Anda di halaman 1dari 30

KEGIATAN BELAJAR 3

PEMPROGRAMAN DASAR

Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan


Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang Pemrograman
Dasar

Sub Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan


1. Menerapkan alur logika pemrograman komputer
2. Memahami perangkat lunak bahasa pemrograman
3. Menerapkan alur pemrograman dengan struktur bahasa pemrograman
computer
4. Menerapkan penggunaan tipe data, variabel, konstanta, operator, dan
ekspresi
5. Menerapkan operasi aritmatika dan logika
6. Menerapkan struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman
7. Menerapkan struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman
8. Menganalisis penggunaan array untuk penyimpanan data di memori
9. Menerapkan penggunaan fungsi

Pokok-pokok Materi :
1. Alur Logika Pemrograman Komputer
2. Perangkat Lunak Bahasa Pemrograman
3. Alur Pemrograman dengan Struktur Bahasa Pemrograman Komputer
4. Penggunaan tipe data, variabel, konstanta, operator, dan ekspresi
5. Operasi Aritmetika dan Logika
6. Struktur Kontrol perbangan dalam Bahasa Pemrograman
7. Struktur control Perulangan dalam Bahasa pemrograman
8. Penggunaan Array untuk Menyimpan Data di Memori
9. Penggunaan Fungsi

1
Uraian Materi

A. Alur logika pemrograman komputer


1. Definisi Pemrograman
Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug),
dan memelihara kode yang membangun suatu program komputer. Kode ini ditulis
dalam berbagai bahasa pemrograman. Tujuan dari pemrograman adalah untuk
memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau 'pekerjaan'
sesuai dengan keinginan pemrogram.

2. Definisi Alogaritma
Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang
disusun secara sistematis dan logis”. Kata Logis merupakan kata kunci dalam
Algoritma. Langkah-langkah dalam Algoritma harus logis dan harus dapat
ditentukan bernilai salah atau benar. Penyajian algoritma secara garis besar bisa
dalam 2 bentuk penyajian yaitu tulisan dan gambar. Algoritma yang disajikan
dengan tulisan yaitu pseudo code. Selanjutnya algoritma disajikan dengan
gambar, yaitu dengan Flowchart.

a. Pseudo : menyerupai, code: kode


Pseudo merupakan kode yang menyerupai kode program yang
sesungguhnya tidak ada aturan standar penulisannya, ditujukan untuk dibaca
manusia, bukan dibaca mesin (komputer). Contoh: Algoritma Mengirim pesan
WhatsApp.

Mulai
Ambil Handphone
Nyalakan Handphone
Buka Aplikasi WhatsApp jika sudah terinstal. Jika belum download
aplikasinya
Pilih kontak penerima pesan
Tulis pesan
Kirim pesan
Selesai

2
b. Flowchart (Diagram Alir)
Flowchart atau bagan alir adalah gambar atau bagan yang memperlihatkan
urutan dan hubungan antar proses beserta pernyataannya. Gambaran ini
dinyatakan dengan simbol.
Berikut adalah simbol flowchart yang sering digunakan:

Gambar 3. 1. Simbol Flowchart


(Agoan, 2011)

Contoh flowchart:

Bagan Alir Logika Program Bagan Alir Program Komputer


Gambar 3. 2. Contoh Flowchart
(Maulana, 2012)

3
Suatu Algoritma dapat terdiri dari tiga struktur dasar, yaitu
1) Struktur runtutan/beruntun: digunakan untuk program yang
pernyataannya sequential atau urutan. Contoh flowchart untuk
menghitung luas segitiga:

Gambar 3. 3. Flowchart Struktur Runtutan


(Maulana, 2012)

2) Struktur pemilihan/percabangan: digunakan untuk program yang


menggunakan pemilihan atau penyeleksian kondisi. Contoh struktur
percabangan untuk masalah batasan umur.

Gambar 3. 4. Flowchart Struktur Percabangan


(Maulana, 2012)

4
3) Struktur perulangan: digunakan untuk program yang pernyataannya akan
di eksekusi berulang-ulang. Contoh flowchart untuk mencetak pernyataan
sebanyak 100x.

Gambar 3. 5. Flowchart Struktur Perulangan


(Maulana, 2012)

B. Perangkat lunak bahasa pemrograman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa


komputer atau bahasa pemrograman komputer, adalah instruksi standar untuk
memerintah komputer. Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer,
bahasa pemrograman terdiri dari:
1) Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan
memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
2) Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan
(assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan
memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya kode_mesin
MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP.
3) Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai
campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh
Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik,
contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||.

5
4) Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi
berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if,
for, while, and, or. Komputer dapat mengerti bahasa manusia itu
diperlukan program compiler atau interpreter.

