Anda di halaman 1dari 9

JOURNAL READING

MULTIPLE RETINAL HOLES SECONDARY TO VALSAVA


RETINOPATHY

Pembimbing:

dr. Retno Wahyuningsih, Sp.M

Disusun Oleh:
Vivi Anisa Putri
1710221021

KEPANITERAAN KLINIK
DEPARTEMEN MATA FAKULTAS
KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
JAKARTA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMBARAWA
PERIODE JULI 2018 – AGUSTUS 2018
LEMBAR PENGESAHAN

JOURNAL READING
“Multiple Retinal Holes Secondary to Valsava Retinopathy”

Diajukan untuk memenuhi syarat mengikuti Kepaniteraan Klinik


di Bagian Mata Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa

Disusun oleh :

Vivi Anisa Putri 1710221021

Telah dipresentasikan pada Ambarawa, Juli 2018

Pembimbing

dr.Retno Wahyuningsih, Sp.M

2
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
berkah rahmat dan hidayah-Nya. Journal reading dengan judul ”Multipel Retinal
Holes Secondary to Valsava Retinopathy” telah selesai disusun. Dimana bahan-bahan
yang digunakan berasal dari fakta-fakta atau hipotesis yang diperoleh dari berbagai
sumber.
Tujuan utama penyusunan journal reading ini adalah untuk memenuhi
persyaratan mengikuti ujian Kepaniteraan Klinik Department Mata RSUD
Ambarawa, serta agar journal reading ini dapat menjadi referensi untuk membantu
para calon dokter yang bertanggung jawab secara profesional supaya dapat
mengaplikasikan ilmu yang terkandung didalamnya.
Terima kasih disampaikan sedalam-dalamnya kepada konsulen yang telah
menyediakan waktunya untuk membantu secara langsung dalam proses
membimbing pembuatan Journal reading ini, yaitu kepada Dr. Retno Wahyuningsih,
Sp.M atas arahan dan kebijakan yang telah beliau berikan, sehingga tugas ini dapat
terselesaikan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih pula yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung turut membantu
dalam penyusunan journal reading ini.
Semoga materi ini dapat bermanfaat, serta semoga Tuhan Yang Maha Esa
senantiasa memberikan hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua. Amin.

Ambarawa, Juli 2018

Penulis

3
Nama : Vivi Anisa Putri
NRP : 1710221021
Judul : Lubang Retina Multipel Sekunder pada Retinopati Valsava
Pendahuluan : Retinopati valsalva adalah kondisi yang umum ditemukan
akan tetapi lubang retina sekunder pada retinopati valsalva
masih jarang dilaporkan. Kami melaporkan kasus retinopati
valsalva dengan lubang retina multipel setelah YAG
hyaloidotomi. Menurut sepengetahuan kami, ini merupakan
laporan kasus pertama dari lubang retina multiple pada
kutub posterior setelah dilakukannya YAG hyaloidotomi
pada retinopati valsalva.
Presentasi Kasus : Seorang pria 25 tahun datang dengan keluhan kehilangan
penglihatan secara tiba-tiba pada mata kanan (RE) setelah
mengangkat beban berat. Koreksi ketajaman penglihatan
terbaik (BCVA) pada RE-nya adalah 20/200 dan mata kiri
(LE) adalah 20/20. Evaluasi fundus pada RE menunjukkan
adanya perdarahan premakular berbentuk kubah yang
memiliki batas tegas dengan ukuran sekitar 3 diameter
diskus. Karena pasien merasa sangat khawatir dan meminta
untuk dilakukan perawatan agresif, maka dilakukan YAG
hyaloidotomi/membranotomi laser dengan Zeiss Visuals®.
Telah dilakukan satu penembakan sinar Mesin YAG III
sebesar 8 mJ pada batas inferonasal dari perdarahan
subhyaloid tersebut. Selama 2 minggu pemantauan,
perdarahan premakular itu tampak sudah terserap akan
tetapi terbentuk 2 lubang retina dengan ketebalan penuh
yang terletak di dekat perbatasan inferotemporal
perdarahan premakular bersama dengan rongga kosong
yang berbentuk gelembung pada bagian atas makula. Pada
minggu ke- 4, lubang retina dengan ketebalan penuh
bertambah jumlahnya menjadi 5 (Gambar 1 (a)). Tomografi
Koherensi Optik (OCT) menunjukkan adanya 5 lubang

