Anda di halaman 1dari 39

Petunjuk penyusunan/penulisan

standar pedoman manual (SPM)

edisi 1

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
JALAN DAN JEMBATAN
2014
Daftar isi

Daftar isi............................................................................................... i
Prakata............................................................................................... iii
1 Ruang lingkup .............................................................................1
2 Acuan normatif ............................................................................1
3 Istilah dan definisi .......................................................................1
4 Aturan umum...............................................................................2
5 Unsur pendahuluan informatif.....................................................6
5.1 Ketentuan penulisan cover (sampul depan).............................6
5.2 Ketentuan penulisan daftar isi ...............................................10
5.3 Ketentuan penulisan prakata..................................................11
5.4 Ketentuan penulisan pendahuluan.........................................12
6 Ketentuan penulisan unsur bersifat normatif ............................12
6.1 Judul pada halaman pertama.................................................12
6.2 Ketentuan penulisan ruang lingkup .......................................12
6.3 Ketentuan penulisan acuan normatif......................................13
7 Unsur teknis bersifat normatif ...................................................14
7.1 Ketentuan penulisan istilah dan definisi ................................14
7.2 Ketentuan penulisan persyaratan atau ketentuan.................15
7.3 Ketentuan penulisan metode uji .............................................16
7.4 Ketentuan penulisan persamaan dalam perhitungan.............16
7.5 Ketentuan penulisan bagan alir..............................................17
7.6 Ketentuan penulisan klasifikasi, penunjukan .........................17
7.7 Ketentuan penulisan penandaan, pelabelan..........................17
7.8 Ketentuan penulisan lampiran normatif..................................17
i
8 Unsur tambahan bersifat informatif...........................................18
8.1 Ketentuan penulisan lampiran informatif ................................18
8.2 Ketentuan penulisan bibliografi ..............................................19
8.3 Ketentuan penulisan catatan..................................................20
8.4 Ketentuan penulisan gambar .................................................21
8.5 Ketentuan penulisan tabel......................................................22
8.6 Acuan pada unsur dalam teks................................................23
8.7 Penyajian angka dan nilai numerik.........................................24
8.8 Daftar periksa tentang besaran dan satuan dalam SPM .......25
8.9 Bahasa Indonesia baku..........................................................27
Lampiran A (Informatif) Layout aturan penulisan .............................28

ii
Prakata

Buku petunjuk penyusunan/penulisan standar pedoman dan manual


(SPM) berisikan tata cara penulisan SPM yang telah dirangkum dari
PSN 08 tahun 2007, tidak termasuk untuk penulisan adopsi ISO dan
ASTM.

Buku ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman


konseptor/penulis dalam penulisan SPM untuk mendukung
produktivitas serta kuantitas SPM.

Pedoman ini disusun oleh Subbidang Standar Pusat Litbang Jalan


dan Jembatan selaku SPT 91-01/S2. dan diterbitkan secara berkala
sesuai dengan perkembangan petunjuk penulisan SPM.

Guna penyempurnaan dan perbaikan ke depan, saran dan kritik


terhadap buku ini sangat dinantikan. Kami berharap buku ini
bermanfaat dan menjadi acuan dalampenyusunan/penulisan SPM.

iii
Petunjuk penyusunan/penulisan standar pedoman dan
manual (SPM)

1 Ruang lingkup

Petunjuk teknis ini adalah panduan yang digunakan untuk menuntun


konseptor/penulis dalam penyusunan SPM

2 Acuan normatif

Dokumen referensi di bawah ini harus digunakan dan tidak dapat


ditinggalkan untuk melaksanakan pedoman ini.

SNI 19-4190-1996, Rujukan karya tulis

SNI 19-1941-2001, Tanda dan lambang matematis untuk ilmu


pengetahuan alam/fisika dan teknologi

3 Istilah dan defenisi

3.1

standar
spesifikasi teknik atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara
dan metode yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak
yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan,
keamanan, kesehatan, fungsi lingkungan hidup, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta pengalaman, perkembangan masa
kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang
sebesar besarnya (PP 102 tahun 2000)

3.2

pedoman
acuan yang bersifat umum yang harus dijabarkan lebih lanjut dan
dapat disesuaikan dengan krakteristik dan kemampuan daerah
setempat (PP 25 tahun 2000)

1 dari 34
3.3

manual
acuan operasional yang penerapannya disesuaikan dengan
kebutuhan dan karakteristik objek, dalam hal ini berupa petunjuk
pelaksanaan dan petunjuk teknis (PP 25 tahun 2000)

