Anda di halaman 1dari 7

Dokter Muda THT-KL Periode Februari – Maret 2018 1

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Clinical Science Session

Otitis Eksterna

Oleh:
Vistaria Furkano 1210312090
Aulia Fachri 1210313030
Rizki Hidayah 1310312015

Preseptor :
dr. Bestari J. Budiman, Sp. THT-KL (K)

BAGIAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK BEDAH KEPALA LEHER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
RSUP DR M. DJAMIL PADANG
2018

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. 2018


Dokter Muda THT-KL Periode Februari – Maret 2018 2
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Clinical Science Session

Otitis Eksterna
Vistaria Furkano, Aulia Fachri, Rizki Hidayah.

tertinggi ditemukan pada anak usia 7 hingga 12


Pendahuluan tahun.1
Indonesia adalah negara tropis dengan
TINJAUAN PUSTAKA
kelembaban udara yang tinggi, sehingga bisa
menyebabkan penyakit-penyakit dibidang THT-KL.
Anatomi Telinga Luar
Indonesia memiliki suhu dan kelembaban yang
Telinga luar terdiri dari aurikula (atau pinna)
memiliki kriteria faktor predisposisi terjadinya otitis
dan kanalis auditorius eksternus, dipisahkan dari
eksterna (OE) yang biasanya dipicu oleh tumbuhnya
telinga tengah oleh membrana timpani. Telinga
jamur yang merupakan penyebab awal terjadinya otitis
terletak pada kedua sisi kepala kurang lebih setinggi
eksterna. Penyakit ini sering dijumpai pada daerah-
mata. Aurikulus melekat ke sisi kepala oleh kulit dan
daerah yang panas dan lembab serta jarang pada
tersusun terutama oleh kartilago, kecuali lemak dan
iklim-iklim sejuk dan kering.1
jaringan bawah kulit pada lobus telinga. Aurikulus
membantu pengumpulan gelombang suara dan
Otitis eksterna merupakan infeksi yang terjadi
perjalanannya sepanjang kanalis auditorius
akibat bakteri yang menyebabkan radang pada telinga
eksternus.2
bagian luar. Otitis eksterna adalah radang liang telinga
akut maupun kronis disebabkan oleh bakteri dapat
Tepat di depan meatus auditorius eksternus
terlokalisir atau difus. Faktor ini penyebab timbulnya
adalah sendi temporal mandibular. Kaput mandibula
otitis eksterna dapat berupa kelembaban,
dapat dirasakan dengan meletakkan ujung jari di
penyumbatan liang telinga, trauma lokal dan alergi.
meatus auditorius eksternus ketika membuka dan
Faktor ini menyebabkan berkurangnya lapisan
menutup mulut. Kanalis auditorius eksternus
protektif yang menyebabkan edema dari epitel
panjangnya sekitar 2,5 cm. Sepertiga lateral
skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal
mempunyai kerangka kartilago dan fibrosa padat di
yang mengakibatkan bakteri masuk melalui kulit,
mana kulit terlekat. Dua pertiga medial tersusun atas
inflasi dan menimbulkan eksudat. Bakteri patogen
tulang yang dilapisi kulit tipis. Kanalis auditorius
pada otitis eksterna akut adalah pseudomonas (41 %),
eksternus berakhir pada membrana timpani. Kulit
strepokokus (22%), stafilokokus aureus (15%) dan
dalam kanal mengandung kelenjar khusus, glandula
bakteroides (11%). Istilah otitis eksterna akut meliputi
seruminosa, yang mensekresi substansi seperti lilin
adanya kondisi inflasi kulit dari liang telinga bagian
yang disebut serumen. Mekanisme pembersihan diri
luar.1
telinga mendorong sel kulit tua dan serumen ke bagian
luar tetinga. Serumen nampaknya mempunyai sifat
Setiap tahun otitis eksterna terjadi pada 4
antibakteri dan memberikan perlindungan bagi kulit.2
dari setiap 1000 orang di Amerika Serikat. Kejadian
lebih tinggi selama musim panas, mungkin karena
partisipasi dalam kegiatan air lebih tinggi. Otitis
eksterna akut maupun kronis, dan eczematous
merupakan otitis yang umum di Amerika Serikat,
namun otitis necrotizing jarang terjadi. Sebuah studi
epidemiologi tunggal di Inggris menemukan prevalensi
selama 12-bulan yang sama untuk individu yang
berusia 5-64 tahun dan prevalensinya meningkat pada
usia lebih dari 65 tahun. Secara umum di dunia
frekuensi otitis eksterna tidak diketahui, namun
insidennya meningkat di negara tropis seperti
Indonesia. Tidak ada ras ataupun jenis kelamin yang
berpengaruh terhadap angka kejadian otitis eksterna.
Umumnya, tidak ada hubungan antara perkembangan a. Aurikula/Pinna/Daun telinga
otitis eksterna dan usia. Prevalensi otitis eksterna di Menampung gelombang suara datang dari luar
Indonesia belum di ketahui pasti, namun kejadian otitis masuk ke dalam telinga. Suara yang ditangkap oleh
eksterna sering terjadi di negara tropis seperti daun telinga mengalir melalui saluran telinga ke
Indonesia. Di Indonesia otitis eksterna dapat gendang telinga. Gendang telinga adalah selaput
ditemukan pada semua kelompok usia, insiden

