Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

SISTEM KOMUNIKASI SATELIT

“DATA INTERFACE PROTOCOL G. 703”

Oleh:
JTD-3B
KELOMPOK 3

Handy Trias Permana (13)

Ilmi Difna Yurinda Rochma (14)

Larissa Amalia Kristanti (15)

M Hasan Fuadi (16)

M Ishomyl Fathir Ashoh (17)

Naufal Zulfi Ulinnuha (18)

PROGRAM STUDI JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2017

1
Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk
itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah Data Interface Protocol G.703
dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Malang, 12 Desember 2017

Penyusun

2
Daftar Isi
Kata Pengantar.........................................................................................................2
A. Spesifikasi G.703..............................................................................................4
B. Karakteristik / Protocol.....................................................................................5
C. Keuntungan dan Kelemahan.............................................................................8
D. Pin, Cable dan Connector layout......................................................................8
E. Aplikasi Interface............................................................................................12
Kasimpulan............................................................................................................14

3
A. Spesifikasi G.703
G.703 adalah standar CCITT untuk mentransmisikan voice over
digital carriers seperti T1 dan E1. G.703 memberikan spesifikasi modulasi
kode pulsa (PCM) pada kecepatan data dari 64 Kbps menjadi 2.048 Mbps.
Layanan G.703 biasanya digunakan untuk menghubungkan peralatan
komunikasi data seperti jembatan, router, dan multiplexer. G.703 diangkut
lebih seimbang (120 ohm twisted pair) atau kabel belokan kurang dari 75
ohm. Apakah G.703 seimbang atau tidak seimbang tergantung pada lokasi
geografis dan operator yang memasok layanan ini. Layanan seimbang
adalah yang paling umum di seluruh dunia kecuali Inggris dan Belanda.
Namun, standar Open Network Provision yang baru dari EEC
mengharuskan layanan seimbang tersedia di seluruh Eropa.
Pada kecepatan data 64 kbps di atas kawat seimbang, ada tiga cara
penularan: koordinat, directional pusat, dan kontra-directional. Co-
directional menggunakan empat kabel twisted, dua untuk mentransmisikan
dan dua untuk menerima. Data dan waktu dikirim ke arah yang sama
dengan kabel yang sama. Terarah tengah jarang digunakan. Di sini sinyal
jam dipasok pada kabel yang berbeda dari jam terpusat seperti jam atom.
Central directional dapat menggunakan enam atau delapan kabel untuk
mengirim sinyal clock ke dua arah atau dalam arah yang terpisah. Versi
enam kawat menggunakan dua untuk sinyal clock dan empat untuk sinyal
data, dan versi delapan kawat menggunakan empat untuk sinyal clock dan
empat lainnya untuk data. Kontra-directional adalah versi delapan kawat
yang menggunakan dua kabel masing-masing untuk mentransmisikan dan
menerima dan dua pasang sinyal jam. (Sinyal jam berasal dari Data
Communications Equipment (DCE) dan dikirim ke Data Terminal
Equipment (DTE).)

4
B. Karakteristik dan Protocol
a) Karakteristik electrical dari interface codirectional 64 kbit/s
 Karakteristik umum:
- Nominal bit rate: 64 kbit / s.
- Akurasi bit rate: ± 100 ppm (± 6,4 bit / s) atau lebih baik.
- 64 kHz dan 8 kHz sinyal waktu ditransmisikan dengan cara codirectional
dengan sinyal informasi.
- Satu pair balance untuk setiap arah transmisi; penggunaan transformator
dianjurkan.
 Aturan konversi kode:
a. Langkah 1 - Sebuah periode bit 64 kbit/ s dibagi menjadi empat
interval satuan.
b. Langkah 2 - Sebuah satu biner dikodekan sebagai blok empat bit
berikut: 1 1 0 0
c. Langkah 3 - Sebuah nol biner dikodekan sebagai blok empat bit
berikut: 1 0 1 0
d. Langkah 4 - Sinyal biner diubah menjadi sinyal tiga tingkat dengan
bergantian polaritas blok berturut-turut.
e.Langkah 5 - Pergantian dalam polaritas dari blok dilanggar setiap blok.
Blok pelanggaran menandai bit terakhir dalam oktet.
Aturan konversi ini diilustrasikan dalam gambar berikut.

