telah bertanya
dengan nada berat:
"Bagaimaaa perempuan cabul? kalau tahu keadaan
tinggalkan kitab pusaka tersebut, kemungkinan Loo-nio
masih bisa melepaskan satu jalan hidup bagimu"
"Hmmm heee....heeere... kau anggap aku takut
kepadamu?"Jengek si Pemilik Pegadaian Bu-lim sembari
tertawa dingin sesudah ia termenung dan berpikir sebentar.
"Aku pergi ke-mana2 mencari dirimu setelah ini hari saling
berjumpa, jangan dikata pergi dari sini. sebelum salah satu
diantara kita roboh binasa pertarungan ini hari tidak akan
berhenti, ayoh kalau berari keluar dari sini"
"Kau anggap setelah berada diluar, kau bisa melarikan
diri dari cengkeraman Loo-nio??"
"Hmmmj angan bicara sesumbar"
"Ayoh berangkat"
"Ayoh berangkatlah"
suaranya makin lama semakin menjauh.
sementara itu air muka Pek-li siang pucitpasi bagaikan
mayat, keringat mengucur keluar membasahi seluruh
tubuhnya. ia telah selesai menyalurkan hawa murninya
kedalam tubuh pemuda tersebut,
"Siang moay " seru Lam Kong Pak sambil meloncat
bangun-
"Ehmmm "
"Hampir2 saja siauw-heng melakukan suatu kesalahan
besar, tidak disangka tanpa sengaja aku telah menolong si
Pemilik Pegadaian Bu-lim."
"siapa yang bilang tidak masih untung pada saat yang
sangat kritis muncul si Malaikat Payung sengkala
menggagalkan niat jahatnya, kalau tidak mungkin pada saat
ini kita berdua sudah mati konyol."
"siang moay. cepat duduk semedi atur pernapasan, aku
akan lindungi keselamatanmu."
"Ehmmmm"
Walaupun tadi Lam Kong Pak duduk semedi untuk
menyembuhkan lukanya, namun pendengarannya sama
sekali tidak tertutup dalam keadaan setengah sadar setengah
tidak ia dapat menangkap seluruh pembicaraan dengan
sangat jelas.
Ia mendengar perempuan itu bergelar si Malaikat
Payung sengkala dan bernama Coe Hong Hong, berhubung
mendengar sebutan Payung sengkala tanpa sengaja ia tidak
menghubungkan tiga jurus ilmu silat Payung sengkala
kepadanya, lagi pula dari mulut Coe Hong Hong sendiri
mengakui kalau sian Yen ping adalah suaminya. dus berarti
perempuan ini bukan lain adalah ibu kandung coe Lie Yap.
Detik inilah Lam Kong Pak baru tahu pada sepuluh
tahun yang lalu si Malaikat Payung sengkala Coe Hong
Hong dicelakai oleh Pemilik Pegadaian Bu-lim, tetapi
secara bagaimana pula Coe Lie Yap terjatuh kedalam mulut
kawah gunung berapi? sedang oei Ci Hu jatuh kedalam selat
buntu? beberapa soal yang membingungkan hatinya ini
membuat ia jadi kebingungan-
setelah kini mengerti bahwasanya Perempuan she- Coe
itu adalah bakal mertuanya, ia semakin gelisah. ia harus
memberitahu bakal mertuanya kalau si Pemilik Pegadaian
Bu-lim adalah seorang manusia keji. manusia licik. tak
boleh satu kali lagi ia kena tertipu.
Disamping itu Lam Kong Pak pun merasa menyesal
terhadap peristiwa yang menimpa oei Ci Hu, ia ingin
menggunakan kesempatan ini untuk membalas budi
tersebut.
Berada pada saat yang demikian kritisnya bisa ia tidak
turun tangan dalam hati rasanya sangat tidak tenteram.
Namun Pek Li siang sedang mengatur pernapasan-
berada dalam keadaan seperti ini ia tak bisa meninggalkan
dirinya begitu saja.
Kurang lebih setengah jam kemudian Pek-li siang baru
selesai bersemedi, mereka berdua segera menerobos keluar
dari mulut naga.
Ketika itu walaupun suasana dalam gua sangat gelap.
tetapi secara lapat2 masih bisa membedakan barang
disekitarnya, karena fajar telah menyingsing.
seorang nenek tua berambut putih, bermata satu, lengan
kiri putus hingga ketiak dan raut Mukanya mirip iblis
sedang melangsungkan pertarungan sengit melawan pemilik
Pegadaian Bu-lim, keadaan yang mengerikan itu mungkin
hasil perbuatan pemilik Pegadaian Bu-lim tempo dulu.
Pertempuran berjalan amat seru, angin pukulan men-
deru2 membuat lumpur berhamburan memenuhi angkasa.
Mendadak Pemilik Pegadaian Bu-lim membentak keras:
"Ini hari sebelum salah satu diantar kita menemui ajalnya
pertarungan tidak akan berhenti ayoh pergi, kita teruskan
pertarungan ini ditempat luaran" selesai bicara ia enjotkan
badan dan berlalu dari situ
si Naga Pengasingan tidak mau memperlihatkan
kelemahannya, iapun enjot badan membuntutinya dari
belakang.
"Siang- moay mari kita ikuti mereka, bila perlu kita bantu
loocianpwee itu."
"Engkoh Pek. siapakah perempuan tua itu?"
Lam Kong Pak segera menceritakan secara garis
besarnya.
sementara mereka bicara, si Naga Penasaran serta
Pemilik Pegadaian Bu-lim sudah lenyap tak berbekas.
Diantara celah2 batu hanya teringgal noda darah, mayat
bergelimpangan di-mana2, mereka kebanyakan adalah anak
buah dari Tiga miskin empat kaya serta seorang pegadaian
Bu-lim.
suasana disekeliling bukit sunyi senyap tak kedengaran
sedikit suarapun, daun berguguran angin gunung bertiup
sepoi2 pemandangan semacam ini menambahkan
kepedihan dalam tubuh setiap manusia,
"Siang- moay, ayoh kita turun kebawah me-lihat2"
"Bukankah kita hendak menguntit mereka itu?"
"Mereka sudah berada puluhan li jauhnya dari sini,
dikejarpun percuma. walaupun kitab pusaka terjatuh
ketangan Pemilik Pegadaian Bu-lim, namun coe Cianpwee
masih berkemampuan untuk merebutnya kembali, mari kita
pergi memeriksa naga bertanduk itu lagi."
Mereka berdua masuk kembali melalui celah batu, saat
inilah mereka baru melihat jelas makluk itu panjangnya
empat, lima puluh tombak. kasar tubuhnya sepuluh
lingkaran dari batang pohan- mulutnya yang besar terbuka
lebar cukup dimasuki satu orang dengan badan tegak.
seluruh tubuhnya bersisik. setiap sisik besarnya
sekepalan- keras dan alot memancarkan cahaya tajam.
Lam Kong Pak meloncat naik keatas kepala naga,
menjumpai sepasang tanduk yang tajam memancarkan
cahaya ke-emas2an, segera ujarnya kepada Pek -Li siang:
"Siang moay, menurut catatan dalam kitab pengetahuan
makhluk laut serta telaga disebutkan tanduk naga bisa
digunakan sebagai senjata, kuat dan atosnya luar biasa,
sepasang tanduk ini panjangnya empat depa dan besarnya
selengan, mengapa kita tidak berusaha untuk
mengambilnya?"
"Baik agaknya kuat dan tajamnya luar biasa, hanya tidak
tahu bisa dicabut keluar tidak?"
"Biarlah kucoba "
Ia berdiri diatas kepala naga, sepasang tangannya
mencekal sebuah tanduk kencang2, dengan salurkan tenaga
sebesar delapan bagian diiringi bentakan keras dicabutnya
keatas,
Tenaga betotan sebesar tujuh, delapan bagian tenaga
murni ini melebihi kekuatan seribu kati, terdengar suara
rekahan yang amat keras, sisik besar diatas kepala naga itu
retak dan muncat keempat penjuru, namun tanduk itu
masih belum berhasil dicabut keluar.
Timbul rasa ingin menang dalam hati Lam Kong Pak.
dengan tenaga murni sebesar delapan bagian sekali lagi ia
dorong telapaknya kearah tanduk naga tersebut.
"Braaak" tanduk naga masih tidak bergeming. sebaliknya
Lam Kong Pak terdesak turun dari kepala naga, lengan
kanannya jadi linu dan kaku. sakitnya luar biasa.
Tanpa sadar mereka berdua berseru kaget. sadarlah
bahwasanya tanduk naga itu betul2 kuat dan atos dan
merupakan mustika yang jarang didapatkan dalam kolong
langit, dengan kejadian ini niat untuk memperoleh tanduk
naga itu semakin besar.
"seandainya kita memiliki sebilah golok mustika maka
semuanya akan beres...." Ujar Pek-li siang.
"Kita bisa babat putus bersama akar-akarnya"
"Kalau memang mustika biasa dapat membabatnya
hingga putus, tanduk naga ini tidak terhitung barang
mustika dalam kolong langit, biarlah siauw-heng mencoba
sekali lagi "
Lam Kong Pak segera salurkan tenaga murninya hingga
mencapai dua belas bagian, kemudian sekuat tenaga
dicabutnya keatas,
"Phluuuuk...." bersama dengan dagingnya tanduk tadi
tercabut lepas, tapi dengan kejadian ini ia tak bisa menahan
keseimbangan lagi, badannya tidak ampun terjatuh kedalam
pangkuan Pek-li siang.
Ambil kesempatan itu Lam Kong Pak mengirim sebuah
ciuman keatas pipi, Pek-li siang kena dicium jantung gadis
itu berdetak semakin keras, ia memeluk pemuda itu tak
berkutik, sebaliknya malahan mendorong bibir kecilnya
kedepan-
"Tjiiiittt....tjjjjtttt..." ciuman yang nyaring bergema tiada
henti hingga lama sekali Pek-li siang baru melepaskan
pelukannya sembari berkata:
"Engkoh Pak. jangan terlalu tamak minta ciuman terus,
ayoh cepat cabut sekalian tanduk yang lain"
"Kali ini cukup dengan tenaga murni delapan bagian
sudah bisa mencabut keluar tanduk tersebut Karena
beberapa kecupan tersebut sudah cukup menambah tenaga
serta semangat siaw-heng"
"Kau jahat. aku tak mau memperdulikan dirimu lagi"
Kembali Lam Long Pak meloncat naik ke atas kepala
naga dan mencabut tanduk kedua ini, sembari
membersihkan daging yang menempel ditanduk kemudian
mengobat-abitkan senjata tadi, pujinya tiada habis:
"senjata ini betul2 seimbang, bahkan tidak terlalu
panjang dan tidak terlalu pendek persis sekali dengan
senjata pedang berkait Jie Ih Kouw Kiam" hanya senjata ini
betul2 kuat dan atos. sungguh luar biasa"
Dua orang masing2 mencekal sebatang tanduk kemudian
sekuat tenaga dibentrokan satu sama lainnya
"Traaaaang...." suara amat nyaring berdentang bagaikan
pekikan naga sekalipun begitu senjatanya sendiri sama
sekali tidak rusak maupun gumpil. Mereka berdua jadi
kegirangan setengah mati. ujar Lam Kong Pak:
"Benda ini sungguh luar biasa bahkan tidak berada
dibawah keampuhan delapan belas macam senjata tajam
lainnya, sejak ini kita bisa berkelana didalam dunia
persilatan dengan membawa sebuah senjata lebih hebat"
Mendadak dari atas celah berbatu berkumandang datang
suara dengusan dingin, bahkan suara itu berasal dari suara
seorang gadis muda belia, mereka berdua tersentak kaget
dan ber-sama2 enjotkan badan melayang keatas.
Ketika sinar mata dialihkan kearah mana berasalnya
suara tadi, tampak sesosok bayangan manusia yang kecil
mungil dengar amat gesit meloncat diatas dinding tebing
kemudian lenyap tak berbekas.
serentak ingatan berkelebat dalam benak Lam Kong Pak,
ia kenali bayangan tubuh orang itu sangat mirip Coe Lie
Yap. lagi pula gadis itu pernah berkata tidak lama
kemudian akan munculkan diri dalam dunia persilatan,
mungkinkah semua pemandangan yang dilakukan tadi
dapat dilihat semua olehnya?
Timbul perasaan malu dalam hati Lam Kong Pak. ia
tahu gadis itu tentu salah paham. dia harus dan
berkewajiban memberikan penjelasan kepadanya, segera ia
membentak: " Cepat kejar"
Ilmu meringankan tubuhnya dikerahkan, laksana kilat
badannya mencelat keluar dari celah berbatu dan
melakukan pengejaran.
= = ooo OOOOO ooo = =
sejak memperoleh hawa murni 'Yen Ing cing Khie' dari
oei Ci Hu, tenaga lweekangnya memperoleh kemajuan
pesat.
sekali berkelebat tubuhnya mencapai puluhan tombak.
dalam dua tiga kali loncatan saja sebuah tebing setinggi
ratusan tombak sudah dilalui, tampak sesosok bayangan
tubuh yang kecil mungil bagaikan sambaran kilat meluncur
turun dari atas tebing Beng Gwat Cang. "Adik Yap.
dengarkan dulu penjelasan siauw-heng "
sembari berteriak Lam Kong pak mengejar terus
kebawah puncak, namun bayangan tubuh yang lari
didepannya sedikitpun tidak berhenti, malahan kecepatan
gerakannya berlipat ganda.
"Adik Yap. adik Yap dengarkan dulu ucapanku...."
"Hmmmm"
Gadis didepan mendengus dingin, ia tetap tidak berhenti
berlari. tubuhnya berkelebat bagaikan anak panah terlepas
dari busur ketempat semak2.
Walaupun ilmu meringankan tubuh yang dimiliki Lam
Kong Pak sangat bagus, namun ia tak sanggup menyandak
gadis tadi,, ditambah pula gadis itu tidak mengambil jalan
besar, sebaliknya berkelit kekiri bersembunyi kekanan,
sengaja mencari tempat2 yang sulit untuk melarikan diri,
Kejar mengejar selama satu jam lebih, namun belum
berhasil juga menyandak gadis tadi.
Ketika pemuda itu berpaling kebelakang. bayangan Pek-
li siang sudah lenyap tak berbekas, hatinya sangat berduka.
namun ia tahu tenaga lweekang yang dimiliki Pek-li siang
tidak lebih rendah seberapa jika dibandingkan dengan
kepandaian coe Lie Yap. jago lihay pada umumnya masih
bukan tandingan dara manis itu. oleh sebab itu ia
melanjutkan pengejarannya kedepan.
Ketika senja telah tiba mereka sudah ratusan li
meninggalkan daerah pegunungan Thay-san, dan tiba di
Kie Hu tempat kelahiran Kong Hu-cu, Teringat
bagaimanapun coe Li Yap tak berhasil kecandak. ia lantas
ambil keputusan untuk menginap dikota itu, sementara
menanti kedatangan Pek-li siang.
Karena itu ia berganti pakaian dan masuk kekota Kie
Hu, setelah mendapatkan sebuah rumah makan terbesar ia
berjalan masuk- cari tempat pesan sayur serta arak dan
mulai bersantap.
"Tok...tok...tok...."^ dari mulut tangga muncul tiga
orang, sekilas pandang Lam Kong Pak segera tertawa
dingin dan melengos kesamping.
Kiranya orang pertama adalah seorang lelaki
berperawakan kurus kering bagaikan bambu memakai baju
warna biru, membawa kantung uang dipundak, kantung
depan berisi pit serta bak dan kantong belakang berisi sie-
poa besar, dia bukan lain adalah si Loo-toa sepasang
manusia jelek dari Hay Thian itu si Catatan mati hidup Pak
Bee.
Manusia kedua berkepala seperti Waluh pinggangnya
besar. panca indera kecil dan. mukanya putih seperti
tembok, memakai baju kembang2 perlente. dia adalah si
Wang wee berhati hitam Coe sim.
orang ketiga berperawakan tinggi besar sembilan depa,
pinggangnya amat kekar bagaikan sampan kecil, telapak
tangannya besar bagaikan kipas. telinganya memakai dua
gelang besar yang beratnya ada setengah kati, tubuhnya
memakai kulit macan. mata sebesar lonceng.
Walaupun ia naik keatas loteng dengan langkah hati2,
namun cukup menimbulkan goncangan keras seakan loteng
tadi diserang gempa bumi. orang ini adalah 'Toa Lek sin'
atau si Malaikat Raksasa Loo Liang Jen.
sejak semula Lam Kong Pak sudah menaruh simpatik
terhadap orang ini, saat ini walaupun wajahnya menghadap
keluar jendela tetapi secara diam2 ia memperhatikan terus
tingkah laku ketiga orang itu,
setelah mereka bertiga ambil tempat duduk. sang pelayan
berjalan kedepan namun tidak berani terlalu dekat dengan
mereka bertiga, se-akan2 ia takut ambil ia digigit dan ditelan
oleh tiga manusia ganas itu.
"Tuan-tuan sekalian kami persilahkan memesan sayur"
Ujar pelayan itu sambil mengangsurkan daftar makanan
ketangan si Wang wee berhati hitam Coe sini
Karena pelayan ini pandai melihat orang ketika
dilihatnya si Wangwee berhati hitam mempunyai
perawakan gemuk dengan telinga lebar mirip seorang
hartawan kaya, ia lantas mengangsurkan kartu tanda
memesan makanan kepadanya.
" Keparat cilik" kontan saja si Wangwee berhati hitam
memaki "Kau tidak punya mata. kurang ajar coba lihat
potonganku apakah aku yang lebih patut memesan sayur?"
selama hidup si Wangwee Berhati hitam tak pernah
mendermakan uangnya dengan sia2, apalagi ia tahu si
Malaikat Raksasa Loo Liang Jen memiliki kekuatan makan
yang luar biasa.
sementara kali ini paling sedikit akan menghabiskan
uang tidak kurang dari puluhan tahil perak.
Pelayan itu tertegun. laksana patung mendengar kata2
orang itu.
Kembali ia menyapu sekejap wajah ketiga orang itu.
Akhirnya ia angsurkan daftar makanan tadi ketangan Loo
Liang Jen.
si Malaikat raksasa tidak mengenal tulisan, sembari
menuding kearah daftar menu tadi segera serunya kepada
sang pelayan,
"Coba kau keparat cilik saja yang bacotkan untukku
dengar"
"Bebek panggang, daging goreng, cah ayam, ikan kakap
masak kecap. burung dara goreng Loo Liang Jen-..."
Mendengar pesanan dari kawannya itu lalu membentak
keras-
"Apa?" sepasang mata simalaikat raksasa melotot bulat2
mungkin mulut cawanpun tak akan sebesar itu.
"Loo Liang Jen" kembali pelayan itu mengulangi, namun
begitu ia mundur juga selangkah kebelakang saking
kagetnya.
"Keparat kurang ajar kau keparat cilik berani memaki
aku Loo Toa-ya?"
"Hamba mana berani memaki kau orang tua, dalam
rumah makan kami memang ada nama sayur yang disebut
Liang Jen Leo bahkan merupakan masakan terkenal dari
kami "
"Coba katakan sayur macam apa yang dinamakan Liang
Jen Loo?"
"sayur ini dibuat oleh koki tersohor kami dalam kota luar
kota tak seorangpun yang tidak mengenalnya."
"Cepat katakan" teriak Lop Liang Jen sambil menelan
ludah, .
"Untuk membuat sayur ini diperlukan daging ayam yang
gemuk dan besar, ayam itu kita cekoki dulu obat usus agar
binatang tadi buang seluruh kotoran dalam perutnya,
setelah itu tidak diberi makan maupun minum selama tiga
hari, nah pada saat itulah perut ayam itu sudah kosong dan
bersih."
Pada saat ini bukan saja sepasang manusia jelek dari Hay
Thian tertegun, sekalipun Lam Kong Pak yang kebetulan
ikut mendengarpun keheranan dibuatnya. Terdengar
pelayan itu meneruskan kembali kata2nya:
"Setelah perut serta usus ayam itu dicuci bersih, maka
ayam itu kita beri minum kuah jinsom."
"Apa? kuah jinsom?" teriak si catatan mati hidup sambil
menjulurkan lidahnya.
"Benar toa-ya dalam kuah jinsom yang diberikan kepada
ayam itu dicampuri pula dengan bumbu obat rahasia kami
agar seluruh bagian tubuhnya saling berhubungan sehingga
kuah jinsom tadi terhisap seluruhnya, kemudian kita beri
lagi dengan beberapa macam obat2an terkenal."
"Apakah rumput2 obat tersohor...." si Catatan mati
hidup tidak dapat menahan sabar dan menukas.
"Toa-ya kalau dicekoki dengan rumput obat2an biasa,
sayur Liang Jen Loo tidak dapat dikatakan sebagai suatu
masakan yang mahal dan tersohor dimana2"
Air liur mulai menetes keluar dari mulut si Malaikat
Raksasa Loo Liang Jen.
sambil memperlihatkan jari tangannya, pelayan itu
meneruskan kembali keterangannya:
"Pertama kami menggunakan bunga merah dari daerah
si Kiang, kedua, jinsom seribu tahun, ketiga tulang naga,
Keempat tanduk rusa yang masih muda. kelima bubuk
mutiara. keenam 'Ci Hoo Cha', ketujuh cakar naga emas
kedelapan Hu Khie Nya kesembilan Ayam emas berdiri
disatu kaki. kesepuluh bumbu Chiet Li siang yang ber-
sama2 kami cekok kepada ayam itu, kemudian kita bunuh,
bulu kita bersihkan dan kepala dibuang, sedang daging babi
di-potong2 sampai Hancur. Bersama sayur laut. ikan kakap.
sirip ikan dicacah dan memenuhi rongga badan ayam
tersebut, kemudian dikukus selama sehari satu malam
dengan beras ketan, akhirnya digoreng selama setengah jam
dengan minyak"
"Sudah habis?" tanya Loo Liang Jen sambil menelan air
liur,
"Belum, belum setelah diangkat dari kuali, dengan
minyak pelumas masakan selama tiga hari tiga malam
lamanya,"
"Kali ini tentu sudah selesai bukan?" sela si Wangwee
berhati hitam itu agaknya keheranan,
"Belum selesai, belum selesai kau jangan terburu napsu.
untuk membuat resep masakan ini kurang semacam saja
seluruh masakan hancur berantakan tiada keruan rasanya,
maka rumah makan kami sudah terkenal diseluruh wilayah
kota, sudah berpengalaman lama tak mungkin bisa salah
berbuat barang sedikit pun...."
"Lalu harus diapakan lagi masakan itu?" jelas si cacatan
mati hidup mulai tidak sabarkan diri lagi.
"Ada setelah dikukus selama tiga hari tiga malam,
masakan itu diberi minyak wijen serta kecap. lalu dikukus
lagi selama tiga jam, menanti masakan itu sudah
menguning kemudian dengan-..."
"Apakah masih belum selesai?" si malaikat raksasa rada
mendongkol, sebab perutnya sudah mulai keroncongan-
"Sudah hampir....sudah hampir....Toa-ya, kau jangan
cemas dulu bagaimana pun juga kurang satu macam cara
saja masakan itu bakal gagal, rumah makan kami sudah
pengalaman lama, kepercayaan sudah terjamin, tak akan
menipu para langganannya"
= = ooo ooooo ooo = =
"KAU pingin mati? ayoh cepat katakanlah segera" si
Catatan Mati Hidup pun mulai dibikin mendongkol.
"Benar Toa-ya, setelah dikukus tiga jam didinginkan
ditempat yang banyak anginnya kurang lebih tiga lima hari
kemudian dicoreng sekali lagi dan dikukus seperminum teh
lamanya, setelah itulah dengan tangan memisahkan
masakan tadi dua tingkat, dibawah berisikan sayur laut,
ikan kakap. sirip ikan serta daging, sedang dibagian atas
berisi beketan yang telah dicampuri dengan puluhan macam
bumbu sayur kenamaan, karena itu beras ketanpun berubah
menguning. Nah pada saat itulah masakan tadi baru bisa
dimakan"
"Masakan inikah yang dinamakan Liang Jen Loo atau
loteng dua Tingkat?...." tanya si wangwee berhati hitam
sambil menghela napas, "Berapa tahil harga sayur ini?"
IA MENGIRA beberapa tahil perak sudah cukup mahal
harganya, siapa sangka pelayan itu mendadak tertawa,
namun ia sadar dihadapan tamu tak boleh kehilangan rasa
hormat.
segera sambil menahan gelak tertawa sahutnya serius:
"Toa-ya, untuk membeli salah satu macam bahan obat
yang mahal, uang beberapa tahil perak tidak cukup,"
"Lalu berapakah harga sayur itu?" tak kuasa si Catatan
mati hidup bertanya.
"Selamanya rumah makan kami tidak terlalu menitik
beratkan soal untung banyak asal harga itu pantas.
sebenarnya harga masakan Loteng dua tingkat itu seratus
lima puluh tahil. Namun dipotong dengan korting sekarang
sekarang harganya tinggal seratus dua puluh tahil."
"Apa?...." hampir2 saja si Wangwee berhati hitam tidak
percaya dengan telinga sendiri, sekalipun jiwanya
dicabutpun ia tak akan memesan masakan semahal itu,
"Seratus dua puluh tahil" kata pelayan itu lagi sambil
tersenyum.
"Aku pesan satu" tanpa berpaling Lam Kong pak berseru
hambar, ia segera mengeluarkan enam batang perak
lantakan dan diletakkan keatas meja.
Air liur si Malaikat Raksasa Loo Liang Jen mengetes
semakin deras, sepasang manusia jelek dari Hay Thian pun
dengan pandangan kaget melirik sekejab tubuh pemuda itu.
"Baik siauw-ya hamba segera akan menghidangkan
masakan itu"
sesudah menghitung uang itu tepat seratus dua puluh
tahil, pelayan tadi buru2 lari turun dari atas loteng.
Tidak selang beberapa saat kemudian pelayan tadi telah
menghidangkan masakan loteng dua tingkat tersebut,
tampaklah disebuah baki besar terletak seekor ayam gemuk
yang berwarna kekuningan dan menyiarkan bau harum
semerbak yang amat menusuk hidung.
Lam Kong pak segera merobek Loo Liang Jen tadi jadi
dua bagian- seketika bau harum memenuhi seluruh
ruangan. Dengan bagitu nikmat pemuda tadi merasakan
kelezatan masakan tersebut.
setelah meneguk tiga cawan arak Kong pak memuji tiada
hentinya:
"Sungguh lezat sungguh nikmat masakan ini benar2 luar
biasa....benar2 luar biasa"
sepasang manusia jelek dari Hay Thian saling bertukar
pandangan. masing2 menelan ludah, terutama sekali si
Malaikat Raksasa Loo Liang Jen- sepasang matanya
melototi masakan 'Liang Jen Loo' dihadapan Lam Kong
pak bulat2, sedang perutnya bunyi gemerutukan tiada
hentinya.
Dengan ilmu menyampaikan suara Lam Kong pak
berseru kepada si Malaikat raksasa itu:
"Loo-heng, kalau kau tidak pandang dirimu sebagai
orang luar, silahkan datang kemari untuk bersantap ber-
sama2, siauw-te suka menjamu dirimu...."
si malaikat raksasa adalah seorang kasar yang dungu,
selama hidup ia paling mementingkan perut belaka,
mendengar ada orang mengundang ia makan tanpa pikir
panjang lagi segera berjalan menghampiri
"Loo-te, benar2 kau hendak menjamu diriku?" serunya
bersamaan dengan ucapan tadi tanpa sungkan2 tangannya
menyambar separuh bagian masakan 'Liang Jen Loo' dan
mulai dikunyah dengan lahap.
"Tentu saja Loo-heng tak usah sungkan-" Lam Kong tak
berpaling dan teriaknya kepada sang pelayan- "sediakan
lima ekor lagi. setelah selesai nanti rekening boleh ditagih
keseluruhannya "
Mendengar tamunya hendak pesan lima ekor lagi.
pelayan itu tertegun. Peristiwa ini benar2 luar biasa dan tak
pernah terjadi sepanjang hidup para hartawan kaya pada
umumhya bisa makan seekor saja sudah sangat luar biasa,
tak disangka Lam Kong Pak memesan lima ekor.
sepasang mata si Malaikat Raksasa melotot semakin
bulat lagi, sembari makan serunya:
"Loo-te. kau benar2 royal dan berlapang dada. sejak ini
aku Loo Liang Jen sudah ambil keputusan untuk mengikat
persahabatan dengan dirimu"
"Mana, mana. hanya sedikit maksud tak perlu dianggap
terlalu serius. seandainya kegemaran terhadap soal makan.
bergaul dengan siauw-te tak bakal salah lagi. sebab siauw-te
adalah seorang manusia rakus akan masakan dan semua
persoalan tak perlu kupandang serius asalkan perut selalu
kenyang dan mulut bisa mencicipi perbagai masakan "
"Baik. loo-te. aku Loo Liang Jen ambil keputusan untuk
bergaul dan mengikuti dirimu terus."
"siauw-ya bagaimana kalau kau bayar dulu harga lima
ekor Liang Jen Loo tersebut?" Bagaimana pun juga pelayan
itu rada tidak percaya Lam Kong pak dapat membayar
harga itu,
Dari sakunya Lam Kon pak segera ambil keluar sebutir
mutiara dan diangsurkan ketangan pelayan itu,
"sana, tanyakan kepada Chiang-kwee kalian mutiara ini
bisa ditukar dengan berapa ekor Liang Jen Loo?"
Membawa mutiara itu pelayan tadi lari turun loteng,
tidak selang beberapa lama kemudian sudah muncul
kembali dengan wajah penuh senyuman.
"Ujar ciang-kwee kami mutiara tadi dapat ditukar
dengan lima belas ekor"
"Bagus, sekarang kuborong lima belas ekor yang sepuluh
ekor dibungkus "
Pelayan itu belum pernah menjumpai hartawan seroyal
ini, buru2 mengiakan dan menghidangkan lima ekor 'Liang
Jen Loo' keatas meja dan membungkus kesepuluh ekor
lainnya dengan kertas minyak kemudian diletakkan diatas
meja.
Lam Kong pak yang menghabiskan separuh saja sudah
kenyang. Loo Liang Jen sekaligus menghabiskan lima ekor
setengah, setelah membersihkan mulut dan meneguk sepoci
arak ujarnya
"Loo-te, sepanjang hidup, kurasakan baru kali ini benar2
aku merasa gembira dan makan sampai puas, mengikuti
mereka berdua selamanya tidak pernah kenyang, ayoh
berangkat sejak ini kau boleh panggjl aku sebagai Loo-loo,
bagaimanapun kau bisa memuaskan selera makanku maka
berarti kau adalah majikanku. Ayoh berangkat" Lam Kong
pak pun bangun berdiri
sementara mereka hendak turun loteng. tiba2 sepasang
manusia jelek dari Hay Thian tertawa seram dan menegur:
"Mutiara yang kau keluarkan tadi paling idak bernilai
seribu tahil perak. jelas kau bukan manusia sembarangan,
tahukah kau siapakah yayamu berdua ?"
Lam Kong pak sengaja memperlihatkan sikap terkejut,
"Selamanya siauw-seng berkelana dan tidak kenal jago2
lihay. namun ditinjau dari dandanan kalian berdua serta
wajah yang agung, telah mengingatkan siauw-seng akan
dua orang jago lihay."
"Heeee...heeeee...bisa mengenali yayamu berdua,
terhitung kau masih memiliki sedikit pengetahuan"Lam
Kong pak tersenyum.
"Bukankah kalian berdua adalah sepasang manusia
bagus dari Hay Thian yang tersohor dalam dunia
persilatan?"
seketika sepasang manusia jelek tertegun dibuatnya.
"Walaupun kami tidak bagus, namun kau keparat cilik
bisa mengubahnya ini pertanda kau masih pandang tinggi
yaya berdua. Demikian saja. asalkan kau suka mengundang
kami makan dua ekor masakan 'Liang Jen loo' maka kami
tak akan menyusahkan dirimu"
"Boleh, boleh. kalian berdua terlalu sungkan-sungkan-
Nah ambillah"
Dari bungkusan kertas minyak itu Lam Kong Pak ambil
dua ekor 'Liang Jen Loo' dan diangsurkan kedepan.
Ketika si Wangwee berhati hitam hendak menerimanya,
tiba2 Lam Kong Pak menariknya kembali sambil berseru:
"Siauw-seng ingin menyerahkan sendiri kepada Toa-ya "
si Catatan Mati Hidup jadi kegirangan setengah mati.
segera ujarnya^
"Agaknya kau keparat cilik pandai sekali membuat hati
orang jadi gembira, lain kali kalau ada kesempatan aku
ingin mengangkat dirimu menjadi putera angkatku"
sembari bicara tangannya segera diangsurkan untuk
menerima masakan tadi, siapa nyana Lam Kong pak
dengan suatu gerakan yang amat cepat laksana kilat jari
tangannya sudah berkelebat mencengkeram urat nadinya.
si Catatan Mati Hidup tentu saja menjerit kesakitan-
"Kau masih ingin merasakan masakan Liang Jen Loo?"
jengek Lam Kong Pak sambil tertawa dingin.
si Wangwee berhati hitam terkesiap. tiba2 ia teringat
sesuatu segera bentaknya:
"Apakah kau adalah keparat cilik yang menyaru sebagai
majikan kecil kami sisasterawan bertangan keji suma Ing
dan menyelonong masuk kedalam istana Naga"
"Tidak salah, kalian dua orang manusia tak berguna
lebih baik kurangi permainan kasar dihadapanku. ini hari
asalkan kalian suka memberitahukan dimanakah letak
sarang sipemilik pegadaian Bu-lim, siauw-ya segera
membuka satu jalan hidup buat kalian, kalau tidak,
Hmmmm... aku segera akan mengirim kalian untuk segera
berangkat melakukan perjalanan jauh"
Kendati si Wangwee berhati hitam tahu bahwasanya
ilmu silat yang dimiliki Lam Kong Pak luar biasa hebatnya.
namun ia tidak ingin digertak orang lain dihadapan umum.
sambil tertawa seram tubuhnya yang bulat bagaikan bola
bergerak kedepan melancarkan satu serangan.
Lam Kong pak tentu saja tidak pandang sebelah
matapun terhadap dirinya, ia tetap berdiri tak berkutik,
tangan laksana kilat berkelebat kedepan mengusap wajah si
Wangwee berhati hitam keras2.
Ucapannya ini berakibat sangat luar biasa, si Wangwee
berhati Hitam menjerit kesakitan kemudian mundur tiga
langkah kebelakang dengan sempoyongan, seluruh
wajahnya penuh dengan noda, hidungnya kena terusap
datar sedang giginya ada berapa biji kena tergetar lepas,
si Catatan Mati Hidup jang melihat kejadian itu jadi
terkejut dan berdiri dengan mata terbelalak. mulut melongo,
ia tidak menyangka seorang pemuda yang baru berusia dua
puluh tahunan bisa memiliki kepandaian silat sedemikian
dahsyatnya.
Lam Kong pak sangat membenci kedua orang mahkluk
aneh ini. karena merekalah yang menculik pencuri sakti
Pek-li Gong dan dibawa kedalam istana naga sehingga tidak
beruntung menemui ajalnya. peristiwa ini sepanjang hidup
membuat hatinya tidak tenteram,
"Kalian mau bicara tidak?" bentak Lam Kong pak
dengan suara berat.
"Kau keparat cilik kalau benar2 punya nyali ayoh jagal
sekalian diri kami, suruh kami bicara jujur....Hmmm sama
artinya bermimpi disiang hari bolong"
Lam Kong pak turun tangan laksana kilat menotok jalan
darah si catatan mati hidup, diikuti sang tubuh bergerak
mendesak kesisi si Wangwee berhati hitam.
si Wan-gwee berhati hitam ada maksud melakukan
perlawanan. siapa nyana tenaga lweekang yang dimiliki
Lam Kong Pakpada saat ini sudah amat luar biasa, jangan
dikata mereka sekalipun si Pemilik Pegadaian Bu-lim
sendiripun mungkin masih ketinggalan jauh.
Pandangan mata terasa jadi kabur. sebelum ia sadar apa
yang telah terjadi tahu2 dirinya sudah kena dicekal,
Melihat dalam kedainya terjadi pertempuran, pelayan itu
ketakutan sehingga seluruh tubuhnya gemetar keras.