Proses pengubahan kode sumber (source code) menjadi bahasa mesin


(machine language) ini terdiri dari:
1) Kompilasi, semua kode sumber dibaca terlebih dahulu dan jika tidak ada
kesalahan dalam menulis program maka akan dibentuk kode mesinnya
sehingga program bisa dijalankan. Program yang melakukan tugas ini
disebut Compiler. Program hasil kompilasi akan berbentuk executable.
Bahasa yang menggunakan teknik kompilasi misalnya bahasa C, C++,
Pascal, Assembly dan masih banyak lagi
2) Interpretasi (Interpretation), kode program akan dibaca perbaris dan
dieksekusi perbaris. Jika ditemukan kesalahan dalam penulisan
program maka di baris kesalahan itulah program akan dihentikan.
3) Kompilasi sekaligus Interpretasi, ada juga bahasa pemrograman yang
menghasilkan programnya dengan teknik kompilasi sekaligus
interpretasi. Misalnya bahasa java. Dalam pembuatan program java
kode sumber diubah menjadi bytecode.
Berikut beberapa bahasa pemrograman: 1). Bahasa pemrograman C; 2).
Bahasa pemograman JAVA; 3). Bahasa pemograman PYTHON; 4). Bahasa
pemograman RUBY; 5). Bahasa Pemrograman XML; 6). Bahasa pemograman
ColdFusion; 7). Bahasa pemograman PHP; 8). Bahasa pemograman HTML; 9).
Bahasa pemograman COBOL; 10). Bahasa pemograman MICROSOFT VISUAL
BASIC.

1. Pengenalan bahasa pemrograman Bahasa C


Bahasa C merupakan perkembangan dari bahasa BCPL yang
dikembangkan oleh Martin Richards pada tahun 1967. Selanjutnya bahasa ini
memberikan ide kepada Ken Thompson yang kemudian mengembangkan bahasa
yang disebut bahasa B pada tahun 1970. Perkembangan selanjutnya dari bahasa
B adalah bahasa C oleh Dennis Ricthie sekitar tahun 1970-an di Bell Telephone
Laboratories Inc. (sekarang adalah AT&T Bell Laboratories).

6
2. Pengenalan IDE Dev C++
IDE (Integrated Development Environment) merupakan Lembar kerja
terpadu untuk pengembangan program. IDE dari Dev C++, digunakan untuk:
a) Menulis naskah program.
b) Mengkompilasi program (Compile)
c) Melakukan pengujian program (Debugging)
d) Mengaitkan Object dan Library ke Program (Linking )
e) Menjalankan program (Running)

Gambar 3. 6. Halaman Awal Dev C++


(Maulana, 2012)

IDE pada Dev C++, terbagi menjadi 4 (empat) bagian, yaitu :


a) Menu Utama (Menubar): Menu utama terdiri dari: File, Edit, Search,
View, Project, Execute, Debug, Tools, CVS, Windows dan Help
b) Jendela Text Edit: Tempat untuk mengetikan program dan
membuat program. Jika pertama kali anda membuat program,
nama file jendela editor adalah Untitled 1
c) Jendela Message: Tempat untuk menampilkan pesan-pesan pada
proses kompilasi dan link program.
d) Baris Status: Baris dimana menampilkan keterangan-keterangan
pada saat anda mengaktifkan menu bar dan sub menu.

7
3. Menjalankan Dev-C++
a. Membuat File Baru

Gambar 3. 7. Membuka File Baru


(Maulana, 2012)

b. Menyimpan File Editor


Setelah selesai mengetikan naskah program yang baru pada jendela Text
Edit, maka selanjutnya disimpan dengan cara:
1) Klik Menu File Save
2) Menekan Ctrl + S.
Selanjutnya tampil jendela Save File As, seperti dibawah ini :

Gambar 3. 8. Menyimpan File Editor


(Maulana, 2012)
c. Menterjemahkan Program
Proses compile merupakan suatu proses menterjemahkan program dari
bahasa manusia ke dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer yaitu bahasa
mesin. Caranya adalah :

8
1) Kik Menu Project Compile
2) Menekan HotKey Ctrl + F9
Selanjutnya tampil kotak dialog compile, seperti dibawah ini :

Gambar 3. 9. Menerjemahkan Program


(Maulana, 2012)
d. Menjalankan Program
Proses Run merupakan suatu proses menterjemahkan program, melakukan
proses linking, membuat file eksekusi ( .exe ) dan sekaligus menjalankan program.
Caranya adalah:
1) Klik Menu Debug Run
2) Menekan HotKey Ctrl + F10
Selanjutnya tampil kotak dialog Run, seperti dibawah ini :

Gambar 3. 10. Menjalankan Program


(Maulana, 2012)