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. 2018


Dokter Muda THT-KL Periode Februari – Maret 2018 3
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

tipis yang dilapisi oleh kulit, yang memisahkan inflamasi kulit dan reaksi alergi dapat menyebabkan
telinga tengah dengan telinga luar.2 otitis eksterna non-infeksi yang dapat menjadi kronis.6

b. Meatus Akustikus Eksterna/External Auditory Canal Faktor predisposisi otitis eksterna dapat
(Liang Telinga) dilihat pada tabel 1. Salah satu faktor yang sering
Saluran penghubung aurikula dengan membrane berpengaruh adalah berenang. Selain itu, pasien
timpani panjangnya ±2,5 cm yang terdiri tulang dengan kelainan kulit seperti eksema dan seborea,
rawan dan tulang keras, saluran ini mengandung riwayat trauma akibat pemakaian cutton bud,
rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat, penggunaan headset sering menyebabkan otitis
khususnya menghasilkan secret – secret berbentuk eksterna.6
serum. Kulit dalam kanal mengandung kelenjar
khusus, glandula seruminosa, yang mensekresi Tabel 1. Faktor Predisposisi Otitis Eksterna6
substansi seperti lilin yang disebut serumen.
Mekanisme pembersihan diri telinga mendorong sel
kulit tua dan serumen ke bagian luar tetinga.
Serumen nampaknya mempunyai sifat antibakteri
dan memberikan perlindungan bagi kulit. MAE ini
juga berfungsi sebagai buffer terhadap perubahan
kelembaban dan temperature yang dapat
mengganggu elastisitas membrane timpani. Fungsi
dari daun telinga dan liang telinga adalah
mengumpulkan bunyi yang berasal dari sumber
bunyi.2
4.Patofisiologi
Otitis Eksterna Faktor predisposisi mulai menyebabkan otitis
1. Definisi eksterna jika terjadi kehilangan proteksi oleh barier
Otitis eksterna merupakan infeksi yang terjadi serumen, kerusakan epitel, inokulasi bakteri, dan
akibat bakteri yang menyebabkan radang pada telinga peningkatan pH pada liang telinga. Normalnya, liang
bagian luar. Otitis eksterna adalah radang liang telinga telinga bersifat asam atau basa. Bila terjadi
akut maupun kronis disebabkan oleh bakteri dapat peningkatan pH menjadi basa, proteksi terhadap
terlokalisir atau difus. Faktor ini penyebab timbulnya infeksi menjadi berkurang.4,6
otitis eksterna dapat berupa kelembaban,
penyumbatan liang telinga, trauma lokal dan alergi. Umumnya, otitis eksterna akut diawali oleh
Faktor ini menyebabkan berkurangnya lapisan kebiasaan memasukkan cutton bud maupun jari
protektif yang menyebabkan edema dari epitel tangan ke liang telinga. Hal ini menyebabkan serumen