"Kau tak usah takut" hibur Lam Kong Pak dengan suara
ringan. "siauw-yamu tak akan mendatangkan kerepotan
buat rumah makan kalian-"
Ia lantas berpaling kepada si Malaikat raksasa Loo Liang
Jen dan terusnya
"Loo- loo, gotong kedua orang manusia laknat ini dan
mari kita pergi"
Pada saat ini si Malaikat Raksasa benar2 sudah takluk
seratus persen terhadap diri Lam Kong Pak, ia mengiakan
dan bagaikan mencengkeram ayam kecil saja ia menenteng
tubuh sepasang manusia jelek dari Hay Thian dan berlalu.
sekeluarnya dari rumah makan tersebut mereka
meneruskan perjalanan kearah selatan, malam harinya
mereka sudah berada di Phu Yang perbatasan karesidenan
Li Auw,
Mendadak terdengar suara derak kaki kuda
berkumandang datang. Lam Kong pak serta Loo Liang Jen
buru2 menyingkir kesamping, dua ekor kuda dengan
meninggalkan debu yang memeruhi angkasa berkelebat
lewat dari sisi mereka.
secara lapat2 Lam Kong pak dapat menangkap
penunggang kedua ekor kuda itu adalah gadis muda
berbadan langsing dan montok. namun ia tidak ambil
perhatian serius.
siapa sangka kedua ekor kuda itu belum jauh telah putar
haluan dan berlari kembali untuk kemudian berhenti tepat
dihadapan sang pemuda. Lam Kong pak tercengang,
setelah angkat kepala ia baru berseru tertahan-
Kiranya ialah satu diantara kedua orang gadis berbaju
ungu itu bukan lain adalah adik perempuan dari Liuw
Hauw siang itu Poocu dari benteng Hwie Him Poo yang
disebut Tiauw san tangan beracun Liuw Hwie Yen, gadis
kedua berdandan seorang dayang namun kepandaian
menunggang kudanya hebat juga.
Pada dasarnya wajab Liuw Hwie Yen memang cantik
molek. kini ia mengenakan pakaian ringkas berwarna ungu.
pupurpun amat tipis dengan pinggang serta potongan badan
yang langsing namun berisi padat. mendatangkan suatu
perasaan yang aneh bagi yang melihat.
Ketika ia menjumpai Lam Kong Pak ada disana, laksana
seseoreng yang menemukan sumber mata air ditengah
gurun pasir buru2 ia meloncat turun dari atas kudanya
sembari berseru:
"Kiranya Lam Kong siauw-hiap, kau berkelana kesana
kemari sebenarnya hendak pergi kemana ?"
Lia Kong Pak menghela napas panjang ia tidak ingin
menceritakan persoalan yang menyangkut tentang coe Li
Yap. karena itu buru2 katanya:
"sewaktu berada dirumah makan tadi aku berhasil
menangkap dua orang anak buah pemilik pegadaian Bu-
lim, menanyakan sarang mereka kedua orang keparat ini
tak mau bicara, terpaksa aku hendak mencari suatu tempat
untuk mengopas mereka...."
"Seandainya Lam Kong Pak sauw-hiap tidak menolak.
bagaimana kalau mampir dibenteng kami?" dengan cepat
Liuw Hwie Yen menawarkan jasa baiknya, sementara
sepasang biji mata mengerling indah.
"Mengganggu ketenangan benteng kalian membuat hati
kami merasa kurang enak, aku pikir lebih baik mencari
sebuah penginapan saja didepan sana,"
"Rumah kami terpaut baberapa li saja dari sini. Lam
Kong sauw-hiap kebetulan lewati sini kalau tidak hampir..."
Dayang cilik ini adalah dayang pribadi Liuw Hwie Yen-
sejak semula ia sudah mengerti maksud hati nonanya, pada
saat ini ia segera menimbrung dari samping:
"Nona orang lain adalah Beng-cu dari pertemuan besar
para jago dewasa ini, orang agung tak akan menginjak
tempat yang jelek buat apa kau bersikap keras?"
"Mana. mana kalau kau bicara begini cayhe tidak kuat
menerimanya "
"kalau benar tiada bermaksud demikian, nona kami
mengundang dengan tulus hati mengapa kau tidak ingin
menerimanya ?"
"Siauw Hong, jangan kurang ajar." Liuw Hwie Yen
segera menegur dayang ciliknya ini. "Lam Kong siauw-hiap
tak bakal menolak tawaran kita ini"
Mereka bicara yang lain menyambung, membuat Lam
Kong pak jadi serba salah. alasannya tidak ingin
mengganggu tentu saja bohong. yang genting ia tidak ingin
mendekati perempuan cantik lagi sebab dewasa ini beberapa
orang gadis yang dikenalnya sudah cukup membuat ia
pusing tujuh keliling dan serba susah menghadapinya.
"Ayoh berangkat kudaku ini kuberikan untukmu" kata
Liuw Hwie Yen sambil angsurkan tali les kudanya kepada
sang pemuda..
"Hal ini mana boleh jadi, kuda milik nona mana boleh
kutunggangi ?"
"ooouw sungguh tak kusangka seorang pendekar besar
yang lihay dan gagah perkasa ternyata begitu malu2 dah
bersikap seperti perempuan." goda Liuw Hwie Yen sambil
tertawa genit. "Kudaku mengapa tak boleh kau tunggangi?"
"Benar yang kau tunggangi adalah kuda milik nona dan
bukannya suruh kau menunggangi."
Saking girangnya hati dayang Siauw Hong hampir2 saja
ia salah bicara.
"Siauw Hong, kau berani bicara ngaco-belo sekali lagi
hati2 kurobek selebar bibirmu."
Beberapa patah kata dari Siauw Hong tadi seketika
membuat wajah Liuw Hwie Yen maupun Lam Kong Pak
berubah merah padam bagaikan kepiting rebus.
"Lam Kong Sauw-ya " teriak si malaikat raksasa pula
dengan suaranya yang serak berat. "Setelah mereka
memaksa kau untuk menunggang. kau tunggangilah
bagaimanapun juga sebelum kau tunggangi mereka tak
akan merasa puas"
Sebelum pipi Lam Kong Pak berubah semakin memerah
lagi. namun mereka tahu Loo Liang Jen adalah manusia
tolol, selamanya kalau bicara tak pernah dipikir dalam otak.
karena itu mereka pada membungkam
Terdengar Siauw Hong tertawa cekikikan- ia menandang
Lam Kong Pak serta Liuw Hwie Yen bergantian-
Walaupun Liuw Hwie Yen pada waktu itu
menundukkan kepalanya rendah2 namun jantungnya
berdebar keras.
Sejak semula ia sudah kenal dengan Lam Kong Pak.
hanya saja pemuda itu tidak kenal dengan dirinya.
Sewaktu Lam Kong Pak menyelundup masuk kedalam
perkampungan Toa Loo San-cung dengan jalan menyaru,
mereka kakak beradik sudah tahu.
Karena itu ketika Lam Kong Pak menjumpai cioe ci
Kang ia segera turun tangan menolong selembar jiwanya.
Dan sejak ia mendapatkan pertolongannya. Timbul
perasaan simpatik dan menghormat dalam hati Lam Kong
Pak.
"Ayoh berrangkat" akhirnya Liuw Hwie Yen berseru.
"kuda ini gunakanlah, aku akan menunggang seekor kuda
bersama Siauw Hong^"
"Tidak usah, lebih bilk, aku berjalan kaki saja"
"Aaaah tidak. kau tidak mau menunggang kuda berarti
tidak mau kasih muka untukku"
"cepatlah ditunggangi Sauw-ya, kalau gadis itu tidak
ditunggangi lagi ia tentu akan marah."^ Tukas Loo Liang
Jen pula.
"Lo Loo Kau jangan ngaco belo lagi kalau tidak aku tak
akan memperdulikan makan- minum lagi"
"Baik Sauw-ya, aku Lo Loo tak akan bicara lagi, asaikan
kau membiarkan aku makan aku pasti akan menuruti
perkataanmu"

= oo = = ooo ooo ooo = = oo =


LIUW HWIE YEN serta Siauw Hong sama2 tertawa,
pada saat inilah mereka baru melihat Loo Liang Jen
mengempit dua orang.
"Lam Kong Sauw-hiap. siapakah kedua orang itu ?"
tanya Liuw Hwie Yen kemudian-
"Anak buah pemilik pegadaian Bu-lim. manusia jelek
dari Hay thian "
"Aaaaaah kiranya mereka berdua, aku dengar
kepandaian silat mereka berdua luar biasa"
"Tidak seberapa lihay, padahal dalam kenyataan
sepasang pusaka hidup ini tidak lebih hanya termasuk
barang kelas dua kelas tiga diantara anak buah Pemilik
Pegadaian Bu-lim lainnya."
"Lalu siapakah si manusia raksasa ini?" tanya Siauw
Hung.
"Simalaikat raksasa Loo Liang Jen " ,
"Apa? namanya Loo Liang Jen?"
"Tidak salah"
Liuw Hwie Yen serta Siauw Hong kontan tertawa
cekikikan tiada hentinya,
"Walaupun nama ini kedengaran aneh dan istimewa
namun sangat cocok sekali dengan kenyataan" kata Liuw
Hwie Yen sambil menahan rasa gelinya.
"Kalau berdiri ia memang mirip Liang Jen Loo atau
Loteng dua tingkat "
Lam Kong Pak segera meloncat naik keatas kuda itu,
sedangkan Liuw Hwie Yen serta siauw Hong naik satu
kuda dan melarikan-nya kearah benteng beruang terbang,
sementara si Malaikat Raksasa dengan langkah lebar
mengikuti dari belakang, sekali langkah sebelas dua belas
tombak telah dilalui, ia sama sekali tidak ketinggalan-
Setibanya di Benteng Hwie Him Poo, per-tama2 Siauw
Hung turun dari kuda dan masuk kebenteng lebih dahulu,
sedangkan Lam Kong Pak memperhatikan benteng tersebut
dengan perasaan kagum.
Membicarakan soal keangkerannya tidak dibawah
keangkeran perkampungan Toa Loo San cung, tembok
benteng tinggi melebihi lima tombak. diatas loteng pintu
benteng terpancang sebuah bendera besar diatas bendera
tadi bersulamkan kata2 "Hwie Him-Poo" dengan tulisan
besar.
Baru saja mereka meloncat turun dari atas kuda, si Wie
Luo berwajah kumala telah muncul dari dalam dan saling
menyapa dengan penuh kehangatan, kemudian membawa
Lam Kong Pak berdua menuju keruang tengah.
"Koko. kau temani dulu Lam Kong Sauw-hiap, aku akan
pergi kebelakang sebentar" Liaw hwie Yen mengerling dan
tertawa manis kearah Lam Kong Pak kemudian
mengundurkan diri dari ruangan tersebut,
Lam Kong Pak segera memperkenaikan si Malaikat
Raksasa Loo Liang Jen kepada mereka serta beritahu
bahwa kedua orang yang berhasil ditawannya adalah
sepasang manusia jelek dari Hay Thian, anak buah
sipemilik pegadian Bu-lim.
"LiuW-heng" ujar Lam Kong Pak, "Siauw-te telah
membawa anak buah pemilik pegadaian Bu-lim kedalam
benteng anda, kemungkinan besar akan mendatangkan
bencana buat benteng kalian, hal ini membuat tidak
tenteram"
"Kenapa Lam Kong-heng pandang kami seperti orang
luar?" teriak Liuw Hauw Siang keras-, "Kami semua
bersumpah tidak akan berdiri bersama dengan sipemilik
pegadaian Bu-lim, kami tidak mencari gara2 dengan
mereka, kemungkinan besar mereka tak akan melepaskan
kita, kali ini didalam pertemuan pera jago Lam Kong-heng
berhasil merebut kedudukan Bengcu, hal ini sama arti telah
membalaskan rasa mangkel kami selama ini, asalkan Lam
Kong-heng tidak menyalahkan Siauw-te suka cari urusan,
Siauw-te rela menjadi anak buah heng-thay"
"Mana-mana. . . .Liuw-heng sudah lama tersohor dalam
dunia persilatan, banyak persoalan aku masih menantikan
petunjukmu"
"Lam Kong-heng bermaksud menyeleaikan kedua ekor
makhluk aneh ini secara bagaimana?"
"Siauw-te ingin mengetahui dimanakah letak sarang
sipemilik pegadaian Bu-lim?"
"Lam Koang-heng pada beberapa waktu ini siauw-te
telah berhasil menemukan suatu organisasi rahasia yang
tingkah lakunya sangat aneh serta misterius, ilmu silat
mereka Sangat lihay, agaknya tidak berada diatas
kepandaian si pemilik pegadaian Bu-lim. Lam Kong-heng
kau harus ber-hati2 terhadap mereka "
"Tentang berita ini siauw-te sama sekali tidak tahu", seru
Lam Kong Pak dengan hati tergetar keras. "Entah
dimanakah letak organiiasi rahasia ini? dan apa namanya ?"
"Seandainya kami bisa tahu seorang dari organisasi
rahasia ini maka persoalan tak bisa dikatakan sangat
misterius, sedangkan mengenai namanya siauw-te pun
kurang tahu, namun satu hal yang menyolok yaitu setiap
anggota organisasi ini tentu mempunyai ciri khas yang
sama. setiap orang berambut warna hijau dan panjangnya
sepundak-"
"Eeeei. . . .benarkah dikolong langit ada manusia
berambut hijau ?"
"Aku pikir mereka tentu mempolesi rambut mereka
dengan sesuatu saat sehingga warnanya berubah."
Mendadak terdengar suara ting tang ting tang yang
nyaring, dari balik horden muncul seorang gadis, dia bukan
lain adalah Liuw Hwie Yen- hanya saja pada saat ini ia
sudah ganti pakaian ala keraton berwarna kuning, wajahnya
bermake-up dan kelihatan jauh lebih cantik lagi.
Bau harum ciri khas seorang gadis berhembus memenuhi
ruangan membuat orang terpesona dibuatnya.
Ia duduk disamping Lam Kong Pak. dan ujarnya: "Lam
Kong sauw-hiap. coba kau lihat bagaimana dengan pakaian
yang siauw- moay kenakan ini?"
"Terlalu bagus, hampir2 saja aku tidak mengenalnya
kembali "
Senyuman manis menghiasi seluruh wajah Liuw Hwie
Yen, jantungnya berdebar keras. Suatu pujian yang
merupakan kata2 biasa daLam pandangannya melebihi
sanjungan setinggi langit.
Tidak selang beberapa lama kemudian meja perjamuan
telah dipersiapkan, bahkan dipasang pula beberapa batang
lilin besar sebagai penerangan- sehingga membuat seluruh
ruangan itu terang benderang seperti disiang hari bolong
saja.
Ketika si Malaikat raksasa Loo Liang Jen melihat bakal
ada makan minum ia kegirangan, serunya: "Sauw-ya, aku
Loo-loo sudah tahu asal ikuti dirimu dimana saja pasti ada
makan dan minum. bahkan nona2 cantik semuanya suka
kepadamu. Sejak semula aku sudah ada maksud mengikuti
dirimu, hanya sayang baru sekarang kita baru berkenalan- .
."
Bicara sampai disitu tanpa sungkan2 lagi ia meneguk
beberapa cawan arak dan membuka bungkusan ayamnya,
sekali gigit dalam sekejap seekor ayam telah disikat habis.
Lam Kong Pak ada maksud memberi peringatan
kepadanya agar sedikit tahu sopan santun, namun
perbuatannya ini kena dicegah oleh Liuw Siang kakak
beradik.
"o, Saudara ini berlapang dada berjiwa terbuka. ia jujur
dan polos, dalam hatinya sama sekali tidak dikotori oleh
segala macam kelicikan mau makan mau minum berbuat
sesuka hati, seandainya orang2 Bu-lim seperti dia semua
jujur dan polos maka peristiwa pembunuhan tak bakal
terjadi di-mana2"
"Aku hanya takut kalian berdua mentertawakan dirinya "
"Mana mungkin- siauw-te paling suka orang dengan
memiliki watak kasar tapi jujur dan polos semacam Loo
heng "
"Lam Kong sauw-hiap. aku hormati secawan arak
untukmu " ujar Liuw Hwie Yen kemudian sambil angkat
cawannya,
"Nona Liuw, kau jangan memanggil aku dengan sebutan
sauw-hiap. sauw-hiap terus menerus, aku benar2 tak berani
menerimanya"
"Lalu kau sendiripun kekanan dan kiri selalu nona Liuw.
apakah aku berani menerimanya ?"
"Soal ini. . . ." Lam Kong Pakjadi gelagapan dibuatnya.
Liuw Hauw Siang yang melihat adiknya membuat
tetamu mereka jadi gelagapan segera mengedipi matanya
memberi peringatan-
"Agaknya kita diantara sesama tingkatan tak perlu terikat
oleh segala peradatan- kau panggil dia sebagai engkoh Pak
saja "
"Engkoh Pak " seru Liuw Hwie Yen, namun dengan
cepat ia telah berganti nada,
"Adik Pak"
"Nona Liuw apakah kau lebih besar dariku?" bantah
Lam Kong Pak.
"Tahun ini aku berusia dua puluh satu tahun- coba
katakan aku lebih tua tidak dari usiamu?"
"Eeeei. . . kalau begitu aku harus memanggil kau dengan
sebutan enci"
"Kalau begitu yang jadi adik harus menghormati encinya
dengan secawan arak."
"Enci Liuw, aku hormati secawan arak untukmu" kata
Lam Kong Pak.
"Enci ya enci kenapa harus ditambahi dengan kata Liuw
lagi?" bagaimanapun juga Liuw Hwei Yen adalah seorang
jago kawakan berada dihadapan engkohnya ia sama sekali
tidak memusingkan soal peradatan, dalam kenyataan sejak
kecil mereka hidup ber-sama2 diantara mereka berdua
sudah tiada rahasia yang disembunyikan daam hati sendiri.
"cici, siauw-te menghormati secawan arak untukmu
terima kasih pula atas bantuanmu sewaktu berada didalam
perkampungan Toa Loo San cung tempo dulu."
"Menghormati arak yaa menghormati arak kenapa harus
mengungkap peristiwa tempo dulu lagi. kalau kau ingin
membalas budi tersebut kami dua bersaudara harus
membalas pula kepadamu budi pertolongan "
"Siauw-te mana berani menerima penghormatan sebesar
ini ?"
"Kau sudah lupa akan perbuatanmu menolong kami dua
bersaudara sewaktu berada didalam pertemuan para jago
tempo dulu ?"
"Perbuatan sampingan tak perlu diingat selalu, mari, kita
habiskan secawan arak"
MEREKA bertiga meneguk secawan demi secawan,
puluhan cawan arak dihabiskan, sementara Loo Liang Jen
membungkam dalam seribu bahasa, ia ribut dengan
perutnya sendiri.
Tidak lama berselang sayur yang dihidangkan dimeja
perjamuan sudah tinggal tidak seberapa. Melihat hal itu
Liuw Hauw Siang segera berteriak untuk menambahi sayur
yang lain, tentu saja Loo Liang Jen kegirangan setengah
mati. Lam Kong Pak sendiripun tak pernah merasakan
kegirangan seperti ini hari.
"Dimana enci siauw Hong?" tiba2 Lam Kong Pak
teringat akan diri Siauw Hong karena selama setengah
harian lamanya tidak kelihatan ia munculkan diri.
"Ia berada didalam dapur membuat sayur, seluruh sayur
yang dihidangkan saat ini adalah hasil kerjanya"
"Sungguh tak kusangka enci Siauw Hong memiliki
kepandaian sedemikian hebatnya"
"Kalau adik sangat suka dengan kepandaiannya ini, kau
janganlah buru2 pergi, selama beberapa hari ini suruh dia
buatkan sayur untukmu, tanggung selamanya kau tak akan
bosan"
"Nona, kau lagi sanjung2 soal apa tentang dirimu?"
Diiringi dengan ucapan tadi Siauw hong munculkan diri
dari balik horden-
"Enci Siauw Hong, kepandaianmu memasak sungguh
luar biasa, siauw-te benar2 merasa kagum dan kenyang"
"Aiaaaaai. . . .Lam Kong Sauw-ya, ini masih belum
seberapa" seru Siauw Hong dengan nada genit, "Asalkan
nona bisa menahan dirimu selama beberapa hari disini, aku
siauw Hong akan keluarkan seluruh kepandaian
memasakku untuk buatkan sebuah "Liang Jen Loo" untuk
kalian cicipi. tanggung loteng dua tingkat yang kubuat tidak
kalah rasanya dengan masakan yang kau cicipi barusan-"
"Apa. . . .loteng dua tingkat. ..."
Si malaikat raksasa Loo Liang Jen yang sedang makan
minum tidak terlalu memperhatikan apa yang sedang
mereka bicarakan, ia masih mengira orang2 itu sedang
membicarakan soal dirinya.
"cepatlah makan orang tolol" goda Siauw Hong sambil
tertawa cekikikan- "kalau tidak cukup didalam dapur masih
ada sebuah kepala babi yang sangat besar serta panggangan
ayam"
"Enci kau sangat baik. kalau setiap hari ada masakan
seenak ini. Lam Kong Pak sauw-ya mau pergipun aku Loo
Liang Jen tidak akan mau pergi "
Mereka semua tertawa ter-bahak2, sementara waktu
sudah menunjukkan kentonan kedua tengah malam.
Mendadak lilin2 raksasa yang ada didalam ruangan
bergoyang kencang kemudian makin mengecil dan akhirnya
mati, suasana seketika gelap gulita bagaikan berada didalam
neraka.
Air muka Liuw Hauw Siang kakak beradik berubah
hebat, mereka terkesiap dan siap2 bangun- namun segera
dihadang Lam Kong Pak.
"Permainan setan macam begini buat apa diurusi, biarlah
saja, mari kita lanjutkan minum arak."
Melihat sikap pemuda itu tenang2 saja se-akan2 tidak
pernah terjadi sesuatu apapun, terpaksa Liuw Hauw Siang
kakak beradik menurut dan duduk kembali, sekalipun
begitu hati mereka sangat tidak tenang.
Tiba-tiba jilatan api diatas lilin yang telah mati muncul
kembali,titik api berkedip seperti kacang kedelai besarnya,
suasana masih tetap gelap ditambah pula suasana amat
menyeramkan-
Lam Kong Pak telah mempersiapkan hawa murninya
disepasang telapak. sambil angkat cawannya kepada Liuw
Hauw Siang berdua ujarnya: "Mari-mari. aku hormati
secawan arak buat kalian berdua, setelah kalian meneguk
habis isi cawan masing2. siauw-te akan memperlihatkan
sedikit kepandaian menangkap setan, namun kalian berdua
jangan mentertawakan. ..."
Mereka ber-sama2 meneguk habis isi cawannya,
sementara itu si Malaikat Raksasa Loo Liang Jen pun telah
kenyang. menjumpai peristiwa aneh itu la tertegun dan
memandang di kegelapan dengan mata terbelalak dan
mulut melongo.
"Jikalau dia memang setan- maka ia tak akan berani
menjumpai manusia" seru Lam Kong Pak keras2.
Hawa murni yang telah dipersiapkan, segera
disalurkankan kedalam mulut dan ditiup keras2 kearah
batang lilin raksasa itu, ujarnya kembali: "coba kalian lihat,
masih ada api setan tidak disekitar sini ?".
Beberapa batang lilin yang apinya sudah mengecil itu
tiba2 pulih kembali seperti sedia kala, suasana dalam
ruangan seketika terang benderang kembali.
Walaupun ilmu silat Liuw Hauw Siang kakak beradik
masih terpaut sekali kalau dibandingkan dengan kepandain
silat yang dimiliki Lam Kong Pak. namun sewaktu melihat
lilin mereka tertiup sekecil itu se-olah2 terhembus oleh
angin taupan, mereka sadar kalau ada orang yang secara
diam2 main setan disana.
Kini melihat Lam Kong Pak memperlihatkan juga ilmu
silat yang demikian dahsyat, bahkan diri mereka berlatih
dua abad lagi pun belum tentu berhasil, mereka semakin
kagum lagi terhadap pemuda kita ini.
"Sauw-ya bukankah kau hendak menangkap setan?"
Teriak si Malaikat raksasa kegirangan karena dalam
pandangannya Lam Kong Pak adalah majikan mudanya,
Lam Kong Pak menunjukkan kepandaian silat yang
demikian dahsyatnya dengan tanpa sengaja telah
memberikan muka pula kepadanya. ,
"Tunggu sebentar, kemungkinan besar masih ada
permainan lain, lebih baik tunggu mereka tunjukkan
kepandaian dahulu baru itu turun tangan menangkap setan-
" kata Lam Kong Pak.
Sementara LiuW Hauw Siang kakak beradik masih
setengah percaya setengah tidak, mendadak segulung hawa
dingin yang sangat menusuk tulang berhembus datang api
lilin seketika bergoyang kencang, namun tidak sampai
padam.
Tanpa kuasa Liuw Hauw Siang berdiri mengkirik. bulu
kuduk pada bangun berdiri dan merah dibikin terkesiap.
Lam Kong Pak tertawa dingin,jengeknya: "Dengan
andaikan permainan seperti itu sudah berani datangi
benteng Hwie Him Poo untuk unjukkan kejelekan, sungguh
tidak tahu diri."
Sebelum ia selesai bicara tangannya segera diayun
kedepan. beberapa batang lilin yang ada didalam ruangan
lambat2 melayang keatas dan berhenti diatas kepala
masing2. Lam Kong Pak segera angkat empat cawan arak
kemudian serunya: "Kalian berempat datang dari tempat
kejauhan, kalau tidak kuhormati dengan secawan arak
kalian tentu akan menganggap kami sebagai tuan rumah
tidak tahu diri. Nah. arak wangi berusia ratusan tahun.
silahkan kalian berempat mencicipi."
Begitu ucapan selesai diutarakan empat cawan arak
segera meloncat keatas udara dan berhenti diujung jilatan
api keempat batang lilin tersebut, benda2 itu tidak naik juga
tidak tidak turun. sedang arak dalam cawan sama sekali
tidak tumpah.
Dengan andaikan hawa murni memaksa cawan bergerak
ditengah udara mungkin bukan satu soal sulit. namun
membuat empat cawan arak berhenti tak berkutik d iatas
jilatan api lilin, kepandaian seperti ini betul2 luar biasa.
Tidak selang beberapa saat kemudian arak didalam
cawan yang berada diatas lilin itu. sudah memanas dan
memperdengarkan suara mencicit yang keras, sepasang
tangan Lam Kong Pak bergerak keempat cawan arak tadi
laksana kilat meluncur keluar dari pintu.
Terdengar suara galak tertawa dingin yang amat
menyeramkan berkumandang dari arah luar ruangan
disusul suara hancurnya cawan arak itu.
"Siapa anda?" Seru seorang itu. "Kalau bukan anggota
benteng Hwie Him Poo harus tahu diri cepat
mengundurkan diri dari sini, aku akan membuka satu jalan
buat kau keluar."
Setelah mendengar suara pihak lawan, diam2 Lam Kong
Pak pun menggerutu karena ia sadar tenaga lweekang yang
dimiliki orang ini benar2 luar biasa dan setanding dengan
sipemilik pegadaian Bu- lim.
Iapun segera tertawa lantang. "cayhe adalah putera
tetamu angin geledek Lam Kong Liuw anak murid Siauw
Yau sianseng "Lu ih Beng"
= = ooo - ooo = =
"cittt. . .Cttttt. . . .etitt. . . Aku kira keturunan jago lihai
dari mana. Hmm kendati Hong Loei Khek atau siJagoan
Angin Geledek serta Siauw Yauw sianseng bangkit
kembalipun, aku orang takpandang sebelah matapun dihati.
Hey anjing kecil, lebih baik cepat munculkan diri untuk
menerima kematianmu."
Lam Kong Pak meloncat bangun, telapak tangan
didorong kedepan melancarkan sebuah serangan dahsyat,
beberapa batang lilin kontan terpukul padam disusul
munculnya lima sesosok bayangan manusia.
Lam Kong Pak sudah punya rencana masak dalam
hatinya. ia ingin mempamerkan kepandaiannya, Setelah
menerobos keluar dari ruangan, dengan busungkan dada ia
berjumpalitan ditengah udara, setiap langkah ia mumbul
lima tujuh tombak keangkasa. hanya lima enam langkah
belaka ia sudah mencapai tiga puluh tombak jauhnya.
kemudian berhenti dan berdiri tegak diangkasa,
Angin malam berhembus datang mengibarkan jubah
panjangnya, pemuda itu mirip sekali seperti dewata yang
baru turun dari kahyangan-
Ilmu meringankan tubuh yang maha dahsyat ini bukan
saja membuat keempat orang iblis itu tercekat. sekalipun
dua bersaudara she- Liuw beserta "Toa Lek Sin" sekalipun
dibikin melengak.
Pemimpin dari keempat orang gembong iblis itu tertawa
dingin, jelas ia tidak dibikin jeri oleh demonstrasi itu.
serunya ^ "Hmmm ? Ilmu hitam dari aliran sesat tidak
berharga dipamerkan dihadapan Loo cauwmu"
Lam Kong Pak maju selangkah lebar kedepan dan
melayang turun keatas permukaan tempat berdiri
dihadapan keempat orang gembong iblis itu. setelah
diamatinya beberapa saat ia melihat pemimpin keempat
iblis tersebut mempunyai wajah yang sangat mengerikan-
rambutnya hijau dengan alis warna hijau, wajahnya merah
membara bagaikan api, jubahnya mentereng dengan
sulaman naga di belakang pungguug tertancap sebuah panji
besar.
orang kedua memiliki perawakan tinggi besar. tubuhnya
mencapai ketinggian delapan depa. jika dibandingkan
dengan si Malaikat raksasa Loo Liang Jen hampir
seimbang. Dipunggungnya menggembol papan besi kira-
kira ratusan kati beratnya.
orang ketiga menggembel senjata sapu terbuat dari baja,
sedangkan orang keempat menggembel golok besar.
Tak usah ditanya lagi keempat orang ini luar biasa dan
memiliki tenaga dahsyat, bahkan kelihatan sekali bukan
sipemilik Pegadaian Bu-lim.
"Malam2 kalian berempat mendatangi benteng Hwie
Him Poo kami, entah apa maksud kalian ?" Tegur Lam
Kong Pak dengan suara berat.
"Loo cauw mendapat perintah dari pang cu kami untuk
menawarkan menyerah buat Liuw bersaudara." jawab
pemimpin empat manusia iblis yang menyebut diri sebagai
Loo- cauw,
"Perkumpulan kami menawarkan kedudukan Tong-cu
buat kalian berdua, Tapi jikalau kalian tak mau menyerah.
maka benteng ini akan kami sapu rata dengan tanah"
"Tolong tanya kalian berasal dari perkumpulan mana. . .
."
"Liok Mao Pang"
(Liok Mao Pang artinya Perkumpulan Bulu Hijau).
"Aaaaah Liuk Mao pang? belum pernah cayhe dengar
akan nama perkumpulan tersebut"
"Bukankah sekarang kau sudah mendengarnya? bukan
saja perkumpulan kami akan menguasai seluruh dunia
persilata. Pegadaian bu-lim yang tersohorpun akan kami
basmi habis kecuali mereka rela menyerah kepada kami "
"Dimanakah alamat perkumpulan kalian?"
"Keparat cilik. terlalu banyak yang kau tanyakan hanya
saja memandang diatas kepandaianmu yang dahsyat
seumpama kau ada maksud menyerah kepada perkumpulan
kami, Loocauw bisa jadi perantaramu untuk mintakan
kedudukan Tong- cu untukmu."
"Dapatkah cayhe mengetahui nama besar anda ?"
"Tong-cu sebelah Utara dari Perkumpulan Bulu Hijau,
Shia Bian Loo cauw atau sikakek moyang berwajah
kepiting Pi Hoo "
"Ehmmmm bagus sekali nama ini hanya saja kendati
kulitnya tebal ( Pi Hoo) sayang tak kuat menahan sebuah
jotosanku "
Dalam pada itu Liuw bersaudara tercekat hatinya,
mereka tahu pada tiga puluh tahun berselang si Kakek
Moyang berwajah kepiting Pi Hoo ini sudah tersohor akan
kekejiannya, waktu itu Tiga manusia Miskin empat
Manusia kaya belum terjun kedalam dunia Kangouw.
"Kau berani menghina Loohu?" Hardik Kakek Moyang
berwajah Kepiting gusar.
Lam Kong Pak tidak menggubris dirinya. ketiga orang
lainnya ia berseru: "Harap kalian bertiga suka
memperkenalkan diri, jadi kalau kugebah pergi nanti
namamu sudah tercatat lebih dahulu"
"Tong-cu ruang sebelah barat Thiat Pan atau si Bangku
Besi Auw Put Kay "
"Siang- cu ruang Timur Thiat Sauw co si Sapu Besi Kiem
Kioe "
"Siang- cu ruang Barat Boe Siang To" atau Tanpa
Tandingan Hong Guan "
"Heee. . .heeeee. . .heee. . . kiranya prajurit2 tak bernama
semua." Jengek Lam Kong Pak sambil tertawa dingin.
Buru-buru Liuw Hwie Sen menowel ujung baju pemuda
tersebut dan melirik sekejap kearahnya, Lam Kong Pak
mengerti maksudnya. jelas gadis itu sedang memberi
kisikan kepadanya kalau orang itu bukan manusia tak
bernama, mereka mempunyai asal usul yang besar
Lam Kong Pak sudah menjajal kekuatan mereka sewaktu
masih berada dalam tadi, dapat mengetahui apabila
kepandaian silat dari Kakek moyang berwajah kepiting ini
kendati lumayan, tetapi masih terpaut sangat jauh darinya.
Kemudian ia meninjau pula situasi yang tertera didepan
mata, ia merasa tidak seharusnya mengulur waktu terlalu
banyak. Sebab mereka belum tahu sudah kedatangan
beberapa musuh pada saat itu, seandainya cuma empat
manusia yang ada didepan mata saja, kepadaian Liuw
bersaudara ditambah Siauw Ang serta Si Malaikat raksasa
sudah cukup untuk merobohkan keempat orang ini, lain hal
jikalau ditempat kegelapan masih banyak orang.
oleh sebab itu pemuda kita segera ambil keputusan untuk
menyelesaikan pertarungan ini secepat mngkin- ujarnya:
"Aku Lam Kong Pak sekarang berada disini, kalian berani
datang cari gara2 ini sama artinya sedang memusuhi diriku.
Hmmm Jikalau kalian berempat bisa mengundurkan diri
dari Benteng ini dalam keadaan selamat chayhe. . . ."
"Haaaaa. . . .haaa^. . . .haaaa. ..." si Kakek Moyang
Berwajah kepiting mendongak tertawa tergelak. "Keparat
cilik lebih baik kurangi impianmu disiang hari bolong, kalau
aku Loo- cauw tidak datang sih tidak mengapa sekarang
sudah tiba disini, , sebelum benteng Hwie Him Poo
menyerah tak akan mengundurkan diri. Aku lihat baik kau
ikuti saja Loo-cauw"
Sembari berkata orang itu melepaskan panji besar yang
tersoreng dipunggungnya.
Tiang bendera itu panjangnya lima depa dengan besar
selengan bocah. cahaya keemas memancar keluar
menyilaukan mata, jelas terbuat dari baja yang susah dicari
dikolong langit,
cukup ditinjau dari senjata aneh yang digunakan,
membuktikan kalau si Kakek Moyang berwajah kepiting ini
bukan manusia sembarangan-
Ketika itu, tiga orang gembong iblis lainnya telah
meloloskan senjata tajamnya.
Dua bersaudara she- Liuw serta Siauw Ang
menggunakan pedang, Loo Liang Jen tangan kosong,
sedangkan Lam Kong Pak mengeluarkan tanduk tunggal
naga saktinya.
Begitu ia mengeluarkan tanduk naga tersebut si kakek
Moyang berwajah kepiting berdiri tertegun, ia tahu benda
tersebut btukan Suatu senjata yang biasa2 saja.
Dalam pada itu dari sekeliling ruangan mulai
bermunculan bayangan musuh yang segera mengurung
seluruh kalangan-
Melihat musuh mulai bermunculan, Liuw Hauw Siang
mengeluarkan sumpritan istimewanya memperdengarkan
suitan tiga kali panjang dua kali pendek. dari benteng Hwie
Him Poo segera muncul cahaya lampu yang menerangi
seluruh kalangan, dari tempat luar merekapun mengurung
datang.
Menjumpai anak buah orang lain telah dipersiapkan
dengan begitu rapi, sikakek moyang berwajah kepiting sadar
serangannya malam ini ada kemungkinan menjumpai
kegagalan- ia sepera membentak keras: "Hong siang-cu.