9
C. Alur pemrograman struktur bahasa pemrograman komputer

1. Perbedaan Huruf Besar / Kecil dalam Bahasa C

Pengertian sederhana dari case sensitifity adalah perbedaan antara huruf


besar dan huruf kecil. Istilahnya, bahasa C termasuk bahasa yang case sensitif.
Dalam bahasa C, huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Perintah printf tidak
bisa ditulis menjadi Printf.
Berikut contohnya:

#include <stdio.h>
int main(void)
{
Printf("Hello, World!\n"); /* error !! */
return 0;
}

Untuk penulisan variabel juga akan berbeda antara huruf besar dan kecil.
Variabel jumlah, JUMLAH, dan Jumlah adalah 3 variabel yang berlainan.

2. Cara Penulisan Komentar di dalam Bahasa C

Komentar atau comment adalah ‘kode program’ yang ditambahkan untuk


memberi keterangan/penjelasan mengenai cara kerja program. Komentar tidak
akan diproses oleh compiler C dan berfungsi untuk memberi keterangan tambahan
(terutama jika kode program yang ditulis cukup rumit). Untuk membuat komentar
di dalam kode program bahasa C, menggunakan tanda /* dan */. Seluruh karakter
yang ada diantara kedua tanda ini akan dianggap sebagai komentar dan diabaikan
pada saat proses compiler. Berikut contoh penulisan komentar dalam bahasa C:

#include <stdio.h>
int main(void)
{
/* Tampilkan pesan Hello World */
printf("Hello, World!\n");
return 0;
}

Komentar juga sering digunakan untuk membuat semacam “copyright”


kode program yang ditulis di awal, seperti contoh kode program berikut:

10
a. Pengertian Statement dalam Bahasa Pemrograman C

Statement dalam bahasa C adalah sebuah baris perintah. Setiap baris


perintah (statement) dalam bahasa C harus diakhiri dengan tanda titik koma ( ; ).
Berikut beberapa contoh statement dalam bahasa pemrograman C:

x = 6;
y = "Duniailkom";
z = 5+3;
2+3;
puts("Duniailkom");
root2 = sqrt(49);

Sebuah statement tidak harus mencakup satu baris. Perintah kondisi seperti if
else dan perulangan (looping) bisa mencakup beberapa baris, dan ini dianggap
sebagai satu statement:

if( x == "Duniailkom") {
printf("Belajar Bahasa C di Duniailkom");
}

Statement yang terdiri dari beberapa baris seperti ini, biasanya diawali
dengan tanda kurung kurawal ” { ” dan diakhiri dengan tanda ” } “. Bagian ini juga
sering disebut sebagai blok kode program.

b. Pengertian Keyword dalam Bahasa Pemrograman C

Keyword adalah kata kunci yang menjadi dasar perintah bahasa C. Keyword
ini tidak bisa digunakan sebagai identifier (variabel, konstanta maupun nama dari
sebuah fungsi. Sebagai contoh, perhatikan statement berikut:

int jumlah;
return 0;

Disini, kata int dan return merupakan keyword dan memiliki makna tertentu dalam
bahasa C.

11
Tabel 3. 1 Keyword Dalam Bahasa Pemrograman C

Keyword dalam Bahasa Pemrograman C


Auto Int
Break Long
Case Register
Char Return
Continue Signed
Do Static
Default Sizeof
Const Short
Double Struct
Else Switch
Enum Typedef
Extern Union
For Void
If While
Goto Volatile
Float Unsigned

c. Pengertian Identifier dalam Bahasa Pemrograman C

Identifier adalah nama untuk menandakan “sesuatu” sepanjang kode


program. Contoh dari identifier adalah variabel, konstanta dan fungsi. Perhatikan
statement berikut:

int jumlah;
double total_penjualan;

Jumlah dan total_penjualan adalah variabel dan termasuk ke dalam identifiers.


Secara umum, bebas ingin menulis nama identifier.

D. Tipe data, variabel, konstanta, operator, dan ekspresi

1. Tipe Data
Tipe data adalah himpunan nilai yang dapat dimiliki oleh sebuah data. Tipe
data menentukan sebuah nilai dapat dimiliki sebuah data atau tidak, serta operasi
apa yang dapat dilakukan pada data tersebut. Contoh tipe data dalam dunia nyata
adalah bilangan bulat. Berikut merupakan contoh beberapa tipe data dasar: a.

12
Integer/bilangan bulat, b. Real/ bilangan riil, c. Char/ Karakter, d. String, e.
Boolean/ bilangan logika.

2. Variabel
Variabel adalah ‘penanda’ identitas yang digunakan untuk menampung
suatu nilai. Nilai tersebut dapat diubah sepanjang kode program. Secara teknis,
variabel merujuk kepada suatu alamat di memori komputer. Setiap variabel
memiliki nama yang sebagai identitas untuk variabel tersebut. Ketika akan menulis
variabel, dalam hampir semua bahasa pemrograman terdapat 2 proses: deklarasi
dan inisialisasi.