4 Aturan umum

Ketentuan ini berlaku untuk keseluruhan isi SPM

a. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar


b. Tegas dan jelas agar mudah dipahami semua pihak yang akan
menggunakan standar
c. Istilah asing yang belum ada padanan kata dalam bahasa
Indonesia, tetap ditulis dalam bahasa asing dan dicetak dengan
huruf miring (italic)
d. Bila diperlukan SNI dapat diterbitkan dalam dua bahasa, teks
bahasa Indonesia (halaman ganjil) dan teks bahasa asing
(halaman genap)
e. Aturan page setup margin batas kiri: 3 cm; batas atas: 3 cm;
batas kanan: 2 cm; batas bawah: 2 cm, paper A4, layout header
1,5 cm; footer 1,3 cm
f. Untuk penulisan judul “daftar isi”, “prakata”, “pendahuluan”,
“judul pada hal 1”, “lampiran”, “bibliografi” : arial-12 pt-bold
g. Untuk penulisan substansi dalam SPM menggunakan huruf
arial-11 pt-tidak bold kecuali untuk penomoran dan nama pasal
dan sub pasal judul tabel/gambar
h. format paragraf yang digunakan aligment justified - spacing
before 0 pt - spacing after 0 pt - line spacing single
i. Setiap judul pasal dan judul subpasal ditulis “sentence case”
(huruf awalnya saja yang kapital)
j. Setiap subpasal sebaiknya mempunyai judul yang ditulis tiga
spasi setelah nomor subpasal
k. Uraian isi subbpasal ditulis pada baris berikutnya dengan jarak
satu spasi dari judul subpasal menggunakan huruf arial-11 pt-
biasa
l. Jenis huruf untuk nomor dan judul subpasal adalah arial-11 pt-
bold

2 dari 35
m. Penulisan antara judul besar (daftar isi, prakata, pendahuluan
dan judul pasa hal1) dengan pasal diberi jarak 3 spasi
n. Penulisan antara judul pasal dan judul sub pasal diberi jarak 2
spasi
o. Penulisan antara subpasal dengan subpasal lainnya diberi jarak
satu spasi
p. Penulisan antara judul pasal/subpasal dengan deskripsi diberi
jarak 1 spasi
q. Ukuran huruf untuk penulisan nomor SPM adalah arial-11 pt,
yang dituliskan di kanan atas sebagai header ukuran huruf
untuk penulisan nomor halaman adalah arial-10 pt,
r. Penulisan halaman pada unsur “daftar isi”, “prakata”, dan
“pendahuluan” ditulis angka romawi kecil, jenis huruf arial-10 pt-
bold, misalnya i,ii,iii dan seterusnya
s. Penulisan halaman pada isi teks standar ditulis dengan angka
arab mulai dari angka 1, diikuti jumlah halaman keseluruhan
standar, jenis huruf arial-10 pt-bold. Misalnya, 1 dari 15, 2 dari
15 dan seterusnya

3 dari 35
Daftar isi …… (arial 12, bold)

3 spasi

Xxxxxxxxxxx ……….. (arial 11, biasa)

Prakata ………. (arial-12 pt-bold)

3 spasi

Xxxxxxxx ………. (arial-11 pt-biasa)

Judul (arial12,bold)

3 spasi

1 Ruang lingkup …….. arial-11 pt-bold)


1 spasi
Xxxxxxxx …………. (arial-11 pt-biasa)
2 spasi
2 Acuan normatif ……. (arial-11 pt-bold)
1 spasi
Xxxxxxxxxxx ……………. (arial-11 pt-biasa)
Xxxxxxxxxxx ……….…….(arial-11 pt-biasa)
2 spasi

3 Istilah dan definisi … (arial-11 pt-bold)


1 spasi
3.1
xxxxxxxxx ……………..… (arial-11 pt-bold)
xxxxxxxxx ………………..(arial-11 pt-biasa)
1 spasi
3.2
xxxxxxxxx ……………… (arial-11 pt-bold)
xxxxxxxxx ……………… (arial-11 pt-biasa)
2 spasi
4 Xxxxxx ………… (arial-11 pt-bold)
1 spasi
4.1 Xxxxx ………….. (arial-11 pt-bold)
4 dari 35
4.2 Xxxxx ………….. (arial-11 pt-bold)
1 spasi
4.2.1 Xxxxxxxx………… (arial-11 pt-bold)
1 spasi
Xxxxxxxxxxx …………….. (arial-11 pt-biasa)
Xxxxxxxxxxx……………... (arial-11 pt-biasa)
1 spasi
Xxxxxxxxxxx ………………(arial-11 pt-biasa)

Lampiran (arial12,bold) …(arial-12 pt-bold)


(normatif)……… (arial-11 pt-biasa)
Xxxxxxxxx ……(arial-11 pt-bold)

3 spasi
A.1 Xxxxxxxxxx
1 spasi
Xxxxxxxxx…….
xxxxxxxxx…….