Kiem siang-cu ringkus Liuw Hauw Siang dua bersaudara "
Si Sapu Besi Kien Kioe serta Golok tanpa tandingan
mengiakan dan berbareng maju kedepan, si Sapu Besi
menerjang Liuw Hiuw Siagg sedangkan golok tanpa
tandingan menubruk Liuw Hwie Yen.
Senjata yang digunakan Liuw bersaudara adalah pedang,
dalam soal senjata tajam mereka sudah menderita rugi,
Sapu besi serta golok besar berkepala setan merupakan
senjata berat. dengan pedang yang ringan mereka tak berani
menyambut serangan lawan dengan keras lawan keras.
Sekalipun begitu, dalam soal jurus serangan Liuw
bersaudara tidak kalah dari musuh, maka dari itu begitu
menyerang mereka bisa berbagi dalam posisi bertahan dan
menyerang. suatu pertarungan sengitpun segera berlangsung
.
Sementara itu be-ratus2 tokoh lihay pelindung benteng
Hwie Him Poo telah mengurung seluruh kalangan rapat2,
golok dicabut keluar dari sarungnya, anak panah dipasang
gendewa. hawa pembunuhan meliputi seluruh angkasa,
setiap saat banjir darah bisa terjadi.
Si Sapu Besi Klem Kioe sudah melakukan kejahatan ber-
sama2 sikakek Moyang Berwajah Kepiting Pi Hoopada tiga
puluh tahun berselang, sebuah senjata sapunya dimainkan
begitu dahsyat. sehingga daerah sekitar satu tombak lima
enam depa terkurung dalam bayangan senjatanya.
Terdengar angin serangan men-deru2, atap rumah
beterbangan memenuhi angkasa. Walaupun Liuw Hauw
Seng telah mengeluarkan kepandaian Hwie Him Pat Sih
untuk mempertahankan diri. ia gagal merebut diatas angin,
sebab diatas senjata ia sudah menderita rugi terlebih dahulu.
Liuw Hwie Yen yang harus menghadapi Golok Tanpa
tandingan Hong Goan keadaannya makin payah,
bagaimanapun anak perempuan tak bisa menangkan tenaga
lelaki, setelah ratusan jurus lewat keringat sebesar kedelai
mulai mengucur keluar membasahi seluruh tubuhnya.
SiBangku Besi Auw Pat Kay yang melihat rekan2nya
sudah turun tangan- ia jadi gatal. kepada si Malaekat
Raksasa Loo Liang Jen segera tantangnya: "Hey kerbau
dungu kita jangan menganggur terus2an, coba terima dulu
bagaimana rasanya digebuk oleh bangku besi dari Loa-
yamu ini."
Begitu berkata hendak bertarung serangan tiba, orang ini
sama sekali tidak membicarakan soal peraturan Bu- lim,
Papan bangku besi yang beratnya ada tiga ratus kati diirirgi
desiran angin yang memekikan telinga menghantam batok
kepala Loo Liang Jen.
Malaikat raksasa she- Loo bukan manusia sembarangan-
ia tidak berkelit maupun menghindar. lengannya dengan
cepat disodokkan keatas papan besi itu.
"Loo-tua, kau jangan- . . ." sebelum peringatan dari Lam
Kong Pak selesai diutarakan, lengan Loo Liang Jen sudah
saling beradu dengan papan besi tersebut.
"Traaaang. ..." diiringi bentrokan keras yang
menggetarkan seluruh ruangan, masing2 pihak mundur tiga
langkah kebelakang.
Melihat kedahsyatan Loo Liang Jen dalam menghadapi
musuhnya dengan tangan kosong, tokoh lihay dari benteng
Hwie Him Poo mengurung disekeliling tempat itu ber-sorak
memuji.
Diam2 sibangku besi Auw Put Kay terkejut. sejak ia
terjunkan diri kedalam dunia persilatan belum pernah
menjumpai manusia yang memiliki tenaga dalam lebih
dahsyat dirinya, tak disangka pada malam ini muncul
seorang manusia luar biasa yang menggunakan
kempalangan papan besinya dengan lengan kanan bahkan
sama sekali tidak berada dibawah angin, bahkan yang lebih
hebat lengan sendiri terasa linu dan sakit.
Ia sedikit tidak percaya atas apa yang dirasanya barusan,
sembari tertawa dingin segera, serunya:
"Keparat cilik, aku lihat sejak dilahirkan kau sudah
makan nasi, mari. . . mari. . .mari.. terima kembali sebuah
kemplangan papan bangkuku. . . ."
"Bluuum. . . ." kali ini dengan disertai tenaga lebih beban
ia menghantam kembali batok kepala simalaekat raksasa.
Sejak dilahirkan Loo Liang Jen sudah memiliki tenaga
dalam yang luar biasa, dibandingkan dengan kepandaian
Kiem Tong Kang Thiat Puh San serta kepandaian ilmu
kebal yang dipelajari cap San Thay Poo jauh lebih hebat
lagi, dalam pertarungan yang dihaiapinya se-hari2, jarang
sekali ia menjumpai musuh yang seimbang, sekarang
menjumpai orang yang memiliki tenaga hampir seimbang
dengan tenaganya, timbul keinginan untuk saling beradu
tenaga.
Dengan mulut membungkam, kembali ia ayunkan
lengan kanannya untuk menyambut kedatangan papan
bangku tersebut.
"Traaaang. . . ." sekali lagi terjadi bentrokan keras yang
menimbulkan suara tajam. masing2 pihak mundur tiga
langkah kebelakang, beberapa buah ubin kena diinjak retak,
Menjumpai papan besinya sedikit gumpil dalam
bentrokan barusan sipapan besi sangat kaget dan hatinya
tercekat. pikirnya: "Mungkinkah keparat cilik ini ditempa
dari baja murni yang tahan pukulan ?"
Tanpa berpikir panjang lagi ia kumpulkan sepuluh
bagian tenaga murninya dan sekali lagi menghajar kemuka.
"Keparat cilik, lihat serangan "
Loo Liang Jen adalah seorang tolol. kembali ia
menggunakan tangan yang sama untuk menyambut
datangnya serangan itu. Siapa sangka sipapan besi tahu
lihay. ia tidak berani menyambut lagi serangan itu dengan
keras lawan keras.
Menanti papan besinya mencapai satu depa diatas batok
kepala Loo Liang Jen, mendadak senjata itu membentuk
gerakan setengah busur menyapu pinggang si malaikat
raksasa. Liang Jen tidak menyangka pihak lawan
menggunakan siasat.
"Bluuuum. . .,"
Dengan telak serangan tadi bersarang dipinggangnya
membuat lelaki raksasa ini mundur lima langkah
kebelakang, sekalipun begitu si Papan besi pun ikut mundur
dua langkah kebelakang.
Dengan adanya kejadian ini bukan saja gusarkan Loo
Liang Jen, bahkan sipapan bangku besi serta Kakek
Moyang berwajah kepiting punjadi amat terperanjat. sebab
mereka sadar kemplangannya barusan sedikit berkekuatan
ratusan kati,
Seandainya serangan tadi bersarang diatas kepala jagoan
biasa, niscaya badan orang itu akan hancur berantakan-
Sebaliknya Loo Liang Jen sama sekali tidak menderita
luka.
Sementara itu Lam Kong Pak mendengus, ia membenci
sipapan bangku besi menggunakan siasat licik bentaknya
gusar: "Loo situa, tangkap bangsat itu "
"Baik, sauw-ya "
Bagaikan tubrukan harimau Loo Liang Jen menubruk
kearah sipapan kursi besi merasakan datangnya serangan
amat dahsyat
si bangku besi Auw Pat Kay terkesiap. ia tahu asaikan
badannya kena ditangkap niscaya akan hancur berantakan.
Sibangku besi membentak keras, ia menyapu tubuh
bagian bawah Loo Liang Jen, lalu mengambil kesempatan
itu menyingkir tiga langkah kesamping.
Siapa sangka Loo Liang Jen bisa menduga akan maksud
tujuannya bukan saja ia tidak menghindar dari kemplangan
papan bangku itu tubah nyamalah menubruk kedepan-
Badannya sembilan depa, lengannya panjang melebihi
empat lima depa, dimana ia menubruk kedepan mendadak
terdengar suara bentrokan keras bergema memenuhi
angkasa
"Bluuuuuu.mm..." Sebuah serangan dengan telak
bersarang ditubuh manusia raksasa ini membuat ia
membentak keras. dengan gerakan yang tidak berubah ia
mencengkeram bahu si bangku besi.
Bangku besi kontan merasakan bahunva sakit bagaikan
hancur berantakan dihantam martil besi. namun iapun
terhitung seorang jagoan lihay, sekalipun sakit dia tidak
berteriak.
Melihat rekannya terluka. Si Kakek Moyang berwajah
kepiting kaget. ia segera meloncat kedepan menghampiri
punggung Loo Liang Jen-
Lam Kong Pak yang ada disisi kalangan sama sekali
tidak menyangka orang itu bisa melancarkan serangan
bokongan, untuk menolong tidak sempat lagi.
Begitu tiba dibelakang panggung Loo Liang Jen si kakek
moyang berwajah kepiting ini mengayunkan tangannya
menghajar bahu si Malaikat raksasa tersebut, namun tidak
gemilang, rasa terkejutnya bukan alang kepalang, mengerti
dirinya sudah terlalu memandang rendah pihak lawan-
Tenaga pukulannya segera ditambahi dengan tiga bagian
kemudian sekali lagi dihantam keatas tubuh raksasa
tersebut. badan Loo Liang Jen yang tinggi besar tergetar
mundur sampai satu tombak jauhnya dan jatuh terduduk
keatas tanah.
"Bangsat tua berwajah merah beraninya membokong
dari belakang, terhitung jagoan mana kau? mari mari mari
kita coba sekali lagi"
Loo Liang Jen tidak tahu lihay, ia siap untuk kembali
kedepan. Padahal dalam kenyataan seandainya sikakek
moyang berwajah kepiting ingin melukai dirinya gampang
bagaikan membaliki tangan sendiri.
"Loo tua ayoh cepat mundur kebelakang" bentak Lam
Kong Pak keras2.
"Siauw-ya mungkin kau tak sanggup menghadapi
dirinya, kekuatan dari bangsat tua berwajah merah ini
sangat luar biasa"
"Aku suruh kau mengundurkan diri ayo cepat
mengundurkan diri. tak usah banyak bicara lagi "
Air muka Lam Kong Pak membesi kemudian lambat2 ia
mendekati sikakek moyang berwajah kepiting.
Ketika itu pertarungan antara dua bersaudara she Liuw
melawan si Sapu besi serta goloK tanpa tandingan sudah
mencapai puncak ketegangan, walaupun dalam hal jurus
serangan dua bersaudara she-Liuw duduk di-atas angin,
namun dalam tenaga serta senjata mereka menderita rugi,
sampai saat ini keadaan masih seimbang.
Lam Kong Pak berjalan terus kedepan dan berhenti lima
langkah dihadapan si Kakek moyang berwajah kepiting itu.
tegurnya dengan suara berat: "Aku Lam Kong Pak bukan
sengaja menggertak atau menakut2i dirimu, terus terang
saja kuberitahukan kepadamu, kepandaianmu masih
terpaut sangatjauh, pulang dan laporkan kepada pangcumu,
suruh ia datang sendiri mencari aku "
"Heeeee. . .heeee. . . .hereee. . .keparat cilik kau tidak
takut lidahmu putus disambar geledek kau anggap pangcu
kami manusia sebangsa apa, enak benar kau si anjing kecil
pentang bacot "
"Sekali lagi cayhe peringatkan dirimu, jikalau kau berani
membangkang lagi. jangan salahkan kalau cayhe tidak
sungkan2 lagi menghadapi dirimu"
"Haaaa. . .haaaa. . .haaaaa. ..." si Kakek moyang
berwajah kepiting tertawa tergelak.
"Jangan dikata kau, sekalipun ayahmu siJagoan Angin
Geledek serta gurumu Siauw Sianseng turun tangan
berbareng pun takkan sanggup menerima seratus jurus
serangan dari aku si Loo-cauw "
"Bagaimana kalau kepandaian anda dibandingkan
dengan kepandaian sipemilik Pegadaian Bu-lim?"
"Pemilik Pegadaian Bu-lim ?"
"hmmmm "
"Apa kau bisa , . ."
"Tidak percaya bukan?"
"Sekalipun harus pejamkan mata aku si Loo cauw bisa
menghitung berapa banyak usus yang kau miliki buat apa
kau mengibul??"
"Tahukah kau benda apa yang berada ditanganku saat
ini?" sembari berkata Lam Kong Pak unjukkan tanduk
naganya.
"sebuah tanduk binatang apa anehnya. Hmmm anjing
kecil, kau... ."
Lam Kong Pak membentak keras, dengan kecepatan
yang sukar dibayangkan dengan kecepatan yang sukar
dibayangkan dengan kata2 ia menerjang kedepan sembari
melancarkan serangan-
Dimana angin pukulan menderu tampak bayangan
manusia berkelebat lewat laksana kilat. Dalam sekejap mata
ia sudah mengitar sikakek moyang berwajah kepiting
sebanyak empat kali.
"Plaaaaak. . .plooook " diiringi gaplokan nyaring. pipi
sikakek moyang berwajah Kepiting sudah digaplok sampai
membengkak. dengan sempoyongan ia mundur tiga
langkah kebelakang, dari ujung mulutnya masih menetes
keluar darah segar. Untuk beberapa saat lamanya ia berdiri
tertegun diatas tanah.
Serangan ini benar2 luar biasa dan mengejutkan hati
manusia, dari empat penjuru segera berkumandang suara
sorak-sorai memuji.
Pengalaman sikakek moyang berwajah kepiting amat
luas. ia tahu dengan andalkan kepandaian yang dimiliki
lawannya ia bukan tandingan, sambil tertawa seram ia
segera berteriak: "Silahkan Than-cu munculkan diri"
Belum habis ia berteriak. dari sepuluh tombak jauhnya
berkumandang ujung baju tersampok angin- segulung
bayangan darah meluncur datang dengan cepatnya.
Dalam sekejap mata dihadapan pemuda kita telah berdiri
seorang nyonya muda yang amat cantik sekali memakai
baju warna merah.
Lam Kong Pak keheranan dibuatnya. Ternyata nyonya
muda itu baru berusia dua puluh empat, lima tahunan-
wajah dengan alis yang melentik bagaikan pohon liuw.
pinggangnya ramping dan wajahnya bersih. polos sama
sekali tidak membawa kegenitan ataupun kecabulan-
Dengan wajah penuh senyuman- nyonya itu menegur:
"Bukankah kau adalah sang Bengcu yang menangkan
seluruh pertarungan dalam pertemuan para jago tempo
dulu?"
"Tidak berani, tidak berani. cayhe Lam Kong Pak
adanya "
"Emmmm sungguh tepat sekali tamparan yang barusan
kau lepaskan terhadap anak buahku itu."
Lam Kong Pak tertegun, bahkan sikakek moyang
berwajah kepiting pun berubah hebat air mukanya.
sekalipun ia mendongkol namun berhubung peraturan
perkumpulan Liok Mao Pang amat ketat, berada dihadapan
seorang Tong-cu ia tak berani berkutik.
"Apa maksud anda dengan ucapan tersebut?" dengan
tidak mengerti Lam Kong Pak bertanya.
Nyonya cantik itu tersenyum alisnya melentik dengan
biji mata yang bening bagaikan air telaga, sekalipun
simalaikat raksasa Loo Liang Jen seorang dungu pun jadi
terpesona dibuatnya.
Diam2 Lam Kong Pak mengakui baik kecantikan
maupun potongan badan nyonya muda ini tidak berada
dibawah kecantikan Liuw Hwie Yen, Pek-li Siang, cioe clen
clen serta cu Li Yap sekalian- bahkan ia membawa
keagungan yang tidak berani dipandang enteng oleh orang
lain-
"Pi Tong-cu bicara tidak genah. menuduh dan memaki
orang seenaknya. apakah kau salah menggaplok orang ?"
Suaranya merdu menawan hati, nyaring dan lembut
merangsang setiap manusia, membuat orang terpesona dan
tergiur.
Mendadak Liuw Hauw Siang membentak keras. . .
."Traaaaaang. ..." diiringi bentrokan keras, percikan bunga
api memenuhi angkasa, diikuti jurus terakhir dari "Hwie
Him Pat Sih" dilepaskan mengancam jalan darah Hong-
wie-hiat diatas tubuh si sapu besi Kiem Kioe.
Pada waktu itu Sis apu besi Klem Kioe sudah kehabisan
tenaga, untuk menghindar sudah tidak sempat lagi. gagang
sapu besinya disodok keatas bahu Liuw Hauw Siang.
Semua kejadian ini berlangsung dalam sekejap mata.
Lam Kong Pak ingin menolong tapi tak sempat lagi.
Terdengar dua kali dengusan berat menggema diangkasa,
bahu Liuw Hauw Siang kena disodok sehingga pakaiannya
hancur, darah segar mengucur keluar membasahi tubuhnya.
sedangkan sisapu sendiri walaupun jalan darah Hong-wie
niatnya tidak sampai tertotok, namun kulitnyapun terluka
sehingga mengluarkan darah segar. Masing2 pihak mundur
lima, enam langkah kebelakang baru berhenti, napas
mereka ter-egah2 bagaikan kerbau.
"Dua bersaudara she Liuw ini apakah sahabatmu ?" tiba2
nyonya cantik itu bertanya.
"sedikitpun tidak salah"
"Aku sangat mengagumi dua bersaudara she Liuw itu,
ternyata mereka memiliki seorang sahabat yang begitu setia
kawan dan suka membantu mereka menghadapi musuh
tangguh"
"Antara sesama kawan sudah sepantasnya saling bantu
membantu."
Mendadak. . .
si Golok Tanpa Tandingan serta Liuw Hwie Yen pun
membentak berbareng. jelas mereka pun hendak
menentukan kalah menang daLam jurus terakhir ini.
Sementara Lam Kong Pak siap maju kedepan memberi
bantuan, mendadak nyonya muda itu membentak nyaring:
"Hong siangcu, tahan "
Bentakan tersebut walaupun merdu dan halus namun
disertai suatu kewibawaan yang besar, buru2 sigolok tanpa
tandingan membuyarkan serangannya sambil mundur tiga
langkah kebelakang.
Siapa sangka ketika itu Liuw Hwie Yen sedang
melancarkan sebuah jurus serangan yang keji dan telengas,
tidak sempat baginya untuk menarik kembali serangan tadi.
Lagi pula ia berjulukan Tiauw San tangan beracun, tentu
saja perbuatannya telengas, pedangnya bagaikan pelangi
dengan jurus Thian Gouw Li Teh" atau Kerbau Baja
Membajak tanah menusuk paha sigolok tanpa tandingan-
Si Golok tanpa tandingan walaupun seorang gembong
iblis, namun sangat taat dengan perintah atasannya,
mendengar Than-cu mereka memerintahkan ia berhenti
menyerang.
Semua kejadian segera pasrah, sambil gertak gigi ia
terima datangnya tusukan dengan terbuka.
Liuw Hwie Yen makin ganas, ia cabut pedangnya dari
atas paha kemudian menusuk pinggang Golok tanpa
tandingan itu.
Suara bentakan itu tidak keras namun di sertai oleh suatu
kewibawaan yang terbantahkan oleh siapapun, dengan
cepat Liu Hwie Yen tarik kembali serangannya sambil
mundur tiga langkah kebelakang.
"Siapa anda?? ?" tegurnya kepada nyonya cantik itu.
Perempuan tersebut. sambil berpaling ke-arah Lam Kong
Pak ia berkata "Tanya saja kepadanya "
"Tanya aku?" kali ini Lam Kong Pak yang dibikin
tertegun- "cayhe hanya tahu nona adalah anggota
perkumpulan Liok Mao Pang, dan tidak tahu. . . ."
"Itu sudah cukup buat kalian, bukankah nona Liuw ingin
mengetahui soal ini?"
"Hmmm apa maksudmu menerobos benteng kami
ditengah malam buta ?" tegur gadis she Liuw itu kembali
sambil mendengus dingin.
Nyonya muda itu tersenyum manis terhadap Lam Kong
Pak. membuat pemuda itu jadi tertegun dan timbul suatu
pikiran aneh benaknya.
"Selama hidup aku Lam Kong Pak kurang senang main
perempuan" pikirnya dalam hati. "Mengapa aku bisa
mempunyai perasaan aneh malam ini berhadapan dengan
nyonya muda ini?"
"Nona Liuw betul2 lihay," terdengar nyonya muda itu
memuji sambil tertawa. "Tidak memalukan disebut Tiauw
San tangan Beracun"
"Kau tak usah bicara kemari menghindari pembicaraan
pokok. nonamu sedang bertanya kepadamu apa maksud
kalian malam2 menerobos kedalam benteng kami?"
"Pun Than-cu mendapat perintah untuk datang kemari,
sedangkan mengenai apa maksud Pangcu kami. Pun Than-
cu kurang tahu"
"Lalu apa yang kau kehendaki ?"
"Menasehati kalian berdua agar mau menyerah kepada
perkumpulan kami "
"Tahukah kau apa yang dipikirkan kami dua
bersaudara?"
"Itu urusan pribadi kalian berdua, nonamu mana tahu"
Setelah nyonya muda itu mengaku dirinya sebagai nona,
Lam Kong Pak pun baru tahu kalau orang lain masih
seorang gadis.
Bahkan sewaktu berbicara senyuman selalu menghiasi
wajahnya,
Liuw Hwie Yen kembali tertawa dingin tiada hentinya.
"Sekalipun pangcu perkumpulan Liok mao Pang
mengundurkan diri dan menyerahkan kedudukan pangcu
itu buat kami berdua pun kami tak bakal sudi menerimanya
?"
"Kau bisa mempunyai semangat seperti ini boleh dikata
patut dipuji patut diberi selamat," kembali perempuan
cantik itu tertawa,
"Inilah dinamakan setiap manusia mempunyai kemauan
yang berbeda. nonamu sangat mengagumi sikap serta
pendirian kalian-"
Kali ini Lam Kong Pak yang dibikin tertegun sehabis
mendengar ucapan itu, segera tanyanya: "Lalu apa maksud
dan tujuan nona datang kemari?"
"Menasehati liuw bersaudara antuk menyerah dan
menggabungkan diri dengan perkumpulan kami"
"Seandainva orang lain tidak sudi menyerah?"
"Kami akan pulang untuk memberi laporan"
"Than-cu" mendadak sikakek moyang berwajah kepiting
menimbrung dari samping, "Bukankah masalah ini sudah
Hu Pangcu serahkan tanggung jawabnya kepada Than-cu ?
Hal ini sama artinya bila keadaan memaksa kita boleh
menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah ini.
..."
"Pi Tong-cu " tukas perempuan cantik itu tiba2, "Tugas
ini atas tanggung jawabmu atau tanggung jawabku? "
“Harap Than-cu jangan gusar, aku orang mengakui telah
salah bicara "
Sejak itu si Kakek Moyang berwajah Kepiting tidak
berani bicara lagi, ia membungkam seribu bahasa.,
dalam hati kecilnya Lam Kong Pak mengerti amat jelas,
dengan apa yang diutarakan si Kakek Moyang berwajah
kepiting sewaktu munculkan diri tadi. tujuan kedatangan
mereka kali ini tentu hendak menyapu rata benteng Hwie
Him Poo. Tentu saja lain halnya kalau dua bersaudara she
Liuw tunduk dan menggabungkah diri dengan
perkumpulan Liok Mao Pang.
"Kalau begitu anda boleh pulang. maaf kami tak bisa
menghantar lebih jauh" seru Liuw Hwie Yen cepat.
Gadis ini dengan cepat mengusir temannya, sebab ia
melihat baik kecantikan maupun potongan badan
perempuan berbaju merah ini jauh melebihi dirinya, bahkan
terhadap Lam Kong Pak sangat bersababat. tentu saja
sebagai seorang wanita yang menaruh hati pula kepada
pemuda tersebut, ia merasa cemburu bercampur iri.
Perempuan cantik itu segera tersenyum, ujarnya lirih:
"Nona Liuw, kalau kau bisa bersabar dan berlaku sungkan
lagi, maka tindakanmu ini akan mendatangkan kebaikan
untukmu "
Ia berpaling dan kepadalam Kong Pak tambahnya: "Dua
bersaudara she-Liuw tak dapat menghantar kepergianku,
Lam Kong sauw-hiap. kau bisa bukan mewakili sang tuan
rumah untuk menghantar kepergian tetamunya? "
Lam Kong Pak tertegun, bicara sesungguhnya ia merasa
gadis ini merupakan sekuntum bunga teratai yang tumbuh
ditempat yang kotor, namun sama sekali tak ternoda.
mendatangkan rasa hormat dihati orang. tak kuasa lagi ia
mengangguk. "Tiada halangan bagiku untuk menghantar
kepergianmu. Nah silahkan."
"Tunggu sebentar" mendadak Liuw Hwie Yen
menghardik, setelah mendengus dingin terusnya: "Kau
anggap benteng Hwie Him Poo adalah suatu daerah bebas
dalam dunia persilatan yang bisa didatangi sesuka hati dan
ditinggalkan kalau sudah bosan? terima dulu tiga buah
seranganku sebelum pergi"
"Nona Liuw aku lihat lebih baik tak usah kita bergebrak
dengan menggunakan kekerasan" kata gadis berbaju merah
itu sambil tersenyum, ia sama sekali tak dibikin gusar oleh
tantangan tadi.
"Bagaimana, kau tidak berani? "
"Berani juga boleh, tidak berani juga boleh. nonamu
tidak ingin bergebrak menggunakan kekerasan dengan
dirimu “
“Hmmm sekalipun kau tidak maupun harus mau"
Dalam hati kecil Lam Kong Pak sadar bahwasanya Liuw
Hwie Yen bukan tandingan orang lain, cukup ditinjau dari
ilmu meringankan tubuh yang diperlihatkan sewaktu
munculkan diri tadi sudah dapat ditarik kesimpulan kalau
kepandaiannya jauh lebih tinggi berlipat kali dari gadis she-
Liuw itu. Namun Lam Kong Pak tidak mengerti mengapa
perempuan itu bersikap demikian sungkan terhadap
mereka.
Lambat2 perempuan berbaju merah itu putar badan,
akhirnya ia mengangguk.
"Baiklah, daripada membantah lebih baik kuterima
tantangan itu"
"Tunggu sebentar" mendadak Lam Kong Pak berseru
sambil maju selangkah kedepan.
"Bagaimana kalau aku mewakili nona Liuw menerima
beberapa jurus seranganmu? "
Kembali dara berbaju merah itu tertegun. kemudian ia
mengangguk.
"Sama saja, sama saja. hanya saja kau harus mengalah
kepadaku."
Padahal, pada saat ini Lam Kong Pak sudah menaruh
simpatik terhadap dara berbaju merah ini, sekalipun gadis
itu tidak berkata demikian, iapun tidak bakal turun tangan
keji terhadapnya.
"Nona. silahkan-"
Lam Kong Pak segera membuka tubuhnya dan menanti
dengan sikap tenang.
"Lihat serangan" diiringi suara bentakan keras, gadis itu
meloncat tiga tombak keangkasa bagaikan segumpal awan
merah. telapak tangan disertai desiran angin meluncur
kebawah menggulung bagian atas Lam Kong Pak.
Diam2 pemuda kita mengangguk. ia sadar ilmu silat
yang dimiliki gadis ini jauh lebih lihay berkali2 lipat
daripada kepandaian dari cioe ci Kang itu Ketua
Perkampungan Toa Loo San-cung badannya segera
meloncat berputar melampaui gadis tersebut kemudian
merandek sejenak ditengah udara.
Dua gulung desiran angin serangan diiringi suitan tajam
meluncur kebawah. "Tas. . .tars tasss. . ." Dengan telak dua
biji genteng diatas bangunan rumah dihadapan Liuw Hwie
Yen tertembus oleh serangan tadi dan seketika berlubang.
Liuw Hwie Yen terkesiap. saat ini ia baru mengakui
kalau kepandaian gadis berbaju merah itu sungguh jauh
lebih lihay berkali2 lipat dari kepandaiannya, diam2 ia
membenci pada diri sendiri.
"Ilmu silat Bu-lim Bengcu benar2 luar biasa, nonamu
mengaku kalah . ." Seru gadis berbaju merah tadi sambil
melayang permukaan tanah.
"Mana, mana. . ." Lam Kong Pak pun melayang turun
keatas tanah. "Nona, silahkan"
Dara berbaju merah itu tidak bicara apa segera
memimpin anak buahnya berlalu terlebih dulu keluar
Benteng. Para jagonya kendati dibikin kebingungan namun
tiada seorangpun yang berani bicara.
Terutama sekali sikakek moyang berwajah Kepiting
beserta si sapu besi Auw Put Kay yang merupakan tokoh
lihay dalam Bu-lim, diam2 mereka gemas setelah dilihatnya
Thancu mereka mengundurkah diri tanpa melakukan suatu
gerakanpun.
LAM KONG PAK menghantar mereka sampai keluar
dari Benteng, sementara mau balik mendadak sidara
berbaju merah itu berkata kenada si Kakek Moyang
Berwajah Kepiting sekalian: "Tong-cu berdua harap
berjalan selangkah lebih dahulu dengan membawa serta
mereka. Pun Than-cu segera akan menyusul"
"Nona masih ada urusan^ apa lagi? " Pemudalam Kong
segera bertanya.
"Tak ada urusan lain aku hanya merasa Lam Kong
Sauwhiap terlalu tidak pandang sebelah matapun terhadap
diriku, bertanya namaku pun tidak"
Mengingat ucapan itu cengli juga , Lam Kong Pak
dengan wajah memerah segera bertanya: "cayhe kurang
hormat, nona jangan mentertawakan diriku. tolong tanya
siapa nama nona. ."
"Aku bernama Yu chen, dengan julukan 'si Hiat ciang
oh' berdarah “
“oooow kiranya nona Yu. Selamat tinggal"
Lam Kong Pak segera menjura dan sikap kembali
kedalam benteng.
"Tunggu sebentar " Kembali si ciang oh berdarah
berseru. "Tahukah kau bahwa tindak tandukku ini hari
sudah melanggar peraturan Perkumpulanku? "
Lam Kong Pak membungkam, karena ia tahu pihak
lawan bukan sedang berdusta, dengan kekejian serta
kekejaman orang2 perkumpulan Llok Mao Pang, tidak
mungkin mereka bisa bersikap demikian sungkan terhadap
pihak benteng Hwie Him Poo, jelas tindakan ini atas
keputusan dari ciang oh berdarah sendiri.
"Lalu apa sebabnya nona Yu sengaja melanggar
peraturan perkumpulanmu yang sudah jadi ketetapan? . . ."
"Apa kau masih tak tahu? Aku berbuat demikian karena
kau “
“Karena aku? " seru Lam Kong Pak, ia tertegun.
"cayhepun baru pertama kali ini berkelana seCara resmi
dengan dua bersaudara she-Liuw dari benteng Hwie Him
Poo entah apa maksud nona Yu mengatakan bahwa
perbuatanmu ini dilakukan karena aku? " Merah padam
selembar wajah ciang oh berdarah.
"Dengan tabiat serta tingkah lakumu, tak mungkin kau
berpeluk tangan membiarkan orang lain menyapu rata
benteng Hwie Him Poo, kau pasti akan campur tangan-
Walaupun aku bukan tandinganmu namun dengan dua tiga
orang bekerja sama, belum tentu yang menderita rugi
adalah pihak kami, bukankah dengan demikian jago2
lainnya dengan gampang dan leluasa bisa membasmi
seluruh anggota benteng yang ada."
"Aku rasa urusan tak akan terjadi segampang itu " jengek
Lam Kong Pak sambil tertawa dingin-
"Jadi kau tidak percaya? Aaaaai. . ." ciang oh berdarah
menghela napas dalam2, "Dari perkumpulan kami malam
ini telah diutus tiga puluh orang tokoh lihay, sisanya sudah
berkumpul dan memasang jebakan disekitar benteng, begitu
melihat Cahaya api mereka akan segera menerjang kedalam
untuk membantu Kami. Semua persiapan telah diatur rapi
kalau tidak perCaya kau boleh pulang dan melakukan
pemeriksaan sendiri"
"Aaaaah kiranya begitu." Sekarang Lam Kong Pak baru
perCaya. "Lalu, apa sebabnya kau lalaikan tugasmu
ditengah jalan? "
"Bukankah barusan sudah kukatakan-aku berbuat
demikian karena kau “
“Aku. . .aku tidak ingin menerima budi kebaikanmu ini"
"Terus terang kuberitahu kepadaku. berhUbUng aku
tidak ingin terjadi bentrokan seCara langsUng dengan
kalian, maka dengan menempuh bahaya dihUkum oleh
Pangcu, ku perintahkan mereka untuk segera
mengundurkan diri “
“Tapi, nanti setelah kau pulang bukankah. . . ."
"Soal ini kau tak usah turut Campur. asal kan kau tabu
akan jerih payahku ini sudah lebih dari Cukup "
Walaupun dalam hati Lam Kong Pak sangat terharu,
namun ia tidak berani mengutarakan perasaan tersebut
keluar, sebab ia sudah berlaku was-was dan tidak berani
mendekat perbuatannya akan mendatangkan kerepotan
baginya. "Adik Pak. aku boleh panggil dirimu dengan
sebutan ini. bukan? ? ? ? . ....."
"Kau tidak senang mempunyai enci seperti aku? ? Aku
tahu, kau tentu menganggap aku adalah perempuan
murahan yang sudah bejad moralnya bukan? padabal
sampai detik ini encimu masih suci bersih dan tetap tak
ternoda, hingga kini aku masih. ..."
Kata selanjutnya tidak diteruskan-setelah sejenak
tambahnya: "Kau takut nona Liuw menyalahkan dirimu? ?
?"
"Tidak cayhe sudah berkata, kita baru berkenalan untuk
pertama kalinya, tak bisa dibicarakan adanya suatu
hubungan istimewa”
“Kalau begitu kau tentu sudah punya. . . .”
“Benar, bahkan tidak cuma seorang.”
“Apa? tidak cuma seorang? ? ”
“Ehmmmm "
"Dapat Kau beritahukan kepada cici, berapa orang nona
yang sudah menjadi milikmu? ”
“Soal ini. . . ."
"Kau takut aku mengacau dari tengah? "
"Tidak aku tidak punya ingatan yang begitu jelek atas
dirimu "
"Kalau kesanmu terhadap diriku amat jelek? "
"Mungkin aku tak akan membiarkan kau mengundurkan
diri dari benteng Hwie Him Poo dalam keadaan selamat "
"Aku percaya. sebab kau benar memiliki kekuatan untuk
berbuat demikian "
Buru2 Lam Kong Pak mengalihkan pokok pembicaraan
kesoal lain, ujarnya: "Nona Yu, dapatkah kau beritahu
kepadaku dimanakah alamat markas besar perkumpulan
kalian dan siapakah pangcumu? "
"Boleh tapi kau harus mengubah sebutanmu terhadap
diriku."
Kembali Lam Kong Pak membungkam, ia lebih rela
untuk sementara tak tahu akan persoalan itu daripada
mencari kerepotan buat diri sendiri.
Melihat pemuda itu tidak mau memanggil dirinya
dengan sebutan "Enci" si ciang oh berdarah menghela nafas
panjang.
"Aaaaaaai. . . .dalam kenyataan aku Yu chen bukan
seorang perempuan yang tak tahu malu, sekarang aku
sudah melanggar peraturan perkumpulan demi dirimu,
dengan demikian orang lain dapat menduga betapa
rapatnya hubungan kita, aku bisa menurut dan
mendengarkan semua perkataanmu. Kau harus tau
dimanakah alamat perkumpulan kami dan siapakah pangcu
kami merupakan rahasia paling besar dari perkumpulan
Liok Mao Pang."
"Kalau begitu sudahlah Cayhe ucapkan banyak terima
kasih atas perhatian nona Yu harap kau baik berjaga diri "
Selesai bicara iapun putar badan kembali kebenteng.
Sekali lag si ciang-oh berdarah menghela napas sedih, ia
merasa pemuda maCam inilah merupakan pasangan yang
paling ideal baginya, perduli harus mengeluarkan
pengorbanan sebesar apa pun ia harus berhaSil mencapai
tujuan.
Setelah termenung beberapa saat lamanya. terakhir ia
memperoleh suatu rencata yang amat bagus.