skuamosa. Keadaan ini menimbulkan trauma lokal terdorong ke medial liang telinga sehingga
yang mengakibatkan bakteri masuk melalui kulit, menyediakan media yang baik bagi bakteri untuk
inflasi dan menimbulkan eksudat.1 berproliferasi. Selain itu, kebiasaan menggaruk
dan memasukkan instrumen ke liang telinga
2. Epidemiologi menyebabkan kerusakan pada epitel liang telinga
Otitis eksterna akut mengenai 4 dari 1000 yang mempermudah inokulasi bakteri. Kemudian
orang/ tahun dan yang kronik menyumbang 3 – 5% terjadi peradangan di liang telinga sehingga muncul
dari total populasi di Amerika Serikat. Sebanyak 90% rasa nyeri akibat penekanan pada periosteum. Pada
kasus ditemukan bahwa bakteri sebagai penyebab pasien yang tidak mendapatkan terapi yang adekuat,
dan sisanya disebabkan oleh jamur. Sembilan puluh dapat berlanjut pada otitis eksterna subakut dan
persen hanya mengenai satu telinga. Insidensi kronis.5,6
meningkat pada usia 7 – 12 tahun dan menurun pada
Perjalanan klinis otitis eksterna dapat dibagi
usia 50 tahun. Otitis ekterna dikaitkan dengan
menjadi 3 fase; 1) preinflamasi; 2) inflamasi akut yang
kelembaban, kebiasaan berenang, iklim tropis,
terdiri atas derajat ringan, sedang dan berat; 3)
trauma lokal, dan pemakaian alat bantu dengar.3
inflamasi kronik.6
3. Etiologi dan Faktor Risiko Fase preinflamasi bermula ketika stratum
Di Amerika Selatan, 98% kasus otitis korneum menjadi udem dan kehilangan membran lipid
eksterna akut disebabkan oleh bakteri.4 Bakteri yang di liang telinga. Keadaan ini mengakibatkan
paling umum ditemukan adalah Pseudomonas penyumbatan unit apopilosebasea. Obstruksi berlanjut
aeruginosa dan Stafilokokus aureus. Jamur patogen dan muncul rasa gatal dan penuh di telinga.
penyebab otomikosis yang paling sering adalah Kerusakan membran epitel memberiksan akses
aspergillus dan candida.2Otomikosis lebih sering bakteri untuk menginvasi. Jika berlanjut, terjadi fase
terjadi di daerah tropis dan subtropis dan pada pasien infalamasi akut yang ditandai dengan rasa nyeri hebat.
yang sering menggunakan antibiotik. Kelainan Pada derajat ringan, kulit liang telinga tampak sedikit

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. 2018


Dokter Muda THT-KL Periode Februari – Maret 2018 4
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

eritem dan udem minimal. Sekret yang sedikit dapat


terlihat di liang telinga. Pada derajat sedang, liang
telinga tampak lebih udem dan lebih banyak sekret.
Pada derajat berat, eksudat dapat bersifat purulen dan
udem semakin meningkat serta sering disertai dengan
pembesaran kelenjar limfe di leher.5

