Anda di halaman 1dari 2

Sampo didefinisikan merupakan sediaan kosmetika yang digunakan untuk membersihkan

rambut serta kulit kepala, sehingga menghasilkan rambut yang bersih, mudah diatur dan sehat.
Formulasi sampo tradisional terdiri dari surfaktan (pembersihan agen, agen pembusa dan
kondisioner) serta pengental, pelembut,agen eksekusi, pengawet, parfum dan kadang-kadang
bahan opasitas dan pewarna. (Tranggono, 2007)

Komponen sediaan shampo yang digunakan yaitu texapone EVR, SLS, bic natric, nipagin,
aquades dan NaCl. Percobaan dilakukan dengan melarutkan SLS dan bic natric ke dalam
aquades. SLS berfungsi sebagai surfaktan yang berperan menurunkan tegangan antarmuka
minyak./air dan membentuk filmmononuklear (Anief 2008). Kekurangan pemakaian surfaktan
ialah tidak membentuk busa oleh air sadah, namun hal ini dapat diatasi dengan penambahan
chelating agent , yaitu Acid citric. Selain itu Acid citric memiliki sifat sebagailarutan
penyangga(buffer) digunakan sebagai pengendali pHdalam larutan pembersih dalam rumah
tangga dan obat-obatan.

SLS dan SLES Sodium Lauryl Sulfate atau Sodium Lauryl Eter Sulphate,merupakan
surfakatan dan foaming agent (membuat sabun berbusa) yang biasa dipakai di sampo, sabun
dan lain sebagainya. Sodium lauril sulfat (SLS)merupakan surfaktan anionik yang dapat
digunakan untuk menaikkan pelarutan.Banyaknya zat pembusa bukan merupakan ukuran dari
daya cuci suatusampo, tetapi secara psikologis sampo dengan busa yang banyak
disenangikonsumen.SLS berfungsi sebagai surfaktan. Unsur kunci dari deterjen adalah
bahansurfaktan atau bahan aktif permukaan, yang beraksi dalam menjadikan air menjadi lebih
basah (wetter) dan sebagai bahan pencuci yang lebih baik.Surfaktan terkonsentrasi pada batas
permukaan antara air dengan gas (udara), padatan-padatan (debu), dan cairan-cairan yang tidak
dapat bercampur (minyak). Hal ini terjadi karena struktur ” Amphiphilic “, yang berarti bagian
yang satu dari molekul adalah suatu yang bersifat polar atau gugus ionik (sebagai
kepala)dengan afinitas yang kuat untuk air dan bagian lainnya suatu hidrokarbon (sebagaiekor)
yang tidak suka air.
Aquades berfungsi sebagai pelarut. Setelah komponen tercampur ditambahkan dengan NaCL.
NaCl bersifat isotonus yang mempengaruhi viskositas sampoo. Viskositas dari sampo
merupakan hal yang perlu diperhatikan, terutama pada sampo cair dan krim cair. Penambahan
zat ini perlu diperhatikan jumlahnya, sehingga tidak menyebabkan rambut menjadi kaku. Zat
yang biasa digunakan adalah tragakan, metilselulosa, NaCl, KCl. NaCl mudah larut dalam air,
sedikit lebih mudah larut dalam air mendidih,larut dalam gliserin, namun sukar larut dalam
etanol. Secara faramkologis berfungs sebagai tonisitas agent.
Mengaduk komponen yang tercampur secara perlahan dan konstan agar tidak timbul busa yang
melimpah. Selanjutnya ditambahkan dengan nipagin dan texapone EVR. Nipagin berfungsi
sebagai bahan pengawet yang berguna melindungi sampo darimikroba yang dapat
menyebabkan rusaknya sampo. Air berfungsi sebagai pelarutdan pencair sediaan.

Nipagin berfungsi sebagai pengawet. Zat ini digunakan untuk mencegahsampo menjadi rusak
karena pengaruh mikroba. Pengawet dalam kosmetik jugamerupakan bahan- bahan untuk
menstabilkan campuran sehingga kosmetik dapatlebih stabil baik dalam warna, bau, dan bentuk
fisik.Mekanisme kerja senyawa nipagin adalah dengan menghilangkan permebilitas membran
sehingga isi sitoplasma keluar dan menghambat sistemtransport elekrolit yang lebih efektif
terhadap kapang dan khamir dibandingkanterhadap bakteri, serta lebih efektif menghambat
bakteri Gram posistif dibandingkan dengan bakteri Gram negatif (7,8,15). Paraben terabsorbsi
dalamsaluran cerna di mana rantai esternya dihidrolisis dalam hati dan ginjalmenghasilkan
asam p-hidroksibenzoat yang diekskresi melalui urine sebagai asam p-hidroksihipurat, ester
asam glukoronat atau sulfat.

Anief M. 2008. Ilmu Meracik Obat . Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Tranggono. 2007. BukuPegangan Ilmu Pengeahuan Kosmetik. Jakarta: PT Gramedia


PustakaUtama.