Bibliografi (arial12,bold) …(arial-12 pt-bold)

3 spasi
Xxxxxxxxx…….
xxxxxxxxx…….

5 dari 35
5 Unsur pendahuluan informatif

5.1 Ketentuan penulisan cover (sampul depan)


a. Merupakan unsur wajib.
b. Untuk SNI berisi judul SNI, nomor SNI, Nomor ICS, logo SNI
dan Logo BSN.
c. Untuk pedoman berisikan judul pedoman, logo pedoman dan
nama Panita Teknis , logo PU.
d. Judul menggunakan susunan kata yang cermat ringkas, tidak
bermakna ganda dan tidak terlalu rinci
e. Setiap tambahan khusus diuraikan dalam ruang lingkup
f. Keseragaman supaya dipertahankan dalam terminologi yang
digunakan dalam standar untuk menyatakan konsep yang
sama.
g. Ukuran huruf untuk penulisan judul adalah arial-18 pt-bold.
h. Ukuran huruf untuk penulisan no SNI pada cover adalah arial-
14 pt-bold,
i. Nomor ICS akan diisi oleh Standis
j. Nomor SNI diisi oleh BSN
k. Pemberian nomor SNI dicantumkan di bagian kanan atas
sampul depan halaman luar sejajar dengan logo SNI

6 dari 35
Gambar 1 – Ukuran batas penulisan naskah

7 dari 35
Gambar 2 – Contoh cover pedoman

8 dari 35
Gambar 3 – Contoh cover SNI

9 dari 35
5.2 Ketentuan penulisan daftar isi

a. Daftar isi bersifat opsional, apabila jumlah halaman kurang dari 10


halaman boleh ada boleh tidak
b. Berisi judul pasal dan jika perlu dengan judul subpasal, lampiran,
bibiliografi, dan indeks.
c. Penulisan judul pasal dan subjudul pasal dimulai setelah 3 (tiga)
spasi dari angka terakhir nomor pasal atau subpasal.
d. Penulisan daftar isi –left-single
e. Daftar isi direkomendasikan menggunakan Tabel of Content (ToC)
e. Daftar isi disarankan maksimal mencantumkan 3 digit subpasal
f. Penulisan format paragraf line spacing singel, before 0 pt, after 6 pt

Daftar isi

Daftar isi ……………………….…………….. i


Prakata ………………... ……………............ ii
Pendahuluan ……………………….………… iii
1 Ruang lingkup …………………………... 1
2 Acuan normatif ………………………….. 1
3 Istilah dan definisi ………………………. 1
4 Persyaratan ………………………………. 4
4.1 Bahan ............................................. 5
4.2 Peralatan .......................................... 6
5 Cara uji .....................……………………. 6
6 Pelaporan ......…………………………….. 10
Lampiran A (normatif)………………………… 11
Lampiran B (informatif) …………………….. 15
Bibliografi ……………………………………... 17
Gambar 1- Kerucut uji konsistensi .............. 18
Tabel 1- Persyaratan bahan......................... 19

Gambar 4 - Contoh penulisan daftar isi


10 dari 35
5.3 Ketentuan penulisan prakata

a. Prakata harus ada dalam setiap SPM (wajib), tetapi tidak


mencantumkan persyaratan, gambar atau tabel.
b. Menguraikan tujuan atau perlunya standar tersebut dirumuskan,
pernyataan merevisi, mengadopsi atau merupakan bagian dari
standar yang berseri yang relevan.
c. Untuk revisi, dicantumkan pernyataan perubahan teknis penting
dan alasan direvisi
d. Untuk adopsi menyebutkan judul dan nomor standar yang diadopsi,
jenis adopsi (identik atau modifikasi)
e. Menyebutkan nama Panitia Teknis atau Subpanitia Teknis
perumusan Standar
f. Mencantumkan tanggal dan tempat rapat konsensus.
g. Mencantumkan 2 paragraf baku (seperti contoh)
h. Maksimum menggunakan 250 kata

Prakata

Standar Nasional Indonesia tentang metode uji basah dan


kering campuran tanah-semen dipadatkan adalah revisi dari
SNI 03-6427-2000. Standar ini mengacu pada AASHTO
Designation: T 135-97 (2005), Wetting-and-Drying Test of
Compacted Soil-Cement Mixtures. Revisi dilakukan dengan
penambahan formulir pengujian yang tidak terdapat pada
versi sebelumnya.
Standar ini dipersiapkan oleh Panitia Teknis 91-01 Bahan
Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil pada Subpanitia
Teknis 91-01-S2 Rekayasan Jalan dan Jembatan melalui
Gugus Kerja Geoteknik Jalan Pusat Litbang Jalan dan
Jembatan.
Kalimat.
Tata cara penulisan disusun mengikuti PSN 08:2007 dan
telah dibahas pada forum rapat konsensus pada tanggal 02
baku
April 2014 di Bandung, dengan melibatkan para
narasumber, pakar dan lembaga terkait.