Gambar Ilustrasi aturan konversi

5
b) Karakteristik electrical dari interface Centralized Clock 64 kbit/s
 Karakteristik umum:
- Nominal bit rate: 64 kbit/ s. Toleransi ditentukan oleh stabilitas network
clock (lihat [ITU-T G.811]).
- Untuk setiap arah transmisi, harus ada satu pair simetris membawa sinyal
data.
- Selain itu, harus ada pair simetris membawa sinyal waktu komposit (64
kHz
dan 8 kHz) dari sumber jam pusat untuk peralatan terminal kantor.
- Penggunaan transformator adalah direkomendasikan.
- Persyaratan perlindungan tegangan: merujuk pada [ITU-T K.20].
 Aturan konversi kode:
Sinyal data dikodekan dalam kode AMI dengan rasio kewajiban 100%.
Sinyal waktu komposit menyampaikan 64 kHz sedikit informasi-waktu
menggunakan kode AMI dengan rasio kewajiban 50% sampai 70% dan 8
kHz Informasi oktet-fase dengan memperkenalkan aturan pelanggaran
kode. Struktur sinyal dan hubungan fase nominal ditunjukkan pada
Gambar berikut.

Struktur Signal dari interface centralized clock 64-kbit / s di terminal output

Aliran data pada port output harus diberi batas waktu oleh tepi
terkemuka pulsa waktu dan deteksi otomatis di terminal masukan harus
diberi batas waktu oleh tepi trailing setiap waktu pulsa.

6
c) Karakteristik electrical dari interface contradirectional 64 kbit /s
 Karakteristik umum:
- Nominal bit rate: 64 kbit / s.
- Akurasi bit rate: ± 100 ppm (± 6,4 bit / s) atau lebih baik.
- Untuk setiap arah transmisi harus ada dua pair simetris dari kawat, satu
pair membawa sinyal data dan yang lainnya membawa sinyal waktu
komposit (64 kHz dan 8 kHz).
- Penggunaan transformator dianjurkan. Jika ada persyaratan nasional untuk
memberikan sinyal alarm terpisah di seluruh antarmuka, ini bisa menjadi
dilakukan dengan memotong 8 kHz sinyal waktu untuk arah transmisi
yang bersangkutan, yaitu, dengan menghambat kode pelanggaran
diperkenalkan pada sinyal waktu komposit yang sesuai (lihat di bawah).
 Aturan konversi kode:
Sinyal data dikodekan dalam kode AMI dengan rasio kewajiban
100%. Sinyal waktu komposit menyampaikan 64 kHz sedikit informasi-
waktu menggunakan kode AMI dengan rasio kewajiban 50% dan 8 kHz
oktet-fase informasi dengan memperkenalkan pelanggaran aturan kode.
Struktur sinyal dan hubungan fase di output port data yang ditunjukkan
pada Gambar 6-7.

Struktur Signal dari 64-kbit / s interface contradirectional di terminal data


output

7
Pulsa data yang diterima dari layanan (misalnya, data atau sinyal)
sisi antarmuka akan agak tertunda sehubungan dengan pulsa waktu yang
sesuai. Deteksi otomatis untuk menerima Data pulsa di sisi garis
(misalnya, PCM) dari antarmuka karenanya harus di tepi terkemuka dari
pulsa waktu berikutnya.

C. Keuntungan dan Kelemahan


G. 703 menggunakan operator T1 dan E1 sehingga memiliki beberapa
kelebihan dan kekurangan diantaranya:
 Kelebihan
a. Dari kantor pusat ke kantor cabang dapat dilakukan komunikasi
dengan mudah tanpa harus pergi ke masing – masing tempat.
b. Tingkat kinerja layanan baik karena mampu menyediakan akses
internet "always on".
c. Mampu setidaknya melayani 99,9% bandwidth tersedia dari 99,9%
waktu.
d. Dapat menyediakan layanan pribadi dengan kecepatan tinggi.
 Kekurangan
a. Biaya peralatan dan kabel lebih mahal jika dibandingkan dengan
Ethernet.
b. Biaya lebih besar jika dibanding dengan teknologi yang lain
dengan menawarkan kecepatan yang sama.
c. Biaya instalasi lebih mahal jika dibandingakan dengan Ethernet.

D. Pin, Cable dan Connector layout


1) Spesifikasi Cable dan Connector
Pada kecepatan data 64 kbps di atas kawat seimbang, ada tiga cara
penularan: koordinat, directional pusat, dan kontra-directional. Co-
directional menggunakan empat kabel twisted, dua untuk mentransmisikan
dan dua untuk menerima. Data dan waktu dikirim ke arah yang sama

