Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KEGIATAN INTERNSHIP

F.3 Asi ekslusif

OLEH :
dr. Arief kamil

Pendamping:
dr. Kulmant Z A

Wahana :
Puskesmas Mekarmukti
Periode September 2017 – Januari 2018
ASI

A. Pendahuluan

ASI adalah emulsi lemak dalam larutan protein, lactose dan garam-garam organis yang
disekresi oleh kedua buah kelenjar payudara ibu, sebagai makanan utama ASI. ASI eksklusif
adalah air susu ibu yang diberikan kepada bayi sebagai bahan makanan pokok. ASI ekslusif
diberikan pada bayi sejak umur 0 – 6 bulan hanya diberikan ASI saja tanpa makanan tambahan
lainnya termasuk susu formula, air gula, madu, air putih atau makanan tambahan apapun.
ASI mengandung berbagai macam zat antibodi yang berasal dari ibu, memberi
perlindungan terhadap berbagai sumber penularan penyakit bagi bayi. Bayi yang minum ASI
dibanding dengan bayi yang minum susu bubuk buatan, lebih jarang terjangkit bermacam penyakit
akut maupun kronis. ASI juga bisa mengikuti pertumbuhan bayi dengan otomatis merubah
komposisinya, untuk menyesuaikan kebutuhan setiap tahap masa pertumbuhan bayi. ASI tidak
mengandung jenis protein dari benda lainnya, bisa mengurangi kemungkinan yang mengakibatkan
bayi terkena alergi. ASI mengandung komposisi gizi yang sangat dibutuhkan oleh pertumbuhan
otak bayi, uji klinis telah membuktikan bahwa bayi yang dibesarkan dengan ASI, IQ-nya
(Intellegencia Quotient) lebih tinggi. Melalui proses menyusui, pendekatan intim antara bayi dan
ibu, lebih mudah menumbuhkan EQ bayi dalam kepercayaan diri sendiri maupun orang lain.
Pemberian ASI secara eksklusif dapat mempercepat penurunan angka kematian bayi dan
sekaligus meningkatkan status gizi balita yang pada akhirnya akan meningkatkan status gizi
masyarakat menuju tercapainya kualitas sumber daya manusia yang memadai. Oleh karena itu,
perlu dilakukan penyuluhan kepada pasien, keluarga dan masyarakat, terutama ibu yang
mempunyai balita tentang pengertian ASI, manfaat ASI, prinsip pemberian ASI, dan komposisi
ASI.
B. Keunggulan ASI
A. Mengandung semua zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan
perkembangan kecerdasan bayi
B. ASI mengandung zat penolak (antibody) yang dapat melindung bayi dari berbagai
penyakit infeksi
C. Aman dan dapat diberikan langsung
D. Tidak menimbulkan alergi bagi bayi
E. Sebagai perantara hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi
F. Membantu pertumbuhan gizi lebih baik
G. Kemungkinan tersedak kecil karena bentuk payudara yang sedemikian rupa
H. Ekonomis, praktis (dapat diberikan kapan saja dan dimana saja)
I. Tidak akan pernah basi (mempunyai suhu yang tepat).
J. Mudah dicerna oleh bayi (tidak memberatkan fungsi saluran cerna dan ginjal)

C. Manfaat ASI
1. Bagi bayi
• Membantu bayi memulai kehidupannya dengan baik.
• Kolostrum/susu jolong/susu pertama mengandung antibodi yang kuat untuk
mencegah infeksi
• ASI mudah dicerna oleh bayi
• Kalori dari ASI memenuhi kebutuhan bayi sampai usia enam bulan
• komposisi sesuai kebutuhan bayi
• perkembangan psikomotorik bayi lebih cepat
• menunjang perkembangan penglihatan
• memperkuat ikatan bathin antara ibu dan anak
2. Bagi Ibu
• Pemberian ASI selama beberapa hari pertama membuat rahim berkontraksi dan
cepat memperlambat perdarahan.
• Mempercepat penurunan berat badan
• Ibu menyusui yang haidnya belum muncul kecil kemungkinan untuk hamil kembali
(menunda kesuburan)
• Penting bagi ibu untuk mencurahkan kasih sayangnya kepada bayi
• Mengurangi kemungkinan kanker payudara dan ovarium
• Mencegah anemia defisiensi zat besi
3. Bagi keluarga
• Mudah dalam proses pemberiannya (tidak perlu persiapan khusus)
• Mengurangi biaya rumah tangga
• Bayi yang mendapat ASI jarang sakit, sehingga dapat menghemat biaya untuk
berobat
4. Bagi Negara
• Penghematan untuk subsidi anak sakit dan pemakaian obat-obatan
• Penghematan devisa dalam hal pembelian susu formula dan perlengkapan menyusui
• ASI selalu bersih dan bebas hama yang menyebabkan infeksi.
• Mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas

D. Evaluasi
Telah dilakukan kegiatan penyuluhan Asi di Puskesmas Mekarmukti. Banyak faktor yang
dapat menyebabkan asi ekskslusif tidak diberikan khususnya bagi ibu-ibu di Indonesia. Berikut ini
adalah faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif cakupan
pemberian ASI eksklusif:
1. Kurangnya pengetahuan mengenai ASI eksklusif
Faktor kurangnya pengetahuan mengenai ASI eksklusif ini merupakan faktor
utama rendahnya cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Ge’tengan. Banyak ibu-ibu yang
tidak memberikan ASI eksklusif karena menganggap ASI mereka tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan bayi, sehingga mereka menambahkan susu formula.
2. Mengutamakan Pekerjaan
Bagi ibu-ibu yang berkerja diluar rumah, seringkali tidak menyediakan cadangan
ASI untuk bayi mereka di rumah. Mereka yang membawa bayi mereka ikut bekerja juga
enggan untuk memberi ASI di tempat kerja karena merasa repot dan malu.
3. Media Informasi yang Menyesatkan
Banyak sekali iklan yang menyesatkan bahwa susu formula dengan merk tertentu
lebih baik dibandingkan ASI.
4. Estetika
Banyak ibu-ibu tidak memberika ASI karena mereka takut pemberian ASI akan
merusak bentuk payudara mereka.
E. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Dibutuhkan peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Mekarmukti.
Kurangnya pengetahuan mengenai ASI eksklusif adalah faktor utama kurangnya pemberian ASI
eksklusif. Anggapan bahwa tingkat sosioekonomi tergambarkan dari merk susu formula, media
informasi yang menyesatkan, mengutamakan pekerjaan, dan estetika juga menjadi faktor-faktor
yang menyebabkan kurangnya bayi-bayi yang mendapatkan ASI eksklusif

Saran
Perlu peningkatan penyuluhan kesehatan secara umum khususnya tentang ASI dan
menyusui kepada masyarakat, khususnya kepada ibu hamil tentang gizi dan perawatan payudara
selama masa kehamilan, sehingga produksi ASI cukup.
Perlu dilakukan pembekalan terhadap kader dan tenaga kesehatan agar pengetahuna
mengenai ASI eksklusif tersampaikan secara tepat.
Perlu dilakuka upaya promosi kesehatan agar pemberian ASI eksklusif lebih di perhatikan,
contohnya seperti memasang poster-poster di tempat-tempat umum dan mengadakan lomba bayi
sehat.

Cikarang, 13 januari 2018


Peserta Internship, Pendamping,

dr. Arief kamil dr. Kulmant Z A