Gambar 5 – Contoh penulisan prakata

11 dari 35
5.4 Ketentuan penulisan pendahuluan

a. Unsur bersifat opsional


b. Menguraikan informasi khusus atau penjelasan mengenai isi teknis
standar dan alasan standar tersebut digunakan
c. Tidak berisi persyaratan
d. Bila dalam SPM terdapat hak paten, harus menuliskan peringatan
tentang hal tersebut
e. Tidak diberi nomor, kecuali untuk membuat penomoran subpasal,
maka diberi nomor 0 (subpasal 0.1; 0.2 dst)

6 Ketentuan penulisan unsur bersifat normatif

6.1 Judul pada halaman pertama

a. Unsur wajib
b. Harus sama dengan judul pada sampul
c. Harus sesuai dengan isi atau substansi standar
d. Tidak bermakna ganda terhadap subjek gambar

6.2 Ketentuan penulisan ruang lingkup

a. Bersifat wajib, sebagai pasal 1 dalam struktur standar


b. Menguraikan tentang subjek tercakup dari standar, tujuan
penggunaan dan batasan penggunaan atau penerapannya.
c. Harus singkat dan jelas, sehingga dapat digunakan sebagai
ringkasan.
Contoh:
Standar ini menetapkan metode untuk…..
Standar ini menentukan suatu sistem untuk…..
Standar ini menentukan karakteristik dari……
d. Pernyataan untuk penggunaan suatu standar dimulai dengan kata-
kata berikut “Standar ini digunakan untuk ..................”
e. Penomoran pasal dimulai dari pasal “1”
f. Sub pasal “1.1, 1.2, ....., dst”

12 dari 35
1 Ruang lingkup

1.1 Standar ini menetapkan metode uji untuk menentukan


persentase kehilangan massa campuran tanah-semen

1.2 Ada dua metode persiapan contoh ......

1.3 Nilai-nilai dalam standar ini dinyatakan dalam SI.

Gambar 6 – Contoh penulisan ruang lingkup

6.3 Ketentuan penulisan acuan normatif

a. Acuan normatif bersifat opsional, sebagai pasal 2


b. Dokumen normatif harus berupa;
1) Standar (SNI, ISO, IEC), – bukan regulasi
2) Badan standardisasi negara lain atau asosiasi yang mempunyai
keberterimaan luas dan tersedia secara umum
3) PT/SPT terkait telah memperoleh persetujuan dari penyusun/
penerbit
c. Untuk SNI regulasi seperti PP, UU, dicantumkan dalam bibliografi
d. Untuk pedoman dan manual, regulasi seperti PP, UU, boleh
dicantumkan di dalam acuan normatif
e. Acuan normatif harus ada jika tanpa acuan normatif standar tidak
dapat digunakan
f. Dok. yang tidak dapat digunakan sebagai acuan normatif :
1) Tidak tersedia secara umum
2) Hanya bersifat informatif
3) Hanya digunakan sebagai referensi umum
4) Dok. Tersebut dapat digunakan sebagai bibliografi
g. Jika acuan normatif adalah standar internasional, dianjurkan untuk
segera diadopsi identik
h. Dilengkapi tahun publikasi dan diurutkan sesuai dengan tahun
publikasi

13 dari 35
i. Semua judul standar ditulis italic, dan mengikuti penulisan di
standar yang diacu,
j. Aturan penulisan paragraf daftar acuan after 0 pt, before 6 pt, line
spacing single
k. Setiap dafar acuan diakhiri tanda titik
l. Utamakan penulisan standar SNI terlebih dahulu
m. Daftar acuan tidak menggunakan penomoran
n. Mencantumkan kalimat pengantar “Dokumen referensi di bawah ini
harus digunakan dan tidak dapat ditinggalkan untuk melaksanakan
standar ini”

2 Acuan normatif

Dokumen referensi di bawah ini harus digunakan dan tidak dapat


ditinggalkan untuk melaksanakan standar ini

SNI 03-6414-2002, Spesifikasi Timbangan yang Digunakan Pada


Pengujian Bahan.
SNI 15-2049:2004, Semen Portland.
SNI 3422:2008, Cara Uji Penentuan Batas Susut Tanah.
ASTM D 2168, Standard Test Methods for Calibration of laboratory
Mechanical-Rammer Soil Compactors.