Fase inflamasi kronis terjadi jika pengobatan


tidak adekuat. Nyeri yang dirasakan pasien lebih
ringan dan rasa gatal lebih dominan. Kulit liang telinga
dapat menebal. Aurikula dan konka sering
memperlihatkan perubahan sekunder seperti
eksematisasi, likenifikasi, dan ulserasi superfisial.4,5
Gambar 3. Otitis Eksterna Difus derajat Sedang5
5.Gejala Klinis
1. Otitis Eksterna Sirkumkripta (Furunkel) 3. Otomikosis
Kulit di sepertiga luar liang telinga banyak Infeksi jamur di liang telinga biasanya
mengandung adneksa kulit (folikel rambut, kelenjar disebabkan oleh kelembaban yang tinggi di daerah
sebasea, dan kelenjar serumen). Di tempat ini tersebut. Penyebab tersering adalah pityrosporum
sering terjadi infeksi pada pilosebaseus sehingga dan aspergilus. Kadang kadang ditemukan juga
membentuk furunkel, Biasanya disebabkan oleh Kandida albikans atau jamur lainnya. Pityrosporum
Staphylococcus aureus atau Staphylococcus dapat membentuk sisik yang menyerupai ketombe
albus.4 dan merupakan faktor predisposisi otitis eksterna
Gejalanya ialah rasa nyeri yang hebat. Hal ini bakterialis.Gejala yang timbul biasanya rasa gatal
disebabkan liang telinga tidak memiliki jaringan dan rasa penuh di telinga, namun juga tidak jarang
longgar di bawahnya. Sehingga nyeri timbul akibat tanpa keluhan.4,6
penekanan pada perikondrium. Rasa nyeri juga
dapat timbul saat membuka mulut (sendi
temporomandibula). Bila furunkel besar, dapat
menyumbat telinga dan menyebabkan gangguan
pendengaran.4,5
2. Otitis Eksterna Difus
Biasanya otitis eksterna difus mengenai kulit
liang telinga duapertiga dalam. Kuman paling
sering adalah Pseudomonas aeruginosa. Otitis
eksterna difus dapat juga terjadi sekunder pada
otitis media supuratif kronis. Gejalanya adalah
nyeri tekan tragus, liang telinga sangat sempit,
terdapat sekret yang berbau.4,5

Gambar 4. Otomikosis kandida6

Gambar 2. Otitis Eksterna Difus derajat Ringan5

Gambar 5. Otomikosis aspergillus6

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. 2018


Dokter Muda THT-KL Periode Februari – Maret 2018 5
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

