Anda di halaman 1dari 4

Fadhilah Fanny & Dewi Aron Listianti | Hernioraphy Cyto Pada Pasien Hernia Inguinalis Dekstra Inkarserata

Hernioraphy Cyto pada Pasien Hernia Inguinalis Dekstra Inkarserata


Fadhilah Fanny1, Dewi Aron Listianti2
1
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
2
Bagian Ilmu Bedah, Rumah Sakit Umum Dr. H. Abdoel Moeloek, Bandar Lampung,
Lampung

Abstrak
Hernia merupakan protusi atau penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga yang
bersangkutan. Penegakan diagnosis hernia ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pasien laki-laki berusia 78
tahun datang ke Instalasi gawat darurat Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H Abdul Moeloek karena terdapat benjolan pada
lipat paha sebesar bola tenis, sejak 3 hari yang lalu keluhan yang dirasakan berupa nyeri pada lipat paha kanan bawah, tidak
dapat buang air besar, tidak dapat flatus dan buang air kecil yang sedikit. Seringkali pasien merasa mual dan disertai
muntah dengan frekuensi kurang lebih 3 kali perhari. Pada pemeriksaan regio inguinalis dextra didapatkan hasil inspeksi
tampak benjolan, warna sama dengan sekitar, transluminasi negatif, palpasi teraba benjolan, batas atas tidak tegas,
konsistensi kenyal, ukuran 14 x 13 x 6 cm, tidak dapat masuk kembali ke dalam rongga abdomen. Pasien didiagnosis hernia
inguinalis dekstra inkarserata dan dilakukan hernioraphy cyto.

Kata kunci: hernia, hernioraphy, inguinalis

Hernioraphy Cyto in Patient With Incarcerated Dextra Inguinalis Hernia

Abstract
Hernia is a protusi or protrusion of the contents of the cavity through a defect or a weak section of the cavity wall in
question. Enforcement of the diagnosis of hernia is established through anamnesis and physical examination. The 78-year-
old male patient came to the emergency room of Dr. Regional General Hospital. H Abdul Moeloek because there are lumps
on the thigh folding of the tennis ball, since 3 days ago complaints felt in the form of pain in the lower right thigh folding,
can not defecate, can not flatus and urinate a little. Often patients feel nauseated and accompanied by vomiting with a
frequency of approximately 3 times per day. On examination of the dextra inguinal region the results of the inspection
appear to be bumps, color equal to surrounding, negative translumination, palpation palpable lumps, unbending upper
borders, chewy consistency, size 14 x 13 x 6 cm, unable to reenter the abdominal cavity. Patients were diagnosed inferior
inguinal hernia incarcerated and cyto hernioraphy performed.

Keyword: hernia, hernioraphy, inguinalis

Korespondesi: Fadhilah Fanny, Jl KH. Mas Mansyur No 52 Rawa Laut Bandar Lampung, HP 082177461994, e-mail
fadhilahfanny94@gmail.com

Pendahuluan tidak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi


Hernia merupakan penonjolan isi rongga usus. Bila isi kantong tidak dapat direposisi
melalui defek atau bagian lemah dari dinding kembali ke dalam rongga perut, hernia disebut
rongga bersangkutan. Hernia terdiri atas cincin, hernia ireponibel.1
kantong, dan isi hernia. Berdasarkan Tujuh puluh lima persen dari semua
terjadinya, hernia dibagi atas hernia bawaan kasus hernia di dinding abdomen muncul
atau kongenital dan hernia dapatan atau didaerah sekitar lipat paha.2,3,6 Di berbagai
akuisita. Berdasarkan letaknya, hernia diberi negara di dunia, hernia inguinal lebih sering
nama sesuai dengan lokasi anatominya, seperti terjadi 8 hingga 20 kali daripada hernia
hernia diafragma, inguinal, umbilikalis, femoral. Perbandingan angka kejadian pada
femoralis, dan lain-lain. Sekitar 75% hernia pria sepuluh kali daripada wanita dan sekitar
terjadi di sekitar lipat paha, berupa hernia 55% hernia inguinal terjadi pada sisi kanan.
inguinal direk, indirek, serta hernia femoralis.1 Sekitar 70 % dari hernia inguinal adalah hernia
Menurut sifatnya, hernia disebut hernia inguinal indirek. Hernia bilateral empat kali
reponibel bila isi hernia dapat keluar-masuk. lebih sering terjadi pada hernia direk daripada
Usus keluar saat berdiri atau mengedan, dan hernia indirek. Setiap tahun, sekitar 85.000
masuk lagi ketika berbaring atau bila didorong reparasi hernia inguinal dilakukan di Inggris
masuk perut. Selama hernia masih reponibel, dan 750.000 kasus di Amerika. 4
Majority | Volume 6 | Nomor 3 |Juli 2017| 119
Fadhilah Fanny & Dewi Aron Listianti | Hernioraphy Cyto Pada Pasien Hernia Inguinalis Dekstra Inkarserata