Gambar 7 – Contoh penulisan acuan normatif

7 Unsur teknis bersifat normatif

7.1 Ketentuan penulisan istilah dan definisi

a. Bersifat opsional, sebagai pasal 3,


b. Nama dagang (merk), istilah kuno dan bahasa percakapan
seharusnya dihindari
c. Istilah yang sifatnya kritis dapat dimasukkan, apabila istilah yang
lebih tepat/umum tidak diperolah, tetapi sifat dasarnya tetap
dinyatakan.
14 dari 35
d. Urutan istilah ditulis secara alfabetis
e. Khusus untuk istilah ditulis huruf kecil semua (lower case), bold
dan untuk definisi dari istilah ditulis lower case-huruf kecil semua
dan tidak bold
f. Setiap definisi tidak diakhiri dengan tanda titik
g. Cantumkan kalimat pengantar untuk istilah definisi “Untuk tujuan
penggunaan dalam dokumen ini, istilah dan definisi berikut
digunakan”
h. Jika diperlukan penjelasan tantang simbol, notasi, dan singkatan
maka dicantumkan setelah penulisan simbol, notasi dan singkatan

3 Istilah dan definisi

Untuk tujuan penggunaan dalam dokumen ini, istilah dan definisi


berikut ini digunakan

3.1
agregat
sekumpulan butir-butir pecah, kerikil, pasir atau mineral lainnya,
baik berupa hasil alam maupun hasil buatan

3.2
gradasi menerus
suatu komposisi yang menjukkan pembagian butir yang merata
mulai dari ukuran yang terbesar sampai dengan yang terkecil

Gambar 8 – Contoh penulisan istilah dan defenisi

7.2 Ketentuan penulisan persyaratan atau ketentuan

Bersifat opsional, apabila ada, persyaratan harus berisikan hal berikut:

a. Semua karakterisktik yang yang perlu disyaratkan yang terkait


dengan aspek produk, proses jasa yang akan dicakup dalam
standar, baik dinyatakan secara eksplisit dalam standar ataupun
mangacu kepada standar lain
b. Persyaratan harus mengacu pada nilai-nilai batas dari karakteristik
yang digunakan
15 dari 35
c. Referensi metode uji untuk masing-masing persyaratan untuk
menentukan atau membuktikan besaran karakteristik, atau metode
uji itu sendiri.
d. Untuk ketentuan mencakup hal-hal umum dan teknis

7.3 Ketentuan penulisan metode uji

Bersifat opsional, jika ada, metode uji berisikan:

a. Semua instruksi yang berkaitan dengan prosedur untuk


menentukan nilai karakteristik, mengecek kesesuaian persyaratan
yang ada, menjamin konsistensi hasil pengujian ulang.
b. Menjelaskan prosedur dan/atau penggunaan bahan atau peralatan
yang dapat menimbulkan bahaya terhadap personel laboratorium
dan lingkungan dengan mencantumkan peringatan umum dan
khusu yang diperlukan.

7.4 Ketentuan penulisan persamaan dalam perhitungan

a. Bersifat opsional
b. Persamaan di antara besaran lebih baik dinyatakan dalam bentuk
persamaan numerik
c. Variabel ditampilkan dengan simbol huruf dan dijelaskan artinya,
kecuali jika simbol tersebut telah dituliskan dalam pasal “simbol
dan singkatan istilah”
d. Penjabaran istilah atau nama dari besaran seharusnya tidak ditulis
dalam bentuk persamaan
e. Penjelasan yang berkaitan dengan arti simbol persamaan harus
dicantumkan pada baris berikutnya (di bawah persamaan
tersebut), didahului kata “Keterangan” (jenis arial-10 pt-bold)
f. Uraian ditulis pada baris berikutnya dari tepi kiri jenis huruf arial-10
pt
g. Persamaan ditampilkan dalam bentuk yang benar secara
matematik (menggunakan aturan equation)
h. Penyajian persamaan dimulai 4 (empat) spasi dari kiri
i. Huruf pada persamaan sama dengan huruf pada naskah

16 dari 35
j. persamaan diberi nomor yangberurutan dari awal sampai akhir
naskah terlepas dari penomoran lainnya


ܸൌ (1)

Keterangan:
V adalah kecepatan dinyatakan dalam kilometer per jam (km/h);
l adalah jarak tempuh, dinyatakan dalam meter (m);
t adalah interval waktu, dinyatakan dalam detik (s).

Gambar 9 - Contoh penulisan rumus

7.5 Ketentuan penulisan bagan alir

Opsional, jika ada berisikan tahapan/prosedur yang harus disesuaikan


dengan urutan pekerjaan, bagan alir ditempatkan setelah uraian pasal
prosedur

7.6 Ketentuan penulisan klasifikasi, penunjukan dan


pengkodean

Opsional, jika ada, berisikan tentang penentuan suatu klasifikasi,


penunjukan dan/atau pengkodean produk, proses jasa yang sesuai
dengan persyaratan yang ditentukan.