4. Herpes Zoster Otikus Pemeriksaan laboratorium sebenarnya tidak


Herpes zoster otikus adalah penyakit yang dibutuhkan. Pemeriksaan gram dan kultur discharge
disebabkan oleh virus varicela zoster. Virus ini berguna jika terdapat pada pasien
menyerang satu atau lebih dermatom saraf kranial. immunocompromised, pengobatan yang tidak efektif
Otitis zoster otikus ini dapat mengenai saraf atau dicurigai penyebabnya adalah jamur.
trigeminus, ganglion genikulatum, dan radiks Pemeriksaan gula darah mungkin berguna untuk otitis
servikalis bagian atas. Keadaan ini disebut juga eksterna pada pasien dewasa mengevaluasi diabetes.
Sindrom Ramsay Hunt. Keadaan ini ditandai Pemeriksaan radiologi tidak dibutuhkan pada sebagian
dengan lesi kulit yang vesikuler pada kulit didaerah besar kasus otitis eksterna. Pemeriksaan ini berguna
muka sekitar liang telinga, otalgia, dan terkadang jika dicurigai adanya otitis eksterna maligna.9
paralisis otot wajah. Pada keadaan berat ditandai
dengan gangguan pendengaran berupa tuli sensori Untuk membedakan otorea dari masing-
neural.4 masing penyakit dapat dilihat pada tabel 2.
5. Otitis Eksterna Kronis
Infeksi bakteri maupun jamur yang tidak di Tabel 2. Perbedaan otorea pada masing-masing penyakit10
obati dengan baik, iritasi kulit akibat cairan otitis
media, trauma berulang, benda asing, penggunaan
alat bantu dengar dapat menyebabkan otitis
eksterna kronis. Akibatnya, dapat terjadi stenosis
atau penyempitan liang telinga karena
terbentuknya jaringan parut (sikatriks).4
6. Otitis Eksterna Maligna
Otitis eksterna maligna adalah infeksi difus di
liang telinga luar dan struktur di sekitarnya.
Peradangan terjadi meluas secara progresif ke
lapisan subkutis, tulang rawan dan tulang
sekitarnya, sehingga timbul kondritis, osteitis, dan
osteomielitis yang dapat menghancurkan tulang
temporal. Gejalanya ditandai dengan rasa gatal di
liang telinga yang diikuti nyeri, sekret yang banyak,
pembengkakan di liang telinga,disertai demam
tinggi. Rasa nyeri akan semakin hebat dan liang 7. Diagnosis Banding
telinga tertutup oleh jaringan granulasi. Saraf fasial a. Trauma pada kanal
dapat terkena sehingga menimbulkan paresis atau b. Otitis media akut
paralisis fasial.4 c. Dermatitis atopi
d. Ramsay hunt syndrom
6.Diagnosis
Diagnosis dilakukan dengan melakukan 8. Penatalaksanaan
anamnesis, pemeriksaan status generalis dan status Prinsip-prinsip penatalaksanaan yang dapat
lokalis telinga, serta pemeriksaan penunjang jika diterapkan pada semua tipe otitis eksterna antara
dibutuhkan.7 lain:8
Anamnesis dan pemeriksaan lokalis7,8 1. Mernbersihkan liang telinga dengan pengisap atau
a. Onset gejala biasanya cepat, umunya terjadi dalam kapas dengan berhati-hati.
48 jam 2. Penilaian terhadap sekret, edema dinding kanalis,
b. Gejala yang paling sering berupa nyeri telinga, dan membran timpani
terdapat sekret, dan hilangnya pendengaran. Pada 3. Pemilihan pengobatan lokal
otomikosis keluhan gatal merupakan yang paling
sering dikeluhkan dibandingkan keluhan nyeri pada Pengobatan utama otitis externa berupa
telinga penanganan nyeri, pengangkatan debris dari kanalis
c. Pada pemeriksaan, biasanya pada pasien auditorial eksternal (EAC), pemberian obat topikal
didapatkan gangguan pendengaran akibat dari untuk mengendalikan edema dan infeksi, dan
pembengkakkan dan penyempitan kanalis auditori menghindari faktor pencetus.9
eksternal
d. Nyeri tekan pada tragus atau nyeri tarik aurikula Sebagian besar kasus dapat diobati dengan
merupakan ciri khas pada otitis eksterna obat golongan analgetik dan obat topikal. Biasanya
e. Pada pemeriksaan otoscopy, terdapat edema dan obat yang digunakan adalah asam asetat tetes, yang
eritema pada kanalis auditori eksternal. Bisa juga mengubah pH kanal telinga; antibiotik topikal, yang
Terdapat debris, sekret, atau maserasi. Membran mengendalikan pertumbuhan bakteri; dan preparat
timpani dapat utuh atau dapat juga tampak eritem anti jamur. Pada kasus yang lebih berat, terapi
f. Mungkin ada adenopati regionalyang nyeri tekan

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. 2018


Dokter Muda THT-KL Periode Februari – Maret 2018 6
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