Kasus cyto. Prognosis pada pasien ini adalah quo ad


Laki-laki berusia 78 tahun yang bekerja vitam bonam dan quo ad functionam dubia
sebagai petani datang ke IGD RSUD Dr. H Abdul ad bonam.
Moeloek karena terdapat benjolan pada lipat
paha sebenarnya benjolan tersebut telah Pembahasan
dirasakan hilang timbul sejak pasien berusia 10 Hernia merupakan protusi atau
tahun. Benjolan dirasakan semakin membesar penonjolan isi rongga melalui defek atau
dan timbul saat berdiri, kemudian hilang saat bagian lemah dari dinding rongga yang
beristirahat. Pasien mengaku benjolan tidak bersangkutan. 1,2,3 Terdapat beberapa poin
nyeri dan dapat dimasukkan secara manual penting dalam hernia, yaitu : defek atau bagian
menggunakan jari. Benjolan berbentuk bulat yang lemah dari dinding rongga, kantung
dengan ukuran kurang lebih sebesar bola tenis hernia, isi hernia, dan cincin hernia yaitu
dan tidak nyeri jika ditekan. Pasien merasakan daerah penyempitan kantung hernia akibat
keluhan sejak 3 hari yang lalu, keluhan yang defek tersebut.1,4 Hernia Inguinalis adalah
dirasakan berupa nyeri pada lipat paha, tidak kondisi dimana lemak intra-abdominal atau
dapat buang air besar dan tidak flatus, buang bagian dari intestinum menonjol melewati
air kecil yang sedikit. Seringkali pasien merasa defek atau bagian lemah dari otot abdomen
mual dan disertai muntah dengan frekuensi bagian bawah.5
kurang lebih 3 kali perhari. Pasien tidak Menurut lokasinya hernia dapat
mengeluh demam, nafsu makan pasien juga dibedakan menjadi hernia inguinalis yang
baik, pasien tidak memiliki riwayat penyakit merupakan hernia yang terjadi dilipatan paha;
batuk yang lama ataupun buang air besar yang hernia umbilikus yang merupakan hernia di
keras. pusat dan hernia femoralis yang terjadi di
Pada pemeriksaan fisik didapatkan paha. Sedangkan berdasarkan klinis hernia
Keadaan umum tampak sakit sedang, dibedakan menjadi4,6:
kesadaran compos mentis, tekanan darah  Hernia reponibel yaitu hernia yang isinya
110/70 mmHg, nadi 86 kali/ menit, frekuensi dapat keluar masuk baik secara spontan
nafas 22 kali per menit. Pada pemeriksaan atau dengan manipulasi. Usus keluar jika
abdomen didapatkan hasil inspeksi tampak berdiri atau mengedan dan masuk lagi jika
datar, auskultasi bising usus 8 kali permenit, berbaring atau didorong masuk ke perut.
palpasi lemas, perkusi: timpani. Pada Tidak ada keluhan nyeri atau obstruksi
pemeriksaan regio inguinalis dekstra usus.
didapatkan hasil inspeksi tampak benjolan,  Hernia irreponibel yaitu hernia yang isinya
warna sama dengan sekitar, transluminasi tidak dapat lagi masuk baik secara spontan
negatif, palpasi teraba benjolan, batas atas atau dengan manipulasi. Ini biasanya
tidak tegas, konsistensi kenyal, ukuran 14 x 13 disebabkan oleh perlekatan isi kantong
x 6 cm, tidak dapat masuk kembali ke dalam pada peritoneum kantong hernia.
rongga abdomen. Pada pemeriksaan colok  Hernia inkarserata yaitu hernia yang tidak
dubur didapatkan hasil Tonus sfingter ani dapat lagi kembali ke rongga abdomen
prolaps, mukosa licin, prostat tidak teraba, karena isinya terjepit oleh cincin hernia
ampula kosong, feces (+), darah dan lendir (-). sehingga isi kantong hernia terperangkap.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan Secara klinis hernia inkarserata lebih
pada pasien ini adalah pemeriksaan dimaksudkan pada hernia ireponibel untuk
laboraturium darah lengkap dan didapatkan gangguan pasase, sedangkan gangguan
hasil hemoglobin 11,9 g/dL, eritrosit 4.200.000 vaskularisasi disebut hernia strangulata.
/ mm3, hematokrit 35 vol%, leukosit 9.100/
mm3 , trombosit 305.000/mm3, glukosa Sewakt Penegakan diagnosis hernia ditegakkan
82 mg/dL, natrium 139 mEq/L, kalium 4.2 melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dari
mEq/L. hasil anamnesis pasien banyak pasien hernia
Pasien didiagnosis hernia inguinalis tidak menunjukan gejala hingga pasien
dekstra inkarserata dan diberikan tatalaksana menyadari adanya pembengkakan di daerah
infus cairan ringer laktat 20 tetes/ Injeksi lipat paha. Beberapa pasien menunjukan gejala
ceftriaxone 2x1 gram, injeksi ranitidin 2x50 mg, nyeri yang timbul mendadak dan bertambah
pemasangan kateter urine dan pro hernioraphy berat ketika mengangkat benda berat.
Majority | Volume 6 | Nomor 3 |Juli 2017| 120
Fadhilah Fanny & Dewi Aron Listianti | Hernioraphy Cyto Pada Pasien Hernia Inguinalis Dekstra Inkarserata