Untuk sementara waktu kita tinggalkan dulu diri Yu
Shen dalam pada itu Lam Kong Pak telah kembali keruang
tengah, dua bersaudara She-Liuw segera menyambut
kedatangan sembari berkata: "SEANDAINYA malam ini
Lam Kong Siowhiap tidak kebetulan berada disini, tak
dapat dibayangkan bagaimana dengan akhir dari benteng
Hwie Him Poo "
"Mana, mana Harap kalian berdua jangan terlalu memuji
diriku, dalam kenyataan berapa orang gembong iblis
tersebut bukannya musuh tangguh yang sulit dihadapi"
"Bagi adik Pak tentu saja gampang sekali menghadapi
mereka seperti membalikkan telapak sendiri, sebaliknya
bagi orang lain benar2 sukar untuk dilawan-" Sela Liuw
Hwie Yen dengan cepat.
"Soal ini. . . ." Lam Kong Pak sadar, rasa cemburu gadis
ini amat besar ia Tidak menanggapi lebih lanjut, mengambil
kesempatan tersebut segera katanya:
"Kali ini siauwte sudah lama mengganggu ketenangan
anda. hatiku sungguh merasa tidak tenteram, sekarang arak
dan nasi sudah mengenyangkan perutku, siauwte ada
maksud mohon diri terlebih dahulu."
"Eeeceei. . .eeeei. . .hal ini mana boleh." cegah Liuw
hauw Siang, "Apakah Lam Kong-heng merasa pelayanan
kami kurang sesuai dengan selera anda? "
"Mana, mana. Hanya saja siauwte masih punya tugas
lain yang harus diselesaikan dengan cepat, siauwte benar2
tak dapat tinggal disini terlalu lama"
"Adik Pak, bukankah kau hendak melakukan
pemeriksaan terhadap Hay Thian siang cho ditempat ini? "
Sela Liuw Hwie Yen pula.
"Tentang soal ini soal itu lagi, jikalau kau tidak merasa
Cici sudah berbuat salah kepadamu. tinggalah beberapa hari
disini"
"Jikalau demikian adanya, terpaksa siauwte harus
mengganggu semalaman disini, dan besok pagi baru
berargkat."
Sementara itu Liuw Hauw Siang telah membebaskan
jalan darah Sepasang manusia jelek dari Hay Thian yang
tertotok. lambat2 kedua orang iblis itu lalu segera bangun
berdiri.
"Keparat Cilik " teriak mereka berdua berbareng. "Kalau
kau ingin membinasakan yayamu berdua. ayoh cepat
lakukan-kalau kau berani menghina kami. Hmmm jangan
salahkan kalau kami akan mulai memaki dirimu dengan
kata2 yang kotor"
"Kalian berdua sama2 jago kenamaan dalam dunia
persilatan." Ujar Lam Kong Pak "Asalkan aku melepaskan
diri dari ikatan dengan pemilik Pegadaian Bu-lim,
kemanapun kalian masih bisa angkat nama. cayhe nasehati
kalian berdua lebih baik cepat2 mengundurkan diri dari
komplotan mereka dan selamatkan jiwamu. Pemilik
pegadaian Bu-lim tidak akan memperoleh akhir yang baik,
sedangkan dimanakah sarang dari pemilik pegadaian Bu-
lim, seandainya kalian berdua sudah beritahu akan kami
terima dengan senang hati. ucapanku hanya sampai disini
saja, harap kalian berdua bisa pertimbangkan masak2
sebelum menurunkan keputusan "
"Tiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dan tak
bisa dipaksakan seseorang berbuat menurut kemauan orang
lain-" Sahut Wan-wee berhati hitam,
"Anda hendak menurunkan hukuman apa terhadap
yayamu? "
"Silahkan pergi dari sini " Hardik Lam Kong Pak dingin-
"Aku berharap selanjutnya kalian berdua suka melakukan
pekerjaan mulia bagi umat Bu-lim, pokoknya kalau kalian
berani berbuat jahat lagi, tahu sendiri apa akibatnya. . . ."
Si catatan mati Hidup Pak Boe melotot kearah si
Malaikat Raksasa Loo Liang Jen, kemudian serunya: "Loo-
heng, kau tidak maupergi nasih menunggu apa lagi?"
"Selama toayamu mengikuti kalian berdua belum pernah
makan minum dengan kenyang." jawab Loo Liang Jen
dengan suara serak-"Apa lagi dengan perbuatan kalian
berdua, pada suatu saat batok kepala kalian akan pindah
rumah."
Mendengar ucapan itu, si Wan-gwee berhati hitam
segera menyela: "Loo-heng, kau harus tahu peraturan dari
Pegadaian kita, terhadap mereka2 yang berhati. . . ."
"Tutup mulut " Bentak Loo Liang Jen keras laksana
guntur membelah bumi, seluruh ruangan tergetar keras
sehingga debu dan pasir berguguran-teriaknya kembali:
"Kalian dua orang anak jadah lebih baik tutup baCotmu,
jangan sampai mengobarkan hawa amarahku. awas. nanti
kuinjak kalian berdua sampai hancur berantakan"
Melihat Loo Liang Jen naik pitam, dan merasakan
situasi tidak menguntungkan buat mereka berdua si Wan-
gwee berhati hitam lirik sekejap kearah si catatan mati
hidup ajaknya: "Toa-ya. mari kita pergi Bagaimana pun
juga ini bukan persoalan kita “
“Ucapan Jie-ya sedikitpun tidak salah, hanya saja. . . .”
“Bagaimana? "
"Sudah setengah harian kita tidak makan, perutku
kosong dan tidak terisi. ..."
"Eeeeei ...., padahal sisa makanan yang masih ada
dimeja. seandainya diberikan kepada kita berdua masih
belum terlalu menghina yaya berdua "
Si Wan-gwee berhati hitam melirik sekejap sisa makanan
diatas meja, kemudian diam2 menelan ludah.
Melihat kerakusan kedua orang gembong iblis itu. Lam
Kong Pak serta dua bersaudara she-Liuw tak dapat
menahan geli lagi, mereka tertawa ter-babak2
Disamping itu merekapun tidak menyangka kedua orang
gembong iblis tersebut bisa memiliki akhlak serendah itu.
"Eeeeei .... aku Loo situa memandang diatas sesama
rekan. akan mohonkan ijin kepada tuan rumah" Kata si
Malaikat raksasa Kemudian-"Mari bawa kesini uang kalian-
"
pada saat ini si catatan mati hidup sudah lupa akan
kedudukannya, ia segera ambil keluar kantong uangnya
sembari berkata: "Loo situa, kau cukup bersahabat. yaya
berdua selama hidup tak akan melupakan dirimu "
Loo Liang Jen segera ambil tulang2 ayam sayap bebek,
kaki bebek serta sisa2 daging dan ikan yang ada diatas meja
lalu dimasukkan kedalam kantong uang itu semua.
"Demikian cukup bersahabat bukan? ? ? " serunya. Si Wan-
gwee berhati hitam jadi gugup dan kebelakan sendiri.
"Eeeei Loo situa, kau jangan begitu sentimen dengan
kami hubungan kita berdua kan bukan hubungan biasa
saja," Teriaknya.
"Lalu apa yang kau minta? "
"Mendengar ucapan dari nona siauw Ang, katanya
dalam dapur masih ada sebuah kepala babi serta dua buah
hati. sekarang kau Loo situa sudah jadi tulang punggung
kami harap kau suka memberi muka dan hadiahkan sebuah
hati babi buat kami berdua "
Hampir2 Lam Kong Pak tidak percaya dengan telinga
sendiri, tak disangka kedua orang ini benar2 tak tahu....
"Siauw Ang" Liuw Hauw Siang segera berteriak keras.
"Ambil keluar kepala babi serta hati babi itu dan berikan
semua kepada mereka "
siauw Ang mengiakan dan tidak selang beberapa saat
kemudian telah muncul kembali dengan membawa sebuah
kepala babi serta hati babi yang semuanya berjumlah tujuh,
delapan kati.
Sepasang manusia jelek dari Hay Thian sudah terbiasa
berbuat rendah, mereka tak tahu malu.
Ketika melihat kepala babi dan hati babi wajah mereka
seketika dihiasi dengan senyuman. dengan cepat mereka
maju menerimanya.
Setelah menerima kepala babi dan hati babi itu, sepasang
manusia Jelek dari Hay Thian tertawa haha hihi. kembali
serunya: "Lam Kong sauwhiap. hamba sekalian mohon diri
terlebih dahulu "
Selesai berkata mereka menjura dan segera
mengundurkan diri dari dalam benteng.
Setelah kedua orang itu lenyap dari pandangan, Lam
Kong Pak menghela napas tiada hentinya.
"Aaaaaai. . . .tak kusangka dalam dunia persilatan
mempunyai manusia yang tak tahu malu seperti mereka.
dunia mana bisa aman selama manusia2 semacam itu
berkeliaran di-mana2. Aaaaaaai, malam ini boleh dikata
sepasang mata siauwte sudah terpentang lebar2 "
Ketika itu kentongan keempat sudah hampir tiba, Liuw
Hauw Siang segera berkata kepada siauw Ang: "Apakah
kau sudah menpersiapkan kamar istirahat buat Lam Kong-
heng? "
"Sejak tadi sudah kupersiapkan Pekerjaan seperti ini
tidak akan jatuh gilirannya kepadaku. Sio-cia telah turun
tangan mempersiapkan sendiri "
Sembari berbicara dayang tersebut melirik sekejap kearah
Liuw Hwie Yen. kontan gadis itu jadi jengah dan
tundukkan kepalanya rendah2, merah padam selembar
wajahnya.
Demikianlah Liuw Hauw Siang lantas menghantar Lam
Kong Pak menuju kesebuah kamar yang indah, kemudian
mohon diri dan kembali kekamar sendiri.
Sementara Lam Kong Pak hendak berbaring, meodadak
siauw Ang muncul dengan membawa secawan air Teh.
"Siauwhiap. silahkan minum teh "
"Sudah terlalu malam, aku tidak mau. terima kasih atas
perhatianmu "
"Ayoh minumlah!! hari ini kau terlalu banyak makan
masakan yang berminyak"
Lam Kong Pak tahu kalau ia tidak minum air teh itu
maka dayang tersebut akan menggerutu terus, tanpa banyak
bicara lagi ia meneguk tiga tegukan.
Melihat pemuda itu minum teh yang disuguhkan, siauw
Ang tersenyum dan melirik sekejap kearah Lam Kong Pak.
lirikan tersebut mengandung arti yang sangat mendalam
dan sukar dibayangkan apa maksudnya. Hanya saja Lam
Kong Pak tidak terlalu memperhatikan.
Setelah memadamkan lampu, Lam Kong Pak siap tidur.
mendadak kepalanya terasa sedikit pening. segera pikirnya:
"Malam ini aku terlalu banyak minum lain kali aku harus
batasi takaran arakku Siapa sangka makin lama kepalanya
semakin pusing tujuh keliling, matanya mulai ber-kunang2.
ia jadi terperanjat dan sadar dirinya kena dibokong orang.
hanya saja pemuda kita tak menyangka penyakit tersebut
justru muncul dari air teh yang ia minum barusan.
Menanti kesadarannya sudah penuh, Siauw Ang
munculkan diri dalam ruangan dan bergumam seorang diri:
"Manis manis.... kalau sudah mencicipi bagaimana
nikmatnya tubuh seorang gadis perawan, jangan lupa
dengan aku yang sudah jadi mak comblangnya " ia
membapong tubuh Lam Kong Pak dan segera lari masuk
kedalam kamarnya Liuw Hwie Yen.
Ketika itu Gadis she-Liuw pun sedang berangkat tidur.
melihat perbuatan dayangnya ini jadi tertegun.
"Siauw Ang. apa yang hendak kau lakukan" tanyanya.
“Hihi. . .hiiiii. . . .hiiihi kalau benar siocia ada maksud
terhadap sauwhiap maka kau harus menggunakan suatu
tindakan yang luar biasa untuk mendapatkan dirinya. kalau
tidak mungkin giliran tidak akan sampai ketangan siocia."
"omong kosong" Bentak Liuw Hwie Yen merah padam
selembar wajahnya. walaupun ia sedang membentak
namun suaranya tidak keras.
"Slocia kau harus tahu aku Siauw Ang berbuat demikian
karena timbul dari maksud baikku. lagi pula aku sudah
melolohkan dirinya, sekali pun kau tidak ingin mengunakan
kesempatan ini, setelah ia sadarkan diri diapun tak akan
berpeluk tangan begitu saja. sekarang nasi sudah jadi bubur
kau tak usah ragu2 lagi.”
“Soal ini. . . ."
Liuw Hwie Yen pun sering kali berpikir dan termenung,
ia tahu Lam Kong Pak sudah punya tiga, empat orang
sahabat perempuan yang ada harapan jadi isterinya
dikemudian hari. seandainya saat ini tidak berusaha untuk
mendapatkan dirinya, mungkin delapan bagian dikemudian
hari giliran tersebut tak sampai ketangannya.
Walaupun dia adalah seorang gadis dari kalangan lurus,
namun berada dalam keadaan seperti ini tak ada pikiran
lain yang berkelebat dalam benaknya.
SauwAng sang dayang genitpun mengerti apa yang
sedang dipikirkan majikannya, segera membaring kan tubuh
Lam Kong Pak keatas pembaringan, menutup pintu dan
mengundurkan diri.
Jantung Liuw Hwie Yen terdetak sangat keras hampir2
saja terasa mau meloncat keluar dari rongga dadanya, ia
pandang wajah Lam Kong Pak yang tampan dengan
terpesona, pikirnya semakin kalut.
Tanpa sadar ia menyapu sekejap tubuh Lam Kong Pak
yang kekar dan penuh berotot tubuhnya seketika gemetar
keras. napsu birahi mulai memuncak membuat seluruh
badannya jadi panas. bulu2 badan se-akan2 pada
berkembang.
Segulung bau ciri khas seorang lelaki berhembus
menusuk hidung, pikirannya mulai goyah. sepasang
matanya tak kuasa lagi memandang seluruh tubuh pemuda
itu dari atas sampai kebawah, napsu birahi semakin
memuncak.
Akhirnya tak tahan ia mulai mengelus pipi Lam Kong
Pak dan bergugam seorang diri: "Adik Pak, sejak pertama
kali cicimu menjumpai dirimu. aku sudah ambil keputusan
untuk kawin dengan dirimu. Sekarang urusan sudah jadi
begini. terpaksa encimu harus menempuh."
Berbicara sampat disitu seluruh tubuhnya gemetar keras,
sebab ia tahu jelas bagaimanakah tabiat Lam Kong Pak,
seandainya ia sadar dan mengetahui perbuatan ini. pemuda
ini pasti akan menuduh dia perempuan rendah, mungkin
bisa menuduh dirinya adalah seorang perempuan cabul.
Mulai terjadi suatu pertarungan sengit dalam benaknya,
gadis yang selamanya bernyali saat ini dibikin kelabakan
sendiri.
"Inmmm Tiauw San tangan beracun yang tak tahu malu
..." mendadak dari luar jendela berkumandang datang suara
dengusan dingin,
Napsu birahi yang sedang berkobar dalam tubuh Liuw
Hwie Yen seketika mendingin kembali ia loncat turun dari
atas pembaringan dan meloncat keluar dari jendela.
Ketika itu malam sunyi bagaikan air, rembulan dan
bintang menghiasi angkasa. suasana hening dan tak
kedengaran sedikit suara pun-"Mungkinkah aku salah
mendengar? " pikirnya dalam hati. Namun dengan jelas ia
mendengar suara tersebut bahkan dapat membedakan kalau
suara itu suara seorang gadis.
"Aduuuh celaka" mendadak ia berseru dan meloncat
kembali kedalam kamar.
Dimana sinar matanya menyapu, diatas pembaringan
kosong tak nampak ada manusianya, bayangan Lam Kong
Pak yang semula ada disana pun lenyap tak berbekas. kali
ini berseru kaget.
gadis ini sadar kalau ia sudah kena tertipu oleh orang
lain, rasa cemasnya bukan alang kepalang. seandainya
perempuan itu adalah sahabat Lam Kong Pak masih tidak
mengapa, seumpama perempuan itu adalah perempuan
jahat sedang pemuda itu sudah kehilangan kesadarannya,
bukankah ia akan dipermainkan orang lain tanpa bisa
melawan?
“Aku tidak membunuh Pek Jien, Pek Jien mati karena
aku . . ." saking cemasnya Liuw Hwie Yen menangis ter-
sedu2, kembali ia periksa disekeliling Benteng Hwie Him
Poo, namun tidak berhasil menemukan sesuatu apapun.
Ia belum putus asa, kembali dicarinya dia diluar benteng.
namun hasilnya tetap nihil.
Sementara itu Lam Kong Pak dibawa lari oleh seorang
dara berbaju merah keluar benteng, gerakannya cepat
laksana kilat. tidak selang beberapa lama kemudian mereka
udah tiba dalam sebuah kuil bobrok.
Dara berbaju merah itu segera meletakkan badan sang
pemuda keatas tanah dan menjejalkan sebutir pil pemunah
kedalam mulutnya .
Beberapa saat kemudian Lam Kong Pak sadar kembali,
begitu ia buka mata hawa gusar segera memuncak. dengan
kecepatan sukar dibayangkan dengan kata2 ia gaplok gadis
itu beberapa kali.
"Tak kusangka kau adalah seorang perempuan rendah,
hitung2 sepasang mataku sudah buta " makinya.
Dara berbaju merah itu bukan lain adalah si ciang oh
berdarah Yu chen, sebenarnya ia bermaksud baik. tak
disangka pemuda itu telah menaruh salah paham terhadap
dirinya.
Walaupun dia adalah seorang gadis pembunuh tak
berkedip. namun berhubung sudah jatuh cinta terhadap
Lam Kong Pak maka sekalipun penasaran ia tak bisa
marah. "ADIK PAK, dengarkan dulu perkataanku."
ujarnya halus.
"Apa yang hendak kau ucapkan lagi? " hardik Lam Kong
Pak amat gusar^ "Hmmm. . . .sejak semula aku sudah tahu
kalau orang2 perkumpulan Liok Mao Pang tak seorang pun
manusia baik. hiitng2 akulah yang punya mata tak berbiji"
"Adik Pak. kau tak boleh membuat aku jadi penasaran "
"Membuat kau jadi penasaran? haaaaa. . .haaaa. . .
.haaaaa. . . Lam Kong Pak tertawa tergelak. "memandang
diatas budi pertolonganmu atas benteng Hwie Him Poo,
aku Lam Kong Pak mengampuni jiwamu satu kali, kalau
lain kali kita berjumpa lagi. jangan salahkan aku Lam Kong
Pak berhati keji bertindak telengas," Selesai bicara ia
meloncat bangun dan berkelebat keluar dari kuil tersebut.
"Adik Pak adik Pak dengarkan perkataanku. aku yang
menolong dirimu dari perbuatan-."
Lam Kong Pak tak mau mendengar pun tak mau
menggubris, ia lari terus kedepan tanpa berpaling. diam2
pemuda itu hanya benci pada diri sendiri. benci
pengalamannya terlalu cetek sehingga hampir2 saja terkena
perangkap Si ciang oh berdarah. ia berjanji mulai hari ini
akan bertindak lebih berhati2.
Tiga hari kemudian ia sudah tiba kembali disekitar telaga
sak cioe-ouw, pada saat itulah dalam benak Lam Kong Pak
muncul satu pikiran:
"Kenapa aku tidak memasuki markas si pemilik
Pegadean Bu-lim lagi? disamping akan kubasmi kurcaci2
itu, sekalian memeriksa kembali kedelapan manusia baja
tersebut"
Teringat akan delapan buah manusia baja tersebut,
hatinya jadi sedih. sebab semua sanak keluarga yang rapat
hubungannya dengan dia tak seorang pun yang lolos dari
kematian, semuanya mati dalam keadaan yang
mengenaskan. "Siuw-ya sauw-ya" mendadak Loo Liang Jen
muncul dengan badan penuh keringat.
Menjumpai sahabat lamanya ini Lam Kong Pak pun
segera berseru pula^ "Lootua, bagaimana kau tahu kalau
aku berada disini? "
Napas Loo Liang Jen tersengkal seperti dengusan
kerbau, jawabnya: "Ketika malam itu kau lenyap tak
berbekas. seluruh benteng Hwie Him Poo jadi gempar,
ambil kesempatan itu aku keluar dari benteng dan tidak
lama kemudian berjumpa dengan dara berbaju merah dari
perkumpulan Liok Mao Pang itu. agaknya ia barusan
menangis. sepasang matanya merah bengkak. ia bertanya
kepadaku apakah sedang mencari kau, aku menjawab
benar. ia lantas menghela napas panjang dan mengatakan
kau lari ke Selatan. maka dari itu aku lantas mengejar
datang."
Bicara sampai disitu, ia membuka sebuah bungkusan,
ambil keluar seekor ayam panggang 'Liang Jen Loo' dan
dimakan dengan lahap.
Bagaikan sudah tiga hari tiga malam tidak makan saja,
ketika menyamtap ayam itu kelihatan sekali begitu rakus
dan lahap sampai2 tulang ayampun ditelan.
"Ayoh jalan. kita periksa kedalam istana Naga " seru
Lam Kong Pak kemudian-
"Apa? ? Sauwya, kau ingin menempuh bahaya? "
"Loo tua, kau boleh lega hati" Kata Lam Kong Pak
sambil menepuk bahunya. "Berjalan dengan diriku.
tanggung kau tak bakal menjumpai mara bahaya "
"Sauw-ya, asal kau berani pergi. siapa bilang aku Loo
Liang Jen takut pergi juga? "
Setibanya ditelaga Sak cloe Auw, perahu berloteng
tersebut masih tetap ada disana. hanya saja suasana amat
sunyi tak kelihatan sosok bayangan manusia pun-pada saat
ini Lam Kong Pak telah memiliki ilmu silat yang maha
hebat, sampai2 terhadap pemilik Pegadaian Bu-lim pun ia
tidak takut. begitu tiba disana, ia cekal lengan Loo Liang
Jen dan membentak keras^
"Bangun " sekali loncat lima belas tombak dilewati
dengan mudah, dengan gampang sekali ia telah melayang
turun diatas perahu berloteng itu. Dalam pada itu, senja
telah tiba. sang surya telah lenyap dibalik gunung.
"Loo tua, kau bisa berenang? " tanya Lam Kong Pak
lirih.
"Bisa sih bisa, cuma tidak begitu sempurna “
“Kalau begitu bagus sekali."
Mendadak. ....
Terdengar suara bentakan keras bergema gegap gempita,
cahaya lampu menerangi seluruh perahu diikuti pintu
terbuka dan muncul puluhan orang tokoh lihay yang
dikepalai oleh sisasterawan bertangan ganas suma Ing,
kemudian disusul oleh Si kakek Asap berawan Si coe Lok
Lampu Hitam Pengejar sukma Leng cing cioe, Si Awan
Hitam chi Jie. si Rembulan pagi Gouw Yang serta Delapan
manusia Banci sekalian.
Ketika Lam Kong Pak melihat Suma ing muncul disana
sepasang matanya segera memancarkan cahaya ber-api2.
hardiknya penuh kegusaran-"Suma ing. kau anjing bajingan
keparat serahkan nyawamu "
Sikap sisasterawan bertangan ganas Suma Ing masih
tetap tenang2 saja, sambil angkat bahu serunya "Lam Kong
Pak, kalau ini hari majikan cilikmu memberi kesempatan
bagimu untuk melarikan diri lagi, sejak ini hari aku tak akan
menggunakan she-Suma lagi"
"Kalau kau tak mau she Suma, ikuti aku saja she-Loo "
seru Loo Liang Jen dengan cepat.
"Loo Liang Jen. kau tahu bukan akan hukuman siksa
dari pegadaian kita? " Loo Liang Jen membungkam.
"Suma Ing" Kembali Lam Kong Pak membentak keras.
"Kau hendak ajak berduel seorang lawan seorang atau turun
tangan berbareng? " Suma Ing tertawa dingin.
“Heeeeee. . .heeeee . . .heeee . . . kau anggap setelah
beruntung bisa menduduki kursi Bu-lim bengcu maka
seluruh kolong langit bisa kau injak seenaknya? terus terang
Kuberitakan kepadamu. aku berani bicara sesumbar,
kecuali pemilik Pegadaian sendiri, suma Ing berani
menjamin dikolong langit tak ada manusia yang bisa
mengalahkan diriku"
"Bagus sekali" Lam Kong Pak segera mengeluarkan
tanduk naganya. "Dalam tiga jurus, kalau aku Lam Kong
Pak tak berhasil membinasakan dirimu, aku segera putar
badan berlalu dari sini"
"Hmmm kau masih ingin pergi? "
"Bisa pergi atau tidak. aku akan lihat dulu sampai
dimana kepandaian silat yang berhasil kau miliki."
Diam2 Lam Kong Pak mengerahkan tenaga murninya
sampai mencapai delapan bagian, dengan gerakan Sam
Huan Hwee Gwat Atau Tiga gelang berjumpa Rembulan
dari ilmu telapak Sam Hoo It ciang Hoat ia hajar kening
suma ing keras2.
Sejak pertarungan digunung Thay-san tempo dulu, Suma
Ing telah memperoleh dua jurus terakhir ilmu silat Payung
Sengkala dari pemilik pegadaian Bu-lim kepandaiannya pun
memperoleh kemajuan pesat,
Ia tidak memandang sekejappun terhadap diri Lam Kong
Pak. melihat datangnya serangan itu, badan tetap tak
berkutik. sepasang telapak membalik dan melancarkan dua
gulung Cahaya merah terbentang Payung.
"Braaaaaak. . . ." diiringi bentrokan keras, masing2 pihak
mundur tiga langkah kebelakang.
Jurus serangan yang barusan digunakan Suma Ing
adalah jurus kedelapan dari ilmu sakti Payung sengkala,
kekuatannya sangat luar biasa, siapa sangka ia tak berhasil
merebut kedudukan diatas angin. tak urung lelaki itu
dibikin tertegun juga Lam Kong Pak segera melangkah
Tiong Kong menuju ke Hong Bun, tanduk naganya dikebas
kedepan. Dalam sekejap mata telah muncul dua puluh
tanduk yang mengincar seluruh tubuh Suma Ing secara
berbareng, kendati dalam kenyataan serangan tersebut
hanya terdiri satu urus.
Suma Ing tidak puas kembali ia melancarkan sebuah
serangan dengan ilmu sakti Payung sengkala.
Siapa sangka, ketika itu Lam Kong Pak telah menambahi
tenaganya dengan dua bagian-tanduk naga berkelebat
menembus gulungan angin Khien-kang dan terus bergerak
kedalam.
"criiiiit. ..." Tidak ampun pakaian yang dikenakan Suma
Ing tertembusi oleh serangan tersebut sehingga berlubang.
badannya mundur tiga langkah kebelakang dengan
sempoyongan-Melihat musuhnya kena dikalahkan,
simalaikat raksasa Loo Liang Jen tertawa bergelak sambil
bertepuk tangan,
"Haaaaa. . . .haaaa .... haaaa. . , Suma Ing, ayoh Cepat
pulang dan tambal dulu pakaianmu yang berlubang itu "
"Serbu" Suma Ing segera membentak dengan penuh keg
usaran,
Dalam sekejap mata dua puluh orang tokoh lihay ber-
sama2 menyerbu kedepan dan mengurung dua orang itu
rapat2.
Setelah para gemboag iblis menyerbu berbareng, kendati
ilmu silat Lam Kong Pak lebih lihay pun lama kelamaan
keteter juga . Tidak sampai lima puluh jurus si Malaikat
raksasa sudah kena dihantam sampai lima, enam kali,
untung kulit badannya atos bagaikan baja dan tidak sampai
terluka.
Kembali dua tiga puluh jurus telah lewat Lam Kong Pak
kedesak sampai mundur lima enam langkah kebelakang.
akhirnya ia tiba dipinggiran perahu berloteng tersebut.
Semangat Lam Kong Pak bangkit kembali ia membentak
keras. secara beruntun tiga jurus ilmu silat payung sengkala
diKeluarkan-"Trasasang . . . trailing . ... " diiringi suara
berdentingan yang ramai, senjata tajam pihak lawan pada
patah jadi dua bagian, bahkan sampai Hun-cwee milik
sikakek Asap berawan pun putus jadi dua bagian-
"Suma Ing, kau berani berduel melawan aku Lam Kong
Pak? " tantang pemuda tersebut dengan penuh kegusaran-
Selama hidup Sisasterawan bertangan ganas ini selalu
memandang tinggi diri sendiri, ia tahu kepandaian silat
yang dimiliki Lam Kong Pak kembali memperoleh
kemajuan pesat, namun ia tetap tidak Jeri.
"Siapa yang takuti dirimu " sahutnya.
Ia segera ulapkan tanganya mengundurkan para jago
yang berpihak kepadanya. "Kalian cepat mundur
kebelakang "
Kawanan iblis menurut dan ber-sama2 mundur tiga
tombak kebelakang.
"Lihat serangan " Suma Ing segera membentak keras,
dari pinggangnya ia ambil keluar sebuah cambuk lemas
berkepala naga dengan gerakan Sam IHoa ciTeng Atau tiga
bunga berkumpul dipuncak menghantam batok kepala Lam
Kong Pak.
Dengan sebat pemuda kita berkelit kesamping, sementara
ia mau balas menjerang siapa sangka cambuk brak.kepala
naga itu sudah berputar balik dan menghantam jalan darah
Giok-jen-hiat.
Kiranya cambuk lemas berkepala naga ini merupakan
sebuah senjata mustika, senjata itu bisa digunakan untuk
menyerang tempatjauh dan bisa pula digunakan untuk
menghadapi serangan jarak dekat.
Lam Kong Pak terperanjat, dengan gerakan Thio Hwie
Pian Be Atau Thio Hwie naik kuda, ia menyingkir
kesamping, Siapa nyana cambuk kepala naga tadi kembali
menyapu kearah kakinya.
Pada saat inilah Lam Kong Pak baru tahu lihay. ia tidak
berani bertindak gegabah sambil bersuit nyaring badannya
meloncat lima tombak ketengah angkasa dan melayang tiga
tombak dari kalangan,
Setelah berhasil merebut posisi diatas angin Suma Ing
tertawa seram.jengeknya. "Lam Kong Pak, coba kau lihat
serangan ku ini. ..."
cambuk lemas berkepala naga tadi laksana seekor naga
beracun yang hidup menyapu tubuh bagian bawah Lam
Kong Pak, sementara telapak kirinya mengirim sebuah
pukulan bercahaya merah dengan bentuk payung.
Lam Kong Pak terkesiap. ia baru tahu bahwasanya pihak
lawan telah mengerahkan seluruh kepandaiannya untuk
membinasakan diri sendiri.
Dalam keadaan gelisah. tenaga murni Yen ci Beng Khie
yang ada dalam tubuhnya menunjukkan reaksi. dari ubun2
meluncur keluar sekilas Cahaya putih menyambut datang
serangan ilmu sakti Payung sengkala tersebut,
"Bluuuuum,. . ." dengan sempoyongan Suma Ing
mundur lima langkah kebelakang sebelum ia sempat berdiri
tegak, Lam Kong Pak telah berkelebat datang, badannya
melesat satu tombak keangkasa dan didalam sekejap mata
meluncarkan tiga buah tendangan berantai.
Sekali Suma Ing kehilangan posisi, ia tak sanggup
menahan diri. buru2 badannya berjongkok untuk berguling
kesamping,
Siapa sangka Lam Kong Pak sudah ada niat membalas
dendam ia sudah punya tekad untuk merobohkan orang itu
dalam ceceran darah segar. Badannya laksana kilat
meluncur datang dan menginjak diatas jari tangan Suma
Ing.
Kejadian ini sungguh jauh diluar dugaan para iblis.
Dengan sekuat teuaga Suma Ing cabut tangannya. namun
tidak gemilang bahkan jari2nya terasa amat sakit.
"Sekarang aku hendak bertanya akan satu persoalan
kepadamu, harap kau suka menjawab sejujurnya." hardik
Lam Kong Pak dengan keras, "Kalau kau berani
membangkang jangan salahkan aku akan bunuh kau pada
saat ini juga "
Air muka Suma Ing berubah hebat, dengan suara serak ia
segera menjawab: "Sekali pun kau binasakan dirikupun aku
tak akan merjawab pertanyaanmu itu "
"Benar begitu? coba ulangi sekali lagi "
"Tentu saja siauw-ya mu tak akan memberi jawaban
untukmu , . . ."
Lam Kong Pak salurkan hawa murninya kearah telapak,
terdengar suara gemerutukan yang sangat keras
berkumandang memenuhi angkasa, keringat sebesar kacang
kedelai mengucur keluar membasahi seluruh tubuh Suma
Ing, air bercampur darah bercucuran-Mau bicara tidak? "
“Maaaa. . .matikan saja niatmu itu Lam Kong Pak aku
beritahu kepadamu. Seandainya kau tidak berhasil merebut
kedudukan Bu-lim Bengcu masih tidak mengapa Hmmmm
sekarang. bukan saja Pemilik Pegadaian Bu-lim tak akan
melepaskan dirimu sekalipun perkumpulan Llok Mao Pang
akan kerahkan seluruh kekuatannya untuk menghadapi
dirimu “
“Hmmm aku Lam Kong Pak tidak takut"
Kalau kau bernyali ayoh datang ikutilah pertemuan yang
diselenggarakan perkumpulan Llok Mao Pang digunung Hu
Gouw-san pada bulan sembilan Tiong Yang. ..."
"Aku Lam Kong Pak pantang mundur, namun ini hari. .
. ."
Gerombolan gembong iblis ber-sama2 meluruk kedepan,
mereka akan turun berbareng untuk menolong
pimpinannya.
“Kalian ingin hidup atau mati? ayoh kalau mau mati
majulah serentak"
Ucapan ini mendatangkan daya pengaruh yang amat
besar, para gerombolan iblis tak berani menggunakan
nyawa Suma Ing sebagai taruhan, mereka ber-sama2
mundur tiga langkah kebelakang.
"Sebenarnya aku ingin menghancur leburkan dirimu,
memeras darahmu, sampai titik darah penghabisan-" Seru
Lam Kong Pak sambil kertak giginya tajam. "Namun
sekarang, aku sudah berubah niat, bagaimana pun juga
nanti bulan sembilan Tiong Yang masih ada kesempatan
untuk basmi kalian semua. hanya saja. . . ."
Timbul rasa berdesir dalam hati Suma Ing pada saat ini
kelima jari tangan kirinya sudah diinjak sampai hancur,
namun hal ini tak mengapa sebab tangan kanannya belum
hancur. namun ia sadar Lam Kong Pak tak mau
melepaskan dirinya dengan begitu saja.
"Kau anjing keparat terlalu kejam" Maki Lam Kong Pak
penuh kegusaran-"sebelum kubinasakan dirinya, akan
kusuruh kau merasakan bagaimana enaknya kalau hidung
hancur mata buta? "
Mendengar ancaman tersebut. Pikiran Suma ing
mendingin separuh. segera teriaknya keras2. "Lam Kong
Pak, kalau kau benar2 seorang lelaki sejati berilah kepuasan
untukku. jikalau kau bikin cacat badanku seperti itu.
kendati jadi setanpun aku tak akan melepaskan dirimu"
Lam Kong Pak tertawa dingin-”Heee, . . heeee....heeee. .
.ini yang dinamakan siapa berbuat dosa siapa harus
memikul dosanya Hmmm apa dosanya ketujuh orang
manusia emas itu? mengapa kau menghadapi mereka
dengan siksaan yang begitu keji? Pernahkah kau pikirkan
bagaimana perasaan sanak saudara mereka? "
Suma Ing bungkam dalam seribu bahasa, hal ini bukan
dikarenakan Liang Simnya merasa tersinggung. sebaliknya
ia sedang memikirkan siasat untuk melarikan diri dari
tangan lawan-
Lam Kong Pak kertak gigi, tangan kirinya ditempelkan
keatas kening Suma ing. jari tangan membengkok. dan
Suma ing seketika menjerit ngeri. biji mata kirinya tahu-
tahu sudah dikorek keluar dari kelopak mata.
Para jago yang hadir disekeliling kalangan rata2
merupakan gembong iblis yang membunuh orang tak
berkedip namun setelah melihat siksaan yang diperlihatkan
pemuda she Lam Kong ini. hatinya pada tercekat.
Lam Kong Pak membuang biji mata itu keatas tanah,
diikuti jari tangannya menekan keatas batang hidungnya.