3. Konstanta
Pada variabel, nilai yang disimpan dapat berubah-ubah selama program
dijalankan. Untuk konstanta, nilai yang disimpan tetap dan tidak dapat diubah
sejak dideklarasikan hingga program berakhir. Setelah sebuah konstanta
dideklarasikan, konstanta dapat digunakan dalam program dan nilainya selalu
tetap. Deklarasi konstanta dalam flowchart digambarkan sebagai sebuah proses.

iMaks = 100
fPi = 3.14
sSapa = `Hello’

4. Operator
Operator adalah notasi yang dipakai untuk melaksanakan suatu operasi
terhadap data dan identifier (operand). Berikut adalah beberapa kategori operator
yang sering digunakan di dalam bahasa pemrograman dan algoritma:

a. Operator Aritmatika
Tabel 3. 2. Operator Aritmatika
Operator Nama Contoh Hasil
+ Penjumlahan z=x+y Penjumlahan dari x dan y
- Pengurangan z=x–y Selisih dari x dan y
* Perkalian z=x*y Perkalian dari x dan y
/ Pembagian z=x/y Pembagian x oleh y
% Modulus z=x%y Sisa dari x dibagi y
++ Increment x++ Sama dengan x = x+1
-- Decrement x-- Sama dengan x = x-1

13
b. Operator Bitwise
Tabel 3.3: Operator Bitwise
Dalam biner
Operator Nama Contoh Hasil Biner Hasil Decimal
(4bit)
& AND x=5&1 0101 & 0001 0001 1
| OR x=5|1 0101 | 0001 0101 5
~ NOT x=~5 ~0101 1010 10
^ XOR x=5^1 0101 ^ 0001 0100 4
<< Left shift x = 5 << 1 0101 << 1 1010 10
>> Right shift x = 5 >> 1 0101 >> 1 0010 2

b. Operator Logika
Tabel 3. 3. Operator Logika
Operator Nama Contoh Hasil
&& And a && b benar jika a and b bernilai benar
|| Or a || b benar jika salah satu a atau b bernilai benar
! Not !a benar jika a tidak benar

c. Operator Penugasan
Tabel 3. 4. Operator Penugasan
Operator Penugasan Sama dengan Deskripsi
= x=y x=y variabel x memperoleh nilai dari variabel y
+= x += y x=x+y variabel x memperoleh nilai dari x + y
-= x -= y x=x–y variabel x memperoleh nilai dari x – y
*= x *= y x=x*y variabel x memperoleh nilai dari x * y
/= x /= y x=x/y variabel x memperoleh nilai dari x / y
%= x %= y x=x%y variabel x memperoleh nilai dari x % y
<<= x <<= y x = x << y variabel x memperoleh nilai dari x << y
>>= x >>= y x = x >> y variabel x memperoleh nilai dari x >> y
&= x &= y x=x&y variabel x memperoleh nilai dari x & y
|= x |= y x=x|y variabel x memperoleh nilai dari x | y
^= x ^= y x=x^y variabel x memperoleh nilai dari x ^ y

d. Operator Perbandingan
Tabel 3. 5. Operator Perbandingan
Operator Nama Contoh Hasil
== Sama dengan a == b benar jika a sama dengan b
!= Tidak sama dengan a != b benar jika a berbeda dengan b
> Lebih besar a>b benar jika a lebih besar dari b
< Lebih kecil a<b benar jika a lebih kecil dari b
>= Lebih besar atau sama a >= b benar jika a lebih besar atau sama
dengan dengan b
<= Lebih kecil atau sama a <= b benar jika a lebih kecil atau sama
dengan dengan b

14
D. Operasi aritmatika dan logika

1. Operasi Aritmatika

Program disamping akan


memberikan hasil:

2. Operasi Logika
a. Operator Logika AND

Program disamping akan


memberikan hasil:

15
b. Operator Logika OR

Program disamping akan


memberikan hasil:

c. Operator logika NOT

Program disamping akan


memberikan hasil:

16
F. Struktur kontrol percabangan dalam bahasa pemrograman

Struktur kontrol percabangan adalah kondisi dimana alir program memilih


beberapa kemungkinan solusi yang harus dilakukan. Pemelihan kondisi tersebut
harus dilakukan jika kondisi yang dihadapi menghasilkan nilai benar (true). Berikut
perintah dalam percabangan:
1. Statemen if
Statemen if terdiri dari sebuah ekspresi Boolean yang diikuti dengan satu
statemen atau lebih. Berikut ini bentuk untuk statemen if:

If kondisi then pernyataan

Kondisi = Pernyataan Boolean (true/false)


Jika kondisi bernilai benar (true) maka pernyataan akan
diproses, sebaliknya jika kondisi bernilai salah (false) maka
akan dijalankan pernyataan baris berikutnya.
Pernyataan = Bentuk tunggal dari perintah C atau sekumpulan perintah C
yang diapit oleh Begin dan End.

