Anda di halaman 1dari 4

Arti lambang TNI AD

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (atau biasa disingkat TNI Angkatan Darat atau TNI-AD)
adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di darat.

TNI Angkatan Darat dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 bersamaan dengan dibentuknya TNI yang
pada awal berdirinya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

TNI Angkatan Darat dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang menjadi
pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Darat (MABESAD). KASAD saat ini dijabat oleh
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Kekuatan TNI-AD saat ini terdiri dari 2 komando utama (kotama) tempur yaitu Kostrad, dan Kopassus.
Di wilayah TNI-AD memiliki 13 Komando Daerah Militer, 44 Komando Resort Militer yang masing-
masing wilayah memiliki satuan tempur tersendiri. Selain komando utama tempur, TNI-AD juga
memiliki komando utama pendidikan yang mendidik para perwira dan calon perwira di Akademi
Militer, Secapa, Seskoad dan komando utama pengembangan dan doktrin yaitu Kodiklat.

Penjelasan Arti Lambang TNI AD


Pada lambang TNI AD terdapat tulisan KARTIKA EKA PAKSI. KARTIKA adalah Bintang
| EKAadalah Satu | PAKSI adalah Burung

KARTIKA EKA PAKSI berasal dari bahasa sansekerta yang berarti burung gagah perkasa tanpa
tanding menjunjung cita-cita tinggi,TNI Angkatan Darat yang kuat senantiasa menjunjung cita-cita
yang tinggi, yaitu keluhuran nusa dan bangsa serta keprajuritan sejati.

ARTI DAN MAKNA :


1. GARUDA. Memiliki makna sebagai kekuatan dan kesanggupan mencapai cita-cita sebagai
prajurit.
2. 10 HELAI BULU SAYAP. Memiliki makna sebagai Bulan Oktober sebagai bulan bersejarah
bagi keberadaan TNI Angkatan Darat.
3. 7 BULU PADA EKOR. Memiliki makna sebagai Sapta Marga.
4. BINTANG SUDUT LIMA. Memiliki makna sebagai kesejatian dan tujuan tertinggi yaitu
keprajuritan sejati yang dijiwai oleh Pancasila sebagai dasar negara serta falsafah hidup bangsa.
5. KOMBINASI GAMBAR BINTANG SUDUT LIMA DAN GARUDA. Memiliki makna
sebagai kesanggupan, kerelaan, dan ketetapan hati setiap prajurit Indonesia untuk
mempertahankan tanah air sampai titik darah penghabisan.
Lambang TNI AU :
Burung Garuda mengembangkan sayap selebar-lebarnya & tiap sayap terdiri atas 8 helai bulu =
melambangkan kewaspadaan & kesiagaan TNI AU dlm menjaga dan mengamankan NKRI yang
kemerdekaannya diproklamasikan pada bulan ke 8.
b. Posisi kepala mengarah ke timur
= timur menunjukkan daerah hidup / lahir, waktu awal saat sang surya menampakkan wajahnya.
Hal ini melambangkan bahwa TNI AU selalu dihadapkan pd tantangan kemajuan teknologi
kedirgantaraan yg berkembang pesat, sehingga harus selalu siap sedia menyongsong perkembangan
teknologi tersebut.
c. Swa Bhuana Paksa artinya Sayap Tanah Air Indonesia.
Swa = sendiri
Bhuana = tempat tinggal/tanah air
Paksa/pakca = sayap
d. Lima buah cakra digenggam oleh cakar garuda = melambangkan dasar negara Pancasila, yang
mendapatkan perlindungan sebaik-baiknya dari TNI AU sebagai indikasi memegang teguh Pancasila.
e. Perisai yang berisikan peta kepulauan Indonesia dengan Garuda berdiri diatasnya melambangkan
TNI Angkatan Udara yang kuat & kokoh dalam melindungi NKRI.
f. Lidah nyala api yg berjumlah empat dikanan lima dikiri perisai = melambangkan angka keramat 45
yg bermakna TNI AU memiliki semangat yg berkobar & tekad tdk mengenal menyerah dlm
mmpertahankan kemerdekaan negara sejak dproklamasikan tahun 1945.
g.Dua untaian manggar masing2 17 kuntum yg disusun melingkari Garuda & perisai= melambangkan
peran TNI AU bg upaya peningkatan kesejahteraan dlm rangka mengisi kemerdekaan mencapai 7an.

Arti Lambang TNI Angkatan Laut


Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (atau biasa dArti Lambang TNI Angkatan Laut
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (atau biasa disingkat TNI Angkatan Laut atau TNI-AL)
adalah salah satu cabang angkatan perang dan merupakan bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
yang bertanggung jawab atas operasi pertahanan negara Republik Indonesia di laut.

TNI Angkatan Laut dibentuk pada tanggal 10 September 1945 yang pada saat dibentuknya bernama
Badan Keamanan Rakyat (BKR Laut) yang merupakan bagian dari Badan Keamanan Rakyat.

TNI Angkatan Laut dipimpin oleh seorang Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) yang menjadi
pemimpin tertinggi di Markas Besar Angkatan Laut (MABESAL). KASAL saat ini dijabat oleh
Laksamana TNI Marsetio.
Kekuatan TNI-AL saat ini terbagi dalam 2 armada, Armada Barat yang berpusat di Tanjung Priok,
Jakarta dan Armada Timur yang berpusat di Tanjung Perak, Surabaya, serta satu Komando Lintas Laut
Militer (Kolinlamil). Selain itu juga membawahi Korps Marinir.

Penjelasan Arti Lambang TNI AL

Dalam Lambang TNI AL terdapat tulisan JALESVEVA JAYA MAHE yang mempunyai arti “Di Laut
Kita Jaya”. Diambil dari bahasa Sanskerta atau Jawa Kuno.

Bagian Bagian Lambang


1. Garuda Pancasila. Merupakan falsafah negara Republik Indonesia.
2. Jangkar. Menggambarkan semangat bahari dan kecintaan prajurit TNI AL terhadap seluruh
nusantara.
3. Rantai yang melilit pada jangkar. Menggambarkan semangat persatuan dan kesatuan seluruh
gugusan kepulauan Republik Indonesia.
4. Padi di antara kapas. Menggambarkan cita-cita kemakmuran bangsa Indonesia dengan
kecukupan pangan.
5. Kapas yang menjadi lambang sandang. Menggambarkan cita-cita kesejahteraan bangsa
dengan memiliki cukup sandang/pakaian.

Arti Lambang Kepolisian Republik Indonesia


( Polri )
Lambang polri
Lambang Polri terdiri dari :
1. 3 bintang diatas logo polri bernama Tri Brata adalah pedoman hidup Polri.
2. Perisai bermakna pelindung rakyat dan negara.
3. Tiang dan nyala obor bermakna penegasan tugas Polri, disamping memberi sesuluh atau
penerangan juga bermakna penyadaran hati nurani masyarakat agar selalu sadar akan perlunya
kondisi kamtibmas yang mantap.
4. Pancaran obor yang berjumlah 17 dengan 8 sudut pancar berlapis 4 tiang dan 5 penyangga
bermakna 17 Agustus 1945, Hari proklamasi kemerdekaan.
5. Padi dan kapas menggambarkan cita-cita bangsa menuju kehidupan adil dan makmur, sedang 29
daun kapas dengan 9 putik dan 45 butir padi merupakan suatu pernyataan tanggal pelantikan
Kapolri pertama 29 September 1945 yang dijabat oleh Jendral Polisi Raden Said Soekanto
Tjokrodiatmodjo.