Anda di halaman 1dari 3

THAVA YUNIANTARI

14620010 (15)

A. TUJUAN PENELITIAN
1. Mengetahui model bawah permukaan (densitas batuan bawah permukaan) terhadap data anomali
Bouguer lengkap.
2. Mengetahui proses pengolahan data dari penelitian di daerah Pituruh, Jawa Tengah
3. Melakukan interpretasi bawah permukaan daerah penelitian terhadap hasil pemodelan 3D
B. Judul dalam Islam
Mencari minyak bumi (gas alam) menggunakan petunjuk dari Allah SWT
C. Kerangka Tulisan
1. Tanda-tanda Allah SWT adanya minyak bumi
2. Proses terbentuknya minyak bumi
3. Metode Gravitasi dalam menentukan minyak bumi
D. Pembahasan
Dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 20-21:

“Di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) hai orang-orang yang yakin, (juga) pada
dirimu sendiri. Lalu, apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 20-21).
Ayat diatas menjelaskan bahwasannya Allah telah menciptakan segala sesuatu disertai dengan
tanda-tandanya agar manusia mengetahui kekuasaan Allah. Kita sebagai manusia diberikan petunjuk
untuk memperhatikan, mempelajari, dan meneliti segala sesuatu yang telah Allah ciptakan. Salah satu
ciptaan Allah yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan manuasia adalah minyak bumi. Minyak
bumi menjadi bahan pokok kehidupan manusia. Adanya minyak bumi ditunjukkan dalam ayat Al-
Qur’an agar manusia mengetahuinya.
Minyak mentah atau minyak bumi terbentuk akibat adanya percampuran dari berbagai
hidrokarbon dengan mineral seperti sulfur dalam tekanan yang ekstrim. Saat ini telah diketahui bahwa
sebagian besar, jika tidak dapat dikatakan semua, minyak mentah ini berasal dari bahan-bahan organik
seperti binatang-binatang kecil dan tumbuh-tumbuhan yang mati dan terkubur di dasar laut jutaan
tahun yang lalu, melalui proses peruraian dan pencampuran dengan pasir dan lumpur ditambah dengan
tekanan yang tinggi. Walaupun fakta tentang pembentukan minyak dari bahan organik ini baru
diketahui satu-dua abad ini, namun ternyata hal ini telah disebutkan di dalam Al-Qur'an 14 abad yang
lalu di surah Al-A'la ayat 1-5:

“[1] Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, [2] Yang menciptakan, dan menyempurnakan [3]
dan Yang menentukan kadar dan mengarahkan (memberi petunjuk), [4] dan Yang (telah)
menumbuhkan/menciptakan rumput-rumputan (al-mar'a), [5] lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu
kering kehitam-hitaman (ghutsaa-an ahwaa).”

Empat sifat minyak bumi yang diketahui surah Al-A'la ayat 4-5 di atas yaitu :

1. Berasal dari bahan organik dan mengalami proses pembusukan


2. Mengalir dengan sangat deras seperti banjir
3. Berwarna gelap kehitam-hitaman akibat penumpukan yang lama

Minyak bumi hanya terbentuk dalam suhu dan tekanan (tinggi) tertentu, dimana apabila suhunya
terlalu rendah akan mengakibatkan bakal minyak bumi tersebut memadat, dan apabila suhunya terlalu
tinggi (diatas 232.22 derajat celcius) akan mengakibatkan tidak dapat terbentuknya minyak bumi. namun
sebagaimanya yang telah dijelaskan di ayat2-3, bahwa minyak bumi terbentuk karena Allah-lah yang
menciptakan, menyempurnakan, menentukan kadar dan mengarahkan, dan Dia menghitung segala sesuatu
satu persatu.

Pada saat ini metode untuk mengetahui keberadaan dan menemukan minyak bumi dari bawah
permukaan dapat menggunaka teknik geofisika adalah dengan menggunakan metode survei gravitasi.
Metode ini memanfaatkan adanya anomali medan gravitasi bumi di permukaan. Anomali gravitasi adalah
adalah perbedaan antara gravitasi observasi dengan nilai yang diprediksi oleh model. Perbedaan medan
gravitasi dapat disebabkan variasi rapat massa batuan dibawah permukaan, sehingga dalam observasi yang
diselidiki adalah perbedaan medan. Metode ini dilakukan untuk menyelidiki keadaan bawah permukaan
berdasarkan perbedaan rapat masa cebakan mineral dari daerah sekeliling (r=gram/cm3). Metode ini
adalah metode geofisika yang sensitive terhadap perubahan vertikal, oleh karena itu metode ini disukai
untuk mempelajari kontak intrusi, batuan dasar, struktur geologi, endapan sungai purba, lubang di dalam
masa batuan, shaff terpendam dan lain-lain. Eksplorasi biasanya dilakukan dalam bentuk kisi atau lintasan
penampang. Perpisahan anomali akibat rapat masa dari kedalaman berbeda dilakukan dengan
menggunakan filter matematis atau filter geofisika. Di pasaran sekarang didapat alat gravimeter dengan
ketelitian sangat tinggi (mgal), dengan demikian anomali kecil dapat dianalisa. Hanya saja metode
pengukuran data, harus dilakukan dengan sangat teliti untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Pengukuran ini dapat dilakukan dipermukaan bumi, di kapal maupun di udara. Dalam metode ini
yang dipelajari adalah variasi medan gravitasi akibat variasi rapat massa batuan di bawah permukaan
sehingga dalam pelaksanaannya yang diselidiki adalah perbedaan medan gravitasi dari suatu titik
observasi terhadap titik observasi lainnya. Metode gravitasi umumnya digunakan dalam eksplorasi
jebakan minyak (oil trap). Disamping itu metode ini juga banyak dipakai dalam eksplorasi mineral dan
lainnya. Prinsip pada metode ini mempunyai kemampuan dalam membedakan rapat massa suatu material
terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan demikian struktur bawah permukaan dapat diketahui.
Pengetahuan tentang struktur bawah permukaan ini penting untuk perencanaan langkah-langkah
eksplorasi baik minyak maupun mineral lainnya.

E. Daftar Pustaka
http://id.noblequran.org/quran/surah-al-ala/ diakses pada tanggal 1 Juni 2017 pukul 15:05.
Sumardi, Yos. 1997. “Peranan Geofisika Dalam Eksplorasi Minyak Bumi dan Mineral”. Cakrawala
Pendidikan No. 3, Tahun XVI, Nopember 1997, h.117.
Telford, W.M., Goldrat, L.P., dan Sheriff, R.P. 1990. Applied Geophysics 2nd ed. Cambridge:
Cambridge University Pres.