7.7 Ketentuan penulisan penandaan, pelabelan, dan


pengemasan

Opsional, jika ada, berisikan penandaaan suatu produk dan simbol yang
harus sesuai dengan penandaan yang telah berlaku

7.8 Ketentuan penulisan lampiran normatif

a. Bersifat opsional
b. Merupakan bagian integral suatu standar
17 dari 35
c. Harus dirujuk dalam teks secara jelas
d. Dicantumkan dalam daftar isi
e. Apabila akan melampirkan form pengujian maka yang dilampirkan
merupakan form kosong

Lampiran A
(normatif)
Formulir pengujian ion klorida dengan metoda uji C

A.1 Xxxxxxxxxx

Xxxxxxxxxx
Xxxxxxxxx

A.2 Xxxxxxxxxx

Xxxxxxxxxx
Xxxxxxxxx

Gambar 10 – Contoh penulisan lampiran normatif

8 Unsur tambahan bersifat informatif

8.1 Ketentuan penulisan lampiran informatif

a. Bersifat opsional, jika ada, menguraikan tambahan informasi untuk


pemahaman atau penggunaan standar
b. Tidak mengandung persyaratan
c. Tidak perlu dirujuk dalam teks tetapi dicantumkan dalam daftar isi
d. Apabila akan melampirkan form pengujian maka yang dilampirkan
merupakan form isian dari form yang ada di lampiran normatif

18 dari 35
Lampiran B
(Informatif)
Contoh isian formulir pengujian ion klorida dengan
metoda uji C

B.1 Xxxxxxx….

Xxxxxxxx…..
xxxxxxxx…..

B.2 Xxxxxxx….

Xxxxxxxx…….
xxxxxxxx…….

Gambar 11 – Contoh penulisan lampiran informatif

8.2 Ketentuan penulisan bibliografi

a. Bersifat opsional
b. Merupakan daftar dokumen yang digunakan sebagi sumber
informasi yang tidak diacu pada acuan normatif
c. Apabila pada daftar dokumen terdapat bagian yang dikutip, maka
kutipan tersebut masuk dalam standar dan menyebutkan sumber
dokumennya
d. Aturan penulisan sama dengan acuan normatif dimana format
paragraf before 0 pt, after 6 pt, line spacing single
e. Disesuaikan dengan SNI 19-4190

19 dari 35
Bibliografi

RSNI T-12-2004, Perencanaan Struktur Beton untuk Jembatan


RSNI T-03-2005, Perencanaan Struktur Baja untuk Jembatan
SNI 2833-2008, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk
jembatan

Gambar 12 – Contoh penulisan bibliografi

8.3 Ketentuan penulisan catatan

a. Hanya untuk memberi informasi tambahan


b. Dicantumkan pada bagian akhir pasal atau subpasal atau paragraf
yang dirujuk
c. Catatan dalam pasal atau subpasal didahului dengan kata
“CATATAN” (arial -10 pt-bold-kapital)
d. Uraian catatan ditulis pada jarak 4 spasi dari kata “CATATAN”
(arial-10 pt)
e. Sebelum uraian catatan diberi tanda penghubung “-“ setelah
CATATAN
f. Paragraf – justified

CATATAN – Semua pengukuruan tinggi dan diameter benda uji


harus dilakukan secara teliti dengan tingkat ketelitian 0,01 cm .

Gambar 13 – Contoh penulisan catatan

20 dari 35
8.4 Ketentuan penulisan gambar

a. Menyajikan informasi yang paling efisien


b. Jika gambar besar sebaiknya sebagai lampiran
c. Harus berbentuk gambar teknik (foto hanya dapat digunakan
apabila tidak mungkin untuk mengubahnya menjadi gambar teknik)
d. Judul gambar ditulis di tengah setelah nomor gambar, letak
mendatar di bawah gambar di luar kotak, jenis huruf – arial 11 pt -
bold
e. Gambar diberi nomor dimulai dari angka 1, bebas dari penomoran
pasal dan tabel, berurutan sepanjang dokumen, Contoh: gambar 1-
, gambar 2-, dst
f. Nomor gambar dan judul dipisahkan dengan tanda hubung (-)
g. Keterangan gambar ditulis sebelum judul gambar
h. Gambar harus diikat (dirujuk) didalam dokumen

21 dari 35
Keterangan gambar:
1 Rangka
2 Piring bajak
3 Penggandeng
4 Pengatur kedalaman
5 Roda dukung
6 Dudukan piringan