Berikut ini sintaks untuk statement if


if (kondisi/ ekspresi Boolean) {
//statemen akan dieksekusi jika kondisi/ekspresi Boolean
bernilai benar }
#include <stdio.h>
int main (){
int nilai;
printf("masukkan nilai anda: ");
scanf ("%d", &nilai);
if(nilai>60){
printf("Anda Lulus");}
return 0;}

17
2. Statemen if…else
Bentuk Umum:

If kondisi then pernyataan1


Else pernyataan2

Pada bentuk ini :


a) Pernyataan1 hanya akan dijalankan kalau kondisi bernilai benar (true)
b) Pernyataan2 hanya akan dijalankan kalau kondisi bernilai salah (false)
c) Pernyataan1 maupun pernyataan2 bisa berupa sebuah pernyataan
tunggal ataupun pernyataan majemuk(banyak).
Berikut ini sintaks untuk statement if…else

#include <stdio.h>
int main (){
int nilai;
printf("masukkan nilai anda: ");
scanf ("%d", &nilai);
if(nilai>60){
printf("Lulus"); }
else {
printf("Tidak Lulus");}
return 0;}
Outputnya: Anda Mendapat Nilai A

3. Statemen if bersarang
Struktur If tersarang (nested If) merupakan bentuk dari suatu statemen If
berada di dalam lingkungan statemen If lainnya.
Berikut ini sintaks untuk statement if bersarang

if (kondisi2)

If kondisi2 then statemen1


Else pernyaaan2;

18
4. Statemen Switch
Statemen switch memungkinan sebuah variabel diperiksa kesamaannya
dengan daftar nilai-nilai yang ada. Setiap nilai dalam daftar disebut case. Berikut
ini sintaks statement switch:
#include <stdio.h>
int main(){
printf(“Masukkan grade anda (KAPITAL) [A/B/C/D] : “);
scanf(“%c”, &grade); fflush(stdin);
switch(grade){
case ‘A’ :
printf(“Very Good! Nilai anda A”);
break;
case ‘B’ :
printf(“Good! Nilai anda B”);
break;
case ‘C’ :
printf(“Okay! Nilai anda C”);
break;
case ‘D’ :
printf(“Very Good! Nilai anda A”);
break;
default :
printf(“Kami tidak mengenali grade anda”);
break;}
getchar();
return 0;}
Jika nilai inputannya berupa karakter A maka Outputnya: Very Good! Nilai anda
A

G. Struktur kontrol perulangan dalam bahasa pemrograman

1. Struktur Kontrol Perulangan


Perulangan yang biasa disebut dengan “looping” adalah proses melakukan
tindakan yang sama secara berulang-ulang atau berkali-kali sampai batas yang
telah ditentukan. Struktur kontrol perulangan digunakan untuk mengulangi satu
atau lebih algoritma (perintah) tertentu yang dikehendaki programer guna
menyelesaikan masalah tertentu. Beberapa karakteristik struktur kontrol
perulangan adalah:
a) Mengerjakan hal yang sama berulang-ulang.
b) Jumlah perulangan bisa ditetapkan, dapat juga sesuai kondisi.

19
c) Ada kondisi awal dan kondisi akhir. Perulangan dimulai dari kondisi awal,
naik secara bertahap dan berhenti saat mencapai kondisi akhir.
d) Menaikkan dan menurunkan kondisi per- ulangan dilakukan dengan
operator increment, decrement, dan ekspresi matematika.
2. While
Beberapa karakteristik struktur While adalah sebagai berikut:
a) Dilakukan pengecekan kondisi terlebih dahulu sebelum dilakukan
perulangan. Jika kondisi yang dicek bernilai benar (true) maka perulangan
akan dilakukan. Jika kondisi yang diperiksa bernilai salah (false) maka
perulangan tidak dilakukan. Ada kemungkinan tidak dikerjakan.
b) Blok pernyataan tidak harus ada. Struktur tanpa statement akan tetap
dilakukan selama kondisi masih true.
c) Perulangan akan terus dilakukan sampai kondisi false.
Adapun bentuk umum perulangan While yang memilih lebih dari satu pernyataan
adalah sebagai berikut:

while (kondisi)
{
Pernyataan_1;
Pernyataan_n;
Pernyataan_pengaturan_kondisi;
}

Dalam pemrograman C ada empat bagian yang menjadi kunci penting di


dalam pengulangan dengan While. Keempat bagian tersebut seperti berikut.
a) Bagian pertama: bagian ini adalah bagian inisialisasi variabel yang dipakai
sebagai pencacah. Bagian ini hanya dijalankan sekali.
b) Bagian kedua: bagian ini berisi kondisi yang menentukan jumlah
pengulangan.
c) Bagian ketiga: bagian ini berisi perintah yang umumnya digunakan untuk
menampilkan hasil.
d) Bagian keempat: bagian ini berfungsi untuk menaikkan/menurunkan nilai
variabel pencacah, yang juga berperan sebagai penentu pengulangan.