Beberapa pasien mengeluh sensasi tarikan, gangguan pasase isi usus belum berlangsung
terutama pada hernia inguinal indirek, sensasi lama. Pasien kemudian dibawa ke instalasi
tersebut menjalar ke skrotum. Seiring dengan gawat darurat RSUD Dr H Abdul Moeloek.
bertambah besarnya hernia, pasien akan Riwayat benjolan pada lipat paha kanan yang
mengeluhkan sensasi tidak nyaman atau nyeri dapat dimasukkan ke rongga abdomen sejak
yang menyebabkan pasien harus berbaring usia 10 tahun kemungkinan disebabkan oleh
untuk mengurangi nyeri tersebut. Secara tidak menutupnya prosessus vaginalis dengan
umum, hernia direk menunjukkan lebih sedikit sempurna.
gejala daripada hernia indirek dan jarang Pada pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital
mengakibatkan inkarserata ataupun dalam batas normal. Pada pemeriksaan regio
6
strangulata. dan dari pemeriksaan fisik pada abdominal didapatkan datar, lemas, timpani,
hernia inguinal inkarserata, pemeriksaan fisik dan bising usus meningkat. Pada pemeriksaan
inspeksi ditemukan benjolan dilipat paha yang inspeksi regio inguinalis dekstra ditemukan
tidak menghilang meski telah berbaring. Pada benjolan, warna sama dengan sekitar,
hernia lateralis umumnya benjolan di regio transluminasi (-). Pada palpasi didapatkan
inguinalis yang berjalan dari lateral ke medial, teraba benjolan, batas atas tidak tegas,
tonjolan berbentuk lonjong sedangkan medialis konsistensi kenyal, ukuran 14 x 13 x 6 cm, dan
tonjolan biasanya terjadi bilateral, berbentuk tidak dapat masuk kembali ke dalam rongga
bulat.7,8 Pada palpasi, jika titik tengah antar abdomen. Pada pemeriksaan rektal toucher
SIAS dengan tuberkulum pubicum (AIL) ditekan didapatkan adanya prolapse tonus sfingter ani
lalu pasien disuruh mengejan dan terjadi yang menandakan terjadinya inkarserata.
penonjolan di sebelah medial maka dapat Kemungkinan benjolan adalah suatu hidrokel
diasumsikan bahwa itu hernia inguinalis dapat disingkirkan dari pemeriksaan fisik,
medialis. Jika titik yang terletak di sebelah dimana transluminasi benjolan negatif.
lateral tuberkulum pubikum (AIM) ditekan lalu Kemungkinan suatu tumor juga disingkirkan
pasien disuruh mengejan dan teraba benjolan karena benjolan teraba kenyal. Kemungkinan
di lateral titik yang kita tekan maka dapat suatu torsio testis dapat disingkirkan dari
diasumsikan sebagai hernia inguinalis lateral. didapatkan kedua testis ada di kantong
Jika titik tengah antara kedua titik tersebut di kemaluan dan teraba normal.
atas (pertengahan kanalis inguinalis) ditekan Pada hasil pemeriksaan penunjang
lalu pasien disuruh mengejan dan teraba laboratorium tidak didapatkan kelainan. Nilai
benjolan di lateralnya berarti hernia inguinalis leukosit yang normal dapat digunakan untuk
lateralis jika di medialnya hernia inguinalis menyingkirkan kemungkinan terjadinya
medialis.8,9 Pada perkusi bisa didapatkan peradangan pada regio inguinal dan skrotal.
perkusi perut kembung dan auskultasi Pada kasus hernia inguinalis dengan strangulasi
terdengar hiperperistaltis akibat obstruksi dapat ditemukan leukositosis dengan shift to
usus.6,10 the left. Selain itu, pemeriksaan kadar elektrolit
Pada kasus ini seorang laki-laki, usia 78 darah juga didapatkan normal yang
tahun, masuk rumah sakit dengan keluhan menandakan tidak adanya ketidakseimbangan
utama benjolan pada lipat paha kanan. Pada elektrolit akibat muntah yang dialami pasien
anamnesis diketahui ± 3 hari SMRS penderita (dehidrasi).
mengeluh timbul benjolan pada lipat paha Dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
kanan yang tidak dapat masuk kembali ke pemeriksaan penunjang dapat disimpulkan
dalam rongga perut, ukuran sebesar bola tenis. bahwa diagnosis pasien ini adalah hernia
Benjolan pada lipat paha kanan yang tidak inguinalis dekstra inkarserata. Penatalaksanaan
dapat masuk kembali ke dalam rongga perut yang dilakukan pada pasien ini adalah terapi
menunjukan manifestasi hernia inguinal operatif cito, yaitu hernioraphy. Selain itu,
ireponibel. Pasien mengeluh nyeri pada pasien juga diterapi dengan medikamentosa
benjolan menunjukan tanda hernia inkarserata. berupa injeksi ranitidin dan antibiotik
Pasien mengeluh muntah, frekuensi 3 kali, isi ceftriaxone.
apa yang dimakan kemungkinan disebabkan Hernioraphy merupakan gabungan
adanya obstruksi saluran cerna letak tinggi. herniotomi dan plasty (menutup pintu). Pada
Perut kembung (-) dan BAB yang tidak ada bayi tidak perlu tindakan plasty karena anulus
keluhan mungkin menunjukan bahwa externus dan internusnya saling tumpang
Majority | Volume 6 | Nomor 3 |Juli 2017| 121
Fadhilah Fanny & Dewi Aron Listianti | Hernioraphy Cyto Pada Pasien Hernia Inguinalis Dekstra Inkarserata