"Kraaaaak. . . ." batang hidung yang tinggi mancung pun
dengan cepat hancur dan jadi pesek. darah segar mengucur
keluar membasahi seluruh tubuhnya.
"Laam. , . Kong . . . Pak^ kau keparat anjing .... seees. . .
sekalipun aaaa . . aku Suma Ing jadi . . . seee. . . setanpun
aaaaa. . . akan kubalas dendam sakit hati ini. ."
"Aku tidak membinasakan dirimu pada saat ini justeru
hendak memberi kesempatan kepadamu untuk membalas
dendam. Selama hidup kau paling mengandalkan
kegantengmu serta ketampanan wajahmu. ini hari aku akan
membuat wajahmu jadi buruk lebih jelek dari setan. inilah
akibat yang harus kau terima "
"Leee . . .lebih baik kau . . .sekalian kau cabut jiwaku . .
."
"Tidak segampang itu , . ."
Dengan jari tangannya ia menggarat kepala Lam Kong
Pak, darah segar segera muncrat keluar, kemudian dengan
jari tangan serta ibu jari merobek dan membeset kulit
wajahnya sampai kekulit rambut.
Darah segar bagaikan samber air mengucur keluar tiada
hentinya, seketika ia berubah jadi seorang manusia
berdarah.
"Loo tua kau turun dulu keperahu dan tunggu aku disana
" Perintahnya kepada si Malaikat Raksasa,
"Baik," Sahut Loo Liang Jen, kemudian tambahnya.
"Perlukah kubakar sekalian perahu berloteng ini? "
"cepat atau lambat kita harus bakar ludes sarang kurcaci
ini. sekarang jangan dulu"
Dalam pada itu nyali para iblis sudah dibikin pecah oleh
perbuatan Lam Kong Pak yang sadis dan keji bahkan Suma
Ing pun bukan tandingannya, seandainya, mereka maju
kedepan bukankah sama halnya mencari penyakit buat diri
sendiri?
Maka dari itu melihat simalaikat raksasa turun dari
perahu berloteng, tak seorangpun diantara mereka berani
turun tangan menghadang, dalam kenyataan dengan
kekuatan yang dimiliki Loo Liang Jen, siapa yang kuat
menahan dirinya?
Menanti si malaikat raksasa telah menepi, Lam Kong
Pak baru berkata kepada para iblis dengan suara berat:
"Seandainya cuwi sekalian tidak cepat balik kejalan yang
benar, Suma Ing adalah contoh kalian yang paling baik.
haruslah diketahui kaum lurus tak dapat bergaul dengan
kaum sesat. Macam Sipemilik pegadaian Bulim serta
perkumpulan Llok Mao Pang, cepat atau lambat bakal
mengalami kehancurannya pula. ucapan cayhe hanya
sampai disini, harap kalian suka berpikir tiga kali sebelum
bertindak "
Selesai berkata. ia enjotkan badan melayang setinggi dua
puluh tombak lebih, dengan gerakan Thian Be IHeng Gong
atau kuda semberani terbang diangkasa meluncur dua puluh
tombak kedepan dengan posisi datar. kemadian melayang
turun ditepi pantai dan ber-sama2 malaikat Raksasa berlalu
dari sana.
"Siuw-ya, kau. . .sebenarnya kau manusia atau malaikat?
ini hari aku Loo Liang Yen baru merasa sepasang mataku
terbuka lebar2."
"Tentu saja manusia." jawab Lam Kong Pak sambil
tertawa, “Hanya saja pengalamanmu sangat cetek sehingga
semua persoalan kau anggap aneh"
"Sauw-ya, mengapa sewaktu berada di Benteng Hwie
Him Poo kau pergi tanpa pamit? "
"Ada urusan penting yang harus kuselesaikan dengan
cepat. tak ada kesempatan untuk mohon diri lagi,"
"Apakah disebabkan masalah istana naga ini? "
"Benar "
Mendadak terdengar suara gemuruh yang amat ramai
berkumandang datang dari arah depan diikuti debu
mengepul memenuhi angkasa, tujuh buah kereta kencana
dengan kencang bergerak mendekat. Tiap kereta ditarik
oleh empat ekor kuda jempolan.
Disetiap kereta duduk sebagai kusir seorarg lelaki
bertampang bengis, kuda2 itu sudah berkeringat semua, dari
lubang hidung mereka menghembuskan hawa putih.
Dimana kereta terbuat bergerak lewat, permukaan tanah
meninggaikan bekas sedalam empat coen, jelas kereta2 itu
sedang mengangkat benda yang amat berat.
Horden kereta tertutup rapat, tidak kelihatan adanya
tanda2 manusia berada dalam kereta tersebut.
Delapan kereta besar berkelebat dengan cepatnya
melewati sisi Lam Kong Pak berdua, kusir2 kereta tersebut
tak seorang pun yang melirik sekejap kearah pemuda kita
berdua, mereka ayunkan cambuknya melarikan sang kereta
semakin cepat lagi.
Timbul rasa curiga dalam hati Lam Kong Pak. kalau
dikatakan rombongan kereta pengawal barang, tidak
tampak adanya panji perusahaan Piauw Kok serta Piauw-su
yang mengawal. kalau dikatakan sedang mengangkut
manusia tak kedengaran sedikit suara pun. "Loo tua, coba
kau tunggu sebentar dalam hutan sebelah sana aku akan
pergi melakukan pemeriksaan."
SELESAI bicara ia enjotkan badannya melayang turun
kereta kedua dari belakang per-lahan2 dirobeknya horden
yang menutupi kereta dan mengintip kedalam.
"Aaaaah ...,!" ia menjerit tertahan.
Kiranya dalam kereta tersebut berisikan sebuah manusia
emas yang amat besar, jelas benda tersebut hasil tempaan
diistana naga dan tak usah ditanyakan lagi isi dari keenam
kereta lainpun sama saja,
Dan yang terutama lagi. manusia emas yang diintip saat
ini bukan lain adalah si Pencuri sakti Pek-ti Gong, teringat
bahwa iapun sudah putus hubungan dengan Pek-li Siang,
hatinya jadi amat sedih.
Pada saat ini Lam Kong Pak cepat menduga, kusir2 yang
melarikan kereta2 tersebut tentu anggota dari istana Naga
tujuan mereka kemungkinan besar adalah markas besar dari
pemilik Pegadaian Bu-lim.
Dengan cepat Lam Kong Pak mempertimbangkan diri,
kebetulan ia pun ada maksud hendak mendatangi Markas
besar dari pemilik Pegadaian Bu-lim. hanya saja bagaimana
dengan si Malaikat raksasa Loo Liang Jen yang masih
menanti disana?
Antara pemuda kita dengan Loo Liang Jen sudah timbul
hubungan yang sangat erat dia tidak tega meninggalkan
dirinya seorang diri, diam2 ia loncat turun kembali dari
kereta, kembali kedalam hutan kemudian ber-sama2 Loo
Liang Jen mengejar kembali kereta-kereta tersebut.
Sebelum itu Lam Kong Pak memesan wanti2 agar
manusia raksasa itu bersembunyi dalam kereta tanpa
mengeluarkan sedikit suarapun sampai waktunya ia akan
datang memberi kabar.
Demikianlah mereka berdua bersembunyi dalam kereta
kelima serta kereta keenam, semetara kusir dari kedua
kereta tersebut sama sekali tak merasa.
Dengan menimbulkan suara kemerutukan yang sangat
keras. kereta itu bergerak makin lambat, namun goncangan
terjadi semakin hebat. sehingga akhirnya kusir kereta yang
paling belakang berteriak keras:
"Loo-Thio, Loo-Lie, apa yang terjadi? mengapa kereta
kalian larinya semakin lambat? "
"Sungguh aneh sekali!" jawab kusir kereta kelima serta
keenam, "Kami rasakan kereta yang kami tumpangi selama
setengah harian ini makin lama semakin berat. kuda yang
menghela kereta tak mau bergerak. . .apa yang bisaku
lakukan lagi? "
"Hmmm! tak ada alasan sengaja kalian cari alasan.
kereta kita semua terbuat darimana kereta2 kalian secara
mendadak bisa jadi berat dengan sendirinya!"
Mendadak kereta berhenti. Lam Kong Pak yang
bersembunyi dalam kereta secara lapat2 dapat menangkap
suara hembusan angin yang menggoyangkan pohon siong.
ia segera dapat menduga kalau mereka telah berada diatas
gunung.
"Toako sekalian. mari kita beristirahat sebentar agar
kuda2 kitapun pulih kembali tenaganya, Bagaimanapun
malam ini kita tak bakal sampai ditempat tujuan!"
Setelah ketujuh orang kusir kereta itu bersantap rangsum
kering mereka, perjalanan pun segera dilanjutkan. Kali ini
Lam Kong pak mengintip keluar dari balik horden.
Kiranya kereta2 yang sedang ditumpangi sedang
bergerak memasuki sebuah selat sempit, kedua belah
samping tinggi menjulang bukit2 yang curam. keadaannya
amat mengerikan,
Perjalanan ini amat sulit dan penuh dengan belokan2
tajam entah sudah mengitari beberapa belokan akhirnya
masuk kedalam sebuah gua besar.
Gua itu gelap sekali, namun kusir2 kereta itu tak
seorangpun yang menyulut lampu. Agaknya mereka sudah
sangat hapal dengan keadaan medan disana.
Hanya saja suara gemuruh roda bergelinding semakin
memekikkan telinga.
Setelah keluar dari gua mereka tiba dilembah yang
dalam, pintu gua tadi pun segera menutup kembali. Melihat
kejadian itu Lam Kong Pak terkesiap.
Sekarang ia baru tahu kalau lembah itu dibuat dalam
keadaan rahasia dan penuh diliputi kemisteriusan. Bahkan
penjagaan sangat ketat, pos ronda berjumlah puluhan
banyaknya.
Kereta tadi bergerak langsung memasuki sebuah
perkampungan yang amat besar, setelah melewati tanah
rumput yang luas mereka berhenti ditengah sebuah kebun
bunga.
Setelah kereta dihentikan, secara beruntun kusir2 kereta
itu pada berlalu meninggalkan keretanya.
Dalam keadaan seperti ini Lam Kong Pak tak berani
berlaku ayal, buru2 ia loncat turun dari kereta dan ber-
sama2 dengan Loo Liang Jen bersembunyi dibalik kebun
bunga.
Tidak selang beberapa saat kemudian muncul puluhan
orang secara beruntun yang dikepalai oleh si Pemilik
Pegadian Bu-lim dengan kain hijau mengerudung
wajahnya, kemudian disusul silampu hitam Pengejar
Sukma Leng Cing Cioe, sikakek iblis asap mega, si Coe Lok
beserta Sepasang manusia Jelek dari Hay Thian sekalian.
hanya Suma ing seorang tak kelihatan batang hidungnya.
Pemilik pegadaian Bu-lim memerintahkan anak buahnya
untuk menurunkan kesembilan manusia emas itu dan satu
persatu dipindahkan kedalam ruang rahasia, ambil
kesempatan itu Lam Kong Pak serta Loo Liang "Jen ikut
nyelonong masuk kedalam ruang rahasia tidak lama
kemudian manusia emas itupun sudah dipindah semua.
Dibawah petunjuk pemilik pegadaian Bu-lim, para
gembong iblis itu bekerja keras mengatur kembali ketujuh
buah manusia emas tadi sesuai dengan urutan yang asli.
Melihat hal tersebut Lam Kong Pak jadi tercengang dan ke-
heran2an.
Sebab menurut terdahulu. setelah si Jago Arak dari Lam-
hay Ih Boen Kauw disusul oleh si Jagoan Angin geledek
Lam-kong Liuw Siauw Yauw sianseng Lu Ih Peng si
Mahasiswa bertangan sakti Sang Hong Tie. si Pencuri sakti
Pek-li Gong si Janda kawin tujuh kali Poei Koei dan
terakhir si Dewa Harta. Bertangan telengas Go Siang.
Tetapi kali ini urutannya sama sekali berubah. si Jagoan
Angin Geledek beralih dalam kedudukan pertama disusul
oleh 'Siauw Yauw sianseng' Lu Ih Beng Sijago arak dari
lam-hay Ih Boen Kauw. si Mahasiswa bertangan sakti Sang
Hong-lie, sipencuri sakti Pek-li Gong si Janda kawin tujuh
kali Poei Koen dan terakhir sidewa harta bertangan telengas
Go Sing.
„Angkut kemari dua buah manusia emas terakhir!"
dalam pada itu sipemilik pegadean Bu-lim memberi
perintah.
Diikuti muncul dua buah manusia emas yang diletakkan
pada posisi terakhir dengan demikian jumlahnya jadi
sembilan buah.
Pikiran Lam Kong Pak rada bergerak, pikirnya: "Suma
Ing pernah berkata bahwa ia sudah memperoleh sembilan
jurus ilmu sakti payung Sengkala kini patung emas
bertambah lagi dengan dua biji. ditambahkan dengan tujuh
yang lalu jadi sembilan. apakah si Pemilik Pegadaian Bu-
lim benar2 sudah berhasil menguasai seluruh kepandaian
sakti tersebut? "
Sewaktu Lam Kong Pak bersembunyi dibalik tebing
tempo dulu, ia berhasil menangkap pembicaraan dan si
Dewi Payung sengkala Cie Hong Hong ibu kandung dari
Coe Li Yap dengan pemilik pegadaian Bu-lim dan tahu
bahwa kitab rahasia dua jurus terakhir dari ilmu sakti
Payung sangkala kembali terjatuh ketangan pemiiik
pegadaian Bu-lim. hanya ia tak tahu secara bagaimana
akhirnya si Dewi payung sengkala melepaskan dirinya
pergi.
Karena curiga, dengan tajam Lam Kong Pak memeriksa
dua manusia emas terakhir, tampak olehnya diatas dada
manusia emas itu tertulis nama dari ketua perkampungan
Toa Loo san Cung Cioe Ci Kang, kemudian yang kedua
adalah Liuw Hauw Siang dari benteng Hwie Him Poo.
Rasa kejut yang dialami Lam Kong Pak pada saat ini
bukan alang kepalang, sebab dari tiga manusia miskin
empat manusia kaya, kecuali Liuw Hwie Yen seorang
sisanya sudah terperangkap semua ditangan pemilik
pegadaian Bu-lim.
Boleh dikata perbuatan ini adalah suatu perbuatan keji
yang tak disertai perikemanusiaan, Pemilik pegadaian Bu-
lim adalah seorang perempuan. namun hatinya sadis dan
kejam melebihi ular berbisa. bahkan Lam Kong Pak pernah
jatuh ketangannya sekali dan hampir2 saja jiwanya
melayang.
„Kalian segera mundur semua dari tempat ini!" terdengar
pemilik pegadaian Bu-lim berseru kembali sambil ulapkan
tangannya.
Segerombolan gembong iblis itu ber-sama2
mengundurkan diri, pintu besi ruang rahasia itupun per-
lahan2 tertutup kembali, suasana dalam ruangan seketika
jadi gelap gulita.
„Kraaaak. . . .!" mendadak dari atas dinding memancar
keluar sembilan rentetan cahaya tajam yang tidak menceng
tepat menyorot diatas tubuh kesembilan manusia emas itu,
cahaya tadi berwarna biru dan membuat kesembilan
manusia emas yang berbentuk aneh semakin mengerikan
lagi kelihatannya.
Ternyata disekeliling dinding sudah terpasang sembilan
butir mutiara yang pada mulanya tertutup oleh papan
Otomatis, asalkan tali yang ada disamping ditarik maka
papan itu akan bergeser kesamping dan memancarkan
cahaya mutiara itu.
Menjumpai patung emas dari ayahnya, gurunya, serta
Sang cianpwee, rasa sedih menyelimuti benak Lam Kong
Pak, air mata jatuh berlinang membasahi seluruh wajahnya.
Dengan sorotan penuh kebencian ia melototi pemilik
pegadaian Bu-lim tak berkedip, tubuh gemetar keras.
Ketika itu Pemilik pegadean Bu-lim berjalan kedepan
patung emas dari jagoan angin geledek kemudian derdiri
dengan kepala tertunduk. agaknya ia sedang berdoa, hanya
tak kedengaran apa yang sedang diucapkan.
Lam Kong Pak jadi bingung, mungkinkah perempuan itu
masih menyembunyikan suatu rahasia yang tak diketahui
khalayak ramai?
Siapa sangka urusan berada diiuar dugaan per-lahan2 si
pemilik pegadaian Bu-lim melepaskan kain kerudung dan
bergumam; "Lam Kong Liuw, aku Sun Han Siang demi
dirimu telah hidup sebatarg kara dikolong langit. sebetulnya
aku harus menjaga nama baik dan kedudukan yang
terhormat. Namun aku tidak terlalu memikirkan tentang
soal itu. demi memenuhi harapanmu aku rela mendapat
nama jelek, dengan menggunakan cara apapun berusaha
mendapatkan kitab rahasia Payung Sangkala. . . ."
Hampir2 saja Lam Kong Pak berseru tertahan,
mimpipun ia tidak menyangka kalau pemilik pegadaian Bu-
lim mempunyai hubungan yang sangat akrab dengan
ayahnya. bahkan yang membuat ia makin terperanjat
adalah wajah pemilik pegadaian Bu-lim yang membuat ia
makin terperanjat adalah wajah pemilik pegadaian Bu-lim
yang penuh bercahaya pucat namun dingin kaku dan
agung, agaknya sudah lama tidak tersorot oleh cahaya sinar
matahari.
Ditinjau dari usianya baru tiga puluh tahunan, namun
rambutnya telah beruban. sebenarnya apa yang telah
terjadi?
DALAM pada itu terdengar pemilik pegadaian Bu-lim
kembali bergumam seorang diri: "Lam Kong Liuw.
dapatkah harapanmu itu mencapai pada tujuan yang
diinginkan aku masih belum ada pegangan, namun aku bisa
melakukannya dengan segenap tenaga sedangkan mengenai
kedua orang anakmu yang seorang masih berada disisiku,
sedangkan yang seorang lagi malah bermusuhan dengan
diriku. . ."
Bicara sampai disini, tak kuasa lagi titik air mata jatuh
berlinang.
"Yang aku lahirkan sendiri tak ada disampingku, bahkan
mungkin sekali bersumpah tak akan hidup berdampingan
dengan diriku, sebaliknya yang bukan aku lahirkan sendiri
malah memperoleh seluruh kepandaianku. sejak kecil tak
pernah merasakan siksaan mau pun penderitaan. Tapi, aku
tahu kau bisa memaafkan diriku, sebab perbuatanku terlalu
sadis, terlalu keji. seandainya kau dapat mendengar
penjelasanku ini, mungkin kau bisa memaafkan diriku — ,
antara orang baik dan orang jahat hanya terpaut sedikit
saja, Nabi besar pernah berkata: 'Tidak sedikit manusia baik
berjiwa binatang', aku dapat meresapi kata2 itu mendalam
tokoh2 dari kalangan putih yang kubinasakan kebanyakan
pernah memakai kedok berbuat mulia. berbuat bajik tapi
dalam kenyataan mengincar kecantikanku, mengincar kitab
pusaka ilmu silatku. Namun dalam kenyataan mereka
adalah perdekar2 kalangan putih yang sudah tersohor
dalam dunia persilatan, kalau dikatakan siapa yang suka
percaya? . . . Sekarang puteramu. Tidak! juga puteraku
Hanya saja mungkin ia tak akan mengakui aku seorang
perempuan kejam, perempuan telengas sebagai ibunya. kini
ia berada disisiku. bahkan kemungkinan hendak
membinasakan diriku. Sebab ia mempunyai kemampuan
untuk berbuat demikian. . ."
Lam Kong Pak tercekat hatinya, secara lapat2 ia dapat
menangkap makna dari ucapan Pemilik pegadaian Bu-lim
itu, ia bilang sang ayah punya dua anak. yang seorang
berada disisinya sedang yang lain bersumpah tidak mau
berdiri berbareng dengan dirinya. yang ada disisinya dan
dididik sejak kecil hingga dewasa bukan dilahirkan olehnya,
sedangkan yang bermusuhan malah ia sendiri yang
melahirkan.
Lam Kong Pak terkesiap, ia merasa salah satu dari dua
orang putra yang dikatakan perempuan ini ada
kemungkinan adalah dirinya. tapi mengapa ayahnya tak
pernah berkata kalau ia punya saudara? dan tidak pernah
mengatakan pula siapakah ibu kandungnya?
Dan siapa pula yang dikatakan sang bocah, yang
dibesarkan disisinya?
+ + ooo OOOO ooo + +

KEMBALI Pemilik Pegadaian Bu-lim bergumam


seorang diri: "Demi tercapainya tujuan yang ku-cita2kan,
aku membutuhkan uang serta tenaga pembantu yang amat
banyak. karena itu aku membuka pegadaian Bu-lim. selama
banyak tahun sudah mengumpulkan puluhan laksa tahil,
dengan modal yang kuat aku hendak membeli puluhan jago
untuk jual nyawa buat diriku? "
Dengan ter-mangu2 Lam Kong Pak melototi perempuan
cantik namun sepasang tangannya penuh bernoda darah itu
dalam hatinya timbul suatu perasaan yang sukar
dibayangkan. namun bagaimana pun juga ia tidak percaya
kalau dia adalah putra kandungnya.
"Sekararg aku hendak menyelesaikan rencanaku"
kembali ia melanjutkan kata2nya.
"Dapatkah berhasil aku hanya separuh pegangan,
mungkin kau bisa membenci diriku, jikalau tahu hanya
punya separuh pegangan mengapa harus mempertaruhkan
kebahagiaanku sepanjang hidup untuk coba memperdalam
ilmu 'Tong Bian Thay Hoat' Atau kepandaian semacam
hipnotis. Aaaai! Kalau dibicarakan kau tentu akan jadi
jelas.. . . Tempo dulu kau kena dibokong orang, badanmu
menderita luka parah dan harapan kau hidup hanya
separuh saja. Kebetulan waktu itu aku mendapat tujuh jurus
sakti dari ilmu payung Sangkala dalam kitab tersebut ilmu
hipnotis 'Tong Bian Thay Hoat'. namun tak termuat cara
penyembuhannya. aku tahu cara penyembuhan hanya
termuat di atas kitab pusaka dua jurus terakhir, lagi pula
demi kau bisa memperoleh 'Tong Bian Kang Khie' Dari
kepandaian Hipnotis 'Tong Bian Thay Hoat' ini sehingga
menuntut balas, kau harus menempuh bahaya dihipnotis.
Dalam kenyataan memang demikian. namun dalam
pandangan orang lain dikira aku sudah membunuh dirimu
kemudian membungkus badanmu dengan cairan emas.
Karena itu aku dipandang sebagai perempuan paling keji
dikolong langit! Diantara kesembilan manusia emas, hanya
kau dan 'Siauw Yauw sianseng' Lu Ie Beng dua orang yang
pura2 mati karena kena hipnotis 'Tong Bian Thay Hoat'
sisanya merupakan musuh besarmu semua, bahkan mati
ditanganku serta Ing-jie. sebab mereka terlalu keji terhadap
dirimu aku harus menuntut balas. Rahasia ini hanya
diketahui olehku serta seorang lain hanya saja orang ini
sudah puluhan tahun tak pernah munculkan diri, entah ia
masih hidup atau sudah mati!"
Lam Kong Pak yang mendengar ucapan itu jadi tertegun,
sepasang matanya terbelalak lebar mulutnya melongo,
hampir2 saja ia mengira dia sedang bermimpi.
pemandangan yang tertera didepan sana hanya merupakan
khayalan belaka.
Sebab dahulu ia pernah dengar orang membicarakan soal
'Tong Bian Thay Hoat' Namun ia tidak percaya orang yang
kena dihipnotis sehingga tak bisa bicara, tak berkutik tidak
makan tidak minum bisa bertahan sampai puluhan tahun
tanpa membusuk, bahkan masih tetap hidup seperti sedia
kala.
Suatu peristiwa khayal suatu kejadian yang tak masuk
akal!
"Engkoh Liuw!" Diatas kecantikan wajah pemilik
pegadaian Bu-lim terlintas kesedihan yang bebat. butir2 air
mata jatuh berlinang, sambungnya; "Aku cinta padamu.
aku hendak menciptakan dirimu sebagai manusia nomor
wahid sekolong langit sebab di Hatiku masih tetap
demikian. lebih suka jadi kepala ayam daripada jadi ekor
kerbau, justru tabiat inilah yang tak kau sukai, sekarang aku
hendak membangkitkan dirimu kembali!"
Dengan menahan napas, Lam Kong Pak tumpahkan
seluruh perhatiannya kearah tubuh perempuan cantik itu
bahkan memberi tanda pula kepada Loo Liang Jen agar ia
tidak menimbulkan suara,
Pemilik pegadaian Bu-lim mengeluarkan tangannya yang
pucat dan halus untuk menekan mata sebelah kanan dari
patung tembaga si jagoan angin Geledek.
„Kriiiik!" Lambat2 pakaian tembaganya mulai
menggulung dari bawah keatas. dan menggulung terus
sampai kekepala.
Pemilik pegadaian Bu-lim segera melepaskan pakaian
tadi dan muncullah tubuh se-orang manusia yang masih
segar bugar bagaikan hidup.
Dalam detik tersebut seluruh tubuh Lam Kong Pak
gemetar keras. air mata jatuh berlinang hampir2 saja ia
menubruk kedepan, memeluk jenasah ayahnya dan
menangis tersedu sedan. .. Tetapi kesadarannya masih utuh,
ia tahu seandainya ia berbuat demikian bisa merusak satu
persoalan besar. perduli perempuan itu bisa membangkitkan
kembali ayahnya atau tidak ia harus melihat akhirnya lebih
dulu.
Tampak perempuan tadi secara sangat ber-hati2
membopong jenasah tersebut dan dibaringkan keatas tanah,
kemudian dari dalam sakunya ai ambil keluar sejilid kitab
kecil.
Kitab. tersebut serdiri dari tiga, lima bab dan terbuat dari
kain sutera yang antik tak menarik.
Perempuan itu memperhatikan dahulu dari atas hingga
ke bawah, kemudian laksana kilat tangannya bergerak.
cepat menotok seratus nol delapan jalan darah ditubuh
jagoan angin geledek.
Setelah itu pejamkan matanya dan menempelkan
sepasang tangannya diatas ubun2 serta Khi Hay-hiat
ditubuh jagoan angin geledek.
Waktu dengan cepatnya berlalu ditengah keheningan,
ketegangan. kegelisahan serta kemisteriusan.
Dua jam telah berlalu. namun jagoan angin geledek yang
berbaring diatas tanah masih seperti sedia kala.
Sedangkan pemilik pegadaian Bu-lim sudah basah kuyup
oleh keringat. asap mengepul keluar dari atas ubun2.
Wajahnya yang pada dasarnya sudah pucat pasi, saat ini
lebih menyeramkan lagi, boleh dikata mirip dengan
manusia yang terbuat dari lilin.
Kembali setengah jam telah lewat, pemilik pegadaian Bu-
lim per-lahan2 buka mata melirik sekejap kearah jenasah si
jagoan Angin Geledek lalu menghela napas panjang dan
dari kelopak matanya mengucur air matanya, gumamnya
seorang diri:
"Aku telah mencelakai dirinya! aku telah mencelakai
dirinya! ilmu hipnotis 'Tong Bian Thay Hoat' hanya bisa
membuat orang tidur dan tak bisa pulih kembali seperti
sedia kala, aku. . .aku. . . ."
Rasa sedih, berduka menyelimuti seluruh benaknya. sang
badan jadi sempojongan dari matanya memancarkan
cahaya ber-api2. dengan wajah meringis keji, serunya;
“Kalau dewi payung sengkala berani membohongi diriku.
akan kutuntut kembali sepuluh kali lipat dari apa yang
kuterima ini!"
Dicekalnya kitab pusaka itu erat2, tangan yang pucat
gemetar keras titik air mata turun berlinang membasahi
kitab tersebut.
Dari lubuk hati Lam Kong Pak muncul perasaan
simpatik dan kasihan, seandainya ia tidak ingin
mengganggu konsentrasinya dalam menyelidiki cara
membangkitkan kembali sijagoan angin geledek sejak
semula ia sudah menubruk kedepan sambil menangis ter-
sedu2.
Akhirnya pemilik pegadaian Bu-lim berhasl
menenangkan hatinya, setelah mengatur pernapasan dan
wajahnya pulih kembali seperti sedia kala ia memeriksa
kembali setiap patah kata yang termuat diatas kitab.
Lewat sejenak. sekali lagi ia turun tangan melakukan
penyembuhan. Namun hasilnya nihil. Si Jagoan Angin
geledek masih tetap seperti sedia kala,
Melihat usahanya kembali gagal Pemilik pegadaian Bu-
lim amat gusar. dengan penuh kebencian teriaknya:
"Dengan menggunakan cara paling rendah paling keji aku
Sun Han Siang merebut kitab pusaka ini. Hal ini kulakukan
bukan karena ingin mengincar ilmu silat yang tertera
disana. sebabnya hanya ingin mempelajari ilmu Hipnotis
Tong Bian Thay Hoat. tak disangka kembali aku tertipu
oleh perempuan rendah itu!"
Saking marahnya, napas jadi ter-sengkal2 kembali
serunya: "Kini musuh tangguh sudah ada didepan mata,
empat penjuru diliputi mara bahaya. Gerombolan manusia2
yang anggap dirinya sebagai jagoan kalangan lurus pada
memusuhi diriku, perkum pulan Liok Mao Pang pun sudah
ambil keputusan untuk adakan pertemuan pedang pada
bulan sembilan Tiong Yang, tujuan mereka yang terutama
tentu saja hendak melenyapkan pegadaian Bu-lim. namun
didengar dari nada ucapan pangcu mereka agaknva sedang
mempersiapkan diri untuk menghadapi Bu-lim beng-cu.
Siapakah Bu-lim Beng-cu itu? apakah pu. . . ."
Pikirannya sangat kalut, dengan ter-mangu2 ia
memandangi jenasah jagoan Angin Geledek. air mata
membasahi wajahnya.
Rasa benci semakin memuncak hinggal akhirnya sukar
ditahan lagi, kitab pusaka tersebut di-remas2 jadi satu
kemudian dibanting keatas tanah.
Agaknya Lam Kong Pak ikut dibikin terharu air mata
tanpa terasa jatuh berlinang membasahi wajahnya, Ketika
itulah mendadak dari batok kepalanya terasa ditetesi pula
oleh benda cair yang sangat dingin,
Ketika ia mendongak, tampaklah si Manusia Raksasa
Loo Liang Jen yang berdiri dibelakangnya sedang
mengucurkan air mata.
Agaknya pemandangan yang sangat megharukan ini
membuat Loo Liang Jen simanusia baja ikut sedih.
Mendadak. sinar mata Pemilik pegadaian Bu-lim
ditujukan kearah kitab pusaka yang berada diatas tanah, ia
temukan ujung dari kitab tadi membuka, se-olah2 terdapat
lapisan didalamnya,
Dengan cepat ia ambil kembali kitab tadi dan
dibentangkan keatas tanah, sedikitpun tidak salah.
Ternyata lembaran terakhir terdiri dari dua lembar yang
menempel jadi satu, ujungnya telah terbuka sedikit.
Rasa kaget, girang bercampur aduk dalam hatinya ia
tempelkan telapaknya keatas kitab kemudian kerahkan
tenaga murninya, tidak selang beberapa saat kemudian asap
putih mengepul keluar dari atas kitab tadi.
Menanti ia menghentikan salurkan hawa murninya kitab
tadi sudah dibikin lembab oleh asap putin hasil tenaga
lweekangnya, dengan amat mudah sekali ia berhasil
melepaskan tempelan kertas tersebut.
Terbaca olehnja, diatas lembaran terakhir tadi tertera
beberapa baris tulisan dengan kata2 yang sangat kecil;
"UNTUK memperoleh cara penyembuhan atas pengaruh
ilmu Hipnotis, cepatlah pergi mencari seorang tokoh lihay
berambut hijau bermata hijau Tenaga lweekang orang ini
sangat lihay sukar ditemukan tandingannya. ilmu Hipnotis
'Tong Bian Thay Hoat' adalah kepandaian tunggal orang
ini. Tempo dulu ilmu tersebut ditukar dengan kepandaian
payung sengkala. ia hanya memberitahukan bagaimana
cara menggunakan ilmu tersebut namun tak dikatakan
bagaimana cara penyembuhkannya. sebaliknya delapan
jurus ilmu payung sengkala kena dibohongi olehnya. dan!
sejak itu manusia tadi lenyap tak berbekas."
Dibawah tulisan tadi tertera nama Dewi Payung
Sengkala serta Siang Yen Ping.
Tulisan ini kembali memberikan harapan bagi pemilik
pegadaian Bu-lim serta Lam Kong Pak, walau pun manusia
berambut hijau bermata hijau sudah lama lenyap tak
berbekas. namun bagaimana pun juga masih bisa
dibuktikan kalau ia belum mati.
Apalagi saat ini muncul sebuah perkumpulan dengan
nama Liok mao Pang atau perkumpuian dengan nama Liok
Mao Pang atau perkum pulan Bulu Hijau.
Walaupun tak diketahui siapakah pangcu mereka,
namun kemungkiran besar dia bukan lain adalah manusia
berambut hijau bermata hijau itu.
Tiba2 pemilik pegadaian Bu-lim meloncat bangun dan
berseru dengan suara berat: "Jikalau kau adalah putera dari
Lam Kong Liuw cepat keluar dan pandanglah jenasahnya
untuk terakhir kali sebab mulai sekarang mungkin sukar
melihatnya kembali!"
Dada Lam Kong Pak serasa digodam dengan martil
berat, hampir2 saja ia jatuh tidak Sadarkan diri. tanpa
berpikir panjang lagi ia munculkan diri dan menangis
tersedu dihadapan jenasah Lam Kong Liuw ayahnya.
Si malaikat raksasa Loo Liang Jen pun segera menyusul
keluar, begitu perawakannya yang tinggi besar munculkan
diri pemilik pegadaian Bu-lim rada tertegun.
Namun Loo Liang Jen tidak menengok barang sekejap
pun kearahnya iapun jatuhkan diri berlutut didepan jenasah
Lam Kong Liuw sambil mengucurkan air mata,
Dengan penuh kasih sayang pemilik pegadaian Bu-lim
mengelus kepala Lam Kong Pak, air mata jatuh berlinang
disamping muncul perasaan cinta seorang ibu terhadap
puteranya.
Lam Kong Pak makin sedih lagi, ia menangis tersedu.
Tiba2 pemilik pegadean Bu-lim menarik tubuh Lam
Kong Pak sehingga saling pandang memandang dengan air
mata bercucuran.
Ketika itulah ia baru menemukan wajah perempuan
cantik ini rada mirip dirinya. Rasa cinta kasih muncul dari
dasar sanubarinya.
"Bocah. tahukah kau siapa aku? "'
„Aku. . .aku. . . .tahu!"
"Bocah baik! kau sungguh membuat mama jadi terharu!"
Lam Kong Pak tak dapat menahan diri lagi. ia menubruk
kedepan memeluk tubuh pemilik pegadean Bu-Lim sembari
berseru: "Ibu. . . .!" tak tertahan meledaklah isak tangis jang
amat sedih.
Lama sekali mereka berdua saling berpelukan sambil
menangis, akhirnya Sun Han Siang menghapus air mata
diatas wajah pucatnya, kemudian ia berkata dengan nada
menghibur: "Pak-jie kau dapat memaafkan ibumu bukan
karena tidak memelihara dan mendidikmu hingga dewasa?
"
"Aku tidak pernah menyalahkan dirimu!"
"Bocah, tahukah kau apa sebabnya aku menempuh
bahaya menghipnotis ayahmu dengan ilmu 'Tong Bian
Thay Hoat' sehingga ia tidak sadar selama puluhan tahun? "
„Aku sudah tahu!"
„Aaaaai ! asalkan kau dapat memahami jerih payah
ibumu. akupun bisa berlega hati! tahukah kau hampir2 saja
engkohmu hancur ditangan siapa? "
"Ibu! siapakah engkohku? " tanya Lam Kong Pak dengan
hati terkesiap.
„Aaaaaai. . . .! engkohmu bukan lain adalah Suma Ing!"
jawab Sun Han Siang sambil menghela napas panjang.
„Apa? dia? "
Saking terkejutnya Lam Kong Pak sampai berdiri
tertegun, ia tidak percaya Hal ini merupakan kenyataan.
tapi ia tahu ibunya tak akan membohongi dirinya.
"Kalau benar dia adalah engkohku, mengapa she Suma?