4
retina dengan ketebalan penuh dan membran pembatas
internal (ILM) yang utuh tetapi menebal dan terpisah pada
konfigurasi cembung berbentuk kubah pada bagian atas
makula (Gambar 1 (b)). Meskipun terjadi resolusi
perdarahan yang signifikan, tidak didapatkan peningkatan
pada ketajaman visualnya sehingga dilakukan vitrektomi
pars plana (PPV) pelepasan lapisan ILM dengan tamponade
udara. Pada saat operasi, dilakukan pewarnaan dengan
brilliant blue, dan ILM terlihat masih utuh, tetapi lepasan
ILM yang menebal berbentuk kubah terlihat pada bagian
atas makula. Setelah dilakukannya PPV, meskipun gambar
fundus menunjukkan gelembung kosong/rongga yang
persisten (Gambar 2 (a)), terlihat adanya resolusi
hiperefkeltif rongga cembung pasca dilakukannya PPV
OCT (Gambar 2 (b)) disertai dengan peningkatan BCVA
menjadi 20/60. Enam bulan setelah onset, BCVA,
pemeriksaan fundus dan hasil temuan OCT telah stabil.
Pembahasan : Retinopati valsalva terjadi pada orang dewasa sehat muda
yang disebabkan oleh manuver valsava. Prognosis untuk
pasien yang didiagnosis hanya retinopati valsalva pada
umumnya baik. YAG hyaloidotomi adalah prosedur yang
relatif aman dengan profil keamanan yang sangat baik. Ini
merupakan prosedur untuk pasien rawat jalan yang tidak
invasif dan murah serta pilihan pengobatan yang sangat
efektif untuk perdarahan besar subhyaloid bila
dibandingkan dengan pilihan pengobatan lain seperti
vitrektomi dan pemindahan pneumatik. Di masa lalu,
penerapan laser Nd-YAG pada segmen posterior hanya
terbatas untuk melepaskan bandana vitreous traksional dan
penempelan vitreous patologis lainnya, terutama pada
kasus dengan pelepasan retina traksional karena diabetes
atau retinopati sel sabit dan pelepasan retina rumit lainnya.

5
Energi dengan jumlah yang besar (sampai dengan 1000 mJ)
yang digunakan untuk mengobati kondisi ini dapat
mengakibatkan komplikasi serius seperti perdarahan retina
dan/atau koroid dan perforasi retina. Namun tidak ada
kejadian seperti itu yang dilaporkan setelah dilakukannya
YAG hyaloidotomi pada perdarahan subhyaloid, mungkin
karena pada kenyataannya energi yang digunakan sangat
rendah dan juga darah yang terperangkap bertindak sebagai
bantalan yang melindungi dasar retina. Menurut
sepengetahuan kami, pembentukan beberapa lubang retina
pada kutub posterior setelah terjadinya resolusi retinopati
valsalva oleh YAG hyaloidotomi belum pernah dilaporkan
sebelumnya dalam literatur. Kim dkk. [1] melaporkan MH
setelah dilakukannya vitrektomi pada retinopati valsava.
Ulbig dkk. [2] melaporkan terdapat MH setelah
dilakukannya perawatan laser. Xie et al. [3] melaporkan
lamellar MH terkait dengan retinopati valsalva.
Terdapat beberapa kemungkinan mekanisme yang
dapat menjelaskan terbentuknya lubang retina setelah
dilakukannya YAG hyaloidotomi.
Pertama, lubang retina bisa disebabkan oleh adanya
efek photodisruptif langsung dari laser YAG. Darah yang
terperangkap diyakini dapat bertindak sebagai bantalan,
meredam dampak disruptif dari penembakan laser ND:
YAG. Dalam perdarahan kecil, efek pelindung dan peredam
mungkin tidak cukup.
Kedua, membran pembatas internal yang menebal
(ILM) yang terlihat setelah resolusi perdarahan premakula
mungkin telah menciptakan traksi tangensial pada retina.
Ketiga, perdarahan masif membuat ILM menjadi
dalam kondisi di bawah tegangan tinggi, yang dapat
membuat ILM sulit untuk melekat kembali ke retina seperti