tindih. Fascia transversa yang merupakan lokus Kesimpulan


minorisnya ditutup sehingga terbentuk Laki-laki berusia 78 tahun datang
jaringan ikat. Pada hernioplasty dilakukan dengan keluhan nyeri pada lipat paha kanan
tindakan memperkecil anulus inguinalis karena benjolan pada lipat paha kanan tidak
internus dan memperkuat dinding belakang bisa masuk kembali sehingga menyebabkan
kanalis inguinalis. pasien tidak bisa BAB dan tidak bisa flaktus.
Dengan melihat kondisi pasien dan Setelah dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik
tindakan segera herniorhapy dekstra, dan pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis
prognosis pada pasien ini baik secara vitam hernia inguinalis dekstra inkarserata dan
maupun functionam adalah bonam. direncanakan untuk menjalani herniorapy cyto.

Daftar Pustaka
1. Rasjad C.,editor. Buku ajar ilmu bedah. Edisi ke-6. Jakarta: EGC; 2006, hlm. 148-
Edisi ke-3. Jakarta: Penerbit Buku 65, 189-90
Kedokteran ECG; 2010. hlm. 619-29. 7. Manthey,David. Hernias [internet]. 2007
2. Townsend, Courtney M. Hernias. [disitasi tanggal 14 Juni 2016] tersedia
Sabiston textbook of surgery. Edisi ke-17. dari
Philadelphia: Elsevier Saunders; 2004. http://www.emedicine.com/emerg/topi
hlm. 1199-217. c251.htm
3. Norton, Jeffrey A. 2001. Hernias and 8. American Sugery Society. Inguinal
abdominal wall defects. Surgery Basic hernia: anatomy and managemen
Science and Clinical Evidence. New York. [internet]. 2012 [disitasi tanggal 14 Juni
Springer; 2001. hlm. 787-803. 2016] tersedia dari
4. Sadler, T.W. Embriologi kedokteran http://www.medscape.com/viewarticle/
langman. Edisi ke-7. Jakarta: EGC; 2010. 420354_4
hlm. 304-9 9. Brunicardi, F Charles. Inguinal hernias:
5. Bland, Kirby I. Inguinal hernias. The schwartz’s principles of surgery. Edisi ke-
Practice of General Surgery. New York. 8. New York: Mc Graw-Hill; 2005. hlm.
WB Saunders Company; 2001. hlm. 795- 1353-94.
801. 10. Kerry VC. Incarcerated hernia [internet].
6. Snell, Richard S. Anatomi klinik untuk 2005 [disitasi tanggal 13 Juni 2016]
mahasiswa kedokteran. tersedia dari: http://www.webmed.com.

Majority | Volume 6 | Nomor 3 |Juli 2017| 122