Gambar 1 – Bajak piringan dan komponennya

Gambar 14 – Contoh penulisan gambar

8.5 Ketentuan penulisan tabel

a. Merupakan cara yang efisien untuk menyajikan informasi


b. Tabel harus diikat dalam deskripsi batang tubuh
c. Jika jumlah tabel banyak dan besar sebaiknya dicantumkan
sebagai lampiran
d. Tabel diberi nomor dimulai dari angka 1, bebas dari penomoran
pasal dan gambar
e. Judul tabel ditulis mendatar di tengah, diatas tabel
22 dari 35
f. Antara nomor tabel dan judul tabel diberi tanda “-“
g. Satuan yang digunakan dalam kolom sebaiknya dicantumkan di
bawah judul kolom
h. Penulisan judul kolom-center-bold
i. Penulisan isi tabel berupa angka ditulis rata kanan, untuk narasi
ditulis rata kiri, untuk rentang ditulis center (disesuaikan dengan
kondisi tabel)
j. Ukuran huruf di dalam tabel minimal arial-9 pt,

Tabel 1 - Berat statis pemadat getar minimum

Tebal padat Berat statis pemadat


(cm) getar minimum
(ton)
< 15 15

≥15 – 20 19

20 - 25 19

≥ 25 24

Gambar 15 – Contoh penulisan tabel

8.6 Acuan pada unsur dalam teks

a. Pencantuman acuan pada unsur dalam teks tidak perlu


menggunakan istilah “subpasal”

Contoh:

1) “berkaitan dengan pasal 3”


2) “sesuai dengan 3.1”
3) “seperti ditentukan dalam 3.1 b)”
4) “seperti dibenarkan dalam 3.1.2”

23 dari 35
b. Setiap tabel dan gambar di dalam standar harus memiliki kalimat
yang merujuk dalam teks. Rujukan dituliskan sebelum tabel dan
gambar yang bersangkutan

Contoh:

1) “diberikan dalam Tabel-3”


2) “(lihat Tabel-B.3)”
3) “seperti diperlihatkan dalam Gambar-A.6”
4) “lihat Gambar-3”

8.7 Penyajian angka dan nilai numerik

a. Tanda desimal ditulis dalam bentuk koma. Jika suatu angka


bernilai kurang dari satu dan ditulis dalam bentuk desimal, maka
tanda desimal didahului dengan nol

Contoh
1) 2,345
2) 0,0001
3) 0,01

b. Tanda titik merupakan pemisah ribuan, kecuali penulisan tahun

Contoh:

1) 23.456 2.345
2) 1990 (untuk tahun)

c. Gunakan tanda kali (x) untuk menyatakan perkalian angka

Contoh:

“1,8 x 10” bukan “1,8.10” atau “1,8*10”

24 dari 35
8.8 Daftar periksa tentang besaran dan satuan dalam SPM

a. SPM diusahakan menggunakan satuan SI (Satuan Internasional),


kecuali bila tidak memungkinkan
b. Beberapa satuan tambahan yang dapat digunakan dengan SI,
yakni:

Tabel 1 - Daftar periksa tentang besaran dan satuan dalam SPM

menit (min), neper (Np)

jam (h), bel (B)


hari (d), sone, phone dan oktaf

derajat () baud (Bd)

bit (bit) erlang (E)


liter (l) hartley (Hart)
ton (t) shanon (Sh)
elektron volt (ev) var (var

massa atom unifield () neper (Np)

c. Jangan mencampurkan simbol dan nama satuan

Contoh:

1) “km/h” bukan “km perjam” atau “kilometer/jam”

d. Kombinasikan nilai numerik dalam angka dengan satuan


(dengan spasi) kecuali untuk huruf dan angka dalam supercript

Contoh:

1) “5 m” bukan “5 meter”atau “5m”


2) “506” bukan “506 ”

25 dari 35
e. Jangan gunakan istilah untuk satuan yang tidak dibakukan
seperti
Contoh:
1) “sec” (sebagai pengganti “s” untuk detik)
2) “mins” (sebagai pengganti “min” dalam menit)
3) “lit” (sebagai pengganti “l” untuk liter)
4) “amp” (sebagai penggan”A” untuk amper)

f. Simbol satuan yang dibakukan secara internasional supaya


tidak dimodifikasi dengan menambahkan huruf atau angka yang
ditulis di bawah (ingat bahwa % = 0,01 dan %0 = 0,001 adalah
angka murni)

g. Jangan campurkan informasi dengan simbol satuan

Contoh:
1) isi air adalah “20 ml/kg” bukan “20 ml H2O/kg” atau “20 ml
air/kg”
2) 10 mm sampai dengan 12 mm” atau“10 mm s.d. 12 mm”
bukan “10 sampai 12 mm”
3) “0 C sampai dengan 10 C” bukan “0 sampai 10 C”
4) “24 mm x 36 mm” bukan “24 x 36 mm”
5) “24 mm ± 36 mm” bukan “24 ± 36 mm”
6) “(23 ± 2) C bukan “23 ± 2 C

h. Gunakan tanda matematika dan simbol yang direkomendasikan


dalam SNI 19-1941-2001, misalnya “tan” bukan “tg”