"
“Karena walaupun dengan dirimu berasal dari satu ayah,
namun dilahirkan oleh ibu yang lain!"
"Jadi aku punya dua orang ibu? "
„Ehmmm! ibu dari Suma Ing adalah genduk ayahmu.
setelah melahirkan dia lantas mati. sedang kau dilahirkan
olehku. sejak kecil telah dikirim oleh ayahmu untuk dididik
oleh Siauw Yauw Sianseng."
"Ibu! mengapa dia mengirim aku kepada orang lain? "
"Bocah aku serta ayahmu adalah manusia bertabiat keras
kepala. sering kali mempunyai pendapat yang berbeda.
waktu itu disebabkan satu persoalan kecil kami cekcok,
karena gusar aku lantas pergi. maka dari itu kau dikirim ke
Lu Ih Beng sana untuk dipelihara siapa sangka tidak lama
kemudian ia dibokong orang. . . ."
"Dibokong siapa? "
"Aaaaaai. . . .! kalau dibicarakan mungkin membuat kau
tidak percaya" seru Sun Han Siang sambil menghela napas,
diatas wajahnya pucat terlintas rasa benci yang sangat
mendalam.
„Orang ini disebut sebagai pendekar besar dari kalangan
Pek-to waktu itu, mereka dipimpin oleh Si-jago Arak dari
Lam-hay The Boen-kau. Si-tangan selaksa tulisan Thian To,
sipencuri sakti Pek-li Gong serta Simahasiswa bertangan
sakii Sang Hong Tie."
„Apa? Sang cianpwee dia. . .dia pun membokong
ayahku? "
"Hal ini tak bisa disalahkan kalau kau tidak percaya,
seandainya ibumu tidak percaya, seandainya ibumu tidak
mendengar sendiri ayahmu bercerita, akupun tak akan
percaya. lagi pula selama hidup ayahmu keras dan jujur.
Selamanya tak pernah bicara bohong sebelum mempunyai
keyakinan ia tak akan menfitnah sahabat karib sendiri!"
Kembali Lam Kong Pak tertegun, dia adalah seorang
pemuda yang masih berhati suci lagi pula baru saja
munculkan diri ia belum tahu bagaimana kejinya manusia
KangOuw. maka dari itu hatinya rada menaruh curiga-
"Mengapa mereka hendak membokong ayahku? "
"Sebenarnya mereka terkena siasat sekali timpuk dapat
dua burung dari orang lain. Ada orang menyiarkan kabar
bohong katanya kitab ilmu silat payung sangkala terjatuh
ditangan ayahmu. Berita ini dengan cepat diketahui oleh
seluruh umat Bu-lim. coba kau bayangkan siapa yang tidak
ingin mendapatkan kepandaian sedahsyat itu? secara diam2
mereka turun tangan terhadap ayahmu. tentu saja wajah
mereka berkerudung semuanya, namun ilmu silat yang
dimiliki ayahmu jauh lebih tinggi setingkat dari kepandaian
siapapun. dalam kerubutan empat orang akhirnya ayahmu
menderita luka parah dan menemukun kembali wajah asli
mereka."
"kemudian? "
"Sewaktu mereka hendak turun tangan keji kebetulan
ibumu tiba disana. ketika itu ilmu silat yang aku miliki jauh
melebihi ayahmu, mereka sadar perbuatannya gagal dengan
cepat satu persatu melarikan diri. Didalam angpapan
mereka tidak lama kemudian bila ayahmu tidak bicara
siapapun tak akan tahu kalau perbuatan ini adaiah hasil
karya mereka. Siapa sangka. walau pun luka ayahmu sangat
parah ia masih dapat menyebutkan kedudukan mereka.
Waktu ini hampir saja akupun tidak percaya. kebetulan
ketika itu aku sudah memperoleh tujuh jurus dari ilmu sakti
Payung Sengkala, demikianlah dengan ilmu Hipnotis 'Tong
Bian Thay Hoat' aku sembunyikan ayahmu. Namun
disebabkan dua jurus terakhir sampai sekarang urusan
masih tertunda, Dalam anggapan ibumu, setelah
mendapatkan dua jurus terakhir dari kepandaian tersebut,
tentu bisa membangunkan kembali ayahmu. Siapa sangka
dibalik peristiwa tersebut masih tersembunyi suatu tabir
rahasia. kelihatannya terpaksa aku harus pergi menghadiri
pertemuan pedang yang diadakan perkumpulan Liok Mao
Pang pada bulan sembilan yang akan datang!"
SAAT inilah Lam Kong Pak baru tahu mengapa ibunya
turun tangan begitu keji terhadap jago2 kalangan lurus.
segera ia bertanya:
"Ibu dimanakah suma ing toako pada saat ini? "
„Aaaai. . . .sejak kau menginjak hancur jari tangannya,
mengorek keluar biji mata kirinya dan menghancurkan
batang hidungnya. ia sudah berubah sama sekali. ia
bersumpah hendak. . . ."
"Hendak membalas dendam sakit hati? "
"Aaaaai. . .ia belum tahu kalau kau adalah saudaranya,
kalau tahu mungkin. . . ."
"Ibu. aku sudah berbuat salah terhadap toako dapatkah
aku pergi menjumpai dirinya? ? "
"Tentu saja. . . .hanya lebih baik pada saat ini jangan kau
jumpai dahulu Suma Ing!"
"Kenapa? "
„Dia. . . .waktu dekat ini ia sudah mendekati gila, setiap
kali tersinggung perasaannya tentu membunuh orang. kalau
pada saat ini ia menjumpai dirimu, aku tidak berani
tanggung. . . ."
"Aku hendak memberi penjelasan kepadanya, sebab
kami adalah seudara seayah!" jawab Lam Kong Pak kukuh.
"Walau pun perkataanmu tidak salah. namun ia sudah
hampir mendekati gila!. .."
„Ibu aku sudah pastikan diri hendak berjumpa dengan
dirinya!"
"Baiklah! ibupun berharap kalian berdua bisa hidup
dengan damai dan tenteram. kau harus tahu walaupun dia
bukan dilahirkan oleh ibu. tapi akulah jang mendidik dan
memeliharanya sampai dewasa."
"Ibu! tadi aku mengatakan bahwa orang2 yang
membinasakan ayahku adalah jago2 dari kalangan Pek-to
lalu apa sangkut pautnya antara si Janda kawin tujuh kali
Poei Koen, si dewa Harta bertangan telengas Go Sing, Cioe
Ci Kang suami isteri serta Liuw HauW siang dengan ayah?
"
"Benar. mereka sudah seharusnya mati. Sebab bukan saja
mereka sudah berbuat keji mengambil kesempatan orang
lain susah bahkan Cioe Ci Kang Sang Hong-lie berserta
Siauw Koen ayah dari Liuw Hauw Siang berkomplotan
hendak memperkosa ibumu. . . ."
"Aaaaah . . .!" Sepasang mata Lam Kong Pak melotot
bulat2 dan memancarkan cahaya ber-api2.
"Sedikit pun tidak salah. manusia seperti itu sudah
seharusnya mati!"
„Seandainya aku tak kuat menghadapi mereka, mungkin
sejak semula sudah tak bisa berjumpa kembali dengan
dirimu, maka dari itu aku sudah berbulat tekad untuk
menyuruh mereka merasakan bagaimana tersiksanya mati
tak dapat hidup pun susah."
"Aaaaaaa! kiranya begitu aku masih mengira mereka
digunakan sebagai suatu contoh belala!"
"Ibumu mana bisa menggunakan seorang manusia hidup
sebagai contoh yang mati? "
"Aaaaai. . .! menurut berita yang kudengar. katanya
orang yang kena dihipnotis kalau tidak ada gerakan. maka
dalam tiga bulan harus dibangkitkan kembali. kalau tidak
maka selamanya tak ada harapan lagi!"
Sun Han Siang tidak bicara, ia memberi pesan wanti2
kepada si Malaikat Raksasa Lo Liang Jen agar dia baik2
menjaga Lam Kong Pak, setelah itu mereka bertiga baru
keluar dari ruang rahasia.
Sekeluarnya dari ruang rahasia para gembong iblis yang
ber-jaga2 didepan pintu jadi tertegun, sebab mereka lihat
Lam Kong Pak, Loo Liang Jen ternyata jalan ber-sama2
dengan pemilik pegadaian Bu-lim. bahkan hubungan
mereka begitu akrab.
"Cuwi sekalian tak usah menaruh curiga." dengan cepat
Sun Han Siang memberi penjelasan, "Dia adalah putra
kandung dariku. lain kali harap kalian suka baik2 menjaga
keselamatannya!"
Dengan adanya penjelasan ini, maka rasa curiga dibenak
para iblis pun bisa dihapuskan, kembali Sun Han Siang
berkata:
"Sedangkan mengenai keadaan yang lebih nyata. akan
kuberitahukan kepada kalian bilamana ada kesempatan,
sekarang kumpulkan semua orang keruang jago. aku ada
urusan hendak dibicarakan dengan mereka."
Selesai Sun Han Siang memberi pesan. ia membawa
Lam Kong Pak ber-jalan2 kesana kemari.
Pada saat inilah ia baru tahu kekayaan si Pemilik
Pegadaian Bu-lim bisa menandingi sebuah kerajaan.
Jago lihay banyak bagaikan mega, kecuali jago2 yang
pernah Lam Kong Pak jumpai masih ada banyak lagi jago2
dari kalangan Hek-to.
"Walaupun aku sudah berhasil mempelajari seluruh jurus
diri ilmu Payung sengkala namun aku percaya tenaga
dalamku tak bisa menandingi dirimu. entah secara
bagaimana kau bisa memperoleh penemuan aneh itu? "
tanya Sun Han Siang.
"Aku sudah memperoleh penemuan aneh sebanyak tiga
kali, pertama setelah jatuh kedalam kawah gunung berapi
dan berjumpa dengan Coe Li Yap puteri dari si dewi
Payung Sangkala dari gadis ini aku mendapat warisan tiga
jurus ilmu sakti Payung Sangkala!"
"Apa? putri dari Dewi Payung Sangkala? "
"Benar. hanya waktu itu aku belum tahu siapakah si
Dewi Payung Sangkala itu. aku aku hanya tahu ayahnya
bernama Siang Yen Ping. Kedua kalinya terjadi didasar
telaga dimana terletak istana Naga. secara tidak sengaja aku
masuk kedalam sebuah gua dan disebuah selat buntu tanpa
sengaja telah ber jumpa dengan Oei Ci Hu cianpwee sedang
bersemedi disana. ia berhasil menciptakan Bayi hawa sakti
dan tidak lama kemudian bakal mencapai titik terdahsyat.
tidak disangka telah diganggu olehku bayi hawa sakti tadi
berubah jadi dua gulung asap putih menerobos masuk
melalui lubang hidung' Sejak itu tenaga dalamku
memperoleh kemajuan pesat puluhan kali lipat. Ketiga
kalinya terjadi didalam celah batu di tebing Beng Gwat-
cang gunung Thaysan waktu itu aku berjumpa dengan naga
sakti dan terhisap masuk kedalam perutnya tanpa sengaja
aku telah menghantam sebuah daging besar. daging itu
pecah dan menyembur keluar segulung carian yang masuk
kedalam mulutku. sejak itu tenaga dalamku maju semakin
pesat hanya aku tak tahu apa sebabnya bisa begini."
"Bocah rejekimu sungguh bagus sekali, hampir boleh
dikata seluruh rejeki yang ada dikolong langit sudah
diborong olehmu seorang. kau tidak tahu. naga sakti yang
kali jumpai adalah binatang sekali berusia selaksa tahun
cairan yang kau minum adalah cairah nyali naga. jangan
dikata minum begitu banyak, sekali pun hanya setetes saja
sudah dapat membuat seseorang berganti tulang berganti
kulit. agaknya tenaga lweekang yang kau miliki jauh diatas
dugaan ibumu!"
"Ibu apakah bisa masih ada harapan untuk bangkit
kembali? "
"Asalkan bisa bertemu dengan manusia berambut hijau
bermata hijau. mungkin tak persoalan lagi!"
"Seandainya ia tak mau beritahu kepada kita bagaimana
cara menghidupkan kembali orang dari pengaruh hipnotis?
"
"Terpaksa kita harus menggunakan kekerasan!"
"Bukankah kau pernah berkata bahwa ilmu silatnya
sangat lihay sukar dibayangan dengan kata2? "
„Benar. namun kita bisa merebut kemenangan dengan
andaikan akal serta kecerdikan!"
Sambii menggandeng tangan Lam Kong Pak mereka
berjalan kesana kemari. antara ibu dan anak penuh diliputi
kegembiraan. se-akan2 mereka berdua telah menemukan
kembali barang pusaka yang telah lama hilang.
Ketika mereka bertiga memasuki ruang Ci Gie Tong,
dalam ruangan telah penuh dengan ratusan tokoh lihay,
suaranya hiruk pikuk segera berhenti. ratusan pasang mata
ber-sama2 dialihkan keatas tubuh Lam Kong Pak.
Sambii menggandeng tangan pemuda itu Sun Han Siang
naik keatas mimbar dan duduk dikursi kebesarannya,
sementara Lam Kong Pak dan Loo Liang Jen berdiri
dikedua belah sisinya.
Ketika itu Sun Han Siang tidak duduk, ia tetap berdiri
dengan sikap agung penuh wibawa Segerombolan jago dari
kalangan Hek-to dengan memancarkan cahaya penuh
dendam beralih keatas tubuh Lam Kong Pak, kebanyakan
mereka adalah manusia2 yang pernah merasakan kelihayan
ditangan pemuda ini.
Suasana dalam ruangan sunyi senyap tak kedengaran
sedikit suara pun. hampir boleh dikata jatuhnya jarum pun
bisa kedengaran. . .
"Pegadaian ini bisa besar seperti sekarang kebanyakan
atas hasil jerih payah saudara2 sekalian." ujar Sun Han
Siang mulai dengan ucapannya. "Untuk itu aku
mengucapkan terima kasih dahulu kepada kalian semua!? "
Sinar matanya menyapu sekejap keseluruh ruangan.
kemudian terusnya: "Sekarang aka hendak memberi
keterangan kepada kalian. Lam Kong Pak adalah putraku.
perjumpaan ini hari membuat aku sangat gembira. nanti
aku hendak adakan sedikit perjamuan untuk merayakan
pertemuan ini. harap kalian semua sudi menghadirinya."
Diatas wajah para jago tak kelihatan terlintas rasa
gembira, sebaliknya malah ada yang tertawa dingin,
terutama sekali si Lampu hitam pengejar sukma Leng Ling
Cioe, sikakek asap berawan Si Coe Lok, si Awan Hitam
Cui Jie serta si Rembulan pagi Gouw Yang sekalian.
"Sejak ini hari, Lam Kong Pak adalah wakil Pemimpin
dalam pegadaian kita ini" Seru Sun Han Siang meneruskan
kata2nya. "Aku berharap agar Cu wi sekalian suka memberi
petunjuk. . . ."
Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar. dari antara
para iblis bergema datang suara sindiran yang amat dingin
dan menusuk pendengaran, jelas banyak orang merasa tidak
puas sebab Lam Kong Pak diangkat jadi wakil pemimpin
dalam Pegadaian Bu-lim tersebut.
"Ibu! aku tidak berhasrat untuk memangku jabatan
sebagai wakil pemimpin dalam pegadaian ini." Seru Lam
Kong Pak coba menampik tawaran tadi. "Asalkan aku bisa
sumbang tenaga untuk menolong dan membantu ibu. hal
ini sudah lebih dari cukup. Aku tidak membutuhkan nama
besar!"
"Tidak selama. selama hidup apa yang telah kuucapkan
satu tak pernah jadi dua. aku kira tak bakal ada yang berani
membangkang!"
Agaknya pemilik Pegadaian Bu-lim pun dapat melihat
banyak diantara anak buahnya merasa sangat tidak puas
dengan keputusannya ini, segera dengan nada dingin
kembali berkata:
"SELAMANYA perintah yang kukeluarkan berat
Laksana gunung aku sudah ambil ketetapan untuk
mengangkat Lam Kong pak sebagai wakil Pemimpin
pegadaian kita. Barang siapa yang merasa tidak puas
silahkan ajukan usul atau alasan2nya. dan alasan itu akan
aku pertimbangkan secara bijaksana!"
"Dengan kepandaian silat yang dimiliki Lam Kong Pak,
memang tidak terlalu memalukan bila ia menjabat sebagai
Wakil pemimpin dalam Pegadaian Kita." ujar sikakek Asap
berawan memberikan alasan penolakannya, Namun
ditinjau dari perbuatannya yang lalu dimana selalu
memusuhi orang2 Pegadaian kita, bahkan majikan kecil
kita Suma Ing pun menjadi cacad ditangannya. aku rasa
pengangkatan ini kurang sesuai!"
"Perkataan dari Si Thayhiap memang cengli juga ." Sun
Han Siang. menganggukkan kepalanya, „Namun pepatah
mengatakan dua negara saling bertempur tujuannya hanya
ingin saling membela kaisarnya Orang yang berlatih ilmu
silat saling bergebrak tujuan yang terakhir sama saja hanya
ingin membunuh pihak lawan, dalam keadaan seperti ini
tentu saja tak dapat dihindar salah satu pihak akan terluka
atau binasa. Apalagi dia tak tahu kedudukan sebenarnya
dari diriku."
"Jikalau kau sudah bulatkan tekad untuk mengangkat dia
sebagai Wakil Pemimpin Pegadaian kita, aku
mengumumkan untuk mengundurkan diri dari Pegadaian
Bu-lim!" seru si Lampu hitam Pengejar sukma.
Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar segera disusul
dengan reaksi jago2 lainnya. Bahkan sebagnian besar
meloncat keluat dari kalangan dan siap untuk turun tangan
bertindak, keadaannya amat berbahaya dan penuh diliputi
ketegangan, semua dalam sikap kesiap siagaan.
Mendadak terdengar suara bentakan keras
berkumandang memecahkan kesunyian, Suma Ing bagaikan
setan berdiri didepan pintu,-melototi Lam Kong Pak
dengan sinar mata ber-api2 kemudian selangkah demi
selangkah bergerak kedepan. . . .
Situasi berubah dengan cepatnya, diantara para iblis yang
hadir dalam ruangan terjadi kekacauan.
Mereka ber-sama2 mundur kesamping sembari
menonton terjadinya suatu peristiwa berdarah.
"Ing-jie. apa yang hendak kau lakukan? " Bentak Sun
Han Siang dengan suara yang berat.
Suma Ing tidak ambil pusing, lambat2 ia bergerak
kedepan mendekati Lam Kong Pak. ketika itu mata sebelah
kirinya sudah menjadi buta, batang hidungnya hancur dan
tinggal lubang yang masih ada keadaannya amat
menyeramkan membuat siapa saja yang melihat merasakan
bulu kuduknya bangun berdiri,
"Ing-jie. kalau kau tidak mau mendengarkan ucapanku,
aku akan bertindak sesuai dengan peraturan Pegadaian
kita!" Bentak Sun Han Siang kembali.
"Hmmm! paling2 cuma mati ditanganmu!" jawab Suma
Ing dingin ketus dan sinis. "Keparat cilik ini ada dendam
berdarah sedalam lautan dengan diriku. ada dia tak akan
ada aku maka dia harus dilenyapkan dari muka bumi!"
"Toako!" seru Lam Kong Pak dengan Wajah penuh
penyesalan, "Dengarkan dulu penjelasan siauwte."
„Hmmm! siapa yang kesudian jadi toakomu? kau Anjing
keparat. enak benar bicara semaunya. kau kira dirimu
sudah berhasil memperoleh tulang punggung yang bakal
membelai dirimu? Heeeeee. . .heeeeee. . .asalkan aku Suma
Ing berteriak. maka semua 18 jago yang ada diruang ini
akan berubah jadi musuh bebuyutanmu!"
Mendengar ancaman tadi, sinar mata Sun Han Siang
dengan cepat menyapu sekejap keseluruh ruangan,
sedikitpun tidak. ucapan dari Suma Ing bukan gertak
sambal belaka Setiap jago yang hadir disana pada
menunjukkan sikap tidak bersahabat.
Namun Lam Kong Pak tetap tenang dan sama sekali
tidak gentar menghadapi kejadian itu. kembali serunya:
"Toako. tahukah kau bahwa kita adalah saudara
sekandung? "
"Apa? aku Suma Ing adalah saudaramu? "
"Ing-jie. sedikitpun tidak salah. dia adalah adik
kandungmu!"
"Tidak!" teriak Suma Ing sambil meloncat. "Aku tidak
punya adik macam dia, aku hendak membinasakan
dirinya!"
"Toako, dengarkan dulu panjelasanku. kemudian
hukumlah dri siauwte aku rela menerima hukumanmu!"
Suma Ing mendongak tertawa seram "Haaaa. . .haaa. .
.haaaa. . . Kau anggap dengan ucapan manis semacam itu
kau bisa lolos dari rintangan ini? Heee. . .heeee. . . . Aku
Suma Ing sudah kau bikin sampai begini rupa, mati tak bisa
hidup pun Sungkan sebelum aku berhasil mendapatkan
ganti rugi sepuluh kali lipat dari pada yang kuterima aku tak
akan berpeluk tangan!"
"Ing-jie! kalian adalah saudara sekandung dahulu ia tidak
tahu kelau kau adalah toakonya. sekarang. sudah
seharusnya kau memaafkan perbuatannya itu!. . . ."
"Tidak bisa!" hardik Suma Ing dengan suara keras,
Sebelum dendam ini kubalas aku Suma Ing tak akan
berpeluk tangan!"
"Seumpama aku benar2 adalah saudaramu apakah kau
pun tetap ingin menuntut balas? " tanya Lam Kong Pak
dengan nada serius.
"Aku tidak punya adik semacam kau!"
"Toako. ayah kita adalah si Jagoan Angin Geledek Lam
Kong Liuw, tempo dulu beliau mati dicelakai musuhnyya.
sedang siauwte dikirim ketempat 'Siauw Yauw sianseng' Lu
In Beng untuk dipelihara disana. sedangkan toako kau
selalu berada disisi ibu."
"Tutup mulutmu!" teriak Suma Ing makin kalap.
"Terang2an kau sedang mengacau belo. kau she Lam Kong
dan aku she-Suma. dari mana bisa dilahirkan oleh seorang
ayah yang sama. apalagi ibu belum pernah membicarakan
persoalan ini dengan diriku!"
"Ing-jie. apa yarg diucapkan Pak-jie sedikitpun tidak
salah, ketika itu disebabkan aku merasa waktunya belum
tiba. maka tidak kuberitahukan hal ini kepadamu. . . ."
"Heeee. . .heeee. . .karena kau tidak beritahu kepadaku,
maka kau katakan waktunya belum tiba. Sekarang ia sudah
datang kau lantas mengatakan waktunya sudah tiba.
Hmmn! sampai matipun aku tidak akan percaya!. . ."
Dengan sekuat tenaga Lam Kong Pak berusaha untuk
menahan sabar dan menekan hawa amarahnya didalam
hati. kembali ia berkata: "Toako walaupun kita dilahirkan
oleh satu ayah namun dari ibu yang berbeda. Ibu tua
melahirkan dirimu kemudian meninggal, sedang siauwte
dilahirkan oleh ibu ini."
"Haaa . .haaaa. . .haaaaa. . ." Suma Ing tertawa tergelak
dengan nada kalap. wajahnya yang jelek menyeremkan
berkerut tiada hentinya. bagaikan malaikat iblis yang
sedang unjukkan keganasannya, "Tak usah kau teruskan
lagi kata2mu itu “
“Kalau begitu toako sudah percaya bukan kalau kita
adalah saudara sekandung? ”
“Sudah percaya "
"Kalau begitu bagus sekali, Siauwte merasa sangat
bersalah terhadap dirimu."
“Haaa. . .haaaa. . .haaaaa. . .kau kira setelah aku percaya
lantas diantara kita sudah tak ada urusan lagi? IHeee. .
.heee. . .kau terlalu mengangap dirimu pinter kalau aku
Suma ing tidak tahu masih tak mengapa, sekarang setelah
tahu aku makin ingin membalas dendam ini"
"Ing-jie. apa Maksudmu? " seru Sun Han Siang rada
tertegun.
"Apa maksudku lebih baik kau bertanya kepada dirimu
sendiri "
"Ing-jie, walaupun kau bukan dilahirkan olehku, namun
aku menganggap kau bagaikan putra kandungku sendiri.
sejak kecil aku yang melihara dirimu sampai dewasa. kau
merasa pernahkah aku berbuat tidak benar kepadamu? ? ”
“Tentu saja ada " terlak suma ing keras-keras. "Dibagian
mana ibumu berbuat tidak adil kepadamu? ”
“Kau pilih kasih "
"Kapan aku pernah pilih kasih? "
"Sekarang ini Hmmm. tangan kiriku, mataku hidungku
rusak dan cacad ditangannya. bukan saja kau tidak
menghukum dirinya malahan mengucapkan kata2 yang
seenak sendiri. Hmmm bukan putra kandungan sendiri
memang selalu akan berbeda "
Mendengar tuduhan itu Sun Han siang jadi kheki, air
mata jatuh berlinang sementara badannya gemetar keras.
"Toako " saking tak tahannya Lam Kong Pak berseru.
“Harap kau bersikap lebih sopan terhadap ibu, perduli
siauwte sudah melakukan pelanggaran besar atau kecil, ibu
sama Sekali tidak Salah. sekarang kau memaki dan
menegur ibunya dengan seenak sendiri. apakah kau tidak
merasa. . . ."
"Tutup mulut, dia bukan ibuku "
Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar. Sun Han Siang
jatuh terduduk diatas kursi dengan badan lemas sedangkan
Lam Kong Pak hampir saja tidak berani mempercayai
telinga sendiri.
Ia tertegun, kemudian dengan suara berat serunya:
"Apakah kau anggap ibu yang sudah mmelihara dirimu
sampai besar adalah suatu cinta kasih yang palsu? "
"Tentu saja palsu " Teriak Suma ing yang sudah mulai
kehilangan sifat kemanusiannya lagi. "Demi mengangkangi
posisi. serta kedudukan sendiri. mau tak mau ia harus
menggunakan tenagaku. sekarang dia sudah mendapatkan
kau, tentu saja aku tak diperlukan lagi"
"Omong kosong " Lam Kong Pak sudah tak dapat
menahan rasa gusarnya lagi, ia turun dari mimbar dan
berdiri dihadapan Suma ing, bentaknya kembali dengan
suara lantang: "Jikalau kau berani mengucapkan sepatah
kata saja yang menghina ibu. siauwte tidak akan sungkan
lagi terhadap dirimu. . ."
"Hmmm jangan andaikan pengaruh hendak menekan
orang lain "
"Aku rela jadi pembantu Suma siauwhiap" tiba2 silampu
hitam pengejar sukma berseru. diikuti si Kakek Asap
berawanpun mengucapkan pendiriannya tanpa ragu2.
Setelah itu banyak lagi yang mengikuti niat kedua orang
itu. keadaan tersebut menunjukkan se-akan2 suatu
pertarungan segera akan berlangsung.
"Sudah kalian lihat belum? " jengek Suma ing sambil
tertawa seram. "Kalian ibu dan anak sudah jadi katak
dalam tempurung."
Melihat Suma ing begitu menghina dan pandang rendah
ibunya. Lam Kong Pak tak bisa menahan sabar lagi. dengan
cepat ia cengkeram urat nadi pemuda itu lalu menghardik:
"coba ulangi sekali lagi perkataanmu itu"
Suaranya keras, seandainya sinar mata yang dipancarkan
keluar bisa membunuh orang, mungkin sejak semula Suma
ing sudah roboh bermandikan darah. "Kalian ibu dan anak
sudah jadi katak dalam tempurung." teriak Suma ing
keras2.
Lam Kong Pak segera menyalurkan hawa murninya,
seluruh tubuh Suma ing kontan gemetar keras. wajahnya
membiru dan keringat dingin sebesar kacang kedelai
mengucur keluar tiada hentinya. namun ia tidak mendengus
pun tidak kedengaran merintih.
Para iblis dibawah pimpinan si Lampu Hitam pengejar
sukma per-lahan2 bergerak kedepan.
"Pak-jie cepat lepaskan dirinya jikalau ia sudah tak mau
mengakui diriku sebagai ibunya lagi, kau jangan terlalu
memaksa dirinya "
Karena ibunya sudah berkata demikian. Lam Kong Pak
lepas tangan dan menggetar mundur badannya sejauh dua
langkah. serunya kembali dengan suara sinis: "Terhadap
manusia macam anjing babi seperti ini, hanya akan
mengotorkan tanganku saja kalau dibunuh. Hmmm. sangat
tidak. berharga "
la menyapu sekejap kearah para iblis kemudian
bentaknya: "Berhenti "
Namun si Lampu Hitam Pengejar Sukma serta si Kakek
Asap berawan tidak menggubris mereka melanjutkan
perjalanannya kedepan.
Sepasang alis Lam Kong Pak kontan berkerot, sembari
tertawa dingin jengeknya: "Jangan dikira dengan adanya
hasutan dari kalian beberapa sampah masyarakat lantas bisa
menimbuikan badai besar disini. jikalau aku Lam Kong Pak
tidak unjukkan sedikit kepandaian kepada kalian-Hmm
kamu berdua masih juga tak tahu diri
= = ooo OOOOO ooo = =

BELUM habis ia berkata. dengan mengerahkan delapan


bagian tenaga murninya ia menggurat keatas tanah didepan
si Lampu Hitam Pengejar Sukma.
"Sreeeeet....." diiringi suara desiran tajam ubin hijau
diatas lantai hancur ber-keping2 dan muncullah sebuah
liang yang dalam dan setengah depa panjangnya. Si Lampu
Hitam Pengejar Sukma segera berherti.
"Kalau ada orang yang berani melampaui celah tersebut.
aku akan membuat dia roboh dengan bermandikan darah"
bentak Lam Kong Pak.
Ucapan tersebut diutarakan sepatah demi sepatah. nada
ucapannya dingin menimbuikan hawa berdesir dihati para
jago.
Mereka tahu seandainya Lam Kong Pak benar2 turun
tangan, Mungkin bagi mereka untuk melawanpun tak
sanggup, Namun orang Bu-lim paling mengutarakan gengsi.
demi nama baik. Sekalipun harus mempertahankan
nyawanya, mereka tetap bergerak maju.
Si lampu Hitam Pengejar Sukma menyapu sekejap wajah
si Kakek asap berawan, si Awan Hitam serta Rembulan
Pagi sekalian setelah saling bertukar pandangan mereka ber-
sama2 cabut keluar senjatanya dan tergerak kedepan siap
melampaui celah tersebut.
Pada saat ini keadaannya amat tegang bagaikan telor
diujung tanduk. asalkan para jago melangkah setindak lagi
suatu pertarungan sengit segera akan berkobar,
Walaupun ilmu silat yang dimiliki Lam Kong Pak, Sun
Han Siang serta Loo Lian Jen sangat lihaypun mereka tak
bakal bisa memenangkan kerabutan ratusan orang jago
lihay.
Bagaimanapun juga Sun Han Siang adalah seorang
tokoh Bu-lim yang sangat berpengalaman melihat situasi
tidak menguntungkan ia segera membentak keras "Tunggu
sebentar "
Silampu hitam Pengejar Sukma sekalian segera berhenti
namun pada saat ini diatas wajah mereka sudah tidak
menunjukkan tanda-tanda menghormat lagi.
Dengan sepasang mata yang tajam Sun Han Siang
menyapu sekejap keseluruh ruangan, kemudian dengan
suara berat serunya
"Selamanya aku selalu bersikap baik kepada kalian
semua, kecuali mereka yang telah melanggar peraturan
pegadaian kita sehingga dihukum sesuai dengan peraturan
yang tercantum. belum pernah aku bersikap jelek kepada
kalian semua. ini hari seandainya ada diantara kalian yang
ingin melepaskan diri dari pegadaian ini, akupun tidak ingin
memaksa lebih jauh, tiap manusia mempunyai tujuan yang
berbeda. sudah seharusnya aku memberi kesempatan
kepada kalian semua "
Ia merandek sejenak. kemudian dengan suara keras
tambahnya: "Jikalau ada diantara kalian yang ingin tetap
berada dalam pegadaian ini, silahkan berdiri sebelah sini"
Begitu ucapan tersebut diutarakan keluar suasana dalam
ruangan terjadi kegaduhan.
Per-tama2 Delapan manusia banci im Yang Pat Khie
meninggalkan barisan menyeberang kearah pemilik
pegadaian Bu-lim dan berdiri disisi Lam Kong Pak.
Kemudian disusul sepasang manusia jelek 'Hay Thian
Siang cho' pun menggeserkan badannya ingin melangkah
keluar. namun mereka ragu2 ambil keputusan.
"Kalau kalian berdua tidak ingin keluar, lebih baik tak
usah bergerak-." Sela si Lampu Hitam Pengejar sukma
segera membentak.
Dalam ucapan tersebut jelas disertai pula dengan nada
ancaman, pada dasarnya kedua orang gembong iblis ini tak
mempunyai pendirian yang kokoh. kena dibentak mereka
segera berhenti.
Melihat kedua orang itu berhenti Lam Kong Pak segera
membentak pula: “Hey sepasang manusia jelek dari Hay
Thian. bagaimana sikap pemilik pegadaian Bu-lim terhadap
kalian berdua? "
Kena ditanya secara begini, kedua makluk tersebut
segera berjalan keluar dan berdiri dibelakang im Yang Pat
Khie.
Dengan demikian situasipun berubah, walaupun diruang
tengah masih terdapat ratusan orang jago lihay, namun
yang cukup berkekuatan cuma dua tiga puluh orang
banyaknya.
Im Yang Pat Khie ditambah Hay Thian Siang cho
setelah menyebrang maka pihak Lam Kong Pak jadi
berjumlah tiga belas orang.
Lam Kong Pak sangat kagum dengan kecerdikan ibunya,
adakala harus menggunakan akal dan ada kalanya lebih
condong mengandalkan tenaga kekerasan sesuai dengan
posisi dihadapan- Situasi yang pada mulanya amat kritis
dengan cepat berubah jadi seimbang, Melihat kesempatan
bagus telah hilang, si Lampu Hitam pengejar sukma tak
berani mcenempuh bahaya lagi. Mereka bersama-sama
menengok kearah Suma ing.
Melihat pihaknya tidak akan menguntungkan Suma ing
kertak giginya kencang, Kepada Lam Kong Pak serta Suma
ing segera teriaknya: “Hubungan ibu dan anak serta
hubungan tali persaudaraan sejak ini menjadi putus"
Bicara sampai disitu ia lantas mengulapkan tangannya
memnuju kearah para jagoan iblis: "Mari kita pergi
meninggalkan tempat ini."
Dengan dipimpin oleh si Lampu Hitam pengejar Sukma,
lima enam puluh orang jago bersama-sama untuk keluar
dari ruangan menuju ketempat berlindung
"ibu " seru Lam Kong Pak dengan alis berkerut.
"Koko begitu tak tahu diri kau pun tak usah marah.
namun iblis2 itu tak boleh dibiarkan berlalu begitu saja”
“Mengapa? "
“Kemungkinan sekali kepergian mereka kali ini
menggabungkan diri dengan perkumpulan Liok Mao Pang.
lain kali bakal mendatangkan banyak kerepotan buat diri
kita sendiri"
"Biarkan saja mereka pergi"
"Bagaimana lihaynya ilmu silat yang mereka miliki aku
mengetahui sangat jelas. dan mereka tak akan jadi suatu
kekuatan yang amat besar. kecuali angkatan tua mereka
turun gunung lagi, barulah kita akan jadi kerepotan untuk
menghadapinya.”
“Dengan usia mereka setua itu apakah gurunya masih
hidup dikolong langit? "
"Ada beberapa suhu mereka yang masih hidup,
seandainya mereka turun gunung ber-sama2 dan
menggabungkan diri dengan perkumpulan Liok Mao Pang,
maka urusan akan jadi tidak gampang " kata Sun Han
Siang. "ibu kita harus basmi mereka."
"Kalau tidak maka mereka akan tiba disalah satu
perkumpulan puncak rimba persilatan Liok Mao Pang lebih
dahulu "
"Tentu saja boleh, hanya saja aku rasa dalam waktu
singkat pihak perkumpulan Liok Mao Pang tidak akan
mempercayai mereka “
“Mengapa? "
"coba bayangkan sudah puluhan tahun lamanya
Pegadaian Bu-lim menjagoi dunia persilatan-secara
mendadak kekuatannya rontok bahkan sebagian besar anak
buahnya meninggalkan pegadaian untuk menggabungkan
diri dengan mereka. dalam anggapan orang2 perkumpulan
Liok Mao Pang tentu mengira mereka sedang pura2
menyerah “
“Benar. ibu kau benar2 seorang pemimpin yang lihay “
“Pak-jie. coba kau lihat, sekarang kau malah memuji2
ibumu "^
"Majikan" tiba2 si Wang wee berhati hitam menyela dari
samping.