6
yang dibahas oleh Zou dkk. [4] dan Meyer dkk. [5]
pelepasan ILM sebagian pada permukaan retina dapat
menghasilkan traksi pada retina.
Dalam kasus ini, hipotesis kedua dan ketiga mungkin
menjelaskan patologi lubang retina karena, selama PPV,
ILM pada perdarahan subhyaloid / sub-ILM sebelumnya
telah ditemukan terlepas sebagian. Ditambah lagi
ketajaman visual dan temuan retina yang stabil setelah PPV
dengan pelepasan ILM. Setelah PPV, gambar fundus
menunjukkan gelembung/rongga kosong yang persisten
pada bagian atas makula yang mungkin disebabkan karena
perubahan pigmen dari darah sub-ILM yang terperangkap.
Terlebih lagi terdapat resolusi hiperreflektif pada rongga
cembung pasca- PPV OCT. Kami membutuhkan
pemantauan lanjut dalam jangka panjang untuk dapat
melihat apakah rongga/bentuk seperti gelembung tersebut
dapat menghilang dalam pemantauan selanjutnya.
Kesimpulan : Lubang retina multiple sekunder pada retinopati valsalva
masih jarang dilaporkan dan mekanismenya masih
memerlukan pemahaman lebih lanjut. Kasus ini
menggambarkan kemungkinan terjadinya pembentukan
lubang retina pada retinopati valsalva.

7
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1

Gambar 2

8
DAFTAR PUSTAKA

1. K. Y. O. Kim, S.-Y. Yu, M. Kim, and H. W. O. Kwak, “Macular hole formation after pars
plana vitrectomy for the treatment of Valsalva retinopathy: a case report,” Korean Journal
of Ophthalmology, vol. 28, no. 1, pp. 91–95, 2014
2. M. W. Ulbig, G. Mangouritsos, H.-H. Rothbacher, A. M. P. Hamilton, and J. D.McHugh,
“Long-termresults after drainage of premacular subhyaloid hemorrhage into the vitreous
with a pulsed Nd:YAG laser,” JAMA Ophtalmology, vol. 116, no. 11, pp. 1465–1469,
1998
3. Z.-G. Xie, S.-Q.Yu, X. Chen, J.Zhu, and F. Chen, “Macular hole secondary toValsalva
retinopathy after doing push-up exercise,” BMC Ophthalmology, vol. 14, no. 1, article no.
98, 2014.Murthy G. The socioeconomic impact of human immunodeficiency
virus/acquired immune deficiency syndrome in India and its relevance to eye care. Indian
J Ophthalmol 2008;56(5):395-397.
4. M. Zou, S. Gao, J. Zhang, andM. Zhang, “Persistent unsealed internal limiting membrane
after Nd:YAG laser treatment for valsalva retinopathy,” BMC Ophthalmology, vol. 13,
no. 1, article 15, 2013.
5. C. H. Meyer, S. Mennel, E. B. Rodrigues, and J. C. Schmidt, “Persistent premacular cavity
after membranotomy in valsalva retinopathy evident by optical coherence tomography,”
Retina, vol. 26, no. 1, pp. 116–118, 2006.