antibiotik oral atau intravena (IV) dan analgesik mungkin harus ditangani dengan agen
golongan narkotik mungkin diperlukan.9 antijamur topikal, seperti klotrimazol 1%.9
b. Analgetik
1. Pengangkatan debris Pengendalian rasa nyeri sangat penting
Pengangkatan debris dari saluran telinga kualitas hidup pasien. OE bisa sangat
meningkatkan efektivitas pengobatan topikal. Irigasi menyakitkan, dan pasien akan sering meminta
dengan campuran peroksida dan air hangat mungkin analgesik.. Obat antiinflamasi nonsteroid
berguna untuk menghilangkan debris dari kanal, tapi (OAINS) dapat mengurangi peradangan dan
hanya jika membran timpani utuh. Setiap air yang iritasi dan dapat dikombinasikan dengan opiat
dimasukkan harus dikeluarkan kembali agar tidak untuk memperbaiki gejala nyeri. Asetaminofen
memperberat kondisi.9 dapat diberikan kepada pasien. Dalam
beberapa kasus, analgesik sistemik sangat
2. Farmakoterapi membantu sebelum pembersihan telinga.9
Sebelum pengobatan antibiotik c. Antibiotik Oral atau intravena
direkomendasikan untuk OE, astringen dan larutan Kebanyakan pasien otitis eksterna tidak
asam asetat biasanya digunakan untuk mengobati memerlukan obat oral. Antibiotik oral umumnya
kondisi ini. Pengobatan ini bisa mengakibatkan rasa disediakan untuk pasien imunosupresi,
sakit yang dapat menimbulkan inflamasi saluran diabetes, adenopati, atau infeksi yang meluas
telinga dan umumnya tidak digunakan saat ini.9 di luar saluran telinga. Antibiotik oral dapat
Saat ini banyak pengobatan yang diberikan diberikan pada pasien dengan selulitis kulit
berupa antibiotik topikal. Kombinasi antibiotik dan wajah atau leher atau pada pasien dengan
steroid terbukti berhasil dalam mengobati otitis edema berat saluran telinga yang penetrasi
eksterna, dengan tingkat penyembuhan 87-97%. Agen topikalnya terbatas. Antibiotik IV digunakan
lain yang digunakan adalah analgesik untuk pada individu dengan OE maligna; atau tidak
menghilangkan nyeri, dalam beberapa kasus, respon terhadap antibiotik topikal dan oral.9
antipruritus atau antihistamin.9
3. Debridemant atau Drainage
a. Obat topikal Debridemen saluran telinga biasanya
Sebagian besar kasus OE akut berespon dilakukan untuk OE nekrosis atau untuk komplikasi OE
baik terhadap pengobatan topikal. Antibiotik (misalnya stenosis kanalis eksterna). Tindakan ini
topikal, dengan atau tanpa kortikosteroid sering dilakukan pada kasus OE yang lebih berat.
(diberikan untuk mengurangi peradangan), Terkadang terbentuk abses di saluran telinga yang
merupakan terapi utama. Larutan asam biasanya terjadi pada kasus OE yang disebabkan oleh
(diberikan untuk mengubah pH dan S.aureus. Pengobatan abses sering dilakukan dengan
menghambat pertumbuhan mikroorganisme) prosedur drainase.9
dapat digunakan dalam kasus ringan atau
kasus dengan infeksi jamur. Antijamur dapat Berikut tatalaksana otitis eksterna berdasarkan
digunakan jika diperlukan.9 klasifikasi :
Penggunaan aminoglikosida topikal
mungkin berhubungan dengan adanya a. Otitis eksterna sirkumskripta
perforasi atau ventilasi tuba yang dapat Terapi untuk otitis eksterna sirkumskripta
menimbulkan masalah. Bagaimanapun juga tergantung pada keadaan furunkel. Bila sudah
pengunaan ini masih kontroversial, banyak ahli menjadi abses, diaspirasi secara steril untuk
otolaringologi berpendapat bahwa mengeluarkan nanahnya. Lokal diberikan antibiotic
aminoglikosida topikal mungkin bersifat ototoxic dalam bentuk salep, seperti polymyxin B atau
jika masuk ke telinga tengah. Dalam situasi ini, bacitracin, atau antiseptik (asam asetat 2-5%
dapat digunakan alternatif berupa preparat dalam alkohol. Kalau dinding furunkelnya tebal,
topikal nonotoksik (misalnya fluoroquinolone, dilakukan insisi, kemudian dipasang salir (drain)
dengan atau tanpa steroid) mungkin lebih untuk mengalirkan nanahnya. Biasanya tidak
aman.9 diperlukan pemberian antibiotik secara sistemik,
Fluoroquinolon tidak berhubungan dengan hanya diberikan obat simtomatik seperti analgetik
ototoxicity, dan ofloxacin aman digunakan pada dan obat penenang.11
kasus perforasi membran timpani. Dalam suatu
review literatur disimpulkan bahwa OE dapat b. Otitis eksterna difus
diobati dengan aman menggunakan Langkah pertama yang terpenting untuk
ciprofloxacin 0,3% dan dexamethasone 0,1% terapi otitis eksterna difusa berupa pembersihan
dan dengan penambahan dexamethasone secara cermat semua debris dan nanah di dalam
meningkatkan tingkat keberhasilan liang telinga, yang mudah dilakukan dengan
pengobatan. Pada Infeksi jamur ringan menggunakan ujung penghisap yang kecil.
biasanya dapat diobati dengan larutan asam Kemudian liang telinga dimasukkan tampon yang
asetat, sedangkan kasus yang lebih parah