"Jikalau kau suka menggunakan caraku maka aku bisa
membuat mereka merasa kan kejahatan yang telah mereka
lakukan itu."
"Sekalipun tidak dibunuh mati oleh orang2 perkumpulan
Liok Mao Pang, tentu akan diusir dari sana”
“coba katakan "
"Walaupun pihak perkumpulan Liok Mao Pang sudah
ambil keputusan untuk mengadakan pertemuan puncak
para jago bulan Sembilan Tiong Yang nanti, namun tetap
masih menaruh rasa jeri terhadap kita. Maka dari itu
dengan adanya puluhan jago pegadaian yang menyeberang
kearah mereka. Mungkin akan diterima dengan hati
gembira. cayhe mempunyai sebuah siasat dengan racun
melawan racun untuk membuat pengkhianat-penghianat
yang tidak kenal budi itu bertarung mati2an lebih dahulu
melawan orang2 perkumpulan Liok Mao Pang, setelah itu
kita boleh sekali terjang menghancurkan kekuatan mereka."
"Tidak " dengan cepat Sun Han Siang menolak.
"Walaupun cara ini sangat bagus, namun Ing-jie adalah
pemimpin mereka, seandainya pertarungan sampai terjadi,
Ing-jie tentu akan menyerbu lebih dahulu. Aku tidak tega
kalau ia mati konyol. lagi pula kecuali si lampu hitam
pengejar Sukma. Si awan Hitam chi Jie, si Rembulan pagi
Gouw Yang serta si kakek asap berawan, sisanya bukan
manusia yang berpendirian untuk sementara waktu mereka
kena di-kibuli,"
"Jikalau kita hendak membinasakan mereka dengan cara
ini. aku merasa tidak tega.”
“ibu, Pak-jiepun mempunyai salah yang sama" sambung
Lam Kong Pak. "Bagaimana pun juga kaum sesat tak akan
mampu menangkan kaum lurus."
"Pihak perkumpulan Liok Mao Pang tidak akan berhasil
melakukan suatu kejadian besar."
"Dengan kekuatan sisa yang masih ada pada kita masih
tidak sulit untuk membasmi mereka "
"cayhe sangat kagum dengan cara2 kalian, ibu dan anak
bertindak. semua persoalan dibereskan secara jujur dan
terbuka." seru si Wangwee berhati hitam, "cukup andalkan
soal ini. kami berdua sudah ambil keputusan untuk
mengikuti majikan terus "
Demikianlah Sun Han Siang lantas membawa Lam
Kong Pak serta si Malaikat raksasa Loo Liang Jen
melakukan perjalanan dengan meninggalkan sepasang
manusia jelek dari Hay Thian serta Im Yang Pat khie
menjaga rumah.
Bahkan sekalian beritahu kepada mereka bahkan
perjalanan kali ini hanya bermaksud meninjau belaka.
Dalam pertemuan puncak para jago, lain kali Pemilik
pegadaian Bu-lim berjanji akan sekalian membawa mereka.
Ketika malam hari tiba, Sun Han Siang Sekalian telah
tiba disekitar gunung Hok Gauw "ibu adakah markas besar
perkumpulan Liok Mao Pang berada diatas gunung Hok
Gouwsan ini? " Tanya Lam Kong Pak yang memecahkan
kesunyian-
"Tidak salah, hanya saja gunung Hok Gouw-san
panjangnya ada ratusan li, dimanakah persisnya sarang
mereka aku kurang tahu"
"Bagaimana pun kita tak boleh menerjang seenak sendiri
tanpa tujuan? "
"Pak-jie. kau anggap ibumu suka berbuat semacam
kalian anak muda? Setiap persoalan asal dipikir dan
diperbincangkan, tidak susah untuk memperoleh jalan
keluar."
"Kalau begitu mama sudah punya rencana masak? "
"Tentu saja." sembari berkata ia mengeluarkan sebuah
buntalan dari sakunya dan dibuka.
"Mama, apakah gunanya dengan simpananmu rumput-
rumput yang berwarna hijau ini? ? ? " tanya Lam Kong Pak
lagi dengan nada tertegun,
"Inilah surat pas buat kita untuk menyelundup masuk
kedalam markas perkumpulan Liok Mao Pang mereka."
"Aaaaah--jadi maksud mama kita hendak nyelonong
masuk dengan jalan menyaru dan mengenakan rambut
warna hijau ini? "
"Tidak salah walaupun kita belum begitu tahu apakah
pihak mereka sudah bikin persiapan atau tidak.
bagaimanapun ber-siap dan ber-hati2 kan lebih bagus "
"Sekarang bukan saja kita tak tahu dimna letak markas
besar mereka, apa gunanya dengan rambut hijau ini? "
"Kau tak usah gelisah, mamamu sudah punya akal
bagus" dari sakunya kembali perempuan ini ambil keluar
sebuah bungkusan kertas minyak. setelah itu ia
menambahkan "cepat kalian pergi kumpulkan daun serta
ranting-ranting kering, mama akan main sulapan buat
kalian "
Dengan menbawa perasaan setengah percaya setengah
tidak, Lam Kong Pak serta Loo Liang Jen menurut juga .
dalam sekejap mata mereka telah berhasil mengumpulkan
satu tumpukan ranting serta daun kering,
Bubuk halus yang ada didalam kertas minyak tadi oleh
Sun Han Siang segera disebarkan keatas kobaran api yang
sedang membakar ranting2 tadi. . . Blaauummm. . . . ketika
bubuk tadi terjilat api, segera terjadi ledakan keras diikuti
kobaran api semakin dahsyat hingga mencapai ketinggian
dua tombak ketengah udara.
Yang aneh lagi jilatan api tersebut segera berubah jadi
hijau tua, kobaran api mengumpul dan tidak membuyar,
segulung asap hitam membubung tinggi keangkasa.
"Mama. . .benda apa itu? " tanya Lam Kong Pak
keheranan.
"Inilah yang dinamakan Lang Yen-Hwee Hua Atau
bubuk api asap Srigala, terbuat dari kotoran Srigala serta
mesiu, ketika terjilat api, kobaran api segera akan berubah
jadi hijau tua bahkan tidak akan menyebar meski terhembus
angin. coba nanti kau lihat tidak lama kemudian pasti ada
orang datang kemari, kalian cepat kenakan rambut hijau
itu, segala persoalan boleh kalian lakukan setelah ada
kedipan mataku"
= = ooo oooo ooo = =

DEMIKIANLAH Sun Han Siang segera bekerja keras


untuk bantu Loo Liang Jen serta Lam Kong Pak menyaru,
sinanusia raksasa menyaru sebagai seorang perempuan
jelek.
Sedikitpun tidak Salah, tidak sampai Seperminum teh
kemudian ada lima orang lelaki munculkan diri secara
beruntun, jarak mereka antara lima enam tombak dari Sun
Han Siang sekalian, sementara tangannya menuding
kelangit sebagai kode rahasia,
otak Sun Han Siang berputar cepat, ia tak tahu kode
rahasia seperti itu menandakan dari orang2 itu ataukah
kode rahasia untuk berhubungan.
Waktu tidak mengijinkan perempuan ini berpikir terlalu
lama, iapun segera angkat tangannya menuding kelangit.
kedua jari ditekuk sementara kelima jari lainnya dibiarkan
menuding keangkasa.
Kelima orang lelaki itu segera tertegun-kemudian air
mukanya berubah serius den berbareng menghunjuk
hormat.
"Hamba sekalian meryambut kedatangan Than-cu "
serunya bersamaan.
Melihat kejadian ini diam2 Lam Kong Pak memuji, ia
tahu dalam waktu amat singkat ibunya berhasil menebak
arti dari lima jari lawan yang menuding kelangit. Itulah
menandakan bahwa mereka termasuk golongan kelas lima.
Sedangkan ibunya menunjukkan tiga jari ini birani ia
berasal dari golongan2 kelas tiga atau dalam kedudukan
perkumpulan Liok Mao Pang terhitung seorang Than-cu.
"Silahkan Than-cu mengikuti hamba sekalian "
Sementara kelima orang lelaki itu sudah berseru.
Kemudian putar badan dan bergerek kedalam hutan.
Sun Han Siang mengerling sekejap kearah Lam Kong
Pak kemudian tanpa banyak cincong menjusul
dibelakangnya.
Gerakan tubuh kelima orang itu sangat cepat dan ringan,
bahkan rambut mereka yang panjang terurai sepundak
berwarra hijau pekat, ketika terhembus angin dan berkibar
mendatangkan pemandangan yang sangat menyeramkan.
Kurang lebih setelah melewati tiga lima li, tiba2 kelima
orang lelaki itu berhenti dan menuding kearah sebuah hutan
song didalam sebuah selat. ujarnya: "silahkan Than-cu
melewati pos kedua" Habis bicara mereka putar badan dan
berlalu.
Mananti orang2 itu sudah pergi dengan ilmu
menyampaikan suara Sun Han Siang segera berbisik kepada
kedua orang rekannya: "Aku lihat untuk memasuki markas
besar perkumpulan Liok Mao Pang, kita harus bertindak
lebih ber-hati2 "
Demikianlah dibawah pimpinannya mereka lanjutkan
perjalanan memasuki hutan song dalam selat tersebut.
"Kraaaak. . . .? "
Tiba2 dihadapan ketiga orang itu meluncur datang
sebuah panji kecil warna hijau yang tingginya setengah
depa dengan panjang satu depa, panji tadi tepat menancap
diatas tanah dan berkibar tiada hentinya tertiup angin.
Diatas panji tadi tersulamlah beberapa patah kata: "Than-cu
keempat dari ruang ketiga. pi Hoo "
Membaca nama orang itu Lam Kong Pak tertegun,
Segera pikirnya: "Mungkinkah orang ini adalah sikakek
Moyang berwajah Kepiting Pi Hoo? ? "
Belum habis ia berpikir, dari dalam hutan telah muncul
tiga orang, orang pertama adalah seorang laki2 berjubah
lebar dengan sulaman naga. dipunggungnya menggembol
panji besar wajahnya merah bagaikan darah dialah si Kakek
Moyang Berwajah kepiting Pi Hoo,
Buru2 Lam Kong Pak menutupi wajahnya dengan
rambut hijaunya sehingga sebagian raut mukanya
tersembunyi, sementara si Malaikat Raksasa Loo Liang Jen
sudah disaru oleh Sun Han Siang sebagai seorang
perempuan berwajah jelek.
Dalam pada itu si Kakek Moyang Berwajah Kapiting
telah tiba dihadapan mereka dan menunjukkan keempat
jarinya menuding kelangit.
Pikiran Sun Han Siang rada tergerak, segera pikirnya
"Manusia berwajah merah ini jelas adalah seorang Tong-cu,
kalau aku menyaru sebagai Than-cu lagi kemungkinan
besar jejakku bisa konangan, kenapa aku tidak pertinggi
kedudukanku setingkat lebih keatas dan menyaru sebagai
seorang Hu-hoat? "
Karena berpikir demikian ia lantas menunjukkan kedua
jari tangannya menghadap ke-langit. Sementara itu
hidungnya mendengus mengeluh dingin.
Dengusan ini sengaja dipancarkan dengan disertai tenaga
lweekang. Suaranya kuat dan tajam hingga rasanya
mengetuk hati lawan-Tak kuasa si Kakek Moyang Berwajah
Kepiting melihatnya tertegun.
Segera ia menegur dengan nada suaranya yang sangat
berat: "Dalam perkumpulan kami cuma ada tiga orang
pelindung Hukum, tolong tanyakan siapakah sebenarnya
anda? "
"Seorang Tong-cu yang berkedudukan rendah berani
kurang ajar terhadap seorang Pelindung Hukum. Hmmm
apakah kau sudah bosan hidup," gertak Sun Han Siang
dengan nada suara dingin, Suaranya adem bagaikan
hembusan angin dimusim salju.
Seketika itu juga membuat orang jadi bergidik dibuatnya,
bulu roma seketika pada bangun berdiri.
Seluruh tubuh si kakek Moyang Berwajah Kepiting
gemetar keras, ia ragu sejenak akhirnya ujarnya: "Silahkan
Hu-hoat berlalu "
Sekali lagi Sun Han Siang mendengus dingin kemudian
dengan kerahkan ilmu meringankan tubuhnya berkelebat
sejauh lima enam belas tombak dan menerobos hutan
belantara.
Lam Kong Pak tahu jejak Loo Liang Jen ketahtuan-ia
segera menarik tangan kirinya dan ikut meloncat kedepan,
sekali terobos ia menggapai lima enam belas tombak lebih,
Menanti pemuda itu angkat muka kembali hatinya
terperanjat, Tampak didalam hutan berdiri dua puluh orang
lebih lelaki kekar berambut hijau membagi diri jadi dua
barisan,
Pandangan mata mereka menatap kedepan sementara
dalam rangkulannya mencekal sebuah panji besar.
Gerakan tubuh Sun Han Siang amat ringan, bagaikan
mega diangkasa dengan sama sekali tidak jeri ia terobosi
kedua barisan tadi. tiba2 kedua puluh orang lelaki itu
membentak berbareng, panji raksasa dituding ketanah
sedangkan jari tangan menuding kelangit.
Lam Kong Pak terkesiap. ia mengira orang2 itu sudah
berhasil mengetahui rahasia penyaruannya dan siap
melancarkan serangan siapa sangka gerakan mereka
merupakan sebuah cara pemberian hormat yang aneh
sekali.
Menanti ketiga orang itu sudah malewati dua barisan
dinding manusia dan keluar dari hutan, ujar Sun Han
Siang:
"cara seperti ini hanya bisa digunakan satu dua kali saja,
kalau diganakan sekali lagi tentu tak akan manjur, lagi pula
dipos penjagaan ketiga ada kemungkinan dijaga sendiri oleh
seorang Than-cu, dengan kedudukan seorang Than-cu tentu
saja mereka kenal baik atas pelindung Hukumnya.
bagaimana pun juga tak mungkin bukan suruh aku menyaru
sebagai wakil pangcu "
"Lalu. . . .apakah kita harus tinggalkan usaha kita ini
ditengah jalan? "
"Tidak! aku pikir lebih baik kita tak usah lewati pos2
penjagaan itu, aku duga disekitar sini pasti ada jalan lain
yang menghubungkan tempat ini dengan markas mereka,
cuma jalannya tentu lebih sulit tapi aku pikir dengan
kepandaian yang kita miliki tidak sulit untuk dicoba "
Bicara sampai disitu Sun Han Siang. lantas memeriksa
keadaan disekeliling sana, kemudian tambahnya: "Mari ikut
aku "
Sun Han Siang membawa kedua orang itu berjalan
mendekati sebuah tebing yang boleh dikata hampir tegak
lurus, tinggi tebing tadi ada ratusan tombak.
Diatas dinding yang curam banyak bergelantungan akar
rotan-dengan potongan badan Loo Liang Jen yang tinggi
besar rasanya tidak terialu sukar untuk memanjat keatas.
Terdengar suara gemuruh yang amat keras
berkumandang dari arah dalam, ketiga orang itu buru2
menyembunyikan diri kebelakang pohon kemudian
mengintip keluar,
Tampak oleh mereka lembah itu luasnya tak ada
beberapa li, empat penjuru terbungkus oleh tebing yang
tinggi menjulang kelangit sehingga. membentuk sebuah
lingkaran yang mirip dengan kurungan.
Suatu tempat berpemandangan alam sangat indah, tak
disangka perkumpulan Liok Mao Pang bisa menggunakan
tempat semacam ini sebagai markas besarnya, suatu
kejadian yang patut disayangkan,
Sun Han Siang mengamati keadaan disekelilingnya
beberapa saat. setelah itu kepada Lam Kong Pak ujarnya :
"Luas lembah ini terlalu lebih buat kita, tak mungkin
semua tempat bisa kita jelajahi dalam sekejap mata,"
"Lebih baik kita bekerja secara terpisah saja."
"Kalian berangkat kesebelah Timur dan aku kearah
barat."
"Pokoknya yang tegas tujuan kehadiran kita kali ini
adalah mendapatkan cara penyembuhan diri ilmu Tong
Bian Thay Hoat."
"Seumpama Pangcu dari perkumpulan ini adalah
simanusia bermata hijau itu maka kedatangan kita tak bakal
salah lagi.”
“Tetapi tingkah laku kalian harus selalu ber-hati2"
"Mama aku bisa berhati2 tapi kau orang tua pun harus
berlaku hati2 juga " kata Lam Kong Pak.
"Aku lihat lebih baik biarlah aku ikuti diri mama, dengan
begitu akupun bisa membantu bila mana masih sangat
memerlukan tenaga bantuan-"
"Pak-jie. bukan mama pilih kasih, kau memang jauh
lebih berbakti dari pada Ing-jie." Hibur Sun Han Siang
sambil menepuk-nepuk pundaknya, "Dengan andalkan
sepatah katamu barusan, mama sudah sangat gembira
sekali. Kau boleh berlega hati walaupun ilmu silat mama
tak bisa mengunguli dirimu tetapi pengalamanku jauh lebih
luas daripada dirimu. . . asalkan kalian bisa berhati-hati
mama-pun merasa tenteram “
“Mama, lalu kita nanti akan bertemu lagi dimana? "
Dari dalam sakunya Sun Han Siang ambil keluar sebuah
tabung kecil yang kemudian diserahkan kepada Lam Kong
Pak sambil berkata:
"Tabung ini terisi penuh tanda bahaya, asalkan kau
menjumpai mara bahaya tekanlah kenop diatas tabung ini
maka dari tabung akan meluncur keluar tiga batang panah
kecil dengan tiga warna yang berbeda yaitu merah, kuning
dan hijau. Setelah melihat tanda tersebut mama akan segera
datang menyambut kedatangan kalian-Atau sebaliknya
kalau kalian melihat tanda bahaya ini itu berarti mamalah
yang sudah menjumpai musuh tangguh, kita beri batas saja
sampai malam ini bunyi kentongan ketiga. Sampai
waktunya kita harus sudah tiba ditempat berkumpul dan
bersama2 keluar dari lembah. jangan se-kali2 lupa waktu "
"Baik. mama, akan kuingat selalu "
--ooo OOOOO ooo--
SELESAI bicara, dengan pandang penuh rasa sayang
Sun Han Siang melirik sekejap kearah Lam Kong Pak.
kemudian mengikiti tebing curam itu memasuki dalam
lembah.
Memandang bayangan ibunya pergi menjauh, lama
sekali Lam Kong Pak berdiri ter-mangu2, sejak kecil ia
sudah kehilangan orang tua dalam bayangannya yang polos
selalu meninggalkan sebuah kesan buram,
Hal ini membuat ia kehilangan kesan mesra kehidupan
manusia yang layak tetapi sejak ia bertemu kembali dengan
ibunya perasaan tersebut telah muncul lagi dalam hatinya.
"Loo tua ayoh berangkat, kita turun kebawah"
Begitulah mereka berdua segera menuruni tebing yang
curam dan berangkat kearah timur, sepanjang perjalanan
hanya sekali manusia yang berlalu lalang. mereka
mempunyai rambut warna hijau, masing2 pihak angkat jari
sebagai tanda hormat. Lam Kong Pak serta Loo Lian
Jenpun menirukan gaya menirukan gaya mereka
melanjutkan perjalanannya kedepan-Setelah menerobos
beberapa buah jalur jalan besar, tiba lah mereka didepan
sebuah pintu besar, banyak orang ber-desak2an hendak
memasuki pintu itu.
Mereka berdua segera jalan menghampiri, terbaca diatas
pintu besar itu tergantung sebuah papan nama besar yang
bertuliskan "Liok Mao Piat Hu^ empat huruf dari tinta
emas.
Dibalik pintu merupakan rumah petak yang berdempet
dan indah, halaman sangat luas, sewaktu orang2 itu telah
melewati pintu besar bagaikan batu tenggelam dalam
samudra saja segera jejaknya lenyap tak berbekas.
Lam Kong Pak tarik tangan Loo Liang Jen ikut masuk
kedalam pintu. sesudah mengitari sebuah gunung2an-loteng
dan gardu mulai bermunculan didepan mata, bunga
semerbak burung berkicau membuat suasana disana amat
nyaman.
Mengikuti beberapa orang anggota Liok Mao Pang,
kedua orang itu berjalan terus lebih kedalam, kurang lebih
setelah berjalan satu li secara lapat2 barulah mulai terdengar
suara hiruk pikuk.
Tidak lama kemudian mereka berdua sudah tiba
disebuah tanah lapang, tanah lapang itu luasnya mencapai
puluhan hektar, didepan berdiri tegak sebuah pintu, diatas
pintu tergantung sebuah papan yang bertuliskan^ "Liok Sin
Tit it can" atau perhatian pertama,
Disamping pintu berdiri sebuah rumah kecil, asap tebal
mengepul keiuar lewat atap rumah,
Ketika Lam Kong Pak mendekati tempat itu, tampak
seorang lelaki kekar sedang mengaduk-aduk sebuah kuali
besar yang penuh dengan air mendidih, secara terpisah air
tadi dituangkan kedalam ember tidak jauh dari kuali berdiri
tiga orang, ketiga orang itu tidak lebih hanya jago kelas tiga
sewaktu berada di Pegadaian Bu-lim tempo dulu.
"Kemarilah cepat "
Lelaki kekar itu berseru sambil menggapai salah seorang
diantaranya segera maju mendekat lelaki tadi dengan cepat
mencekal rambutnya kemudian dicelupkan kedalam ember
besar penuh dengan air mendidih itu.
"Aduuuuh mak. ..." orang itu menjerit kesakitan, seluruh
tubuhnya gemetar keras.
"Kenapa? apakah terlalu dingin? " teriak lelaki kekar itu,
Dari kuali besar kembali orang itu ambil orang itu ambil
segentong air mendidih kemudian dimasukkan kedalam
ember tadi setelah itu menekan kepala orang tadi kedalam
air yang mendidih itu,
"Aduuuuuuh. . . .mak. ..." sekali lagi orang itu merintih
kepanasan.
“Hmmm air medidih seperti ini kau masih katakan
dingin? baiklah, akan kusuruh kau rasa kan sendiri
bagaimana rasanya panas" dengus lelaki yang kekar tadi.
Sembari bicara ia mengambil satu gentong air mendidih
kemudian langsung diguyurkan keatas kepala orang
"Aduuuuuuuh. . . . Mak. . . ."
Suaranya semakin lirih dan akhirnya sirap tak terdengar
lagi, jelas ia sudah jatuh tidak sadarkan diri lagi.
Setelah orang itu jatuh pingsan, lelaki kekar itu ambil
segayung air dingin lalu diguyurkan keatas kepalanya,
sementara tangan lain mencekal rambutnya dan sekali cabut
beserta kulitnya terkupas lepas, dengan begitu batok
kepalanya jadi kelimis tinggal daging putih yang
mengerikan, "Bagus"
Lelaki kekar itu segera ambil sebuah botol mengeluarkan
semacam bubuk warna hijau lalu disebarkan keatas
kepalanya.
"Ayoh berikutnya" ia berseru.
orang kedua maju kedepan, mereka pun mendapat
perlakuan yang sama seperti orang pertama tadi.
Melihat kejadian itu Lam Kong Pak gelengkan
kepalanya berulang kali, pikirnya^ "Kiranya seseorang
sebelum ikut serta dalam perkumpulan Liok Mao Pang
masih harus merasa kan dulu siksaan, tidak aneh kalau
rambut mereka rata2 berwarna hijau semua. ternyata
rambut semula dicabut seakar-akarnya kemudian disebari
lagi dengan bubuk penumbuh rambut, Mungkin bubuk
itulah merupakan sebab tumbuhnya rambut warna hijau.
Kepada Loo Liang Jen segera ajaknya: "Ayoh berangkat.
Loo tua. mari kita lihat keadaan didepan sana"
Tidak jauh mereka berjalan-tampaklah sebuah panggung
tanah yang tingginya ada satu tombak lebih lima enam
dengan luas beberapa puluh tombak disisi panggung
tergantung sebuah papan nama dan diatas papan tadi
bertulis kan “Hwee Tauw Thay,"
Apa arti dari Hwee Tauw Thay atau Panggung Berpaling
ini, Lam Kong Pek tak mengerti. ia hanya merasakan
lautan manusia berkumpu disekeliling panggung tersebut.
Mereka berdua lantas ikut ber-desak2an diantara orang
banyak dan menengok keatas panggung. tiba2 terdengar
bentakan keras diatas panggung telah bertambah dengan
seseorang.
Melihat kemunculan orang itu diam2 Lam Kong Pak
menghela napas panjang pikirnya: "Tempo berselang
gembong iblis inipun termasuk jago nomor wahid, tak
disangka keadaannya pada hari ini begitu mengenaskan "
Ternyata orang ini bukan lain adalah Hek Teng Tui Hun-
atau Lampu Hitam Pengejar Sukma Leng cing cioe, batok
kepalanya putih kelimis dengan bertaburkan bubuk warna
hijau.
Ia menjura dulu keempat penjuru. setelah itu serunya:
"cayhe Leng cing cioe dengan bersungguh-sungguh hati
mengutarakan niatku dan tak akan berpaling kembali. harap
Kauw jien suka mengadakan pemeriksaan dan menentukan
kedudukan "
Baru saja ia menyelesaikan kata2nya dari antara
kerumunan orang banyak tiba2 meloncat datang sesosok
bayangan manusia, dengan jurus 'Han Tong Hok To' Atau
bangao Berenang Dikolam Dingin orang itu melayang datar
keatas panggung.
Orang itu memiliki perawakan tinggi besar delapan depa.
alisnya tebal matanya bulat diatas punggungnya
menggembol bangku panjang terbuat dari baja, dialah Thiat
Pan Teng atau siBangku Baja Auw Put Kay.
Sewaktu berada dibenteng Hwee Him Poo tempo dulu,
orang ini pernah menderita kalah ditengah si Malaikat
Raksasa Loo Liang Jen, meski saat ini pun ia tahu si Lampu
Hitam Pengejar Sukma tidak gampang dihadapi, namun ia
tak pikirkan dihati,
Sambil tertawa dingin dan perlihatkan lagak angkuh
tegurnya: "Benarkah kau tak akan berpaling? "
"caybe sudah bulatkan tekad, sampi mati akan berbakti
pada perkumpulan Liok Mao Pang"
"Baik kalau begitu terimalah dulu tiga buah jurus
seranganku "
Sembari berkata dengan agak sombong ia lepaskan
senjata bangku bajanya dari panggung. "Ayoh Cabut
senjatamu"
"Biarlah cayhe terima tiga jurus serangan anda dengan
tangan kosong belaka."
Si Bangku Baja tertawa dingin, ia tidak banyak bicara
lagi. senjata anehnya digetarkan kemudian langsung
menumbuk batok kepala lawan-Si Lampu Hitam pengejar
Sukma tidak gugup, ia murdur setengah langkah kebelakang
ujung baju dikebaskan keluar. seketika muncullah lima
buah lampu hitam dari balik pakaiannya langsung meluncur
kemuka dan berseliweran disekeliling tubuh si Bangku baja.
Kekuatan alam yang dimiliki siBangku Baja luar biasa, ia
tak usah buyarkan serangan senjata anehnya dengan datar
disapu keluar. . . Praaak. . .praaak. . . Praaaak. . .
memngiringi gemuruh keras, kelima buah lampu hitam tadi
sudah tersapu hancur oleh serangannya.
la tidak berhenti sampai disitu saja, mengikuti gerakan
tadi senjata bangkunya dengan membawa desiran angin
tajam menekan batok kepaia, menghantam dada, mengetuk
bahu, menyodok perut dalam sekejap mata melancarkan
tiga puluh serangan gencar seketika pihak lawan kena
didesak mundur tiga langkah lebar kebelakang.
"Bagus sekali seranganmu ini " bentak si-lampu Hitam
Pengejar sukma. dalam sekejap mata dari balik bajunya
kembali meluncur keluar belasan buah lampu hitam yang
bagaikan belalang terbang diangkasa mengurung empat
arah delapan penjuru.
Si Bangku Baja Auw Put Kay tak berani terlalu
memandang enteng lawan, dengan gerakan 'Heng Sauw
Lak Hoo' atau Menyapu Halimun Enam Benteng serta Sam
Hoa Kay Teng atau tiga Bunga Berkumpul di Puncak ia
sambut datangnya serangan lawan,
"Praaaaak. . . Praaaaa. . . . Praak..... " kembali terjadi
suara hiruk pikuk yang memekikkan telinga. belasan buah
lampu hitam yang beterbangan diangkasa itu pun sekali lagi
terhajar hancur.
Ditengah tepuk tangan riuh meriah dari penonton, si
Bangku Baja perlihatkan kemampuannya, dengan suatu
kekuatan yang maha dahsyat ia tekan Leng cing cioe
habis2an.
Keadaan yang kritis mulai mencekam seluruh kalangan,
Meski Si Lampu Hitam Pengejar sukma pernah menghasut
para jago lain untuk meninggalkan Pegadaian Bu-lim,
dalam situasi seperti ini Lam Kong Pak menaruh rasa
kasihan juga atas keadaan orang she-Leng itu.
Tampak Leng cing cloe mendengus dingin diam2 ia tarik
napas panjang2, tiba2 ia buka mulutnya dan
menyemburkan serentetan Cahaya darah kedepan-cahaya
darah tadi meluncur kedepan laksana kilat Cepatnya,
suasana dibawah panggung kontan jadi gempar. sebab
siapapun tahu kepandaian ini bernama Hiat Ko Peng Jian"
atau darah Sakti menyembur manusia suatu kepandaian
yang membutuhkan pengumpulan hawa murni.
Dalam pada itu si Bangku Baja merasa kan daya tekaan
makin lama makin berat. ia-pun kumpulkan segenap tenaga
yang dimilikinya dengan mendorong bangku baja itu
kedepan menyambut datangnya serangan-
"Braaaak. . ." darah segar muncrat keempat penjuru,
bayangan manusia saling berpisah. pergelangan si Bangku
Baja merasa ada kaku. tak tertahan lagi dengan
sempoyongan ia mundur satu tombak kebelakang
samentara senjata bangkunya terlepas diatas panggung,
Sedangkan si Lampu Hitam Pengejar Sukma sendiri pun
ikut mundur tiga langkah kebelakang sekalipun kepandaian
Hiat Ko Peng Jien-yang digunakan barusan merupakan
suatu kepandaian ampuh, tetapi paling banyak
membutuhkan tenaga murni, seandainya pihak lawan
melancarkan serangan kembali niscaya ia bakal celaka,
Untung pihak lawan tidak berbuat demikian.
Dengan wajah merah padam menahan rasa jengah si
Bangku Baja pungut kembali senjata anehnya, kemudian
kepada si lampu Hitam Pengejar Sukma ia menjura dan
berkata: "Kepandaian silat yang dimiliki Leng-heng betul2
hebat, aku orang she-Auw mengaku kalah " Habis bicara ia
putar badan dan meloncat turun dari atas panggung.
Diiringi suara tepuk tangan riuh rendah dari bawah
punggung, terdengar seorang berteriak lantang:
"Pemeriksaan terhadap Leng cing cioe telah selesai, atas
perintah Pangcu kau diangkat sebagai Tongcu. harap segera
melaporkan diri kemarkas pertama" Si Lampu Hitam
Pengejar Sukma meloncat turun dari panggung dan berlalu.
Dalam pada itu Lam Kong Pak yang mengamati
keadaan disekelilingnya beberapa waktu, masih belum
berhasil juga mengetahui siapakah yang barusan berbicara.
tapi di dengar dari nada ucapannya kalau bukan Pelindung
Hukum Perkumpulan Liok Mao Pang tentulah wakil
Pangcu.
Diikuti si Awan Hitam chi Jie meloncat naik keatas
panggung, batok kepalanya pun kelimis sehingga kelihatan
sangat menggelikan sekali.
Sementara ia siap menjura keempat penjuru, mendadak
dari belakang tubuhnya berdesir lewat angin tajam.
orang yang menyusul naik keatas panggung ini memiliki
perawakan yang aneh sekali kepalanya seperti Melinjo,
mulutnya mirip kelinci, hidungnya betet dan lagi kikinya
pengkor.
Si Awan Hitam chi Jie rada tertegun segera tegurnya
"oooouw. . . .kiranya 'Pat Pit Lwee Keng' atau si Dewa
Guntur Berlengan Delapan Si Put Siuw Thay hiappun telah
datang”
“Heeee. . . .heeeee. . . . chi Jie keluarkan simpananmu
untuk minum tetek."
"Kemungkinan besar kau bisa pula merebut kedudukan
seorang Tong-cu, kalau tidak mungkin kedudukanmu akan
jauh dibawah si lampu Hitam Pengejar Sukma. ...”
“Aaaaah. mana, mana. harap Si Thayhiap suka memberi
peluang untukku"
SEPASANG kaki si Dewa guntur tangan Delapan yang
pengkor menekuk kemudian Laksana segulung angin puyuh
meluncur kehadapan chi Jie, tangannya yang kurus kering
seperti Cakar langsung menyambat lewat
Si Awan Hitam chi Jie buang bahu menyingkir tiga
langkah kesamping, sementara siap melancarkan serangan
balasan, Cecar lawan dengan membawa desiran tajam dan
pergunakan gerakan2 "Sang Sia ciauw ceng" atau Atas
Bawah Saling Bertarung telah menggulung datang.
Gerakan atas mengancam sepasang mata sambaran
bawah mengancam Buah Zakar. Kecepatan gerakannya
sukar dilukiskan dengan kata2.
Chi Jie terperanjat, ia tahu selama banyak tahun
kepandaian silat orang telah mendapat kemajuan pesat,
iapun tak ingin mundur kebelakang.
Ilmu telapak awan hitam 'Wu In cau ciang Hoat' segera
dikerahkan keluar. Suatu pertarungan sengit pun segera
berkobar, masing2 pihak pergunakan gerakan tercepat dan
tenaga terdahsyat berusaha saling merobohkan,
Debu dan pasir beterbangan memenuhi angkasa saking
hebatnya pertarungan itu sampai para penonton dibawah
panggupg tak jelas melihat bayangan mereka,
"Sauw ya. kau lihat diantara mereka berdua siapa yang
bakal merebut kemenangan? " tanya si Malaikat Raksasa
dengan berbisik.
"sekarang masih sukar ditentukan, tapi aku rasa mereka
akan berakhir dengan seri"
"Tak bisa tentukan siapa menang siapa kalah? "
"Tidak mungkin mereka berdua akan sama-sama terluka"
"Blummmm-Blummmm--bayangan manusia berpisah,
bahu siawan hitam chi Jie kena tersambar, daging dan
darah beterbangan memenuhi angkasa.
Sementara telinga kiri si dewa Guntur Bertangan
Delapan Si Put Siuwpun kena terobek separuh, darah segar
mengucur keluar dengan derasnya.
"Aaah. . .siauw-te tak ada minat melukai dirimu, harap
Si-heng jangan marah." buru2 chi Jie menjura mohon maaf.
"CHI-HENG PUN harus cepat2 bubuhi mulut lukamu
dengan obat" Si Dewa Guntur berien delapan pun menjura.
"Sebab Cakar dari aku orang she-Si memang rada-rada
kurang bersih."
Air muka chi Jie berubah hebat, ia merasa kan bahunya
mulai kaku dan gatal, ia tahu cakar lawan pasti sudah
direndam dalam racun jahat.
Ditengah tepuk tangan yang riuh rendah, seseorang
berteriak pula: "Si Awan Hitam chi Jie diangkat sebagai
Tong-cu, harap melaporkan diri ke markas pertama"
chi Jie segera menjura dan meloncat turun kebawah
panggung.
= = halaman hilang = =
"Siapa diantara kalian ada yang ingin memberi petunjuk
padaku? ? " kembali ia ulangi pertanyaannya .
Kembali pemuda itu berdiri diatas panggung, sambil
bergendong tangan memandang kelangit, sikapnya amat
congkak.
"Luar biasa " pikir Lam-kong Pak dalam hati, Walaupun
koko bersumpah tidak mau berdiri berdampingan dengan
diriku tapi aku tetap mengagumi dirinya kalau bukan ia
tersikap sangat kurang ajar terhadap ibu, ini hari
kemungkinan besar aku bisa menbantu dirinya. . . ." se-
konyong2-....