8
dengan kabel yang sama. Terarah tengah jarang digunakan. Di sini sinyal
jam dipasok pada kabel yang berbeda dari jam terpusat seperti jam atom.
Central directional dapat menggunakan enam atau delapan kabel untuk
mengirim sinyal clock ke dua arah atau dalam arah yang terpisah. Versi
enam kawat menggunakan dua untuk sinyal clock dan empat untuk sinyal
data, dan versi delapan kawat menggunakan empat untuk sinyal clock dan
empat lainnya untuk data. Kontra-directional adalah versi delapan kawat
yang menggunakan dua kabel masing-masing untuk mentransmisikan dan
menerima dan dua pasang sinyal jam. (Sinyal jam berasal dari Data
Communications Equipment ( DCE ) dan dikirim ke Data Terminal
Equipment ( DTE ).)
 Karakteristik Interface E1
E1 adalah komunikasi interface diferensial yang menggunakan dua
pair (TX dan RX) yang dihubungkan melalui satu konektor RJ-48C (juga
sering disebut RJ48, RJ-48 atau RJ48c dan juga sering salah disebut RJ-45
atau RJ45 - ini adalah RJ konektor dengan 8 kontak yang ditugaskan
sesuai spesifikasi RJ-48C) atau menggunakan dua koneksi koaksial (TX
dan RX) melalui dua konektor BNC. Untuk memungkinkan transmisi dan
penerimaan yang dapat diandalkan melebihi 1000 meter pada kabel antara
tempat pelanggan dan pertukaran telepon, data dikodekan menggunakan
HDB3 untuk menghasilkan sinyal bipolar dengan karakteristik yang
dibutuhkan. Perhatikan bahwa informasi waktu (yaitu bit clock) dikodekan
dalam sinyal untuk memungkinkan penerima mengembalikan clock dan
dengan benar memecahkan kode data yang diterima.

9
Tabel: Karakteristik Elektrical E1
Some Electrical Characteristics for E1
Cabling Coaxial atau satu pair symmetrical (4 wires) untuk masing-
masing arah
Mark Balanced: 3.0 Vdc
Unbalanced: 2.37 Vdc
Space Balanced: 0 Vdc +/- 0.237 Vdc
Unbalanced: 0 Vdc +/- 0.3 Vdc
Pulse 488 nsec
width
Encoding AMI atau High Density Bipolar of order 3 (HDB3)
Speed 2048 kbps +/- 50 ppm

 Karakteristik Interface T1
T1 adalah komunikasi interface diferensial yang menggunakan dua
pair (TX dan RX) yang dihubungkan melalui satu konektor RJ-48C (juga
sering disebut RJ48, RJ-48 atau RJ48c dan juga sering salah disebut RJ-45
atau RJ45 - ini adalah konektor RJ dengan 8 kontak yang ditugaskan
sesuai spesifikasi RJ-48C). Untuk memungkinkan transmisi dan
penerimaan yang dapat diandalkan melebihi 1000 meter kabel antara
tempat pelanggan dan pertukaran telepon, data dikodekan menggunakan
B8ZS untuk menghasilkan sinyal bipolar dengan karakteristik yang
dibutuhkan. Perhatikan bahwa informasi waktu (yaitu bit clock) dikodekan
dalam sinyal untuk memungkinkan penerima mengembalikan clock dan
dengan benar memecahkan kode data yang diterima.

Tabel: Karakteristik Electrical T1


Some Electrical Characteristics for T1
Cabling co-directional
Mark 3.0 Vdc
Space 0 Vdc +/- 0.30 Vdc
Pulse width 647 nsec

10
Encoding AMI (bipolar) atau B8ZS
Speed 1544s +/- 50 ppm

2) Spesifikasi Pin
Tabel: Spesifasi Pin dari G.703
Signal Name BNC Connecters RJ-48C
(2) Connector
Transmit Tip TX Pin 5
Transmit Ring Shield 4
Receive Tip RX Pin 2
Receive Ring Shield 1
RX Shield 3
TX Shield 6
Unassigned 7
Unassigned 8

E. Aplikasi Interface
a. Interface Codirectional
Istilah "codirectional" digunakan untuk menggambarkan sebuah
interface dimana informasi dan sinyal waktunya yang terkait
ditransmisikan dalam arah yang sama, lihat gambar berikut

Interface Codirectional

b. Interface Centralized Clock


Istilah "Centralized Clock" digunakan untuk menggambarkan sebuah
interface dimana untuk kedua arah dari transmisi sinyal informasi, sinyal
waktu terkait disupply dari sentralisasi clock, yang mungkin misalnya

11
berasal dari sinyal jalur masuk tertentu (lihat Gambar). Interface
codirectional atau interface centralized clock harus digunakan untuk
sinkronisasi jaringan dan untuk jaringan Plesiochronous memiliki clock
stabilitas yang diperlukan (ITU-T G.811) untuk memastikan Interval yang
memadai antara terjadinya slip.

Interface Centralized Clock

c. Interface Contradirectional
Istilah "contradirectional" digunakan untuk menggambarkan sebuah
interface dimana sinyal waktu terkait dengan kedua arah transmisi
diarahkan ke peralatan bawahan (lihat Gambar).

Interface Contradirectional

Aplikasi E1 dan T1 digunakan untuk berbagai penggunaan yang sangat


luas termasuk Voice, Internet Access, X.25, data multiplexing, ISDN. E1
dan T1 sering dihubungkan ke koneksi X.21 atau V.35 oleh konverter
jaringan interface sebelum terhubung ke peralatan komunikasi.

12
Kesimpulan

13