20
3. Nested While
Beberapa algoritma menggunakan struktur perulangan kompleks adalah
masalah matrix yang menggunakan array 2 dimensi, masalah game board seperti
catur dan minesweeper, ataupun masalah pengolahan citra digital seperti
algoritma untuk mendeteksi tepi citra, algoritma untuk mengubah citra berwarna
menjadi grayscale, atau berbagai hal lain. Masalah yang dapat diselesaikan
menggunakan perulangan kompleks biasanya memiliki pola grid yang memiliki
lebar dan panjang. Perulangan yang dikerjakan terlebih dahulu adalah perulangan
yang berada di dalam inner loop program lengkapnya dapat dilihat pada Gambar
3.11.

Gambar 3. 11. Contoh Program Nested While


4. Do While
Biasanya Do…While digunakan untuk kasus yang memerlukan pengujian di
belakang atau paling tidak pernyataan yang berada antara Do dan While
dijalankan sekali. Beberapa karakteristik struktur Do While adalah:
a) Perulangan akan dilakukan minimal satu kali terlebih dahulu, kemudian
baru dilakukan pengecekan terhadap kondisi. Jika kondisi benar maka
perulangan masih akan tetap dilakukan.
b) Perulangan dengan Do While akan dilakukan sampai kondisi false.
Bentuk umum pernyataannya adalah sebagai berikut:

21
do
{
Pernyataan_1;
…….
Pernyataan_n;
}
while (kondisi);

Contoh perulangan dengan pernyataan Do While dapat dilihat pada Gambar 3.12.

Gambar 3. 12. Program1 Dengan Pernyataan Do While


Pernyataan pada program 1 tetap dicetak meskipun nilai i tidak memenuhi
kondisi, yaitu lebih kecil atau sama dengan 2. Hal ini terjadi karena perintah
menampilkan nilai i dikerjakan sekali dulu baru pengecekan kondisi perulangan
dilakukan. Oleh karena itu penyataan Do While dikenal dengan perulangan
dengan kondisi diakhir.
5. For
Berikut ini beberapa karakteristik dari pernyataan For:
a) Digunakan untuk perulangan yang batasnya sudah diketahui
dengan jelas, misalnya dari 1 sampai 10.
b) Memerlukan 2 buah variabel awal dan akhir perulangan, misalnya
counter_awal dan counter_akhir.
c) Nilai penghitung akan secara otomatis bertambah atau berkurang
tiap kali sebuah pengulangan dilaksanakan.

22
Ketiga ekspresi dalam For tersebut harus dipisahkan dengan titik koma (;).
Pernyataan dalam For dapat berupa pernyataan tunggal maupun jamak (lebih dari
satu). Jika pernyataannya berbentuk jamak, maka pernyataan-pernyataan
tersebut harus diletakan didalam satu blok dengan memakai tanda kurung kurawal
seperti berikut:

for (inisialisasi;kondisi;pencacah) {
pernyataan_1;
pernyataan_2;
………
Pernyataan_n;}
Berikut ini contoh perulangan dengan pernyataan For

#include <stdio.h>
int main(){
int i, n = 10;
for (i=5; i<n; i++) {
printf("%d", i);
}

H. Penggunaan array untuk menyimpan data ke memori

Larik (Array) adalah variabel kompleks yang setiap elemennya mempunyai


tipe data yang sama. Tipe data dari elemen larik dapat berupa tipe data sederhana
maupun tipe data kompleks. Setiap elemen larik mempunyai nomor indeks yang
unik dan disimpan secara berurutan di dalam memori. Penamaan larik harus
mengikuti aturan-aturan penamaan variabel. Seperti halnya variabel sederhana,
larik pun harus dideklarasikan dahulu sebelum digunakan. Deklarasi larik berisi
tipe data larik, nama larik, dan jumlah maksimum elemen yang dapat
ditampungnya. Bahasa Java tidak membatasi jumlah dimensi array yang bisa
digunakan. Hal ini semata-mata dibatasi jumlah memori komputer yang tersedia.

