Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN KIA DAN KESEHATAN REPRODUKSI

ANALISIS SWOT PROGRAM PENDEWASAAN USIA PERNIKAHAN

Oleh :
Yohana Rizkyta Handini 142110101023
Kevanda Kania Estalita 142110101085
Dinda Masitha Aulia 142110101017
Innanii Durrotul Ummah 142110101181

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS JEMBER
2017
Strength / Kekuatan

1. Adanya struktur kerja hingga tingkat terkecil (PLKB, PPKBD, sub-PPKBD dan
kader).
2. Kegiatan dilakukan melalui PIK-R dan PIK-M di berbagai basis yang dekat dengan
lingkungan remaja (pondok pesantren, kepemudaan, sekolah dan pramuka) dan untuk
orang tua melalui BKR (Bina Keluarga Remaja).
3. Pembentukan 35 PIKKRR (Pusat Informasi Konseling Kesehatan Reproduksi
Remaja) yang tersebar di 31 kecamatan.
4. Adanya pendataan rumah tangga oleh petugas lapang untuk mengetahui keluarga
yang memiliki remaja.
5. Adanya pelatihan dan pembinaan petugas pelaksana PUP satu bulan sekali dan tiga
bulan sekali.
6. Adanya penunjukan konselor sebaya.
7. Adanya monitoring dan evaluasi program oleh BP2KB.
8. Pencatatan dan pelaporan hasil monitoring disampaikan kepada BP2KB secara online.

Weakness / Kelemahan

1. Pelaksanaan program PUP kurang kuat (hanya memberikan rangsangan berupa


materi/informasi).
2. Kurangnya kader sebagai SDM pelaksana program PUP.
3. Program PUP tidak berjalan dengan baik di beberapa tempat.
4. Pelaksanaan program PUP tergantung pada pemahaman sasaran.
5. Kualitas sumber daya kurang.
6. Tidak tersedianya anggaran.

Opportunity / Kesempatan

1. Dalam pelaksanaannya program PUP bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Jember,


psikolog dari Universitas Muhammadiyah Jember, dan BNN untuk pemeberian
materi-materi sesuai tupoksi.
2. Salah satu satu sasaran program PUP yaitu PIK-R yang berada di sekolah-sekolah
mau membiayai sendiri dalam pelaksanaan kegiatannya.
Threath / Ancaman

1. Kurang tersedianya anggaran dari pemerintah.


2. Adanya kemungkinan beberapa program atau kegiatan tidak berlanjut.
3. Anggapan atau kepercayaan buruk di masyarakat jika tidak segera menikah.
4. Rendahnya tingkat ekonomi yang mendorong masyarakat untuk menikahkan anaknya.
5. Banyaknya remaja yang putus sekolah, sehingga tingkat pendidikan rendah.
6. Maraknya kasus hubungan seksual diluar nikah.
Penentuan bobot (Weightt)

Orang ke-
Aspek S-W Jmlh Bobot
1 2 3 4

S-1 Adanya struktur kerja hingga tingkat


terkecil (PLKB, PPKBD, sub-PPKBD 3 3 3 4 13 0,07
dan kader).

S-2 Kegiatan dilakukan melalui PIK-R dan


PIK-M di berbagai basis yang dekat
dengan lingkungan remaja (pondok 0,08
3 4 4 3 14
pesantren, kepemudaan, sekolah dan
pramuka) dan untuk orang tua melalui
BKR (Bina Keluarga Remaja).

S-3 Pembentukan 35 PIKKRR (Pusat


Informasi Konseling Kesehatan 0,08
4 3 4 4 15
Reproduksi Remaja) yang tersebar di 31
kecamatan.

S-4 Adanya pendataan rumah tangga oleh


petugas lapang untuk mengetahui 4 2 2 4 12 0,07
keluarga yang memiliki remaja.

S-5 Adanya pelatihan dan pembinaan


petugas pelaksana PUP satu bulan sekali 3 4 3 3 13 0,07
dan tiga bulan sekali.

S-6 Adanya penunjukan konselor sebaya. 3 3 3 3 12 0,07

S-7 Adanya monitoring dan evaluasi 0,09


4 4 4 4 16
program oleh BP2KB.

S-8 Pencatatan dan pelaporan hasil


monitoring disampaikan kepada BP2KB 3 3 2 3 11 0,06
secara online.

W-1 Pelaksanaan program PUP kurang kuat


(hanya memberikan rangsangan berupa 4 4 3 3 14 0,08
materi/informasi).

W-2 Kurangnya kader sebagai SDM 0,07


3 3 4 3 13
pelaksana program PUP.

W-3 Program PUP tidak berjalan dengan baik 0,05


2 2 2 3 9
di beberapa tempat.
W-4 Pelaksanaan program PUP tergantung 0,08
4 3 3 4 14
pada pemahaman sasaran.

W-5 Kualitas sumber daya kurang. 4 3 3 4 14 0,08

W-6 Tidak tersedianya anggaran. 4 4 3 3 14 0,08

184 1

Orang ke-
Aspek O-T Jmlh Bobot
1 2 3 4

O-1 Dalam pelaksanaannya program PUP


bekerjasama dengan Dinas Kesehatan
Jember, psikolog dari Universitas 3 3 3 4 13 0,13
Muhammadiyah Jember, dan BNN untuk
pemberian materi-materi sesuai tupoksi.

O-2 Salah satu satu sasaran program PUP yaitu


PIK-R yang berada di sekolah-sekolah 0,15
4 3 4 4 15
mau membiayai sendiri dalam
pelaksanaan kegiatannya.

T-1 Kurang tersedianya anggaran dari 0,13


4 4 2 3 13
pemerintah.

T-2 Adanya kemungkinan beberapa program 0,11


2 3 3 3 11
atau kegiatan tidak berlanjut.