Sesosok bayangan merah berkelebat naik keatas
panggung, dipandang sepintas lalu ilmu meringankan
tubuhnya tidak terdapat keistimewaan apapun, tapi lain
dalam pandangan Lam-kong Pak.
Ketika sepasang kaki orang itu melayang diatas lantai,
seluruh tubuhnya hampir boleh dikata berbaring datar
kemudian lambat2 turun berdiri, kalau dibandingkan
dengan kepandaian dari si Bangku besi, ilmu tersebut
terlebih lihay beberapa kali lipat.
Yang muncul adalah seorang gadis, seluruh tubuhnya
terbungkus oleh pakaian ringkas warna merah darah,
wajahnya cantik dengan potongan badan yang mengiurkan.
beribu-ribu pasang mata dibawah panggung se-akan2
tumbuh akarnya, susah ditarik kembali.
Orang ini bukan lain adalah 'Hiat chin ciang ooh' atau
ciang ooh tangan berdarah Yu chen, dia lah Than-cu
keempat dari perkumpulan Liok Mao pang. (suatu
kedudukan terakhir diantara than-cu lainnya ).
"Nona adalah? ? ..." Suma Ing segera menjura.
"Than-cu keempat. si ciang ooh Tangan Berdarah Yu
chen “
“ooooouw kalau begitu Cayhe kurang hormat”
“Suma siauw-hiap. silahkan-Yu Than-cu, silahkan "
Si ciang ooh Tangan berdarah tidak sungkan-sungkan
lagi, laksana kilat tangannya bergerak kedepan-jari tangan
tegak laksana tombak.
Dalam sekejap mata ia melancarkan tiga puluh serangan
lebih, semuanya diarahkan pada jalan darah penting
ditubuh Suma Ing.
Gerakan tubuh Suma Ing tidak kalah sebatnya. se-olah2
awan ditengah udara, beruntun ia menghindari tiga
serangan lawan tanpa melancarkan serangan balasan-Merah
dadu selembar wajah Si ciang ooh Tangan berdarah. ia tahu
kepandaian lawan setingkat lebih lihay dari dirinya, jurus
ampuh segera dikeluarkan semua untuk mendesak lawan-
Dalam sekejap mata tiap jengkal udara diatas panggung se-
akan2 dipusingi oleh deruan angin puyuh yang
memekikkan telinga, desiran jari tangannya bagaikan
bergolak.
Sungguh hebat sampai penonton yang ada dibawah
panggung berteriak kaget dan mundur kebelakang.
Setelah dua puluh jurus lewat, Suma Ing tak sungkan2
lagi ia bersuit panjang, tubuhnya mencelat setinggi satu
tombak. tangan kanan menyusut kemudian meluncur
kedepan serentetan cahaya merah berbentuk payung segera
mengurung kebawah.
Si ciang ooh Tangan berdarah tahu ilmu Payung Thian
Mo san-ini adalah ilmu sakti yang ampuh sekali, diam2 ia
terperanjat. dengan kerahkan segenap tenaga lweekang
yang dimiliki memakai jurus 'Hwie ci-Liuw-Siang' atau jari
Beterbangan Tinggalkan Wewangian ia terima datangnya
serangan tersebut.
"Braaaaaks-" ditengah bentrokan keras masing2 pihak
tergetar mundur selangkah kebelakang. Si ciang oh Tangan
berdarah merasakan lengan kanannya sakit bagaikan patah.
kembali ia terpukul mundur satu langkah kebelakang.
Ia tak tahu kalau dalam serangan ini Suma Ing cuma
memakai tujuh bagian tenaganya kalau tidak niscaya ia
bakal roboh binasa dalam satu jurus saja.
Bagaimanapun juga dalam perkumpulan Liok Mao
Pang. Si ciang ooh Tangan Berdarah memiliki kedudukan
tertinggi, ia bukan manusia sembarangan. walaupun dalam
jurus pertama ia terdesak tapi ia masih memiliki dua jurus
ampuh lainnya yang belum digunakan-
SETELAH menyaksikan dirinya jatuh dibawah angin,
alisnya kontan melentik lima jari tangan kirinya dipentang.
lima gulung desiran tajam langsung menghantam beberapa
buah jalan darah penting didada Suma Ing.
Kehebatan tenaga serangan membuat Suma ing
terperanjat. ia menyadari bilamana ilmu sakti Thiam Mo
San-belum dipelajari, maka ia bukan tandingan dari gadis
itu.
Delapan bagian tenaga lweekang segera dihimpun pada
sepasang telapak, dan meledaklah jurus keenam dari ilmu
Payung sengkala itu ditengah udara. "Bluuuuumm---" Suma
ing terdesak mundur tiga langkah kebelakang, sementara -Si
ciang ooh Tangan Berdarah mundur tujuh, delapan langkah
kebelakang. badannya bergoyang tiada hentinya.
dalam keadaan seperti ini Lam Kong Pak tak tahu ia
harus menguatirkan keselamatan siapa, tapi ia berharap
kedua belah pihak jangan sampai terluka. sebab walaupun
si ciang ooh Tangan Berdarah pernah coba mendekati
dirinya dengan cara yang kurang sopan, tapi bagaimana
pun juga ia masih memberi muka kepadanya sehingga
melepaskan benteng Hwie Him Poo.
Makin bertarung Suma ing semakin naik pitam, ia
mendengus dingin. dengan menghimpun sembilan bagian
tenaga murninya kembali ia melancarkan sebuah serangan
dengan jurus kesembilan ilmu sakti Payung Sengkala.
Terdengar deruan angin tajam bergetar membelah bumi,
se-akan2 gulungan ombak ditengah samudra membuat
seluruh permukaan bergetar keras. serentetan cahaya merah
tua meluncur keluar dari telapaknya langsung menghantam
kedepan.
Si ciang ooh Tangan Berdarah sadar sisinya sangat
berbahaya, segera ia menggunakan jurus terakhir dari ilmu
saktinya 'Ki Thian Hua Teh' atau Menuding langit
menggurat bumi sambut serangan tersebut.
"Bluuumm---" Asap debu berterbangan memenuhi
angkasa, para hadirin jadi kacau balau. suasana hiruk pikuk
sudut panggung tergetar ambruk sehingga hampir2 saja
menghantam para penonton disampingnya.
Suma ing tergetar mundur tiga langkah lebar kebelakang,
sedang si ciang ooh Tangan berdarah mundur keujung
panggung dengan sempoyongan, darah kental mengucur
keluar menodai ujung bibirnya, jelas isi perutnya sudah
tergetar luka.
"Maaf maaf" Suma ing segera menjura, “Harap Yu
Than-cu suka memaafkan tindakan cayhe, karena tak bisa
menahan diri sehingga melukai dirimu."
"Aaaaah--Suma Sauw-hiap terlalu sungkan kepandaian
silatmu terbukti jauh lebih lihay setingkat. Pun Than-cu
akui bukan tandinganmu "
Selesai bicara ia segera meloncat turun dari atas
panggung, kali ini dari bawah panggung tidak kedengaran
suara sorak-sorai memuji. hal ini disebabkan Yu chen
mendapat simpatik dalam kalangan perkumpulan Liok-mao
Pang semua orang tak tega menyusahkan dirinya lagi.
Kembali Suma ing menjura keempat penjuru sambil
berseru: "Siapa lagi yang ingin naik keatas panggung untuk
memberi petunjuk kepadaku? "
Mendadak ada orang berseru keras: "Suma Sauw-hiap.
apabila kau berhenti sampai disini saja. atas perintah
pangcu. kau diberi kedudukan sebagai Than-cu. seandainya
kau ingin menjajal sekali lagi. Pangcu akan merasa semakin
senang "
Suma ing berpaling kearah loteng ditempat kejauhan lalu
menjura dengan sangat hormat: "Suma ing pasti tak akan
mengecewakan harapan Pangcu, aku rela dijajal sekali"
"Bagus " Dari tengah udara melayang datang suara
pujian-"Lanjutkan ujian ilmu silat ini"
Suma ing berpaling keempat penjuru, terlaknya lantang:
"Siapa yang ingin naik keatas panggung memberi petunjuk
kepadaku? "
Ucapan ini diulangi sampai tiga kali, namun suasana
dibawah panggung tetap sunyi senyap. jelas semua orang
sudah dibuat jeri akan kelihaian ilmu silat dari Suma ing.
Mendadak. . . .
Sesosok bayangan manusia melayang datang dari tengah
udara, begitu ringan bagaikan selembar daun kering.
melayang kekiri berputar kekanan kemudian hinggap diatas
panggung tanpa mengeluarkan sedikit suara pun.
orang itu punya potongan badan yang amat langsing,
jelas seorang perempuan tapi lain halnya dengan Si ciang
ooh, Tangan berdarah, wajahnya berkerudung kain warna
biru sehingga siapapun sulit untuk melihat wajahnya.
Menyaksikan kehadiran orang itu, Suma ing tertegun.
"cayhe Suma ing. tolong tanya nona adaalah. . . .? ”
“Salah seorang diantara tiga Pelindung Hukum
perkumpulan "
"Tolong tanya nama Hu Hoat adalah. . . .”
“Kau tidak pantas mengetahui nama besar Pun Hu
Hoat"
“Kalau begitu, cayhepun tak usah paksakan diri untuk
mengetahui hal itu. Nah silahkan"
"Tunggu sebentar" seru orang berkerudung itu.
"Mengapa kau mengenakan kain kerudung diatas
wajahmu?"
"Soal ini. . .mungkin mempunyai alasan yang sama
dengan Hu Hoat."
"Belum tentu "
"Bagaimana bisa belum tentu? "
"Aku kira wajahmu sudah dirusak seseorang"
"Kalau sudah tahu. apa gunanya bertanya kembali? "
"Bertanya kepadamu. agar hatiku kembali merasa sedih "
Pada dasarnya watak Suma ing tinggi hati dan angkuh,
sejak wajahnya dirusak orang wataknya makin berangasan.
ia paling takut ada orang mengejek tentang kejelekan
tersebut.
Kini mendengar ejekan tersebut. ia jadi naikpitam. segera
bentaknya: "cayhe tidak saling mengenal dengan diri Hu
Hoat, tentu saja tak mungkin terikat oleh dendam atau sakit
hati. mengapa Hu-Hoat mengucapkan kata2 yang melukai
orang? ? ? "
“Hmmmm bukan saja akan kulukai hatimu, nanti aku
pun akan turun tangan melukai dirimu "
Tak kuasa Lam kong Pak yang ikut mendengar jadi
tergetar, ia dengarkan nada ucapan gadis itu dengan
seksama. hatinya semakin terjelos. sebab ia dapat mengenali
suara tersebut merupakan logat dari seorang gadis yang
dikenalnya.
“Hu Hoat. kau jangan terlalu sombong dulu. belum tentu
yang menang adalah kau "
"Tidak salah. sebelum bergebrak. memang cuma ada
sepatah kata ini saja untuk menghibur diri sendiri.”
“Haaaaa. . . .haaaaa. . . .haaaa. . .. ."
Suma ing tertawa ter-bahak2 dengan kerasnya. "cayhe
datang kemari dengan maksud menggabungkan diri dengan
perkumpulan anda. berkat kebaikan budi Pangcu. suruh
terjang lautan api akan kuterjang. naik kegunung golok
akan kulewati. sekalipun mati tak akan kutolak. tapi kalau
ada orang hendak main2 dengan aku, cayhepun bukan
seseorang manusia yang takut akan mencari urusan "
"Tidak salah. justru disebabkan kau adalah tuan muda
dari Pegadaian Bu-lim maka Pangcu perkumpulan kami
memandang tinggi dirimu. tapi kalau majikan pegadaian
Bu-lim sendiri yang datang berkunjung. Pun Hu-hoat
percaya ia dapat merebut kedudukan sebagai Hu Pangcu "
"Tentang soal ini aku rasa Hu-Hoat memang jauh lebih
mengerti, cayhe tak usah banyak ribut."
"Kau mau ribut atau tidak sama saja, karena kau dan
majikan pemilik pegadaian Bu-lim sama2 merupakan
manusia berbahaya yang cuma berani membokong orang
dari belakang "
Suma ing benar2 naik pitam dibuatnya. "Kapan cayhe
pernah membokong orang? " bentaknya,
"Pulang dan tanyalah persoalan ini kepada Majikan
Pemilik Pegadaian Bu-lim, maka ia akan tahu dengan jelas.
Hmm kalau dia tidak membokong orang, darimana ia
dapatkan ilmu sakti Payung sengkala tersebut? "
"Hmmm. . . Hmmm. . .cayhe sudah melepaskan diri dari
Pegadaian Bu-lim, Silahkan Hu Hoat mencari sendiri
majikan Pegadaian Bu-lim dan bikin perhitungan dengan
dirinya "
"Tentu saja harus bikin perhitungan, hanya saja ini hari
aku ingin menagih kembali separuh dari nilai yang harus
kudapati kembali dari tubuhmu "
"cayhe tidak suka bergurau dengan dirimu. mungkin
diriku bisa mendatangkan kekecewaan bagimu? "
"Kau anggap setelah sembilan jurus ilmu Thian-mo-San
kau kuasai. lantas dikolong langit sudah tak ada orang yang
bisa menandingi dirimu lagi? ...."
Tak kuasa Suma ing dibuat tertegun.
"Mungkin kau pun bisa mainkan ilmu saperti Thian-Mo-
San tersebut? " tanyanya.
"Mungkin tidak lama kemudian kau bia tahu sendiri.
ilmu sakti Thian-Mo-San ini berhasil kau curi belajar dari
mana? "
"Hu-Hoat. kalau bicara lebih baik tahulah sedikit tata
kesopanan "
"Aku rasa perkataanku sudah cukup sopan."
Pada saat ini Lam-kong Pak sudah kenal siapakah gadis
itu, diam2 ia mengeluh. kiranya ia kenali suara dari sang
Pelindung Hukum ini bukan lain adalah sang dewi dari
kawah gunung berapi 'Hwee San Sian cu' Coe Lie Yap
adanya.
Asalkan gadis itu turun tangan, segera pemuda kita bisa
membuktikan benarkah dia atau bukan-
Lam Kong Pak sangat berharap bukan dia. sebab kalau
benar dia, Seumpama gadis itu bukan tandingan dari Suma
ing ia pun tak bisa turun tangan membantu. lagi pula saat
ini orang she Suma itu sedang naik pitam, ia takut gadis
tersebut menemui celaka ditangannya.
Apalagi menurut apa yang diketahui Lam Kong Pak,
ilmu sakti Thian Mo San-yang berhasil dikuasai Coe Lie
Yap hanya tiga jurus permulaan, ia belum bisa
dibandingkan dengan Suma ing. dengan kekalahan pasti
terbayang dihadapannya.
Dan kini. ia sudah bisa membuktikan bahwa gadis
berkerudung itu adalah Coe Li Yap sebab bukan saja nada
suaranya adalah logat gadis itu. bahkan potongan badan
serta ilmu meringankan tubuhnya pun tidak berbeda,
Lam kong Pak amat gelisah, tak kuasa lagi ia mulai
garuk2 kepala yang tidak gatal.
Dengan pandangan Curiga siMalaikat raksasa Loo Liang
Jen melirik sekejap kearahnya. "Sauw-ya " ia berseru. "Kau.
. .kau. . .kau kenapa sih? ”
“Aku? ooouw. . .aku. . .aku tidak apa2 "
Tapi makin didengar ia semakin membuktikan kalau dia
adalah Coe Lie Yap. Berhubung ia pernah mendapat
warisan ilmu silat dari gadis itu, lagi pula hawa murni oei ci
Hiu sahabat karib dari Sian Yen Ping ayah Coe Lie Yap
pernah dibuyarkan olehnya. selama ini Lam kong Pak
merasa telah salah melakukan suatu pekerjaan, ia rasa
bilamana malam ini dia tidak turun tangan membantu
maka hatinya bakal selalu tidak tenteram.
Dalam pada itu hawa gusar yang berkobar dalam rongga
dada Suma ing sudah tak terkendalikan lagi, ia menghardik:
"Sudah kau tak usah bersilat lidah terus, ayoh kita
buktikan dengan ilmu silat kita"
"Hmm siapa yang jeri padamu "
Kedua orang itu segera berpisah dan membuat posisi
yang dirasakan menguntungkan diri sendiri. Menyaksikan
posisi orang, Seluruh tubuh Suma Ing tergetar keras.
"Kau pun menguasai ilmu sakti Thian Mo San? "
serunya,
"Membicarakan soal ilmu sakti Thian Mo San-
seharusnya kau adalah cucu muridku"
“Harap kau suka menyebutkan nama besarmu" kata
Suma ing sambil menahan hawa gusarnya.
"Kau tak pantas untuk mengetahuinya "
"Aku lihat kau tikak berani mengutarakan siapa namamu
"
"Lebih baik kau tarik kembali permainanmu itu. Pun Hu
Hoat tidak suka dengan permainan macam itu"
Sementara itu si Malaikat Raksasa yang ada dibawah
panggung melihat air muka Lam Kong Pak semakin tidak
tenteram lagi. segera ia bertanya: "Sauw ya. apakah hatimu
merasa tidak tenteram? "
"Eeeeehmm. ...”
“Kenapa? "
"Beritahu padamu pun percuma "
"Belum tentu. jangan kau anggap aku bodoh dan tidak
berotak. kadang kala dalam benakku masih bisa muncul
pula akal2 setan"
Waktu itu pikiran Lam Kong Pak benar2 sudah kalut ia
merasa memberitahukan persoalan ini kepada si Malaikat
Raksasa tak ada ruginya, maka ia segera membeberkan hal
ikhwal tersebut kepadanya.
Tampak si Malaikat Raksasa tundukkan kepala berpikir
sejenak. lalu katanya:
"Demikian saja bilamana keadaan terdesak biarlah aku
yang perlihatkan diri, dan memberi pertolongan kepada
gadis itu "
"JANGAN saat itu kau tak akan bisa lolos dari
cengkeraman perkumpulan Liok Mao Pang "
"Kalau gagal melarikan diri dari sini pun tak mengapa,
aku bisa menyerah kepada mereka "
"Apa? ? ? "
"Menyerah dengan demikian selembar nyawaku bisa
diselamatkan. apakah tenaga kerbau yang aku Loo Liang
Jen miliki tak beguna bagi mereka? ? "
"Harap kau jangan teruskan ucapanmu dahulu aku
masih mengira kau. . . .”
“Sauw-ya. kau sudah salah mengira"
"Aku tak pernah salah menduga, kaulah terlalu tidak
punya semangat apa bedanya dirimu dengan si Hantu
Hitam Pengejar Sukma sekalian? "
"Tentu saja berbeda. sebab aku cuma pura-pura
menyerah "
"Pura2 menyerah? "
Lam kong Pak terperanjat, ia tidak menyangka Loo
Liang Jen bisa memikirkan cara tersebut. perduli cara ini
bisa dilaksanakan dengan lancar atau tidak. bagaimanapun
jauh lebih bagus daripada sama sekali tak punya akal.
"Bagaimana kau hendak pura2 menyerah? " kembali
Lam kong Pak bertanya.
"Gampang sekali. nanti apabila nona Coe terdesak
dibawah angin. aku segera meloncat naik keatas panggung
dan melancarkan sebuah serangan bokongan kearahnya."
"Jangan dia adalah engkohku. aku tidak tega melihat ia
dihajar sampai babak belur"
"Aku tidak sampai memukul dirinya hingga modar,
asalkan pertarungan ini bisa dibubarkan tanpa menentukan
siapa menang siapa kalah. itu sudah cukup "
"Kau anggap orang2 dari perkumpulan Liok Mao Pang
suka mempercayai dirinya? "
"Kenapa mereka tak suka mempercayai diriku? pertama
nona Coe tidak kenal aku. orang2 Liok Mao Pang tentu saja
tak dapat menganggap aku punya maksud untuk membantu
nona Coe “
“Lalu apa sebabnya kau turun tangan? "
"Sebab aku merasa tidak leluasa melihat kesombongan
dan keangkuhan Suma Ing.”
“Hmm kau anggap Suma Ing tak punya mulut untuk
membantah? ”
“Kalau ia punya mulut. lalu kenapa? "
"Ia bisa mengatakan kau adalah orang kepercayaan dari
si majikan pemilik pegadaian Bu-lim dan sengaja datang
untuk pura2 menyerah "
"Tidak mungkin, aku punya akal untuk memaksa mereka
percayai perkataanku “
“coba katakan "
"Aku bisa mangatakan dalam pegadaian Bu-lim aku pun
ada maksud melepaskan dari mereka. hanya tidak ingin
melakukan perjalanan ber-sama2 Suma Ing. maka
menunggu setelah mereka berlalu, diam2 aku-pun
melarikan diri dari Pegadaian Bu-lim"
"Eeeehmm. . . bagus sih bagus. cuma rada menempuh
bahaya. kau harus tabu seandainya kurang cermat kau
sampai terjatuh ketangan orang2 perkumpulan Liok Mao
Pang aku tidak punya keyakinan untuk menolong kau
keluar dari sini "
"Tidak. Sauw-ya. asalkan kau mengerjakan pekerjaan
sesuai dengan rencana kita semula. sudah cukup,
Seumpama kau yang terjatuh ketangan orang2
perkumpulan Liok Mao Pang, aku maSih punya akal untuk
menolong kau keluar,"
Lam kong Pak melirik Sekejap kearah Loo Liang Jen, ia
benar2 meresapi kata yang mengatakan "Menilai orang
jangan menilai dari raut wajahnya" dahulu ia Selalu
menganggap Loo Lian Jen Sebagai gentong nasi yang tak
punya akal dan tahunya perut selalu kenyang siapa sargka
kejadian jauh diluar dugaannya, ia memiliki kecerdikan
yang jauh lebih hebat dari orang lain,
"Baiklah, kita lihat saja nanti" katanya kemudian,
dalam pada itu Suma Ing yang ada diatas panggung telah
tertawa dingin tiada hentinya. "Lihat serangan " tiba2 ia
berseru.
Ditengah bentakan keras, ilmu sakti Thian Mo San
segera dilancarkan keluar. Inilah jurus pertama 'cong Koei
Kay san'. atau cong Koei membuka payung.
Gadis berkerudung itu tidak berkelit mau pun
menghindar. iapun mengeluarkan jurus pertama cong Koei
Kay San-untuk memapaki datangnya serangan tersebut.
"Gaedaaaarrr. . . " sudut panggung kembali ambruk
termakan pusingan angin puyuh, pasir debu beterbangan
memenuhi angkasa. deruan angin tajam menyambar silih
berganti. sepulub tombak sekeliling kalangan tergetar keras
se-akan2 gempa dahsyat.
Suma Ing tergetar mundur tiga langkah kebelaKang,
sedangkan gadis berkerudung itu pun mundur tidak kurang
tidak lebih tiga langkah pula.
Lam Kong Pak tidak ragu2 lagi ia tahu gadis
berkerudung itu adalah Coe Lie Yap tapi ia pun paham.
mengapa Coe Lie Yap menggabungkan diri pada
perkumpulan Liok Mao Pang dan menjabat sebagai seorang
pelindung hukum.
sekarang ia makin gelisah, tiada hentinya ia menggaruk
kepala yang tidak gatal
"sauw-ya. kau tak usah gelisah. nanti lakukanlah
menurut akalku " bisik si Malaikat Raksasa.
Setelah menerima serangan tadi, Coe Lie Yap merasa
amat terperanjat, ia tidak menyangka ilmu silatnya yang
dicuri orang malahan jauh lebih dahsyat setingkat dari pada
kepandaian sendiri.
Walaupun dalam bentrokan barusan kedua orang itu
berhasil merebut posisi seimbang tapi dipandang dari sudut
Coe Lie Yap ia merasa dirinya berada dibawah angin. sebab
ia melatih ilmu sakti Thian Mo San ini beberapa tahun
sebelum Suma Ing. hanya saja disebabkan dia seorang
gadis, tenaga lweekangnya terbatas maka dalam bentrokan
barusan hanya berhasil mengimbangi kekuatan lawan
belaka.
Gadis itu merasa sangat tidak puas ia kumpulkan tenaga
murni delapan bagian, kemudian dengan menggunakan
jurus kedua 'Hwee San Toa cang' atau Payung Api Pentang
Melebar segera mendesak lawannya.
Suma Ing tak berani berlaku ayal, iapun mengeluarkan
jurus kedua 'Hwee San Toa cang' menyambut datangnya
serangan tersebut.
"Bluuuummm ..." sekali lagi terjadi ledakan dahsyat
ditengah angkasa. sudut panggung kembali ambruk
berantakan, debu pasir beterbangan hingga tujuh delapan
tombak tingginya dari permukaan-Dalam bentrokan kali
ini. kedua orang itu kembali tergetar mundur tiga langkah
kebelakang, siapa pun tidak berhasil mendapatkan
keuntungan dalam bentrokan tersebut.
Lam Kong Pak yang menyaksikan jalannya pertarungan,
semakin gelisah lagi. hatinya dag dig dug dan sangat tidak
tenteram.
Suma Ing membentak keras. ia mengeluarkan jurus
ketiga Ban San Tiuw Thian-atau selaksa Payung menengok
kelangit.
Coe Lie Yap kumpulkan tenaga lweekangnya sampai
sepuluh bagian, mengikuti pihak lawan ia pun mengguna
kanjurus ketiga menyambut datangnya serangan lawan,
"Braaaaak . . ," seluruh permukaan tergetar keras,
seketika itu juga angin puyuh menyambar keempat penj
uru.
Kali ini Coe Lie Yap mundur kebelakang setengah
langkah lebih banyak dari pihak lawan, ia sangat gusar.
jurus keempat 'Loei Sau Poe cau' atau Payung Geledek
Menyinari Jagad segera dikeluarkan,
Siapa sangka dalam benak Suma Ing sudah muncul niat
jahat. ia tidak mengeluarkan jurus keempat sebaliknya
mengerahkan jurus kelima San Kay Pat Huang atau Payung
Sakti Mengurung Delapan Penjuru.-Jurus2 sakti ilmu Thian
Mo San-ini semakin keatas angkanya semakin dahsyat,
bahkan jurus berikutnya merupakan jurus tandingan dari
sebelumnya.
"Bluuuummm . . ." sekali lagi terjadi ledakan dahsyat,
panggung tersebut sudah mulai berantakan, para penonton
lari serabutan menghindarkan diri dari serangan nyasar.
debu dan pasir beterbangan bagaikan hujan deras . . , . ,
Coe Lie Yap terpukul mundur sejauh lima langkah,
sedangkan Suma Ing hanya mundur tiga langkah belaka.
"Bajingan tengik kau benar2 seorang manusia yang tak
tahu malu"
"Dalam pertarungan sengit, masing2 pihak berusaha
membinasakan lawannya. kalau kau merasa bukan
tandingan, Cepatlah ambil kesempatan ini mengundurkan
diri “
“Hmmm. , kalau kau punya kepandaian, ayoh keluarkan
semua "
Jelas Coe Lie Yap tak mau turun tangan lebih dulu
sehingga memberi keuntungan bagi pemuda tersebut.
Teatu saja Suma Ing pun tahu apa sebabnya gadis itu tak
mau turun tangan lebih dahulu, tapi ia tidak ambil perduli,
ditengah bentakan keras. jurus keenam 'It San Coe Thian'
atau Payung Sakti penyangga langit segera dilancarkan
keluar.
Coe Lie Yap tak mau cari keuntungan dengan cara licik,
walaupun ia tahu dalam hal tenaga lweekang ia masih kalah
setingkat dari lawannya. iapun menggunakan jurus keenam.
Siapa sangka ketika jurus tersebut digunakan sampai
tengah jalan, tiba2 terdengar Suma Ing tertawa seram,
"coba kau lihat jurus seranganku ini ....." teriaknya.
Belum habis bicara, serangannya telah berubah dengan
menggunakan jurus ketujuh 'San Hun Im Yang' atau
Payuag pemisah Im dan Yang.
Coe Lie Yap benar2 naik pitam. pikirnya: "Kalau
memang kau duluan yang tidak punya malu, dan tiap kali
main licik. kenapa aku harus kukuh pegang aturan? "
Dengan menghimpun tenaga sepuluh bagian-ia
melancarkan sebuah serangan dengan jurus kedelapan 'Koei
San Sin Kay' atau Payung Setan Pentang merekah.
"bluuuuumm. . . Gelegarrrr. . ." pasir, debu serta batu
kerikil beterbangan mengurung puluhan tombak sekeliling
kalangan, panggung ambruk berantakan.
Dalam bentrokan ini tubuh Coe Lie Yap terpukul
mundur sejauh satu tombak sedangkan tubuh Suma Ing
terpental sampai satu tombak lebih tujuh delapan langkah,
setelah mengeluarkan kuda2 sampai berulang kali, ia baru
bisa menahan diri.
"Heeee. . .heeeee. . .heeee. . .sungguh tak kunyana kau
sebagai seorang pelindung Hukum. ternyata cuma pandai
main bokong belaka "jengek Suma Ing sambil tertawa
dingin.
"Kau yang duluan tidak pakai aturan-Pun Hu-hoat
kenapa harus membicarakan soal keadilan dan kebenaran
dengan manusia macam kau "
"Baiklah mari kita adu serangan yang terakhir”
“Adu yaa adu. siapa yang jeri padamu "
Kedua orang itu sama2 tak berani berlaku gegabah,
tenaga lweekang segera disalurkan hingga mencapai
puncaknya.posisi mulai diatur dan suatu duel yang maha
dahsyat segera akan terjadi.
Lam kong Pak amat gelisah. ia siap maju kedepan.
Si Malaikat Raksasa yang menyaksikan hal itu, buru2
berbisik: "Kau jangan sembarangan turun tangan, kalau
tidak maka kepandaian untuk menghidupkan kembali
seseorang yang terkena ilmu hipnotis Tong Bian Toa Hoat
bakal gagal kita dapatkan-lebih baik biarlah aku ."
Belum habis ia bicara, tampak kedua orang itu sama2
membentak keras, lambat2 telapak tangannya didorong
kedepan.
Simalaikat raksasa tak dapat bersabar lagi ia membentak
keras suaranva laksana guntur membelah bumi.
menggetarkan seluruh penjuru membuat kendang telinga
semua hadirin terasa amat sakit.
Waktu itu Suma Ing sedang melancarkan serangan
terakhirnya sampai separuh jalan tahu2 si Malaikat Raksasa
telah berada dibelakang punggungnya dimana ia langsung
mencengkeram pundaknya lalu diangkat ketengah udara.
Menyaksikan kejadian diluar dugaan ini, Coe Lie Yap
tertegun-buru2 ia tarik kembali serangannya sambil
membentak keras si Malaikat Raksasa: "Siapa kau? berani
benar kau mengacaukan urusan dari Pun Hu Hoat. . .? ? "
"Kurang ajar." pikir si malaikat raksasa. "Sudah kutolong
dirimu, kau malah menegur diriku. Hmmmm sungguh
manusia yang tak tahu diri. . ." Tanpa banyak Cakap ia
segera membanting tubuh Suma Ing keatas tanah.
Dengan gerakan ikan Lee hi meletik Suma Ing meloncat
bangun. bentaknya keras: "Loo Liang Jen. berani benar kau
menyusup kedalam perkumpulan kami. agaknya kau sudah
bosan hidup? "
"Haaaa. . .haaaa. . .haaaa. . . ^"
Loo Liang Jen mendongak tertawa ter-bahak2, “Baru
pantang makan barang berjiwa selama tiga hari sudah ingin
terbang kenirwana belum lama kau Suma Ing datang
keperkumpulan ini, nama serta kedudukanpun belum
punya. sekarang berani mengatakan kata2 Jelek orang lain.
Hmm. sungguh tak tahu malu."
"Tangkap mata2 " teriak Suma Ing keras2.
Seketika itu juga puluhan jago lihay bermunculan dan
segera mengurung manusia raksasa itu rapat2.
"Eeeeei. . .eeeeei. . .kalian dengarkan dulu perkataanku"
seru si Malaikat Raksasa, "Aku datang kemari untuk
menyerah "
"Siapa yang sudi mempercayai omongan setanmu? ? "
jengek suma Ing sambil tertawa seram. "Tangkap mata2 ini
"
Sudah setengah harian lamanya si Malaikat Raksasa
harus menahan rasa dongkol ingin sekali ia bergerak
melemaskan otot2. melihat munculnya beberapa orang jago
lihay ia sambut kedatangan mereka dengan beberapa bogem
mentah, dalam sekejap mata empat, lima orang jagoan telah
roboh terjengkang.
"Tahan " bentak Coe Lie Yap keras.
Sebagai seorang Pelindung Hukum. perintahnya berat
laksana bukit karang begitu bentakan tersebut diucapkan
para jago segera berhenti bergerak.
“Hey. apakah kau hendak melepaskan mata2 itu? " teriak
Suma Ing keras2.
"Diam kau " maki Coe Lie Yap. "Apa sangkut pautnya
urusan ini dengan dirimu? Pun Hu-hoat sedang
membereskan masalah perkumpulan kami sendiri, apa
hakmu untuk ikut Campur? "
Seketika Suma Ing dibikin gelagapan dan tak bisa
mengucapkan sepatah katapun. sebab pada saat ini ia
memang tidak berhak untuk ikut buka suara. hatinya terasa
amat gelisah, sebab ia tahu Loo Liang Jen adalah orang
kepercayaan simajikan Pemilik Pegadaian Bu-lim.
Dan berarti kemungkinan besar si Majikan Pemilik
Pegadaian Bu-lim pun berada disekitar sini. Sementara itu
Coe Lie Yap tetah berpaling kearah Loo Liang Jen sambil
menegur: "Kau berasal dari aliran mana? "
"Pegadaian Bu-lim “
“Apa maksudmu datang kemari? "
"Untuk menyerah"
"Jangan percaya dengan obrolannya " teriak Suma Ing
keras2. "Dia adalah orang2 kepercayaan dari si Majikan
Pemilik pegadaian Bu-lim”
“Lalu kau sendiri? " dengus Coe Lie Yap sambil melirik
sekejap kearahnya.
Seketika itu juga Suma Ing dibikin bungkam dalam
seribu bahasa, sebab hubungannya dengan si Majikan
Pemilik Pegadaian Bu-lim jauh lebih erat.
Kembali Coe Lie Yap berpaling kearah si Malaikat
Raksasa. katanya lebih jauh: "Aku minta kau menjawab
sejujurnya, sebab kalau tidak hal ini tak akan
mendatangkan kebaikan bagimu"
"Tentu saja aku akan bicara terus terang kepada rona
Coe. ...”
“Apa? bagaimana kau bisa tahu aku she Coe? ”
“Hal ini. . .hal ini. . . ."
"Bagaimana? " desak Coe Lie Yap lebih jauh.
“Harap kau suka mendekat. aku hendak
memberitahukan akan nama seseorang kepadamu.”
“Kalau ingin bicara, utarakan saja dari. . ."
"Tidak bisa jadi, perkataan ini tidak boleh diketahui
orang lain "
Ambil kesempatan itu Suma Ing segera menghasut:
"Jangan percaya dengan omongan setannya. Sewaktu cayhe
membawa puluhan orang datang kemari untuk bergabung
dengan perkumpulan Liok Mao Pang, majikan Pemilik
Pegadean Bu-lim telah berkata barang siapa yang tak ingin
tetap tinggal boleh segera mengundurkan diri dari
pegadaian Bu-lim, dan ia menyatakan hendak tetap tinggal
disamping Majikan Pemilik Pegadaian Bu-lim. kini ia
datang kemari hendak bergabung. Hmmms etan baru
percaya kalau ia datang dengan maksud baik "
Coe Lie Yap mendengus dingin, kembali ia bertanya
kepada Si Malaikat Raksasa: "Sebenarnya siapa kah kau? ”
“Si Malaikat Raksasa Loo Liang Jen “
“Apa maksudmu datang kemari? "
"Hendak menggabungkan diri dengan perkumpulan Liok
Mao Pang "
Sementara itu Lam kong Pak yang ada disisi kalangan
goyangkan tangannya berulang kali, si Malaikat Raksasa
melirik sekejap kearahnya kemudian melengos.
Sejak semula Suma Ing sudah curiga kehadiran
simalaikat raksasa tentu bukan seorang diri, sebab si
malaikat raksasa selalu jalan ber-sama2 Lam Kong Pak. dan
ia tidak percaya si malaikat raksasa seorang bisa mampu
menyusup kedalam perkumpulan bulu Hijau ini.
"Hu-Hoat" se