1. Definisi Array
Deklarasi larik berisi tipe data larik, nama larik, dan jumlah maksimum
elemen yang dapat ditampungnya. Bahasa Java tidak membatasi jumlah dimensi
array yang bisa digunakan. Hal ini semata-mata dibatasi jumlah memori komputer
yang tersedia.

23
a) Array dimensi satu Array adalah merupakan sebuah deklarasi variabel
yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe
sama dan elemen yang akan diakses hanya melalui 1 indeks.
b) Array dimensi dua Array adalah merupakan sebuah deklarasi variabel yang
digunakan untuk menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama
dan elemen yang akan diakses hanya melalui 2 indeks.
c) Array multidimensi Array adalah merupakan sebuah deklarasi variabel
yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe
sama dan elemen yang akan diakses hanya melalui banyak indeks.
Misal array bisa digambarkan sebagai sebuah almari yang didalamnya ada
beberapa laci. Almari di anggap sebagai array, sedangkan laci di anggap sebagai
indek array yang sudah dikasih nomer. Gambar di bawah di umpamakan ada dua
buah almari (array) yaitu almari A dengan delapan laci dan almari B dengan
delapan laci juga.

Gambar 3. 13. Penggambaran Sifat Array


(Program Hibah Kompetisi, 2013)

Array memiliki beberapa sifat, diantaranya:


a) Homogen: Seluruh elemen di dalam struktur array mempunyai tipe data
yang sama.

24
b) Random Access: Setiap elemen di dalam struktur array dapat dicapai
secara individual, langsung ke lokasi elemen yang diinginkan, tidak melalui
elemen pertama.
c) Indeknya terdefinisi: Dalam mengakses indek data array terdefinisi dengan
benar.
d) Data tunggal: Dalam setiap menyimpan data dalam indek array, hanya bisa
dengan data tunggal atau satu data saja.
e) Default value array: Array yang di definisikan boleh memiliki indek yang di
luar kebutuhan dan secara default terisi dengan nilai default sesuai tipe
data array.

2. Deklarasi Array
Array pada Java adalah sebuah object, maka harus dideklarasikan
menggunakan kata kunci new. Index dimulai dari 0 sampai jumlah element – 1.
Sintaks deklarasi array dimensi satu: type nama_arrray[] = new tipe[Nilai_dim];
Contoh :

int a[] = new int[10];

Gambar 3. 14. Visualisasi Array


(Program Hibah Kompetisi, 2013)

3. Cara Mengakses Array


Untuk mengakses array hanya perlu menggunakan sintaks berikut :

nama_larik[indeks_larik]

Misal untuk i=2; maka cara mengaksesnya :

A[2]
Bila elemen A[2] hendak ditampilkan di layar monitor, gunakan statemen sebagai
berikut:

25
System.out.printf(“%d”,A[2]) atau
System.out.println(A[2]);

Untuk mengakses semua data dalam array bisa menggunakan perulangan.


Berikut contoh code untuk mengakses data dalam array menggunakan
perulangan:

for (int i = 0; i < 10; i ++) {


System.out.println(A[i]);
}

4. Mengisi Data Array


Mengisi data ke elemen array dilakukan dengan menggunakan assignment
operator.
Contoh :

A[6] = 15; A[3] = 27;

Dalam contoh ini kita mengisi variable array A indek ke 6 dengan data 15, dan
mengisi indek ke 3 dengan data 27. Visualisasi array ditunjukkan pada gambar 4
dimana pelabelan indek array dalam java dimulai dari 0. Sehingga ketika array A
dideklarasikan memiliki indek 10 maka label indek tertinggi adalah 9 bukan 10
karena indek array dimulai dari indek ke 0.

Gambar 3. 15. Contoh Pengisian Data Array


(Program Hibah Kompetisi, 2013)

Statement A[2] = A[3] - A[6], menghasilkan :

Gambar 3. 16. Contoh Hasil Statement


(Program Hibah Kompetisi, 2013)

26
Untuk mengisi data dalam array bisa menggunakan perulangan. Berikut contoh
code untuk mengisi data dalam array menggunakan perulangan:

for (int i = 0; i < 10; i ++) {


A[i] = i;
}

5. Inisialisasi Array
Array dapat diinisialisasi secara eksplisit pada saat didefinisikan dan bisa
dilakukan tanpa memberikan nilai dimensinya.
Contoh:

int B[ ]={1, 2, -4, 8};

Pada contoh diatas Array B memiliki 4 elemen

Gambar 3. 17. Contoh Array Dengan Tanpa Nilai Dimensi


(Program Hibah Kompetisi, 2013)

Contoh:

int B[]={1, 2, -4, 8,0,0,0,0};

Gambar 3. 18. Contoh Array Dengan 8 Elemen


(Program Hibah Kompetisi, 2013)

H. Penggunaan fungsi

Fungsi adalah kumpulan pernyataan yang melakukan tugas tertentu.