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. 2018


Dokter Muda THT-KL Periode Februari – Maret 2018 7
Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

mengandung antibiotik. Kadang-kadang diperlukan 8. Adam GL, Boies LR, Higler PA. Penyakit telinga
antibiotik sistemik.11 luar. Wijaya C, alih bahasa. Effendi H, Santoso K,
editor. Dalam Buku Ajar Ilmu Panyakit THT. Edisi
6. Jakarta: EGC. 2013.78-81.
c. Otomikosis
9. Waitzman AA. Otitis externa treatment and
Pengobatannya dengan membersihkan liang management. Updated 2017. Cited on February
teling. Larutan asam asetat 2% dalam alkohol, 2018. Available from
larutan iodium povidon 5% atau tetes telinga yang https://emedicine.medscape.com/article/994550 .
mengandung campuran antibiotik dan 10. Sander R. Otitis externa : a practical guide to
kortikosteroid yang diteteskan ke liang telinga treatment and prevention. Am Fam Physician.
biasanya dapat menyembuhka. Kadang-kadang 2001;63(5):927-937.
11. Hafil AF, Sosialisman, Helmi. Kelainan telinga luar.
diperlukan juga obat anti jamur yang diberikan
Soepardi AS, Iskandar N, Bshiruddin J, Restuti RD,
secara topikal yang mengandung nistatin, editor. Dalam Buku ajar ilmu kesehatan telinga,
klotrimazol.11 hidung, tenggorok, kepala & leher. Edisi 7. FKUI.
Jakarta: 2012;53-56
d. Otitis eksterna maligna 12. Koch KS. Managing otitis externa. Afr Pharm J.
Pada kasus yang otitis ekterna maligna 2012;79(8):17-22
pasien harus dirawat di rumah sakit untuk
mendapatkan terapi antibiotik IV. Pengobatan yang
diberikan tergantung pada organisme yang
didapatkan, yang ditentukan dengan cara
pewarnaan Gram dari area yang terkena.9,11

9. Prognosis
Sebagian besar kasus, pasien mulai
membaik dalam waktu 48 sampai 72 jam, dengan
sembuh total dalam waktu 7 sampai 10 hari. Namun,
jika tidak diterapi segera otitis eksterna bisa
menyebabkan selulitis periaurikula. Pada pasien usia
lanjut usia atau imunocompromise bisa terjadi
penyebaran infeksi ke kulit bahkan ke tulang disekitar
telinga.7,12

DAFTAR PUSTAKA

1. Aryanugraha PT, Setawan EP. Kejadian otitis


eksterna pada masyarakat penebel tabanan dan
yangapi bangli yang berkunjung ke bakti sosial staf
medis fungsional telinga hidung tenggorokan
fakultas kedokteran universitas udayana - rumah
sakit umum pusat sanglah pada tahun 2012.
Denpasar. Multidisciplinary Journal of Science and
Medical Research. 2016;5(1): 60-63.
2. Setiadi. Anatomi dan Fisiologi Manusia.
Yogyakarta: Graha Ilmu. 2007.
3. Osguthorpe JD, Nielsen DR.Otitis Externa: Review
and Clinical Update. American Family Physician
Journal; 2006:74(9)
4. Hafil AF, Sosialisman, Helmi. Kelainan Telinga
Luar. Dalam: Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga
Hidung Tenggorok Kepala dan Leher, Ed 7.
Jakarta, BalaiPenerbit FK UI. 2012.hlm.53.
5. Linstrom CJ & Lucente FE. Chapter 146; Disease
of the External Ear. Dalam: Baily BJ, Johnson JT,
Rosen CA, editor. Head and Neck Surgery–
Otolaryngology, Ed 5. Philadelphia: Lippincott
Williams & Wilkins. 2014.
6. Schaefer P & Baugh RF. Acute Otitis Externa: An
Update. University of Toledo College of Medicine:
Ohio.2012.
7. Gore J. Otitis externa. Journal of the American
Academy of Physician Assistants. 2018; 31(2) :47-
48

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. 2018