T-3 Anggapan atau kepercayaan buruk di 0,13


4 3 3 3 13
masyarakat jika tidak segera menikah.

T-4 Rendahnya tingkat ekonomi yang


mendorong masyarakat untuk menikahkan 3 2 3 3 11 0,11
anaknya.

T-5 Banyaknya remaja yang putus sekolah, 0,12


3 3 3 3 12
sehingga tingkat pendidikan rendah.

T-6 Maraknya kasus hubungan seksual diluar 0,15


4 4 3 4 15
nikah.

103 1
Penentuan Skor (Rating)

Orang ke-
Aspek S-W Jmlh Rating
1 2 3 4

S-1 Adanya struktur kerja hingga tingkat


terkecil (PLKB, PPKBD, sub-PPKBD 4 3 3 4 14 3,5
dan kader).

S-2 Kegiatan dilakukan melalui PIK-R dan


PIK-M di berbagai basis yang dekat
dengan lingkungan remaja (pondok 4
4 4 4 4 16
pesantren, kepemudaan, sekolah dan
pramuka) dan untuk orang tua melalui
BKR (Bina Keluarga Remaja).

S-3 Pembentukan 35 PIKKRR (Pusat


Informasi Konseling Kesehatan 3,75
4 3 4 4 15
Reproduksi Remaja) yang tersebar di 31
kecamatan.

S-4 Adanya pendataan rumah tangga oleh


petugas lapang untuk mengetahui 4 2 2 4 12 3
keluarga yang memiliki remaja.

S-5 Adanya pelatihan dan pembinaan


petugas pelaksana PUP satu bulan sekali 3 4 3 3 13 3,25
dan tiga bulan sekali.

S-6 Adanya penunjukan konselor sebaya. 3 3 3 4 13 3,25

S-7 Adanya monitoring dan evaluasi 4


4 4 4 4 16
program oleh BP2KB.

S-8 Pencatatan dan pelaporan hasil


monitoring disampaikan kepada BP2KB 3 3 2 4 12 3
secara online.

W-1 Pelaksanaan program PUP kurang kuat


(hanya memberikan rangsangan berupa -4 -3 -3 -4 -14 -3,5
materi/informasi).

W-2 Kurangnya kader sebagai SDM -3,25


-3 -3 -4 -3 -13
pelaksana program PUP.

W-3 Program PUP tidak berjalan dengan baik -2,5


-2 -3 -2 -3 -10
di beberapa tempat.
W-4 Pelaksanaan program PUP tergantung -3,75
-4 -4 -3 -4 -15
pada pemahaman sasaran.

W-5 Kualitas sumber daya kurang. -3 -3 -3 -4 -13 -3,25

W-6 Tidak tersedianya anggaran. -4 -4 -3 -3 -14 -3,5

Orang ke-
Aspek O-T Jmlh Rating
1 2 3 4

O-1 Dalam pelaksanaannya program PUP


bekerjasama dengan Dinas Kesehatan
Jember, psikolog dari Universitas 3 3 3 4 13 3,25
Muhammadiyah Jember, dan BNN untuk
pemeberian materi-materi sesuai tupoksi.

O-2 Salah satu satu sasaran program PUP yaitu


PIK-R yang berada di sekolah-sekolah 3,75
4 3 4 4 15
mau membiayai sendiri dalam
pelaksanaan kegiatannya.

T-1 Kurang tersedianya anggaran dari -3,25


-4 -4 -2 -3 -13
pemerintah.

T-2 Adanya kemungkinan beberapa program -3


-3 -3 -3 -3 -12
atau kegiatan tidak berlanjut.

T-3 Anggapan atau kepercayaan buruk di -3,25


-4 -3 -3 -3 -13
masyarakat jika tidak segera menikah.

T-4 Rendahnya tingkat ekonomi yang


mendorong masyarakat untuk menikahkan -3 -3 -3 -3 -12 -3
anaknya.
T-5 Banyaknya remaja yang putus sekolah, -3
-3 -3 -3 -3 -12
sehingga tingkat pendidikan rendah.

T-6 Maraknya kasus hubungan seksual diluar -3,75


-4 -4 -3 -4 -15
nikah.
IFAS MATRIX

KIF W R WxR
S-1 0,07 3,5 0,25

S-2 0,08 4 0,32

S-3 0,08 3,75 0,3

S-4 0,07 3 0,21

S-5 0,07 3,25 0,23

S-6 0,07 3,25 0,23

S-7 0,09 4 0,36

S-8 0,06 3 0,18

Tot S 2,07

W-1 0,08 -14 -1,12

W-2 0,07 -13 -0,91

W-3 0,05 -10 -0,50

W-4 0,08 -15 -1,20

W-5 0,08 -13 -1,04

W-6 0,08 -14 -1,12

Tot W -5,89

Total 1,0 Tot S+W -3,82


EFAS MATRIX

KEF W R WxR
O-1 0,13 3,25 0,42

O-2 0,15 3,75 0,56

Tot O 0,99

T-1 0,13 -3,25 -0,42

T-2 0,11 -3 -0,33

T-3 0,13 -3,25 -0,42

T-4 0,11 -3 -0,33

T-5 0,12 -3 -0,36

T-6 0,15 -3,75 -0,56

Tot T -2,43

Total 1,0 Tot O+T -1,44


SWOT MATRIX

Peluang (O)

Mendukung strategi turn- Mendukung strategi


around Agresif

-3,82
Kelemahan ( W) Kekuatan (S)

-1,44

Mendukung strategi
Mendukung strategi
diversifikasi
defensif

Ancaman (T)

Strategi yang dilakukan

jenis strategi apa yang tepat digunakan untuk meminimalkan kelemahan dan
menghindari ancaman