Penggunaan fungsi dalam dua cara: (1) Anda telah membuat sebuah fungsi
bernama utama dalam setiap program yang telah ditulis; (2) Anda memiliki fungsi
library disebut seperti sqrt dan pow. Salah satu alasan menggunakan fungsi
adalah untuk memecah program ke dalam sebuah program yang lebih kecil
sehingga mudah dikelola. Setiap unit modul, diprogram sebagai fungsi terpisah.

27
Alasan lain untuk menggunakan fungsi adalah untuk fungsi menyederhanakan
program. Jika tugas tertentu dilakukan di beberapa tempat di sebuah program,
sebuah fungsi dapat ditulis sekali saja untuk melakukan tugas itu, dan kemudian
akan dijalankan kapan saja dibutuhkan. Ketika membuat sebuah fungsi, yang
harus ditulis adalah definisi. Semua definisi mempunyai bagian-bagian dibawah
ini:
1) Name: Setiap fungsi harus memiliki nama. Secara umum, peraturan yang
sama berlaku untuk nama variabel juga berlaku untuk nama fungsi.
2) Parameter list: Program modul fungsi panggilan yang dapat mengirim
data ke. Daftar parameter adalah daftar variabel yang memegang nilai
yang disampaikan ke fungsi.
3) Body: Badan fungsi adalah serangkaian pernyataan yang melaksanakan
tugas melakukan fungsi. Pernyataan ini akan ditutupi dalam satu set
braces.
4) Return type: fungsi dapat mengirim kembali ke nilai program modul yang
memanggilnya. Return type merupakan tipe data dari nilai yang dikirim
kembali.
Gambar di bawah menunjukkan definisi dari fungsi yang sederhana dengan
berbagai bagian berlabel. Perhatikan bahwa fungsi dari jenis kembali sebenarnya
tercantum pertama. Contoh program ini merupakan baris pendefinisian int main
( ) yang disebut function header.

Gambar 3. 19. Function Header


(Suprapto, 2008)

Pemanggilan fungsi fungsi dijalankan ketika dipanggil. Fungsi utama akan


dipanggil secara otomatis saat program dimulai, namun semua fungsi harus
dijalankan oleh pernyataan function call. Ketika sebuah fungsi dipanggil, program
untuk melakukan percabangan menuju dan melaksanakan semua pernyataan

28
yang ada didalam tubuh fungsi tersebut. Untuk lebih jelasnya lihat program
dibawah, yang berisi dua fungsi yaitu: Tampil pesan dan utama
Program 1.

#include <stdio.h>
#include <conio.h>

void TampilPesan() {
printf(” >>Salam Hello dari fungsi TampilPesan.\n"); }

int main() {
printf( "Hello dari program Utama.\n";
printf(-------------------------\n");
TampilPesan(); // memanggil TampilPesan
printf( "-------------------------\n");
printf("kembali ke Fungsi Utama lagi.\n");
getch();
return 0;
}

Outputnya

Hello dari program Utama.


-------------------------
>> Salam Hello dari fungsi TampilPesan.
-------------------------
kembali ke Fungsi Utama lagi.

RANGKUMAN
Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug),
dan memelihara kode yang membangun suatu program komputer. Bahasa
pemrograman terbagi atas: (1) Bahasa pemrograman C; (2) Bahasa pemograman
JAVA; (3) Bahasa pemograman PYTHON. Dalam pemrograman komputer
terdapat struktur kontrol percabangan dan perulangan. Struktur kontrol
percabangan adalah kondisi dimana alir program memilih beberapa kemungkinan
solusi yang harus dilakukan dan struktur kontrol perulangan adalah proses
melakukan tindakan yang sama secara berulang-ulang sampai batas yang telah
ditentukan. Konsep array muncul, dimana hanya butuh nama satu variabel sudah
bisa digunakan untuk mewakili akses data tak terbatas ke memori komputer yang
di berikan dalam bentuk indek.

29
Fungsi pada hakekatnya adalah pemetaan dari setiap anggota himpunan
yang disebut domain kepada anggota himpunan yang disebut kodomain. Jadi
sebuah anggota domain akan dipetakan (oleh fungsi) kepada tepat satu anggota
kodomain. Parameter pada fungsi selalu merupakan parameter masukan (anggota
himpunan domain). Jenis parameter masukan pada fungsi disebabkan oleh
kenyataan bahwa parameter pada fungsi merupakan masukan yang digunakan
oleh fungsi tersebut untuk menghasilkan nilai. Ilustrasi dibawah ini dapat
memberikan gambaran lebih jelas tentang fungsi.

30