26 dari 35
8.9 Bahasa Indonesia baku

Gunakan bahasa Indonesia yang baku sesuai dengan KBBI


Contoh:

Tabel 2 - Kesalahan yang sering terjadi

No Salah Benar
1 ijin izin
2 horisontal horizontal
3 pondasi fondasi
4 sistim sistem
5 alinyemen alinemen (sesuai pp
jalan)
6 atmosfir atmosfer
7 merubah mengubah
8 Paragraph paragraf

9
10

27 dari 35
Lampiran A
(Informatif)
Layout aturan penulisan

A.1 Pengaturan page set up

Sebagai langkah awal penulisan SPM, terlebih dahulu mengatur


page set up. Untuk memulai pengaturan dilakukan dengan langkah-
langkah berikut: klik page layout - klik page set up - atur margin (top
3 cm, bottom 2 cm, left 3 cm, right 2 cm) - paper (A4) - layout
(header 1,5 cm; footer 1,3 cm) - selanjutnya klik OK. Tampilan menu
page set up dapat dilihat gambar A.1

Gambar A1 - Layout pengaturan page set up

28 dari 35
A.2 Pembuatan nomor halaman

a. Untuk memulai pembuatan nomor halaman dilakukan dengan


langkah-langkah berikut: klik insert - klik page number - klik
bottom of page - klik plain number 2 (posisi halaman di tengah)-
lengkapi dengan jumlah keseluruhan halaman . Tampilan
pembuatan nomor halaman dapat dilihat pada gambar A.2.

Gambar A2 - Layout pembuatan nomor halaman

29 dari 35
b. Untuk mengubah format halaman dapat dilakukan dengan
langkah: klik halaman yang akan diubah formatnya - klik page
number pada menu design - ubah format yang diinginkan pada
menu number format - tentukan penomoran pada menu start at
- klik OK. Tampilan mengubah format halaman dapat dilihat
pada gambar A3

Gambar A3 - Layout mengubah format halaman

30 dari 35
A.3 Page break (memisahkan bagian halaman)

a. Untuk memisahkan bagian halaman dimulai dengan: Letakkan


posisi kursor di akhir halaman pertama - klik page layout - klik break
- klik next page pada section break. Tampilan pemisah halaman
dapat dilihat pada Gambar A.3.

Gambar A4 - Layout page break

31 dari 35
b. Setelah memisahkan halaman selesai, pastikan halaman sudah
benar-benar terpisah dengan cara klik halaman yang telah
dibuat - klik (non aktifkan) link to previous pada menu design -
selanjutkan buat halaman baru dengan format yang berbeda
dengan halam sebelumnya (sesuai kebutuhan). Tampilan
pemisah halaman dapat dilihat pada Gambar A5

Gambar A5 - Layout design pemisah halaman

32 dari 35
A4. Penulisan rumus persamaan dengan equetion

Untuk penulisan rumus persamaan disarankan menggunakan


equation dengan langkan: klik menu insert - klik equation - klik insert
new equation (seseuai dengan format rumus yang diinginkan).
Tampilan equetion dapat dilihat pada Gambar A6

Gambar A6 - Layout Equetion (penulisan rumus)

33 dari 35
A5. TOC (Table of Content) membuat daftar isi secara
otomatis

a. Untuk mebuat daftar isi secara otomatis terlebih dahulu


tentukan daftar judul yang akan dicantumkan dalam daftar isi
dengan langkah-langkah: klik menu home - kling kanan heading
1 - klik modify (sesuaikan dengan aturan penulisan) - OK.
Setelah itu klik judul - klik heading 1. Dalam konteks ini heading
1 merupakan heading untuk judul besar seperti yang ada pada
pasal 4 point f. Langkah serupa dilkukan pada subpasal sebagai
heading 2, dst. Tampilan pembuatan heading dapat dilihat pada
Gambar A7

Gambar 7 - Layout heading

34 dari 35
b. Setelah semua judul yang dibutuhkan telah di buat dalam
format heading 1, 2, dan 3 maka dilanjutkan dengan
menampilkan daftar isi otomatis dengan langkah: klik menu
reference - klik tabel of contants - klik insert tabel of cintent - klik
option - klik semua heading yang dibutuhkan - klik OK - klik OK,
secara otomatis daftar isi akan keluar secara otomatis. Jika ada
perubahan pada judul dalam batang tubuh maka pada
keseluruhan daftar isi klik kanan - klik update field - klik page
number only atau update entri table - klik OK. Tampilan TOC
dapat dilihat pada Gambar 8

Gambar 8 - Layout TOC (daftar isi otomatis)

35 dari 35